24
memberikan laporan, penyampaian pendapat dan saran-saran, idegagasan dan bahkan juga keluhan-keluhan.
2. Komunikasi Horizontal Yakni proses penyampaian dan permintaan informasi antar
pejabatpersonal yang jabatannya setingkat dalam satu organisasi, yang dilakukan berupa rapat-rapat, diskusi, konsultasi dan lain-lain.
3. Komunikasi Diagonal Menurut Hadari Nawawi dalam bukunya Administarasi pendidikan
mengemukakan bahwa komunikasi diagonal “yakni proses penyampaian dan permintaan informasi antar pejabatpersonal yang tidak sama tingkat
jabatannya antar sub sistem yang berlainan dilingkungan organisasi”.
21
4. Faktor-faktor Penghambat Komunikasi
Hambatan komunikasi adalah segala sesuatu yang menimbulkan gangguan komunikasi sehingga tujuan komunikasi tidak tercapai. Pada dasarnya
hambatan itu dapat terjadi karena diatorasi, penghilangan sebagai isi informasi, terlalu banyak informasi, waktu, penerimaam pesan, dan juga hambatan fisik.
Sedangkan menurut Onong Uchjana Effendi “ Faktor-faktor penghambat organisasi dalam komunikasi itu ada empat, yaitu: hambatan sosio-antro-
psikologis, hambatan sematis, hambatan mekanis, hambatan ekologis”
22
. 1. Hambatan Sosio-Antro-Psikologis
Proses komunikasi berlangsung dalam konteks situasional. Ini berarti bahwa komunikator harus memperhatikan situasi ketika komunikasi berlangsung,
sebab situasi amat berpengaruh terhadap kelancaran komunikasi, terutama situasi yang berhubungan dengan faktor sosiologis, antropologis dan psikologis.
a. Hambatan Sosiologis Seorang sosiolog Jerman bernama Ferdinand Tonnies mengklarifikasikan
kehidupan manusia dalam masyarakat menjadi dua jenis pergaulan yang ia namakan Gemeinschafi dan Gesellschaft. Gemeinschft adalah pergaula
21
Hadari Nawawi, Administrasi…, h. 49
22
Onong Uchjana Effendi, Dinamika Komunikasi, Bandung:CV. Remadja Karya, 1986,
25
hidup yang bersifat pribadi, statis, dan tidak rasional, seperti dalam kehidupan rumah tangga, sedangkan Gesellschft adalah pergaulan hidup
yang bersifat dimanis, rasional, bukan pribadi, seperti pergaulan dikantor atau dalam organisasi.
Berkomunikasi dalam Gameinschft dengan istri atau anak tidak akan banyak menjumpai banyak hambatan karena sifatnya personal atau pribadi
sehingga dapat dilakukan dengan santai, lain dengan komunikasi dalam Gasellschaft. Seseorang yang bagaimanapun tingginya kedudukan yang ia
jabat, ia akan menjadi bawahan orang lain. Seorang kepala desa mempunyai kekuasaan didaerahnya, tetapi ia harus tunduk kepada camat,
camat akan lain sikapnya ketika berkomunikasi dengan bupati, dan seterusnya,
b. Hambatan Psikologis Dalam melancarkan komunikasinya seorang komunikan tidak akan
berhasil apabila ia tidak mengenal siapa komunikan yang dijadikan sasarannya. Yang dimaksud dengan siapa disini bukan nama yang
sandang, melainkan ras apa, bangsa apa atau suku apa. Dengan mengenal dirinya, akan mengenal pula kedudukannya, gaya dan norma
kehidupannya, kebiasaan dan bahasanya. c. Hambatan Psikologis
Faktor psikologis sering kali menjadi hambatan dalam komunikasi. Hal ini disebabkan si komunikator sebelum melancarkan komunikasinya tidak
mengkaji diri komunikasi. Komunikasi sulit untuk berhasill apabila komunikasi sedang sedih, binggung, marah, merasa kecewa, merasa iri
hati dan kondisi psikologis lainnya. 2. Hambatan Sematis
Faktor sistematis menyangkut bahasa yang dipergunakan komunikator sebagai alat untuk menyalurkan pikiran dan perasaannya kepada komunikan.
Demi kelancaran komunikasi seorang komunikator harus benar-benar memperhatikan gangguan sematis ini, sebab salah ucap atau tulis dapat
menimbulkan salah pengertian atau salah tafsir.
26
3. Hambatan Mekanis Hambatan mekanis ini dijumpai pada penggunaan media yang digunakan
dalam kelancaran komunikasi. Banyak contoh yang kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, seperti suara telpon yang kurang jelas, ketika hurup yang buram,
berita surat kabar yang sulit dicari sambungan kolomnya, dan lain-lain. 4. Hambatan Ekologis
Hambatan ekologis terjadi disebabkan oleh gangguan lingkungan terhadap proses berlangsungnya komunikasi, jadi datangnya dari lingkungan. Contoh
hambatan, ekologis adalah suara riuh orang-orang atau kebisingan lalu lintas, suara hujan atau petir, suara pesawat terbang lewat, dan lain-lain.
Demikianlah dengan pelaksanaan komunikasi antara kepala sekolah dengan para personal guru, maka akan merasakan manfaat dari komunikasi yang
telah disebutkan diatas, dengan demikian diharapkan terjadinya ilkim organisasi yang menyenangkan.
B. Hakikat Motivasi Kerja 1. Pengertian Motivasi Kerja