Pengaruh Tingkat Kecerdasan Emosional Terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Pada Siswa Smp Muhammadiyah 17 Ciputat

PENGARUH TINGKAT KECERDASAN EMOSIONAL
TERHADAP PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA
ISLAM PADA SISWA SMP MUHAMMADIYAH 17 CIPUTAT

Skripsi
Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Untuk Memenuhi Syarat-syarat Mencapai
Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I)

Disusun Oleh:
SITI HUMAEROH
107011000090

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UIN SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2013

ABSTRAK
Siti Humaeroh (107011000090)
Pengaruh Tingkat Kecerdasan Emosional terhadap Prestasi Belajar
Pendidikan Agama Islam pada Siswa di SMP Muhammadiyah 17 Ciputat
Kecerdasan emosional dipandang sebagai salah satu faktor yang memiliki
pengaruh penting terhadap prestasi belajar anak. Apabila tingkat kecerdasan
emosional siswa tinggi, maka dapat menimbulkan rasa empati ,rasa saling
menghargai satu sama lain dan kesadaran memotivasi diri sendiri dalam proses
belajar sehingga dapat mencapai prestasi belajar yang optimal. Sebaliknya, bila
tingkat kecerdasan emosional siswa rendah, maka berakibat menurunnya prestasi
belajar siswa. Berdasarkan uraian tersebut rumus yang digunakan dalam
penelitian ini adalah pengaruh tingkat kecerdasan emosional terhadap prestasi
belajar pendidikan agama Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
ada atau tidaknya pengaruh tingkat kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar
pendidikan agama Islam di SMP Muhammadiyah 17 Ciputat. Penelitian ini
merupakan penelitian kuantitatif dan menggunakan metode deskriptif analisis
dengan mengambil sampel 40 siswa kelas VIII. Teknik analisis data yang
digunakan adalah analisis korelasi Product Moment (r) sebesar 0,844 yang berarti
terdapat pengaruh positif yang signifikan, korelasi ini tergolong korelasi yang
kuat dan tinggi. Pengaruh tingkat kecerdasan emosional (X) dengan prestasi
belajar Pendidikan Agama Islam siswa (Y) mendapat angka koefisien determinasi
sebanyak 64%, sedangkan sisanya 36% merupakan variabel lain yang tidak
dimasukan dalam penelitian.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif
yang signifikan antara tingkat kecerdasan Emosional terhadap prestasi belajar
siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Muhammadiyah 17
Ciputat. Oleh karena itu, apabila siswa memiliki kecerdasan emosional yang baik
dapat memberikan kontribusi yang baik juga terhadap prestasi belajarnya.
Berdasarkan penelitian ini disarankan agar para pendidik memberikan pelajaran
serta pengetahuan kepada siswa tentang segala hal yang berhubungan dengan
kemampuan yang ada dalam diri termasuk kecerdasan emosional, tidak hanya
pengetahuan yang bersifat rasional saja yang harus diajarkan akan tetapi
pengetahuan tentang kemampuan mengenali emosi sendiri, kemampuan
mengelola emosi, kemampuan berempati dan keterampilan sosial juga perlu
diajarkan.
Kata Kunci : Kecerdasan emosional dan Prestasi belajar PAI

ii

ABSTRACT
Siti Humaeroh (107011000090)
Influence of level of emotional intelligence on the Islamic religious Education
Learning Achievements in JUNIOR HIGH SCHOOL students at
Muhammadiyah 17 Ciputat.
Emotional intelligence is seen as a factor that has a significant impact on
children's learning achievement. If a high level of emotional intelligence of
students, it can cause a sense of empathy, a sense of mutual respect for each other
and awareness of self-motivation in the learning process so as to achieve optimal
learning. Conversely, if the level of emotional intelligence of students is low, then
the resulting decline in student achievement. Based on the description problem
formulation that can be drawn is there any influence of emotional intelligence on
academic achievement of Islamic religious education. The purpose of this study
was to determine the presence or absence of the influence of emotional
intelligence on academic achievement of Islamic religious education in SMP
Muhammadiyah 17 Ciputat. This research is a quantitative and descriptive method
of analysis by taking a sample of 40 eighth grade students. The data analysis
technique used is the analysis Product Moment Correlation (r) of 0.844, which
means there is a significant positive effect, the correlation is quite strong and high
correlation. Effect of levels of emotional intelligence (X) with the learning
achievement of students of Islamic Education (Y) got the coefficient of
determination as much as 64%, while the remaining 36% are other variables that
are not included in the study.
It can be concluded that there is a significant positive effect between the
level of emotional intelligence on student achievement in the subjects of Islamic
Religious Education in SMP Muhammadiyah 17 Ciputat. Therefore, if students
have good emotional intelligence can contribute to a good jugat erhadap academic
achievement. Based on this study suggested that educators provide learning and
knowledge to students on all matters related to the ability that exists within,
including emotional intelligence, knowledge is not only rational course to be
taught but the knowledge of their own ability to recognize emotions, the ability to
manage emotions , the ability to empathize and social skills also need to be taught.
Keywords: emotional intelligence and achievements Islamic education

iii

KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillah,..segala puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah
Yang Maha Esa, Tuhan dan pencipta dan pemelihara alam semesta. Dan sholawat
serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad Saw, keluarga,
sahabat-sahabat dan para pengikutnya yang setia sampai hari akhir nanti.
Teristimewa, ucapan terimakasih penulis curahkan kepada Ayahanda (H.
Karim) dan Ibunda tercinta (Hj. Yoyoh) yang telah mendidik penulis dari buaian
hingga sekarang yang selalu berjuang baik materil maupun moril hingga penulis
dapat

menyelesaikan

kuliah.

Terima

kasih

banyak

atas

kesabarannya,

ketulusannya dan perjuangan ayahanda dan ibunda tercinta, penulis tidak akan
dapat membalas jasanya. Semoga Allah selalu memberikan balasan yang lebih
atas semua yang telah ayahanda dan ibunda berikan untuk penulis.
Salah satu syarat untuk menyelesaikan studi dan mencapai gelar sarjana
Strata Satu (S1), di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta
adalah membuat karya tulis ilmiah dalam bentuk skripsi. Oleh karena itu, penulis
membuat skripsi dengan judul “Pengaruh Tingkat Kecerdasan Emosional
Terhadap Prestasi Belajar Pendididikan Agama Islam di SMP Muhammadiyah 17
Ciputat”.
Selama penyusunan skripsi ini tidak sedikit kesulitan dan hambatan yang
dihadapi dan dialami penulis, baik yang menyangkut pengaturan waktu,
pengumpulan data, maupun biaya yang tidak sedikit, dan sebagainya. Namun
dengan kerja keras dan kesungguhan hati serta dorongan dan motivasi dari
berbagai pihak sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Untuk itu penulis
mengucapkan banyak terima kasih kepada:
1. Prof. Dr. H. Rif’at Syauqi Nawawi, M.A., Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah
dan Keguruan yang telah memberikan kesempatan untuk menempuh
pendidikan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
2. Bahrisalim, M.Ag selaku Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam yang
telah memberikan bimbingan serta masukan yang berguna dalam
penyusunan skripsi ini.

iv

3. Drs. Sapiudin Shidiq, M.Ag selaku Sekretaris Jurusan Pendidikan Agama
Islam yang telah memberikan bimbingan serta masukan yang berguna
dalam penyusunan skripsi ini.
4. Dr. Sururin, M.Ag, Sebagai Dosen Pembimbing yang telah meluangkan
waktunya untuk membimbing serta memberikan motivasi kepada penulis
dalam menyelesaikan penulisan skripsi ini.
5. Seluruh Dosen dan Asisten Dosen FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,
yang telah membimbing dan mendidik penulis dengan memberikan bekal
ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat.
6. Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah beserta stafnya, yang telah
memberikan pelayanan dalam penyediaan buku-buku yang diperlukan
penulis dalam menyelesaikan penulisan skripsi.
7. Drs. Sayuti Sufriyatna, selaku Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 17
Ciputat beserta guru-guru, karyawan dan para siswa-siswi, yang telah
memperkenankan penulis mengadakan penelitian.
8. Teristimewa Kakanda H. Rahmansyah, Hj Aisyah, H.Abdul Kohar, Siti
Khodijah, Edi Junaedi, Adik bungsu Kamaludin dan Fida, Asyraf, Ajwa
dan Alifa dan yang senantiasa memberikan dukungan dan semangat.
9. Teman-teman Kosan Yuli, T’ Irna, Euis, Uci, Amel, Opie dan Upi, yang
selalu memberikan motivasi dan doa kepada penulis
10. Sahabat-sahabat PAI Angkatan 2007 Euis Fatmawati S.Pd.I, Dina
Merliana S.Pd.I, Syifa Fauziyah, Eni Setyo Rini S.Pd.I, Reni Adhani dan
Ratna Sari Ningsih S.Pd semangat dan keceriaannya tak terlupakan.
Semoga segala kebaikan tersebut mendapat balasan yang setimpal dari
Allah Swt. Semoga rahmat, taufiq dan hidayah-Nya selalu dilimpahkan pada kita
semua sepanjang kehidupan kita.Amiin
Jakarta, 01 April 2013
Penulis

Siti Humaeroh

v

DAFTAR ISI
LEMBAR PERNYATAAN ...........................................................................

i

ABSTRAK ......................................................................................................

ii

KATA PENGANTAR ....................................................................................

iv

DAFTAR ISI...................................................................................................

vi

DAFTAR TABEL ..........................................................................................

ix

DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................

xi

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang………………………………………………….. 1

BAB II

B. Identifikasi Masalah ....................................................................

5

C. Pembatasan Masalah ...................................................................

5

D. Perumusan Masalah ....................................................................

5

E. Tujuan Penelitian.................................................................... ....

5

F. Manfaat Penelitian .....................................................................

5

LANDASAN TEORI
A. Pendidikan Agama Islam ............................................................

7

1. Pengertian Pendidikan Agama Islam ....................................

7

2. Tujuan Pendidikan Agama Islam .......................................... 10
3. Fungsi Pendidikan Agama Islam .......................................... 11
4. Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam…………………. 12
B. Prestasi Belajar ............................................................................ 15
1. Pengertian Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam .......... 15
2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar .............. 17
C. Kecerdasan Emosional ................................................................ 22
1. Pengertian Emosi .................................................................. 22

vi

2. Pengertian Kecerdasan .......................................................... 23
3. Pengertian Kecerdasan Emosional ........................................ 24
4. Karakteristik Kecerdasan Emosional .................................... 26
D. Hubungan Kecerdasan Emosional dengan Prestasi Belajar.......... 28
E. Hasil Penelitian yang relevan........................................................ 28
F. Kerangka Berpikir......................................................................... 29
G. Pengajuan Hipotesa....................................................................... 30

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu Penelitian ..................................................... 31
B. Variabel Penelitian ...................................................................... 31
C. Populasi dan Sampel ................................................................... 31
D. Metode Penelitian ....................................................................... 32
E. Teknik Pengumpulan Data .......................................................... 32
F. Teknik Analisis Data................................................................... 34

BAB IV

HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Umum Obyek Penelitian ........................................... 39
1. Sejarah Berdirinya SMP Muhammadiyah 17 Ciputat .......... 39
2. Profil Sekolah........................................................................ 40
3. Keadaan Siswa, Guru dan Tata Usaha .................................. 41
4. Sarana dan Prasarana ............................................................ 42
B. Deskripsi dan Interpretasi Data ................................................... 43
C. Analisis Data ............................................................................... 59

BAB V

PENUTUP
A. Kesimpulan ................................................................................. 71
B. Saran ........................................................................................... 72

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................ 73
LAMPIRAN-LAMPIRAN

vii

DAFTAR TABEL
Tabel 3.1

Kisi-kisi Instrumen angket Kecerdasan Emosional........................ 34

Tabel 3.2

Ketentuan skor kecerdasan emosional............................................

35

Tabel 3.3

Pengukuran secara deskriptif..........................................................

36

Tabel 3.4

Nilai “r” Product Moment.............................................................

37

Tabel 4.5

Keadaan Siswa...............................................................................

41

Tabel 4.6

Keadaan Guru dan Tata Usaha......................................................

41

Tabel 4.7

Sarana dan Prasarana.....................................................................

42

Tabel 4.8

Data kepegawaian guru bidang study...........................................

42

Tabel 4.9

Santai ketika dimarahi orang tua....................................................

43

Tabel 4.10 Tahu persis hal-hal yang menyebabkan malas belajar...................

44

Tabel 4.11 Sadar perasaan malu untuk bertanya.............................................

44

Tabel 4.12 Tetap gugup dalam mengerjakan soal ulangan..............................

45

Tabel 4.13 Mengetahui kelemahan dan kelebihan dalam diri.........................

46

Tabel 4.14 Kelebihan yang dimiliki akan dipergunakan untuk sombong........

46

Tabel 4.15 Perlu membalas ejekan teman........................................................

47

Tabel 4.16 Belajar sesuai dengan jadwal.........................................................

48

Tabel 4.17 Dalam keadaan marah, mampu meredam kemarahan....................

48

Tabel 4.18 Tidak mampu meredam kemarahan ketika teman mengejek.........

49

Tabel 4.19 Kegagalan yang sekarang dialami dapat diubah menjadi keberhasilan
di masa yang akan datang............................................................... 50
Tabel 4.20 Ketika tertimpa musibah, itu adalah karena perbuatan orang yang
tidak menyukai saya........................................................................ 50
Tabel 4.21 Terus berusaha mendapatkan nilai-nilai yang terbaik diantara temanteman sekelas.................................................................................... 51
Tabel 4.22 Nilai yang jelek membuat pesimis (putus asa) meraih kesuksesan
dalam belajar..................................................................................... 52
Tabel 4.23 Sulit mengenali emosi atau perasaan orang lain............................... 52

viii

Tabel 4.24 Membutuhkan dukungan dari keluarga dalam meraih prestasi…..

53

Tabel 4.25 Tidak suka mendengarkan teman yang mengungkapkan keluh
kesahnya, hanya membuang waktu................................................. 53
Tabel 4.26 Dengan hanya melihat raut muka, dapat mengenali perasaan yang
sedang dialami.................................................................................. 54
Tabel 4.27 Membiarkan teman mengungkapkan semua unek-uneknya terlebih
dahulu sebelum memberikan saran................................................... 55
Tabel 4.28 Saran dari teman-teman merupakan introspeksi diri......................... 55
Tabel 4.29 Tidak suka kalau ada seseorang yang mengkritik............................. 56
Tabel 4.30 Merasa bahagia melihat teman yang tidak disukai sedih.................. 57
Tabel 4.31 Selalu menyapa bapa ibu guru bila bertemu..................................... 57
Tabel 4.32 Mudah bergaul dengan teman yang tidak sekelas………………..
Tabel 4.33

58

Cuek dan acuh tak acuh ketika ada orang yang mengajak
berkenalan........................................................................................ 58

Tabel 4.34 Data skor angket (Kecerdasan emosional)....................................... 59
Tabel 4.35 Data hasil belajar PAI...................................................................... 61
Tabel 4.36 Analisis korelasi variabel kecerdasan emosional dengan prestasi
belajar............................................................................................... 62

ix

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Angket Kecerdasan Emosional
Lampiran 2 Berita wawancara Kepala Sekolah dan Guru Bidang Study
Lampiran 3 Tabulasi item angket dan skor Pengaruh Kecerdasan Emosional
terhadap Prestasi Belajar PAI
Lampiran 4 Surat Pengajuan Judul Skripsi
Lampiran 5 Surat Bimbingan Skripsi
Lampiran 6 Surat Izin Penelitian
Lampiran 7 Surat Izin Observasi
Lampiran 8 Surat keterangan Penelitian di SMP Muhammadiyah 17 Ciputat
Lampiran 9 Uji Referensi

x

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan keharusan

bagi

bangsa Indonesia agar dapat bersaing di era globalisasi. Bidang pendidikan baik
formal maupun nonformal memegang peranan yang sangat penting karena
merupakan salah satu lembaga untuk menciptakan sumber daya manusia yang
berkualitas. Oleh karena itu, pembangunan sektor pendidikan di Indonesia harus
menjadi prioritas

utama yang harus dilakukan oleh pemerintah. Hal ini

dilaksanakan untuk meningkatkan mutu pendidikan bangsa dan terciptanya
manusia Indonesia seutuhnya.
Tujuan pendidikan sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Sistem
Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003 pasal 3, yang menjelaskan bahwa:
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan
membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi
peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap kreatif,
mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung
jawab.1
Untuk mencapai tujuan pendidikan yang dilaksanakan di sekolah yang
disebut dengan pendidikan formal, dilaksanakan serangkaian kegiatan terencana
dan terorganisasi. Kegiatan-kegiatan di sekolah bertujuan menghasilkan
1

Undang-Undang RI No. 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. h. 6

1

2

perubahan-perubahan positif dalam diri anak dalam bentuk proses belajar dan
pembelajaran.
Belajar memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia.
Manusia terlahir sebagai mahluk lemah yang tidak mampu berbuat apa-apa serta
tidak mengetahui apa-apa. Akan tetapi melalui proses belajar dalam fase
perkembangannya, manusia bisa menguasai berbagai kemampuan maupun
pengetahuan. Urgensi proses belajar telah ditegaskan sejak diturunkannya ayat
pertama dalam Alquran. Ayat tersebut berkaitan erat dengan masalah baca-tulis
dan belajar. Firman Allah Swt:

   
   

Artinya:“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah
menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang
Maha Pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam Dia
mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”2

Dalam surat Al-„Alaq, manusia diharapkan dapat belajar dan dapat
mengetahui banyak ilmu atas dasar keimanan kepada Allah Swt.
Pembelajaran di sekolah mencakup beberapa mata pelajaran salah satunya
adalah mata pelajaran pendidikan Agama Islam merupakan mata pelajaran yang
wajib diajarkan di sekolah yang dimulai dari tingkat Sekolah Dasar sampai
Perguruan Tinggi.
Kedudukan Pendidikan Agama Islam sebagai mata pelajaran yang diajarkan
di sekolah merupakan upaya penyampaian ilmu pengetahuan agama Islam tidak
hanya untuk dihayati dan difahami tetapi juga diamalkan dalam kehidupan seharihari. Pendidikan Agama Islam merupakan usaha sadar untuk menyiapkan peserta
didik meyakini, memahami, menghayati, dan mengamalkan Agama Islam melalui

Mohammad Noor, Al-Qur’an dan Terjemahan DEPAG RI, (Semarang : PT KaryaToha
Putra, 1996), h.479
2

3

kegiatan bimbingan dan pengajaran untuk mewujudkan pribadi muslim yang
beriman, bertakwa kepada Allah dan berakhlak mulia.
Keberhasilan siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dapat
diwujudkan dari prestasi belajar mereka di mata pelajaran Pendidikan Agama
Islam. Menurut Tohirin dalam bukunya Psikologi Pembelajaran Pendidikan
Agama Islam prestasi belajar adalah apa yang telah dicapai oleh siswa setelah
melakukan kegiatan belajar.3
Untuk mencapai hasil belajar siswa yang optimal dipengaruhi oleh beberapa
faktor. Menurut Zikri Neni Iska, faktor yang mempengaruhi proses dan hasil
belajar diantaranya adalah faktor internal ini meliputi: faktor fisiologi yang
terdiri dari kondisi fisik dan panca indera, faktor psikologi yang terdiri dari bakat,
minat, kecerdasan dan motivasi. Sedangkan faktor eksternal yang terdiri dari
faktor lingkungan dan instrumental.4 Kecerdasan Emosional termasuk dalam
faktor internal diri siswa yang mempengaruhi hasil belajar siswa.
Kecerdasan emosi merupakan kemampuan mengenali perasaan sendiri dan
perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, dan kemampuan
mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dan dalam hubungannya dengan
orang lain. Kecerdasan emosi mencakup kemampuan-kemampuan yang berbeda,
tetapi saling melengkapi dengan kecerdasan akademik (academic intelligence).5
Menurut Daniel Goleman, kecerdasan Intellekual hanya menyumbang

20%

bagi kesuksesan, sedangkan 80% adalah sumbangan faktor kekuatan-kekuatan
lain, diantaranya adalah kecerdasan emosional atau Emotional Quotient (EQ)
yaitu kemampuan memotivasi

diri sendiri, mengatasi frustasi, mengontrol

desakan hati, mengatur suasana hati (mood), berempati serta kemampuan bekerja
sama.6

3

Tohirin, Psikologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, (Jakarta: PT Raja Grafindo
Persada, 2006), h.151
4
Zikri Neni Iska, Psikologi Pengantar Pemahaman Diri dan Lingkungan, (Jakarta: Kizi
Brother’s, 2006), h.85
5
Hamzah B. Uno, Orientasi Baru dalam Psikologi Pembelajaran, (Jakarta: PT Bumi
Aksara, 2008), Cet, ke-3, h. 72
6
Daniel Goleman, Emotional Intelligence Ter T Hermaya, (Jakarta: PT Gramedia
Pustaka Utama, 2007), h.44.

4

Dalam proses belajar siswa, kedua intelligensi itu sangat diperlukan. IQ tidak
dapat berfungsi dengan baik tanpa partisipasi penghayatan emosional terhadap
mata pelajaran yang disampaikan di sekolah. Namun biasanya kedua Intelligensi
itu saling melengkapi, keseimbangan antara IQ dan EQ merupakan kunci
keberhasilan belajar siswa di sekolah. Pendidikan di sekolah bukan hanya perlu
mengembangkan rasional intelligensi yaitu model pemahaman yang lazimnya
difahami siswa saja, melainkan perlu juga mengembangkan emosional intelligensi
siswa.
Siswa yang memiliki kecerdasan emosional tinggi bisa mengolah emosi
dengan baik, menghargai teman dan guru, dan motivasi belajar yang tinggi.
Adapula siswa yang memiliki prestasi belajar tinggi, rata-rata nilai untuk semua
mata pelajaran diatas 90, namun memiliki sifat yang angkuh, sombong, tidak
menghargai teman karena merasa diri paling pintar.
Dari fenomena di atas, penulis tertarik mengetahui lebih jauh Pengaruh
Kecerdasan Emosional terhadap Prestasi Belajar, khususnya pada pelajaran
Pendidikan Agama Islam. Karena lewat pelajaran inilah kecerdasan emosional
lebih ditekankan agar siswa menjadi manusia yang bukan hanya pintar dalam
pengetahuan tetapi juga pintar dalam mengolah emosi dan bersosialisasi.
Berdasarkan penjelasan di atas penulis tertarik untuk melakukan penelitian
yang berjudul “Pengaruh Tingkat Kecerdasan Emosional terhadap Prestasi
Belajar Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di
Muhammadiyah 17 Ciputat.”

SMP

5

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas identifikasi masalah dalam penelitian
ini sebagai berikut:
1. Adanya pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar
Pendidikan Agama Islam pada Siswa SMP Muhammadiyah 17 Ciputat.
2. Adanya ayat yang alquran yang mengharuskan manusia untuk belajar.
3. Adanya perbedaan motivasi belajar pada siswa SMP Muhammadiyah 17
Ciputat.

C. Batasan Masalah
Adapun batasan masalah dalam penelitian ini adalah hanya pada
pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar Pendidikan Agama
Islam siswa SMP Muhammadiyah 17 Ciputat.

D. Rumusan Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah di atas rumusan masalah dalam
penelitian adalah bagaimanakah pengaruh tingkat kecerdasan emosional
terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di
SMP Muhammadiyah 17 Ciputat?

E. Tujuan penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat
kecerdasan emosional terhadap prestasi siswa di SMP Muhammadiyah 17
Ciputat.

F. Manfaat Penelitian
1. Bagi penulis, agar dapat menambah wawasan mengenai kecerdasan
emosional, sehingga penulis mengetahui betapa pentingnya peranan
kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar.

6

2. Bagi guru, diharapkan penelitian ini menjadi bahan pertimbangan bahwa
dalam proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada perkembangan
intelektual siswa semata, akan tetapi kecerdasan emosional siswa juga perlu
dikembangkan secara lebih maksimal.
3. Bagi sekolah, agar dapat meningkatkan prestasi belajar siswa yang terlihat
dari kecerdasan emosionalnya, sehingga menghasilkan para pelajar yang
berkompeten dalam iptek maupun imtaq.
4. Bagi instansi yang berkepentingan dalam hal ini, diharapkan masalah
kecerdasan emosional ini menjadi salah satu faktor yang dapat
dipertimbangkan dalam bimbingan di sekolah agar prestasi siswa dapat terus
ditingkatkan menjadi lebih baik.

BAB II
LANDASAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR DAN
PENGAJUAN HIPOTESIS
A. Pendidikan Agama Islam
1. Pengertian Pendidikan Agama Islam
Sebelum membahas tentang pengertian Pendidikan Agama Islam,
terlebih dahulu penulis akan kemukakan pengertian pendidikan. Kata
“Pendidikan” secara etimologi berasal dari kata “didik” yang berarti
proses perubahan tingkah laku seseorang atau kelompok orang dalam
usaha mendewasakan manusia melalui pendidikan dan pelatihan.7 Dalam
bahasa Arab istilah ini dikenal dengan kata tarbiyah dengan kata kerjanya
rabba-yurobbi-tarbiyatan yang berarti “mengasuh, mendidik, dan
memelihara.”8
Dalam Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem
Pendidikan Nasional pasal 1 ayat (1) disebutkan bahwa:
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara
aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan
spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,

7

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta:
Balai Pustaka, 1988), h. 204
8
A. Warson Munir, Kamus Al-Munawir, (Yogyakarta: Unit Pengadaan Buku-buku Ilmiah
Keagamaan, 1984), cet ke-1, h. 505

7

8

akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa dan negara.9
Menurut Ki Hajar Dewantara sebagaimana dikutip oleh
Hasbullah, bahwa pendidikan adalah “Menuntut segala kekuatan kodrat
yang ada pada anak agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota
masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggitingginya.”10
Sedangkan menurut Omar Muhammad al-Toumy, pendidikan
adalah proses mengubah tingkah laku individu pada kehidupan pribadi,
masyarakat, dan alam sekitarnya, dengan cara pengajaran sebagai suatu
aktivitas asasi dan profesi diantara berbagai profesi asasi dalam
masyarakat.11
Berdasarkan pengertian di atas, pendidikan dapat diartikan
sebagai usaha secara sadar yang dilakukan orang dewasa untuk
menyiapkan seseorang menuju kedewasaan, berkecakapan tinggi,
berkepribadian, berakhlak mulia dan

kecerdasan berpikir melalui

bimbingan pengajaran dan latihan. Melalui pendidikan diharapkan anak
dapat menyesuaikan diri sebaik mungkin terhadap lingkungannya dan
dengan demikian akan menimbulkan perubahan dalam dirinya sehingga
dapat menghantarkannya pada cita-cita yang diharapkan.
Sedangkan pengertian Pendidikan Agama Islam menurut Abdul
Majid dan Dian Andayani, adalah usaha sadar yang dilakukan pendidik
dalam rangka mempersiapkan peserta didik untuk meyakini, memahami
dan mengamalkan ajaran Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran
atau pelatihan yang telah ditentukan untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.12

9

Undang- Undang RI No 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. h. 2
Hasbullah, Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada,

10

2009),h.4
11

Jalaluddin, Teologi Pendidikan. (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2002) h.76
Abdul majid dan Dian andayani, Pendidikan Agama Islam berbasis kompetensi (konsep
dan implementasi kurikulum 2004), (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2006), cet. III, h. 132
12

9

Menurut Zakiah Daradjat, Pendidikan Agama Islam adalah
pendidikan dengan melalui ajaran-ajaran agama Islam yaitu berupa
bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar nantinya setelah selesai
dari pendidikan ia dapat memahami, menghayati, mengamalkan ajaranajaran agama Islam yang telah diyakininya secara menyeluruh, serta
menjadikan ajaran agama Islam itu sebagai suatu pandangan hidupnya
demi keselamatan dan kesejahteraan hidup di dunia maupun di akhirat
kelak. 13
Pendidikan Agama Islam menurut Tafsir dalam buku ilmu
pendidikan dalam persfektif Islam menyatakan bahwa Pendidikan Agama
Islam adalah bimbingan yang diberikan oleh seseorang kepada seseorang
agar ia berkembang secara maksimal sesuai dengan ajaran Islam.14
Sedangkan Pendidikan Agama Islam secara formal dalam
kurikulum berbasis kompetensi dijelaskan bahwa:
Pendidikan Agama Islam adalah usaha sadar untuk menyiapkan
peserta didik dalam meyakini, memahami, menghayati dan mengamalkan
agama Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan latihan dengan
memperhatikan tuntutan untuk menghormati agama lain dalam hubungan
kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan
persatuan nasional.15
Dengan demikian, Pendidikan Agama Islam ialah pendidikan
yang didasarkan pada ajaran agama Islam agar siswa dapat memahami,
menghayati, mengamalkan ajaran-ajaran agama Islam melalui kegiatan
bimbingan, pengajaran, latihan, serta pengalaman dan menjadikan ajaranajaran agama Islam yang telah dianutnya itu sebagai pandangan hidup
agar kelak mendapat kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

13

Zakiah Daradjat, Imu Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 1996), cet. 3 h, 86
Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan Islam Dalam Persfektif Islam, (Jakrta: Rosdakarya,
2005),h. 32
15
Muhaimin , Paradigma Pendidikan Islam, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2004)
cet-4, h. 75
14

10

2. Tujuan Pendidikan Agama Islam
Tujuan pendidikan merupakan faktor yang sangat penting dalam
pelaksanaan pendidikan. Begitu juga halnya dalam pendidikan agama
Islam, tujuan itulah yang hendak dicapai dalam kegiatan atau pelaksanaan
pendidikan.
Pendidikan Agama Islam menurut Kongres Pendidikan Islam sedunia pada tahun 1980, bertujuan untuk merealisasikan cita-cita Islami
yang mencakup pengembangan kepribadian muslim yang bersifat
menyeluruh secara harmonis berdasarkan potensi psikologi dan fisiologi
manusia mengacu kepada keimanan dan ilmu pengetahuan secara
berkeseimbangan sehingga terbentuklah manusia muslim yang berjiwa
tawakal (menyerahkan diri) secara total kepada Allah Swt.16
Zakiyah Daradjat dalam bukunya yang berjudul “ Pendidikan Islam
dalam keluarga dan sekolah menyatakan bahwa tujuan Pendidikan Agama
Islam ialah untuk membina manusia menjadi hamba Allah yang shaleh
dengan

seluruh

aspek

kehidupannya,

perbuatan,

Pikiran,

dan

perasaannya.”17
Tujuan Pendidikan Agama Islam adalah “Kepribadian Muslim”
yaitu suatu kepribadian yang seluruh aspeknya dijiwai oleh ajaran Islam.18
Orang yang berkepribadian muslim disebut

“Muttaqiin” karena itu

Pendidikan Agama Islam berarti juga pembentukan manusia yang
bertakwa. Hal ini sesuai dengan tujuan Pendidikan Nasional yang akan
membentuk manusia pancasila yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa.
Tercantumnya kata beriman dan bertakwa kepada Allah Swt dan
berbudi pekerti yang luhur, menunjukan bahwa pendidikan agama sangat
diharapkan berperan langsung dalam upaya pencapaian tujuan pendidikan

16

M.Arifin, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta:PT Bumi Aksara, 2009), h.55
Zakiah Daradjat, Pendidikan Islam dalam Keluarga dan Sekolah, (Bandung: PT
Remaja Rosdakarya, 1995) cet ke-2, h. 35
18
Zakiah Daradjat dkk, Metodologi Pengajaran Agama Islam, (Jakarta: Bumi Aksara,
1996), h.72
17

11

itu sendiri, karena tanpa melalui pendidikan agama, tidak mungkin
diwujudkan, karena pendidikan agama termasuk pendidikan agama Islam
mempunyai peran dan kedudukan yang sangat penting.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tujuan Pendidikan
Agama Islam adalah meningkatkan dan membentuk pribadi yang beriman
dan bertakwa kepada Allah, serta berakhlak mulia, dengan meningkatkan
keimanan dan ketakwaan kepada Allah diharapkan akan tercapainya
kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat serta berbudi pekerti yang luhur
dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

3. Fungsi Pendidikan Agama Islam
Abdul Majid dan Dian Andayani menjelaskan bahwa fungsi Pendidikan
Agama Islam untuk sekolah / madrasah sebagai berikut:19
a. Pengembangan
Pengembangan merupakan upaya peningkatan keimanan dan
ketakwaan peserta didik kepada Allah Swt. yang telah ditanamkan
dalam

lingkungan

keluarga.

Sekolah

berfungsi

untuk

mengembangkan keimanan dan ketakwaan peserta didik kepada
Allah Swt. Melalui bimbingan, pengajaran dan pelatihan sehingga
nilai keimanan dan ketakwaannya terus berkembang secara optimal
sesuai dengan tingkat perkembangannya.
b. Penanaman Nilai
Penanaman

nilai

sebagai

pedoman

hidup

untuk

mencari

diri

dengan

kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.
c. Penyesuaian Mental
Penyesuaian

mental

yaitu

menyesuaikan

lingkungannya baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial
dan dapat mengubah lingkungannya sesuai dengan ajaran agama
Islam.

19

Abdul Majid, op.cit.,h.134-135

12

d. Perbaikan
Perbaikan

yaitu

untuk

memperbaiki

kesalahan-kesalahan,

kekurangan-kekurangan dan kelemahan-kelemahan peserta didik
dalam keyakinan, pemahaman, dan pengalaman

ajaran dalam

kehidupan sehari-hari.
e. Pencegahan
Pencegahan berfungsi untuk menangkal hal-hal negatif dari
lingkungannya atau dari budaya lain yang dapat membahayakan
dirinya dan menghambat perkembangannya menuju manusia
Indonesia seutuhnya.
f. Penyaluran
Penyaluran yaitu untuk menyalurkan anak-anak yang memiliki
bakat khusus di bidang Agama Islam agar bakat tersebut dapat
berkembang secara optimal sehingga dapat dimanfaatkan untuk
dirinya sendiri dan bagi orang lain.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa, fungsi
Pendidikan Agama Islam yakni untuk meningkatkan keimanan dan
ketakwaan siswa, meningkatkan pemahaman siswa mengenai ajaran
agama Islam sehingga nilai-nilai agama dapat diterapkan dalam
kehidupan sehari-hari serta memperbaiki dan mencegah dari kesalahankesalahan pemahaman yang bertentangan dengan ajaran agama Islam.

4. Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam
Ruang lingkup bahan pelajaran Pendidikan Agama Islam di
sekolah meliputi tujuh unsur pokok, yaitu:
a). Keimanan
Pengajaran dan pendidikan keimanan berarti proses belajar dan
pembelajaran tentang berbagai aspek kepercayaan. Dalam pelajaran
keimanan, pusat atau inti pembicaraan/pembahasan ialah tentang keEsaan Allah. Karena itu, ilmu tentang keimanan ini disebut juga
tauhid. Ruang lingkup pengajaran keimanan itu meliputi rukun iman

13

yang enam, yaitu percaya kepada Allah, kepada para Rasul Allah,
kepada Para Malaikat, kepada kitab-kitab suci yang diturunkan kepada
para Rasul Allah, kepada hari kiamat, dan kepada qada dan qadar.
b). Akhlak
Akhlak merupakan bentuk batin dari seseorang. Pengajaran akhlak
berarti pengajaran tentang batin seseorang yang kelihatan pada
tingkah lakunya. Pembentukan akhlak dapat dilakukan dengan
memberi pengertian tentang baik buruk dan kepentingannya dalam
kehidupan, memberikan ukuran baik dan buruk, melatih dan
membiasakan berbuat, mendorong dan memberi sugesti agar mau dan
senang berbuat kebaikan. Dasar pelaksanaan pengajaran ini berarti
proses kegiatan belajar mengajar dalam mencapai tujuan supaya yang
diajar berakhlak baik.
c).Ibadah
Dalam pengertian yang luas, ibadah itu ialah segala bentuk
pengabdian yang ditujukan kepada Allah semata yang diawali oleh
niat. Materi pelajaran ibadah ini seluruhnya dimuat dalam ilmu fiqih,
selain membicarakan ibadah, juga membicarakan kehidupan sosial,
seperti perdagangan (jual beli), perkawinan, kekeluargaan, warisan,
pelanggaran, hukuman, perjuangan (jihad), politik/pemerintahan,
makanan, minuman, pakaian dan lain-lain.
d). Al-Qur’an
Membaca Al-Qur’an tidak sama dengan membaca buku atau
membaca kitab suci lain. Membaca Al-Qur’an adalah ibadah,
membaca Al-Qur’an juga merupakan seni suatu ilmu yang
mengandung seni yakni seni membaca Al-Qur’an. Isi pengajaran AlQur’an

diantaranya

pengenalan

huruf-huruf

hijaiyah,

cara

menyebutkannya, bentuk dan fungsi tanda baca, tanda berhenti, dan
tanda lainnya. Ruang lingkup pengajaran Al-Qur’an ini lebih banyak
berisi pengajaran yang memerlukan latihan dan pembiasaan.

14

e). Muamalah
Muamalah merupakan sebagian perincian dari ilmu fiqih, ilmu ini
lebih membahas tentang hubungan sosial manusia, yakni muamalat
madaniyat dan muamalat maliyat. Muamalat madaniyat membahas
masalah-masalah yang dikelompokan kedalam kelompok persoalan
harta kekayaan, harta milik, harta kebutuhan, dan cara ,menggunakan
dan mendapatkannya. Sedangkan Muamalat maliyat membahas
masalah-masalah yang dikelompokan kedalam kelompok persoalan
harta kekayaan milik bersama baik masyarakat kecil ataupun besar
seperti negara (perbendaharaan negara).
f). Syariah
Syariah merupakan ilmu yang mempelajari tentang syariat/hukum
Islam.Ayat pertama yang berbunyi “Iqra” merupakan pensyariatan
pertama hukum Islam. Perintah membaca, merupakan syariat yang
pertama dalam ajaran Islam. Ilmu ini membicarakan hukum-hukum
dalam kehidupan umat manusia.20
Adapun

pelaksanaan

Pendidikan

Agama

Islam

di

SMP

Muhammadiyah 17 Ciputat adalah semua siswa wajib melaksanakan
ibadah shalat fardhu, siswa mengucapkan salam ketika guru masuk
kelas dan ketika bertemu guru, berdo’a sebelum dan sesudah proses
belajar dan pembelajaran, dan siswa juga mengikuti kegiatan-kegiatan
Islam seperti Membaca Al-Qur’an bersama dan shalat berjama’ah
bersama.

Semua

itu

menunjukan

bahwa

adanya

keserasian,

keselarasan, dan keseimbangan antara hubungan manusia dengan
Allah, dan semua manusia. Siswa mendapatkan pelajaran Pendidikan
Agama Islam di sekolah dalam waktu satu kali dalam seminggu.

20

Zakiyah Daradjat dkk, Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam, (Jakarta: Bumi
Aksara, 2001), cet. 2, h. 63-93

15

B. Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam
1. Pengertian Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam
Setiap manusia (insan) yang dilahirkan ke muka bumi pada
hakikatnya dalam keadaan tidak berilmu, sebagaimana dijelaskan dalam
firman Allah Swt dalam surat An-Nahl ayat 78 yang berbunyi sebagai
berikut:

          

     
 

Artinya: “ Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam
keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan dia memberi kamu
pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.”21
Berdasarkan ayat di atas diketahui bahwa tidak ada suatu

pengetahuan yang dimiliki manusia, maka manusia memerlukan belajar
agar memiliki ilmu. Adapun mengenai pengertian

belajar terdapat

beberapa pendapat diantaranya:
a. Belajar adalah proses perubahan tingkah laku sebagai akibat
pengalaman dan latihan.
b. Perubahan tingkah laku akibat belajar itu dapat berupa memperoleh
perilaku yang baru atau memperbaiki/meningkatkan perilaku yang
sudah ada.22
c.

Belajar adalah perubahan tingkah laku atau penampilan dengan
serangkaian kegiatan

misalnya dengan membaca, mengamati,

mendengarkan, meniru dan sebagainya.23

Mohammad Noor, Al-Qur’an dan Terjemahan DEPAG RI, (Semarang : PT Karya Toha
Putra, 1996) h.220
22
Alisuf Sabri, Psikologi Pendidikan (Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya,2007) h. 55
23
Sardiman A.M, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, (Jakarta:Rajawali, 1992)Cet.
Ke-4.h.22
21

16

Sedangkan pengertian belajar menurut Wasty Soemanto adalah
proses dasar dari perkembangan hidup manusia. Dengan belajar, manusia
melakukan perubahan-perubahan sehingga tingkah lakunya berkembang.
Semua aktifitas dan prestasi hidup manusia tidak lain adalah hasil dari
belajar. Kita pun hidup dan bekerja menurut apa yang telah kita pelajari.
Belajar itu bukan sekedar pengalaman. Belajar adalah suatu proses, dan
bukan suatu hasil. Karena itu belajar berlangsung secara aktif dengan
menggunakan berbagai bentuk perbuatan untuk mencapai suatu tujuan.24
Jadi, yang dimaksud dengan belajar adalah suatu proses perubahan
perilaku individu yang dapat melalui pengalaman dan latihan baik
perubahan tersebut berupa sikap, pengetahuan, pemahaman, keterampilan
dan sebagainya.
Prestasi belajar terdiri dari dua kata, yaitu prestasi dan belajar.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Prestasi adalah hasil yang telah
dicapai(dari yang telah dilakukan, dikerjakan dan sebagainya).25
Sedangkan Menurut Tohirin prestasi belajar adalah apa yang telah
dicapai oleh siswa setelah melakukan kegiatan belajar. Akan tetapi
mengenai apa yang telah dicapai oleh siswa setelah melakukan kegiatan
belajar, ada juga yang menyebutnya dengan istilah hasil belajar.26
Sedangkan menurut Sutratinah Tirtonegoro yang dimaksud dengan
prestasi belajar adalah penilaian hasil usaha kegiatan belajar yang
dinyatakan dalam bentuk simbol, angka, huruf maupun kalimat yang dapat
mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak dalam periode
tertentu.27
Dapat disimpulkan, prestasi belajar merupakan hasil yang telah
diperoleh oleh siswa setelah melaksanakan kegiatan belajar di sekolah
24

Wasty Soemanto, Psikologi Pendidikan Landasan kerja pemimpin pendidikan (
Jakarta: PT Rineka Cipta, 2006) Cet, ke-5, h.104
25
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan,Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta:
Balai Pustaka,1988), Cet.1, h. 700
26
Tohirin, Psikologi Pembelajaran Pendidikan Agama islam, (Jakarta: PT Raja Grafindo
Persada, 2006), h. 151
27
Sutratinah Tirtonegoro, Anak supernormal dan program Pendidikannya, (Jakarta: PT
Bumi Aksara, 2006), cet. 6, h. 43

17

dalam jangka waktu tertentu. Prestasi belajar dapat dinyatakan dalam
bentuk angka, huruf, maupun kalimat yang ditulis oleh guru dalam buku
prestasi belajar siswa (raport).
Menurut Zakiah Daradjat, Pendidikan Agama Islam adalah “ usaha
sadar untuk membina dan mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat
memahami ajaran Islam secara menyeluruh lalu menghayati tujuan, yang
pada akhirnya dapat mengamalkan serta menjadikan Islam sebagai
pandangan hidup.”28
Dengan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa prestasi
belajar Pendidikan Agama Islam yakni hasil belajar yang diraih oleh siswa
setelah mengikuti proses belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama
Islam yang meliputi aspek aqidah, fikih, Al-Qur’an, Akhlak dan Sejarah
Islam.

2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
Menurut Muhibbin syah dan Agus Efendi ada beberapa faktor yang
mempengaruhi prestasi belajar, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
Faktor internal mencakup : kecerdasan emosional, intelligensi, sikap,
bakat, minat dan motivasi. Sedangkan faktor eksternal
lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

29

meliputi:

Berikut ini akan di

jelaskan masing-masing aspek:
1) Faktor Internal Siswa
a) Kecerdasan Emosional
kecerdasan Emosional adalah kemampuan mengenali perasaan diri
sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, dan
kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dan dalam
hubungannya dengan orang lain. Kecerdasan emosional adalah kcerdasan
yang sangat diperlukan untuk berprestasi.30
28

Daradjat, Ilmu Pendidikan Islam , op.cit., h.86
Muhibbin.op.cit, h.129 & Agus Efendi,Revolusi Kecerdasan Abad 21 (Bandung:
Alfabeta,2005), h.183
30
Agus Efendi,Revolusi Kecerdasan Abad 21 (Bandung: Alfabeta,2005) ,h.171
29

18

Kecerdasan Emosional merupakan faktor penting

dalam

perkembangan intellektual anak, hal ini sejalan dengan pandangan
semiawan bahwa stimulasi intelektual sangat dipengaruhi oleh keterlibatan
emosional, bahkan emosi juga amat menentukan perkembangan intelektual
anak secara bertahap. Artinya secara timbal balik faktor kognitif juga
terlibat dalam perkembangan emosional.31
b) Intelligensi
Intelligensi merupakan istilah umum untuk menggambarkan
kepintaran dan kepandaian seseorang. Suharsono menyebutkan bahwa
intelligensi adalah kemampuan untuk memecahkan masalah secara benar.
Intelligensi ini dapat diartikan sebagai kemampuan psiko-fisik untuk
mereaksi rangsangan atau menyesuaikan diri dengan lingkungan dengan
cara yang tepat.
Tingkat intelligensi siswa tidak dapat diragukan lagi sangat
menentukan tingkat keberhasilan siswa. Intelligensi besar pengaruhnya
terhadap kemajuan dan hasil belajar. Siswa yang mempunyai tingkat
intelligensi tinggi akan lebih berhasil dari siswa yang mempunyai tingkat
intelligensi yang rendah.
c) Sikap
Sikap adalah gejala internal yang berdimensi afektif berupa
kecenderungan untuk mereaksi dengan cara yang relatif tetap terhadap
obyek orang, barang, dan sebagainya, baik secara positif maupun negatif.32
Sikap yang positif terhadap mata pelajaran, dapat memberikan
pengaruh yang positif terhadap proses belajar. Sebaliknya, sikap yang
negatif terhadap mata pelajaran, akan menimbulkan kesulitan belajar.
d) Bakat
Bakat adalah kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk
mencapai keberhasilan pada masa yang akan datang. Bakat juga diartikan

31
32

Hamzah B. Uno, Perencanaan Pembelajaran,( Jakarta:PT Bumi Aksara,2006) ,h. 80
Muhibbin, op.cit h.132

19

sebagai kemampuan individu untuk melakukan tugas tertentu tanpa
banyak bergantung pada upaya pendidikan dan latihan.33
Bakat dapat mempengaruhi tinggi rendahnya prestasi belajar
bidang-bidang studi tertentu. Apabila bidang studi yang dipelajari siswa
sesuai dengan bakatnya, hasil belajarnya akan lebih baik karena siswa
senang mempelajarinya. Sebaliknya, jika bidang studi yang dipelajari
siswa tidak sesuai dengan bakatnya, siswa akan mengalami kesulitan
dalam mempelajarinya.
e) Minat
Minat berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau
keinginan yang besar terhadap sesuatu.34 Peran minat dalam belajar yaitu
sebagai kekuatan yang mendorong siswa untuk belajar. Siswa yang
berminat kepada pelajaran, akan terdorong terus untuk tekun belajar,
berbeda dengan siswa yang sikapnya hanya menerima pelajaran, siswa
hanya tergerak untuk mau belajar tetapi sulit untuk bisa terus tekun karena
tidak ada pendorongnya. 35
Minat mempunyai peranan yang penting dan mempunyai dampak
yang besar atas perilaku dan sikap. Minat menjadi sumber motivasi yang
kuat untuk belajar. Siswa yang berminat terhadap pelajaran, akan berusaha
lebih keras untuk belajar dibandingkan dengan siswa yang kurang
berminat. Dengan demikian tinggi rendahnya minat belajar siswa akan
mempengaruhi hasil belajar yang akan dicapai.
f) Motivasi
Motivasi dapat diartikan sebagai upaya yang mendorong seseorang
untuk melakukan sesuatu. Motivasi dapat juga diartikan sebagai daya
penggerak dari dalam dan di dalam subyek untuk melakukan aktivitasaktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan.36

33

Ibid.,h.133
Ibid., h.133
35
Alisuf, op cit., h.85
36
Sardiman, op cit., h.73
34

20

Motivasi belajar pada dasarnya mempengaruhi tingkah laku
belajar. Motivasi adalah sebagai penggerak tingkah laku dan sangat
penting dalam proses belajar. Siswa yang memiliki motivasi tinggi dalam
belajar, maka prestasi belajarnya akan optimal, sebaliknya siswa yang
memiliki motivasi rendah dalam belajar, maka prestasi belajarnya di
sekolah tidak akan meningkat.
2) Faktor Eksternal Siswa
a) Lingkungan Keluarga
Setiap

orang

memulai

kehidupannya

di

dalam

keluarga.

Lingkungan keluarga besar atau kecil mempunyai pengaruh pada
pertumbuhan dan perkembangan anak. Posisi seseorang dalam keluarga
yang merawatnya berpengaruh pada fungsi belajarnya. Studi lain
menunjukan bahwa penampilan sikap orang tua berperan penting dalam
memajukan atau menghambat pendidikan seseorang.37
Faktor-faktor fisik dan sosial psikologis yang ada dalam keluarga
sangat berpengaruh terhadap perkembangan belajar anak. Termasuk faktor
fisik dalam lingkungan keluarga adalah: keadaan rumah dan suasana
tempat belajar, sarana dan prasarana belajar yang ada, ketenangan dalam
rumah dan juga dilingkungan sekitar rumah. Kondisi

Dokumen yang terkait

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMP

2 15 13

Hubungan kebiasaan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS di SMP muhammadiyah 17 ciputat

1 5 104

Hubungan Antara Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dengan Kecerdasan Spiritual Siswa SMP PGRI 2 Ciputat

15 113 114

Pengaruh kedisplinan guru terhadap prestasi belajar siswa pada pendidikan agama islam di SMP PGRI I Ciputat

4 16 103

Pengaruh tingkat kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar siswa SMA Triguna Utama Ciputat

0 6 87

Hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam: Studi Penelitian di Kelas XI SMA PGRI 109 Tangerang

2 10 112

Hubungan antara pembelajaran pendidikan agama islam terhadap kecerdasan emosional peserta didik di SMPN 226 Jakarta Selatan

0 7 0

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA SD MUHAMMADIYAH Pengaruh Kecerdasan Emosional Dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa Sd Muhammadiyah 10 Tipes Surakarta Tahun 2015/2016.

0 3 16

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA SD MUHAMMADIYAH 10 Pengaruh Kecerdasan Emosional Dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa Sd Muhammadiyah 10 Tipes Surakarta Tahun 2015/2016.

0 5 17

PENGARUH TINGKAT KECERDASAN INTELEKTUAL DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN PADA SISWA DI SMP N 15 YOGYAKARTA.

1 3 116

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

119 3984 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1057 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 945 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 632 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 790 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1348 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

66 1253 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 825 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 1111 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1350 23