Pengaruh Akuntabilitas Publik, Transparansi Publik Dan Pengawasan Terhadap Pengelolaan Apbd Dengan Standar Akuntansi Pemerintahan Sebagai Variabel Moderator Pada Pemerintah Kota Pematangsiantar

 

PENGARUH AKUNTABILITAS PUBLIK, TRANSPARANSI
PUBLIK DAN PENGAWASAN TERHADAP PENGELOLAAN
APBD DENGAN STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
SEBAGAI VARIABEL MODERATOR PADA PEMERINTAH
KOTA PEMATANGSIANTAR
TESIS

Oleh
Liper Siregar
097017045/Akt

SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

 
 
Universitas Sumatera Utara

 

THE INFLUENCE OF PUBLIC ACCOUNTABILITY,
PUBLIC TRANSPARENCY, AND CONTROL OF APBD
MANAGEMENT WITH THE GOVERNMENT ACCOUNTING
STANDARD AS A MODERATING VARIABLE IN
PEMATANGSIANTAR LOCAL GOVERMENT

THESIS

By
Liper Siregar
097017045/Acct

POST GRADUATE SCHOOL
UNIVERSITY OF NORTH SUMATERA
MEDAN
2011

 
 
Universitas Sumatera Utara

 

PENGARUH AKUNTABILITAS PUBLIK, TRANSPARANSI
PUBLIK, DAN PENGAWASAN TERHADAP PENGELOLAAN
APBD DENGAN STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
SEBAGAI VARIABEL MODERATOR PADA PEMERINTAH
KOTA PEMATANGSIANTAR

TESIS

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Magister Sains
dalam Program Studi Ilmu Akuntansi pada Sekolah Pascasarjana
Universitas Sumatera Utara

Oleh

Liper Siregar
097017045/Akt

SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011
 
 
Universitas Sumatera Utara

 

Judul Tesis

: PENGARUH AKUNTABILITAS, TRANSPARANSI DAN
PENGAWASAN TERHADAP PENGELOLAAN APBD
DENGAN STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
SEBAGAI VARIABEL MODERATOR.

Nama Mahasiswa : Liper Siregar
Nomor Pokok

: 097017045

Program Studi

: Akuntansi

Menyetujui
Komisi Pembimbing

(Prof. Dr. Ade Fatma Lubis, MAFIS, MBA,CPA)
Ketua

Ketua Program Studi

(Prof. Dr. Ade Fatma Lubis, MAFIS, MBA,CPA)

(Drs. Arifin Akhmad M.Si, Ak)
Anggota

Direktur,

(Prof.Dr. Ir.A. Rahim Matondang MSIE)

Tanggal Lulus : 27 Juli 2011
 
 
Universitas Sumatera Utara

 

Telah Diuji pada
Tanggal : 27 Juli 2011

PANITIA PENGUJI TESIS :
Ketua
: Prof. Dr. Ade Fatma Lubis, MAFIS, MBA, CPA
Anggota
: 1. Drs. Arifin Akhmad M.Si, Ak
2. Dra. Tapi Anda Sari Lubis M.Si, Ak
3. Drs. Zainul Bahri Torong M.Si, Ak
4. Dra. Sri Mulyani M.Si, Ak
 
 
Universitas Sumatera Utara

 

PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis yang berjudul :
“PENGARUH AKUNTABILITAS, TRANSPARANSI DAN PENGAWASAN
TERHADAP PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH (APBD) DENGAN
STANDAR

AKUNTANSI

PEMERINTAH

SEBAGAI

VARIABEL

MODERATING”.
Adalah benar hasil kerya saya sendiri dan belum dipublikasikan oleh
siapapun sebelumnya. Sumber sumber data dan informasi yang digunakan telah
dinyatakan secara benar dan jelas.

Medan ,

Juli 2011

Yang membuat pernyataan :

(Liper Siregar)
NIM : 097017045

 
 
 
 
 
 
 
Universitas Sumatera Utara

 

PENGARUH AKUNTABILITAS PUBLIK, TRANSPARANSI PUBLIK DAN
PENGAWASAN TERHADAP PENGELOLAAN APBD DENGAN STANDAR
AKUNTANSI PEMERINTAHAN SEBAGAI VARIABEL MODERATOR
PADA PEMERINTAH KOTA PEMATANGSIANTAR
ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh akuntabilitas public,
transparansi publik, dan pengawasan secara simultan dan parsial terhadap
pengelolaan APBD dengan standar akuntansi
pemerintahan sebagai variabel
moderator apakah memperkuat atau memperlemah hubungan antara variabel bebas
dan variabel terikat.
Sampel penelitian ini adalah pejabat yang terkait dengan pengelolaan APBD
pada seluruh dinas Pemerintah Kota Pematangsiantar berjumlah 14 dinas, masingmasing dinas 4 orang pejabat pengelola keuangan sehingga berjumlah 56 orang.
Metode pengambilan sampel adalah metode sensus, dimana populasi yang dijadikan
sampel 48 orang. Data dalam penelitian ini adalah data primer. Data dikumpulkan
dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan langsung kepada responden. Metode
analisa yang digunakan adalah model Regresi Linear Berganda dan analisis Regresi
Moderasi. Untuk menguji hipotesis secara simultan dan parsial digunakan Uji F dan
Uji t. Untuk menguji variabel moderasi digunakan Uji Nilai Selisih Mutlak.
Hasil penelitian dan uji hipotesis menunjukkan bahwa secara simultan
variabel akuntabilitas publik, transparansi publik, dan pengawasan berpengaruh
signifikan terhadap pengelolaan APBD.
Secara parsial akuntabilitas publik
berpengaruh secara signifikan terhadap pengelolaan APBD. Taransparansi publik dan
pengawasan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pengelolaan APBD. Uji
Nilai Selisih Mutlak menunjukkan bahwa standar akuntansi pemerintahan tidak
memoderasi
hubungan antara akuntabilitas publik transparansi publik, dan
pengawasan dengan pengelolaan APBD.
Kata Kunci :

Akuntanbilitas, Transparansi, Pengawasan dan Standar Akuntansi
Pemerintah.

 
 
Universitas Sumatera Utara

 

THE INFLUENCE OF PUBLIC ACCOUNTABILITY,
PUBLIC TRANSPARENCY, AND CONTROL OF APBD MANAGEMENT
WITH THE GOVERNMENT ACCOUNTING STANDARD AS A
MODERATING VARIABLE IN PEMATANGSIANTAR LOCAL
GOVERNMENT

ABSTRACT

This research aims to examine the influence of public accountability, public
transparency, and simultaneous and partial control to the APBD management with the
government accounting standard as a variable moderator whether it strengthens or
weakens the relationship between the independent and the dependent variables.
The sample of this research is the concerned officers relating to the APBD
management at all departments in Pematangsiantar municipality with the total
number 14 departments, each department consists of 4 financial management officers,
so the total is 56 officers. The method of sampling is cencus method, where the
population sampled is 48 officers. The data in this research is the primary data. Data
were collected by using a questionnaire distributed directly to the respondents. The
method of analysis used in multiple linear regression model and regression analysis o
moderation. To tes the hypothesis simultaneously and partially, F-test and t-test the
variabel moderation, the Absolud Difference Value test is used.
The result of the research and the hypothesis test shows that simultaneously
the variable of public accountability, public transparency and control significantly
affect the APBD management. Partially public accountability significantly affect the
APBD management. Public transparency and controlling had no significant relation
to the management of APBD. The Absolute Diffrence Value test shows that the
government accounting standard had no moderate the relationship between public
accountability, public transparency, and control with the APBD management.
 

Key words: Accountability, transparency, controlling, government accounting
standard.

 
 
Universitas Sumatera Utara

 

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
segala karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis yang merupakan
ungkapan pemikiran, kajian dan penelitian yang berjudul Pengaruh Akuntabiltas
Publik, Transparansi Publik, Pengawasan Terhadap Pengelolaan APBD dengan
Standar Akuntansi Pemerintah Sebagai Variabel Moderating.
Penyusunan tesis ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu syarat untuk
memperoleh gelar kesarjanaan Strata Dua (S-2) pada Sekolah Pascasarjana Magister
Akuntansi Pemerintah Universitas Sumatera Utara. Penulis menyampaikan ucapan
terimakasih yang sebesar-besarnya atas bantuan dan bimbingan Ibu Prof. Dr. Ade
Fatma Lubis, MAFIS, MBA, CPA dan Bapak Drs. Arifin Akhmad M.Si, Ak, selaku
Dosen Pembimbing Utama dan Dosen Pembimbing Kedua yang telah banyak
meluangkan waktu dan pikiran untuk membimbing penulis dalam penulisan tesis ini.
Selanjutnya penulis juga menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya
atas bantuan, bimbingan, petunjuk dan dorongan semua pihak, sehingga penulisan ini
dapat diselesaikan dengan hasil baik. Kepada yang terhormat :
1.

Bapak Prof. Dr. dr. Syahril Pasaribu, DTM&H, MSc
(CTM), Sp.A.(K) selaku Rektor Universitas Sumatera Utara.

2.

Bapak Prof. Dr. Ir. A. Rahim Matondang MSIE selaku
Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara.
 

 
Universitas Sumatera Utara

 

3.

Ibu Prof. Dr. Ade Fatma Lubis, MAFIS, MBA, CPA selaku
Ketua Program Studi Magister Akuntansi Sekolah Pascasarjana Universitas
Sumatera Utara.

4.

Ibu Dra. Tapi Anda Sari Lubis M.Si, Ak, Bapak Drs. Zainul
Bahri Torong M.Si, Ak dan Ibu Dra. Sri Mulyani M.Si, Ak selaku dosen
pembanding yang telah memberikan saran dan kritik yang bermanfaat untuk
perbaikan tesis ini

5.

Seluruh Dosen dan Karyawan/ti di Sekolah Pascasarjana
Universitas Sumatera Utara yang telah membantu penulis selama perkuliahan.

6.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Universitas Sumatera
Utara yang telah memberikan kesempatan pada penulis mendapatkan Biaya
Belajar Pascasarjana.

7.

Bapak Darwin Lie SE, MM selaku Ketua STIE Sultan
Agung Pematangsiantar dan Yayasan Perguruan Sultan Agung Pematang Siantar
yang telah memberikan dukungan penuh kepada penulis selama perkuliahan
hingga selesai, dan seluruh rekan-rekan di STIE Sultan Agung.

8.

Bapak

Ibu

pada

Dinas-Dinas

Pemerintah

Kota

Pematangsiantar yang telah memberikan ijin penelitian hingga bantuan
pengumpulan data yang diperlukan dan digunakan dalam penelitian ini.
9.

Istri saya SM. Sitompul dan Putri-Putri Saya Jesica, Gracia,
Gabriella, dan Epiphanias yang telah memberikan dukungan dan pengorbanan bagi
penulis selama kuliah.

 
 
Universitas Sumatera Utara

 

Akhirnya penulis mengharapkan semoga tesis ini dapat bermanfaat bagi
semua pihak yang berkepentingan. Semoga Tuhan Yang Maha Esa melimpahkan
rahmat-Nya serta membalas amal kebaikan mereka.

Medan,

Juli 2011

Peneliti

 
 
Universitas Sumatera Utara

 

RIWAYAT HIDUP

Nama

: Liper Siregar

Tempat/Tanggal Lahir : Natal/10 Juni 1965
Jenis Kelamin

: Laki-Laki

Status

: Menikah

Alamat

: Jl. Narumonda Bawah No.472 BLK. Kebun Sayur,
Pematangsiantar.

Riwayat Pendidikan
2009 - 2011 : S2 Program Magister Akuntansi USU
1990 - 1996 : S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas `45
1983 - 1986 : SMA Swasta Surabaya
1980 - 1983 : SMP Negeri Garoga TAPUT
1973 - 1980 : SD Negeri Nainggolan

Riwayat Pekerjaan
2004 - ….. Bagian Umum STIE Sultan Agung Pematangsiantar
2002 - 2004 Bagian Umum AMIK Multicom Pematangsiantar
1997 - 2000 Sekretaris Kopkar PT. Gading Murni
1986 - 2000 Staff Accounting PT. Gading Murni Surabaya

 
 
Universitas Sumatera Utara

 

DAFTAR ISI
Halaman
ABSTRAK. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . .

i

ABSTRACT. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . .

ii

KATA PENGANTAR. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . .

iii

RIWAYAT HIDUP. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . .

v

DAFTAR ISI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . .

vii

DAFTAR TABEL. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . .

x

DAFTAR GAMBAR. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . .

xi

DAFTAR LAMPIRAN. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . .

xii

BAB I PENDAHULUAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

1

1.1 Latar Belakang . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

1

1.2 Rumusan Masalah. . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

6

1.3 Tujuan Penelitian. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

6

1.4 Manfaat Penelitian. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

7

1.5 Originalitas Penelitian. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

7

BAB II TUJUAN PUSTAKA. . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

9

2.1 Landasan Teori. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

9

2.1.1 Konsep Keuangan Daerah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

9

2.1.1.1 Pengertian Keuangan Daerah. . . . . . . . . . . . . . . . . . . ..

9

2.1.1.2 Fungsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. . . .

10

2.1.1.3 Norma Umum Anggaran Sektor Publik . . . . . . . . . . . .

11
 

 
Universitas Sumatera Utara

 

2.1.1.4 Siklus /Daur Anggaran . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
2.1.2 Pejabat Pengguna Anggaran/Pengguna Barang . . . . . . . . . .
. . . 2.1.3 Kepemerintahan yang Baik . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

11
13
13

2.1.3.1 Akuntabilitas. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

15

2.1.3.2 Transparansi. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

18

2.1.3.3 Pengawasan. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

19

2.1.3.4 Value For Money. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

22

2.1.3.5 Pengaruh Akuntabilitas, Transparansi, Pengawasan
Terhadap Pengelolaan APBD . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

26

2.1.3.5 Standar Akuntansi Pemerintah dan LKPD . . . . . . . . .

26

2.1.4 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). . . . . . . . . . . . . . . . . . .

29

2.2 Review Penelitian Terdahulu ( Teoritical Mapping) . . . . . . . . . . . . . .

30

BAB III KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS. . . .. . . . . . . . . . . . . .

33

3.1 Kerangka Konsep. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

33

3.2 Hipotesis Penelitian . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

37

BAB IV METODE PENELITIAN. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

38

4.1 Jenis Penelitian. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

38

4.2 Lokasi dan Waktu Penelitian. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

38

4.3 Populasi dan Sampel. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . .

39

4.4 Metode Pengumpulan Data. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

39

4.5 Defenisi Operasional dan Metode Pengukuran Variabel . . . . . . . . .

41

4.6 Metode Analisa Data . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

47
 

 
Universitas Sumatera Utara

 

4.7.1 Uji Realibilitas. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

49

4.7.2 Uji Validitas. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

49

4.8.1 Pengujian Asumsi Klasik . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

50

4.8.1.1 Uji Normalitas . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

50

4.8.1.2 Uji Multikolinearitas . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

51

4.8.1.2 Uji Heteroskedastisitas. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

51

4.8.3 Uji Statistik Diskriptif . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

52

4.8.4 Uji Hipotesis. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

52

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN . . . . . . . . . . . . . . . . . .

55

5.1 Deskriptif Data . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

55

5.1.1 Karakteristik Responden. . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . .

57

5.1.2 Karakteristik Penelitian . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

59

5.2 Analisis Data . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

60

5.2.1 Uji Kualitas Data . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

60

5.2.1.1 Uji Validitas. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 60
5.2.1.2 Uji Reliabilitas. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 62
5.2.2 Uji Asumsi Klasik. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 63
5.2.2.1 Pengujian Asumsi Klasik . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 63
a. Uji Normalitas . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

63

b. Uji Hetroskedastisitas. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

66

5.3 Pengujian Hipotesis . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 69
5.3.1 Pengujian Hipotesis 1. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

69

5.3.2 Pengujian Hipotesis 2. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

73
 

 
Universitas Sumatera Utara

 

5.4 Pembahasan Hasil Penelitian . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

76

5.4.1 Hipotesis Satu . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 76
5.4.1 Hipotesis Dua. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
6.1 Kesimpulan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

80

83
83

6.2 Keterbatasan Penelitian . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 84
6.3 Saran . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 84

Daftar Pustaka. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 86

 
 
Universitas Sumatera Utara

 

DAFTAR TABEL

Nomor

Judul

Halaman

2.1

Reviw Penelitian Terdahulu ( Teoritical Mapping) . . . . . . . . . . . . . . . . . 32

4.1

Defenisi Operasional dan Pengukuran Variabel . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 46

5.1

Deskripsi Statistik . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 55

5.2

Pengumpulan Data . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 57

5.3

Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin. . . . . . . . . . . . . . . . 58

5.4

Karakteristik Responden Berdasarkan Umur . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 59

5.5

Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan . . . . . . . . . . . 59

5.6

Uji Validitas Variabel . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 61

5.7

Uji Raliabilitas Variabel . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 63

5.8

Uji Normalitas Data . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 64

5.9

Uji Glejser . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 68

5.10 Uji Multikolinearitas . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 69
5.11 Pengujian Hipotesis. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 69
5.12 Uji Statistik t (Parsial) . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .71
5.13 Uji Simultan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .72
5.13 Uji Koefisien Determinasi. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 73
5.14 Uji Signifikansi Simultan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 74
5.15 Uji Signifikansi Parameter Individu. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 75
 
 
Universitas Sumatera Utara

 

DAFTAR GAMBAR

Nomor

Judul

Halaman

3.1

Kerangka Konseptual . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

33

5.2

Pengujian Normalitas Data Grafik Histogram . . . . . . . . . . . . . . .

65

5.2

Pengujian Normalitas Data . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

66

5.3

Uji Hetroskedastisitas . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

67

 
 
Universitas Sumatera Utara

 

DAFTAR LAMPIRAN

Nomor

Judul

Halaman

1.

Daftar
SKPD Kota Pematangsiantar Yang Disebar Kuesiner . . . .

2.

87
Daftar

Kuesioner Penelitian . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
3.

88
Data

Hasil Pengisian Kuesioner Validasi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
4.

94
Perm

ohonan Izin Penelitian . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
5.

95
Reko

mendasi Izin Penelitian . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

96

 
 
 
 
 
 
Universitas Sumatera Utara

 

PENGARUH AKUNTABILITAS PUBLIK, TRANSPARANSI PUBLIK DAN
PENGAWASAN TERHADAP PENGELOLAAN APBD DENGAN STANDAR
AKUNTANSI PEMERINTAHAN SEBAGAI VARIABEL MODERATOR
PADA PEMERINTAH KOTA PEMATANGSIANTAR
ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh akuntabilitas public,
transparansi publik, dan pengawasan secara simultan dan parsial terhadap
pengelolaan APBD dengan standar akuntansi
pemerintahan sebagai variabel
moderator apakah memperkuat atau memperlemah hubungan antara variabel bebas
dan variabel terikat.
Sampel penelitian ini adalah pejabat yang terkait dengan pengelolaan APBD
pada seluruh dinas Pemerintah Kota Pematangsiantar berjumlah 14 dinas, masingmasing dinas 4 orang pejabat pengelola keuangan sehingga berjumlah 56 orang.
Metode pengambilan sampel adalah metode sensus, dimana populasi yang dijadikan
sampel 48 orang. Data dalam penelitian ini adalah data primer. Data dikumpulkan
dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan langsung kepada responden. Metode
analisa yang digunakan adalah model Regresi Linear Berganda dan analisis Regresi
Moderasi. Untuk menguji hipotesis secara simultan dan parsial digunakan Uji F dan
Uji t. Untuk menguji variabel moderasi digunakan Uji Nilai Selisih Mutlak.
Hasil penelitian dan uji hipotesis menunjukkan bahwa secara simultan
variabel akuntabilitas publik, transparansi publik, dan pengawasan berpengaruh
signifikan terhadap pengelolaan APBD.
Secara parsial akuntabilitas publik
berpengaruh secara signifikan terhadap pengelolaan APBD. Taransparansi publik dan
pengawasan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pengelolaan APBD. Uji
Nilai Selisih Mutlak menunjukkan bahwa standar akuntansi pemerintahan tidak
memoderasi
hubungan antara akuntabilitas publik transparansi publik, dan
pengawasan dengan pengelolaan APBD.
Kata Kunci :

Akuntanbilitas, Transparansi, Pengawasan dan Standar Akuntansi
Pemerintah.

 
 
Universitas Sumatera Utara

 

THE INFLUENCE OF PUBLIC ACCOUNTABILITY,
PUBLIC TRANSPARENCY, AND CONTROL OF APBD MANAGEMENT
WITH THE GOVERNMENT ACCOUNTING STANDARD AS A
MODERATING VARIABLE IN PEMATANGSIANTAR LOCAL
GOVERNMENT

ABSTRACT

This research aims to examine the influence of public accountability, public
transparency, and simultaneous and partial control to the APBD management with the
government accounting standard as a variable moderator whether it strengthens or
weakens the relationship between the independent and the dependent variables.
The sample of this research is the concerned officers relating to the APBD
management at all departments in Pematangsiantar municipality with the total
number 14 departments, each department consists of 4 financial management officers,
so the total is 56 officers. The method of sampling is cencus method, where the
population sampled is 48 officers. The data in this research is the primary data. Data
were collected by using a questionnaire distributed directly to the respondents. The
method of analysis used in multiple linear regression model and regression analysis o
moderation. To tes the hypothesis simultaneously and partially, F-test and t-test the
variabel moderation, the Absolud Difference Value test is used.
The result of the research and the hypothesis test shows that simultaneously
the variable of public accountability, public transparency and control significantly
affect the APBD management. Partially public accountability significantly affect the
APBD management. Public transparency and controlling had no significant relation
to the management of APBD. The Absolute Diffrence Value test shows that the
government accounting standard had no moderate the relationship between public
accountability, public transparency, and control with the APBD management.
 

Key words: Accountability, transparency, controlling, government accounting
standard.

 
 
Universitas Sumatera Utara

 

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang
Akuntansi sektor publik adalah system akuntansi yang dipakai oleh

lembaga lembaga publik sebagai salah satu pertanggungjawaban kepada publik.
Sekarang terdapat perhatian yang semakin besar terhadap praktek akuntansi yang
dilakukan oleh lembaga lembaga publik, baik akuntansi sektor pemerintahan maupun
lembaga publik nonpemerintah. Lembaga publik mendapat tuntutan dari masyarakat
untuk dikelola secara akuntabilitas, transparan dan bertanggungjawab.
Akuntabilitas, transparansi dan pertanggungjawaban tersebut diharapkan
masyarakat terwujud dalam pengelolaan keuangan daerah/Anggaran Pendapatan dan
Belanja

Daerah

(APBD).

Wujud

dari

akuntabilitas,

transparansi

dan

pertanggungjawaban pengelolaan APBD dalam pelayanan masyarakat adalah dengan
dibuatnya laporan pertanggungjawaban. Pentingnya Akuntabilitas dan Transparansi
ini terlihat pada Kepres No.7 Tahun 1999 dimana pemerintah mewajibkan setiap
instansi pemerintah pusat maupun daerah sampai esselon II untuk menerapkan Sistem
Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan Laporan Akutabilitas Kinerja
Instansi Pemerintah (LAKIP). Sehubungan pentingnya keterbukaan informasi tentang
kegiatan dan aktivitas Pemerintah

Daerah juga diterbitkannya Undang-Undang

Keterbukaan Informasi Publik (UU-KIP) tentang transparansi kegiatan dan aktivitas
Pemerintah Daerah.

 
 
Universitas Sumatera Utara

 

Akuntabilitas dan transparansi adalah azas yang menentukan bahwa setiap
kegiatan dan hasil akhir dari pengelolaan APBD harus dapat dipertanggungjawabkan
kepada rakyat sebagai kedaulatan tertinggi. Ciri utama dalam pengelolaan APBD
adalah akuntabilitas dan transparansi. Salah satu elemen penting dalam rangka
perwujudan pemerintahan yang baik (Good Governance) adalah adanya pengelolaan
APBD yang baik (Good Financial Governance).
Tercapainya pengelolaan APBD yang baik tidak terlepas dari adanya
pengawasan yang dilakukan oleh atasan langsung pengguna anggaran itu sendiri
(pengawasan melekat). Selain dilakukan oleh atasan langsung pengguna anggaran itu
sendiri pengawasan juga dilakukan oleh legislatif dan lembaga pengawas khusus
(oversight body) yang bertugas mengontrol proses perencanaan dan pengendalian
APBD. Pengawasan APBD diperlukan untuk mengetahui apakah perencanaan yang
telah disusun dapat berjalan secara efisien, efektif dan ekonomis.
Pengelolaan APBD yang baik sangat penting bagi kelangsungan dan
perkembangan organisasi karena erat kaitannya dengan kelangsungan kesejahtraan
masyarakat luas. Pengelolaan APBD yang baik merupakan penerapan prinsip Value
for Money (VfM) dan mutlak dilakukan. Implementasi prinsip

value for money

diyakini dapat memperbaiki kinerja sektor publik. Value for Money merupakan
prinsip pengelolaan organisasi sektor publik yang mendasar pada tiga elemen utama,
yaitu : ekonomi, efisiensi, dan efektivitas. Value for Money dapat tercapai apabila
organisasi telah menggunakan biaya input paling kecil untuk mencapai output yang
optimum dalam rangka mencapai tujuan organisasi (Mardiasmo 2002).

 
 
Universitas Sumatera Utara

 

Fenomena yang dapat diamati dalam pengelolaan APBD saat ini adalah
menguatnya tuntutan pelaksanaan akuntabilitas publik dan transparansi publik oleh
organiasi sektor publik seperti unit-unit kerja pemerintah baik pusat maupun daerah.
Akuntabilitas publik adalah kewajiban pihak pemegang amanah untuk memberikan
pertanggungjawaban, menyajikan, melaporkan dan mengungkap segala aktivitas dan
kegiatan yang menjadi tanggungjawabnya kepada pemberi amanah yang memiliki
hak dan kewenangan untuk meminta pertanggungjawaban tersebut. Sedangkan
transparansi dibangun atas dasar arus informasi yang bebas, seluruh proses
pemerintahan, lembaga-lembaga dan informasi perlu diakses pihak-pihak yang
berkepentingan, dan informasi yang tersedia harus memadai agar dapat dimengerti
dan dipantau.
Fenomena

pengelolaan

APBD

ini

terlihat

bahwa

informasi

penyelenggaraan pemerintahan terkait dengan pengelolaan APBD secara terbuka
cepat dan tepat kepada masyarakat belum didapatkan masyrakat, publik tidak
mendapatkan pelayanan yang memuaskan, masyarakat tidak dilibatkan dalam proses
pembangunan dan pemerintahan. Semua badan publik tidak memberikan disposisi
secara tertulis soal dokumen rencana kerja atau rencana anggaran pada dinas/satuan
kerja perangkat daerah (SKPD). Tidak mengumumkan hasil audit BPK setiap
tahunnya.
Keterbukaan atau informasi yang didapat dan keterlibatan publik dalam
pengelolaan APBD adalah pada awal perencanaan penyusunan APBD melalui
musyawarah rencana pembangunan (MUSREMBANG) pada berbagai tingkat. Pada
tahap pelaksanaan pengelolaan APBD dan tahap akhir pengelolaan APBD informasi
 
 
Universitas Sumatera Utara

 

dan keterlibatan publik terputus, yang artinya publik hanya dilibatkan pada saat
musyawarah rencana awal APBD. Pada saat musyawarah rencana pembangunan
usulan pembangunan adalah berdasarkan skala prioritas yang langsung diusulkan oleh
publik. Pelaksanaan dari musyawarah rencana pembangunan yang sudah disusun
berdasarkan skala prioritas tidak sesuai dengan usulan pada saat musyawarah rencana
pembangunan.
Fenomena sehubungan dengan pelaksanaan akuntabilitas, transparansi,
pengawasan, standar akuntansi pemerintah, dan pengelolaan APBD adalah :
pelaksanaan anggaran dan tahap pelaporan pelaksanaan anggaran publik tidak
mendapat akses (akuntabilitas rendah), pelaksanaan anggaran yang buruk,
pemborosan anggaran atau anggaran yang tidak hemat (Metro Siantar 17 Pebruari
2011), kelambatan melaporkan keuangan serta tidak sesuai dengan standar akuntansi
pemerintah, hal ini terlihat dari hasil pemeriksaan laporan pertanggungjawaban
keuangan Kota Pematangsiantar beberapa periode terakhir ini oleh BPK. Pada
pemeriksaan tersebut ditegaskan bahwa pemerintah Kota Pematangsiantar tidak patuh
terhadap ketentuan-ketentuan yang sudah ditetapkan. Dari berbagai media yang
diamati bahwa pengelolaan APBD pemerintah Kota Pematangsiantar beberapa
periode terakhir ini sangat disoroti. Hal ini terlihat pada pengelolaan APBD pada
penerangan jalan, pekerjaan umum, bidang sosial pengelolaan anggaran dilakukan
sangat boros, tidak sesuai dengan kebutuhan publik dan menguntungkan kelompok
tertentu.
Fenomena lain yang terkait dengan pengelolan APBD adalah masalah
Laporan Keuangan Pemerintah Daerah atau sering dsebut LKPD dinilai memalukan
 
 
Universitas Sumatera Utara

 

karena beberapa periode terakhir ini LKPD selalu berstatus Disklimer. LKPD
disklaimer tidak patuhnya para pengelola APBD terhadap ketentuan-ketentuan yang
sudah ditetapkan.
SKPD –SKPD merupakan bagian dari sektor publik yang selalu disoroti
karena pengelolaan inefisiensi, kobocoran dana, pemborosan dan selalu merugi.
Tuntutan baru agar SKPD-SKPD meningkatkan pelayanan melalui perwujudan value
for money dalam menjalankan atau melaksanakan kegiatannya. Value for money
merupakan konsep pengelolaan pelayanan umum yang mendasarkan pada tiga elemen
utama yaitu ekonomi, efisiensi, dan efektivitas. Pengelolaan anggaran dikaitkan
dengan value for money masih banyaknya anggaran belum dilakukan secara ekonomi
(biaya yang tinggi hasil minim, anggaran digunakan tidak didasarkan pada
kebutuhan/skala prioritas, penggunaan anggaran yang boros)
SKPD-SKPD seharusnya bisa memperbaiki sejumlah hal yang menjadi
penyebab bahwa pelaksanaan pengelolaan anggaran tidak didasarkan pada value for
money. Value for money harus dioperasionalkan dalam pengelolaan keuangan daerah.
Karena dalam konteks otonomi daerah value for money merupakan jembatan untuk
mengantar Pemerintah Daerah mencapai good governance yaitu pemerintah derah
yang transparan, ekonomis, efisien, efektif responsip dan akuntabel.

1.2

Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang, maka peneliti merumuskan

masalah penelitian sebagai berikut :

 
 
Universitas Sumatera Utara

 

1.

Apakah

akuntabilitas,

transparansi,

pengawasan

berpengaruh

terhadap

pengelolaan APBD baik secara simultan maupun parsial?
2.

Apakah standar akuntansi pemerintahan dapat memperkuat atau memperlemah
hubungan antara akuntabilitas, transparansi, pengawasan dan pengelolaan
APBD?

1.3

Tujuan Penelitian.
Berdasarkan perumusan masalah, maka penelitian ini dilakukan dengan

tujuan sebagai berikut :
a. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh akuntabilitas, transparansi, dan
pengawasan terhadap pengelolaan APBD.
b. Untuk

mengetahui

dan

menganalisis

kemungkinan

standar

pemerintahan (variabel moderator) bermoderasi antara variabel

akuntansi

akuntabilitas

publik, transparansi publik, pengawasan dengan variabel pengelolaan APBD

1.4

Manfaat Penelitian.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pikiran dan

manfaat yang berarti yaitu:
1. Untuk mengetahui pencapaian akuntabilitas publik, transparansi publik dan
pengawasan dalam rangka pengelolaan APBD dan hubungannya dengan
keberhasilan dinas dalam menyusun laporan pertanggungjawaban dengan Standar
Akuntansi Pemerintah.

 
 
Universitas Sumatera Utara

 

2. Untuk memberikan masukan yang berarti bagi satuan kerja perangkat daerah
(SKPD) sebagai pengguna anggaran dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
sebagai fungsi budgeting tentang penggunaan anggaran berdasar value for money.
3. Untuk akademisi dan peneliti selanjutnya, diharapkan dapat memberikan referensi
bagi peneliti selanjutnya pada khususnya dan bidang ilmu akuntansi sektor publik
pada umumnya.

1.5

Originalitas Penelitian.
Berbagai

penelitian

mengenai

akuntabilitas,

transparansi

yang

berhubungan dengan penggunaan anggaran serta pengawasannya telah dilakukan oleh
para peneliti sebelumnya antara lain Sopamah dan Wahyudi (2005) telah melakukan
penelitian yang hasilnya telah di muat dalam jurnal akuntansi sector public tentang
Pengaruh Akuntablitas Publik, Partisipasi Masyarakat, Transparansi Kebijakan
Publik, terhadap hubungan antara pengetahuan anggaran dengan pengawasan APBD.
Penelitian yang dilakukan peneliti terdahulu memiliki perbedaan dengan
yang dilakukan peneliti sekarang. Penelitian ini menggunakan tiga variable bebas
yaitu akuntabilitas, transparansi, pengawasan serta variabel terikatnya adalah
pengelolaan APBD dengan prinsip value for money dan variabel moderatingnya
standar akuntansi pemerintahan. Sedangkan penelitian terdahulu menggunakan tiga
variabel bebas juga yaitu akuntabilitas, partisipasi, dan transparansi dan variabel
terikatnya hubungan antara pengetahuan anggaran dengan pengawasan.
Perbedaan tersebut terlihat paling membedakan terletak pada variable
terikatnya, dan variable moderating. Penelitian terdahulu tidak menggunakan variable
 
 
Universitas Sumatera Utara

 

moderating, penelitian sekarang menggunakan variable moderating. Variabel
pengetahuan pada penelitian terdahulu lebih ditekan pada legislatif. Penelitian
sekarang lebih ditekankan pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) karena
menurut pengamatan peneliti SKPDlah yang mengelola anggaran APBD. Objek
Penelitian terdahulu pada Pemerintah Kabupaten Malang. Penelitian sekarang pada
Satuan Kerja Perangkat Daerah Kota Pematangsiantar.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Universitas Sumatera Utara

 

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1

Landasan Teori.

2.1.1

Konsep Keuangan Daerah

2.1.1.1 Pengertian Keuangan Daerah.
Istilah keuangan daerah tidak terlepas dan selalu terkait dengan anggaran
pendapatan belanja daerah (APBD) karena keuangan daerah tersebut telah ditetapkan
dalam APBD. Pengertian keuangan daerah menurut Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia No. 58 Tahun 2005, tentang Pengelolaan Keuangan Daerah menjelaskan
bahwa keuangan daerah adalah semua hak dan kewajiban daerah dalam rangka
penyelenggaraan pemerintah daerah yang dapat dinilai dengan uang termasuk
didalamnya segala bentuk kekayaan yang berhubungan dengan hak dan kewajiban
daerah tersebut dan tentunya dalam batas-batas kewenangan daerah.
Keuangan daerah dituangkan sepenuhnya kedalam APBD. APBD menurut
peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.58 Tahun 2005 Tentang pengelolaan
keuangan daerah yaitu anggaran pendapatan dan belanja daerah yang selanjutnya
disingkat APBD adalah rencana keuangan tahunan pemerintah daerah yang dibahas
dan disetujui bersama oleh pemerintah daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
(DPRD), dan ditetapkan dengan peraturan daerah .
Selanjutnya pengelolaan keuangan daerah merupakan keseluruhan kegiatan
yang

meliputi

perencanaan,

pelaksanaan,

penatausahaan,

pelaporan,

pertanggungjawaban, dan pengawasan keuangan daerah. Dalam konteks ini
pengelolaan keuangan daerah difokuskan kepada pengelolaan APBD sebagai wujud
 
 
Universitas Sumatera Utara

 

perencanaan oleh satuan kerja perangkat daerah (SKPD)

yaitu entitas

penyusun/pengguna APBD untuk pelayanan publik.

2.1.1.2 Fungsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
Dalam arti luas, anggaran daerah atau anggaran sektor publik memiliki
beberapa fungsi yaitu sebagai : (1) instrument politik, (2) instrument kebijakan fiscal,
(3) instrument perencanaan dan (4) instrument pengendalian (Halim 2001).
Sedangkan menurut Noordiawan, Putra, Rahmawati (2008) anggaran sektor
publik mempunyai beberapa fungsi utama, yaitu : (1) sebagai alat perencanaan, (2)
alat pengendalian (3) alat kebijakan fiscal, (4) alat politik, (5) alat koordinasi dan
komunikasi, (6) alat penilaian kinerja, (7) alat motivasi dan alat menciptakan ruang
publik. Mardiasmo (2002) memberikan fungsi anggaran dengan hal yang sama
dengan Noordiawan dengan kawan-kawan.
Menurut Renyowijoyo (2008) fungsi anggaran adalah (1) sebagai pedoman
pemerintah dalam mengelola Negara dalam periode mendatang, (2) alat pengawas
bagi masyarakat terhadap kebijaksanaan pemerintah, (3) alat pengawasan terhadap
kemampuan pelaksanaan kebijaksanaan pemerintah.
Dari berbagai pendapat para ahli tersebut diatas bahwa anggaran berfungsi
sebagai perencanaan, pengendalian, kebijakan, alat politik dan penetapan tentang apa
yang akan dilakukan pada periode tahun berikutnya yang berpengaruh penting dalam
akuntansi dan pelaporan keuangan.

2.1.1.3 Norma Umum Anggaran Sektor Publik.
 
 
Universitas Sumatera Utara

 

Agar strategi yang telah ditetapkan dapat dicapai, maka pemerintah daerah
perlu untuk tetap memiliki komitmen bahwa anggaran daerah adalah perwujudan
amanat rakyat kepada pihak eksekutif dan legislatif, dalam rangka mencapai
peningkatan kesejahtraan masyarakat. Oleh karena itu anggaran sektor publik atau
anggaran daerah harus mengacu pada prinsip prinsip berikut (Halim 2001): (1)
keadilan anggaran, (2) efisiensi dan efektifitas anggaran (3) anggaran berimbang dan
deficit, (4) displin anggaran, (5) transparansi dan akuntabiltas anggaran.

2.1.1.4 Siklus/Daur Anggaran
Dalam Undang Undang No. 17/2003 ditetapkan bahwa APBN merupakan
wujud pengelolaan keuangan Negara yang ditetapkan tiap tahun dengan undang
undang, terdiri atas anggaran pendapatan, anggaran belanja dan pembiayaan.
Pendapatan Negara terdiri atas penerimaan pajak, penerimaan bukan pajak, dan
hibah, sedangkan belanja Negara dipergunakan untuk keperluan tugas pemerintah
pusat dan daerah, yang diperinci menurut organisasi, fungsi, dan jenis belanja.
Pembiayaan diterima dari surplus tahun lalu dan cadangan, serta digunakan untuk
membayar defisit anggaran tahun lalu, membayar hutang, dan pembentukan dana
cadangan.
Daur anggaran merupakan suatu proses anggaran yang terus menerus,
dimulai penyusunan anggaran sampai pada pengesahan pertanggungjawaban
pelaksanaan anggaran oleh DPR.
Daur anggaran pemerintah RI dikelompokkan dalam 5 tahap (Renyowijoyo
2008 dalam bukunya Sugijanto,et al., 1995) :
 
 
Universitas Sumatera Utara

 

1.

Penyusunan dan pengajuan RUU-APBN dan penetapan UU-APBN oleh DPR.

2.

Pembahasan dan pengesahan RUU- APBN dan penetapan UU- APBN oleh DPR.

3.

Pelaksanaan anggaran, akuntansi dan pelaporan keuangan Negara oleh
Pemerintah.

4.

Pemeriksaan pelaksanaan anggaran, akuntansi dan laporan keuangan oleh BPK.

5.

Pembahasan dan persetujuan Laporan pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN
dan penetapan UU-Laporan Pertanggungjawaban APBN oleh DPR.
Mardiasmo (2002 : 70) Prinsip-prinsip pokok siklus anggaran perlu diketahui

dengan baik oleh penyelenggara pemerintahan. Pada dasarnya prinsip-prinsip dan
mekanisme penganggaran relatif tidak berbeda antara sektor swasta dengan sektor
publik. Mardiasmo dalam bukunya (Henley 1990). Siklus anggaran meliputi empat
tahap yang terdiri atas : (1) Tahap persiapan anggaran (preparation), (2) Tahap
ratifikasi (ratification), (3) Tahap implementasi (implementation) dan (4) Tahap
pelaporan dan evaluasi (reporting and evaluation).

2.1.2

Pejabat Pengguna Anggaran/Pengguna Barang.
Menurut Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, Peraturan Menteri Dalam

Negeri Nomor 13 Tahun 2006 bagian ke empat pasal 10, bagian ke lima pasal 11,
bagian keenam pasal 12, bagian ketujuh pasal 13, dan bagian kedelapan pasal 14
bahwa Pejabat Pengguna Anggaran/Pengguna Barang terdiri dari : (1) Kepala SKPD
(2). Pejabat Kuasa Pengguna Anggaran/ Kuasa Pengguna Barang (3) Pejabat
Pelaksana Teknis Kegiatan SKPD (4) Pejabat Penatausahaan Keuangan SKPD (5)
Bendahara Penerima dan Bendahara Pengeluaran. Masing – masing pejabat pengelola
 
 
Universitas Sumatera Utara

 

anggaran/pengguna barang tersebut mempunyai tugas dan tanggung jawab yang
berbeda-beda.

2.1.3

Good Governance (Kepemerintahan yang Baik)
Pengertian good governance dapat diartikan sebagai cara mengelola urusan-

urusan publik. Good governance dapat tercapai apabila beberapa hal dibawah ini
dipedomani dalam pengelolaan APBD. Selanjutnya Mardiasmo (1999, 2006)
mengemukakan elemen manajemen keuangan daerah yang diperlukan untuk
mengontrol kebijakan keuangan daerah tersebut meliputi, akuntabilitas, value for
money, kejujuran, transparansi dan pengawasan.
Konsep Good Governance, Good Financial Governance merupakan konsep
baru yang di adopsi dari luar diperkenalkan di Indonesia oleh lembaga-lembaga donor
World Bank, Asian Developmen Bank (ADB) dan United Nation Developmen
Program (UNDP). Good Governance sebagai suatu kesuksesan pemerintah dalam
mengelola keuangan untuk pelayanan umum yang baik.
World Bank dalam Maryono, Warella, Kismartini (2007) mengusung tiga
indikator yang perlu diperhatikan dalam good governance yaitu : (1) bentuk rejim
politik, (2) proses dimana kekuasaan digunakan dalam manajemen-manajemen
sumber daya social dan ekonomi bagi kepentingan pembangunan, (3) kemampuan
pemerintah untuk mendesain, mempormulasikan, melaksanakan kebijakan, dan
melaksanakan fungsi-fungsinya.
ADB mengartikulasikan empat elemen penting dari good governance yaitu:
(1) akuntabilitas, (2) partisipasi, (3) terprediksi, (4) transparansi.

UNDP
 

 
Universitas Sumatera Utara

 

menyebutkan enam indikator kesuksesan good governance yaitu: (1) mengikut
sertakan semua, (2) transparan dan bertanggung jawab, (3) efektif dan adil (4)
menjamin adanya supremasi hukum, (5) menjamim bahwa priortas-prioritas politik,
sosial ekonomi didasarkan pada konsensus masyarakat, (6) memperhatikan
kepentingan mereka yang paling miskin dan lemah dalam proses pengambilan
keputusan menyangkut alokasi sumber daya pembangunan.
Saragih (2003) dalam Maryono, Warella, Kismartini (2007) mengatakan
terdapat lima prinsip dasar dalam mengelola keuangan publik yaitu : (1) transparansi,
(2) efisisen, (3) efektif, (4) akuntabilitas, (5) partisipasi.
World Bank dalam Mardiasmo (2002) menetapkan prinsip-prinsip pokok
dalam penganggaran dan manajemen keuangan daerah antara lain : (1) Komprehensip
dan displin, (2) fleksibilitas, (3) terperediksi, (4) kejujuran (5) informasi, (6)
Transparansi dan akuntabilitas. ADB memberikan indicator ataupun prinsip-prinsip
good financial governance yaitu : (1) transparansi of financial reporting, (2)
Reliability of financial reporting, (3) accounting and auditing standards, (4) strength
of the accounting and auditing profesinal, (5) legal and regulatory framework.
Karakteristik Good Governace menurut UNDP dalam Mardiasmo (2002)
(1) participation, (2) rule of law, (3) transparency, (4) responsiveness, (5) consensus
orientation, (6) equity, (7) efficiency and effectiveness, (8) Accountability, (9)
strategic vision.
Dari berbagai elemen manajemen keuangan daerah dapat disimpulkan
bahwa akuntabilitas, transparansi, pengawasan dan akuntansi diperlukan untuk

 
 
Universitas Sumatera Utara

 

mengontrol kebjikan keuangan daerah tersebut. Pencapaian good governance, good
financial governance juga tidak terlepas dari hal tersebut diatas.

2.1.3.1 Akuntabilitas
Secara umum dalam setiap pengelolaan APBD selalu di kaitkan dengan
akuntabilitas publik. Hal ini dapat dilihat dari defenisi akuntabilitas yang merupakan
hal yang penting untuk menjamin efisiensi dan efektivitas. Keterkaitan atau
pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan APBD dapat dilihat bahwa akuntabilitas
dengan seberapa baik prosedur hukum yang diikuti untuk membentuk keputusan
administrasi publik yang harus dihormati oleh para pegawai sipil dan otoritas publik.
Akuntabilitas mencakup eksistensi dari suatu mekanisme yang meyakinkan politisi
dan pejabat pemerintahan terhadap aksi perbuatannya dalam penggunaan sumbersumber publik dan kinerja prilakunya. Akuntabilitas juga berkaitan erat dengan
pertanggungjawaban terhadap efektivitas kegiatan dalam pencapaian sasaran atau
target kebijaksanaan atau program.
Mardiasmo (2002) Akuntabilitas publik adalah kewajiban pihak pemegang
amanah (agent) untuk memberikan pertanggungjawaban, menyajikan melaporkan,
dan mengungkapkan segala aktivitas dan kegiatan yang menjadi tanggungjawabnya
kepada pihak pemberi amanah (principal) yang memiliki hak dan kewenangan untuk
meminta pertanggungjawaban tersebut.
Mardiasmo (2002) dalam bukunya (Ellwood 1993) menjelaskan terdapat
empat dimensi akuntabilitas yang harus dipenuhi oleh organisasi sektor publik, yaitu :
(1) Akuntabilitas kejujuran dan hukum (Accoutability for probity and legality), (2)
 
 
Universitas Sumatera Utara

 

Akuntabilitas proses (process accountability), (3) Akuntabilitas program (program
accountability) (4) Akuntabilitas kebijakan (policy accountability)
Menurut Sulistoni (2003) pemerintah yang accountabel memiliki ciri ciri
sebagai berikut : (1) Mampu menyajikan informasi penyelenggaraan secara terbuka,
cepat, tepat kepada masyarakat, (2) Mampu memberikan pelayanan yang memuaskan
bagi publik, (3) Mampu memberikan ruang bagi masyarakat untuk terlibat dalam
proses

pembangunan

dan

pemerintahan,

(4)

Mampu

menjelaskan

dan

mempertanggungjawabkan setiap kebijakan publik secara proporsional, dan (5)
Adanya sarana bagi publik untuk menilai kinerja pemerintah. Melalui pertanggung
jawaban public, masyarakat dapat menilai derajat pencapaian pelaksanaan program
dan kegiatan pemerintah.
Akuntabililtas pengelolaan APBD adalah kewajiban Pemerintah Daerah
untuk

memberikan

pertanggungjawaban,

menyajikan,

melaporkan,

dan

mengungkapkan segala aktivitas dan kegiatan yang terkait dengan penerimaan dan
penggunaan uang publik kepada pihak yang memiliki hak dan kewenangan untuk
meminta pertanggungjawaban tersebut (DPRD dan masyarakat). Aspek penting yang
harus dipertimbangkan ialah : (1) Legalitas penerimaan dan pengeluaran daerah.
Setiap transaksi yang dilakukan harus dapat dilacak otoritas legalnya (2) Pengelolaan
(stewardship) keuangan daerah secara baik, perlindungan asset fisik dan financial,
mencegah terjadinya pemborosan dan salah urus. Prinsip prinsip keuangan daerah
meliputi : (1) Adanya suatu system akuntansi dan system anggaran yang dapat
menjamin bahwa pengelolaan keuangan daerah dilakukan secara konsisten sesuai
dengan peraturan perundang undangan yang berlaku (2) Pengeluaran daerah yang
 
 
Universitas Sumatera Utara

 

dilakukan berorientasi pada pencapaian visi, misi, tujuan sasaran dan hasil (manfaat)
yang akan dicapai.
Mursyidi (2009) Akuntabilitas. Mempertanggungjawabkan pengelolaan
sumber daya serta pelaksanaan kebijakan yang dipercayakan kepada entitas pelaporan
dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara periodik.

2.1.3.2 Transparansi
Selain adanya akuntabilitas dalam siklus anggaran, transparansi anggaran
juga diperlukan untuk meningkatkan pengawasan. Transparansi merupakan salah satu
prinsip good governance. Mardiasmo (2006). Transparansi dibangun atas dasar arus
informasi yang bebas, seluruh proses pemerintahan, lembaga-lembaga dan informasi
perlu dapat diakses oleh pihak-pihak yang berkepentingan, dan informasi yang
tersedia harus memadai agar dapat di mengerti dan dipantau.
Transparansi bermakna tersedianya informasi yang cukup, akurat dan tepat
waktu tentang kebijakan public, dan proses pembentukannya. Informasi adalah suatu
kebutuhan penting masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengelolaan daerah.
Dengan ketersediaan informasi, masyarakat dapat ikut sekaligus mengawasi sehingga
kebijakan publik yang muncul bisa memberikan hasil yang optimal bagi masyarakat,
serta mencegah terjadinya kecurangan dan manipulasi yang hanya akan
menguntungkan salah satu kelompok masyarakat saja secara tidak proporsional.
Menurut Sopamah dan Mardiasmo (2003) anggaran yang disusun oleh pihak
eksekutip dikatakan transparansi jika memenuhi kriteria berikut : (1) Terdapat
 
 
Universitas Sumatera Utara

 

pengumuman kebijakan anggaran,
diakses,

(3)

Tersedia

laporan

(2) Tersedia dokumen anggaran dan mudah
pertanggungjwaban

Terakomodasinya suara/usulan rakyat

yang

tepat

waktu

(4)

(4) Terdapat system pemberian informasi

kepada publik.
Menurut Hadi Sumarsono (2003) Transparansi adalah keterbukaan
pemerintah dalam membuat kebijakan kebijakan keuangan daerah, sehingga dapat
diketahui dan diawasi oleh DPRD dan masyarakat. Transparansi pengeloalan
keuangan daerah pada akhirnya akan menciptakan horizontal accountability a

Dokumen yang terkait

Dokumen baru