PENGGUNAAN BAHAN AJAR LEAFLET TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK SISTEM GERAK MANUSIA KELAS VIII SMPN 22 BANDAR LAMPUNG

PENGGUNAAN BAHAN AJAR LEAFLET TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA
PADA MATERI POKOK SISTEM GERAK MANUSIA
(Kuasi Eksperimental pada Siswa Kelas VIII Semester Ganjil SMP Negeri 22 Bandar
Lampung Tahun Pelajaran 2013/2014)

Oleh

Endah Tri Septiani

Skripsi
Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar
SARJANA PENDIDIKAN
Pada
Program Studi Pendidikan Biologi
Jurusan Pendidikan MIPA
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2014

ABSTRAK
PENGGUNAAN BAHAN AJAR LEAFLET TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA
PADA MATERI POKOK SISTEM GERAK MANUSIA
KELAS VIII SMPN 22 BANDAR LAMPUNG
Oleh
ENDAH TRI SEPTIANI

Hasil wawancara dengan guru biologi yang mengajar di kelas VIII SMPN 22 Bandar
Lampung diketahui bahwa dalam proses pembelajaran, guru masih terjebak dalam praktek
pembelajaran yang membosankan yaitu guru hanya memberikan penugasan serta rendahnya
minat baca siswa untuk membaca sumber pelajaran, sehingga berdampak rendahnya hasil
belajar siswa. Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa yaitu penggunaan
bahan ajar leaflet. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan bahan ajar
leaflet terhadap hasil belajar siswa. Desain penelitian ini adalah pretes postes tak ekuivalen.
Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VIIIE (kelas eksperimen) dan kelas VIIID (kelas
kontrol) yang dipilih dengan teknik clusster random sampling.
Data penelitian ini berupa data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari ratarata nilai pretest, posttest, dan N-gain dan dianalisis dengan uji U. Data kualitatif berupa ratarata persentase aktivitas siswa yang diperoleh dari hasil observasi pada tiap pertemuan dan
angket tanggapan siswa terhadap penggunaan bahan ajar leaflet kemudian dianalisis secara
deskriptif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada bahan ajar leaflet dapat meningkatkan hasil belajar
siswa dengan rata-rata nilai pretest (62,1); posttest (84,5); dan N-gain (59,7). Aktivitas
belajar siswa juga mengalami peningkatan dengan rata-rata berkriteria cukup yaitu 72,7% hal
ini juga terlihat dari peningkatan untuk semua aspek yang diamati yaitu mengemukakan
pendapat/ide berkriteria cukup (67,2%); bekerja sama dengan teman dalam tugas kelompok
berkriteria baik (77,9%); bertukar informasi berkriteria cukup (73,2%); bertanya berkriteria
cukup (70,2%); dan mempresentasikan hasil diskusi berkriteria cukup (75,0%). Dengan
demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahan ajar leaflet berpengaruh signifikan
dalam meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar siswa pada materi pokok sistem gerak
manusia.

Kata kunci : leaflet, hasil belajar, sistem gerak manusia.

DAFTAR ISI

Halaman
DAFTAR TABEL ........................................................................................

xv

………………………………… …………….

xvi

Latar Belakang ...........................................................................
Rumusan Masalah ......................................................................
Tujuan Penelitian ........................................................................
Manfaat Penelitian ......................................................................
Ruang Lingkup Penelitian ..........................................................
Kerangka Pikir .............................................................................
Hipotesis Penelitian .....................................................................

1
3
3
3
4
4
5

DAFTAR GAMBAR
I.

PENDAHULUAN
A.
B.
C.
D.
E.
F.
G.

II.

TINJAUAN PUSTAKA
A. Bahan Ajar Leaflet .......................................................................
B. Metode Diskusi Kelompok ........................................................
C. Hasil Belajar Siswa .....................................................................

III.

6
10
13

METODE PENELITIAN
A.
B.
C.
D.
E.
F.

Waktu dan Tempat Penelitian ....................................................
Populasi dan Sampel ..................................................................
Desain Penelitian ........................................................................
Prosedur Penelitian .....................................................................
Jenis dan Teknik Pengumpulan Data .........................................
Teknik Analisis Data ..................................................................

IV.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

V.

A. Hasil Penelitian ............................................................................
1. Hasil Belajar Aspek Kognitif ..................................................
2. Aktivitas Belajar Siswa ............................................................
3. Tanggapan Siswa terhadap Kemenarikan Bahan Ajar Leaflet .
B. Pembahasan ...................................................................................
SIMPULAN DAN SARAN

16
16
16
17
22
23

28
28
30
31
32

A. Simpulan……………. ……………………………………………
B. Saran……………..………………………………………………..

37
37

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………

38

LAMPIRAN
C. Perangkat Pembelajaran…………………………………………… 41
D. Data HasilPenelitian…………………………………………….... 100
E. Foto-foto Penelitian……………………………………………….. 110

1

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pendididikan ialah upaya membantu pertumbuhan dan perkembangan peserta
didik. Proses pendidikan di sekolah didasari interaksi antara guru dan siswa.
Guru berperan mengarahkan siswa agar dapat mencapai tujuan pendidikan
yang diharapkan (Trianto, 2009: 5). Sedangkan menurut Undang-Undang
Republik Indonesia nomor 20 tahun 2006 pasal 1 ayat 1 pendidikan adalah
usaha sadar terencana untuk mewujudkan suasana belajar agar siswa aktif
mengembangkan potensi diri untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, dan keterampilan untuk dirinya,
masyarakat, bangsa dan negara (Depdiknas, 2006: 1).
Permasalahan pendidikan di Indonesia ialah penyelenggaraan pembelajaran di
sekolah yang belum maksimal dan berdampak rendahnya hasil belajar siswa.
Faktor penyebab rendahnya hasil belajar siswa adalah model pembelajaran
yang diterapkan, keterbatasan media pembelajaran, ketersediaan buku
pelajaran, dan rendahnya minat baca siswa karena buku pelajaran yang
berhalaman tebal (Setyono, 2005: 6). Bahan ajar yang kurang menarik
menyebabkan aktivitas siswa akan berkurang sehingga hasil belajar akan
menurun. Hal ini tidak bisa diabaikan sebab bahan ajar membantu proses
pembelajaran menjadi lebih menarik (Djamarah dan Zain, 2006: 161).

2

Hasil wawancara dengan guru biologi di SMPN 22 Bandar Lampung,
diperoleh informasi bahwa penguasaan materi siswa masih rendah, terlihat
hasil belajar siswa kelas VIII pada materi sistem gerak manusia menunjukan
bahwa rata-rata nilai yang diperoleh siswa hanya mencapai 68. Nilai tersebut,
belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan
sekolah yaitu ≥ 73. Hal ini dikarenakan rendahnya minat baca siswa terhadap
buku teks biologi sehingga berdampak rendahnya hasil belajar siswa.
Solusi untuk meningkatkan minat baca dan hasil belajar siswa adalah
memvariasikan penggunaan bahan ajar, berupa leaflet yang didesain secara
cermat, dilengkapi gambar dan menggunakan bahasa yang sederhana. Sesuai
dengan pendapat Setyono (2005: 7) bahwa leaflet diharapkan dapat menarik
minat baca siswa sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Penelitian yang menguji pengaruh penggunaan bahan ajar leaflet adalah hasil
penelitian Aini (2011: 54) menyimpulkan bahwa pembelajaran dengan
menggunakan leaflet dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VII
SMPN 5 Bandar Lampung materi ekosistem yaitu sebesar 18,44. Selain itu
hasil penelitian oleh Merta (2012:1) menyimpulkan bahwa penggunaan leaflet
berpengaruh terhadap peningkatan penguasaan konsep siswa pada materi
ekosistem yaitu pada aspek pemahaman (C2) sebesar 96,25.
Berdasarkan uraian di atas, penggunaan bahan ajar leaflet dapat meningkatkan
hasil belajar siswa sehingga dilakukan penelitian yang berkaitan dengan
penggunaan bahan ajar leaflet pada materi sistem gerak manusia pada siswa
kelas VIII SMPN 22 Bandar Lampung Tahun Ajaran 2013/2014.

3

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, maka rumusan masalah penelitian ini adalah:
1. Adakah pengaruh yang signifikan dari penggunaan bahan ajar leaflet
terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada materi pokok sistem gerak
manusia?
2. Adakah pengaruh dari penggunaan bahan ajar leaflet terhadap peningkatan
aktivitas belajar siswa pada materi pokok sistem gerak manusia?

C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah, maka tujuan penelitian ini untuk mengetahui:
1. Pengaruh penggunaan bahan ajar leaflet terhadap peningkatan hasil belajar
siswa pada materi pokok sistem gerak manusia.
2. Pengaruh penggunaan bahan ajar leaflet terhadap aktivitas siswa pada
materi pokok sistem gerak manusia.

D. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian yang diperoleh diharapkan dapat bermanfaat bagi:
1. Peneliti: memberikan pengalaman mengajar sebagai calon guru dalam
memilih bahan ajar leaflet dalam pembelajaran biologi.
2. Guru: menjadikan bahan ajar leaflet sebagai alternatif untuk diterapkan
dalam pembelajaran biologi.
3. Siswa: memberikan pengalaman belajar biologi yang berbeda.

4

4. Sekolah: memberikan sumbangan pemikiran untuk meningkatkan mutu
pembelajaran di sekolah dalam penggunaan bahan ajar leaflet.

E. Ruang Lingkup Penelitian
Untuk menghindari kesalahpahaman terhadap masalah yang akan dibahas,
maka diberikan batasan masalah sebagai berikut:
1. Bahan ajar yang digunakan dalam penelitian ini adalah bahan ajar leaflet.
2. Metode pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
diskusi kelompok. Langkah-langkahnya yaitu guru menyampaikan salam,
guru memberikan apersepsi dan motivasi, guru membagi siswa menjadi
kelompok-kelompok, siswa mengerjakan LKS dan presentasi.
3. Indikator hasil belajar yang diukur adalah penguasaan aspek kognitif siswa
berupa nilai tes awal dan tes akhir pada materi sistem gerak manusia.
4. Penelitian ini dibatasi pada satu kompetensi dasar yaitu “Mendeskripsikan
sistem gerak pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan.”
5. Sampel penelitian ini pada siswa kelas VIIIE (kelas eksperimen) dan siswa
kelas VIIID (kelas kontrol) SMPN 22 Bandar Lampung TP 2013/2014.

F. Kerangka Pikir
Permasalahan pendidikan di Indonesia adalah penyelenggaraan pembelajaran
yang belum efektif, tampak guru masih terjebak dalam praktek pembelajaran
yang membosankan. Pembelajaran yang berpusat pada guru menyebabkan
siswa kurang aktif dalam pembelajaran. Guru bukanlah satu-satunya sumber

5

ilmu bagi siswa, melainkan guru sebagai fasilitator yang memfasilitasi siswa
mendapatkan ilmu. Peran guru sebagai fasilitator sangat diperlukan, bagaimana
upaya menciptakan lingkungan belajar yang mendorong siswa senang dan
bergairah belajar, solusi yang dilakukan guru ialah memvariasikan bahan ajar
yang dapat menarik perhatian siswa untuk membacanya misalnya penggunaan
bahan ajar leaflet. Penggunaan bahan ajar leaflet diharapkan terciptanya
suasana belajar yang menyenangkan dan meningkatkan minat baca siswa.
Sehingga bahan ajar leaflet diharapkan dapat meningkatan hasil belajar siswa.
Variabel bebas penelitian ini adalah penggunaan bahan ajar leaflet. Sedangkan
variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar ranah kognitif siswa.

X

Y

Keterangan: X: penggunaan bahan ajar leaflet; Y: hasil belajar kognitif siswa
Gambar 1. Model teoritis hubungan antara variabel bebas dan terikat

G. Hipotesis Penelitian
Hipotesis dalam penelitian ini adalah:
H0 = Tidak ada pengaruh signifikan dari penggunaan bahan ajar leaflet dalam
meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pokok sistem gerak
manusia.
H1 = Ada pengaruh dari penggunaan bahan ajar leaflet dalam meningkatkan
hasil belajar siswa pada materi pokok sistem gerak manusia.

6

II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Bahan Ajar Leaflet

Bahan ajar ialah substansi yang disampaikan dalam proses pembelajaran. Tanpa
bahan ajar, proses pembelajaran tidak akan berjalan, karena itu harus memiliki dan
menguasai bahan ajar yang akan disampaikannya pada siswa (Djamarah dan Zain,
2006: 43). Keberhasilan pengajaran ditentukan sampai sejauh mana penguasaan siswa
terhadap bahan ajar yang disampaikan guru (Djamarah dan Zain, 2006: 159). Hal
tersebut juga diungkapkan oleh Hamdani (2011: 218) bahwa bahan ajar adalah
seperangkat materi yang diperlukan guru yang disusun sistematis baik tertulis/ tidak
tertulis untuk tercipta suasana belajar siswa agar dapat menguasai bahan pelajaran
secara tuntas.
Bahan ajar ialah bahan minimal yang harus dikuasai siswa untuk mencapai
kompetensi dasar yang telah dirumuskan. Oleh sebab itu, bahan ajar harus dapat
menarik perhatian siswa untuk membacanya. Seperti yang diungkapkan oleh
Prastowo (2010: 26) bahwa tujuan pembuatan bahan ajar yaitu membantu siswa
mempelajari sesuatu, menyediakan berbagai jenis pilihan bahan ajar, sehingga
mencegah timbulnya rasa bosan siswa, memudahkan guru dan siswa melaksanakan
pembelajaran dan agar kegiatan pembelajaran lebih menarik.

7
Bahan ajar tidak hanya berguna bagi siswa, tetapi juga berguna bagi guru. Seperti
yang diungkapkan oleh Pratowo (2010: 35) bahwa kegunaan bahan ajar bagi guru
yaitu membantu proses pembelajaran dan dapat diajukan sebagai karya yang dinilai,
sedangkan kegunaan bahan ajar bagi siswa yaitu kegiatan pembelajaran lebih
menarik, siswa lebih banyak mendapatkan kesempatan belajar secara mandiri dengan
bimbingan guru, dan kemudahan siswa dalam mempelajari setiap kompetensi yang
harus dikuasainya.
Bahan ajar yang baik harus mempermudah siswa memahami materi. Sesuai denga
pendapat Abdorrakhman Ginting (2008: 154) bahwa kriteria bahan ajar yaitu: sesuai
dengan topik yang dibahas, memuat intisari untuk memahami materi, bahasanya
singkat, sistematis, dilengkapi nformasi yang relevan dan menarik sehingga mudah
memahami isinya, sebaiknya diberikan sebelum berlangsungnya proses pembelajaran
agar dapat dipelajari dahulu oleh siswa.
Hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun bahan ajar cetak adalah materi yang
disajikan harus berintikan materi pokok yang harus dicapai oleh siswa, menurut
Ballstaedt (dalam Setyono, 2005: 29) bahan ajar cetak harus memperhatikan beberapa
hal sebagai berikut:
1. Susunan tampilan, yang menyangkut: urutan yang mudah, judul yang singkat, ada
daftar isi, struktur kognitifn jelas, rangkuman, tugas pembaca.
2. Bahasa yang mudah, menyangkut: mengalirnya kosa kata, jelasnya kalimat,
jelasnya hubungan kalimat, kalimat yang tidak terlalu panjang.
3. Menguji pemahaman, yang menyangkut: menilai melalui orangnya, check list
untuk pemahaman.

8
4. Stimulan, yang menyangkut: enak tidaknya dilihat, tulisan mendorong pembaca
untuk berfikir, menguji stimulan.
5. Kemudahan dibaca, yang menyangkut: keramahan terhadap mata (huruf yang
digunakan tidak terlalu kecil), urutan teks terstruktur, mudah dibaca.
6. Materi instruksional, yang menyangkut: pemilihan teks, bahan kajian, lembar
kerja (work sheet).
Dalam penyusunan bahan ajar terdapat perbedaan dalam strukturnya antara bahan
ajar yang satu dengan bahan ajar yang lain. Guna mengetahui perbedaan-perbedaan
yang dimaksud dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 1. Struktur bahan ajar
No

Komponen

Ht

Bu

Ml

LKS

Br

Lf

Wch

F/Gb

Mo/M

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Judul
Petunjuk belajar
KD/MP
Informasi pendukung
Latihan
Tugas/ Langkah kerja


-





-


-

















-




-


**
**
-


**
**
**


**
**
**

7.
Penilaian



  **
**
**
Ht: handout, Bu: Buku, Ml: Modul, LKS: Lembar Kegiatan Siswa, Br: Brosur, Lf: Leaflet, Wch:
Wallchart, F/Gb: Foto/Gambar, Mo/M: Model/Maket (Setyono, 2005:27-28)
√: tercantum di bahan ajar; - :tidak tercantum di bahan ajar; **: tercantum di kelas lainLebih

Bahan ajar dapat ditampilkan dalam berbagai bentuk. Berdasarkan teknologi yang
digunakan, bahan ajar dapat dikelompokan menjadi empat kategori seperti yang
ditulis oleh Hamdani (2011: 219), yaitu bahan cetak seperti handout, buku, modul,
lembar kerja siswa, brosur, leaflet, wallchart, foto/gambar, model/maket. Bahan ajar
dengar seperti kaset, radio, pirigan hitam, dan compact disk audio. Bahan ajar
pandang dengar seperti video compact disk, film. Bahan ajar multimedia interaktif

9
seperti CAI (Computer Assisted Instruction), compact disk (CD), dan bahan ajar
berbasis web.
Leaflet ialah bahan cetak tertulis berupa lembaran yang dilipat tapi tidak dijahit, agar
terlihat menarik leaflet didesain secara cermat dilengkapi dengan ilustrasi dan
menggunakan bahasa yang sederhana,singkat, dan mudah dipahami. Leaflet sebagai
bahan ajar juga harus memuat materi yang dapat menggiring siswa untuk menguasai
satu atau lebih KD (Murni, 2010: 1).
Leaflet sebagai bahan ajar harus disusun secara sistematis, menggunakan bahasa
yang mudah dimengerti, hal ini untuk menarik minat baca dan meningkatkan
motivasi belajar siswa. Menurut Notoatmodjo (1993: 54), hal-hal yang perlu
dipertimbangkan dalam penyusunan leaflet adalah: substansi materi memiliki
relevansi dengan KD yang harus dikuasai siswa, kebenaran materi dapat
dipertanggungjawabkan, kalimat yang disajikan singkat, jelas, dan menarik siswa
untuk membacanya baik penampilan dan isi materinya.
Dalam menyusun sebuah leaflet sebagai bahan ajar yang baik, menurut Setyono
(2005: 38-39) leaflet paling tidak memuat antara lain:
1. Judul, diturunkan dari KD sesuai dengan materi.
2. Materi pokok yang akan dicapai, diturunkan dari kurikulum 2004.
3. Informasinya jelas, padat, menarik, memperhatikan penyajian kalimat yang
disesuaikan dengan usia dan pengalaman pembacanya.
4. Tugas berupa membaca buku tertentu yang terkait dengan materi belajar untuk
dibuat resumenya dan diberikan secara individu atau kelompok.
5. Penilaian dapat dilakukan terhadap hasil karya dari tugas ang diberikan.

10
6. Gunakan berbagai sumber belajar misalnya buku, majalah,dan internet.
Leaflet memiliki keunggulan dan kelemahan. Sesuai dengan pendapat Simnett dan
Ewles (1994) keunggulan leaflet antara lain leaflet efektif untuk pesan singkat,
sederhana dan murah, siswa dapat belajar mandiri, pengguna dapat melihat isinya
pada saat santai, dapat memberikan detil (misalnya statistik) yang tidak mungkin bila
disampaikan lisan, siswa dan guru dapat mempelajari informasi yang rumit bersamasama. Sedangkan kelemahan leaflet adalah leaflet profesional mahal, mudah hilang
dan rusak, dapat menjadi kertas percuma kecuali guru secara aktif melibatkan siswa
dalam membaca dan menggunakan materi dan pesan yang disampaikan terbatas.

B. Metode Diskusi Kelompok

Dalam pendidikan metode diskusi ialah serangkaian kegiatan guru yang terarah yang
menyebabkan siswa belajar. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diskusi adalah
cara belajar yang melakukan tukar pikiran antara murid dengan guru, murid dengan
murid sebagai peserta diskusi. Namun tidak semua kegiatan bertukar pikiran dapat
dikatakan diskusi. Menurut Arsjad dan Mukti (2012: 89) diskusi adalah, suatu bentuk
tukar pikiran teratur dan terarah, baik dalam kelompok kecil atau besar, dengan
tujuan mendapatkan suatu pengertian, kesepakatan, dan keputusan bersama
mengenai masalah. Sedangkan menurut Zuhairini (2011: 23) diskusi ialah, suatu
metode di dalam mempelajari bahan dengan jalan mendiskusikannya, sehingga
menimbulkan pengertian dan perubahan tingkah laku murid.

11
Menurut Gagne dan Briggs (2006: 69) diskusi sebagai metode pembelajaran yang
melibatkan dua orang peserta atau lebih untuk berinteraksi saling bertukar pendapat
dan saling mempertahankan pendapat dalam pemecahan masalah sehingga
didapatkan kesepakatan. Metode diskusi merupakan pembelajaran yang bersifat
interaktif, manakala salah satu siswa berbicara, maka siswa lain yang menjadi bagian
dari kelompoknya aktif mendengarkan. Seringkali dalam berdiskusi, siswa saling
menanggapi jawaban temannya atau berkomentar terhadap jawaban yang diajukan
siswa lain dan terkadang mengundang anggota kelompok lain untuk bicara sebagai
narasumber sehingga melalui metode diskusi, keaktifan siswa dapat ditingkatkan.
Diskusi kelompok merupakan salah satu metode yang sering digunakan dalam proses
pembelajaran. Menurut Arief (2008: 21) didkusI memilki keunggulan dan
kelemahan. Keunggulan penggunaan metode diskusi kelompok pada proses
pembelajaran antara lain:
1. Suasana kelas lebih aktif, sebab siswa mengarahkan perhatian atau pikirannya
kepada masalah yang sedang didiskusikan.
2. Dapat menaikan prestasi kepribadian individu, seperti sikap toleransi, demokrasi,
berpikir kritis, sistematis, sabar dan sebagainya.
3. Kesimpulan hasil diskusi mudah dipahami siswa, karena mereka mengikuti proses
berpikir sebelum sampai kepada suatu kesimpulan.
4. Siswa dilatih belajar untuk mematuhi peraturan-peraturan dan tata tertib layaknya
dalam suatu musyawarah.
5. Membantu murid untuk mengambil keputusan yang lebih baik.

12
6. Tidak terjebak kedalam pikiran individu yang terkadang salah. Dengan diskusi
seseorang dapat mempertimbangkan alasan-alasan orang lain.
Sedangkan kelemahan metode diskusi diantaranya:
1. Bisa terjadi pandangan dari berbagai sudut bagi masalah yang dipecahkan,
pembicaraan menjadi menyimpang dan memerlukan waktu yang panjang.
2. Diskusi menghendaki pembuktian logis, yang tidak terlepas dari fakta-fakta dan
tidak merupakan jawaban yang hanya dugaan saja.
3. Tidak dapat dipakai pada kelompok yang besar.
4. Biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih formal.
5. Ada siswa yang memonopoli pembicaraan, dan ada pula siswa yang pasif.
Guna mengatasi kelemahan-kelemahan tersebut, pertama-tama yang harus
diperhatikan adalah:
a. Pimpinan diskusi diberikan kepada murid dan diatur secara bergiliran.
b. Pimpinan diskusi yang diberikan kepada murid, perlu bimbingan dari guru.
c. Guru mengusahakan supaya seluruh siswa berpartisipasi dalam diskusi.
d. Mengusahakan supaya semua siswa mendapat giliran berbicara, sementara siswa
lain belajar mendengarkan pendapat temannya.
e. Mengoptimalkan waktu untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.
Semua pembicaraan yang dilakukan sekelompok kecil peserta didik tidak dapat
disebut sebagai diskusi. Menurut Winataputra (2005: 14) syarat agar dapat disebut
sebagai diskusi yaitu: (1) melibatkan kelompok yang anggotanya antara 3-9 orang,
(2) berlangsung dalam situasi tatap muka yang informal, artinya semua anggota

13
berkesempatan saling melihat, mendengar, serta berkomunikasi secara bebas dan
langsung, (3) mempunyai tujuan yang mengikat anggota kelompok sehingga terjadi
kerja sama untuk mencapainya, dan (4) berlangsung seecara teratur untuk
tercapainya tujuan pembelajaran.
Diskusi memiliki langkah-langkah pelaksanaannya. Menurut Mudjiono (2009: 48)
langkah umum pelaksanaan diskusi yaitu:
a. Merumuskan masalah secara jelas.
b. Melalui pimpinan guru, para siswa membentuk kelompok diskusi, memilih
pimpinan diskusi (ketua, sekretaris, pelapor), mengatur tempat duduk, ruangan,
sarana, dan sebagainya sesuai dengan tujuan diskusi.
c. Melaksanakan diskusi. Setiap anggota diskusi hendaknya tahu persis apa yang
akan didiskusikan dan bagaimana cara berdiskusi, setiap anggota tahu bahwa
mereka mempunyai hak bicara yang sama.
d. Melaporkan hasil diskusinya. Hasil tersebut ditanggapi oleh siswa dari kelompok
lain. Guru memberi penjelasan terhadap laporan tersebut.
e. Siswa mencatat hasil diskusi, dan guru mengumpulkan hasil diskusi.

C. Hasil Belajar Siswa
Hasil belajar adalah suatu puncak proses pembelajaran. Suatu proses pembelajaran
dinyatakan berhasil apabila hasilnya memenuhi tujuan dari proses pembelajaran
tersebut. Hasil belajar dapat diketahui dengan adanya evaluasi hasil belajar. Seperti
yang diungkapkan oleh Davies (dalam Dimyati dan Mudjiono. 2009: 201) bahwa

14
evaluasi belajar adalah sebagai kegiatan yang berupaya untuk mengetahui tingkat
keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan yang ditetapkan. Menurut Arikunto
(2008: 253) beberapa tes yang dilakukan guru untuk menilai keberhasilan siswa,
diantaranya: uji blok, ulangan harian, tes lisan saat pembelajaran berlangsung, tes
mid semester dan tes akhir semester. Hasil dari tes tersebut berupa nilai yang
digunakan sebagai tolak ukur keberhasilan proses pembelajaran yang terjadi. Tes ini
dibuat oleh guru berkaitan dengan materi yang telah diajarkan. Setiap kegiatan
belajar akan berakhir dengan hasil belajar. Bahan mentah hasil belajar terwujud
dalam lembar jawaban soal ulangan dan karya atau benda. Bagi guru, hasil belajar
siswa di kelasnya berguna untuk melakukan perbaikan tindak mengajar atau
evaluasi. Bagi siswa, hasil belajar tersebut berguna untuk memperbaiki cara-cara
belajar lebih lanjut.
Menurut Bloom (dalam Dimyati dan Mudjiono, 2009: 202) penggolongan tujuan
ranah kognitif ada enam tingkat yakni:
1. Pengetahuan, berupa pengenalan dan pengingatan kembali terhadap pengetahuan
tentang fakta, istilah, dan prinsip.
2. Pemahaman, berupa kemampuan memahami tentang isi pelajaran yang dipelajari
tanpa perlu menghubungkan dengan isi pelajaran lainnya.
3. Penerapan, merupakan kemampuan menggunakan generalisasi atau abstraksi
lainnya yang sesuai dalam situasi konkret dan/atau situasi baru.
4. Analisis, merupakan kemampuan menjabarkan isi pelajaran ke bagian-bagian
yang menjadi unsur pokok.

15
5. Sintesis, merupakan kemampuan menggabungkan unsur-unsur pokok ke dalam
struktur yang baru.
6. Evaluasi, merupakan kemampuan menilai isi pelajaran untuk suatu maksud atau
tujuan tertentu. Dalam evaluasi, siswa diminta untuk menerapkan pengetahuan
dan kemampuan yang telah dimiliki untuk menilai suatu kasus.
Selain diukur dalam bentuk nilai, hasil belajar juga dapat diamati dan diukur dari
perubaha tingkah laku diri siswa. Sesuai dengan pendapat Hamalik (2008: 155)
bahwa hasil belajar yaitu perubahan tingkah laku diri siswa, yang dapat diamati dan
diukur dalam bentuk perubahan pengetahuan sikap dan keterampilan. Perubahan
tersebut diartikan terjadinya pengembangan yang lebih baik dibandingkan dengan
sebelumnya, misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, sikap kurang sopan menjadi
sopan. Hasil belajar siswa pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku sehingga
dengan belajar seseorang akan mengalami perubahan berpikir dan sikap dalam
kehidupan sehari-hari.

16

III. METODE PENELITIAN

A. Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juli tahun ajaran 2013/2014 di
SMPN 22 Bandar Lampung.

B. Populasi dan Sampel
Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 22 Bandar
Lampung tahun ajaran 2013/2014. Pengambilan sampel dilakukan dengan
teknik cluster random sampling. Kelas yang terpilih yaitu kelas VIIIE (kelas
eksperimen) dan kelas VIIID (kelas kontrol).

C. Desain Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment)
dengan desain pretes-postes kelompok tak ekuivalen. Kelompok eksperimen
(kelas VIIIE) diberi perlakuan dengan menggunakan metode diskusi dan bahan
ajar leaflet, sementara kelompok kontrol (kelas VIIID) diberi perlakuan dengan
menggunakan metode diskusi dan buku cetak. Setelah itu, kedua kelompok
diberi tes berupa soal uraian yang sama di awal dan akhir kegiatan
pembelajaran (pretes-postes).

17

Struktur desain penelitian ini adalah sebagai berikut:
K1

O1

X

O2

K2

O1

C

O2

Keterangan: K1= Kelas eksperimen; K2= Kelas kontrol; O1= Pretes; O2=
Postes; X= Menggunakan leaflet; C= Menggunakan buku cetak.
Sumber: dimodifikasi dari Riyanto (2001: 43).
Gambar 2. Desain pretes-postes tak ekuivalen

D. Prosedur Penelitian
Penelitian ini terdiri dari dua tahap, yaitu prapenelitian dan pelaksanaan
penelitian. Adapun langkah-langkah dari tahap tersebut yaitu sebagai berikut:
1. Prapenelitian
Kegiatan yang dilakukan pada prapenelitian sebagai berikut:
a. Membuat surat izin penelitian ke sekolah tempat diadakan penelitian.
b. Melakukan observasi ke sekolah tempat diadakannya penelitian, untuk
mendapatkan informasi tentang keadaan kelas yang akan diteliti.
c. Menetapkan sampel penelitian untuk kelas eksperimen dan kontrol.
d. Membuat perangkat pembelajaran yang terdiri dari Silabus, Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS).
e. Membuat leaflet dan angket tanggapan siswa.
f.

Membuat lembar observasi untuk mengukur aktivitas siswa.

g. Membuat soal pretes dan postes.
2. Pelaksanaan Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan sebanyak tiga kali pertemuan dengan langkahlangkah pembelajaran sebagai berikut:

18

Kelas Esperimen
a. Kegiatan Awal
1. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam.
2. Siswa mengerjakan soal pretes pada pertemuan pertama.
3. Guru membacakan tujuan pembelajaran.
4. Guru memberikan apersepsi kepada siswa.
Pertemuan I: Mengajukan pertanyaan ”Kalian sering berjalan bukan?
Ketika berjalan kita menggerakkan kaki. Tahukah kalian bagaimana
tubuh kita dapat bergerak dan berdiri tegak, seperti berjalan?”
Pertemuan II: Guru memerintahkan siswa untuk menggerakkan jari
tangannya. Lalu guru bertanya ”Mengapa jari tangan dapat
digerakkan? Bagaimanakah terjadinya gerak itu?”
Pertemuan III: Guru bertanya ”Apakah Kalian pernah mendengar
tentang orang yang patah tulang dan menderita osteoporosis? Patah
tulang dan osteoporosis adalah penyakit sistem gerak manusia. Apa
saja penyakit pada sistem gerak manusia yang kalian ketahui?”
5. Guru memberikan motivasi kepada siswa.
Pertemuan I: ”Hari ini kita akan mempelajari tentang macam-macam
organ penyusun sistem gerak manusia. Dengan mempelajari ini,
kalian dapat mengetahui apa saja organ penyusun sistem gerak
manusia yang termasuk alat gerak aktif dan pasif dan membedakan
fungsi dan komponen penyusun alat gerak aktif dan pasif tersebut.”
Pertemuan II: ”Pertemuan kali ini kita akan melanjutkan materi
berikutnya yaitu mekanisme gerak. Dengan mempelajari ini, kalian

19

dapat mengetahui bagaimana terjadinya gerak otot dan membedakan
macam-macam sendi berdasarkan sifat geraknya beserta contohnya.”
Pertemuan III: ”Pada pertemuan ketiga mempelajari penyakit yang
berhubungan dengan sistem gerak manusia, sehingga mengetahui
macam-macam penyakit pada tulang, persendian dan otot.”
b. Kegiatan Inti
1. Siswa dibagi guru menjadi tujuh kelompok, masing-masing kelompok
terdiri dari 5-6 siswa berdasarkan nilai akademik siswa pada semester
sebelumnya (genap) di kelas VII.
2. Siswa membaca leaflet yang dibagikan guru yang berisikan materi
yang akan dipelajari.
3. Guru membagikan LKS kepada masing-masing kelompok.
4. Siswa dipandu oleh guru berdiskusi dan menjawab LKS dengan
membaca dan mengkaji menggunakan bahan ajar leaflet.
5. Siswa dari perwakilan masing-masing kelompok diminta guru untuk
mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya.
6. Siswa diberi kesempatan oleh guru untuk melakukan tanya jawab
tentang materi yang dipresentasikan masing-masing kelompok.
7. Guru memberi penguatan terhadap jawaban hasil diskusi dan
meluruskan miskonsepsi yang mungkin masih dimiliki siswa.
c. Kegiatan Penutup
1. Siswa membuat kesimpulan dari materi yang telah disampaikan.
2. Siswa mengerjakan soal postes pada pertemuan ketiga.
3. Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan salam.

20

Kelas Kontrol
a. Kegiatan Awal
1. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam.
2. Siswa mengerjakan soal tes awal pada pertemuan pertama.
3. Guru membacakan tujuan pembelajaran.
4. Guru memberikan apersepsi kepada siswa.
Pertemuan I: Mengajukan pertanyaan ”Kalian sering berjalan bukan?
Ketika berjalan kita menggerakkan kaki.Tahukah kalian bagaimana
tubuh kita dapat bergerak dan berdiri tegak, seperti berjalan?”
Pertemuan II: Guru memerintahkan siswa untuk menggerakkan jari
tangannya. Lalu guru bertanya ”Mengapa jari tangan dapat
digerakkan? Bagaimanakah terjadinya gerak itu?”
Pertemuan III: Guru bertanya ”Apakah Kalian pernah mendengar
tentang orang yang patah tulang dan menderita osteoporosis? Patah
tulang dan osteoporosis adalah penyakit sistem gerak manusia. Apa
saja penyakit pada sistem gerak manusia yang kalian ketahui?”
5. Guru memberikan motivasi kepada siswa.
Pertemuan I: ”Hari ini kita akan mempelajari tentang macam-macam
organ penyusun sistem gerak manusia. Dengan mempelajari ini,
kalian dapat mengetahui apa saja organ penyusun sistem gerak
manusia yang termasuk alat gerak aktif dan pasif dan membedakan
fungsi dan komponen penyusun alat gerak aktif dan pasif tersebut.”
Pertemuan II: ”Pertemuan kali ini kita akan melanjutkan materi
berikutnya yaitu mekanisme gerak. Dengan mempelajari ini, kalian

21

dapat mengetahui bagaimana terjadinya gerak otot dan membedakan
macam-macam sendi berdasarkan sifat geraknya beserta contohnya.”
Pertemuan III: ”Pada pertemuan ketiga mempelajari tentang penyakit
yang berhubungan dengan sistem gerak manusia. Dengan mempelajari
ini kalian dapat mengetahui macam-macam penyakit dan gangguan
pada tulang, persendian dan otot.”
b. Kegiatan Inti
1. Guru menjelaskan konsep-konsep materi secara garis besar.
2. Siswa dibagi guru menjadi tujuh kelompok, masing-masing kelompok
terdiri dari 5-6 siswa berdasarkan nilai akademik siswa pada semester
sebelumnya (genap) di kelas VII.
3. Guru membagikan LKS kepada masing-masing kelompok.
4. Siswa dipandu oleh guru berdiskusi dan menjawab LKS dengan
membaca dan mengkaji menggunakan buku cetak.
5. Siswa dari perwakilan masing-masing kelompok diminta guru untuk
mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya.
6. Siswa diberi kesempatan oleh guru untuk melakukan tanya jawab
tentang materi yang dipresentasikan masing-masing kelompok.
7. Guru memberi penguatan terhadap jawaban hasil diskusi dan
meluruskan miskonsepsi yang mungkin masih dimiliki siswa.
c. Kegiatan Penutup
1. Siswa membuat kesimpulan dari materi yang telah disampaikan.
2. Siswa mengerjakan soal tes akhir pada pertemuan ketiga.
3. Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan salam.

22

E. Jenis dan Teknik Pengumpulan Data
1. Jenis Data
Data penelitian ini berupa data kuantitatif sebagai data utama penelitian
yaitu hasil belajar siswa yang diperoleh dari nilai tes awal dan tes akhir.
Sedangkan data kualitatif sebagai data penunjang yaitu angket kemenarikan
bahan ajar leaflet dan lembar observasi aktivitas belajar siswa.
2. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengambilan data pada penelitian ini adalah:
a. Tes awal dan tes akhir
Data dalam penelitian ini merupakan data kuantitatif berupa hasil belajar
kognitif. Tes awal berupa enam butir soal essai diberikan kepada siswa
pada awal pertemuan, sedangkan tes akhir diberikan diakhir pertemuan
dengan soal yang sama dengan soal tes awal baik pada kelas eksperimen
maupun kelas kontrol. Kemudian dihitung selisih antara nilai hasil tes
awal dan tes akhir yang disebut sebagai gain score. Untuk mendapatkan
gain score pada setiap pertemuan menggunakan menggunakan formula
Rulon (dimodifikasi dari Sudijono, 1996: 215) sebagai berikut:
N Gain



X Y
x 100
ZY

Keterangan: X= nilai tes akhir; Y= nilai tes awal; Z= skor maksimum
b. Angket
Angket yang diberikan kepada subyek penelitian berupa daftar
pertanyaan tentang topik tertentu dalam hal ini tentang kemenarikan

23

bahan ajar leaflet. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan informasi
tertentu seperti preferensi, keyakinan, minat dan perilaku siswa.
c. Lembar observasi aktivitas siswa
Lembar observasi aktivitas siswa berisi aspek kegiatan yang diamati pada
saat proses pembelajaran. Setiap siswa diamati poin kegiatan yang
dilakukan dengan cara memberi tanda (√ ) pada lembar observasi.

F. Teknik Analisis Data
1. Data Kuantitatif
Nilai tes awal, tes akhir, dan N-gain hasil belajar kognitif pada kelas
eksperimen dan kontrol dianalisis menggunakan uji U dengan program
SPSS versi 17, yang sebelumnya dilakukan uji prasyarat berupa uji
normalitas dan kesamaan dua varians (homogenitas) data:
a. Uji Normalitas Data
Uji normalitas data menggunakan uji Lilliefors dengan program SPSS 17.
1. Hipotesis
H0 = Data berasal dari sampel berdistribusi normal
H1 = Data berasal dari sampel tidak berdistribusi normal
2. Kriteria pengujian
Terima H0 jika Lhitung < Ltabel atau probabilitasnya > 0,05
Tolak H0 jika Lhitung > Ltabel atau probabilitasnya < 0,05
(Anonim, 2009: 37 - 39).
b. Uji Kesamaan Dua Varians
Apabila data berdistribusi normal, maka dilanjutkan dengan uji kesamaan
dua varians dengan menggunakan program SPSS 17.

24

1. Hipotesis
H0 = Kedua sampel mempunyai varians sama
H1 = Kedua sampel mempunyai varians berbeda
2. Kriteria Pengujian
Jika F hitung < Ftabel atau probabilitasnya > 0,05 maka H0 diterima
Jika Fhitung > Ftabel atau probabilitasnya < 0,05 maka H0 ditolak
(Pratisto, 2004:71).
c. Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis menggunakan uji U karena sampel tidak berdistribusi
normal. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan program SPSS 17.
1. Uji Hipotesis dengan uji U
1. Hipotesis
HO = Rata-rata N-gain kedua sampel sama
H1 = Rata-rata N-gain kedua sampel tidak sama
2. Kriteria Uji
Jika –Z tabel < Z hitung < Z tabel atau p-value > 0,05, maka Ho diterima
Jika Z hitung < -Z tabel atau Z hitung > Z tabel, maka Ho ditolak
(Pratisto, 2004: 17)

2. Data Kualitatif
a. Pengolahan Data Kemenarikan Bahan Ajar Leaflet
Penyebaran angket brtujuan mengetahui kemenarikan bahan ajar leaflet.
Angket berisikan lima pernyataan positif, dan tiga pernyataan negatif.
Skor satu untuk menyatakan setuju bagi pernyataan positif dan tidak
setuju bagi pernyataan negatif. Skor nol untuk menyatakan tidak setuju
bagi pernyataan positif dan setuju bagi pernyataan negatif. Penghitungan
skor menggunakan teknik deskriptif kualitatif dalam bentuk persentase.

25

Teknik ini disebut dengan persentase. Adapun rumus untuk analisis
deskriptif persentase menurut Ali (1992: 46) adalah:
Presentase kemenarikan leaflet (%) =

n
× 100%
N

Keterangan: n= Nilai yang diperoleh sampel, N= Nilai yang semestinya
diperoleh sampel, %= Persentase kemenarikan leaflet
Tabel 2. Kriteria Tingkat Kemenarikan Bahan Ajar Leaflet
No
Rentang skor
Interval
1
16-23
76< % ≤ 100%
2
8 – 15
51< % ≤ 75%
3
0–7
25< % ≤ 50%
Sumber: dimodifikasi dari Ali (1992: 46)

Kriteria
Tinggi
Sedang
Rendah

ANGKET KEMENARIKAN BAHAN AJAR LEAFLET
Nama:
Kelas:
Petunjuk
 Berilah tanda silang (X) dan beri alasan pada pernyataan yang tepat
 Isilah angket ini dengan jujur.
1. Bahasa dalam penulisan leaflet sederhana dan mudah dimengerti.
a. Setuju
b. Tidak Setuju
Alasan ___________________________________________
2. Penggunaan leaflet lebih memudahkan untuk membacanya daripada buku cetak
a. Setuju
b. Tidak Setuju
Alasan ____________________________________________
3. Ukuran font dalam leaflet dapat terbaca dengan baik, mudah dipahami dan
tidak membosankan
a. Setuju
b. Tidak Setuju
Alasan ____________________________________________
4. Gambar dalam leaflet tidak menarik perhatian saya untuk membacanya
a. Setuju
b. Tidak Setuju
Alasan ____________________________________________
5. Penggunaan warna dalam leaflet pembelajaran biologi tidak dapat
meningkatkan minat baca saya.
a. Setuju
b. Tidak Setuju
Alasan ____________________________________________

26

6. Materi pelajaran disusun secara sistematis sehingga memudahkan saya untuk
memahami materi tersebut.
a. Setuju
b. Tidak Setuju
Alasan ___________________________________________
7. Leaflet tidak dapat dijadikan bacaan alternatif dalam belajar biologi.
a. Setuju
b. Tidak Setuju
Alasan ____________________________________________
8. Saya lebih senang membaca leaflet daripada membaca buku teks biologi
a. Setuju
b. Tidak Setuju
Alasan ____________________________________________

b. Pengolahan Data Aktivitas Siswa
Data aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung merupakan
data yang diambil melalui observasi. Data tersebut dianalisis dengan
menggunakan indeks aktivitas siswa. Rata–rata skor aktivitas dihitung
menggunakan rumus:

x

x
n

i

x100

Keterangan: x = Rata-rata skor aktivitas siswa, ∑xi = Jumlah skor yang
diperoleh, n= Jumlah skor maksimum
Setelah diperoleh rata-rata skor aktivitas siswa, kemudian diterjemahkan
dalam kategori yang dapat dilihat pada tabel indeks aktivitas siswa sesuai
klasifikasi pada Tabel 3.
Tabel 3. Kriteria persentase aktivitas belajar siswa
Interval
Kategori
87,5 – 100
Sangat baik
75 – 87,49
Baik
50 – 74,99
Cukup
0 – 49,99
Kurang
Sumber: dimodifikasi dari Hidayati (2011: 17)

27

Tabel 4. Lembar Observasi Aktivitas Siswa
No

Nama

Aspek yang diamati
A
B
C
D
E
1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3

Xi

X

1
2
3
Jumlah
Keterangan:
A. Kemampuan mengemukakan pendapat/ide
1. Tidak mengemukakan pendapat /ide (diam saja)
2. Mengemukakan pendapat/ide namun tidak sesuai dengan pembahasan
pada materi pokok sistem gerak manusia
3. Mengemukakan pendapat/ide sesuai dengan pembahasan pada materi
pokok sistem gerak manusia
Penilaian: observasi terhadap siswa saat melakukan diskusi.
B. Bekerjasama dengan teman dalam menyelesaikan tugas kelompok
1. Tidak bekerjasama dengan teman (diam saja)
2. Bekerjasama dengan anggota kelompok tetapi tidak sesuai dengan
permbahasan pada LKS materi pokok sistem gerak manusia
3. Bekerjasama dengan semua anggota kelompok sesuai dengan
permbahasan pada LKS materi pokok sistem gerak manusia
Penilaian: observasi saat siswa melakukan diskusi dan mengerjakan LKS.
C. Bertukar informasi
1. Tidak berkomunikasi secara lisan dalam bertukar pendapat dengan
anggota kelompok (diam saja)
2. Berkomunikasi secara lisan dengan anggota kelompok tetapi tidak
sesuai dengan permasalahan sistem gerak manusia dalam LKS
3. Berkomunikasi secara lisan dan bertukar pendapat untuk memecahkan
permasalahan pada LKS sesuai dengan leaflet.
Penilaian: observasi terhadap siswa saat melakukan diskusi
D. Kemampuan Bertanya
1. Tidak mengajukan pertanyaan
2. Mengajukan pertanyaan, tetapi tidak mengarah pada permasalahan pada
materi pokok sistem gerak manusia
3. Mengajukan pertanyaan yang mengarah dan sesuai dengan
permasalahan pada materi pokok sistem gerak manusia
Penilaian: observasi terhadap siswa dalam mengikuti presentasi yang
dilakukan oleh siswa kelompok lain dan kegiatan diskusi kelas.
E. Mempresentasikan hasil diskusi kelompok
1. Siswa dalam kelompok kurang dapat mempresentasikan hasil diskusi
kelompok secara sistematis, dan tidak dapat menjawab pertanyaan.
2. Siswa dalam kelompok kurang dapat mempresentasikan hasil diskusi
dengan secara sistematis,dan menjawab pertanyaan dengan benar.
3. Siswa dalam kelompok dapat mempresentasikan hasil diskusi secara
sistematis, dan menjawab pertanyaan dengan benar.
Penilaian: observasi terhadap siswa dalam mempresentasikan hasil diskusi.

1

V. SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan
Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, maka dapat disimpulkan
bahwa:
1. Ada pengaruh signifikan dari penggunaan bahan ajar leaflet terhadap
peningkatan hasil belajar siswa pada materi pokok sistem gerak manusia.
2. Ada pengaruh dari penggunaan bahan ajar leaflet terhadap peningkatan
aktivitas belajar siswa pada materi pokok sistem gerak manusia.

B. Saran
Bagi penelitian selanjutnya yang akan menggunakan bahan ajar leaflet
hendaknya lebih ditingkatkan lagi kreativitas dalam mendesain bahan ajar
agar lebih terlihat menarik serta dapat terbaca dengan jelas.

38

DAFTAR PUSTAKA

Aini, Q. 2011. Pengaruh Penggunaan Bahan Ajar Leaflet Terhadap Prestasi
Belajar Siswa Pada Materi Pokok Ekosistem. Bandar Lampung: Universitas
Lampung.
Ali, M. 1992. Penelitian Kependidikan Prosedur dan Strategi. Bandung:
Angkasa.
Amri, S. dan I. K. Ahmadi.. 2010. Konstruksi Pengambangan Pembelajaran.
Jakarta: Prestasi Pustaka.
Anonim. 2009. Panduan Praktis SPSS 17 untuk Pengolahan Data Statistik.
Semarang: Wahana Komputer.
Arief. 2008. Metode dan Model Dalam Pembelajaran Sains. Jakarta: Bumi
Aksara.
Arikunto, S. 2008. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Arsjad dan Mukti. 2012. Metode dan Model-Model Mengajar. Bandung: Alfabeta.
Budiardjo. 2000. Mengenal Metode Diskusi. Jakarta: Rineka Cipta.
Depdiknas, 2006. Pendidikan menurut undang-undang. Jakarta.
Dimyati dan Mudjiono. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Djamarah, S.B dan A. Zain. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka
Cipta.
Gagne dan Briggs. 2006.Bahan Ajar. Diakses dari http://www.edukasiupnvj.ac.id.
Pada 5 Oktober 2012.
Ginting, A. 2008. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: Rineka
Cipta.
Hamalik, O. 2008. Proses Belajar Mengajar. Bandung: Bumi Aksara.
Hamdani. 2011. Panduan Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta. Diakses dari
http//:www.Alamboak .blogspot. com. Hari Minggu, 21 April (14.00 wib).

39

Maidar G. Arsjad dan Mukti. 2012. Metode Diskusi Kelompok. Jakarta. Diakses
dari http//:www.maidar.blogspot.com. diambil 08 Nopember 2012 )
Margono, S. 2005. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Merta, T. 2012. Pengaruh Penggunaan Bahan Ajar Leaflet Dengan Pembelajaran
Student Team Achievement Division (STAD) Terhadap Penguasaan Konsep
Pada Materi Pokok Sistem Pernapasan. Bandar Lampung : Universitas
Lampung.
Mudjiono. 2009. Langkah-langkah Pelaksanaan Metode Diskusi. Jakarta. Diakses
dari http//:www.Library.upnvj.ac.id. Hari Minggu 21 April (14.00 wib).
Muliani. 2009. Masalah Pendidikan di Indonesia. Bangka Belitung. Diakses dari
http//:www.ubb.ac.id. 15 Maret (19.00 wib)
Murni. 2010. Panduan Penulisan Bahan Ajar. Jakarta. Diakses dari
http//:www.murni- uni.blogspot.com. 2 Maret (10.00 wib)
Notoatmodjo. 1993. Macam-macam Bahan Ajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Prastowo. 2010. Pengelolaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta
Riyanto, Y. 2001. Metodologi Penelitian Pendidikan. Surabaya: SIC.
Setyono, B. 2005. Penyusunan bahan ajar pdf. Jakarta. Diakses dari
http//:www.smasewon.com. 6 Maret (10.30 wib).
Simnett dan Ewless. 1994. Developing Mind: A Resource Book for Teacher
Thinking. Diakses dari http//:www.ubb.ac.id. Pada hari, Selasa 16 April
(08.00 wib).
Slameto. 1991. Proses Belajar Mengajar dalam Sistem Kredit Semester. Jakarta:
Bumi Aksara.
Sudijono, A. 1996. Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Trianto. 2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta:
Kencana.
Winataputra. 2005. Syarat Diskusi Kelompok. Bangka Belitung. Diakses pada
http//:www.ubb.ac.id. Pada hari, Selasa 16 April (08.00 wib).
Zuhairini. 2011. Metode Diskusi Kelompok. Jakarta. Diakses dari
http//:www.zuhairini.blogspot.com. diambil 18 Nopember 2012

41
Lampiran 1.Silabus

SILABUS
Sekolah
Mata Pelajaran
Kelas / Semester
Standar Kompetensi

: SMPN 22 Bandar Lampung
: Ilmu Pengetahuan Alam
: VIII / 1 (Ganjil)
: 1. Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia
Kegiatan Pembelajaran

Kompetens
i Dasar

Materi
Pokok
Eksperimen

Kontrol

 Rangka
1.3
tubuh
Mendeskrip
sikan sistem manusia
gerak pada
manusia dan
hubunganny
a dengan
kesehatan

 Mendiskusikan
 Mendiskusikan
rangka tubuh
rangka tubuh
manusia
manusia
menggunakan
menggunakan
bahan ajar leaflet
literatur yang ada
 Mempresentasika
n hasil diskusi
 Mempresentasikan
kelompok
hasil diskusi
kelompok
 Sendi
 Mendiskusikan
Mendiskusikan sendi,
sendi, otot, dan
 Otot
mekanisme gerak otot, dan mekanisme
 Mekanis
gerak manusia
manusia
me gerak
menggunakan
menggunakan
manusia
bahan ajar leaflet literatur yang ada
 Mempresentasika
 Mempresentasikan
n hasil diskusi
hasil diskusi
kelompok
kelompok

 Menyebutkan namanama tulang penyusun
rangka tubuh manusia
beserta fungsinya
 Menjelaskan macammacam tulang
berdasarkan komponen
penyusun dan
bentuknya
 Menjelaskan macammacam sendi
berdasarkan sifat
geraknya beserta
contohnya
 Membedakan macammacam otot berdasarkan
struktur, cara kerja,
lokasi, dan fungsinya
 Menjelaskan
mekanisme gerak
manusia

Penilaian
Jenis dan
bentuk:
1. tes tertulis
(uraian,
LKS,
pretes dan
postes)
2. non tes
(lembar
observasi
aktivitas
siswa)

Alokasi
Waktu
2 x 40
menit

2x 40
menit

2x40
menit

Sumber/
Alat/Bahan
Sumber :
 Setiawan, H.
dkk.2008.Ilm
u
Pengetahuan
Alam Kelas
VIII Semester
Ganjil.Karan
anyar:CV.Gra
ha Multi
Grafika.
 Saeful Karim,
dkk.2010.
BSE
SMP/MTS
Kelas
VIII.Jakarta:P
usat
Perbukuan
Depdiknas.

Nilai
Karakter










Disiplin
Hormat
Perhatian
Tekun
Tanggung
jawab
Teliti
Aktif
Komunik
atif
Gemar
Membaca

41

 Ganggua  Mendiskusikan
gangguan sistem  Mendiskusikan
n sistem
gangguan sistem

Indikator

42

Kegiatan Pembelajaran
Kompetens
i Dasar

Materi
Pokok
Eksperimen
Kontrol
gerak
gerak manusia
gerak manusia serta
manusia
serta upaya
upaya mengatasinya
serta
mengatasinya
menggunakan
literatur yang ada
upaya
menggunakan
mengatas bahan ajar leaflet
inya
 Mempresentasika  Mempresentasikan
hasil diskusi
n hasil diskusi
kelompok
kelompok

Indikator
 Menjelaskan gangguan
sistem gerak yang
berhubungan dengan
tulang serta upaya
mengatasinya
 Menjelaskan gangguan
sistem gerak yang
berhubungan dengan
persendian serta upaya
mengatasinya
 Menjelaskan gangguan
sistem gerak yang
berhubungan dengan
otot serta upaya
mengatasinya

Penilaian

Alokasi
Waktu

Sumber/
Alat/Bahan
Bahan:
1. bahan ajar
leaflet,
LKS (kelas
eksperimen
)
2. LKS (kelas
kontrol)

Nilai
Karakter

41

Lampiran 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Kelas Eksperimen
Sekolah
Mata Pelajaran
Kelas / Semester
Pertemuan keAlokasi Waktu

: SMPN 22 Bandar Lampung
: IPA Biologi
: VIII / 1 (Ganjil)
:1
: 2 x 40 menit

Standar Kompetensi : 1. Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia.
Kompetensi Dasar
: 1.3 Mendeskripsikan sistem gerak pada manusia dan
Hubungannya dengan kesehatan.
Indikator
Kognitif
a. Produk:
1. Menyebutkan nama-nama tulang penyusun rangka tubuh manusia beserta
fungsinya
2. Menjelaskan macam-macam tulang berdasarkan komponen penyusunnya
3. Menjelaskan macam-macam tulang berdasarkan bentuknya
b. Proses:
1. Mendiskusikan mengenai nama-nama tulang penyusun rangka tubuh manusia dan
macam-macam tulang berdasarkan komponen penyusun dan bentuknya
2. Mempresentasik

Dokumen yang terkait

PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN AJAR LEAFLET TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK SISTEM PENCERNAAN

1 8 67

PENGGUNAAN BAHAN AJAR LEAFLET DENGAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK SISTEM GERAK MANUSIA (Studi Quasi Eksperimen pada Siswa Kelas XI IPA1 SMA Negeri 1 Bukit Kemuning Semester Ganjil T

47 273 59

PENGGUNAAN BAHAN AJAR LEAFLET DENGAN MODELPEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE ( (TPS) TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWAPADA MATERI POKOK SISTEM GERAK MANUSIA (Studi Quasi Eksperimen pada Siswa Kelas XI IPA 1 SMA Negeri 1 Bukit Kemuning Semester Ganjil

0 4 61

PENGGUNAAN TEKNIK PENCATATAN PEMETAAN KONSEP TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR DAN PENGUASAAN KONSEP PADA MATERI POKOK ORGANISASI KEHIDUPAN OLEH SISWA KELAS VII SMPN 10 BANDAR LAMPUNG

0 4 54

PENGARUH BAHAN AJAR LEAFLET TERHADAP PENGUASAAN MATERI DAN AKTIVITAS SISWA PADA MATERI POKOK SISTEM PERNAPASAN MANUSIA (Kuasi Eksperimen pada Siswa Kelas VIII Semester Ganjil SMP Negeri 28 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2013/2014)

0 7 50

PENGGUNAAN BAHAN AJAR LEAFLET TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK SISTEM GERAK MANUSIA KELAS VIII SMPN 22 BANDAR LAMPUNG

0 14 110

PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN AJAR LEAFLET TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA (Kuasi Eksperimen Pada Siswa Kelas VIII Semester Ganjil SMP Negeri 22 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2013/2014)

0 34 144

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA 3D ANOTRUS TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM GERAK MANUSIA

2 19 67

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA 3D ANOTRUS TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM GERAK PADA MANUSIA

1 32 76

1 PENGARUH MODEL TALKING STICK BERBANTUAN LEAFLET TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATERI SISTEM GERAK MANUSIA KELAS VIII SMP

0 0 13

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

102 3158 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

37 792 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

36 703 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 458 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

25 610 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

53 1051 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

52 956 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 577 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

24 845 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

35 1040 23