Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Dalam Pengambilan Keputusan Pembelian Rokok Ten Mild Pada Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara

SKRIPSI

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN
ROKOK TEN MILD PADA MAHASISWA
FAKULTAS HUKUM USU

OLEH:
SURYA ADI W. H.
060502114

PROGRAM STUDI STRATA I MANAJEMEN
DEPARTEMEN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

Judul penelitian yaitu “ Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Dalam
Pengambilan Keputusan Pembelian Rokok Ten Mild Pada Mahasiswa Fakultas
Hukum Universitas Sumatera Utara”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan
menganalisis produk, harga, promosi, kemudahan memperoleh produk terhadap
keputusan pembelian rokok ten mild pada mahasiswa fakultas hukum universitas
sumatera utara.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksplanatori yaitu penelitian yang
menganalisis hubungan-hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya atau
bagaimana suatu variabel mempengaruhi variabel lainnya. Metode analisis data yang
digunakan adalah metode deskriptif dan metode kuantitatif, uji regresi linier berganda.
Pengolahan data menggunakan SPSS 16.0 for Windows. Data yang digunakan adalah
data primer dan sekunder. Penelitian ini menggunakan 92 responden sebagai sampel
penelitian.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel produk, harga, promosi,
kemudahan memperoleh produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap
keputusan pembelian rokok ten mild pada mahasiswa fakultas hukum universitas
sumatera utara.. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji regresi linier berganda secara
simultan. Berdasarkan uji signifikan secara parsial, bahwa variabel produk, harga,
promosi, lokasi, kemudahan memperoleh produk berpengaruh positif dan signifikan
secara parsial terhadap keputusan konsumen. Variabel yang paling dominan
berpengaruh secara parsial terhadap keputusan konsumen adalah variabel promosi.

Kata kunci: produk, harga, promosi, kemudahan memperoleh produk dan
keputusan pembelian

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT
The title of this research is “ Analysis of Factors Influencing Purchase
Decision Making in Ten Mild Cigarettes Faculty of Law, University of North
Sumatra.” Purpose of this reseach is define and analyze the product, price,
promotion, ease of obtaining the product of decision about the purchase of Ten Mild
cigarettes university law student in North Sumatra.
This research is a type of research explanatory is the research that analyses the
relationship between a variable with another variable or how a variable affects other
variables. Methods of data analysis used is descriptive method and quantitative
methods, multiple linear regression. Processing the data using SPSS 17.0 for
windows. The data used are primary and secondary data. This study used samples of
92 respondents of the study.
The result of this research indicate that the variables product, price, promotion,
product ease of obtaining a positive and significant influence over decisions about the
purchase of Ten Mild cigarettes university law in north Sumatra. It can be seen from
the test results of simultaneous multiple linear regression. Based on the significant
partial test, that the variables product, price, promotion, , ease of obtaining the product
has positive and significant partial response to customer decisions. The most
dominant variables partial effect on the customer’s decision is the promotion variable.

Key words: product, price, promotion, ease of obtaining the product and
purchase decisions

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kepada Sang Causa Prima, atas kasih dan anugrahNya yang
diberikan bagi penulis sehinga dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini yang
berjudul “Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Dalam Pengambilan Keputusan
Pembelian Rokok Ten Mild Pada Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sumatera
Utara”. Tujuan penulisan skripsi ini adalah sebagai salah satu syarat guna
memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi,
Universitas Sumatera Utara
Penulis khusus mempersembahkan skripsi ini untuk kedua orang tua
tersayang: Ayahanda L. Hutagalung dan Ibunda R.T Napitupulu Terima kasih atas
kasih sayang, pengorbanan serta doa yang tulus dan tidak pernah putus untuk penulis.
Pada penulisan skripsi ini hingga sampai selesai, penulis telah banyak
mendapat bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini, penulis
ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec, selaku Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara
2. Ibu Dr. Isfenti Sadalia, SE, ME selaku Ketua Departemen Manajemen
Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara
3. Ibu Dra. Marhayanie, M.Si selaku Sekretaris Departemen Manajemen
Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
4. Ibu Dr. Endang Sulistya Rini, SE, M.Si selaku Ketua Program Studi S1
Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
5. Bapak Drs. Raja Bongsu Hutagalung M.Si selaku Dosen Pembimbing yang
telah banyak meluangkan waktu untuk membimbing serta memberi arahan
dalam menyusun skripsi ini.
6. Ibu Dr Beby Karina Fauzeea, SE, MM dan bapak Liasta, SE, M.Si selaku
Dosen Penguji I dan II yang telah banyak memberikan masukan dan arahan
dalam penyusunan skripsi ini.
7. Seluruh Dosen dan Staff Pegawai Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera
Utara untuk bantuan dan jasa-jasa yang diberikan selama masa perkuliahan

Universitas Sumatera Utara

8. Keluarga yang teramat saya sayangi: Kakakku Santy Nova Theresia , Adikadikku (Sukma, Serena, Niko), Terimakasih buat doa, dukungan, kasih
sayang, dan motivasi yang selalu ada untuk penulis.
9. Febrina Basa Uli Marpaung terimakasih buat perhatian dan kasih sayangnya.
Terutama buat semangat dan motivasi pada masa-masa sulit selama
pengerjaan skripsi ini.
10. Bung, Sarinah, serta Alumni GMNI komisariat FE-USU, yang banyak
memberikan pelajaran yang sangat berharga dan menyadarkan penulis tentang
banyak hal. Tetap Semangaaaatttt dan JAYA selalu!!!
11. Seluruh rekan di bangku perkuliahan terutama teman-teman stambuk 2006
Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara
12. Semua pihak yang telah membantu dalam penulisan skripsi ini, semoga
diberikan balasan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, karena itu
Penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari semua pihak yang
menjadikan skripsi ini lebih baik lagi. Penulis berharap skripsi ini dapat bermanfaat
bagi semua pihak.
Medan, Juli 2011
Penulis

Surya Adi W.H
(060502114)

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

Halaman
ABSTRAK ...................................................................................................
i
ABSTRACT ..................................................................................................
ii
KATA PENGANTAR ................................................................................. iii
DAFTAR ISI................................................................................................
v
DAFTAR TABEL ........................................................................................ vii
DAFTAR GAMBAR ................................................................................... viii
DAFTAR LAMPIRAN................................................................................
ix
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang...................................................................................
1.2 Perumusan Masalah ...........................................................................
1.3 Tujuan Penelitian ...............................................................................
1.4 Manfaat Penelitian .............................................................................

1
6
6
6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Uraian Teoritis ...................................................................................
2.1.1 Pengertian Produk .........................................................................
2.1.2 Pengertian Harga..........................................................................
2.1.2.1 Tujuan Penetapan Harga ......................................................
2.1.2.2 Faktor yang Dipertimbangkan dalam Penetapan Harga ........
2.1.3 Pengertian Promosi ......................................................................
2.1.4 Pengertian Pemasaran ..................................................................
2.1.5 Kebutuhan, Keinginan dan Permintaan.........................................
2.1.6 Pengertian Keputusan Pembelian .................................................
2.1.7 Tahap-tahap Pembelian ................................................................
2.2 Penelitian Terdahulu ..........................................................................
2.3 Kerangka Konseptual.........................................................................
2.4 Hipotesis ............................................................................................

8
8
9
9
10
12
14
16
17
17
18
19
20

BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian ..................................................................................
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian ............................................................
3.3 Batasan Operasional ..........................................................................
3.4 Defenisi Operasional Variabel ...........................................................
3.5 Skala Pengukuran Variabel ................................................................
3.6 Populasi dan Sampel ..........................................................................
3.6.1 Populasi .......................................................................................
3.6.2 Sampel .........................................................................................
3.7 Jenis dan Sumber Data .......................................................................
3.8 Metode dan Pengumpulan data ..........................................................
3.9 Uji Validitas dan Realibilitas .............................................................
3.9.1 Uji Validitas .................................................................................
3.9.2 Uji Realibilitas .............................................................................
3.10 Metode Analisis Data ......................................................................
3.10.1 Metode Analisis Deskriptif........................................................

21
21
21
22
24
24
24
24
26
26
27
27
27
28
28

Universitas Sumatera Utara

3.10.2 Uji Asumsi Klasik .....................................................................
3.10.2.1 Uji Normalitas ............................................................
3.10.2.2 Uji Heterokedastisitas .................................................
3.10.2.3 Uji Multikolinearitas ...................................................
3.10.3 Metode Analisis Regresi Linier Berganda .................................
3.10.4 Uji Hipotesis ..........................................................................
3.10.4.1 Uji-F (Uji serentak).....................................................
3.10.4.2 Uji-T( Uji parsial) .......................................................
3.10.4.3 Pengujian Koefisien Determinan (R2) .........................

28
28
28
29
29
30
30
30
31

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum Perusahaan ............................................................
4.1.1 Sejarah Perusahaan ...................................................................
4.1.2 Lokasi Pabrik ............................................................................
4.1.3 Struktur Organisasi ...................................................................
4.1.4 Uraian Tugas dan Tanggung Jawab ...........................................
4.1.5 Ketenagakerjaan........................................................................
4.1.6 Produk yang Dipasarkan ...........................................................
4.1.7 Produksi ....................................................................................
4.1.7.1 Bahan Baku ................................................................
4.1.7.2 Bahan Pembantu .........................................................
4.1.7.3 Alat-alat Produksi .......................................................
4.1.7.4 Proses Produksi ..........................................................
4.1.8 Pemasaran .................................................................................
4.1.8.1 Daerah Pemasaran ......................................................
4.1.8.2 Saluran Distribusi .......................................................
4.2 Hasil Penelitian ..................................................................................
4.2.1 Uji Validitas dan Uji Reliabilitas ...............................................
4.2.1.1 Uji Validitas ...............................................................
4.2.1.2 Uji Reliabilitas ............................................................
4.2.2 Analisis Data.............................................................................
4.2.2.1 Analisis Deskriptif ......................................................
4.2.2.2 Uji Asumsi Klasik ......................................................
4.2.2.3 Analisis Linear Berganda ............................................
4.2.2.4 Uji Hipotesis ...............................................................
4.3 Pembahasan .......................................................................................

32
32
33
34
35
37
40
42
42
44
45
45
48
48
49
51
51
51
52
55
55
62
67
68
73

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan........................................................................................
5.2 Saran .................................................................................................

75
75

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................

77

LAMPIRAN.................................................................................................

79

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

No

Judul

Halaman

Tabel 1.1 Pangsa pasar industri rokok kretek di Indonesia ........................... 3
Tabel 1.2 Volume penjualan rokok PT Djarum perwakilan medan .............. 4
Tabel 1.3 Tingkat Penjualan Rokok di Fakultas Hukum USU 2011 ............. 5
Tabel 3.1 Defenisi Operasional Variabel...................................................... 23
Tabel 3.2 Pedoman pemberian skor ............................................................. 24
Tabel 4.1 Tingkat pendidikan karyawan bulanan yang berada di Kudus ....... 37
Tabel 4.2 Usia karyawan bulanan yang berada di Kudus .............................. 38
Tabel 4.3 Item total statistics ....................................................................... 51
Tabel 4.4 Validitas instrumen II................................................................... 53
Tabel 4.5 Item total statistics ....................................................................... 54
Tabel 4.6 Reliability statistics ...................................................................... 55
Tabel 4.7 Gambaran umum responden berdasarkan usia .............................. 56
Tabel 4.8 Gambaran umum responden berdasarkan pengeluaran untuk roko k 56
Tabel 4.9 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Produk (X1).... 57
Tabel 4.10 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Harga (X2) ..... 58
Tabel 4.11 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Pomosi (X3) ... 59
Tabel 4.12 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Kemudahan (X3)60
Tabel 4.13 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Keputusan Pembelian (X5)61
Tabel 4.14 One-Sample Kolmogorov Smirnov Test ....................................... 64
Tabel 4.15 Uji Glejser ................................................................................... 66
Tabel 4.16 Uji Multikolinearitas .................................................................... 66
Tabel 4.17 Analisis Regresi Linier Berganda ................................................. 68
Tabel 4.18 Hasil Uji Signifikansi Simultan (Uji-F) ........................................ 69
Tabel 4.19 Hasil Uji Siginifikansi Parsial (Uji-t)............................................ 70
Tabel 4.20 Koefisien Determinasi .................................................................. 72

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR

No
Gambar 1.1
Gambar 2.1
Gambar 2.2
Gambar 4.1
Gambar 4.2
Gambar 4.3
Gambar 4.4
Gambar 4.5

Judul

Halaman

Sembilan negara pengkonsumsi rokok terbesar .........................
Tahap pengambilan keputusan ..................................................
Kerangka Konseptual ................................................................
Struktur Organisasi PT Djarum .................................................
Produk-produk PT Djarum ........................................................
Grafik Histogram Uji Normalitas ..............................................
Scatter Plot Uji Normalitas ........................................................
Scatter Plot................................................................................

2
18
19
35
42
63
63
65

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR LAMPIRAN

No.
Lampiran 1
Lampiran 2
Lampiran 3
Lampiran 4

Judul
Halaman
Kuesioner Penelitian ................................................................ 79
Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas ........................................... 81
Hasil Analisis Deskriptif .......................................................... 81
Hasil Uji Regresi Linier Berganda ............................................ 86

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

Judul penelitian yaitu “ Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Dalam
Pengambilan Keputusan Pembelian Rokok Ten Mild Pada Mahasiswa Fakultas
Hukum Universitas Sumatera Utara”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan
menganalisis produk, harga, promosi, kemudahan memperoleh produk terhadap
keputusan pembelian rokok ten mild pada mahasiswa fakultas hukum universitas
sumatera utara.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksplanatori yaitu penelitian yang
menganalisis hubungan-hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya atau
bagaimana suatu variabel mempengaruhi variabel lainnya. Metode analisis data yang
digunakan adalah metode deskriptif dan metode kuantitatif, uji regresi linier berganda.
Pengolahan data menggunakan SPSS 16.0 for Windows. Data yang digunakan adalah
data primer dan sekunder. Penelitian ini menggunakan 92 responden sebagai sampel
penelitian.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel produk, harga, promosi,
kemudahan memperoleh produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap
keputusan pembelian rokok ten mild pada mahasiswa fakultas hukum universitas
sumatera utara.. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji regresi linier berganda secara
simultan. Berdasarkan uji signifikan secara parsial, bahwa variabel produk, harga,
promosi, lokasi, kemudahan memperoleh produk berpengaruh positif dan signifikan
secara parsial terhadap keputusan konsumen. Variabel yang paling dominan
berpengaruh secara parsial terhadap keputusan konsumen adalah variabel promosi.

Kata kunci: produk, harga, promosi, kemudahan memperoleh produk dan
keputusan pembelian

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT
The title of this research is “ Analysis of Factors Influencing Purchase
Decision Making in Ten Mild Cigarettes Faculty of Law, University of North
Sumatra.” Purpose of this reseach is define and analyze the product, price,
promotion, ease of obtaining the product of decision about the purchase of Ten Mild
cigarettes university law student in North Sumatra.
This research is a type of research explanatory is the research that analyses the
relationship between a variable with another variable or how a variable affects other
variables. Methods of data analysis used is descriptive method and quantitative
methods, multiple linear regression. Processing the data using SPSS 17.0 for
windows. The data used are primary and secondary data. This study used samples of
92 respondents of the study.
The result of this research indicate that the variables product, price, promotion,
product ease of obtaining a positive and significant influence over decisions about the
purchase of Ten Mild cigarettes university law in north Sumatra. It can be seen from
the test results of simultaneous multiple linear regression. Based on the significant
partial test, that the variables product, price, promotion, , ease of obtaining the product
has positive and significant partial response to customer decisions. The most
dominant variables partial effect on the customer’s decision is the promotion variable.

Key words: product, price, promotion, ease of obtaining the product and
purchase decisions

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perusahaan merupakan salah satu pelaku ekonomi yang kegiatannya adalah
menghasilkan barang atau jasa yang dibutuhkan konsumen. Perusahaan berusaha
membuat suatu produk yang dapat memberikan kepuasan kepada konsumennya. Jika
produk dapat diterima oleh masyarakat atau konsumen berarti tujuan perusahaan telah
tercapai.
Dinamika persaingan bisnis yang semakin ketat antara berbagai kegiatan
dalam menghasilkan dan menjual produknya, memberikan pengaruh terhadap
pandangan bahwa perusahaan

harus

memberitahukan dan

memperkenalkan

produknya agar konsumen terdorong untuk membeli produk perusahaan melalui
kegiatan promosi dan penetapan harga yang sesuai. Kemudahan memperoleh produk
merupakan hal yang mempengaruhi terhadap keputusan pembelian suatu produk.
Keputusan pembelian merupakan sesuatu yang berhubungan dengan rencana
konsumen untuk membeli produk tertentu, serta berapa banyak unit produk yang
dibutuhkan pada periode tertentu (Setiadi, 2003:16). Para pemasar harus mempelajari
keinginan, persepsi, preferensi, dan perilaku belanja konsumen sasaran.
Indonesia merupakan negara urutan ketiga terbesar setelah negara Cina dan
India yang mengkonsumsi rokok. Rokok adalah barang yang banyak dikonsumsi
masyarakat dimana mereka mendapat sensasi kenikmatan tersendiri. . Rokok terdiri
atas berbagai jenis (www.indoexchange.com, 23 Februari 2011) antara lain Sigaret
Kretek Mesin (SKM), Sigaret Kretek Tangan (SKT), Sigaret Putih Mesin (SPM),

Universitas Sumatera Utara

Cerutu (CRT), Rokok Klobot (KLB), Klebak Meyan (KLM), dan Tembakau Iris
(TIS). Walaupun efek samping dari rokok sangat membahayakan kesehatan bahkan
mengakibatkan kematian dimana tercatat 400.000 jiwa/tahun di Indonesia meninggal
disebabkan oleh rokok. Untuk mengurangi penggunaan rokok di Indonesia telah
dikeluarkan UU no. 36 tahun 2009 yang mengamanatkan segera disahkannya
Peraturan Pemerintah tentang pengamanan produk tembakau sebagai zat adiktif.
Berdasarkan UU no. 36 tahun 2009 berapa daerah di Indonesia pun sudah
mengeluarkan peraturan pemerintah untuk menekan penggunaan zat adiktif ini seperti
Peraturan Walikota Pontianak no. 39 tahun 2009 tentang kawasan tanpa rokok dan
Peraturan Daerah Surabaya no. 5 tahun 2009 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR)
dan Kawasan Bebas Rokok (KTM) akan tetapi tetap saja masih banyak peminat
rokok. Untuk itu anggota DPR melalui komisi IX DPR telah membahas Rancangan
Undang-Undang (RUU) tentang pengendalian dampak tembakau terhadap kesehatan
sebagai upaya prefentif dan merupakan program legislasi nasional tahun 2010. Akan
tetapi Rancangan Undang-Undang ini belum mendapatkan persetujuan.

30

30

25
20
15
11,2
2,8

1,9

Amerika

R usia

Indonesia

India

C ina

0

1,8

1,7

T urki

4,5

J erman

4,8

Brasil

4,8

5

J epang

10

Gambar 1.1 Sembilan negara dengan konsumsi rokok terbesar
Sumber: WHO Report on Global Tobacco Epidemic, 2009 (23 Februari 2011 diolah)

Universitas Sumatera Utara

Gambar 1.1 menjelaskan bahwa Indonesia meraih peringkat ketiga dalam
mengkonsumsi rokok terbesar didunia. Industri rokok tidak pernah sepi karena
semakin hari semakin bertambah peminat rokok karena ternyata masyarakat Indonesia
terkadang tidak sadar membelanjakan banyak uangnya hanya untuk merokok.
Buktinya bila dikalkulasikan secara nasional, pengeluaran orang Indonesia untuk
membeli rokok mencapai rata-rata sekitar Rp. 50,48 triliun per tahun. Demikian hasil
simulasi Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LDFEUI)
yang disampaikan peneliti LDFEUI Prof Sri Moertiningsih Adioetomo di Jakarta.
Bahwa “Rata-rata pengeluaran nasional untuk tembakau rata-rata pengeluaran rumah
tangga perokok per bulan untuk membeli rokok pada tahun 2010 adalah Rp. 113.089,. Jumlah rumah tangga yang memiliki pengeluaran rokok adalah 37.460.582 rumah
tangga, sehingga pengeluaran untuk membeli rokok secara nasional tahun 2010
mencapai 37.460.582 x 113.08 x 12 = Rp. 50.48 triliun.
PT Djarum adalah perusahaan yang bergerak dalam industri rokok. Rokok Ten
Mild merupakan salah satu dari beberapa rokok yang diproduksi oleh PT Djarum.
Rokok Ten Mild pertama kali diproduksi bulan Agustus 2008. agar produknya dapat
dikenal oleh konsumen rokok Ten Mild melakukan kegiatan promosi dengan
mensponsori berbagai kegiatan seperti festival musik, roadrace, dan kegiatan lainnya
sehingga konsumen tertarik untuk melakukan pembelian. Selain itu penetapan harga
yang sesuai serta kemudahan untuk memperoleh produk, juga merupakan strategi
yang digunakan untuk memenangkan persaingan. Harga yang ditawarkan untuk 1
bungkus rokok Ten Mild adalah Rp6.500. Selain itu rokok Ten Mild juga dapat dibeli
dengan harga per batang di toko-toko kecil dan besar bahkan hingga di pinggir jalan
sekalipun, sehingga memudahkan konsumen untuk membeli rokok Ten Mild.
Tabel 1.1
Pangsa Pasar Industri Rokok Kretek di Indonesia Tahun 2010

Universitas Sumatera Utara

No
Perusahaan Rokok
1
PT SAMPOERNA
2
PT DJARUM
3
PT GUDANG GARAM
4
PT. BENTOEL
5
PERUSAHAAN LAIN
Sumber: www.Djarum.com 2010 (5 April 2011)

Pangsa Pasar
48,64
22,76
15,58
3,55
10,48

Tabel 1.1 menjelaskan bahwa pangsa pasar PT Djarum sebesar 22,76% dari
produk rokok lainnya. Dimana salah satu produk PT Djarum adalah rokok Ten Mild
dengan kadar nikotin yang rendah. Produk rokok Ten Mild dibuat dalam bentuk rokok
kretek dengan klasifikasi Sigaret Kretek Mesin (SKM).

Tahun
2008
2009
2010

Tabel 1.2
Volume Penjualan PT Djarum Perwakilan Medan
Rokok LA Lights dan Rokok Ten Mild 2008-2010
Penjualan rokok LA
Kenaikan Penjualan rokok Ten
LIGHTS (bungkus)
(%)
Mild (bungkus)
9.224.880
4.112.650
11.220.450
1,21
7.660.415
13.530.860
1,20
9.180.700

Kenaikan
(%)
1,86
1,19

Sumber: data primer diolah (5 April 2011)

Tabel 1.2 menjelaskan peningkatan volume penjualan PT Djarum yaitu rokok
LA Lights dan rokok Ten Mild. Dimana pada tahun 2009 rokok LA Lights mengalami
peningkatan sebesar 1,21% sedangkan rokok Ten Mild mengalami peningkatan
sebesar 1,86%. Tahun 2010 rokok LA Lights mengalami peningkatan sebesar 1,20%
sedangkan rokok Ten Mild mengalami peningkatan sebesar 1,19%.
Merokok tidak membatasi usia dari peminatnya. Banyak alasan yang
mempengaruhi para konsumen ini untuk mengkonsumsi rokok. Mulai dari gaya
hidup, pengaruh pergaulan, penikmat rokok itu sendiri, untuk dapat menghilangkan
stress, agar terlihat gaul dan keren, untuk menguruskan badan, menambah
kepercayaan diri dan lainnya.
Presentase perokok terbesar berdasarkan usia mulai merokok di Indonesia
adalah pada umur berkisar antara 15-19 tahun yang pada umumnya adalah para

Universitas Sumatera Utara

pelajar. Rokok bukanlah barang primer yang termasuk dalam jenis kebutuhan
manusia, tetapi pembelian rokok selalu ada dan seolah menjadi barang primer bagi
sebagian masyarakat. Para konsumen rokok mempunyai alasan yang berbeda-beda
dalam mengkonsumsi rokok.
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara merupakan pangsa
pasar yang potensial mengkonsumsi rokok Ten Mild. Hal ini dapat dilihat bahwa
banyak kegiatan yang dilakukan Fakultas Hukum disponsori rokok Ten Mild. Hal ini
mengakibatkan nama rokok Ten Mild sudah tidak asing lagi buat para mahasiswa
fakultas hukum universitas sumatera utara. Dimana para mahasiswa mulai
menyediakan dana untuk pembelian produk rokok Ten Mild tersebut. Hal ini dapat
dilihat dari tabel 1.3 hasil pra survey yang dilakukan oleh peneliti.
Tabel 1.3
Tingkat Penjualan Rokok di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara 2011
Penjualan
Ten Mild
LA lights
Sampoerna
Marlboro
(Bungkus)
(Bungkus)
(Bungkus)
(Bungkus)
Senin
6
12
22
16
Selasa
7
10
19
14
Rabu
6
11
18
12
Kamis
5
10
19
13
Jumat
4
7
14
10
Sabtu
2
4
10
7
Total
30
54
102
72
Sumber: data primer diolah (April 2011)

Tabel 1.3 menjelaskan selama seminggu penjualan rokok Ten Mild di fakultas
hukum berada di urutan ke empat sebanyak 30 bungkus, setelah rokok Sampoerna
sebanyak 102 bungkus, Marlboro 72 bungkus dan LA Lights 54 bungkus.
Hal ini menjadikan fenomena alasan bagi peneliti untuk membahas tentang
keputusan pembelian rokok Ten Mild. Faktor-faktor seperti produk, harga, promosi
dan kemudahan memperoleh produk merupakan landasan untuk mengetahui jawaban
dari fenomena tersebut. Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara
merupakan segmen pasar yang besar untuk konsumen rokok.

Universitas Sumatera Utara

Berdasarkan fenomena diatas, peneliti tertarik melakukan penelitian dengan
judul ”Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Dalam Pengambilan
Keputusan Pembelian Rokok Ten Mild Pada Mahasiswa Fakultas Hukum
Universitas Sumatera Utara”.
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, maka peneliti merumuskan masalah dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Apakah faktor produk, harga, promosi dan kemudahan memperoleh produk
berpengaruh terhadap keputusan pembelian rokok Ten Mild pada mahasiswa
Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara?
2. Apakah faktor yang paling dominan mempengaruhi keputusan pembelian
rokok Ten Mild pada mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sumatera
Utara?
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah:
a) Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh faktor produk, harga, promosi
dan kemudahan memperoleh produk terhadap keputusan pembelian rokok Ten
Mild pada mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.
b) Untuk mengetahui dan menganalisis faktor yang paling dominan yang
mempengaruhi keputusan pembelian produk rokok Ten Mild pada mahasiswa
Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat peneliti melakukan penelitian ini adalah:
1) Bagi perusahaan, untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh faktor produk,
harga, promosi dan kemudahan memperoleh produk terhadap keputusan

Universitas Sumatera Utara

pembelian rokok, agar dapat menentukan strategi apa yang digunakan dalam
pemasaran rokok Ten Mild pada mahasiswa Fakultas Hukum Univesitas
Sumatera Utara.
2) Bagi Peneliti lain, sebagai bahan referensi yang dapat memberikan
perbandingan dalam melakukan penelitian dalam bidang yang sama.
3) Bagi peneliti sendiri penelitian ini bermaanfaat untuk memperluas wawasan
berfikir dalam bidang pemasaran secara umum dan suatu kesempatan untuk
dapat menuangkan teori-teori yang diperoleh dari bangku kuliah dalam
penyusunan skripsi ini.

Universitas Sumatera Utara

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Uraian Teoritis
2.1.1 Pengertian Produk
Produk adalah penawaran nyata perusahaan pada dasarnya mereknya dan
penyajiannya (Kotler, 2001:126). Produk adalah suatu sifat yang kompleks baik dapat
diraba maupun dilihat termasuk kemasan, warna, harga, prestise perusahaan maupun
tingkat pelayanan perusahaan dan pengecer, yang diterima oleh pembeli untuk
memuaskan kebutuhan dan keinginannya (Sianipar, 2006:24). Hirarki produk dimulai
dari kebutuhan dasar sampai dengan item tertentu sampai dapat memuaskan
kebutuhan tertentu (Lubis, 2007:17). Karateristik produk harus digambarkan, yang
menekankan apa yang menjadikan produk tersebut lebih diminati daripada produk
sejenis yang ditawarkan oleh pesaing. Suatu produk mungkin diminati karena lebih
mudah dipakai, lebih efektif atau lebih awet. Keunggulan kompetitif apapun dari
suatu produk ini dengan produk sejenis dari pesaing harus dijelaskan.
Kategori Produk
Untuk membantu strategi pemasaran perusahaan dapat berjalan secara efektif,
pemasar membagi produk berdasarkan proses pembelian dan penggunaannya,
menjadi produk konsumsi dan produk industri.
1. Produk Konsumsi
Produk konsumsi adalah barang atau jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga
atau individual. Produk yang dibeli konsumen akan langsung dikonsumsi

Universitas Sumatera Utara

sendiri. Produk itu tidak akan digunakan sebagai bahan baku produksi barang
lain atau dijual kembali.

2. Produk Industrial
Produk industrial adalah barang atau jasa yang digunakan oleh perusahaan
untuk memproduksi barang atau jasa lain, atau dibutuhkan untuk kegiatan
operasional perusahaan.
2.1.2 Pengertian Harga
Harga merupakan satu-satunya unsur bauran pemasaran yang memberikan
pemasukan dan pendapatan dari perusahaan, sedangkan ketiga unsur lainnya (produk,
distribusi dan promosi) timbulnya biaya (pengeluaran). Disamping itu harga
merupakan unsur bauran pemasaran yang bersiat fleksibel, artinya dapat diubah
dengan cepat.
Menurut Kotler (2001:195), harga adalah nilai yang dipertukarkan konsumen
untuk suatu manfaat atas pengkonsumsian, penggunaan atau kepemilikan barang atau
jasa.
2.1.2.1 Tujuan Penetepan Harga
Penetapan harga merupakan suatu masalah jika perusahaan akan menetapkan
harga untuk pertama kalinya. Ini terjadi ketika perusahaan mengembangkan atau
memperoleh produk baru, ketika akan memperkenalkan produknya kesaluran
distribusi baru atau daerah baru, ketika akan melakukan penawaran atas suatu
perjanjian kerja baru. Perusahaan harus memutuskan dimana ia akan menempatkan
produknya berdasarkan mutu dan harga.
Menurut Kismono (2001:347), tujuan penetapan harga bagi perusahaan yaitu:
a. Mempertahankan kelangsungan operasi perusahaan

Universitas Sumatera Utara

Perusahaan menetapkan harga dengan mempertimbangkan biaya yang telah
dikeluarkan dan laba yang diinginkan. Dari laba tersebut perusahaan
mendapatkan dana yang dapat dipergunakan untuk jalannya operasi
perusahaan.
b. Merebut Pangsa Pasar (Market Share)
Perusahaan dapat menetapkan harga yang rendah sehingga dapat meraih lebih
banyak konsumen dan dapat merebut pangsa pasar pesaing.
c. Mengejar Keuntungan
Perusahaan dapat menetapkan harga yang bersaing agar bisa mendapatkan
keuntungan yang optimal bagi produknya.
d. Mendapatkan pengembalian modal (Return On Investment)
Agar perusahaan dapat cepat menutup biaya investasi, harga dapat ditetapkan
tinggi.
e. Mempertahankan Status Quo
Ditengah persaingan beragam, produk yang ditawarkan dipasar, produk yang
telah mendapatkan pangsa pasar perlu dipertahankan keberadaannya dengan
penetapan harga yang tepat.

2.1.2.2 Faktor-Faktor yang Dipertimbangkan dalam Penetapan Harga
Menurut Kotler&Amstrong (2001:154) secara umum ada dua faktor yang
perlu dipertimbangkan dalam penatapan harga yaitu:
a) Faktor Internal Perusahaan
Faktor utama yang menentukan dalam penetapan harga adalah tujuan
pemasaran perusahaan. Tujuan tersebut dapat berupa maksimalisasi laba,
mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan, meraih pangsa pasar yang

Universitas Sumatera Utara

besar, menciptakan kepemimpinan dalam hal kualitas, mengatasi persaingan,
melaksanakan tanggung jawab sosial, dan lain-lain.
b) Faktor Eksternal Perusahaan
1. Sifat Pasar dan Permintaan
Setiap perusahaan perlu memahami sifat pasar dan permintaan yang
dihadapinya, apakah termasuk pasar persaingan sempurna, persaingan
monopoli, maupun oligopoli. Faktor lainnya yang tidak kalah penting adalah
elastisitas permintaan.
2. Persaingan
Menurut Kotler (2001:26), ada lima kekuatan pokok yang berpengaruh
dalam persaingan suatu industri yang bersangkuatan, produk substitusi,
pemasok, pelanggan, dan ancaman pendatang baru, informasi yang dibutukan
untuk menganalisis karakteristik persaingan yang dihadapi antara lain
meliputi:
a) Jumlah Perusahaan dalam Industri
Bila hanya ada satu perusahaan dalam industri, maka secara teoritis
perusahaan yang bersangkutan bebas menetapkan harga. Akan tetapi
sebaliknya, bila industri terdiri atas banyak perusahaan, maka
persaingan harga terjadi.
b) Ukuran Relatif Setiap Anggota Industri.
Bila Perusahaan memiliki pangsa pasar yang besar maka perusahaan
dapat memegang inisiatif perubahan harga. Bila pangsa pasarnya kecil,
maka hanya menjadi pengikut.
c) Diferensiasi Produk

Universitas Sumatera Utara

Bila Perusahaan berpeluang melakukan diferensiasi dalam industrinya,
maka perusahaan tersebut dapat mengendalikan aspek penetapan
harganya, bahkan sekalipun perusahaan itu kecil dan banyak pesaing
dalam industri.
d) Kemudahan untuk memasuki industri yang bersangkutan
Bila suatu industri mudah untuk dimasuki, maka perusahaan yang ada
sulit mempengaruhi atau mengendalikan harga. Sedangkan bila ada
hambatan masuk ke pasar (barrier to market entry), maka perusahaanperusahaan

yang

sudah

ada

dalam

industri

tersebut

dapat

mengendalikan harga. Hambatan yang masuk ke dalam pasar dapat
berupa

persyaratan

teknologi,

investasi

modal

yang

besar,

ketidaktersediaan bahan baku pokok utama, skala ekonomi yang tidak
dicapai perusahaan-perusahaan yang sudah ada dan sulit diraih oleh
pendatang baru, kendali atas sumber daya alam oleh perusahaan yang
sudah ada, dan keahlian dalam pemasaran.
e) Unsur - Unsur Lingkungan Eksternal Perusahaan Lainnya
Selain faktor-faktor diatas, perusahaan juga perlu mempertimbangkan
faktor kondisi ekonomi, kebijakan dan peraturan pemerintah, dan
aspek sosial (kepedulian terhadap lingkungan).
2.1.3 Pengertian Promosi
Promosi merupakan fungsi pemberitahuan, pembujukan, dan pengimbasan
keputusan pembelian konsumen (Kotler, 2003:20). Perusahaan modern mengelolah
sistim komunikasi pemasaran (promosi) yang kompleks.
Promosi adalah komunikasi dari pesan-pesan perusahaan yang didesain untuk
menstimulus terjadinya kesadaran (awareness), ketertarikan (interest), dan berakhir

Universitas Sumatera Utara

dengan tindakan pembelian (purchase) yang dilakukan oleh pelanggan terhadap
produk atau jasa perusahaan (Kotler, 2003:22).
Suatu promosi dikatakan efektif jika promosi tersebut dapat mencuri perhatian
masyarakat. Saat melihat iklan yang ada ditelevisi, surat kabar, spanduk dan lain-lain
hal inilah yang disebut dengan komunikasi.
Beberapa alasan pemasar melakukan promosi:
1. Menyediakan informasi
Para penjual dapat menginformasikan kepada calon pelanggan tentang barang dan
jasa. Jelas terdapat garis antara menginformasikan dan membujuk, edukasi kerap kali
digunakan untuk membujuk, tetapi menyediakan informasi tetap merupakan bagian
penting dari banyak upaya promosional.
2. Merangsang permintaan
Para pemasar menginginkan konsumen membeli produknya, dan mereka
menggunakan promosi untuk membuat konsumen memikirkan tindakan seperti itu.
3. Membedakan produk
Organisasi mencoba untuk membedakan merek dan produknya melalui
penggunaan promosi, khususnya produk yang tidak banyak berbeda dari para
kompetitornya
4. Mengingatkan para pelanggan saat ini
Para pelanggan akan mengingat manfaat dari produk perusahaan dan bisa
mencegah berpaling pada saat mereka memutuskan untuk mengganti produknya.
5. Menghadang pesaing
Promosi digunakan untuk menghadang upaya pemasaran pesaing untuk melawan
kampanye periklanan.
6. Menjawab berita negatif

Universitas Sumatera Utara

Kompetisi bukanlah penjualan produk serupa dan perusahaan lainnya. Sering
terjadi perusahaan menjadi korban publisitas dan pemalsuan.
7. Memutuskan fluktuasi-fluktuasi permintaan
Promosi membantu mengisi kesenjangan yang ada diantara kepincangankepincangan dalam permintan. Membujuk para pengambil keputusan yang menjadi
pelanggan media promosi.
2.1.4 Pengertian Pemasaran
Pada umumnya setiap perusahaan menganut salah satu konsep atau filosofi
pemasaran, yaitu anggapan yang diyakini perusahaan sebagai dasar dari setiap
kegiatannya dalam memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen. Pemasaran
adalah fungsi bisnis yang mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan yang belum
terpenuhi, menentukan dan mengukur besarnya potensi keuntungan, menentukan
mana saja pasar target yang paling dapat dilayani organisasi, memutuskan berbagai
produk atau jasa, dan program yang paling tepat untuk melayani semua pasar yang
sudah dipilih sebelumnya, dan mengajak setiap orang dalam organisasi untuk selalu
berpikir dan melayani para pelanggan (Kotler 2005:6).
Menurut Kotler (2005:18), konsep-konsep yang bersaing yang digunakan oleh
organisasi pada kegiatan pemasaran mencakup:
1. Konsep Produksi
Pemasar yang berpegang pada konsep ini berorientasi pada proses produksi
(internal). Asumsi ini diyakini adalah konsumen hanya akan membeli produk-produk
yang murah dan gampang diperoleh. Dengan demikian kegiatan organisasi harus
difokuskan pada efisiensi biaya (produksi) dan ketersediaan produk (distribusi) agar
perusahaan dapat memperoleh keuntungan.
2. Konsep Produk

Universitas Sumatera Utara

Dalam konsep ini pemasaran beranggapan bahwa konsumen lebih menghendaki
produk-produk yang memiliki kualitas, kinerja, fitur atau penampilan superior.
Konsekuensinya, pencapaian tujuan bisnis perusahaan dilakukan melalui inovasi
produk, riset dan pengembangan dan pengendalian kualitas secara berkesinambungan.
3. Konsep Penjualan
Konsep ini merupakan konsep yang berorientasi pada tingkat penjualan dimana
pemasar beranggapan bahwa konsumen harus dipengaruhi agar penjualan meningkat.
Sehingga tercapai laba maksimum sebagaimana tujuan perusahaan. Dengan demikian
fokus kegiatan pemasaran adalah usaha-usaha memperbaiki teknik-teknik penjualan
dan kegiatan promosi secara intensif dan agresif agar mampu mempengaruhi dan
membujuk konsumen untuk membeli, sehingga pada gilirannya penjualan dapat
meningkat.
4. Konsep Pemasaran
Konsep pemasaran berorientasi pada pelanggan dengan anggapan bahwa
konsumen hanya akan bersedia membeli produk-produk yang mampu memenuhi
kebutuhan dan keinginannya serta memberikan kepuasan. Konsep pemasaran
menegaskan bahwa kesuksesan sebuah organisasi dalam mewujudkan tujuannya
sangat dipengaruhi oleh kemampuannya dalam mengidentifikasi kebutuhan dan
keinginan pasar sasarannya dan memberikan kepuasan yang diharapkan secara efektif
dan efisien daripada para pesaingnya.
5. Konsep Pemasaran Holistik
Konsep pemasaran holistik didasarkan pada pengembangan, perancangan dan
implementasi program pemasaran, proses pemasaran, dan kegiatan-kegiatan
pemasaran lainnya. Pemasaran holistik mengakui bahwa segala sesuatu bisa terjadi
dalam pemasaran. Empat komponen dari pemasaran holistik adalah pemasaran

Universitas Sumatera Utara

hubungan, pemasaran terpadu, pemasaran internal, dan pemasaran yang bertanggung
jawab sosial.
2.1.5 Kebutuhan, Keinginan dan Permintaan
Menurut Kotler (2003:11), pemasaran adalah suatu proses sosial dan
manejerial dimana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan
mereka dengan menciptakan, menawarkan dan bertukar sesuatu yang bernilai satu
sama lain. Defenisi ini berdasarkan pada konsep : kebutuhan, keinginan dan
permintaan, produk nilai, biaya dan kepuasan, pertukaran, transaksi dan hubungan,
pasar dan pemasaran serta pemasar.
Ada perbedaan antara kebutuhan, keinginan, dan permintaan. Kebutuhan
manusia adalah pada saat keadaan merasa tidak memiliki kepuasan mendasar.
Manusia membutuhkan

makanan, pakaian, rumah, perlindungan, keamanan, hak

milik, harga diri, dan beberapa hal lain untuk bisa hidup. Kebutuhan ini tidak
diciptakan oleh masyarakat atau pemasar, namun sudah terukir dalam hayati serta
kondisi manusia.
Keinginan adalah hasrat akan pemuas tertentu dari kebutuhan tersebut.
Walaupun kebutuhan manusia sedikit, tetapi keinginan konsumen banyak. Keinginan
manusia dibentuk oleh kekuatan dan institusi sosial, seperti keluarga, sekolah, dan
perusahaan. Permintaan adalah keinginan akan sesuatu produk yang didukung dengan
kemampuan serta ketersedian membelinya. Dengan kata lain, keinginan menjadi
permintaan jika didukung dengan daya beli.
Dalam Kotler (2005:216) menurut Maslow ada lima kebutuhan manusia
berdasarkan tingkat kepentingannya mulai dari yang paling rendah yaitu kebutuhan
fisik (makanan, minuman, tempat tinggal), kebutuhan keamanan (keamanan dan
perlindungan), kebutuhan sosial (perasaan diterima sebagai anggota kelompok,

Universitas Sumatera Utara

dicintai), kebutuhan penghargaan (harga diri, pengakuan, status), dan kebutuhan yang
paling tinggi yaitu kebutuhan aktualisasi diri (pamahaman dan pengembangan diri).
Menurut Maslow manusia cenderung memenuhi kebutuhan rendah terlebih dahulu,
sebelum memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi.
2.1.6 Pengertian Keputusan Pembelian
Keputusan pembelian merupakan pernyataan mental konsumen untuk
merefleksikan rencana pembelian sejumlah produk dengan merek tertentu.
Pengetahuan akan keputusan pembelian sangat diperlukan para pemasar untuk
mengetahui niat konsumen terhadap suatu produk maupun untuk memprediksi
perilaku konsumen di masa mendatang (Setiadi 2003:167).
2.1.7 Tahap-Tahap Pembelian
Sebelum melakukan pembelian biasanya konsumen melewati tahapan-tahapan
sebagai berikut :
1. Pengenalan Kebutuhan
Tahap awal dimana seseorang memiliki kebutuhan dan keinginannya yang
harus dipenuhi. Perasaan ini bisa dipicu dari dalam diri sendiri atau dari luar
diri.
Seperti : teman-teman dan keluarga
2. Mencari Informasi
Tahap dimana konsumen akan mencari informasi yang berkaitan dengan
produk yang akan dibeli. Informasi ini ada yang didapat dari pengalaman
sendiri atau dari jalur komersial.
Seperti : iklan-iklan di koran dan majalah
3. Evaluasi Alternatif

Universitas Sumatera Utara

Setelah memiliki informasi yang cukup konsumen dapat mengevaluasi
alternatif pilihan mana yang paling menguntungkan dari segi harga, kualitas
atau merek produk yang akan dibeli.
4. Keputusan Pembelian
Tahap dimana konsumen melakukan pembelian terhadap produk yang telah
dievaluasi sebelumnya.
5. Perilaku setelah Pembelian
Menyangkut puas tidaknya konsumen terhadap produk yang telah dibeli, jika
konsumen merasa puas maka dapat diprediksi dia akan mengkonsumsi lagi
produk tersebut atau jika konsumen merasa tidak puas maka ia cenderung
akan beralih pada produk pesaing.
Pengenalan
kebutuhan

Mencari
informasi

Evaluasi
alternatif

Keputusan
pembelian

Perilaku
purna beli

Gambar 2.1 Tahap pengambilan keputusan
Sumber (Kotler 2005:224)

2.2 Penelitian Terdahulu
Penelitian tentang keputusan pembelian yang dilakukan oleh konsumen telah
dilakukan oleh Sianturi (2006) dengan judul “ Analisis Faktor-Faktor yang
Mempengaruhi Keputusan Pembelian Rumah pada Perumahan Citra Wisata Medan ”.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh faktor
harga, pendapatan, lokasi dan fasilitas terhadap keputusan pembelian rumah pada
Perumahan Citra Wisata Medan, dan faktor harga yang paling dominan. Populasi
penelitian ini adalah pembeli rumah sekaligus penghuni pada Perumahan Citra Wisata
Medan. Populasi penelitian ini berjumlah 500 kepala keluarga yang memiliki rumah
di Citra Wisata. Teknik pengambilan sampelnya adalah dengan menggunakan metode

Universitas Sumatera Utara

Purposive Sampling yaitu 10% dari jumlah populasi itu yaitu sebanyak 50 orang
pemilik rumah di Citra Wisata Medan. Metode penelitian ini yang digunakan adalah
metode analisis deskriptif dan metode analisis linear berganda dengan menggunakan
uji simultan, uji parsial, dan analisis determinasi. Kesimpulan yang diperoleh dari
hasil penelitian bahwa secara simultan faktor harga, pendapatan, lokasi dan fasilitas
mempengaruhi keputusan pembelian rumah pada Perumahan citra Wisata Medan. Ini
berarti hipotesis diterima. Dan secara parsial dapat dilihat bahwa faktor harga
merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi keputusan pembelian rumah
pada Perumahan citra Wisata Medan.

2.3 Kerangka Konseptual
Karateristik dan proses pengambilan keputusan pembelian akan menghasilkan
keputusan pembelian tertentu. Keputusan pembelian dari pembeli sangat dipengaruhi
oleh marketing mix yang dikenal dengan 4P yang terdiri dari product, price, place,
dan promotion. Berdasarkan marketting mix diatas maka peneliti membuat kerangka
konseptual yang terdiri dari produk, harga, promosi dan kemudahan memperoleh
produk terhadap keputusan pembelian. Secara sederhana kerangka konseptual di
dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Faktor-faktor yang mempengaruhi
pembelian (X)
- Faktor Produk (XI)
- Faktor Harga (X2)
- Faktor Promosi (X3)
- Faktor Kemudahan
memperoleh Produk(X4)

Keputusan Pembelian (Y)

Gambar 2.2 Kerangka Konseptual
Sumber : (Setiadi, 2003:25) diolah penulis

Gambar 2.2 menjelaskan bahwa terjadinya keputusan pembelian disebabkan
karena adanya faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam mengambil
keputusan pembelian. Keputusan pembelian disebabkan karena adanya faktor

Universitas Sumatera Utara

kebutuhan atau rangsangan penjualan. Rangsangan ini akan menjadi pusat ingatan
bagi calon pembeli tergantung kepada pemahaman, perhatian, dan penerimaan calon
konsumen itu sendiri terhadap kebutuhan atau stimulus yang datang kepadanya.
Namun pun demikian keputusan pembelian sangat dipengaruhi oleh karakter pembeli
yang terdiri dari faktor :
1. Budaya, termasuk di dalamnya adalah tata nilai, preferensi, kelas sosial.
2. Sosial, termasuk di dalamnya adalah kelompok acuan, keluarga, peran, dan
status.
3. Pribadi (perorangan), termasuk di dalamnya adalah usia dan siklus hidup,
pekerjaan, keadaan ekonomi, gaya hidup, kepribadian dan konsep diri.
4. Psikologis (kejiwaan)
Keempat faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen tersebut dalam penelitian ini
menjadi rujukan bagi terbentuknya variabel yang mempengaruhi keputusan
pembelian. Variabel-variabel yang mempengaruhi proses keputusan pembelian oleh
konsumen sangat bermanfaat sebagai tahap pengenalan kebutuhan dan pencarian
informasi, yang akan membangkitkan kesadaran konsumen untuk melakukan evaluasi
alternatif yang akan menghasilkan keputusan pemb

Dokumen yang terkait

Dokumen baru

Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Dalam Pengambilan Keputusan Pembelian Rokok Ten Mild Pada Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara