Pengaruh Komunikasi Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Pemerintah Kota Kabupaten Asahan.


 

SKRIIPSI

RUH KOMU
UNIKASI TERHADA
T
AP EFEKTIIVITAS
PENGAR
KER
RJA PEGA
AWAI DINA
AS KEPEN
NDUDUKA
AN
DAN CATA
ATAN SIP
PIL PEMER
RINTAH
KOTA KABUAPA
ATEN ASA
AHAN 
EH
OLE

LILI SUM
MASNI
0705022025 

PRO
OGRAM STUDI STR
RATA I MA
ANAJEMEN
N
DEPAR
RTEMEN M
MANAJEM
MEN
I
FA
AKULTAS EKONOM
E
UNIVERS
SITAS SUM
MATERA U
UTARA
MEDAN
20111

Universitas Sumatera Utara


 

ABSTRAK

Penelitian ini berjudul “Pengaruh Komunikasi Terhadap Efektivitas Kerja
Pegawai Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Pemerintah Kota Kabupaten
Asahan”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Komunikasi (X)
terhadap Efektivitas Kerja (Y) Pegawai Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil
Pemerintah Kota Kabupaten Asahan.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksplanasi, yaitu penelitian dapat
dikaji menurut tingkatannya yang didasarkan kepada tujuan dan objek-objeknya.
Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil
Pemerintah Kota Kabupaten Asahan. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini
adalah kuesioner dan studi dokumentasi. Data diproses dengan menggunakan SPSS
17.0 for windows. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis
deskriptif dan Regresi Linear sederhana. dengan menggunakan uji signifikan parsial
(uji t ) dan menggunakan uji koefisien determinasi (R²). Penelitian ini menggunakan
30 responden sebagai sampel.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang sangat erat
antara variabel Komunikasi dengan Efektivitas Kerja sebesar

95,4% dengan R

Square 91% dan sisanya 9% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti
dalam penelitian ini. Uji t menunjukan variabel Komunikasi berpengaruh positif dan
signifikan terhadap Efektivitas Kerja pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan
Sipil Pemerintah Kota Kabupaten Asahan.
 

Kata kunci : Komunikasi dan Efektivitas Kerja Pegawai

Universitas Sumatera Utara


 

ABSTRCT

This study research ”Communication Influence towards work effectivity
employee in Citizen Department for Population and Civil Registration Government
Town of Asahan District Office. This study aims to know the influence of
Communication (X) towards work effectivity (Y) Employee in Citizen Department
for Population and Civil Registration Government Town of Asahan District Office.
This study was a explanatory research, that was to be learned according to the
levels that was based on the goals and objects. The population in this study are
employees in Citizen Department for Population and Civil Registration Government
Town of Asahan District Office.The date collection method in this study was a
questionare and documentation studied. Analysis Method that use were descriptive
analysis method and statistic using multiple linear regression, partial test (t test) and
determined coefficient test (R2). The calculation of data analysis was used SPSS
16.0 for Windows®. The sample chosen for this research are 30 employees.
This study result shows there is tight relation between Comunication variable
and Work Effectivity that 95,4% with R Square 91% and the 9% influence by the
others factors which not contains on this study. T test shows that the Communication
Variable have positive influence significant toward Work Effectivity Employee in
Citizen Department and Civil

Government Town of Asahan District Office.

Keywords: Communication, Work Effectivity.
 
 
 
 
 

Universitas Sumatera Utara


 

 

       KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr.Wb,

Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas
berkah, rahmat, nikmat dan hidah-Nya sehingga penulis banyak memperoleh
kemudahan untuk dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini dan tidak lupa pula
penulis sampaikan shalawat berangkaikan salam pada junjungan dan suri tauladan
Nabi Muhammmad SAW semoga kita mendapatkan syafa’atnya di yaumil akhir
kelak. Amin Ya Robbal Alamiin.
Penulisan skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan
pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara untuk memperoleh
gelar Sarjana Ekonomi dengan memilih judul “ Pengaruh Komunikasi Terhadap
Efektivitas Kerja Pegawai Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Pemerintah
Kota Kabupaten Asahan ”.
Penulis banyak menerima tuntunan, bantuan dan petunjuk serta motivasi dari
berbagai pihak. Menyadari hal tersebut, maka pada kesempatan ini penulis
menyampaikan rasa penghargaan dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada :
1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec selaku Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara.
2. Ibu Dr. Isfenti Sadalena, SE, ME selaku Ketua Departemen Manajemen
Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

Universitas Sumatera Utara


 

3. Ibu Dra. Marhayanie, M.Si selaku sekretaris Departemen Manajemen Fakultas
Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
4. Ibu. Dr. Endang Sulistya Rini, SE, M.Si selaku Ketua Program Studi S1
Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
5. Ibu Dra. Yulinda M.Si selaku Dosen Pembimbing.
6. Ibu Dra. Siti Raha Agoes Salim, M.sc selaku Dosen Penguji I
7. Ibu Dra. Friska Sipayung M.Si selaku Dosen Penguji II
8. Seluruh Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
9. Bapak/Ibu Pimpinan dan pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil
Pemerintah Kota Kabupaten Asahan.
10. Kedua Orang Tuaku tercinta Ayahanda Sukarmin dan Ibunda Nurhayati.
Sembah sujud dari Ananda dengan segala ketulusan hati dan rasa bakti yang
tak’kan sirna. Semoga Allah SWT membalas dengan Sebaik-baiknya untuk
setiap butiran keringat dan untaian doa Ayahanda dan Ibunda yang selalu
mengiringi nafasku.
11. Seluruh keluarga besarku Bang Agus, Bang Zen, Kak Susi, Kak Ning, Kak
Iyen, Bang Satria. atas seluruh dukungan dan bantuan yang telah diberikan
selama penulisan skripsi ini.
12. Kak Aida Jingga dan Bang Acip terima kasih atas perhatian, dukungan,
semangat dan bantuan yang diberikan kepada penulis selama ini.

Universitas Sumatera Utara


 

13. Teman- teman terbaik dan seperjuanganku : Khairani, Meliya, Desi, Dian,
Ica, Jannah, Tiwi dan Raisya dan semua temanku di manajemen stambuk
2007, terima kasih atas bantuan dan dorongan serta perhatiannya kepada
penulis.
Semoga Allah SWT membalas semua amal dan budi baik yang telah diberikan
oleh berbagai pihak untuk penulis selama ini. Dengan segala kerendahan hati penulis
mempersembahkan karya ini, semoga bermanfaat bagi semua pihak dan peneliti
selanjutnya.

Medan, 16 September 2011
Penulis

Lili Sumasni
  

 

 

   

Universitas Sumatera Utara


 

DAFTAR ISI
Halaman
ABSTRAK ........................................................................................................
ABSTRACT ..........................................................................................................
KATA PENGANTAR ........................................................................................
DAFTAR ISI .......................................................................................................
DAFTAR TABEL ...............................................................................................
DAFTAR GAMBAR ..........................................................................................
DAFTAR LAMPIRAN .......................................................................................

i
ii
iii
iv
v
vi
vii

BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................
1.1 Latar Belakang ...................................................................................
1.2 Perumusan Masalah ...........................................................................
1.3 Tujuan Penelitian ...............................................................................
1.4 Manfaat Penelitian ..............................................................................

1
1
6
6
6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA .......................................................................
2.1 Uraian Teoritis ..................................................................................
2.1.1 Pengertian Komunikasi ..........................................................
2.1.2 Tujuan Komunikasi.................................................................
2.1.3 Proses Komunikasi... ..............................................................
2.1.4 Bentuk Komunikasi ................................................................
2.1.5 Unsur-Unsur Komunikasi .......................................................
2.1.6 Pengelolaan Komunikasi ........................................................
2.1.7 Penanganan Krisis Komunikasi .............................................
2.1.8 Efektivitas Kerja ....................................................................
2.2 Penelitian Terdahulu ..........................................................................
2.3 Kerangka Konseptual ... ....................................................................
2.4 Hipotesis ............................................................................................

7
7
8
8
8
11
12
14
16
17
19
20
22

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ........................................................

23

3.1. Jenis Penelitian ..................................................................................
3.1.1 Jenis Penelitian ......................................................................
3.1.2 Sumber Data ..........................................................................
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian ...........................................................
3.3 Batasan Operasional ... ......................................................................
3.4. Operasionalisasi Variabel ................................................................

23
23
22
24
24
24

3.5. Skala Pengukuran variabel .................................................................
3.6 Populasi dan Sampel...........................................................................

26
27

Universitas Sumatera Utara


 

3.7. Metode Pengumpulan Data ...............................................................
3.8. Uji Validitas dan Realibilitas..............................................................
3.9 Teknik Analisis Data ..........................................................................

28
28
29

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ............................................................
4.1 Gambaran Umum Perusahaan ............................................................
4.2 Hasil Penelitian .................................................................................
4.2.1 Pengujian Validitas ...................................................................
4.2.2 Pengujian Reliabilitas ..............................................................
4.2.3 Analisis Deskriptif ...................................................................
4.2.4 Analisis Jawaban Responden ...................................................
4.3 Analisis Regresi Linier Sederhana .....................................................
4.4 Uji Signifikan Parsial (Uji-t) ..............................................................
4.5 Koefisien Determinasi (R2) ................................................................
4.6 Pembahasan ........................................................................................

32
32
49
49
52
54
57
59
60
61
63

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN .............................................................
A. Kesimpulan ...........................................................................................
B. Saran .....................................................................................................

65
65
66

DAFTAR PUSTAKA ..........................................................................................
LAMPIRAN .........................................................................................................

68
69

Universitas Sumatera Utara


 

DAFTAR TABEL

No. Tabel
1.1
1.2
3.1
3.2
4.1
4.2
4.3
4.4
4.5
4.6
4.7
4.8
4.9
4.10
4.11
4.12
4.13
4.14

Judul

Halaman

Rekap Data Kependudukan ................................................................... 3
Hasil Prasurvey Kuesioner ................................................................... 4
Operasionalisasi Variabel...................................................................... 26
Instrumen Skala Likert .......................................................................... 27
Item Total Statistics .............................................................................. 50
Item Total Statistics .............................................................................. 51
Validitas Instrumen II ........................................................................... 52
Item Total Statistics .............................................................................. 53
Reliability Statistics .............................................................................. 53
Karateristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin .............................. 55
Karateristik Responden Berdasarkan Usia .............................................. 55
Karateristik Responden Berdasarkan Masa Kerja................................... 56
Karateristik Responden Berdasarkan Pendidikan ................................... 56
Distribusi Jawaban Responden Variabel Komunikasi (X) ..................... 57
Distribusi Jawaban Responden Variabel Efektivitas (Y) ........................ 58
Metode Enter ........................................................................................... 59
Uji Signifikan Parsial (Uji-t) ................................................................... 61
Uji Godness Of Fit (R2) .......................................................................... 62

Universitas Sumatera Utara

10 
 

DAFTAR GAMBAR

No.Gambar

2.1
2.2
4.1

Judul

Halaman

Proses Komunikasi ................................................................................... 10
Kerangka Konseptual ............................................................................... 22
Struktur Organisasi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil .................. 33

Universitas Sumatera Utara

11 
 

DAFTAR LAMPIRAN

No. Lampiran

Judul

Halaman

Lampiran 1 Kuesioner Penelitian ...............................................................
Lampiran 2 Tabulasi Validitas ...................................................................
Lampiran 3 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas ........................................
Lampiran 4 Uji Regresi Linier Sederhana ................................................

74
76
77
82

 

Universitas Sumatera Utara


 

ABSTRAK

Penelitian ini berjudul “Pengaruh Komunikasi Terhadap Efektivitas Kerja
Pegawai Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Pemerintah Kota Kabupaten
Asahan”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Komunikasi (X)
terhadap Efektivitas Kerja (Y) Pegawai Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil
Pemerintah Kota Kabupaten Asahan.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksplanasi, yaitu penelitian dapat
dikaji menurut tingkatannya yang didasarkan kepada tujuan dan objek-objeknya.
Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil
Pemerintah Kota Kabupaten Asahan. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini
adalah kuesioner dan studi dokumentasi. Data diproses dengan menggunakan SPSS
17.0 for windows. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis
deskriptif dan Regresi Linear sederhana. dengan menggunakan uji signifikan parsial
(uji t ) dan menggunakan uji koefisien determinasi (R²). Penelitian ini menggunakan
30 responden sebagai sampel.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang sangat erat
antara variabel Komunikasi dengan Efektivitas Kerja sebesar

95,4% dengan R

Square 91% dan sisanya 9% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti
dalam penelitian ini. Uji t menunjukan variabel Komunikasi berpengaruh positif dan
signifikan terhadap Efektivitas Kerja pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan
Sipil Pemerintah Kota Kabupaten Asahan.
 

Kata kunci : Komunikasi dan Efektivitas Kerja Pegawai

Universitas Sumatera Utara


 

ABSTRCT

This study research ”Communication Influence towards work effectivity
employee in Citizen Department for Population and Civil Registration Government
Town of Asahan District Office. This study aims to know the influence of
Communication (X) towards work effectivity (Y) Employee in Citizen Department
for Population and Civil Registration Government Town of Asahan District Office.
This study was a explanatory research, that was to be learned according to the
levels that was based on the goals and objects. The population in this study are
employees in Citizen Department for Population and Civil Registration Government
Town of Asahan District Office.The date collection method in this study was a
questionare and documentation studied. Analysis Method that use were descriptive
analysis method and statistic using multiple linear regression, partial test (t test) and
determined coefficient test (R2). The calculation of data analysis was used SPSS
16.0 for Windows®. The sample chosen for this research are 30 employees.
This study result shows there is tight relation between Comunication variable
and Work Effectivity that 95,4% with R Square 91% and the 9% influence by the
others factors which not contains on this study. T test shows that the Communication
Variable have positive influence significant toward Work Effectivity Employee in
Citizen Department and Civil

Government Town of Asahan District Office.

Keywords: Communication, Work Effectivity.
 
 
 
 
 

Universitas Sumatera Utara

12 
 

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Komunikasi penting bagi organisasi karena komunikasi merupakan alat utama
bagi anggota organisasi untuk dapat bekerja sama dalam melakukan aktifitas
manajemen demi mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pengaturan komunikasi
dalam organisasi dapat dikatakan baik bila dapat diciptakan kondisi dimana setiap
personil yang terlibat mampu menampung arus masuk (input) informasi-informasi
dari berbagai sumber yang kompeten, baik secara struktural, legal dan dinamis,
kemudian dapat diolah secara sistematis yang pada akhirnya dapat memberikan hasil
(output).
Menurut Suranto (2005:16) komunikasi adalah suatu proses pengiriman pesan
atau simbol-simbol yang mengandung arti dari seorang komunikator kepada
komunikan dengan tujuan tertentu. Menurut Purwanto (2006:3) komunikasi
merupakan suatu proses pertukaran informasi antar individu melalui suatu sistem
yang (lazim), baik dengan simbol-simbol, sinyal-sinyal maupun perilaku atau
tindakan. Jadi dalam komunikasi itu terdapat di dalamnya suatu proses, terdapat
simbol-simbol dan simbol-simbol itu mengandung arti. Arti atau makna simbol di sini
tentu saja tergantung pada pemahaman dan persepsi komunikan sehingga ada umpan
balik

(feedback) bagi komunikan setelah mendapatkan pesan. Oleh karena itu,

komunikasi akan efektif dan tujuan komunikasi akan tercapai, apabila masing-masing
pelaku yang terlibat di dalamnya mempunyai pesepsi yang sama terhadap simbol.

Universitas Sumatera Utara

13 
 

Apabila terdapat perbedaan persepsi, maka tujuan komunikasi dapat gagal dan akan
berdampak negatif terhadap efektivitas kerja dalam suatu organisasi.
Menurut Effendy (2006:16) Efektivitas kerja adalah suatu keadaan yang
menunjukan tingkat keberhasilan kegiatan manajemen dalam mencapai tujuan
manajemen yang efektif disertai dengan manajemen yang efisien. Secara sederhana,
komunikasi dikatakan mempengaruhi efektifitas kerja apabila dalam suatu proses
komunikasi itu, pesan yang di sampaikan oleh komunikator dapat diterima dan
dimengerti oleh komunikan, persis seperti yang dikehendaki oleh komunikator
sehingga tugas-tugas dan fungsi-fungsi pegawai dapat terlaksana dengan baik. Dalam
melakukan komunikasi adakalanya hasil yang dicapai tidak sesuai dengan apa yang di
harapkan. Dengan kata lain, komunikasi yang terjadi tidak efektif , sehingga tidak
mencapai sasaran yang baik.
Pemerintah Kabupaten Asahan bagian Kependudukan dan Catatan

Sipil

berdasarkan penetapan peraturan Daerah Kabupaten Asahan nomor 6 tahun 2008
tentang pembentukan dan susunan organisasi dinas-dinas daerah Kabupaten Asahan,
memiliki tugas yang berkaitan dengan pelayanan dibidang Kependudukan dan
Catatan Sipil dan memiliki tujuan terciptannya pelayanan yang prima, efektif dan
efisien.
Berdasarkan hasil observasi peneliti dengan Sekretaris dan Kasubag Umum
Kepegawaian bagian Kependudukan dan Catatan Sipil mengatakan bahwa
permasalahan yang fundamental dalam lingkungan kerja adalah pada komunikasi
mekanis yaitu proses rekapitulasi penginputan data kedalam komputer, sering

Universitas Sumatera Utara

14 
 

terjadi gangguan jaringan internet pada saat pengiriman atau pelaporan data ke
pusat, hal ini disebabkan oleh faktor alam sehingga jaringan menjadi lambat.
hambatan ini mengakibatkan penambahan waktu kerja. Efek negatif yang
ditimbulkan dari permasalahan tersebut adalah sering terjadi keluhan dari masyarakat
terhadap kinerja pegawai yang dianggap masyarakat memperlambat proses
pengurusan data, padahal berdasarkan Pasal 69 ayat 1 Undang-undang Nomor 23
Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, diatur pembuatan KTP (Kartu
Tanda Penduduk) dan KK (Kartu Keluarga) maksimal 14 hari. Permasalahan lain
yang timbul adalah terjadinya human error yaitu kesalahan karena kurang telitinya
pegawai dalam melakukan pencatatan rekap data kependudukan. Tabel 1.1
menunjukan tingkat kesalahan yang dilakukan akibat komunikasi yang tidak efektif.
TABEL 1.1
REKAP DATA KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL
TAHUN 2008, 2009, 2010
Data yang Masuk
Tahun

2008
2009
2010
Tahun

KTP

KK

310.115
597.750
160.340

92.823
157.524
57.635

KTP

KK

Akta
kelahiran

Akta
perkawinan

Akta
perceraian

21.553
150
2
30.440
168
2
41.298
134
1
Data yang mengalami kesalahan
Akta
kelahiran

Akta
perkawinan

Akta
perceraian

Akta
kematian

Akta
pegangkatan
anak

25
41
43

7
15
8

Akta
kematian

Akta
pengangkatan
anak
-

2008
2.170
1.560
243
2009
2.988
1.260
652
2010
1.924
930
498
Tahun
Persentase tingkat kesalahan
2008
0,6%
1%
1%
2009
0,5%
0,7%
2%
2010
1%
1%
1%
Sumber : Pemerintah Kabupaten Asahan Bagian Kependudukan dan Catatan Sipil (data diolah)

Universitas Sumatera Utara

15 
 

Keberhasilan komunikasi yang tercermin dalam efektivitas merupakan alat
perekat organisasi, yang dapat mempengaruhi nama baik (goodwill) organisasi yang
bersangkutan. Gangguan yang timbul dalam proses komunikasi akan menghambat
efektifitas kerja pegawai, seperti yang telah dijelaskan di atas, permasalahan yang
terjadi diakibatkan karena kurang baiknya sistem komunikasi yang ada di dalam
organisasi.
TABEL 1.2
HASIL PRASURVEY KEPADA 15 ORANG PEGAWAI BAGIAN KEPENDUDUKAN DAN
CATATAN SIPIL PEMERINTAH KABUPATEN ASAHAN

Pernyataan
Pesan yang Bpk/Ibu terima sering
terjadi kesalahpahaman persepsi
Media komunikasi yang tersedia dapat
diandalkan oleh Bpk/Ibu
Media yang Bpk/Ibu gunakan dapat
dimanfaatkan sewaktu-waktu
Bpk/Ibu
mampu
menyelesaikan
pekerjaan lebih dari volume yang
ditentukan

Keterangan
STS

SS

Jumlah

TS

KS

S

2

1

12

8

5

3

10

2

15

3

9

3

15

15
2

15

Sumber : Pegawai bagian Kependudukan dan Catatan Sipil Pemerintah Kabupaten Asahan (Mei 2011)

Tabel 1.2 menunjukan hasil prasurvey peneliti dengan membagikan
kuesioner kepada 15 orang Pegawai bagian Kependudukan dan Catatan Sipil
Pemerintah Kabupaten Asahan, 12 orang pegawai menyatakan setuju dengan
pernyataan bahwa pesan yang mereka terima dari masyarakat sering terjadi
kesalahpahaman persepsi. 8 orang pegawai kurang setuju dengan pernyataan bahwa
media komunikasi yang mereka gunakan dapat diandalkan, 10 orang pegawai
menyatakan kurang setuju dengan pernyataan bahwa media yang mereka gunakan
dapat digunakan sewaktu-waktu, dan 9 orang pegawai menyatakan kurang setuju

Universitas Sumatera Utara

16 
 

dengan pernyataan bahwa mereka mampu menyelesaikan pekerjaan lebih dari volume
yang telah ditentukan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa gangguan-gangguan tersebut
muncul karena disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya perbedaan persepsi,
kurangnya kredibilitas, enggan memulai interaksi komunikatif dan kebiasaan
mendengar yang buruk bisa menjadi penghambat utama efektivitas komunikasi dalam
organisasi.
Umpan balik, salah satu hal yang paling penting dibantu oleh komunikasi
dua-arah untuk meningkatkan efektivitas komunikasi. Komunikasi dua-arah
memungkinkan komunikan mengajukan pertanyaan, meminta klarifikasi, dan
menyampaikan pendapat yang akan membuat komunikator mengetahui apakah
pesannya telah dipahami atau tidak (Griffin 2004:122). Dengan adanya informasi
balik itu maka komunikator dapat memonitor keberhasilan ataupun gangguan yang
telah terjadi dalam proses komunikasi tersebut. Informasi balik ini akan dapat
membantu memperbaiki proses komunikasi selanjutnya agar gangguan dapat
dihilangkan atau dikurangi sehingga komunikasi menjadi lebih berhasil. Mengingat
pentingnya komunikasi dalam mencapai efektivitas kerja, maka penulis tertarik untuk
memilih judul “Pengaruh Komunikasi Terhadap Efektivitas Kerja pegawai Pada
Pemda Kabupaten Asahan Bagian Kependudukan dan Catatan Sipil ”.

Universitas Sumatera Utara

17 
 

1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, maka dapat dirumuskan
permasalahan sebagai berikut:

Apakah komunikasi berpengaruh positif dan

signifikan terhadap efektivitas kerja pegawai pada Pemda Kabupaten Asahan
bagian Kependudukan Dan Catatan Sipil?
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis apakah
komunikasi memiliki pengaruh terhadap efektivitas kerja pegawai pada Pemda
Kabupaten Asahan bagian Kependudukan Dan Catatan Sipil.
1.4 Manfaat Penelitian
a. Bagi Pemerintah Kabupaten Asahan Bagian Kependudukan Dan Catatan Sipil.
Diharapkan dalam penelitian ini dapat memberikan masukan bagi Pemda Kab.
Asahan Bagian Kependudukan Dan Catatan Sipil untuk mengetahui seberapa
jauh pengaruh komunikasi terhadap efektivitas kerja pegawai.
b. Bagi penulis
Penelitian ini merupakan suatu kesempatan bagi peneliti untuk memperluas
wahana berfikir serta menambah wawasan kemudian

memperdalam

pengetahuan dibidang manajemen sumber daya manusia khususnya mengenai
pengaruh komunikasi terhadap efektivitas kerja.
c. Bagi peneliti lain
Penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi yang dapat menjadi bahan
perbandingan dalam melakukan penelitian di masa yang akan datang.

Universitas Sumatera Utara

18 
 

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Uraian Teoritis
2.1.1 Pengertian Komunikasi
Komunikasi dibutuhkan seseorang untuk berhubungan dengan orang lain
karena komunikasi merupakan pengaruh dan alat dalam aktifitas manusia.
Komunikasi dapat menjadi saran-saran guna terciptanya ide bersama, memperkuat
perasaan kebersamaan melalui tukar menukar pesan (informasi), menggambarkan
emosi dan kebutuhan mulai dari yang paling sederhana sampai kompleks.
Komunikasi merupakan suatu proses pertukaran informasi antar individu
melalui suatu sistem yang biasa (lazim), baik dengan simbol-simbol, sinyal-sinyal
maupun perilaku atau tindakan

(Purwanto,3:2006). Wursanto (2005 : 55)

menjelaskan perbedaan antara komunikasi dengan komunikasi organisasi, yaitu
komunikasi adalah aktivitas yang berlaku dalam proses pertukaran pesan yang
bermakna melalui seseorang atau sekumpulan orang dengan pihak lain yang
menerima semua tindakan dan ujaran, sedangkan komunikasi organisasi merupakan
komunikasi yang dilakukan oleh seseorang atau sekumpulan orang untuk memenuhi
keperluan organisasi baik pada tingkat internal atau eksternal dan lingkungan yang
kompleks.
Menurut Widjaja (2000:1) Komunikasi pada umumnya diartikan sebagai
hubungan atau kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan masalah hubungan atau
dapat diartikan sebagai sarana tukar menukar pendapat atau sebgai kontak antara

Universitas Sumatera Utara

19 
 

manusia secara individu ataupun kelompok. Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat
disimpulkan bahwa komunikasi adalah proses kegiatan penyampaian warta berita,
informasi yang mengandung maksud dari suatu pihak (seseorang atau tempat)
kepada pihak lain sehingga apa yang dikomunikasikan dapat dimengerti.
2.1.2 Tujuan Komunikasi
Tujuan komunikasi adalah sebagai saluran untuk melakukan dan menerima
pengaruh mekanisme perubahan, alat untuk mendorong atau mempertinggi motivasi
perantara dan sebagai sarana yang memungkinkan suatu organisasi mencapai
tujuanya.
Menurut Effendy (2006:27) ada empat tujuan komunikasi, yaitu:
1. Mengubah sikap (to change the attitude), yaitu sikap individu atau kelompok
terhadap sesuatu menjadi berubah atas informasi yang mereka terima.
2. Mengubah pendapat atau opini ( to change opinion), yaitu pendapat individu atau
kelompok terhadap sesuatu menjadi berubah atas informasi yang mereka terima.
3. Mengubah perilaku (to change the behavior), yaitu perilaku individu atau
sekelompok terhadap sesuatu menjadi berubah atas informasi yang diterima.
4. Mengubah masyarakat (to change the society), yaitu tingkat social individu atau
kelompok terhadap sesuatu menjadi berubah atas informasi yang mereka terima.
2.1.3 Proses Komunikasi
Menurut Purwanto (2006:11), proses komunikasi mamiliki 6 tahapan yaitu:

Universitas Sumatera Utara

20 
 

1. Pengirim mempunyai suatu ide atau gagasan.
Sebelum dilakukan proses penyampaian pesan, maka pengirim pesan
harus menyiapkan idea tau gagasan apa yang ingin disampaikan. Ide dapat
diperoleh dari berbagai sumber.
2. Pengirim mengubah ide manjadi suatu pesan.
Dalam proses komunikasi, tidak semua ide dapat diterima atau dimengerti
dengan sempurna. Agar ide tersebut sempurna, pengirim pesan harus
memperhatikan beberapa hal, yaitu subjek (apa yang ingin disampaikan),
maksud (tujuan), penerima pesan, gaya personal dan latar belakang
budaya.
3. Pengirim menyampaikan pesan
Pada saat pengirim menyampaikan pesan dapat menggunakan berbagai
saluran yang ada kepada si penerima pesan. Ketika menyampaikan pesan
dapat digunakan media komunikasi baik media tulis maupun lisan.
4. Penerima menerima pesan
Komunikasi antar seseorang dengan dengan orang lain akan terjadi bila
pengirim mengirimkan suatu pesan dan pengirim menerima pesan tersebut.
5. Penerima menafsirkan pesan
Setelah penerima menerima suatu pesan, tahap berikutnya adalah
bagaimana menafsirkan pesan. Suatu pesan yang disampaikan pengirim
harus mudah dimengerti dan tersimpan dalam pikiran si penerima pesan.

Universitas Sumatera Utara

21 
 

Pesan dapat ditafsirkan secara benar bila penerima pesan telah memahami
isi pesan sebagaimana yang dimaksudkan oleh pengirim Pesan.
6. Penerima

memberi

tanggapan

dan

mengirim

umpan

balik

kepengirim.
Setelah menerima pesan, penerima akan memberi tanggapan dengan cara
mengirim sinyal atau umpan balik terhadap pengirim pesan. Sinyal yang
diberikan beranekaragam, hal ini tergantung dari pasar yang diterima.

Proses komunikasi diatas sebagai berikut:

Tahap 1
Pengirim mempunyai
ide/ gagasan

Tahap 2
Pengirim mengubah ide
Menjadi pesan

Tahap 3
Pengirim menyampaikan
pesan

Tahap 6
Penerima mengirim
umpan balik

SALURAN
Dan
MEDIA

Tahap 5
Penerima menafsirkan
pesan

Tahap 4
Penerimam
menerima pesan

Gambar : 2.1 Proses Komunikasi
Sumber : Purwanto (2006:12)

Universitas Sumatera Utara

22 
 

2.1.4 Bentuk Komunikasi
Menurut Wiludjeng (2007:168), bentuk komunikasi dapat dikelompokan
sebagai berikut:
1. Berdasarakan Arah Komunikasi
a. Komunikasi ke atas (Upward communication)
Komunikasi ke atas adalah komunikasi yang disampaikan dari bawahan
ke atasan. Media yang dipergunakan ialah laporan, keluhan, pendapat
dan saran.
b. Komunikasi ke Bawah ( Downward Communication)
Komunikasi ke bawah adalah komunikasi yang disampaikan dari
pimpinan ke bawahan. Media yang digunakan ialah memo, buku
pedoman, perintah, teguran, dan pujian.
c. Komunikasi Horizontal (Horizontal Communication)
Komunikasi horizontal adalah komunikasi terhadap sesama anggota
dalam kelompok kerja pada tingkatan yang sama dalam suatu organisasi.
Komunikasi horizontal sangat diperlukan untuk mengadakan koordinasi
dari bermacam-macam fungsi keorganisasian.
d. Komunikasi Diagonal (Diagonal Communication)
Komunikasi diagonal terjadi pada tingaktan organisasi yang berbeda,
yaitu dapat berlangsung dari seorang pimpinan dengan karyawanya atau

Universitas Sumatera Utara

23 
 

pimpinan yang lebih rendah (bawahan) dengan pimpinan yang lebih
tinggi yang hanya merupakan hubumgan kerja.
2. Berdasarkan Cara Penyampaiannya
a. Komunikasi Verbal
Komunikasi

verbal

ialah

komunikasi

yang

digunakan

untuk

menyampaikan pesan dalam bentuk kaya-kata baik lisan maupun tulisan.
Komunikasi lisan ialah komunikasi melalui ucapan kata-kata atau
kalimat meliputi apa yang dikatakan dan bagaimana mengatakanya yang
bersifat tatap muka (face to face communication) atau tidak tatap muka.
Komunikasi tertulis adalah komunikasi dengan mempergunakan
rangkaian kata-kata atau kalimat, kode-kode (yang mengandung arti)
tertulis yang dapat dimengerti pihak lain.
b.Komunikasi Non-Verbal
Komunikasi non-verbal ialah komunikasi yang diekspresikan dalam
bentuk bahasa isyarat atau symbol. Media yang dipergunakan ialah
ekspresi, gerak isyarat, gerak dan posisi badan, yang disebut bahsa badan
(language body) yang menyatakan sikap dan perasaan seseorang.
2.1.5 Unsur-Unsur Komunikasi
Menurut Effendy ( 2006:10) komunikasi meliputi lima unsur sehingga dapat
dilancarkan secara efektif, diantaranya:
1. Komunikator

Universitas Sumatera Utara

24 
 

Komunikator adalah seorang pencipta pesan sebagai suatu titik
permulaan dan penginisiatif dalam proses kegiatan komunikasi. Untuk
melaksanakan komunikasi yang efektif terdapat dua faktor yang penting
dalam diri komunikator yang harus diperhatikan, yaitu daya tarik
komunikator (source attractiveness) dan kredibilitas sumber atau
kepercayaan akomunikan kepada komunikator.
2. Pesan Komunikasi
Pesan komunikasi merupakan suatu informasi/ isi pernyataan dalam
bentuk bahasa, kode, maupun lambang. Pesan komunikasi terdiri atas isi
pesan dan lambang/symbol. Isi pesan adalah materi atau bahan yang
dipilih oleh sumber (komunikator) umtuk menyampaikan maksudnya.
Lambang pesan adalah symbol yang dipergunakan untuk menyampikan
isi komunikasi, diantaranya bahasa, gambar, dan warna.
3. Media Komunikasi
Media adalah alat atau sarana yang dipergunakan untuk menyampaikan
pesan dari komunikator kepada komunnikan berupa surat, papan
pengumuman, telepon, surat kabar, majalah, filim, fax, radio, email dan
sebagainya. Dalam berkomunikasi antar hubungan manusia di suatu
organisasi, terdapat dua pembagian media yang dapat dipergunakan,
yaitu media antar peribadi dan media antar kelompok.
a. Media antar peribadi

Universitas Sumatera Utara

25 
 

Media yang dapat digunakan untuk hubungan perorangan (antar
pribadi) ialah sebagaimana media komunikasi seperti telepon, surat
kabar, majalah, filim, fax, radio, email dan sebgainya. Akan tetap
kurir (utusan) juga bisa dimasukan kedalam salah satu media antar
peribadi.
b. Media kelompok
Media kelompok pada aktifitas komunikasi yang melibatakan
hubungan audience lebih dari 15 orang maka media komunikasi yang
di gunakan adalah media kelompok berupa rapat, breafing, seminar
dan konferensi pers.
4. Komunikan
Komunikan adalah orang yang dituju, pihak penjawab atau penerima
berita dari komunikator dengan berbagai tujuan.
5. Efek
Pemberi tanggapan atau dampak yang ditimbulkan oleh komunikasi
dimana berasal dari komunikan.
2.1.6 Pengelolaan Komunikasi
Menurut Purwanto (2006:46), ada dua hal dalam mengelola komunikasi :
1. Penanganan Pesan-Pesan rutin
Volume pesan-pesan (tertulis) pada umumnya dalam organisasi besar
lebih banyak daripada dalam organisasi bersekala kecil, tetapi semua
organisasi memusatkan perhatianya pada bagaimana memaksimumkan

Universitas Sumatera Utara

26 
 

manfaat (benefit) dan kegiatan komunikasi dengan biaya (cost) tertentu.
Untuk dapat memaksimumkan manfaat dan meminimkan biaya tersebut,
seorang manajer perlu memperhatikan berbagai hal berikut:
a. Mengurangi jumlah pesan
Arus pesan dalam suatu organisasi yang disampaikan secara lisan
maupu tulisan perlu dikelola denga baik. Dalam hal ini, seorang pimpinan
organisasi perlu menentukan skala prioritas pesan. Untuk membuat suatu
halam surat diperlukan waktu dan sumber-sumber (uang, bahan, waktu dan
tenaga). Organisasi juga perlu menghitung berapa rata-rata biaya yang
diperlukan untuk mencatat, mengetik, mengedit, dan mengirimkan surat serta
berapa lama sebuah surat bisnis dapat diselesikan. Oleh karna itu, jika suatu
pesan perlu diberikan secara tertulis, selembar surat tersebut hanya akan
menambah beban informasi yang akan disampaikan., maka lebih baik pesan
disampaikan dengan cara lain seperti lewat telepon atau tatap muka.
b. Instruksi yang jelas
Kesalahan yang menyebabkan macetnya komunikasi disebabkan
ketidakjelasan instruksi. Dalam hal ini seorang pimpinan mempunyai tangung
jawab khusus untuk membuat setiap orang dalam organisasi tahu apa yang
harus dilakukan dan paham akan kebutuhan dan tujuan organisasi secara
keseluruhan, sehingga ia dapat meghindari dirinya dari kesalahan member
instruksi.
c. Mendelegasikan wewenang

Universitas Sumatera Utara

27 
 

Tujuan organisasi secara keseluruhan dapat tercapai bila manajer
mempunyai kepercayaan bahwa orang lain dapat menyelesaikan pekerjaan
yang dibebankan kepada mereka. Hal ini penting karena seorang manajer
harus mendelegasikan beberapa pekerjaan komunikasi kepada orang lain.
Seorang manajer yang bersikeras untuk mengerjakan ulang setiap pesan
denga gayanya sendiri tentu akan merepotkan semua pihak dalam suatu
organisasi.
d. Melatih tugas
Suatu organisasi dianjurkan untuk menyelenggarakan pelatihan
keterampilan berkomunikasi bagi orang-orang yang pekerjaan/tugasnya
berhubungan erat dengan masalah komunikasi. Pelatihan ini mencakup paling
tidak

preferensi

gaya

organisasi

dan

falsafah-falsafah

komunikasi.

Komunikator juga perlu mengingatkan dan memperlancar kamampuan
berbahasa dan keterampilan presentasenya, seghingga komunikasi bisa
menjadi lebih baik dan lebih lancar.
2.1.7 Penanganan Krisis Komunikasi
Mengelola arus pesan-pesan bisnis dari hari ke hari adalah suatu hal yang
biasa. Tetapi tes keterampilan komunikasi yang sebenarnya adalah pada saat
munculnya krisis komunikasi dalam suatu organisasi. Semakin besar tantangan atau
resiko yang dihadapi, semakin tinggi tingat kemampuan atau keterampilan yang
dibutuhkan. Terdapat dua tindakan dalam mengahdapi krisis komunikasi, yaitu

Universitas Sumatera Utara

28 
 

bersikap diam, tidak mengatakan sesuatu dam mengatakan yang terjadi dengan
segera.
Beberapa ahli hubungan masyarakat (public relation) menyarankan agar
perusahaan menangkis rumor yang beredar dalam masyarakat dengan cara
menjelaskan apa yang menjadi masalahnya secara terbuka tanpa ditutup-tutupi
kepada public (mayarakat umum) dan para karyawanya. Pada saat yang sama
perusahaan harus mencari sumber masalahnya dan berusaha mengendalikanya.
2.2.1 Efektivitas Kerja
Efektivitas kerja merupakan suatu masalah yang kompleks. Ada banyak
pengertian tentang efektivitas, akan tetapi ciri yang sama dari berbagai pengertian
yang diberikan yaitu menyangkut keberhasilan suatu kegiatan yang dilakukan dalam
suatu organisasi. Corrado (2004:135) mengatakan bahwa efektivitas kerja adalah
fungsi dari peraturan-peraturan dan praktik-praktik yang digunakan perusahaan
dengan konsisten. Bentuk-bentuk konsisten ini sebagai sumber kekuatan organisasi
dan sebagai cara untuk memperbaiki kinerja dan efektivitas organisasi.
Menurut (Gitosudarmo 2001:7) kata efektif memiliki konotasi atau berkaitan
dengan banyaknya hasil yang dicapai sehingga efektif atau efektivitas dapat diartikan
sebagai tingkat atau derajat pencapaian hasil yang diharapkan. Semakin besar hasil
yang dapat diraihnya berarti semakin efektif. Efektif juga berarti tujuan yang telah
ditetapkan dapat dicapai secara maksimal .
Keberadaan

komunikasi

seharusnya

dapat

mendukung

peningkatan

efektivitas kerja pegawai di kantor. Artinya, dengan adanya sistem komunikasi yang

Universitas Sumatera Utara

29 
 

baik maka dapat memperlancar proses pengurusan pekerjaan-pekerjaan, menghemat
tenaga dan waktu. dengan demikian terdapat pola hubungan positif, antara
komunikasi dengan efisiensi. Semakin baik proses komunikasi maka semakin tinggi
pula tingkat efisiensi di kantor.
Kegiatan yang dilakukan secara efektif belum tentu efisien, karena mungkin
saja hasil yang dicapai itu cukup besar akan tetapi korban yang ditimbulkan sangat
banyak. Sebaliknya efisien belum tentu efektif , karena biaya yang dikelurkannya
mungkin minimal akan tetapi hasil yang dicapainya juga sangat kecil. Pekerjaan
dikatakan efisien dalam arti sesuai dengan indikator bahwa penyelesaian pekerjaan
menjadi lebih cepat, akurat, murah, dan mudah.
Siagian (2002:151) mengatakan bahwa efektiftas kerja adalah penyelesaian
pekerjaan dinilai baik atau tidak sangat tergantung pada penyelesaian tugas tersebut,
bagaimana cara melaksanakan dan berapa biaya yang dikeluarkan untuk itu. Pabundu
(2006:16) berpendapat bahwa efektivitas kerja adalah suatu keadaan yang
menunjukan tingkat keberhasilan kegiatan manajemen dalam mencapai tujuan
manajemen yang efektif disertai dengan manajemen yang efisien.
Agar dapat menjamin suatu keberhasilan usaha dalam meningkatkan
efektivitas kerja karyawan dalam suatu organisasi, maka seorang pemimpin harus
dapat menjalin komunikasi dengan baik terhadap bawahanya. Komunikasi yang baik
akan mempengaruhi semangat kerja, disiplin, dan tanggung jawab dari para pegawai.
Secara luas, komunikasi yang efektif akan manimbulkan lima hal yaitu,
pengertian, kesenangan, pengaruh pada sikap, hubungan yang semakin baik dan

Universitas Sumatera Utara

30 
 

tindakan. Pengertian diartikan sebagai penerimaan yang cermat dari pesan-pesan
yang disampaikan oleh komunikator. Kesenangan yang didapat ketika komunikasi
dilakukan, bukan hanya menyajikan informasi, melainkan untuk menjalin hubungan
yang lebih akrab dan menyenangkan. Pengaruh pada sikap merupakan bagaimana
agar pesan yang disampaikan dapat mempengaruhi pendapat, sikap dan tingkah laku
seseorang.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia tentunya sangat diperlukan guna
mewujudkan hasil yang diharapkan oleh setiap organisasi. Setiap pegawai sudah
sepatutnya diarahkan untuk lebih meningkatakan efektifitas kerja mereka melalui
berbagai tahapan usaha secara maksimal. Sehingga dengan demikian pemanfaatan
sumber daya manusia dalam hal ini pegawai akan lebih berpotensi dan lebih
mendukung keberhasilan pencapaian tujuan organisasi.
2.2 Penelitian Terdahulu
Tarigan

(2006) melakukan penelitian yang berjudul “Analisis Pengaruh

Komunikasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT.Twins Sukses Abadi Belawan”.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh komunikasi
terhadap kinerja karyawan, yang terbukti bahwa komunikasi berpengaruh positif dan
signifikan serta dapat memprediksi, variabel dependen (kinerja karyawan) secara
parsial melalui uji t dengan tingkat signifikan jauh dibawah 5% dan nilai t hitung > t
tabel pada taraf signifikansi 5%. R square sebesar 0,318 menunjukan bahwa 31,8%
kinerja karyawan (variabel dependen) dapat dijelaskan oleh komunikasi (variabel

Universitas Sumatera Utara

31 
 

independen), sedangkan sisanya 68,2% dijelaskan oleh variabel lain diluar variabel
yang digunakan.
2.3 Kerangka Konseptual
Efektivitas kerja adalah suatu pencapaian tugas yang menunjukan tingkat
keberhasilan sesuai dengan tujuan atau sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya
(Purwanto, 43:2006). Menurut (Gitosudarmo, 2001:7) efektivitas dapat diartikan
sebagai tingkat atau derajat pencapaian hasil yang diharapkan. Tingkat keberhasilan
tersebut meliputi ketepatan waktu, pencapaian target yang maksimal, dan tanggung
jawab para pegawai dalam menyelesaikan tugasnya.
Ketepatan waktu adalah rentang waktu mulai masuknya data hingga proses
pengerjaan sampai selesainya data sesuai dengan waktu yang telah disepakati
bersama. Pencapaian target merupakan penyelesaikan pekerjaan sesuai harapan
dengan pencapaian yang maksimal. Setiap pegawai diharapkan mampu untuk
menyelesaikan pekerjaan dengan sebaik-baiknya sehingga target yang telah
ditetapkan dapat tercapai. Tanggung jawab kerja adalah suatu sikap yang ditunjukan
oleh pegawai dimana mereka harus betanggung jawab terhadap pekerjaan yang
diberikan dengan bekerja sebaik-baiknya.
Efektivitas kerja pegawai dapat berhasil disebabkan oleh komunikasi.
Komunikasi merupakan suatu proses pertukaran informasi antar individu melalui
suatu sistem yang biasa (lazim), baik dengan simbol-simbol, sinyal-sinyal maupun
perilaku atau tindakan

(Purwanto, 2006:3). Komunikasi yang baik akan terjadi

Universitas Sumatera Utara

32 
 

apabila terdapat tujuan komunikasi yang terarah, media komunikasi yang optimal,
pengelolaan komunikasi yang lancar, serta adanya umpan balik (feedback).
Tujuan komunikasi yang terarah maksudnya adanya pengertian yang sama
ketika sipengirim pesan penyampaikan maksudnya kepada sipenerima pesan sehingga
apa yang diharapkan dapat terlaksana dengan baik. Media merupakan alat atau sarana
yang digunakan untuk mendukung kelancaran komunikasi. Agar komunikasi efektif
maka perlu adanya pengelolaan komunikasi tujuanya adalah untuk menangani pesanpesan yang sifatnya rutin dan menangani masalah pada komunikasi sehingga pesan
dapat diterima dengan baik. Umpan balik adalah respon yang diberikan ketika
berkomunikasi sehingga dapat dilihat apakah sipenerima benar-benar paham dengan
apa yang disampaikan.
Pengaruh antara komunikasi dengan efektivitas kerja secara sederhana dapat
dideskripsikan bahwa, semakin baik dan lancar komunikasi yang diterapkan maka
semakin tinggi pula tingkat efektivitas kerja pegawai. Tanpa komunikasi yang baik
segala rencana, aturan-aturan, keputusan ataupun konsep-konsep yang telah
direncanakan secara matang tidak akan dapat ditangkap, dicerna, ataupun diproses
oleh para bawahan. Dengan komunikasi yang baik akan memberikan jaminan yang
lebih besar akan keberhasilan pelaksanaanya.

Universitas Sumatera Utara

33 
 

Berdasarkan teori – teori yang dikemukakan, maka skematis kerangka
konseptual dapat digambarkan sebagai berikut:
Komunikasi (X)
1. Tujuan komunikasi
2. Media komunikasi
3. Pengelolaan komunikasi
4. Umpan balik (feedback)

Efektivitas kerja (Y)
1. Ketepatan waktu
2. Target
3. Tanggung jawab

Gambar 2.2 Kerangka Konseptual
Sumber: Purwanto (2006), Gitosudarmo (2001) data diolah

2.4. Hipotesis
Berdasarkan perumusan masalah yang telah dikemukakan, maka hipotesis
dalam penelitian ini adalah “ Komunikasi berpengaruh positif dan signifikan
terhadap efektifitas kerja Pegawai pada Pemda Kabupaten Asahan Bagian
Kependudukan Dan Catatan Sipil.”

Universitas Sumatera Utara

34 
 

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1. Jenis dan Sumber Penelitian
3.1.1. Jenis Penelitian
Secara eksplanasi (penjelasan) penelitian dapat dikaji menurut tingkatannya
yang didasarkan kepada tujuan dan objek-objeknya ; yaitu ada yang bertujuan
mempelajari, mendeskripsikan, mendeteksi (mengungkapkan), dan ada pula yang
menyelidiki hubungan kausalitas. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah
penelitian asosiatif, yakni penelitian yang menghubungkan dua variabel atau lebih
untuk melihat pengaruh (Ginting 57:2008).
3.1.2 Sumber Data
3.1.2.1 Data Primer
Data primer, yaitu data yang diperoleh secara langsung di lokasi penelitian
melalui kuesioner dan wawancara kepada responden.
3.1.2.2 Data Sekunder
Data sekunder, yaitu data yang digunakan untuk melengkapi data primer yang
meliputi :
1. Data mengenai sejarah dan perkembangan perusahaan.
2. Data struktur organisasi dan uraian tugas

Universitas Sumatera Utara

35 
 

3.2. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada Pemda Kabupaten Asahan bagian Kependudukan
dan Catatan Sipil Jl. Jenderal Sudirman No.5 Kisaran – 21216. Waktu penelitian
berlangsung sejak bulan Mei 2011 sampai dengan Juli 2011.
3.3. Batasan operasional
Penelitian ini mengkhususkan pembahasan mengenai pengaruh komunikasi
terhadap efektivitas kerja. Variabel-variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah:
a. Variabel Independen (X) yaitu komunikasi
b. Variabel Dependent (Y) yaitu efektivitas kerja.
3.4. Operasionalisasi Variabel
Operasional variabel adalah menentukan indikator-indikator (petunjuk) dari dari
variabel-variabel, dan data atau informasi empiris dapat diketahui melalui operasional
variabel (Ginting, 103:2008).
a. Variabel Independent (X) : Komunikasi
Komunikasi adalah merupakan suatu proses pertukaran informasi antar
individu melalui suatu sistem yang biasa (lazim), baik dengan simbol-simbol,
sinyal-sinyal maupun perilaku atau tindakan (Purwanto, 3:2006). Berdasarkan
pengukuran komunikasi yang telah diuraikan, maka Indikator variabel dari
komunikasi adalah:
1. Tujuan Komunikasi
Tujuan komunikasi adalah keinginan untuk berbagi pengertian tentang
informasi yang disampaikan oleh masyarakat kepada pegawai dan informasi

Universitas Sumatera Utara

36 
 

tersebut dapat dipahami agar memungkinkan suatu organisasi dapat mencapai
tujuanya.
2. Media Komunikasi
Media komunikasi adalah sarana yang digunakan dalam menyampaikan
pesan baik berupa lisan ataupun tulisan maupun dengan media elektronik.
3. Pengelolaan Komunikasi
Pengelolaan komunikasi adalah cara dalam menangani pesan-pesan yang
bersifat rutin dan bagaimana menangani krisis komunikasi sehingga pesan
dapat diterima dengan baik oleh komunikan.
4. Umpan Balik (feedback)
Umpan balik (feedback) adalah respon atau tanggapan yang diterima oleh
pegawai terhadap pesan yang telah ditangkapnya dengan memberikan pesan
balasan.
b. Variabel Dependent (Y) : Efektivitas kerja
Efektivitas kerja menurut (Gitosudarmo 2001:7) dapat diartikan sebagai
tingkat atau derajat penca

Dokumen yang terkait

Pengaruh Sistem Informasi Administrasi Kependudukan Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai ( Studi pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Aceh Utara

10 112 116

Pengaruh Sistem Komputerisasi Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai Pada Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Daerah Kota Tebing Tinggi

12 127 105

Pengaruh Sistem Komputerisasi Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai Pada Kantor Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Daerah Kota Padangsidimpuan

23 158 104

Peranan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (Siak) Dalam Peningkatan Efektivitas Kerja Pegawai Pada Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Di Kabupaten Asahan Provinsi Sumatera Utara

0 0 9

Peranan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (Siak) Dalam Peningkatan Efektivitas Kerja Pegawai Pada Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Di Kabupaten Asahan Provinsi Sumatera Utara

0 0 1

Peranan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (Siak) Dalam Peningkatan Efektivitas Kerja Pegawai Pada Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Di Kabupaten Asahan Provinsi Sumatera Utara

0 0 29

Peranan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (Siak) Dalam Peningkatan Efektivitas Kerja Pegawai Pada Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Di Kabupaten Asahan Provinsi Sumatera Utara

0 0 6

Peranan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (Siak) Dalam Peningkatan Efektivitas Kerja Pegawai Pada Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Di Kabupaten Asahan Provinsi Sumatera Utara

0 0 2

Pengaruh Sistem Komputerisasi Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai Pada Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Daerah Kota Tebing Tinggi

0 1 14

PENGARUH KOMUNIKASI TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL KABUPATEN GOWA

0 0 92