Evaluasi Atas Kedudukan dan Peranan Satuan Audit Internal Pada PT. Bank Tabungan Negara T.BK Cabang Medan

SKRIPSI

EVALUASI ATAS KEDUDUKAN DAN PERANAN SATUAN AUDIT
INTERNAL PADA PT. BANK TABUNGAN NEGARA
T.BK CABANG MEDAN

OLEH

NAMA

: MELVA HANDAYANI PULUNGAN

NIM

: 080522081

DEPARTEMEN : AKUNTANSI

PROGRAM STUDI STRATA 1 AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “ Evaluasi Atas
Kedudukan dan Peranan Satuan Audit Internal Pada PT. Bank Tabungan Negara
T.BK Cabang Medan” Adalah benar hasil karya sendiri dan judul yang dimaksud
belum pernah dimuat, dipublikasikan atau diteliti oleh mahasiswa lain dalam
konteks penulisan skripsi pada tingkat Program Ekstensi S1 Departemen
Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
Semua sumber data informasi yang diperoleh, telah dinyatakan dengan
jelas, benar dan apa adanya. Apabila dikemudian hari pernyataan ini tidak benar
saya bersedia menerima sanksi yang diharapkan oleh Universitas Sumatera Utara.

Medan, Juli 2011
Yang Membuat Pernyataan

Melva Handayani Pulungan
NIM : 080522081

i

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji dan syukur kepada Allah SWT yang hanya
dengan izin dan rahmat-Nya, penulis dapat menyelesaikan skripsi ini guna
memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada
Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. Adapun judul skripsi ini yaitu
Evaluasi Atas Kedudukan dan Peranan Satuan Audit Internal Pada PT.
Bank Tabungan Negara T.bk Cabang Medan.
Dengan menyadari keterbatasan, penulis sadar masih banyak kekurangan
dalam skripsi ini, baik dari isi maupun cara penyajiannya. Oleh karena itu penulis
mengharapkan saran dan kritik demi penyempurnaan skripsi ini.
Dalam mengerjakan skripsi ini banyak pihak yang telah membantu dan
memberikan dukungan, maka pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan
ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1.

Bapak Drs. John Tafbu Ritonga, M.Ec selaku Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara.

2.

Bapak Drs. Firman Syarif, Msi, Ak dan Ibu Dra. Mutia ismail, MM, Ak.
Selaku Ketua dan Sekretaris Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara.

3.

Bapak Iskandar Muda, SE, MSi, Ak selaku dosen pembimbing yang telah
banyak memberikan pengarahan, masukan dan motivasi kepada penulis
dalam proses penyusunan dan penyelesaian skripsi ini.

4.

Bapak Drs. Syamsul Bahri TRB, MM, Ak dan Bapak Drs. Sucipto, MM, Ak
selaku penguji I dan II yang telah membantu penulis melalui saran dan kritik
yang telah diberikan untuk kesempurnaan skripsi ini.

ii

Universitas Sumatera Utara

5.

Seluruh Dosen dan Pegawai Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

6.

Terkhusus kepada kedua orang tuaku yang terkasih, N. Pulungan dan M.
Hutasuhut yang telah memberikan dukungan, kasih sayang dan doa yang
tiada berkesudahan.

Medan, 04 Juli 2011
Penulis

Melva Handayani Pulungan
NIM : 080522081

iii

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi Internal Auditor pada PT.
Bank Tabungan Negara T.bk Cabang Medan dalam melaksanakan pemeriksaan
operasional kantor (POK) di kantor cabang pembantu apakah sudah dilaksanakan
sebagaimana mestinya dalam usaha peningkatan efisiensi operasi perusahaan.
Metode Penelitian dengan menggunakan metode deskriptif. Jenis data
adalah data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan
observasi, wawancara, dan teknik kepustakaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi Internal Auditor pada PT.
Bank Tabungan Negara T.bk cabang Medan dalam pelaksanaan pemeriksaan
operasional kantor (POK) di kantor cabang pembantu sudah dilaksanakan
sebagaimana mestinya dalam usaha peningkatan efisiensi operasi. Hal ini dapat
dilihat dari segi pelaksanaan tugasnya tidak terlibat dalam kegiatan operasional
sehingga pemeriksaannya benar – benar objektif, Independen dalam
melaksanakan tugasnya karena kedudukannya sebagai staff assistant manager
accounting controll dibawah Branch Manager dan kegiatan pemeriksaan yang
dilakukan sudah sesuai dengan Standar Operasional Perusahaan dengan tujuan
untuk meningkatkan efisiensi operasi.
Kata Kunci : Internal Auditor

iv

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT

This research aims to study the auditor internal function at PT. Bank
Tabungan Negara T.bk branch of Medan in the implementation of office
operational auditing at sub branch office whether had be implomented actually for
the increasing of efficiency of operation of the company.
The method applied in this research is descriptive study. And the type of
data. The data is collected by observation, interview and library research.
The results of research indicates that the auditor internal function at PT.
Bank Tabungan Negara T.bk branch of Medan in the implementation of office
operational auditing (POK) at the sub branch office had implemented actually in
the increasing of efficiency of operation. This indicated by the implementation of
the task did not involved in the operational activity, so its auditing is objective.
Independency in the task caused by its position as assistant staff of accounting
control manager under the branch Manager and the auditing activity is based on
the operational standard of the company in order to increase the efficiency of
operation.
Keyword : Internal Auditor

v

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

PERNYATAAN ............................................................................................

i

KATA PENGANTAR ...................................................................................

ii

ABSTRAK ……………... ..............................................................................

iv

ABSTRACT ……………...............................................................................

v

DAFTAR ISI ..................................................................................................

vi

DAFTAR GAMBAR ……..............................................................................

ix

DAFTAR LAMPIRAN … ..............................................................................

x

PENDAHULUAN ……………...............................................

1

A. Latar Belakang Masalah …................................................

1

BAB I

B. Perumusan Masalah ………................................................ 3
C. Tujuan Penelitian …………................................................. 4
D. Manfaat Penelitian …………............................................... 4

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA ……. ...............................................

5

A. Tinjauan Teoritis ................................................................

5

1. Internal Auditing ………............................................... 5
2. Internal Auditor ............................................................

8

3. Karakteristik Pengawasan Intern yang Efektif ............ 11
4. Fungsi Internal Auditor ............................................... 15
5. Kedudukan Internal Auditor ........................................ 20
6. Independensi Internal Auditor ..................................... 26
7. Laporan Internal Audit ................................................. 29
8. Peranan Internal Auditor bagi tercapainya
pengawasan yang efektif ............................................. 35
B. Review Penelitian Terdahulu ............................................. 38
C. Kerangka Konseptual ........................................................ 39

vi

Universitas Sumatera Utara

BAB III

METODE PENELITIAN ..................................................... 40
A. Klasifikasi Penelitian ......................................................... 40
B. Jenis dan Sumber Data ...................................................... 40
C. Teknik Pengumpulan Data ................................................ 41
D. Metode Analisis Data ........................................................ 41
E. Lokasi dan Jadwal Penelitian ............................................ 42

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ................... 43
A. Data Penelitian ................................................................... 43
1. Gambaran Umum PT. BTN Tbk. Cabang Medan
a. Sejarah Singkat Perusahaan ................................... 43
b. Struktur Organisasi ................................................. 45
c. Aktifitas Perusahaan ............................................... 56
2. Pengawasan Internal auditor ....................................... 61
3. Kedudukan Internal Auditor ....................................... 62
4. Independensi Internal Auditor ................................... 66
5. Fungsi Internal Auditor ............................................... 67
6. Laporan Internal Auditor ............................................. 68
7. Peranan Internal Auditor bagi Tercapainya
Pengawasan yang Efektif ............................................ 70

B. Analisis Hasil Penelitian .................................................... 71
1. Kedudukan Internal Auditor ........................................ 71
2. Independensi Internal Auditor ..................................... 72
3. Fungsi Internal Auditor ............................................... 73
4. Laporan Internal Auditor ............................................. 74
5. Peranan Internal Auditor Bagi Tercapainya
Pengawasan yang Efektif ............................................ 75
vii

Universitas Sumatera Utara

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN ............................................. 77
A. Kesimpulan …………….................................................... 77
B. Saran .……………............................................................. 79

DAFTAR PUSTAKA ……………………................................................... 81

LAMPIRAN ………………………………………………………………... 83

viii

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR

NOMOR

JUDUL

HALAMAN

Gambar 1.1

Internal audit Dibawah
Direktur Keuangan...........................................................22

Gambar 1.2

Internal Audit Merupakan
Staf Direktur Utama.........................................................23

Gambar 1.3

Internal Audit Merupakan
Staf Dewan Komisaris..................................................... 24

Gambar 1.4

Internal Auditor Dipimpin
Oleh Seorang Direktur Internal Audit............................. 25

Gambar 1.5

Kerangka Konseptual...................................................... 39

ix

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR LAMPIRAN

NOMOR

JUDUL

Lampiran 1

Struktur Organisasi PT. BTN T.bk Cabang Medan

x

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi Internal Auditor pada PT.
Bank Tabungan Negara T.bk Cabang Medan dalam melaksanakan pemeriksaan
operasional kantor (POK) di kantor cabang pembantu apakah sudah dilaksanakan
sebagaimana mestinya dalam usaha peningkatan efisiensi operasi perusahaan.
Metode Penelitian dengan menggunakan metode deskriptif. Jenis data
adalah data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan
observasi, wawancara, dan teknik kepustakaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi Internal Auditor pada PT.
Bank Tabungan Negara T.bk cabang Medan dalam pelaksanaan pemeriksaan
operasional kantor (POK) di kantor cabang pembantu sudah dilaksanakan
sebagaimana mestinya dalam usaha peningkatan efisiensi operasi. Hal ini dapat
dilihat dari segi pelaksanaan tugasnya tidak terlibat dalam kegiatan operasional
sehingga pemeriksaannya benar – benar objektif, Independen dalam
melaksanakan tugasnya karena kedudukannya sebagai staff assistant manager
accounting controll dibawah Branch Manager dan kegiatan pemeriksaan yang
dilakukan sudah sesuai dengan Standar Operasional Perusahaan dengan tujuan
untuk meningkatkan efisiensi operasi.
Kata Kunci : Internal Auditor

iv

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT

This research aims to study the auditor internal function at PT. Bank
Tabungan Negara T.bk branch of Medan in the implementation of office
operational auditing at sub branch office whether had be implomented actually for
the increasing of efficiency of operation of the company.
The method applied in this research is descriptive study. And the type of
data. The data is collected by observation, interview and library research.
The results of research indicates that the auditor internal function at PT.
Bank Tabungan Negara T.bk branch of Medan in the implementation of office
operational auditing (POK) at the sub branch office had implemented actually in
the increasing of efficiency of operation. This indicated by the implementation of
the task did not involved in the operational activity, so its auditing is objective.
Independency in the task caused by its position as assistant staff of accounting
control manager under the branch Manager and the auditing activity is based on
the operational standard of the company in order to increase the efficiency of
operation.
Keyword : Internal Auditor

v

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Saat ini indonesia mengalami krisis ekonomi, untuk keluar dari krisis
ini maka indonesia meningkatkan pembangunan disegala sektor, baik di sektor
ekonomi, politik, sosial, budaya, dan hankam yang tentu saja memerlukan dana
yang cukup besar. Kemudahan dana ini tidak semudah mencetak uang yang
sebanyak – banyaknya yang akan menyebabkan inflasi, tetapi kemudahan dana ini
dapat diperoleh negara tanpa mengalami inflasi adalah dengan cara menghimpun
dana dari msyarakat dan menyalurkannya kepada yang membutuhkan.
Meningkatnya aktivitas dunia usaha khususnya sektor industri
menimbulkan berbagai kebutuhan, antara lain kebutuhan dana untuk keperluan
membangun atau memperluas bidang usaha. Tambahan dana kadang tidak
seluruhnya dapat diperoleh dari perusahaan itu sendiri, tetapi dapat juga diperoleh
dari pihak luar perusahaan yaitu lembaga yang biasa memberikan bantuan dalam
bidang

keuangan adalah lembaga keuangan khususnya perbankan. Dengan

demikian peranan dalam dunia usaha sangat terasa dan berpengaruh.
Perkembangan dunia usaha harus diikuti dengan perkembangan dibidang
perbankan sebagai lembaga penunjang dan pendorong kelancaran dunia usaha.
Dengan meningkatnya aktivitas dunia usaha

di suatu perusahaan,

maka diperlukan adanya sumber – sumber penyediaan dana untuk pelaksanaan
pembangunan guna membiayai kegiatan usahanya yang semakin berkembang.
Seperti halnya PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Medan, yang
mempunyai jasa perbankan memberikan bebagai fasilitas seperti kredit, menerima
simpanan uang masyarakat baik dalam bentuk tabungan, giro maupun deposito,
pengiriman uang dari luar negeri maupun dalam negeri.
PT. Bank Tabungan Negara T.bk. Cabang Medan adalah badan usaha
yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan
menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit guna meningkatkan taraf

Universitas Sumatera1Utara

2

hidup masyarakat banyak. Melalui kegiatan perkreditan maka bank melayani
kebutuhan pembiayaan serta melancarkan mekanisme sistem bagi semua sektor
perekonomian. PT. Bank Tabungan Negara T.bk Cabang Medan dalam
melakukan aktivitasnya tidak terlepas dari pengawasan intern yang dilaksanakan
oleh bagian internal audit yang bertanggung jawab atas seluruh kegiatan
operasional perusahaan adalah laporan mingguan operasional kantor cabang
pembantu yang akan diaudit oleh internal auditor terkadang mengalami
keterlambatan sehingga hal – hal yang penting yang perlu segera dilaporkan
kepada kepala cabang tidak segera dapat diketahui untuk melakukan tindakan
lebih lanjut.
Bank sebagai pemberi kredit menjalankan perannya berdasarkan suatu
kebijakan untuk selalu tetap memelihara keseimbangan yang tepat untuk
memperoleh keuntungan dalam bentuk bunga dengan tujuan likuiditas dan
solvabilitas bank. Solvabilitas adalah kemampuan untuk melunasi semua hutanghutangnya baik (baik jangka pendek maupun jangka panjang). Sedangkan yang
dmaksud dengan likuiditas adalah kemampuan bank tersebut dalam menjamin
terbayarnya hutang – hutang jangka pendeknya.
Untuk tercapainya tujuan tersebut bank memerlukan audit internal
yang baik dan perkreditan yang efektif sehingga kredit bank tidak bermasalah.
Perbankan merupakan salah satu unsur pengembangan perekonomian dan juga
sebagai lembaga yang berkewajiban turut serta mempelancar arus kegiatan
dibidang ekonomi, keuangan dan pembangunan negara.
Sehubungan dengan banyaknya kasus – kasus kredit macet yang
disebabkan karena ketidakmampuan nasabah dalam memenuhi kewajibannya,
maka timbul permasalahan yang tidak diinginkan seperti kekurangmampuan
masing – masing bank menilai mutu kredit yang telah mereka berikan. Untuk
menghindari terjadinya penyimpangan kredit tersebut maka bank memerlukan
audit internal yang memadai.
PT. Bank Tabungan Negara T.bk. Cabang Medan adalah badan usaha
yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan
menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit guna meningkatkan taraf

Universitas Sumatera Utara

3

hidup masyarakat banyak. Melalui kegiatan perkreditan maka bank melayani
kebutuhan pembiayaan serta melancarkan mekanisme sistem bagi semua sektor
perekonomian. PT. Bank Tabungan Negara T.bk Cabang Medan dalam
melakukan aktivitasnya tidak terlepas dari pengawasan intern yang dilaksanakan
oleh bagian internal audit yang bertanggung jawab atas seluruh kegiatan
operasional perusahaan adalah laporan mingguan operasional kantor cabang
pembantu yang akan diaudit oleh internal auditor terkadang mengalami
keterlambatan sehingga hal – hal yang penting yang perlu segera dilaporkan
kepada kepala cabang tidak segera dapat diketahui untuk melakukan tindakan
lebih lanjut.
Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian
dan membuat laporannya dalam bentuk skripsi yang berjudul “ Evaluasi atas
Kedudukan dan Peranan Satuan Audit Internal Pada Bank Tabungan
Negara T.bk ”

B. Perumusan Masalah
Perumusan masalah merupakan awal dari penelitian dan merupakan
langkah yang penting serta pekerjaan yang sulit dalam penelitian. Berdasarkan
latar belakang masalah dan tinjauan teoritis penulis mencoba merumuskan
masalah yang menjadi dasar penelitian dalam penyusunan skripsi ini, sebagai
berikut:
1. Apakah fungsi internal auditor pada PT. BTN Tbk. Cabang Medan sudah
dilaksanakan sebagaimana mestinya dalam usaha peningkatan efisiensi
operasi perusahaan.

Universitas Sumatera Utara

4

2. Apakah

internal auditor

itu

sendiri

sesuai

dengan

fungsi dan

kedudukannya dapat berperan dalam upaya tercapainya pengawasan yang
efektif pada PT. BTN Tbk. Cabang Medan ?

C

Tujuan Penelitian
Adapun Tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui apakah kedudukan dan fungsi internal auditor telah
berperan dalam meningkatkan efisiensi dan efektifitas operasional pada
PT. BTN Tbk. Cabang Medan.
2. Untuk mengetahui hasil pelaksanaan fungsi internal auditor pada PT.
BTN, Tbk Cabang Medan sudah dilaksanakan sebagaimana mestinya
dalam usaha peningkatan efisiensi operasi perusahaan.

B. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini adalah :
1. Sebagai bahan masukan bagi peneliti dalam memahami tentang kedudukan
dan fungsi audit internal serta dalam pelaksanaan tugas – tugasnya,
2. Sebagai bahan masukan ataupun pertimbangan bagi prusahaan dalam
menerapkan kedudukan dan fungsi audit internal agar terlaksana dengan
efektif dan efisien,
3. Sebagai bahan masukan bagi yang akan melakukan penelitian yang sama
mengenai masalah audit internal

Universitas Sumatera Utara

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Teoritis
1. Internal Auditing
Perusahaan yang masih mempunyai ukuran relatif kecil dimana
operasi atau kegiatan perusahaan dapat dikerjakan beberapa orang, pemilik
atau pemimpin dapat mengawasi dan mengendalikan segala sesuatu yang
terjadi dalam perusahaan secara langsung.
Setelah perusahaan berkembang

menjadi besar maka partisipasi

pemilik atau pemimpin tidak dapat seperti keadaan perusahaan telah
meluas sedemikian rupa sehingga struktur organisasi menjadi lebih
kompleks. Dengan adanya permasalahan baru tersebut manajemen perlu
mendelegasikan tanggung jawab dan wewenang ketingkat supervise yang
ada. Dengan demikian manajemen dituntut untuk menjaga harta milik
perusahaan, mencegah serta menentukan kesalahan dan penggelapan.
Untuk kepentingan-kepentingan dan sebab-sebab diatas, dalam
pengertian guna perencanaan strategi dan pengendalian manajemen, sistem
pengawasan intern sangat berfungsi sekali. Informasi yang teliti, jelas,
tepat waktu dan dapat dipercaya adalah sangat berarti guna dasar
perencanaan strategi dan pengendalian manajemen.
Informasi dengan sifat-sifat yang disebutkan seperti diatas dihasilkan
oleh adanya sistem pengawasan intern yang baik. Untuk menjaga agar

Universitas Sumatera 5Utara

6

sistem pengawasan intern berjalan secara efektif, diperlukan suatu bagian
khusus dalam perusahaan yaitu departemen internal

audit

untuk

melakukan penilaian secara terus menerus terhadap sistem pengawasan
intern perusahaan. Departemen internal audit inilah yang diharapkan dapat
memberikan masukan informasi tentang hal-hal yang perlu mendapat
perbaikan dalam sistem pengendalian intern, berikut ini dikutip beberapa
defenisi internal auditing.
The institute of internal auditor dalam statement of responsibility of
internal auditor (2004:3), mengemukakan defenisi, mengenai internal
auditing sebagai berikut :
“Internal auditing is an independent, objective assurance and consulting
activity designed to add value and improve and organization’s operations.
It helps an organization accomplishits objective by bringing a systematic,
disciplined approach to avaluate and improve the effectiveness of risk
management, control and governance processes”.
Defenisi ini mengandung bahwa internal auditing meru pakan suatu
aktivitas penilaian yang berbeda atas data akuntansi dan aktivitas lainnya
yang dilakukan oleh pegawai perusahaan itu sendiri dengan maksud
membantu manajemen dalam penyediaan informasi.

Tujuan dari pada

internal auditing adalah untuk membantu semua anggota manajemen
dalam melaksanakan tanggung jawab mereka secara efektif dengan
memberikan kepada mereka analisis, penilaian, rekomendasi dan komentar
yang objektif mengenai kegiatan yang diperiksa.

Universitas Sumatera Utara

7

Tujuan tersebut dicapai dengan :
• Meneliti apakah pelaksanaan sistem pengawasan dibidang akuntansi,
keuangan dan operasi cukup dan memenuhi syarat
• Menilai apakah kebijaksanaan, rencana dan prosedur yang telah ditentukan
telah ditaati.
• Menilai kecermatan data akuntansi dan data lain dalam organisasi.
• Menilai mutu pelaksanaan tugas-tugas yang telah diberikan masingmasing anggota manajemen
Pelaksanaan atau team fungsi audit sebagaimana diungkapkan diatas
disebut dengan internal auditor.
Menurut Holmes dan Burns (2000:152) Internal auditing adalah
“kegiatan penilaian independen dalam organisasi untuk mereview operasi
sebagai jasa yang diberikan kepada manajemen”.
Dari defenisi diatas dapat disimpulkan bahwa Internal auditing adalah
suatu fungsi penilaian yang bebas dalam suatu organisasi guna menelaah
atau mempelajari dan menilai kegiatan-kegiatan perusahaan guna memberi
saran-saran

kepada

manajemen.

Kegiatan

penilaian

ini

bersifat

independent bukanlah dalam arti absolut yang berarti bebas dari semua
ketergantungan seperti halnya eksternal auditor.
Defenisi lain menurut Boynton Johnson dan Kell (2003:491) Internal
auditing adalah “aktivitas pemberian keyakinan serta konsultasi yang
independent dan objektif, yang dirancang untuk menambah nilai dan
memperbaiki operasi organisasi”.

Universitas Sumatera Utara

8

Bagian-bagian yang penting dari defenisi diatas adalah :
• Internal yaitu menunjukkan bahwa aktivitas auditing dilaksanakan dalam
organisasi. Karyawan yang sudah ada dalam organisasi itu dapat
melakukan aktivitas audit internal atau aktivitas itu bisa

diserahkan

kepada profesional lain dari luar organisasi yang melayani entitas tersebut.
• Independen dan objektif yaitu menjelaskan bahwa pertimbangan auditor
akan bernilai bila bebas dari penyimpangan.
• Pendekatan yang sistematis dan berdisiplin yaitu menyiratkan bahwa
auditor internal mengikuti standar professional yang mengatur pekerjaan
audit internal.
• Membantu organisasi mencapai tujuannya yaitu menunjukkan bahwa
auditing internal dilakukan untuk membantu atau member manfaat bagi
keseluruhan organisasi dan diarahkan oleh sasaran serta tujuan organisasi
tersebut.
Organisasi profesi auditor intern mendefenisikan internal auditing
“sebagai fungsi penilaian yang independen dari aktivitas yang di audit”.

2. Internal Auditor
Dalam perkembangan usahanya baik perusahaan perorangan maupun
berbagai perusahaan berbentuk badan hukum, sangat memerlukan internal
auditor untuk melakukan audit di dalam perusahaan. Hasil audit tersebut
sangat diperlukan bagi pihak-pihak yang berkepentingan terhadap laporan
keuangan perusahaan yang tidak hanya pada para pemimpin perusahaan

Universitas Sumatera Utara

9

tetapi juga pihak-pihak diluar perusahaan yang memerlukan informasi
mengenai perusahaan untuk pengambilan keputusan tentang hubungan
mereka terhadap perusahaan.
Menurut Mulyadi (2002:29), menyatakan bahwa :
Internal Auditor adalah auditor yang bekerja dalam perusahaan
(perusahaan negara maupun perusahaan swasta) yang tugasnya
adalah menentukan apakah kebijakan dan prosedur yang ditetapkan
oleh manajemen puncak telah dipatuhi, menentukan baik atau
tidaknya penjagaan terhadap kekayaan organisasi, menentukan
efisiensi dan efektivitas prosedur kegiatan organisasi, serta
menentukan keandalan informasi yang dihasilkan oleh berbagai
bagian organisasi.
Menurut Guy, alderman dan winters (2002:15) Internal Auditor adalah
“Karyawan tetap

yang dipekerjakan oleh suatu entitas untuk

melaksanakan audit dalam organisasi tersebut”.
Dari defenisi di atas, seorang auditor sangat berkepentingan dengan
penentuan apakah kebijakan dan prosedur telah diikuti atau tidak serta
berkepentingan dengan pengamanan aktiva organisasi. Internal Auditor
juga terlibat dalam penelaahan (review) efektivitas dan efisiensi prosedur
operasi serta dalam penentuan keandalan informasi yang dihasilkan oleh
organisasi tersebut.
Menurut Arens (2008:482), Profesional Institute of Internal Auditor
memberikan defenisi mengenai internal audit sebagai berikut :
Internal audit adalah aktivitas konsultasi dan assurance yang objektif
dan independen yang dirancang untuk menambah nilai dan
memperbaiki operasi organisasi. Hal tersebut membantu organisasi
untuk mencapai tujuan mereka dengan melakukan pendekatan yang
sistematis dan berdisiplin untuk mengevaluasi dan meningkatkan
efektivitas dari manajemen risiko, pengendalian, dan proses
pengaturan.

Universitas Sumatera Utara

10

Internal Auditor dipekerjakan pada masing-masing perusahaan untuk
melakukan

audit bagi manajemen, hampir

sama dengan apa yang

dilakukan oleh auditor GAO bagi kongres. Internal auditor pada beberapa
perusahaan besar dapat meliputi lebih dari 100 orang serta umumnya
bertanggung jawab langsung kepada presiden direktur, pimpinan tertinggi
perusahaan lainnya, atau bahkan kepada komite audit dari dewan direksi.
Menurut Arens (2003:24), tanggung jawab internal auditor sangat
beragam bergantung pada pemberi kerja diantaranya : “Beberapa auditor
intern hanya terdiri dari satu atau dua orang staf saja yang menghabiskan
sebagian besar waktunya untuk melakukan rutinitas auditor kepatuhan.
Internal Auditor lainnya terdiri dari sejumlah staf yang memiliki tanggung
jawab yang beragam, termasuk area lainnya di luar akuntansi”.
Seorang Internal Auditor, agar dapat bekerja

secara efektif harus

berada dalam posisi yang independen terhadap lini fungsi dalam suatu
organisasi, tetapi ia tidak independen terhadap organisasi sepanjang masih
terdapat hubungan antara pemberi kerja dan pekerja. Internal Auditor
menyediakan informasi yang amat bernilai bagi pihak manajemen dalam
proses pembuatan keputusan yang berkaitan dengan efektivitas operasi
perusahaan. Para pengguna informasi yang berada di luar perusahaan
kemungkinan besar tidak akan menyadarkan dirinya pada informasi yang
telah diuji oleh Internal Auditor saja terutama disebabkan oleh ketiadaan
independensi dari Internal Auditor tersebut.

Universitas Sumatera Utara

11

Pengalaman sebagai seorang Internal Auditor dapat digunakan untuk
mememuhi persyaratan pengalaman yang dibutuhkan untuk menjadi
seorang akuntan public. Mayoritas audit intern memperoleh sertifikat
sebagai seorang Internal Auditor bersertifikat (certified internal auditor
CIA). Serta beberapa internal auditor lainnya memperoleh baik sertifikat
akuntan public maupun sertifikat auditor intern.

3. Karakteristik Pengawasan Intern yang Efektif
Sebelum menganalisa karakteristik pengawasan intern yang efektif,
dijelaskan lebih dahulu pengertian dan tujuan pengawasan intern, prinsipprinsip pengawasan intern, keterbatasan pengawasan intern serta
karakteristik dan ciri-ciri pengawasan intern yang efektif.

3.1. Pengertian dan Tujuan Pengawasan Intern
Menurut Boynton Johnson and Kell (2003:373) Pengendalian intern
adalah
Suatu proses, yang dilaksanakan oleh dewan direksi, manajemen, dan
personil lainnya dalam suatu entitas, yang dirancang untuk
menyediakan keyakinan yang memadai berkenaan dengan pencapaian
tujuan dalam kategori sebagai berikut :
a. Keandalan pelaporan keuangan
b. Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku
c. Efektivitas dan efisiensi operasi
Ikatan

Akuntansi

Indonesia

(2001:319.2)

mendefenisikan

pengendalian intern adalah
Sebagai suatu proses yang dijalankan oleh dewan komisaris,
manajemen dan personil lain entitas yang didesain untuk memberikan

Universitas Sumatera Utara

12

keyakinan memadai tentang pencapaian tiga golongan tujuan berikut
ini : (a) keandalan pelaporan keuangan, (b) efektivitas dan efisiensi
operasi, dan (c) kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang
berlaku.
Dari defenisi-defenisi seperti yang dikemukakan sebelumnya, dapat
diambil kesimpulan bahwa tujuan dari sistem pengawasan intern atau
istilah sekarang dikenal sebagai pengendalian intern adalah sebagai berikut
a. Menjaga keamanan harta milik perusahaan
b. Memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi
c. Meningkatkan efisiensi dalam operasi
d. Membantu

menjaga

agar

tidak

ada

yang

menyimpang

dari

kebijaksanaan manajemen yang ditetapkan terlebih dahulu

3.2. Prinsip – prinsip Pengawasan Intern
Sistem pengawasan intern tidak berlaku universal untuk semua
perusahaan namun berpedoman pada beberapa prinsip yang langsung
membantu fungsinya dalam sistem pengawasan intern.
Menurut Tuanakota (2000:46) menggambarkan pengawasa intern
yang baik adalah “Secara umum dapat dikatakan bahwa suatu struktur
pengawasan adalah baik, jika tidak seorang pun berada dalam kedudukan
sedemikian rupa sehingga ia dapat membuat kesalahan dan meluruskan
tindakan-tindakan yang tidak diinginkan dalam waktu yang tidak terlalu
lama”.
Efektivitas pengawasan intern keuangan atau akuntansi didasarkan
pada konsepsi pertanggungjawaban. Menurut Jerry, dkk (2007:455)

Universitas Sumatera Utara

13

prinsip utama pengawasan intern keuangan atau akuntansi adalah sebagai
berikut :
a. Pembentukan tanggungjawab.
Pengawasan akan efektif jika hanya seseorang yang bertanggung
jawab pada sebuah pekerjaan tertentu
b. Pemisahan pekerjaan
Aktivitas-aktivitas terkait seharusnya ditugaskan kepada orang
yang berbeda-beda dan penciptaan akuntabilitas (dengan
pencatatan) atau asset yang seharusnya terpisah dari penjagaan
fisik asset tersebut.
c. Prosedur dokumentasi
Seluruh alat atau prosedur yang membuktikan ketelitian harus
dimanfaatkan untuk menjamin keakuratan dan kebenaran operasi
dan akuntansi.
d. Pengendalian fisik, mekanik, dan elektronik
Pengendalian fisik sangat terkait deengan perlindungan asset
seperti kotak deposit pengamatan untuk kas dan kertas usaha.
Dan pengendalian mekanik dan elektronik juga melindungi asset
seperti alarm pencegah invasi, monitor televisi, dan sensor tekstil
untuk menghalangi pencurian, mesin absen untuk mencatat jadwal
kerja.
e. Verifikasi internal independen
Prinsip ini melibatkan tinjauan, perbandingan dan rekonsiliasi
data yang dibuat oleh karyawan lain.
f. Mengikat karyawan yang memegang kas
Pengikatan melibatkan perolehan asuransi perlindungan atas
ketidaktepatan penggunaan asset oleh karyawan yang tidak jujur.
g. Merotasi tugas karyawan dan meminta karyawan untuk
mengambil cuti.
Prinsip ini didesain untuk mencegah karyawan dari segala usaha
pencurian karena mereka tidak akan mampu menyembunyikan
kesalahan mereka secara permanen.
Prinsip-prinsip di atas hanya sebagai pedoman umum, namun tidak
dapat menjamin tidak akan terjadinya penyelewengan sama sekali
walaupun keseluruhan unsur berjalan dengan baik. Hal ini disebabkan
karena keterbatasan pengawasan intern itu sendiri ataupun sebab-sebab
lain, misalnya : pengawasan intern yang ada tidak sesuai lagi akibat
perkembangan perusahaan.

Universitas Sumatera Utara

14

3.3. Keterbatasan Pengawasan Intern
Setiap pengawasan yang bagaimanapun baiknya tetap memiliki
kelemahan-kelemahan itu sendiri sering dimanfaatkan oleh orang atau
oknum yang mempunyai kesempatan melakukan penyelewengan dan
penipuan atau tindakan yang merugikan perusahaan.
Menurut Jerry, dkk (2007:460) adapun keterbatasan pengawasan
intern tersebut sebagai berikut :
a. Persekongkolan atau collusion adalah kerja sama antara beberapa
pegawai dalam suatu perusahaan untuk melakukan penyelewengan
atau manipulasi. Apabila terjadi persekongkolan maka akan sulit
untuk menemukan indikasinya.
b. Kelemahan manusia
Pelaksana pengawasan intern adalah manusia, karena sering
melakukan pekerjaan yang rutin dan otomatis, tidak lagi melakukan
pengawasan secara baik. Kelemahan ini sering dipergunakan pula
oleh orang atau hukum yang berniat tidak baik terhadap
perusahaan.
c. Ukuran usaha
Pada perusahaan kecil mungkin akan sulit untuk memisahkan tugas
atau membuat verifikasi internal independent.
Keterbatasan atau kelemahan pengawasan intern diatas merupakan
kendala untuk tercapainya pengawasan intern yang efektif dan memadai.
Tanggung jawab pembinaan pengawasan intern dilimpahkan pada
pimpinan, sebab pengawasan intern yang bagaimanapun baiknya sangat
mudah dilanggar oleh pimpinan. Apabila dibahas secara dalam, unsur
utama

penyebab

lemahnya

pengawasan

intern

adalah

manusia

pelaksananya. Manusia sebagai unsur dari internal control adalah lebih
penting perannya dari unsur yang lain seperti prosedur maupun catatan.

Universitas Sumatera Utara

15

4.

Fungsi Internal Auditor
Secara umum fungsi internal auditor dalam perusahaan adalah untuk
mengawasi

atau menjamin pelaksanaan kegiatan agar sesuai dengan

ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan dalam perusahaan. Agar
internal auditor dapat melaksanakan fungsinya dengan baik ada beberapa
syarat yang harus dimiliki.
Menurut Tjitrosudojo (2000:189)

mengemukakan tujuh ciri yang

harus dimiliki oleh seorang internal auditor yaitu :
a. Ia harus mempunyai pandangan yang luas untuk melakukan
pemeriksaan pengelolaan. Ia harus berpikir sebagai seorang
pimpinan organisasi yang tidak terkekang oleh program
pemeriksaan atau tradisi.
b. Pandangan yang luas tersebut harus didasarkan pada pertimbangan
yang sehat. Dalam mengambil suatu keputusan yang mantap ia
harus memperoleh semua fakta yang diperlukan.
c. Pemeriksaan yang modern haruslah percaya pada diri sendiri dan
kepada pekerjaannya. Kepercayaan dibuktikan dengan adanya
keberanian untuk memasuki bidang pekerjaan baru.
d. Imajinasi merupakan jiwa penggerak kemajuan
e. Inisiatif adalah kekuatan yang melengkapi gagasan
f. Sikap Harus memelihara hubungan baik dengan pihak yang
diperiksanya
g. Kepemimpinan Pemeriksaan harus mempunyai sifat kepemimpinan
yang diperlukan untuk melancarkan kepercayaan dan untuk
meransang tindakan
Berdasarkan uraian di atas, maka syarat minimal yang harus dimiliki
seorang internal auditor setidak-tidaknya meliputi :
a. Pengetahuan yang baik dibidang akuntansi dan auditing
b. Sikap yang objektif dan independent
c. Sifat jujur, bijaksana dan mampu bekerja sama

Universitas Sumatera Utara

16

d. Disamping itu perlu juga pemahamannya tentang rencana
organisasi
Bidang internal audit yang banyak dikenal pada mulanya tertuju pada
pemeriksaan data akuntansi, bidang ini lebih dikenal dengan financial
audit.

Namun sejalan dengan semakin mendesaknya kebutuhan akan

informasi bagi manajemen sebagai in out dalam pengambilan keputusan
dan

kebijaksanaan,

maka

kegiatan

operasional

manajemen

juga

dimasukkan sebagai salah satu bidang yang diawasi dan diperiksa internal
auditor. Bidang ini dikenal dengan nama manajemen audit.
Setelah memahami uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa
internal auditor memiliki andil yang cukup tinggi bagi suatu perusahaan.
Sebagai seorang staf dari pimpinan perusahaan, seorang internal auditor
harus dapat bertugas dengan baik, sehingga peranannya dalam menunjang
sistem pengawasan intern dapat berlangsung dengan optimal. Seorang
internal auditor bertugas melakukan pemeriksaan dan penilaian yang bebas
atas kegiatan operasional, data akuntansi dan catatan keuangan lainnya.
Sejalan dengan perkembangan jaman yaitu perkembangan sistem
informasi akuntansi. Aktivitas internal auditor yang dijalankan melalui
fungsi-fungsi internal auditor telah diartikan sebagai suatu pemeriksaan
dan penyajian data yang objektif mengenai hasil analisa, penilaian,
rekomendasi dan komentar atas aktivitas manajemen yang diperiksanya.
Menurut Kosasih (2000:277-278) menggolongkan secara terperinci
fungsi internal auditor yaitu :

Universitas Sumatera Utara

17

a. Menentukan baik tidaknya internal auditor dengan memperhatikan
pemisahan fungsid an apakah prinsip akuntansi benar-benar telah
dilaksanakan.
b. Bertanggung jawab dalam menentukan apakah pelaksanaannya
mentaati peraturan, rencana policy, dan prosedur yang telah
ditetapkan sampai menilai apakah hal yang tersebut dapat
diperbaiki atau tidak.
c. Memverifikasi adanya dan keutuhan kekayaan (asset) termasuk
mencegah dan menemukan penyelewengan.
d. Menilai kehematan, efisiensi, efektivitas kegiatan
e. Melaporkan secara objektif
apa yang diketahuinya kepada
manajemen disertai rekomendasi perbaikannya.
Fungsi-fungsi diatas dapat dijelaskan sebagai berikut :
a.

Dengan mengkaji ulang secara cermat atas bagian organisasi dan uraian
fungsi yang menjelaskan pemnagian tugas-tugas. Tinjauan ulang ini harus
memperlihatkan apakah pengawasan atas setiap orang didalam perusahaan
memadai atau tidak dan tidak boleh seorang pun yang menempati posisi
yang bertentangan dengan kebijaksanaan pengawasan internal yang sehat.

b.

Mengetahui apakah pelaksanaan telah dilakukan sesuai dengan kontrak
yang telah disetujui dan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya.

c.

Dengan mencocokkan daftar kekayaan perusahaan dengan kenyataan yang
ada

d.

Memastikan bahwa sistem akuntansi yang ada telah dilaksanakan sesuai
dengan yang digariskan perusahaan dan apakah laporan telah disusun
dengan benar.

e.

Dengan melaporkan secara objektif apa yang telah ditemukan selama
pemeriksaan

dan

memberikan

rekomendasi

perbaikannya

kepada

manajemen.

Universitas Sumatera Utara

18

Menurut Holmes dan Burns (2000:154) “berpendapat bahwa, agar
fungsi internal auditor itu bisa bekerja secara efektif maka adanya sasaransasaran atau pemeriksaan

tertentu yang

harus ditetapkan dan harus

senantiasa dikaji ulang. Sasaran-sasaran yang dimaksud adalah :
(a) Sasaran pengawasan akuntansi, (b) Sasaran pengawasan administratif”
Dari keterangan diatas dapat dijelaskan sebagai berikut :
a.

Sasaran pengawasan akuntansi (accounting control objectives)
Dalam mencapai sasaran pengawasan akuntansi, para auditor harus
menentukan

keandalan

pengawasan

akuntansi

yang

berlangsung

memusatkan perhatian kepada pencegahan atau penemuan kekeliruan dan
penyelewengan atau kecurangan yang material. Ada beberapa langkah
yang dapat diterapkan oleh auditor dalam mencapai sasaran ini yaitu :
1) Mengidentifikasi jenis kekeliruan dalam penyelewengan akuntansi
yang mungkin terjadi
2) Menetapkan prosedur yang harus mencegah atau menemukan
kekeliruan dan penyelewengan semacam itu.
3) Menuju transaksi serta prosedur-prosedur untuk menentukan apakah
prosedur-prosedur yang diperlukan sudah digariskan dan dipatuhi
secara memuaskan.
4) Mengevaluasi semua jenis kekeliruan dan penyelewengan yang tidak
terdapat dalam prosedur pengendalian internal yang ada. Ini akan
membantu dalam menentukan pengaruhnya terhadap sifat, watak atau
luasnya prosedur auditing.

Universitas Sumatera Utara

19

b.

Sasaran pengawasan administratif (administration control objektif)

Untuk
bertanggung

mencapai

sasaran

pengawasan

jawab

menentukan

ketaatan

administratif,
terhadap

auditor

kebijaksanaan

perusahaan dan mencatat serta melaporkan penyimpangannya.

Ada

beberapa langkah yang dapat dilakukan internal auditor untuk mencapai
sasaran ini yaitu :
1) Evaluasi atas upaya organisasional seperti yang dicerminkan oleh
hubungan pelaporan dalam perusahaan.
2) Tinjauan ulang yang cermat atas bagan organisasi dan uraian posisi
yang menjelaskan pembagian upaya-upaya itu. Tinjauan ulang ini
harus memperlihatkan apakah memadai atau tidak dan tidak boleh ada
seorangpun yang menempati posisi yang bertentangan dengan
kebijakan pengendalian internal yang sehat.
3) Evaluasi atas saluran komunikasi didalam perusahaan khususnya
komunikasi dengan manajemen puncak dan dengan komite audit.
Saluran ini harus diterapkan dengan jelas sehingga pelaporan akan
tetap aktual dan objektif.
4) Pengujian dan evaluasi atas kebijakan perusahaan
Walaupun ada pemisahan fungsi-fungsi atas dasar tujuan audit intern.
Namun pada dasarnya kedua fungsi tersebut mempunyai hubungan
yang erat satu sama lainnya dalam meningkatkan hasil guna sistem
pengawasan internal.

Universitas Sumatera Utara

20

5.

Kedudukan Internal Auditor
Kedudukan ataupun status internal auditor dalam struktur organisasi
mempunyai pengaruh terhadap luasnya kegiatan, peranan serta tingkat
kebebasan di dalam menjalankan tugasnya sebagai auditor. Kedudukan
internal auditor hendaknya ditempatkan sedemikian rupa sehingga ia dapat
melaksanakan wewenang dan tanggung jawab dengan baik. Kedudukan
internal auditor hendaknya menjamin kebebasan relatif sehingga ia dapat
melaksanakan penilaian-penilaian yang tidak memihak dan tanpa
prasangka.

Untuk menjamin keadaan ini, maka langkah-langkah yang

ditempuh yaitu :
a. Manajemen dan dewan komisaris harus memberikan dukungan penuh
kepada internal auditor
b. Kepala internal auditor harus bertanggung jawab kepada pejabat yang
mempunyai wewenang yang cukup tinggi untuk menjamin jangkauan
audit yang luas serta tindak lanjut yang sebaik-baiknya atas
rekomendasi-rekomendasi sebagaimana dilaporkan dalam pelaporan
pemeriksaan.
c. Fungsi-fungsi, wewenang, bagian internal auditor haruslah ditulis
dengan jelas pada sebuah dokumen formal, dan sebaiknya disetujui
dewan komisaris.
d. Pimpinan bagian internal auditing harus mempunyai jalur hubungan
langsung dengan dewan komisaris, yang berguna untuk menyampaikan

Universitas Sumatera Utara

21

laporan secara berkala dan membicarakan hal-hal yang dianggap
penting bagi perusahaan.
Untuk menjamin bahwa internal auditor akan bersifat objektif dalam
melaksanakan pemeriksaan, internal auditor hendaknya jangan dilibatkan
dengan tanggung jaqwab operasional. Hal ini disebabkan ia tidak mungkin
bersikap obyektif dalam menilai pencapaian suatu fungsi yang tanggung
jawab dan wewenangnya pernah dilimpahkan padanya.
Kedudukan internal auditor dalam struktur organisasi perusahaan yang
satu dengan perusahaan yang lain tentu tidak sama, karena

hal ini

tergantung pada situasi dan kondisi perusahaan serta tujuan yang hendak
dicapai dalam pembentukan bagian internal auditor.
Penempatan bagian internal auditor serta job description secara jelas
akan membawa pengaruh positif dalam proses komunikasi antara internal
auditor dengan pihak manajemen, demikian juga penempatan yang tidak
terarah akan menghambat jalannya arus pelaporan dari internal auditor
kepada pihak manajemen.
Menurut Sukrisno Agoes (2004:243) ada empat alternatif kedudukan
internal auditor dalam struktur organisasi yaitu :
a. Bagian internal audit berada di bawah direktur keuangan (sejajar
dengan bagian akuntansi dan keuangan).
b. Bagian internal audit merupakan staf direktur utama,
c. Bagian internal audit merupakan staf dari dewan komisaris,
d. Bagian internal audit dipimpin oleh seorang internal audit
direktur.

Universitas Sumatera Utara

22

Keempat alternatif tersebut dapat dilihat dalam gambar 1.1, 1.2, 1.3,
dan gambar 1.4. berikut ini.
Ad.a. internal audit di bawah direktur keuangan
RUPS
Dewan Komisaris
Direktur Utama
Direktur Keuangan

Bagian
Akuntansi

Bagian
Keuangan

Bagian
Internal Audit

Gambar 1.1. Internal Audit dibawah direktur keuangan
Sumber:Sukrisno, Agoes, 2004. Auditing

Gambar diatas memperlihatkan bahwa bagian internal audit
berkedudukan sejajar dengan bagian keuangan dan bagian akuntansi.
Bagian internal audit

sepenuhnya bertanggung jawab kepada direktur

keuntungan. Kelemahan dari kedudukan ini adalah bahwa ruang lingkup
pemeriksaan internal audit menjadi lebih sempit hanya ditekankan pada
pengendalian atas bagian keuangan saja. Jika dikaitkan dengan
independensi, maka tingkat kebebasan internal audit terbatas dan sempit.
Keuntungan poisisi ini adalah laporan internal audit

dapat segera

dipelajari dan ditanggapi.

Universitas Sumatera Utara

23

Ad.b. Internal audit merupakan staf direktur utama bertanggung jawab
langsung kepada direktur utama

RUPS
Dewan Komisaris
Direktur Utama
Bagian
Internal Audit
Direktur Keuangan

Bagian
Akuntansi

Bagian
Keuangan

Bagian
Anggaran

Gambar 1.2. Internal audit merupakan staf direktur utama
Sumber:Sukrisno, Agoes, 2004. Auditing

Gambar diatas memperlihatkan bahwa kedudukan internal audit
merupakan staf direktur utama. Dalam hal ini internal audit mempunyai
tingkat independensi yang tinggi, karena internal audit dapat melakukan
pemeriksaan ke seluruh bagian, kecuali pimpinan perusahaan atau direktur
utama. Kelemahan fungsi internal audit pada struktur ini, bahwa direktur
utama mempunyai tugas yang banyak, sehingga direktur utama tidak dapat
mempelajari hasil internal audit

secara mendalam, sehingga tindakan

perbaikan yang diperoleh tidak dapat diambil dengan segera.

Universitas Sumatera Utara

24

Ad.c. Internal audit merupakan staf dewan komisaris

RUPS
Dewan Komisaris
Bagian
Internal Audit
Direktur Utama
Direktur Keuangan

Bagian
Akuntansi

Bagian
Keuangan

Bagian
Anggaran

Gambar 1.3. Internal audit merupakan staf dewan komisaris
Sumber:Sukrisno, Agoes, 2004. Auditing

Gambar diatas memperlihatkan bahwa bagian internal auditor
berfungsi secara dewan komisaris, dan posisinya berada diatas direktur
utama.

Kedudukan ini, memberikan tingkat independensi yang tinggi

sekali karena internal auditor dapat memeriksa seluruh aspek organisasi.
Kelemahannya bahwa dewan komisaris, tidak setiap saat bisa ditemui,
juga mungkin kurang menguasai masalah operasi sehari-hari sehingga
tidak dengan cepat dapat mengambil tindakan atau menanggapi saransaran yang diajukan oleh internal auditor

untuk pencegahan dan

perbaikan.

Universitas Sumatera Utara

25

Ad.d. internal auditor dipimpin oleh seorang direktur internal auditor
Internal Audit
Director
Executive
Secretary

Supervisor of
Computer Auditing

Quality Assurance
Supervisor

Supervisor of
Auditing
Audit Secretary

Senior EDP
Auditor

Computer Audit
Specialist

EDP Auditor

Senior Auditor

Lead Auditor

Staf Auditor

Gambar 1.4. Internal auditor dipimpin oleh seorang direktur internal audit
Sumber:Sukrisno, Agoes, 2004. Auditing

Gambar diatas memperlihatkan bahwa kedudukan bagian internal
audit dipimpin oleh direktur internal audit.

Direktur internal audit

mengarahkan personil dan aktivitas-aktivitas departemen audit intern dan
mempunyai tanggung jawab terhadap program dan pelatihan staff audit.
Direktur audit intern mempunyai akses yang bebas terhadap ketua dewan
komisaris. Tanggung jawab direktur audit intern adalah menyiapkan

Universitas Sumatera Utara

26

rencana tahunan untuk pemeriksaan semua unit perusahaan dan
menyajikan program tersebut untuk persetujuan.

Auditing supervisor

membantu direktur audit intern dalam mengembangkan audit program
tahunan dan membantu dalam mengkoordinasi usaha audit dengan akuntan
publik agar memberikan cakupan audit yang sesuai tanpa duplikasi usaha.
Senior auditor menerima audit program dan instruksi untuk area audit
yang ditugaskan dari auditing supervisor. Senior auditor mempunyai staf
auditor dalam pekerjaan lapangan audit.

Staff auditor

melaksanakan

tugas audit pada suatu lokasi audit. Kedudukan ini, kelemahannya adalah
ketika direktur internal audit tidak dapat mengelola departemen audit
intern dengan baik, sehingga pekerjaan audit

tidak dapat memenuhi

tujuan umum dan tanggung jawab yang telah disetujui manajemen, sumber
daya dari departemen audit intern tidak digunakan secara efisien dan
efektif.

6.

Independensi Internal Auditor
Seorang Internal Auditor, agar dapat bekerja secara efektif harus
berada dalam posisi yang independen terhadap lini fungsi dalam suatu
organisasi, tetapi ia tidak independen terhadap organisasi sepanjang masih
terdapat hubungan antara pemberi kerja dan pekerja. Internal Auditor
menyediakan informasi yang amat bernilai bagi pihak manajemen dalam
proses pembuatan keputusan yang berkaitan dengan efektivitas operasi
perusahaan.

Para pengguna informasi yang berada di luar perusahaan

Universitas Sumatera Utara

27

kemungkinan besar tidak akan menyadarkan dirinya pada informasi yang
telah diuji oleh internal auditor saja terutama disebabkan oleh kesetiaan
independensi oleh internal auditor tersebut.
Sukrisno Agoes (2004:227)