Pengaruh Manajemen Laba, Mekanisme Corporate Governance, dan Kualitas Audit Terhadap Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Barang Konsumsi Ynag Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
FAKULTAS EKONOMI
MEDAN

SKRIPSI

PENGARUH MANAJEMEN LABA, MEKANISME CORPORATE
GOVERNANCE, DAN KUALITAS AUDIT TERHADAP KINERJA
KEUANGAN PADA PERUSAHAAN BARANG KONSUMSI YANG
TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI)

OLEH:

NAMA

: MARGARET AMETA

NIM

: 050503153

DEPARTEMEN

: AKUNTANSI

GUNA MEMENUHI SALAH SATU SYARAT
UNTUK MEMPEROLEH GELAR SARJANA EKONOMI
MEDAN
2010

Universitas Sumatera Utara

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi saya yang berjudul: “Pengaruh
Manajemen Laba, Mekanisme Corporate Governance, dan Kualitas Audit
Terhadap Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Barang Konsumsi Ynag Terdaftar
di Bursa Efek Indonesia” adalah benar hasil karya saya sendiri dan judul yang
dimaksud belum pernah dimuat, dipublikasikan, atau diteliti oleh mahasiswa lain
dalam konteks penulisan skripsi Program Reguler S1 Departemen Akuntansi
Fakultas Ekonomi Sumatera Utara.

Semua sumber data dan informasi yang

diperoleh telah dinyatakan dengan jelas dan benar apa adanya.

Apabila

dikemudian hari pernyataan ini tidak benar, saya bersedia menerima sanksi yang
ditetapkan oleh Universitas Sumatera Utara.

Medan, 7 Maret 2010
Yang Membuat Pernyataan,

Margaret Ameta
Nim: 050503153

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan yang Maha
Esa, karena atas berkat dan kasih-Nya penulis mampu menyelesaikan penulisan
skripsi ini dengan baik.
Skripsi ini berjudul “Pengaruh Manajemen Laba, Mekanisme Corporate
Governance, dan Kualitas Audit Terhadap Kinerja Keuangan pada Perusahaan
Barang Konsumsi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia”, yang disusun dalam
rangka memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar kesarjanaan pada
Fakultas Ekonomi Departemen Akuntansi Universitas Sumatera Utara.
Selama proses penyusunan skripsi ini, penulis banyak memperoleh
bimbingan, dorongan semangat, nasehat, dan bantuan lain baik secara moril
maupun materiil dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini penulis ingin
menyampaikan ucapan terima kasih kepada :
1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec, selaku Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Drs. Hasan Sakti Siregar, M.Si., Ak. selaku Ketua Departemen
Akuntansi Universitas Sumatera Utara dan Ibu Dra. Mutia Ismail,MM, Ak.
selaku Sekretaris Departemen Akuntansi Universitas Sumatera Utara.
3. Bapak Drs. Rustam, M.Si, Ak. selaku Dosen Pembimbing yang telah
membimbing dan mengarahkan penulis didalam proses penyelesaian skripsi
ini.

Universitas Sumatera Utara

4. Bapak Drs. Idhar Yahya, MBA, Ak. selaku Dosen Penguji I dan Ibu Dra.
Naleni Indra, MSi, Ak. selaku Dosen Penguji II atas segala masukan dan saran
yang telah diberikan.
5. Kedua orangtua penulis tercinta, B. Sitepu dan B. Ginting. Terima kasih
banyak untuk semua pengorbanan, cinta dan kasih

yang telah diberikan

kepada penulis. Penulis sungguh sangat bersyukur memiliki keluarga yang
Tuhan tempatkan dalam hidup penulis.
Akhir kata, penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna.
Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi
kesempurnaan skripsi ini. Penulis berharap skripsi ini bisa bermanfaat bagi semua
pihak. Semoga Tuhan senantiasa melimpahkan berkat dan kasih-Nya. Amin.

Medan, 7 Maret 2010
Penulis,

Margaret Ameta
NIM : 050503153

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh manajemen laba,
mekanisme corporate governance, dan kualitas audit terhadap kinerja keuangan pada
perusahaan yang terdaftar di bursa efek Indonesia sejak tahun 2004 sampai
dengan 2007. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui tolak ukur mana
yang mempunyai pengaruh yang paling signifikan terhadap kinerja keuangan.
Data yang digunakan adalah laporan keuangan dari masing-masing
perusahaan sampel, yang dipublikasikan melalui website www.idx.co.id, dan
ringkasan kinerja perusahaan yang diperoleh melalui ICMD (Indonesian Capital
Market Directory). Metode analisi data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah metode kuantitatif, dengan pengujian asumsi klasik, serta analisis statistik
yaitu analisis regresi linear berganda. Metode pengambilan sampel yang
digunakan adalah purposive sampling. Variabel penelitian ini adalah manajemen
laba sebagai variabel X1, persentase kepemilikan saham oleh institusi sebagai
variabel X2, persentase kepemilikan saham oleh manajemen sebagai variabel X3,
komite audit sebagi variabel X4, komisaris independen sebagai variabel X5 dan
kualitas audit sebagai variabel X6 serta kinerja keuangan sebagai variabel Y
dengan total sampel per tahun sebanyak 14 perusahaan.
Hasil penelitian ini adalah ketiga variabel independen berpengaruh signifikan
positif terhadap harga saham secara bersama-sama, tetapi secara parsial
manajemen laba dan kualitas audit berpengaruh signifikan positif terhadap
kinerja keeuangan, komisaris independen berpengaruh signifikan negatif terhadap
kinerja keuangan, persentase kepemilikan saham oleh manajemen, persentase
kepemilikan saham oleh institusi dan komite audit tidat berpengaruh terhadap
kinerja keuangan.
Kata Kunci: manajemen laba, persentase kepemilikan saham oleh institusi,
persentase kepemilikan saham oleh manajemen, komite audit, komisaris
independen, kualitas audit, dan kinerja keuangan.

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT

This study analyzed the influence earnings management, corporate governance
mechanisms, and quality audits of the financial performance of companies listed
on stock exchanges in Indonesia since 2004 until 2007 up to 2007. The study also
aims to find out where the benchmark had the most significant influence on
financial performance.
The data used are the financial reports of each sample company, which
www.idx.co.id published through the website, and a summary of corporate
performance obtained through ICMD (Indonesian Capital Market Directory).
Method of data analysis used in this research is quantitative method, with the
classic assumption test, and statistical analysis of multiple linear regression
analysis. Sampling method that used is purposive sampling. Variables that used
in this research are earnings management as the variable X1, the percentage of
stock ownership by institutions as a X2 variable, the percentage of stock
ownership by management as the variable X3, the audit committee as X4
variable, independent commissioners as variable of X5 and audit quality as X6
variable and financial performance as a variable Y with the total samples per
year as many as 14 companies.
This research concludes that all of the independent variables have positive
significant influence toward financial performance in simultan, but in partial
earnings management and audit quality have positive significant to the financial
performance, independent commissioners have a negative significant effect to
the financial performance, percentage of stock ownership by management, the
percentage of ownership shares by the institution and the audit committee have
insignificant
effect
to
the
financial
performance.
Keywords: Earnings management, the percentage of stock ownership by
institutions, the percentage of stock ownership by management, audit
committees, independent commissioners, audit quality and financial
performance.

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI SKRIPSI

PERNYATAAN ................................................................................................ i
KATA PENGANTAR ...................................................................................... ii
ABSTRAK ........................................................................................................ iv
ABSTRACT ..................................................................................................... v
DAFTAR ISI ................................................................................................... vi
DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... ix
DAFTAR TABEL ............................................................................................ x
DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................... xi

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ........................................................ 1
B. Perumusan Masalah ............................................................... 7
C. Tujuan Penelitian ................................................................... 7
D. Manfaat Penelitian ................................................................. 7

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Teoritis
1. Manajemen Laba…………………………………………..9
a. Pengertian Manajemen Laba ....................................... 9
b. Sasaran Manajemen Laba ......................................... 10
c. Alasan Dilakukan Manajemen Laba…………………10
d. Terjadinya Manajemen Laba………………………....11

Universitas Sumatera Utara

e. Faktor-faktor

yang

Mempengaruhi

Manajemen

Laba………………………………………….........…11
2. Teori Keagenan (Agency Theory)……………………….12
3. Corporate Governance…………………………………...14
4. Kualitas Audit…………………………………………....16
5. Kinerja Keuangan............................................................ 18
B. Tinjauan Penelitian Terdahulu …………………………...….20
C. Kerangka Konseptual dan Hipotesis Penelitian ................ .…29
BAB III

METODE PENELITIAN
A. Desain Penelitian ................................................................. 32
B. Jenis Data dan Sumber Data ................................................. 32
C. Metode Pengumpulan Data .................................................. 32
D. Populasi dan Sampel Penelitian ............................................ 33
E. Teknik Pengambilan Sampel ................................................ 33
F. Defenisi Operasional ........................................................... 38
G. Pengukuran Variabel…………………………………………39
1. Kinerja Keuangan………………………………………...39
2. Manajemen Laba…………………………………………39
3. Mekanisme Corporate Governance………………………40
4. Kualitas Audit……………………………………………40
H. Metode Analisis Data ............................................................ 41
I. Jadwal Penelitian ................................................................. 51

Universitas Sumatera Utara

BAB IV

HASIL PENELITIAN
A. Data Penelitian ..................................................................... 52
B. Analisis Hasil Penelitian
1. Analisis Deskriptif .......................................................... 52
2. Uji Asumsi Klasik
a. Uji Normalitas ..................................................... 55
b. Uji Multikolinearitas ............................................ 58
c. Uji Heteroskedastisitas ........................................ 61
d. Uji Autokorelasi .................................................. 63
3. Analisis Regresi
a. Persamaan Regresi ............................................... 64
b. Analisis Koefisien dan Koefisien Determinasi .... 66
c. Pengujian Hipotesis ............................................. 68
C. Pembahasan Hasil penelitian ................................................ 72

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan .......................................................................... 75
B. Keterbatasan Penelitian ........................................................ 76
C. Saran .................................................................................... 77

DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 79
LAMPIRAN .................................................................................................... 84

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR

Nomor

Judul

Halaman

Gambar 2.1

Kerangka Konseptual .................................................................. 30

Gambar 4.1

Histogram .................................................................................. 56

Gambar 4.2

Grafik Normal P-P Plot .............................................................. 57

Gambar 4.3

Scatterplot................................................................................... 62

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

Nomor

Judul

Halaman

Tabel 2.1

Tinjauan Penelitian Terdahulu .................................................... 20

Tabel 3.1

Populasi, Kriteria dan Sampel Perusahaan Makanan
dan Minuman ............................................................................. 35

Tabel 3.2

Defenisi Operasional .................................................................. 38

Tabel 3.3

Jadwal Penelitian ...................................................................... 51

Tabel 4.1

Statistik Deskriptif Variabel-Variabel Selama
Tahun 2004 sampai tahun 2007 ................................................... 53

Tabel 4.2

Uji Normalitas Data .................................................................. 55

Tabel 4.3

Coefficients ............................................................................... 58

Tabel 4.4

Coefficients Correlations ........................................................... 59

Tabel 4.5

Hasil Uji Durbin Watson…………………………………………63

Tabel 4.6

Hasil Analisis Regresi ................................................................. 65

Tabel 4.7

Hasil Analisis Koefisien Korelasi dan Koefisien Determinasi ..... 67

Tabel 4.8

Hasil Uji t ................................................................................... 68

Tabel 4.9

Hasil Uji F .................................................................................. 71

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR LAMPIRAN

Nomor

Judul

Halaman

Lampiran i

Daftar Sampel Perusahaan Makanan dan Minuman ................... 84

Lampiran ii

Data Penelitian Tahun 2004 ....................................................... 85

Lampiran iii

Data Penelitian Tahun 2005 ....................................................... 87

Lampiran iv

Data Penelitian Tahun 2006……………………………………...89

Lampiran v

Data Penelitian Tahun 2007 ....................................................... 91

Lampiran vi

Statistik Deskriptif ..................................................................... 93

Lampiran vii Hasil Uji Normalitas .................................................................. 94
Histogram .................................................................................. 94
Grafik Normal P-P Plot .............................................................. 94
Analisis Statistik………………………………………………….95
Lampiran viii Hasil Uji Multikolinearitas .......................................................... 96
Koefisien Korelasi..........................................................................96
Lampiran ix

Hasil Uji Autokorelasi ................................................................ 97

Lampiran x

Hasil Uji Heteroskedastisitas ...................................................... 98

Lampiran xi Variabel Entered/Removed dan Adjusted R2……………………..99
Lampiran xii Hasil Uji t……………………………………………………......100
Hasil Uji F………………………………………………………100
Lampiran xiii Tabel t dengan signifikansi 5%....................................................101
Lampiran xiv Tabel F dengan signifikansi 5%...................................................102

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh manajemen laba,
mekanisme corporate governance, dan kualitas audit terhadap kinerja keuangan pada
perusahaan yang terdaftar di bursa efek Indonesia sejak tahun 2004 sampai
dengan 2007. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui tolak ukur mana
yang mempunyai pengaruh yang paling signifikan terhadap kinerja keuangan.
Data yang digunakan adalah laporan keuangan dari masing-masing
perusahaan sampel, yang dipublikasikan melalui website www.idx.co.id, dan
ringkasan kinerja perusahaan yang diperoleh melalui ICMD (Indonesian Capital
Market Directory). Metode analisi data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah metode kuantitatif, dengan pengujian asumsi klasik, serta analisis statistik
yaitu analisis regresi linear berganda. Metode pengambilan sampel yang
digunakan adalah purposive sampling. Variabel penelitian ini adalah manajemen
laba sebagai variabel X1, persentase kepemilikan saham oleh institusi sebagai
variabel X2, persentase kepemilikan saham oleh manajemen sebagai variabel X3,
komite audit sebagi variabel X4, komisaris independen sebagai variabel X5 dan
kualitas audit sebagai variabel X6 serta kinerja keuangan sebagai variabel Y
dengan total sampel per tahun sebanyak 14 perusahaan.
Hasil penelitian ini adalah ketiga variabel independen berpengaruh signifikan
positif terhadap harga saham secara bersama-sama, tetapi secara parsial
manajemen laba dan kualitas audit berpengaruh signifikan positif terhadap
kinerja keeuangan, komisaris independen berpengaruh signifikan negatif terhadap
kinerja keuangan, persentase kepemilikan saham oleh manajemen, persentase
kepemilikan saham oleh institusi dan komite audit tidat berpengaruh terhadap
kinerja keuangan.
Kata Kunci: manajemen laba, persentase kepemilikan saham oleh institusi,
persentase kepemilikan saham oleh manajemen, komite audit, komisaris
independen, kualitas audit, dan kinerja keuangan.

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT

This study analyzed the influence earnings management, corporate governance
mechanisms, and quality audits of the financial performance of companies listed
on stock exchanges in Indonesia since 2004 until 2007 up to 2007. The study also
aims to find out where the benchmark had the most significant influence on
financial performance.
The data used are the financial reports of each sample company, which
www.idx.co.id published through the website, and a summary of corporate
performance obtained through ICMD (Indonesian Capital Market Directory).
Method of data analysis used in this research is quantitative method, with the
classic assumption test, and statistical analysis of multiple linear regression
analysis. Sampling method that used is purposive sampling. Variables that used
in this research are earnings management as the variable X1, the percentage of
stock ownership by institutions as a X2 variable, the percentage of stock
ownership by management as the variable X3, the audit committee as X4
variable, independent commissioners as variable of X5 and audit quality as X6
variable and financial performance as a variable Y with the total samples per
year as many as 14 companies.
This research concludes that all of the independent variables have positive
significant influence toward financial performance in simultan, but in partial
earnings management and audit quality have positive significant to the financial
performance, independent commissioners have a negative significant effect to
the financial performance, percentage of stock ownership by management, the
percentage of ownership shares by the institution and the audit committee have
insignificant
effect
to
the
financial
performance.
Keywords: Earnings management, the percentage of stock ownership by
institutions, the percentage of stock ownership by management, audit
committees, independent commissioners, audit quality and financial
performance.

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Setiap perusahaan pada suatu periode akan melaporkan semua kegiatan
keuangannya dalam bentuk laporan keuangan.

Laporan keuangan merupakan

suatu pencerminan dari suatu kondisi perusahaan, karena di dalam laporan
keuangan terdapat informasi-informasi yang dibutuhkan oleh pihak-pihak yang
berkepentingan dengan perusahaan.
Definisi laporan keuangan menurut standar akuntansi keuangan (2002:2),
laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan
keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba tugi, laporan
perubahan posisi keuangan ( seperti laporan arus kas), catatan dan laporan lain
serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan.
Definisi lainnya yaitu laporan keuangan adalah suatu penyajian data
keuangan termasuk catatan yang menyertainya yang dimaksudkan untuk
mengkomunikasikan sumber daya ekonomi (aktiva) dan atau kewajiban suatu
entitas pada saat tertentu atau perubahan atas aktiva dan atau kewajiban selama
suatu periode tertentu sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum
(id.wikipedia.org).
Dalam teori keagenan (agency theory), hubungan agensi muncul ketika satu
orang atau lebih (principal) mempekerjakan orang lain (agent) untuk memberikan
suatu jasa dan kemudian mendelegasikan wewenang pengambilan keputusan

Universitas Sumatera Utara

kepada agent tersebut (Jensen dan Meckling, 1976 dalam Ujiyantho, 2007: 2 ).
Manajer sebagai pengelola perusahaan lebih banyak mengetahui informasi
internal dan prospek perusahaan di masa yang akan datang dibandingkan pemilik
(pemegang saham). Oleh karena itu sebagai pengelola, manajer berkewajiban
memberikan sinyal mengenai kondisi perusahaan kepada pemilik. Akan tetapi
informasi yang disampaikan terkadang diterima tidak sesuai dengan kondisi
perusahaan sebenarnya. Kondisi ini dikenal sebagai informasi yang tidak simetris
atau asimetri informasi (information asymmetric) (Haris, 2004 dalam Ujiyantho,
2007: 2 ). Asimetri antara manajemen (agent) dengan pemilik (principal) dapat
memberikan kesempatan kepada manajer untuk melakukan manajemen laba
(earnings management) (Richardson, 1998 dalam Ujiyantho, 2007: 2 ).
Tindakan earnings management telah memunculkan beberapa kasus skandal
pelaporan akuntansi yang secara luas diketahui, antara lain Enron, Merck, World
Com dan mayoritas perusahaan lain di Amerika Serikat (Cornett, Marcuss,
Saunders dan Tehranian, 2006 dalam Ujiyantho, 2007: 2 ). Beberapa kasus yang
terjadi di Indonesia, seperti PT. Lippo Tbk dan PT. Kimia Farma Tbk juga
melibatkan pelaporan keuangan (financial reporting) yang berawal dari terdeteksi
adanya manipulasi (Gideon, 2005 dalam Ujiyantho, 2007: 2 ).
Kasus seperti ini melibatkan banyak pihak dan berdampak cukup luas.
Keterlibatan CEO, komisaris, komite audit, internal auditor, sampai kepada
eksternal auditor salah satunya dialami oleh Enron, cukup membuktikan bahwa
kecurangan banyak dilakukan oleh orang-orang dalam. Terungkapnya skandalskandal sejenis ini menyebabkan merosotnya kepercayaan masyarakat khususnya

Universitas Sumatera Utara

masyarakat keuangan, yang salah satunya ditandai dengan turunnya harga saham
secara drastis dari perusahaan yang terkena kasus.
Timbulnya kasus-kasus serupa menimbulkan pertanyaan bagi banyak pihak
terutama terhadap tata kelola perusahaan dan pola kepemilikan yang terdistribusi
luas atau yang lebih dikenal dengan corporate governance yang sekali lagi
mengakibatkan terungkapnya kenyataan bahwa mekanisme good corporate
governance yang baik belum diterapkan.

Hal ini dapat menjadi pemicu

perusahaan atau pihak manajemen untuk mengeluarkan informasi-informasi yang
memberi dampak positif terhadap harga saham dan dapat mendorong perusahaan
untuk cenderung melakukan manipulasi akuntansi dengan menyajikan informasi
tertentu guna menghindari terpuruknya harga saham.
Corporate Governance

merupakan suatu cara untuk menjamin bahwa

manajemen bertindak yang terbaik untuk kepentingan stakeholders. Pelaksanaan
Good Corporate Governance menuntut adanya perlindungan yang kuat terhadap
hak-hak pemegang saham, terutama pemegang saham minoritas. Prinsip-prinsip
atau pedoman pelaksanaan Corporate Governance menunjukkan adanya
perlindungan tersebut.
Good Corporate Governance secara definitif merupakan sistem yang
mengatur dan mengendalikan perusahaan untuk menciptakan nilai tambah (value
added) untuk semua stakeholders . Ada dua hal yang ditekankan dalam konsep
ini, pertama pentingnya hak pemegang saham untuk memperoleh informasi
dengan benar (akurat) dan tepat pada waktunya dan kedua kewajiban perusahaan
untuk melakukan pengungkapan (disclosure) secara akurat, tepat waktu, dan

Universitas Sumatera Utara

transparan terhadap semua informasi kinerja perusahaan, kepemilikan, dan
stakeholders (YPPMI & SC, 2002 dalam re-searchengines.com). Atau secara
singkat ada empat komponen utama yang diperlukan dalam konsep Good
Corporate Governance

ini yaitu fairness, transparency, accountability, dan

responsibility. Keempat komponen tersebut penting karena penerapan Good
Corporate Governance secara konsisten terbukti dapat meningkatkan kualitas
laporan keuangan (Beasly et.al, 1996 dalam re-searchengines.com). Chtourou
et.al.(2001) dalam re-searchengines.com juga mencatat prinsip GCG yang
diterapkan dengan konsisten dapat menjadi penghambat (constrain) aktivitas
rekayasa kinerja yang mengakibatkan laporan keuangan tidak menggambarkan
nilai fundamental

perusahaan (re-searchengines.com).

Penerapan prinsip

Corporate Governance tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas laporan
keuangan yang pada akhirnya meningkatkan kepercayaan pemakai laporan
keuangan termasuk investor.
Selain dari pihak perusahaan, external auditor juga harus turut bertanggung
jawab terhadap merebaknya kasus-kasus manipulasi akuntansi seperti ini. Posisi
akuntan publik sebagai pihak independen yang memberikan opini kewajaran
terhadap laporan keuangan serta profesi auditor yang merupakan profesi
kepercayaan masyarakat juga mulai banyak dipertanyakan apalagi setelah
didukung oleh bukti semakin meningkatnya tuntutan hukum terhadap kantor
akuntan. Padahal profesi akuntan mempunyai peranan penting dalam penyediaan
informasi keuangan yang handal bagi pemerintah, investor, kreditor, pemegang

Universitas Sumatera Utara

saham, karyawan, debitur, juga bagi masyarakat dan pihak-pihak lain yang
berkepentingan.
Dalam melaksanakan tugasnya, auditor memerlukan kepercayaan terhadap
kualitas jasa yang diberikan pada pengguna.

Penting bagi pemakai laporan

keuangan untuk memandang Kantor Akuntan Publik (KAP) sebagai pihak yang
independen dan kompeten, karena akan mempengaruhi berharga atau tidaknya
jasa yang telah diberikan oleh KAP kepada pemakai. Jika pemakai merasa KAP
memberikan jasa yang berguna dan berharga, maka nilai audit atau kualitas audit
juga meningkat, sehingga KAP dituntut untuk bertindak dengan profesionalisme
tinggi.
Dalam hubungannya dengan kinerja, laporan keuangan sering dijadikan
dasar untuk penilaian kinerja perusahaan. Salah satu jenis laporan keuangan yang
mengukur keberhasilan operasi perusahaan untuk suatu periode tertentu adalah
laporan laba rugi. Akan tetapi angka laba yang dihasilkan dalam laporan laba rugi
seringkali dipengaruhi oleh metode akuntansi yang digunakan (Kieso dan
Weygandt, 1995 dalam Ujiyantho, 2007: 3 ), sehingga laba yang tinggi belum
tentu mencerminkan kas yang besar. Dalam hal ini arus kas mempunyai nilai lebih
untuk menjamin kinerja perusahaan di masa mendatang. Arus kas (Cash Flow)
menunjukkan hasil operasi yang dananya telah diterima tunai oleh perusahaan
serta dibebani dengan beban yang bersifat tunai dan benar-benar sudah
dikeluarkan oleh perusahaan (Pradhono, 2004 dalam Ujiyantho, 2007: 3 ).
Cash flow return on assets (CFROA) merupakan salah satu pengukuran
kinerja perusahaan yang menunjukkan kemampuan aktiva perusahaan untuk

Universitas Sumatera Utara

menghasilkan laba operasi. CFROA lebih memfokuskan pada pengukuran kinerja
perusahaan saat ini dan CFROA tidak terikat dengan harga saham (Cornett et al.,
2006 dalam Ujiyantho, 2007: 3).
Laporan keuangan sebagai produk informasi yang dihasilkan perusahaan,
tidak terlepas dari proses penyusunannya. Kebijakan dan keputusan yang diambil
dalam rangka proses penyusunan laporan keuangan akan mempengaruhi penilaian
kinerja perusahaan. Menurut Theresia (2005)

dalam Ujiyantho, 2007: 3

manajemen laba merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja
perusahaan. Manajemen akan memilih metode tertentu untuk mendapatkan laba
yang sesuai dengan motivasinya. Hal ini akan mempengaruhi kualitas kinerja
yang dilaporkan oleh manajemen (Gideon, 2005 dalam Ujiyantho, 2007: 4).
Berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik untuk membahas apakah terdapat
pengaruh manajemen laba, mekanisme corporate governance dan kualitas audit
terhadap kinerja keuangan dengan objek penelitian perusahaan makanan dan
minuman dengan kategori industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia pada periode 2004-2007. Pemilihan kelompok perusahaan yang
tergabung ke dalam industri makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia sebagai perusahaan yang diteliti dengan pertimbangan bahwa industri
ini menyediakan kebutuhan primer manusia sehingga tetap dapat menjadi prioritas
utama

konsumen

meskipun

kondisi

perekonomian

kurang

mendukung.

Bagaimanapun buruknya kondisi kehidupan konsumen, mereka masih tetap
membutuhkan makanan dan minuman untuk mempertahankan kelangsungan
hidupnya. Kondisi ini turut mempengaruhi pergerakkan harga saham perusahaan

Universitas Sumatera Utara

dalam kategori makanan dan minuman, yang diakibatkan meningkatnya kegiatan
penawaran dan permintaan saham kategori tersebut di Bursa Efek Indonesia. Hal
ini menunjukkan ketertarikan investor terhadap saham perusahaan tersebut yang
tercermin pula melalui fluktuasi harga sahamnya, dan penulis menuangkan
penelitian ini dalam sebuah skripsi yang berjudul: “Pengaruh

Manajemen

Laba, Mekanisme Corporate Governance, dan Kualitas Audit Terhadap Kinerja
Keuangan Pada Perusahaan Barang Konsumsi Yang Terdaftar Di Bursa Efek
Indonesia (BEI)”.

B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka perumusan masalahnya
adalah sebagai berikut:

“apakah manajemen laba, mekanisme corporate

governance, dan kualitas audit berpengaruh terhadap kinerja keuangan pada
perusahaan barang konsumsi yang terdaftar di bursa efek indonesia baik secara
parsial maupun simultan?”

C. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah:

untuk menguji dan memberikan bukti

empiris pengaruh manajemen laba, mekanisme corporate governance, dan
kualitas audit terhadap kinerja keuangan pada perusahaan barang konsumsi yang
terdaftar di bursa efek indonesia baik secara parsial maupun simultan.

Universitas Sumatera Utara

D. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini:
1. Bagi penulis, untuk menambah pengetahuan dan memperluas wawasan
peneliti

sehubungan

dengan

pengaruh

independensi,

mekanisme

corporate governance, dan kualitas audit terhadap integritas laporan
keuangan pada perusahaan barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia.
2. Bagi investor, memberikan masukan untuk mengambil keputusan
investasi.
3. Bagi peneliti berikutnya, penelitian ini dapat dijadikan bahan referensi
untuk melakukan penelitian selanjutnya yang sejenis.

Universitas Sumatera Utara

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Teoritis
1. Manajemen Laba
a.

Pengertian Manajemen Laba
Manajemen laba sebagai suatu proses mengambil langkah yang

disengaja dalam batas prinsip akuntansi yang berterima umum baik
didalam maupun diluar batas General Accepted Accounting Principle
(GAAP).
Menurut Sugiri (1998:1-18) membagi definisi manajemen laba
menjadi dua, yaitu :
1) Definisi Sempit.
Manajemen laba dalam hal ini hanya berkaitan dengan pemilihan
metode akuntansi. Manajemen laba dalam artian sempit ini didefinisikan
sebagai perilaku manajer untuk bermain dengan komponen discretionary
accruals dalam menentukan besarnya laba.
2) Definisi Luas.
Manajemen laba merupakan tindakan manajer untuk meningkatkan
(mengurangi) laba yang dilaporkan saat ini atas suatu unit usaha dimana
manajer bertanggung jawab, tanpa mengakibatkan peningkatan
(penurunan) profitabilitas ekonomi jangka panjang unit tersebut.
Pengertian manajemen laba oleh Merchan (1989) dalam Merchan dan
Rockness (1994) dalam Ma’ruf , 2006: 32 didefinisikan sebagai tindakan
yang dilakukan oleh manajemen perusahaan untuk mempengaruhi laba
yang dilaporkan yang bias memberikan informasi mengenai keuntungan
ekonomis (economic advantage) yang sesungguhnya tidak dialami
perusahaan, yang dalam jangka panjang tindakan tersebut bisa merugikan
perusahaan.

Universitas Sumatera Utara

b. Sasaran Manajemen Laba
Menurut Ayres (1994:27-29) terdapat unsur-unsur laporan keuangan
yang dapat dijadikan sasaran untuk dilakukan manajemen laba yaitu :
1) Kebijakan Akuntansi.
Keputusan manajer untuk menerapkan suatu kebijakan akuntansi yang
wajib diterapkan oleh suatu perusahaan, yaitu antara menerapkan
akuntansi lebih awal dari waktu yang ditetapkan atau menundanya
sampai saat berlakunya kebijakan tersebut.
2) Pendapatan.
Dengan mempercepat atau menunda pengakuan akan pendapatan.
3) Biaya.
Menganggap sebagai ongkos (beban biaya) atau menganggap sebagai
suatu tambahan investasi atas suatu biaya (amortize or capitalize of
investment).

c.

Alasan Dilakukan Manajemen Laba
Alasan dilakukan manajemen laba karena :
1) Manajemen laba dapat meningkatkan kepercayaan pemegang
saham terhadap manajer. Manajemen laba berhubungan erat dengan
tingkat perolehan laba atau prestasi usaha suatu organisasi, hal ini
karena tingkat keuntungan atau laba dikaitkan dengan prestasi
manajemen dan juga besar kecilnya bonus yang akan diterima oleh
manajer.
2) Manajemen laba dapat memperbaiki hubungan dengan pihak
kreditor. Perusahaan yang terancam default yaitu tidak dapat
memenuhi kewajiban pembayaran utang pada waktunya, perusahaan
berusaha menghindarinyadengan membuat kebijakan yang dapat
meningkatkan pendapatan maupun laba. Dengan demikian akan

Universitas Sumatera Utara

memberi posisi bargaining yang relatif baik dalam negoisasi atau
penjadwalan ulang utang antara pihak kreditor dengan perusahaan.
3) Manajemen laba dapat menarik investor untuk menanamkan
modalnya.

d. Terjadinya Manajemen Laba
Menurut Ayres (1994:27-29) manajemen laba dapat dilakukan oleh
manajer dengan cara-cara sebagai berikut:
1) Manajer dapat menentukan kapan waktu akan melakukan
manajemen laba melalui kebijakannya. Hal ini biasanya dikaitkan
dengan segala aktivitas yang dapat mempengaruhi aliran kas dan juga
keuntungan yang secara pribadi merupakan wewenang dari para
manajer.
2) Keputusan manajer untuk menerapkan suatu kebijakan akuntansi
yang wajib diterapkan oleh suatu perusahaan. Yaitu antara
menerapkan lebih awal atau menunda sampai saat berlakunya
kebijakan tersebut.
3) Upaya manajer untuk mengganti atau merubah suatu metode
akuntansi tertentu dari sekian banyak metode yang dapat dipilih yang
tersedia dan diakui oleh badan akuntansi yang ada (GAAP).

e.

Faktor- faktor yang Mempengaruhi Manajemen Laba
Berdasarkan penelitian sebelumnya (Watts dan Zimmerman 1986)

secara empiris membuktikan bahwa hubungan principal dan agent sering
ditentukan oleh angka akuntansi. Hal ini memacu agent untuk memikirkan
bagaimana angka akuntansi tersebut dapat digunakan sebagai sarana untuk
memaksimalkan kepentingannya. Salah satu bentuk tindakan agent
tersebut adalah manajemen laba.

Universitas Sumatera Utara

Faktor-faktor yang diajukan oleh Watt dan Zimmerman sebagaimana
dikutip oleh Sugiri (1998:1-18):
1) Hipotesis Bonus Plan.
Bahwa pada perusahaan dengan bonus plan cenderung untuk
menggunakan metode akuntansi yang akan meningkatkan income saat ini.
2) Debt To Equity Hypothesis.
Bahwa pada perusahaan yang mempunyai rasio debt to equity besar maka
manajer perusahaan tersebut cenderung menggunakan metode akuntansi
yang akan meningkatakan pendapatan atau laba.
3) Political Cost Hypothesis
bahwa pada perusahaan yang besar, yang kegiatan operasinya menyentuh
sebagian besar masyarakat akan cenderung untuk mengurangi laba yang
dilaporkan.

2. Teori Keagenan (Agency Theory)
Perspektif hubungan keagenan merupakan dasar yang digunakan untuk
memahami corporate governance. Jensen dan Meckling (1976) dalam
Ujiyantho, 2007: 5 menyatakan bahwa hubungan keagenan adalah sebuah
kontrak antara manajer (agent) dengan investor (principal). Konflik
kepentingan antara pemilik dan agen terjadi karena kemungkinan agen tidak
selalu berbuat sesuai dengan kepentingan principal, sehingga memicu biaya
keagenan (agency cost).
Timbulnya manajemen laba dapat dijelaskan dengan teori agensi. Sebagai
agen, manajer secara moral bertanggung jawab untuk mengoptimalkan
keuntungan para pemilik (principal) dan sebagai imbalannya akan
memperoleh kompensasi sesuai dengan kontrak. Dengan demikian terdapat
dua kepentingan yang berbeda didalam perusahaan dimana masing-masing
pihak berusaha untuk mencapai atau mempertahankan tingkat kemakmuran
yang dikehendaki (Ali, 2002 dalam Ujiyantho, 2007: 5).

Universitas Sumatera Utara

Eisenhardt (1989) dalam Ujiyantho, 2007: 5 menyatakan bahwa teori
agensi menggunakan tiga asumsi sifat manusia yaitu: (1) manusia pada
umumya mementingkan diri sendiri (self interest), (2) manusia memiliki daya
pikir terbatas mengenai persepsi masa mendatang (bounded rationality), dan
(3) manusia selalu menghindari resiko (risk averse). Berdasarkan asumsi sifat
dasar

manusia

tersebut

manajer

sebagai

manusia

akan

bertindak

opportunistic, yaitu mengutamakan kepentingan pribadinya (Haris, 2004
dalam Ujiyantho, 2007: 5).
Manajer sebagai pengelola perusahaan lebih banyak mengetahui informasi
internal dan prospek perusahaan di masa yang akan datang dibandingkan
pemilik (pemegang saham). Manajer berkewajiban memberikan sinyal
mengenai kondisi perusahaan kepada pemilik. Sinyal yang diberikan dapat
dilakukan melalui pengungkapan informasi akuntansi seperti laporan
keuangan. Laporan keuangan tersebut penting bagi para pengguna eksternal
terutama sekali karena kelompok ini berada dalam kondisi yang paling besar
ketidakpastiannya (Ali, 2002 dalam Ujiyantho, 2007: 6 ). Ketidakseimbangan
penguasaan informasi akan memicu munculnya suatu kondisi yang disebut
sebagai asimetri informasi (information asymmetry).
Asimetri antara manajemen (agent) dengan pemilik (principal) dapat
memberikan kesempatan kepada manajer untuk melakukan manajemen laba
(earnings management) dalam rangka menyesatkan pemilik (pemegang
saham) mengenai kinerja ekonomi perusahaan. Penelitian Richardson (1998)

Universitas Sumatera Utara

dalam Ujiyantho, 2007: 6 menunjukkan adanya hubungan positif antara
asimetri informasi dengan manajemen laba.

3. Corporate Governance
Komite Cadbury mendefinisikan Corporate Governance (I Nyoman
Tjager dalam Deny,2005) sebagai:
Corporate Governance adalah sistem yang mengarahkan dan
mengendalikan perusahaan dengan tujuan agar mencapai keseimbangan
antara kekuatan kewenangan yang diperlukan oleh perusahaan untuk
menjamin kelangsungan eksistensinya dan pertanggungjawaban kepada
stakeholders. Hal ini berkaitan dengan peraturan kewenangan pemilik,
direktur, manajer, pemegang saham, dan sebagainya.
Dalam rangka penyelenggaraan pengelolaan yang baik (good corporate
governance) perusahaan wajib memiliki:

1.

Komisaris independen yang yang jumlahnya secara proporsional
sebanding dengan jumlah saham yang dimiliki oleh bukan Pemegang
Saham Pengendali dengan ketentuan jumlah Komisaris Independen
sekurang-kurangnya 30% (tiga puluh persen) dari jumlah seluruh
komisaris.

2.

Komite Audit

Komite audit merupakan badan yang dibentuk oleh dewan direksi untuk
mengaudit operasi dan keadaan. Badan ini bertugas memilih dan menilai
kinerja perusahaan kantor akuntan publik. (Siegel, 1996 dalam
Susiana,2007: 8)

Universitas Sumatera Utara

Komite audit adalah suatu badan yang dibentuk didalam perusahaan
klien yang bertugas untuk memelihara independensi akuntan pemeriksa
terhadap manajemen. (Supriyono, 1998 dalam Susiana,2007: 8)

3. Sekretaris perusahaan.

Dalam penelitian

ini,

elemen-elemen

yang

terkandung

dalam

pengukuran mekanisme corporate governance adalah:

a.

Persentase saham yang dimiliki oleh institusi
Persentase saham institusi ini diperoleh dari penjumlahan atas
persentase saham perusahaan yang dimiliki oleh perusahaan lain
baik yang berada di dalam maupun di luar negeri serta saham
pemerintah dalam maupun luar negeri.

b. Persentase saham yang dimiliki oleh manajemen
Persentase saham yang dimiliki oleh manajemen termasuk
didalamnya persentase saham yang dimiliki oleh manajemen secara
pribadi

maupun

dimiliki

oleh

anak

cabang

perusahaan

bersangkutan beserta afiliasinya.
c.

Keberadaan komite audit dalam perusahaan
Komite audit berfungsi untuk memberikan pandangan mengenai
masalah-masalah yang berhubungan dengan kebijakan keuangan,
akuntansi dan pengendalian intern.
Tujuan pembentukan komite audit adalah:

Universitas Sumatera Utara

1. Memastikan laporan keuangan yang dikeluarkan tidak
menyesatkan dan sesuai dengan praktik akuntansi yang berlaku
umum.
2. Memastikan bahwa internal kontrolnya memadai.
3. Menindaklanjuti terhadap dugaan adanya penyimpangan yang
meterial di bidang keuangan dan implikasi hukumnya.
4. Merekomendasikan seleksi auditor eksternal.
d. Keberadaan komisaris independen dalam perusahaan
Komisaris independen merupakan sebuah badan dalam perusahaan
yang biasanya beranggotakan dewan komisaris yang independen
yang berasal dari luar perusahaan yang berfungsi untuk menilai
kinerja perusahaan secara luas dan keseluruhan. Komisaris
independen bertujuan untuk menyeimbangkan dalam pengambilan
keputusan khususnya dalam rangka perlindungan terhadap
pemegang saham minoritas dan pihak-pihak lain yang terkait.

4. Kualitas Audit
Berdasarkan teori agensi yang mengasumsikan bahwa manusia itu selalu
self-interest maka kehadiran pihak ketiga yang independen sebagai mediator
pada hubungan antara prinsipal dan agen sangat diperlukan, dalam hal ini
adalah auditor independen. Investor akan lebih cenderung pada data akuntansi
yang dihasilkan dari kualitas audit yang tinggi. (Li Dang et al, 2004) O’Keefe
(1994) berpendapat bahwa auditor industry specialization berhubungan

Universitas Sumatera Utara

positif dengan kualitas audit diukur dengan penilaian kepatuhan auditor
terhadap GAAS. Auditor yang memiliki banyak klien dalam industri yang
sama akan memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang risiko audit khusus
yang mewakili industri tersebut, tetapi akan membutuhkan pengembangan
keahlian lebih daripada auditor pada umumnya. Tambahan keahlian ini akan
menghasilkan return positif dalam fee audit. Sehingga, para peneliti memiliki
hipotesis bahwa auditor dengan konsentrasi tinggi dalam industri tertentu akan
memberikan kualitas yang lebih tinggi (Deis and Giroux, 1992 dalam Wooten
2003).

Teoh (1993) dalam Susiana,2007: 10

berargumen bahwa kualitas audit

berhubungan positif dengan kualitas earnings, yang diukur dengan Earnings
Response Coefficient (ERC). Penelitian kali ini menilai kualitas auditor
berdasarkan pengelompokkan auditor big four dengan non big four,
dikarenakan salah satu KAP big five yaitu Arthur Andersen telah dinyatakan
collapsed.
Teori reputasi memprediksikan adanya hubungan positif antara ukuran
KAP dengan kualitas audit (Lennox, 2000 dalam Susiana,2007: 10). Penelitian
DeAngelo (1981) yang dikutip dari penelitian Lennox (2000) dalam
Susiana,2007: 10 mengemukakan bahwa KAP yang besar memiliki insentif
yang lebih untuk menghindari hal-hal yang dapat merusak reputasinya
dibandingkan dengan KAP yang lebih kecil.

Universitas Sumatera Utara

5. Kinerja Keuangan
Kinerja keuangan merefleksikan kinerja fundamental perusahaan. Kinerja
keuangan diukur dengan data fundamental perusahaan, yaitu data yang
berasal dari laporan keuangan.
Pengertian kinerja menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997, 503)
adalah merupakan kata banda yang artinya: 1. Sesuatu yang dicapai, 2.
Prestasi yang diperlihatkan, 3. Kemampuan kerja, sedangkan penilaian
kinerja menurut Mulyadi (1997,

419) adalah penentuan secara periodic

efektifitas operasional suatu organisasi, bagian organisasi dan karyawannya
berdasarkan sasaran, standar dan kriteria yang ditetapkan sebelumnya. Karena
organisasi pada dasarnya dijalankan oleh manusia maka penilaian kinerja
sesungguhnya

merupakan

penilaian

atas

prilaku

manusia

dalam

melaksanakan peran yang mereka mainkan dalam organisasi.
Sedangkan pengertian kinerja keuangan adalah penentuan ukuran-ukuran
tertentu yang dapat mengukur keberhasilan suatu perusahaan dalam
menghasilkan Laba (Sucipto, 2003 : 2).
Dalam mengukur kinerja keuangan perlu dikaitkan antara organisasi
perusahaan dengan pusat pertanggungjawaban. Dalam melihat organisasi
perusahaan

dapat

diketahui

besarnya

tanggungjawab

manajer

yang

diwujudkan dalam bentuk prestasi kerja keuangan. Namun demikian
mengatur besarnya tanggungjawab sekaligus mengukur prestasi keuangan
tidaklah mudah sebab ada yang dapat diukur dengan mudah dan ada pula
yang sukar untuk diukur.

Universitas Sumatera Utara

Sedangkan tujuan penilaian kinerja (Mulyadi, 1997 dalam Sucipto,
2003:2) adalah:
" Untuk memotivasi karyawan dalam mencapai sasaran organisasi dan
dalam mematuhi standar prilaku yang telah ditetapkan sebelumnya agar
membuahkan tindakan dan hasil yang diinginkan. Standar prilaku dapat
berupa kebijakan manajemen atau rencana formal yang dituangkan dalam
anggaran."
Penilaian kinerja dilakukan untuk menekan prilaku yang tidak semestinya
dan untuk merangsang dan menegakkan prilaku yang semestinya diinginkan
melalui umpan balik hasil kinerja dan waktu serta penghargaan baik yang
bersifat instrinsik maupun ekstrinsik.
Dalam hubungannya dengan kinerja, laporan keuangan sering dijadikan
dasar untuk penilaian kinerja perusahaan. Salah satu jenis laporan keuangan
yang mengukur keberhasilan operasi perusahaan untuk suatu periode tertentu
adalah laporan laba rugi. Akan tetapi angka laba yang dihasilkan dalam
laporan laba rugi seringkali dipengaruhi oleh metode akuntansi yang
digunakan (Kieso dan Weygandt, 1995 dalam Ujiyantho, 2007: 3), sehingga
laba yang tinggi belum tentu mencerminkan kas yang besar. Dalam hal ini
arus kas mempunyai nilai lebih untuk menjamin kinerja perusahaan di masa
mendatang. Arus kas (Cash Flow) menunjukkan hasil operasi yang dananya
telah diterima tunai oleh perusahaan serta dibebani dengan beban yang
bersifat tunai dan benar-benar sudah dikeluarkan oleh perusahaan (Pradhono,
2004 dalam Ujiyantho, 2007: 3).

Universitas Sumatera Utara

Cash flow return on assets (CFROA) merupakan salah satu pengukuran
kinerja perusahaan yang menunjukkan kemampuan aktiva perusahaan untuk
menghasilkan laba operasi. CFROA lebih memfokuskan pada pengukuran
kinerja perusahaan saat ini dan CFROA tidak terikat dengan harga saham
(Cornett et al., 2006 dalam Ujiyantho, 2007 : 3 ).
Laporan keuangan sebagai produk informasi yang dihasilkan perusahaan,
tidak terlepas dari proses penyusunannya. Kebijakan dan keputusan yang diambil
dalam rangka proses penyusunan laporan keuangan akan mempengaruhi
penilaian kinerja perusahaan. Menurut Theresia (2005) dalam Ujiyantho, 2007 :
3 manajemen laba merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja
perusahaan. Manajemen akan memilih metode tertentu untuk mendapatkan laba
yang sesuai dengan motivasinya. Hal ini akan mempengaruhi kualitas kinerja
yang dilaporkan oleh manajemen (Gideon, 2005 dalam Ujiyantho, 2007 : 4).

B. Tinjauan Penelitian Terdahulu
Beberapa tinjauan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan pengaruh
manajemen laba, mekanisme corporate governance, dan kualitas audit terhadap
kinerja keuangan antara lain:
Tabel 2.1
Tinjauan Penelitian Terdahulu
Peneliti dan
Tahun
Penelitian
Sari
(2004)

Judul

Variabel
Penelitian

Hubungan
Variabel
Komite
Audit Independen
Terhadap Kinerja Komite Audit

Hasil Penelitian

:

1.
Tidak
terdapat
pengaruh
secara
signifikan komite audit

Universitas Sumatera Utara

Keuangan
Melalui
Good
Corporate
Governance
Sebagai
Variabel
Intervening

Halim
(2005)

Pengaruh
Manajemen Laba
Pada
Tingkat
Pengungkapan
Laporan
Keuangan Pada
Perusahaan
Manufaktur
Yang Termasuk
Dalam
Indeks
LQ-45

Variabel
Dependen: Kinerja
Keuangan
Variabel
Intervening : Good
Corporate
Governance

Variabel
Independen:
Manajemen Laba
Variabel
Dependen:
Tingkat
Pengungkapan
Laporan Keuangan

terhadap
manajemen
laba pada perusahaan
manufaktur di Bursa
Efek Jakarta.
2.
Tidak
terdapat
pengaruh
secara
signifikan komite audit
terhadap
kinerja
perusahaan
pada
perusahaan manufaktur
di Bursa Efek Jakarta.
3. Terdapat pengaruh
secara signifikan positif
manajemen
laba
sebagai pengukur Good
Corporate Governance
terhadap
kinerja
perusahaan.
Dengan
koefisien jalur yang
positif
menunjukkan
bahwa semakin baik
penerapan
good
corporate
governace
maka semakin tinggi
kinerja perusahaan.
4. GCG yang diwakili
oleh manajemen laba
bukan
merupakan
variabel
intervening
hubungan komite audit
terhadap
kinerja
keuangan.
Penelitian yang dilakukan
pada
34
perusahaan
manufaktur yang termasuk
Indeks
LQ-45 terlihat melakukan
tindakan manajemen laba.
Dalam melihat hubungan
dengan
manajemen
laba
indeks pengungkapan ternyata
manajemen laba
berpengaruh signifikan positif
pada tingkat pengungkapan
laporan keuangan
sejalan dengan perspektif
Efficient
Earnings

Universitas Sumatera Utara

Management.
Namun
sebaliknya,
tingkat
pengungkapan
berpengaruh
signifikan
negatif pada manajemen laba
sejalan
dengan
perspektif
Opportunistic
Earnings
Management.
Asimetri
informasi,
kinerja masa kini dan masa
depan, faktor leverage, ukuran
perusahaan berpengaruh
signifikan pada manajemen
laba. Ukuran perusahaan dan
return kumulatif
berpengaruh signifikan pada
tingkat pengungkapan namun
belum cukup bukti
untuk menyatakan faktor
current ratio berpengaruh
signifikan pada tingkat
pengungkapan.
Utami
(2005)

Pengaruh
Manajemen Laba
Terhadap Biaya
Modal Ekuitas
(Studi
Pada
Perusahaan
Publik
Sektor
Manufaktur)

Variabel
Independen:
Manajemen Laba

1.

Hasil
penelitian
memberikan bukti empirik
bahwa
manajemen
laba
berpengaruh
positip
dan
signif

Dokumen yang terkait

Pengaruh Corporate Governance dan Leverage Ratio terhadap manajemen laba pada perusahaan Manufaktur Barang Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

2 35 108

Mekanisme Good Corporate Governance, Manajemen Laba Dan Kinerja Keuangan Perusahaan Manufaktur Di Bursa Efek Indonesia

2 41 133

ANALISIS MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE DAN MANAJEMEN LABA PERUSAHAAN GO PUBLIK TERDAFTAR PADA BURSA EFEK INDONESIA Analisis Mekanisme Corporate Governance Dan Manajemen Laba Perusahaan Go Publik Terdaftar Pada Bursa Efek Indonesia.

0 2 12

ANALISIS MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE DAN MANAJEMEN LABA PERUSAHAAN GO PUBLIK TERDAFTAR PADA BURSA EFEK INDONESIA Analisis Mekanisme Corporate Governance Dan Manajemen Laba Perusahaan Go Publik Terdaftar Pada Bursa Efek Indonesia.

0 3 25

MEKANISME GOOD CORPORATE GOVERNANCE, MANAJEMEN LABA DAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA.

0 3 11

PENGARUH MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE DAN PROFITABILITAS TERHADAP MANAJEMEN LABA Pengaruh Mekanisme Corporate Governance Dan Profitabilitas Terhadap Manajemen Laba (Studi Empiris Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia).

0 1 15

PENGARUH MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP MANAJEMEN LABA PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA.

0 1 7

PENGARUH MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP MANAJEMEN LABA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG PENGARUH MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP MANAJEMEN LABA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA.

0 0 14

PENDAHULUAN PENGARUH MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP MANAJEMEN LABA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA.

0 0 7

MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE, MANAJEMEN LABA DAN KINERJA KEUANGAN MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE, MANAJEMEN LABA DAN KINERJA KEUANGAN (Studi Empiris Pada Perusahaan go public Sektor Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2008-2010).

0 1 15