Pengaruh Struktur Organisasi Terhadap Efektivitas Kerja Karyawan ada PTPN IV (persero) Unit Kebun Mayang

SKRIPSI

PENGARUH STRUKTUR ORGANISASI TERHADAP
EFEKTIVITAS KERJA KARYAWAN
pada PTPN IV (persero) Unit KEBUN MAYANG

OLEH:

ERICK TARIGAN
060502225

Program Studi Strata I Manajemen
Departemen Manajemen
Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara
Medan
2011

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Judul dari penelitian ini adalah “ Pengaruh Struktur Organisasi Terhadap
Efektivitas Kerja Karyawan ada PTPN IV (persero) unit Kebun Mayang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh
struktur organisasi terhadap efektivitas kerja karyawan pada PTPN IV (persero)
Unit Kebun Mayang. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis
deskriptif,, metode analisis statistik yang terdiri dari analisis regresi linier
sederhana, pengujian signifikan parsial serta pengujian koefisien determinasi.
Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder Populsai pada
penelitian ini adalah para keryawan oprasional dan manajerial pada PTPN IV
(persero) Unit Kebun Mayang. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini
adalah kuisioner dan studi pustaka. Data diproses dengan menggunakan SPSS
16,0 for windows.
Pada pengujian secara parsial (uji t) diketahui bahwa struktur organisasi
berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas kerja karyawan pada PTPN
IV (persero) Unit Kebun Mayang . Melalui pengujian koefisien determinasi
(Adjust R square) diperoleh nilai sebesar 0,242, berarti 24,2 % efektivitas kerja
karyawan PTPN IV (persero) Unit Kebun Mayang dapat dijelaskan oleh struktur
organisasi. Sedangkan sisanya sebesar 75,8% dijelaskan oleh variabel lain yang
tidak diteliti.
Kata Kunci: Struktur organisasi, efektivitas kerja

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT
The title of this research is “ The Effect of Organization Structure on Work
Effectiveness of Employee in PTPN IV (persero) Unit of Kebun Mayang.
The objective of research is to know and analyze the effect of organization
structure on work effectiveness of employee in PTPN IV (persero) Unit of Kebun
Mayang. Sample was taken by using purposive random sampling technic. The
Method of analysis used was descriptive analysis, statistical analysis consisting of
simple linear regression analysis, significance test partially ang coefficient of
determination. Population in this research is all of the operational employee and
all of managerial employee in PTPTN IV (persero) Unit of Kebun Mayang.
Method data collecting in this research is book study and kuisioner. Data
processed by using SPSS 16.0 for windows.
It was known in partial test (t-test) that organization structure has positive
and significant effect on work effectiveness of employe in PTPN IV (persero)
Unit of Kebun Mayang. Trought coefficien of determination test (adjust R2 ) value
of 0.242 was gained, it means 24,2% of work effectiveness of employee in PTPN
IV (persero) Unit of Kebun Mayang could be explained by organization structure,
and the rest, 75,8% could be explained by another variables outside of research.
Keywords : Organization structure, work effectiveness

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR
Penulis mengucapkan puji dan syukur kepada Bapa di surga, Yesus
Kristus karena atas berkat dan kasih setiaNya penulis dapat menyelesaikan
penulisan skripsi ini dengan sebaik mungkin.
Penulis menyadari bahwa proses penelitian dan penyelesaian skripsi ini
tidak terlepas dari bantuan dan kerja sama dari berbagai pihak. Pada kesempatan
ini, penulis dengan kerendahan hati menyampaikan rasa terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada :
1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec selaku Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara.
2. Ibu Dr. Isfenti Sadalia, ME selaku Ketua Departemen Manajemen Fakultas
Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
3. Ibu Dr. Endang Sulistya Rini, SE, M.Si selaku Ketua Program Studi
Manajemen Strata Satu (S-1) Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera
Utara.
4. Ibu Dra. Ramona RI Hasibuan MP selaku Dosen Pembimbing yang telah
banyak memberikan bimbingan dan arahan dalam penyelesaian skripsi ini.
5. Ibu Dra. Komariah Pandia,M.Si selaku Dosen Penguji I yang telah banyak
memberikan saran dan masukan bagi penulis.
6. Ibu Dra. Friska Sipayung, M.Si selaku Dosen Penguji II yang telah banyak
memberikan saran dan masukan bagi penulis.

Universitas Sumatera Utara

7. Bapak dan Ibu Dosen serta seluruh staf dan pegawai Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara, yang telah banyak membantu, mendidik dan
membimbing penulis selama masa perkuliahan.
8. Kedua orang tuaku tercinta; bapak saya Lesman Tarigan yang telah
memberikan kasih sayang, semenagat dan waktunya untuk membimbing
saya dan ibu saya Maria br Ginting yang telah mengalami banyak
pergumulan dan selalu memberikan kasih sayang, dukungan, semangat,
nasihat, dan doa kepada saya.
9. Kepada kak Vivi yang telah memberikan semangat dan motivasi dalam
menyelesaikan skripsi ini. Dan kepada Bang Adit yang senantiasa
memberikan semangat dan juga hiburan dikala bosan.
10. Kepada seluruh penghuni rumah Terompet 23, Leon, Sias, Eko, Deddy,
Bang Teo, Bang Veja, bang Jenes, Bang Beri, Bang Agi, terima kasih atas
seluruh dukungan dan kebersamaan yang telah kita lalui.
11. Seluruh sahabat-sahabatku yang selama ini senantiasa bersama-sama
dalam

melewati

waktu

dan

berbagi

banyak

hal;

Aseng,

Andrew,Endar,Emo, Andi,Parade Hutapea, Meggy Dumais, Saor Siahaan,
Toman Purba, Boy Siregar, dan semua sahabat-sahabat lainnya yang tidak
dapat saya sebutkan namanya satu persatu.
12. Rekan-rekan di kelompok kecil Faithful,Carjony Sitorus, Yohanes
Pulungan dan terutama kepada bang Gomgom Manurung yang selalu
sabar membimbing kami adik-adiknya dan

Universitas Sumatera Utara

13. Kepada Pimpinan dan seluruh Karyawan PTPN IV (persero) Unit Kebun
Mayang atas waktu dan fikirannya dalm membantu penyelesaian skripsi
ini.
Penulis

menyadari

bahwa

terdapat

banyak

kekurangan

dalam

menyelesaikan skripsi ini, baik dari isi maupun sistematika penulisannya. Oleh
karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi
perbaikan dan kesempurnaan skripsi ini.
Medan,

Juli 2011
Penulis,

Erick Tarigan

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI
Halaman
ABSTRAK........................................................................................i
ABSTRACT....................................................................................... ii
KATA PENGANTAR ......................................................................iii
DAFTAR ISI ....................................................................................vi
DAFTAR GAMBAR ........................................................................vii
DAFTAR TABEL ...........................................................................viii
DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................ix
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang ...................................................................1
1.2. Perumusan masalah ............................................................4
1.3. Tujuan Penelitian ...............................................................4
1.4. Manfaat Penelitian .............................................................5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Uraian Teoritis ...................................................................6
2.1.1. Pengertian Organisasi .................................................6
2.1.2. Struktur Organisasi .....................................................7
2.1.3. Efektifitas Kerja .........................................................20
2.2. Penelitian Terdahulu ..........................................................23
2.3. Kerangka Konseptual .........................................................24
2.4 Hipotesis .............................................................................25
BAB III METODE PENELITIAN
3.1. Jenis Penelitian ..................................................................26
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian..............................................26
3.3. Batasan Operasional ...........................................................26
3.4. Defenisi Operasional ..........................................................27
3.5. Skala Pengukuran Variabel ................................................28
3.6. Populasi dan Sampel ..........................................................29
3.7 Jenis Data ...........................................................................30
3.8. Teknik Pengumpulan Data .................................................31
3.9. Uji Validitas dan Reliabilitas ..............................................31
3.10. Metode Analisis Data .......................................................32
3.10.1. Analisis Deskriptif ....................................................32
3.10.2. Metode Analisis Kuantitatif ......................................32
3.10.3. Uji Hipotesis .............................................................33
3.10.4. Koefisien Determinan (R2)........................................33
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
4.1. Gambaran Umum Perusahaan ............................................35

Universitas Sumatera Utara

4.1.1. Sejarah Berdirinya Perusahaan....................................35
4.1.2. Letak Geografis ..........................................................36
4.1.3. Topografi....................................................................36
4.1.4. Jenis Usia Tanaman dan Luas areal.............................37
4.1.5. Luas Areal per Afdeling..............................................37
4.1.6. Visi dan Misi Perusahaan............................................38
4.1.7. Maksud dan tujuan Perusahaan ...................................39
4.1.8. Budaya Perusahaan .....................................................40
4.1.9. Corporate Value ......................................................... 40
4.1.10. Strategi Oprasional ...................................................41
4.1.11. Struktur Organisasi Perusahaan.................................42
4.1.12. Deskripsi Pekerjaan ..................................................44
4.2. Uji Validitas dan Reabilitas ................................................46
4.2.1. Uji Validitas ...............................................................46
4.2.2. Uji Reabilitas ..............................................................48
4.3. Metode Analisis deskriptif .................................................49
4.3.1. Analisis Deskriptif Responden ....................................49
4.3.2. Analisis Deskriptif Variabel........................................51
4.4. Uji Asumsi Klasik ..............................................................57
4.4.1. Uji Normalitas ............................................................57
4.5. Metode Analisis Regresi Linier Sederhana .........................60
4.6. Pengujian Hipotesis............................................................61
4.7. Pengujian Koefisien Determinasi (R2) ................................62
4.8. Pembahasan .......................................................................62
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan ........................................................................64
5.2. Saran..................................................................................64
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................66
LAMPIRAN .....................................................................................68

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1. Kerangka Konseptual .....................................................25
Gambar 4.1. Struktur Organisasi Perusahaan ......................................43
Gambar 4.2. Histogram ......................................................................58
Gambar 4.3. Normal P.Plot ................................................................59

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Operasional Variabel ..........................................................28
Tabel 3.2 Instrumen Skala Likert .......................................................29
Tabel 3.3 Data Karyawan Operasional ...............................................30
Tabel 4.1 Uji Validitas .......................................................................47
Table 4.2 Uji Reabilitas .....................................................................48
Tabel 4.3 Karakteristik Responden.....................................................50
Tabel 4.4 Jawaban Responden Terhadap Variabel X ..........................52
Tabel 4.5 Jawaban Responden Terhadap Variabel Y ..........................55
Tabel 4.6 One Sample Kolgomorov Test ............................................60
Tabel 4.7 Hasil Perhitungan Regresi Linier Sederhana ....................... 61
Tabel 4.8 Uji Koefisien Determinasi ..................................................62

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Kuisioner .......................................................................68
Lampiran 2. Tabel Validitas dan Reabilitas ........................................71
Lampiran 3. Tabel Analisis Regresi ...................................................73
Lampiran 4. Uji validitas dan Reabilitas .............................................77
Lampiran 5. Regresi ...........................................................................78
Lampiran 6. Uji normalitas ................................................................79

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Judul dari penelitian ini adalah “ Pengaruh Struktur Organisasi Terhadap
Efektivitas Kerja Karyawan ada PTPN IV (persero) unit Kebun Mayang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh
struktur organisasi terhadap efektivitas kerja karyawan pada PTPN IV (persero)
Unit Kebun Mayang. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis
deskriptif,, metode analisis statistik yang terdiri dari analisis regresi linier
sederhana, pengujian signifikan parsial serta pengujian koefisien determinasi.
Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder Populsai pada
penelitian ini adalah para keryawan oprasional dan manajerial pada PTPN IV
(persero) Unit Kebun Mayang. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini
adalah kuisioner dan studi pustaka. Data diproses dengan menggunakan SPSS
16,0 for windows.
Pada pengujian secara parsial (uji t) diketahui bahwa struktur organisasi
berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas kerja karyawan pada PTPN
IV (persero) Unit Kebun Mayang . Melalui pengujian koefisien determinasi
(Adjust R square) diperoleh nilai sebesar 0,242, berarti 24,2 % efektivitas kerja
karyawan PTPN IV (persero) Unit Kebun Mayang dapat dijelaskan oleh struktur
organisasi. Sedangkan sisanya sebesar 75,8% dijelaskan oleh variabel lain yang
tidak diteliti.
Kata Kunci: Struktur organisasi, efektivitas kerja

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT
The title of this research is “ The Effect of Organization Structure on Work
Effectiveness of Employee in PTPN IV (persero) Unit of Kebun Mayang.
The objective of research is to know and analyze the effect of organization
structure on work effectiveness of employee in PTPN IV (persero) Unit of Kebun
Mayang. Sample was taken by using purposive random sampling technic. The
Method of analysis used was descriptive analysis, statistical analysis consisting of
simple linear regression analysis, significance test partially ang coefficient of
determination. Population in this research is all of the operational employee and
all of managerial employee in PTPTN IV (persero) Unit of Kebun Mayang.
Method data collecting in this research is book study and kuisioner. Data
processed by using SPSS 16.0 for windows.
It was known in partial test (t-test) that organization structure has positive
and significant effect on work effectiveness of employe in PTPN IV (persero)
Unit of Kebun Mayang. Trought coefficien of determination test (adjust R2 ) value
of 0.242 was gained, it means 24,2% of work effectiveness of employee in PTPN
IV (persero) Unit of Kebun Mayang could be explained by organization structure,
and the rest, 75,8% could be explained by another variables outside of research.
Keywords : Organization structure, work effectiveness

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Organisasi meupakan alat atau sarana untuk pencapaian tujuan yang

merupakan wadah kegiatan dari sekelompok atau kumpulan orang yang bekerja
sama dan berusaha untuk mencapai tujuan mereka bersama. Organisasi atau
perusahaan harus mampu mengeloladan mengatur manajemennya agar dapat
bersaing dan bertahan pada era yang serba kompetitif sehingga dapat tumbuh dan
berkembang sesuai dengan tujuan perusahaan.
Setiap perusahaan baik yang bergerak dibidang produksi, jasa maupun
industri, pada umumnya memiliki tujuan untuk memperoleh keuntungan. Agar
dapat mencapai tujuan itu, perusahaan memerlukan sistem manajemen efektif
yang akan menunjang jalannya operasi perusahaan secara terus-menerus dan
tingkat efektivitas kerja karyawan juga perlu diperhatikan.
Pada umumnya perusahaan memiliki beberapa bagian, yakni bagian sumber
daya manusia, bagian pemasaran, bagian produksi, bagian keuangan, dan bagian
administrasi. Tiap-tiap bagian tersebut melaksanakan kegiatan yang berbeda tetapi
saling berhubungan satu sama lain.Tingkat kegiatan yang dilaksanakan
perusahaan akan mengalami perubahan dari suatu periode ke periode berikutnya.
Adanya perubahan tersebut mengharuskan manajemen mengadakan koordinasi
dalam suatu perusahaan dan menciptakan wadah yang merupakan alat komunikasi
antar bagian yaitu struktur organisasi.

Universitas Sumatera Utara

Pada struktur organisasi

terdapat garis hubungan antar manajer dan

karyawan yang memiliki garis hubungan antar tugas, wewenang, dan tanggung
jawab.

Koordinasi diperlukan untuk memperoleh kesatuan tindak dalam

mencapai tujuan perusahaan. Tanpa koordinasi yang baik tiap bagian atau orang
akan sulit menjalankan fungsi mereka,karena koordinasi dapat diumpamakan
sebagai jalur dan batasan-batasan dalam pelaksanaan fungsi atau tugas mereka.
Tanpa adanya jalur atau batasan tersebut setiap bagian pasti akan bergerak
menurut kehendak mereka sendiri tanpa adannya kesamaan tujuan antar bagian. .
Koordinasi antar bagian sesuai dengan kegiatan perusahaan akan menjadi salah
satu faktor pendukung terhadap kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan kegiatan
perusahaan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
Struktur organisasi disadari sangat penting peranannya dalam meningkatkan
efektivitas kerja, karena dalam struktur organisasi tersebut terdapat fungsi ataupun
pembagian tugas, departementalisasi,dan koordinasi. Pembagian tugas yang tepat
lebih berpeluang dalam menghasilkan keefektifitasan kerja karena pembagian
tugas itu lebih mengoptimalkan penggunaan sumber daya perusahaan, selain itu
pembagian tugas juga mengurangi tingkat kesalahan dan penumpukan beberapa
pekerjaan. Departementalisasi berfungsi membagi aktivitas kepada sub unit yang
lebih kecil serta mempunyai tanggung jawab mandiri dalam bidangnya. proses ini
menciptakan spesialisasi serta akan manciptakan kerja sama yang terpadu antar
bagian yang satu dengan yang lainnya. Pengkoordinasian merupakan suatu proses
pemanduan tujuan dan aktivitas dari berbagai bagian yang terpisah yang ditujukan
untuk mencapai tujuan yang efektif dan efisien.

Universitas Sumatera Utara

PTPN IV khususnya di unit kebun Mayang sebagai perusahaan yang ingin
diteliti merupakan suatu Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang
usaha perkebunan dan pengelolaan kelapa sawit yang menyediakan minyak sawit
dan inti. Struktur organisasi pada perusahaan ini telah mengalami beberapa
perubahan untuk mencapai hasil yang lebih baik, hal ini dapat dilihat dari
beberapa perpindahan kepemilikan. Pada awalnya Kebun Mayang ini dikuasai
oleh bangsa Jerman hingga tahun 1925. Kemudian pada tahun yang sama diambil
alih oleh bangsa Belanda sampai tahun 1958 dan kemudian pada tahun 1958 juga
dinasionalisasikan oleh Pemerintah Indonesia dengan status Perusahaan Negara
dan mengalami beberapa perubahan nama sampai saat ini.
Perusahaan ini berusaha tetap menekankan untuk menjaga kepuasan
pelanggan,menanggapi keluhan pelanggan,memberikan pelayanan sesuai dengan
persyaratan dalam kontrak. Dan juga perusahaan ini memiliki tujuan untuk
mensejahtrakan anggotanya. Kebun Mayang ini merupakan bagian dari PTPN IV
yang sudah lama berdiri dan dapat bersaing dengan perusahaan sejenis dan juga
telah memberikan kontribusi yang cukup besar bagi pendapatan Negara. Selain itu
perusahaan ini memiliki struktur organisasi yang kompleks sehingga menarik
untuk diteliti.
PTPN IV sebagai perusahaan milik Negara (BUMN) memiliki siklus
pergantian karyawan yang cukup cepat, dimana biasanya para karyawan sering
dimutasikan dari satu unit kebun ke unit kebun yang lain. Ketika terjadi
pergantian karyawan otomatis terjadi perubahan orang-orang dalam struktur
organisasi, hal ini dapat berakibat baik dengan peningkatan produksi dan dapat

Universitas Sumatera Utara

juga berakibat negative dengan penurunan hasil. Pergantian karyawan suatu
perusahaan dapat mempengaruhi keharmonisan kerja dimana karyawan yang
masuk masih memerlukan proses adaptasi lingkungan kerja yang dapat
mempengaruhi keefektifan kerja perusahaan.
Pada PTPN IV (persero) unit Kebun Mayang memiliki struktur organisasi
garis atau lini, dalam organisasi ini terdapat garis komando langsung dari
pimpinan puncak ke bawahan terendah, sedangkan pertanggungjawaban di mulai
dari bawahan terendah sampai pada pimpinan puncak.
Berdasarkan latar belekang diatas maka penulis tertarik untuk melakukan
penelitian dengan judul “Pengaruh Struktur Organisasi Terhadap Peningkatan
Efektivitas Kerja Karyawan Pada PTPN IV Unit Kebun Mayang”
1.2.

Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang maka perumusan masalah yang dijadikan objek

penelitian adalah sebagai berikut: “Apakah struktur organisasi pada PTPN IV
Unit Kebun Mayang berpengaruh terhadap peningkatan efektivitas kerja
karyawan?”
1.3.

Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh

struktur organisasi terhadap peningkatan efektivitas kerja karyawan pada PTPN
IV Unit Kebun Mayang.

Universitas Sumatera Utara

1.4.

Manfaat Penelitian
a. Penelitian ini memberi kontribusi bagi perusahaan dalam mendisain
struktur organisasinya untuk mempertahankan efektivitas kerja karyawan.
b. Penelitian ini merupakan kesempatan yang baik bagi penulis untuk dapat
menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama menjalani perkuliahan dan
memperluas wahana berpikir ilmiah dalam bidang manajemen sumber
daya manusia khususnya dalam masalah struktur organisasi, dan
efektivitas kerja.
c. Penelitian ini sebagai referensi yang dapat memberikan tambahan ilmu
pengetahuan serta perbandingan dalam melakukan penelitian pada bidang
yang sama dimasa yang akan datang.

Universitas Sumatera Utara

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.

Uraian Teoritis

2.1.1. Pengertian Organisasi
Manajemen sangat berhubungan erat dengan organisasi sebagai suatu
wadah atau tempat manajemen itu akan berperan aktif.

Organisasi tanpa

manajemen yang baik akan mengakibatkan rutinitas organisasi tidak dapat
bertahan lama. Untuk lebih jelas, dalam hal ini beberapa definisi yang menjadi
titik tolak dalam uraian-uraian selanjutnya, yakni:
1) Organisasi adalah sebuah unit sosial yang dikoordinasikan secara sadar, terdiri
atas dua orang atau lebih dan yang relatif terus-menerus guna mencapai satu
atau serangkaian tujuan bersama (Robbins dan Judge, 2008:5).
2) Organisasi adalah suatu wadah yang dibentuk untuk mencapai tujuan bersama
secara efektif (Wibowo, 2007:1).
3) Organisasi adalah suatu sistem perserikatan formal, berstruktur, dan
terkoordinasi dari sekelompok orang yang bekerja sama dalam mencapai
tujuan tertentu. Organisasi hanya merupakan alat dan wadah saja (Hasibuan,
2004:120).
Berdasarkan definisi tersebut dapat diketahui beberapa elemen dasar yang
menjadi ciri organisasi yaitu:
a) Kumpulan orang
b) Suatu wadah

Universitas Sumatera Utara

c) Terstruktur
d) Tujuan bersama
Berdasarkan ciri tersebut dapat dirumuskan definisi organisasi yaitu suatu
wadah yang terdiri dari kumpulan orang yang terikat dengan hubungan-hubungan
formal dalam rangkaian terstruktur untuk mencapai tujuan bersama secara efektif
2.1.2. Struktur Organisasi
a) Pengertian Struktur Organisasi
Setiap perusahaan pada umumnya mempunyai struktur organisasi.
Penyusunan struktur organisasi merupakan langkah awal dalam memulai
pelaksanaan kegiatan perusahaan dengan kata lain penyusunan struktur organisasi
adalah langkah terencana dalam suatu perusahaan untuk melaksanakan fungsi
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan. Pengertian yang
jelas tentang struktur organisasi dikemukakan oleh beberapa ahli sebagai berikut:
1. Struktur organisasi dapat diartikan sebagai kerangka kerja formal organisasi
yang dengan kerangka kerja itu tugas-tugas pekerjaan dibagi-bagi,
dikelompokkan, dan dikoordinasikan (Robbins dan Coulter, 2007:284).
2. Struktur organisasi didefinisikan sebagai mekanisme-mekanisme formal
dengan mana organisasi dikelolah (Handoko, 2003:169).
3. Struktur organisasi adalah pola formal mengelompokkan orang dan pekerjaan
(Gibson dkk, 2002:9).
4. Struktur organisasi yaitu menggambarkan tipe organisasi, pendepartemenan
organisasi, kedudukan dan jenis wewenang pejabat, bidang dan hubungan

Universitas Sumatera Utara

pekerjaan, garis perintah dan tanggungjawab, rentang kendali dan sistem
pimpinan organisasi (Hasibuan, 2004:128).
Dari beberapa definisi tersebut dapat diketahui bahwa struktur organisasi
menggambarkan kerangka dan susunan hubungan diantara fungsi, bagian atau
posisi, juga menunjukkan hierarki organisasi dan struktur sebagai wadah untuk
menjalankan wewenang, tanggung jawab dan sistem pelaporan terhadap atasan
dan pada akhirnya memberikan stabilitas dan kontinuitas yang memungkinkan
organisasi tetap hidup walaupun orang datang dan pergi serta pengkoordinasian
hubungan dengan lingkungan. Struktur organisasi dapat menghindari atau
mengurangi kesimpangsiuran dalam pelaksanaan tugas
b) Jenis Struktur Organisasi
Menurut Stoner (1996:300) secara formal bagian-bagian sebuah organisasi
dapat distrukturkan dalam:
a. Struktur Organisasi Berdasarkan Fungsi
Menggabungkan semua orang yang terlibat dalam suatu kegiatan atau beberapa
kegiatan terkait menjadi satu bagian. Sebagai contoh sebuah organisasi dibagi
berdasarkan fungsi bila mempunyai bagian-bagian produksi, pemasaran, dan
penjualan yang secara terpisah.
Struktur organisasi ini mempunyai kelebihan-kelebihan sebagai berikut:
1. Cocok bagi lingkungan stabil.
2. Menunjang pengembangan keahlian.
3. Memberi kesempatan bagi para spesialis.
4. Hanya memerlukan koordinasi minimal.

Universitas Sumatera Utara

5. Hanya memerlukan keperluan antar pribadi yang kecil.
Kelemahan-kelemahan struktur organisasi berdasarkan fungsi antara lain:
1. Pada organisasi yang besar, tanggapan lebih lambat diterima.
2. Menyebabkan terjadinya kemacetan karena pelaksanaan tugas yang berurutan.
3. Tidak merangsang inovasi, perspektif yang sempit.
4. Dapat menimbulkan konflik mengenai prioritas produk.
5. Tidak menunjang pengembangan manajer umum.
6. Mengatur rasa tanggung jawab atas kelancaran kerja secara keseluruhan.
b. Struktur Organisasi Berdasarkan Produk/Pasar
Struktur organisasi berdasarkan produk adalah strukur organisasi yang
mengumpulkan dalam satu unit kerja semua yang terlibat dalam produksi dan
pemasaran dari sebuah produk atau kelompok produk yang terkait dan
berhubungan dengan tipe pelanggan tertentu.
Struktur organisasi berdasarkan produk/pasar mempunyai kelebihan-kelebihan
sebagai berikut:
1. Cocok untuk perubahan yang cepat.
2. Memungkinkan adanya fisibilitas produk yang tinggi.
3. Memungkinkan konsentrasi penuh terhadap tugas-tugas.
4. Kejelasan tanggung jawab.
5. Memungkinkan pemrosesan tugas-tugas ganda secara palarel.
6. Memudahkan pelatihan manajer umum.

Universitas Sumatera Utara

Kelemahan struktur organisasi berdasarkan produk/pasar antara lain:
1. Menyebabkan terjadinya pertikaian untuk alokasi sumber daya.
2. Tidak mendukung koordinasi aktivitas antar berbagai divisi.
3. Mendorong pengabaian prioritas jangka panjang
4. Memungkinkan menurunnya pendalaman kecakapan.
5. Menimbulkan konflik antara tugas divisi dengan prioritas perusahaan.
c. Struktur Organisasi Matriks
Pada organisasi ini ada 2 (dua) jenis struktur secara serempak.

Bagian

fungsional tetap (permanen) memiliki wewenang atas pelaksanaan standard
profesional unit mereka, sementara tim-tim proyek diciptakan sejauh
dibutuhkan untuk menjalankan program-program khusus. Anggota tim diambil
dari berbagai bagian fungsional, dan melapor kepada manajer proyek, yang
bertanggungjawab atas kerja tim.
Struktur organisasi matriks mempunyai kelebihan antara lain:
1. Memberikan keluwesan kepada organisasi.
2. Merangsang kerja sama dan disiplin.
3. Melibatkan, memotivasi, dan menantang para pegawai.
4. Mengembangkan keterampilan pegawai.
5. Membebaskan pimpinan teras dan keharusannya menyusun rencana.
6. Merangsang orang untuk mengidentifikasi diri dengan produk akhir.
7. Memungkinkan para pakar dialihkan ke setiap bidang yang memerlukannya.

Universitas Sumatera Utara

Kelemahan struktur organisasi matriks antara lain:
1. Risiko timbulnya perasaan anarki.
2. Mendorong terjadinya persaingan kekuasaan.
3. Dapat menimbulkan lebih banyak diskusi dari pada tindakan
4. Menuntut adanya keterampilan yang tinggi dalam hubungan antar perorangan.
5. Penerapannya memerlukan biaya besar.
6. Ada risiko beberapa tim proyek mengerjakan tugas yang sama.
Merugikan moral jika pegawai harus dihukum kembali
c) Faktor yang Mempengaruhi Struktur Organisasi
a. Pembagian Pekerjaan (Division Of Work)
Pembagian pekerjaan adalah tingkat dimana tugas dalam sebuah organisasi
dibagi menjadi pekerjaan yang berbeda (Robbins dan Coulter, 2007:285). Setiap
orang tidak akan mampu melakukan seluruh aktivitas dalam tugas-tugas yang
paling rumit, dan tidak seorang pun akan memiliki keterampilan yang diperlukan
untuk melaksanakan berbagai tugas yang tercakup dalam suatu pekerjaan yang
rumit.

Melaksanakan suatu tugas yang memerlukan sejumlah langkah, perlu

diadakan pemilahan bagian-bagian tugas dan membagi-bagikan kepada sejumlah
orang, pembagian kerja yang dispesialisasikan seperti itu memungkinkan orang
mempelajari keterampilan dan menjadi pakar dalam bidang pekerjaan tertentu.
b. Departementalisasi
Departementalisasi

merupakan

dasar

yang

digunakan

untuk

mengelompokkan sejumlah pekerjaan menjadi satu kelompok (Robbins dan
Coulter, 2007:286). Setiap organisasi terdiri dari beberapa departemen (divisi

Universitas Sumatera Utara

kerja). Banyaknya bagian suatu organisasi tergantung dari kebutuhan perusahaan
bersangkutan.
Menurut

Hasibuan

(2004:139)

asas

departementalisasi

adalah

mengelompokkan kegiatan-kegiatan yang sama dan berkaitan erat ke dalam suatu
unit kerja, dan dasar-dasar departementalisasi ditentukan berdasarkan:
1.

Departementalisasi Berdasarkan Fungsi
Departemen yang terdapat dalam perusahaan itu adalah departemen produksi,
departemen pemasaran, departemen keuangan, departemen personalia,
departemen keamanan, departemen perdagangan, departemen pembukuan,
dan lain-lain. Pada setiap departemen dipimpin oleh manajer (pemimpin)
sedangkan perusahaan dipimpin oleh direktur (pemimpin tertinggi). Dasar
departementalisasi atas fungsi-fungsi perusahaan akan menguntungkan
karena kecakapan spesialisasi dari setiap manajer. Namun departementalisasi
ini juga memiliki kelemahan yaitu lebih mempersulit dan membuat prestasi
menjadi sulit untuk diukur, timbul masalah koordinasi pada manajer puncak,
menciptakan konflik antara fungsi, hanya memusatkan pada kepentingan
tugas setiap fungsi, dan menyebabkan anggota berpandangan lebih sempit
serta kurang inovatif.

2.

Departementalisasi Berdasarkan Angka-angka Sederhana
Pembentukan satuan organisasi yang beranggotakan sejumlah orang tertentu.
Misalnya mengorganisir jumlah kelompok/regu didasarkan pada urutan
angka, regu satu nomor 1 sampai dengan 50, regu dua nomor 51 sampai
dengan 100, jadi setiap kelompok/regu kerja terdiri dari 50 orang yang

Universitas Sumatera Utara

dipimpin oleh seorang pimpinan kelompok. Hal ini dilakukan karena jumlah
buruh/karyawan yang cukup banyak sehingga tidak dapat diarahkan oleh
seorang pimpinan kelompok saja.
3.

Departementalisasi Berdasarkan Waktu
Departementalisasi yang didasarkan atas waktu merupakan organisasi yang
membagi bagian-bagian berdasarkan waktu kerja. Misalnya: Perusahaan
pabrik yang bekerja selama 24 jam maka bagian atau kelompok kerja dibagi
atas waktu (shift) pagi, waktu (shift) sore, dan waktu (shift) malam.

4.

Departementalisasi Berdasarkan Wilayah
Suatu metode yang agak umum untuk perusahaan-perusahaan yang tersebar
secara fisik.

Semua aktivitas dalam wilayah atau daerah tertentu harus

dikelompokkan dan ditugaskan kepada seorang manajer. Departementalisasi
wilayah secara khusus menarik bagi perusahaan berskala besar atau
perusahaan lain yang aktivitasnya tersebar secara fisik dan geografis.
Beberapa kebaikan dari cara ini adalah bahwa setiap departemen cepat
mengambil keputusan, dapat melatih kader-kader manajer, serta dapat
menekan biaya koordinasi dari pusat. Sedangkan kelemahannya ialah bahwa
masing-masing daerah cenderung hanya memperhatikan kegiatan-kegiatan di
daerahnya sendiri tanpa menghiraukan pengaruh kegiatan-kegiatan daerahnya
terdapat daerah lain yang berdekatan.
5.

Departementalisasi Berdasarkan Produk
Pembentukan satuan organisasi berdasarkan produk yang dihasilkan.
Misalnya divisi telkom flexy, divisi telkomsel, divisi speedy, dan lain-lain

Universitas Sumatera Utara

pada perusahaan Telekomunikasi Tbk Medan. Sejalan dengan beragamnya
produk yang dihasilkan, suatu perusahaan yang tadinya diorganisir secara
fungsional perlu melakukan reorganisasi atas dasar divisi produk. Strategi ini
mengizinkan manajer puncak untuk mendelegasikan otoritas pada manajer
divisi, dengan demikian pembagian tugas yang lebih merata akan tercipta.
Setiap manajer yang membawahi suatu produk tertentu dapat memberi
tanggung jawab penuh atas produk yang dipimpinnya.
6.

Departementalisasi Berdasarkan Pelanggan
Pembentukan satuan organisasi yang memberikan pelayanan kepada orangorang atau badan-badan tertentu secara tetap. Misalnya rumah sakit yang
mempunyai bagian anak, bagian penyakit jantung, bagian kehamilan, dan
lain-lain. Hal ini berarti setiap bagian melayani orang-orang dengan penyakit
tertentu.

Kebaikan dari cara ini adalah perhatian dan konsentrasi pada

kebutuhan pelanggan sehingga pelanggan merasa diutamakan.
7.

Departementalisasi yang Berorientasi pada Pasar
Merupakan salah satu bentuk baru dalam melakukan departementalisasi, yaitu
dengan cara melibatkan pengorganisasian suatu perusahaan disekitar saluransaluran pemasaran yang dipakai.

Departementalisasi yang berorientasi

pemasaran lebih menekankan pada unsur dan saluran pemasaran. Cara ini
memudahkan pelanggan dalam memperoleh produk atau jasa-jasa yang
dihasilkan suatu perusahaan dan hal ini tentu baik bagi penjualan perusahaan
bersangkutan.

Universitas Sumatera Utara

8.

Departementalisasi Proses atau Peralatan
Pembentukan satuan organisasi atas dasar proses pekerjaan atau peralatan
yang digunakan. Pendekatan ini ditemui pada usaha manufaktur. Salah satu
contoh adalah departemen pengolahan data-data elektronik, instalasinya
mahal dan rumit serta kapasitasnya yang terus-menerus meningkat, maka ada
kecenderungan untuk diorganisir secara khusus dan terpisah.

9.

Departementalisasi Pelayanan
Pengelompokan aktivitas yang dikhususkan untuk tujuan-tujuan efisiensi dan
pengendalian,

misalnya

bagian kepegawaian

(khususnya

perekrutan,

pelatihan, pegawai dan lain-lain), bagian akuntansi, bagian pembelian dan
sebagainya.

Dengan mengetahui berbagai dasar dan pola, kebaikan dan

kelemahannya, seorang manajer dapat mendisain suatu struktur organisasi
yang paling cocok untuk operasi karyawan.
c.

Hierarki
Hierarki adalah garis wewenang yang tidak terputus yang membentang

dari tingkatan atas organisasi hingga tingkatan paling bawah dan menjelaskan
hubungan si pelapor kepada si penerima laporan (Robbins dan Coulter, 2007:288).
Sedangkan Stoner (1996:322) menyatakan pada hierarki terdapat pendelegasian
dalam mengerjakan tugas. Pendelegasian dapat didefinisikan sebagai pemberian
otoritas/kekuasaan formal dan tanggung jawab untuk melaksanakan kegiatan
tertentu yakni para manajer mengalokasikan wewenang kepada orang-orang yang
melapor kepadanya atau bawahannya.

Universitas Sumatera Utara

Pendelegasian wewenang oleh atasan kepada bawahan perlu agar suatu
organisasi berfungsi secara rinci karena tidak ada atasan yang dapat mengawasi
setiap tugas-tugas organisasi, terlebih apabila organisasi tersebut mempunyai
aktivitas yang banyak dan kompleks.
Ada 4 (empat) yang terjadi ketika delegasi dilakukan:
1. Pendelegasian menetapkan dan memberikan tujuan dan tugas kepada
bawahan.
2. Pendelegasian melimpahkan wewenang yang diperlukan untuk mencapai
tujuan atau tugas.
3. Penerimaan delegasi, baik implisit atau eksplisit menimbulkan kewajiban atau
tanggung jawab.
4. Pendelegasian menerima pertanggungjawaban untuk hasil-hasil yang dicapai.
d. Koordinasi
1. Pengertian Koordinasi
Koordinasi adalah proses menyatukan aktivitas dari departemen yang
terpisah untuk mencapai sasaran organisasi secara efektif (Robbins dan Coulter,
2007:288). Koordinasi adalah proses pengintegrasian tujuan-tujuan dan kegiatankegiatan pada satuan-satuan yang terpisah (departemen atau bidang-bidang
fungsional) suatu organisasi mencapai tujuan organisasi secara efisien (Handoko,
2003:195). Koordinasi adalah kegiatan mengarahkan, mengintegrasikan unsurunsur manajemen dan pekerjaan-pekerjaan para bawahan dalam mencapai tujuan
organisasi (Hasibuan, 2004:85).

Universitas Sumatera Utara

2. Tipe-tipe Koordinasi
Menurut Hasibuan (2004:87), koordinasi terdiri atas dua bagian yaitu:
a. Koordinasi Horizontal
Koordinasi yang dilakukan antar departemen atau antar bagian yang
mempunyai activity level of authority yang sama dalam mencapi tujuan
perusahaan secara keseluruhan.
b. Koordinasi Vertikal
Merupakan tindakan atau kegiatan penyatuan, pengarahan, kesatuan kerja
yang ada dibawah wewenang dan tanggung jawabnya.
Koordinasi dalam suatu organisasi akan efektif bila tercipta keadaan
sebagai berikut:
1. Setiap bagian bekerja sama secara harmonis dengan bagian lainnya. Misalnya
bagian gudang mengetahui jumlah bahan yang harus disediakan, bagian
produksi menyadari kuantitas dan kualitas barang yang harus diproduksi,
bagian keuangan siap dengan modal yang diperlukan dan bagian pemasaran
menyesuaikan pesanan dengan kapasitas produksi.
2. Berbagai seksi dan urusan memperoleh intruksi mengenai peranannya dan
kerjasama dengan yang lainnya pada bagian tersendiri.
3. Program kerja setiap bagian harus selalu up to date.
e. Rentang Manajemen (span of control)
Rentang manajemen adalah jumlah karyawan yang dapat dikelolah oleh
seorang pimpinan secara efisien dan efektif (Robbins dan Coulter, 2007:288).

Universitas Sumatera Utara

Rentang kendali sangat penting dalam organisasi karena rentang kendali
menentukan jumlah tingkatan dan manajer yang dimiliki organisasi.
Pada rentang manajemen ada 2 (dua) sebab utama mengapa pemilihan
rentang yang sesuai bisa menjadi penting ( Robbin dan Coulter,2007:288) yaitu:
1. Rentang manajemen bisa mempengaruhi efisiensi manajer dan keefektifan
prestasi bawahannya. Rentang yang terlalu lebar bisa mengakibatkan perhatian
manajer tercerai-berai dan para bawahannya kurang mendapat bimbingan dan
pengendalian. Rentang yang terlalu sempit bisa mengakibatkan kemampuan
manajer tidak tercurah sepenuhnya.
2. Ada hubungan antara rentang manajemen pada seluruh organisasi dengan
struktur organisasi. Rentang manajemen yang sempit menyebabkan struktur
organisasi yang “tinggi/kurus” dimana terdapat banyak tingkatan antara
manajemen puncak sampai ke tingkat terendah. Apabila jumlah seluruh
karyawan sama maka rentang yang lebar mengakibatkan lebih sedikit
tingkatan manajemen.
Kedua sebab utama tersebut berpengaruh terhadap keefektifan manajer
pada setiap tingkatan. Rentang manajemen yang tidak sesuai bisa menghambat
produktivitas, efisiensi, dan memperbesar biaya meskipun hasil penelitian
mengenai hal ini tidak konsisten.
Pedoman dalam memilih rentang yang sesuai mempertimbangkan faktor-faktor
yang berkaitan dengan situasi, bawahan, dan manajer. Perubahan dapat membuat
rentang manajemen yang tidak sesuai menjadi lebih baik

Universitas Sumatera Utara

f. Kesatuan Perintah (Unity of Command)
Dalam setiap organisasi terdapat berbagai tingkat dan jenjang jabatan.
Semua mereka berperan sebagai pimpinan sekelompok orang lain. Artinya, dalam
kenyataan seseorang anggota organisasi mempunya lebih dari seorang
atasan,misalnya,dipimpin oleh seorang manajer yang menduduki jabatan
pimpinan yang paling rendah dalam organisasi,seperti mandor,kepala seksi dan
berbagai literature lainnya. Pejabat pimpinan tingkat rendahan ini juga dipimpin
olaeh manajer yang memangku jabatan pimpinan yang lebih tinggi. Demikian
seterusnya sampai pada tingkat jabatan manajerial puncak dalam organisasi.
semua orang yang memangku jabatan pimpinan\itu menjadi atasan dari tenaga
pelaksan tadi (P.Siagian, 1992:98).
Kenyataan demikian tidak menyalahi prinsip “kesatuan perintah” dalam
organisasi. Hal itu hanya berarti bahwa dalam pelaksanaan tugasnya, para
pelaksana kegiatan oprasional itu yang sesungguhnya juga berlaku bagi setiap
orang yang menjadi bawahan orang lain,hanya mempunyai atasan langsung dari
siapa ia menerima perintah,instruksi,bimbingan,pedoman,nasihat,teguran dan lain
sebagainya. Jika atasan yang lebih tinggi ingin memberikan perintah atau hal-hal
lain kepada pada bawahan yang berada beberapa tangga di bawah dalam hirarki
organisasi,seyogyanya hal itu dilakukan melalui atasan langsung orang yang
bersangkutan. Paling sedikit dengan sepengetahuan atasan langsung tersebut.
Dalam operasionalisasinya,penerapan prinsip “kesatuan perintah” biasanya
dilaksanakan berdasarkan pendekatan “one step down”. Artinya, seorang manajer

Universitas Sumatera Utara

memberika perintah kepada orang-orang yang setingkat lebih rendah daripadanya
yang meneruskannya ketingkat yang lebih bawah lagi apbila hal itu diperlukan.
Dengan demikian dapt dicegah kesimpang siuran, bukan hanya dalam pemberian
perintah, akan tetapi juga dalam hal pertanggungjawaban. Dampak positf dari
penerapan prinsip ini terlihat tidak hanya dalam hal adanya kepastian perintah
yang diterima oleh seseorang, akan tetapi juga berkaitan langsung dengan
pembinaan perilaku para bawahan yang bersangkutan.
Pada dasarnya prinsip Kesatuan perintah berarti bahwa dalam setiap organisasi
terdapat satuan kerja tertentu yang secara fungsional bertanggungjawab atas
penyelesaian tugas-tugas tertentu pula. Penerapan prinsip ini sangat bermanfaat
untuk berbagai kepentingan (P.siagian,1992:99) seperti:
1. Mencegah timbulnya tumpang tindih perintah
2. Mencegah timbulnya duplikasi
3. Mempermudah pelaksanaan koordinasi antar satuan kerja karena satuan
kerja yang bertanggung jawab atas kegiatan tertentulah yang berperan
sebagai coordinator
4. Memperlancar jalannya pengawasan
2.1.3. Efektifitas Kerja
a) Pengertian Efektivitas Kerja
Efektivitas kerja merupakan suatu masalah yang kompleks. Ada banyak
pengertian tentang efektivitas kerja, akan tetapi ciri yang sama dari berbagai

Universitas Sumatera Utara

pengertian yang diberikan yaitu menyangkut keberhasilan suatu kegiatan yang
dilakukan dalam suatu organisasi.
Menurut Corrado (2004:135), efektivitas kerja adalah fungsi dari
peraturan-peraturan dan praktik-praktik yang digunakan perusahaan dengan
konsisten. Bentuk-bentuk konsistensi ini sebagai sumber kekuatan organisasi dan
sebagai cara untuk memperbaiki kinerja dan efektivitas organisasi.
Menurut Pabundu (2006:16), efektivitas kerja adalah suatu keadaan yang
menunjukkan tingkat keberhasilan kegiatan manajemen dalam mencapai tujuan
manajemen yang efektif disertai dengan manajemen yang efisien.

Siagian

(2002:151) mengatakan bahwa efektivitas kerja adalah penyelesaian pekerjaan
tepat waktu yang telah ditentukan, artinya pelaksanaan suatu pekerjaan dinilai
baik atau tidak sangat tergantung pada penyelesaian tugas tersebut, cara
melaksanakan, dan biaya yang dikeluarkan untuk pelaksanaan pekerjaan tersebut
b) Indikator Efektivitas Kerja
Menurut Hasibuan (2003:105), efektivitas merupakan suatu keadaan
keberhasilan kerja yang sempurna sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Supaya dapat menjamin suatu keberhasilan usaha dalam meningkatkan efektivitas
kerja karyawan dalam suatu organisasi perlunya pengaruh dari struktur organisasi
sehingga dapat menimbulkan kuantitas kerja, kualitas kerja, dan pemanfaatan
waktu.

Universitas Sumatera Utara

1) Kuantitas Kerja
Kuantitas kerja merupakan volume kerja yang dihasilkan dibawah kondisi
normal. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya beban kerja dan keadaan yang
didapat atau dialaminya selama bekerja.
Setiap perusahaan selalu berusaha supaya efektivitas kerja dari
karyawannya dapat ditingkatkan.

Oleh Karena itu, suatu perusahaan selalu

berusaha agar setiap karyawannya memiliki moral kerja yang tinggi.
2). Kualitas Kerja
Kualitas kerja merupakan sikap yang ditunjukkan oleh karyawan berupa
hasil kerja dalam bentuk kerapian, ketelitian, dan keterkaitan hasil dengan tidak
mengabaikan volume pekerjaan didalam mengerjakan pekerjaan.
3). Pemanfaatan Waktu
Setiap karyawan harus dapat menggunakan waktu seefisien mungkin,
terutama dengan cara datang tepat waktu ke kantor dan berusaha untuk
menyelesaikan tugas sebaik-baiknya dengan memanfaatkan waktu selama
penggunaan masa kerja yang disesuaikan dengan kebijakan perusahaan.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia tentunya sangat diperlukan
guna mewujudkan hasil yang diharapkan oleh setiap perusahaan. Setiap karyawan
sudah sepatutnya diarahkan untuk lebih meningkatkan efektivitas kerja mereka
melalui berbagai tahapan usaha secara maksimal. Sehingga dengan demikian
pemanfaatan sumber daya manusia akan lebih berpotensi dan lebih mendukung
keberhasilan pencapaian tujuan perusahaan.

Universitas Sumatera Utara

2.2.

Penelitian Terdahulu
Liza (2006) melakukan penelitian yang berjudul “Peranan Struktur

Organisasi dalam Meningkatkan Efektivitas Kerja Pada Perusahaan Mandala
Airlines Perwakilan Medan”. Penelitian ini dilakukan dengan 2 (dua) metode
yakni metode deskriptif dan deduktif.

Metode deskriptif dilakukan dengan

mengumpulkan dan mengklasifikasi gambaran umum PT Mandala Airlines
Perwakilan Medan. Metode Deduktif yakni menganalisis data untuk menarik
kesimpulan dengan menggunakan teori dan perbandingan antara data primer dan
sekunder. Struktur organisasi yang dijalankan PT Mandala Airlines Perwakilan
Medan dapat meningkatkan efektivitas kerja bila dilihat dari tingkat ketepatan
waktu penerbangan.

Penelitian yang dilakukan oleh Liza adalah penelitian

kualitatif.
Prianatama (2009) melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh
Koordinasi terhadap Peningkatan Efektivitas Kerja Karyawan pada PTPN IV
(Persero) Medan.

Hasil penelitian ini menyimpulkan koordinasi mempunyai

pengaruh terhadap peningkatan efektivitas kerja karyawan. Artinya ada pengaruh
yang signifikan antara koordinasi dengan efektivitas kerja. Hal ini menunjukkan
bahwa hipotesis awal diterima. Jika koordinasi dilaksanakan dengan baik maka
efektivitas kerja akan meningkat. Koordinasi mampu menjelaskan variabel terikat
yaitu efektivitas kerja sebesar 51,90% dan sisanya 48,10% dijelaskan oleh
variabel lain yang tidak diikutsertakan dalam penelitian ini.

Universitas Sumatera Utara

2.3.

Kerangka Konseptual
Menurut Robbins dan Coulter (2007:284) struktur organisasi dapat

diartikan sebagai kerangka kerja formal organisasi yang dengan kerangka kerja itu
tugas-tugas pekerjaan dibagi-bagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan. Struktur
organisasi merupakan sebuah system hubungan yang ada antara para pemegang
(anggota) organisasi. Struktur organisasi merupakan hasil dari organisasi
perencanaan

yang

disengaja

dan

dilakukan

secara

sadar

dari bidang

pertanggungjawaban, spesialisasi dan wewenang untuk masing-masing anggota
organisasi (Iman, Siswandi, 2007:53). Struktur organisasi yang baik berupaya
mewujudkan keserasian dan keharmonisan kerja. Struktur organisasi merupakan
sistem yang harus dilaksanakan oleh manajer untuk menggerakkan aktivitas untuk
mewujudkan kesatuan tujuan. Struktur organisasi harus selalu dievaluasi untuk
memastikan kekonsistenannya dalam pelaksanaan operasi yang efektif dan efisien
untuk memenuhi kebutuhan sekarang.
Menurut Hasibuan (2003:105) efektivitas merupakan suatu keadaan
keberhasilan kerja yang sempurna sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Supaya dapat menjamin suatu keberhasilan usaha dalam meningkatkan efektivitas
kerja karyawan dalam suatu organisasi maka diperlukan struktur organisasi
sehingga dapat menimbulkan kuantitas kerja, kualitas kerja, dan pemanfaatan
waktu. Efektifitas merupakan pencapaian tujuan secara tepat atau memilih tujuantujuan yang tepat dari serangkaian alternatif atau pilihan cara dan menentukan
pilihan dari beberapa pilihan lainnya. Efektifitas bisa juga diartikan sebagai
pengukuran keberhasilan dalam pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan.

Universitas Sumatera Utara

Sebagai contoh jika sebuah tugas dapat selesai dengan pemilihan cara-cara yang
sudah ditentukan maka cara tersebut adalah benar dan efektif.
Kerangka konseptual ini mengemukakan variabel yang akan diteliti, yaitu
struktur organisasi sebagai variabel bebas dan efektivitas kerja sebagai variabel
terikat yang dapat dilihat pada Gambar 2.1.
Struktur Organisasi

Efektivitas Kerja

(X)

(Y)

Sumber: Robbins dan Coulter (2007) dan Hasibuan (2003) data diolah

Gambar 2.1 Kerangka Konseptua

Dokumen yang terkait

Dokumen baru