Definisi Tiga Batu Pembangun AQ

Ownership atau kepemilikan adalah suatu keadaan dimana seseorang dapat mengendalikan dirinya sendiri dalam menghadapi situasi tanpa memandang penyebabnya. Reach atau jangkauan mengukur merupakan suatu kemampuan seseorang barada di dua linkungan yakni linkungan kerja dan kehidupannya yang lain. Endurance yakni kemampuan yang dimiliki seseorang dalam melewati kesulitan yang telah lama hingga dan mencari solusi lain untuk mempersingkat kesulitan tersebut.

4. Pengukuran A dversity Quotient AQ

Dalam pengukuran ukuran AQ, tidak terlepas dari empat komponen penyusunnya yakni CORE. Pengukuran AQ dikategorikan sebagai berikut Stoltz, 2000: a AQ Tinggi 178–200 Seseorang dengan AQ ini memiliki kemampuan mengendalikan kesulitan secara baik. Bila terjadi kesulitan, mereka mampu mengendalikan baik yang mudah maupun sukar dengan tepat dan gesit. Bertanggung jawab dengan apa yang dilakukan sehingga disukai banyak orang sehingga dapat membantu atau membimbing orang lain. b AQ Cukup Tinggi 161–177 Seseorang yang memiliki AQ ini dapat menghadapi kesulitan dengan efektif. Memiliki sifat gigih dan cepat pulih dalam menghadapi kesulitan. Kelemahannya adalah jika kesulitan itu datang bertubi-tubi, orang dengan AQ merasa terganggu atau kurang gesit. c AQ Sedang 135–160 Sebagian besar manusia berada pada AQ ini mungkin dapat mengendalikan kesulitan. Namun, bila masalah datang secara bertubi–tubi, orang dengan tipe ini sulit mengatasinya. d AQ Menengah Bawah 118–134 Seseorang dengan AQ ini akan mengalami kesulitan bila masalah yang dihadapi lebih kompleks, sehingga masalah yang sederhana pun menjadi lebih berat. e AQ Rendah 117 dan lebih rendah Seseorang dengan AQ ini sering mengalami keputusasaan. Adversity Response Profile ARP didalam bahasa Indonesia diartikan sebagai profil respon terhadap kesulitan. ARP ini adalah suatu bentuk pertanyaan yang digunakan untuk menafsirkan tingkat AQ seseorang Stoltz, 2000. AQ ini berisikan pertanyaan yang dibuat berdasarkan dimensi pendukungnya yakni CORE.

5. Metode Memfokuskan Langkah Tindakan

Memfokuskan langkah tindakan merupakan tingkah laku objektif untuk menyelesaikan masalah. Sehingga masalahkesulitan yang dihadapi akan lebih cepat terkendali. Metode memfokuskan tindakan antara lain: L Listen to Your CORE Respones yakni membaca dan memahami CORE seseorang dengan tepat. E Establish Accountability yakni bangkit dari kesulitan dengan dorongan dari dalam diri. A Analisis Bukti yakni mengendalikan masalah atau hambatan yang ada dalam penyelesaian masalah. D Do Something yakni tindakan setelah melewati tiga langkah diatas Stoltz, 2003.