Pendekatan Fungsi AGIL Talcott Parsons

28 terbatas dan dibatasi dengan tepat, pola ini bersifat spesifik. Sebaliknya, kalau kepuasan yang diterima atau diberikan kepada orang lain amat luas sifatnya, pola itu bersifat kabur atau tidak menentu. Dalam suatu hubungan yang bersifat spesifik, kewajiban untuk membuktikan akan ada pada orang yang memberi tuntutan pada orang lain untuk membenarkan tuntutan itu, sedangkan dalam hubungan yang ditandai oleh kekaburan, kewajiban untuk membuktikan akan ada pada orang kepada siapa tuntutan itu dijatuhkan untuk menjelaskan mengapa tuntutan itu tidak terpenuhi Doyle Paul Johnson 1986:116- 119.

2.5 Pendekatan Fungsi AGIL Talcott Parsons

Talcott Parsons telah banyak menghasilkan sebuah karya teoritis. Talcott Parsons terkenal dengan empat imperatif fungsional bagi sistem “tindakan” yaitu skema AGIL. AGIL, fungsi adalah suatu gugusan aktivitas yang diarahkan untuk memenuhi satu atau beberapa kebutuhan sistem. Menggunakan definisi ini, Parsons percaya bahwa ada empat imperatif fungsional yang diperlukan atau menjadi ciri seluruh sistem yaitu: 1. Adaptation Adaptasi Sebuah sistem harus mengatasi kebutuhan situasional yang datang dari luar. Sistem harus beradaptasi dengan lingkungan dan menyesuaikan lingkungan itu dengan kebutuhan-kebutuhannya. 2. Goal Attainment Pencapaian Tujuan Sistem harus mendefinisikan dan mencapai tujuan-tujuan utamanya. Universitas Sumatera Utara 29 3. Integration Integrasi Sistem harus mengatur antar hubungan bagian-bagian yang menjadi komponennya. Sistem juga harus mengelola antarhubungan ketiga fungsi lainnya A, G, L. 4. Latency Latensi atau Pemeliharaan Pola Sebuah sistem harus memperlengkapi, memelihara, dan memperbaiki, baik motivasi individual maupun pola-pola kultur yang menciptakan dan menopang motivasi. Parsons mendesain skema AGIL ini untuk digunakan pada semua tingkat dalam sistem teoritisnya. Terutama dalam sistem tindakan, yang dapat dicontohkan, sebagai berikut: a. Organisme Perilaku adalah sistem tindakan yang melaksanakan fungsi adaptasi dengan menyesuaikan diri dengan mengubah lingkungan eksternal. b. Sistem Kepribadian yaitu melaksanakan fungsi pencapaian tujuan dengan menetapkan tujuan sistem dan memobilisasi sumber daya yang ada untuk mencapainya. c. Sistem Sosial yaitu menanggulangi fungsi integrasi dengan mengendalikan bagian-bagian yang menjadi komponennya. d. Sistem Kultural yaitu melaksanakan fungsi pemeliharaan pola dengan menyediakan aktor seperangkat norma dan nilai yang memotivasi mereka untuk bertindak. Ritzer, 2008: 121. Sistem organisasi biologis dalam sistem tindakan berhubungan dengan fungsi adaptasi yakni menyesuaikan diri dengan lingkungan dan mengubah lingkungan Universitas Sumatera Utara 30 sesuai dengan kebutuhan. Sistem kepribadian melaksanakan fungsi pencapaian tujuan dengan merumuskan tujuan dan menggerakakan segala sumber daya untuk mencapai tujuan-tujuan. Teori Struktural Fungsional menjelaskan bagaimana berfungsinya suatu struktur. Setiap struktur mikro seperti persahabatan, organisasi dan makro seperti masyarakat akan tetap ada sepanjang struktur memiliki fungsi.

2.6 Kelas Sosial