Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara Dalam Melakukan Pembelian Impulsif Pada Carrefour Citra Garden Padang Bulan Medan

SKRIPSI

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MAHASISWA
FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA DALAM
MELAKUKAN PEMBELIAN IMPULSIF PADA CARREFOUR
CITRA GARDEN PADANG BULAN MEDAN

OLEH

BERNARD
070502141

PROGRAM STUDI STRATA I MANAJEMEN
DEPARTEMEN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Judul penelitian ini adalah Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara dalam Melakukan
Pembelian Impulsif pada Carrefour Citra Garden Padang Bulan Medan. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor display produk, suasana toko, tata
letak, dan promosi penjualan dalam mempengaruhi perilaku pembelian impulsif
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara pada Carrefour Citra
Garden Padang Bulan Medan.
Jenis penelitian ini adalah penelitian asosiatif, dan data yang digunakan
adalah data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui studi dokumentasi
dan kuesioner yang pengukurannya menggunakan skala likert dan diolah secara
statistik dengan program SPSS 15.00 for windows. Metode analisis yang
digunakan adalah metode analisis deskriptif dan metode analisis regresi berganda.
Hasil yang didapat dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan
display produk,suasana toko, tata letak, dan promosi penjualan, berpengaruh
positif dan signifikan terhadap pembelian impulsif mahasiswa Fakultas Hukum
Universitas Sumatera Utara. Secara parsial dapat dilihat bahwa variabel promosi
penjualan merupakan variabel yang paling dominan mempengaruhi pembelian
impulsif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara pada Carrefour
Citra Garden Padang Bulan Medan. Nilai Adjusted R Square = 0,629, berarti 62,9
% faktor-faktor keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh variabel bebas
(attractiveness, trustworthiness, dan expertise) sedangkan sisanya 37,1%
dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Kata Kunci: display produk, suasana toko, tata letak, promosi penjualan dan
pembelian implsif

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT
The title of this research is Analysis Factors were Influencing recht faculty
students from University of north sumatra to make impulsif buying in Carrefour
Citra Garden Padang Bulan Medan. The objective of this research is to analyse
factors which are product display, athmosphere, settings and sales promotion in
influencing impulsif buying behaviour of recht faculty students from University of
north sumatra in Carrefour Citra Garden Padang Bulan Medan.
This research is kind of assosiative research. The data that used by this
research are primary and secondary data, and it was got from documentation and
also from questionaires. This research was measured by using likert scale and
operated statistically with SPSS 15.0 for windows program. The analysis methods
that used are descriptive analysis method and doubled linear regression Method.
The result out from this research are: Simultantly, product display,
athmosphere, settings and sales promotion, positively and significantly
influencing impulsif buying behaviour of recht faculty students from University of
north sumatra in Carrefour Citra Garden Padang Bulan Medan. Separately we
can see that sales promotion is the most dominant influencing variable toward the
impulsif buying behaviour of recht faculty students from University of north
sumatra in Carrefour Citra Garden Padang Bulan Medan. The Adjusted R Square
= 0.629, it means about 6.29% factors of impulsive buying could be explained by
the independent variable (product display, athmosphere, settings and sales
promotion), and the residue about 37.1% is explained by another factors that not
included in this research.
Keywords: product display, athmosphere, settings, sales promotion and impulsive
buying.

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR

Segala Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yesus Kristus,
atas kasih karunia, bimbingan dan berkatNya penulis dapat menyelesaikan skripsi
ini. Tujuan penulisan skripsi ini adalah sebagai salah satu syarat guna memperoleh
gelar sarjana ekonomi Departemen Manajemen pada Universitas Sumatera Utara.
Pada kesempatan yang berbahagia ini, penulis ingin mengucapkan terima
kasih sebesar-besarnya kepada kedua orang tua penulis, Ayahanda W. Aritonang
dan Ibunda S. Hutabarat. Terima kasih buat doa, kasih, nasehat, motivasi, dan
kerja keras dalam membesarkan dan mendidik penulis.
Penulis juga telah banyak memperoleh banyak masukan, bimbingan,
nasihat, motivasi, dan doa dari berbagai pihak selama perkuliahan hingga
penulisan skripsi ini. Penulis ingin menyampaikan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada:
1. Bapak Drs. Jhon Tahbu Ritonga, M.Ec selaku Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara.
2. Ibu Dr. Isfenti Sadalia, SE, ME selaku Ketua Departemen Manajemen FE
USU.
3. Ibu Dra. Marhayanie, MSi selaku Sekretaris Departemen Manajemen Fakultas
Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
4. Ibu Dr. Endang Sulistya Rini, SE, MSi selaku Ketua Program Studi
Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

Universitas Sumatera Utara

5. Ibu Dra. Marhaini, MSi

selaku Dosen Pembimbing yang telah berkenan

meluangkan waktu untuk membimbing penulis dalam proses penulisan serta
penyusunan skripsi ini.
6. Ibu Arlina Nurbaity Lubis, SE, MBA selaku Dosen Penguji I .
7. Bapak Drs. Raja Bongsu Hutagalung selaku Dosen Penguji II.
8. GMKI Komisariat FE USU sebagai ‘kampus kedua’ yang mejadi tempat
belajar dan berproses yang memberikan pengalaman berharga dan memboboti
penulis dengan pengalaman-pengalaman spiritualitas, intelektualitas serta
kreativitas yang lebih dari materi perkuliahan.
9. Seluruh teman-teman seperjuangan di GMKI FE USU. Terimakasih atas
ikatan kebersamaan yang kita jalani, tetaplah kita saling bahu-membahu
menanggung beban.
10. Adik-adik Penulis; Richard Aritonang, Ricky Aritonang, Putri D Aritonang
terima kasih atas dukungan, semangat, dan doanya.
11. Threeska Hutabarat yang selalu memberi dorongan semangat dan doa untuk
penulis dalam menyelesaikan penelitian ini. Terimakasih, naisahuoyevoli.
12. Teman-teman lain yang tidak dapat disebutkan namanya satu persatu, yang
telah banyak membantu penulis baik moril maupun materil.
Semoga Tuhan memberikan balasan yang berlipat ganda atas kasih dan
jasa-jasa mereka. Penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi setiap
pembaca yang mempelajarinya. Akhir kata penulis ingin menutup dengan sebuah
semboyan.“Tinggilah iman kita, tinggilah ilmu kita, tinggilah pengabdian kita”
Ut Omnes Unum Sint, Syalom.

Universitas Sumatera Utara

Penulis

Bernard
DAFTAR ISI

Halaman
ABSTRAK.......................................................................................................... i
ABSRACT .......................................................................................................... ii
KATA PENGANTAR ....................................................................................... iii
DAFTAR ISI ..................................................................................................... v
DAFTAR TABEL ............................................................................................ vii
DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... viii
DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................... ix
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ................................................................................... 1
1.2 Perumusan Masalah ............................................................................ 5
1.3 Tujuan Penelitian ................................................................................ 5
1.4 Manfaat Penelitian .............................................................................. 5
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Perilaku Konsumen ............................................................................ 7
2.2 Pembelian Impulsif ............................................................................. 8
2.3 Display Produk ................................................................................... 9
2.4 Suasana Lingkungan Toko ............................................................... 10
2.5 Tata Letak ....................................................................................... 11
2.6 Promosi Penjualan ............................................................................ 12
2.7 Usaha Eceran .................................................................................... 13
2.8 Tahap-tahap Pembelian..................................................................... 16
2.9 Penelitian Terdahulu ......................................................................... 18
2.10 Kerangka Konseptual...................................................................... 19
2.11 Hipotesis Penelitian ........................................................................ 20
BAB III. METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian ................................................................................. 21
3.2 Batasan Operasional ......................................................................... 21
3.3 Definisi Operasional Variabel ........................................................... 21
3.4 Skala Pengukuran Variabel ............................................................... 23
3.5 Tempat dan Waktu Penelitian ........................................................... 23

Universitas Sumatera Utara

3.6 Populasi dan Sampel ......................................................................... 23
3.7 Jenis sumber data .............................................................................. 25
3.8 Teknik Pengumpulan Data ................................................................ 25
3.9 Uji Validitas dan Reliabilitas ............................................................ 26
3.10 Teknik Analisis Data ...................................................................... 27
BAB IV. ANALISIS DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum Perusahaan ........................................................... 31
4.2 Uji Validitas dan Reliabilitas ............................................................ 40
4.3 Metode Analisis Deskriptif ............................................................... 45
4.4 Uji Asumsi Klasik ............................................................................ 51
3.5 Metode Analisis Regresi Berganda ................................................... 57
3.6 Uji Hipotesis ..................................................................................... 59
4.7 Pembahasan ...................................................................................... 64
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan ...................................................................................... 69
4.2 Saran ................................................................................................ 70
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 72
LAMPIRAN ..................................................................................................... 74

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 3.1 Definisi Operasional Variabel............................................................... 22
Tabel 4.1 Uji Validitas ......................................................................................... 41
Tabel 4.2 Uji Validitas ......................................................................................... 43
Tabel 4.3 Uji Reliabilitas ..................................................................................... 44
Tabel 4.4 Uji Reliabilitas ..................................................................................... 44
Tabel 4.5 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ............................ 45
Tabel 4.6 Karakteristik Responden Berdasarkan Frekuensi Berbelanja ................. 46
Tabel 4.7 Karakteristik Responden Berdasarkan Alasan Berbelanja ..................... 46
Tabel 4.8 Karakteristik Responden Berdasarkan Waktu Berbelanja ...................... 47
Tabel 4.9 Distribusi Jawaban Responden terhadap Variabel X1 ............................ 47
Tabel 4.10 Distribusi Jawaban Responden terhadap Variabel X2 .......................... 48
Tabel 4.11 Distribusi Jawaban Responden terhadap Variabel X3 .......................... 49
Tabel 4.12 Distribusi Jawaban Responden terhadap Variabel X4 .......................... 49
Tabel 4.13 Distribusi Jawaban Responden terhadap Variabel Y ........................... 50
Tabel 4.14 Uji Kolmogorov-smirnov ................................................................... 54
Tabel 4.15 Uji Multikolinearitas .......................................................................... 56
Tabel 4.16 Analisis Regresi Berganda .................................................................. 57
Tabel 4.17 Analisis Regresi Berganda .................................................................. 58
Tabel 4.18 Uji T................................................................................................... 60
Tabel 4.19 Uji F ................................................................................................... 63
Tabel 4.20 Uji Koefisien Determinasi .................................................................. 64

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 2.1 Skema Tahapan Pembelian ............................................................. 18
Gambar 2.2 Kerangka Konseptual...................................................................... 20
Gambar 4.1 Histogram ....................................................................................... 52
Gambar 4.2 Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual ................... 53
Gambar 4.3 Scatterplot ...................................................................................... 55

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran
Halaman
1. Kuesioner ............................................................................................. 74
2. Data Uji Validitas dan Reliabilitas ........................................................ 77
3. Uji Normalitas ...................................................................................... 78
4. Uji Heteroskedastisitas ......................................................................... 80
5. Uji Multikolinearitas ............................................................................ 81
6. Analisis Regresi Linear Berganda ......................................................... 82
7. Tabulasi Hasil Kuesioner Penelitian ...................................................... 83

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Judul penelitian ini adalah Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara dalam Melakukan
Pembelian Impulsif pada Carrefour Citra Garden Padang Bulan Medan. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor display produk, suasana toko, tata
letak, dan promosi penjualan dalam mempengaruhi perilaku pembelian impulsif
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara pada Carrefour Citra
Garden Padang Bulan Medan.
Jenis penelitian ini adalah penelitian asosiatif, dan data yang digunakan
adalah data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui studi dokumentasi
dan kuesioner yang pengukurannya menggunakan skala likert dan diolah secara
statistik dengan program SPSS 15.00 for windows. Metode analisis yang
digunakan adalah metode analisis deskriptif dan metode analisis regresi berganda.
Hasil yang didapat dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan
display produk,suasana toko, tata letak, dan promosi penjualan, berpengaruh
positif dan signifikan terhadap pembelian impulsif mahasiswa Fakultas Hukum
Universitas Sumatera Utara. Secara parsial dapat dilihat bahwa variabel promosi
penjualan merupakan variabel yang paling dominan mempengaruhi pembelian
impulsif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara pada Carrefour
Citra Garden Padang Bulan Medan. Nilai Adjusted R Square = 0,629, berarti 62,9
% faktor-faktor keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh variabel bebas
(attractiveness, trustworthiness, dan expertise) sedangkan sisanya 37,1%
dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Kata Kunci: display produk, suasana toko, tata letak, promosi penjualan dan
pembelian implsif

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT
The title of this research is Analysis Factors were Influencing recht faculty
students from University of north sumatra to make impulsif buying in Carrefour
Citra Garden Padang Bulan Medan. The objective of this research is to analyse
factors which are product display, athmosphere, settings and sales promotion in
influencing impulsif buying behaviour of recht faculty students from University of
north sumatra in Carrefour Citra Garden Padang Bulan Medan.
This research is kind of assosiative research. The data that used by this
research are primary and secondary data, and it was got from documentation and
also from questionaires. This research was measured by using likert scale and
operated statistically with SPSS 15.0 for windows program. The analysis methods
that used are descriptive analysis method and doubled linear regression Method.
The result out from this research are: Simultantly, product display,
athmosphere, settings and sales promotion, positively and significantly
influencing impulsif buying behaviour of recht faculty students from University of
north sumatra in Carrefour Citra Garden Padang Bulan Medan. Separately we
can see that sales promotion is the most dominant influencing variable toward the
impulsif buying behaviour of recht faculty students from University of north
sumatra in Carrefour Citra Garden Padang Bulan Medan. The Adjusted R Square
= 0.629, it means about 6.29% factors of impulsive buying could be explained by
the independent variable (product display, athmosphere, settings and sales
promotion), and the residue about 37.1% is explained by another factors that not
included in this research.
Keywords: product display, athmosphere, settings, sales promotion and impulsive
buying.

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Globalisasi perekonomian membentuk negara-negara di seluruh dunia
menjadi suatu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi tanpa rintangan batas
teritorial negara. Globalisasi ekonomi akan membuka peluang pasar produk dari
dalam negeri ke pasar internasional secara kompetitif, sebaliknya juga membuka
peluang

masuknya

produk-produk

global

ke

dalam

pasar

domestik

(Wikipedia.com).
Terbukanya

peluang

bisnis

bagi

pelaku

bisnis

asing

untuk

mengembangkan bisnisnya di Indonesia, perkembangan uasaha manufaktur dan
oleh upaya yang dilakukan pemerintah untuk mendorong perkembangan ritel
mengakibatkan tumbuhnya ritel modern yang begitu pesat. Meningkatnya jumlah
bisnis ritel modern di Indonesia menciptakan persaingan yang ketat sehingga
bisnis ritel sangant membutuhkan pemahaman mendalam terhadap perilaku
konsumen untuk bisa memenangkan persaingan.
Konsumen yang dinamis dan interaksinya dengan aspek lain dalam proses
pengambilan keputusan pembelian begitu unik dan sangat beragam. Ragam
konsumen secara psikologis tercermin dari motivasi, sikap dan persepsi mereka.
Keanekaragaman ini menciptakan variasi dalam proses pengambilan keputusan
pembelian. Sebagian konsumen cenderung tidak memahami secara mendalam
motivasinya melakukan pembelian (Ferrinadewi, 2008:v). Karakteristik seperti ini

Universitas Sumatera Utara

mengindikasikan perilaku konsumen yang mudah terpengaruh untuk mengambil
keputusan pembelian tertentu yang tidak direncanakan sebelumnya atau yang
disebut impulsive buying.
Menurut Hirschman dan Stern (dalam Winardi, 1998:176-177) pembelian
impulsif adalah kecendrungan konsumen untuk melakukan pembelian secara
spontan, tidak terrefleksi, secara terburu-buru, dan didorong oleh aspek psikologis
emosional terhadap suatu produk dan tergoda oleh persuasi dari pemasar.
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Nielsen, ternyata 85%
pembelanja di ritel modern Indonesia cenderung untuk berbelanja sesuatu yang
tidak direncanakan. Sebesar 61% konsumen biasanya memang merencanakan
membeli sesuatu sehingga mereka datang ke ritel. Namun demikian, mereka
kadang-kadang juga membeli sesuatu yang lain. Artinya mereka juga melakukan
pembelian yang tidak direncanakan. Sebanyak 13% konsumen selalu membeli
yang lain, dan bahkan 10% benar-benar tidak merencanakan untuk membeli
(Rosidi, Purwaningsih, dkk, 2010:2-3).
Pembelian impulsif mempunyai dasar pertimbangan yang masuk akal.
Sistem penjualan dengan swalayan dan tata ruang terbuka menimbulkan situasi
pemasaran dimana konsumen menjadi lebih tertarik pada produk dikarenakan
bagaimana produk tersebut dipajang (Setiadi, 2003:356).
Memang wajar jika seorang konsumen datang ke supermarket atau
hipermarket karena dorongan untuk membeli sesuatu. Namun kebiasaan membeli
tanpa perencanaan selalu hinggap di benak konsumen pada saat masuk ke ritel
tersebut. Karena itu sejumlah pemasar memilih untuk banyak melakukan aktivitas

Universitas Sumatera Utara

pemasaran langsung di ritel modern. Tujuannya agar menarik konsumen
melakukan impulsif buying.
Lingkungan dalam toko seperti musik, pencahayaan, paduan warna, ruang
yang cukup merupakan rangsangan yang diciptakan pada lokasi perbelanjaan guna
menarik perhatian konsumen untuk melakukan pembelian. Suasana toko biasanya
diatur sedemikian rupa sehingga konsumen yang datang ke toko merasa nyaman
dan senang terhadap keadaan sekitarnya. Hal ini secara tidak langsung
mengakibatkan konsumen dikendalikan oleh suasana toko tersebut dan kehilangan
logika berbelanja dan melakukan pembelian yang tidak direncanakannya (Sunarto,
2007:91-93). Suasana dan lingkungan dalam toko yang cenderung menstimulus
terciptanya pembelian oleh konsumen sebaiknya didukung oleh program promosi
untuk merangsang lebih banyak konsumen untuk berkunjung ke toko.
Berbeda dengan iklan yang bertujuan untuk kesadaran dan citra dalam
jangka panjang, peritel butuh alat untuk merangsang pembeli mempercepat
pembelian transaksi, yaitu promosi penjualan seperti: sale/diskon, demonstrasi,
harga premi, kupon atau voucher games, undian, kontes, frequent shopper
programs, fashion shows, kue ulang tahun, atau ucapan.
Carrefour merupakan hypermarket yang

banyak dikunjungi oleh

masyarakat khususnya di Medan sehingga memiliki kemungkinan besar terjadinya
perilaku pembelian impulsif oleh pengunjungnya. Carrefour biasanya berlokasi di
daerah yang strategis misalnya Carrefour Plaza Medan Fair dan Carrefour Citra
Garden Padang Bulan yang memungkinkan banyak masyarakat datang ke
Carrefour untuk berbelanja. Semua kebutuhan sehari-hari hingga barang

Universitas Sumatera Utara

elektronik tersedia di toserba ini. Keyamanan dan kebersihan lokasi berbelanja
sangat terjaga dengan baik.
Carrefour yang berlokasi di daerah Padang Bulan sangat mudah dijangkau
oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara yang termasuk pengunjung
hipermarket ini dan tinggal di sekitar lokasi Padang Bulan. Perilaku pembelian
impulsif pada mahasiswa didukung dengan adanya fasilitas ATM BNI di lokasi
Carrefour ini. Penulis memandang perilaku pembelian impulsif mahasiswa
Universitas Sumatera Utara pada Carrefour Padang Bulan perlu diangkat dalam
sebuah bentuk penelitian.
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara dilihat dari jenis
studinya memiliki kajian ilmu yang bersifat sistematis, tetapi hal itu tidak terlihat
dalam perilaku khususnya perilaku pengambilan keputusan pembelian. Melihat
dari tanya jawab yang penulis lakukan banyak mahasiswa Fakultas Hukum yang
melakukan pembelian impulsif pada Carrefour Padang Bulan.
Berdasarkan permasalahan tersebut maka penulis tertarik melakukan
penelitian dengan judul “Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara dalam Melakukan
Pembelian Impulsif pada Carrefour Citra Garden Padang Bulan Medan”.

Universitas Sumatera Utara

1.2 Perumusan masalah
Berdasarkan latar belakang yang diuraikan maka didapat sebuah
Perumusan masalah dalam penelitian ini yaitu :
“Apakah faktor-faktor, yang terdiri dari

display produk, suasana

lingkungan toko, tata letak dan promosi penjualan mempengaruhi
mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara secara signifikan
dalam melakukan pembelian impulsif pada Carrefour Citra Garden Padang
Bulan Medan?”

1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang dapat
mempengaruhi mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara dalam
melakukan pemelian impulsif pada Carrefour Citra Garden Padang Bulan Medan.

1.4 Manfaat Penelitian
1.4.1 Bagi Perusahaan
Penelitian ini dapat memberikan informasi dan masukan yang dapat
menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan kebijakan dan strategi
pemasaran yang lebih efektif dalam meningkatkan volume penjualan.
1.4.2 Bagi Peneliti
Penelitian ini merupakan suatu kesempatan bagi peneliti untuk
menerapkan teori-teori dan literatur yang diperoleh di bangku kuliah,

Universitas Sumatera Utara

serta memperdalam pengetahuan dan memperluas cakrawala berfikir
ilmiah dalam bidang manajemen pemasaran.
1.4.3 Bagi Peneliti Selanjutnya
Penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan perbandingan dan
referensi bagi pihak lain dalam melakukan penelitian terhadap objek
atau masalah yang sama di masa yang akan datang.

Universitas Sumatera Utara

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Perilaku Konsumen
Istilah perilaku erat hubungannya dengan permasalahan manusia. Perilaku
konsumen adalah tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan,
mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa yang termasuk proses
keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan ini (Setiadi, 2003:3).
Perilaku konsumen merupakan salah satu aspek penting dalam pemasaran, karena
melalui pemahaman tentang perilaku konsumen pemasar dapat memahami
harapan pelanggan tentang produknya, sehingga perilaku pelanggan sebagai fokus
bisnis saat ini dapat lebih dipahami oleh pemasar (Tjiptono, 2003:38).
Menurut Schiffman dan Kanuk (dalam Tjiptono 2003:40), perilaku
konsumen adalah perilaku yang ditunjukkan oleh konsumen dalam mencari,
membeli, menggunakan, mengevaluasi dan menghentikan konsumsi produk, jasa
dan gagasan. Sehingga dapat dikatakan bahwa perilaku individu dalam
mendapatkan dan mengkonsumsi produk baik barang maupun jasa merupakan
bagian dari proses pengambilan keputusan yang dilakukannya.
Perilaku konsumen menurut Kotler (2003:203) dapat dipahami melalui
rangsangan pemasaran dan lingkungan yang masuk ke kesadaran pembeli serta
karakteristik pembeli dan proses pengambilan keputusannya yang kemudian
menghasilkan keputusan pembelian tertentu. Adapun faktor-faktor yang
mempengaruhi perilaku konsumen tersebut adalah faktor sosial, budaya , pribadi

Universitas Sumatera Utara

dan kekuatan psikologis, dimana faktor budaya dikatakan mempunyai pengaruh
yang paling luas dan dalam.

2.2 Pembelian Impulsif
Barang tipe impulse item adalah baramg-barang yang dibeli pelanggan
dengan spontan (tanpa perencanaan). Nilai pembelian jenis ini seringkali cukup
besar (Sunarto, 2007:90)
Pembelian impulsif didefenisikan sebagai tindakan membeli yang
dilakukan tanpa memiliki masalah sebelumnya atau maksud/niat membeli yang
terbentuk sebelum memasuki toko. Pembelian impulsif dapat dijelaskan sebagai
pilihan yang dibuat pada saat itu juga karena perasaan positif yang kuat mengenai
suatu benda (Mowen dan Minor, 2005:65).
Pikiran manusia memiliki ide-ide dan rangsangan yang bersifat sadar dan
ada kalanya bersifat bawah sadar keduanya sama-sama berpengaruh terhadap
perilaku pembelian seorang individu. Manusia tidak sepenuhnya menyadari motif
pembelian mereka dan bahkan tidak menunjukkan alasan-alasan riil mereka
mengapa mereka membeli atau tidak membeli. Para pemasar sudah mengetahui
sejak lama bahwa sering kali terdapat perbedaan luas antara apa yang dinyatakan
orang-orang akan dibeli dan apa yang sebenarnya mereka beli (Winardi, 1998:
176-177).

Universitas Sumatera Utara

Pembelian tidak terencana mempunyai dasar pertimbangan yang masuk
akal. Sistem penjualan sendiri (Self service) dan tata ruang yang terbuka (open
display) telah menimbulkan situasi pemasaran dimana perencanaan dapat ditunda
sampai pembeli masuk ke dalam toko (Setiadi, 2003:356).
Hal-hal yang mempengaruhi konsumen untuk melakukan impulsive buying
menurut Rosidi, Purwaningsih dkk (2010:3-4).
1. Produk yang memiliki harga rendah sehingga konsumen tidak
perlu berpikir mengenai bajet yang dimilikinya.
2. Produk-produk yang memiliki mass advertising, sehingga ketika
berbelanja si konsumen ingat bahwa produk tersebut pernah
diiklankan di televisi.
3. Produk-produk dalam ukuran kecil, ringan dan mudah disimpan.
Biasanya konsumen mengambil produk ini karena dianggap murah
dan tidak terlalu membebani keranjang belanjanya.
4. Hal lain yang bisa mempengaruhi orang melakukan pembelian
impulsif adalah produk self-service. Selain itu kemampuan si
pemasar membuat visualisasi yang baik juga bisa menciptakan
impulsive buying.

2.3 Display Produk
Display produk adalah usaha untuk menonjolkan pajangan produk di
dalam belantara produk yang beraneka ragam. Display produk sangat berguna
untuk mendorong terjadinya pembelian karena display akan merupakan teriakan-

Universitas Sumatera Utara

teriakan produk tersebut seolah berkata, “belilah aku, belilah aku!” (Ibrahim,
2004:75).
Survey membuktikan bahwa konsumen lebih tertarik membeli produk
berdasarkan bagaimana produk tersebut dipajang. Pemajangan produk yang
menarik akan membuat konsumen melakukan pembelian bahkan pembelian yang
tidak direncanakan. Display adalah penarik awal yang bisa menggaet pelanggan
yang melintas dan masuk ke dalam toko (Sunarto, 2007:93).

2.4 Suasana Lingkungan Toko
Suasana lingkungan toko yang dimaksud merupakan atmosfer toko dengan
suasana yang nyaman, susunan barang yang teratur, dekorasi yang menarik
sehingga membuat pelanggan merasa betah di dalam toko dan tertarik melakukan
pembelian.
Suasana toko memberi pesan kepada konsumen, seperti “toko ini
mempunyai barang berkualitas tinggi”. Atmosfer berhubungan dengan bagaimana
para manajer dapat memanipulasi desain bangunan, ruang interior,tata ruang
lorong-lorong, tekstur karpet dan dinding, bau, warna, bentuk dan suara yang
dialami pelanggan. Unsur-unsur ini disatukan dalam definisi yang dikembangkan
oleh Philip Kotler, yang menggambarkan atmospherics sebagai usaha merancang
longkungan membeli untuk menghasilkan pengaruh emosional khusus kepada
pembeli yang memungkinkan meningkatnya pembelian (Mowen dan Minor,
2002:139).

Universitas Sumatera Utara

Penjualan bisa didongkrak naik melalui tata cahaya toko yang baik. Hal ini
dikarenakan persepsi pelanggan mudah sekali dipengaruhi tata cahaya. Barang
yang kelihatan biasa, bisa bertambah nilainya dari persepsi pelanggan jika diberi
tata cahaya yang baik. Tujuannya agar pelanggan betah berlama-lama didalam
toko dan semakin besar kemungkinan belanja lebih banyak (Sunarto, 2007: 9192).

2.5 Tata Letak (Layout)
Cara mengatur layout toko penting untuk memenangkan persaingan.
Menurut kalangan peritel, pertarungan sesungguhnya ada di dalam toko (Sunarto,
2007:83-84). Ada dua tipe dasar layout yaitu grid layout dan free flow layout.
2.5.1

Grid Layout
Grid layout, semua counter dan fikstur berada pada sudut kanan
untuk masing-masing counter lainnya dan menyerupai satu maze,
dengan counter-counter barang yang berfungsi sebagai perintang
terhadap arus lalu lintas. Layout ini dirancang guna meningkatkan
jumlah produk yang dilihatkan ke konsumen melalui kontak visual,
sehingga

menambah

probabilitas

pembelian.

Desain

grid

membantu mengarahkan konsumen ke bagian penyimpanan
produk-produk yang lebih menguntungkan. Teknik-teknik grid
layout mendongkrak probabilitas kembalinya konsumen ke toko
tersebut dan memungkinkan ‘pola lalu lintas’ yang sama pada
kunjungan berikut.

Universitas Sumatera Utara

2.5.2 Free-flow layout
Layout alur bebas, barang dan peralatan tetap dikelompokkan ke
dalam pola-pola yang mengikuti aliran yang tidak terstruktur dari
lalu lintas konsumen. Manajemen alur bebas terutama bermanfaat
untuk mendorong belanja rileks dan mendorong pembelian
impulsif.

2.6 Promosi Penjualan
Promosi adalah pengkomunikasian informasi antara penjual dan pembeli
potensial atau pihak lainnya dalam saluran distribusi guna mempengaruhi sikap
dan perilakunya (Simamora, 2000:254).
Menurut Evass dan Berman (dalam Simamora, 2000:254) promosi sebagai
bentuk komunikasi yang digunakan untuk menginformasikan (to inform),
membujuk (to persuade) atau mengingatkan orang-orang tentang produk yang
dihasilkan organisasi, individu, maupun rumah tangga.
Promosi merupakan program komunikasi pemasaran total yang disebut
dengan bauran pemasaran yang terdiri dari iklan, penjualan pribadi, promosi
penjualan dan hubungan masyarakat yang digunakan perusahaan untuk mencapai
tujuan perusahaan. Setiap kategori terdiri dari alat-alat spesifik. Misalnya,
periklanan mencakup cetakan, penyiaran dan papan reklame. Penjualan pribadi
mencakup presentasi penjualan, pameran dan progranm intensif. Promosi
penjualan mencakup hadiah, kupon, dan diskon. Hubungan masyarakat mencakup
publisitas dan pembinaan citra penuh (Kotler, 2005:753).

Universitas Sumatera Utara

Promosi penjualan adalah alat yang digunakan peritel untuk merangsang
pembeli mempercepat pengambilan keputusan pembelian. Apabila dengan iklan
peritel membangun kesadaran, meningkatkan dan mengajak pelanggan, maka
peritel memberi dorongan lebih jauh dengan bentuk-bentuk promosi penjualan
seperti sale/diskon, demonstrasi, harga premi, kupon atau voucher games, undian,
kontes, frequent shopper program, fashion show, kue ulang tahun atau kartu
ucapan. Banyak sekali cara kreatif yang bisa dilakukan dengan program promosi
penjualan (Sunarto, 2007:58).

2.7 Usaha Eceran
Usaha eceran adalah kegiatan yang menyangkut penjualan barang atau jasa
secara langsung kepada konsumen untuk penggunaan pribadi dan non bisnis.
Usaha eceran tidak hanya menjual produk-produk di toko (store retailing) tetapi
juga di luar toko (Kotler dan Amstrong, 2003:51).
Usaha eceran memiliki peranan penting dalam proses pemenuhan
kebutuhan konsumen, dimana merupakan tahap akhir dari saluran distribusi yang
menyampaikan produk langsung kepada konsumen akhir.
Terdapat tiga karakteristik dasar ritel yaitu: Pertama, Pengelompokan
berdasarkan unsur-unsur yang digunakan ritel untuk memuaskan kebutuhan
konsumen. Kedua, pengelompokan berdasarkan sarana atau media yang
digunakan. Ketiga, pengelompokan berdasarkan kepemilikan (Utami, 2006:10).

Universitas Sumatera Utara

Kategori pengecer diuraikan sebagai berikut:
a. Pengecer Toko (Store Retailing)
1. Toko Khusus (Speciality Store)
Toko khusus berkonsentrasi pada sejumlah kategori produk yang
terbatas dengan level layanan yang tinggi.
2. Departement Store
Jenis pengecer yang menjual variasi produk yang luas dan dengan
menggunakan staff seperti layanan pelanggan dan tenaga sales counter.
Pembelian biasanya dilakukan pada masing-masing bagian pada satu
arena belanja.
3. Convenience Store
Toko pengecer ini memiliki variasi dan jenis produk yang terbatas
dengan ukuran relatif kecil yang hanya menjual lini terbatas dan
perputaran produk yang relatif tinggi.
4. Super Store
Merupakan toko pengecer dengan ukuran toko hampir dua kali ukuran
supermarket biasa dan menjual rangkaian produk yang luas yang
terdiri dari produk-produk yang rutin dibeli oleh konsumen. Karena
rangkaian produknya lebih luas maka harga yang ditetapkan cenderung
lebih tinggi secara umum.
5. Combination Store
Merupakan toko yang aktivitasnya menjual kombinasi produk
makanan dan obat-obatan.

Universitas Sumatera Utara

6. Hypermarket
Merupakan toko yang mengkombinasikan berbagai bentuk toko
pengecer seperti supermarket, toko diskon dan ware house. Toko ini
menjual lebih banyak produk yang rutin dibeli oleh konsumen seperti
kebutuhan sehari-hari, perlengkapan rumah tangga, furnitur, pakaian
dan lain-lain.
7. Discount Store
Toko diskon menjual sebagian besar variasi produk dengan
menggunakan layanan terbatas dan harga murah. Toko diskon menjual
produk dengan label atau merek itu sendiri.
8. Off-Prices Retailers
Ritel ini menjual merek dan label produk dengan harga yang lebih
murah dari grosir. Cenderung menjual barang dagangan yang
merupakan sisa, tidak laku dan cacat yang diperoleh dengan harga
yang lebih murah dari produsen lainnya.
9. Catalog Showroom
Jenis ini menjual serangkaian luas produk dengan mark-up yang tinggi
merek ternama pada harga diskon.
b. Non Store Retailing
1. Electronic Retailing
Format bisnis ritel yang mengunakan media komunikasi elektronik
dengan pelanggan guna mencapai cakupan konsumen yang lebih
luas.

Universitas Sumatera Utara

2. Katalog dan Pemasaran Surat Langsung
Perusahaan mengirimkan katalog yang menginformasikan barang
dagangan secara lengkap maupun secara terbatas. Biasanya
berbentuk cetakan, cd, video, atau secara online.
3. Penjualan Langsung
Merupakan sistem pemasaran interaktif yang menggunakan satu
atau lebih media iklan untuk menghasilkan tanggapan atau
transaksi yang dapat diukur pada suatu lokasi penjualan tertentu.
4. Television Home Shopping
Format ritel melalui televisi dimana pelanggan akan melihat
demonstrasi produk dagangan dan kemudian menyampaikan
pesanan melalui telepon.
5. Vending Machine Retailing
Merupakan format non store yang menyimpan barang dan jasa
pada suatu mesin dan menyerahkan barang ke pelanggan dimana
pelanggan memasukkan uang tunai ke dalam mesin atau dengan
teknologi kartu kredit.

2.8 Tahap-tahap Pembelian
Memahami proses pengambilan keputusan

pembelian rasional oleh

konsumen sangat diperlukan untuk membangun strategi pemasaran yang efektif.
Pemasar dapat memahami isyarat-isyarat mengenai keinginan maupun kebutuhan
gunanya untuk mendesain atau merancang stimulus emosional secara tidak

Universitas Sumatera Utara

langsung kepada konsumen untuk mempersingkat proses pengambilan keputusan
pembelian yang mengarah kepada pembelian.
Konsumen sebelum melakukan pembelian biasanya melewati tahapantahapan sebagai berikut:
2.8.1 Pengenalan Kebutuhan
Tahap awal di mana seseorang memiliki kebutuhan dan keinginannya
yang harus dipenuhi. Perasaan ini bisa dipicu dari dalam diri sendiri
atau dari luar seperti teman-teman dan keluarga.
2.8.2 Mencari informasi
Tahap di mana konsumen akan mencari informasi yang berkaitan
dengan produk yang akan dibeli. Informasi ini yang didapat dari
pengalaman sendiri atau dari jalur komersial seperti iklan-iklan di koran
dan majalah.
2.8.3 Evaluasi Alternatif
Setelah memiliki informasi yang cukup konsumen dapat mengevaluasi
alternatif pilihan mana yang paling menguntungkan dari segi harga,
kualitas atau merek produk yang akan dibeli.
2.8.4 Keputusan Pembelian
Tahap di mana konsumen melakukan pembelian terhadap produk yang
telah dievaluasi sebelumnya.
2.8.5 Perilaku Setelah Pembelian
Menyangkut puas tidaknya konsumen terhadap produk yang telah
dibeli, jika konsumen merasa puas maka dapat diprediksi dia akan

Universitas Sumatera Utara

mengkonsumsi lagi produk tersebut. Atau jika konsumen merasa tidak
puas maka ia cenderung akan beralih pada produk pesaing (Taufiq,
2005:66-67).

Pengenalan
Kebutuhan

Mencari
Informasi

Evaluasi
Alternatif

Keputusan
Pembelian

Perilaku
Purna Beli

Sumber : Taufiq (2005:67)
Gambar 2.1
Skema Tahapan Pembelian

Dalam perilaku pembelian impulsif tahapan pengambilan keputusan
pembelian tidak melewati semua tahapan diatas, pengambilan keputusan
pembelian impulsif dapat menjadi singkat akibat pengaruh psikologi emosional
konsumen.
2.9 Penelitian Terdahulu.
Penelitian yang telah dilakukan oleh Samuel pada tahun 2005 dengan
judul. “Pengaruh Respon Lingkungan Berbelanja Sebagai Stimulus Pembelian
tidak terencana pada Carrefour Surabaya”. Penelitian tersebut bertujuan untuk
mengetahui pengaruh respon lingkungan berbelanja yang terdiri dari Pleasure,
Arousal, dan Dominance terhadap pembelian tidak terencama konsumen di
Carrefour Surabaya.
Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa ketiga variabel bebas
tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat baik secara
terpisah maupun bersama-sama, dan variabel dominance merupakan variabel yang
paling berpengaruh terhadap pembelian impulsif konsumen Carrefour Surabaya.

Universitas Sumatera Utara

2.10 Kerangka Konseptual
Kerangka konseptual merupakan kesimpulan sementara dari tinjauan
teoritis yang mencerminkan hubungan antara variabel yang diteliti. Hal ini
merupakan tuntutan untuk memecahkan masalah penelitian dan merumuskan
hipotesis yang berbentuk alur yang dilengkapi dengan penjelasan kualitatif.
Keputusan pembelian yang tidak selalu diambil dengan tahapan yang logis dan
dengan perencanaan, ada keputusan pembelian yang dibuat tanpa ada perencanaan
sebelumnya yang disebut pembelian impulsif (impulsive buying). Perilaku
pembelian impulsif didorong oleh faktor display produk banyak survey
membuktikan bahwa konsumen lebih tertarik untuk membeli suatu produk
berdasarkan bagaimana produk tersebut dipajang. Pemajangan produk yang
menarik akan membuat konsumen melakukan pembelian bahkan pembelian yang
tidak direncanakan. Display toko adalah penarik awal yang bisa menggaet
pelanggan yang melintas masuk ke dalam toko (Sunarto, 2007:93).
Faktor pendorong lainnya

berupa suasana atau atmosfer toko yang

nyaman membuat pelanggan tidak merasa bosan untuk berlama-lama berada
didalam toko sehingga memperbesar peluang terjadinya pembelian lebih dari
pembelian yang ia rencanakan sebelumnya. Penyusunan dan pengelompokan
produk-produk yang teratur dengan tata letak yang menarik diharapkan dapat
membuat pelanggan semakin tertarik untuk melakukan pembelian. Promosi
merupakan faktor pendorong yang bersifat lebih aktif yang dilakukan pemasar
agar pembeli lebih terdorong untuk melakukan pembelian. Pemasar memberi
dorongan lebih jauh dengan bentuk-bentuk promosi penjualan seperti sale/ diskon,

Universitas Sumatera Utara

demonstrasi, harga premi, kupon atau voucher games, undian, kontes, frequent
shopper program, fashion show, kue ulang tahun atau kartu ucapan. Banyak sekali
cara kreatif yang bisa dilakukan dengan program promosi penjualan (Sunarto,
2007:58).
Berdasarkan pemikiran tersebut, maka kerangka konseptual dapat dibuat
secara sistematis seperti Gambar 2.2 berikut :

Display Produk (X1)

Suasana Toko (X2)
Pembelian Impulsif
(Y)
Tata Letak (X3)

Promosi Penjualan(X4)
Sumber : Sunarto (2007) (diolah)
Gambar 2.2
Kerangka Konseptual

2.11 Hipotesis
Berdasarkan perumusan masalah dan kerangka konseptual yang telah
dikemukakan sebelumnya, maka hipotesis dari penelitian ini adalah :
“Faktor display produk, tata letak, suasana toko dan promosi penjualan
mempengaruhi mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara secara
signifikan dalam melakukan pembelian impulsif pada Carrefour Citra Garden
Padang Bulan Medan.”

Universitas Sumatera Utara

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif, yaitu penelitian yang
menghubungkan dua variabel bebas atau lebih untuk melihat pengaruhnya
terhadap variabel terikatnya (Ginting & Situmorang, 2008:57).

3.2 Batasan Operasional
Batasan operasional dalam penelitian ini adalah :
3.2.1 Variabel Bebas (X), terdiri dari : display produk (X1), suasana toko
(X2), tata letak (X3), promosi penjualan (X4).
3.2.2 Variabel Terikat (Y), adalah pembelian impulsif

3.3 Defenisi Operasional Vaiabel
Defenisi variable-variabel yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu :
3.3.1 Display Produk (X1) : adalah usaha untuk menonjolkan pajangan
produk diantara letak produk yang beraneka ragam.
3.3.2 Suasana Toko (X2) : merupakan atmosfer interior toko dengan
suasana nyaman, dekorasi yang menarik yang dapat membuat
pelanggan merasa betah di dalam toko.
3.3.3 Tata Letak (X3) : merupakan konsep penyusunan dan pemajangan
item produk serta pengaturan posisinya.

Universitas Sumatera Utara

3.3.4 Promosi Penjualan (X4) : adalah bentuk komunikasi dari penjual
kepada pembeli yang bersifat persuasif agar pembeli melakukan
keputusan pembelian.
3.3.5 Pembelian Impulsif (Y) : keputusan pembelian secara spontan
dengan didorong oleh aspek psikologi dan emosional terhadap
suatu produk.
Tabel 3.1
Operasionalisasi Variabel
Indikator

Variabel

Skala Pengukuran

Display
Produk
(X1)

a. Letak pajangan produk
b. Dekorasi produk
c. Susunan produk

Likert

Suasana
Toko
(X2)

a. Kebersihan dan kenyamanan.
b.Penerangan.
c. Ruang toko luas

Likert

Tata Letak
(X3)

a.Penempatan rak
b.Luas lorong konsumen.

Likert

Promosi
Penjualan
(X4)

a.Intensitas diskon penjualan.
b.Katalog.
c.Promotional sign menarik

Likert

Pembelian
Impulsif
(Y)

a.Sering melakukan pembelian tidak
direncanakan.
b.Tergoda oleh persuasi toko
c. Terpengaruh oleh suasana toko
d. Terpengaruh tata letak
e. Tergoda oleh display produk

Likert

Sumber : Sunarto (2007) (diolah)

Universitas Sumatera Utara

3.4 Pengukuran Variabel
Skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala
Likert, dimana responden menyatakan tingkat setuju atau tidak setuju
mengenai berbagai objek prilaku, objek dan biasanya skala yang diajukan
terdiri dari 5 atau 7 titik, (Kuncoro, 2003 : 157)
Pengukuran dengan skala likert ini dilakukan dengan penilaian :
Sangat setuju

: diberi skor 5

Setuju

: diberi skor 4

Kurang setuju

: diberi skor 3

Tidak setuju

: diberi skor 2

Sangat tidak setuju : diberi skor 1
Pada penelitian ini responden diharuskan memilih salah satu dari
sejumlah kategori jawaban yang tersedia.

3.5 Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara,
Jl. Universitas No. 4 Kampus USU. Waktu penelitian yaitu bulan Juni hingga
Juli 2011.

3.6 Populasi dan Sampel
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas subjek ataupun
objek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan
oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik suatu kesimpulannya

Universitas Sumatera Utara

(Sugiyono, 2005:72). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Mahasiswa
Fakultas Hukum USU dari yang pernah melakukan pembelian impulsif pada
Carrefour Padang Bulan.

Penentuan jumlah sampel dalam penelitian ini

dilakukan dengan menggunakan rumus yang dikemukakan oleh Supramono
(2003:62). Yaitu:

n= (Zα)2

(PxQ)
d2

Keterangan:
n

= Jumlah sampel.



= Z tabel dengan tingkat signifikansi tertentu.

P

= Estimasi proporsi populasi dengan karakteristik tertentu.

Q

= 1-P.

d

= Persentase tingkat kesalahan yang masih dapat ditolerir.

Jika tingkat kesalahan yang dapat ditolerir 10%, maka ukuran sampel yang
dapat diambil adalah:

n = (1,96)2

(0,5x0,5)
0,12

= 96,04 = 96 orang

Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling
yaitu pemilihan sampel berdasarkan pertimbangan/tujuan tertentu yang
disesuaikan dengan maksud penelitian dan menggunakan desain sampel
random sederhana.

Universitas Sumatera Utara

3.7 Jenis Sumber Data
Penelitian ini menggunakan dua jenis sumber data, yaitu data primer
dan data sekunder.
3.7.1 Data primer menurut Kuncoro (2003:136) yaitu data yang diperoleh
secara langsung dari responden yang terpilih pada lokasi penelitian.
Data

primer

diperoleh

dengan

memberikan

kuesioner

dan

wawancara kepada responden terpilih.
3.7.2 Data sekunder menurut Kuncoro (2003:136) yaitu data yang
diperoleh melalui studi dokumentasi dengan mempelajari berbagai
tulisan melalui buku, jurnal, majalah, dan internet untuk mendukung
penelitian ini.

3.8 Teknik Pengumpulan Data
3.8.1 Kuesioner
Kuesioner merupakan pengumpulan data dengan cara mengajukan
pertanyaan tertulis pada responden yang terpilih.
3.8.2 Wawancara
Yaitu melakukan tanya-jawab secara langsung dengan responden
dan pihak-pihak yang terkait.
3.8.3 Studi pustaka
Yaitu mempelajari dan mengumpulkan informasi maupun data yang
diperoleh dari buku-buku literatur, majalah maupun internet yang
berkaitan dengan penelitian ini.

Universitas Sumatera Utara

3.9

Uji Validitas dan Reliabilitas
Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa
yang seharusnya diukur. Uji validitas untuk mengukur ketepatan alat ukur
malakukan tugas mencapai sasarannya.
Kriteria dalam menentukan validitas kuesioner adalah sebagai berikut :
a. Jika r hitung > r tabel maka pertanyaan tersebut Valid.
b. Jika r hitung < r tabel maka pertanyaan tersebut tidak Valid.
Reliabilitas

merupakan tingkat

kehandalan

suatu

instrumen

penelitian. Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang apabila
digunakan berulang kali untuk mengukur objek yang sama akan
menghasilkan data yang sama (Sugiyono ; 2003:110). Uji Reliabilitas akan
menunjukkan konsisten dari pertanyaan jawaban responden yang terdapat
pada kuesioner. Uji ini dilakukan setelah validitas yang di uji merupakan
pertanyaan yang sudah valid. Uji reliabilitas ini menggunakan uji Gronbach
Alpha. Nilai Gronbach Alpha > 0,80 (Kuncoro, 2003).
Kriteria dalam menentukan reliabilitas kuesioner adalah sebagai berikut.
Jika ralpha positif dan lebih besar dari rtabel maka pertanyaan tersebut
reliabel.
Jika ralpha negatif dan lebih kecil dari rtabel maka pertanyaan tersebut
tidak reliabel.
Uji validitas dan reliabilitas kuesioner dalam penelitian ini menggunakan
bantuan program SPSS versi 16.00.

Universitas Sumatera Utara

3.10Teknik Analisis Data
3.10.1 Analisis Deskriptif
Analisis deskriptif dilakukan dengan cara mengumpulkan, mengolah,
menyajikan, dan menginterpretasi data sehingga diperoleh gambaran yang
jelas mengenai masalah yang dihadapi dan untuk menjelaskan hasil
perhitungan.
3.10.2 Uji Asumsi Klasik
1. Uji Normalitas Data
Pengujian ini dilakukan untuk melihat model regresi, apakah
variabel bebas dan variabel terikat

Dokumen yang terkait

Dokumen baru