Analisis Determinan Pendapatan Petani Jagung Di Kecamatan Tigabinanga

ANALISIS DETERMINAN PENDAPATAN PETANI JAGUNG
DI KECAMATAN TIGABINANGA
TESIS
Oleh INGANTA TARIGAN
087018029/EP
EK O LA
CASARJA
SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN 2011
Universitas Sumatera Utara

S NA

H PAS

ANALISIS DETERMINAN PENDAPATAN PETANI JAGUNG
DI KECAMATAN TIGABINANGA
TESIS
Untuk Memperoleh Gelar Magister Sains dalam Program Studi Magister Ilmu Ekonomi Pembangunan
pada Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara
Oleh INGANTA TARIGAN
087018029/EP
SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN 2011
Universitas Sumatera Utara

Judul Tesis
Nama Mahasiswa Nomor Pokok Program Studi

: ANALISIS DETERMINAN PENDAPATAN PETANI JAGUNG DI KECAMATAN TIGABINANGA
: INGANTA TARIGAN
: 087018029
: Ekonomi Pembangunan

Menyetujui, Komisi Pembimbing

(Dr. Rahmanta, M.Si) Ketua

(Drs. Rahmat Sumanjaya, MSi) Anggota

Ketua Program Studi

Direktur

(Prof. Dr. Sya’ad Afifuddin, M.Ec.) (Prof.Dr.Ir.A.Rahim Matondang,MSIE) Tanggal Lulus : 11 Agustus 2011

Universitas Sumatera Utara

Telah diuji pada

Tanggal

: 11 Agustus 2011

PANITIA PENGUJI TESIS:

Ketua Anggota

: Dr. Rahmanta, M.Si : 1. Drs. Rahmat Sumanjaya, MSi
2. Prof. Dr. Sya’ad Afifuddin, M.Ec 3. Dr. Murni Daulay, SE, M.Si 4. Drs. Rujiman, MA

Universitas Sumatera Utara

LEMBAR PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis yang berjudul : “ANALISIS DETERMINAN PENDAPATAN PETANI JAGUNG DI KECAMATAN TIGABINANGA “ Adalah benar hasil karya saya sendiri dan belum pernah dipublikasikan oleh siapapun sebelumnya. Sumber – sumber data dan informasi yang digunakan telah dinyatakan secara benar dan jelas.
Medan, September 2011 Yang membuat pernyataan
Inganta Tarigan 087018029/EP
Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh luas lahan,benih,pupuk dan tenaga kerja terhadap pendapatan petani jagung di Kecamatan Tigabinanga Kabupaten Karo.
Data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang dikumpulkan dari lapangan. Teknik sampling yang digunakan adalah Simple Random Sampling dengan mengambil 100 responden dari total populasi petani jagung yang tersebar di kecamatan Tigabinanga. Model yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah model ekonometrika dan menggunakan metoda Ordinary Least Square (OLS).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi (R²) untuk semua variabel seperti luas lahan, jumlah benih,jumlah pupuk dan jumlah tenaga kerja dapat menjelaskan semua variasi dalam pendapatan yang diterima oleh petani sebesar 77.1% sementara 22.9% tidak dijelaskan didalam model. Kemudian uji serempak (F Test) menunjukkan bahwa semua variabel independent dapat mempengaruhi Variabel terikat (Dependent Variable) secara signifikan. Hasil secara parsial menunjukkan bahwa variabel luas lahan dan jumlah tenaga kerja secara signifikan berpengaruh terhadap pendapatan yang diterima oleh petani pada α= 5% sementara jumlah benih dan jumlah pupuk tidak signifikan.
Kata Kunci : Luas lahan, jumlah benih, jumlah pupuk, jumlah tenaga kerja dan pendapatan petani jagung
Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT
The main objective of this study is to the analyze influence of land acreage,seed of corn,fertilizer,employer on income of farmers in the village of Tigabinanga in Karo Regency.
Data used in this research is primary data which collected from the field. Sampling thecnique used is simple random sampling by taking 100 respondents from total population of small farmers which spread all over district of Tigabinanga. The model used in this research is econometric model and the method applied is Ordinary Least Square (OLS).
The result shows that coefficient determination (R2) indicates that all variables such as land acreage,seed of corn, fertilizer and employer can describe all variation in income received by small scale farmers as amount of 77.1 percent, meanwhile 22.9 percent which are determined by other variables that are not include in this model/research. Therefore, the F-test (all over test) indicates that all independent variables can influence on the dependent variable significantly.The partial result shows that land acreage and employe significantly influence on total income of farmer at α = 5 % level. Meanwhile the seed of corn, fertilizer are not significant.
Key word : variables land acreage,seed of corn, fertilizer,employer and income of farmer
KATA PENGANTAR
Universitas Sumatera Utara

Haleluya…….! Segala puji,hormat dan juga syukur disampaikan kepada Bapa di dalam nama Yesus Kristus. Pencipta langit dan bumi serta isinya, baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan, dan semua yang diciptakanNya baik, Allah yang berkuasa di surga dan di bumi dan Dia Allah yang sangat baik, masa depan dan damai sejahtera ada di tanganNya, terima kasih Tuhan Yesus, Allah yang kepadaNya penulis percaya, aku mengasihiMu sampai selama-lamanya, Heleluya…………Amin.
Dalam mengikuti pendidikan Program Pascasarjana, banyak pihak yang telah memberikan motivasi, bimbingan dan bantuan oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Prof.Dr.dr.Syahril Pasaribu.DTM&H,MSc(CTM),Sp.A(K)selaku Rektor Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Prof.Dr.Ir.A.Rahim Matondang,MSIE selaku Direktur Program Pascasarjana Universitas Sumatera Utara.
3. Bapak Prof. Dr. Sya’ad Afifuddin, M.Ec selaku Ketua Program Pascasarjana Ekonomi Pembangunan Universitas Sumatera Utara.
4. Bapak Dr.Rahmanta,M.Si sebagai Pembimbing I, Bapak Drs. Rahmat Sumanjaya, MSi sebagai Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan dan diskusi dari proposal sampai penyempurnaan tesis ini.
5. Ibu Dr. Murni Daulay, SE, MSi yang sangat membantu , memberikan masukan yang berarti, memberikan illustrasi yang bermanfaat dalam membuka wacana cara berpikir dan bertindak seperti “ Modal Pengusaha Tahu “ dan “Penelitian Kotoran Kucing “sehingga penelitian ini lebih terarah
6. Para dosen penguji yang telah memberikan masukan
Universitas Sumatera Utara

7. Para dosen penanggungjawab mata kuliah program Pascasarjana Ekonomi Pembangunan Universitas Sumatera Utara
8. Ibu Ir. Nomi Sinuhaji selaku Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Pemerintah Kabupaten Karo yang sangat koorperatif dalam penelitian ini guna membangun Kabupaten Karo.
9. Kedua Orang tua yang mendukung pendidikan ini. 10. Abangda Ir.J.I Tarigan sekeluarga. 11. Liasta Rasmenda Sebayang, istri tercinta yang banyak memberikan semangat
dalam menyelesaikan pendidikan Pascasarjana Universitas Sumatera Utara. 12. Debora Gloria br Tarigan, Esther Gloria ananda tersayang yang turut
membantu dalam penyelesaian tesis ini. 13. Dwisan Riyando Purba, SE, sekeluarga yang memberikan semangat dari
wilayah barat Papua. 14. Kristen Vernandos Bukit, ST sekeluarga yang tetap memberikan semangat. 15. Rekan mahasiswa Tesis ini jauh dari sempurna, saran dalam penyempurnaan diterima dengan rendah hati dan semoga bermanfaat.
Medan, September 2011 Inganta Tarigan
Universitas Sumatera Utara

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

1. Nama 2. Tempat/Tanggal Lahir 3. Pekerjaan 4. Alamat
5. Nama Orang Tua Ayah Ibu
6. Istri 7. Anak
8. Pendidikan a. SD Riama Medan b. SMP N 13 Medan c. SMA N 2 Medan d. UPN ‘Veteran Yogyakarta e. Sekolah Pascasarjana USU

: Inganta Tarigan : Medan, 28 Juli 1967 : Petani : Desa Keriahen Kecamatan Juhar
Kabupaten Karo.
: May.Purn H.Tarigan : T.br Sembiring : Liasta Rasmenda br. Sebayang : Debora Gloria br Tarigan
Esther Gloria br Tarigan
: Lulus Tahun 1980 : Lulus Tahun 1983 : Lulus Tahun 1986 : Lulus Tahun 1993 : Lulus Tahun 2011

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

Halaman

ABSTRAK ...................................................................................................... ...

i

ABSTRACT .................................................................................................... ... ii

KATA PENGANTAR .................................................................................... ... iii

RIWAYAT HIDUP ........................................................................................ ... iv

DAFTAR ISI ................................................................................................... ... v

DAFTAR TABEL ........................................................................................... ... ix

DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... ... x

DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................... ... xi

BAB I

PENDAHULUAN ........................................................................ ... 1.1 Latar Belakang ..................................................................... ... 1.2 Perumusan Masalah ............................................................. ... 1.3 Tujuan Penelitian ................................................................. ... 1.4 Manfaat Penelitian ............................................................... ...

1 1 5 5 6

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA ............................................................... ... 2.1.1. Faktor-faktor Produksi Usahatani Jagung.......................... ... 2.1.2. Fungsi Produksi ................................................................. ... 2.1.3. Produksi Mencerminkan Tingkat Pendapatan ................... ... 2.1.4. Pendapatan ....................................................................... ...
2.1.4.1. Luas Lahan.......................................................... ... 2.1.4.2. Benih................................................................... ... 2.1.4.3. Pupuk .................................................................. ... 2.1.4.4. Tenaga Kerja........................................................ ... 2.1.5. Pengaruh penggunaan Faktor Produksi terhadap Produksi ... 2.1.6. Pengaruh penggunaan Faktor Produksi terhadap Pendapatan 2.1.6. Penelitian Terdahulu ........................................................... ... 2.1.7. Kerangka Pemikiran ........................................................... ... 2.1.8 Hipotesis ........................................................................... ...

7 7 7 9 9 10 10 11 11 12 13 14 15 16

BAB III BAB IV

METODE PENELITIAN .............................................................. ... 3.1. Ruang Lingkup .................................................................... ... 3.2. Lokasi dan Waktu Penelitian ............................................... ... 3.3. Jenis dan Sumber Data......................................................... ... 3.4. Populasi dan Sampel............................................................ ... 3.5. Metode Analisis ................................................................... ... 3.6. Model Analisis Data ............................................................ ... 3.7. Uji Kesesuaian Model (Test of Goodness of Fit) ............... ... 3.8. Uji Asumsi Klasik................................................................ ... 3.9. Definisi Operasional Variabel ............................................. ... HASIL DAN PEMBAHASAN .................................................... ....... 4.1. Deskripsi Daerah Penelitian.................................................. .......
4.1.1. Gambaran umum Wilayah Kecamatan Tigabinanga . ....... a. Kondisi Geografis ................................................. .......

17 17 17 17 18 20 21 20 23 26 27 27 27 27

Universitas Sumatera Utara

b. Jumlah Penduduk.................................................. ....... 27 c. Mata Pencarian...................................................... ....... 27 4.1.2. Pendapatan ................................................................ ....... 28 4.1.3. Luas Lahan................................................................ ....... 29 4.1.4. Benih......................................................................... ....... 29 4.1.5. Pupuk ........................................................................ ....... 30 4.1.6. Hasil Estimasi Model pendapatan petani jagung………… 31 4.1.7. Test Of Goodness of fit ( uji Kesesuaian).................... ...… 32 a. Analisis Koefisien Determinasi (R 2 )................... ...… 32 b. Hasil Keseluruhan (Uji-F) ................................... ....... 33 c. Hasil Uji Parsial (Uji-t) ........................................ ....... 34
1. Pengaruh Luas Lahan terhadap Pendapatan Petani Jagung ....................................................................... 34
2. Pengaruh Jumlah Benih terhadap Pendapatan Petani Jagung........................................................................ 36
3. Pengaruh Jumlah Pupuk terhadap Pendapatan Petani Jagung ....................................................................... 38
4. Pengaruh Jumlah Tenaga Kerja terhadap Pendapatan Petani Jagung ............................................................ 40
4.1.8. Uji Asumsi Klasik ..................................................... ....... 42 a. Uji Normalitas ........................................................ ....... 42 b. Uji Linearitas ......................................................... ....... 43 c. Multikolinearitas ................................................... ....... 43 d. Heterokedastisitas ................................................. ....... 43

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN ..................................................... ....... 45 5.1 Kesimpulan ......................................................................... ....... 45 5.2 Saran-Saran .......................................................................... ....... 45

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... ....... 48

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

Nomor

Judul

Halaman

1.1 Luas Lahan dan Produktivitas Tanaman Jagung

di Kecamatan Tigabinanga............................................... ............

2

3.1 Populasi petani jagung di kecamatan Tigabinanga.........................

18

3.2 Karangka sampling petani jagung di Kecamatan Tigabinanga........

19

3.3 Teknik pengambilan sample petani jagung di Kecamatan Tigabinanga....................................................................... ............

20

4.1 Uji t Statistik ..............................................................................

34

4.2 Pengujian Asumsi Klasik............................................................

43

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR

Nomor

Judul

Halaman

1.1 Luas Lahan Pertanian dan luas lahan Tanaman Jagung di Kecamatan Tigabinanga.......................................................... 3
1.2 Produksi Tanaman Jagung di Kecamatan Tigabinanga ............... 3

2.1 Kerangka Konseptual Analisis Pendapatan Petani Jagung di Kecamatan Tigabinanga........................................................... 15

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR LAMPIRAN

No.

Judul

Halaman

1. Ijin Penelitian dari Pascasarjana USU .................................................... 50

2. Surat Keterangan telah melakukan penelitian dari Dinas Pertanian dan

Perkebunan Pemerintah Kabupaten Karo................................................ 51

3. Daftar Pertanyaan ................................................................................... 52

4. Data Luas Lahan dan Benih ................................................................... 53

5. Data Pupuk ............................................................................................. 56

6. Data Hari Kerja Orang ........................................................................... 61

7. Data Regresi ........................................................................................... 66

8. Hasil Regresi........................................................................................... 69

9 Uji Normalitas ........................................................................................ 70

10. Uji linieritas ........................................................................................... 71 11. Uji R2 Parsial ......................................................................................... 73

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh luas lahan,benih,pupuk dan tenaga kerja terhadap pendapatan petani jagung di Kecamatan Tigabinanga Kabupaten Karo.
Data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang dikumpulkan dari lapangan. Teknik sampling yang digunakan adalah Simple Random Sampling dengan mengambil 100 responden dari total populasi petani jagung yang tersebar di kecamatan Tigabinanga. Model yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah model ekonometrika dan menggunakan metoda Ordinary Least Square (OLS).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi (R²) untuk semua variabel seperti luas lahan, jumlah benih,jumlah pupuk dan jumlah tenaga kerja dapat menjelaskan semua variasi dalam pendapatan yang diterima oleh petani sebesar 77.1% sementara 22.9% tidak dijelaskan didalam model. Kemudian uji serempak (F Test) menunjukkan bahwa semua variabel independent dapat mempengaruhi Variabel terikat (Dependent Variable) secara signifikan. Hasil secara parsial menunjukkan bahwa variabel luas lahan dan jumlah tenaga kerja secara signifikan berpengaruh terhadap pendapatan yang diterima oleh petani pada α= 5% sementara jumlah benih dan jumlah pupuk tidak signifikan.
Kata Kunci : Luas lahan, jumlah benih, jumlah pupuk, jumlah tenaga kerja dan pendapatan petani jagung
Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT
The main objective of this study is to the analyze influence of land acreage,seed of corn,fertilizer,employer on income of farmers in the village of Tigabinanga in Karo Regency.
Data used in this research is primary data which collected from the field. Sampling thecnique used is simple random sampling by taking 100 respondents from total population of small farmers which spread all over district of Tigabinanga. The model used in this research is econometric model and the method applied is Ordinary Least Square (OLS).
The result shows that coefficient determination (R2) indicates that all variables such as land acreage,seed of corn, fertilizer and employer can describe all variation in income received by small scale farmers as amount of 77.1 percent, meanwhile 22.9 percent which are determined by other variables that are not include in this model/research. Therefore, the F-test (all over test) indicates that all independent variables can influence on the dependent variable significantly.The partial result shows that land acreage and employe significantly influence on total income of farmer at α = 5 % level. Meanwhile the seed of corn, fertilizer are not significant.
Key word : variables land acreage,seed of corn, fertilizer,employer and income of farmer
KATA PENGANTAR
Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Indikator kemiskinan adalah pendapatan perkapita perbulan yang disetarakan
dengan konsumsi kalori sebesar 2100/kapita atau Rp 114.619/kapita/bulan demikian menurut Persatuan Bangsa Bangsa.
Kemiskinan adalah masalah paling serius yang dihadapi dunia, demikian hasil jajak pendapat international BBC yang diumumkan 17/1/2010. Kemiskinan berada di urutan pertama diatas perubahan iklim, terorisme dan perang.
Menurut Badan Pusat Statistik kemiskinan di Indonesia tahun 2008 sebesar 15 %, dari jumlah tersebut 50 % - nya merupakan petani yang berada di desa, dari jumlah petani tersebut 20 % tidak memiliki lahan pertanian sendiri. Kelemahan sektor pertanian lainnya adalah produktivitas yang rendah, mutu produksi yang beragam, mutu bibit rendah, produksi pengolahan terbatas, nilai tukar petani (NTP atau inflasi pertanian) masih rendah sehingga berdampak pada posisi tawar petani rendah atau menjadikan petani miskin.
Kemiskinan tidak hanya ditemui di perkotaan, tetapi juga di desa. Keduanya terkait erat bila dihubungkan dengan proses urbanisasi. Jika ditelusuri akar permasalahannya, kemiskinan di desa menjadi penyebabnya sedangkan kemiskinan di perkotaan sebagai akibat. Jika kemiskinan di desa bisa diatasi, kemiskinan di kota dengan sendirinya bisa diperkecil. Jika akar kemiskinan akan dibongkar, harus bertolak dari desa.
Universitas Sumatera Utara

Indikator kemiskinan adalah pendapatan perkapita maka untuk mengurangi angka

kemiskinan hanya dapat dilakukan dengan meningkatkan pendapatan perkapita. Bila

pendapatan perkapita masyarakat terus bergerak naik dan dapat memenuhi kebutuhan

sehari-hari maka dapat dipastikan perlahan-lahan angka kemiskinan dapat ditekan.

Peningkatan pendapatan perkapita adalah pintu masuk mengurangi kemiskinan.

Oleh karena tingkat kemiskinan 50 %- nya adalah petani yang di desa maka perlu

dilakukan penelitian terhadap petani jagung di Kabupaten Karo yang terdapat di

Kecamatan Tigabinanga. Kecamatan Tigabinanga di pilih sebagai daerah penelitian

karena memiliki luas tanaman jagung yang paling luas di Kabupaten Karo. Dibawah ini

diuraikan dalam Tabel 1.1. luas lahan dan produktivitas tanaman jagung di kecamatan

Tigabinanga.

Tabel 1.1. : Luas Lahan dan Produktivitas Tanaman Jagung di Kecamatan Tigabinanga

Tahun
1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Sumber

Total Luas Lahan

Total Luas Lahan

Produksi

Pertanian ( Ha ) Jagung( Ha ) Jagung ( Ton )

15.939

15.077

116.843

15.939

11.031

76.445

15.939

10.032

60.092

15.939

8.959

53.933

15.939

8.229

48.798

15.939

9.179

55.992

15.939

10.199

63.533

15.939

12.984

79.722

15.939

14.898

94.602

15.939

14.907

103.555

15.939

14.705

94.533

15.939

14.505

98.200

: Data di olah dari BPS Karo Dalam Angka

Produktivitas Jagung ( Ton )
7.75 6.93 5.99 6.02 5.93 6.10 6.22 6.14 6.35 6.95 6.43 6.77

Universitas Sumatera Utara

Kemudian diuraikan dalam Gambar 1.1 dan Gambar 1.2 dibawah ini : Ha

Luas Lahan Jagung

Total Lahan pertanian

20
15
10
5
0 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008
Tahun
Gambar 1.1 : Luas Lahan Pertanian dan luas lahan Tanaman Jagung di Kecamatan Tigabinanga
Keterangan : Terjadi peningkatan luas tanaman jagung di Kecamatan Tigabinanga di sebabkan mulai meningkatnya harga jagung.

Ton

9 8 Produktivitas Jagung 7 6 5 4 3 2 1 0
1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009
Tahun
Gambar 1.2 : Produktivitas Tanaman Jagung di Kecamatan Tigabinanga Keterangan : Terjadi peningkatan luas tanaman jagung di Kecamatan Tigabinanga
di ikuti dengan meningkatnya produktivitas.

Universitas Sumatera Utara

Dilihat dari bentang lahan dan topograpinya Kecamatan Tigabinanga berada 625 meter dpl, dataran berombak 15 %, berombak berbukit 35 %, berbukit bergunung 50 % dan suhu udara antara 18 C – 30 C, kelembaban udara harian rata-rata 72 %.
Kondisi luas lahan pertanian, lebih dari 80 % penggunaannya adalah untuk kebun jagung, lahan yang dulunya dimanfaatkan untuk tanaman kemiri, tanaman kopi, dan hutan desa sekarang habis digarap. Tidak ketinggalan lereng gugusan hutan negara ( Bukit Barisan ) yang dulunya tanah kosong , gersang juga di garap jadi ladang jagung. Kenaikan harga jagung hingga mencapai Rp. 2500 per kg sebagai pemicu terjadinya ekspansi lahan dan alih tanaman, hal ini terjadi sekitar tahun 2005.
Belum ada penataan pembangunan lahan berbasis jagung sehingga harga jagung berfluktuatif merupakan suatu masalah yang belum dipikirkan dan jumlah benih yang di gunakan, penggunaan jumlah pupuk sebagai penyedia unsur hara,belum sesuai dengan paket teknologi hasil penelitian para pakar dibidangnya, yang mengakibatkan rendahnya hasil rata-rata jagung sehingga meningkatkan biaya produksi, jumlah tenaga kerja yang tersedia belum termanfaatkan secara maksimal sehingga pendapatan petani tidak dapat ditingkatkan.
Apakah dengan semakin bertambahnya luas lahan, jumlah benih, jumlah pupuk dan jumlah tenaga kerja di Kecamatan Tigabinanga berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan masyarakat petani jagung ?, Apakah peningkatan pendapatan petani jagung telah mengurangi kemiskinan di Kecamatan Tigabinanga…..?
Berdasarkan variabel luas lahan, jumlah benih, jumlah pupuk, dan jumlah tenaga kerja tersebut di atas maka perlu dilakukan penelitian Analisis Determinan Pendapatan Petani Jagung di Kecamatan Tigabinanga.
Universitas Sumatera Utara

1.2 Perumusan Masalah Permasalahan yang akan dianalisis dalam penelitian ini adalah : 1. Bagaimana pengaruh luas lahan terhadap pendapatan petani jagung di kecamatan Tigabinanga. 2. Bagaimana pengaruh jumlah benih terhadap pendapatan petani jagung di kecamatan Tigabinanga. 3. Bagaimana pengaruh jumlah pupuk terhadap pendapatan petani jagung di kecamatan Tigabinanga. 4. Bagaimana pengaruh jumlah tenaga kerja terhadap pendapatan petani jagung di kecamatan Tigabinanga.
1.3 Tujuan Penelitian Secara umum tujuan penelitian ini adalah ; 1. Menganalisis pengaruh luas lahan terhadap pendapatan petani jagung di kecamatan Tigabinanga. 2. Menganalisis pengaruh jumlah benih terhadap pendapatan petani jagung di kecamatan Tigabinanga. 3. Menganalisis pengaruh jumlah pupuk terhadap pendapatan petani jagung di kecamatan Tigabinanga. 4. Menganalisis pengaruh jumlah tenaga kerja terhadap pendapatan petani jagung di kecamatan Tigabinanga.
Universitas Sumatera Utara

1.4 Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat ; 1. Memberikan beberapa pertimbangan dan masukan dalam menentukan kebijakan peningkatan pendapatan petani jagung kepada pemerintah daerah sebagai pembuat kebijakan di daerah. 2. Menambah kasanah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan masalah produksi pertanian dan pendapatan petani khususnya petani jagung.
Sebagai bahan acuan untuk pembahasan atau mungkin penelitian yang ingin meneliti lebih jauh tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan.
Universitas Sumatera Utara

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Landasan Teori Teori yang digunakan untuk mengurai perumusan masalah pendapatan petani
jagung di kecamatan Tigabinanga, penulis menggunakan teori yang sederhana sebagai berikut :
2.1.1 Faktor-Faktor Produksi Usahatani Usahatani merupakan cara-cara petani menentukan, mengorganisasikan dan
mengkoordinasikan, penggunaan faktor-faktor produksi berupa luas lahan, tenaga kerja dan modal seefektif dan seefisien mungkin sehingga usaha tersebut memberikan pendapatan semaksimal mungkin.
Soekartawi (2002), mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan faktor produksi adalah semua korbanan yang diberikan pada tanaman agar tanaman tersebut mampu tumbuh dan menghasilkan dengan baik. Untuk menghitung besarnya koefisien faktor produksi maka digunakan fungsi produksi sebagai berikut :
2.1.2. Fungsi Produksi Fungsi produksi adalah hubungan antara input dan output. atau aktivitas ekonomi
dengan memanfaatkan beberapa masukan atau input. Fungsi produksi Cobb-Douglas dapat juga dipakai untuk menganalisis
pendapatan. Fungsi produksi dapat ditunjukkan pada persamaan berikut :
Universitas Sumatera Utara

Q = f(K, L)…………………………………………….…………….(2.1) Q = A K L .....................................................................................(2.2)

dimana : Q = output

K = input kapital

A = konstanta

L = input tenaga kerja

 = koefisien kapital atau elastisitas output berkaitan dengan K

 = koefisien tenaga kerja Elastisitas output berkaitan dengan L

Parameter ( satuan alat ukur ) variabel independen dan variabel dependen yang

digunakan bervariasi maka untuk menyederhanakan varian tersebut lebih dahulu

dilogaritmakan kemudian ditransformasikan ke dalam bentuk ekonometrika : Log Q = Log A +  Log K +  Log L + …...…………..( 2.3 )

Dimana Q ( Quantity ) adalah output dan L dan K masing-masing adalah tenaga

kerja dan barang modal. A, α ( alfa ) dan β ( beta ) adalah parameter-parameter positif

yang dalam setiap kasus ditentukan oleh data. Semakin besar nilai A, barang teknologi

semakin maju. Parameter α ( alfa ) mengukur persentase kenaikan Q akibat adanya

kenaikan satu persen K sementara L dipertahankan konstan. Demikian pula parameter β(

beta ), mengukur persentase kenaikan Q akibat adanya kenaikan satu persen L sementara

K dipertahankan konstan. Jadi, α dan β masing-masing merupakan elastisitas output dari

modal dan tenaga kerja.

Jika α + β = 1, maka terdapat tambahan hasil yang konstan

Jika α + β > 1 terdapat tambahan hasil yang meningkat

Jika α + β < 1 maka artinya terdapat tambahan hasil yang menurun atas skala

produksi. Pada fungsi produksi Cobb-Douglas ( Dominic Salvatore, 2008 ).

Universitas Sumatera Utara

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat dirumuskan bahwa faktor-faktor penentu seperti tenaga kerja dan modal merupakan hal yang sangat penting diperhatikan terutama dalam upaya mendapatkan cerminan tingkat pendapatan.
2.1.3. Produksi Mencerminkan Pendapatan Hubungan antara masukan pada proses produksi dan hasil keluaran dapat
digambarkan melalui fungsi produksi. Fungsi ini menunjukkan keluaran Q ( Quantity ) yang dihasilkan suatu unit usaha untuk setiap kombinasi masukan tertentu. Untuk menyederhanakan fungsi tersebut dapat dituliskan dalam persamaan ( 2.2 ). Persamaan ini menghubungkan jumlah keluaran dari jumlah kedua masukan yakni modal dan tenaga kerja. Hubungan ini kemudian disebut dengan pendapatan.
2.1.4. Pendapatan Pendapatan dapat dihitung dengan cara produksi,cara pengeluaran dan dengan
cara nilai tambah ( added value ) Dalam penelitian ini pendapatan dihitung dengan cara produksi
Pendapatan adalah sama dengan jumlah unit output ( Q ) yang dihasilkan dikalikan dengan harga output per unit ( P ). maka pendapatan total :
TR ( Total Reveneu ) = P x Q Pendapatan usahatani akan terkait dengan jumlah produk yang dihasilkan dan harga produk. Faktor produksi berpengaruh pada biaya produksi kemudian keduanya akan mempengaruhi pendapatan.
Universitas Sumatera Utara

2.1.4.1. Luas Lahan Faktor-faktor produksi lahan terdiri dari beberapa faktor alam lainnya seperti air,
udara, temperatur, sinar matahari yang secara bersama-sama menentukan jenis tanaman yang dapat di usahakan, macam penggunaan lahan dan topografinya.
Faktor produksi tanah mempunyai kedudukan paling penting. Hal ini terbukti dari besarnya balas jasa yang diterima oleh tanah dibandingkan faktor-faktor produksi lainnya.
Dalam perhitungan ekonomi, sewa lahan / tanah tidak dapat dihitung sebagai pendapatan karena tanah tidak ada nilai penyusutannya dan sumber untuk memproduksi barang ekonomi, sewa tanah dapat dihitung jika ingin mencari keuntungan dalam usaha tani bukan pendapatan.
Bila luas lahan telah mencapai seluruh luas pertanian maka peningkatan pendapatan dilakukan dengan cara intensifikasi penggunahan lahan seperti tumpangsari tanaman, untuk kasus jagung antara jagung dengan kedele, jagung dengan ubi jalar. Jika dengan intensifikasi penggunaan luas lahan tidak tercapai maka alih tanaman yang dilakukan. Penambahan luas lahan dilakukan bila luas lahan meningkatkan pendapatan dan sebaliknya pengurangan luas lahan dilakukan apabila luas lahan mengurangi pendapatan petani.
2.1.4.2. Benih Benih jagung merupakan salah satu komponen dalam sistem produksi jagung.
Benih jagung bermutu tinggi berasal dari varietas unggul merupakan salah satu faktor
Universitas Sumatera Utara

penentu untuk memperoleh kepastian hasil usahatani jagung sebab mutu benih jagung yang bersifat kualitatif memegang peranan penting dalam meningkatkan produksi, dengan meningkatnya produksi akan meningkatkan pendapatan petani jagung.
Selain mutu benih secara kualitatif, populasi tanaman meningkatkan produksi persatuan luas sampai dengan batas maksimum luas tanam yang ditentukan oleh kapasitas produksi benih, namun semakin meningkat kebutuhan akan benih yang pada akhirnya akan meningkatkan biaya produksi atau modal.
2.1.4.3. Pupuk Pemupukan dilakukan sebagai penambah unsur hara yang ada di dalam tanah
guna memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman untuk meningkatkan produktivitas tanaman. Dosis anjuran pemupukan rata-rata perhektar yaitu untuk varietas hibrida sebesar 300 kg Urea, 150 kg SP- 36 dan 100 kg KCL untuk varietas bersari bebas sebesar 250 kg Urea, 100 kg SP-36 dan 50 kg KCL. Pemberian pupuk organik, terutama dapat memperbaiki struktur tanah dengan menyediakan ruang pada tanah untuk udara dan air.
2.1.4.4. Tenaga Kerja Tenaga kerja musiman pertanian ditentukan oleh musim, maka terjadilah
penyediaan tenaga kerja musiman dan pengangguran tenaga kerja musiman. Bila terjadi pengangguran semacam ini, maka konsekuensinya juga terjadi migrasi atau urbanisasi musiman (Soekartawi, 2002).
Universitas Sumatera Utara

Penggunaan tenaga kerja sebagai variabel dalam proses produksi lebih ditentukan oleh pasar tenaga kerja, dalam hal ini dipengaruhi oleh upah tenaga kerja serta harga outputnya (Nopirin, 2000).
2.1.5 Pengaruh Penggunaan Faktor Produksi terhadap Produksi Analisis fungsi Cobb Douglas digunakan untuk mengetahui pengaruh
penggunaan faktor produksi terhadap hasil produksi. Analisis fungsi Cobb Douglass: Q = aX1β1 X2β2 X3β3 …Xnβn …eu ....................................................( 2.4 ) Untuk memudahkan pendugaan dinyatakan dengan mengubah bentuk kuadrat
terkecil disederhanakan menjadi : Q = α + β1 X1 + β2 X2 + β3 X3 + β4 X4 + µ ……………..( 2.5 ) Karena parameter ( satuan alat ukur ) variabel independen dan variabel dependen bervariasi, maka untuk menyederhanakan varian tersebut digunakan fungsi logaritma sehingga persamaanya menjadi ; Log Q = a + b1 log X1 + b2 log X2 + b3 log X3 + b4log X4 + u ..( 2.6 )
Keterangan : Q (Quantity) = Produk jagung (Ton) a = Konstanta atau intercept X1 = Luas Lahan ( ha ) X2 = Jumlah Benih Jagung ( kilogram ) X3 = Jumlah Pupuk (kilogram) X4 = Jumlah Tenaga Kerja ( HKO ) u = Kesalahan b1,b2,b3,b4 = besaran yang akan diduga
Universitas Sumatera Utara

Selanjutnya persamaan ini digunakan untuk mengurai masalah pendapatan petani jagung sebagai berikut :
2.1.6 Pengaruh Penggunaan Faktor Produksi terhadap Pendapatan Analisis persamaan (2.5) diatas digunakan untuk mengetahui pengaruh
penggunaan faktor produksi terhadap pendapatan petani jagung ( jumlah unit output yang dihasilkan dikalikan dengan harga output per unit) dengan persamaan : Log YP = α + β1 log X1 + β2 log X2 + β3 log X3 + β4 log X4 + µ .....( 2.7 )
Dimana: YP = Total Pendapatan Kotor Petani Jagung ( jutaan rupiah ). α = Konstanta atau Intercept X1 = Luas Lahan ( ha ) X2 = Jumlah Benih Jagung (kilogram ) X3 = Jumlah Pupuk Kimia maupun Organik (kilogram ) X4 = Jumlah Tenaga Kerja (Hari Kerja Orang = HKO ) µ = Faktor pengganggu atau residual / Term of error β 1, β 2, β 3, , β 4, = Koeffisien regresi (variabel/ yang akan diduga )
Universitas Sumatera Utara

2.1.7 Penelitian Terdahulu Pada bagian ini dijelaskan secara deskriptif tentang beberapa penelitian terdahulu
yang relevan dengan penelitian yang dilakukan, beberapa ringkasan penting disajikan melalui paparan theoritical mapping yang mencakup, Nama Peneliti,Tahun Penelitian,Judul Penelitian,Variabel yang digunakan serta hasil penelitian, seperti :
Riyadi, (2007). Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi jagung secara signifikan adalah luas lahan, tenaga kerja, bibit, pupuk, dan pestisida.
Sawa Suryana, (2007) hasil penelitiannya menyebutkan faktor yang mempengaruhi produksi jagung secara signifikan adalah jumlah tanaman,tenaga kerja sementara jumlah pupuk tidak signifikan.
Surviani, (2007) hasil penelitiannya menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani jagung secara signifikan adalah bibit,tenaga kerja,produksi jagung dan pola tanam.
Universitas Sumatera Utara

2.1.8 Kerangka Pemikiran Berdasarkan pemikiran di atas, digambarkan kerangka konseptual seperti
ditunjukkan pada Gambar 2.1.
Luas Lahan (ha )

Jumlah Benih ( kilogram )
Jumlah Pupuk ( kilogram )

Pendapatan Petani Jagung (jutaan rupiah )

Jumlah Tenaga Kerja ( HKO)
Gambar 2.1. Kerangka Konseptual Analisis Pendapatan Petani Jagung Di Kecamatan Tigabinanga.

Universitas Sumatera Utara

2.1.9 Hipotesis Berdasarkan rumusan masalah maka hipotesis dalam penelitian ini adalah : 1. Luas lahan berpengaruh secara positif terhadap total pendapatan petani di Kecamatan Tigabinanga, Ceteris Paribus. 2. Jumlah benih berpengaruh secara positif terhadap total pendapatan petani di Kecamatan Tigabinanga, Ceteris Paribus 3. Jumlah pupuk berpengaruh secara positif terhadap total pendapatan petani di Kecamatan Tigabinanga, Ceteris Paribus
Jumlah tenaga kerja berpengaruh secara positif terhadap total pendapatan petani di Kecamatan Tigabinanga, Ceteris Paribus
Universitas Sumatera Utara

BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Ruang Lingkup Penelitian ini hanya menganalisis hal-hal yang berkenaan dengan variabel luas
lahan, jumlah benih, jumlah pupuk dan jumlah tenaga kerja yang mempengaruhi pendapatan petani jagung. Lingkupan penelitian ini dilakukan agar tujuan yang ingin dicapai dari hasil penelitian tidak menyimpang dari yang telah ditetapkan sebelumnya.
3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi yang dipilih untuk memperoleh data penelitian lapangan ini adalah
beberapa desa yang berada di kecamatan yang memiliki tanaman jagung di wilayah kecamatan Tigabinanga. Waktunya dimulai dari 20 Maret 2010 ( Surat ijin penelitian di Lampiran 1.)
3.3 Jenis dan Sumber Data Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, yaitu data
yang dikumpulkan dari petani jagung dengan melakukan wawancara langsung dengan menggunakan daftar pertanyaan (kuesioner) dan melakukan observasi, meliputi batasan variabel dan data yang diperlukan dalam mendukung penelitian ini.
3.4 Populasi dan Sampel 3.4.1 Populasi
Universitas Sumatera Utara

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani jagung yang terdapat di desa

– desa yang berada di wilayah Kecamatan Tigabinanga yang berjumlah 8047 jiwa

petani dari 19 desa, jenis dari populasi adalah homogen.

Tabel 3.1 : Populasi petani jagung di Kecamatan Tigabinanga

No. Desa/Kelurahan

Jiwa

1 Lau Kapur

194

2 Kem Kem

280

3 Gunung

314

4 Simpang Pergendangan

132

5 Pergendangen

574

6 Tigabinanga

1612

7 Kuta Galoh

197

8 Kuta Raja

249

9 Bunga Baru

322

10 Pertumbuken

221

11 Kuala

502

12 Kuta Buara

162

13 Simolap

87

14 Kuta Bangun

551

15 Sukajulu

283

16 Kuta Mbaru Punti

373

17 Kuta Gerat

272

18 Limang

387

19 Perbesi

1335

Jumlah

8 047

Sumber : Tigabinanga Dalam Angka 2010

3.4.2 Sampel

Universitas Sumatera Utara

Sampel adalah kumpulan elemen yang sifatnya tidak menyeluruh melainkan hanya sebagian dari populasi saja,untuk memodifikasi sampel dibuat kerangka sampling berdasarkan urutan populasi tertinggi.

Tabel 3.2 : Karangka sampling petani jagung di Kecamatan Tigabinanga

No. Desa/Kelurahan

Jiwa

1 Tigabinanga

1612

2 Perbesi

1335

3 Pergendangen

574

4 Kuta Bangun

551

5 Kuala

502

6 Limang

387

Jumlah

4961

Sumber : Tigabinanga Dalam Angka 2010

Setelah kerangka sampling terbentuk maka ditentukan teknik sampling. Teknik

sampling yang digunakan dalam penelitian ini ditetapkan metode Simple Random

Sampling yaitu setiap elemen populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih

sebagai sampel dimana populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani jagung yang

terdapat di desa–desa yang berada di wilayah kecamatan Tigabinanga yang jenis dari

populasinya homogen.

Karena jenis populasi homogen maka peneliti mengambil 2% sampel dari

masing-masing desa yang ada dalam kerangka sampling sehingga di dapati 99 sampel

dibulatkan menjadi 100 sampel. Seperti di dalam Tabel dibawah ini :

Tabel 3.3 : Teknik pengambilan sampel petani jagung di Kecamatan Tigabinanga
Universitas Sumatera Utara

No. Desa/Kelurahan
1 Tigabinanga 2 Perbesi 3 Pergendangen 4 Kuta Bangun 5 Kuala 6 Limang

Jiwa
1612 1335 574 551 502 387

Sampel 2 % dari Populasi
32 27 11 11 10
9

Jumlah

4961

100

Sumber : diolah dari Tigabinanga Dalam Angka 2010

3.5 Metode Analisis Metode Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuadrat
terkecil biasa atau Ordinary Least Square (OLS) karena hanya menggunakan satu persamaan dengan alat bantu (software) SPSS 17

3.6 Model Analisis Data Model dasar untuk fungsi pendapatan petani jagung di kecamatan Tigabinanga
merupakan pengembangan teori produksi Cobb-Dauglas, yaitu persamaan: Y=A K α L β …....................................................................................... (3.1) Dengan memecah variabel K dan L dalam bentuk yang lebih spesifik, yaitu
variabel-variabel eksplanatori yang digunakan dalam penelitian ini, maka fungsi pendapatan menjadi: YP=f ( luas lahan,jumlah benih,jumlah pupuk,jumlah tenaga kerja ) ... (3.2)

Universitas Sumatera Utara

Selanjutnya untuk mendapatkan model penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani jagung ini dilakukan dengan log terhadap variabelvariabel yang digunakan. Adapun spesifikasi model penelitian ini adalah sebagai berikut:
Log YP = α + β1 log X1 + β2 log X2 + β3 log X3 + β4 log X4 + µ
Dimana: YP = Total Pendapatan kotor petani jagung (jutaan rupiah) X1 = Luas lahan ( ha ) X2 = Jumlah Benih Jagung ( kilogram ) X3 = Jumlah Pupuk Kimia dan Organik ( kilogram ) X4 = Jumlah Tenaga kerja (Hari Kerja Orang = HKO ) α = Konstanta atau Intercept
µ = Faktor pengganggu atau residual / Term of error β 1, β 2, β 3, , β 4, = Koeffisien regresi (variabel/ yang akan diduga
3.7 Uji Kesesuaian Model (Test of Goodness of Fit) Karena analisis dalam model estimasi maka perlu lakukan uji kesesuaian yang
terdiri dari uji koefisien R2,,uji F (F -statistik) dan uji (t - statistik).
a. Koeffisien Determinasi R2 ( R Square ) Penilaian terhadap kofesien determinasi atau R Square (R2 ) bertujuan untuk
melihat variasi kemampuan variabel independen ( luas lahan, jumlah benih, jumlah pupuk dan jumlah tenaga kerja) dalam menjelaskan pengaruhnya terhadap variabel dependen (pendapatan kotor petani jagung).
Universitas Sumatera Utara

Koeffisien Determinasi (R2) sangat dipengaruhi oleh banyaknya observasi yang dilakukan. Semakin tinggi nilai kofesien determinasi (R2) , berarti model semakin dapat diandalkan. Jika nilai kofesien determinasi (R2) terletak diantara 0.70 – 1.00 dapat dikatakan memiliki nilai kofesien determinasi yang tinggi. Nilai R2 berada diantara 0 sampai 1 ( 0  R2  1 ).
b. Uji F- Statistik atau Uji Serempak ( F- test/ simultan test ) Uji simultan dilakukan untuk mengetahui hubungan antara masing-masing
variabel independen (X1),(X2), (X3) dan (X4) terhadap variabel dependen (Y). Pengujian ini dilakukan dengan membandingkan nilai F-hitung dengan F-
tabel atau membandingkan nilai sig. regresi dengan sig. ( 0.05 ). Jika Fhitung > F-tabel atau sig. > 0.05 maka H0 ditolak, yang berarti variabel independen secara bersama-sama mempengaruhi variabel dependen.
c. Uji t-Statistik ( Uji Parsial ) Uji t-statistik merupakan suatu pengujian secara parsial yang bertujuan
untuk mengetahui : 1. Signifikansi dan disebabkan oleh apa ?
Universitas Sumatera Utara

2. Tanda pengaruh baik positif (menambah) maupun negatif (mengurangi)
3. Nilai koefisien regresi ( >1 atau < 1) 4. Nilai koefisien elastisitas ( >1 atau < 1) secara individu (masing-masing) terhadap variabel dependen dengan menganggap variabel lainnya konstan. Tanda pengaruh dalam uji t-statistik ini kemudian dibandingkan hasil penelitihan apakah sama dengan hipotesis penelitian ?. Pengujian ini dilakukan dengan membandingkan nilai t-hitung dengan ttabel atau membandingkan nilai sig. regresi dengan sig. ( 0.05 ). Jika t-hitung > t-tabel atau sig. > 0.05 maka H0 ditolak, yang berarti variabel independen secara individu mempengaruhi variabel dependen.
3.8 Uji Asumsi Klasik Uji penyimpangan asumsi klasik adalah pengujian terhadap beberapa asumsi klasik
yang dilakukan untuk melihat apakah suatu model dikatakan baik dan efisien. Uji penyimpangan asumsi klasik dimulai dengan menguji :
a. Normalitas Menurut Ghozali ( 2005 ) uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah
populasi data berdistribusi normal atau tidak. Dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Uji Lilliefors ( One sampel kolmogrov smirnov ).
Universitas Sumatera Utara

Data dinyatakan berdistribusi normal jika nilai signifikansi > 0.05. Jika nilai signifikan < 0.05, maka distibusi data tidak normal.
b. Uji Linieritas Uji linieritas bertujuan untuk mengetahui apakah dua variabel mempunyai
hubungan yang linier( nilai harapan dalam parameter berpangkat satu ) atau nonliner secara signifikan. Hubungan yang linear bila signifikansi ( linearity ) kurang dari 0,05. Selanjutnya dideteksi dengan menguji asumsi klasik multikolinearitas dan heteroskedastisitas.
c. Uji Multikolinearitas Multikoniaritas adalah alat untuk mengetahui suatu kondisi, apakah terdapat
korelasi variabel independen di antara satu sama lainnya. Untuk melihat ada tidaknya multikolinieritas dalam suatu model pengamatan, dapat dilakukan dengan regresi antar variabel independen, sehingga dapat diperoleh nilai koefisien determinan (R2) masing-masing atau parsial. Selanjutnya R2 hasil regresi ( parsial ) antar variabel independen tersebut dibandingkan dengan R2 hasil regresi model, sehingga diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
- Jika nilai R2 hasil regresi ( parsial ) antar variabel bebas > R2 model penelitian, berarti terjadi multikolinieritas dalam model empiris yang digunakan.
Universitas Sumatera Utara

- Jika nilai R2 hasil regresi ( parsial ) antar variabel bebas < R2 model penelitian, berarti tidak terjadi multikolinieritas model empiris yang digunakan.
d. Uji Heterokedastisitas Untuk menguji heterokedastisitas digunakan uji Spearman rho yaitu uji
yang mengkorelasikan nilai residual (unstandardized residual) dengan masingmasing variabel independen. Jika signifikansi korelasi kurang dari 0.05 maka model regresi terjadi masalah heterokedastisitas.
3.9. Definisi Operasional Variabel Untuk memudahkan pengambilan data, diwujudkan dalam konsep operasional
sebagai berikut :
Universitas Sumatera Utara

1. Total Pendapatan (YP) adalah total pendapatan petani ( TR = P . Q ) dimana P ( Price ) adalah harga jagung dan Q ( Quantity ) dari hasil produksi jagung selama kurun waktu sekali musim tanam dihitung dalam ( jutaan rupiah ).
2. Luas Lahan (X1) adalah lahan yang digunakan untuk menghasilkan produksi jagung sekali musim tanam dihitung dengan ( ha ).
3. Jumlah benih (X2) adalah jumlah benih jagung yang digunakan untuk menghasilkan produksi jagung dalam satu musim tanam. ( kilogram ).
4. Jumlah pupuk ( X3 ) adalah jumlah pupuk yang digunakan baik pupuk kimia maupun organik untuk menghasilkan produksi jagung sekali musim tanam dihitung dengan ( kilogram )
Jumlah tenaga kerja ( X4 ) adalah penggunaan jumlah hari kerja orang ( HKO ) untuk menghasilkan produksi jagung yang dipekerjakan dalam satu kali musim tanam.
Universitas Sumatera Utara

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
4.1. DESKRIPSI DAERAH PENELITIAN 4.1.1. Gambaran Umum Wilayah Kecamatan Tigabinanga
a. Kondisi Geografis Kecamatan Tigabinga adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Karo
Propinsi Sumatera Utara. Dengan luas wilayah 160,38 Km2. Kecamatan Tigabinanga berjarak kira-kira 37 Km dari pusat pemerintahan Kabupaten.
b. Jumlah Penduduk Kecamatan Tigabinanga didiami suku bangsa yang terdiri dari Karo, Jawa,
Aceh Alas, Minang dan Batak dengan jumlah penduduknya sebesar 18.894 jiwa dengan 5.789 KK, yang terdiri dari 9.558 laki-laki dan 9.336 jiwa perempuan.
c. Mata Pencaharian Sesuai dengan kondisi sumber daya alam pada umumnya sumber mata
pencaharian masyarakat adalah sebagai petani. Penduduk yang memenuhi kebutuhan hidupnya sebagai petani yaitu mencapai 84,92% atau sebanyak 8.047 jiwa dengan usia antara 23 tahun sampai dengan 57 tahun. Perilaku petani karo lebih mudah mencontoh petani yang berhasil dari pada menerima saran dari petugas penyuluh pertanian, selain itu petani karo beranggapan bahwa bertani adalah memberi pupuk, tanpa pupuk tidak ada hasil. Belum ada penataan
Universitas Sumatera Utara

pembangunan lahan berbasis jagung sehingga tidak ada perencanaan untuk mensejahterakan petani. Pembiayaan petani dalam mananam jagung didanai kredit bank jika para petani memiliki sertifikat lahan sebagai jaminan dan kredit di penggilingan jika petani tidak memiliki sertifikat lahan, yang menjadikan petani terjerat rentenir,terperangkap pengijon dan tidak berdaya menghadapi tengkulak saat panen merupakan fakta nyata petani belum sejahtera hal ini terjadi di Kecamatan Tigabinanga
4.1.2. Pendapatan Jumlah pendapatan yang dimaksudkan adalah pendapatan kotor petani jagung
dari hasil perkalian jumlah produksi jagung ( Q = Quantity ) dengan harga jual jagung ( P = Price ) dalam satu kali musim panen. Hasil rata-rata produksi jagung sebesar 5742 kg/ 9620 M2, rata-rata harga produksi jagung sebesar Rp 2.186 / kg dengan rata-rata pendapatan yang diterima para petani jagung di Kecamatan Tigabinanga sebesar Rp 12.285.429 / 9620 M2 luas lahan dalam satu kali musim panen ( selama 5 bulan ) dengan rata-rata modal sebesar Rp 9.000.000. Total pendapatan petani jagung yang masuk dalam penelitian ini sebesar Rp 1.228.542.850,- dengan responden sebanyak 100 petani jagung. Rasio modal terhadap pendapatan rata-rata 3,57% dengan rasio terendah sebesar 1,10