Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Struktur Modal (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2007-2009)

PENGARUH KARAKTERISTIK PERUSAHAAN TERHADAP
STRUKTUR MODAL (STUDI EMPIRIS PADA
PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG
TERDAFTAR DI BURSA EFEK
INDONESIA PERIODE
2007-2009)

TESIS

Oleh

Pasca Dwi Putra
097017070/Akt

SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

PENGARUH KARAKTERISTIK PERUSAHAAN TERHADAP
STRUKTUR MODAL (STUDI EMPIRIS PADA
PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG
TERDAFTAR DI BURSA EFEK
INDONESIA PERIODE
2007-2009)

TESIS

Untuk Memperoleh Gelar Magister Sains
dalam Program Studi Ilmu Akuntansi pada
Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara

Oleh

Pasca Dwi Putra
097017070/Akt

SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

Telah Diuji pada
Tanggal : 28 September 2011

PANITIA PENGUJI TESIS :
Ketua
Anggota

: Prof.Dr.Ade Fatma Lubis, MAFIS, MBA, CPA
: 1. Drs. Idhar Yahya, MBA. Ak
2. Dra. Sri Mulyani, MBA, Ak
3. Dr. Rina Bukit, SE, M.Si, Ak
4. Dra. Tapi Anda Sari Lubis, M.Si, Ak

Universitas Sumatera Utara

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan Tesis yang berjudul :
“Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Struktur Modal (Studi Empiris Pada
Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 20072009)”
Adalah benar hasil kerja saya sendiri dan belum dipublikasikan oleh siapapun
sebelumnya. Sumber-sumber data dan informasi yang digunakan telah dinyatakan
secara benar dan jelas.

Medan, September 2011
Yang membuat pernyataan:

Pasca Dwi Putra

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Pertumbuhan Perusahaan,
Investment Opportunity Set, Profitabilitas, Risiko Bisnis, Ukuran Perusahaan,
Struktur Aktiva, Operating Leverage terhadap struktur modal pada Bursa Efek
Indonesia tahun 2007-2009.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengujian hipotesis dengan
menggunakan tekhnik purposive sampling. Populasi pada penelitian ini adalah
seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2007-2009
yang berjumlah 364 dan sampel penelitian sebanyak 36 perusahaan selama 3 tahun
dari 2007-2009, sehingga total observasi dalam penelitian ini menjadi 108 perusahaan
yang dianalisis dengan model analisis regresi linier berganda. Data yang digunakan
adalah data sekunder berupa laporan keuangan. Pengujian hipotesis dengan
menggunakan uji t dan uji F.
Hasil penelitian secara simultan, diperoleh bahwa pertumbuhan perusahaan,
Investment Opportunity Set (IOS), profitabilitas, resiko bisnis, ukuran perusahaan,
struktur aktiva, dan operating leverage berpengaruh terhadap struktur modal.
Sedangkan Secara parsial menunjukkan bahwa variabel resiko bisnis ,ukuran
perusahaan, dan struktur aktiva berpengaruh signifikan terhadap struktur modal.
Sebaliknya, variabel pertumbuhan perusahaan, Investment Opportunity Set,
profitabilitas dan operating leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap struktur
modal pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode
pengamatan 2007-2009.
Kata Kunci: Pertumbuhan Perusahaan, Investment Opportunity Set (IOS),
Profitabilitas, Resiko Bisnis, Ukuran Perusahaan, Struktur Aktiva,
Operating Leverage, Struktur Modal

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT

This research aims to examine the influence of firm Growth, Investment
Opportunity Set, Profitability, Business Risk, Firm Size, Structure Assets, and
Operating Leverage on the capital structure in the Indonesia Stock Exchange from
2007 to 2009.
This type of research was the hypothesis testing by using purposive sampling
technique. The population in this study are all companies listed in the Indonesia
Stock Exchange during the years 2007-2009, amounting to 364 and the study sample
as many as 36 companies for 3 years from 2007 to 2009, bringing the total
observations in this study to 108 companies analyzed by regression analysis model
multiple linear. The data used are secondary data from financial statements.
Hypothesis testing using the t test and F test
The results simultaneously, showed that the firm growth, Investment
Opportunity Set (IOS), profitability, business risk, firm size, asset structure, and
operating leverage effect on capital structure. Partially indicate that business risk
variables, firm size and asset structure significantly influence the capital structure.
Conversely, firm growth, Investment Opportunity Set, profitability and operating
leverage of no significant impact on the capital structure of manufacturing
companies listed in Indonesia Stock Exchange observation period from 2007 to
2009.
Keywords: Firm Growth, Investment Opportunity Set (IOS), Profitability, Business
Risk, Firm Size, Structure Assets, Operating Leverage, Capital Structure

Universitas Sumatera Utara

RIWAYAT HIDUP
1. NAMA

: PASCA DWI PUTRA

2. TEMPAT/TGL LAHIR

: STABAT/ 31 OKTOBER 1987

3. AGAMA

: ISLAM

4. ORANG TUA
a. AYAH

: Drs. M. NASIR, M.Si

b. IBU

: Dra. ENI SAMSULISTARI

5. ALAMAT

: JL. PERHUBUNGAN DUSUN TERATAI
LAUT DENDANG KEC. PERCUT SEI
TUAN, KAB. DELI SERDANG.

6. PENDIDIKAN
a. SD

: SD NEGERI 106162 MEDAN ESTATE

b. SMP

: SMP NEGERI 1 PERCUT SEI TUAN

c. SMU

: SMA NEGERI 11 MEDAN

d. S1

: UNIVERSITAS SYIAH KUALA
(UNSYIAH)

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR
Bismillahirrohmanirrohim
Segala puji dan syukur penulis ucapkan atas kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan rahmat dan hidayahnya serta kesehatan dan kesempatan kepada penulis
sehingga dapat menyelesaikan penulisan tesis ini. Shalawat beiring salam atas
junjungan Nabi Muhammad SAW yang insya Allah memberikan safaat kepada
penulis dan seluruh umatnya.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa segala yang dilakukan dalam
penyusunan tesis ini tidak akan terlaksana dengan baik tanpa adanya bantuan dan
bimbingan serta dorongan dari berbagai pihak, untuk itu dengan segala kerendahan
hati penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Prof. Dr. dr. Syahril Pasaribu, DTM & H.,M.Sc (CTM), Sp.A(K), selaku
Rektor Universitas Sumatera Utara atas kesempatan yang diberikan untuk
mengikuti dan menyelesaikan pendidikan magister di Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Prof. Dr. Ir. A. Rahim Matondang, MSIE, selaku Direktur Sekolah
Pascasarjana Universitas Sumatera Utara atas kesempatan yang diberikan untuk
mengikuti dan menyelesaikan pendidikan magister pada Sekolah Pascasarjana
Universitas Sumatera Utara.
3. Ibu Prof. Dr. Ade Fatma Lubis, MAFIS, MBA. CPA, selaku Ketua Program Studi
Magister Ilmu Akuntansi Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara yang
juga selaku Dosen Pembimbing I yang telah banyak memberi bimbingan dan

Universitas Sumatera Utara

arahan di sela-sela kesibukannya dari awal penulisan hingga selesainya penulisan
tesis ini.
4. Bapak Drs. Idhar Yahya, MBA. Ak, selaku Dosen Pembimbing II yang telah
banyak memberi bimbingan dan mengarahkan penulis di sela-sela kesibukannya
dari awal penulisan hingga selesainya penulisan tesis ini.
5. Ibu Dra. Tapi Anda Sari Lubis, M.Si, Ak, Ibu Dra. Sri Mulyani, MBA, Ak, dan
Ibu Dr. Rina Bukit, SE, M.Si, Ak selaku Dosen Penguji yang telah memberikan
saran dan masukan untuk kesempurnaan tesis ini.
6. Seluruh staf pengajar Program Magister Ilmu Akuntansi atas segala ilmu dan
pengetahuan yang telah diberikan, dan seluruh staf administrasi Program Magister
Ilmu Akuntansi.
7. Ibunda dan Ayahanda tercinta, yang selalu mendoakan dan memberikan dorongan
moril maupun materil serta bantuan yang tak ternilai dalam bentuk apapun juga,
sehingga penulis dapat menyelesaikan kuliah dan tesis ini.
8. Abang dan Adik-adikku tersayang, yang telah memberi dukungan dan motivasi
yang tak pernah henti.
9. Teman-teman di Program Magister Ilmu Akuntansi, yang penuh dengan rasa
kekeluargaan dan persahabatan dalam memberi sumbangan pikiran selama
perkuliahan.

Universitas Sumatera Utara

Akhirnya, semoga Allah SWT selalu melimpahkan berkah dan hidayahNya, dan apa yang penulis lakukan ini mendapatkan ridho-Nya serta berguna bagi
penulis khususnya dan pembaca umum. Amin
Medan, September 2011
Penulis

Pasca Dwi Putra

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

Halaman
ABSTRAK ..........................................................................................................

i

ABSTRACT ........................................................................................................

ii

RIWAYAT HIDUP ............................................................................................

iii

KATA PENGANTAR ........................................................................................

iv

DAFTAR ISI........................................................................................................

vii

DAFTAR TABEL ..............................................................................................

xi

DAFTAR GAMBAR ..........................................................................................

xii

DAFTAR LAMPIRAN .......................................................................................

xiii

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Penelitian ..................................................................

1

1.2. Perumusan Masalah ...........................................................................

10

1.3. Tujuan Penelitian ...............................................................................

10

1.4. Manfaat Penelitian .............................................................................

11

1.5. Originalitas .........................................................................................

11

BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN
2.1 Struktur Modal ...................................................................................

13

2.1.1 Pecking Order Theory ..........................................................

16

2.1.2 Trade Off Theory .................................................................

17

2.2 Pertumbuhan Perusahaan ...................................................................

20

Universitas Sumatera Utara

2.3 Investment Opportunity Set (IOS)......................................................

23

2.4 Profitabilitas .......................................................................................

25

2.5 Risiko Bisnis.....................................................................................................

26

2.6 Ukuran Perusahaan.............................................................................

28

2.7 Struktur Aktiva...................................................................................

29

2.8 Operating Leverage ..........................................................................

30

2.9 Pertumbuhan Perusahaan dan Struktur Modal...................................

32

2.10 Investment Opportunity Set (IOS) dan Struktur Modal .....................

34

2.11 Profitabilitas dan Struktur Modal.......................................................

36

2.12 Risiko Bisnis dan Struktur Modal ......................................................

39

2.13 Ukuran Perusahaan dan Struktur Modal ............................................

40

2.14 Struktur Aktiva dan Struktur Modal ..................................................

42

2.15 Operating Leverage dan Struktur Modal ..........................................

43

2.16 Penelitian Sebelumnya ......................................................................

45

BAB III KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS
3.1 Kerangka Konsep ................................................................................

50

3.2 Hipotesis Penelitian..............................................................................

56

BAB IV METODE PENELITIAN
4.1 Jenis Penelitian.....................................................................................

57

4.2 Lokasi Penelitian..................................................................................

57

4.3 Populasi dan Sampel Penelitian ...........................................................

58

4.4 Metode Pengumpulan Data ..................................................................

59

Universitas Sumatera Utara

4.5 Definisi dan Operasional Variabel .......................................................

59

4.5.1 Variabel Dependen.....................................................................

59

4.5.2 Variabel Independen ..................................................................

60

4.6 Metode Analisis Data...........................................................................

64

4.7 Uji Asumsi Klasik ...............................................................................

65

4.8 Pengujian Hipotesis ..............................................................................

68

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.1 Hasil Penelitian ....................................................................................

70

5.2 Statistik Deskriptif ...............................................................................

71

5.3 Hasil Pengujian Asumsi Klasik ...........................................................

78

5.4 Hasil Pengujian Regresi Linier Berganda ...........................................

83

5.4.1 Hasil Uji Statistik F ...................................................................

83

5.4.2 Hasil Uji Statistik t ....................................................................

84

5.4.3 Hasil Adjusted R2 ......................................................................

88

5.5 Pembahasan Hasil Penelitian ...............................................................

89

5.5.1 Pengujian Secara Simultan.............................................................

89

5.5.2 Pengujian Secara Parsial ................................................................

90

5.5.2.1 Pertumbuhan Perusahaan Berpengaruh Terhadap Struktur
Modal ......................................................................................

90

5.5.2.2 Investment Opportunity Set Berpengaruh Terhadap
Struktur Modal ........................................................................

91

5.5.2.3 Profitabilitas Berpengaruh Terhadap Struktur Modal ............

92

Universitas Sumatera Utara

5.5.2.4 Pengaruh Risiko Bisnis Terhadap Struktur Modal .................

94

5.5.2.5 Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Struktur Modal .......

95

5.5.2.6 Pengaruh Struktur Aktiva Terhadap Struktur Modal .............

96

5.5.2.7 Pengaruh Operating Leverage Terhadap Struktur Modal .......

97

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
6.1 Kesimpulan ..........................................................................................

98

6.2 Keterbatasan Penelitian ....................................................................... 100
6.3 Saran Penelitian ................................................................................... 101
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... 103

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL
Nomor

Judul

Halaman

2.1

Hasil Deskripsi Penelitian Terdahulu ..........................................................

47

4.1

Sampel perusahaan manufaktur tahun 2007-2009 ......................................

58

4.2

Operasional Variabel ..................................................................................

63

5.1

Statistik Deskriptif ......................................................................................

71

5.2

Uji Normalitas Data ....................................................................................

79

5.3

Uji Autokorelasi .........................................................................................

80

5.4

Uji Multikolinearitas ...................................................................................

81

5.5

Uji Heteroskedastisitas ...............................................................................

82

5.6

Hasil Uji Statistik F .....................................................................................

83

5.7

Hasil Uji Statistik t .....................................................................................

84

5.8

Hasil Adjusted R2 ........................................................................................

89

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR
Nomor

Judul

Halaman

1.1

Perbandingan hutang dan ekuitas ................................................................

3.1

Pengaruh karakteristik perusahaan (pertumbuhan perusahaan,

3

Investment Opportunity Set, Profitabilitas, resiko perusahaan,
ukuran perusahaan, struktur aktiva, dan operating leverage)
terhadap struktur modal ...............................................................................

50

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR LAMPIRAN
Nomor

Judul

Hal

1

Daftar Sampel Perusahaan Manufaktur Tahun 2007-2009..................... 110

2

Variebel Penelitian Tahun 2007.............................................................. 111

3

Variabel Penelitian Tahun 2008.............................................................. 112

4

Variabel Penelitian Tahun 2009.............................................................. 113

5

Item Pengukuran Tahun 2007 ................................................................ 114

6

Item Pengukuran Tahun 2008 ................................................................. 115

7

Item Pengukuran Tahun 2009 ................................................................. 116

8

Statistik Deskriptif, Uji Asumsi Klasik, dan Uji Hipotesis..................... 117

9

Daftar Populasi Perusahaan Manufaktur Tahun 2007-2009 ................... 121

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Pertumbuhan Perusahaan,
Investment Opportunity Set, Profitabilitas, Risiko Bisnis, Ukuran Perusahaan,
Struktur Aktiva, Operating Leverage terhadap struktur modal pada Bursa Efek
Indonesia tahun 2007-2009.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengujian hipotesis dengan
menggunakan tekhnik purposive sampling. Populasi pada penelitian ini adalah
seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2007-2009
yang berjumlah 364 dan sampel penelitian sebanyak 36 perusahaan selama 3 tahun
dari 2007-2009, sehingga total observasi dalam penelitian ini menjadi 108 perusahaan
yang dianalisis dengan model analisis regresi linier berganda. Data yang digunakan
adalah data sekunder berupa laporan keuangan. Pengujian hipotesis dengan
menggunakan uji t dan uji F.
Hasil penelitian secara simultan, diperoleh bahwa pertumbuhan perusahaan,
Investment Opportunity Set (IOS), profitabilitas, resiko bisnis, ukuran perusahaan,
struktur aktiva, dan operating leverage berpengaruh terhadap struktur modal.
Sedangkan Secara parsial menunjukkan bahwa variabel resiko bisnis ,ukuran
perusahaan, dan struktur aktiva berpengaruh signifikan terhadap struktur modal.
Sebaliknya, variabel pertumbuhan perusahaan, Investment Opportunity Set,
profitabilitas dan operating leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap struktur
modal pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode
pengamatan 2007-2009.
Kata Kunci: Pertumbuhan Perusahaan, Investment Opportunity Set (IOS),
Profitabilitas, Resiko Bisnis, Ukuran Perusahaan, Struktur Aktiva,
Operating Leverage, Struktur Modal

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT

This research aims to examine the influence of firm Growth, Investment
Opportunity Set, Profitability, Business Risk, Firm Size, Structure Assets, and
Operating Leverage on the capital structure in the Indonesia Stock Exchange from
2007 to 2009.
This type of research was the hypothesis testing by using purposive sampling
technique. The population in this study are all companies listed in the Indonesia
Stock Exchange during the years 2007-2009, amounting to 364 and the study sample
as many as 36 companies for 3 years from 2007 to 2009, bringing the total
observations in this study to 108 companies analyzed by regression analysis model
multiple linear. The data used are secondary data from financial statements.
Hypothesis testing using the t test and F test
The results simultaneously, showed that the firm growth, Investment
Opportunity Set (IOS), profitability, business risk, firm size, asset structure, and
operating leverage effect on capital structure. Partially indicate that business risk
variables, firm size and asset structure significantly influence the capital structure.
Conversely, firm growth, Investment Opportunity Set, profitability and operating
leverage of no significant impact on the capital structure of manufacturing
companies listed in Indonesia Stock Exchange observation period from 2007 to
2009.
Keywords: Firm Growth, Investment Opportunity Set (IOS), Profitability, Business
Risk, Firm Size, Structure Assets, Operating Leverage, Capital Structure

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian
Seiring dengan meningkatnya minat serta pengetahuan masyarakat untuk
berinvestasi di pasar modal, struktur modal telah menjadi salah satu faktor
pertimbangan yang cukup penting. Hal ini terkait dengan risiko dan expected return
yang akan dihadapi oleh calon investor dimasa yang akan datang. Dalam melihat
struktur modal, informasi keuangan merupakan informasi yang ditunggu–tunggu oleh
investor karena informasi tersebut dijadikan dasar untuk membuat keputusan
membeli, menjual, atau menahan investasi. Para investor akan melakukan berbagai
analisis terkait dengan keputusan untuk menanamkan modalnya pada perusahaan
melalui informasi yang salah satunya berasal dari laporan keuangan perusahaan.
Keputusan ini dibuat dengan mempertimbangkan return dan risiko yang akan
diterima.
Sedangkan bagi perusahaan, sesuai dengan mandat PSAK No. 1 tentang
penyajian laporan keuangan, laporan keuangan harus berguna untuk memberikan
informasi tentang posisi keuangan, kinerja, dan arus kas perusahaan yang bermanfaat
bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam rangka membuat keputusan–
keputusan

ekonomi

serta

menunjukkan

pertanggungjawaban

(stewardship)

manajemen atas penggunaan sumber–sumber daya yang dipercayakan kepada
mereka. Sehingga pihak manajemen menjadikan struktur modal sebagai suatu

Universitas Sumatera Utara

pertimbangan didalam mencapai tujuan perusahaan dimana tujuan akhirnya adalah
mensejahterakan pemilik saham dan meningkatkan nilai perusahaan.
Kebijakan struktur modal merupakan suatu kebijakan yang bertujuan untuk
menentukan komposisi pendanaan yang akan digunakan perusahaan. Komposisi
pendanaan ini berasal dari dua sumber yaitu sumber internal dan eksternal (Brigham
dan Houston, 2001). Sumber pendanaan internal berupa laba ditahan, pinjaman dari
pemilik perusahaan, dan keuntungan dari penyusutan aktiva tetap. Tetapi pinjaman
dari pemilik perusahaan sangat jarang terjadi karena pemilik perusahaan lebih
menyukai membeli saham yang dikeluarkan perusahaan dibandingkan memberikan
pinjaman. Sedangkan sumber pendanaan eksternal berasal dari hutang jangka panjang
atau obligasi dan saham yang dikeluarkan oleh perusahaan yang bersifat permanen.
Didalam memperoleh sumber pendanaan yang berasal dari eksternal,
perusahaan dituntut untuk menyediakan informasi yang komprehensif baik keuangan
maupun nonkeuangan. Tujuannya untuk memberikan kepercayaan kepada publik agar
menanamkan modalnya pada perusahaan dan menarik perhatian investor potensial
untuk berinvestasi pada perusahaan. Hal ini terkait dengan semakin meningkatnya
minat dan pengetahuan investor dan masyarakat dibidang pasar modal, sehingga
investor didalam menanamkan modalnya terlebih dahulu melihat kondisi perusahaan.
Menurut pecking order theory perusahaan lebih memilih sumber pendanaan
yang berasal dari internal internal perusahaan dibandingkan dengan eskternal. Hal ini
terkait dengan risiko yang dihadapi perusahaan. Sedangkan menurut trade off theory,
perusahaan lebih menyukai hutang terkait dengan pajak yang dibayarkan oleh

Universitas Sumatera Utara

perusahaan. Tetapi sekarang ini perusahaan membutuhkan dana yang besar untuk
menjalankan aktivitasnya. Sumber pendanaan yang berasal dari internal perusahaan
tidaklah cukup untuk membiayai aktivitas dan pertumbuhan perusahaan. Sedangkan
sumber pendanaan yang berasal dari eksternal yaitu penjualan saham juga tidaklah
cukup karena kondisi perekonomian yang tidak stabil. Oleh sebab itu perusahaan,
mengharapkan sumber pendanaan yang berasal dari eksternal perusahaan yaitu
hutang walaupun akan berakibat risiko yang besar bagi perusahaan.
Pada masa sekarang ini, perusahaan mengalami kesulitan didalam
menentukan pendanaan yang baik bagi perusahaan. Seperti peristiwa krisis global
yang dialami pada tahun 2008 yang menyebabkan harga saham untuk beberapa
perusahaan di Indonesia menjadi turun. Akibatnya perusahaan harus mencari sumber
pendanaan yang tepat.

Gambar 1.1
Perbandingan Antara Hutang dan Ekuitas
Jika kita lihat dari gambar diatas, tampak bahwa perusahaan pada tahun 2007–
2009 mayoritas memilih sumber pendanaan yang berasal dari ekuitas perusahaan.
Hanya perusahaan yang besar saja yang memilih lebih banyak sumber pendanaan

Universitas Sumatera Utara

yang berasal dari hutang. Walaupun pada tahun 2008 terjadi krisis, perusahaan tetap
memilih sumber pendanaan yang berasal dari ekuitas tanpa memperhatikan
dampaknya bagi perusahaan apabila harga sahamnya turun. Ini mengindikasikan
bahwa perusahaan yang mempunyai risiko yang besar tidak hanya banyak memiliki
hutang tetapi banyak mengambil pendanaan yang berasal dari ekuitas perusahaan. Hal
ini juga dapat kita lihat pada tabel lampiran struktur modal dimana merupakan hasil
berbandingan antara total kewajiban dan total ekuitas.
Tampak bahwa rata-rata perusahaan manufaktur lebih memilih sumber
pendanaan yang berasal dari ekuitas yang ditunjukkan dengan nilai rata-rata struktur
modal sebesar 0,6335 atau 63,35% artinya rata-rata perusahaan manufaktur yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia memiliki sumber pendanaan yang berasal dari
ekuitas perusahaan. Dari nilai tersebut dapat kita lihat bahwa walaupun pada kondisi
ekonomi yang tidak baik, perusahaan tetap lebih banyak mencari sumber pendanaan
yang berasal dari ekuitas perusahaan.
Disamping itu, pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang
menunjukkan penurunan pada saat krisis. Penurunan harga saham gabungan IHSG di
Bursa Efek Indonesia yang terkoreksi sangat tajam ke level 1.400-1.500
dibandingkan dengan puncaknya akhir tahun 2007 sebesar 2.800 (okezone.com, 23
Oktober 2008). Walaupun adanya penurunan harga saham gabungan, perusahaanperusahaan tersebut tetap mencari sumber pendanaan yang berasal dari penjualan
saham di Bursa Efek dengan menghiraukan dampak dari krisis global tersebut.

Universitas Sumatera Utara

Dalam menentukan struktur modal yang tepat bagi perusahaan, sebaiknya
mempertimbangkan hal-hal seperti karakteristik perusahaan. Karakteristik perusahaan
merupakan ciri khas/spesifik perusahaan yang dapat mempengaruhi kinerja
perusahaan. Karakteristik perusahaan tersebut berupa pertumbuhan perusahaan dari
periode yang satu ke periode lainnya, Investment Opportunity Set (IOS),
profitabilitas, risiko bisnis, ukuran perusahaan, dan struktur aktiva (Pandey, 2001)
serta operating leverage (Nugroho, 2006). Setiap karakteristik tersebut mempunyai
pengaruh yang berbeda-beda didalam menentukan komposisi struktur modal yang
akan digunakan.
Berdasarkan penjelasan diatas pertumbuhan perusahaan merupakan salah satu
faktor yang mempengaruhi perusahaan didalam menentukan struktur modal.
Pertumbuhan perusahaan ini mencakup pertumbuhan laba serta merupakan faktor
yang penting karena suatu perusahaan yang tumbuh memerlukan dana yang cukup
besar didalam menjalankan aktivitas operasinya.
Kebutuhan dana yang cukup besar tersebut menuntut perusahaan untuk
memilih sumber pendanaan yang tepat. Adanya pertumbuhan yang semakin besar
sumber pendanaan yang berasal dari laba ditahan tidaklah cukup, perusahaan harus
meminjam uang yang berasal dari eksternal perusahaan yaitu kreditur. Tetapi
peminjaman dana tersebut berdampak terhadap laba yang diperoleh perusahaan
karena harus membayar pokok dan bunganya sehingga diharapkan pertumbuhan
meningkat karena adanya hutang berdampak terhadap laba yang diperoleh
perusahaan.

Universitas Sumatera Utara

Menurut Pandey (2001), pertumbuhan penjualan yang cepat dibutuhkan untuk
memperbesar aset perusahaan. Pertumbuhan tersebut membutuhkan dana yang besar
sehingga dengan adanya kebutuhan dana yang besar tersebut diharapkan
pengembalian yang besar juga bagi perusahaan. Pada penelitian yang dilakukan oleh
Baskin(1989) menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pertumbuhan
dengan hutang. Sebaliknya pada penelitian yang dilakukan Titman dan Wessels
(1988) menunjukkan tidak terdapat hubungan antara pertumbuhan dengan hutang.
Faktor lain yang mempengaruhi struktur modal perusahaan adalah set
kesempatan investasi (Investment Opportunity Set) (Nasruddin, 2001). Konsep ini
pertama kali diungkapkan oleh Myers (1977), yang menyatakan bahwa set
kesempatan investasi muncul karena adanya pilihan pertumbuhan perusahaan dimasa
yang akan datang yang didukung oleh aset yang dimiliki sekarang ini.
Menurut Gaver dan Gaver (1993), Investment Opportunity Set (IOS) tidak
hanya ditunjukkan dengan adanya kegiatan riset dan pengembangan saja, tetapi juga
dengan kemampuan perusahaan dalam mengeksploitasi kesempatan dan mengambil
keuntungan dibandingkan dengan perusahaan lain dalam satu kelompok industri.
Kesempatan mengambil keuntungan ini dipergunakan oleh perusahaan dengan
melihat peluang-peluang untuk menghasilkan keuntungan dari kegiatan operasi
perusahaan. Karena adanya peluang tersebut, perusahaan dihadapkan pada pilihan
untuk mengalokasikan laba perusahaan apakah digunakan untuk membayar dividen
pada pemegang saham atau masuk ke dalam laba ditahan yang akan digunakan untuk
investasi masa depan.

Universitas Sumatera Utara

Disamping kedua faktor diatas terdapat faktor profitabilitas yang merupakan
faktor ketiga yang juga mempengaruhi kebijakan struktur modal perusahaan. Faktor
ini terkait dengan kemampuan perusahaan menghasilkan laba atau keuntungan
perusahaan.

Suatu

perusahaan

didalam

menjalankan

aktivitas

usahanya

mengharapkan keuntungan.
Didalam pecking order theory, yang menjelaskan perusahaan lebih memilih
sumber dana yang berasal dari internal perusahaan dibandingkan eksternal
perusahaan menunjukkan bahwa perusahaan yang memperoleh laba yang semakin
besar akan lebih memilih dana yang berasal dari internal perusahaan untuk
membiayai aktivitas operasinya. Hal ini dikarenakan, perusahaan akan lebih banyak
menyimpan labanya sebagai laba ditahan yang akan digunakan untuk investasi atau
pendanaan bagi aktivitas operasinya dimasa yang akan datang (Myers, 1984). Tetapi
sekarang ini tidaklah cukup jika hanya mengandalkan sumber pendanaan yang
berasal dari internal. Adanya profitabilitas yang tinggi memberikan peluang kepada
perusahaan untuk meminjam uang dari kreditur. Hal ini berdampak terhadap
profitabilitas

perusahaan

yang

akan

mengakibatkan

profitabilitas

menurun

dikarenakan perusahaan harus membayar pokok dan bunga atas pinjaman tersebut
tepat waktu.
Faktor keempat yang mempengaruhi kebijakan struktur modal adalah risiko
bisnis. Didalam manjalankan aktivitas operasinya, perusahaan akan mengalami
berbagai

peristiwa

yang

tidak

menguntungkan

bagi

perusahaan

seperti

ketidakmampuan perusahaan didalam melunasi hutangnya pada tepat waktu, terjadi

Universitas Sumatera Utara

inflasi, dan peristiwa – peristiwa yang tidak dapat diprediksi sebelumnya. Peristiwa
tersebut akan mempengaruhi kebijakan struktur modal. Perusahaan mendanai
aktivitas operasinya dengan menggunakan dana yang berasal dari internal perusahaan
dan eksternal perusahaan. Jika perusahaan lebih banyak mendanai aktivitas melalui
dana yang berasal dari eksternal perusahaan, maka akan mengakibatkan tingkat risiko
yang meningkat. Oleh sebab itu, semakin besar jumlah modal yang berasal dari luar
perusahaan, maka semakin besar pula risiko yang akan didapatkan oleh perusahaan.
Faktor

ukuran

perusahaan

(size)

merupakan

faktor

kelima

yang

mempengaruhi kebijakan struktur modal. faktor ini terkait dengan jumlah aset yang
dimiliki perusahaan. Suatu perusahaan yang besar memerlukan dana yang lebih besar
didalam mengelola aktivitas operasinya dibandingkan dengan perusahaan yang kecil.
Hal ini dilihat dengan perusahaan yang besar membutuhkan banyak tenaga kerja
didalam menjalankan operasinya dibandingkan dengan perusahaan kecil. Perusahaan
yang besar dapat memberikan keyakinan kepada kreditur dan investor untuk
menanamkan uangnya diperusahaan. Hal ini dapat dibuktikan pada penelitian yang
dilakukan oleh Michaelas, dkk (1999); Titman dan Wessels (1988) menunjukkan
bahwa perusahaan yang kecil akan lebih memilih hutang jangka pendek dibandingkan
dengan hutang jangka panjang.
Faktor keenam yang mempengaruhi penentuan kebijakan struktur modal
perusahaan adalah struktur aktiva. Struktur aktiva dikaitkan dengan perbandingan
aktiva tetap perusahaan dengan total aktiva yang dimiliki perusahaan. Menurut
Riyanto (2001), kebanyakan perusahaan industri dimana sebagian besar daripada

Universitas Sumatera Utara

modalnya tertanam dalam aktiva tetap (fixed assets), akan mengutamakan pemenuhan
modalnya dari modal yang permanen yaitu modal sendiri, sedang hutang sifatnya
sebagai pelengkap. Perusahaan yang sebagian besar dari aktivanya terdiri atas aktiva
lancar akan mengutamakan kebutuhan dananya dengan hutang. Jadi dapat dikatakan
bahwa struktur aktiva mempunyai pengaruh terhadap struktur modal.
Dan faktor terakhir yang mempengaruhi struktur modal perusahaan adalah
operating leverage. Operating leverage merupakan perbandingan antara perubahan
pendapatan perusahaan sebelum pajak dengan perubahan laba perusahaan. Dikatakan
operating leverage berpengaruh terhadap struktur modal yaitu semakin besar
operating leverage yang dihasilkan maka menunjukkan bahwa laba yang diperoleh
perusahaan semakin besar. Apabila operating leverage perusahaan kecil, maka
perusahaan akan mempunyai leverage yang besar. Artinya perusahaan akan lebih
banyak mendanai operasinya pada hutang.
Pada penelitian yang dilakukan Sriwardany (2006) yang meneliti tentang
pengaruh pertumbuhan terhadap kebijakan struktur modal, menunjukkan bahwa
faktor pertumbuhan berpengaruh negatif terhadap kebijakan struktur modal. Pengaruh
negatif tersebut terlihat pada perusahaan yang mengalami pertumbuhan, sehingga
pihak manajer akan lebih memilih kebijakan struktur modal yang berasal dari ekuitas
dibandingkan dengan hutang. Pada penelitian yang dilakukan oleh Marsh (1982)
mengenai ukuran perusahaan menjelaskan bahwa perusahaan yang besar lebih
memilih hutang jangka panjang dibandingkan perusahaan yang kecil.

Universitas Sumatera Utara

Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Nugroho (2006) tentang analisis
faktor-faktor yang mempengaruhi struktur modal perusahaan property yang go publik
menunjukkan bahwa operating leverage, current rasio, pertumbuhan perusahaan,
PER dan ROA berpengaruh signifikan terhadap struktur modal sedangkan struktur
aktiva berpengaruh tidak signifikan terhadap struktur modal perusahaan.
Berdasarkan uraian diatas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian
mengenai: “Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Struktur Modal
(Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek
Indonesia Periode 2007-2009)”

1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang penelitian diatas, maka permasalahan yang akan
dibahas dapat dirumuskan sebagai berikut: Apakah karakteristik perusahaan
(pertumbuhan perusahaan, Investment Opportunity Set, Profitabilitas, risiko bisnis,
ukuran perusahaan, struktur aktiva, dan operating leverage) berpengaruh terhadap
struktur modal secara simultan dan parsial?.

1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan perumusan masalah diatas, maka tujuan dari penelitian ini untuk
memperoleh

bukti

empiris

tentang:

karakteristik

perusahaan

(pertumbuhan

perusahaan, Investment Opportunity Set, Profitabilitas, risiko bisnis, ukuran

Universitas Sumatera Utara

perusahaan, struktur aktiva, dan operating leverage) berpengaruh terhadap struktur
modal secara simultan dan parsial.

1.4 Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat antara lain:
1. Bagi pihak manajemen keuangan perusahaan, sebagai bahan pertimbangan
didalam melakukan analisis fundamental yang dilakukan untuk mengambil
kebijakan struktur modal, dengan memahami pengungkapan pertumbuhan
perusahaan, Investment Opportunity Set, profitabilitas, risiko bisnis, ukuran
perusahaan struktur aktiva dan operating leverage sebagai faktor – faktor
yang mempengaruhi struktur modal perusahaan.
2. Bagi akademis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan referensi bagi
penelitian selanjutnya.
3. Bagi peneliti, dapat menambah wawasan dan pengetahuan dalam penelitian
tentang pengaruh karakteristik perusahaan terhadap struktur modal

1.5 Originalitas Penelitian
Penelitian ini menguji kembali penelitian yang telah dilakukan oleh Pandey
(2001), yang meneliti tentang Capital Structure and The Firm characteristics:
Evidence From An Emerging Market. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa
pertumbuhan dan ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap nilai buku dan

Universitas Sumatera Utara

pasar dari hutang. Sedangkan profitabilitas, Investment Opportunity Set, Tangibility,
dan risiko berpengaruh negatif terhadap rasio hutang.
Berbeda dengan penelitian yang dilakukan Pandey, penelitian ini dilakukan
pada periode tahun 2007-2009, sedangkan pada penelitian terdahulu dilakukan pada
periode 1984-1999. Alasan peneliti menggunakan tahun 2007-2009 karena pada
periode tersebut terjadi krisis global sehingga peneliti ingin melihat apakah krisis
global tersebut berdampak terhadap struktur modal perusahaan. Selain itu penelitian
ini meneliti pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
(BEI), sedangkan pada penelitian sebelumnya meneliti pada perusahaan yang
terdaftar di Kuala Lumpur Stock Exchange (KLSE). Dan perbedaan lainnya adalah
adanya penambahan variabel lain yaitu operating leverage pada penelitian ini.
Penambahan variabel ini dilakukan dengan merujuk pada penelitian yang dilakukan
Nugroho (2006) tentang faktor-faktor yang mempengaruhi struktur modal pada
perusahaan properties.

Universitas Sumatera Utara

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Struktur Modal
Salah satu kebijakan yang dibuat manajer keuangan dalam kaitannya dengan
keberlangsungan perusahaan (going concern) adalah kebijakan struktur modal.
Kebijakan tersebut antara lain kebijakan yang berkaitan dengan komposisi hutang,
saham preferen, dan saham biasa yang merupakan sumber pendanaan bagi
perusahaan untuk menjalankan operasinya (Susetyo, 2006). Struktur modal
merupakan faktor fundamental keberhasilan suatu perusahaan (Brigham dan Houston,
2001). Kebijakan tersebut merupakan kebijakan yang penting didalam menjalankan
aktivitas operasinya, mempertahankan, dan mengembangkan perusahaan.
Menurut Riyanto (2001), struktur modal adalah perimbangan atau
perbandingan antara modal asing dengan modal sendiri. Modal asing yang
dimaksudkan adalah hutang baik jangka panjang maupun jangka pendek, sedangkan
modal sendiri bisa terdiri dari laba ditahan (retained earning)dan bisa juga dengan
penyertaan kepemilikan perusahaan. Kebijakan struktur modal perusahaan antara lain
menyangkut dengan keputusan tentang bentuk dan komposisi pendanaan yang akan
dipergunakan oleh perusahaan. Kebijakan tersebut merupakan perimbangan tentang
jumlah hutang jangka pendek yang bersifat permanen, hutang jangka panjang, saham
preferen dan saham biasa.

Universitas Sumatera Utara

Sedangkan menurut Frank dan Goyalm (2007) ada 3 sumber pendanaan bagi
perusahaan yaitu laba ditahan, hutang, dan ekuitas. Dari ketiga sumber tersebut yang
lebih aman didalam pemilihan sumber pendanaan adalah laba ditahan. Hal ini terkait
karena sumber pendanaan yang berasal dari laba ditahan mempunyai risiko yang kecil
dibandingkan sumber pendanaan yang berasal dari hutang dan ekuitas.
Tetapi jika dibandingkan antara tingkat hutang dan ekuitas, maka dari sudut
pandang investor, bahwa ekuitas mempunyai tingkat risiko yang lebih besar
dibandingkan dengan hutang walaupun kedua sumber pendanaan tersebut mempunyai
tingkat risiko yang besar bagi perusahaan. Oleh karena itu, investor lebih
mengharapkan suatu pengembalian yang besar dari ekuitas dibandingkan dengan
hutang. Sedangkan dari sudut pandang perusahaan, laba ditahan merupakan sumber
pendanaan yang lebih baik dibandingkan dengan pembiayaan yang berasal dari luar.
Jika laba ditahan tidak cukup, maka hutang yang akan digunakan untuk membiayai.
Sedangkan ekuitas merupakan jalan terakhir didalam membiayai pendanaan
perusahaan.
Ghosh, dkk (2000), mendefinisikan struktur modal sebagai perbandingan
antara hutang perusahaan (total debt) dan total aktiva (total asset). Perbandingan ini
dilihat dengan bagaimana distribusi aktiva perusahaan terhadap total kewajiban
perusaahaan. Disamping itu, Sartono (1999) juga menjelaskan bahwa suatu
perusahaan didalam menentukan struktur pendanaan terlebih dahulu menganalisa
sejumlah faktor-faktor yang mempengaruhinya dan kemudian menetapkan struktur
modal yang ditargetkan. Target ini selalu berubah sesuai dengan perubahan kondisi,

Universitas Sumatera Utara

tetapi pada setiap manajemen perusahaan terdapat bayangan dari struktur modal yang
ditargetkan tersebut. Jika tingkat hutang yang sesungguhnya berada dibawah target,
mungkin perlu dilakukan ekspansi dengan melakukan pinjaman, sementara jika rasio
hutang sudah melampaui target, barangkali saham perlu dijual.
Kebijakan pendanaan atau struktur modal dikatakan optimal apabila terjadi
keseimbangan antara risiko dan pengembalian sehingga dapat memaksimalkan harga
saham (Brigham dan Houston, 2001)). Jika risiko lebih besar dibandingkan dengan
tingkat pengembalian maka struktur modal dikatakan kurang optimal dan sebaliknya.
Pada prinsipnya struktur modal dapat diperoleh dalam dua sumber (Brigham
dan Houston, 2001), yaitu:
1. Sumber internal perusahaan
Dana yang berasal dari sumber internal perusahaan adalah dana yang
dihasilkan sendiri didalam perusahaan, yaitu:
a. Laba ditahan
Yaitu dana yang berasal dari laba yang dihasilkan dari aktivitas
operasi perusahaan periode sebelumnya yang tidak dibagikan kepada
pemegang saham.
b. Pinjaman dari pemilik perusahaan (owner’s)
Yaitu hutang yang diberikan kepada pemilik perusahaan. Peristiwa ini
jarang terjadi karena pemilik perusahaan lebih memilih membeli
saham yang diterbitkan oleh perusahaan.
2. Sumber eksternal perusahaan
Dana yang berasal dari sumber eksternal perusahaan adalah dana yang
dihasilkan yang berasal dari luar perusahaan, yaitu:
a. Hutang kepada kreditor
Yaitu pinjaman yang diberikan berupa hutang kepada perusahaan yang
memiliki jatuh tempo.
b. Penerbitan surat berharga
Yaitu penerbitan surat berharga yang menunjukkan kepemilikan
seseorang didalam suatu perusahaan.
Dengan demikian, kebijakan struktur modal merupakan kebijakan perusahaan
yang bertujuan untuk menentukan sumber pembiayaan kegiatan operasi perusahaan

Universitas Sumatera Utara

baik itu dengan menggunakan dana yang berasal dari dalam perusahaan maupun dana
yang berasal dari luar perusahaan. Disamping itu, hal tersebut merupakan tugas dari
manajer keuangan didalam menentukan kebijakan pendanaan yang optimal bagi
perusahaan.
Banyak model yang digunakan untuk menjelaskan mengenai perilaku
pendanaan perusahaan. Teori yang menjelaskan hal tersebut antara lain adalah teori
pecking order (Myers, 1984), dan teori trade-off (Modigliani dan Miller, 1963).
2.1.1 Pecking Order Theory
Teori ini pertama kali diperkenalkan oleh Donaldson pada tahun 1961, akan
tetapi penamaan Pecking Order Theory dilakukan oleh Stewart C. Myers tahun 1984
dalam Journal of Finance volume 39 dengan judul The Capital Structure Puzzle. Teori
ini menyatakan bahwa ada semacam tata urutan (pecking order) bagi perusahaan dalam
menggunakan modal. Teori tersebut juga menjelaskan bahwa perusahaan lebih
mengutamakan pendanaan ekuitas internal (menggunakan laba yang ditahan) daripada
pendanaan ekuitas eksternal (menerbitkan saham baru).

Berikut beberapa implikasi dari Myers (1984), terhadap perilaku pendanaan
perusahaan didalam pecking order theory:
1. Perusahaan lebih menyukai sumber pendanaan internal (Laba Ditahan). Hal
ini disebabkan penggunaan laba ditahan lebih murah dan tidak perlu
mengungkapkan sejumlah informasi perusahaan (yang harus diungkapkan dalam
prospektus saat menerbitkan obligasi dan saham baru);
2. Perusahaan menyesuaikan target rasio pembayaran dividen (dividend payout
ratio/DPR) kepada peluang investasi, meskipun dividen kaku (sticky) dan
target rasio pembayaran hanya menyesuaikan secara bertahap terhadap
pergeseran peluang investasi yang menguntungkan;
3. Kebijakan dividen yang kaku, ditambah dengan fluktuasi tingkat keuntungan
dan peluang investasi yang tidak dapat diprediksi, menunjukkan bahwa arus
kas yang dihasilkan secara internal dapat lebih atau kurang dari pengeluaran

Universitas Sumatera Utara

investasi. Jika arus kas internal kurang, perusahaan pertama kali mengurangi
jumlah kas atau portofolio sekuritasnya;
4. Jika pendanaan eksternal diperlukan, perusahaan menerbitkan sekuritas yang
paling aman terlebih dahulu. Perusahaan memulai dari hutang, kemudian
hybrid securities seperti convertible bonds, kemudian ekuitas sebagai
alternatif terakhir. Penerbitan saham baru menduduki urutan terakhir sebab
penerbitan saham baru merupakan tanda atau sinyal bagi pemegang saham dan
calon investor tentang kondisi perusahaan saat sekarang dan prospek mendatang
yang tidak baik.
Myers

(1984),

didalam

pecking

order

theory

menyatakan

bahwa

permasalahan utama keputusan struktur modal perusahaan adalah informasi yang
tidak simetris (asymmetric information) diantara manajer dan investor mengenai
kondisi internal perusahaan, serta argumentasi bahwa manajer berpihak kepada
pemegang saham lama. Kedua permasalahan tersebut menyebabkan perusahaan
memiliki hierarki pendanaan yang dimulai dari arus kas internal, hutang, kemudian
saham.
Shyam-Sunder dan Myers (1999), menguji teori ini dengan menganalisis
hubungan antara defisit pendanaan internal dengan perubahan tingkat hutang
perusahaan dan menemukan bahwa kedua variabel tersebut memiliki hubungan satusatu, yang menunjukkan bahwa defisit pendanaan internal akan selalu dibiayai
melalui hutang, dan saham bukan merupakan alternatif pendanaan eksternal yang
akan dipilih perusahaan.
2.1.2 Trade Off Theory
Teori ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1963 oleh Modigliani dan
Miller dalam sebuah artikel American Economic Review 53 (1963, June) yang
berjudul Corporate Income Taxes on the Cost of Capital: A Correction. Artikel ini

Universitas Sumatera Utara

merupakan perbaikan model awal mereka yang sebelumnya memperhitungkan
adanya pajak perseroan (akan tetapi tetap mengabaikan pajak perorangan).
Selanjutnya model tersebut dikenal dengan sebutan model MM-2 atau model MM
dengan pajak perseroan (Brigham, and Ehrhardt, 2005:588-592). Dalam teori ini
menjelaskan ide bahwa berapa banyak hutang perusahaan dan berapa banyak ekuitas
perusahaan sehingga terjadinya keseimbangan antara biaya dan keuntungan. Teori ini
menyatakan bahwa suatu perusahaan memiliki tingkat hutang yang optimal dan
berusaha untuk menyesuaikan tingkat hutang aktualnya ke arah titik optimal, ketika
perusahaan tersebut berada pada tingkat hutang yang terlalu tinggi (overlevered) atau
terlalu rendah (underlevered). Pada kondisi yang stabil, perusahaan akan
menyesuaikan tingkat hutangnya kepada tingkat rata-rata hutangnya dalam jangka
panjang.
Dari model MM-2, dapat dipetik dua hal utama yang berbeda dengan model
MM-1 sebelumnya adalah (Brigham, and Ehrhardt, 2005:588-592):
1. Dalam model pertama, struktur modal tidak mempengaruhi nilai perusahaan.
Dalam kenyataan, struktur modal mempunyai pengaruh positif terhadap nilai
perusahaan: bertambahnya penggunaan hutang akan meningkatkan nilai
perusahaan. Dengan kata lain, pajak memberi manfaat dalam pendanaan yang
berasal dari hutang, sebesar: Manfaat pajak dari penggunaan hutang diperoleh
dari beban biaya bunga hutang yang dapat diperhitungkan sebagai elemen
biaya yang mengurangi besaran laba kena pajak, sedangkan pembayaran
dividen tidak dapat diperhitungkan sebagai elemen biaya. Jadi, perusahaan
(seperti) menerima subsidi dari pemerintah atas penggunaan hutang untuk
menambah modal.
2. Dengan adanya pajak perseroan, diperoleh dua manfaat penggunaan hutang
yakni: hutang merupakan sumber modal yang lebih murah daripada ekuitas,
dan biaya bunga menjadi elemen pengurang pajak. Dari model MM-1,
diketahui bahwa penghematan dari penggunaan hutang yang lebih murah
sepenuhnya digantikan oleh peningkatan biaya penggunaan ekuitas. Meskipun
demikian, dalam situasi dengan adanya pajak perseroan, keuntungan yang

Universitas Sumatera Utara

diperoleh perusahaan dari penggunaan hutang lebih besar daripada
peningkatan biaya ekuitas.
Ada hal-hal yang membuat perusahaan tidak bisa menggunakan hutang
sebanyak banyaknya. Suatu hal yang terpenting adalah dengan semakin tingginya
hutang, akan semakin tinggi kemungkinan kebangkrutan. Biaya tersebut terdiri dari 2
(dua) hal (Brigham dan Houstan, 2001:610) , yaitu :
a. Biaya Langsung
Yaitu, biaya yang dikeluarkan untuk membayar biaya administrasi, atau biaya
lainnya yang sejenis.
b. Biaya Tidak Langsung
Yaitu, biaya yang terjadi karena dalam kondisi kebangkrutan, perusahaan lain
atau pihak lain tidak mau berhubungan dengan perusahaan secara normal.
Misalnya Suplier tidak akan mau memasok barang karena mengkwatirkan
kemungkinan tidak akan membayar.
Biaya lain dari peningkatan hutang adalah meningkatnya biaya keagenan
antara pemegang hutang dengan pemegang saham akan meningkat, karena potensi
kerugian yang dialami oleh pemegang hutang akan meningkatkan pengawasan

Dokumen yang terkait

Dokumen baru