85
ngekost 10. Dera
Sejak kuliah umur 20 tahun
Rasa ingin tahu Ajakan teman, agar gaul, dan faktor
ekonomi Sumber: Hasil Penelitian 2016 data diolah
4.5 Usaha yang Dilakukan Agar Tujuan Dugem Tercapai
Ada berbagai upaya yang dilakukan para mahasiswa yang menjadi informan dalam penelitian ini agar tujuan pergi dugem dapat tercapai. Berdasarkan dari hasil
interview yang dilakukan terhadap beberapa informan diketahui bahwa sebagian besar sumber dana yang diperoleh untuk pergi dugem ini berasal dari uang saku yang
diberikan oleh orang tua, seperti salah satu pernyataan yang dari salah satu informan, Aji 21 tahun:
“… sebagian besar dana yang aku bawa untuk dugem itu berasal dari uang jajan yang dikasih papa samaku. Uang jajan itu kan gak semua aku pake untuk jajan
sehari-hari. Uang yang lebih aku sisihkan untuk dugem. Kalo uangku kurang biasanya aku minta sama mama agak mohon-mohonlah biar dikasih. Tapi kalo masih
kurang juga ya aku sama teman-teman biasanya ck jadi bisa ngirit buat buka table dan beli minum. Intinya tiap 2 kali seminggu ya harus dugem lah biar mata
segar…hahahaha…” Hasil wawancara pada 16 Mei 2016. Hal serupa juga diungkapkan oleh Pratama 21 tahun:
“…kalo aku sih kan papa tiap minggu kasih uang jajan delapan ratus ribu rupiah, jadi uang yang dikasih sama papa gak langsung kuhabiskan, uangnya aku
sisihkan untuk buka room di Elegant. Harga room di Elegant kan di atas satu juta rupiah, kan gak mungkin aku yang bayarin roomnya sendiri atau gak mungkin aku
yang nalangin room-nya. Biasanya kalo mau buka room, aku selalu ck sama teman. Kan enak kalo ck sama teman, bisa irit dan kita bisa happy bareng teman…”Hasil
wawancara pada 19 Mei 2016.
Universitas Sumatera Utara
86
Dari hasil wawancara dengan kedua informan di atas dapat disimpulkan bahwa usaha yang mereka lakukan agar pergi dugem tercapai yaitu dengan
menyisihkan uang saku dan ck bersama teman-temannya. Cari Kawan CK dilakukan agar biaya lebih hemat sehingga sisa dana bisa dipakai untuk beli
minuman atau digunakan untuk hal lainnya. Sistem CK bisa diibaratkan dengan sistem patungan bersama teman- temannya.
Ada upaya berbeda yang dilakukan oleh beberapa informan agar pergi dugem dapat tercapai yaitu dengan undangan. Biasanya invitation dibuat oleh pihak yang
membuat acara atau yang membuat event. Invitation ini biasanya bisa didapatkan dari teman yang membuat acara untuk party. Hal ini dapat dilihat dari hasil
wawancara dengan informan Dera 21 tahun: “…aku biasanya pergi dugem ke Elegant itu ya free artinya gratis. Aku gak
pernah bayar karna aku diundang sama relasiku. Ya kalo aku harus bayar ya ogah lah. Kan relasi juga pake jasa. Interaksinya dari BBM Blackberry Messenger, jadi
aku punya teman nah dia itu yang ngajak aku dan kenalin aku ke cowok. Untuk biaya masuk dan beli minuman ya dari mereka semua. Kalo aku ya hanya bayar uang
parkiran aja…” Hasil wawancara pada 08 Agustus 2016. Membership berupa key card IBS merupakan kartu keanggotaan dari
Indonesia Bartender School. Key card IBS ini hanya didapatkan apabila seseorang mengikuti sekolah bartender. Key card IBS ini dapat digunakan untuk masuk ke
tempat hiburan malam di Kota Medan atau pun di seluruh Indonesia, seperti Jakarta, Bali, dan lainnya menurut Dino. Jika ingin masuk ke diskotik, bar, atau pun kelab
malam, individu menunjukkan key card IBS tersebut sehingga tidak dikenakan biaya masuk ke sebuah tempat hiburan malam. Hal ini dapat dilihat dari hasil wawancara
terhadap salah satu informan yaitu Dino 22 tahun:
Universitas Sumatera Utara
87
“…saya biasanya pergi dugem itu bawa uang sekitar delapan ratus ribu rupiah. Meski begitu tapi saya juga bawa ATM mana tahu biaya kurang dan buat
jaga-jaga. Untuk masuk ke kelab malam seperti Entrance atau kelab malam lainnya, biasanya gak bayar atau free. Hal itu karena aku nunjukin key card IBS kita sendiri.
Kartu itu aku dapatkan karena aku ikut community bartender di Kota Medan. Kalo kita punya key card IBS, kita bisa masuk gak hanya ke Entrance aja. Tapi kita bisa
masuk ke pub, diskotik, kelab malam, atau tempat hiburan malam lainnya di Medan, Bali, Jakarta, dan di seluruh Indonesia secara gratis. Dengan menunjukkan key card
itu, saya tidak mengeluarkan biaya masuk, malah kita dapat diskon karna kita termasuk anggota IBS. Kita kasih tunjuk kartu, kemudian nanti mereka pekerja
kelab malam tersebut akan mengecek data kita. Apa data kita itu bener atau nggak, apa kartu kita itu print out sendiri. Nanti mereka punya sistem apakah kita terdaftar
di IBS, apa kita emang bener- bener anggota gitu. Mereka pasti akan mengecek ulanglah dengan menggunakan komputer atas nama ini ini ini, alamat ini ini ini. Itu
nanti akan ditemukan alamat dan ID kita bahwa kita anggota IBS gitu…”Hasil wawancara pada 25 Mei 2016.
Dari hasil wawancara tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan menunjukkan key card IBS, individu bisa masuk ke semua tempat hiburan malam di
seluruh Indonesia tanpa membayar uang masuk atau dapat dikatakan free. Dengan menunjukkan key card tersebut kepada pekerja kelab malam, seseorang tidak bisa
langsung masuk begitu saja ke sebuah tempat hiburan malam. Ada proses pengecek- an terhadap key card tersebut dengan menggunakan sistem komputer. Hal ini
dilakukan agar tidak terjadi sesuatu yang merugikan pihak pengelola hiburan malam karena bisa saja key card yang diberikan adalah key card palsu atau hasil print out
yang dibuatsendiri. Sistem komputer yang akan menentukan apakah ID dan alamat yang diberikan sesuai dengan data yang ada di IBS.
Upaya yang dilakukan oleh mahasiswa untuk pergi dugem tidak hanya berasal dari penyisihan uang saku dan CK, undangan invitation, atau dari
membership berupa key card IBS, akan tetapi juga dari penghasilan yang diperoleh
Universitas Sumatera Utara
88
oleh beberapa informan yang memiliki pekerjaan sampingan. Hal ini dapat dilihat dari hasil interview terhadap Andri 20 tahun:
“…aku pergi dugem biasanya membawa uang sekitar tiga ratus ribu rupiah. uang itu berasal dari uang saku yang dikasih orang tua dan kerja sampinganku. Kerja
sampingan yang kulakukan itu menjual aksesoris hape di salah satu aplikasi online shop. Jadi misalkan aku update foto aksesoris hape yang akan aku jual, nah
sebenarnya aksesoris itu belum ada. Tapi jika ada peminatnya, aku biasanya langsung pergi mencari aksesoris tersebut di Plaza Millenium. Di PM kan ada
kenalan nah aku biasanya beli aksesoris disitu dengan harga nego. Harganya murah dan harga yang aku buat di online shop itu agak mahal. Jadi kan ada untungnya
sedikit. Aku beli murah dan aku jual mahal di online shopping. Kan jadi beruntung dan uangnya itu aku gunakan buat nambahin dana untuk dugem…” Hasil
wawancara pada 18 Mei 2016. Hal serupa juga diungkapkan oleh Galih 21 tahun:
“…aku kalo dugem itu bawa uang sekitar enam ratus ribu rupiah. Uang itu dari uang yang dikasih bapakku samaku dan uangnya tidak kuhabiskan semua,
lebihnya aku simpan untuk dugem. Tapi uang yang kusimpan itu pun masih kurang kalo mau dugem di Entrance, karena masuk Entrance cukup mahal. Aku punya kerja
sampingan yaitu aku punya teman cewek sebut aja si Ani. Ani ini kan cewek BO, jadi biasanya aku yang disuruh dia untuk nganter dia ke diskotik tempat dia janjian
sama pembooking-nya. Istilah kata aku itu jadi bodyguard dia. Tapi saat dia pergi ke hotel, ya aku pulang dan terkadang nongkrong sama teman-temanku. Aku pun mau
nganter dia bukan karna gratis, tapi ada iming-imingnya lah. Jadi kalo dia di BO dengan harga tinggi ya aku dikasih uang agak banyak misalnya kadang tiga ratus ribu
rupiah. Kan lumayan hanya ngantar eh kita dapat uang dan uangnya bisa ku pake untuk dugem…” Hasil wawancara pada 30 Mei 2016.
Dari hasil wawancara dengan kedua informan di atas, dapat dilihat bahwa uang yang diperoleh dari hasil pekerjaan sampingan dapat digunakan sebagai biaya
tembahan untuk dugem. Segala upaya apapun dilakukan oleh para informan agar bisa pergi dugem dengan teman-temannya untuk mencari kesenangan.
Universitas Sumatera Utara
89
Matriks 4.3 Usaha yang Dilakukan Mahasiswa Agar Tujuan Dugem Tercapai
No. Nama
Usaha Yang Dilakukan Mahasiswa Agar Tujuan Dugem Tercapai
1. Aji
Menyisihkan uang saku dan Ck bersama teman- temannya 2.
Andri Menjual aksesoris Handphone di online shop
3. Pratama
Menyisihkan uang saku dan ck bersama teman untuk buka room
4. Luis
Menyisihkan uang saku dan CK bersama teman- temannya 5.
Dita Dibayarin oleh pacarnya
6. Dino
Menyisihkan penghasilan yang diperoleh dari pekerjaan bartender dan menggunakan key card IBS
7. Andi
Menyisihkan uang jajan 8.
Galih Menyisihkan uang jajan dan punya kerja sampingan yaitu
mengantar temannya yang seorang wanita BO ke diskotik tertentu
9. Jack
Menyisihkan uang jajan 10. Dera
Karena di undang invitation Sumber: Hasil Penelitian 2016 data diolah
4.6 Tujuan Mahasiswa Melakukan Perilaku Dugem