Respon Masyarakat Terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan di Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir

RESPON MASYARAKAT TERHADAP PROGRAM NASIONAL
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PERDESAAN DI
KECAMATAN SIMANINDO KABUPATEN SAMOSIR

SKRIPSI
Diajukan Guna Memenuhi Salah Satu Syarat
Untuk Memenuhi Gelar Sarjana Sosial
Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial

Disusun Oleh:
ARI JUNIKO SIALLAGAN
NIM : 060902013

DEPARTEMEN ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
DEPARTEMEN ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL

Nama : ARI JUNIKO SIALLAGAN
NIM : 060902013
ABSTRAK
Respon Masyarakat Terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri
Perdesaan di Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir
(Skripsi terdiri dari 6 bab, 95 halaman, 39 tabel, 4 lampiran serta 18 kepustakaan)

Indonesia memiliki persoalan kemiskinan dan pengangguran. Di Indonesia, salah satu
upaya yang dilakukan untuk meningkatkan efektivitas upaya penanggulangan kemiskinan dan
penciptaan lapangan kerja adalah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri. Setelah
program ini berjalan, sedikit banyak masyarakat yang mengalami dampak positif secara
langsung. Masalah yang dibahas didalam skripsi ini adalah untuk melihat secara langsung
bagaimana respon masyarakat terhadap PNPM-MP yang dilihat dari 3 variabel yaitu persepsi,
sikap dan partisipasi.
Penelitian ini dilaksanakan pada kecamatan Simanindo Kabupaten Samoisr. Adapun
jumlah populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang menerima program dan
merasakan dampak langsung dari program serta yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah
98 orang dan instrument yang digunakan adalah angket. Metode penelitian yang digunakan
adalah metode deskriptif. Hasil ini didukung oleh wawancara dan observasi dilapangan. Data
yang diperoleh dari penelitian ini ditabulasikan dalam tabel tunggal kemudian dianalisis.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, maka dapat diketahui bahwa respon
masyarakat terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan adalah
positif. Hal ini dapat dilihat dari tiga variable yaitu persepsi, sikap dan partisipasi. Berdasarkan
hasil dari tiga variabel tersebut, rata-rata respon masyarakat terhadap PMPN-MP adalah positif,
dimana nilai untuk persepsi yaitu 0,91, sikap dengan nilai 1 dan partisipasi dengan nilai 0,94.

Kata kunci : Respon, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan

Universitas Sumatera Utara

UNIVERSITY OF NORTHERN SUMATRA
FACULTY OF SOCIAL SCIENCE AND POLITICAL SCIENCE
SCIENCE DEPARTMENT OF SOCIAL WELFARE
Name : ARI JUNIKO SIALLAGAN
NIM : 060902013
ABSTRACT
Community Response Against the National Program for Community
Empowerment in Rural Districts Self Simanindo Samosir regency
(Thesis consists of 6 chapters, 95 pages, 39 tables, 4 appendix and 18 literature)

Indonesia has the problem of poverty and unemployment. In Indonesia, one of
the efforts made to improve the effectiveness of poverty reduction and job creation is
the National Community Empowerment Program Mandiri. Once the program is
running, slightly more people who have a positive impact directly. The problems
discussed in this essay is to see firsthand how the public response to the PNPM-MP
visits of 3 variables, namely the perception, attitude and participation.
The research was conducted on sub Simanindo Samoisr District. The total
population in this study are all people who receive the program and felt the direct
impact of the program and that the samples in this study were 98 people and the
instrument used was a questionnaire. The method used is descriptive method. These
results are supported by interviews and field observations. Data obtained from this
study are tabulated in a single table and then analyzed.
Based on the research and data analysis, it can be seen that the public
response to the National Program for Community Empowerment Rural Self is
positive. This can be seen from the three variables that is the perception, attitude and
participation. Based on the results of these three variables, the average public
response to PMPN-MP is positive, where the value is 0.91 for the perception, attitude
and participation with a value of 1 with a value of 0.94.

Keywords: Response, the National Program for Community Empowerment
Rural Self

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan
kasihNya, penelitian ini dapat penulis rangkumkan dengan baik, walaupun penulis sadari
bahwa hasil penelitian ini masih jauh dari kesempurnaan mengingat keterbatasan
pengetahuan, waktu dan kemampuan yang penulis miliki. Maka dengan segala kerendahan
hati, penulis mohon untuk adanya perbaikan dan penyempurnaan tulisan ini, yang tentunya
mengharapkan koreksi dan saran dari segenap pembaca sekalian.
Skripsi ini berjudul “Respon Masyarakat Terhadap Program Nasional Pemberdayaan
Masyarakat Mandiri Perdesaan di Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir ”, yang
merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk menyelesaikan studi pada program
strata satu (S-1), Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,
Universitas Sumatera Utara. Dengan segala keterbatasan penulis berharap penelitian ini
bermanfaat bagi penulis khususnya, pemerintah, LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) dan
pembaca tentunya.
Pada kesempatan yang berbahagia ini, penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak akan
bisa selesai tanpa bantuan, perhatian bahkan kasih sayang dari berbagai pihak yang bersifat
moril maupun materil, maka dengan segala kerendahan hati penulis menghaturkan
terimakasih kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Badaruddin, M. Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik Universitas Sumatera Utara.
2. Ibu Hairani Siregar, S.Sos. M.SP, selaku Ketua Departemen Ilmu Kesejahteraan
Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

Universitas Sumatera Utara

3. Bapak Agus Suriyadi S.Sos, M.Si selaku Dosen Pembimbing penulis yang tidak
pernah bosan-bosannya membimbing, memberikan saran, kritik, bahkan semangat
kepada penulis untuk menyusun skripsi ini dengan sebaik-baiknya.
4. Seluruh staf administrasi seperti Kak Zuraida, Kak Deby yang telah setia ada di
Departemen

Ilmu Kesejahteraan Sosial dalam memberikan

informasi dan

mempersiapkan segala kebutuhan penulis.
5. Seluruh staf pengajar FISIP USU, khususnya Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial
yang telah membimbing dan mengajar penulis selama masa perkuliahan.
6. Kepada Pak”uda” Camat Simanindo, ito Dormian Siallagan dan seluruh pegawai dan
staf di Kecamatan Simanindo serta perangkat desa yang ada di Kecamatan Simanindo
atas bantuannya kepada peneliti selama melakukan penelitian di Kecamatan
Simanindo.
7. Kedua orang tuaku, Bapak SL.Siallagan dan Ibu R.Sibagariang yang telah merawat
penulis dengan penuh kasih sayang serta telah banyak mengorbankan waktu dan
materi yang tak terhitung nilainya guna keberhasilan penulis dalam meraih cita-cita.
8. Kepada abangku Frans dan adikku Lia untuk dukungan dan pengertiannya selama
penulis berada dalam proses penyelesaian skripsi.
9. Seluruh keluarga besar Siallagan dan Sibagariang yang selalu memberi dukungan
yang luar biasa, terlebih di saat penyelesaian skripsi ini.
10. Buat sahabat seperjuangan, Ananta, Edo, Manuk, Rahmad, Fenny, Irene, Lista,
Sando, Halim, Anul, Pandu, Dicky, Nobel, Rijal, Rio’07 dan yang lainnya yang tidak
dapat dipersebutkan satu persatu, makasi buat kebersamaan kita selama ini.
11. Seluruh stambuk 2006, baik yang sedang berjuang untuk tamat maupun yang sudah
tamat, semoga kita dapat menjaga persahabatan untuk membangun jaringan, dan
saling mendukung satu sama lain.

Universitas Sumatera Utara

12. Seluruh kawan-kawan seperjuangan selama jadi pengurus PEMA FISIP USU,
Lintang, Bobby, Kumkum, Kokom, Wallad, Tika, Selvi, Titin, Tino Antro, Suci,
Dody”KPU”, Zikri, Bembeng dan seluruh kawan-kawan yang tidak dapat juga
dipersebutkan satu persatu, makasi kawan-kawan buat kebersamaannya. What I care,
I live on my own!!
13. Seluruh kawan-kawan di Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial, baik yang masih
aktif berkuliah maupun yang sudah menjadi alumni.
14. Seluruh responden yang telah membantu penulis selama ini dalam menjalankan
penelitian. Penulis ucapkan banyak terima kasih atas data dan informasinya.
15. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, namun banyak membatu
dan memberikan dorongan moril maupun materil bagi terselesainya penulisan skripsi
ini, penulis ucapkan banyak terima kasih.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih terdapat
banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Akan tetapi penulis telah semaksimal
mungkin berusaha memberikan yang terbaik. Untuk itu dengan segala kerendahan hati,
penulis mengharapkan saran dan kritik yang benar-benar membangun, agar skripsi ini dapat
menjadi lebih baik lagi. Semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi rekan-rekan
mahasiswa dan semua pihak yang membutuhkannya. Dan semoga Tuhan Yang Maha Esa
memberi perlindungan, kesehatan, dan berkatNya kepada kita semua.
Medan,

Maret 2011
Penulis

(Ari Juniko Siallagan)

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.......................................................................................i
ABSTRAK..........................................................................................................ii
DAFTAR ISI......................................................................................................iii
DAFTAR GAMBAR.........................................................................................iv
DAFTAR TABEL..............................................................................................v
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah......................................................................... 1
1.2 Perumusan Masalah................................................................................ 8
1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.3.1 Tujuan Penelitian...................................................................... 9
1.3.2 Manfaat Penelitian.................................................................... 9
1.4 Sistematika Penulisan............................................................................. 11

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Respon ................................................................................................... 12
2.2 Masyarakat
2.2.1 Masyarakat dan jenisnya ............................................................. 14
2.2.2 Asal Masyarakat .......................................................................... 15
2.2.3 Pengembangan Masyarakat ......................................................... 16
2.2.4 Model-model Pengembangan Masyarakat .................................. 20
2.2.5 Pemberdayaan Masyarakat .......................................................... 21
2.3 Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan

Universitas Sumatera Utara

2.3.1 Latar belakang ............................................................................. 23
2.3.2 Tujuan PNPM-MP ...................................................................... 25
2.3.3 Prinsip Pokok PNPM-MP ........................................................... 26
2.3.4 Prinsip lain PNPM-MP ............................................................... 28
2.4 Sasaran PNPM-MP
2.4.1 Lokasi Sasaran ............................................................................ 28
2.4.2 Kelompok Sasaran ...................................................................... 28
2.4.3 Pelaksanaan PNPM-MP .............................................................. 29
2.4.4 Pemberdayaan Masyarakat dan Prosesnya .................................. 30
2.5 Kesejahteraan Sosial
2.5.1 Defenisi Kesejahteraan Sosial ...................................................... 31
2.5.2 Pengertian Kesejahteraan Sosial ................................................... 33
2.6 Kerangka Pemikiran ................................................................................ 34
2.7 Defenisi Konsep dan Defenisi Operasional
2.7.1 Defenisi Konsep ........................................................................... 37
2.7.2 Defenisi Operasional .................................................................... 38
BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Tipe Penelitian ......................................................................................... 40
3.2 Lokasi Penelitian ...................................................................................... 40
3.3 Populasi dan Sampel
3.3.1 Populasi ....................................................................................... 41
3.3.2 Sampel ......................................................................................... 42
3.4 Tehnik Pengumpulan Data ........................................................................ 45

Universitas Sumatera Utara

3.5 Tehnik Analisa Data .................................................................................. 46

BAB IV DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN
4.1 Sejarah Kecamatan Simanindo .................................................................. 50
4.2 Letak dan Batas Wilayah ........................................................................... 50
4.3 Keadaan Geografis ..................................................................................... 51
4.4 Keadaan Demografis
4.4.1 Luas dan Wilayah Penggunaan lahan ............................................ 51
4.4.2 Pembagian Wilayah ....................................................................... 52
4.4.3 Komposisi Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin ......................... 53
4.4.4 Komposisi Penduduk Berdasarkan Agama .................................... 53
4.4.5 Komposisi Penduduk Berdasarkan Umur ...................................... 54
4.4.6 Komposisi Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan ............... 55
4.4.7 Komposisi Penduduk Berdasarkan Pekerjaan ............................... 56
4.4.8 Komposisi Penduduk Berdasarkan Suku Bangsa ......................... 57
4.5 Sarana dan Prasarana Kecamatan Simanindo ............................................ 58
4.5.1 Sarana Rumah Ibadah ................................................................... 58
4.5.2 Sarana Pendidikan ........................................................................ 59
4.5.3 Sarana Kesehatan .......................................................................... 60
4.5.4 Sarana Air Bersih .......................................................................... 60
4.5.5 Sarana Olah Raga .......................................................................... 61
4.5.6 Lembaga Kemasyarakatan ............................................................. 61
4.5.7 Sistem Pemerintahan ..................................................................... 62

Universitas Sumatera Utara

BAB V ANALISA DATA
5.1 Karakteristik Identitas Responden............................................................ 65
5.2 Respon Masyarakat Terhadap PNPM-MP
5.2.1 Persepsi ....................................................................................... 71
5.2.2 Sikap ........................................................................................... 76
5.2.3 Partisipasi ................................................................................... 79
5.3 Analisa Data Kuantitatif Responden Terhadap PNPM-MP..................... 84
5.3.1 Persepsi Responden Terhadap PNPM-MP ................................. 86
5.3.2 Sikap Responden Terhadap PNPM-MP ..................................... 88
5.3.3 Partisipasi Responden Terhadap PNPM-MP .............................. 89

BAB VI PENUTUP
6.1 Kesimpulan............................................................................................... 92
6.2 Saran......................................................................................................... 93

DAFTAR PUSTAKA
LEMBARAN KUESIONER
LAMPIRAN

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

Tabel 1

Cakupan Wilayah PNPM-MP di Indonesia ....................................... 8

Tabel 3

Komposisi Penduduk.........................................................................42

Tabel 4.1 Penggunaan Lahan Kecamatan Simanindo ........................................52
Tabel 4.2 Komposisi Penduduk berdasarkan Jenis Kelamin ..............................53
Tabel 4.3 Komposisi Penduduk berdasarkan Umur ...........................................54
Tabel 4.4 Komposisi Penduduk berdasarkan Tingkat Pendidikan ...................... 55
Tabel 4.5 Komposisi Penduduk berdasarkan Pekerjaan ......................................56
Tabel 4.6 Komposisi Penduduk berdasarkan Suku Bangsa .................................57
Tabel 4.7 Sarana Rumah Ibadah ...................................................................... 58
Tabel 4.8 Sarana Pendidikan .............................................................................59
Tabel 4.9 Sarana Kesehatan ..............................................................................60
Tabel 4.10 Sarana Air Bersih ............................................................................ 60
Tabel 4.11 Sarana Olah Raga ..............................................................................61
Tabel 4.12 Lembaga Kemasyarakatan ................................................................61
Tabel 5.1 Karakteristik Responden berdasarkan Umur ......................................65
Tabel 5.2 Karakteristik Responden berdasarkan Jenis Kelamin .........................66
Tabel 5.3 Karakteristik Responden berdasarkan Agama .....................................66

Universitas Sumatera Utara

Tabel 5.4 Karakteristik Responden berdasarkan Tingkat Pendidikan ..................67
Tabel 5.5 Karakteristik Responden berdasarkan Suku ........................................68
Tabel 5.6 Karakteristik Responden berdasarkan Jumlah Anggota Keluarga ...... 68
Tabel 5.7 Karakteristik Responden berdasarkan Pekerjaan . .............................. 69
Tabel 5.8 Karakteristik Responden berdasarkan Penghasilan per Bulan .............70
Tabel 5.9 Distribusi Responden Tentang PNPM-MP .........................................71
Tabel 5.10 Distribusi Responden Tentang Tujuan PNPM-MP ..............................72
Tabel 5.11 Distribusi Responden Tentang PNPM Mandiri. ..................................73
Tabel 5.12 Distribusi Responden Tentang Penjelasan PNPM di Kecamatan .........74
Tabel 5.13 Distribusi Responden Tentang Sumber Informasi PNPM-MP .............75
Tabel 5.14 Distribusi Responden Tentang Penilain, Pelaksanaan dan
Perencanaan PNPM-MP ....................................................................76
Tabel 5.15 Distribusi Responden Tentang PNPM-MP dalam peningkatan
Kesejahteraan, Kesempatan Kerja dan Pembangunan .........................77
Tabel 5.16 Distribusi Responden Tentang Kelanjutan PNPM-MP ....................... 78
Tabel 5.17 Distribusi Responden Tentang PNPM-MP jika dihentikan
disetiap desa ......................................................................................79
Tabel 5.18 Distribusi Responden Tentang Keikutsertaan dalam Rapat atau
Penyuluhan PNPM-MP .....................................................................80

Universitas Sumatera Utara

Tabel 5.19 Distribusi Responden Tentang Memenuhi Aturan yang ditetapkan ......80
Tabel 5.20 Distribusi Responden Tentang Keterlibatan Secara aktif dalam
Perencanaan PNPM-MP ....................................................................81
Tabel 5.21 Distribusi Responden Tentang Keterlibatan dalam Pelaksanaan
PNPM-MP. .......................................................................................82
Tabel 5.22 Distribusi Responden Tentang Keterlibatan dalam Pengawasan
PNPM-MP ........................................................................................83
Tabel 5.23 Distribusi Responden Tentang Keterlibatan dalam Evaluasi ................84
Tabel 5.24 Persepsi Responden Terhadap PNPM-MP ..........................................87
Tabel 5.25 Partisipasi Responden Terhadap PNPM-MP ...................................... 90

Universitas Sumatera Utara

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
DEPARTEMEN ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL

Nama : ARI JUNIKO SIALLAGAN
NIM : 060902013
ABSTRAK
Respon Masyarakat Terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri
Perdesaan di Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir
(Skripsi terdiri dari 6 bab, 95 halaman, 39 tabel, 4 lampiran serta 18 kepustakaan)

Indonesia memiliki persoalan kemiskinan dan pengangguran. Di Indonesia, salah satu
upaya yang dilakukan untuk meningkatkan efektivitas upaya penanggulangan kemiskinan dan
penciptaan lapangan kerja adalah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri. Setelah
program ini berjalan, sedikit banyak masyarakat yang mengalami dampak positif secara
langsung. Masalah yang dibahas didalam skripsi ini adalah untuk melihat secara langsung
bagaimana respon masyarakat terhadap PNPM-MP yang dilihat dari 3 variabel yaitu persepsi,
sikap dan partisipasi.
Penelitian ini dilaksanakan pada kecamatan Simanindo Kabupaten Samoisr. Adapun
jumlah populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang menerima program dan
merasakan dampak langsung dari program serta yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah
98 orang dan instrument yang digunakan adalah angket. Metode penelitian yang digunakan
adalah metode deskriptif. Hasil ini didukung oleh wawancara dan observasi dilapangan. Data
yang diperoleh dari penelitian ini ditabulasikan dalam tabel tunggal kemudian dianalisis.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, maka dapat diketahui bahwa respon
masyarakat terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan adalah
positif. Hal ini dapat dilihat dari tiga variable yaitu persepsi, sikap dan partisipasi. Berdasarkan
hasil dari tiga variabel tersebut, rata-rata respon masyarakat terhadap PMPN-MP adalah positif,
dimana nilai untuk persepsi yaitu 0,91, sikap dengan nilai 1 dan partisipasi dengan nilai 0,94.

Kata kunci : Respon, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan

Universitas Sumatera Utara

UNIVERSITY OF NORTHERN SUMATRA
FACULTY OF SOCIAL SCIENCE AND POLITICAL SCIENCE
SCIENCE DEPARTMENT OF SOCIAL WELFARE
Name : ARI JUNIKO SIALLAGAN
NIM : 060902013
ABSTRACT
Community Response Against the National Program for Community
Empowerment in Rural Districts Self Simanindo Samosir regency
(Thesis consists of 6 chapters, 95 pages, 39 tables, 4 appendix and 18 literature)

Indonesia has the problem of poverty and unemployment. In Indonesia, one of
the efforts made to improve the effectiveness of poverty reduction and job creation is
the National Community Empowerment Program Mandiri. Once the program is
running, slightly more people who have a positive impact directly. The problems
discussed in this essay is to see firsthand how the public response to the PNPM-MP
visits of 3 variables, namely the perception, attitude and participation.
The research was conducted on sub Simanindo Samoisr District. The total
population in this study are all people who receive the program and felt the direct
impact of the program and that the samples in this study were 98 people and the
instrument used was a questionnaire. The method used is descriptive method. These
results are supported by interviews and field observations. Data obtained from this
study are tabulated in a single table and then analyzed.
Based on the research and data analysis, it can be seen that the public
response to the National Program for Community Empowerment Rural Self is
positive. This can be seen from the three variables that is the perception, attitude and
participation. Based on the results of these three variables, the average public
response to PMPN-MP is positive, where the value is 0.91 for the perception, attitude
and participation with a value of 1 with a value of 0.94.

Keywords: Response, the National Program for Community Empowerment
Rural Self

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar belakang
Kehidupan yang baik merupakan kehendak manusia yang paling hakiki. Tiada satu

pun manusia dan bangsa di dunia ini yang tidak membutuhkan kehidupan yang sedang
dijalaninya untuk menjadi lebih baik – lebih sejahtera dan lebih bahagia – serta tidak
mengharapkan akan merasakan kehidupan di masa depan dengan lebih baik lagi. Namun
sebaliknya, dinamika kehidupan manusia sendiri serta kemampuan alam untuk mendukung
kebutuhan manusia agar mencapai kehidupan lebih baik itu ternyata sangat terbatas (Randy,
Ryan, 2006:3).
Masalah kemiskinan adalah salah satu masalah yang telah lama ada. Pada masa lalu
umumnya masyarakat menjadi miskin bukan karena kurang pangan, tetapi miskin dalam
bentuk minimnya kemudahan atau materi. Dari ukuran kehidupan modern pada masa kini,
mereka tidak menikmati fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kemudahankemudahan lainnya yang tersedia pada zaman modern.
Indonesia memiliki persoalan kemiskinan dan pengangguran. Kemiskinan di
Indonesia dapat dilihat dari tiga pendekatan yaitu kemiskinan alamiah, kemiskinan struktural,
dan kesenjangan antar wilayah. Persoalan pengangguran lebih dipicu oleh rendahnya
kesempatan dan peluang kerja bagi angkatan kerja di perdesaan. Upaya untuk
menanggulanginya harus menggunakan pendekatan multi disiplin yang berdimensi
pemberdayaan. Pemberdayaan yang tepat harus memadukan aspek-aspek penyadaran,
peningkatan

kapasitas,

dan

pendayagunaan

(http://id.shvoong.com/social-

Universitas Sumatera Utara

sciences/sociology/1867470-pto-pnpm-mandiri-perdesaan, diakses pada hari Kamis, tanggal
26 September 2010, jam 16:03).
Kemiskinan merupakan masalah multidimensi yang penanganannya membutuhkan
keterkaitan berbagai pihak. Kemiskinan di Indonesia diiringi masalah kesenjangan baik antar
golongan penduduk maupun pembangunan antar wilayah, yang diantaranya ditunjukkan oleh
buruknya kondisi pendidikan dan kesehatan serta rendahnya pendapatan dan daya beli,
sebagaimana tercermin dari rendahnya angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Penduduk dikatakan miskin apabila memiliki pendapatan berada dibawah kemiskinan yang
dijadikan sebagai ukuran resmi kondisi kemiskinan di Indonesia ( Sumodiningrat, 2009 : 5).
Jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2009 sebesar 32,53 juta juta jiwa
(14,15 %). Dibandingkan penduduk miskin bulan Maret 2008 sebesar 34,96 juta jiwa (15,42
%), berarti ada penuruna sebesar 2,43 juta jiwa. Selama periode Maret 2008 – Maret 2009
penduduk miskin didaerah perdesaan berkurang 1,57 juta jiwa, sementara didaerah perkotaan
berkurang 0,86 juta jiwa. Sedangkan jumlah penduduk miskin pada tahun 2007 adalah 37,17
juta jiwa (16,58%) dari total penduduk. Jumlah tersebut menurun 2,13 juta jiwa jika
dibandingkan jumlah penduduk miskin pada tahun 2006 sebanyak 39,30 juta jiwa (17,75%)
dari total penduduk. ( BPS, 2009 ).
Penduduk miskin di Provinsi Sumatera Utara masih cukup banyak. Hasil survei sosial
ekonomi nasional yang dilaksanakan pada bulan Maret 2007, menunjukkan bahwa jumlah
penduduk miskin di daerah ini sebanyak 1.768.400 jiwa, atau sebesar 13,9 persen terhadap
jumlah penduduk seluruhnya. Namun demikian, kondisi ini masih lebih baik jika
dibandingkan pada tahun 2006, karena jumlah penduduk miskin di Sumatera Utara menurun
sekitar

211.300 jiwa. Pada tahun 2006, penduduk miskin Sumatera Utara sebanyak

1.979.702 jiwa, atau 15,66 persen dari jumlah penduduk saat itu.

Universitas Sumatera Utara

Penurunan jumlah penduduk miskin di Sumatera Utara ini sejalan dengan perbaikan
indikator makro ekonomi Sumatera Utara. Pertumbuhan ekonomi triwulan pertama Sumatera
Utara 2007, dari tahun ke tahun sebesar 8,44 persen, lebih baik dari pertumbuhan ekonomi
nasional sebesar 5,97 persen di periode yang sama. Pertumbuhan ekonomi triwulan pertama
tahun 2007 juga lebih baik dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi triwulan pertama
tahun 2006, yang tumbuh sebesar 2,89 persen. Dari sisi tenaga kerja, meskipun tingkat
pengangguran masih sangat besar, namun menunjukkan penurunan dari periode sebelumnya.
Tingkat pengangguran terbuka Sumatera Utara bulan Februari 2007 sebesar 10,63 persen,
lebih rendah dibandingkan bulan Agustus 2006, yakni 11,51 %. Adanya program upaya
penanggulangan kemiskinan ini harus ditingkatkan agar target penurunan penduduk miskin
pada tahun 2008 sebesar 11,40 % sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
dapat tercapai ( BPS Sumut, 2007 ).
Di Indonesia, salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan efektivitas upaya
penanggulangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja adalah Program Nasional
Pemberdayaan (PNPM) mulai tahun 2007. Sebagai langkah awal, pelaksanaan PNPM tahun
2007 dimulai dengan dua program pemberdayaan masyarakat yang dinilai cukup besar dan
efektif, yaitu Program Pengembangan Kecamatan (PPK) yang menjadi dasar bagi
pengembangan PNPM di perdesaaan, dan Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan
(P2KP), yang menjadi dasar bagi pengembangan PNPM di perkotaan. (http//www.pnpmmandiri.or.id)
PNPM adalah suatu instrument pemerintah yang digulirkan untuk mencapai salah satu
poin dari MDGs (Millenium Development Goals) yaitu pengentasan kemiskinan. Program ini
akan menyatukan berbagai program yang dimiliki oleh berbagai departemen dibawah satu
koordinasi tim penanggulangan kemiskinan. Untuk meningkatkan efektivitas penanggulangan
kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja, pemerintah meluncurkan PNPM Mandiri ini

Universitas Sumatera Utara

mulai tahun 2007. Melalui PNPM Mandiri ini dirumuskan kembali mekanisme upaya
penanggulangan kemiskinanyang melibatkan unsur masyarakat mulai dari tahap perencanaan,
pelaksanaan, hingga pemantauan dan evaluasi. Melalui proses pembangunan partisipatif,
kesadaran kritis dan kemandirian masyarakat, terutama masyarakat miskin, dapat
ditumbuhkembangkan sehingga mereka bukan sebagai obyek, melainkan sebagai subyek
dalam upaya penanggulangan kemiskinan (Pedoman Umum PNPM, 2007).
Secara umum, PNPM adalah suatu program yang memberdayakan masyarakat secara
optimal dalam mengatasi problem-problem kemiskinan yang terjadi. Masyarakat diharapkan
aktif dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah-masalah yang mereka hadapi.
Dengan kata lain, dengan program ini, masyarakat hendaknya mandiri dan dapat menentukan
sendiri apa yang harus dilakukan agar mereka terbebas dari kemiskinan.
Konsep PNPM Mandiri terus disempurnakan dengan tujuan peningkatan dan
pengembangan penanggulangan kemiskinan dapat menyentuh

langsung kebutuhan

masyarakat, sehingga mampu mengatasi dampak krisis keuangan global karena melibatkan
masyarakat sebagai pelaku aktif di bidang pembangunan.
Mulai tahun 2008, PNPM Mandiri diperluas dengan melibatkan Program
Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) untuk mengintegrasikan
pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dengan daerah sekitarnya. PNPM Mandiri diperkuat
dengan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan oleh berbagai
departemen/sektor dan pemerintah daerah. Pelaksanaan PNPM Mandiri 2008 juga akan
diprioritaskan pada desa-desa tertinggal ( Pedoman Umum PNPM, 2007 ).
PNPM Mandiri bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin dan
meningkatkan kesempatan kerja (infrastruktur,

ekonomi produktif,

dan pelatihan

ketrampilan). Jumlah penerima PNPM Mandiri pada akhir Oktober 2008 di 3999 kecamatan

Universitas Sumatera Utara

mencakup 47.854 desa. Jumlah anggaran Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) yang sudah
disalurkan sampai mid-November 2008 sebesar Rp.10 triliun (72,94%) dari Rp.13,7 triliun.
Jumlah peserta aktif PNPM Mandiri sejak awal mencapai 41,3 juta jiwa dengan 14,1 juta jiwa
terlibat langsung pada tahun 2008 (http//www.setneg.go.id).
Disahkannya UU Nomor 32 Tahun 2004, tentang Pemerintah Daerah menggantikan
UU Nomor 22 Tahun 1999 menjadi tonggak pelaksana otonomi daerah dengan paradigma
baru. Pemberlakuan UU ini tidaklah dimaksudkan sebagai upaya resentralisasi atau
mengembalikan iklim politik dengan kekuasaan yang memusat. Namun didalamnya justru
terkandung semangat penguatan makna desentralisasi dengan membuka peluang luas bagi
daerah untuk merencanakan dan melaksanakan pembangunan secara lebih baik, lebih mandiri
dan terkoordinasi. Dalam konteks pemberdayaan masyarakat, tak dapat dipungkiri
desentralisasi selama ini masih menimbulkan bias persepsi yang menjadi tantangan tersendiri.
Pergesaran ketersediaan dana dan kewenangan pembangunan dari pemerintah pusat ke daerah
membuat pelaksanaaan program lebih efisien dan tepat sasaran karena lebih dekat ke
masyarakat sebagai sasaran akhirnya, dengan syarat adanya kemauan dan kemampuan
pemerintah. Dengan demikian, perlu adanya dukungan peran dan fungsi pemerintah daerah
dalam menjaga proses pembangunan yang mempunyai fokus pemberdayaan masyarakat.
Kuncinya adalah bagaimana menyediakan mekanisme yang sesuai bagi daerah untuk
berlomba memberdayakan masyarakat nya dalam

menanggulangi kemiskinan dan

melakukan pembangunan partisipatif, serta mengenyampingkan ego sektoral yang berdampak
bagi masyarakat luas.
Sejalan dengan disahkannya UU Nomor 32 Tahun 2004, Program Pengembangan
Kecamatan (PPK) yang dimulai pelaksanaannya sejak tahun 1998, semakin dewasa belajar
dari pengalaman untuk melakukan transisi pengelolaan program pemberdayaan secara
bertahap kepada pemerintah daerah. PNPM-MP merupakan lanjutan dari PPK, yang dimulai

Universitas Sumatera Utara

pada tahun anggaran 1998/1999, yang diawali pilot proyek di beberapa wilayah. Dengan
demikian, hingga saat ini program telah berjalan selama lebih dari 10 tahun.
Masa transisi pengalihan PPK ke PNPM diawali pada tahun 2007 dengan nama
PNPM-PPK, selanjutnya dimulai tahun 2008 secara penuh diterapkan PNPM-MP yang
tergabung didalamnya beberapa program pemberdayaan masyarakat dengan pola yang sama
dicanangkan pelaksanaannya hingga tahun 2009.
Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP)
merupakan salah satu proyek pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan yang bertumpu
pada peningkatan harkat dan martabat manusia yang lebih mengutamakan kepentingan dan
kebutuhan masyarakat miskin serta kelompok masyarakat yang kurang mampu. Program ini
telah diluncurkan oleh Presiden RI, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 20
April 2007 di Provinsi Sulawesi Tengah.
Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaaan (PNPM-MP) pada
hakikatnya adalah gerakan nasional yang dijalankan oleh semua kalangan untuk
menanggulangi kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja melalui upaya-upaya
pemberdayaan masyarakat dengan tujuan peningkatan kualitas hidup dan kemandirian
ditingkat kesejahteraan masyarakat.

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP)
merupakan program pemberdayaan masyarakat terbesar di tanah air. Bukan hanya dari
cakupan lokasinya, namun juga jumlah pemanfaatnya. Sejak 1998, PNPM-MP telah
dilaksanakan di lebih dari 58% desa di seluruh Indonesia. Hingga 2009, program ini
menjangkau 50.201 desa termiskin di Indonesia.

Universitas Sumatera Utara

Tabel 1
Cakupan wilayah PNPM-MP di Indonesia
Cakupan Wilayah
Tingkat

PPK/

PNPM Mandiri

PNPM Mandiri

Wilayah

PNPM-

Perdesaan

Perdesaan

PPK(1998-2007)

(2008)

(2009)

Provinsi

32

30

30

Kabupaten

348

335

342

Kecamatan

2.668

2.230

3.908

Desa

42.319

34.032

50.201

Sumber data: (http://www.pnpm-perdesaan.or.id/?page=halaman&story_id=22)

Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka peneliti merasa tertarik untuk
melihat bagaimana respon masyarakat terhadap program PNPM-MP yang dilaksanakan
pemerintah khususnya di Kecamatan Simanindo yang merupakan salah satu kecamatan di
Kabupaten Samosir, yang terdiri dari 16 desa yang terdapat program PNPM-MP. Untuk itu,
peneliti melakukan penelitian yang dituangkan dalam skripsi yang berjudul “Respon
Masyarakat Terhadap PNPM Mandiri Perdesaan di Kecamatan Simanindo Kabupaten
Samosir”.

1.2.

Perumusan Masalah
Perumusan masalah merupakan suatu langkah yang sangat penting karena langkah ini

menentukan kemana suatu penelitian diarahkan. Perumusan masalah pada hakekatnya
merupakan perumusan pertanyaan yang jawabannya akan dicari melalui penelitian
(Soehartono, 2008 : 23).

Universitas Sumatera Utara

Berdasarkan uraian dari latar belakang diatas, maka perumusan masalah yang
dikemukan dalam penelitian ini adalah Bagaimana respon masyarakat terhadap Program
Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan di Kecamatan Simanindo
Kabupaten Samosir.

1.3.

Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui respon masyarakat terhadap

PNPM-MP yang telah dilakukan pemerintah di Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir.

1.4.

Manfaat Penelitian
Dengan tercapainya tujuan penelitian, diharapkan agar hasil yang diperoleh dapat

memberikan manfaat antara lain :
a. Secara subyektif, sebagai suatu sarana untuk melatih dan mengembangakan
kemampuan berfikir ilmiah, sistematis dan metodologis penulis dalam menyusun
berbagai kajian literature untuk menjadikan suatu wacana baru dalam memperkaya
khazanah kognitif.
b. Secara praktis, memberikan data dan informasi yang berguna bagi semua kalangan
terutama mereka yang secara serius mengamati pelaksanaan PNPM, serta
memberikan masukan khususnya bagi masyarakat daerah di tempat penelitian ini
dilaksanakan agar dapat terus meningkatkan keberhasilan pelaksanaan PNPM.
c. Secara akademis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi baik secara
langsung atau tidak bagi kepustakaan Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial dan bagi
kalangan penulis lainnya yang tertarik untuk mengeksplorasi kembali kajian tentang
pelaksanaan PNPM-MP.

Universitas Sumatera Utara

1.5.

Sistematika Penulisan

Adapun sistematika penulisan dalam penelitian ini adalah :
BAB I

: PENDAHULUAN
Bab ini berisikan tentang latar belakang, perumusan masalah, tujuan
penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penulisan.

BAB II

: TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini berisikan teori, uraian dan konsep yang berkaitan dengan
masalah penelitian, kerangka pemikiran, defenisi konsep dan defenisi
operasional.

BAB III

: METODE PENELITIAN
Bab ini berisikan tentang lokasi penelitian, tipe penelitian, populasi
dan sampel, teknik pengumpulan data serta teknik analisis data.

BAB IV

: DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN
Bab ini berisikan gambaran umum lokasi penelitian dimana penulis
mengadakan penelitian.

BAB V

: ANALISA DATA
Bab ini berisikan tentang uraian data yang diperoleh dari hasil
penelitian dan analisisnya.

BAB VI

: PENUTUP
Bab ini berisikan kesimpulan dan saran penulis yang penulis berikan
sehubungan dengan penelitian yang dilakuka n.

Universitas Sumatera Utara

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Respon
Respon merupakan suatu tingkah laku atau sikap yang berwujud baik sebelum
pemahaman yang mendetail, penilaian, pengaruh atau penolakan, suka atau tidak serta
pemanfaatan pada suatu fenomena tertentu. Selain itu menurut Daryl Beum, respon diartikan
sebagai tingkah laku balas atau sikap yang menjadi tingkah laku atau adu kuat.
Respon juga diartikan sebagai suatu proses pengorganisasian rangsang dimana
rangsangan-rangsangan proksimal diorganisasikan sedemikian rupa sehingga terjadi
representasi fenomenal dari rangsangan-rangsangan proksimal tersebut ( Adi, 1994:105 ).
Respon pada prosesnya didahului oleh sikap seseorang, karena sikap merupakan
kecenderungan atau kesediaan seseorang untuk bertingkah laku kalau ia menghadapi suatu
rangsangan tertentu. Jadi berbicara mengenai respon tidak terlepas pembahasannya dengan
sikap. Dengan melihat sikap seseorang atau sekelompok orang terhadap sesuatu maka akan
diketahui bagaimana respon mereka terhadap kondisi tersebut.
Menurut Louis Thursone, respon merupakan jumlah kecenderungan dan perasaan,
kecurigaan, dan prasangka, pra pemahaman yang mendetail, rasa takut, ancaman dan
keyakinan tentang suatu hal yang khusus. Dapat diketahui bahwa pengungkapan sikap
melalui :
1. Pengaruh atau penolakan
2. Penilaian
3. Suka atau tidak suka

Universitas Sumatera Utara

4. Kepositifan atau kenegatifan suatu objek psikologi
Perubahan sikap dapat menggambarkan bagaimana respon seseorang atau sekelompok
orang terhadap objek-objek tertentu seperti perubahan lingkungan atau situasi lain. Sikap
yang muncul dapat positif yakni cenderung menyenangi, mendekati dan mengharapkan suatu
objek, seseorang disebut mempunyai respon positif dilihat dari tahap kognisi, afeksi, dan
psikomotorik. Sebaliknya seseorang mempunyai respon negatif apabila informasi yang
didengarkan atau perubahan suatu objek tidak mempengaruhi tindakan atau malah
menghindar dan membenci objek tertentu. Terdapat dua jenis variabel yang mempengaruhi
respon yaitu:
1. Variabel struktural yakni faktor-faktor yang terkandung dalam rangsangan fisik;
dan,
2. Variabel fungsional yakni faktor-faktor yang terdapat dalam diri si pengamat,
misalnya kebutuhan suasana hati, pengalaman masa lalu
(Cruthefield dalam Sarlito, 1991:47).

Menurut Hunt (1962), orang dewasa mempunyai sejumlah unit untuk memproses
informasi-informasi. Unit-unit ini dibuat khusus untuk menangani representasi fenomenal
dari keadaan diluar yang ada dalam diri individu. Lingkungan internal ini dapat digunakan
untuk memperkirakan peristiwa peristiwa yang terjadi diluar.

Proses yang berlangsung

secara rutin inilah yang disebut Hunt sebagai suatu respon (Adi, 1994;129).
Teori rangsang balas (stimulus response theory) yang sering juga disebut sebagai teori
penguat dan digunakan untuk menerangkan berbagai gejala tingkah laku sosial dan sikap.
Artinya disini adalah kecenderungan atau kesediaan seseorang untuk bertingkah laku tertentu

Universitas Sumatera Utara

kalau ia mengalami rangsang tertentu. Sikap ini menjadi biasanya terhadap benda, orang,
kelompok, nilai-nilai dan semua hal yang mendapat di sekitar manusia.

2.2. Masyarakat
Masyarakat adalah golongan besar atau kecil terdiri dari beberapa manusia, yang atau
dengan sendirinya bertalian secara golongan dan pengaruh mempengaruhi satu sama lain (
Shadily, 1993 : 47 ). Pengaruh dan pertalian kebatinan yang terjadi dengan sendirinya disini
menjadi unsur yang sine qua non (yang harus ada) dalam masyarakat, bukan hanya
menjumlahkan adanya orang – orang saja, diantara mereka harus ada pertalian satu sama lain.
2.2.1. Masyarakat dan Jenisnya
Masyarakat adalah satu kesatuan yang berubah yang hidup karena proses masyarakat
yang menyebabkan perubahan itu. Masyarakat mengenal kehidupan yang tenang, teratur dan
aman, disebabkan oleh karena pengorbanan sebagian kemerdekaan dari anggota –
anggotanya, baik dengan paksa maupun sukarela. Pengorbanan disini dimaksudkan menahan
nafsu atau kehendak sewenang– wenang, untuk mengutamakan kepentingan dan keamanan
bersama, dengan paksa berarti tunduk kepada hukum–hukum yang telah ditetapkan (negara
dan sebagainya) dengan sukarela berarti menurut adaptasi dan berdasarkan keinsyafan akan
persaudaraan dalam kehidupan bersama itu.
Cara terbentuknya masyarakat mendatangkan pembagian dalam :
a. Masyarakat Paksaan, umpamanya negara, masyarakat tawanan ditempat tawanan dan
sebagainya;
b. Masyarakat merdeka, yang terbagi pula dalam :

Universitas Sumatera Utara

1. Masyarakat alam (nature) yaitu yang terjadi dengan sendirinya suku, golongan, yang
bertalian karena darah atau keturunan, umumnya yang masih sederhana sekali
kebudayaanya dalam keadaan terpencil atau tak mudah berhubungan dengan dunia
luar ; dan
2. Masyarakat budidaya, terdiri karena kepentingan keduniaan atau kepercayaan
(keagamaan) yaitu antara lain kongsi perekonomian, koperasi gereja dan sebagainya.

2.2.2. Asal Masyarakat
Bermacam–macam penyelidikan dijalankan, untuk mendapat jawaban tentang asal
masyarakat, tetapi tidak satupun yang dapat ditegaskan benar semua,

Pendapat hanya

merupakan kira–kira dan pandangan saja antara lain, orang berkesimpulan bahwa manusia
tidak dapat hidup seorang diri, hidup dalam gua dipulau sunyi umpamanya selalu ia akan
tertarik kepada hidup bersama dalam masyarakat, karena:
a. Hasrat yang berdasar naluri (kehendak diluar pengawasan akal) untuk memelihara
keturunan, untuk mempunyai anak, kehendak akan memaksa ia mencari istri
hingga masyarakat keluarga terbentuk;
b. Kelemahan manusia selalu terdesak ia untuk mencari kekuatan bersama, yang
terdapat dalam berserikat dengan orang lain, sehingga berlindung bersama–sama
dan dapat pula mengejar kebutuhan kehidupan sehari – hari dengan tenaga
bersama;
c. Aristoteles berpendapat, bahwa manusia ini adalah zoon politikon, yaitu mahluk
sosial yang hanya menyukai hidup berkelompok atau sedikitnya mencari teman
untuk hidup bersama lebih suka dari pada hidup sendiri.
Lain dari pada Aristoteles, maka Bergson (lahir 1895) berpendapat, bahwa manusia
ini hidup bersama bukan karena oleh persamaan melainkan oleh karena perbedaan yang

Universitas Sumatera Utara

terdapat dalam sifat, kedudukan dan sebagainya, demikian oleh karena pendapat ini berdasar
kepada pelajaran dialektika, yang mencoba melihat kebenaran dalam kenyataan dengan
mengadakan perbedaan dan perbandingan.
2.2.3. Pengembangan Masyarakat
Komponen pengembangan masyarakat mencakup serangkaian kegiatan untuk
membangun kesadaran kritis dan kemandirian masyarakat yang terdiri atas pemetaan potensi,
masalah dan kebutuhan masyarakat, perencanaan partisipatif, pengorganisasian, pemanfaatan
sumber daya, pemantauan dan pemeliharaan hasil-hasil yang tercapai ( Sumodiningrat,
2009:69 ).

Ada beberapa defenisi mengenai pengembangan masyarakat.
1. Defenisi dari PBB, pengembangan masyarakat adalah suatu proses dimana usaha
masyarakat bertemu dengan usaha pemerintah untuk meningkatkan kondisi, baik
kondisi ekonomi, sosial dan budaya masyarakat.
2. Arthur Durkheim mengatakan, pengembangan masyarakat adalah suatu proses
yang bertujuan untuk meningkatkan keadaan ekonomi dan sosial seluruh
masyarakat dengan partisipasi aktif masyarakat.
3. Henry, mengatakan pengembangan masyarakat adalah suatu proses untuk
menciptakan masyarakat yang sadar terhadap pembangunan dan menstimulir
aktivitas yang tujuannya untuk meningkatkan tanggung jawab pribadi terhadap
kesejahteraan masyarakat.

Universitas Sumatera Utara

Pengembangan masyarakat tergantung pada inisiatif dan kemampuan masyarakat
lokal dalam menentukan alternatif pemecahan masalah. Kemampuan ini ditunjang oleh
keterlibatan dari anggota masyarakat dalam kegiatan intervensi, sehingga perlu pembinaa
kesadaran dan motivasi pada masyarakat lokal untuk mewujudkan kemampuan mereka dalam
usaha bersama memperoleh kehidupan yang lebih baik.
Berdasarkan pada jenis tantangan dan kesulitan yang berbeda dan spesifik pada
masyarakat tertentu, menuntut adanya arah kegiatan yang berbeda, oleh sebab itu proses
pengembangan masyarakat perlu memperhatikan karakteristik dan perkembangan masyarakat
lokal. Pengembangan masyarakat menggambarkan suatu kesatuan yang terdiri dari beberapa
aspek penting. Keberadaan aspek tersebut sebagai persyaratan terlaksananya upaya
pengembangan masyarakat. Aspek-aspek tersebut adalah :
1. Masyarakat sebagai unit kegiatan
Masyarakat sebagai sekumpulan orang yang tinggal dalam suatu lokasi yang sama
dan mereka terikat kepentingan dan nilai-nilai yang sama. Terdapat berbagai jenis masyarakat
yang ditentukan oleh berbagai tingkatannya dari masyarakat lingkungan desa, kota dan
negara. Anggota masyarakat memiliki konsen dan kepentingan untuk kemajuan kehidupan
yang lebih baik yang menuntut keterlibatan dari semua anggota. Pengembangan masyarakat
menempatkan masyarakat sebagai unit dari kegiatan mereka.
2. Inisiatif dan kepemimpinan lokal
Di dalam masyarakat terdapat sumber daya manusia yang dapat dikembangkan untuk
kepentingan masyarakat dalam mewujudkan keinginan akan perubahan dalam masyarakat
lokal, harus memanfaatkan inisiatif dan kepemimpinan secara internal dari sumber-sumber
tersebut.

Universitas Sumatera Utara

3. Penggunaan sumber-sumber dari dalam dan luar
Sumber mengacu kepada berbagai kekuatan yang bermanfaat untuk mengadakan
perubahan. Orang perlu memahami terlebih dahulu sumber-sumber apa yang tersedia, dimana
dan bagaimana cara menggunakannya untuk memberikan manfaat yang optimal. Sumber
tersebut bisa berasal dari dalam atau luar masyarakat lokal yang menggunakannya secara
fleksibel sesuai dengan kebutuhan.
4. Partisipasi secara inklusif.
Partisipasi secara inklusif berarti memberikan kesempatan kepada semua kelompok
dan segmen dalam masyarakat untuk berperan serta dalam pengembangan masyarakat.
Struktur masyarakat harus terbuka yang memungkinkan kelompok-kelompok baru menjadi
bagian dari proses yang berlangsung. Diharapkan bahwa semua anggota masyarakat bisa
memainkan peranannya dalam pengembangan masyarakat.
5. Pendekatan terorganisir, komprehensif sebagai konsep penyerta dari partisipasi
inklusif.
Pendekatan komprehensif merupakan upaya untuk memusatkan perhatian terhadap
situasi masyarakat yang luas tidak membatasi pada isu-isu dan perhatian tertentu yang
dihadapi dengan menggunakan sekumpulan sumber-sumber yang luas. Pendekatan
komprehensif mencoba untuk memperluas usaha masyarakat dalam pendekatan yang
digunakan, kepentingan masyarakat. Pendekatan ini akan menghasilkan partisipasi yang luas
dalam arti keterlibatan yang intensif.
6. Proses pengambilan keputusan secara demokratis, rasional, dan diorientasikan pada
pencapaian tugas yang khusus.

Universitas Sumatera Utara

Demokratis berarti keputusan diambil dengan suara mayoritas dan tiap orang
memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk menyalurkan pendapat mereka. Tidak ada
kewenangan tunggal dan terpusat dalam pengambilan keputusan, namun perlu rasional untuk
melihat sejauhmana keputusan tersebut logis dan dapat dilaksanakan. Keputusan diarahkan
dalam pelaksanaan tugas yang spesifik.
Pada dasarnya unsur pokok pengembangan masyarakat adalah perencanaan dan
integrasi masyarakat. Perencanaan itu merupakan proses untuk menentukan, menemukan dan
memperjelas arti dari suatu masalah, me

Dokumen yang terkait

Dokumen baru