Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Metode Penelitian Populasi dan Sampel 1. Populasi

commit to user

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian

Untuk memperoleh data yang dibutuhkan dalam pemecahan masalah, penelitian ini dilaksanakan di Stadion Taruna Kecamatan Karangmalang Kabupaten Sragen.

2. Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanakan tiga kali pengambilan data yaitu test dan retest yang dilaksanakan pada tanggal 21 April 2011.

B. Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan studi korelasional, yang bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai fenomena- fenomena aktual yang ada pada saat penelitian. Dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara variabel-variabel tersebut dan ditentukan dengan menggunakan koefisien, yang dihitung melalui teknik analisis statistik. Dalam penelitian ini ingin mengetahui hubungan dan besarnya sumbangan koordinasi mata-kaki, kelincahan dan panjang tungkai terhadap kemampuan menggiring bola. Adapun variabel-variabel dalam penelitian ini adalah : 1. Variabel bebas. a. Koordinasi mata-kaki sebagai variabel pertama. b. Kelincahan sebagai variabel kedua. c. Panjang tungkai sebagai variabel ketiga. 2. Variabel terikat adalah kemampuan menggiring bola. 39 commit to user 40

C. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah mencakup siswa usia 14-15 tahun Lembaga Pendidikan Sepakbola Indonesia Muda Kabupaten Sragen Tahun 2011 yang berjumlah 52 orang.

2. Sampel

Teknik Pengambilan sampel penelitian yang digunakan adalah Total Sampling yaitu seluruh populasi yang mencakup siswa usia 14-15 tahun Lembaga Pendidikan Sepakbola Indonesia Muda Kabupaten Sragen Tahun 2011 yang berjumlah 52 orang. Hal ini berdasarkan pendapat dari Suharsimi Arikunto 2006: 134 “Untuk sekedar ancer-ancer maka apabila obyeknya kurang dari 100 lebih baik diambil semua, sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Selanjutnya apabila obyeknya besar dapat diambil 10-15 atau 20-25 atau lebih”. Sehingga peneliti menggunakan dasar tersebut sebagai teknik pengambilan sampelnya.

D. Teknik Pengumpulan Data

Dokumen yang terkait

HUBUNGAN ANTARA KELINCAHAN DAN PANJANG TUNGKAI DENGAN KECEPATAN MENGGIRING BOLA DALAM PERMAINAN SEPAK BOLA

1 11 70

PENGARUH MODEL LATIHAN DAN KOORDINASI MATA KAKI TERHADAP KEMAMPUAN MENGGIRING BOLA PADA PERMAINAN SEPAKBOLA

9 67 126

HUBUNGAN ANTARA KEKUATAN OTOT TUNGKAI DAN KELINCAHAN TERHADAP KECEPATAN MENGGIRING BOLA PADA ATLET USIA 15-17 TAHUN CLUB SEPAKBOLA PERSATUAN SEPAKBOLA MURIDA (MAFC) KECAMATAN BOSAR MALIGAS TAHUN 2016.

0 3 22

HUBUNGAN ANTARA KELINCAHAN, KECEPATAN, KEKUATAN OTOT TUNGKAI, KOORDINASI MATA KAKI DAN PANJANG TUNGKAI DENGAN KETERAMPILAN MENGGIRING BOLA (Studi Eksperimen pada Siswa SMK Muhammadiyah 2 Sragen).

0 0 14

HUBUNGAN ANTARA KECEPATAN, KELINCAHAN DAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI TERHADAP KEMAMPUAN MENGGIRING BOLA PEMAIN SEPAKBOLA SSB BENGKULU USIA 13-15 TAHUN.

1 2 94

HUBUNGAN ANTARA KOORDINASI MATA KAKI, KEKUATAN OTOT TUNGKAI, DAN KELINCAHAN TERHADAP KETERAMPILAN MENGGIRING BOLA PADA PESERTA EKSTRAKURIKULER SEPAKBOLA DI SMK YAPPI WONOSARI.

1 3 107

HUBUNGAN ANTARA KOORDINASI MATA-KAKI DAN KELINCAHAN DENGAN KEMAMPUAN MENGGIRING BOLA SISWA PESERTA EKSTRAKURIKULER SEPAKBOLA DI SMP NEGERI 1 MLATI TAHUN 2015/2016.

0 0 110

SUMBANGAN KETERAMPILAN KOORDINASI MATA KAKI DAN KELINCAHAN TERHADAP KEMAMPUAN MENGGIRING BOLA SISWA PESERTA EKSTRAKURIKULER SEPAKBOLA MAJISTIK SMAN 1 KEBUMEN.

0 1 107

HUBUNGAN ANTARA KEKUATAN OTOT TUNGKAI KELINCAHAN DAN KEMAMPUAN JUGGLING MENGGUNAKAN KAKI DENGAN KEMAMPUAN MENGGIRING BOLA PADA PESERTA SSB BINA PUTRA CEPU USIA 13-15 TAHUN.

1 1 110

HUBUNGAN ANTARA KOORDINASI MATA KAKI, PANJANG TUNGKAI DAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI TERHADAP KEMAMPUAN SHOOTING SEPAKBOLA PADA PEMAIN USIA 13-15 TAHUN SSB PERSEMAN KABUPATEN KARANGANYAR TAHUN 2018

0 0 20