Motivasi Belajar Prestasi Belajar

41

1. Motivasi Belajar

Motivasi belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kekuatan yang mendorong siswa untuk melakukan kegiatan belajar dan mencapai tujuan belajar sesuai dengan yang sudah diharapkan. Siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi akan memperoleh prestasi yang maksimal. Motivasi belajar siswa dapat diukur dari beberapa indikator sebagai berikut tekun dan ulet, percaya pada diri sendiri, berani mengemukakan pendapat, dan memiliki hasrat untuk berprestasi. 2. Metode Pembelajaran Quantum Teaching Metode quantum teaching yang dimaksud dalam penelitian ini adalah metode pembelajaran yang menciptakan lingkungan belajar yang efektif, dengan cara menggunakan unsur yang ada pada siswa dan lingkungan belajarnya melalui interaksi yang terjadi di dalam kelas. Hal ini membuat siswa akan lebih terlibat aktif dalam pelajaran dan tidak merasa bosan terhadap pelajaran. Siswa yang lebih terlibat aktif dan tidak bosan terhadap pelajaran tentunya akan dapat menguasai kompetensi yang diharapkan. Seorang guru yang menggunakan metode pembelajaran quantum teaching dalam proses mengajar dituntut mampu membuat kerangka rancangan suatu model pembelajaran untuk pegangan dalam mengelola pelajaran di dalam kelas. Kerangka rancangan belajar quantum teaching yang dikenal dengan istilah tandur. Aspek dari istilah tandur adalah sebagai berikut : T = Tumbuhkan, A = Alami, N = Namai, D = Demonstraikan, U = Ulangi, R = Rayakan. 42

3. Prestasi Belajar

Prestasi belajar yang dimaksud adalah banyak sedikitnya penguasaan individu atau siswa terhadap bahan pembelajaran yang telah dipelajari dan diberikan oleh guru tersebut dalam kurun waktu tertentu melalui berbagai sistem penilaian yang digunakan. Prestasi belajar merupakan tolak ukur keberhasilan siswa dalam mengikuti proses belajar. Hal ini berarti prestasi belajar siswa cenderung sesuai dengan tingkat keberhasilannya dalam mempelajari suatu materi pelajaran teori maupun menguasai suatu kompetensi tertentu praktik. Prestasi belajar akan dinyatakan dalam bentuk nilai pada setiap kompetensi setelah siswa mengalami proses belajar mengajar. Prestasi belajar siswa tersebut dapat terukur setelah diadakannya evaluasi. Evaluasi pengukurannya dapat dilakukan dengan menggunakan tes pengetahuan dan keterampilan. Tes Pengetahuan menggunakan cara pretes dan postes, sedangkan keterampilan penilaiannya berdasarkan hasil dari praktikum menggambar yang dikerjakan. Hasil dari evaluasi akan menunjukkan tinggi atau rendahnya prestasi belajar siswa.

D. Rancangan Penelitian