RELATED PARTY TRANSACTIONS continued 2016

PT BAYAN RESOURCES Tbk. DAN ENTITAS ANAKAND SUBSIDIARIES Lampiran 577 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2016 DAN 2015 Dinyatakan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2016 AND 2015 Expressed in United States Dollars, unless otherwise stated 29. PERJANJIAN PENTING, KOMITMEN DAN KONTINJENSI lanjutan

29. SIGNIFICANT AGREEMENTS,

COMMITMENTS AND CONTINGENCIES continued c. Kontrak jasa bongkar muat batubara lanjutan c. Coal handling services contracts continued PIK PIK Pada tanggal 21 Januari 2014, PIK mengadakan perjanjian bongkar muat batubara dengan PT Darur Rahim Pratama yang berlaku sampai dengan tanggal 18 Februari 2018. On 21 January 2014, PIK entered into a stevedoring agreement with PT Darur Rahim Pratama which is valid until 18 February 2018. d. Jaminan reklamasi d. Reclamation guarantees Jaminan berikut ini dapat diklaim oleh Pemerintah ataupun pihak yang berwenang jika masing- masing perusahaan di bawah ini tidak melaksanakan rencana reklamasi seperti yang telah disetujui dengan Pemerintah untuk periode- periode tersebut. The following guarantees may be claimed by the Government or relevant regency if each of the following individual companies does not carry out the reclamation policies as agreed by the Government for those periods. Jaminan reklamasi yang telah disediakan oleh Grup melalui bank Garansi adalah sebagai berikut: Reclamation guarantees which have been provided through bank guarantees by the Group are as follows: EntitasEntity TahunYear Bank JumlahAmount Rp SetaraEquivalent US GBP II 2009-2016 Mandiri Rp 20,465,440,034 US 1,523,180 FKP 2010-2016 Mandiri Rp 12,041,642,102 US 896,222 BT 2009-2016 Mandiri Rp 6,757,519,037 US 502,941 WBM 2011-2016 Mandiri Rp 6,748,584,204 US 502,276 PIK 2011-2016 Mandiri Rp 4,062,733,000 US 302,377 MCM 2010-2015 BPD Kaltim Rp 6,409,480,076 US 477,038 FSP 2010-2016 Mandiri Rp 6,239,149,750 US 464,361 TSA 2010-2016 Mandiri Rp 4,612,371,195 US 343,285 CA 2015-2016 Mandiri Rp 655,090,641 US 48,756 GBP I 2012-2016 Mandiri Rp 738,976,828 US 55,000 e. Komitmen sewa operasi e. Operating lease commitments Pada tanggal 1 November 2012, Grup mengadakan perjanjian sewa kantor baru dengan NMN yang berlaku selama 10 tahun sejak tanggal 1 Maret 2013. On 1 November 2012, the Group has entered into a new office rental agreement with NMN which is valid for 10 years from 1 March 2013. Jumlah pembayaran sewa minimum di masa depan dalam perjanjian sewa operasi yang tidak dapat dibatalkan adalah sebagai berikut: The future aggregate minimum lease payments under non-cancellable operating leases are as follows: 2016 2015 Tidak lebih dari 1 tahun 2,036,832 1,454,880 No later than 1 year Lebih dari 1 tahun namun kurang Later than 1 year and dari 5 tahun 8,174,328 5,819,520 no later than 5 years Lebih dari 5 tahun 2,376,304 3,152,240 Later than 5 years 12,587,464 10,426,640 PT BAYAN RESOURCES Tbk. DAN ENTITAS ANAKAND SUBSIDIARIES Lampiran 578 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2016 DAN 2015 Dinyatakan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2016 AND 2015 Expressed in United States Dollars, unless otherwise stated 29. PERJANJIAN PENTING, KOMITMEN DAN KONTINJENSI lanjutan

29. SIGNIFICANT AGREEMENTS,

COMMITMENTS AND CONTINGENCIES continued

f. Perjanjian pengangkutan batubara

f. Barging agreement

ML ML Pada tanggal 9 Juli 2009, ML mengadakan kontrak pengangkutan batubara dengan ASL sebagai kontraktor, pihak berelasi. ASL akan mengangkut batubara dari berbagai tempat pemuatan ke BCT. Kontrak tersebut berlaku selama lima tahun dan telah diperpanjang sampai 31 Maret 2021. On 9 July 2009, ML entered into a barging contract with ASL as contractor, a related party. ASL shall transport the coal from various loading points to the BCT. The contract is valid for five years and has been renewed until 31 March 2021. g. Komisi keagenan g. Agency fees Perusahaan, BT, WBM, GBP dan FKP The Company, BT, WBM, GBP and FKP Perusahaan, BT, WBM, GBP dan FKP memiliki beberapa perjanjian keagenan dengan agen pihak ketiga untuk memasarkan batubara mereka kepada pelanggan-pelanggan tertentu. Agen tersebut akan mendapatkan komisi berdasarkan persentase penjualan kepada pelanggan- pelanggan tersebut. The Company, BT, WBM, GBP and FKP have various agency agreements with third party agents to market their coal for certain customers. The agents will receive commissions based on a percentage of sales to those customers. h. Tuntutan hukum h. Litigation Perusahaan The Company - Perusahaan terlibat litigasi dengan Binderless Coal Briquetting Company Pty Limited “BCBC”, BCBC Singapore Pte. Ltd. “BCBCS” dan White Energy Company Limited “WEC” sebagai akibat gugatan yang diajukan BCBCS dan BCBC di Pengadilan Tinggi Singapura yang menuduh Perusahaan melanggar kewajiban pembiayaan dan pasokan batubaranya sehubungan dengan ventura bersama PT Kaltim Supac oal “KSC”. Kasus ini merupakan lanjutan kasus sebagaimana diungkapkan sebelumnya pada laporan keuangan 2015. Perusahaan menyanggah tuduhan tersebut dan telah mengajukan gugatan balik terhadap BCBCS, BCBC dan WEC atas pelanggaran syarat- syarat perjanjian usaha patungan, total failure of consideration, kesalahan pernyataan dan kelalaian. BCBCS juga telah mengajukan dan memperoleh perintah pembekuan ex parte di Australia Barat atas saham-saham KRL yang dimiliki Perusahaan. - The Company is engaged in litigation with Binderless Coal Briquetting Company Pty Limited “BCBC”, BCBC Singapore Pte. Ltd. “BCBCS” and White Energy Company Limited “WEC” as a result of a claim filed by BCBCS and BCBC at the Singapore High Court alleging a breach by the Company of its funding and coal supply obligations in relation to the PT Kaltim Supac oal “KSC” joint venture. This is a continuation of the case previously disclosed in the 2015 financial statements. The Company has refuted these allegations and filed its counterclaim against BCBCS, BCBC and WEC for their breach of the terms of the joint venture agreements, total failure of consideration, misrepresentation and negligence. BCBCS also filed for and obtained an ex parte freezing order in Western Australia for the shares of KRL held by the Company.