Keadaan Geografis Kota Medan Keadaan Demografi Kota Medan

44

4.1.1.1 Keadaan Geografis Kota Medan

Kota Medan terletak antara 3º.27’-3º.47’ Lintang Utara dan 98º.35’-98º.44’ Bujur Timur dengan ketinggian 2,5-37,5 meter di atas permukaan laut. Kota Medan berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang di sebelah, Selatan, Barat dan Timur, sementara di sebelah Utara berbatasan dengan Selat Malaka. Kota Medan merupakan salah satu dari 33 Daerah Tingkat II di Sumatera Utara dengan luas daerah sekitar 265,10 km². Kota ini merupakan pusat pemerintahan Daerah Tingkat I Sumatera Utara.Sebagian besar wilayah Kota Medan merupakan dataran rendah yang merupakan tempat pertemuan dua sungai penting, yaitu Sungai Babura dan Sungai Deli.

4.1.1.2 Keadaan Demografi Kota Medan

Penduduk Kota Medan memiliki ciri penting yaitu yang meliputi unsur agama, suku etnis, budaya dan keragaman plural adat istiadat. Hal ini memunculkan karakter sebagian besar penduduk Kota Medan bersifat terbuka. Penduduk Kota Medan terdiri dari berbagai macam suku atau etnis. Sebelum kedatangan bangsa asing ke wilayah Medan yang merupakan bagian dari wilayah Sumatera Timur pada saat itu, penduduk Kota Medan masih dihuni oleh suku- suku asli, seperti Melayu, Simalungun, dan Karo. Namun, seiring dengan hadir dan berkembangnya perkebunan tembakau di Sumatera Timur maka demografi penduduk Medan berubah dengan hadirnya suku-suku pendatang seperti Jawa, Batak Toba, Cina, dan India. Suku-suku pendatang itu tinggal dan menetap dan telah bercampur baur dengan penduduk asli sehingga Kota Medan saat ini dihuni oleh berbagai macam etnis, seperti Melayu, Simalungun, Batak Toba, Mandailing, Cina, Angkola, Universitas Sumatera Utara 45 Karo, Tamil, Benggali, Jawa, dan lain sebagainya. Suku-suku yang ada di Kota Medan ini hidup secara harmonis dan toleran antara satu suku dengan yang lain. Pembangunan kependudukan dilaksanakan dengan mengindahkan kelestarian sumber daya alam dan fungsi lingkungan hidup sehingga mobilitas dan persebaran penduduk tercapai optimal. Mobilitas dan persebaran penduduk yang optimal, berdasarkan pada adanya keseimbangan antara jumlah penduduk dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan. Persebaran penduduk yang tidak didukung oleh lingkungan dan pembangunan akan menimbulkan masalah sosial yang kompleks, dimana penduduk menjadi beban bagi lingkungan maupun sebaliknya. Adapun Tabel Jumlah Penduduk dan Kepadatan Penduduk di Kota Medan Tahun 2009- 2013 dapat dilihat sebagai berikut: Tabel 4.1 Jumlah Penduduk dan Kepadatan Penduduk Di Kota Medan Tahun 2009- 2013 Tahun Luas Wilayah Km 2 Jumlah Penduduk Kepadatan Penduduk 2009 265, 1 2.121.053 8.001,00 2010 265, 1 2.097.610 7.913,00 2011 265, 1 2.117.224 7.987,00 2012 265, 1 2.122.804 8.007,56 2013 265, 1 2.135.516 8.055,51 Sumber data: BPS Kota Medan. Dari data tabel 4.1 di atas dapat disimpulkan bahwa pada tahun 2010 jumlah penduduk menurun sebanyak 23.443 jiwa dari tahun 2009. Pada tahun 2011 jumlah penduduk meningkat sebanyak 19.614 jiwa dari tahun 2010. Pada tahun 2012 jumlah penduduk meningkat sebesar 5.580 jiwa dari tahun 2011. Pada tahun 2013, jumlah Universitas Sumatera Utara 46 penduduk meningkat sebanyak 12.712 jiwa. Meski jumlah penduduk mengalami penurunan dari tahun 2009 sampai 2010, namun dari tahun 2010 sampai tahun 2013, jumlah penduduk mengalami peningkatan.

4.1.2 Tempat Hiburan Malam Yang Menjadi Lokasi Penelitian