Respon Masyarakat Terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir

RESPON MASYARAKAT TERHADAP PROGRAM NASIONAL
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PERDESAAN DI
KECAMATAN ONAN RUNGGU KABUPATEN SAMOSIR

Diajukan Guna Memenuhi Salah Satu
Syarat Untuk Memperoleh Gelar
Sarjana Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Sumatera Utara

ANANTA HIDAYAT PURBA
060902048

DEPARTEMEN ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat
dan rahmat-Nya, penelitian ini dapat penulis rangkumkan dengan baik, walaupun
penulis sadari bahwa hasil penelitian ini masih jauh dari kesempurnaan mengingat
keterbatasan pengetahuan, waktu dan kemampuan yang penulis miliki. Maka
dengan segala kerendahan hati, penulis mohon untuk adanya perbaikan dan
penyempurnaan tulisan ini, yang tentunya mengharapkan koreksi dan saran dari
segenap pembaca sekalian.
Skripsi ini berjudul “Respon Masyarakat Terhadap Program Nasional
Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan di Kecamatan Onan Runggu
Kabupaten Samosir ”, yang merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi
untuk menyelesaikan studi pada program strata satu (S-1), Jurusan Ilmu
Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera
Utara. Dengan segala keterbatasan penulis berharap penelitian ini bermanfaat bagi
penulis khususnya, pemerintah, LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) dan
pembaca tentunya.
Pada kesempatan yang berbahagia ini, penulis menyadari bahwa skripsi ini
tidak akan bisa selesai tanpa bantuan, perhatian bahkan kasih sayang dari berbagai
pihak yang bersifat moril maupun materil, maka dengan segala kerendahan hati
penulis menghaturkan terimakasih kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Badaruddin, M. Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan
Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

Universitas Sumatera Utara

2. Ibu Hairani Siregar, S.Sos. M.SP, selaku Ketua Departemen Ilmu
Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas
Sumatera Utara.
3. Bapak Drs. Matias Siagian, M.Si selaku Dosen Pembimbing penulis yang
tidak pernah bosan-bosannya membimbing, memberikan saran, kritik,
bahkan semangat kepada penulis untuk menyusun skripsi ini dengan
sebaik-baiknya.
4. Seluruh staf administrasi seperti Kak Zuraida, Bang Ria dan Kak Deby
yang telah setia ada di Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial dalam
memberikan informasi dan mempersiapkan segala kebutuhan penulis.
5. Seluruh staf pengajar FISIP USU, khususnya Departemen Ilmu
Kesejahteraan Sosial yang telah membimbing dan mengajar penulis
selama masa perkuliahan.
6. Kepada Bapak Camat, Bapak Sek. Camat Onan Runggu, Nangboru
Simbolon, dan seluruh pegawai dan staf di Kantor Kecamatan Onan
Runggu serta perangkat desa yang ada di Kecamatan Onan Runggu atas
bantuannya kepada peneliti selama melakukan penelitian di Kecamatan
Onan Runggu.
7. Kedua orang tuaku, Bapak D. Purba dan Ibu J. br, Bangun yang telah
merawat penulis dengan penuh kasih sayang serta telah banyak
mengorbankan waktu dan materi yang tak terhitung nilainya guna
keberhasilan penulis dalam meraih cita-cita.
8. Kepada kakakky Widha dan adikku Hadi untuk dukungan dan
pengertiannya selama penulis berada dalam proses penyelesaian skripsi.

Universitas Sumatera Utara

9. Seluruh keluarga besar Purba dan Bangun mergana yang selalu memberi
dukungan yang luar biasa, terlebih di saat penyelesaian skripsi ini.
10. Buat sayangku Buat sahabat seperjuangan, Ari, Edo, Manuk, Rahmad,
Fenny, Irene, Lista, Sando, Halim, Anul, Pandu, Dicky, Nobel, Rijal,
Rio’07 dan yang lainnya yang tidak dapat dipersebutkan satu persatu,
makasi buat kebersamaan kita selama ini.
11. Seluruh stambuk 2006, baik yang sedang berjuang untuk tamat maupun
yang sudah tamat, semoga kita dapat menjaga persahabatan untuk
membangun jaringan, dan saling mendukung satu sama lain.
12. Seluruh kawan-kawan seperjuangan selama jadi pengurus PEMA FISIP
USU, Lintang, Bobby, Kumkum, Wallad, Tika, Selvi, Titin, Tino Antro,
Suci, Dody”KPU”, Zikri, Bembeng dan seluruh kawan-kawan yang tidak
dapat juga dipersebutkan satu persatu, makasi kawan-kawan buat
kebersamaannya. What I care, I live on my own!!
13. Seluruh kawan-kawan di Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial, baik
yang masih aktif berkuliah maupun yang sudah menjadi alumni.
14. Seluruh responden yang telah membantu penulis selama ini dalam
menjalankan penelitian. Penulis ucapkan banyak terima kasih atas data dan
informasinya.
15. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, namun
banyak membatu dan memberikan dorongan moril maupun materil bagi
terselesainya penulisan skripsi ini, penulis ucapkan banyak terima kasih.

Universitas Sumatera Utara

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih
terdapat banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Akan tetapi penulis
telah semaksimal mungkin berusaha memberikan yang terbaik. Untuk itu dengan
segala kerendahan hati, penulis mengharapkan saran dan kritik yang benar-benar
membangun, agar skripsi ini dapat menjadi lebih baik lagi. Semoga skripsi ini
dapat memberikan manfaat bagi rekan-rekan mahasiswa dan semua pihak yang
membutuhkannya. Dan semoga Tuhan Yang Maha Esa memberi perlindungan,
kesehatan, dan berkatNya kepada kita semua.
Medan,

Maret 2011
Penulis

(Ananta Hidayat Purba)

Universitas Sumatera Utara

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
DEPARTEMEN ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL

Nama : ANANTA HIDAYAT PURBA
NIM : 060902048
ABSTRAK
Respon Masyarakat Terhadap Program Nasional Pemberdayaan
Masyarakat Mandiri Perdesaan di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten
Samosir
(Skripsi terdiri dari 6 bab, 106 halaman, 50 tabel, 3 lampiran serta 20
kepustakaan)
Indonesia memiliki persoalan kemiskinan dan pengangguran. Di
Indonesia, salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan efektivitas upaya
penanggulangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja adalah Program
Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri. Setelah program ini berjalan,
sedikit banyak masyarakat yang mengalami dampak positif secara langsung.
Masalah yang dibahas didalam skripsi ini adalah untuk melihat secara langsung
bagaimana respon masyarakat terhadap PNPM-MP yang dilihat dari 3 variabel
yaitu persepsi, sikap dan partisipasi.
Penelitian ini dilaksanakan pada kecamatan Onan Runggu Kabupaten
Samosir. Adapun jumlah populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat
yang menerima program dan merasakan dampak langsung dari program serta
yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah 97 orang dan instrument yang
digunakan adalah angket. Metode penelitian yang digunakan adalah metode
deskriptif. Hasil ini didukung oleh wawancara. Data yang diperoleh dari
penelitian ini ditabulasikan dalam tabel tunggal kemudian dianalisis.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, maka dapat diketahui
bahwa respon masyarakat terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Mandiri Perdesaan adalah positif. Hal ini dapat dilihat dari tiga variable yaitu
persepsi, sikap dan partisipasi. Berdasarkan hasil dari tiga variabel tersebut, ratarata respon masyarakat terhadap PMPN-MP adalah positif, dimana nilai untuk
persepsi yaitu 0,98, sikap dengan nilai 1 dan partisipasi dengan nilai -0,36.

Kata kunci : Respon, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri
Perdesaan

Universitas Sumatera Utara

UNIVERSITY OF NORTHERN SUMATRA
FACULTY OF SOCIAL SCIENCE AND POLITICAL SCIENCE
SCIENCE DEPARTMENT OF SOCIAL WELFARE

Name : ANANTA HIDAYAT PURBA
NIM

: 060902048

ABSTRACT
Community Response Against the National Program for Community Empowerment
in Rural Districts Self Onan Runggu Samosir regency
(Thesis consists of 6 chapters, 106 pages, 50 tables, 3 appendix and 20 literature)

Indonesia has the problem of poverty and unemployment. In Indonesia, one of the
efforts made to improve the effectiveness of poverty reduction and job creation is the
National Community Empowerment Program Mandiri. Once the program is running,
slightly more people who have a positive impact directly. The problems discussed in this
essay is to see firsthand how the public response to the PNPM-MP visits of 3 variables,
namely the perception, attitude and participation.

The research was conducted on sub Onan Runggu Samoisr District. The total
population in this study are all people who receive the program and felt the direct impact
of the program and that the samples in this study were 97 people and the instrument used
was a questionnaire. The method used is descriptive method. These results are supported
by interviews and field observations. Data obtained from this study are tabulated in a
single table and then analyzed.

Based on the research and data analysis, it can be seen that the public response to
the National Program for Community Empowerment Rural Self is positive. This can be
seen from the three variables that is the perception, attitude and participation. Based on
the results of these three variables, the average public response to PMPN-MP is positive,
where the value is 0.98 for the perception, attitude and participation with a value of 1
with a value of -0.36.

Keywords: Response, the National Program for Community Empowerment Rural
Self

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................i
ABSTRAK..............................................................................................................v
DAFTAR ISI.........................................................................................................vii
DAFTAR TABEL................................................................................................xii
DAFTAR LAMPIRAN........................................................................................xv
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah......................................................................... 1
1.2 Perumusan Masalah................................................................................ 9
1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.3.1 Tujuan Penelitian...................................................................... 9
1.3.2 Manfaat Penelitian.................................................................... 9
1.4 Sistematika Penulisan............................................................................ 10

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Respon .................................................................................................. 11
2.1.1 Persepsi.......................................................................................12
2.1.2 Sikap...........................................................................................12
2.1.3 Partisipasi....................................................................................12

2.2 Kesejahteraan Sosial
2.2.1 Defenisi Kesejahteraan Sosial ................................................... 15

Universitas Sumatera Utara

2.2.2 Pengertian Kesejahteraan Sosial.................................................17
2.3 Masyarakat
2.3.1 Masyarakat dan Sejenisnya.........................................................18
2.3.2 Asal Masyarakat..........................................................................19
2.3.3 Pengembangan Masyarakat ....................................................... 20
2.3.4 Model-model Pengembangan Masyarakat ................................ 24
2.3.5 Pemberdayaan Masyarakat ........................................................ 25
2.4 Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan
2.4.1 Latar belakang ........................................................................... 26
2.4.2 Tujuan PNPM-MP .................................................................... 28
2.4.3 Prinsip Pokok PNPM-MP ......................................................... 29
2.3.4 Prinsip lain PNPM-MP ............................................................. 30
2.5 Sasaran PNPM-MP
2.5.1 Lokasi Sasaran .......................................................................... 31
2.5.2 Kelompok Sasaran .................................................................... 31
2.5.3 Pelaksanaan PNPM-MP ............................................................ 31
2.5.4 Pemberdayaan Masyarakat dan Prosesnya ................................ 32
2.6 Kerangka Pemikiran .............................................................................. 33
2.7 Defenisi Konsep dan Defenisi Operasional
2.7.1 Defenisi Konsep ......................................................................... 36
2.7.2 Defenisi Operasional .................................................................. 37

Universitas Sumatera Utara

BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Tipe Penelitian ...................................................................................... 38
3.2 Lokasi Penelitian .................................................................................. 38
3.3 Populasi dan Sampel
3.3.1 Populasi .................................................................................. 39
3.3.2 Sampel .................................................................................... 39
3.4 Tehnik Pengumpulan Data ................................................................... 41
3.5 Tehnik Analisa Data ............................................................................. 42

BAB IV DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN
4.1 Sejarah Kecamatan Onan Runggu ........................................................ 43
4.2 Letak dan Batas Wilayah ...................................................................... 43
4.3 Keadaan Geografis ............................................................................... 44
4.4 Keadaan Demografis
4.4.1 Luas dan Wilayah Penggunaan lahan ...................................... 44
4.4.2 Pembagian Wilayah ................................................................. 45
4.4.3 Komposisi Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin .................. 46
4.4.4 Komposisi Penduduk Berdasarkan Rumah Tangga................. 47
4.4.5 Komposisi Penduduk Berdasarkan Agama ..............................48
4.4.6 Komposisi Penduduk Berdasarkan Umur ............................... 49
4.4.7 Komposisi Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendi................... 50
4.4.8 Komposisi Penduduk Berdasarkan Pekerjan .......................... .51
4.4.9 Komposisi Penduduk Berdasarkan Suku Bangsa .................... 52

Universitas Sumatera Utara

4.5 Sarana dan Prasarana Kecamatan Onan Runggu ................................. 54
4.5.1 Sarana Rumah Ibadah .............................................................. 55
4.5.2 Sarana Pendidikan ................................................................... 56
4.5.3 Sarana Kesehatan .................................................................... 56
4.6 Lembaga Kemasyarakatan .................................................................. 56
4.7 Sistem Pemerintahan ........................................................................... 57

BAB V ANALISA DATA
5.1 Karakteristik Identitas Responden........................................................ 60
5.2 Respon Masyarakat Terhadap PNPM-MP
5.2.1 Persepsi .................................................................................. 68
5.2.2 Sikap ...................................................................................... 77
5.2.3 Partisipasi ............................................................................... 85
5.3 Analisa Data Kuantitatif Responden Terhadap PNPM-MP.................. 95
5.3.1 Persepsi Responden Terhadap PNPM-MP ............................. 96
5.3.2 Sikap Responden Terhadap PNPM-MP ................................. 98
5.3.3 Partisipasi Responden Terhadap PNPM-MP ....................... 100

BAB VI PENUTUP
6.1 Kesimpulan.......................................................................................... 103
6.2 Saran.................................................................................................... 104
DAFTAR PUSTAKA
LEMBARAN KUESIONER

Universitas Sumatera Utara

LAMPIRAN

DAFTAR TABEL

Universitas Sumatera Utara

Tabel 1.1

Cakupan Wilayah PNPM-MP di Indonesia ................................................. 8

Tabel 4.1

Penggunaan Lahan Kecamatan Onan Runggu .............................................45

Tabel 4.2

Komposisi Penduduk berdasarkan Rumah Tangga ......................................47

Tabel 4.3

Komposisi Penduduk berdasarkan Agama ..................................................48

Tabel 4.4

Komposisi Penduduk berdasarkan Umur..................................................... 49

Tabel 4.5

Komposisi Penduduk berdasarkan Tingkat Penddikan .................................50

Tabel 4.6

Komposisi Penduduk berdasarkan Pekerjaan ...............................................51

Tabel 4.7

Komposisi Penduduk berdasarkan Suku Bangsa ..........................................53

Tabel 4.8

Sarana Rumah Ibadah ............................................................................... 54

Tabel 4.9

Sarana Pendidikan........................................................................................55

Tabel 4.10 Sarana Kesehatan .........................................................................................56
Tabel 4.11 Lembaga Kemasyarakatan ............................................................................57
Tabel 5.1

Karakteristik Responden berdasarkan Jenis Kelamin ....................................61

Tabel 5.2

Karakteristik Responden berdasarkan Umur ...............................................61

Tabel 5.3

Karakteristik Responden berdasarkan Tingkat Pendidikan .............................62

Tabel 5.4 Karakteristik Responden berdasarkan Asal Daerah..........................................63
Tabel 5.5

Karakteristik Responden berdasarkan Agama ................................................64

Tabel 5.6

Karakteristik Responden berdasarkan Pekerjaan ........................................... 65

Tabel 5.7

Karakteristik Responden berdasarkan Penghasilan per Bulan ....................... 66

Universitas Sumatera Utara

Tabel 5.8

Karakteristik Responden berdasarkan Jumlah Anggota Keluarga ..................67

Tabel 5.9

Distribusi Responden Tentang Informasi PNPM-MP .....................................68

Tabel 5.10 Distribusi Responden Tentang Undangan Perkenalan Program
PNPM-MP .....................................................................................................69
Tabel 5.11 Distribusi Responden Tentang Pihak Yang Memperkenalkan
PNPM-MP. ....................................................................................................70
Tabel 5.12 Distribusi Responden Tentang Program PNPM-MP.......................................71
Tabel 5.13 Distribusi Responden Tentang Tahu Program PNPM-MP..............................72
Tabel 5.14 Distribusi Responden Tentang Penjelasan, Tujuan dan Sasaran
PNPM-MP .....................................................................................................73
Tabel 5.15 Distribusi Responden Tentang Program PNPM-MP Yang Tidak
Dimengerti ....................................................................................................74
Tabel 5.16 Distribusi Responden Tentang Tujuan dan Sasaran PNPM-MP .................... 75
Tabel 5.17 Distribusi Responden Tentang Ketidaktahuan Tujuan dan Sasaran
PNPM-MP ....................................................................................................76
Tabel 5.18 Distribusi Responden Tentang Plaksanaan PNPM-MP di Desa
Responden ....................................................................................................77
Tabel 5.19 Distribusi Responden Tentang sikap Responden Ketika Pertama Kali
PNPM-MP Masuk ke Desa ............................................................................78

Universitas Sumatera Utara

Tabel 5.20 Distribusi Responden Tentang Pengadaan Program PNPM-MP .....................79
Tabel 5.21 Distribusi Responden Tentang Peningkatan kesejahteraan,
Kesempatan Kerja dan Pembangunan. ...........................................................82
Tabel 5.22 Distribusi Responden Tentang Tanggapan Terhadap PNPM-MP ...................83
Tabel 5.23 Distribusi Responden Tentang Kelanjutan PNPM-MP ...................................84
Tabel 5.24 Distribusi Responden Tentang Pandangan Orang Lain/Pihak Lain.................84
Tabel 5.25 Distribusi Responden Tentang Peniadaan PNPM-MP di Desa
Responden .....................................................................................................84
Tabel 5.26 Distribusi Responden Tentang Keikutsertaan Rapat atau Penyuluhan
Dari PNPM-MP .............................................................................................85
Tabel 5.27 Distribusi Responden Tentang Frekuensi Kehadiran ......................................86
Tabel 5.28 Distribusi Responden Tentang Keikutsertaan Dalam PNPM-MP ...................87
Tabel 5.29 Distribusi Responden Tentang Faktor Keaktifan Dalam PNPM-MP ..............88
Tabel 5.30 Distribusi Responden Tentang Peranan Dalam Program PNPM-MP ..............89
Tabel 5.31 Distribusi Responden Tentang Memenuhi Aturan Yang Ditetapkan...............90
Tabel 5.32 Distribusi Responden Tentang Keterlibatan Dalam Perencanaan
PNPM-MP .....................................................................................................91
Tabel 5.33 Distribusi Responden Tentang Keterlibatan Dalam Pelaksanaan
PNPM-MP .....................................................................................................92

Universitas Sumatera Utara

Tabel 5.34 Distribusi Responden Tentang Keterlibatan Dalam Pengawasan
PNPM-MP .....................................................................................................93
Tabel 5.35 Distribusi Responden Tentang Keterlibatan Dalam Evaluasi
PNPM-MP .....................................................................................................94
Tabel 5.36 Persepsi responden Terhadap PNPM-MP.......................................................97
Tabel 5.37 Sikap responden Terhadap PNPM-MP ...........................................................99
Tabel 5.38 Partisipasi responden Terhadap PNPM-MP ..................................................101

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR LAMPIRAN
1. Kuesioner Penelitian
2. Surat Balasan Penelitian dari Kecamatan Onan Runggu
3. Surat Komisi Pembimbing Penulisan Proposal/Penelitian Skripsi

Universitas Sumatera Utara

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
DEPARTEMEN ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL

Nama : ANANTA HIDAYAT PURBA
NIM : 060902048
ABSTRAK
Respon Masyarakat Terhadap Program Nasional Pemberdayaan
Masyarakat Mandiri Perdesaan di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten
Samosir
(Skripsi terdiri dari 6 bab, 106 halaman, 50 tabel, 3 lampiran serta 20
kepustakaan)
Indonesia memiliki persoalan kemiskinan dan pengangguran. Di
Indonesia, salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan efektivitas upaya
penanggulangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja adalah Program
Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri. Setelah program ini berjalan,
sedikit banyak masyarakat yang mengalami dampak positif secara langsung.
Masalah yang dibahas didalam skripsi ini adalah untuk melihat secara langsung
bagaimana respon masyarakat terhadap PNPM-MP yang dilihat dari 3 variabel
yaitu persepsi, sikap dan partisipasi.
Penelitian ini dilaksanakan pada kecamatan Onan Runggu Kabupaten
Samosir. Adapun jumlah populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat
yang menerima program dan merasakan dampak langsung dari program serta
yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah 97 orang dan instrument yang
digunakan adalah angket. Metode penelitian yang digunakan adalah metode
deskriptif. Hasil ini didukung oleh wawancara. Data yang diperoleh dari
penelitian ini ditabulasikan dalam tabel tunggal kemudian dianalisis.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, maka dapat diketahui
bahwa respon masyarakat terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Mandiri Perdesaan adalah positif. Hal ini dapat dilihat dari tiga variable yaitu
persepsi, sikap dan partisipasi. Berdasarkan hasil dari tiga variabel tersebut, ratarata respon masyarakat terhadap PMPN-MP adalah positif, dimana nilai untuk
persepsi yaitu 0,98, sikap dengan nilai 1 dan partisipasi dengan nilai -0,36.

Kata kunci : Respon, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri
Perdesaan

Universitas Sumatera Utara

UNIVERSITY OF NORTHERN SUMATRA
FACULTY OF SOCIAL SCIENCE AND POLITICAL SCIENCE
SCIENCE DEPARTMENT OF SOCIAL WELFARE

Name : ANANTA HIDAYAT PURBA
NIM

: 060902048

ABSTRACT
Community Response Against the National Program for Community Empowerment
in Rural Districts Self Onan Runggu Samosir regency
(Thesis consists of 6 chapters, 106 pages, 50 tables, 3 appendix and 20 literature)

Indonesia has the problem of poverty and unemployment. In Indonesia, one of the
efforts made to improve the effectiveness of poverty reduction and job creation is the
National Community Empowerment Program Mandiri. Once the program is running,
slightly more people who have a positive impact directly. The problems discussed in this
essay is to see firsthand how the public response to the PNPM-MP visits of 3 variables,
namely the perception, attitude and participation.

The research was conducted on sub Onan Runggu Samoisr District. The total
population in this study are all people who receive the program and felt the direct impact
of the program and that the samples in this study were 97 people and the instrument used
was a questionnaire. The method used is descriptive method. These results are supported
by interviews and field observations. Data obtained from this study are tabulated in a
single table and then analyzed.

Based on the research and data analysis, it can be seen that the public response to
the National Program for Community Empowerment Rural Self is positive. This can be
seen from the three variables that is the perception, attitude and participation. Based on
the results of these three variables, the average public response to PMPN-MP is positive,
where the value is 0.98 for the perception, attitude and participation with a value of 1
with a value of -0.36.

Keywords: Response, the National Program for Community Empowerment Rural
Self

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Latar belakang
Kehidupan yang baik merupakan kehendak manusia yang paling hakiki.

Tiada satu pun manusia dan bangsa di dunia ini yang tidak membutuhkan
kehidupan yang sedang dijalaninya untuk menjadi lebih baik – lebih sejahtera dan
lebih bahagia – serta tidak mengharapkan akan merasakan kehidupan di masa
depandengan lebih baik lagi. Namun sebaliknya, dinamika kehidupan manusia
sendiri serta kemampuan alam untuk mendukung kebutuhan manusia agar
mencapai kehidupan lebih baik itu ternyata sangat terbatas (Randy, Ryan, 2006:3).
Masalah kemiskinan adalah salah satu masalah yang telah lama ada. Pada
masa lalu umumnya masyarakat menjadi miskin bukan karena kurang pangan,
tetapi miskin dalam bentuk minimnya kemudahan atau materi. Dari ukuran
kehidupan modern pada masa kini, mereka tidak menikmati fasilitas pendidikan,
pelayanan kesehatan, dan kemudahan-kemudahan lainnya yang tersedia pada
zaman modern.
Indonesia memiliki persoalan kemiskinan dan pengangguran. Kemiskinan
di Indonesia dapat dilihat dari tiga pendekatan yaitu kemiskinan alamiah,
kemiskinan struktural, dan kesenjangan antar wilayah. Persoalan pengangguran
lebih dipicu oleh rendahnya kesempatan dan peluang kerja bagi angkatan kerja di
perdesaan. Upaya untuk menanggulanginya harus menggunakan pendekatan multi
disiplin yang berdimensi pemberdayaan. Pemberdayaan yang tepat harus
memadukan aspek-aspek penyadaran, peningkatan kapasitas, dan pendayagunaan

Universitas Sumatera Utara

(

http://id.shvoong.com/social-sciences/sociology/1867470-pto-pnpm-mandiri-

perdesaan, diakses pada hari Kamis, tanggal 26 September 2010, jam 16:03).
Kemiskinan merupakan masalah multidimensi yang penanganannya
membutuhkan keterkaitan berbagai pihak. Kemiskinan di Indonesia diiringi
masalah kesenjangan baik antar golongan penduduk maupun pembangunan antar
wilayah, yang diantaranya ditunjukkan oleh buruknya kondisi pendidikan dan
kesehatan serta rendahnya pendapatan dan daya beli, sebagaimana tercermin dari
rendahnya angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Penduduk dikatakan
miskin apabila memiliki pendapatan berada dibawah kemiskinan yang dijadikan
sebagai ukuran resmi kondisi kemiskinan di Indonesia ( Sumodiningrat, 2009 : 5).
Jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2009 sebesar 32,53 juta
juta jiwa (14,15 %). Dibandingkan penduduk miskin bulan Maret 2008 sebesar
34,96 juta jiwa (15,42 %), berarti ada penuruna sebesar 2,43 juta jiwa. Selama
periode Maret 2008 – Maret 2009 penduduk miskin didaerah perdesaan berkurang
1,57 juta jiwa, sementara didaerah perkotaan berkurang 0,86 juta jiwa. Sedangkan
jumlah penduduk miskin pada tahun 2007 adalah 37,17 juta jiwa (16,58%) dari
total penduduk. Jumlah tersebut menurun 2,13 juta jiwa jika dibandingkan jumlah
penduduk miskin pada tahun 2006 sebanyak 39,30 juta jiwa (17,75%) dari total
penduduk (BPS, 2009).
Penduduk miskin di Provinsi Sumatera Utara masih cukup banyak. Hasil
survei sosial ekonomi nasional yang dilaksanakan pada bulan Maret 2007,
menunjukkan bahwa jumlah penduduk miskin di daerah ini sebanyak 1.768.400
jiwa, atau sebesar 13,9 persen terhadap jumlah penduduk seluruhnya. Namun
demikian, kondisi ini masih lebih baik jika dibandingkan pada tahun 2006, karena

Universitas Sumatera Utara

jumlah penduduk miskin di Sumatera Utara menurun sekitar 211.300 jiwa. Pada
tahun 2006, penduduk miskin Sumatera Utara sebanyak 1.979.702 jiwa, atau
15,66 persen dari jumlah penduduk saat itu.
Penurunan jumlah penduduk miskin di Sumatera Utara sejalan dengan
perbaikan indikator makro ekonomi Sumatera Utara. Pertumbuhan ekonomi
triwulan pertama Sumatera Utara 2007, dari tahun ke tahun sebesar 8,44 persen,
lebih baik dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,97 persen di periode
yang sama. Pertumbuhan ekonomi triwulan pertama tahun 2007 juga lebih baik
dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi triwulan pertama tahun 2006, yang
tumbuh sebesar 2,89 persen. Dari sisi tenaga kerja, meskipun tingkat
pengangguran masih sangat besar, namun menunjukkan penurunan dari periode
sebelumnya. Tingkat pengangguran terbuka Sumatera Utara bulan Februari 2007
sebesar 10,63 persen, lebih rendah dibandingkan bulan agustus 2006, yakni 11,51
%. Adanya program upaya penanggulangna kemiskinan ini harus ditingkatkan
agar target penurunan penduduk miskin pada tahun 2008 sebesar 11,40 % sesuai
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) dapat tercapai (BPS Sumut,
2007).
Di Indonesia, salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan
efektivitas upaya penanggulangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja
adalah Program Nasional Pemberdayaan (PNPM) mulai tahun 2007. Sebagai
langkah awal, pelaksanaan PNPM tahun 2007 dimulai dengan dua program
pemberdayaan masyarakat yang dinilai cukup besar dan efektif, yaitu Program
Pengembangan Kecamatan (PPK) yang menjadi dasar bagi pengembangan PNPM
di perdesaaan, dan Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP),

Universitas Sumatera Utara

yang menjadi dasar bagi pengembangan PNPM di perkotaan (http//www.pnpmmandiri.or.id, diakses pada hari Kamis, 26 September 2010 pukul 17.16)
PNPM adalah suatu instrument pemerintah yang digulirkan untuk
mencapai salah satu poin dari MDGs (Millenium Development Goals) yaitu
pengentasan kemiskinan. Program ini akan menyatukan berbagai program yang
dimiliki oleh berbagai departemen dibawah satu koordinasi tim penanggulangan
kemiskinan. Untuk meningkatkan efektivitas penanggulangan kemiskinan dan
penciptaan lapangan kerja, pemerintah meluncurkan PNPM Mandiri ini mulai
tahun 2007. Melalui PNPM Mandiri ini dirumuskan kembali mekanisme upaya
penanggulangan kemiskinanyang melibatkan unsur masyarakat mulai dari tahap
perencanaan, pelaksanaan, hingga pemantauan dan evaluasi. Melalui proses
pembangunan partisipatif, kesadaran kritis dan kemandirian masyarakat, terutama
masyarakat miskin, dapat ditumbuhkembangkan sehingga mereka bukan sebagai
obyek, melainkan sebagai subyek dalam upaya penanggulangan kemiskinan
(PNPM, 2007).
Secara umum, PNPM adalah suatu program yang memberdayakan
masyarakat secara optimal dalam mengatasi problem-problem kemiskinan yang
terjadi. Masyarakat diharapkan aktif dalam pemngambilan keputusan dan
pemecahan masalah-masalah yang mereka hadapi. Dengan kata lain, dengan
program ini, masyarakat hendaknya mandiri dan dapat menentukan sendiri apa
yang harus dilakukan agar mereka terbebas dari kemiskinan.
Konsep PNPM Mandiri terus disempurnakan dengan tujuan peningkatan
dan pengembangan penanggulangan kemiskinan dapat menyentuh langsung
kebutuhan masyarakat. Sehingga mampu mengatasi dampak krisis keuangan

Universitas Sumatera Utara

global karena melibatkan masyarakat sebagai pelaku aktif di

bidang

pembangunan.
Mulai tahun 2008, PNPM Mandiri diperluas dengan melibatkan Program
Pengembangan

Infrastruktur

Sosial

Ekonomi

Wilayah

(PISEW)

untuk

mengintegrasikan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dengan daerah sekitarnya.
PNPM Mandiri diperkuat dengan berbagai program pemberdayaan masyarakat
yang dilaksanakan oleh berbagai departemen/sector dan pemerintah daerah.
Pelaksanaan PNPM Mandiri 2008 juga akan diprioritaskan pada desa-desa
tertinggal (PNPM, 2007).
PNPM Mandiri bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat
miskin dan meningkatkan kesempatan kerja (infrastruktur, ekonomi produktif, dan
pelatihan ketrampilan). Jumlah penerima PNPM Mandiri pada akhir Oktober 2008
di 3999 kecamatan mencakup 47.854 desa. Jumlah anggaran Bantuan Langsung
Masyarakat (BLM) yang sudah disalurkan sampai Mid-November 2008 sebesar
Rp.10 triliun (72,94%) dari Rp.13,7 triliun. Jumlah peserta aktif PNPM Mandiri
sejak awal mencapai 41,3 juta jiwa dengan 14,1 juta jiwa terlibat langsung pada
tahun 2008 (http//www.setneg.go.id, diakses pada hari Jumat, 27 September 2010
pukul 20.32).
Disahkannya UU Nomor 32 Tahun 2004, tentang Pemerintah Daerah
menggantikan UU Nomor 22 Tahun 1999 menjadi tonggak pelaksana otonomi
daerah dengan paradigma baru. Pemberlakuan UU ini tidaklah dimaksudkan
sebagai upaya resentralisasi atau mengembalikan iklim politik dengan kekuasaan
yang memusat. Namun didalamnya justru terkandung semangat penguatan makna
desentralisasi dengan membuka peluang luas bagi daerah untuk merencanakan

Universitas Sumatera Utara

dan melaksanakan pembangunan secara lebih baik, lebih mandiri dan
terkoordinasi. Dalam konteks pemberdayaan masyarakat, tak dapat dipungkiri
desentralisasi selama ini masih menimbulkan bias persepsi yang menjadi
tantangan tersendiri. Pergesaran ketersediaan dana dan kewenangan pembangunan
dari pemerintah pusat ke daerah membuat pelaksanaaan program lebih efisien dan
tepat sasaran karena lebih dekat ke masyarakat sebagai sasaran akhirnya, dengan
syarat adanya kemauan dan kemampuan pemerintah. Dengan demikian, perlua
adanya dukungan peran dan fungsi pemerintah daerah dalam menjaga proses
pembangunan yang mempuyai fokus pemberdayaan masyarakat. Kuncinya adalah
bagaimana menyediakan mekanisme yang sesuai bagi daerah untuk berlomba
memberdayakan masyarakat nya dalam

menanggulangi kemiskinan dan

melakukan pembangunan partisipatif, serta mengenyampingkan ego sektoral yang
berdampak bagi masyarakat luas.
Sejalan dengan disahkannya UU Nomor 32 Tahun 2004, Program
Pengembangan Kecamatan (PPK) yang dimulai pelaksanaannya sejak tahun 1998,
semakin dewasa belajar dari pengalaman untuk melakukan transisi pengelolaan
program pemberdayaan secara bertahap kepada pemerintah daerah. PNPM-MP
merupakan lanjutan dari PPK, yang dimulai pada tahun anggaran 1998/1999, yang
diawali pilot proyek di beberapa wilayah. Dengan demikian, hingga saat ini
program telah berjalan selama 10 tahun atau telah memasuki tahun ke 11.
Masa transisi pengalihan PPK ke PNPM diawali pada tahun 2007 dengan
nama PNPM-PPK, selanjutnya dimulai tahun 2008 secara penuh diterapkan
PNPM-MP yang tergabung didalamnya beberapa program pemberdayaan

Universitas Sumatera Utara

masyarakat dengan pola yang sama dicanangkan pelaksanaannya hingga tahun
2009.
Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPMMP merupakan salah satu proyek pemerintah dalam menanggulangi kemisikinan
yang bertumpu pada peningkatan harkat dan martabat manusia yang lebih
mengutamakan kepentingan dan kebutuhan masyarakat miskin serta kelompok
masyarakat yang kurang mampu. Program ini telah diluncurkan oleh Presiden RI,
Bapak Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 20 April 2007 di Provinsi
Sulawesi Tengah.
PNPM-MP pada hakikatnya adalah gerakan nasional yang dijalankan oleh
semua kalangan untuk menanggulangi kemiskinan dan perluasan kesempatan
kerja melalui upaya-upaya pemberdayaan masyarakat dengan tujuan peningkatan
kualitas hidup, kemandirian ditingkat kesejahteraan masyarakat.

PNPM-MP merupakan program pemberdayaan masyarakat terbesar di
tanah air. Bukan hanya dari cakupan lokasinya, namun juga jumlah
pemanfaatnya. Sejak 1998, PNPM-MP telah dilaksanakan di lebih dari 58% desa
di seluruh Indonesia. Hingga 2009, program ini menjangkau 50.201 desa
termiskin di Indonesia.

Universitas Sumatera Utara

Tabel 1. Cakupan wilayah PNPM-MP di Indonesia
Cakupan Wilayah
PPK/

PNPM Mandiri

PNPM Mandiri

Tingkat

PNPM-

Perdesaan

Perdesaan (2009)

Wilayah

PPK(1998-

(2008)

2007)
Provinsi

32

30

30

Kabupaten

348

335

342

Kecamatan

2.668

2.230

3.908

42.319

34.032

50.201

Desa
Sumber data:

(http://www.pnpm-perdesaan.or.id/?page=halaman&story_id=22, diakses pada
Jumat, 27 September 2010 pukul 20.55)

Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka peneliti merasa tertarik
untuk melihat bagaimana respon masyarakat terhadap program PNPM-MP yang
dilaksanakan pemerintah khususnya di Kecamatan Onan Runggu yang merupakan
salah satu kecamatan di Kabupaten Samosir, yang terdiri dari 12 desa yang
terdapat program PNPM-MP. Untuk itu, peneliti melakukan penelitian yang
dituangkan dalam skripsi yang berjudul “Respon Masyarakat Terhadap Program
Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan di Kecamatan Onan
Runggu Kabupaten Samosir”.

Universitas Sumatera Utara

1.2.

Perumusan Masalah
Perumusan masalah merupakan suatu langkah yang sangat penting karena

langkah ini menentukan kemana suatu penelitian diarahkan. Perumusan masalah
pada hakekatnya merupakan perumusan pertanyaan yang jawabannya akan dicari
melalui penelitian ( Soehartono, 2008 : 23 ).
Berdasarkan uraian dari latar belakang diatas, maka perumusan masalah
yang dikemukan dalam penelitian ini adalah “Bagaimana respon masyarakat
terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan
di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir?”.

1.3.

Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui respon

masyarakat terhadap PNPM-MP yang telah dilakukan pemerintah di Kecamatan
Onan Runggu Kabupaten Samosir.

1.4.

Manfaat Penelitian
Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai referensi dan

kritikan dalam rangka pengembangan model, perumusan dan pelaksanaan
Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan yang dilakukan
Pemerintah terhadap pengembangan masyarakat di daerah- daerah tertinggal.

Universitas Sumatera Utara

1.5.

Sistematika Penulisan

Adapun sistematika penulisan dalam penelitian ini adalah :
BAB I

: PENDAHULUAN
Bab ini berisikan tentang latar belakang, perumusan
masalah, tujuan

penelitian, manfaat penelitian dan

sistematika penulisan.
BAB II

: TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini berisikan teori, uraian dan konsep yang berkaitan
dengan masalah penelitian, kerangka pemikiran, defenisi
komsep dan defenisi operasional.

BAB III

: METODE PENELITIAN
Bab ini berisikan tentang lokasi penelitian, tipe penelitian,
populasi dan sampel, teknik pengumpulan data serta
teknik analisis data.

BAB IV

: DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN
Bab ini berisikan gambaran umum lokasi penelitian
dimana penulis mengadakan penelitian.

BAB V

: ANALISA DATA
Bab ini berisikan tentang uraian data yang diperoleh dari
hasil penelitian dan analisisnya.

BAB VI

: PENUTUP
Bab ini berisikan kesimpulan dan saran penulis yang
penulis berikan sehubungan dengan penelitian yang
dilakukan.

Universitas Sumatera Utara

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Respon
Respon merupakan suatu tingkah laku atau sikap yang berwujud baik
sebelum pemahaman yang mendetail, penilaian, pengaruh atau penolakan, suka
atau tidak serta pemanfaatan pada suatu fenomena tertentu. Selain itu menurut
Daryl Beum, respon diartikan sebagai tingkah laku balas atau sikap yang menjadi
tingkah laku atau adu kuat.
Respon juga diartikan sebagai suatu proses pengorganisasian rangsang
dimana rangsangan-rangsangan proksimal diorganisasikan sedemikian rupa
sehingga terjadi representasi fenomenal dari rangsangan-rangsangan proksimal
tersebut (Adi, 1994:105).
Respon pada prosesnya didahului oleh sikap seseorang, karena sikap
merupakan kecenderungan atau kesediaan seseorang untuk bertingkah laku kalau
ia menghadapi suatu rangsangan tertentu. Jadi berbicara mengenai respon tidak
terlepas pembahasannya dengan sikap.

Dengan melihat sikap seseorang atau

sekelompok orang terhadap sesuatu maka akan diketahui bagaimana respon
mereka terhadap kondisi tersebut.
Menurut Louis Thursone, respon merupakan jumlah kecenderungan dan
perasaan, kecurigaan, dan prasangka, prapemahaman yang mendetail, rasa takut,
ancaman dan keyakinan tentang suatu hal yang khusus. Dapat diketahui bahwa
pengungkapan sikap melalui :
1. Pengaruh atau penolakan

Universitas Sumatera Utara

2. Penilaian
3. Suka atau tidak suka
4. Kepositifan atau kenegatifan suatu objek psikologi
2.1.1. Persepsi
Meurut Morgan, King dan Robinson bahwa persepsi adalah suatu proses
diterimanya suatu rangsangan (objek, kualitas, hubungan antar gejala maupun
peristiwa) dengan cara melihat dan mendengar dunia disekitar kita, dengan kata
lain presepsi dapat juga didefinisikan sebagai segala sesuatu yang dialami
manusia (Adi, 2000 : 105).
Dari defenisi-defenisi yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa
persepsi adalah suatu proses yang dimulai dari penglihatan dan pendengaran
hingga terbentuk tanggapan yang terjadi pada diri individu sehingga individu
sadar akan segala sesuatu dalam lingkungannya melalui indra-indra yang
dimilikinya. Pengliatan dan pendengaran seseorang dapat dilihat dengan cara
mencermati, memahami dan menilai segala sesuatu yang terjadi di dalam
lingkungan sehingga terbentuk tanggapan dari dirinya (Mahmud, 1990 :55).
2.1.2. Sikap
Sikap adalah suatu keadaan yang memungkinkan timbulnya suatu
perbuatan atau tingkah laku dan cenderung untuk bertindak dan bereaksi terhadap
rangsangan (Hudaniah, 2003 : 95). Sikap dapat dilihat melalui penilaian,
penerimaan/penolakan, mengharapkan/menghindari suatu objek tertentu.

Universitas Sumatera Utara

Ciri-ciri sikap adalah sebagai berikut :
1. Sikap mempengaruhi prilaku. Dimana suatu sikap yang mengarah pada
suatu objek memberikan satu alasan untuk berprilaku mengarah pada
objek itu dengan cara tertentu.
2. Sikap tidak dibawa sejak lahir tetapi dipelajari dan dibentuk berdasarkan
beberapa pengalaman dan rajin dalam latihan.
3. Karena sikap dapat dipelajari, maka sikap suatu saat dapat berubah
meskipun relatif sulit untuk berubah.
4. Sikap tidak menghilang walau kebutuhan sudah dipenuhi.
5. Sikap tidak hanya terdapat satu jenis saja, melainkan memiliki beberapa
jenis sesuai dengan objek yang menjadi pusat perhatiannya.
6. Dalam sikap terdapat perasaan (Adi, 200:179).
2.1.3. Partisipasi
Partisipasi

adalah

keterlibatan

masyarakat

secara

aktif

(dan

terorganisasikan) dalam seluruh tahapan pembangunan, sejak tahap sosialisasi,
persiapan, perencanaan, pelaksanaan, pemahaman, pengendalian, evaluasi
sehingga pengembangan atau perluasannya. Pendekatan partisipasi bertumpu pada
kekuatan masyarakat untuk secara aktif berperan serta dalam proses pembangunan
secara menyeluruh. Partisipasi atau keikutsertaan para pelaku dalam masyarakat
untuk terlibat dalam proses pembangunan ini akan membawa manfaat dan
menciptakan pertumbuhan ekonomi didaerah (Suprapto,2007:8).
Partisipasi ditinjau dari fungsi yang diambil masyarakat (pelaku) untuk
suatu kegiatan, fungsi yang dapat diambil oleh masyarakat dalam berpartisipasi
antara lain :

Universitas Sumatera Utara

1. Berperan serta dalam menikmati hasil pembangunan. Pembangunan yang
sudah selesai dilakukan oleh pihak luar sehingga masyarakat tinggal
menerima berupa hasil pembangunan, misalnya tempat wisata di Aek
Sijornih Tapanuli Selatan. Partisipasi ini jelas mudah, namun menikmati
belum berarti memelihara.
2. Berperan serta dalam melaksanakan program pembangunan, hal ini terjadi
karena pihak luar masyarakat sudah mengerjakan persiapan, perencanaan
dan menyediakan semua kebutuhan program. Masyarakat tinggal
melaksanakan dan setelah itu baru dapat menikmati hasilnya, misalnya
dalam membangun jalan, masyarakat ikut serta meratakan jalan dan
menata/merapikan batu. Pemagaran rumah, masyarakat tinggal memasang
alat-alat/bahan yang sudah disediakan, dll.
3. Berperan serta dalam memelihara hasil program. Funsi ini lebih sulit
apalagi kalau masyarakat tidak terlibat dalam pelaksanaan. Sulit bukan
saja karena tidak mempunyai keterampilan, tetapi yang lebih penting
karena mereka marasa tidak memiliki program tersebut. Misalnya,
biasanya masyarakat bersedia memelihara daerah wisata tersebut jika
mereka ikut ambil bagian dalam pembangunan.
4. Berperan serta dalam menilai program. Fungsi ini kadang diambil
masyarakat karena diminta oleh penyelenggara program dan masyarakat
merasa program tidak sesuai dengan aspirasinya (Suprapto,2007:11).

Universitas Sumatera Utara

2.2. Kesejahteraan Sosial
2.2.1. Defenisi Kesejahteraan Sosial
Istilah kesejahteraan sosial sering diidentikkan dengan “kesejahteraan
masyarakat atau kesejahteraan umum”. Sedangkan tentang kesejahteraan kamus
besar bahasa Indonesia menyebutkan : “Sejahtera artinya aman, sentosa, makmur,
selamat (terlepas dari segala macam gangguan dan kesusahan). Sedangkan
kesejahteraan artinya keamanan, keselamatan, ketentraman, kesenangan hidup dan
kemakmuran (Mahadi, 1993:550).
Oleh Walter A. Friedlander, mengutarakan bahwa konsep dan istilah
kesejahteraan sosial dalam pengertian program yang ilmiah baru saja
dikembangkan sehubungan dengan masalah sosial dari pada masyarakat kita yang
industrial. Kemiskinan, kesehatan yang buruk, penderitaan dan disorganisasi
sosial telah ada dalam sejarah kehidupan umat manusia, namun masyarakat yang
industrial dari abad ke 19 dan 20 ini menghadapi begitu banyak masalah sosial
sehingga lembaga-lembaga insani yang sama seperti keluarga, ketetanggaan,
gereja, dan masyarakat setempat tidak mampu lagi mengatasinya secara memadai.
Berikut ini beberapa defenisi yang menjelaskan arti kesejahteraan sosial.
W.A Fridlander mendefenisikan :
“Kesejahteraan sosial adalah sistem yang terorganisir dari usahausaha dan lembaga-lembaga sosial yang ditujukan untuk membantu
individu maupun kelompok dalam mencapai standart hidup dan kesehatan
yang memuaskan serta untuk mencapai relasi perseorangan dan sosial
yang dapat memungkinkan mereka mengembangkan kemampuankemampuannya secara penuh untuk mempertinggi kesejahteraan mereka

Universitas Sumatera Utara

selaras dengan kebutuhan-kebutuhan keluarga dan masyarakat” (Muhidin,
1984: 1-2).
Defenisi di atas menjelaskan :
1. Konsep kesejahteraan sosial sebagai suatu sistem atau “organized
system” yang berintikan lembaga-lembaga dan pelayanan sosial.
2. Tujuan sistem tersebut adalah untuk mencapai tingkat kehidupan yang
sejahtera dalam arti tingkat kebutuhan pokok seperti sandang, pangan,
papan, kesehatan dan juga relasi-relasi sosial dengan lingkungannya.
3. Tujuan

tersebut

dapat

dicapai

dengan

cara,

meningkatkan

“kemampuan individu” baik dalam memecahkan masalahnya maupun
dalam memenuhi kebutuhannya.

Dalam Kamus Ilmu Kesejahteraan Sosial disebutkan pula :
“Kesejahteraan Sosial merupakan keadaan sejahtera yang meliputi
keadaan jasmaniah, rohaniah dan sosial tertentu saja. Bonnum Commune atau
kesejahteraan sosial adalah kesejahteraan yang menyangkut keseluruhan syarat,
sosial

yang

memungkinkan

dan

mempermudah

manusia

dalam

memperkembangkan kepribadianya secara sempurna” (Suparlan, 1989: 53).
Sementara itu Skidmore, sebagaimana dikutip oleh Drs. Budie Wibawa,
menuturkan : “Kesejahteraan Sosial dalam arti luas meliputi keadaan yang baik
untuk kepentingan orang banyak yang mencukupi kebutuhan fisik, mental,
emosional, dan ekonominya” (Wibawa, 1982: 13).

Universitas Sumatera Utara

2.2.2. Pengertian Kesejahteraan Sosial
Secara yuridis konsepsional, pengertian kesejahteraan sosial termuat
dalam UU No. 11 Tahun 2009 tentang ketentuan-ketentuan pokok kesejahteraan
sosial sosial, pasal 1 ayat 1 adalah sebagai berikut :
“Kesejahteraan Sosial adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan material, spiritual,
dan sosial warga negara agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri,
sehingga dapat melaksanakan fungsi sosialnya.”.
Untuk mewujudkan kesejahteraan sosial tersebut dilaksanakan berbagai
upaya, program dan kegiatan yang disebut “Usaha Kesejahteraan Sosial” baik
yang dilaksanakan pemerintah maupun masyarakat. UU No.11 Tahun 2009 dalam
pasal 4, juga menjelaskan secara tegas tugas serta tanggung jawab pemerintah di
bidang kesejahteraan sosial, yang meliputi :
1. Menetapkan garis kebijaksanaan di bidang kesejahteraan sosial.
2. Mengembangkan kesadaran dan rasa tanggung jawab sosial masyarakat.
3. Mengadakan pengawasan terhadap pelaksanaan usaha-usaha kesejahteraan
sosial (Muhidin, 1984: 9-10).
Untuk

melaksanakan

ketiga

tugas

pokok

tersebut

maka

pemerintah

meyelenggarakan usaha-usaha

Dokumen yang terkait

Dokumen baru

Respon Masyarakat Terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir