Peranan dan Kedudukan Auditor Internal dalam Meningkatkan Sistem Pengendalian Intern pada PT Indosat Tbk Medan

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
FAKULTAS EKONOMI
MEDAN

SKRIPSI
PERANAN DAN KEDUDUKAN AUDITOR INTERNAL DALAM
MENINGKATKAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PADA PT
INDOSAT TBK MEDAN

OLEH :
NAMA

: SARI WULANDARI

NIM

: 050503237

DEPARTEMEN

: AKUNTANSI

Guna Memenuhi Salah Satu SyaratUntuk
Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi
2010

Universitas Sumatera Utara

PERNYATAAN

Dengan ini, saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul : “Peranan dan
Kedudukan Auditor Internal dalam Meningkatkan Sistem Pengendalian Intern
pada PT Indosat Tbk Medan” adalah benar hasil karya sendiri dan judul dimaksud
belum pernah dimuat, dipublikasikan, atau diteliti oleh mahasiswa lain dalam
konteks penulisan skripsi Program S-1 Reguler Departemen Akuntansi Fakultas
Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

Semua sumber data dan informasi yang diperoleh, telah dinyatakan dengan jelas,
benar apa adanya. Apabila dikemudian hari pernyataan ini tidak benar, saya
bersedia menerima sanksi yang ditetapkan oleh Universitas Sumatera Utara.

Medan, 06 Januari 2010
Yang membuat pernyataan,
SARI WULANDARI
NIM : 050503237

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.
Puji dan syukur dipanjatkan ke hadirat Allah SWT, atas segala rahmat dan
kekuatan yang diberikan-Nya kepada Penulis sehingga penulisan skripsi ini dapat
diselesaikan dengan baik. Skripsi ini disusun dengan tujuan untuk memenuhi
salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan pada Universitas Sumatera
Utara guna memperoleh gelar Sarjana Ekonomi. Adapun judul skripsi yang
disusun oleh penulis yaitu : “Peranan dan Kedudukan Auditor Internal dalam
Meningkatkan Sistem Pengendalian Intern pada PT Indosat Tbk Medan”.
Penulis menyadari ada banyak kekurangan dalam penyusunan skripsi ini
baik dari segi isi maupun penyajiannya yang diakibatkan oleh keterbatasan yang
dimiliki Penulis. Namun demikian, Penulis akan berusaha untuk memperbaiki diri
agar menjadi lebih baik di masa mendatang.
Skripsi ini dapat diselesaikan berkat dukungan dan bantuan dari banyak
pihak. Oleh karena itu, penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang
sebesar-besarnya pada seluruh pihak yang membantu penyelesaian skripsi ini,
yaitu kepada :
1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec., selaku Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Drs. Hasan Sakti Siregar, MSi., Ak. dan Ibu Dra. Mutia Ismail, MM,
Ak. selaku Ketua dan Sekretaris Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara.

Universitas Sumatera Utara

3. Ibu Dra. Naleni Indra, MM., Ak selaku Dosen Pembimbing yang telah
memberikan banyak bimbingan dan pengarahan dalam penyusunan serta
penyelesaian skripsi ini.
4. Bapak Drs. Arifin Lubis, MM, Ak selaku Dosen Pembanding I dan Bapak
Drs. Rustam, MSi, Ak selaku Dosen Pembanding II yang telah memberikan
banyak arahan dalam penyusunan skripsi ini.
5. Syahrizal dan Nur Bintang Harahap selaku orang tua Penulis yang telah rela
mengorbankan seluruh jiwa dan raga yang ada demi kehidupan Penulis, dan
juga telah memberikan motivasi yang sangat membantu bagi Penulis dalam
menyelesaikan skripsi ini.
Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat-Nya dalam
kehidupan kita semua.
Medan, 06 Januari 2008
Penulis,

Sari Wulandari
050503237

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peranan audit
internal dalam meningkatkan sistem pengendalian intern pada perusahaan.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Jenis data yang digunakan
adalah data primer dan data sekunder, teknik pengumpulan data yang digunakan
adalah melalui wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan.
Hasil penelitian yang dapat disimpulkan menunjukkan bahwa peranan
audit internal sangat bermanfaat dalam meningkatkan system pengendalian intern
pada perusahaan. Kedudukan audit internal berada dibawah Direksi, sehingga
penilaian terhadap pengendalian dilakukan dengan objektif dan independen.
Laporan audit mengungkapkan kelemahan yang terjadi dan rekomendasi
perbaikan sehingga sistem pengendalian intern yang dijalankan perusahaan akan
semakin baik di masa yang akan datang.
Kata Kunci: Peran audit internal, sistem pengendalian intern.

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT

The purpose of this research is to recognize the role of audit intern in
company to increase internal control system.
This research use descriptive method. Data type that used are primary data
and secondary data, data collecting technique that used are by interviews,
documentation, and literature.
The results of this research that can be conclude expressed that the role of
audit intern is very useful to increase the internal control system. The position of
audit intern department is below of Director so that appraisal to control is done
objectively and independent. Audit report expressed the weakness,
recommendation of repair, and success which has been reached so that internal
control system perform can improve in the next period.
Key Words: The role of audit intern, internal control system.

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI
Halaman
PERNYATAAN ............................................................................................. i
KATA PENGANTAR .................................................................................... ii
ABSTRAK...................................................................................................... iv
ABSTRACT ................................................................................................... v
DAFTAR ISI .................................................................................................. vi
DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... ix
DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................. x

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah............................................................... 1
B. Perumusan Masalah ..................................................................... 3
C. Tujuan Penelitian ........................................................................ 3
D. Manfaat Penelitian ....................................................................... 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian Audit Intern ................................................................ 5
B. Fungsi dan Tujuan Audit Intern ................................................... 8
C. Pengendalian Intern ..................................................................... 12
D. Independensi Audit Intern............................................................ 19
E. Laporan Audit Intern ................................................................... 25
F. Tinjauan Peneliti Terdahulu.............................................................28
F. Kerangka Konseptual................................................................... 30

Universitas Sumatera Utara

BAB III

METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian ........................................................................ 31
B. Jenis Data ................................................................................. 31
C. Teknik Pengumpulan Data ........................................................ 32
D. Metode Analisis Data................................................................ 32
E. Jadwal dan Lokasi Penelitian .................................................... 32

BAB IV HASIL PENELITIAN
A. Data Penelitian ............................................................................ 33
1. Gambaran Umum Perusahaan ................................................ 33
a. Sejarah Singkat Perusahaan .............................................. 33
b. Struktur Organisasi Perusahaan ........................................ 40
2. Fungsi dan Tujuan Audit Internal ........................................... 50
3. Prosedur Audit Internal .......................................................... 57
4. Independensi Audit Internal ................................................... 60
5. Laporan Audit Internal ........................................................... 66
B. Analisis Hasil Penelitian ............................................................. 67
1. Kedudukan Audit Internal ...................................................... 67
2. Peranan Audit Internal dalam
Meningkatkan Sistem Pengendalian Intern ............................. 70

Universitas Sumatera Utara

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A.

Kesimpulan ............................................................................... 77

B.

Saran ........................................................................................ 79

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 81
LAMPIRAN

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR

Nomor

Judul

Gambar 2.1

Internal Audit Department (IAD)

Halaman

Berada Dibawah Direktur Keuangan

Gambar 2.2

Internal Audit Department (IAD)
Berada Dibawah Direktur Utama

Gambar 2.3

22

23

Internal Audit Department (IAD)
Berada Dibawah Dewan Komisaris

24

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR LAMPIRAN

Nomor

Judul

Lampiran 1

Struktur Organisasi PT INDOSAT,

Halaman

Tbk Medan

76

Lampiran 2

Struktur Organisasi Internal Audit

77

Lampiran 3

Surat Izin Riset

78

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peranan audit
internal dalam meningkatkan sistem pengendalian intern pada perusahaan.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Jenis data yang digunakan
adalah data primer dan data sekunder, teknik pengumpulan data yang digunakan
adalah melalui wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan.
Hasil penelitian yang dapat disimpulkan menunjukkan bahwa peranan
audit internal sangat bermanfaat dalam meningkatkan system pengendalian intern
pada perusahaan. Kedudukan audit internal berada dibawah Direksi, sehingga
penilaian terhadap pengendalian dilakukan dengan objektif dan independen.
Laporan audit mengungkapkan kelemahan yang terjadi dan rekomendasi
perbaikan sehingga sistem pengendalian intern yang dijalankan perusahaan akan
semakin baik di masa yang akan datang.
Kata Kunci: Peran audit internal, sistem pengendalian intern.

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT

The purpose of this research is to recognize the role of audit intern in
company to increase internal control system.
This research use descriptive method. Data type that used are primary data
and secondary data, data collecting technique that used are by interviews,
documentation, and literature.
The results of this research that can be conclude expressed that the role of
audit intern is very useful to increase the internal control system. The position of
audit intern department is below of Director so that appraisal to control is done
objectively and independent. Audit report expressed the weakness,
recommendation of repair, and success which has been reached so that internal
control system perform can improve in the next period.
Key Words: The role of audit intern, internal control system.

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Setiap perusahaan didirikan dengan tujuan untuk memperoleh laba. Laba
yang diperoleh berasal dari pemanfaatan sumber daya yang ada di perusahaan
secara maksimal sehingga laba yang diharapkan untuk diperoleh juga maksimal.
Keberhasilan perusahaan dapat dilihat dari tingkat pencapaian tujuan-tujuan
perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan akan selalu mengusahakan agar jumlah
laba yang diperoleh terus meningkat dari tahun-ketahun merupakan salah satu
tolak ukur kemajuan perusahaan atau keberhasilan sebuah perusahaan. Untuk
mencapai tujuan tersebut,

maka perusahaan

memerlukan suatu

sistem

pengendalian untuk mengawasi secara terus-menerus terhadap seluruh kegiatan
operasional perusahaan.
Seiring dengan berkembangnya perusahaan, maka kegiatan dan masalah
yang dihadapi perusahaan akan semakin kompleks sehingga terasa sulit bagi pihak
manajemen untuk mengadakan pengawasan langsung terhadap seluruh operasi
perusahaan. Namun, diperlukan pengawasan langsung terhadap seluruh operasi
perusahaan secara efektif.
Pihak manajemen dapat membentuk suatu departemen audit intern yang
diberi wewenang untuk melakukan pengawasan dan penilaian terhadap
pengendalian intern perusahaan. Struktur pengendalian intern dimaksudkan untuk
melindungi harta milik perusahaan, menilai kecermatan dan keandalan data

Universitas Sumatera Utara

akuntansi, meningkatkan efisiensi usaha dan mendorong ditaatinya kebijaksanaan
manajemen yang telah digariskan.
Audit intern merupakan salah satu pendekatan yang dapat dilakukan agar
tercipta suatu bentuk pengendalian yang dapat membuat perusahaan terhindar dari
kecurangan-kecurangan yang dapat terjadi di perusahaan dan juga dapat
mengetahui apa saja risiko-risiko yang akan dihadapi oleh perusahaan. Hal ini
akan semakin mempermudah perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan
efektivitas sehingga seiring dengan hal itu dapat pula tercapai tujuan-tujuan
perusahaan.
Perusahaan juga memerlukan aktivitas audit intern dalam kegiatan
usahanya. Hal ini diupayakan agar menciptakan perusahaan yang sehat dan agar
dapat melakukan pencegahan secara dini atas masalah yang mungkin dihadapi
oleh perusahaan. Aktivitas audit intern yang konsisten akan mendorong
peningkatan efisiensi operasional dan efektivitas usaha sehingga tujuan
perusahaan dapat tercapai.
Pada PT Indosat Tbk yang berkedudukan di Medan, propinsi Sumatera
Utara merupakan kerjasama pemerintah Indonesia dengan Negara Qatar. Dilihat
dari segi kepemilikan modalnya, perusahaan ini berbentuk perseroan tertutup. PT
Indosat merupakan perusahaan besar yang bergerak di bidang telekomunikasi.
Umumnya perusahaan yang telah maju, telah menyelenggarakan staf pemeriksaan
intern, secara ideal. Pengendalian intern harus ada dan dilaksanakan dengan baik,
selalu dimonitori atau diawasi serta disesuaikan dengan kemajuan dan keadaan
perusahaan saat itu.

Universitas Sumatera Utara

Pentingnya pelaksanaan fungsi dan peran auditor intern sebagai upaya
tercapainya sistem pengendalian yang baik dalam rangka pencapaian tujuan
perusahaan dengan berhasil dan berdaya guna maka penulis tertarik untuk
menyusun skripsi mengenai “ Peranan dan Kedudukan Auditor Internal
Dalam Meningkatkan Sistem Pengendalian Intern Pada PT Indosat Tbk
Medan“.

B. Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas, penulis mencoba merumuskan masalah yang
menjadi dasar dalam penyusunan skripsi ini. Adapun perumusan masalah tersebut
adalah :
a. apakah Auditor Internal sesuai dengan kedudukannya dapat berperan
dalam upaya meningkatkan sistem pengendalian intern perusahaan?

C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :
1. untuk mengetahui apakah fungsi Auditor Internal pada PT Indosat Tbk
Medan

sudah

dilaksanakan

sebagaimana

mestinya

dalam

upaya

peningkatan efisiensi dan efektifitas operasional perusahaan,
2. untuk mengetahui apakah Auditor Internal sesuai dengan kedudukannya
dapat

berperan

dalam

meningkatkan

sistem

pengendalian

intern

perusahaan.

Universitas Sumatera Utara

D. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini adalah :
1. bagi penulis, penelitian ini bermanfaat untuk menambah wawasan dan
pengetahuan penulis mengenai pelaksanaan audit intern di lapangan dan
membandingkannya dengan berbagai teori terkait yang pernah dipelajari,
2. bagi perusahaan, penelitian ini memberikan sumbangan dan masukan
berupa saran dalam pelaksaan audit intern untuk menerapkan pengendalian
yang baik dan sesuai dengan praktek yang ada di lapangan,
3. bagi pembaca dan pihak lain, penelitian ini dapat berguna sebagai bahan
referensi dan panduan dalam melanjutkan penelitian di masa yang akan
dating

Universitas Sumatera Utara

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian Audit Intern
Auditing

merupakan

kegiatan

pemeriksaan

dan

pengujian

suatu

pernyataan, pelaksanaan dari kegiatan yang dilakukan oleh pihak independen
guna memberikan suatu pendapat. Pihak yang melaksanakan auditing disebut
dengan auditor. Pengertian auditing semakin berkembang sesuai dengan
kebutuhan yang meningkat akan hasil pelaksanaan auditing.
Guy (2002:5) telah mendefinisikan audit sebagai berikut :
Audit merupakan suatu proses sistematis yang secara obyektif
memperoleh dan mengevaluasi bukti yang terkait dengan pernyataan
mengenai tindakan atau kejadian ekonomi untuk menilai tingkat
kesesuaian antara pernyataan tersebut dan kriteria yang telah ditetapkan
serta mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak-pihak yang
berkepentingan.
Dilihat dari definisi di atas, unsur penting dalam pelaksanaan auditing
adalah proses perolehan serta pengevaluasian bukti-bukti dan kriteria-kriteria
yang telah ditetapkan. Bukti-bukti yang diperoleh baik dari dalam perusahaan
maupun dari luar perusahaan digunakan sebagi bahan evaluasi sehingga hasil
audit lebih objektif. Kriteria-kriteria yang ditetapkan digunakan sebagai tolak ukur
auditor untuk memberikan pendapatnya yang kemudian dituangkan ke dalam
laporan audit. Laporan audit harus dapat memberi informasi kepada para
pengguna akan tingkat kesesuaian dari informasi tersebut dengan kriteria-kriteria
yang ditetapkan.
Jika dilihat dari pihak yang melakukan pemeriksaan, terdapat dua
kelompok auditor yaitu auditor internal dan auditor eksternal. Kedudukan dan

Universitas Sumatera Utara

tanggung jawab di antara kedua kelompok auditor tersebut sangat berbeda satu
sama lain. Seorang auditor internal bekerja pada perusahaan, lembaga
pemerintahan, atau perusahaan nirlaba, sedangkan auditor eksternal bekerja pada
suatu Kantor Akuntan Publik (KAP). Meskipun pihak yang melakukan audit
intern merupakan bagian dari organisasi yang diaudit itu sendiri, tetapi
pelaksanaan audit intern harus tetap obyektif dan independen dari aktivitas yang
diaudit. Auditor internal umumnya melapor kepada manajer senior atau dewan
direksi, sedangkan auditor eksternal hanya memiliki struktur pelaporan yang
terbatas kepada kantor akuntan tempat auditor tersebut bekerja dan pihak ketiga
(kreditor dan investor).
Untuk dapat memahami dan lebih memperjelas pengertian audit intern
secara baik, berikut ini akan dikutip beberapa definisi audit intern. Ikatan Auditor
Internal (Institute of Internal Auditors – IIA) dikutip oleh Messier (2005:514),
mendefenisikan audit internal sebagai berikut :
Audit intern adalah aktivitas independen, keyakinan obyektif, dan
konsultasi yang dirancang untuk menambah nilai dan meningkatkan
operasi organisasi. Audit intern ini membantu organisasi mencapai
tujuannya dengan melakukan pendekatan sistematis dan disipilin untuk
mengevaluasi dan meningkatkan efektifitas manajemen resiko,
pengendalian, dan proses tata kelola.
Definisi ini mengandung pengertian bahwa audit intern merupakan suatu
aktivitas yang dilakukan untuk membantu manajemen dalam penyediaan
informasi, dengan tujuan akhir yaitu menambah nilai perusahaan. Pelaksanaan
audit intern dilakukan secara independen dan obyektif yang berarti tidak
terpengaruh oleh pihak manapun dan tidak terlibat dalam pelaksanaan kegiatan
yang diaudit. Hasil audit yang diperoleh dari pelaksanaan audit intern secara

Universitas Sumatera Utara

independen dan obyektif tersebut akan dapat diandalkan oleh para pengguna
informasi.
Sawyer

(2005:10)

mengemukakan

definisi

audit

internal

yang

menggambarkan lingkup audit internal modern yang luas dan tak terbatas sebagai
berikut :
Audit internal adalah sebuah penilaian yang sistematis dan objektif yang
dilakukan auditor internal terhadap operasi dan kontrol yang berbeda-beda
dalam organisasi untuk menentukan apakah :
1. informasi keuangan dan operasi telah akurat dan dapat diandalkan,
2. risiko yang dihadapi perusahaan telah diidentifikasi dan
diminimalisasi,
3. peraturan eksternal serta kebijakan dan prosedur internal yang biasa
diterima telah diikuti,
4. kriteria operasi yang memuaskan telah dipenuhi,
5. sumber daya telah digunakan secara efisien dan ekonomis, dan
6. tujuan organisasi telah dicapai secara efektif --semua dilakukan
dengan tujuan untuk dikonsultasikan dengan manajemen dan
membantu anggota organisasi dalam menjalankan tanggung jawabnya
secara efektif.
Definisi ini tidak hanya mencakup peranan dan tujuan auditor internal,
tetapi juga mengakomodasikan kesempatan dan tanggung jawab. Definisi tersebut
juga memadukan persyaratan-persyaratan signifikan yang ada di Standar dan
menangkap lingkup yang luas dari auditor internal modern yang lebih
menekankan pada penambahan nilai dan semua hal yang berkaitan dengan risiko,
tata kelola, dan kontrol.
Perusahaan yang berkembang di Indonesia memiliki kedudukan yang
penting dalam perekonomian dan pembangunan bagi masyarakat Indonesia, maka
peran audit intern menjadi semakin penting untuk mengawasi perusahaan secara
independen.

Universitas Sumatera Utara

Definisi lain menurut Agoes (2004:221) mengenai audit intern sebagai
berikut :
Internal audit adalah pemeriksaan yang dilakukan oleh bagian internal
audit perusahaan, baik terhadap laporan keuangan dan catatan akuntansi
perusahaan, maupun ketaatan terhadap kebijakan manajemen puncak yang
telah ditentukan dan ketaatan terhadap peraturan pemerintah dan
ketentuan-ketentuan dari ikatan profesi yang berlaku.
Definisi di atas menunjukkan bahwa audit intern telah mengalami
perkembangan. Lingkup audit intern tidak lagi hanya terbatas melakukan
pemeriksaan di bidang keuangan saja, tetapi juga melakukan pemeriksaan di
bidang lainnya seperti pengendalian, kepatuhan, operasional dan lain-lain.
Bertolak dari definisi-definisi di atas, dalam perkembangannya konsep
audit intern telah mengalami perubahan. Peranan audit intern sebelumnya hanya
sebatas sebagai pengawas di dalam perusahaan yang kerjanya hanya mencari
kesalahan, sedangkan saat ini audit intern dapat memberikan saran dan masukan
berupa tindakan perbaikan atas sistem yang telah ada. Oleh karena itu, saat ini
audit intern dapat juga dikatakan sebagai konsultan perusahaan dalam mencapai
tujuannya di masa yang akan datang. Internal auditor harus selalu meningkatkan
pengetahuan baik di bidang auditing sendiri maupun pengetahuan di bidang bisnis
perusahaan agar dapat memberikan saran dan masukan berupa tindakan perbaikan
tersebut.

B. Fungsi dan Tujuan Audit Intern
Perusahaan perkebunan memiliki kedudukan yang penting dalam
perekonomian dan pembangunan, maka fungsi audit intern menjadi semakin

Universitas Sumatera Utara

penting. Secara umum dapat dikatakan bahwa fungsi audit intern bagi manajemen
perusahaan adalah untuk menjamin pelaksanaan operasional yang sesuai dengan
ketentuan-ketentuan yang berlaku.
Di dalam perusahaan, audit intern merupakan fungsi staff, sehingga tidak
memiliki wewenang untuk langsung memberi perintah kepada pegawai, juga tidak
dibenarkan untuk melakukan tugas-tugas operasional dalam perusahaan yang
sifatnya di luar kegiatan pemeriksaan. Audit internal terlibat dalam memenuhi
kebutuhan manajemen, dan staf audit yang paling efektif meletakkan tujuan
manajemen dan organisasi di atas rencana dan aktivitas mereka. Tujuan-tujuan
audit disesuaikan dengan tujuan manajemen, sehingga auditor internal itu sendiri
berada dalam posisi untuk menghasilkan nilai tertinggi pada hal-hal yang
dianggap manajemen paling penting bagi kesuksesan organisasi.


Perumusan fungsi audit intern dalam perusahaan biasanya
menyangkut

sistem

pengendalian

manajemen,

ketaatan,

pengungkapan penyimpangan, efisiensi dan efektivitas, manajemen
risiko, dan proses tata kelola (good corporate governance). Fungsi
audit intern menjadi semakin penting sejalan dengan semakin
kompleksnya operasional perusahaan. Manajemen tidak mungkin
dapat mengawasi seluruh kegiatan operasional perusahaan, karena
itu manajemen sangat terbantu oleh fungsi audit intern untuk
menjaga efisiensi dan efektivitas kegiatan.

Universitas Sumatera Utara

Sawyer (2005:32) menyebutkan fungsi audit intern bagi manajemen
sebagai berikut :
1. Mengawasi kegiatan-kegiatan yang tidak dapat diawasi sendiri oleh
manajemen puncak.
2. Mengidentifikasi dan meminimalkan risiko.
3. Memvalidasi laporan ke manajemen senior.
4. Membantu manajemen pada bidang-bidang teknis.
5. Membantu proses pengambilan keputusan.
6. Menganalisis masa depan – bukan hanya untuk masa lalu.
7. Membantu manajer untuk mengelola perusahaan.
Tujuan pemeriksaan yang dilakukan oleh internal auditor adalah untuk
membantu semua pimpinan perusahaan (manajemen) dalam melaksanakan
tanggung jawabnya dengan memberikan analisa, penilaian, saran dan komentar
mengenai kegiatan yang diperiksanya. Untuk mencapai tujuan tersebut, internal
auditor harus melakukan kegiatan-kegiatan berikut :
1. menelaah dan menilai kebaikan, memadai tidaknya dan penerapan dari sistem
pengendalian manajemen, pengendalian intern, dan pengendalian operasional
lainnya serta mengembangkan pengendalian yang efektif dengan biaya yang
tidak terlalu mahal
2. memastikan ketaatan terhadap kebijakan, rencana dan prosedur-prosedur yang
telah ditetapkan oleh manajemen
3. memastikan seberapa jauh harta perusahaan dipertanggung jawabkan dan
dilindungi dari kemungkinan terjadinya segala bentuk pencurian, kecurangan
dan penyalahgunaan
4. memastikan bahwa pengelolaan data yang dikembangkan dalam organisasi
dapat dipercaya

Universitas Sumatera Utara

5. menilai mutu pekerjaan setiap bagian dalam melaksanakan tugas yang
diberikan oleh manajemen.
6. menyarankan perbaikan-perbaikan operasional dalam rangka meningkatkan
efisiensi dan efektivitas.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh manajemen agar audit intern
dapat terlaksana efektif dalam membantu manajemen dengan memberikan analisa,
penilaian, dan saran mengenai kegiatan yang diperiksanya adalah :
1. Internal audit department harus mempunyai kedudukan independen dalam
organisasi perusahaan, yaitu tidak terlibat dalam kegiatan operasional yang
diperiksanya.
2. Internal audit department harus mempunyai uraian tugas tertulis yang jelas
sehingga dapat mengetahui tugas, wewenang dan tanggung jawabnya.
3. Internal audit department harus pula memiliki internal audit manual yang
berguna untuk :
a) mencegah terjadi penyimpangan pelaksanaan tugas
b) menentukan standar untuk mengukur dan meningkatkan performance
c) memberi keyakinan bahwa hasil akhir internal audit department telah
sesuai dengan requirement kepala audit intern.
4. Harus ada dukungan kuat dari top management kepada Internal audit
department, dukungan tersebut dapat berupa :
a) penempatan Internal audit department dalam posisi yang independen
b) penempatan audit staf dengan gaji yang menarik

Universitas Sumatera Utara

c) penyediaan waktu yang cukup dari top manajemen untuk membaca,
mendengarkan dan mempelajari laporan–laporan Internal audit department
dan tanggapan yang cepat dan tegas terhadap saran-saran perbaikan yang
diajukan
5. Internal audit department harus memiliki sumber daya yang profesional,
capable, bisa bersikap objective dan mempunyai integritas serta loyalitas yang
tinggi.
6. Internal audit department harus dapat bekerja sama dengan akuntan publik.
Hasil kerja satuan audit intern bisa mempercepat dan mempermudah
pelaksanaan pekerjaan akuntan publik.
Fungsi audit internal yaitu melakukan evaluasi dan memberikan kontribusi
terhadap peningkatan proses pengelolaan risiko, pengendalian, dan governance,
dengan pendekatan yang sistematis, teratur dan menyeluruh. Maksud dari
pernyataan tersebut yaitu audit internal membantu organisasi dengan cara
mengidentifikasi dan mengevaluasi resiko signifikan dan memberikan kontribusi
terhadap peningkatan pengelolaan risiko dan sistem pengendalian internal.
Berdasarkan hasil penilaian risiko tersebut, fungsi audit internal mengevaluasi
kecukupan dan efektifitas sistem pengendalian internal, yang mencakup
governance, kegiatan operasi, dan sistem informasi organisasi.

C. Pengendalian Intern
Setiap kegiatan dalam perusahaan memiliki dua tingkatan, yang berada
dalam dua sistem. Pertama adalah sistem operasi, yang dirancang untuk

Universitas Sumatera Utara

memenuhi tujuan yang telah ditetapkan, seperti memproduksi barang yang
memenuhi standard biaya, kualitas, dan jadwal. Yang lainnya adalah sistem
kontrol, yang terdapat dalam sistem operasi. Sistem kontrol tersebut terdiri aras
prosedur, aturan, dan instruksi yang dirancang untuk memastikan bahwa tujuan
sistem operasi akan tercapai. Kontrol meningkatkan kemungkinan tercapainya
tujuan manajemen.
Auditor internal mungkin tidak bisa sepenuhnya memahami sistem
operasi; dan kalaupun mereka memahami, mereka mungkin tidak bisa menilai
secara objektif. Tetapi auditor internal dididik untuk bisa mengevaluasi sistem
kontrol secara objektif. Audit intern yang merupakan alat bantu pengendalian
manajemen (managerial control) dan melakukan kegiatan penilaian bebas
terhadap semua kegiatan perusahaan harus selalu dalam keadaan dinamis dan
aktif. Dalam rangka itu auditor intern dapat menyusun pengendalian intern yang
baik dan tepat, mengadakan pengawasan pelaksanaannya, mengukur dan menilai
serta memberi saran-saran perbaikan dan komentar-komentar yang sangat
diperlukan oleh manajemen. Manajemen yang berkepentingan langsung terhadap
pengendalian intern dan audit intern harus sadar dan terbuka atas temuan (hasil)
audit dan saran-saran perbaikan yang diberikannya dan melakukan tindakan
segera apa yang harus diperbaikinya. Dengan demikian adanya dengan sistem
pengendalian intern yang selalu dinilai, dievaluasi akan menghasilkan suatu
“keluaran” atau output seperti yang diharapkan atau direncanakan manajemen.

Universitas Sumatera Utara

Untuk lebih memahami tentang pengendalian intern dengan baik, maka
berikut akan dijelaskan pengertian, tujuan, dan komponen dari pengendalian
intern.
Romney (2006 : 229) mendefinisikan “Pengendalian internal (internal
control) adalah rencana organisasi dan metode bisnis yang dipergunakan untuk
menjaga asset, memberikan informasi yang akurat dan andal, mendorong dan
memperbaiki efisiensi jalannya organisasi, serta mendorong kesesuaian dengan
kebijakan yang telah ditetapkan”.

Pengendalian intern yang dilakukan membantu manajemen dalam
mengkoordinasikan dan mengawasi semua sumber daya perusahaan untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Merupakan tanggung jawab direksi dan
manajemen untuk membuat dan memelihara sistem pengendalian intern di dalam
perusahaan. Namun pihak lain yang terkait seperti internal auditor dapat
memberikan pertimbangan bagi manajemen dan direksi dalam merumuskan
model pengendalian intern yang sesuai untuk dijalankan perusahaan.
Ikatan Auditor Internal (Institue of Internal Auditors – IIA), yang dikutip
oleh Sawyer (2003:59), mendefinisikan pengendalian intern sebagai berikut :
…..setiap tindakan yang diambil manajemen untuk meningkatkan
kemungkinan tercapainya tujuan dan sasaran yang ditetapkan. Kontrol
bisa bersifat preventif (untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak
diinginkan), detektif (untuk mendeteksi dan memperbaiki hal-hal yang
tidak diinginkan yang telah terjadi), atau direktif (untuk menyebabkan atau
mengarahkan terjadinya hal yang diinginkan). Konsep sistem kontrol
merupakan gabungan komponen kontrol yang terintegrasi dan aktivitasaktivitas yang digunakan organisasi untuk mencapai tujuan-tujuan dan
sasaran-sasarannya.
Definisi di atas membahas mengenai pengendalian intern yang sering juga
disebut kontrol, menggambarkan bahwa pengendalian intern dalam perusahaan
mutlak dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pengendalian

Universitas Sumatera Utara

intern yang baik akan meningkatkan kemungkinan dapat dicegah, diketahui,
diungkapkan, dan diselesaikannya kesalahan yang terjadi dalam perusahaan.
Hartadi (1999 : 3) mendefinisikan sistem pengendalian intern sebagai
berikut :
Sistem Pengendalian Intern meliputi struktur organisasi, semua metode dan
ketentuan-ketentuan yang terkoordinasi yang dianut dalam perusahaan untuk
melindungi harta kekayaan, memeriksa ketelitian, dan seberapa jauh data
akuntansi dapat dipercaya, meningkatkan efisiensi usaha dan mendorong
ditaatinya kebijakan perusahaan yang telah ditetapkan.
Menurut Hall (2001 : 150), sistem kontrol internal merangkum kebijakan,
praktik, dan prosedur yang digunakan oleh organisasi untuk mencapai empat
tujuan utama, yaitu :
1. untuk menjaga aktiva perusahaan
2. untuk memastikan akurasi dan dapat diandalkannya catatan dan
informasi akuntansi.
3. untuk mempromosikan efisiensi perusahaan.
4. untuk mengukur kesesuaian dengan kebijakan dan prosedur yang telah
ditetapkan oleh manajemen.

Pengendalian intern yang baik dapat dilihat dari komponen yang
dimilikinya. Adapun lima komponen pengendalian intern adalah sebagai berikut :
1. Lingkungan Pengendalian
Lingkungan pengendalian mempengaruhi kesadaran akan pentingnya
pengendalian dari orang-orang sekitarnya dan merupakan pondasi bagi keempat
elemen lainnya, yang menyediakan kedisiplinan dan struktur. Lingkungan
pengendalian ini merupakan komponen yang amat penting karena menjadi dasar
keefektifan unsur-unsur pengendalian intern yang lain . Faktor yang berpengaruh
dalam lingkungan pengendalian yaitu :

Universitas Sumatera Utara

1. Nilai integritas dan etika. Manajemen dapat memiliki pegangan
dalam melaksanaan tugasnya melalui integritas dan etika yang
membentuk suatu standar moral dan prilaku.
2. Komitmen

kepada

kompetensi.

Manajemen

harus

mempertimbangkan kemampuan, pengetahuan, dan keahlian yang
diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan dalam menugaskan
karyawannya.
3. Filosofi

manajemen

dan

gaya

operasional.

Dalam

setiap

menjalankan tugas dan fungsinya, manajemen percaya akan
pentingnya pengendalian intern dan berusaha mengaplikasikannya
dengan efektif. Kepercayaan akan pentingnya pengendalian akan
membentuk gaya operasioanal yang akan mengkomunikasikan
kesadaran akan pengendalian tersebut.
4. Partisipasi dewan direksi dan komite audit. Pemegang saham
melakukan kontrol atas manajemen melalui fungsi dewan direksi
dan komitenya. Dewan direksi dan komitenya ikut memberikan
saran kepada manajemen, serta mengawasi pengendalian internal.
5. Pemberian otoritas dan tanggung jawab. Pemberian otoritas dan
tanggung jawab dipengaruhi oleh struktur organisasi. Setiap bagian
perusahaan harus memahami bagaimana mereka dapat memberi
kontribusi untuk mencapai tujuan perusahaan melalui otoritas dan
tanggung jawab yang diberikan. Dengan demikian tujuan

Universitas Sumatera Utara

perusahaan harus dapat dipahami dengan jelas pula oleh setiap
personel.
6. Kebijakan dan prosedur sumber daya manusia. Pada dasarnya
sumber daya manusia merupakan unsur kunci dalam pelaksanaan
pengendalian. Sumber daya manusia yang digunakan haruslah
memiliki kemampuan yang sesuai dengan tugas yang diberikan.
2. Penilaian Resiko
Penilaian resiko merupakan proses identifikasi dan analisis resiko yang
berkaitan dengan usaha pencapaian tujuan entitas, sebagai dasar dalam
manajemen resiko yang dilakukan. Proses penilaian risiko yang dapat dilakukan
adalah dengan mengidentifikasi perubahan internal dan eksternal dan tindakan
yang terkait yang mungkin diperlukan. Dengan demikian dapat dievaluasi
kemungkinan adanya pelaksanaan operasional yang tidak sesuai.
3. Aktivitas Pengendalian
Aktivitas pengendalian adalah kebijakan dan prosedur yang dapat
membantu manajemen untuk menjamin bahwa arahan manajemen dilaksanakan.
Aktivitas pengendalian memiliki berbagai tujuan dan diaplikasikan sesuai fungsi
dari

masing-masing tingkatan organisasi. Aktivitas pengendalian yang dapat

dilakukan antara lain : pemisahan tugas, pengendalian pemrosesan informasi,
pengendalian fisik, dan review kerja.
4. Informasi dan Komunikasi
Komponen ini terdiri dari proses identifikasi dan penangkapan yang
menghasilkan informasi, pertukaran dan komunikasi informasi sehingga orang

Universitas Sumatera Utara

dapat melaksanakan tanggung jawabnya.informasi dan komunikasi penting dalam
proses pemahaman individu tentang peran dan tanggung jawabnya dalam
pengendalian.
5. Pemantauan
Pemantauan adalah proses penentuan kualitas kinerja pengendalian intern
sepanjang waktu. Tindakan perbaikan yang mungkin diperlukan juga dapat
dilakukan. Meskipun keseluruhan komponen pengandalian intern tersebut telah
berjalan dengan baik, namun tidak menjamin bahwa penyimpangan dan
kecurangan tidak terjadi sama sekali. Pengendalian yang dirancang dan
diaplikasikan sedemikian rupa pun tetap saja terdapat kemungkinan kelemahan
yang

bisa

dimanfaatkan

oleh

pihak

yang

berkesempatan

melakukan

penyelewengan. Pengendalian yang baik dapat dirusak, baik karena kolusi
pegawai atau penolakan manajemen. Di sisi lain, pengendalian yang bagus bisa
jadi terlalu bagus. Lebih banyak biaya yang dikeluarkan dibandingkan kerugian
yang ingin dikendalikan. Pengendalian bisa jadi berlebihan, atau bisa terlalu kaku
sehingga membatasi imajinasi, inisiatif, dan inovasi karyawan. Oleh sebab itu,
auditor internal harus menelaah kontrol internal menggunakan cara pandang
manajemen serta tetap mempertimbangkan orang, waktu, lingkungan, risiko, dan
kondisi.
Berdasarkan penjelasan

yang

telah diuraikan di atas

mengenai

pengendalian intern perusahaan maka jelaslah bahwa pengendalian tersebut harus
berjalan sebaik-baiknya demi tercapai tujuan perusahaan. Untuk menentukan

Universitas Sumatera Utara

sampai di mana pengendalian intern perusahaan dapat dipercaya telah memadai,
maka manajemen memerlukan peran internal auditor untuk menilainya.
Agar dapat berjalan dengan baik maka pelaksanaan pengendalian dalam
perusahaan memerlukan komitmen dari semua pihak. Narotama dan Wirawan
(2004 : 30) menyatakan bahwa perusahaan yang memiliki pengendalian cukup
baik ditandai dengan beberapa ukuran sebagai berikut :
1. semakin berkurangnya temuan-temuan yang tidak sesuai dengan
standar akuntansi dan kebijakan-kebijakan manajemen perusahaan
2. semakin berkurangnya peran direksi dalam memecahkan masalah yang
dihadapi oleh satuan pengawas internal
3. laporan satuan pengawas internal yang tepat waktu
4. meningkatnya efisiensi dan efektivitas perusahaan.

D. Independensi Audit Intern
Salah satu hal yang harus diperhatikan agar suatu perusahaan dapat
memiliki departemen audit internal yang efektif adalah departemen audit internal
tersebut harus mempunyai kedudukan yang independen dalam organisasi
perusahaan.
Agoes (2004:227), mengemukakan bahwa independensi internal auditor
antara lain tergantung pada :
1. Kedudukan Internal Audit Department (IAD) tersebut dalam
organisasi perusahaan, maksudnya kepada siapa IAD bertanggung
jawab.
2. Apakah IAD dilibatkan dalam kegiatan operasional.
Jika ingin independen, departemen audit internal tidak boleh terlibat
dalam kegiatan operasional perusahaan. Misalnya tidak boleh ikut
serta dalam kegiatan penjualan dan pemasaran, penyusunan sistem
akuntansi, proses pencatatan transaksi, dan penyusunan laporan
keuangan perusahaan.

Universitas Sumatera Utara

Kedudukan departemen audit

intern di dalam perusahaan akan

menentukan tingkat kebebasannya dalam menjalankan tugas sebagai auditor.
Kedudukan ataupun status departemen audit internal dalam suatu organisasi
perusahaan mempunyai pengaruh terhadap luasnya kegiatan serta tingkat
independensinya didalam menjalankan tugasnya sebagai pemeriksa. Jadi status
organisasi dari departemen audit internal harus cukup untuk dapat menyelesaikan
tanggung jawab audit.
Departemen audit internal hanyalah akan seefektif seperti yang diinginkan
manajemennya jika ia bebas dari aktivitas-aktivitas yang diauditnya.

Hal ini

hanya akan dapat tercapai bila departemen audit internal mempunyai kedudukan
yang memungkinkan baginya untuk mengembangkan sikap independennya
terhadap bagian-bagian lain yang harus diperiksanya. Untuk mencapai keadaan
seperti ini, maka auditor internal harus memperoleh dukungan dari pihak
manajemen dan dewan komisaris.
Terdapat alternatif kedudukan internal auditor dalam perusahaan yaitu
sebagai berikut :
1. Internal auditor berada di bawah direktur keuangan.
2. Internal auditor berada di bawah direktur utama yang merupakan staf
dari direktur utama.
3. Internal auditor merupakan staf dewan komisaris.
Kedudukan seorang internal auditor juga tidak memiliki wewenang
langsung terhadap tingkatan manajemen di dalam organisasi perusahaan, kecuali
pihak yang memang berada di bawahnya dalam satuan kerja audit intern itu

Universitas Sumatera Utara

sendiri. Untuk itu tersedia sedikit penjelasan mengenai tiga alternatif kedudukan
diatas yaitu:
1. Berada di bawah Direktur Keuangan.
Menurut sistem ini kedudukan internal auditor dalam struktur organisasi
perusahaan berada dibawah koordinasi kepala bagian keuangan. Bagian Internal
auditor bertanggung jawab sepenuhnya kepada kepala keuangan atau ada yang
menyebutnya sebagai Controller. Tapi perlu juga diketahui bahwa biasanya kepala
bagian keuangan tersebut bertanggung jawab juga pada persoalan keuangan dan
akuntansi.
2. Berada dibawah Direktur Utama.
Menurut sistem ini staf internal auditor bertanggung jawab pada direktur
utama. Sistem ini biasanya jarang dipakai mengingat direktur utama terlalu sibuk
dengan tugas-tugas yang berat. Jadi kemungkinan tidak sempat untuk mempelajari
laporan yang dibuat internal auditor.
3. Berada dibawah Dewan Komisaris.
Dalam hal ini star internal auditing bertanggung jawab pada Dewan
Komisaris.

lni

disebabkan

karena

bentuk

perusahaan

membutuhkan

pertanggungjawaban yang lebih besar, termasuk direktur utama dapat diteliti oleh
internal auditor. Dalam cara ini, bagain pemeriksa intern sebenarnya merupakan
alat pengendali terhadap performance manajemen yang dimonitor oleh komisiaris
perusahaan. Dengan demikian bagian pemeriksa intern mempunyai kedudukan
yang kuat dalam organisasi

Universitas Sumatera Utara

Apabila posisi atau kedudukan internal auditor itu digambarkan dalam skema
maka letak kedudukannya dalam struktur organisasi perusahaan adalah sebagai
berikut:

RUPS

DEWAN
KOMISARIS

DIRUT

DIR. KEU

BAGIAN
AKUNTANSI

BAGIAN
KEUANGAN

IAD

GAMBAR 2.1
Internal Audit Department (IAD) Berada Dibawah Direktur Keuangan
Sumber : Agoes Soekirno. Auditing (Pemeriksaan Akuntan) oleh Kantor
Akuntan Publik. Jakarta.2004. hal 243.

Universitas Sumatera Utara

RUPS

DEWAN
KOMISARIS

DIRUT

IAD

DIR. KEU

BAGIAN
AKUNTANSI

BAGIAN
KEUANGAN

BAGIAN
ANGGARAN

GAMBAR 2.2
Internal Audit Department (IAD) Berada Dibawah Direktur Utama
Sumber : Agoes Soekirno. Auditing (Pemeriksaan Akuntan) oleh Kantor
Akuntan Publik. Jakarta.2004. hal 243.

Universitas Sumatera Utara

RUPS

DEWAN
KOMISARIS
IAD
DIRUT

DIR. KEU

BAGIAN
AKUNTANSI

BAGIAN
KEUANGAN

BAGIAN
ANGGARAN

GAMBAR 2.3
Internal Audit Department (IAD) Berada Dibawah Dewan Komisaris
Sumber : Agoes Soekirno. Auditing (Pemeriksaan Akuntan) oleh Kantor
Akuntan Publik. Jakarta.2004. hal 243.

Universitas Sumatera Utara

Audit intern yang independen tidak dibolehkan untuk terlibat dalam
kegiatan operasional perusahaan apalagi kegiatan yang diperiksanya. Sulit bagi
seorang auditor untuk memberikan penilaian yang objektif dan independen
apabila ternyata ia terlibat dalam kegiatan yang diperiksanya.
Sebagai penilai independen tentang kecukupan pengendalian intern
perusahaan, audit intern hanya menempatkan diri sebagai narasumber dalam
pembuatan konsep pengendalian perusahaan. Pihak yang bertanggung jawab
penuh dalam perancangan dan implementasi pengendalian intern adalah
manajemen dan direksi. Dengan demikian penilaian audit intern terhadap
pengendalian intern tetap independen dan objektif, tanpa terlibat langsung dalam
perencanaannya.

E. Laporan Audit Intern
Hasil akhir dari pelaksanaan audit internal dituangkan dalam suatu bentuk
laporan tertulis melalui proses penyusunan yang baik. Laporan hasil audit internal
merupakan suatu alat penting untuk menyampaikan pertanggungjawaban hasil
kerja kepada manajemen yaitu sebagai media informasi untuk menilai sejauh
mana tugas-tugas yang dibebankan dapat dilaksanakan. Adapun isi atau materi
laporan audit internal menurut Boynton dkk (2003:494) yaitu:
a. suatu laporan tertulis yang ditandatangani harus dikeluarkan setelah
pemeriksaan audit selesai. Laporan intern itu bisa dalam bentuk tertulis
atau lisan dan dapat disampaikan secara formal ataupun informal.
b. auditor internal harus membahas kesimpulan dan rekomendasi pada
tingkatan manajemen yang tepat sebelum mengeluarkan laporan
tertulis yang final.
c. laporan haruslah objektif, jelas, ringkas, konstruktif dan tepat waktu.

Universitas Sumatera Utara

d. laporan harus menyatakan tujuan, ruang lingkup, dan hasil audit, dan
bila tepat, laporan itu juga harus berisi suatu pernyataan pendapat
auditor.
e. laporan dapat mencakup rekomendasi untuk perbaikan yang potensial
dan mengakui kinerja serta tindakan korektif yang memuaskan.
f. pandangan auditee tentang kesimpulan dan rekomendasi audit dapat
disertakan dalam laporan audit.
g. direktur auditing internal atau designee harus mereview dan
menyetujui laporan audit final sebelum diterbitkan serta harus
memutuskan kepada siapa laporan itu akan dibagikan.
Laporan dari bagian audit internal merupakan suatu alat komunikasi yang di
dalamnya terdapat tujuan yang dimulai dari penugasan, luas pemeriksaan, batasan
yang dibuat dan juga saran atau rekomendasi kepada pimpinan perusahaan.
Tujuan dari laporan audit adalah sebagai berikut:
1. laporan auditor adalah merupakan kesimpulan dari hasil pemeriksaan
2. menyajikan temuan-temuan dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan
3. sebagai dasar untuk kemudian diambil tindakan oleh manajemen terhadap
penyimpangan yang terjadi.
Untuk mencapai tujuan tersebut maka laporan yang disampaikan haruslah
memiliki unsur-unsur berikut ini:
1. Objektif
Laporan yang disusun harus mengungkapkan fakta dengan teliti
berdasarkan data yang dapat diuji kebenarannya. Menyampaikan dengan
jelas tentang pokok pemeriksaan yang telah dilakukan sehingga dapat
diyakini kebenarannya.
2. Clear (jelas)
Laporan disusun dengan menggunakan bahasa yang jelas, tidak
menimbulkan kesalahpahaman bagi penggunanya. Menerangkan dengan

Universitas Sumatera Utara

jelas dan lengkap agar dapat dimengerti oleh pihak-pihak yang
menggunakannya.
3. Ringkas
Struktur laporan yang baik melaporkan dengan ringkas pelaksanaan
operasional, pengendalian, dan hasil kerja. Laporan itu harus terhindar
dari hal-hal yang tidak relevan, tidak material seperti gagasan, temuan,
kalimat dan sebagainya yang tidak menunjang tema pokok laporan, namun
tetap menjaga kualitas informasi yang disampaikan melalui laporan
tersebut sehingga dapat memenuhi kebutuhan pemakainya.
4. Membangun (konstruktif)
Laporan yang bersifat membangun adalah laporan yang sedapat mungkin
memaparkan rekomendasi tindakan perbaikan yang dapat dilakukan untuk
mengupayakan peningkatan operasi.
5. Tepat waktu
Laporan audit hanya dapat bermanfaat dengan maksimal bila laporan
tersebut disajikan pada saat dibutuhkan. Sehingga auditor harus mampu
menyajikan laporan yang tepat waktu.
Sebelum disampaikan pada pengguna laporan, peninjauan kembali atas
laporan (review) adalah tindakan bijak yang dapat dilakukan audit internal. Hal
tersebut bertujuan untuk lebih memastikan kebenaran dan kelengkapannya.
Laporan audit akan efektif bila terdapat pelaksanaan tindak lanjut agar proses
audit yang berjalan benar-benar memberikan manfaat bagi perusahaan. Untuk itu
departemen audit internal bertugas untuk memantau pelaksanaan tindak lanjut,

Universitas Sumatera Utara

menganalisis

kecukupan

tindak

lanjut

disertai

identifikasi

hambatan

pelaksanaanya, dan memberikan laporan atas tindak lanjut tersebut.

TINJAUAN PENELITI TERDAHULU
Dari tinjauan pusataka di atas saya mengacu kepada dua peneliti terdahulu
yang disajikan pada table berikut ini:
Nama
Herlina
Sitorus
(2006)

Judul
Internal
Auditor dan
peranannya
bagi
tercapainya
pengawasan
yang terbaik
pada PT.BRI
cabang
tanjung Balai

Rumusan Masalah




Metode
Penelitian
Apakah fungsi Metode
deskriptif
internal
auditor pada
PT.BRI
cabang
Tanjung Balai
sudah
dilaksanakan
sebagaimana
mestinya
dalam usaha
peningkatan
efesiensi
operasi
perusahaan
Bagaimana
internal
auditor
itu
sendiri sesuai
dengan
kedudukannya
dapat berperan
dalam upaya
tercapainya
pengawasan
yang
baik
pada PT. BRI
cabang
Tanjung Balai

Hasil
Penelitian
Fungsi
internal
auditor pada
PT. BRI
cabang
Tanjuyng
Balai telah
berjalan
dengan baik
karena pihak
manajemen
telah mengerti
pentingnya
keberadaan
internal
auditor

Universitas Sumatera Utara

Tengku
Rifki
Fauzan (
2007)

Analisa
Fungsi dan
Peranan
Internal
Auditor pada
PT. BNI (
Persero) Tbk.
Cabang
Belawan

Apakah fungsi
internal auditor telah
diterapkan dalam
menilai manajemen
operasional pada PT.
BNI (persero) Tbk.
Cabang Belawan

Metode
Diskriptif

Fungsi
Internal
Auditor pada
PT. BNI
(Persero) Tbk.
Cabang
Belawan dapat
berjalan
dengan baik
dalam
menunjang
sistem
pengawasan
intern yang
berlangsung
dengan
optimal

1. Penalitian yang dilakukan oleh Herlina Sitorus(2006) dengan judul
“Intrnal Auditor dan Peranannya bagi Tercapainya Pengawasan
Terbaik pada PT BRI cab. Tanjung Balai” mempunyai hasil bahwa
fungsi auditor internal pada PT BRI cab. Tanjung Balai telah berjalan
baik karena pihak manajemen telah mengerti pentingnya kebaradaan
internal auditor.
2. Penelitian kedua oleh T. Rifki Fauzan dengan judul “Analisa Fungsi
dan Peranan pada PT BNI (Persero) Tbk cab. Belawan” mempunyai
hasil bahwa fungsi auditor pada PT BNI (Persero) Tbk cab. Belawan
dapat berjalan dengan baik dalam menunjang sistem pengawasan
intern yang berlangsung dengan optimal.

Universitas Sumatera Utara

G. Kerangka Konseptual

PT INDOSAT
Medan

Manajeman

Auditor
Internal

Sistem
Pengendalian

PT Indosat Tbk Medan menerapkan fungsi audit intern dengan
membentuk bagian Audit Intern. Secara berkesinambungan audit intern
melakukan aktivitas pengawasan dan penilaian pengendalian intern yang ada
dalam perusahaan serta memberikan rekomendasi atas kelemahan yang
ditemukan. Rekomendasi kemudian diberikan kepada pihak manajemen agar
dapat menjadi masukan dalam meningkatkan sistem pengendalian intern, sehingga
sistem pengendalian intern yang diterapkan perusahaan menjadi s