Penerapan Model Cooperative Learning Tipe Numbered Heads Together (NHT) untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar dalam Pembelajaran Tematik Terpadu Siswa Kelas I B SD Negeri 11 Metro Pusat

PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE NUMBERED
HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS
DAN HASIL BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN
TEMATIK TERPADU SISWA KELAS I B
SD NEGERI 11 METRO PUSAT

(Skripsi)

Oleh
CAHYA SARI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2014

ABSTRAK

PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE NUMBERED
HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS
DAN HASIL BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN
TEMATIK TERPADU SISWA KELAS I B
SD NEGERI 11 METRO PUSAT

Oleh
CAHYA SARI

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya aktivitas dan hasil belajar
siswa kelas I B SD Negeri 11 Metro Pusat. Penelitian ini bertujuan untuk
meningkatkan aktivitas dan hasil belajar dengan menerapkan model cooperative
learning tipe NHT.
Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan
dalam 3 siklus, setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Dengan tahapan mulai
dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data
menggunakan lembar observasi dan tes tertulis. Teknik analisis data yang
digunakan adalah bentuk analisis kualitatif dan kuantitatif.
Perbaikan pembelajaran dengan model cooperative learning Tipe NHT,
menunjukkan peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa. Aktivitas belajar
siswa pada akhir siklus I mencapai 52,80 (Cukup Aktif), siklus II 62,60 (Cukup
Aktif), siklus III 76,82 (Aktif). Hasil belajar dibagi menjadi tiga ranah, yakni
afektif, psikomotor, dan kognitif. Hasil belajar afektif siklus I 56,95 (Cukup),
siklus II 63,17 (Cukup), dan siklus III 77,75 (Baik). Hasil belajar psikomotor
siklus I 60,85 (Cukup), siklus II 65,35 (Baik), dan siklus III 85,65 (Sangat Baik).
Sedangkan pada hasil belajar kognitif siswa siklus I 60% (Sedang), siklus II 70%
(Tinggi), dan siklus III 86,67% (Sangat Tinggi). Penerapan model cooperative
learning Tipe NHT dalam pembelajaran tematik terpadu dapat meningkatkan
aktivitas dan hasil belajar siswa.

Kata kunci: model numbered heads together, aktivitas siswa, dan hasil belajar.

RIWAYAT HIDUP

Peneliti bernama Cahya Sari lahir di 15 Polos Kota Metro,
Provinsi Lampung pada tanggal 27 Juni 1991. Peneliti
adalah anak kedua dari empat bersaudara, pasangan Bapak
Asari dan Ibu Harni.
Peneliti menempuh Pendidikan Taman Kanak-kanak (TK)
Aisyah Bustanul Athfal Pugung Raharjo lulus tahun 1998. Pendidikan Sekolah
Dasar (SD) Negeri 01 Pugung Raharjo Lampung Timur, lulus tahun 2003.
Pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 01 Pugung Raharjo
Lampung Timur, lulus tahun 2006. Pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA)
Negeri 01 Bandar Sribhawono Lampung Timur, lulus tahun 2009. Tahun 2010,
peneliti terdaftar sebagai mahasiswa S1Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD)
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung.

PERSEMBAHAN
Bismillahirohmanirrohim
Dengan rasa syukur kepada Alloh SWT dan kerendahan hati,
karya ini kupersembahkan untuk:

Bapak Asari dan Ibu Harni Tercinta
Selaku orang tua yang telah berjuang, berkorban semuanya baik
moral maupun material, memberikan motivasi, memberikan
semangat untuk terus belajar sampai saat ini, selalu
mengingatkanku dalam setiap langkahku untuk menjadi yang
lebih baik, selalu mendoakan untuk keberhasilanku. Karyaku ini
kupersembahkan untuk Ayah dan Ibunda tercinta sebagai bukti
bahwa usaha dan doamu selama ini kepadaku tidak pernah sia-sia.

Kakakku Ari Pratama dan adik kembar
tercintaku Muhakbar dan Muhakmal
Yang selalu memberikan dukungan, motivasi agar lebih semangat
untuk menyelesaikan tanggung jawab dan tugas skripsiku ini.

Almamater tercinta “Universitas Lampung”

MOTO

Hadapilah setiap tantangan yang menghadang dengan
lapang dada, seakan Anda telah tersentuh gairah
kemenangan.
(George S Patton)
Janganlah bersedih jika orang lain tidak mengenalku, tetapi
berusahalah agar aku pantas untuk dikenal atas
kemenanganku.
(Cahya Sari)

SANWACANA

Puji syukur ke hadirat Alloh SWT yang telah memberikan rahmat,
hidayah-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang
berjudul “Penerapan Model Cooperative Learning

Tipe Numbered Heads

Together (NHT) untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar dalam
Pembelajaran Tematik Terpadu Siswa Kelas I B SD Negeri 11 Metro Pusat”.
Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana
pendidikan di Universitas Lampung.
Penyusunan skripsi ini dapat terwujud berkat adanya bantuan dari berbagai
pihak, untuk itu dalam kesempatan ini dengan segala kerendahan hati penulis
menyampaikan terima kasih kepada yang terhormat:
1.

Bapak Prof. Dr. Ir. Hi. Sugeng P. Harianto, M.S., selaku Rektor Universitas
Lampung.

2.

Bapak Dr. Hi. Bujang Rahman, M.Si., selaku Dekan FKIP Universitas
Lampung.

3.

Bapak Drs. Baharuddin Risyak, M.Pd., selaku Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan
Universitas Lampung.

4.

Bapak Dr. Hi. Darsono, M.Pd., selaku Ketua Program Studi PGSD Jurusan
Ilmu Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas
Lampung.
i

5.

Ibu Dra. Asmaul Khair, M. Pd., selaku Ketua UPP S-1 PGSD Metro.

6.

Bapak Drs. Mugiadi, M. Pd.,selaku Dosen Pembimbing I dalam penulisan
skripsi ini yang telah banyak memberikan masukan yang berarti, memberikan
saran, serta perhatian bagi peneliti untuk penyelesaian skripsi ini.

7.

Bapak Drs. Herman Tarigan, M.Pd., selaku Dosen Pembimbing II sekaligus
Pembimbing Akademik (PA) yang selalu memberikan masukan yang sangat
kritis, perhatian dan saran-saran yang sangat bermanfaat untuk penyelesaian
skripsi ini.

8.

Ibu Dra. Sulistiasih, M. Pd., selaku Dosen Penguji yang telah banyak
memberikan masukan yang berarti, memberikan saran, serta selalu
memberikan

perbaikan-perbaikan

tidak

terduga

bagi

peneliti

untuk

penyelesaian skripsi ini.
9.

Bapak dan Ibu Dosen serta Staf PGSD UPP Metro yang telah banyak
membantu kelancaran penyusunan skripsi ini.

10. Bapak Basiran, S. Pd. SD.,Kepala Sekolah SD Negeri 11 Metro Pusat, serta
Dewan Guru dan Staf Administrasi yang telah membantu peneliti selama
penyusunan skripsi ini.
11. Ibu Winda Triliana P., S. Pd., selaku guru kelas I B sekaligus observer yang
banyak membantu peneliti dalam kelancaran penyusunan skripsi ini.
12. Siswa-siswi kelas I BSD Negeri 11 Metro Pusat yang telah berpartisipasi aktif
sehingga penelitian ini dapat terlaksana dengan baik.
13. Teristimewa kedua orang tua,kakakku, dan adik kembarku tercinta yang telah
memberikan bantuan baik moral maupun material demi keberhasilan studiku.

ii

14. Teruntuk Folta yang selalu memberikan semangat, dukungan, serta doa
kepada peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini.
15. Sahabat-sahabat terdekat peneliti Dita Tricandria, Erwidiya, Rizka yang
selalu memberikan semangat, masukan, dan doa,
16. Rekan-rekan senasib dan seperjuangan, mahasiswa Program Studi Pendidikan
Guru Sekolah Dasar (PGSD) angkatan 2010 (Mbak Suli, Riri, Serli,
Veridiana, Rimba, Jaya, Fauzi, Syaiful, Suhardi, Reni, Sinta, Siti, Umi,
Khuznaini, Akmal, Fahmi, Kak Aji, Bagus, Ratna, Nyoman, Julia, Lita,
Indah, Hardiana, Putu, Mega, Aqmarina, Serlia, Saras, Surani, Maulinda,
Mayang, Dan Risti) terimakasih kebersamaan dan dukungan yang telah
diberikan selama ini.
17. Semua pihak yang tidak dapat peneliti sebutkan namanya satu per satu yang
telah membantu kelancaran dalam penyusunan skripsi ini.

Akhir kata, peneliti menyadari bahwa tulisan ini masih kurang sempurna, oleh
karena itu penulis mengharapkan semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi
perkembangan dan peningkatan dunia pendidikan khususnya ke-SD-an.

Metro, 18 Juli2014
Penulis

Cahya Sari
NPM 1013053105

iii

DAFTAR ISI

Halaman
DAFTAR TABEL .....................................................................................
viii
DAFTAR GAMBAR ................................................................................
x
DAFTAR GRAFIK ..................................................................................
xi
DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................
xii
BAB I

BAB II

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ....................................................................
B. Identifikasi Masalah ...........................................................
C. Pembatasan Masalah ..........................................................
D. Rumusan Masalah ..............................................................
E. Tujuan Penelitian ................................................................
F. Manfaat Penelitian ...............................................................
KAJIAN PUSTAKA
A. Model Pembelajaran ...........................................................
B. Model Cooperative Learning .............................................
1. Pengertian Model Cooperative Learning ....................
2. Tujuan Model Cooperative Learning ..........................
3. Macam-macam Model Cooperative Learning ............
C. Model Cooperative Learning Tipe Numbered Heads
Together .............................................................................
1. Cooperative Learning Tipe Numbered Heads Together
2. Kelebihan dan Kelemahan Numbered Heads Together
(NHT) ...........................................................................
3. Langkah-langkah Pembelajaran Numbered Heads
Together (NHT) ...........................................................
D. Aktivitas Belajar .................................................................
E. Kinerja Guru .......................................................................
1. Pengertian Kinerja Guru ..............................................
2. Kriteria Kualitas Kinerja Guru ....................................
F. Belajar..................................................................................
1. Pengertian Belajar .......................................................
2. Teori Belajar ................................................................
a. Teori Belajar Behaviorisme .................................
b. Teori Belajar Kognitivisme ..................................
v

1
5
6
6
6
7

8
9
9
10
12
13
13
14
15
17
18
18
19
20
20
21
21
22

c. Teori Belajar Kontruktivisme ...............................
3. Hasil Belajar ................................................................
a. Ranah Afektif .......................................................
b. Ranah Psikomotor ................................................
c. Ranah Kognitif ....................................................
G. Pembelajaran Tematik Terpadu .........................................
1. Pengertian Pembelajaran Tematik Terpadu ................
2. Karakteristik Pembelajaran Tematik Terpadu .............
3. Pendekatan Scientific ...................................................
4. Penilaian Autentik .......................................................
a. Ranah Afektif .......................................................
b. Ranah Psikomotor ................................................
c. Ranah Kognitif .....................................................
H. Kerangka Pikir .................................................................
I.
Hipotesis Tindakan ...........................................................

23
25
26
27
28
29
29
30
31
33
34
35
35
36
38

BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Jenis Penelitian ...................................................................
B. Setting Penelitian ................................................................
1. Subjek Penelitian .........................................................
2. Lokasi Penelitian .........................................................
3. Waktu Penelitian .........................................................
C. Teknik Pengumpulan Data .................................................
1. Observasi .....................................................................
2. Tes Hasil Belajar ..........................................................
D. Alat Pengumpulan Data ......................................................
1. Nontes ..........................................................................
2. Tes ...............................................................................
E. Teknik Analisis Data ..........................................................
1. Data Kualitatif .............................................................
2. Data Kuantitatif ...........................................................
F. Prosedur Penelitian .............................................................
G. Urutan Penelitian Tindakan Kelas ......................................
1. Siklus I .........................................................................
2. Siklus II .......................................................................
3. Siklus III ......................................................................
H. Indikator Keberhasilan Tindakan .......................................

39
39
39
40
40
40
40
41
41
41
41
41
42
45
46
48
48
51
54
58

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Profil Sekolah .....................................................................
1. Letak Geografis dan Prasarana SD Negeri 11 Metro
Pusat ............................................................................
2. Keadaan Penyelenggara Sekolah .................................
B. Prosedur Penelitian .............................................................
1. Refleksi Awal ..............................................................
2. Persiapan Pembelajaran ...............................................
C. Hasil Penelitian ...................................................................
1. Siklus I .........................................................................
vi

59
59
59
61
61
61
62
63

BAB V

a. Perencanaan Pembelajaran Siklus I ......................
b. Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I ......................
c. Hasil Observasi Siklus I .......................................
d. Refleksi Siklus I ...................................................
2. Siklus II .......................................................................
a. Perencanaan Pembelajaran Siklus II ....................
b. Pelaksanaan Pembelajaran Siklus II .....................
c. Hasil Observasi Siklus II ......................................
d. Refleksi Siklus II ..................................................
3. Siklus III ......................................................................
a. Perencanaan Pembelajaran Siklus III ...................
b. Pelaksanaan Pembelajaran Siklus III ...................
c. Hasil Observasi Siklus III ....................................
d. Refleksi Siklus III .................................................
D. Rekapitulasi Hasil Penelitian ..............................................
1. Rekapitulasi Aktivitas Belajar Siswa ..........................
2. Rekapitulasi Kinerja Guru ...........................................
3. Rekapitulasi Hasil Afektif Siswa ................................
4. Rekapitulasi Hasil Psikomotor Siswa ..........................
5. Rekapitulasi Hasil Belajar Kognitif Siswa ..................
E. Pembahasan ........................................................................
1. Aktivitas Belajar Siswa ...............................................
2. Kinerja Guru ................................................................
3. Hasil Afektif Siswa ....................................................
4. Hasil Psikomotor Siswa ...............................................
5. Hasil Belajar Kognitif Siswa .......................................

63
64
67
72
74
74
75
77
83
85
85
86
88
94
95
95
96
98
99
100
102
102
103
103
104
105

KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan .........................................................................
B. Saran ...................................................................................

106
107

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

vii

DAFTAR TABEL

Tabel

Halaman

1.1 Hasil ulangan semester ganjil siswa kelas I A ...................................

3

1.2 Hasil ulangan semester ganjil siswa kelas I B .....................................

4

3.1 Aspek aktivitas siswa .........................................................................

42

3.2 Konversi nilai aktivitas belajar siswa .................................................

43

3.3 Rubrik penilaian aktivitas belajar siswa .............................................

43

3.4 Konversi nilai kinerja guru .................................................................

43

3.5 Rubrik penilaian kinerja guru .............................................................

44

3.6 Konversi penilaian afektif siswa ........................................................

44

3.7 Rubrik penilaian afektif siswa ............................................................

44

3.8 Konversi nilai psikomotor siswa ........................................................

45

3.9 Rubrik penilaian psikomotor siswa ....................................................

45

3.10 Kriteria keberhasilan belajar siswa secara klasikal dalam persen (%)

46

4.1 Data pengajar SD Negeri 11 Metro Pusat ..........................................

60

4.2 Jadwal pelaksanaan kegiatan PTK tiap siklus ....................................

62

4.3 Hasil aktivitas belajar siswa siklus I ..................................................

67

4.4 Hasil kinerja guru siklus I ..................................................................

68

4.5 Hasil afektif siswa siklus I ..................................................................

69

4.6 Hasil psikomotor siswa siklus I...........................................................

70

4.7 Ketuntasan hasil belajar kognitif siswa siklus I ..................................

71

4.8 Hasil aktivitas belajar siswa siklus II .................................................

78

4.9 Hasil kinerja guru siklus II .................................................................

79

4.10 Hasil afektif siswa siklus II ...............................................................

80

4.11 Hasil psikomotor siswa siklus II ........................................................

81

viii

4.12 Ketuntasan hasil belajar kognitif siswa siklus II ................................

82

4.13 Hasil aktivitas belajar siswa siklus III ................................................

89

4.14 Hasil kinerja guru siklus III ...............................................................

90

4.15 Hasil afektif siswa siklus III ...............................................................

91

4.16 Hasil psikomotor siswa siklus III .......................................................

92

4.17 Ketuntasan hasil belajar kognitif siswa siklus III ..............................

93

4.18 Rekapitulasi nilai aktivitas belajar siswa ...........................................

95

4.19 Rekapitulasi nilai kinerja guru ...........................................................

96

4.20 Rekapitulasi nilai afektif siswa ..........................................................

98

4.21 Rekapitulasi nilai psikomotor siswa .................................................

99

4.22 Rekapitulasi ketuntasan hasil kognitif dan rata-rata siswa ................

100

ix

DAFTAR TABEL

Tabel

Halaman

1.1 Hasil ulangan semester ganjil siswa kelas I A ...................................

3

1.2 Hasil ulangan semester ganjil siswa kelas I B .....................................

4

3.1 Aspek aktivitas siswa .........................................................................

42

3.2 Konversi nilai aktivitas belajar siswa .................................................

43

3.3 Rubrik penilaian aktivitas belajar siswa .............................................

43

3.4 Konversi nilai kinerja guru .................................................................

43

3.5 Rubrik penilaian kinerja guru .............................................................

44

3.6 Konversi penilaian afektif siswa ........................................................

44

3.7 Rubrik penilaian afektif siswa ............................................................

44

3.8 Konversi nilai psikomotor siswa ........................................................

45

3.9 Rubrik penilaian psikomotor siswa ....................................................

45

3.10 Kriteria keberhasilan belajar siswa secara klasikal dalam persen (%)

46

4.1 Data pengajar SD Negeri 11 Metro Pusat ..........................................

60

4.2 Jadwal pelaksanaan kegiatan PTK tiap siklus ....................................

62

4.3 Hasil aktivitas belajar siswa siklus I ..................................................

67

4.4 Hasil kinerja guru siklus I ..................................................................

68

4.5 Hasil afektif siswa siklus I ..................................................................

69

4.6 Hasil psikomotor siswa siklus I...........................................................

70

4.7 Ketuntasan hasil belajar kognitif siswa siklus I ..................................

71

4.8 Hasil aktivitas belajar siswa siklus II .................................................

78

4.9 Hasil kinerja guru siklus II .................................................................

79

4.10 Hasil afektif siswa siklus II ...............................................................

80

4.11 Hasil psikomotor siswa siklus II ........................................................

81

v

4.12 Ketuntasan hasil belajar kognitif siswa siklus II ................................

82

4.13 Hasil aktivitas belajar siswa siklus III ................................................

89

4.14 Hasil kinerja guru siklus III ...............................................................

90

4.15 Hasil afektif siswa siklus III ...............................................................

91

4.16 Hasil psikomotor siswa siklus III .......................................................

92

4.17 Ketuntasan hasil belajar kognitif siswa siklus III ..............................

93

4.18 Rekapitulasi nilai aktivitas belajar siswa ...........................................

95

4.19 Rekapitulasi nilai kinerja guru ...........................................................

96

4.20 Rekapitulasi nilai afektif siswa ..........................................................

98

4.21 Rekapitulasi nilai psikomotor siswa .................................................

99

4.22 Rekapitulasi ketuntasan hasil kognitif dan rata-rata siswa ................

100

vi

DAFTAR GAMBAR

Gambar

Halaman

1.1 Tujuan cooperative learning ..............................................................

11

2.2 Langkah-langkah numbered heads together ......................................

16

2.3 Langkah-langkah pembelajaran scientific .........................................

33

2.4 Bagan kerangka pikir penelitian .........................................................

38

3.1 Siklus penelitian tindakan kelas .........................................................

47

v

DAFTAR GRAFIK

Grafik

Halaman

4.1 Peningkatan nilai aktivitas belajar siswa ...........................................

95

1.2 Peningkatan nilai kinerja guru ...........................................................

97

1.3 Peningkatan nilai afektif siswa ..........................................................

98

1.4 Peningkatan nilai psikomotor siswa ...................................................

100

4.5 Ketuntasan hasil belajar kognitif siswa ..............................................

101

v

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran

Halaman

1.

Surat penelitian pendahuluan dari unila ..............................................

112

2.

Surat izin penelitian dari unila ............................................................

113

3.

Surat keterangan dari unila .................................................................

114

4.

Surat izin penelitian dari SD ...............................................................

115

5.

Keterangan penelitian dari SD ............................................................

116

6.

Surat pernyataan dari SD ....................................................................

117

7.

Pemetaan indikator pembelajaran .......................................................

119

8.

Silabus pembelajaran ..........................................................................

120

9.

Rencana perbaikan pembelajaran (RPP) .............................................

126

10. Lembar hasil observasi aktivitas siswa ...............................................

180

11. Lembar hasil observasi kinerja guru ...................................................

187

12. Lembar hasil observasi afektif siswa ..................................................

189

13. Lembar hasil observasi psikomotor siswa ..........................................

193

14. Lembar hasil belajar kognitif siswa ....................................................

197

15. Dokumentasi .......................................................................................

198

16. Kartu bimbingan skripsi ......................................................................

209

v

1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan interaksi antara pendidik dengan peserta didik.
Interaksi pendidikan berfungsi membantu pengembangan seluruh potensi.
Dengan berkembangnya potensi-potensi itulah manusia akan menjadi
manusia dalam arti yang sebenarnya. Pendidikan sering diartikan sebagai
upaya untuk memanusiakan manusia, sehingga mampu memenuhi tugasnya
sebagai manusia dan menjadi warga negara yang berarti bagi suatu negara
dan bangsa.
Dalam Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional Bab I Pasal 1 yang menjelaskan bahwa pendidikan
nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak
serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan
kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta
didik agar menjadi manusia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan
menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Secara yuridis bunyi UU tersebut mengisyaratkan bahwa pendidikan
negara ini harus memiliki karakter positif yang kuat, artinya praktik
pendidikan tidak semata hanya berorientasi pada aspek kognitif melainkan
secara terpadu menyangkut tiga aspek ranah pendidikan yaitu kognitif,

2

afektif, dan psikomotor. Memasuki bulan keenam tahun 2013, Kurikulum
baru yaitu Kurikulum 2013 mulai diterapkan.
Kunandar (2013: 34), mengemukakan Kurikulum 2013
menganut: 1) pembelajaran yang dilakukan guru (taught curriculum)
dalam bentuk proses yang dikembangkan berupa kegiatan pembelajaran
di sekolah, kelas, dan masyarakat, dan 2) pengalaman belajar langsung
peserta didik (learning-curriculum) sesuai dengan latar belakang,
karakteristik, dan kemampuan awal peserta didik. Pengalaman belajar
langsung individual peserta didik menjadi hasil belajar bagi dirinya,
sedangkan hasil belajar seluruh peserta didik menjadi hasil Kurikulum.
Kurikulum 2013 ini menggunakan pendekatan ilmiah atau scientific
approach sebagai penunjang dalam proses pembelajarannya. Pendekatan ini
melatih siswa berpikir logis, sistematis, dan ilmiah. Selain menggunakan
pendekatan ilmiah, proses pembelajaran juga akan lebih mudah diterapkan
kepada siswa melalui model pembelajaran. Dalam hal ini peran guru harus
lebih kreatif dalam menggunakan model pembelajaran.
Berdasarkan hasil observasi pada tanggal 9 Januari 2014 di SD Negeri
11 Metro Pusat terdapat dua kelas I, yaitu kelas I A dan kelas I B.
Pengamatan yang dilakukan oleh peneliti terhadap dua kelas tersebut
menunjukkan adanya perbedaan pada pembelajaran siswa. Meskipun dalam
pelaksanaan pembelajarannya sudah menerapkan tematik terpadu Kurikulum
2013. Hasil pengamatan di kelas I A terlihat pada kegiatan pembelajaran dan
diskusi kelompok. Siswa kelas I A cukup aktif dalam segi bertanya dan
menanggapi yang disampaikan guru, selain itu pada saat guru menjelaskan
materi pembelajaran siswa tidak ribut sendiri. Berdasarkan wawancara yang
dilakukan dengan guru kelas I A, diperoleh keterangan pula pada hasil

3

ulangan semester ganjil siswa kelas I A dari 31 orang siswa, 22 orang siswa
atau 70,96% mencapai ketuntasan hasil belajar.

Tabel 1.1 Hasil ulangan semester ganjil siswa kelas I A tahun pelajaran
2013/2014
Nilai
86-100
76-85
66-75
56-65
46-55

Frekuensi
5
8
9
5
4

Jumlah

31

Keterangan
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Belum Tuntas
Belum Tuntas
KKM ≥66
Tuntas = 22 (70,96%)
Tidak Tuntas = 9 (29,03%)

Sedangkan pada observasi yang dilakukan pada kelas I B SD Negeri 11
Metro Pusat, masih ada siswa yang tidak bisa mengikuti proses kegiatan
pembelajaran dengan baik. Diketahui bahwa aktivitas siswa dalam kegiatan
pembelajaran masih sangat rendah, hal ini terlihat saat kegiatan berdiskusi
kelompok. Berdasarkan wawancara yang dilakukan peneliti dengan guru
kelas I B diperoleh keterangan bahwa siswa merasa kurang percaya diri untuk
menjawab serta mengajukan pendapat dalam kegiatan diskusi. Siswa sulit
terbuka apabila ada kesulitan dalam pembelajaran, siswa takut bertanya
meskipun sudah diberi kesempatan untuk bertanya.
Di samping itu, masih rendahnya hasil belajar siswa kelas I B. Hal ini
terlihat pada hasil nilai semester ganjil kelas I B, diperoleh keterangan hanya
46,67% atau 14 orang dari 30 orang siswa yang mencapai ketuntasan hasil
belajar. Hal ini berarti belum mencapai ketuntasan secara klasikal standar
keberhasilan yang dianjurkan yaitu sebesar ≥75%.

4

Tabel 1.2 Hasil ulangan semester ganjil siswa kelas I B tahun pelajaran
2013/2014
Nilai
86-100
76-85
66-75
56-65
46-55

Frekuensi
4
5
5
9
7

Jumlah

30

Keterangan
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Belum Tuntas
Belum Tuntas
KKM ≥66
Tuntas = 14 (46,67%)
Tidak Tuntas = 16 (53,33%)

Dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliti penyebab
rendahnya hasil belajar siswa kelas I B karena siswa sulit dalam memahami
konsep pembelajaran yang diterapkan pada Kurikulum 2013. Selain itu,
dalam pembelajaran guru terlebih dahulu tidak menjelaskan materi yang
diajarkan. Guru hanya memberikan soal yang ada di buku siswa dan
menulisnya di papan tulis, lalu siswa diminta untuk mengerjakan soal
tersebut. Dengan demikian, membuat beberapa siswa yang belum mengerti
bagaimana mengerjakan soal tersebut menjadi bingung. Hal itu memicu siswa
untuk malas mengerjakan soal tersebut. Dalam pembelajaran di kelas siswa
berperan pasif dan peran guru lebih dominan atau berpusat pada guru (teacher
centered).
Untuk menyiasati hal tersebut, salah satu model yang mampu
mengaktifkan dan dipandang dapat memfasilitasi siswa dalam pembelajaran
adalah model Cooperative Learning Tipe Numbered Heads Together (NHT).
Menurut Slavin dalam Huda (2013: 203) Numbered Heads Together pada
dasarnya varian dari diskusi kelompok yang dikembangkan untuk
memastikan akuntabilitas individu dalam diskusi kegiatan kelompok.

5

Berdasarkan uraian di atas, maka penulis melakukan penelitian tindakan
kelas terhadap siswa kelas I B SD Negeri 11 Metro Pusat dengan mengambil
judul “Penerapan Model Cooperative Learning Tipe Numbered Heads
Together (NHT) untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar dalam
Pembelajaran Tematik Terpadu Siswa Kelas I B SD Negeri 11 Metro Pusat”.

B. Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah dalam penelitian ini berdasarkan latar belakang di
atas adalah sebagai berikut.
1.

Kesulitan siswa dalam bertanya dan mengemukakan

pendapat,

khususnya dalam kegiatan diskusi.
2.

Kesulitan siswa dalam memahami konsep pembelajaran dalam
Kurikulum 2013.

3.

Kegiatan pembelajaran yang kurang melibatkan siswa aktif dan guru
kreatif. Siswa lebih bersifat pasif dan kegiatan pembelajaran guru yang
masih mendominasi atau berpusat pada guru (teacher centered).

4.

Guru tidak menjelaskan terlebih dahulu kepada siswa tentang materi
yang diajarkan, sehingga membuat beberapa siswa bingung untuk
mengerjakan soal yang diberikan guru. Hal tersebut membuat siswa
malas mengerjakan soal yang diberikan guru.

5.

Guru belum menggunakan model pembelajaran cooperative learning tipe
numbered heads together untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar.

6.

Rendahya aktivitas belajar siswa kelas I B SD Negeri 11 Metro Pusat,
khususnya dalam kegiatan diskusi kelompok siswa masih kurang berani
mengemukakan pendapatnya.

6

7.

Rendahnya hasil belajar siswa kelas I B SD Negeri 11 Metro Pusat dalam
pembelajaran tematik terpadu. Terbukti pada hasil belajar siswa belum
mencapai ≥75% dari jumlah siswa keseluruhan.

C. Pembatasan Masalah
Masalah dalam penelitian ini perlu dibatasi agar penelitian dapat terarah
dan terfokus secara cermat. Masalah tersebut difokuskan untuk meningkatkan
aktivitas dan hasil belajar siswa kelas I B di SD Negeri 11 Metro Pusat
dengan menerapkan model cooperative learning tipe NHT.

D. Rumusan Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah di atas, dapat dirumuskan masalah
penelitian sebagai berikut.
1.

Bagaimanakah penerapan model cooperative learning tipe NHT dapat
meningkatkan aktivitas dalam pembelajaran tematik terpadu siswa kelas I
B SD Negeri 11 Metro Pusat?

2.

Bagaimanakah penerapan model cooperative learning tipe NHT dapat
meningkatkan hasil belajar dalam pembelajaran tematik terpadu siswa
kelas I B SD Negeri 11 Metro Pusat?

E. Tujuan Penelitian
Berdasarkan judul penelitian dan rumusan masalah di atas penelitian ini
bertujuan untuk:
1.

Meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas I B SD Negeri 11 Metro Pusat
dalam pembelajaran tematik terpadu melalui model cooperative learning
tipe NHT.

7

2.

Meningkatkan hasil belajar siswa kelas I B SD Negeri 11 Metro Pusat
dalam pembelajaran tematik terpadu melalui model cooperative learning
tipe NHT.

F. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada
banyak pihak antara lain siswa, guru, sekolah, dan peneliti.
1.

Siswa
Dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas I B SD
Negeri 11 Metro Pusat melalui model cooperative learning tipe NHT
dalam pembelajaran tematik terpadu.

2.

Guru
Sebagai bahan masukan bagi guru untuk meningkatkan kualitas
dalam pembelajarannya. Guru dapat menciptakan suasana pembelajaran
yang menyenangkan, menciptakan proses pembelajaran bagi siswa yang
kreatif, serta membangkitkan minat dengan mengaktifkan siswa pada
kegiatan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas.

3.

Sekolah
Dapat memberikan sumbangan yang baik bagi sekolah dalam
rangka meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah.

4.

Peneliti
Dapat meningkatkan pengetahuan dan penguasaan pada diri
peneliti, sekaligus memberikan pengalaman tentang penelitian tindakan
kelas sehingga dapat menjadi guru yang profesional di kemudian hari.

8

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Model Pembelajaran
Model pembelajaran merupakan kerangka konseptual yang melukiskan
prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk
mencapai tujuan tertentu dan berfungsi sebagai pedoman perencana
pembelajaran. Menurut Komalasari (2010: 57) model pembelajaran pada
dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai
akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model
pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu
pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran. Senada dengan Suprijono
(2009: 45), model pembelajaran ialah pola yang digunakan sebagai pedoman
dalam merencanakan pembelajaran di kelas maupun tutorial.
Arends dalam Suprijono (2009: 45), model pembelajaran adalah
suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman
dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam
tutorial. Model pembelajaran mengacu pada pendekatan pembelajaran
yang akan digunakan, termasuk tujuan-tujuan pembelajaran, tahaptahap dalam kegiatan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan
pengelolaan kelas.
Hal senada juga diungkapkan oleh Joyce dalam Trianto (2010: 51),
bahwa “Each model guides us as we design instruction to help students
achieve variou objective”, maksud kutipan tersebut adalah bahwa setiap

9

model mengarahkan kita dalam merancang pembelajaran untuk membantu
peserta didik mencapai tujuan pembelajaran.
Berdasarkan uraian para ahli di atas, maka penulis menyimpulkan
bahwa model pembelajaran adalah suatu konsep atau rancangan pembelajaran
yang dapat diterapkan oleh guru secara sistematis untuk mengorganisasikan
pengalaman belajar guna mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan atau
diharapkan. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan model pembelajaran
cooperative learning, karena model tersebut merupakan salah satu model
pembelajaran yang mampu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.

B. Model Cooperative Learning
1.

Pengertian Model Cooperative Learning
Cooperative learning adalah suatu model pembelajaran yang saat
ini banyak digunakan untuk mewujudkan kegiatan pembelajaran yang
berpusat pada siswa (studend oriented), terutama untuk mengatasi
permasalahan yang ditemukan guru untuk mengaktifkan siswa yang tidak
dapat bekerja sama dengan orang lain, siswa yang agresif dan siswa yang
tidak peduli pada anggota lain. Menurut Isjoni (2007: 15), cooperative
learning berasal dari kata Cooperative yang artinya mengerjakan sesuatu
secara bersama-sama dengan saling membantu satu sama lainnya sebagai
satu kelompok.
Menurut Stahl dalam Isjoni (2007: 23) dengan melaksanakan
model cooperative learning memungkinkan siswa dapat meraih
keberhasilan dalam belajar, di samping itu juga bisa melatih siswa
untuk memiliki keterampilan, keterampilan berpikir (thinking skill)
maupun keterampilan sosial (social skill), seperti keterampilan
untuk mengemukakan pendapat, menerima saran, bekerja sama,

10

rasa setia kawan, dan mengurangi timbulnya perilaku yang
menyimpang dalam kehidupan kelas.
Menurut Isjoni (2007: 12) cooperative learning adalah suatu model
pembelajaran di mana siswa belajar dan bekerja dalam kelompokkelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya 4-6 orang dengan
struktur kelompok heterogen. Model pembelajaran ini digunakan untuk
memberi dorongan kepada peserta didik agar bekerja sama selama proses
pembelajaran.
Dari uraian di atas maka penulis menyimpulkan bahwa model
cooperative learning ialah model pembelajaran yang diharapkan bisa
memaksimalkan siswa untuk meraih keberhasilan dalam belajar. Selain
itu, juga bisa melatih siswa untuk memiliki keterampilan, baik
keterampilan berpikir maupun keterampilan sosial.

2.

Tujuan Model Cooperative Learning
Belajar cooperative adalah siswa bekerja sama untuk belajar dan
bertanggung jawab pada kemajuan belajar temannya. Belajar cooperative
menekankan tujuan dan kesuksesan kelompok yang hanya dapat dicapai
jika semua anggota kelompok mencapai tujuan atau penguasaan materi.
Menurut Isjoni (2009: 9) tujuan utama penerapan model pembelajaran
cooperative adalah agar peserta didik dapat belajar secara berkelompok
bersama teman-temannya dengan cara saling menghargai pendapat dan
memberikan kesempatan kepada orang lain untuk mengemukakan
gagasan dengan menyampaikan pendapat mereka secara berkelompok.

11

Adapun pendapat Sharan dalam Isjoni (2007: 23), siswa yang
belajar menggunakan model cooperative learning akan memiliki
motivasi tinggi karena didorong dan didukung dari rekan sebaya. Siswa
akan memiliki kemauan yang kuat dalam mengikuti proses pembelajaran
yang diberikan oleh guru.
Menurut

Martati

(2010:

15)

tujuan

cooperative

learning

dikembangkan paling sedikit tiga tujuan penting, yaitu tujuan yang
pertama cooperative learning dimaksudkan untuk meningkatkan aktivitas
siswa dalam tugas-tugas akademis yang penting. Tujuan kedua adalah
toleransi dan penerimaan yang lebih luas terhadap orang-orang yang
berbeda ras, budaya, kelas sosial, atau kemampuannya. Tujuan ketiga
adalah mengajarkan keterampilan kerja sama dan berkolaborasi kepada
siswa.
Tujuan cooperative learning dapat digambarkan sebagai berikut.

Prestasi
Akademik

Cooperative
Learning

Toleransi dan
Penerimaan
Terhadap
Keanekaragaman

Pengembangan
Keterampilan Sosial

Gambar 2.1 Tujuan cooperative learning
Sumber: Martati (2010: 15)
Berdasarkan uraian di atas, penulis menyimpulkan tujuan model
cooperative learning yang melandasi penelitian ini adalah teori menurut

12

Martati. Tujuan ini menekankan agar peserta didik dapat belajar secara
berkelompok dengan teman sebaya, saling bertukar pikiran, membetuk
karakter peserta didik, menghargai setiap pendapat yang diberikan oleh
orang lain, dan menciptakan toleransi terhadap orang-orang yang berbeda
baik dalam ras, budaya, kelas sosial, dan kemampuanya.

3.

Macam-macam Model Cooperative Learning
Komalasari (2010: 62-69) memaparkan macam-macam model
cooperative learning di antaranya:
1) Numbered Heads Together (kepala bernomor) model pembelajaran
di mana setiap siswa diberi nomor kemudian dibuat suatu kelompok
kemudian secara acak guru memanggil nomor dari siswa.
2) Cooperative Script (skript kooperatif) yaitu metode belajar di mana
siswa bekerja berpasangan, secara lisan bergantian mengihtisarkan
bagian-bagian dari materi yang dipelajari.
3) Student Teams Achivement Divisions (STAD) (Tim Siswa Kelompok
Prestasi) yaitu model pembelajaran yang mengelompokkan siswa
secara heterogen, kemudian siswa yang pandai menjelaskan pada
anggota lain sampai mengerti.
4) Team Games Tournament (TGT) yaitu model pembelajaran yang
melibatkan seluruh aktivitas siswa tanpa harus ada perbedaan status,
melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur
permainan.
5) Snowball Throwing (melempar bola salju) yaitu model pembelajaran
yang menggali potensi kepemimpinan siswa dalam kelompok dan
keterampilan membuat pertanyaan dan menjawab pertanyaan yang
dipadukan melalui permainan imajinatif membentuk dan melempar
bola salju.
Dari berbagai model di atas, model cooperative learning tipe
numbered heads together merupakan salah satu model pembelajaran
kooperatif yang sangat sederhana digunakan dalam proses pembelajaran.
Menurut Slavin (2005: 256) model cooperative learning tipe numbered
heads together adalah model yang sangat baik untuk menambah
tanggung jawab individual terhadap diskusi kelompok.

13

C. Model Cooperative Learning Tipe Numbered Heads Together
1. Cooperative Learning Tipe Numbered Heads Together
Numbered Heads Together adalah model pembelajaran dengan
cara setiap siswa diberi nomor dan dibuat suatu kelompok, kemudian
secara acak guru memanggil nomor dari siswa. Slavin (2005: 256)
memaparkan NHT pada dasarnya adalah sebuah group discussion,
pembelokannya yaitu hanya pada satu siswa yang akan menjadi wakil
kelompok tersebut. Tetapi sebelumnya tidak diberi tahu siapa yang
menjadi wakil kelompok tersebut. Penerapan model NHT memastikan
keterlibatan total dari semua siswa.
Menurut Kagan dalam Ibrahim (2000: 28) model NHT adalah
bagian dari model pembelajaran kooperatif struktural, yang menekankan
pada struktur-struktur khusus yang dirancang untuk mempengaruhi pola
interaksi siswa dan memiliki tujuan khusus untuk meningkatkan
penguasaan akademik siswa dengan melibatkan para siswa menelaah
bahan yang tercakup

dalam suatu pelajaran dan pemahaman siswa

terhadap isi pelajaran tersebut.
Menurut Trianto (2010: 82) model NHT adalah jenis pembelajaran
kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa dan
sebagai alternatif terhadap struktur kelas tradisional, yang lebih
melibatkan siswa dalam menelaah materi yang tercakup dalam suatu
pelajaran tersebut.
Berdasarkan uraian di atas, maka penulis menyimpulkan bahwa
model cooperative learning tipe NHT adalah model kooperatif yang
dirancang untuk mempengaruhi pola pikir siswa dengan tujuan

14

meningkatkan aktivitas dan akademik siswa untuk memecahkan masalah
dalam berdiskusi kelompok dan setiap anggota kelompok memiliki
nomor yang berbeda.

2. Kelebihan dan Kelemahan Numbered Heads Together (NHT)
Suatu hal pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, tidak
terkecuali pada model pembelajaran numbered heads together. Menurut
Hamdani (2011: 90), kelebihan dan kelemahan cooperative learning tipe
NHT sebagai berikut.
1) Kelebihan model NHT, yaitu:
a) Setiap siswa menjadi siap semua.
b) Siswa dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh.
c) Siswa yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang pandai.
2) Kelemahan model NHT, yaitu:
a) Kemungkinan nomor yang dipanggil akan dipanggil lagi oleh
guru.
b) Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh guru.
Adapun Lundgren dalam Ibrahim (2000: 18) mengemukakan
kelebihan dan kelemahan dari model cooperative learning tipe NHT
yaitu:
1) Kelebihan model NHT, yaitu:
a) Rasa harga diri menjadi lebih tinggi.
b) Memperbaiki kehadiran.
c) Penerimaan terhadap individu menjadi lebih besar.
d) Perilaku mengganggu menjadi lebih kecil.
e) Konflik antara pribadi berkurang.
f) Pemahaman yang lebih mendalam.
g) Meningkatkan kebaikan budi, kepekaan dan toleransi.
h) Hasil belajar lebih tinggi.
2) Kelemahan dari model NHT, yaitu:
a) Kemungkinan nomor yang sudah dipanggil guru, dipanggil lagi
oleh guru.
b) Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh guru.
c) Kelas cenderung ramai, jika guru tidak dapat mengondisikan
dengan baik, keramaian itu jadi tidak dapat dikendalikan.

15

Berdasarkan uraian di atas, penulis menyimpulkan kelebihan model
cooperative learning tipe NHT yaitu dapat meningkatkan kinerja
kelompok di dalam kelas, menimbulkan rasa toleransi antaranggota
kelompok, serta dapat

meningkatkan hasil

belajar siswa, dan

menciptakan sikap tanggung jawab bagi peserta didik. Sedangkan
kekurangannya adanya kemungkinan nomor yang sama akan dipanggil
lagi oleh guru, kondisi kelas saat pembelajaran berlangsung tidak dapat
terkendali karena siswa ribut sendiri, dan tidak semua anggota kelompok
dipanggil oleh guru.

3. Langkah-langkah Pembelajaran Numbered Heads Together (NHT)
Suprijono (2009: 92) memaparkan langkah-langkah pembelajaran
menggunakan numbered heads together yakni:
1) Numbering, yaitu guru membagi kelas menjadi kelompok-kelompok
kecil.
2) Guru mengajukan beberapa pertanyaan yang harus dijawab oleh
tiap-tiap kelompok.
3) Kelompok berdiskusi menemukan jawaban. Pada kesempatan ini
tiap-tiap kelompok berdiskusi memikirkan jawaban atas pertanyaan
dari guru. Menyatukan kepalanya “heads together”.
4) Guru memanggil peserta didik yang memiliki nomor yang sama tiaptiap kelompok. Mereka diberi kesempatan memberi jawaban atas
pertanyaan yang telah diterimanya dari guru. Berdasarkan jawaban
itu guru dapat mengembangkan diskusi lebih mendalam, sehingga
peserta didik dapat menemukan jawaban pertanyaan itu sebagai
pengetahuan yang utuh.
Hal senada juga diungkapkan oleh Hamdani (2011: 90) yang
mengungkapkan langkah-langkah model numbered heads together yaitu:
1) Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan setiap siswa dalam
setiap kelompok mendapat nomor.
2) Guru memberikan tugas dan tiap-tiap kelompok disuruh untuk
mengerjakannya.

16

3) Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan
bahwa setiap anggota kelompok dapat mengerjakannya.
4) Siswa lain diminta untuk memberi tanggapan, kemudian guru
menunjuk nomor lain.
Langkah-langkah model cooperative learning tipe NHT dapat
digambarkan sebagai berikut.
Penomoran
Membagi siswa ke dalam
kelompok

Mengajukan Pertanyaan
Guru mengajukan sebuah
pertanyaan kepada siswa

Menjawab
Guru memanggil setiap
perwakilan kelompok

Berpikir Bersama
Analisis, diskusi kelompok

Gambar 2.2 Langkah-langkah numbered heads together
Sumber: Trianto (2011: 82-83)
Berdasarkan uraian di atas, langkah-langkah dalam pembelajaran
cooperative learning tipe NHT yang melandasi penelitian ini adalah teori
Trianto. Teori ini menekankan langkah-langkah NHT diawali dengan
pembentukan kelompok, masing-masing anggota kelompok diberi nomor
yang berbeda-beda. Selanjutnya guru memberikan tugas atau pertanyaan
yang harus dipecahkan oleh peserta didik, siswa mulai berfikir bersama
untuk mengerjakan soal yang diberikan guru. Dalam hal ini guru
membimbing siswa dalam mengerjakan soal tersebut. Setelah siswa
bekerja sama di dalam kelompok, langkah selanjutnya guru memanggil
salah satu nomor masing-masing kelompok untuk mempersentasikan
hasil kerja kelompok mereka.

17

D. Aktivitas Belajar
Menurut Dimyati dan Mudjiono (2006: 236), aktivitas belajar yaitu
suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan siswa dalam belajar di sekolah
untuk mencapai suatu tujuan yang diharapkan dalam belajar. Proses belajar
merupakan kegiatan mental mengolah bahan belajar atau pengalaman lain.
Aktivitas siswa bukan hanya secara individual, tetapi juga dalam kelompok
sosial. Proses belajar yang bermakna adalah proses belajar yang melibatkan
berbagai aktivitas para siswa.
Menurut Sardiman (2010: 100) aktivitas adalah seluruh aktivitas
siswa dalam proses belajar, mulai dari kegiatan fisik sampai kegiatan
psikis. Pada prinsipnya belajar adalah berbuat, tidak ada belajar jika
tidak ada aktivitas. Itulah mengapa aktivitas merupakan prinsip yang
sangat penting dalam interaksi pembelajaran. Aktivitas belajar ada
beberapa prinsip yang berorientasi pada pandangan ilmu jiwa, yaitu
pandangan ilmu jiwa lama dan modern. Menurut pandangan ilmu jiwa
lama, aktivitas didominasi oleh guru sedangkan menurut pandangan
ilmu jiwa modern, aktivitas didominasi oleh siswa.
Menurut Kunandar (2010: 277) aktivitas belajar siswa sebagai
keterlibatan siswa dalam bentuk sikap, pikiran, perbuatan, dan presentasi.
Aktivitas dalam kegiatan pembelajaran menunjang keberhasilan proses
belajar, peningkatan aktivitas siswa yaitu meningkatnya jumlah siswa yang
bertanya dan menjawab, meningkatnya jumlah siswa yang saling berinteraksi
membahas materi pelajaran.
Berdasarkan uraian dari para ahli di atas, penulis menyimpulkan bahwa
aktivitas belajar adalah segala kegiatan yang dilakukan oleh siswa
menyangkut sikap, pikiran, perbuatan, dan presentasi ketika kegiatan
pembelajaran dilaksanakan di dalam kelas, sehingga terciptanya aktivitas
belajar siswa. Meningkatnya jumlah

Dokumen yang terkait

Pengaruh Strategi Pembelajaran Kooperatif Model Numbered Head Together (NHT) terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Sosiologi Kelas X (Studi Kasus: SMA Negeri 8 Kota Tangerang Selatan

0 4 169

Penerapan model cooperative learning teknik numbered heads together untuk meningkatkan hasil belajar akutansi siswa ( penelitian tindakan kelas di MAN 11 jakarta )

0 6 319

Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe numbered head together (NHT) terhadap hasil belajar fisika siswa pada konsep fluida dinamis

0 8 192

Efektifitas pembelajaran kooperatif metode numbered heads together (NHT) terhadap hasil belajar pendidikan Agama Islam di SMP Islam al-Fajar Kedaung Pamulang

0 10 20

PENGGUNAAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DENGAN MEDIA GRAFIS UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN PKn KELAS V B SD NEGERI 5 METRO BARAT TAHUN PELAJARAN 2012/2013

0 6 51

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS IV A SD NEGERI 6 METRO PUSAT

0 26 96

PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE PAIR CHECK UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS IV B SD NEGERI 06 METRO PUSAT TAHUN PELAJARAN 2013/2014

1 15 48

PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SD NEGERI 05 METRO BARAT

0 15 65

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif tipe Numbered Heads Together terhadap Hasil Belajar Fiqih dalam pokok bahasan Riba, Bank, dan Asuransi. (Kuasi Eksperimen di MA Annida Al Islamy, Jakarata Barat)

0 13 150

PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT)PADA PEMBELAJARAN IPA POKOK BAHASAN GAYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA.

0 0 35

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

119 3984 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1057 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 945 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 632 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 790 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1348 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

66 1253 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 825 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 1111 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1350 23