Analisis Kelayakan Penambahan Investasi Pada Aktivitas Penyediaan Sarana Penangkapan Ikan Pada KUD Minasari Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat

(1)

KABUPATEN CIAMIS, JAWA BARAT

Oleh :

GINNA GISTINDAR

C44102066

PROGRAM STUDI

MANAJEMEN BISNIS DAN EKONOMI PERIKANAN-KELAUTAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2006


(2)

ABSTRAK

GINNA GISTINDAR. Analisis Kelayakan Penambahan Investasi Pada Aktivitas Penyediaan Sarana Penangkapan Ikan di KUD Minasari

Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Dibimbing oleh DINARWAN dan NARNI FARMAYANTI.

Koperasi Unit Desa (KUD) Minasari Pangandaran merupakan koperasi yang bergerak dalam bidang perikanan. Koperasi ini diharapkan dapat membantu nelayan yang ada di wilayah Kecamatan Pangandaran untuk meningkatkan pendapatan melalui peningkatan produksi dan produktivitas, perluasan kesempatan kerja dan berusaha, perbaikan pemasaran hasil perikanan.

Salah satu usaha yang dijalankan KUD Minasari adalah unit usaha Niaga Barang (Penyediaan Sarana Penangkapan Ikan). Kegiatan usaha ini bergerak dalam bidang penyediaan sarana penangkapan ikan bagi nelayan untuk melaut, seperti jaring, mesin kapal, suku cadang mesin kapal, BBM, box ikan, senar jaring, dan lain-lain. Kegiatan usaha ini sangat membantu nelayan dalam kelancaran aktivitas sehari-harinya, yaitu melaut.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keuntungan usaha, kelayakan penambahan nvestasi yang ditanamkan pada usaha ini, dan sensitivitas terhadap kemungkinan terjadinya perubahan-perubahan harga input maupun output. Alat analisis yang digunakan untuk menganalisis keuntungan unit usaha Niaga Barang (PSPI) di KUD Minasari Pangandaran, adalah analisis usaha selama satu tahun yaitu pada tahun 2004, sedangkan untuk mengetahui apakah usaha tersebut layak atau tidak untuk dijalankan maka digunakan analisis kelayakan investasi yang terdiri atas NPV, Net B/C, IRR dan analisis sensitivitas.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis usaha tahun 2004 yang telah dilakukan memperoleh keuntungan yang cukup besar yaitu sebesar Rp

38.781.109,00, dan R/C sebesar 1,10. Berdasarkan hasil perhitungan analisis kelayakan penambahan investasi, usaha ini layak untuk di jalankan Selanjutnya analisis sensitivitas dilakukan terhadap kenaikan harga pembelian BBM sebesar 60%, hasil analisis menunjukkan bahwa usaha ini tidak layak untuk dijalankan. Analisis sensitivitas dilakukan juga terhadap kenaikan harga pembelian Bahan Alat Perikanan (BAP) sebesar 10%, hasil analisis menunjukkan bahwa usaha ini layak untuk dijalankan.


(3)

KABUPATEN CIAMIS, JAWA BARAT

Skripsi

Sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Perikanan pada Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Institut Pertanian Bogor

Oleh

Ginna Gistindar C44102066

PROGRAM STUDI

MANAJEMEN BISNIS DAN EKONOMI PERIKANAN-KELAUTAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2006


(4)

PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI DAN SUMBER

INFORMASI

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul :

ANALISIS KELAYAKAN PENAMBAHAN INVESTASI PADA

AKTIVITAS PENYEDIAAN SARANA PENANGKAPAN IKAN DI KUD MINASARI KECAMATAN PANGANDARAN, KABUPATEN CIAMIS, JAWA BARAT

Adalah benar merupakan hasil karya sendiri dan belum diajukan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi manapun. Semua sumber data dan informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir skripsi ini.

Bogor, Maret 2006

GINNA GISTINDAR C44102066


(5)

Ciamis, Jawa Barat Nama Mahasiswa : Ginna Gistindar

Nomor Pokok : C44102066

Disetujui,

Pembimbing I Pembimbing II

Ir. Dinarwan, MS Ir. Narni Farmayanti, M.Sc NIP: 131789335 NIP: 131918658

Mengetahui

Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Dr. Ir. Kadarwan Soewardi NIP: 130805031


(6)

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Bandung pada tanggal 11 Februari 1984 dari Ayah Ir. H. Endan Kusnendar dan Ibu Tien Syamsiar. Penulis merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Pendidikan formal yang dilalui penulis yaitu : SMUN 2 Bandung lulus tahun 2002.

Pada tahun yang sama (2002) penulis lulus seleksi masuk Institut Pertanian Bogor melalui jalur UMPTN. Penulis memilih Program Studi Manajemen Bisnis dan Ekonomi Perikanan Kelautan, Departemen Sosial Ekonomi Perikanan dan Kelautan.

Selama berkuliah di IPB penulis mengikuti beberapa organisasi kemahasiswaan diantaranya :

- Endevour Marine and Fisheries Music Choir

- Baracuda Music Club (BMC) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan - Himpunan Mahasiswa Sosial Ekonomi Perikanan (Himasepa) - Himpunan mahasiswa daerah, Forum Komunikasi dan Silaturahmi

Kabupaten Subang (Fokkus).

Pada tanggal 15 Maret 2006 penulis dinyatakan lulus dari Program Studi Manajemen Bisnis dan Ekonomi Perikanan-Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor dengan judul skripsi “ ANALISIS KELAYAKAN PENAMBAHAN INVESTASI PADA AKTIVITAS

PENYEDIAAN SARANA PENANGKAPAN IKAN PADA KUD MINASARI DI KECAMATAN PANGANDARAN, KABUPATEN CIAMIS, JAWA BARAT”


(7)

Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan limpahan rahmat, karunia, dan kasih sayang yang tidak terbatas, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan hasil penelitian yang berjudul

“Analisis Kelayakan Penambahan Investasi Pada Aktivitas Penyediaan Sarana Penangkapan Ikan Pada KUD Minasari Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat”

Laporan hasil penelitian ini, merupakan salah satu syarat bagi mahasiswa untuk memperoleh gelar Sarjana pada Program Studi Manajemen Bisnis dan Ekonomi Perikanan-Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan SEI 37, 38, dan khususnya SEI 39 atas segala motivasi dan bantuan yang diberikan, Bapak Ir. Dinarwan,M.S dan Ir. Narni Farmayanti, M.Sc, selaku komisi pembimbing yang telah memberikan masukan selama pembuatan dan penyelesaian laporan hasil penelitian ini.

Penulis menyadari laporan hasil penelitian ini belum sempurna, dengan demikian tidak tertutup kemungkinan dilakukan perbaikan dan perubahan agar dapat sesuai dengan kondisi penelitian dan tujuan penelitian.

Bogor, Maret 2006


(8)

DAFTAR ISI

Halaman

DAFTAR TABEL ... vii

DAFTAR GAMBAR... viii

DAFTAR LAMPIRAN ...ix

I. PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 2

1.2 Perumusan Masalah ... 2

1.3 Tujuan dan Kegunaan ... 3

II. TINJAUAN PUSTAKA...5

2.1 Koperasi ... 5

2.1.1 Tujuan dan Peranan Koperasi ... 7

2.1.2 Manfaat Koperasi...7

2.2 Koperasi Perikanan ... 8

2.3 Analisis Usaha... 9

2.3.1 Analisis Pendapatan Usaha ... 9

2.3.2 Analisis Imbangan Penerimaan dan Biaya... 10

2.4 Analisis Kelayakan Investasi ... 10

2.5 Aspek-Aspek Kelayakan Investasi... 10

2.5.1 Aspek Teknis... 11

2.5.2 Aspek Manajemen... 11

2.5.3 Aspek Pemasaran ... 12

2.5.4 Aspek Finansial... 13

2.6 Discounted Cash Flow Method... 14

2.7 Analisis Sensitivitas ... 15

III. KERANGKA PENDEKATAN STUDI ... 17

IV. METODOLOGI... 20

4.1 Metode Penelitian ... 20

4.2 Jenis dan Sumber Data ... 20

4.3 Metode Pengambilan Data ... 21

4.4 Metode Analisis Data... 22

4.4.1 Analisis Pendapatan Usaha ... 22

4.4.2 Analisis Imbangan Penerimaan dan Biaya (R/C)... 22

4.4.3 Nilai Penyusutan ... 23

4.4.4 Analisis Kelayakan Investasi ... 23

4.4.5 Analisis Sensitivitas ... 24

4.5 Konsep dan Pengukuran... 25


(9)

5.2 Sejarah KUD Minasari... 29

5.3 Keadaan Umum KUD Minasari... 31

5.3.1 Daerah Kerja ... 32

5.4 Kegiatan KUD Minasari Pangandaran... 32

5.5 Permodalan KUD Minasari... 33

5.5.1 Modal Sendiri ... 34

5.5.2 Modal Sementara ... 34

5.6 Analisis Pendapatan Usaha Niaga Barang KUD Minasari ... 35

5.6.1 Analisis Keuntungan ... 35

5.6.2 Analisis Imbangan Penerimaan dan Biaya (R/C)... 36

5.7 Aspek-Aspek Kelayakan Investasi Niaga Barang... 36

5.7.1 Aspek Teknis... 37

5.7.1.1 Pembelian dan Pengadaaan Barang ... 37

5.7.1.2 Penjualan ... 38

5.7.1.3 Cara Pembayaran ... 39

5.7.2 Aspek Manajemen... 40

5.7.2.1 Organisasi... 40

5.7.2.2 Rapat Anggota... 42

5.7.2.3 Pengurus... 42

5.7.2.4 Pengawas... 44

5.7.2.5 Manajer ... 45

5.7.2.6 Anggota ... 45

5.7.3 Aspek Pasar... 47

5.7.3.1 Potensi Pasar ... 48

5.7.3.2 Pemasaran ... 49

5.7.4 Aspek Finansial... 50

5.7.4.1 Arus Penerimaan (Inflow) ... 50

5.7.4.2 Nilai Sisa (Salvage Value) ... 51

5.7.4.3 Arus Pengeluaran (Outflow)... 52

5.7.4.3.1 Biaya Investasi KUD Minasari Pangandaran... 52

5.7.4.3.2 Biaya Operasional ... 53

5.7.4.3.2.1 Biaya Tetap ... 53

5.7.4.3.2.2 Biaya Variabel... 54

5.8 Analisis Finansial ... 54

5.9 Analisis Sensitivitas ... 56

VI. KESIMPULAN DAN SARAN... 59

6.1 Kesimpulan ... 59

6.2 Saran... 60

DAFTAR PUSTAKA ... 62


(10)

DAFTAR TABEL

Halaman 1. Data Penduduk Kecamatan Pangandaran Berdasarkan Mata

Pencaharian Tahun 2004 ... 28

2. Analisis Keuntungan Usaha Niaga Barang (PSPI) KUD Minasari Tahun 2004 ... 36

3. Analisis R/C Usaha Niaga Barang (PSPI) KUD Minasari, Tahun 2004 ... 37

4. Susunan pengurus KUD Minasari periode tahun 2005-2007...44

5. Perkembangan Jumlah Anggota KUD Minasari Berdasarkan Status Keanggotaan... 48

6. Produksi Ikan di TPI-Pangandaran, Tahun 2004 ... 48

7. Rincian Biaya Tetap Niaga Barang (PSPI) Tahun 2004...53

8. Rincian Biaya Variabel Niaga Barang (PSPI) Tahun 2004...53

9. Hasil Analisis Finansial Niaga Barang (PSPI) Pada KUD Minasari Tahun 2005...55

10. Hasil Perhitungan Analisis Sensitivitas Unit Usaha Niaga Barang (PSPI) Pada KUD Minasari di Pangandaran Tahun 2005...56

11. Hasil Perhitungan Analisis Sensitivitas Unit Usaha Niaga Barang (PSPI) Pada KUD Minasari di Pangandaran Tahun 2005...57 12. Hasil Perhitungan Analisis Sensitivitas Unit Usaha Niaga Barang


(11)

KABUPATEN CIAMIS, JAWA BARAT

Oleh :

GINNA GISTINDAR

C44102066

PROGRAM STUDI

MANAJEMEN BISNIS DAN EKONOMI PERIKANAN-KELAUTAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2006


(12)

ABSTRAK

GINNA GISTINDAR. Analisis Kelayakan Penambahan Investasi Pada Aktivitas Penyediaan Sarana Penangkapan Ikan di KUD Minasari

Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Dibimbing oleh DINARWAN dan NARNI FARMAYANTI.

Koperasi Unit Desa (KUD) Minasari Pangandaran merupakan koperasi yang bergerak dalam bidang perikanan. Koperasi ini diharapkan dapat membantu nelayan yang ada di wilayah Kecamatan Pangandaran untuk meningkatkan pendapatan melalui peningkatan produksi dan produktivitas, perluasan kesempatan kerja dan berusaha, perbaikan pemasaran hasil perikanan.

Salah satu usaha yang dijalankan KUD Minasari adalah unit usaha Niaga Barang (Penyediaan Sarana Penangkapan Ikan). Kegiatan usaha ini bergerak dalam bidang penyediaan sarana penangkapan ikan bagi nelayan untuk melaut, seperti jaring, mesin kapal, suku cadang mesin kapal, BBM, box ikan, senar jaring, dan lain-lain. Kegiatan usaha ini sangat membantu nelayan dalam kelancaran aktivitas sehari-harinya, yaitu melaut.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keuntungan usaha, kelayakan penambahan nvestasi yang ditanamkan pada usaha ini, dan sensitivitas terhadap kemungkinan terjadinya perubahan-perubahan harga input maupun output. Alat analisis yang digunakan untuk menganalisis keuntungan unit usaha Niaga Barang (PSPI) di KUD Minasari Pangandaran, adalah analisis usaha selama satu tahun yaitu pada tahun 2004, sedangkan untuk mengetahui apakah usaha tersebut layak atau tidak untuk dijalankan maka digunakan analisis kelayakan investasi yang terdiri atas NPV, Net B/C, IRR dan analisis sensitivitas.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis usaha tahun 2004 yang telah dilakukan memperoleh keuntungan yang cukup besar yaitu sebesar Rp

38.781.109,00, dan R/C sebesar 1,10. Berdasarkan hasil perhitungan analisis kelayakan penambahan investasi, usaha ini layak untuk di jalankan Selanjutnya analisis sensitivitas dilakukan terhadap kenaikan harga pembelian BBM sebesar 60%, hasil analisis menunjukkan bahwa usaha ini tidak layak untuk dijalankan. Analisis sensitivitas dilakukan juga terhadap kenaikan harga pembelian Bahan Alat Perikanan (BAP) sebesar 10%, hasil analisis menunjukkan bahwa usaha ini layak untuk dijalankan.


(13)

KABUPATEN CIAMIS, JAWA BARAT

Skripsi

Sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Perikanan pada Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Institut Pertanian Bogor

Oleh

Ginna Gistindar C44102066

PROGRAM STUDI

MANAJEMEN BISNIS DAN EKONOMI PERIKANAN-KELAUTAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2006


(14)

PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI DAN SUMBER

INFORMASI

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul :

ANALISIS KELAYAKAN PENAMBAHAN INVESTASI PADA

AKTIVITAS PENYEDIAAN SARANA PENANGKAPAN IKAN DI KUD MINASARI KECAMATAN PANGANDARAN, KABUPATEN CIAMIS, JAWA BARAT

Adalah benar merupakan hasil karya sendiri dan belum diajukan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi manapun. Semua sumber data dan informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir skripsi ini.

Bogor, Maret 2006

GINNA GISTINDAR C44102066


(15)

Ciamis, Jawa Barat Nama Mahasiswa : Ginna Gistindar

Nomor Pokok : C44102066

Disetujui,

Pembimbing I Pembimbing II

Ir. Dinarwan, MS Ir. Narni Farmayanti, M.Sc NIP: 131789335 NIP: 131918658

Mengetahui

Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Dr. Ir. Kadarwan Soewardi NIP: 130805031


(16)

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Bandung pada tanggal 11 Februari 1984 dari Ayah Ir. H. Endan Kusnendar dan Ibu Tien Syamsiar. Penulis merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Pendidikan formal yang dilalui penulis yaitu : SMUN 2 Bandung lulus tahun 2002.

Pada tahun yang sama (2002) penulis lulus seleksi masuk Institut Pertanian Bogor melalui jalur UMPTN. Penulis memilih Program Studi Manajemen Bisnis dan Ekonomi Perikanan Kelautan, Departemen Sosial Ekonomi Perikanan dan Kelautan.

Selama berkuliah di IPB penulis mengikuti beberapa organisasi kemahasiswaan diantaranya :

- Endevour Marine and Fisheries Music Choir

- Baracuda Music Club (BMC) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan - Himpunan Mahasiswa Sosial Ekonomi Perikanan (Himasepa) - Himpunan mahasiswa daerah, Forum Komunikasi dan Silaturahmi

Kabupaten Subang (Fokkus).

Pada tanggal 15 Maret 2006 penulis dinyatakan lulus dari Program Studi Manajemen Bisnis dan Ekonomi Perikanan-Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor dengan judul skripsi “ ANALISIS KELAYAKAN PENAMBAHAN INVESTASI PADA AKTIVITAS

PENYEDIAAN SARANA PENANGKAPAN IKAN PADA KUD MINASARI DI KECAMATAN PANGANDARAN, KABUPATEN CIAMIS, JAWA BARAT”


(17)

Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan limpahan rahmat, karunia, dan kasih sayang yang tidak terbatas, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan hasil penelitian yang berjudul

“Analisis Kelayakan Penambahan Investasi Pada Aktivitas Penyediaan Sarana Penangkapan Ikan Pada KUD Minasari Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat”

Laporan hasil penelitian ini, merupakan salah satu syarat bagi mahasiswa untuk memperoleh gelar Sarjana pada Program Studi Manajemen Bisnis dan Ekonomi Perikanan-Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan SEI 37, 38, dan khususnya SEI 39 atas segala motivasi dan bantuan yang diberikan, Bapak Ir. Dinarwan,M.S dan Ir. Narni Farmayanti, M.Sc, selaku komisi pembimbing yang telah memberikan masukan selama pembuatan dan penyelesaian laporan hasil penelitian ini.

Penulis menyadari laporan hasil penelitian ini belum sempurna, dengan demikian tidak tertutup kemungkinan dilakukan perbaikan dan perubahan agar dapat sesuai dengan kondisi penelitian dan tujuan penelitian.

Bogor, Maret 2006


(18)

DAFTAR ISI

Halaman

DAFTAR TABEL ... vii

DAFTAR GAMBAR... viii

DAFTAR LAMPIRAN ...ix

I. PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 2

1.2 Perumusan Masalah ... 2

1.3 Tujuan dan Kegunaan ... 3

II. TINJAUAN PUSTAKA...5

2.1 Koperasi ... 5

2.1.1 Tujuan dan Peranan Koperasi ... 7

2.1.2 Manfaat Koperasi...7

2.2 Koperasi Perikanan ... 8

2.3 Analisis Usaha... 9

2.3.1 Analisis Pendapatan Usaha ... 9

2.3.2 Analisis Imbangan Penerimaan dan Biaya... 10

2.4 Analisis Kelayakan Investasi ... 10

2.5 Aspek-Aspek Kelayakan Investasi... 10

2.5.1 Aspek Teknis... 11

2.5.2 Aspek Manajemen... 11

2.5.3 Aspek Pemasaran ... 12

2.5.4 Aspek Finansial... 13

2.6 Discounted Cash Flow Method... 14

2.7 Analisis Sensitivitas ... 15

III. KERANGKA PENDEKATAN STUDI ... 17

IV. METODOLOGI... 20

4.1 Metode Penelitian ... 20

4.2 Jenis dan Sumber Data ... 20

4.3 Metode Pengambilan Data ... 21

4.4 Metode Analisis Data... 22

4.4.1 Analisis Pendapatan Usaha ... 22

4.4.2 Analisis Imbangan Penerimaan dan Biaya (R/C)... 22

4.4.3 Nilai Penyusutan ... 23

4.4.4 Analisis Kelayakan Investasi ... 23

4.4.5 Analisis Sensitivitas ... 24

4.5 Konsep dan Pengukuran... 25


(19)

5.2 Sejarah KUD Minasari... 29

5.3 Keadaan Umum KUD Minasari... 31

5.3.1 Daerah Kerja ... 32

5.4 Kegiatan KUD Minasari Pangandaran... 32

5.5 Permodalan KUD Minasari... 33

5.5.1 Modal Sendiri ... 34

5.5.2 Modal Sementara ... 34

5.6 Analisis Pendapatan Usaha Niaga Barang KUD Minasari ... 35

5.6.1 Analisis Keuntungan ... 35

5.6.2 Analisis Imbangan Penerimaan dan Biaya (R/C)... 36

5.7 Aspek-Aspek Kelayakan Investasi Niaga Barang... 36

5.7.1 Aspek Teknis... 37

5.7.1.1 Pembelian dan Pengadaaan Barang ... 37

5.7.1.2 Penjualan ... 38

5.7.1.3 Cara Pembayaran ... 39

5.7.2 Aspek Manajemen... 40

5.7.2.1 Organisasi... 40

5.7.2.2 Rapat Anggota... 42

5.7.2.3 Pengurus... 42

5.7.2.4 Pengawas... 44

5.7.2.5 Manajer ... 45

5.7.2.6 Anggota ... 45

5.7.3 Aspek Pasar... 47

5.7.3.1 Potensi Pasar ... 48

5.7.3.2 Pemasaran ... 49

5.7.4 Aspek Finansial... 50

5.7.4.1 Arus Penerimaan (Inflow) ... 50

5.7.4.2 Nilai Sisa (Salvage Value) ... 51

5.7.4.3 Arus Pengeluaran (Outflow)... 52

5.7.4.3.1 Biaya Investasi KUD Minasari Pangandaran... 52

5.7.4.3.2 Biaya Operasional ... 53

5.7.4.3.2.1 Biaya Tetap ... 53

5.7.4.3.2.2 Biaya Variabel... 54

5.8 Analisis Finansial ... 54

5.9 Analisis Sensitivitas ... 56

VI. KESIMPULAN DAN SARAN... 59

6.1 Kesimpulan ... 59

6.2 Saran... 60

DAFTAR PUSTAKA ... 62


(20)

DAFTAR TABEL

Halaman 1. Data Penduduk Kecamatan Pangandaran Berdasarkan Mata

Pencaharian Tahun 2004 ... 28

2. Analisis Keuntungan Usaha Niaga Barang (PSPI) KUD Minasari Tahun 2004 ... 36

3. Analisis R/C Usaha Niaga Barang (PSPI) KUD Minasari, Tahun 2004 ... 37

4. Susunan pengurus KUD Minasari periode tahun 2005-2007...44

5. Perkembangan Jumlah Anggota KUD Minasari Berdasarkan Status Keanggotaan... 48

6. Produksi Ikan di TPI-Pangandaran, Tahun 2004 ... 48

7. Rincian Biaya Tetap Niaga Barang (PSPI) Tahun 2004...53

8. Rincian Biaya Variabel Niaga Barang (PSPI) Tahun 2004...53

9. Hasil Analisis Finansial Niaga Barang (PSPI) Pada KUD Minasari Tahun 2005...55

10. Hasil Perhitungan Analisis Sensitivitas Unit Usaha Niaga Barang (PSPI) Pada KUD Minasari di Pangandaran Tahun 2005...56

11. Hasil Perhitungan Analisis Sensitivitas Unit Usaha Niaga Barang (PSPI) Pada KUD Minasari di Pangandaran Tahun 2005...57 12. Hasil Perhitungan Analisis Sensitivitas Unit Usaha Niaga Barang


(21)

Halaman 1. Bagan Alur Kerangka Pendekatan Studi... 19 2. Struktur Organisasi Niaga Barang (PSPI) KUD Minasa ... 42 3. Saluran Distribusi Sarana dan Prasarana Niaga Barang (PSPI)


(22)

DAFTAR

LAMPIRAN

Halaman 1. Peta Kabupaten Ciamis ... 65 2. Struktur Organisasi KUD Minasari Pangandaran Tahun 2005... 66 3. Data Penjualan Per Tahun Niaga Barang (PSPI) KUD Minasari

Periode Tahun 2000-2004 ... 67 4. Data Pembelian Per Tahun Niaga Barang (PSPI) KUD Minasari

Periode Tahun 2000-2004 ... 68 5. Analisis Usaha Per Tahun Niaga Barang (PSPI) KUD Minasari

Pangandaran Periode Tahun 2000-2004 ... 69 6. Komponen Biaya Investasi Niaga Barang (PSPI) KUD Minasari

Tanpa Penambahan Investasi ... 70 7. Komponen Tambahan Biaya Investasi Niaga Barang (PSPI) KUD

Minasari Pangandaran... 71 8. Komponen Biaya Investasi Niaga Barang (PSPI) KUD Minasari

Pangandaran dengan Penambahan Investasi... 72 9. Daftar Komponen Investasi, Umur Teknis dan Perhitungan

Biaya Penyusutan Niaga Barang (PSPI) KUD Minasari Tanpa

Penambahan Investasi ... 73 10. Daftar Komponen Investasi, Umur Teknis dan Perhitungan

Biaya Penyusutan Niaga Barang (PSPI) KUD Minasari Dengan

Penambahan Investasi ... 74 11. Pengembalian Pokok Pinjaman dan Bunga Pinjaman75

12. Cash Flow Analisis Usaha Niaga Barang (PSPI) KUD Minasari

Pangandaran ... 76 13. Analisis Sensitivitas Akibat Penurunan Volume Penjualan Bahan Alat

Perikanan (BAP) Sebesar 26%... 78 14. Analisis Sensitivitas Akibat Penurunan Volume Penjualan Bahan Konstruksi

Kapal Sebesar 20% ... 80 15. Analisis Sensitivitas Akibat Penurunan Volume Penjualan Suku Cadang

Mesin Sebesar 36% ... 82 16. Analisis Sensitivitas Akibat Penurunan Volume Penjualan Barang


(23)

19. Unit Usaha Wartel dan Unit Usaha Niaga Barng (PSPI)... 89 20. Barang-Barang Yang Dijual di Unit Usaha Niaga Barang (PSPI)... 90 21. Berbagai Macam Senar, Jaring, Tambang Yang Tersedia di Unit Usaha Niaga Barang (PSPI) ... 91 22. Barang-Barang Yang Tersedia di Unit Usaha Niaga Barang (PSPI)... 92 23. Berbagai Jenis Pelampung dan BBM Yang Tersedia di Unit Usaha Niaga

Barang (PSPI)... 93 24. Berbagai Ukuran Box Ikan Yang Tersedia dan Kegiatan Pelelangan Ikan di

TPI KUD Minasari Pangandaran ... 94 25. Jenis Kapal dan Alat Tangakap Yang Digunakan Nelayan Pangandaran... 95


(24)

I.

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Indonesia memiliki potensi yang besar dalam sektor perikanan dan kelautan, khususnya subsektor perikanan laut. Hal ini ditunjang dengan

kenyataan yang dimiliki negara Indonesia yaitu dua per tiganya merupakan lautan seluas 5,3 juta km²,dan ditaburi 17.500 lebih pulau, dengan garis pantai sepanjang 81.000 km. Dengan adanya hal ini, Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki keanekaragaman sumberdaya hayati laut terbesar (mega marine biodiversity), (Polunin 1983 diacu dalam Dahuri 2003). Dari potensi tersebut, perikanan merupakan salah satu primadona sumber devisa negara dari sektor non migas.

Ciamis merupakan salah satu kabupaten yang memiliki potensi perikanan dan kelautan. Wilayah Selatan Kabupaten Ciamis berbatasan langsung dengan garis pantai samudra Indonesia yang membentang panjang, dengan garis pantai mencapai 91 km. Dengan adanya garis pantai tersebut, maka Kabupaten Ciamis memiliki wilayah laut seluas 67.340 Ha atau 532 km², yang berada di enam kecamatan (Biro Pusat Statistik Kabupaten Ciamis 2004).

Salah satu kecamatan yang berpotensi besar dalam pembangunan perikanan Kabupaten Ciamis adalah kecamatan Pangandaran. Sebagian besar masyarakat Pangandaran bermata pencaharian sebagai nelayan, dengan hal tersebut maka pendapatan masyarakat tergantung kepada potensi perikanan di perairan setempat.

Sektor perikanan yang meliputi subsektor perikanan laut dan subsektor perikanan darat, pada umumnya dikelola oleh masyarakat nelayan dalam skala usaha relatif kecil. Nelayan hanya berperan dalam hal penangkapan, sedangkan pemasaran dan tingkat harga masih dikuasai pedagang besar dan tengkulak (Sekilas Pandang KUD Minasari Pangandaran 2004). Hal ini mempengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat nelayan di Pangandaran.

Mengingat kondisi masyarakat nelayan yang lemah dan terbatas dalam menghadapi pasar dan segala kesulitan yang ada, maka akan menjadi alasan yang


(25)

tepat untuk mewujudkan suatu wadah bersama, yang bertujuan untuk mengatasi kesulitan hidup dan mencapai kesejahteraan bersama. Oleh karena itu, guna meningkatkan taraf hidup nelayan di Kecamatan Pangandaran, maka didirikanlah Koperasi Unit Desa (KUD) Minasari.

Koperasi Unit Desa (KUD) Minasari Kecamatan Pangandaran Kabupaten Ciamis, merupakan koperasi yang bergerak dalam bidang perikanan. Koperasi ini diharapkan dapat membantu nelayan yang ada di wilayah Kecamatan

Pangandaran untuk meningkatkan pendapatan melalui peningkatan produksi dan produktivitas, perluasan kesempatan kerja dan berusaha, perbaikan pemasaran hasil perikanan, dan pemenuhan kebutuhan nelayan untuk menangkap ikan.

Salah satu usaha yang dijalankan KUD Minasari adalah kegiatan usaha Niaga Barang (Penyediaan Sarana Penangkapan Ikan). Kegiatan usaha ini bergerak dalam bidang penyediaan sarana penangkapan ikan bagi nelayan untuk melaut, seperti jaring, mesin kapal, suku cadang mesin kapal, BBM, box ikan, senar jaring, dan lain-lain. Kegiatan usaha ini sangat membantu nelayan dalam kelancaran aktivitas sehari-harinya yaitu melaut, yang merupakan sumber nafkah bagi kelangsungan hidupnya, tetapi tidak semua kebutuhan nelayan terpenuhi dengan adanya unit usaha Niaga Barang ini, karena tidak semua peralatan dan barang tersedia di Niaga Barang KUD Minasari. Sehubungan dengan adanya kondisi tersebut, maka unit uaha Niaga Barang KUD Minasari berupaya meningkatkan pengelolaan dan akan melakukan pengembangan kegiatan

usahanya, agar semua kebutuhan nelayan untuk melaut terpenuhi, sehingga tidak akan melakukan transaksi di tempat usaha lain.

1.1 Perumusan Masalah

Untuk meningkatkan kualitas pelayanan kegiatan usaha niaga barang (PSPI) di KUD Minasari, maka KUD Minasari akan berupaya melakukan perbaikan dan pengembangan pada sarana fisik bangunan untuk kegiatan usaha Niaga Barang tersebut, juga perbaikan pada sistem manajemen dan peningkatan dalam penyediaan sarana-sarana yang berhubungan dengan kebutuhan nelayan untuk melaut.


(26)

3

Upaya perbaikan dan peningkatan jasa layanan kegiatan usaha niaga barang (PSPI) yang akan dilaksanakan KUD Minasari ini, diharapkan akan menarik nelayan-nelayan di wilayah Kecamatan Pangandaran tersebut untuk melakukan transaksi di KUD Minasari dan tidak bertransaksi ke tempat lain guna memenuhi kebutuhan-kebutuhan melautnya.

Upaya perbaikan, peningkatan pelayanan dan penyediaan sarana penangkapan ikan KUD Minasari Kecamatan Pangandaran ini, diduga akan memerlukan biaya dan investasi yang tidak sedikit. Investasi tersebut diperlukan untuk pembangunan sarana perbaikan fisik dan peningkatan penyediaan sarana penangkapan ikan yang sudah ada saat ini. Kegiatan investasi tersebut perlu dipertanggungjawabkan dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu rencana pengembangan unit usaha Niaga Barang KUD Minasari Pangandaran ini perlu dicermati dengan hati-hati.

Terkait dengan hal-hal di atas, maka permasalahan yang dirumuskan adalah :

1) Bagaimana gambaran umum organisasi dan kegiatan usaha KUD Minasari pada saat ini? Apakah upaya perbaikan dan peningkatan penyediaan sarana penangkapan ikan, Niaga Barang (PSPI) KUD Minasari Pangandaran dapat dilakukan, mengingat adanya keterbatasan-keterbatasan yang ada? 2) Bagaimana kondisi keutungan Niaga Barang (PSPI) KUD Minasari?

Apakah mendukung terhadap upaya perbaikan dan peningkatan penyediaan sarana untuk kegiatan usaha Niaga Barang (PSPI) KUD Minasari Pangandaran?

3) Apakah upaya peningkatan penyediaan sarana penangkapan ikan, Niaga Barang (PSPI) KUD Minasari Pangandaran layak dilakukan, dilihat dari berbagai sisi atau pendekatan?

1.3 Tujuan dan Kegunaan

Tujuan dari penelitian ini adalah :

1) Mengetahui tingkat keuntungan yang diperoleh unit usaha Niaga Barang KUD Minasari Pangandaran


(27)

2) Menganalisis kelayakan penambahan investasi unit usaha Niaga Barang (PSPI) KUD Minasari terhadap upaya peningkatan penyediaan sarana penangkapan ikan, Niaga Barang (PSPI) KUD Minasari Pangandaran. 3) Menganalisis sensitivitas terhadap studi kelayakan, pada upaya

peningkatan penyediaan sarana penangkapan ikan pada Niaga Barang (PSPI) KUD Minasari Pangandaran.

Kegunaan dari penelitian ini adalah :

1) Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana pada program studi Manajemen Bisnis dan Ekonomi Perikanan-Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

2) Sebagai media latihan dalam meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam mengidentifikasi dan merumuskan serta memecahkan masalah yang berkaitan dengan KUD Minasari di Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Ciamis, khususnya unit usaha Niaga Barang (PSPI).

3) Bahan masukan bagi KUD Minasari Pangandaran dalam upaya pengembangan kegiatan usahanya.

4) Rujukan bagi Dinas Koperasi Kabupaten Ciamis, dalam upaya pengembangan koperasi-koperasi yang ada di Kabupaten Ciamis.


(28)

III. KERANGKA PENDEKATAN STUDI

Kabupaten Ciamis memiliki potensi yang sangat besar , dalam hal perikanan dan kelautan, khususnya sub sektor perikanan laut. Serta hal tersebut memberikan kontribusi yang positif bagi peningkatan pendapatan dan pemasukan bagi Kabupaten Ciamis, juga bagi para masyarakat yang bermata pencaharian sebagai nelayan yang banyak terdapat di wilayah Kecamatan Pangandaran. Kecamatan Pangandaran merupakan wilayah kecamatan yang berada di bagian Selatan Kabupaten Ciamis. Wilayah kecamatan ini, berpotensi besar dalam hal perikanan dan kelautan, karena Kecamatan Pangandaran ini merupakan daerah pantai. Mayoritas pekerjaan penduduk Kecamatan Pangandaran ini adalah sebagai nelayan, yang penghasilannya tergantung kepada keadaan wilayah

perairan daerah tersebut. Dengan adanya penghasilan yang tidak menetap bagi nelayan, dan tidak adanya kepastian harga penjualan ikan hasil tangkapan dan tidak adanya penyediaan sarana untuk pemenuhan kebutuhan melautnya. Maka didirikanlah suatu wadah yang akan meningkatkan kesejahteraan dan memenuhi kebutuhan nelayan daerah tersebut.

Wadah tersebut adalah Koperasi Unit Desa (KUD) Minasari Pangandaran. KUD ini, merupakan fasilitator dalam usaha pengelolaan dan pemanfaatan potensi dari sektor perikanan dan kelautan untuk dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir yang ada di wilayah kecamatan Pangandaran dan sekitarnya.

KUD Minasari Pangandaran memiliki banyak kegiatan usaha, yaitu : Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Niaga Barang (Penyediaan Sarana Penangkapan Ikan), Warung Telekomunikasi (Wartel), Penginapan atau Wisma, Usaha Simpan Pinjam (USP), Kerjasama Listrik, dan traktor untuk sawah. Salah satu kegiatan usaha yang akan dianalisis adalah kegiatan usaha Niaga Barang. Kegiatan usaha ini bergerak dalam hal penyediaan sarana penangkapan ikan bagi nelayan. Jenis sarananya berupa Bahan Alat Perikanan (BAP) : jaring, senar jaring, pancing, pelampung, waring, dan lain-lain, Suku Cadang Mesin, BBM, Bahan Konstruksi Kapal, Barang Kelontong, Ban.


(29)

memiliki arti bahwa keanggotaan tidak dilakukan pembatasan atau diskriminasi dalam bentuk apapun.

2. Pengelolaan dilakukan secara demokratis

Prinsip ini menunjukan bahwa pengelolaan koperasi dilakukan atas dasar kehendak dan keputusan para anggota, hal ini dikarenakan para anggotalah yang memegang dan melaksanakan kekuasan tertinggi dalam koperasi. 3. Pembagian SHU dilakukan secara adil dan sebanding dengan besarnya

jasa usaha masing-masing anggota.

4. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal

Pemberian balas jasa terhadap modal tidak didasarkan semata-mata atas besarnya modal yang diberikan oleh anggota, tetapi wajar dan tidak melebihi suku bunga yang berlaku.

5. Kemandirian

Prinsip ini mengandung arti bahwa koperasi dapat berdiri sendiri tanpa bergantung pada pihak lain. Di samping itu kemandirian mempunyai pengertian kebebasan yang bertangung jawab, otonomi, swadaya, berani mempertanggungjawabkan perbuatan sendiri dan berkehendak untuk mengelola sendiri secara mandiri.

Hendrojogi (2002) menyebutkan bahwa dalam kongres ICA (The International Cooperative Alliance) yang ke-23 yang diadakan di Vienna pada tahun 1966, ditetapkan azas koperasi yang harus dipatuhi oleh semua jenis koperasi. Enam azas tersebut yaitu:

1. Keanggotaan sukarela dan terbuka. 2. Pengelolaan secara demokrasi 3. Bunga yang terbatas atas modal

4. Pembagian sisa hasil usaha kepada anggota secara proposional dengan transaksi.

5. Pendidikan koperasi. 6. Kerjasama antar koperasi.


(30)

7

2.1.1 Tujuan dan Peranan Koperasi

Menurut Undang-Undang No. 25 tahun 1992 tentang perkoperasian, koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan

masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur

berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Tujuan koperasi itu bukan untuk mengejar keuntungan semata-mata, tetapi yang utama adalah memberikan jasa-jasa agar para anggotanya bersemangat dan bergairah kerja, sehingga tercapai peningkatan pendapatannya. Dalam hal memberikan jasa-jasa, koperasi selain berjuang untuk memberikan fasilitas untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan para anggotanya juga memberikan bimbingan dan usaha pembinaan kepada anggotanya. Agar mereka dapat memperbaiki cara kerja, mutu hasil kerja dan jumlah hasil kerja sehingga dalam wadah koperasi secara terpadu dan terarah mereka dapat memberikan sumbangan besar, baik terhadap pembangunan masyarakat pedesaan, regional dan nasional

(Kartasapoetra 1987).

2.1.2 Manfaat Koperasi

Koperasi dapat memberikan tiga manfaat utama bagi anggota, yaitu manfaat ekonomi, manfaat sosial dan manfaat teknologi. Ketiga manfaat ini diberikan dalam bentuk pelayanan dari unit-unit usaha yang diselenggarakan koperasi kepada anggotanya (Saefudin 1981).

Manfaat ekonomi akan dirasakan oleh para anggotanya bila terjadi perbaikan ekonomi, yang ditandai dengan peningkatan pendapatan anggota dibandingkan dengan tidak menjadi anggota. Adanya pemenuhan kebutuhan anggota terhadap sarana produksi yang murah, kepastian menjual hasil produksi dan kepuasan memperoleh harga jual dan harga beli produk, serta pinjaman modal untuk menunjang kegiatan produksi. Manfaat tersebut dapat diperoleh anggota melalui pelayanan-pelayanan yang diberikan koperasi pada unit-unit usaha yang dikelolanya (Departemen Koperasi 1999).

Manfaat sosial akan dirasakan anggota bila terjalin kerjasama antara anggota dan masyarakat dalam menjalankan kegiatan usahanya, serta terbuka


(31)

peluang dan kesempatan kerja bagi anggota dan masyarakat dalam koperasi. Sedangkan manfaat teknologi, akan dapat dirasakan anggota melalui informasi teknologi, kegiatan pengenalan dan pengembangan teknologi baru yang

diselenggarakan oleh koperasi yang bersangkutan (Departemen Koperasi 1999). KUD Mina seperti halnya koperasi secara umum keberadaannya harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan oleh para anggota. Dengan adanya KUD Mina, maka seharusnya para nelayan yang telah menjadi anggota KUD Mina akan lebih mudah dalam memperoleh alat-alat dan perlengkapan untuk menangkap ikan dengan harga yang lebih murah, dibanding dengan harga di toko lainnya. Lebih mudah dan terjamin dalam memasarkan ikan hasil tangkapannya dengan tingkat harga yang memuaskan, dan lebih mudah dalam memperoleh modal baik dalam bentuk kredit uang maupun kredit barang seperti perahu motor (Sasono 1998).

2.2 Koperasi Perikanan

Koperasi perikanan didirikan untuk menyatukan dan menggabungkan usaha nelayan, yang umumnya masih miskin dan belum begitu maju dalam hal pengetahuan dan keterampilan. Dengan bersatu dan bekerja sama dalam sebuah koperasi perikanan para nelayan dapat mengumpulkan modal dan berusaha untuk memperbaiki usahanya dengan tidak menggantungkan nasibnya pada tengkulak atau kaum pemodal. Koperasi perikanan atau KUD Mina berfungsi sebagai pusat pelayanan berbagai kegiatan perekonomian nelayan di desa-desa pantai.

Tujuan KUD Mina sebagaimana tujuan koperasi pada umumnya (Pasal 3 UU No. 25 Tahun 1992) adalah :

1. Untuk memajukan kesejahteraan masyarakat

2. Turut serta membangun tatanan perekonomian nasional 3. Untuk memajukan kesejahteraan anggotanya

KUD Mina sebagai koperasi yang berada di daerah pantai harus memberikan manfaat bagi nelayan anggotanya. Peran dan fungsi KUD Mina sebagai wadah untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan serta dalam memberikan kemudahan bagi anggotanya. Perkembangan KUD Mina sangat penting dalam melaksanakan pelayanan kepada anggotanya. Pelayanan yang


(32)

9

optimal terhadap anggota akan memberikan rangsangan bagi anggotanya untuk terus berperan aktif dalam semua program dan pelayanan yang diberikan KUD Mina.

2.3 Analisis Usaha

Dalam menganalisis suatu usaha tani komponen yang perlu diketahui adalah penerimaan, biaya tetap (Fixed cost), biaya tidak tetap (Variable cost), dan pendapatan usaha tani. Beberapa metode analisis usaha yang biasa dipakai untuk menguji keuntungan yang diperoleh suatu usaha adalah analisis pendapatan usaha dan analisis imbangan penerimaan dan biaya (Revenue-Cost ratio) (Soekartawi 1995).

Penerimaan adalah hasil perkalian antara produksi yang diperoleh dengan harga jual. Sementara yang dimaksud dengan biaya tetap adalah biaya yang relatif tetap jumlahnya dan terus dikeluarkan walaupun produksi yang diperoleh banyak atau sedikit. Jadi besarnya tidak tergantung pada besar kecilnya produksi yang diperoleh. Sedangkan biaya tidak tetap, bergantung pada besar kecilnya produksi yang diperoleh. Selisih penerimaan dan semua biaya yang dikeluarkan disebut pendapatan usaha tani (Soekartawi 1995).

2.3.1 Analisis Pendapatan Usaha

Analisis ini bertujuan untuk mengetahui besarnya keuntungan yang diperoleh dari usaha yang dilakukan (Soekartawi 1995). Rumus ini diformulasikan sebagai berikut :

Kriteria yang digunakan :

1. Apabila penerimaan total > biaya total, maka usaha dikatakan untung.

2. Apabila penerimaan total = biaya total, maka usaha dikatakan tidak untung dan tidak rugi.

3. Apabila penerimaan total < biaya total, maka usaha dikatakan rugi. Keuntungan ( ∏ ) = Penerimaan Total – Biaya Total


(33)

2.3.2. Analisis Imbangan Penerimaan dan Biaya (Revenue-Cost ratio)

Analisis ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh setiap nilai rupiah biaya yang dipakai dalam kegiatan cabang usaha tani yang bersangkutan dapat memberikan sejumlah nilai penerimaan sebagai manfaatnya. Perhitungan yang diformulasikan adalah (Tjakcrawiralaksana 1983) :

Kriteria :

R/C > 1, usaha menguntungkan R/C = 1, usaha pada titik impas R/C < 1, usaha merugikan

2.4 Analisis Kelayakan Investasi

Analisis kelayakan investasi dilakukan untuk melihat besarnya manfaat yang diperoleh, dan besarnya biaya yang harus dikeluarkan. Kegiatan investasi merupakan kegiatan yang mempunyai konsekuensi yang sangat besar, sehingga diperlukan sikap kehati-hatian dalam perencanaan dan pelaksanaanya. Sehingga dengan melakukan analisis kelayakan ini, akan menghasilkan suatu proyek atau usaha yang menguntungkan.

Kadariah et. al (1999), menyatakan bahwa analisis investasi dilakukan untuk menunjukkan dan membahas apakah suatu usaha layak atau tidak untuk dilaksanakan dengan melihat umur investasi, nilai waktu uang (Time Value of Money), serta perubahan-perubahan yang terjadi baik dari segi input maupun output usaha tersebut.

2.5 Aspek-Aspek Kelayakan Investasi

Untuk melakukan studi kelayakan investasi, terlebih dahulu harus

menentukan dan mempertimbangkan aspek-aspek apa saja yang akan dipelajari. Aspek-aspek ini digunakan secara bersama-sama, dan semua aspek-aspek ini saling berhubungan. Maksudnya, jika suatu putusan mengenai satu aspek maka akan mempengaruhi putusan-putusan terhadap aspek lain (Gittinger 1986).

R/C = Penerimaan Total Biaya Total


(34)

11

Ada beberapa aspek yang digunakan sebagai bahan evaluasi pada analisis kelayakan investasi, yaitu : aspek teknis, aspek manajemen, aspek organisasi, aspek financial, dan aspek pemasaran. Untuk setiap aspek tersebut terdapat suatu macam analisis yang didalam analisisnya menitikberatkan penggunaan aspek-aspek tersebut, yaitu analisis finansial. Analisis finansial adalah analisis yang melihat proyek dari sudut badan-badan atau orang-orang yang menanam modalnya dalam proyek atau yang berkepentingan langsung dalam proyek (Kadariah et. al 1999).

2.5.1 Aspek Teknis

Aspek teknis adalah analisis secara teknis yang berhubungan dengan input proyek (penyediaan) dan output (produksi), berupa barang-barang nyata dan jasa-jasa. Hal ini sangat penting dan harus dibuat secara jelas, agar analisa secara teknis dapat dilakukan secara teliti. Setiap aspek dapat berjalan dengan lancar, apabila aspek secara teknis dapat dilakukan.

Analisis secara teknis akan menguji hubungan-hubungan teknis yang mungkin ada atau terdapat di dalam suatu proyek. Dengan adanya analisa secara teknis akan dapat menentukan hasil-hasil yang potensial di unit usaha Niaga Barang (PSPI) KUD Minasari Pangandaran. Manfaat lain penggunaan analisa secara teknis yaitu akan dapat mengidentifikasi perbedaan-perbedaan yang terdapat dalam informasi yang harus dipenuhi baik sebelum perencanaan proyek atau pada tahap awal pelaksanaan (Gittinger 1986).

2.5.2 Aspek Manajemen

Aspek ini menyangkut kemampuan staf proyek untuk menjalankan administrasi aktivitas dalam ukuran besar. Keahlian manajemen hanya dapat dievaluasikan secara subjektif, tetapi meskipun demikian kalau hal ini tidak mendapat perhatian khusus, maka akan menyebabkan kemungkinan pengambilan keputusan yang kurang realistis dalam proyek yang direncanakan (Kadariah et. al 1999).

Aspek manajemen ini merupakan hal-hal yang menyangkut bentuk usaha kemampuan staf proyek untuk menjalankan aktivitas administrasinya, dengan


(35)

garis wewenang dan tanggung jawab yang sudah jelas, serta kebutuhan upah tenaga kerja (Gittinger 1986).

Manajemen merupakan suatu proses yang di dalamnya terdapat beberapa unsur yang sangat berkaitan dengan kepemimpinan. Manajemen mengandung beberapa implikasi bahwa adanya rangkaian kegiatan usaha bersama dalam mencapai tujuan, yang didalamnya mencerminkan kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, memimpin dan mengawasi (Stoner 1978).

Menurut Stoner (1978) fungsi dari manajemen adalah untuk menjalankan roda organisasi melalui kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian.

2.5.3 Aspek Pemasaran

Yang termasuk dalam aspek pemasaran dari suatu proyek adalah rencana pemasaran output dan penyediaan input yang dibutuhkan untuk kelangsungan dan pelaksanaan proyek.

Analisis teknik pemasaran merupakan sangat penting untuk meyakinkan bahwa terdapat suatu permintaan yang efektif , pada suatu harga yang

menguntungkan. Menurut Gittinger (1986), di dalam aspek pemasaran ada beberapa hal pertanyaan yang harus diperhatikan, yaitu : ke mana saja produk akan dijual?, Apakah proyek secara finansial masih dapat terus berjalan pada tingkat harga yang baru atau sudah naik?, Berapa besar porsi (share) yang akan dikuasai oleh suatu usaha?, Apakah proyek menghasilkan kualifikasi atau kualitas barang yang diminta oleh pasar? Rencana finansial apa yang diperlukan untuk memasarkan output, dan persyaratan khusus yang bagaimana yang diperlukan dalam proyek untuk membiayai pemasaran.

Analisis aspek pemasaran dilakukan dengan menggunakan bauran pemasaran, yaitu seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan pemasaran dalam pasar sasarannya. Alat-alat pemasaran dapat diklasifikasikan ke dalam empat unsur (Kotler et. al 1997), yaitu :

a) Produk

Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian untuk dibeli, digunakan atau dikonsumsi dalam rangka


(36)

13

memenuhi kebutuhan yang mencangkup kualitas, rancangan, bentuk, merek dan kemasan produk.

b) Harga

Harga adalah jumlah uang yang pelanggan atau konsumen bayarkan untuk memiliki atau menggunakan produk dan jasa tertentu. Harga merupakan satu-satunya unsur bauran pemasaran yang menghasilkan pendapatan, sedangkan unsur lainnya menghasilkan biaya. Penentuan harga harus sebanding dengan penawaran nilai kepada pelanggan, agar pelanggan tidak beralih ke produk pesaing.

c) Distribusi

Distribusi adalah kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk menjadikan produk tersedia dan mudah didapat oleh pelanggan sasaran melalui pengidentifikasian saluran pemasaran yang efisien. Saluran pemasaran adalah serangkaian organisasi yang saling tergantung, dan yang terlibat dalam proses untuk menjadikan suatu produk atau jasa siap digunakan untuk dikonsumsi.

d) Promosi

Promosi adalah semua kegiatan yang dilakukan suatu perusahaan untuk mengkomunikasikan dan mempromosikan produknya kepada pasar sasaran. Perusahaan di dalamnya harus mempekerjakan, melatih dan memotivasi tenaga penjualannya, dan harus membuat program komunikasi, promosi yang terdiri dari : iklan, promosi penjualan, hubungan masyarakat, serta pemasaran langsung dan online. Untuk menetapkan bauran promosinya, perusahaan harus memperhatikan jenis produk dan jenis pasar, keadaan kesiapan pembeli, serta daur hidup produk yang bersangkutan. Berbagai kegiatan promosi tersebut menuntut adanya koordinasi yang kuat untuk memperoleh dampak yang optimum.

2.5.4 Aspek Finansial

Studi mengenai aspek finansial bertujuan untuk mengetahui perkiraan pendanaan dan aliran kas dari suatu proyek bisnis, sehingga dapat diketahui layak atau tidaknya rencana bisnis yang dimaksud. Usaha ini bertujuan untuk


(37)

memperoleh keuntungan (profit). Analisis kelayakan finansial digunakan dalam pengolahan data untuk melihat kelayakan usaha yang dijalankan.

Aspek finansial ini menyangkut terutama membandingkan antara

pengeluaran uang dengan penerimaan atau pendapatan. Yaitu apakah dana yang diperlukan dalam proyek tersebut akan terjamin, apakah proyek tersebut akan mampu untuk mengembalikan dana tersebut dan apakah proyek tersebut akan berkembang sedemikian rupa sehingga secara finansial dapat berdiri sendiri (Kadariah 1999).

Tujuan utama dari analisa finansial ini adalah untuk menentukan berapa banyak peserta didalamnya, yang menggantungkan kehidupannya pada suatu usaha tersebut. Analisis ini dimaksudkan untuk membuat proyeksi mengenai anggaran yang akan mengestimasi penerimaan dan pengeluaran bruto pada masa yang akan datang setiap tahun. Termasuk biaya yang berhubungan dengan produksi dan pembayaran-pembayaran kredit yang harus dikeluarkan, agar dapat menentukan berapa besar pendapatan yang diterima, sebagai balas jasa tenaga kerja, keahlian manajemen, dan modal mereka (Gittinger 1986).

2.6 Discounted Cash Flow Method

Teknik ini merupakan suatu teknik yang dapat menurunkan manfaat yang diperoleh pada masa yang akan datang, dan arus biaya menjadi nilai biaya pada masa yang akan datang (Gittinger 1986). Adanya inflasi, resiko, dan reinventasi akan mengakibatkan sejumlah nilai uang pada masa sekarang lebih tinggi dari nilai dengan jumlah yang sama di masa yang akan datang.

Ada tiga kriteria penilaian investasi yang dijadikan tolak ukur penggunaan dalam metode ini dan dapat dipertangungjawabkan penggunaannya :

(1) Net Present Value (NPV)

NPV (nilai bersisa sekarang) merupakan selisih nilai kini arus manfaat dan biaya yang dihitung berdasarkan discount rate yang berlaku.

(2) Net Benefit-Cost Ratio (Net B/C)

Net B/C (rasio manfaat biaya) adalah perbandingan antara jumlah nilai kini (total present value), dari keuntungan bersih pada tahun-tahun dimana keuntungan bersih bernilai positif dengan keuntungan bersih yang bernilai negatif.


(38)

15

(3) Internal Rate of Return (IRR)

IRR adalah tingkat bunga atau tingkat pengembalian internal, dimana nilai kini dari biaya total sama dengan nilai kini dari penerimaan total. IRR dapat pula dianggap sebagai tingkat keuntungan atas investasi bersih dalam suatu proyek, dengan syarat setiap manfaat yang diwujudkan yaitu setiap selisih biaya dan keuntungan yang bernilai positif secara otomatis ditanamkan kembali pada tahun berikutnya, dan mendapat tingkat keuntungan yang sama selama sisa umur proyek. Pengertian IRR lainnya merupakan tingkat discount rate yang menjadikan NPV proyek sama dengan nol.

2.7 Analisis Sensitivitas

Melakukan analisis terhadap suatu investasi, kita harus menyadari akan adanya ketidakpastian taksiran arus yang kita buat. Kita juga harus mengetahui bahwa arus kas masuk bersih dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti (1) unit yang dijual, (2) harga jual per unit, (3) biaya tetap dan (4) biaya variabel per unit. Dengan kata lain, apabila salah satu faktor tersebut berubah maka arus kas yang diharapkan akan diperoleh pun akan berubah pula. Analisis sensitivitas mencoba menganalisis apa yang terjadi terhadap NPV proyek, apabila salah satu variabel berubah (Husnan dan Pudjiastuti 2002).

Tujuan analisis sensitivitas adalah untuk melihat apa yang akan terjadi dengan hasil analisis proyek, jika ada suatu kesalahan atau perubahan dalam dasar-dasar perhitungan biaya atau benefit. Dalam analisis sensitivitas setiap kemungkinan itu harus dicoba, yang berarti bahwa tiap kali harus diadakan analisis kembali. Ini perlu sekali, karena analisis proyek didasarkan pada proyeksi-proyeksi yang mengandung banyak ketidakpastian tentang apa yang akan terjadi di waktu yang akan datang (Kadariah et al 1999).


(39)

Kegiatan usaha Niaga Barang (PSPI) ini belum terlaksana secara

maksimal, karena belum lengkapnya sarana yang tersedia bagi nelayan, sehingga apabila barang yang dibutuhkan nelayan tidak ada di Niaga Barang (PSPI) KUD Minasari Pangandaran, maka nelayan akan mencari atau membeli ke tempat lain, bahkan kadang sampai bisa membeli ke luar daerah Jawa Barat. Dengan adanya hal tersebut dan juga melihat potensi perikanan dan kelautan yang besar, sehingga kegiatan usaha ini sangat dibutuhkan keberadaaanya bagi nelayan daerah tersebut, maka KUD Minasari Pangandaran ingin mengupayakan agar nelayan-nelayan mau melakukan transaksi di Niaga Barang (Penyediaan Sarana Penangkapan Ikan) KUD Minasari Pangandaran.

KUD Minasari akan berinvestasi untuk upaya peningkatan pelayanan, penyediaan sarana penangkapan ikan dan juga perbaikan pembangunan sarana fisik dan sistem manajemen Niaga Barang (PSPI) KUD Minasari Pangandaran. Oleh karena itu, perlu dilakukan studi kelayakan terhadap upaya peningkatan dan perbaikan pembangunan sarana fisik di Niaga Barang (PSPI).

Analisis usaha dilakukan untuk memperoleh keputusan apakah suatu usaha akan dilakukan atau tidak, setelah melihat keuntungan yang diperoleh dari usaha tersebut. Analisis usaha dilakukan dengan mengkaji tingkat pendapatan usaha dan nilai imbangan antara penerimaan dan biaya.

Apabila analisis usaha tersebut mengalami kerugian, maka perlu diadakan evaluasi kembali terhadap kegiatan usaha Niaga Barang (PSPI) , dan apabila usaha tersebut memberikan keuntungan atau manfaat, maka perlu pengkajian terhadap analisis kelayakan investasi. Yaitu dengan melihat dari aspek teknis, aspek manajemen, aspek pasar, aspek finansial.

Sarana penangkapan ikan sangat peka terhadap fluktuasi harga, oleh karena itu perlu dilakukan analisis sensitivitas untuk mengetahui kepekaan kegiatan unit usaha Niaga Barang (PSPI) dengan kemungkinan perubahan harga-harga yang terjadi. Apabila hasil analisis kelayakan investasi Niaga Barang (PSPI) menunjukan bahwa usaha tersebut layak, maka perlu dilakukan upaya pengembangan. Dan apabila dari hasil analisis kelayakan investasi niaga barang menunjukan tidak layak, maka orientasi usaha difokuskan pada unit-unit usaha lainnya yang telah ada.


(40)

19 Untung Rugi Tidak Layak Layak

Keterangan : --- Batasan penelitian

Gambar 1. Bagan Alur Kerangka Pendekatan Studi Potensi Sumberdaya

Ikan besar

Penangkapan Ikan Melimpah

KUD Minasari

Kegiatan Usaha KUD Minasari

Analisis Pendapatan Usaha Keuntungan (π)

R/C

Analisis Kelayakan Investasi - NPV (Net Present Value) - Net B/C

- IRR Sensitivitas

Implementasi Pengembangan Usaha

Pengembangan investasi terhadap upaya peningkatan penyediaan sarana dan perbaikan sarana fisik di usaha niaga

Usaha Simpan Pinjam

Traktor untuk sawah

Kerjasama listrik

Kebutuhan nelayan

Penginapan

Wartel

Tempat Pelelangan Ikan

Niaga Barang Evaluasi kegiatan usaha Nelayan banyak Analisis Sensitivitas Aspek Teknis Aspek Manajemen Aspek Pasar Aspek Finansial


(41)

4.1 Metode Penelitian

Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode studi kasus. Menurut Maxfield (1930) diacu dalam Nazir (1988) studi kasus adalah penelitian tentang status objek penelitian yang berkenaan dengan suatu fase spesifik atau khas dari keseluruhan personalitas.

Tujuan dari studi kasus adalah untuk memberikan gambaran secara mendetail tentang latar belakang, sifat-sifat serta karakter-karakter yang khas dari kasus, ataupun status dari individu, yang kemudian dari sifat-sifat khas di atas akan dijadikan suatu hal yang bersifat umum. Satuan kasus dalam penelitian ini adalah unit usaha Niaga Barang (Penyediaan Sarana Penangkapan Ikan) pada KUD Minasari Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

4.2 Jenis dan Sumber Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian adalah data text. Data text

adalah data yang diperoleh dalam bentuk alphabet maupun angka numeric, data yang dikumpulkan meliputi data karakteristik KUD Minasari, potensi KUD Minasari. Data ini tidak mengikuti kaidah yang telah ditentukan sebelumnya, dapat berbentuk apa saja dan yang menentukan arti dari data tersebut adalah interpretasinya (Fauzi 2001).

Berdasarkan sumbernya, data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan para informan yaitu meliputi : manajer KUD Minasari, karyawan-karyawan KUD Minasari, manajer unit usaha Niaga Barang (PSPI), serta karyawan-karyawannya, dan juga nelayan-nelayan Kecamatan Pangandaran, dan sumber lain yang terkait dengan KUD Minasari Pangandaran, serta melalui pengamatan langsung dilokasi penelitian. Data primer yang dikumpulkan meliputi gambaran tentang usaha yang dilakukan, biaya investasi, biaya operasional, sumber modal, volume penjualan dan volume pembelian.


(42)

21

Data sekunder diperoleh dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten

Ciamis, Biro Pusat Statistik Kabupaten Ciamis, Kecamatan Pangandaran Kabupaten

Ciamis, dan lembaga atau instansi yang terkait atau berhubungan dengan penelitian

ini. Data yang diperoleh berupa, data potensi perikanan, profil daerah Kecamatan,

data produksi perikanan, data geografi, dan data lain, serta literatur yang menunjang

dalam penelitian ini.

4.3

Metode Pengambilan Data

Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan

metode sebagai berikut :

a.

Studi pustaka dan survei pendahuluan

Metode ini dilakukan sebagai langkah awal untuk mengetahui kondisi umum

lokasi penelitian, serta membantu pengumpulan informasi-informasi terdahulu yang

berkaitan dengan penelitian. Studi kepustakaan dilakukan dengan cara

mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah buku-buku, majalah-majalah,

dokumen-dokumen yang berkaitan dengan tujuan penelitian (Singarimbun 1985).

b.

Wawancara

Wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian

dengan cara tanya jawab, sambil bertatap muka antara penanya atau pewawancara

dengan penjawab atau informan dengan menggunakan alat yang dinamakan

interview

guide

(panduan wawancara). Wawancara dilakukan langsung dengan pimpinan, para

karyawan KUD Minasari, serta manajer unit dan karyawan yang mengelola Niaga

Barang (Penyediaan Sarana Penangkapan Ikan) KUD Minasari Pangandaran.

c.

Pengamatan atau observasi lapang

Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data primer dengan cara

mengamati, meneliti kegiatan yang sedang berlangsung di unit usaha Niaga Barang

(PSPI) KUD Minasari Pangandaran, sehingga diperoleh data yang faktual dan aktual.


(43)

4.4

Metode Analisis Data

Data dan informasi yang diperoleh ditabulasikan, kemudian dianalisis dengan

menggunakan analisis pendapatan usaha, analisis finansial, dan analisis sensitivitas

usaha. Dalam melakukan analisis data kuantitatif berupa komponen biaya investasi,

biaya tetap, biaya variabel, dan penerimaan usaha.

4.4.1 Analisis Pendapatan Usaha

Analisis ini bertujuan untuk mengetahui besarnya keuntungan yang diperoleh

dari usaha yang dilakukan (Soekartawi 1995). Data-data yang diperoleh adalah data

penerimaan yang berasal dari penjualan di unit usaha Niaga Barang (PSPI), dana

bantuan investasi, nilai sisa. Biaya meliputi : pembelian barang-barang untuk di jual,

serta pengeluaran lain yang menunjang jalannya usaha Niaga Barang ini. Rumus ini

diformulasikan sebagai berikut :

Kriteria yang digunakan :

1. Apabila penerimaan total > biaya total, maka usaha dikatakan untung.

2. Apabila penerimaan total = biaya total, maka usaha dikatakan tidak untung dan

tidak rugi.

3. Apabila penerimaan total < biaya total, maka usaha dikatakan rugi.

4.4.2. Analisis

Imbangan

Penerimaan

dan Biaya (Revenue-Cost Ratio)

Analisis ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh setiap nilai rupiah

biaya yang dipakai dalam kegiatan cabang usaha tani yang bersangkutan dapat

memberikan sejumlah nilai penerimaan sebagai manfaatnya. Perhitungan yang

diformulasikan adalah (Tjakrawiralaksana 1983) :


(44)

23

Kriteria :

R/C > 1, usaha menguntungkan

R/C = 1, usaha pada titik impas

R/C < 1, usaha merugikan

4.4.3 Nilai

Penyusutan

Kegunaan dari nilai penyusutan adalah untuk menghitung peralatan yang

digunakan selama umur proyek sehingga dapat diketahui biaya yang harus

dikeluarkan untuk mengganti kembali peralatan yang sudah habis nilainya (Riyanto

1989) :

4.4.4 Analisis Kelayakan Investasi

Menurut Kadariah

et al

(1999), kriteria yang dapat digunakan untuk

memutuskan layak atau tidaknya suatu proyek dilaksanakan adalah sebagai berikut :

(1)

Net Present Value

(

NPV

)

NPV

adalah nilai kini dari segi keuntungan bersih yang akan diperoleh pada

masa mendatang, yang merupakan selisih nilai kini dari benefit dengan nilai kini dari

biaya.

Adapun kriteria yang digunakan :

a.

NPV

> 0, berarti usaha tersebut layak

R/C = Penerimaan Total

Biaya Total

Nilai penyusutan = Nilai awal pembelian – Nilai sisa diperkirakan

Periode Penggunaan


(45)

b

. NPV

< 0, berarti usaha tersebut lebih baik tidak diteruskan kareana akan

menimbulkan kerugian

c.

NPV

= 0, berarti usaha tersebut mengembalikan sama besarnya dengan nilai uang

yang ditanamkan.

(2)

Net Benefit-Cost Ratio

(

Net B/C

)

Net B/C

adalah perbandingan antara jumlah nilai kini (

total present

value

), dari keuntungan bersih pada tahun-tahun dimana keuntungan bersih bernilai

positif dengan keuntungan bersih yang bernilai negatif. Kriteria yang digunakan

adalah :

a.

Net B/C

> 1, berarti usaha tersebut akan memperolah keuntungan

b.

Net B/C

< 1, berarti usaha tersebut akan menderita kerugian, dengan demikian

lebih baik mencari alternatif usaha lain yang menguntungkan.

(3)

Internal Rate of Return

(

IRR

)

IRR

adalah tingakat bunga, dimana nilai kini dari biaya total sama dengan

nilai kini dari penerimaan total.

IRR

dapat pula dianggap sebagai tingkat keuntungan

atas investasi bersih dalam suatu proyek, dengan syarat setiap manfaat yang

diwujudkan yaitu setiap selisih

Bt

dan

Ct

yang bernilai positif secara otomatis

ditanamkan kembali pada tahun berikutnya, dan mendapat tingkat keuntungan yang

sama selama sisa umur proyek. Kriteria yang digunakan adalah :

a

. IRR

> i, berarti usaha dapat dilanjutkan

b

. IRR

< i, usaha lebih baik ditolak atau dihentikan

Dengan kriteria dan tolak ukur di atas, maka unit usaha Niaga Barang (PSPI)

KUD Minasari dikatakan berguna atau layak diusahakan, apabila memenuhi nilai

NPV

> 0,

Net B/C

> 1 dan

IRR

> i.


(46)

25

4.4.5

Analisis Sensitivitas

Analisis sensitivitas perlu dilakukan karena dalam analisis kegiatan investasi,

perhitungan didasarkan pada usaha-usaha yang mengandung ketidakpastian tentang

apa yang akan terjadi pada waktu yang akan datang (Gittinger 1986).

Analisis ini digunakan bertujuan untuk melihat dampak dari suatu keadaan

yang berubah-ubah terhadap hasil suatu analisis. Dalam analisis sensitivitas usaha

yang dijalankan KUD Minasari, dapat dilakukan pada parameter perubahan harga

input yang terjadi di bagian usaha barang niaga atau penyediaan sarana.

4.5

Konsep dan Pengukuran

1)

Pengeluaran adalah nilai penggunaan sarana produksi yang diperlukan atau

dibebankan pada proses produksi dan dinyatakan dalam satuan rupiah.

2)

Penerimaan adalah hasil perkalian antara harga jual dan produksi total,

dinyatakan dalam satuan rupiah.

3)

Penawaran adalah menyatakan hubungan antara jumlah produk yang

ditawarkan dengan harga komoditi itu sendiri.

4)

Penjualan adalah suatu kegiatan yang dilakukan penjual, guna memenuhi

kebutuhan konsumen, dengan mendapatkan pendapatan dari hasil

penjualannya tersebut.

5)

Pembelian adalah suatu kegiatan yang dilakukan seseorang guna memenuhi

kebutuhannya dengan mengeluarkan biaya.

6)

Biaya investasi adalah biaya yang dikeluarkan untuk biaya penggantian

barang yang diinvestasikan minimal satu tahun dan dinyatakan dalam satuan

rupiah.

7)

Biaya total adalah keseluruhan biaya yang digunakan untuk kepentingan

produksi, terdiri atas biaya tetap dan biaya variabel, dinyatakan dalam rupiah.

8)

Biaya tetap adalah biaya yang jumlah pengeluarannya tidak bergantung secara

langsung kepada volume produksi, dinyatakan dalam rupiah.

9)

Biaya variabel adalah biaya yang jumlahnya bergantung kepada volume

produksi, dinyatakan dalam rupiah.


(47)

10)

Umur teknis adalah umur yang digunakan untuk mengidentifikasikan

penggunaan suatu peralatan dalam jangka waktu tertentu.

11)

Nilai produksi merupakan perkalian antara produksi total dengan harga

persatuan produk dan dinyatakan dalam satuan rupiah.

12)

Nilai sisa merupakan nilai dari barang modal yang tidak habis dipakai selama

periode proyek dan dinyatakan dalam satuan rupiah.

13)

Pendapatan usaha merupakan selisih antara total penerimaan dengan total

biaya selama periode waktu tertentu dan dinyatakan dalam satuan rupiah.

14)

Modal investasi adalah modal yang dikeluarkan pertama kali untuk

memperoleh beberapa kali manfaat secara ekonomis tidak menguntungkan

lagi. Semua investasi dinilai berdasarkan nilai kini (

Present Value

) dan

dinyatakan dalam satuan rupiah.

15)

Modal kerja adalah modal yang dikeluarkan untuk membiayai seluruh

kegiatan usaha agar usaha berjalan lancar sesuai dengan rencana dan

dinyatakan dalam satuan rupiah.

4.6

Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan di Niaga Barang (Penyedian Sarana Penangkapan Ikan)

KUD Minasari Pangandaran, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Provinsi

Jawa Barat. Penelitian ini berlangsung mulai dari tanggal 26 Agustus 2005 sampai

tanggal 26 September 2005.


(48)

V.

HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1 Keadaan Umum Lokasi Penelitian

Kabupaten Ciamis merupakan salah satu daerah yang potensial untuk kegiatan pembangunan perikanan di Jawa Barat. Kabupaten Ciamis memiliki 36 Kecamatan, 7 Kelurahan,355 Desa dengan luas wilayah secara keseluruhan mencapai 244.479 ha (Biro Pusat Statistik Kabupaten Ciamis 2004). Kabupaten Ciamis berada pada koordinat 108020’ sampai dengan 108040’ BT dan

7040’20”LS. Batas-batas Kabupaten Ciamis di sebelah Utara adalah Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan, sebelah Barat adalah Kabupaten

Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya, sebelah Timur dibatasi oleh Provinsi Jawa Tengah dan Kota Banjar, dan sebelah Selatan dibatasi oleh Samudera Indonesia Kecamatan Pangandaran merupakan salah satu kecamatan dari 36 Kecamatan yang ada di Kabupaten Ciamis, yang terletak di sebelah Selatan. Dengan kondisi alamnya yang merupakan daerah pantai. Wilayah Kecamatan Pangandaran secara administratif berbatasan dengan Kecamatan Banjarsari di sebelah Utara, Kecamatan Parigi di sebelah Barat, Kecamatan Kalipucang di sebelah Timur dan Samudra Indonesia di sebelah Selatan.

Kecamatan Pangandaran memiliki luas wilayah sekitar 7.442,706 km². Keadaan permukaan tanah di Kecamatan Pangandaran tidak sama, 60% datar sampai berombak, 25% berombak sampai berbukit dan bergunung. Iklim di Kecamatan Pangandaran bervariasi, dengan suhu maksimal 39˚C dan suhu minimum 19˚C, sedangkan curah hujan rata-rata di Kecamatan Pangandaran sebesar 219 mm per tahun, dengan jumlah curah hujan yang terbanyak adalah 19 hari. Pangandaran merupakan kawasan pantai yang sebagian aktivitas ekonomi bersumber dari potensi perikanan di kawasan tersebut. Perairan laut Pangandaran terbentang dengan panjang pesisir 92,25 km

Penduduk Kecamatan Pangandaran sebagian besar bermata pencaharian sebagai nelayan, hal ini dapat dilihat pada Tabel 1.


(49)

Tabel 1. Data Penduduk Kecamatan Pangandaran Berdasarkan Mata Pencaharian Tahun 2004

No Mata Pencaharian Jumlah Penduduk

(orang) Persentase (%)

1 Pegawai Negeri Sipil 578 1,30

2 TNI 81 0,17

3 Polisi 45 0,10

4 Pegawai Swasta 254 0,56

5 Jasa Perdagangan 13.193 29,50

6 Tani 11.148 24,90

7 Buruh Tani 1.534 3,50

8 Pertukangan 78 0,17

9 Nelayan 15.356 34,30

10 Jasa 2.468 5,50

Jumlah 44.735 100,00

Sumber: Profil Kecamatan Pangandaran, 2004

Berdasarkan data pada Tabel 1 di atas mayoritas mata pencaharian penduduk Kecamatan Pangandaran yaitu sebagai nelayan, dengan jumlah penduduk sebesar 15.356 orang, dan persentase sebesar 34,3%.

Mata pencaharian dalam jasa perdagangan menempati urutan kedua, yaitu sebesar 13,193 orang. Jasa perdagangan ini merupakan alternatif pekerjaan dari penduduk yang bermata pencaharian sebagai nelayan, karena apabila musim angin Barat datang maka nelayan tidak dapat melaut, dikarenakan adanya angin dan hujan yang lebat. Musim ini disebut juga sebagai musim paceklik ikan, dimana musim ini berlaku pada bulan Maret sampai dengan bulan Agustus. Mata pencaharian paling rendah di Kecamatan Pangandaran yaitu sebagai polisi, dengan jumlah 45 orang.

Banyaknya jumlah penduduk yang bermata pencaharian sebagai nelayan di Pangandaran, tentu membutuhkan sarana dan prasarana untuk melaut yang banyak pula. Hal ini merupakan salah satu latar belakang didirikannya unit usaha KUD Minasari, yaitu unit usaha Niaga Barang atau Penyediaan Sarana


(50)

29

bentuk toko. Fungsi didirikan PSPI ini untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan nelayan yang ada di Kecamatan Pangandaran untuk keperluan melautnya. Niaga barang ini menyediakan perlengkapan melaut bagi nelayan yang terbagi kedalam lima bagian barang yaitu BAP (Bahan Alat Perikanan), suku cadang mesin, bahan konstruksi kapal, BBM (Bahan Bakar Minyak), ban, kelontong.

Barang-barang yang termasuk Bahan Alat Perikanan (BAP) yaitu : tali senar, macam-macam jaring, pelampung, pancing, tambang, dan lain-lain; suku cadang mesin seperti: paking, klep, platina, karbulator, busi, ring, stang, kipas; Konstruksi kapal seperti: resin, baut, dempul, cat, paku kapal, dan lain-lain; BBM seperti: bensin, solar, minyak tanah, oli; dan kelontong seperti: lakban, jas hujan, bohlam, box ikan, lampu, kompas, dan lain-lain.

5.2 Sejarah KUD Minasari

Awal mula didirikannya Koperasi Perikanan Laut (KPL), yaitu dikarenakan penduduk setempat kerapkali mengalami kesulitan yang

berkepanjangan, seperti sulit memasarkan ikan hasil tangkapannya, sulit untuk memenuhi kebutuhan alat-alat penangkapan ikan, harga ikan yang tidak menentu atau tidak pasti , dan semakin banyaknya rentenir yang sangat merugikan

kehidupan nelayan. Keadaan yang sangat memprihatinkan ini, ternyata mengundang para tokoh setempat untuk memperbaiki taraf hidup penduduk ke arah yang lebih baik dan sejahtera. Oleh karena itu timbul ide baru untuk memperjuangkan nasib masyarakat nelayan yang didasari oleh jiwa pengabdian yang tinggi.

Dengantekad yang bulatpada tanggal 2 Januari 1962 didirikanKUD Minasari Pangandaran, dengan nama pada saat itu adalah Koperasi Perikanan Laut (KPL), dengan badan hukum No. 2074/BH/VII, dan pengurus pada waktu itu adalah D. Wiharsa, Ahman, Sasmita, Atang U, Djaedi. Tujuan dididirikan Koperasi Perikanan Laut (KPL) adalah untuk meningkatkan taraf hidup

masyarakat,yang ada di daerah Pangandaran, terutama masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar pantai, yang mayoritas pencahariannya adalah nelayan. Wadah ini juga dibentuk dengan dasar menghimpun potensi masyarakat yang tersebar


(51)

menjadi suatu kekuatan bersama dalam saling menunjang dan melengkapi satu sama lain.

Dalam perkembangannya Koperasi Perikanan Laut (KPL) tidak berjalan mulus dan beberapa kali jatuh bangun dalam kepengurusannya. Dengan adanya pengalaman dari masalah-masalah yang pernah menimpa KPL tersebut, setapak demi setapak KPL mengalami kemajuan dan berbagai hambatan serta rintangan berhasil diatasi.

Koperasi Perikanan Laut (KPL) ini mengalami perubahan nama sebanyak lima kali. Pada tanggal 10 Agustus 1977 Koperasi Perikanan Laut (KPL)

mengalami perubahan nama menjadi Koperasi Unit Desa (KUD) Nelayan, dengan badan hukum No. 2074.A/BH/DK-10/24. Pada tanggal 22 Maret 1989 namanya tetap KUD Nelayan, tetapi ada perubahan pada daerah kerjanya yang diperluas, dengan badan hukum No. 2074.B/KWK.10/16. Pada tanggal 23 Mei 1996 namanya berubah menjadi KUD Mina “Minasari”, dengan badan hukum No. 2074/BH/PAD/KWK/10/V/1996. Pada tanggal 2 November 2000 namanya berubah menjadi KUD “Minasari”, nama ini tetap digunakan sampai sekarang.

Sebagai bukti adanya peningkatan dalam kegiatan usaha yang dilakukan oleh KUD Minasari Pangandaran, maka beberapa prestasi dan penghargaan yang berhasil diraih adalah sebagai berikut :

1. Pada tanggal 13 Agustus 1983, KUD Minasari menerima piagam penghargaan dari Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Barat, atas prestasi dalam upaya meningkatkan perkembangan dan kemajuan koperasi di Jawa Barat.

2. Pada tanggal 20 Januari 1990, KUD Minasari mendapat sertifikat klasifikasi dari Depertemen Koperasi Kantor Wilayah Departemen Koperasi Provinsi Jawa Barat, Kantor Departemen Koperasi Kabupaten atau Kotamadya Ciamis, dengan klasifikasi peringkat kelas A (sangat mantap), dengan nilai sembilan puluh tiga.

3. Pada tanggal 1 Juni 1990 mendapat piagam penghargaan dari Menteri Koperasi Republik Indonesia.


(52)

31

4. Pada tanggal 3 Februari 2003 mendapat piagam penghargaan dari Dinas Perikanan Provinsi Jawa Barat, dalam lomba Optimalisasi Pengelolaan PPI (Optilanpi), sebagai juara II

5. Pada Bulan Oktober 2003 mendapat piagam penghargaan dari Bupati Ciamis sebagai kelompok Optimalisasi Pengelolaan Pelelangan Ikan (Optilanpi), berprestasi I tingkat Kabupaten Ciamis tahun 2003. 6. Pada Bulan Desember 2003 mendapat piagam penghargaan dari Dinas

Perikanan Provinsi Jawa Barat, sebagai kelompok Optimalisasi Pengelolaan Pelelangan Ikan (Optilanpi), berprestasi I tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2003.

5.3 Keadaan Umum KUD Minasari

KUD Minasari telah berdiri sejak tahun 1962 dan sekarang telah berjalan 44 tahun lamanya. KUD Minasari terletak pada salah satu kawasan wisata yang berada di Kabupaten Ciamis, tepatnya di Kecamatan Pangandaran. KUD Minasari berada di Jalan Kidang Pananjung No. 240, RT 02 dan RW 04, Desa Pangandaran.

Letak kantor sekretariat KUD Minasari bersebrangan dengan Tempat Pelelangan Ikan (TPI), dan Niaga Barang KUD Minasari, dan bersebelahan dengan salah satu unit kegiatan usahanya yaitu wartel KUD Minasari. Gedung yang digunakan hanya berlantai satu, dengan luas bangunan sebesar 225 m². Jalan menuju KUD Minasari sudah berkonstruksi aspal, karena lokasi KUD merupakan tempat menuju Pantai Barat Pangandaran yang terkenal dengan restoran-restoran

sea foodnya, yang dicari para pengunjung sebagai makanan khas di daerah pesisir. Selain itu juga dapat ditemui kios-kios yang menjual pernak pernik dari hasil laut, yang tempatnya bersebaran di sepanjang jalan Pantai Pangandaran.

Fasilitas yang dimiliki oleh KUD Minasari adalah gedung kantor termasuk mebeuler dan komputer, gedung olahraga, toko niaga,TPI (Tempat Pelelangan Ikan), wisma atau penginapan, kendaraan roda empat, serta gudang.


(53)

5.3.1 Daerah Kerja

Awal mula berdiri KUD Minasari, daerah kerjanya hanya meliputi sepanjang Pantai Pangandaran, pada saat itu KUD Minasari bernama Koperasi Perikanan Laut (KPL). Namun setelah adanya amalgamasi (penggabungan usaha) pada tahun 1977, menjadi satu buah KUD dengan nama KUD Nelayan Minasari Pangandaran maka daerah kerjanya dibagi menjadi dua Kewadanan, yaitu Kewadanan Pangandaran dan Kawadanan Cijulang.

Pada tahun 1989 wilayah kerja KUD Nelayan meliputi Desa Pangandaran, Pananjung, Wonoharjo, Babakan, Cikembulan dan Sukaresik. Luas daerah kerja ini sekitar 3501,504 Ha, yang sebagian besar merupakan tanah datar dengan ketinggian rata-rata 2-25 meter di atas permukaan laut. Iklim daerah ini termasuk daerah tropis dengan curah hujan 2892 mm/tahun, dan memiliki suhu antara 29ºC sampai 32ºC. Jumlah penduduk keenam desa daerah kerja KUD ini adalah 30.436 orang yang terdiri dari 15.816 penduduk perempuan dan 14.620 penduduk laki-laki. Pada tahun 1996 setelah berubah nama menjadi KUD Mina ”Minasari” wilayah kerjanya tidak mengalami perluasan, hal ini tetap hingga sekarang.

5.4 Kegiatan KUD Minasari Pangandaran

KUD Minasari memiliki dua kegiatan yaitu kegiatan ekonomi dan kegiatan sosial. Kegiatan ekonomi meliputi kegiatan unit usaha niaga barang, Usaha Simpan Pinjam (USP), listrik, wartel, gedung Mina Graha (Gedung Olah Raga), jasa angkutan, TPI (Tempat Pelelangan Ikan), usaha penangkapan ikan di laut. Kegiatan sosial meliputi : pembinaan kelompok nelayan, pembinaan daerah kerja, pertolongan kecelakaan di laut, pengelolaan dana kematian, pemberian bingkisan pada anggota dan pengelolaan anak asuh.

Selain dua kegiatan di atas, KUD Minasari juga menjalin kerjasama dengan lembaga dan instansi yang terkait, yaitu kerjasama dalam bidang usaha maupun dalam bidang organisasi.

Bidang usaha :

a. Dengan PT PLN (Persero), untuk memelihara kerjasama dan mengembangkan usaha.


(54)

33

b. Dengan PT TELKOM, untuk memelihara kerjasama dan mengembangkan usaha di bidang komunikasi dan investasi permodalan berupa saham.

bidang organisasi :

a. Dengan unsur pemerintah baik melalui Dinas atau instansi terkait dalam mengembangkan koperasi dan profesi anggota.

b. Dengan sesama gerakan koperasi, baik langsung maupun melalui organisasi gerakan koperasi dari tingkat wilayah.

c. Dengan yayasan BAKORNAS, yang menjembatani kerjasama koperasi dengan PT PLN (Persero).

d. Dengan lembaga pendidikan yang melalui PKL atau Prakerin dari siswa SMU atau SMK.

e. Dengan organisasi profesi (HNSI), maupun Rukun Nelayan (RN) dalam peningkatan profesi dan perlindungan anggota nelayan.

5.5 Permodalan KUD Minasari

Modal usaha merupakan salah satu faktor penting dalam perjalanan suatu koperasi, karena suatu usaha tanpa modal tidak akan berjalan. Undang-Undang No. 25 tahun 1992 tentang pokok-pokok perkoperasian menyebutkan bahwa modal koperasi terdiri dan dihimpun dari simpanan-simpanan, pinjaman-pinjaman, penyisihan hasil usaha termasuk cadangan serta sumber lainnya. Sumber pemupukan modal KUD Minasari Pangandaran dikelompokan menjadi modal sendiri dan modal sementara.

5.5.1 Modal Sendiri

Modal sendiri KUD Minasari mencakup simpanan pokok anggota, simpanan wajib anggota, simpanan hari tua, simpanan khusus, ini merupakan modal yang disetor langsung.

Besarnya simpanan pokok yaitu Rp 25.000,00 per anggota, dan simpanan wajib sebesar Rp 2.000,00 per bulan, simpanan hari tua Rp 1.000,00 per bulan, simpanan khusus sebesar Rp 1.000,00 per bulan. Simpanan hari tua merupakan


(55)

simpanan anggota untuk hari tuanya atau jika sudah tidak melaut lagi, simpanan ini akan dikembalikan ke anggota pada saat angggota berumur 55 tahun.

Modal yang dipungut melalui TPI (Tempat Pelelangan Ikan), seperti : simpanan wajib sebesar Rp 1% dari raman, simpanan khusus ½ % dari raman, simpanan hari tua ½ % dari raman. Raman adalah nilai dalam rupiah, yaitu hasil perkalian antara jumlah ikan yang dijual dengan harga penjualan.

5.5.2 Modal Sementara

Modal sementara KUD Minasari Pangandaran ini diperoleh dari setoran langsung seperti : simpanan manasuka minimal Rp 2.000,00 per bulan, iuran kematian Rp 2.500,00 per bulan, dana paceklik Rp 2.000,00 per bulan, premi asuransi Rp 1.000,00 per bulan, Dana paket lebaran Rp 1.500,00 per bulan, serta ada juga modal sementara yang dipungut melalui TPI, dan unit kelistrikkan sebesar Rp 200 dari setiap konsumen ini berdasarkan Instruksi Gubernur Provinsi Jawa Barat No. 518/8036 tanggal 15 September 1986 (Laporan Tahunan KUD Minasari Pangandaran 2004).

Pada pengoperasian Niaga Barang (PSPI) memperoleh bantuan dana, yang disebut sebagai dana bantuan investasi yang berasal dari pihak lain yaitu sebesar Rp 10.000.000,00. Perhitungannya dapat dilihat lebih jelas pada Lampiran 11.

Menurut manajer unit niaga barang yaitu Bapak Ade Turiman,

mengatakan bahwa ada beberapa hal yang ingin KUD Minasari lakukan yaitu dalam hal pengembangan usaha niaga barang ini. Dikarenakan untuk niaga barang ini memiliki peluang yang besar sekali, karena masyarakat yang khususnya nelayan lebih mempercayai dan mencari praktis untuk memenuhi kebutuhannya untuk melaut. Mengapa mencari praktis, karena nelayan tidak usah jauh-jauh bahkan sampai keluar kota untuk mencari keperluan melautnya. Hal yang perlu dikembangkan menurut Bapak Ade Turiman yaitu dalam hal melengkapi segala sarana yang dibutuhkan, seperti kelengkapan jaring, pancing, dan lain-lain , dan juga mengembangkan dalam arti menambah luas toko niaga barang tersebut.

Unit usaha niaga barang memiliki fasilitas yang lengkap demi berjalan dan terlaksananya suatu kegiatan transaksi dengan konsumen. Niaga barang memiliki lemari kayu dan lemari alumunium yang berfungsi sebagai show case


(56)

35

atau etalase barang-barang yang akan dijual, dan juga memiliki suatu ruangan tersendiri untuk menyimpan BBM seperti bensin, solar dan minyak tanah.

5.6 Analisis Pendapatan Usaha Niaga Barang KUD Minasari 5.6.1 Analisis Keuntungan

Analisis keuntungan usaha dilakukan untuk melihat seberapa besar tingkat keuntungan yang diperoleh selama satu tahun dalam Niaga Barang KUD

Minasari. Keuntungan usaha merupakan hasil selisih antara penerimaan yang dalam hal ini adalah hasil penjualan produk di niaga barang dalam satu tahun, dengan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk berlangsungnya kegiatan niaga barang (tidak termasuk investasi), untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2. Analisis Keuntungan Usaha Niaga Barang (PSPI) KUD Minasari Tahun 2004

Keterangan Nilai Tahun 2004 (Rp)

a. Penerimaan 418.401.260

b. Pengeluaran -Total Biaya Tetap -Total Biaya Variabel Total Pengeluaran

11.407.000 368.213.151 379.620.151

Keuntungan 38.781.109

Sumber : Data primer diolah dari lampiran 5, tahun 2005

Dari Tabel 2 di atas ini dapat dilihat bahwa keuntungan yang diperoleh unit usaha Niaga Barang (PSPI) KUD Minasari Pangandaran, selama satu tahun (2004) sebesar Rp 38.781.109,00. Nilai ini merupakan hasil selisih dari

penerimaan dikurangi biaya. Nilai ini merupakan keuntungan yang diperoleh setelah pengurangan biaya penyusutan.

5.6.2 Analisis Imbangan Penerimaan dan Biaya (R/C)

Analisis imbangan penerimaan dan biaya (R/C) adalah hasil bagi antara penerimaan dan biaya. Analisis ini digunakan untuk melihat apakah biaya yang dikeluarkan menghasilkan cukup penerimaan untuk memperoleh keuntungan serta untuk menilai efisiensi biaya yang telah dikeluarkan.


(57)

Analisis ini dilakukan terhadap nilai penerimaan dalam satu tahun dibandingkan dengan biaya yang telah dikeluarkan dalam satu tahun. Lebih jelasnya dapat dilihat dalam Tabel 3.

Tabel 3. Analisis R/C Usaha Niaga Barang (PSPI) KUD Minasari, Tahun 2004

No. Keterangan Nilai Tahun 2004 (Rp)

1. Total Biaya Tetap 11.407.000

2. Total Biaya Variabel 368.213.151

3. Total Biaya (TC) 379.620.151

4. Total Penerimaan (TR) 418.401.260

5. R/C 1,10

Sumber : Data primer diolah dari lampiran 5, tahun 2005

Dari Tabel 3 dapat dilihat total penerimaan unit usaha Niaga Barang (PSPI) KUD Minasari sebesar Rp 418.401.260,00 dan total biaya yang dikeluarkan untuk berjalannya usaha tersebut sebesar Rp 379.620.151,00, sehingga menghasilkan R/C sebesar 1,10 . Hal ini menunjukkan bahwa setiap satu satuan rupiah biaya yang dikeluarkan akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp 1.10 . Nilai R/C yang lebih besar dari satu, maka menunjukkan bahwa unit usaha Niaga Barang (PSPI) KUD Minasari Pangandaran ini menguntungkan.

5.7 Aspek-Aspek Kelayakan Investasi Niaga Barang

Aspek-aspek kelayakan investasi yang digunakan dalam proyek

pengembangan unit usaha Niaga Barang (PSPI) KUD Minasari Pangandaran ini meliputi aspek teknis, aspek manajemen, aspek pemasaran, dan aspek finansial. Keempat aspek tersebut adalah suatu kesatuan dalam penilaian kriteria proyek yang dievaluasi.

5.7.1 Aspek Teknis

Analisis secara teknis berhubungan dengan input proyek dan output berupa barang nyata ataupun jasa. Kerangka kerja harus dibuat dengan jelas agar analisis secara teknis dapat dilakukan dengan teliti. Aspek ini dapat menentukan berjalan atau tidaknya aspek-aspek yang lain.


(1)

(2)

Lampiran 21. Berbagai Macam Senar, Jaring, Tambang Yang Tersedia di Unit Usaha Niaga Barang (PSPI)


(3)

(4)

Lampiran 23. Berbagai Jenis Pelampung dan BBM Yang Tersedia di Unit Usaha Niaga Barang (PSPI)


(5)

Lampiran 24. Berbagai Ukuran Box Ikan Yang Tersedia dan Kegiatan Pelelangan Ikan di TPI KUD Minasari Pangandaran


(6)

Lampiran 25. Jenis Kapal dan Alat Tangakap Yang Digunakan Nelayan Pangandaran