Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan antara Bank Konvensional dan Bank Syariah dengan menggunakan rasio CAMEL (Studi Kasus Pada Bank Mandiri dan Bank Syariah Mandiri)

SKRIPSI
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN ANTARA BANK KONVENSIONAL DAN BANK SYARIAH DENGAN MENGGUNAKAN RASIO CAMEL (STUDI KASUS PADA BANK MANDIRI DAN BANK SYARIAH MANDIRI) OLEH
NURLITA INDASARI 100522039
PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI DEPARTEMEN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2012
i Universitas Sumatera Utara

PERNYATAAN Saya yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi saya yang berjudul “Analisa Perbandingan Kinerja Keuangan antara Bank Konvensional dan Bank Syariah dnegan menggunakan rasio CAMEL” adalah benar hasil karya tulis saya sendiri yang disusun sebagai tugas akademik guna menyelesaikan beban akademik pada Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. Bagian atau data tertentu yang saya peroleh dari perusahaan atau lembaga, dan/atau saya kutip dari hasil karya orang lain telah mendapat izin, dan/atau dituliskan sumbernya secara jelas sesuai dengan norma, kaidah dan etika penulisan ilmiah. Apabila kemudian hari ditemukan adanya kecurangan dan plagiat dalam skripsi ini, saya bersedia menerima sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Medan, 11 Maret 2013
Nurlita Indasari NIM. 100522039
ii Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
ANALIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN BANK KONVENSIONAL DAN BANK SYARIAH DENGAN MENGGUNAKAN
RASIO CAMEL
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kinerja keuangan perbankan konvensional dan syariah dengan menggunakan rasio CAMEL yaitu Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Return on Asset (ROA), Beban Operasioanal / Pendapatan Operasional (BO/PO) dan to Deposit Ratio (LDR). Contoh perusahaan yang digunakan adalah PT Bank Mandiri dan PT Bank Syariah Mandiri untuk masa periode 2007 – 2010 dan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan Capital Adequacy Ratio (mewakili rasio permodalan), Net Performing Loan (mewakili rasio kualitas aktiva produktif), Return on Asset (mewakili rasio rentabilitas). BO/PO (mewakili rasio Biaya / Efisiensi) dan Loan to Deposit Ratio (mewakili rasio likuiditas).
Metode yang digunakan adalah metode perbandingan dengan menggunakan Capital Adequacy Ratio (mewakili rasio permodalan), Net Performing Loan (mewakili rasio kualitas aktiva produktif), Return on Asset (mewakili rasio rentabilitas). BO/PO (mewakili rasio Biaya / Efisiensi) dan Loan to Deposit Ratio (mewakili rasio likuiditas) antara Bank Mandiri dan Bank Syariah Mandiri.
Hasil penelitian dilihat dari kinerja perbankan secara keseluruhan yang diwakilkan oleh variabel “kinerja” tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja PT Bank Mandiri dan PT Bank Syariah Mandiri. Namun demikian secara keseluruhan PT Bank Mandiri memiliki kinerja yang diwakilkan oleh rasio Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Return on Asset (ROA), Beban Operasioanal / Pendapatan Operasional (BO/PO) dan to Deposit Ratio (LDR) lebih baik dibandingkan dengan PT Bank Syariah Mandiri
Kata Kunci : Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Return On Asset (ROA), Beban Operasional / Pendapatan OPerasional dan Loan to Deposit Ratio (LDR),
i
Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT
COMPARISON ANALYSIST OF MONETARY PERFORMANCE BETWEEN CONVENTIONAL BANKING AND MOSLEM BANKING BY
USING RATIO CAMEL
This research aims to analyse the comparison of conventional banking finance performance and moslem banking by using ratio CAMEL which is Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Return on Asset (ROA), Beban Operasional / Pendapatan Operasional (BO/PO) dan to Deposit Ratio (LDR). The example of the company that used is PT Bank Mandiri and PT Bank Syariah Mandiri during 2007 until 2010 for knowing the significant difference between Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Return on Asset (ROA), Operational Expense / Operational Income (BO/PO) dan to Deposit Ratio (LDR).
The method that used is comparison method by using Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Return on Asset (ROA), Beban Operasional / Pendapatan Operasional (BO/PO) dan to Deposit Ratio (LDR).
The result of this research seen from the performance of banking as a whole which is delegated entrust by variable that we called “performance” there is no significan difference between performance between PT Bank Mandiri and PT Bank Syariah Mandiri. Otherwise, from all ratio that used in this research PT Bank Mandiri have performance such as Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Return on Asset (ROA), Beban Operasioanal / Pendapatan Operasional (BO/PO) dan to Deposit Ratio (LDR) is much better than PT Bank Syariah Mandiri
Keywords : Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Return On Asset (ROA), Beban Operasional / Pendapatan OPerasional (BO/PO) dan Loan to Deposit Ratio (LDR),
ii Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr. Wb
Syukur Alhamdulillah saya ucapkan atas kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan Skripsi yang berjudul “Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan antara Bank Konvensional dan Bank Syariah dengan menggunakan rasio CAMEL (Studi Kasus Pada Bank Mandiri dan Bank Syariah Mandiri)”.
Dalam Penyelesaian Skripsi, penulis banyak menerima bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak khususnya kedua Orangtua saya Bapak Ramli Burman dan Ibu Darwita Sari. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada
1. Bapak Drs. H. Arifin Lubis, MM, Ak selaku Plt. Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara
2. Bapak Dr. H. Syafruddin Ginting Sugihen, MAFIS, Ak selaku Ketua Departemen S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara dan Bapak Drs. Hotmal Ja’far, MM, Ak selaku Sekretaris Departemen S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara
3. Bapak Drs. Firman Syarif, M.Si, Ak selaku Ketua Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara dan Ibu Dra. Mutia Ismail, MM, Ak selaku Sekretaris Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara
iii Universitas Sumatera Utara

4. Ibu Dra. Salbiah, M.Si, Ak selaku Dosen Pembimbing yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk membimbing dan mengarahkan penulis dalam penyelesaian skripsi ini.
5. Bapak Drs Chairul Nazwar, Ak selaku Dosen Pembaca Penilai yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk membaca skripsi ini.
6. Seluruh Staf pengajar dan pegawai Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara Semoga Allah SWT memberikan balasan semua bantuan yang diberikan. Akhirnya Penulis berharap semoga Tugas Akhir ini dapat menambah dan memperluas pengetahuan kita semua, terima kasih.
Medan, 11 Maret 2013 Penulis
NURLITA INDASARI
iv Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

Halaman ABSTRAK ...................................................................................................... i ABSTRACT .................................................................................................... ii KATA PENGANTAR .................................................................................. iii DAFTAR ISI................................................................................................... v DAFTAR TABEL ........................................................................................ vii DAFTAR GAMBAR .................................................................................... viii DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................ ix

BAB I

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ........................................................................ 1.2 Perumusan Masalah ................................................................. 1.3 Batasan Masalah ..................................................................... 1.4 Tujuan Penelitian...................................................................... 1.5 Manfaat Penelitian ..................................................................

1 9 10 10 11

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Teoritis ......................................................................
2.1.1 Bank Konvensional ....................................................... 2.1.1.1 Sistem Penghimpunan Dana ............................... 2.1.1.2 Sistem Penyaluran Dana ...................................
2.1.2 Bank Syariah ................................................................ 2.1.2.1 Sistem Penghimpunan Dana ............................... 2.1.2.2 Sistem Penyaluran Dana ...................................
2.1.3 Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional .......... 2.1.4 Laporan Keuangan ..........................................................
2.1.4.1 Pengertian Laporan Keuangan ........................... 2.1.4.2 Tujuan Laporan Keuangan ................................. 2.1.4.3 Fungsi Laporan Keuangan ................................. 2.1.4.4 Sifat Laporan Keuangan ..................................... 2.1.4.5 Komponen Laporan Keuangan .......................... 2.1.4.6 Pihak – Pihak Pemakai Laporan Keuangan ........ 2.2 Penelitian Terdahulu ............................................................... 2.3 Kerangka Konseptual .............................................................. 2.4 Hipotesis ...................................................................................

12 12 12 14 16 17 20 23 26 26 27 28 30 31 32 34 36 40

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian ....................................................................... 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian ................................................ 3.3 Batasan Operasional ............................................................... 3.5 Skala Pengukuran Variabel .................................................... 3.6 Populasi dan Sampel Penelitian .............................................. 3.7 Sumber Data .........................................................................

41 41 42 42 42 43

v Universitas Sumatera Utara

3.8 Metode Pengumpulan Data ..................................................... 44 3.9 Teknik Analisis Data .............................................................. 44

BAB IV DATA HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Sejarah Bank ............................................................................ 4.1.1 Sejarah Berdirinya Bank Mandiri .................................. 4.1.2 Sejarah Berdirinya Bank Syariah Mandiri .................... 4.2 Stuktur Organisasi .................................................................... 4.3 Data Hasil Penelitian ............................................................... 4.4 Pembahasan Analisis Rasio Keuangan .................................... 4.4.1 Analisis Rasio pada Bank Mandiri ................................ 4.4.2 Analisis Rasio pada Bank Syariah Mandiri ................... 4.4.3 Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan .....................

45 45 48 50 53 56 56 62 67

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ............................................................................. 5.2 Saran .......................................................................................

73 75

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 78 LAMPIRAN.................................................................................................... 81

vi Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

No. Tabel

Judul

Halaman

2.1 Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional........................ 25 2.2 Perbedaan Bunga dan bagi Hasil ................................................ 26 2.3 Penelitian Terdahulu ..................................................................... 35 3.1 Waktu Penelitian .......................................................................... 41 4.1 Data Keuangan Bank Mandiri ..................................................... 51 4.2 Data Keuangan Bank Syariah Mandiri ....................................... 52 4.3 Capital Adequacy Ratio (CAR) Bank Mandiri ............................ 53 4.4 Non Performance Loan (NPL) Bank Mandiri ............................ 55 4.5 Return on Asset (ROA) Bank Mandiri ........................................ 56 4.6 BO/PO Bank Mandiri ................................................................. 57 4.7 Loan to Deposit (LDR) Bank Mandiri ........................................ 58 4.8 Capital Adequacy Ratio (CAR) Bank Syariah Mandiri ............... 59 4.9 Non Performance Loan (NPL) Bank Syariah Mandiri ................ 60 4.10 Return on Asset (ROA) Bank Syariah Mandiri ............................ 61 4.11 BO/PO Bank Syariah Mandiri ..................................................... 62 4.12 Loan to Deposit (LDR) Bank Syariah Mandiri ........................... 63 4.13 Perbandingan CAR Bank Mandiri dan Bank Syariah Mandiri..... 65 4.14 Perbandingan NPL Bank Mandiri dan Bank Syariah Mandiri ... 66 4.15 Perbandingan ROA Bank Mandiri dan Bank Syariah Mandiri .. 67 4.16 Perbandingan BO/PO Bank Mandiri dan Bank Syariah Mandiri . 68 4.17 Perbandingan LDR Bank Mandiri dan Bank Syariah Mandiri..... 69

vii Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR

No. Gambar

Judul

Halaman

2.1 Kerangka Konseptual ...................................................... 35 4.1 Struktur Organisasi Bank Mandiri …………………….. 51 4.2 Struktur Organisasi Bank Syariah Mandiri …………… 52

viii Universitas Sumatera Utara

DAFTAR LAMPIRAN

No. Lampiran

Judul

Halaman

Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5

Data Keuangan Bank Mandiri ......................................... Data Keuangan Bank Syariah Mandiri .......................... Perhitungan Rasio masing-masing Bank......................... Struktur Organisasi Bank Mandiri................................... Struktur Organisasi Bank Syariah Mandiri .....................

64 65 66 67 69

ix Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
ANALIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN BANK KONVENSIONAL DAN BANK SYARIAH DENGAN MENGGUNAKAN
RASIO CAMEL
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kinerja keuangan perbankan konvensional dan syariah dengan menggunakan rasio CAMEL yaitu Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Return on Asset (ROA), Beban Operasioanal / Pendapatan Operasional (BO/PO) dan to Deposit Ratio (LDR). Contoh perusahaan yang digunakan adalah PT Bank Mandiri dan PT Bank Syariah Mandiri untuk masa periode 2007 – 2010 dan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan Capital Adequacy Ratio (mewakili rasio permodalan), Net Performing Loan (mewakili rasio kualitas aktiva produktif), Return on Asset (mewakili rasio rentabilitas). BO/PO (mewakili rasio Biaya / Efisiensi) dan Loan to Deposit Ratio (mewakili rasio likuiditas).
Metode yang digunakan adalah metode perbandingan dengan menggunakan Capital Adequacy Ratio (mewakili rasio permodalan), Net Performing Loan (mewakili rasio kualitas aktiva produktif), Return on Asset (mewakili rasio rentabilitas). BO/PO (mewakili rasio Biaya / Efisiensi) dan Loan to Deposit Ratio (mewakili rasio likuiditas) antara Bank Mandiri dan Bank Syariah Mandiri.
Hasil penelitian dilihat dari kinerja perbankan secara keseluruhan yang diwakilkan oleh variabel “kinerja” tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja PT Bank Mandiri dan PT Bank Syariah Mandiri. Namun demikian secara keseluruhan PT Bank Mandiri memiliki kinerja yang diwakilkan oleh rasio Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Return on Asset (ROA), Beban Operasioanal / Pendapatan Operasional (BO/PO) dan to Deposit Ratio (LDR) lebih baik dibandingkan dengan PT Bank Syariah Mandiri
Kata Kunci : Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Return On Asset (ROA), Beban Operasional / Pendapatan OPerasional dan Loan to Deposit Ratio (LDR),
i
Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT
COMPARISON ANALYSIST OF MONETARY PERFORMANCE BETWEEN CONVENTIONAL BANKING AND MOSLEM BANKING BY
USING RATIO CAMEL
This research aims to analyse the comparison of conventional banking finance performance and moslem banking by using ratio CAMEL which is Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Return on Asset (ROA), Beban Operasional / Pendapatan Operasional (BO/PO) dan to Deposit Ratio (LDR). The example of the company that used is PT Bank Mandiri and PT Bank Syariah Mandiri during 2007 until 2010 for knowing the significant difference between Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Return on Asset (ROA), Operational Expense / Operational Income (BO/PO) dan to Deposit Ratio (LDR).
The method that used is comparison method by using Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Return on Asset (ROA), Beban Operasional / Pendapatan Operasional (BO/PO) dan to Deposit Ratio (LDR).
The result of this research seen from the performance of banking as a whole which is delegated entrust by variable that we called “performance” there is no significan difference between performance between PT Bank Mandiri and PT Bank Syariah Mandiri. Otherwise, from all ratio that used in this research PT Bank Mandiri have performance such as Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Return on Asset (ROA), Beban Operasioanal / Pendapatan Operasional (BO/PO) dan to Deposit Ratio (LDR) is much better than PT Bank Syariah Mandiri
Keywords : Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Return On Asset (ROA), Beban Operasional / Pendapatan OPerasional (BO/PO) dan Loan to Deposit Ratio (LDR),
ii Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia merupakan salah
satu tujuan yang hendak dicapai dalam pelaksanaan program pembangunan. Meningkatkan kualitas hidup antara lain dengan meningkatkan pendapatan melalui berbagai kegiatan perekonomian. Salah satu sarana yang mempunyai peranan strategis dalam kegiatan perekonomian adalah perbankan. Peran strategis tersebut terutama disebabkan oleh fungsi utama perbankan sebagai financial intermediary, yaitu sebagai suatu wahana yang dapat menghimpun dana masyarakat secara efektif dan efesien.
Bisnis perbankan di Indonesia era tahun 60-an dan 70-an merupakan bisnis yang belum begitu terkenal, dimana bank tidak perlu mencari nasabah tetapi sebaliknya nasabah yang datang mencari bank. Kemudian era tahun 80-an dan 90-an kesan dunia perbankan menjadi terbalik, karena di era ini justru perbankan mulai aktif mengejar nasabah. Keaktifan bank dalam mengejar nasabahnya ini dikarenakan pada era ini sangat banyak bank-bank yang bermunculan dan berusaha mencari pangsa pasarnya. Kemunculan bank-bank ini dipicu oleh peraturan pemerintah tentang definisi perbankan itu sendiri, peraturan ini dibuat agar bank yang berada di Indonesia tidak menyimpang dari fungsinya. Pengertian perbankan menurut UU No 7 tahun 1992 adalah badan yang menghimpun dana dari
1 Universitas Sumatera Utara

masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lain dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
Semakin besar suatu negara maka semakin besar pula peranan perbankan dalam mengendalikan negara tersebut. Artinya, keberadaaan dunia perbankan semakin dibutuhkan pemerintah dan masyarakat. Oleh sebab itu pemerintah senantiasa memberi perhatian maksimum terhadap eksistensi perbankan nasional. Selain itu perbankan juga menghubungkan antara pihak yang memerlukan dana dan pihak yang mengalami surplus dana. Pentingnya keberadaaan bank tentu saja muncul setelah uang sebagai alat tukar dalam perekonomian. Berdasarkan peranan tersebut, bank memiliki dua kegiatan utama, yaitu menghimpun dana dari unit surplus dan menyalurkan dana tersebut kepada unit defisit.
Selain itu Undang-Undang No 7 tahun 1992 ini pula yang membuat Bank Islam lahir di Indonesia dalam bentuk syariah. Bank Syariah di Indonesia sebenarnya sudah ada sebelum UU No.7 tahun 1992 direvisi menjadi UU No. 10 tahun 1998, yaitu dipelopori oleh Bank Muamalat Indonesia. Apabila hanya melihat pada UU No. 7 tahun 1992 memang tidak ada aturan tentang bank syariah, karena dalam UU tersebut hanya menjelaskan tentang perbankan konvensional, bahkan tidak ada satu katapun yang menyinggung tentang bank syariah. Bank Muamalat Indonesia berdiri pada tahun 1992 didasarkan pada UU No.7 tahun 1992 sebagai landasan hukumnya dan Peraturan pemerintah No. 72 tahun 1992
2 Universitas Sumatera Utara

tentang penjelasan bank umum yang berdasarkan prinsip bagi hasil, karena pada dasarnya bank syariah adalah bank yang menerapkan sistem bagi hasil dalam setiap kegaitannya sesuai dengan syariat Islam. Seiring dengan direvisinya UU No. 7 tahun 1992 tersebut, maka ketentuan tentang prinsip syariah kemudian dijelaskan pada pasal 1 butir 13 UU No. 10 tahun 1998 dimana pada UU sebelumnya belum dijelaskan secara terperinci. Ketentuan Bank Indonesia ini merangsang munculnya beberapa bank umum syariah, BPR syariah, dan juga bank konvensional yang membuka unit usaha syariah.
Kemunculan bank-bank syariah ataupun unit usaha syariah inilah yang menjadi fenomena menarik di Indonesia sekarang. Bank Syariah ini berdiri pada awalnya hanya untuk memenuhi keinginan sebagian dari masyarakat yang ini menerapkan sistem yang syariah dan tidak memiliki unsur riba sesuai dengan syariat Islam dimana agama Islam merupakan mayoritas dari masyarakat Indonesia.
Fenomena kemunculan bank-bank syariah ini akan menimbulkan persaingan dalam dunia perbankan. Persaingan ini akan semakin ketat antara bank konvensional dan bank syariah.
Perkembangan posisi keuangan mempunyai arti yang sangat penting bagi perusahaan. Untuk melihat sehat tidaknya suatu perusahaan tidak hanya dapat dinilai dari keadaaan fisiknya saja, misalnya dilihat dari gedung, pembangunan atau ekspansi. Faktor terpenting untuk dapat melihat perkembangan suatu perusahaan terletak dalam unsur
3 Universitas Sumatera Utara

keuangannya, karena dari unsur tersebut juga dapat mengevaluasi apakah kebijakan yang ditempuh suatu perusahaan sudah tepat atau belum, mengingat sudah begitu kompleksnya permasalahan yang dapat menyebabkan kebangkrutan dikarenakan banyaknya perusahaan yang akhirnya gulung tikar karena faktor keuangan yang tidak sehat. Dengan keadaaan sekarang ini, dimana persaingan ketat di bidang perekonomian sudah mulai masuk ke negara Indonesia, maka jika seorang Manager perusahaan tidak memperhatikan faktor kesehatan keuangan dalam perusahaan, mungkin saja akan terjadi kebangkrutan. Analisis keuangan pada dasarnya ingin melihat prospek dan resiko perusahaan. Prospek bisa dilihat dari tingkat keuntungan (profitabillitas) dan resiko bisa dilihat dari kemungkinan perusahaan mengalami kesulitan keuangan atau mengalami kebangkrutan.
Untuk menghindari kebangkrutan tersebut maka seorang Manager perusahaan selalu berusaha agar perusahaanya dapat terus berjalan atau dengan kata lain Manager tersebut dapat menjaga kelangsungan hidup perusahaanya yang ditempuh dengan cara selalu memperhatikan dan mengadakan evaluasi terhadap perkembangan perusahaannya dari waktu ke waktu.
Salah satu alat yang dipakai untuk mengetahui kondisi keuangan dalam hal ini tingkat kesehatan suatu perusahaan adalah wujud laporan keuangan yang disusun pada setiap akhir periode yang berisi pertanggung jawaban dalam bidang keuangan atas berjalannya suatu usaha. Laporan keuangan
4 Universitas Sumatera Utara

merupakan hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat komunikasi antara data finansial atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak lain yang berkepentingan dengan data atau aktivitas tersebut.
Data finansial yang dimaksud adalah data yang tercermin dalam suatu laporan finansial yang memberikan gambaran tentang keuangan suatu perusahaan yang terdiri dari Neraca, Laporan Laba Rugi serta laporanlaporan keuangan lainnya. Dengan mengadakan analisa terhadap pos-pos neraca yang akan dapat diketahui atau akan diperoleh gambaran tentang posisi keuangannya, sedangkan analisa terhadap laporan laba ruginya akan memberikan gambaran tentang hasil atau perkembangan usaha perusahaan yang bersangkutan.
Untuk mengukur tingkat kesehatan keuangan perusahaan dapat digunakan alat analisis yang disebut analisis rasio keuangan. Untuk melakukan analisis rasio keuangan, diperlukan perhitungan rasio-rasio keuangan yang mencerminkan aspek-aspek tertentu. Rasio – rasio keuangan mungkin dihitung berdasarkan atas angka-angka yang ada dalam neraca saja, dalam laporan laba-rugi saja, atau pada neraca dan laporan laba-rugi.
Rasio keuangan merupakan alat yang dinyatakan dalam artian relatif maupun absolut yang menjelaskan hubungan tertentu antara angka yang satu dengan angka yang lainnya dalam laporan keuangan. Analisis laporan keuangan akan memberikan hasil yang terbaik jika digunakan dalam suatu kombinasi untuk menunjukkan suatu perubahan kondisi keuangan atau
5 Universitas Sumatera Utara

kinerja operasional selama periode tertentu, lebih lanjut dapat memberikan gambaran suatu trend dan pola perubahan, yang pada akhirnya bisa memberikan indikasi adanya resiko dan peluang bisnis.
Penilaian kinerja keuangan dalam dunia perbankan sangat penting untuk digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan manajerial di segala aspek. Hal ini berpengaruh pada kepercayaan pihak lain di luar perbankan, misalnya saja investor. Dengan adanya kinerja keuangan yag baik, maka investor tidak akan raguragu dalam menanamkan modalnya baik pada bank konvensional maupun bank syariah.
Pola bagi hasil pada bank syariah memungkinkan nasabah untuk mengawasi langsung kinerja bank syariah melalui monitoring atas jumlah bagi hasil yang diperoleh. Semakin besar jumlah keuntungan yang diperoleh oleh Bank maka semakin besar pula bagi hasil yang diterima nasabah dan begitu juga sebaliknya. Jumlah hasil yang kecil atau mengecil dalam waktu cukup lama menjadi indikator bahwa pengelolaan bank merosot. Keadaan itu merupakan peringatan dini yang transparan dan mudah bagi nasabah.
Hal mendasar yang membedakan antara lembaga keuangan konvensional dan syariah adalah terletak pada pengembalian dan pembagian keuntungan yang diberikan oleh nasabah kepada lembaga keuangan atau dari lembaga keuangan kepada nasabah. Hal inilah yang menjadi perbedaaan yang mendalam terhadap produk-produk yang
6 Universitas Sumatera Utara

dikembangkan oleh bank syariah, dimana untuk menghindari sistem bunga adalah jual beli serta kemitraan yang dilaksanakan dalam bentuk bagi hasil. Pada dasarnya, semua jenis transaksi perniagaan melalui bank syariah diperbolehkan asalkan tidak mengandung unsur riba. Riba secara sederhana berarti sistem bunga berbunga yang dalam prosesnya bisa mengakibatkan membengkaknya kewajiban salah satu pihak.
Bank harus menetapkan strategi yang tepat untuk dapat bertahan di tenaga kompetisi sengit antar bank. Agar masyarakat mau menyimpan uangnya di bank, maka pihak perbankan memberikan rangsangan berupa balas jasa yang akan diberikan kepada si penyimpan. Balas jasa tersebut dapat berupa bunga, bagi hasil, hadiah atau balas jasa lainnya.
Sebagai lembaga keuangan, bank perlu menjaga kinerjanya agar dapat beroperasi secara optimal. Terlebih lagi bank syariah harus bersaing dengan bank konvensional yang dominan dan telah berkembang pesat di Indonesia. Persaingan yang semakin tajam ini harus dibarengi dengan manajemen yang baik untuk bisa bertahan di industri perbankan. Salah satu faktor yang harus diperhatikan oleh bank untuk bisa terus bertahan hidup adalah kinerja bank. Banyak cara untuk menilai kinerja suatu bank.
Adapun rasio yang digunakan adalah Capital Adequacy Ratio (mewakili rasio permodalan), Non Performing Loan (mewakili rasio kualitas aktiva produktif), Return in Asset (mewakili rasio rentabilitas), Beban Operasional dibagi Pendapatan Operasional (mewakili rasio efisiensi) dan Loan to Deposit Ratio (mewakili rasio likuiditas)
7 Universitas Sumatera Utara

Capital Adequacy Ratio, merupakan rasio untuk mengukur kemampuan modal menutupi kemungkinan terjadinya kegagalan dalam perkreditan dan perdagangan surat berharga
Non Performing Loan (mewakili rasio kualitas aktiva produktif), merupakan aktiva produktif dengan kualitas aktiva kurang lancar, diragukan, dan macet.
Return on Asset dan Return on Equity (mewakili rasio rentabilitas), ROA digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam memperoleh keuntungan (laba) secara keseluruhan. Semakin besar ROA suatu bank, semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai bank tersebut dan semakin baik pula posisi bank tersebut dari segi penggunaan aset.
BO/PO Beban Operasional dibagi Pendapatan Operasional (mewakili rasio efisiensi), rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi dan kemampuan bank dalam melakukan kegiatan operasionalnya dengan membandingkan antara biaya operasional dengan pendapatan operasional. diperoleh dengan rumus :
Loan to Deposit Ratio (mewakili rasio likuiditas) adalah rasio antara seluruh jumlah kredit yang diberikan bank dengan dana yang diterima oleh bank. Rasio ini digunakan untuk mengetahui kemampuan bank dalam membayar kembali kepada para nasabah yang telah menanamkan dananya dengan kredit-kredit yang telah diberikan kepada pada debiturnya.
8 Universitas Sumatera Utara

Perumusan fenomena dan masalah yang telah diuraikan secara ringkas ini, maka peneliti tertarik untuk meneliti mengenai perbandingan kinerja antara bank syariah dan bank konvensional dengan menggunakan rasio yang meliputi Capital Adequacy Ratio (mewakili rasio permodalan), Non Performing Loan (mewakili rasio kualitas aktiva produktif), Return on Asset (mewakili rasio rentabilitas), Beban Operasional dibagi Pendapatan Operasional (mewakili rasio efisiensi), dan Loan to Deposit Ratio (mewakili rasio likuiditas)
Berdasarkan fenomena dan masalah yang telah diuraikan secara ringkas ini, maka peneliti tertarik untuk meneliti Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Bank Konvensional dan Bank Syariah dengan Menggunakan Rasio CAMEL (Studi Kasus Pada Bank Mandiri dan Bank Syariah Mandiri)
1.2 Perumusan Masalah Dalam Penelitian ini penulis merumuskan permasalahannya yaitu:
1.2.1 Bagaimana perbandingan Capital Adequacy Ratio (mewakili rasio permodalan), Net Performing Loan (mewakili rasio kualitas aktiva produktif), Return on Asset (mewakili rasio rentabilitas). BO/PO (mewakili rasio Biaya / Efisiensi) dan Loan to Deposit Ratio (mewakili rasio likuiditas) antara Bank Mandiri dengan Bank Syariah Mandiri ?
1.2.2 Adakah perbedaan yang signifikan atas kinerja keuangan Bank Mandiri dan Bank Syariah Mandiri keseluruhan?
9 Universitas Sumatera Utara

1.3 Batasan Masalah Mengingat adanya keterbatasan waktu, ilmu pengetahuan dan
kemampuan penulis maka penulis membatasi masalah sebagai berikut : 1.3.1 Informasi yang digunakan untuk mengukur kinerja bank adalah
berdasarkan laporan tahunan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk tahun 2007-2010 dan laporan tahunan PT Bank Syariah Mandiri tahun 2007-2010 1.3.2 Ukuran kinerja bank yang digunakan oleh penulis adalah rasio keuangan bank yang meliputi Capital Adequacy Ratio (mewakili rasio permodalan), Net Performing Loan (mewakili rasio kualitas aktiva produktif), Return on Asset (mewakili rasio rentabilitas). BO/PO (mewakili rasio Biaya / Efisiensi) dan Loan to Deposit Ratio (mewakili rasio likuiditas)
1.4 Tujuan Penelitian Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk
1.4.1 Untuk mengetahui bagaimana perbandingan Bank Mandiri dan Bank Syariah Mandiri dengan menggunakan Capital Adequacy Ratio (mewakili rasio permodalan), Net Performance Loan (mewakili rasio kualitas aktiva produktif), Return on Asset (mewakili rasio rentabilitas) BO/PO (mewakili rasio Biaya / Efisiensi) dan Loan to Deposit (LDR) selama periode tahun 20072010.
10 Universitas Sumatera Utara

1.4.2 Untuk mengetahui perbedaan yang signifikan pada Capital Adequacy Ratio (mewakili rasio permodalan), Net Performing Loan (mewakili rasio kualitas aktiva produktif), Return on Asset (mewakili rasio rentabilitas). BO/PO (mewakili rasio Biaya / Efisiensi) dan Loan to Deposit Ratio (mewakili rasio likuiditas) antara Bank Mandiri dengan Bank Syariah Mandiri.
1.5 Manfaat Penelitian Selain tujuan, penulis juga memiliki manfaat penelitian antara lain
sebagai berikut : 1.5.1 Bagi Penulis : Penelitian ini bermanfaat dalam menambah
wawasan dan pengetahuan tentang akuntansi konvensional dan akuntansi syariah yang diterapkan pada bank-bank, khususnya pada laporan keuangan 1.5.2 Bagi Perusahaan : Penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan atau masukan tentang penerapan akuntansi konvensional dan akuntansi syariah 1.5.3 Bagi pihak-pihak yang melakukan penelitian dengan judul yang sama : hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan acuan / referensi bagi penelitiannya
11 Universitas Sumatera Utara

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Teoritis 2.1.1 Bank Konvensional Pengertian bank menurut UU No 10 tahun 1998 tentang perubahan atas UU no 7 tahun 1992 tentang perbankan adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan/atau bentukbentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Di Indonesia, menurut jenisnya bank terdiri dari Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat. Dalam Pasal 1 ayat 3 UU No 10 tahun 1998 menyebutkan bahwa bank umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan/atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Mayoritas Bank yang berkembang di Indonesia saat ini adalah bank yang berorientasi pada prinsip konvensional. Hal ini tidak terlepas dari sejarah Bangsa Indonesia dimana asal mula bank di Indonesia dibawa oleh Bangsa Belanda 2.1.1.1 Sistem Penghimpunan Dana Aktivitas perbankan yang pertama adalah menghimpun dana dari masyarakat luas yang dikenal dengan istilah di dunia perbankan adalah kegiatan funding. Pengertian menghimpun dana maksudnya adalah mengumpulkan atau mencari dana dengan cara membeli dari masyarakat.
12 Universitas Sumatera Utara

Pada dasarnya suatu bank mempunyai empat alternatif untuk menghindpun dana untuk kepentingan usahanya, yaitu:
- Dana Sendiri - Dana dari deposan - Dana pinjaman - Sumber dana lainnya Pembelian dana dari masyarakat ini dilakukan oleh bank dengan cara memasang berbagai strategi agar masyarakat mau menanamkan dananya dalam bentuk simpanan. Simpanan atau dana dari deposan yang sering disebut dengan rekening. Jenis simpanan yang dapat dipilih oleh masyarakat adalah seperti: - Simpanan Giro Simpanan giro merupakan simpanan pada bank yang penarikannnya dapat dilakukan dengan menggunakan cek atau bilyet giro. Kepada setiap pemegang rekening giro akan diberikan bunga yang dikenal dengan nama jasa giro. Besarnya jasa giro tergantung dari bank yang bersangkutan - Simpanan Tabungan Merupakan simpanan pada bank yang penarikannya sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh bank. Penarikan tabungan dapat dilakuakn dengan menggunakan buku tabungan, slip penarikan, kuitansi atau kartu ATM. Kepada para pemegang rekening tabungan akan diberikan bunga tabungan yang merupakan jasa atas tabungannya. Sama seperti
13 Universitas Sumatera Utara

halnya dengan rekening giro, besarnya bunga tabungan tergantung dari bank bersangkutan. - Simpanan Deposito
Deposito merupakan simpanan yang memiliki jangka waktu tertentu (jatuh tempo). Penarikannya pun dilakukan sesuai jangka waktu tertentu. Jenis deposito pun beragam sesuai dengan keinginan nasabah. Dalam prakteknya deposito terdiri dari Deposito Berjangka, Sertifikat Berjangka, Sertfikat Depostio, dan Deposito on Call
Disamping, itu bank juga memberikan jasa-jasa bank lainnya sebagai kegiatan penunjang, kegiatan ini banyaknya memberikan keuntungan bagi bank dan nasabah.
Dalam praktiknya jasa-jasa perbankan yang ditawarkan antara lain adalah : pengiriman uang, kliring, insako, safe deposit box, bank card, bank notes, Bank Garansi, Bank Draft, Letter of Credit (L/C), menerima setoransetoran, serta melayani pembayaran-pembayaran.
2.1.1.2 Sistem Penyaluran Dana Menyalurkan dana merupakan kegiatan menjual dana yang berhasil dihimpun dari masyarakat. Kegiatan ini dikenal dengan nama kegiatan lending. Penyaluran dana dilakukan oleh bank konvensional melalui pemberian pinjaman yang dalam masyrakat lebih dikenal dengan kredit. Kredit yang diberikan oleh bank terdiri dari beragam jenis, tergantung dari kemampuan bank dalam menyalurkan dananya. Sebelum kredit disalurkan, bank terlebih dahulu menilai kelayakan kredit yang diajukan oleh nasabah.
14 Universitas Sumatera Utara

Menurut Dahlan Siamat (1995 : 97) Sistem penyaluran dana kredit dana bank berdasarkan pada suatu proses yang disebut transformasi asset dengan mempertimbangkan faktor-faktor likuiditas, risiko, dan keuntungan. Besar kecilnya kredit sangat mempengaruhi keuntungan bank, mengingat keuntungan utama bank adalah selisih bunga kredit dengan bunga simpanan. Secara umum jenis-jenis kredit yang ditawarkan meliputi :
- Kredit Investasi Merupakan kredit yang diberikan kepada pengusaha yang melakukan
investasi atau penanaman modal. Biasanya kredit jenis ini memiliki jangka waktu yang relative panjang. - Kredit Modal Kerja
Merupakan kredit yang digunakan sebagai modal usaha. Biasanya kredit jenis ini berjangka waktu pendek, yaitu tidak lebih dari satu tahun. - Kredit Perdagangan
Merupakan kredit yang diberikan kepada para pedagang dalam rangka memperlancar atau memperluas kegiatan perdagangannya. - Kredit Produktif
Merupakan kredit yang bisa berupa investasi, modal kerja, atau perdagangan. Dalam arti kredit ini diberikan untuk diusahakan kembali sehingga pengembalian kredit diharapkan dari hasil usaha yang dibiayai.
Agar penyaluran dana tersebut dapat menghasilkan keuntungan bagi bank, maka biaya yang dikeluarkan dalam penghimpunan dana harus lebih kecil daripada penerimaan yang diperoleh dari penyaluran dana
15 Universitas Sumatera Utara

2.1.2 Bank Syariah
Bank syariah adalah bank umum atau bank perkreditan rakyat yang
melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syari’ah yang dalam
kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Algaoud dan
Lewis (2005) menyatakan:
Perbankan Islam memberikan layanan bebas bunga kepada nasabahnya. Pembayaran dan penarikan bunga dilarang dalam dilarang dalam semua transaksi. Islam melarang kaum muslimin menarik atau membayar bunga (riba). Pelarangan inilah yang membedakan sistem perbankan Islam dengan system perbankan konvensional. Bank Syariah didirikan dengan tujuan untuk mempromosikan dan mengembangkan penerapan prinsip-prinsip Islam, syariah dan tradisinya ke dalam transaksi keuangan dan perbankan serta Bisnis lain yang terkait. Prinsip utama yang diikuti bank Islam adalah: pelarangan riba, melakukan kegiatan Usaha dan Perdagangan berdasarkan keuntungan yang sah dan memberikan zakat
Menurut Novita Wulandari : 2004 Pada sistem operasi Bank Syariah,
pemilik dana menanamkan uangnya di bank tidak dengan motif
mendapatkan bunga, tapi dalam rangka mendapatkan keuntungan
bagi hasil”
Menurut Warkum Sumitro Bank Syariah mempunyai beberapa tujuan diantaranya sebagai berikut:
1. Mengarahkan kegiatan ekonomi untuk bermuamalat secara Islam khususnya mumalat yang berhubungan dnegan perbankan agar terhindar dari praktek – praktek riba atau jenis – jenis usaha / perdagangan lain yang mengandung usur tipuan, dimana jenis – jenis usaha tersebut selain dilarang dalam Islam, juga telag menimbulkan dampak negatif terhadap kehidupan ekonomi rakyat 2. Untuk menciptakan suatu keadilan di bidang ekonomi dengan jalan meratakan pedapatan yang amat besar antara pemilik modal dengan pihak yang membutuhkan dana 3. Untuk meningkatkan kualitas hidup umat dengan jalan membuka peluang berusaha yang lebih besar terutama kelompok
16
Universitas Sumatera Utara

miskin, yang diarahkan kepada kegiatan usaha yang produktif menuju terciptanya kemandirian usaha 4. Untuk menanggulangi masalah kemiskian yang pada umumnya merupakan program utama dari negara – negara yang sedang berkembang. Upaya Bank Syariah dalam mengentaskan kemiskinan ini berupa pembinaan nasabah yang lebih menonjol sifat kebersamaan dari siklus usaha yang lengkap seperti program pembinaan produsen, pembinaan pedagang perantara, program pembinaan konsumen, program pengembangan modal kerja dan program pengembangan usaha bersama. 5. Untuk menjada stabiitas ekonomi dan moneter. Dengan aktivitas Bank Syariah akan mampu menghindari pemanasan ekonomi diakibatkan adanya inflasi, menghindari persaingan yang tidak sehat antara lembaga keuangan.
2.1.2.1 Sistem Penghimpunan Dana
Penghimpunan dana dari masyarakat yang dilakukan oleh bank
konvensional adalah dalam bentuk Tabungan, Deposito, dan Giro yang
lazim disebut dengan Dana Pihak Ketiga. Dalam bank syariah
penghimpunan dana dari masyrakat dilakukan tidak membedakan nama
produk tetapi melihat pada prinsip yaitu prinsip wadiah dan prinsip
mudharabah. Apapun nama produknya, yang diperhatikan adalah prinsip
yang digunakan atas produk tersebut, hal ini sangat terkait dengan porsi
pembagian hasil usaha yang akan dilakukan antara pemilik dana dengan
bank sebagai mudharib
Tabungan wadiah merupakan tabungan yang dijalankan berdasarkan
akad wadiah, yakni titipan murni yang harus dijaga dan dikembalikan
setiap saat sesuai dengan kehendak pemiliknya. Terkait dengan produk
tabungan wadiah, Bank Syariah menggunakan akad wadiah yad adh-
dhamanah. Dalam hal ini, nasabah bertindak sebagai penitip yang
memberikan hak kepada Bank Syariah untuk menggunakan atau
17
Universitas Sumatera Utara

memanfaatkan uang atau barang titipannya, sedangkan Bank Syariah bertindak sebagai pihak yang dititipi dana atau barang yang disertai hak untuk menggunakan atau memanfaatkan dana atau barang tersebut. Sebagai konsekuensinya, bank bertanggung jawab terhadap keutuhan harta titipan tersebut serta mengembalikannya kapan saja pemiliknya (nasabah) menghendaki. Di sisi lain, bank juga berhak sepenuhnya atas keuntungan dari hasil pemanfaatan harta titipan tersebut.
Dalam tabungan wadiah, bank dengan nasabah tidak boleh mensyaratkan pembagian hasil keuntungan atas pemanfaatan harta tersebut. Namun bank diperbolehkan memberikan bonus (fee) kepada pemilik harta titipan (nasabah) selama tidak disyaratkan dimuka. Dengan kata lain, pemberian bonus (fee) merupakan kebijakan bank yang bersifat sukarela. Prinsip wadiah dalam perbankan syariah dapat diterapkan pada kegiatan penghimpunan dana berupa giro dan tabungan. Di Indonesia, hampir semua Bank Syariah menerapkan prinsip wadiah pada tabungan giro. Giro wadiah adalah titipan pihak ketiga pada Bank Syariah yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro, kartu ATM, sarana perintah pembayaran lainnya atau dengan cara pemindah bukuan.
Adapun untuk penghitungan bonus tabungan wadiah dapat diasumsikan seperti penghitungan hadiah seperti dalam giro wadiah, hanya saja yang digunakan bukanlah angka tarif bonus giro wadiah, melainkan tarif bonus tabungan wadiah.
18 Universitas Sumatera Utara

Penghimpunan dana dengan prinsip mudharabah, dapat dibagi atas dua skema yaitu skema muthlaqah dan skema muqayyadah.
Dalam penghimpunan dana dengan prinsip mudharabah muthalaqah, kedudukan Bank Syariah adalah sebagai mudharib (pihak yang mengelola dana) sedangkan penabung atau deposan adalah sebagai hahibul maal (pemilik dana). Hasil usaha yang diperoleh bank selanjutnya dibagi antara bank dengan nasabah pemilik dana sesuai dengan porsi nisbah yang disepakati dimuka.
Dalam penghimpunan dana dengan pinsip mudharabah muqayyadah, kedudukan bank hanya sebagai agen saja, karena pemilik dana adalah nasabah pemilik dana mudharabah muqayyadah, sedang pengelola dana adalah nasabah pembiayaan mudharabah muqayyadah. Pembagian hasil usaha dilakukan antara nasabah pemilik dana mudharabah muqayyadah dengan nasabah pembiayaan mudharabah muqayyadah. Bank sebagai agen dalam hal ini menerima fee saja. Pola investasi terikat dapat dilakukan dengan cara chaneling dan executing. Pola chaneling adalah apabila semua risiko ditanggung oleh pemilik dana dan bank sebagai agen tidak menanggung risiko apapun. Pola executing adalah apabila bank sebagai agen juga menanggung risiko. Prinsip mudharabah muthlaqah dapat diterapkan dalam kegiatan usaha bank syariah untuk produk tabungan mudharabah dan deposito mudharabah.
19 Universitas Sumatera Utara

Tujuan dari kegiatan penghimpunan dana adalah untuk memperbesar modal, memperbesar aset dan memperbesar kegiatan pembiayaan sehingga nantinya dapat mendukung fungsi bank sebagai lembaga intermediasi
Bank Syariah dapat menghimpun dana dari pihak ketiga dalam bentuk: - Titipan (Wadiah) simpanan yang dijamin keamanan dan
pengembaliannya tetapi tanpa memperoleh imbalan atau keuntungan - Partisipasi modal berbagi hasil dan berbagi risiko untuk investasi
umum dimana bank akan membayar pembagian keuntungan secara proporsional - Investasi khusus ( mudharabah muqayyadah) dimana bank bertindak sebagai manager investasi untuk memperoleh fee. Jadi bank tidak ikut berinvestasi sedangkan investor sepenuhnya mengambil risiko atas investasi itu 2.1.2.2 Sistem Penyaluran Dana Setelah dana pihak ketiga terkumpul, maka sesuai dengan fungsinya maka bank berkewajiban menyalurkan dana tersebut untuk pembiayaan. Dalam hal ini, bank harus mempersiapkan strategi penggunaan dana-dana yang dihimpunnya sesuai dengan rencana alokasi berdasarkan kebijakan yang telah digariskan. Prinsip Jual Beli (Ba’i) Prinsip ini meliputi Murabahah, Salam, dan Istishna
20 Universitas Sumatera Utara

- Bai’ Al- Murabahah Yaitu persetujuan jual beli suatu barang dengan harga sebesar, harga pokok ditambah dengan keuntungan yang disepakati bersama dengan pembayaran ditangguhkan 1 bulan sampai 1 tahun. Persetujuan tersebut juga meliputi cara pembayaran sekaligus. Prinsip ini umumnya diterapkan dalam pembiayaan pengadaan barang investasi.
- Bai’ As-Salam Yaitu pembelian barang untuk penghantaran yang ditangguhkan dengan pembayaran di muka. Dalam transaksi ini ada kepastian tentang kualitas, harga, dan waktu penyerahan. Prinsip ini biasanya diterapkan pada pembiayaan berjangka pendek untuk produksi agribisnis atau industri sejenis lainnnya
- Bai’Istishna Prinsip ini menyerupai Salam, namun pada prinsip ini pembayaran dapat dibayar di muka, dicicil atau dibayar di belakang. Istishna pada umumnya diterapkan dalam pembayaran manufaktur, industri kecil menengah dan kontruksi. Prinsip Sewa (Ijarah) Al-Ijarah adalah akad pemindahan hak guna atas barang dan jasa,
melalui pembayaran upah sewa, tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan atas barang itu sendiri. Prinsip ini dilandasi dengan adanya pemindahan manfaat. Pada dasarnya prinsip Al-Ijarah ini sama dengan Prinsip Jual Beli, namun perbedaannya terdapat pada objek transaksinya.
21 Universitas Sumatera Utara

Bila pada prinsip jual beli, objeknya adalah barang sedangkan pada sewa, objeknya adalah jasa. Harga sewa harus disepakati pada awal perjanjian. Objek sewa harus bermanfaat dan dibenarkan oleh syariah.
Prinsip Bagi Hasil (Syirkah) Prinsip Bagi Hasil meliputi Musyarakah, Mudharabah Muthlaqah, dan Mudarabah Muqayyadah - Musyarakah Adalah kerjasama dalam suatu usaha oleh dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu dimana masing-masing pihak memberikan kontribusi dana dengan kesepakatan bahwa keuntungan dan risiko akan ditanggung bersama sesuai dengan kesepakatan - Mudharabah Muthlaqah Kerjasama dimana si pemilik dana memberikan dana 100 % kepada pengelola dana yang memiliki keahlian. Jumlah modal yang diserahkan kepada nasabah selaku pengelola modal harus diserahkan tunai, dapat berupa uang atau barang yang dinyatakan dalam nilai uang. Apabila modal diserahkan secara bertahap, harus jelas tahapannya dan disepakti bersama - Mudharabah Muqayyadah Pada dasarnya Muqayyadah sama dengan Muthlaqah, hanya perbedaanya terdapat pada adanya pembatasan modal sesuai dPengan permintaan pemilik modal.
22 Universitas Sumatera Utara

2.1.3 Perbedaan Bank Syariah dengan Bank Konvensional Bank Konvensional dan Bank Syariah dalam beberapa hal memiliki
persamaan, terutama dalam sisi teknis penerimaan uang, mekanisme transfer, teknologi komputer, dan lain sebagainya. Perbedaaan antara Bank Konvensional dan Bank Syariah menyangkut aspek legal, struktur organisasi, usaha yang dibiayai, dan lingkungan kerja.
Akad dan Aspek Legalitas Akad yang dilakukan dalam Bank Syariah memiliki konsekuensi duniawi dan ukhrawi karena akad yang dilakukan berdasarkan hukum Islam. Nasabah seringkali berani melanggar kesepakatan / perjanjian yang telah dilakukan bila hukum ini hanya berdasarkan hukum positif belaka, tapi tidak demikian bila perjanjian tersebut memiliki pertanggungjawaban hingga yaumil qiyamah nanti. Setiap akad dalam perbankan syariah, baik dalam hal barang, pelaku transaksi, maupun ketentuan lainnya harus memenuhi ketentuan akad. Lembaga Penyelesai Sengketa Penyelesaian perbedaan atau perselisihan antara bank dan nasabah pada perbankan syariah berbeda dengan perbankan konvensional. Kedua belah pihak pada perbankan syariah tidak menyelesaikannya di peradilan negeri, tetapi menyelesaikannya sesuai tata cara dan hukum materi syariah. Lembaga yang mengatur hukum materi dan atau berdasarkan prinsip syariah di Indonesia dikenal dengan nama Badan Arbitrase Muamalah
23 Universitas Sumatera Utara

Indonesia atau BAMUI yang didirikan secara bersama oleh Kejaksaaan Agung Republik Indonesia dan Majelis Ulama Indonesia.
Struktur Organisasi Bank Syariah dapat memiliki struktur yang sama dengan bank konvensional, misalnya dalam hal komisaris dan direksi, tetapi unsur yang amat membedakan antara bank syariah dan bank konvensional a

Dokumen yang terkait

Analisis Perbandingan Bank Konvensional Dan Bank Syariah Dengan Menggunakan Rasio Keuangan

1 88 69

ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN BANK SYARIAH DENGAN BANK KONVENSIONAL Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Bank Syariah Dengan Bank Konvensional (Studi Kasus pada PT. Bank Syariah Mandiri dan PT. Bank Central Asia).

0 1 14

PENDAHULUAN Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Bank Syariah Dengan Bank Konvensional (Studi Kasus pada PT. Bank Syariah Mandiri dan PT. Bank Central Asia).

0 2 7

ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN BANK SYARIAH DENGAN BANK KONVENSIONAL Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Bank Syariah Dengan Bank Konvensional (Studi Kasus pada PT. Bank Syariah Mandiri dan PT. Bank Central Asia).

0 1 16

ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PADA PERBANKAN KONVENSIONAL DAN SYARIAH Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Pada Perbankan Konvensional Dan Syariah Dengan Menggunakan Rasio Keuangan Bank (Studi Kasus: Bank Mandiri dan Bank Syariah Mandiri).

0 0 16

PENDAHULUAN Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Pada Perbankan Konvensional Dan Syariah Dengan Menggunakan Rasio Keuangan Bank (Studi Kasus: Bank Mandiri dan Bank Syariah Mandiri).

0 0 9

ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PADA PERBANKAN KONVENSIONAL DAN SYARIAH Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Pada Perbankan Konvensional Dan Syariah Dengan Menggunakan Rasio Keuangan Bank (Studi Kasus: Bank Mandiri dan Bank Syariah Mandiri).

0 1 17

ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN ANTARA BANK SYARIAH MANDIRI DENGAN BANK MANDIRI KONVENSIONAL TAHUN 2004–2007.

0 1 7

Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan antara Bank Syariah dan Bank Konvensional (Studi Kasus pada Bank Syariah Mandiri dan Bank Mandiri)

0 4 22

Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan antara Bank Konvensional dan Bank Syariah dengan menggunakan rasio CAMEL (Studi Kasus Pada Bank Mandiri dan Bank Syariah Mandiri)

0 1 11

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

110 3480 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

39 884 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

39 801 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

18 524 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 673 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

57 1169 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1065 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 664 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 944 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

39 1157 23