Penetapan Kadar Kalium (K) Dan Zink (Zn) Pada Buah Kurma (Phoenix dactylifera L.) Secara Spektrofotometri Serapan Atom

PENETAPAN KADAR KALIUM (K) DAN ZINK (Zn) PADA
BUAH KURMA (Phoenix dactylifera L.) SECARA
SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM

SKRIPSI

OLEH:
SRI RAHMADANI
NIM 091524055

PROGRAM EKSTENSI SARJANA FARMASI
FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

PENETAPAN KADAR KALIUM (K) DAN ZINK (Zn) PADA BUAH
KURMA (Phoenix dactylifera L.) SECARA SPEKTROFOTOMETRI
SERAPAN ATOM
SKRIPSI
Diajukan untuk melengkapi salah satu syarat untuk mencapai
gelar Sarjana Farmasi pada Fakultas Farmasi
Universitas Sumatera Utara

OLEH:
SRI RAHMADANI
NIM 091524055

PROGRAM EKSTENSI SARJANA FARMASI
FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

Pengesahan Skripsi
PENETAPAN KADAR KALIUM (K) DAN ZINK (Zn) PADA BUAH
KURMA (Phoenix dactylifera L.) SECARA SPEKTROFOTOMETRI
SERAPAN ATOM
OLEH:
SRI RAHMADANI
NIM 091524055
Dipertahankan di Hadapan Panitia Penguji Skripsi
Fakultas Farmasi
Universitas Sumatera Utara
Pada Tanggal: Juli 2011
Pembimbing I,

Panitia Penguji,

Dra. Nurmadjuzita, M.Si., Apt.
NIP 194809041974122001

Drs. Muchlisyam, M.Si., Apt.
NIP 195006221980021001

Pembimbing II,

Dra. Nurmadjuzita, M.Si., Apt.
NIP 194809041974122001

Drs. Syafruddin, M.S., Apt.
NIP 194811111976031003

Dra. Salbiah, M.Si., Apt.
NIP 194810031987012001

Dra. Saleha Salbi, M.Si., Apt.
NIP 194909061980032001

Dekan Fakultas Farmasi,

Prof. Dr. Sumadio Hadisahputra, Apt.
NIP 195311281983031002

Universitas Sumatera Utara

PENETAPAN KADAR KALIUM (K) DAN ZINK (Zn) PADA BUAH
KURMA (Phoenix dactylifera )SECARA SPEKTROFOTOMETRI
SERAPAN ATOM

ABSTRAK
Buah kurma merupakan buah yang banyak dikonsumsi kaum muslim,
disamping itu juga digunakan sebagai obat dan makanan. Buah kurma memiliki
banyak khasiat juga mudah dan cepat dicerna. Buah kurma mengandung berbagai
unsur penting dan komposisi yang komplit yang dibutuhkan oleh tubuh manusia.
Kurma mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral seperti
kalium, natrium, zink, kalsium, besi, mangan dan tembaga. Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk mengetahui kadar logam kalium dan zink pada buah kurma
Ajwah, kurma Madinah dan kurma Mesir.
Analisis kualitatif kalium dilakukan dengan pereaksi asam pikrat 1% b/v
dan zink dengan larutan dithizon 0,005%b/v pada pH 5,0. Uji memberikan hasil
yang positif untuk kalium dan zink pada ketiga sampel. Analisis kuantitatif
dilakukan dengan spektrofotometri serapan atom pada panjang gelombang 769,9
nm untuk kalium dan 213,9 nm untuk zink.
Hasil menunjukkan kadar kalium pada kurma Ajwah yaitu 594,4489 ±
6,3206 mg/100g, kurma Madinah yaitu 566,9722 ± 13,9002 mg/100g, kurma
Mesir yaitu 651,5004 ± 8,9773 mg/100g. Sedangkan kadar zink pada kurma
Ajwah yaitu 0,5543 ± 0,0110 mg/100g, kurma Madinah yaitu 0,4398 ± 0,0075
mg/100g, kurma Mesir yaitu 0,6181 ± 0,0044 mg/100g. Secara statistik, uji beda
rata-rata kandungan kalium dan zink antara kurma Ajwah, kurma Madinah dan
kurma Mesir dengan menggunakan distribusi t, menyimpulkan bahwa kandungan
kalium dan zink pada kurma Mesir lebih tinggi secara signifikan dari kurma
Ajwah dan kurma Madinah.
Kata kunci: buah kurma, kalium, zink, spektrofotometri serapan atom

Universitas Sumatera Utara

DETERMINATION OF POTTASIUM (K) AND ZINC (Zn) IN
DATES (Phoenix dactylifera) BY ATOMIC ABSORPTION
SPECTROPHOTOMETRY

ABSTRACT
Dates is widely consumed by the Muslims, it was used as medicine and
food. It has many benefits and also easily and quickly digested. It contains many
elements and complete composition are very important to human body. Its
contains carbohydrate, protein, fat, vitamins and minerals such as potassium,
sodium, zinc, calcium, iron, manganese and copper. The purpose of this study to
determined levels of potassium and zinc metal on a dates Ajwah, Medinah dates
and dates of Egypt.
Qualitative analysis was carried out with picric acid 1% w / v and dithizon
solution 0.005% w / v reagent at pH 5,0. The test gives positive results for
potassium and zinc in all three samples. Quantitative analysis was carried out by
atomic absorption spectrophotometry at a wavelength of 769.9 nm for potassium
and 213.9 nm for zink.
The results showed that the levels of potassium in Ajwah was 594.4489 ±
6.3206 mg/100g, Madinah was 566,9722 ± 13,9002 mg/100g, Egypt was
651.5004 ± 8, 9773 mg/100g. While the levels of zinc in the Ajwah was 0.5543 ±
0.0110 mg/100g, Madinah was 0.4398 ± 0.0075 mg/100g, Egypt was 0.6181 ± 0,
0044 mg/100g. In statistics, the average difference test potassium and zinc content
between Ajwah dates, Madinah dates and Egypt dates used the t distribution,
concluded that the content of potassium and zinc in Egypt dates were significantly
higher than Ajwah dates and Madinah dates.

Key words: dates, potassium, zinc, atomic absorption spectrofotometry

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahiim,
Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT atas segala limpahan
rahmat dan karuniaNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dan
penyusunan skripsi ini, serta Shalawat dan Salam kepada Nabi Allah: Rasulullah
Muhammad SAW sebagai suri tauladan dalam kehidupan.
Skripsi ini disusun untuk melengkapi salah satu syarat mencapai gelar
Sarjana Farmasi pada Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara, dengan
judul:“Penetapan Kadar Kalium (K) Dan Zink (Zn) Pada Buah Kurma
(Phoenix dactylifera L.) Secara Spektrofotometri Serapan Atom”.
Pada kesempatan ini dengan segala kerendahan hati penulis mengucapkan
terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Ayahanda Bachtiar dan Ibunda Meidinah Situmorang yang telah memberikan
cinta dan kasih sayang yang tidak ternilai dengan apapun, doa yang tulus serta
pengorbanan baik materi maupun non-materi.
2. Ibu Dra. Nurmadjuzita, M. Si., Apt dan bapak Drs. Syafruddin, M. S., Apt
yang telah membimbing dan memberikan petunjuk serta saran-saran selama
penelitian hingga selesainya skripsi ini.
3. Bapak Prof. Dr. Sumadio Hadisahputra, Apt selaku Dekan, staf pengajar dan
staf administrasi Fakultas Farmasi yang telah mendidik penulis selama masa
perkuliahan dan membantu kemudahan administrasi.
4.Ibu Drs. Ginda Haro, M.Sc., Ph.D, Apt selaku penasihat akademik yang telah
memberikan bimbingan kepada penulis selama masa perkuliahan.

Universitas Sumatera Utara

5. Ibu Dra. Masfria, M.Si.,Apt selaku Kepala Laboratorium Kimia Farmasi
Kualitatif Farmasi USU yang telah memberikan izin dan fasilitas untuk penulis
sehingga dapat mengerjakan dan menyelesaikan penelitian.
6. Adik ku tercinta (Edi Saputra, Dahrul Ichsan dan Muhammad Basri), serta
seluruh keluarga yang selalu mendoakan dan memberikan semangat.
7. Spesial untuk sahabat Aceh Sepakat (Anna, Teti, Rika, Ika, Acut, Harti, Dara,
Kak Tini, Deni, Kak Nanda, Kak Memel, Kak Lel, dll) serta untuk teman
seperjuangan penelitian di laboratorium Kimia Farmasi Kualitatif Damayanti,
Yuliana, Kak Afni, Irma, Nova, Kak Roma, Safrida dan seluruh teman-teman
Ekstensi angkatan 2009, terima kasih untuk perhatian, semangat, doa, dan
kebersamaannya selama ini.
8. Serta seluruh pihak yang telah ikut membantu penulis namun tidak tercantum
namanya.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan skripsi ini masih
jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu dengan segala kerendahan hati, penulis
menerima kritik dan saran demi kesempurnaan skripsi ini.
Akhirnya, penulis berharap semoga skripsi ini dapat memberi manfaat
bagi kita semua.
Medan, Juli 2011
Penulis,

(Sri Rahmadani)

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL ..................................................................................

i

HALAMAN PENGESAHAN ..................................................................... iii
KATA PENGANTAR ................................................................................

iv

ABSTRAK .................................................................................................

vi

ABSTRACT ............................................................................................... vii
DAFTAR ISI .............................................................................................. viii
DAFTAR TABEL ...................................................................................... xii
DAFTAR GAMBAR .................................................................................. xiii
DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................... xiv
BAB I. PENDAHULUAN ..........................................................................

1

1.1. Latar Belakang ............................................................................

1

1.2. Perumusan Masalah .....................................................................

3

1.3. Hipotesis .....................................................................................

3

1.4. Tujuan Penelitian.........................................................................

4

1.5. Manfaat Penelitian .......................................................................

4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA .................................................................

5

2.1 Taksonomi Kurma ..................................................................................

5

2.2 Tahap Pertumbuhan dan Perkembangan Buah Kurma............................

6

2.3 Manfaat Buah Kurma ....................................................................

7

2.4 Asal dan Penyebaran Buah Kurma ................................................

7

2.5 Kalium ...........................................................................................

8

2.6 Zink ...............................................................................................

9

Universitas Sumatera Utara

2.7 Spektrofotometri Serapan Atom ..................................................... 10
2.7.1

Prinsip Dasar Spektrofotometri Serapan Atom ............................

10

2.8 Validasi Metode Analisis ..................................................................... 13
2.8.1 Kecermatan (accuracy) .............................................. 13
2.8.2 Keseksamaan (precision)............................................. 14
2.8.3 Batas Deteksi dan Batas Kuantitasi ............................. 14
2.8.4 Selektivitas ................................................................. 14
2.8.5 Lineriaritas dan Rentang ............................................. 14
BAB III METODE PENELITIAN .............................................................. 16
3.1

Alat-alat ...............................................................................................

16

3.2 Bahan-bahan..........................................................................................

16

3.3 Lokasi dan Waktu Penelitian ......................................................... 16
3.4 Rancangan Penelitian ................................................................... 17
3.4.1 Pembuatan pereaksi ...................................................................

17

3.4.1.1 Larutan HNO3 (1:1) ..........................................................

17

3.4.1.2 Larutan HCl 18 (1:1) .........................................................

17

3.4.1.3 Larutan Asam Pikrat 1%....................................................

17

3.4.1.4 Larutan Dithizon 0,005% b/v ............................................

17

3.4.1.5 Larutan NH4OH 1 N ..........................................................

17

3.4.2 Pengambilan sampel ...................................................................

17

3.4.3 Penyiapan sampel .......................................................................

18

3.5 Proses dekstruksi .......................................................................... 18
3.6 Pembuatan larutan sampel ............................................................. 18
3.7 Pemerikasaan kualitatif ................................................................. 19
3.7.1 Kalium .......................................................................................

19

Universitas Sumatera Utara

3.8

3.7.2 Zink ...........................................................................................

19

Pemeriksaan kuantitatif ........................................................................

19

3.8.1 Kalium .......................................................................................

19

2.8.1.1. Pembuatan Kurva Kalibrasi Larutan Baku Kalium .. 19
2.8.1.2. Penetapan Kadar Kalium dalam Sampel .................. 20
3.8.2 Zink ...........................................................................................

20

2.8.2.1. Pembuatan Kurva Kalibrasi Larutan Baku Zink ...............

20

2.8.2.2. Penetapan Kadar Zink dalam Sampel.............................

21

2.9 Uji Perolehan Kembali .................................................................. 21
2.10 Penentuan LOD dan LOQ............................................................. 22
2.11 Uji Ketelitian (Presisi) ................................................................... 22
2.12 Analisis Statistik ........................................................................... 23
2.12.1 Penolakan Hasil Pengamatan ............................................. 23
2.12.2 Rata-rata kadar .................................................................. 24
2.12.3 Pengujian Beda Nilai Rata-rata .......................................... 24
BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN .................................................... 26
4.1 Analisis Kualitatif .....................................................................................

26

4.2 Analisis Kuantitatif ...................................................................................

27

4.2.1 Kurva Kalibrasi Logam Kalium dan Zink........................................

27

4.2.2 Analisis Kadar Kalium dan Zink pada Kurma Ajwah,
Kurma Madinah dan Kurma Mesir ..............................................

29

4.3 Batas Deteksi dan Batas Kuantitasi ..........................................................

30

4.4 Uji Perolehan Kembali .............................................................................

31

4.5 Simpangan Baku Relatif ...........................................................................

31

Universitas Sumatera Utara

4.6 Pengujian Beda Nilai Rata-rata Kadar Kalium dan Zink Pada Kurma Ajwah, Kurma
Madinah dan Kurma Mesir ......................................................................

32

BAB IV. KESIMPULAN DAN SARAN ................................................... 33
4.1 Kesimpulan................................................................................. 33
4.2 Saran .......................................................................................... 33
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................ 34
LAMPIRAN .............................................................................................. 36

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

Halaman
Tabel 1. Nilai Qkritis pada Taraf Kepercayaan 95% ....................................

23

Tabel 2. Hasil Analisis Kualitatif ..............................................................

26

Tabel 3. Data Kalibrasi Kalium dengan Spektrofotometer Serapan Atom ..

27

Tabel 4. Data Kalibrasi Zink dengan Spektrofotometer Serapan Atom ......

28

Tabel 5. Kadar Kalium Dan Zink dalam Sampel .......................................

29

Tabel 6. Persen Uji Perolehan Kembali Kalium dan Zink dalam Sampel ...

31

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR

Halaman
Gambar 1 Komponen Spektrofotometri Serapan Atom .............................

11

Gambar 2 Kurva Kalibrasi Logam Kalium ................................................

27

Gambar 3 Kurva Kalibrasi Logam Zink .................................................... 28
Gambar 4 Gambar Kurma Ajwah .............................................................. 36
Gambar 5 Gambar Kurma Madinah .......................................................... 36
Gambar 6 Gambar Kurma Mesir ............................................................... 37
Gambar 7 Kristal Kalium Pikrat pada Kurma Ajwah ................................ 40
Gambar 8 Kristal Kalium Pikrat pada Kurma Mesir .................................

40

Gambar 9 Kristal Kalium Pikrat pada Kurma Madinah ............................

40

Gambar 10 Hasil Analisis Kualitatif Zink dengan Larutan Dithizon 0,005% ..41
Gambar 11 Alat Spektrofotometer Serapan Atom.......................................

77

Gambar 12 Alat Tanur ...............................................................................

78

Universitas Sumatera Utara

LAMPIRAN

Halaman
Lampiran 1. Gambar Kurma Ajwah,Kurma Madinah dan Kurma Mesir ...... 36
Lampiran 2. Bagan Alir Proses dekstruksi ................................................

38

Lampiran 3. Bagan Alir Pembuatan Larutan Sampel .................................

39

Lampiran 4. Gambar Hasil analisis Kualitatif Kalium dan Zink .................

40

Lampiran 5. Data Kalibrasi Kalium dengan Spektrofotometer Serapan
Atom, Perhitungan Persamaan Garis Regresi dan Koefisien
Korelasi (r) ............................................................................. 42
Lampiran 6. Data Kalibrasi Zink dengan Spektrofotometer Serapan
Atom, Perhitungan Persamaan Garis Regresi danKoefisien
Korelasi (r) ............................................................................. 43
Lampiran 7. Hasil Analisis Kadar Logam Kalium dan Zink dalam Kurma
Ajwah ....................................................................................... 44
Lampiran 8. Hasil Analisis Kadar Logam Kalium dan Zink dalam Kurma
Madinah .................................................................................... 45
Lampiran 9. Hasil Analisis Kadar Logam Kalium dan Zink dalam Kurma
Mesir ....................................................................................... 46
Lampiran 10. Contoh Perhitungan Kadar Logam Kalium dan Zink
dalam Sampel ........................................................................ 47
Lampiran 11. Perhitungan Statistik Kadar Logam Kalium dan Zink
setelah Penambahan Masing-masing Standar .......................... 51
Lampiran 12. Perhitungan Batas Deteksi dan Batas Kuantitasi ...................... 58

Universitas Sumatera Utara

Lampiran 13. Hasil Uji Perolehan Kembali Logam Kalium dan Zink ............. 60
Lampiran 14. Perhitungan Uji Perolehan Kembali Logam Kalium dan Zink
dalam Sampel ........................................................................... 61
Lampiran 15. Pengujian Beda Nilai Rata-rata Kadar Kalium antara Kurma
Ajwah dan Kurma Madinah ................................................... 65
Lampiran 16. Pengujian Beda Nilai Rata-rata Kadar Kalium antara Kurma
Ajwah dan Kurma Mesir ......................................................... 67
Lampiran 17. Pengujian Beda Nilai Rata-rata Kadar Kalium antara
Kurma Madinah dan Kurma Mesir ........................................ 69
Lampiran 18. Pengujian Beda Nilai Rata-rata Kadar Zink antara Kurma
Ajwah dan Kurma Madinah ................................................... 71
Lampiran 19. Pengujian Beda Nilai Rata-rata Kadar Zink antara Kurma
Ajwah dan Kurma Mesir ........................................................ 73
Lampiran 20. Pengujian Beda Nilai Rata-rata Kadar Zink antara Kurma
Madinah dan Kurma Mesir .................................................... 75
Lampiran 21. Gambar Alat Spektrofotometer Serapan Atom....................... 77
Lampiran 22. Gambar Alat Tanur ................................................................ 78
Lampiran 22. Tabel Kandungan Gizi Kurma per 100 gram .......................... 79
Lampiran 24. Tabel Nilai Korelasi Distribusi t ............................................. 80
Lampiran 25. Tabel Nilai Korelasi Distribusi f ............................................. 81
Lampiran 26. Surat Keterangan Melakukan Analisis di Laboratorium Pusat
Penelitian Kelapa Sawit .......................................................... 82

BAB I

Universitas Sumatera Utara

PENETAPAN KADAR KALIUM (K) DAN ZINK (Zn) PADA BUAH
KURMA (Phoenix dactylifera )SECARA SPEKTROFOTOMETRI
SERAPAN ATOM

ABSTRAK
Buah kurma merupakan buah yang banyak dikonsumsi kaum muslim,
disamping itu juga digunakan sebagai obat dan makanan. Buah kurma memiliki
banyak khasiat juga mudah dan cepat dicerna. Buah kurma mengandung berbagai
unsur penting dan komposisi yang komplit yang dibutuhkan oleh tubuh manusia.
Kurma mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral seperti
kalium, natrium, zink, kalsium, besi, mangan dan tembaga. Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk mengetahui kadar logam kalium dan zink pada buah kurma
Ajwah, kurma Madinah dan kurma Mesir.
Analisis kualitatif kalium dilakukan dengan pereaksi asam pikrat 1% b/v
dan zink dengan larutan dithizon 0,005%b/v pada pH 5,0. Uji memberikan hasil
yang positif untuk kalium dan zink pada ketiga sampel. Analisis kuantitatif
dilakukan dengan spektrofotometri serapan atom pada panjang gelombang 769,9
nm untuk kalium dan 213,9 nm untuk zink.
Hasil menunjukkan kadar kalium pada kurma Ajwah yaitu 594,4489 ±
6,3206 mg/100g, kurma Madinah yaitu 566,9722 ± 13,9002 mg/100g, kurma
Mesir yaitu 651,5004 ± 8,9773 mg/100g. Sedangkan kadar zink pada kurma
Ajwah yaitu 0,5543 ± 0,0110 mg/100g, kurma Madinah yaitu 0,4398 ± 0,0075
mg/100g, kurma Mesir yaitu 0,6181 ± 0,0044 mg/100g. Secara statistik, uji beda
rata-rata kandungan kalium dan zink antara kurma Ajwah, kurma Madinah dan
kurma Mesir dengan menggunakan distribusi t, menyimpulkan bahwa kandungan
kalium dan zink pada kurma Mesir lebih tinggi secara signifikan dari kurma
Ajwah dan kurma Madinah.
Kata kunci: buah kurma, kalium, zink, spektrofotometri serapan atom

Universitas Sumatera Utara

DETERMINATION OF POTTASIUM (K) AND ZINC (Zn) IN
DATES (Phoenix dactylifera) BY ATOMIC ABSORPTION
SPECTROPHOTOMETRY

ABSTRACT
Dates is widely consumed by the Muslims, it was used as medicine and
food. It has many benefits and also easily and quickly digested. It contains many
elements and complete composition are very important to human body. Its
contains carbohydrate, protein, fat, vitamins and minerals such as potassium,
sodium, zinc, calcium, iron, manganese and copper. The purpose of this study to
determined levels of potassium and zinc metal on a dates Ajwah, Medinah dates
and dates of Egypt.
Qualitative analysis was carried out with picric acid 1% w / v and dithizon
solution 0.005% w / v reagent at pH 5,0. The test gives positive results for
potassium and zinc in all three samples. Quantitative analysis was carried out by
atomic absorption spectrophotometry at a wavelength of 769.9 nm for potassium
and 213.9 nm for zink.
The results showed that the levels of potassium in Ajwah was 594.4489 ±
6.3206 mg/100g, Madinah was 566,9722 ± 13,9002 mg/100g, Egypt was
651.5004 ± 8, 9773 mg/100g. While the levels of zinc in the Ajwah was 0.5543 ±
0.0110 mg/100g, Madinah was 0.4398 ± 0.0075 mg/100g, Egypt was 0.6181 ± 0,
0044 mg/100g. In statistics, the average difference test potassium and zinc content
between Ajwah dates, Madinah dates and Egypt dates used the t distribution,
concluded that the content of potassium and zinc in Egypt dates were significantly
higher than Ajwah dates and Madinah dates.

Key words: dates, potassium, zinc, atomic absorption spectrofotometry

Universitas Sumatera Utara

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Mineral merupakan kebutuhan tubuh manusia yang mempunyai peranan
penting dalam pemeliharaan fungsi tubuh, seperti untuk pengaturan kerja enzimenzim, pemeliharaan keseimbangan asam-basa, membantu pembentukan ikatan
yang memerlukan mineral seperti pembentukan haemoglobin (Almatsier, 2004).
Dalam sistem fisiologis tubuh manusia, mineral tersebut dibagi menjadi
dua bagian yaitu makroelemen antara lain kalsium (Ca), fosfor (P), kalium (K),
sulfur (S), natrium (Na), klor (Cl), dan magnesium (Mg), dan mikroelemen antara
lain besi (Fe), iodium (I), seng (Zn), mangan (Mn), dan kobal (Co) (Darmono,
1995). Tubuh tidak mampu mensintesa mineral sehingga unsur-unsur ini harus
disediakan melalui makanan. Sumber mineral paling baik banyak terdapat pada
makanan hewani dan tumbuh-tumbuhan seperti buah dan sayuran (Almatsier,
2004).
Buah kurma merupakan buah yang banyak dikonsumsi kaum muslimin,
sebagian besar masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim menjadikan kurma
sebagai makanan di bulan puasa. Ia mengandung berbagai unsur penting dan
komposisi yang komplit yang dibutuhkan oleh tubuh manusia (Al-Khuzaim,
2010). Komposisi kurma kering berdasarkan sumber-sumber ilmu kedokteran
adalah karbohidrat, lemak, air, serat, vitamin (A, B1, B2, dan C), protein, dan
mineral antara lain besi, fosfor, kalsium, kalium, natrium, tembaga, zink dan
magnesium (Badwilan, 2008). Kandungan kalium dan zink dalam buah kurma per

Universitas Sumatera Utara

100 gram berat kering adalah 652 mg untuk kalium dan 0,29 mg untuk zink
(Satuhu, 2010).
Kandungan kalium dalam kurma yang paling banyak di antara buahbuahan. Kalium adalah mineral penting yang diperlukan tubuh untuk kontraksi
otot, menjaga kesehatan sistem saraf dan membantu metabolisme tubuh (Rostita,
2009). Kalium umumnya banyak didapati pada buah dan sayuran. Buah dan
sayuran yang mengandung kalium baik dikonsumsi penderita darah tinggi.
Terdapat banyak jenis obat antihipertensi salah satunya adalah obat diuretik. Obat
diuretik bekerja dengan mengeluarkan cairan tubuh via urine sehingga volume
cairan tubuh berkurang, tetapi karena kalium mungkin turut terbuang bersama
urine, maka dibutuhkan konsumsi asupan kalium (Shadine, 2010).
Zink sebagai salah satu komponen dalam jaringan tubuh yang termasuk zat
gizi mikro yang sangat dibutuhkan, meski hanya dalam jumlah kecil (Reviana,
2004). Belakangan ini zink cukup mendapat perhatian, selain terbukti penting
untuk daya tahan tubuh, banyak anak-anak yang ternyata kekurangan mineral ini.
Bahkan WHO menyatakan Indonesia beresiko tinggi kekurangan asupan zink
karena umumnya hanya mengkonsumsi 50% dari angka kecukupan gizi. Zink
adalah mineral penting yang ikut membentuk lebih dari 300 enzim dan protein
serta membantu kerja beberapa hormon. Dalam makanan jumlah zink banyak
terdapat pada daging, telur, seafood, susu, buncis dan kurma namun pada sayuran
kandungan zink rendah (Kristanti, 2010)
Buah kurma yang kita kenal umumnya adalah kurma yang sudah
dikeringkan. Jenisnya berbeda-beda (Rostita, 2009). Terdapat banyak jenis kurma
yang dipasarkan di Indonesia dan beberapa jenis yang banyak di pasaran kota

Universitas Sumatera Utara

Medan diantaranya adalah kurma Ajwah, kurma Mesir dan kurma Madinah. Tipe
dan tanah tempat tumbuh serta varietas dari buah kurma merupakan faktor yang
mempengaruhi kandungan gizi pada buah kurma.
Berbagai metode dapat diterapkan dalam penetapan kadar kalium dan zink
antara lain metode gravimetri, volumetri, dan spektrofotometri serapan atom.
Metode yang dipilih untuk penetapan kadar logam kalium dan zink adalah
spektrofotometri serapan atom karena merupakan metode yang lebih selektif
dibandingkan dengan metode lain (Gleason, 1998) dan tidak memerlukan
pemisahan (Khopkar, 1990).
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas, maka permasalahan dalam penelitian ini dapat
dirumuskan sebagai berikut :
1.

Berapakah kadar kalium dan zink pada buah kurma Ajwah, kurma
Mesir dan kurma Madinah.

2.

Apakah terdapat perbedaan kadar kalium dan zink pada buah kurma
Ajwah, kurma Mesir dan kurma Madinah dengan literatur.

1.3 Hipotesis
Hipotesis dalam penelitian ini adalah:
1. Terdapat kadar kalium dan zink cukup tinggi pada Kurma Ajwah,
Kurma Madinah dan Kurma Mesir.
2. Terdapat perbedaan kadar kalium dan zink pada Kurma Ajwah, Kurma
Madinah dan Kurma Mesir dari yang tercantum pada literatur.

Universitas Sumatera Utara

1.4 Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui kadar logam kalium dan zink pada buah Kurma
Ajwah, Kurma Madinah dan Kurma Mesir.
2. Untuk mengetahui perbedaan kadar kalium dan zink pada buah Kurma
Ajwah, Kurma Madinah dan Kurma Mesir dengan yang tercantum di
literatur.
1.5 Manfaat Penelitian
Dari hasil penelitian ini, dapat memberikan informasi dan pengetahuan kepada
masyarakat tentang manfaat kurma sebagai makanan alternatif yang mengandung
kalium dan zink serta dapat dimanfaatkan untuk penderita darah tinggi.

Universitas Sumatera Utara

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Taksonomi Kurma
Kurma (Phoenix dactylifera) adalah sejenis tumbuhan palem yang
buahnya dapat dimakan karena rasanya manis. Pohon kurma memiliki tinggi
sekitar 15-25 meter dan daun yang menyirip dengan panjang 3-5 meter (Satuhu,
2010).
Klasifikasi tanaman kurma sebagai berikut :
Kingdom

: Plantae

Subkingdom : Tracheobionta
Superdivisi

: Spermatophyta

Subkelas

: Arecidae

Ordo

: Arecales

Family

: Arecaceae

Genus

: Phoenix

Spesies

: Phoenix dactilyfera L
Buah kurma memiliki karakteristik bervariasi, antara lain memiliki berat

dua hingga enam puluh gram, panjang tiga sampai tujuh sentimeter, konsistensi
lunak sampai kering, berbiji dan berwarna kuning kecoklatan, coklat gelap dan
kuning kemerahan (Sucipto, 2010).

Universitas Sumatera Utara

2.2 Tahap Pertumbuhan dan Perkembangan Buah Kurma
Seperti buah-buahan lainnya, kematangan buah kurma dapat dibagi
menjadi

beberapa

stadium.

Terdapat

lima

stadium

pertumbuhan

dan

perkembangan buah kurma yaitu :
1. Stadium hababouk
Hababouk adalah kondisi dimana buah kurma mulai terbentuk. Buah masih
tertutup kelopak daun dan buah akan terus berkembang hingga warna hijau.
2. Stadium kimri
Bentuk buah yang cenderung bulat berubah memanjang (bentuk oval) namun
warna buah masih didominasi hijau tua sedikit kekuningan. Buah kurma pada
tahap ini umumnya tidak enak dimakan.
3. Stadium khalal
Bergantung dari varietasnya, buah kurma pada tahapan khalal akan mengalami
perubahan warna dari hijau kekuningan menjadi kuning, orange, hingga merah
tua dan daging buah masih cukup keras.
4. Stadium rutab
Pada tahapan ini, daging buah tidak lagi keras dan warna buah cenderung
lebih tua. Buah kurma dianggap matang sempurna pada tahap ini dengan
bobot buah, kadar gula dan padatan yang maksimal.
5. Stadium tamr
Terdapat penurunan kadar air yang cukup signifikan pada tahap ini, sehingga
kadar gula mencapai 50% atau lebih. Kurma benar-benar matang dan
warnanya berubah menjadi coklat atau hampir hitam (Rahmadi, 2010).

Universitas Sumatera Utara

2.3 Manfaat Buah Kurma
Pilihan kurma sebagai makanan sehat di bulan puasa ternyata dapat
dibuktikan secara ilmiah. Kalori tinggi dan kandungan gulanya yang mudah
dicerna membuat kurma dapat mengatasi kekurangan kalori akibat penggunaan
energi saat beraktivitas di bulan puasa. Namun, kurma masih memiliki banyak
khasiat lain yang baik untuk kesehatan diantaranya :
1. Kurma mengandung asam salisilat yang bersifat mencegah pembekuan darah,
antiinflamasi, dan menghilangkan rasa ngilu ataupun rasa nyeri.
2. Kandungan kalium sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh
darah karena berfungsi untuk menstabilkan denyut jantung, mengaktifkan
kontranksi otot jantung, sekaligus mengatur tekanan darah. Oleh karena itu,
kalium bermanfaat dalam mencegah penyakit stroke.
3. Kurma mengandung banyak serat yang baik bagi usus, sehingga mencegah
sembelit dan melancarkan buang air besar.
4. Serat juga dapat menurunkan kolesterol dalam darah.
5. Kurma dapat membantu pertumbuhan tulang karena mengandung kalsium,
fosfor, dan magnesium yang sangat diperlukan untuk memelihara kesehatan
tulang dan gigi.
6. Kurma juga mengandung vitamin yang dapat membantu menguatkan saraf,
melancarkan peredaran darah, membersihkan usus, serta memelihara dari
radang dan infeksi (Satuhu, 2010).
2.4 Asal dan Penyebaran Buah Kurma
Kurma adalah jenis tanaman palma berasal dari kawasan Irak. Banyak
ditanam di Timur Tengah dan Afrika Utara (Rostita, 2009).

Universitas Sumatera Utara

Kebanyakan tanaman kurma tumbuh di Negara-negara Arab. Madinah
merupakan salah satu kota yang mempunyai ladang kurma terbesar. Madinah
terletak di utara Mekkah dimana di arah selatan, timur dan barat terdapat aktivitas
gunung berapi. Letak geografis tersebut sangat berpengaruh besar, sehingga tanah
di kota Madinah begitu subur (Al-Khuzaim, 2010).
Mesir juga merupakan kota produsen kurma terbesar. Mesir dikenal
sebagai salah satu Negara agraris yang mempertahankan praktek dan kegiatan
pertanian tradisional, misalnya dengan aplikasi pupuk organik. Penduduk Mesir
dalam mengembangkan pertaniannya sangat bergantung dari Sungai Nil. Banjir
yang biasa terjadi di Mesir, membawa banyak nutrisi dan mineral yang membuat
tanah di sekitar Sungai Nil menjadi subur dan ideal menjadi tanah pertanian
(Anonim 1, 2009).
2.5 Kalium
Bersama natrium, kalium memegang peranan dalam pemeliharaan
keseimbangan cairan dan elektrolit serta keseimbangan asam basa (Almatsier,
2004). Kalium memiliki peranan penting dalam metabolisme tubuh serta dalam
fungsi sel saraf dan otot. Sebagian kalium terdapat di dalam sel. Sebagian besar
kalium dibuang melalui air kemih, walaupun ada beberapa yang dibuang melalui
tinja. Dalam keadaan normal, ginjal menyesuaikan pembuangan kalium agar
seimbang dengan asupan kalium melalui makanan (Kristanti, 2010).
Sumber-sumber kalium antara lain pisang, tomat, jeruk, melon, kentang,
kacang-kacangan, bayam dan sayur berdaun hijau lainnya serta tambahan kalium
(Kristanti, 2010).

Universitas Sumatera Utara

Kekurangan kalium menyebabkan lemah, lesu, kehilangan nafsu makan,
kelumpuhan, mengigau, dan konstipasi (Almatsier, 2004). Pada hipokalemia yang
lebih berat dapat menyebabkan kelemahan otot, kejang otot, dan bahkan
kelumbuhan, irama jantung yang tidak normal terutama pada penderita penyakit
jantung (Kristanti, 2010).
2.6 Zink
Zink adalah mineral penting yang ikut membentuk lebih dari 300 enzim
dan protein. Zink terlibat dalam pembelahan sel, metabolisme asam nukleat, dan
pembuatan protein. Zink juga membantu kerja hormon termasuk hormon
kesuburan, juga hormon yang diproduksi oleh kelenjar di otak, tiroid, adrenal dan
timus (Kristanti, 2010).
Widya Karya Pangan dan Gizi tahun 1998 menetapkan angka kecukupan
zink untuk Indonesia adalah bayi (3-5 mg), usia 1-9 tahun (8-10 mg), usia 10->60
(15 mg) baik pria maupun wanita, ibu hamil (+ 5 mg), ibu menyusui (+ 10 mg)
(Almatsier, 2004).
Zink terdapat pada berbagai jenis bahan makanan, khusunya makanan
sumber protein. Kandungan zink paling tinggi terdapat dalam kerang, daging sapi
dan daging merah lainnya, ayam, ikan, kacang, buncis, biji-bijian, sereal
sedangkan sayuran mengandung zink rendah (Widowati, 2008).
Kekurangan zink ringan dapat menyebabkan kurangnya nafsu makan
disertai turunnya berat badan dan mudah terinfeksi. Kekurangan zink sedang
dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan, kekurangan hormon kesuburan,
melambatnya penyembuhan luka. Yang lebih berat, timbul gejala kerdil, anak

Universitas Sumatera Utara

sering sakit karena kurangnya sel darah putih, kelainan kulit dan pencernaan,
diare, dan gangguan emosi (Kristanti, 2010).
2.7 Spektrofotometri Serapan Atom
2.7.1 Prinsip Dasar Spektrofotometri Serapan Atom
Spektrofotometri serapan atom adalah suatu metode yang digunakan untuk
mendeteksi atom-atom logam dalam

fase

gas.

Metode ini seringkali

mengandalkan nyala untuk mengubah logam dalam larutan sampel menjadi atomatom logam berbentuk gas yang digunakan untuk analisis kuantitatif dari logam
dalam sampel (Bender, 1987).
Spektroskopi serapan atom digunakan untuk analisis kuantitatif unsurunsur logam dalam jumlah sekelumit (trace) dan sangat kelumit (ultratrace). Cara
analisis ini memberikan kadar total unsur logam dalam suatu sampel dan tidak
tergantung pada bentuk molekul dari logam dalam sampel tersebut. Cara ini cocok
untuk analisis sekelumit logam karena mempunyai kepekaan yang tinggi (batas
deteksi kurang dari 1 ppm), pelaksanaannya relatif sederhana, dan interferensinya
sedikit. Spektrofotometri serapan atom didasarkan pada penyerapan energi radiasi
oleh atom-atom netral dalam bentuk gas (Rohman, 2007).
Proses yang terjadi ketika dilakukan analisis dengan menggunakan
spektrofotometri serapan atom yaitu penyerapan energi radiasi oleh atom-atom
yang berada pada tingkat dasar. Atom-atom tersebut menyerap radiasi pada
panjang gelombang tertentu, tergantung pada sifat atom tersebut. Sebagai contoh
plumbum menyerap radiasi pada panjang gelombang 283,3 nm, kadmium pada
228,8 nm, magnesium pada 285,2 nm, natrium pada 589 nm, sementara kalium
menyerap pada panjang gelombang 769,9 nm. Dengan menyerap energi, maka

Universitas Sumatera Utara

atom akan memperoleh energi sehingga atom pada keadaan dasar ditingkatkan
menjadi ke tingkat eksitasi. Akibatnya akan diperoleh radiasi. Garis-garis
spektrum disebut garis-garis resonansi (Resonance line). Garis-garis ini akan
dibaca dalam bentuk angka oleh Readout (Rohman, 2007).
Kelemahan spektrofotometri serapan atom adalah sampel harus dalam
bentuk larutan dan satu lampu katoda hanya digunakan untuk satu unsur saja
(Fifield, 1983).
Adapun instrumentasi spektrofotometer serapan atom adalah sebagai
berikut:

Gambar 1. Komponen Spektrofotometer Serapan Atom
a. Sumber Radiasi
Sumber radiasi yang digunakan adalah lampu katoda berongga (hallow
cathode lamp). Lampu ini terdiri atas tabung kaca tertutup yang mengandung
suatu katoda dan anoda. Katoda berbentuk silinder berongga yang dilapisi dengan
logam tertentu (Rohman, 2007).
b. Tempat Sampel
Dalam analisis dengan spektrofotometer serapan atom, sampel yang akan
dianalisis harus diuraikan menjadi atom-atom netral yang masih dalam keadaan

Universitas Sumatera Utara

azas. Ada berbagai macam alat yang digunakan untuk mengubah sampel menjadi
uap atom-atomnya, yaitu:
1. Dengan nyala (Flame)
Nyala digunakan untuk mengubah sampel yang berupa cairan menjadi bentuk
uap atomnya dan untuk proses atomisasi. Suhu yang dapat dicapai oleh nyala
tergantung pada gas yang digunakan, misalnya untuk gas asetilen-udara suhunya
sebesar 22000C. Sumber nyala asetilen-udara ini merupakan sumber nyala yang
paling banyak digunakan. Pada sumber nyala ini asetilen sebagai bahan pembakar,
sedangkan udara sebagai bahan pengoksidasi (Rohman, 2007).
2. Tanpa nyala (Flameless)
Pengatoman dilakukan dalam tungku dari grafit. Sejumlah sampel diambil
sedikit (hanya beberapa µl), lalu diletakkan dalam tabung grafit, kemudian tabung
tersebut dipanaskan dengan sistem elektris dengan cara melewatkan arus listrik
pada grafit. Akibat pemanasan ini, maka zat yang akan dianalisis berubah menjadi
atom-atom netral dan pada fraksi atom ini dilewatkan suatu sinar yang berasal dari
lampu katoda berongga sehingga terjadilah proses penyerapan energi sinar yang
memenuhi kaidah analisis kuantitatif (Rohman, 2007).
c. Monokromator
Monokromator merupakan alat untuk memisahkan dan memilih spektrum
sesuai dengan panjang gelombang yang digunakan dalam analisis (Rohman,
2007).
d. Detektor
Detektor digunakan untuk mengukur intensitas cahaya yang melalui tempat
pengatoman (Rohman, 2007).

Universitas Sumatera Utara

e. Amplifier
Amplifier merupakan suatu alat untuk memperkuat signal yang diterima dari
detektor sehingga dapat dibaca alat pencatat hasil (Readout) (Rohman, 2007).
f. Readout
Readout merupakan suatu alat penunjuk atau dapat juga diartikan sebagai
pencata hasil. Hasil pembacaan dapat berupa angka atau berupa kurva yang
menggambarkan absorbansi atau intensitas radiasi (Rohman, 2007).
2.8 Validasi Metode Analisis
Validasi metode analisis adalah suatu tindakan penilaian terhadap
parameter tertentu, berdasarkan percobaan laboratorium untuk membuktikan
bahwa parameter tersebut memenuhi persyaratan untuk penggunaannya (Harmita,
2004). Suatu metode analisis harus divalidasi untuk melakukan verifikasi bahwa
parameter kinerjanya cukup mampu mengatasi problem analisis (Rohman, 2007).
2.8.1 Kecermatan (accuracy)
Kecermatan adalah ukuran yang menunjukkan derajat kedekatan hasil
analisis dengan kadar analit yang sebenarnya. Kecermatan dinyatakan sebagai
persen perolehan kembali (recovery) analit yang ditambahkan (Harmita, 2004).
Perolehan kembali dapat ditentukan dengan cara membuat sampel plasebo
(eksipien obat, cairan biologis) kemudian ditambahkan analit dengan konsentrasi
tertentu (biasanya 80% sampai 120% dari kadar analit yang diperkirakan),
kemudian dianalisis dengan metode yang akan divalidasi (Harmita, 2004).
Tetapi bila tidak memungkinkan membuat sampel plasebo, maka dapat
dipakai metode adisi. Metode adisi dapat dilakukan dengan menambahkan

Universitas Sumatera Utara

sejumlah analit dengan konsentrasi tertentu pada sampel yang diperiksa, lalu
dianalisa dengan metode tersebut (Harmita, 2004).
2.8.2 Keseksamaan / Ketelitian (precision)
Ketelitian adalah ukuran yang menunjukkan derajat kesesuaian antara
hasil uji individual, diukur melalui penyebaran hasil individual dari rata – rata jika
prosedur ditetapkan secara berulang pada sampel yang diambil dari campuran
yang homogen. Ketelitian diukur sebagai simpangan baku atau simpangan baku
relatif (koefesien variasi). Ketelitian dapat dinyatakan sebagai keterulangan
(repeatability) atau ketertiruan (reproducibility). Keterulangan adalah ketelitian
metode jika dilakukan berulang kali oleh analis yang sama pada kondisi sama dan
dalam interval waktu yang pendek (Harmita, 2004).
2.8.3 Batas Deteksi dan Batas Kuantitasi
Batas deteksi adalah jumlah terkecil analit dalam sampel yang dapat
dideteksi yang masih memberikan respon signifikan dibandingkan dengan blanko.
Batas deteksi merupakan parameter uji batas. Batas kuantitasi merupakan
parameter pada analisa renik dan diartikan sebagai kuantitasi terkecil analit dalam
sampel yang masih dapat memenuhi kriteria cermat dan seksama (Harmita, 2004).
2.8.4 Selektivitas (Spesifisitas)
Selektivitas atau spesifisitas suatu metode adalah kemampuannya yang
hanya mengukur zat tertentu secara cermat dan seksama dengan adanya
komponen lain yang ada di dalam sampel (Harmita, 2004).
2.8.5 Linearitas dan rentang
Linieritas adalah kemampuan metode analisis yang memberikan respon
baik secara langsung maupun dengan bantuan transformasi matematika,

Universitas Sumatera Utara

menghasilkan suatu hubungan yang proporsional terhadap konsentrasi analit
dalam sampel. Rentang merupakan batas terendah dan batas tertinggi analit yang
dapat ditetapkan secara cermat, seksama dan dalam linearitas yang dapat diterima
(Harmita, 2004).

Universitas Sumatera Utara

BAB III
METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif, tanpa ada
variabel bebas.
3.1 Alat-alat
Spektrofotometer Serapan Atom (GBC Avanta Σ, Australia) dengan nyala
udara-asetilen, lampu kalium dan zink (GBC Avanta Σ, Australia), tanur
(Gallenkamp-Muffle furnace), neraca analitik (BOECO, Germany), hot plate
(Schott), oven (Fisher Scientific/Isotemp® ), kertas saring Whatman No.42,
mikroskop (Nikon, Japan), spatula, lemari asam dan alat-alat gelas.
3.2 Bahan-bahan
Bahan yang digunakan adalah pro analisa keluaran E. Merck kecuali
dinyatakan lain yaitu Asam Nitrat, Asam Klorida, larutan standar kalium 1000
mcg/ml, larutan standar zink 1000 mcg/ml, Dithizon, Asam Pikrat, Amonium
Hidroksida dan aqua bidestilata (PT.Ikapharmindo Putramas).
3.3 Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan di dua lokasi yaitu dekstruksi dilakukan di
Laboratorium Kimia Farmasi Kualitatif Fakultas Farmasi Universitas Sumatera
Utara dan pengukuran kadar dengan Spektrofotometer Serapan Atom dilakukan
di Laboratorium Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan pada bulan
Februari 2011 – April 2011.

Universitas Sumatera Utara

3.4

Rancangan Penelitian

3.4.1 Pembuatan Pereaksi
3.4.1.1 Larutan HNO3 (1:1)
Larutan HNO3 65% b/v sebanyak 500 ml diencerkan dengan air suling
sebanyak 500 ml (Helrich:1990).
3.4.1.2 Larutan HCl (1:1)
Larutan HCl 37% b/v sebanyak 500 ml diencerkan dengan air suling
sebanyak 500 ml (Helrich:1990).
3.4.1.3 Larutan Asam Pikrat 1% b/v
1 g asam pikrat dilarutkan dalam air suling hingga 100 ml
3.4.1.4 Larutan Dithizon 0,005 % b/v
Difeniltiokarbazon (dithizon) sebanyak 5 mg dilarutkan dalam 100 ml
kloroform (Vogel,1985).
3.4.1.5 Larutan NH4OH 1 N
Ammonium hidroksida 25% b/b sebanyak 7,4 ml diencerkan dalam 100
ml air suling (Ditjen POM, 1995).
3.4.2 Pengambilan sampel
Sampel yang digunakan adalah buah kering (tamr) dari kurma Ajwah atau
kurma Nabi, kurma Madinah, dan kurma Mesir yang diambil secara purposif di
pasar Ikan Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat. Bagian yang diambil
sebagai sampel adalah daging buahnya. Metode pengambilan sampel purposif ini
ditentukan atas dasar pertimbangan bahwa sampel yang tidak terambil
mempunyai karakteristik yang sama dengan sampel yang diteliti (Sudjana, 2001).

Universitas Sumatera Utara

Gambar buah kurma dapat dilihat pada Lampiran 1 Gambar 4 s/d 6 Halaman
36 dan 37.
3.4.3 Penyiapan sampel
Buah kurma kering yang akan dijadikan sampel terlebih dahulu dipisahkan
dari bijinya dan ditimbang masing-masing ± 200 g kemudian dihomogenkan
dengan lumpang dan disimpan di dalam wadah plastik.
3.5 Proses Dekstruksi
Sampel yang telah dihomogenkan masing – masing ditimbang sebanyak 5
gram, dimasukkan ke dalam krusibel porselen, lalu ditambahkan HNO3 65% b/v
sebanyak 5 ml lalu didiamkan selama 24 jam kemudian diarangkan di atas hot
plate, lalu diabukan dalam tanur dengan temperatur awal 100oC dan perlahan –
lahan temperatur dinaikkan hingga suhu 500oC dengan interval 25oC. Pengabuan
dilakukan selama 24 jam dan dibiarkan hingga dingin dan dipindahkan ke
desikator. Abu ditambahkan 5 ml HNO3 (1:1), kemudian diuapkan pada hot plate
sampai kering. Krus porselen dimasukkan kembali ke dalam tanur dengan
temperatur awal 100oC dan perlahan – lahan temperatur dinaikkan hingga suhu
500oC dengan interval 25oC. Pengabuan dilakukan selama 1 jam dan dibiarkan
hingga dingin dan dipindahkan ke desikator (Helrich, 1990). Bagan alir proses
dekstruksi dapat dilihat pada Lampiran 2 Halaman 38.
3.6 Pembuatan Larutan Sampel
Sampel hasil destruksi dilarutkan dalam 5 ml HCl (1:1), lalu dituangkan ke
dalam labu tentukur 50 ml dan diencerkan dengan aquabidest hingga garis tanda
(Helrich, 1990). Kemudian disaring dengan kertas saring Whatman No. 42 dan 5
ml filtrat pertama dibuang untuk menjenuhkan kertas saring kemudian filtrat

Universitas Sumatera Utara

selanjutnya ditampung ke dalam botol. Larutan ini digunakan untuk analisis
kualitatif dan kuantitatif. Bagan alir pembuatan larutan sampel dapat dilihat pada
Lampiran 3 Halaman 39.
3.7 Pemeriksaan Kualitatif
3.7.1 Kalium
Larutan zat diteteskan 1-2 tetes pada object glass kemudian ditetesi dengan
larutan asam pikrat, dibiarkan ± 5 menit lalu diamati di bawah mikroskop. Jika
terdapat kalium, akan terlihat kristal berbentuk jarum-jarum kasar.
3.7.2 Zink
Ke dalam tabung reaksi dimasukkan 5 ml larutan sampel, diatur pH-nya
5,0 dengan penambahan ammonium hidroksida 1 N, kemudian ditambahkan 5 ml
dithizon 0,005% b/v, dikocok kuat, dibiarkan lapisan memisah dan terbentuk
warna merah (Fries,1977).
3.8 Pemeriksaan Kuantitatif
3.8.1 Kalium
3.8.1.1 Pembuatan Kurva Kalibrasi Larutan Baku Kalium
Larutan baku kalium (1000 mcg/ml) sebanyak 10 ml dimasukkan kedalam
labu ukur 100 ml lalu diencerkan dengan aquabidest hingga garis tanda. Dari
larutan tersebut ( 100 mcg/ml) dipipet masing-masing 0,5 ml; 1,0 ml; 2,0 ml; 3,0
ml; dan 4,0 ml; dimasukkan ke dalam labu ukur 100 ml dan diencerkan dengan
aquabidest sampai garis tanda sehingga diperoleh larutan dengan konsentrasi 0,5
mcg/ml; 1,0 mcg/ml; 2,0 mcg/ml; 3,0 mcg/ml; dan 4,0 mcg/ml, lalu dilakukan
pengukuran pada panjang gelombang 769,9 nm.

Universitas Sumatera Utara

3.8.1.2 Penetapan Kadar Kalium dalam Sampel
Larutan sampel sebanyak 1 ml dimasukkan ke dalam labu ukur 200 ml dan
diencerkan dengan aquabidest hingga garis tanda (Faktor pengenceran = 200 kali).
Larutan diukur absorbansinya dengan spektrofotometer serapan atom pada
panjang gelombang 769,9 nm.
Kadar kalium dapat dihitung dengan rumus :
Kadar (mcg/ml) =
Keterangan :
C : Konsentrasi larutan sampel (mcg/ml)
V : Volume larutan sampel (ml)
Fp : Faktor pengenceran
BS : Berat sampel (g)
3.8.2 Zink
3.8.2.1 Pembuatan Kurva Kalibrasi Larutan Baku Zink
Larutan baku zink (1000 mcg/ml) sebanyak 10 ml dimasukkan ke dalam
labu ukur 100 ml lalu diencerkan dengan aquabidest hingga garis tanda. Dari
larutan tersebut (100 mcg/ml) dipipet 10 ml dimasukkan ke dalam labu ukur 100
ml lalu diencerkan dengan aquabidest hingga garis tanda (10 mcg/ml). Dari
larutan tersebut (10 mcg/ml) dipipet masing-masing 2,0 ml; 4,0 ml; 6,0 ml; 8,0 ml
dan 10 ml; lalu dimasukkan ke dalam labu ukur 100 ml dan diencerkan dengan
aquabidest hingga garis tanda sehingga diperoleh larutan dengan konsentrasi 0,2
mcg/ml; 0,4 mcg/ml; 0,6 mcg/ml; 0,8 mcg/ml dan 1,0 mcg/ml, lalu dilakukan
pengukuran pada panjang gelombang 213,9 nm.

Universitas Sumatera Utara

3.8.2.2 Penetapan Kadar Zink dalam Sampel
Larutan sampel yang telah disiapkan diukur absorbansinya dengan
spektrofotometer serapan atom pada panjang gelombang 213,9 nm.
Kadar zink dapat dihitung dengan rumus :
Kadar (mcg/ml) =
Keterangan :
C : Konsentrasi larutan sampel (mcg/ml)
V : Volume larutan sampel (ml)
BS : Berat sampel (g)
3.9 Uji Perolehan Kembali
Uji perolehan kembali atau recovery dilakukan dengan metode
penambahan larutan standar (standard addition method). Dalam metode ini, kadar
logam dalam sampel ditentukan terlebih dahulu, selanjutnya dilakukan penentuan
kadar logam dalam sampel setelah penambahan larutan standar dengan
konsentrasi tertentu (Ermer, 2005). Larutan baku yang ditambahkan yaitu, 10 ml
larutan baku kalium dengan konsentrasi 1000 mcg/ml dan10 ml larutan baku zink
dengan konsentrasi 0,8 mcg/ml.
Daging buah kurma Madinah yang telah dihomogenkan ditimbang
sebanyak 5 gram, lalu ditambahkan 10 ml larutan baku kalium (konsentrasi 1000
mcg/ml) lalu ditambahkan HNO3 65% didiamkan 24 jam, kemudian dilanjutkan
dengan prosedur destr