Pengaruh kedisplinan guru terhadap prestasi belajar siswa pada pendidikan agama islam di SMP PGRI I Ciputat

Skripsi
PENGARUH KEDISIPLINAN GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR
SISWA PADA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Di SMP PGRI I CIPUTAT
Pembimbing: Drs. H.M.Elman Sadri

Disususn Oleh:
NUR SYAMSIYAH
206011000068

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UIN SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1431H/2010M

PENGARUH KEDISIPLINAN GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR
SISWA PADA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Di SMP PGRI I CIPUTAT

SKRIPSI
Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Untuk Memenuhi Syarat
Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I)

Oleh:

NUR SYAMSIYAH
206011000068

Dibawah bimbingan:

Drs. H.M.Elman Sadri

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UIN SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2010

SURAT PERNYATAAN KARYA SENDIRI

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama

: Nur Syamsiyah

NIM

: 206011000068

Tempat/Tgl lahir

: Indramayu, 06 November 1983

Jurusan

: Pendidikan Agama Islam

Judul Skripsi

: Pengaruh Kedisiplinan Guru Terhadap Prestasi Belajar
Siswa pada Pendidikan Agama Islam di SMP PGRI I
Ciputat Tangerang

Dosen Pembimbing

: Drs.H.M.Elman Sadri

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang saya buat benar-benar hasil
karya sendiri dan saya bertanggung jawab secara akademis atas apa yang saya
tulis.

Jakarta, 14 Desember 2010

Nur Syamsiyah
NIM: 206011000068

i

LEMBAR PENGESAHAN
Skripsi yang berjudul “Pengaruh Kedisiplinan Guru Terhadap Prestasi
Belajar Siswa Pada Pendidikan Agama Islam Di SMP PGRI I Ciputat”
diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam
Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, dan telah dinyatakan lulus dalam ujian
munaqasyah pada tanggal 20 Desember 2010 di hadapan dewan penguji. Oleh
karena itu, penulis berhak memperoleh gelar Sarjana S1 (S.Pd.I) dalam Bidang
Pendidikan Agama Islam.
Jakarta, 21 Desember 2010
Panitia Ujian Munaqasyah
Ketua Panitia (Ketua Jurusan PAI)

Bahrissalim, M.Ag
NIP. 19680307199803 1002

Tanggal

Tanda tangan

…………........

…..………………

……………......

.. ....………………

Sekretaris Jurusan PAI

Drs. Sapiuddin Sidiq, M.Ag
NIP. 19670328200003 1001
Penguji I

Dr. Khalimi, M.A
NIP. 19650515 1994031006

……………......

.. ....………………

……………......

..….………………

Penguji II

Dr. Sururin, M.A
NIP. 1971031998032001

Mengetahui,
Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

Prof. Dr. Dede Rosyada, M.A
NIP. 195710051987031003

ii

DAFTAR REFERENSI
BAB

NO

FOOTNOTE

1

Undang-undang RI sistem pendidikan
nasional, (jakarta: cv, tanata utama,2004)
Muhibbin syah, psikologi pendidikan
dengan
pendekatan
baru,(bandung:
PT.Remaja rosda karya, 2002)
Muhibbin syah, psikologi belajar
(jakarta:PT logos wacana ilmu,1994)

2
I
3

HALAMAN
SKRIPSI
1

HALAMAN
REFERENSI
halaman.7

1

2

1

Moekijat, Manajemen Kepegawaian, (Bandung;
Mandar Maju, 1989), Cet. Ke-7,

5

h.139

2

Subari, Supervisi Pendidikan, (Jakarta: Bumi
Aksara, 1994), cet k-1,

5

h.164

3

Piet A. Sahertian, Dimensi Administrasi
Pendidikan, (Surabaya: Usaha Nasional, 1994),
Cet ke-1,

5

h. 126

4

Zuhairini, et al., Metodik Khusus Pendidikan
Agama, (Surabaya: Usaha Nasional, 1983), Cet,
ke-8
Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta:
Kalam Mulia, 2002), Cet ke3,
T. Rusyadi, Menjadi Guru Tauladan, (Cianjur:
Kendala Cipta, 1996),
E. Mulytasa, Menjadi Guru Profesional:
Menciptakan
pembelajaran
Kreatif
dan
menyenangkan,
(Banadung:
PT
Remaja
Rosdakarya, 2005), Cet ke-2,
E. Mulytasa, Menjadi Guru Profesional:

6

, h.27

6

h.29

7

h. 151

8

h.53-54

8

h.60

BAB II
5
6
7

8

PARAF
PEMBIMBING

9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23

Menciptakan
pembelajaran
Kreatif
dan
menyenangkan,
(Banadung:
PT
Remaja
Rosdakarya, 2005), Cet ke-2,
Al-Qur’an dan terjemahnya
Al-Qur’an dan terjemahnya .
M. Syaiful Bahri Djamarah, Suru dan Anak Didik
Dalam Interaksi Edukatif (Rineka Cipta).
Departemen
Pendidikan
dan
Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia,
(Jakarta: Balai Pustaka, 1988), Cet ke-1,
M Alisyuf Sabri, Psikologi Pendidikan
Berdasarkan Kurikulum Nasional, (Jakarta:
Pedoman Ilmu Jaya, 1996), Cet ke-2,
Moh Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional,
(Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 2005), Cet ke17,
Sutratinah Tirtonegoro, anak Supernormal dan
Program Pendidikannya, (Jakarta: PT Bina
Aksara, tt),
Muhibbin Syah, Psikologi pendidikan
dengan pendekatan baru, (Bandung: PT Remaja
Rosdakarya,2002), Cet ke-7,
Muhibbin Syah, Psikologi pendidikan dengan
pendekatan baru, (Bandung: PT Remaja
Rosdakarya,2002), Cet ke-7,
Muhibbin Syah, Psikologi pendidikan dengan
pendekatan baru, (Bandung: PT Remaja
Rosdakarya,2002), Cet ke-7,
Zuhairini , Metodik khusus pendidikan agama
islam,(Jakarta: kalam mulia, 2002),
Oemar Hamalik, Kurikulum dan Pembelajaran,
(Jakarta: PT Bumi Aksara, 1999), Cet ke-2,
Suharsini ARikunto,prosedur penelitiansuatu
ptndekatan
praktek,
(jakarta:
Reneka
cipta,1998),cet.ke-11.
Abu Ahmadi dan Widodo Supriono, Psikologi
Belajar, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 1991), cet ke-1,
Muhibbin Syah, Psikologi pendidikan dengan
pendekatan baru, (Bandung: PT Remaja

h. 128
h. 1076
H.49
h.700
h.55
h.5
h.43
h. 141
h. 143
h.145
h.34
h. 170
h.145
h. 192
hlm.150-152

1
BAB III

2
3

Rosdakarya,2002), Cet ke-7.
Furchan, arif, Pengantar Penelitian,
(Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2004)h. 195
Suharsini Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu
Pendekatan Praktek, (Jakarta: PT. Rieke Cipta,
2002), cet-12, h. 117
Drs. Cholid Narbuko dkk, “Metodologi
Penelitian”, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2003),
cet.v, h. 70-83.

UJI REFERENSI
Seluruh referensi yang digunakan dalam penulisan skripsi yang berjudul “Pengaruh Kedisiplinan Guru Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada
Pendidikan Agama Islam” yang disusun oleh Nur Syamsiyah NIM 206011000068 jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan
Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Telah diuji kebenarannya oleh dosen pembimbing skripsi pada tanggal……2010

Jakarta,…………….2010
Dosen Pembimbing Skripsi

Drs H. Elman Sadri
Nip:

ABSTRAK

Nama
NIM
Judul

: Nur Syamsiyah
: 206011000068
: “ Pengaruh Kedisiplinan Guru Terhadap Prestatsi Belajar Siswa
Pada Pendidikan Agama Islam di SMP PGRI I Ciputat”

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kedisiplinan Guru
Terhadap Prestatsi Belajar Siswa Pada Pendidikan Agama Islam di SMP PGRI I
Ciputat”.
Kedisiplinan adalah sebagai suatu sikap tingkah laku dan perbuatan yang
sesuai dengan peraturan baik secara tertulis maupun tidak tertulis. sedangkan yang
di maksud dengan prestasi belajar adalah proses perubahan tingkah laku sebagaui
akibat pengalaman atau latihan. Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan
kemampuan dan pembentukan watak serta peradaban bangsa yang bermartabat
dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya
potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa, kepada
Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri,
dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab.
Penelitian ini dilaksanakan di SMP PGRI I Ciputat pada bulan September
sampai November 2010 tepat pada semester 2. Sampel yang diambil dalam
penelitian ini adalah siswa/ I kelas IX yang berjumlah 33 siswa/I dari 10% dari
populai yang berjumlah 327 siswa/i.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif (Hitungan
Angka). Teknik pengambilan sampel yaitu Sampling Random atau Sampling
Campur atau Sampling Acak. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan
rumus product moment. Dari hasil perhitungan dengan menggunakan rumus
product moment diperoleh r hitung 0,76. Kemudian hasil tersebut dibandingkan
dengan dengan r tabel dengan df = 31 pada taraf signifikan 5% adalah 0,349 dan
pada taraf signifikan 1% adalah 0,449. berarti r hitung lebih besar dari r tabel.
Dengan demikian perhitungan ini menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang
signifikan antara kedisiplinan guru terhadap prestasi belajar siswa. Dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa kedisiplinan guru dapat berpengaruh
terhadapa prestasi siswa.

iiv

KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim
Puji dan syukur tiada terhingga penulis sampaikan kehadirat Ilahi Rabbi
Allah SWT., yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis,
sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.
Shalawat dan salam tak lupa penulis sampaikan kepada baginda Nabi
Muhammad SAW., keluarganya, sahabatnya, dan seluruh pengikutnya yang telah
mengenalkan Islam kepada seluruh umat manusia.
Penulis menyadari sepenuhnya, bahwa dalam penyelesaian skripsi ini
tidak sedikit mengalami kesulitan, hambatan, dan gangguan baik yang berasal dari
penulis sendiri maupun dari luar. Namun berkat bantuan, motivasi, bimbingan dan
pengarahan dari berbagai pihak, akhirnya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.
Oleh karena itu dengan penuh ketulusan hati penulis menyampaikan
ucapan terima kasih kepada:
1. Bapak. Prof. Dr. Dede Rosyada, MA, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu
Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta
2. Bapak. Bahrissalim, M.Ag Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN)
Syarif Hidayatullah Jakarta
3. Bapak. Drs. Sapiuddin Sidiq, M.Ag, Sekertaris Jurusan Pendidikan Agama
Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri
(UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta
4. Bapak. Drs. H. M Elman Sadri. Dosen Pembimbing Skripsi yang telah
bersedia dengan tulus memberikan, bimbingan, waktu, petunjuk dan saran
kepada peneliti selama menyelesaikan skripsi ini.
5. Semua Staf Perpustakaan Utama dan Perpustakaan Fakultas Tarbiyah dan
Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah
Jakarta
6. Bapak. Cartam, S.Pd. M.Pd, sebagai Kepala sekolah SMP PGRI I Ciputat
sekaligus guru Pendidikan Agama Islam, beserta staf TU yang telah
iiv

membantu proses penelitian serta memberikan data-data yang diperlukan
peneliti dalam skripsi.
7. Bapak-bapak dan Ibu-ibu dosen serta seluruh staf Fakultas Ilmu Tarbiyah
dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta,
yang telah dengan sabar dan tekun, rela mentransfer ilmunya kepada
penulis selama penulis menempuh studi di UIN Jakarta ini.
8. Ayahanda Baidillah dan Ibunda Romlah yang telah memberikan Do’a dan
dukungan serta pengorbanan baik moril maupun materill yang tak ternilai
harganya sehingga penulis bisa menyelesaikan skripsi. Semoga amal
ibadahnya dibalas oleh Allah SWT. Amien.
9. Kakak-kakaku (Mashadi, Ruqoyah, Saepul, Khudriyah) terima kasih atas
dukungan do’a baik moril maupun materill, serta keponakanku tersayang
(Najmil, Dafik, Aira, Elkin)
10. Untuk Syamsul Ma’arif S.Hi terimakasih telah meluangkan waktu dan
fikirannya serta memberi dukungan yang tak henti-hentinya. Semoga amal
ibadahnya di terima oleh Allah SWT.
11. Untuk sahabat-sahabatku (Masning, Masmidah, Ros, Izah, Semi, Eti, Iin,
Hasyim, Deko, Vina, zaibun, Ihsan, serta Kelas PAI B Ekstensi 2006
terimakasih atas kebaikan yang diberikan pada penulis, serta dukungan
baik moril maupun materil semoga dibalas Oleh Allah. SWT. Amien.
Bagi mereka semua, tiada untaian kata dan ungkapan hati selain ucapan
terimakasih penulis, semoga Allah SWT membalas semua amal baik mereka, dan
akhirnya peneliti berharap skripsi ini dapat bermanfaat khususnya bagi peneliti
dan umumnya kepada pembaca.
Jakarta, 15 Desember 2010
Penulis

Nur Syamsiyah

iiivi

DAFTAR ISI
LEMBAR PERNYATAAN .................................................................................... i
LEMBAR PENGESAHAN DOSEN PEMBIMBING .......................................... ii
LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI .................................................................. iii
ABSTRAK ................................................................................................................ iv
KATA PENGANTAR.............................................................................................. v
DAFTAR ISI............................................................................................................. vi
DAFTAR TABEL ................................................................................................... viii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah........................................................................... 1
B. Identifikasi, Pembatasan dan Perumusan Masalah .................................. 4
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ............................................................... 5

BAB II KAJIAN TEORI
A. Disiplin Guru............................................................................................ 6
1. Pengertian Disiplin Guru ................................................................... 6
2. Tujuan dan Fungsi Disiplin Mengajar................................................ 7
3. Ciri-ciri Disiplin Mengajar................................................................. 8
4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Disiplin Kerja Guru .................. 9
5. Kode Etik Guru ..................................................................................14
B. Prestasi Belajar.........................................................................................15
1. Pengertian Prestasi Belajar.................................................................15
2. Cara Mengetahui Prestasi Belajar Siswa............................................16
3. Indikator Prestasi Belajar ...................................................................17
4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar .........................18
5. Usaha-Usaha Peningkatan Prestasi Belajar........................................19
C. Pendidikan Agama Islam .......................................................................20
1. Pengertian Pendidikan Agama Islam ................................................. 20
2. Tujuan Pendidikan Gama Islam .........................................................21
3. Fungsi Pendidikan Agama Islam .......................................................22
iv
vii

D. Kerangka Berfikir ....................................................................................23
E. Hipotesis...................................................................................................24

BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu Penelitian .................................................................. 25
B. Metode Penelitian .................................................................................... 26
C. Variabel Penelitian .................................................................................. 26
D. Populasi dan Sampel ................................................................................ 28
E. Instrumen ................................................................................................. 30
F. Teknik Pengumpulan Data....................................................................... 33
G. Teknik Analisis Data................................................................................ 34

BAB IV HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Umum Sekolah SMP PGRI I Ciputat.................................... 38
1. Sejarah Berdirinya ............................................................................. 38
2. Visi .................................................................................................... 40
3. Misi ................................................................................................... 40
4. Keadaan guru dan Staff Karyawan .................................................... 41
5. Keadaan Murid................................................................................... 42
6. Sarana dan prasarana.......................................................................... 43
7. Kegiatan Ekstrakulikuler.................................................................... 44
B. Deskripsi Data..........................................................................................45
C. Interprestasi Data ..................................................................................... 62

BAB V PENUTUP
1. Kesimpulan ....................................................................................................64
2. Saran-saran.....................................................................................................65

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN

v
viii

DAFTAR TABEL

1. Matrix Variabel ............................................................................................26
2. Matrik Populasi dan Sampel Keadaan siswa .................................................29
3. Kisi-kisi instrumen kedisiplin guru................................................................30
4. Skor Item Alternatif Jawaban Responden......................................................34
5. Angka Indek korelasi “r” ...............................................................................36
6. Keadaan Siswa ...............................................................................................42
7. Sarana dan Prasarana......................................................................................43
8. Guru hadir tepat waktu di sekolah apabila ada jam mengajarnya..................45
9. Apabila tidak ada halangan yang jelas. Guru akan hadir dikelas, sekalipun
tidak tepat waktu ............................................................................................46
10. Guru memulai pembelajaran tepat waktu ......................................................46
11. Memanggil guru yang bersangkutan sebelum kegiatan belajar dimulai........47
12. Ditinggalkan guru didalam kelas, sebelum jam mengajar selesai..................47
13. Kegiatan belajar dengan guru di kelas berakhir sesuai dengan jadwal..........48
14. Guru hadir di sekolah sesuai dengan waktu yang ditetapkan ........................48
15. Guru pulang dari sekolah sesuai dengan jadwal yang ditelah ditetapkan......49
16. Sebelum meninggalkan kelas, guru menulis pokok bahasan dan lain-lain di
jurnal kelas .....................................................................................................49
17. Guru memeriksa daftar hadir siswa sebelum pelajaran dimulai ....................50
18. Guru membuat RPP sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai..................50
19. Sebelum menerangkan materi pelajaran yang baru, guru melakukan tanya
jawab tentang materi yang akan dipelajari.....................................................51
20. Guru menjelaskan hubungan pelajaran yang telah diajarkan, saat kegiatan
belajar di mulai...............................................................................................51
21. Guru menjelaskan materi pelajaran dengan penjelasan yang jelas dan
sederhana........................................................................................................52
22. Materi pelajaran yang disampaikan sesuai dengan buku pelajaran ...............52
23. Dalam kegiatan pembelajaran, guru mempraktekkan materi pembelajaran
di kelas maupun di lapangan ..........................................................................53

viix

24. Dalam kegiatan belajar mengajar, guru senantiasa menggunakan media
pembelajaran seperti karton, OHV dan CD ...................................................53
25. Guru menyampaikan hasil PR yang sudah di periksa....................................54
26. Guru menanyakan materi yang sudah dijelaskan atau diajarkan ..................54
27. Guru mengadakan ulangan jika materi pelajaran yang sudah disampaikan ..55
28. Guru memberikan ulangan sesuai dengan materi yang sudah dipelajari .......55
29. Guru mengumumkan hasil ulangan yang telah dilaksanakan ........................56
30. Guru memberikan hukuman atau ganjaran yang sifatnya mendidik..............56
31. Guru mengulang kembali materi pelajaran yang sudah yang diajarkan ........57
32. Guru memberikan hadiah kepada siswa yang berprestasi..............................57
33. Guru mengadakan perbaikan nilai bagi siswa yang tidak memenuhi standar58
34. Guru bersemangat ketika mengajar................................................................58
35. Guru senang ketika siswa aktif dalam proses pembelajaran..........................59
36. Data nilai korelasi antara kedisiplian guru terhadap prestasi belaqjar siswa
pada Pendidikan Agama Islam.......................................................................60

viix

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Di era globalisasi ini setiap negara di dunia saling berlomba dalam
mencapai kemajuan bangsanya, agar tidak ketinggalan dikemudian hari.
Bangsa modern adalah bangsa yang benar-benar memperhatikan dan
mengutamakan aspek pendidikan.
Pendidikan mempunyai posisi yang strategis dalam memperlancar dan
mensukseskan program pembangunan nasional, karena pendidikan tidak
hanya meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan tetapi juga ikut membentuk
kepribadian bangsa.
Hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan nasional, sebagaimana yang
tercantum pada Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003
tentang sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS), BAB II Pasal3, sebagai
berikut:
Pendiddikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan
pembentukan watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam
rangka
mencerdaskan
kehidupan
bangsa,
bertujuan
untuk
berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
beriman dan bertaqwa, kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,
sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang
demokratis serta bertanggun jawab. 1

1

Undang-undang RI Sistem Pendidikan Nasional, (Jakarta: Cv Tanata Utama, 2003) h.5

1

2

Agar dapat mewujudkan pendidikan nasional maka peranan orang tua,
masyarakat, instansi pemerintahan dan guru sangatlah penting. Guru sebagai
pendidik dan pengajar, merupakan faktor penentu kesuksesan setiap usaha
pendidikan.
Dapat dikatakan guru merupakan tenaga pendidikan terdepan dalam
melaksanakan tugas pokok lembaga pendidikan, karena perannya yang sangat
penting dalam mendidik para siswa untuk mencapai prestasi dan mengatasi
kesulitan belajar. Disamping itu guru juga mempunyai andil yang besar dalam
membina siswa menjadi manusia berkualitas dan berguna bagi agama, bangsa
dan negara.
Namun pada kenyataannya masih banyak kendala yang dihadapi guru
dalam meningkatkan kualitas siswa dan prestasi belajar siswa. Salah satu
kendalanya yang cukup dominan berasal dari guru itu sendiri yaitu kurang
disiplin dalam melaksanakan tugasnya.
Peningkatan disiplin guru merupakan salah satu upaya dan perbuatan
untuk meningkatkan kualitas siswa karena dengan disiplin segala kegiatan
akan teratur dan terarah, sehingga tujuan mengajar akan terwujud dalam
kenyataannya, orang-orang yang berhasil dalam bidangnya masing-masing
pasti mempunyai kedisiplinan yang tinggi, sebaliknya orang yang gagal
umumnya tidak berdisiplin, karena disiplin suatu keadaan dimana sesuatu itu
berada dalam keadaan tertib, teratur dan semestinya, serta tidak ada suatu
pelangaran langsung maupun tidak langsung.
Dengan demikian seorang guru yang profesional tidak cukup hanya
mempunyai kompetensi dalam melaksanakan tugas dan perannya di kelas
sebagai pendidik tetapi, juga memiliki kedisiplinan dalam mengajar, karena
profesi mengajar atau mendidik menuntut aktifitas yang teratur dan terencana
serta ditempuh secara bertahap sehingga apa yang diharapkan akan terwujud
secara optimal.

3

Selain itu tugas guru yang utama, seperti menyempurnakan,
membersihkan, mensucikan hati manusia untuk ber-taqorrub kepada Allah. 2
Sehingga guru bisa membaca dan menelaah apa yang dimiliki, Dalam tugas
guru yang lain meliputi mendidik,mengajar,dan melatih pada diri guru itu
sendidri.
Dengan adanya disiplin mengajar guru, akan meningkatlah prestasi
belajar siswa di sekolah, karena salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi
belajar siswa adalah lingkungan sosial yang tertib, diantaranya sikap guru
seperti ketepatan waktu dalam mengajar, baik yang berkaitan dengan waktu
memulai pelajaran maupun mengakhiri pelajaran. 3 Disamping itu guru yang
berdisiplin mempunyai tanggung jawab yang penuh dan semangat kerja yang
tinggi. Dalam hal ini seorang guru menjadi teladan dan panutan bagi para
siswanya.
Suatu hal yang sangat dikhawatirkan bagi guru yang tidak disiplin
pada waktu mengajar adalah guru tersebut tidak dihormati muridnya.
Kemudian mereka akan menjadi malas dan enggan dengan guru yang
bersangkutan. Hal ini sering terjadi ketika guru tidak tepat waktu, siswa
dikelas menjadi tidak teratur, ada yang diluar kelas, ada yang ribut dikelas dan
ada yang jajan dikantin. Disamping itu, waktu untuk belajar pun menjadi
sedikit dan sempit, sehingga siswa tidak merasa puas dengan hasil belajar
mereka. Hal ini membawa pengaruh buruk terhadap prestasi belajar mereka.
Tuntutan terhadap kedisiplinan guru dalam mengajar berlaku untuk
semua bidang ilmu, termasuk bidang Pendidikan Agama Islam. Untuk
mengungkap hal tersebut penulis memilih SMP PGRI I Ciputat sebagai tempat
penelitian, dengan tema “Pengaruh Kedisiplinan Guru Terhadap Prestasi
Belajar Siswa Pada Pendidikan Agam Islam di SMP PGRI I Ciputat.”

2
3

Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: PT Kalam Mulia,2006), h. 63
Muhibbin Syah, Psikologi Belajar, (Jakarta:PT Logos Wacana Ilmu,1994), h 213

4

B. Identifikasi Masalah
1. Pengaruh disiplin kinerja guru terhadap prestasi belajar siswa pada mata
Pelajaran Pendidikan Agama Islam
2. Faktor yang mempengaruhi disiplin kinerja guru
3. Ada pengaruh disiplin kerja guru dan produktivitas

C. Pembatasan dan Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, penulis membatasi
penelitian dalam hal ini adalah kedisiplin mengajar guru dan prestasi
belajar siswa yang diambil dari nilai rapot siswa kelas 3 di SMP PGRI I
Ciputat.
Adapun permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai
berikut: Bagaimana Pengaruh Disiplin Guru Terhadap Prestasi Hasil
Belajar Siswa di SMP PGRI I Ciputat.

D. Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian
Untuk lebih mendapatkan hasil yang optimal, maka penulis
terlebih dahulu mengemukakan tujuan penelitian. Adapun tujuan
penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui disiplin mengajar guru dalam kegiatan proses belajar
mengajar di Sekolah Menengah Pertama PGRI I Ciputat.
2.

Untuk menelaah prestasi hasil belajar siswa SMP PGRI I Ciputat

3. Untuk mengetahui pengaruh disiplin guru di SMP PGRI I Ciputat
Adapun manfaat penelitian ini adalah:
1. Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi pengembangan akademik
pada umumnya. Terutama peningkatan kedisiplinan guru.
2. Bagi para guru, penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai pedoman
dalam proses pembelajaran agar dapat berlangsung dengan baik dan tujuan
dalam pembelajaran dapat tercapai.

5

3. Untuk

sekolah,

hasil

penelitian

dapat

dijadikan

sebagai

bahan

pertimbangan untuk memperbaiki dan memperbaharuhi sarana dan
prasarana belajar dalam menunjang peningkatkan kualitas dan hasil belajar
siswa. Dan menelaah prestasi guru yang disiplin mengajar di SMP PGRI I
Ciputat.

BAB II
KAJIAN TEORI

A. Disiplin Mengajar
1. Pengertian Disiplin Mengajar
Disiplin merupakan prasyarat bagi guru sebagai seorang pendidik.
Untuk mengetahui pengertian menurut para ahli disiplin mengajar , maka
terlebih dahulu dijelaskan tentang pengertian disiplin.
Para ahli mengemukakan berbagai macam pandangannya dalam
memakai arti kata disiplin, diantaranya adalah: Menurut Moekijat kata
disiplin berasal dari kata latin yaitu disciplina, yang berarti “latihan atau
pendidikan kesopanan dan kerohanian serta pengemban tabiat”.1
Nitisemito

S.Alex

dalam

bukunya

Menejemen

Personalia

merumuskan pengertian disiplin sebagai berikut: “sebagai suatu sikap,tingkah
laku dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan baik yang tertulis maupun
tidak.2
Piet A. Sahertian menjelaskan bahwa “disiplin mempunyai makna
dan konotasi yang berbeda-beda. Ada yang mengartikan disiplin sebagai
hukuman, pengawasan, kepatuhan, latihan dan kemampuan tingkah laku”.3

1

Moekijat, Manajemen Kepegawaian, (Bandung; Mandar Maju, 1989), Cet. Ke-7, h.139
Nitisemito S.Alex, Menejemen Personalia, (Jakarta: Balai Aksara,1984), cet.Ke-5, h. 1999
3
Piet A. Sahertian, Dimensi Administrasi Pendidikan, (Surabaya: Usaha Nasional, 1994),
Cet ke-1, h. 126
2

6

7

Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa disiplin
adalah suatu peraturan dan tata tertib yang telah ditetapkan oleh setiap
lembaga maupun keluarga, sekolah maupun perusahaan, yang di dalamnya
harus dilaksanakan, ditegakkan dan dipatuhi oleh setiap individu yang
terlibat dengan penuh kesadaran dan kesediaan tanpa adanya paksaan, agar
tugas dan pekerjaan dapat berjalan dengan baik, sehingga tujuan dapat
tercapai maksimal.
Mengenai pengertian mengajar, Zuhairini berpendapat bahwa
mengajar mempunyai arti “Memberikan pengetahuan kepada anak didik,
agar mereka dapat mengetahui peristiwa-peristiwa, hukum-hukum atau
proses dari pada suatu ilmu pengetahuan”.4
Sedangkan menurut S.Nasution pengertian mengajar bahwa suatu
aktivitas mengorganisasi atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan
menghubungkan dengan anak sehingga terjadi proses belajar.5
Menurut H.M. Arifin yang dikutip oleh Ramayulis, mengajar
merupakan “Suatu kegiatan penyampaian bahan pelajaran kepada pelajar
agar dapat menerima, menanggapi, menguasai dan mengembangkan
pelajaran itu”.6
Dari pengertian disiplin dan mengajar diatas dapat disimpulkan
bahwa disiplin mengajar adalah suatu keadaan tertib dan teratur yang
dimiliki oleh guru dalam menjalankan tugasnya sebagai pengajar, yang
dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan tanggungjawab dengan tidak
merugikan siswa, sekolah dan guru sendiri.
2. Tujuan dan Fungsi Disiplin Mengajar
Sekolah merupakan lembaga formal dalam pendidikan yang
berperan dalam pengembangan kepribadian peserta didik sesuai dengan
kemampuan dan pengetahuan.

4

Zuhairini., Metodik Khusus Pendidikan Agama, (Surabaya: Usaha Nasional, 1983), Cet,

ke-8, h.27
5
6

S. Nasution, Didaktik Asas-Asas Mengajar, (Jakarta: Bumi Aksar, 1995), h.4
Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Kalam Mulia, 2002), Cet ke3, h.238

8

Adapun tujuan dari kedisiplinan adalah untuk meningkatkan
kualitas pembelajaran, dapat menuntaskan materi pelajaran (kognitif) yang
telah ditentukan, menanamkan sikap disiplin kepada para siswa (afektif),
serta dapat meminimalisir perilaku indisipliner yang dilakukan siswa
dalam proses belajar mengajar. Begitu juga tujuan kedisiplinan adalah agar
siswa

terampil

dan

terbiasa

melakukan

kewajiban-kewajibannya

(psikomotorik).
Fungsi disiplin mengajar bagi para guru menurut T. Rusyadi antara
lain:
a) Disiplin membawa proses pembelajaran kearah produktifitas yang tinggi.
b) Memperkuat kegiatan guru dalam proses pembelajaran, karena disiplin
sangat berpengaruh terhadap kreatifitas dan aktifitas pembelajaran
tersebut.
c) Memberikan kemudahan bagi para guru memperoleh hasil kegiatan
belajar mengajar yang memuaskan.
d) Memberikan kesiapan dalam melakukan proses belajar mengajar di
sekolah.7
Dari kesimpulan diatas dapat diketahui bahwa fungsi lembaga
sekolah sangat berperan dalam proses pembelajaran yang efektif, baik
dalam proses belajar mengajar maupun dalam pengembangan sistem
peraturan yang kognitif, afektif, dan psikomotorik dalam lembaga sekolah
tersebut. Sehingga pendidik bisa melaksanakan kewajiban secara baik dan
berguna pada peserta didik.
3. Ciri-ciri Disiplin Mengajar
Disiplin mengajar adalah kemampuan untuk mengendalikan diri
dalam bentuk tidak melakukan sesuatu tindakan yang tidak sesuai atau
bertentangan dengan sesuatu yang telah ditetapkan oleh lembaga sekolah.
Ciri ciri disiplin mengajar guru menurut E. Mulyasa, adalah:
a) Mengajar tepat waktu baik di awal maupun di akhir pembelajaran.
b) Membaca, mengevaluasi dan mengembalikan hasil kerja peserta didik.
7

T. Rusyadi, Menjadi Guru Tauladan, (Cianjur: Kendala Cipta, 1996), h. 151

9

c) Mengatur jadwal, kegiatan harian, mingguan, semester dan tahunan.
d) Mencatat kehadiran peserta didik.
e) Menyiapkan bahan-bahan pembelajaran, kepustakaan dan media
pembelajaran.
f) Menciptakan iklim kelas yang kondusif.
g) Melaksanakan latihan-latihan pembelajaran.8
Di samping itu ruang lingkup disiplin mengajar guru meliputi:
a) Disiplin dalam kehadiran
b) Bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas
c) Mematuhi peraturan yang berlaku di sekolah
d) Disiplin berpakaian
e) Memiliki semangat kerja yang tinggi9
Dari beberapa ciri yang diterapkan oleh guru, dimana kesemuaanya
itu harus dijalankan, ditegakkan dan dipatuhi oleh muridnya, sehingga
kedisiplinan berjalan dengan baik. Maka segala tujuan yang diharapkan
dan dicita-citakan akan dapat tercapai secara maksimal.
4. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Disiplin Kerja Guru
Disiplin kerja guru sangat berpengaruh kepada lembaga pendidikan
karena dalam usaha mencapai hasil yang maksimal.
Menurut Beach. O.S dalam bukunya yang berjudul “The
Management of People Art Work” yang dikutip oleh Surono,
mengemukakan beberapa faktor yang mempengaruhi disiplin kerja.
a) Moral Semangat Kerja Pegawai
Moral kerja pada dasarnya berarti “suasana batin seorang personal
tenaga kerja yang mempengaruhi kegiatannya dalam melaksanakan tugas
pokok sebagai tanggungjawab moralnya”. Moral kerja berkorelasi tinggi
terhadap dedikasi dan loyalitas yang bermuara pada disiplin pribadi dan
disiplin kerja. Moral kerja yang positif ditampilkan pada dedikasi dan
8

E. Mulytasa, Menjadi Guru Profesional: Menciptakan Pembelajaran Kreatif Dan
Menyenangkan, (Banadung: PT Remaja Rosdakarya, 2005), Cet ke-2, h.53-54
9
E. Mulytasa, Menjadi Guru Profesional: Menciptakan Pembelajaran Kreatif Dan
Menyenangkan,…, h.60

10

loyalitas yang tinggi pada organisasi dan kepemimpinannya sehingga
gejalanya secara konkrit terlihat dalam disiplin.
Dalam hal ini sekarang guru dapat melaksanakan tugasnya dalam
mendidik dengan baik dan dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan,
apabila ia merasa senang dalam melaksanakan tugasnya serta memiliki
dedikasi dan loyalitas yang tinggi ini juga terlihat dalam kesediaannya
berkreasi dan berpartisipasi dalam bekerja.
b) Kesejahteraan pegawai
Kesejahteraan

merupakan

keinginan.

Kesejahteraan

selalu

dikaitkan dengan terpenuhinya segala kebutuhan untuk kesejahteraan
seorang guru.

Pemimpin harus

dapat

mengerti dan

memahami

kebutuhannya. Pemimpin harus memberikan inisiatif finansial sebagai
imbalan yang mereka berikan pada lembaga pendidikan. Imbalan yang
layak akan membuat guru merasa bergairah dalam bekerja.
Kesejahteraan

pegawai

adalah

suatu

bentuk

pemberian

penghasilan, baik dalam bentuk materi maupun non materi, yang diberikan
selama masa pengabdian maupun setelah berhenti sebab pensiun atau dari
sebab lain, dalam usaha pemenuhan kebutuhan dengan maksud memberi
semangat dorongan kerja.
Dalam usaha penerapan disiplin kesejahteraan pegawai turut
menjadi faktor yang berpengaruh. Kesejahteraan pegawai yang perlu
diperhatikan adalah kesejahteraan yang menyangkut materi (lahiriyah) dan
kesejahteraan psikologis (batinniyah). Kesejahteraan materi menyangkut
pemenuhan kebutuhan hidup. Gaji yang cukup, fasilitas yang memadai,
dana kesehatan dan pensiun bagi pegawai negeri.
c) Suasana / Lingkungan Kerja yang Harmonis
Keharmonisan, suasana kerja ditandai dengan adanya system
komunikasi yang lancar, partisipasi yang cukup, letak peralatan yang
teratur akan memberikan kenyamanan pada guru dalam bekerja, sehingga
disiplin akan lebih mudah ditegakkan. Suasana lingkungan tersebut akan

11

medorong guru untuk datang tepat waktu, bekarja dengan baik dan
menggunakan fasilitas yang ada dengan baik
d) Tujuan Dan Kemampuan
Tujuan dan kemampuan ikut mempengaruhi tingkat kedisiplinan
bawahan. Tujuan yang ingin dicapai harus jelas serta cukup menantang
bagi karyawan atau guru. Hal ini berarti bahwa tujuan yang dibebankan
pada karyawan harus sesuai dengan kemampuan karyawan yang
bersangkutan sehingga ia berkerja tanpa beban, dan beresungguh-sungguh
dalam melaksanakan tugas.
e) Teladan Kepemimpinan
Teladan kepemimpinan sangatlah berperan dalam menentukan
disiplin bawahan, karena pemimpin dijadikan pedoman dan penuntun
bawahannya, pemimpin harus memberi contoh yang baik, berdisiplin,
jujur, dan lain-lain. Disiplin bawahannya akan ikut tidak baik jika teladan
pemimpin kurang baik.
Dinyatakan dalam hadits Rasulullah tentang teladan seorang
pemimpin bagi keluarga dan umatnya, yang artinya:

‫ْﺆ‬

ْ ‫ر ْﻮ ل اﷲ ْﻮ ل آ ﻜ ْ راع وآ ﻜ‬

ْ

‫ﺮ رﺿ اﷲ ْﻬ ﺎ ﺎ ل‬
(‫ﻪ‬

‫ﻪ) ﻔ‬

‫ْ ا ْﺑ‬
‫ْر‬

‫ل‬

“Dari Ibnu Umar R.A berkata, saya mendengar Rasulullah bersabda,
setiap kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan diminta
pertanggungjawaban mengenai orang yang kamu pimpin.(Hr.
Muttafaqun ‘alaih)
f) Pengawasan Melekat
Istilah melekat (waskat) berasal dari bahasa asing “Build in
control” yang berarti suatu pengawasan yang terjadi dengan sendirinya
(melekat) yang menjadi tugas dan tanggung jawab semua pemimpin dan
dalam hal ini kepala sekolah harus aktif dan langsung dalam mengawasi
perilaku, sikap dan disiplin kerja guru.

12

Tujuan

pengawasan

melekat

adalah

untuk

mengetahui

tanggungjawab pimpinan (Kepala Sekolah) dalam menjalankan fungsi
pengawasan dan pengendalian yang melekat padanya, sehingga apabila
terjadi penyimpangan-penyimpangan ataupun kesalahan kepala sekolah
dalam mengambil keputusan dapat segera diambil tindakan koreksi sendiri
mungkin.
g) Sanksi dan hukuman
Sanksi dan hukuman diperlukan dalam memelihara kedisiplinan,
seperti dijelaskan dalam surat Annisa ayat 58 yang berbunyi :

ْ ْ ‫إن اﷲ ْﺄ ﺮآ ْ أن ﺆدوا اْﻷ ﺎ ﺎت إ ﻰ أ ْه ﻬﺎ وإذا ﻜ‬
‫ﺎ ﻈﻜ ْ ﺑﻪ إن اﷲ آﺎن‬

‫ن ْﻜ ﻮا ﺑﺎ ْ ﺪْل إن اﷲ‬
ْ ‫ﺑ ْ ا ﺎس أ‬
‫ﺎ ﺑﺼ ﺮا‬

Artinya : Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan
amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh
kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia
supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah
memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu.
Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha
Melihat.10
Dan dijelaskan pula dalam surat Attin ayat 8 yang berbunyi :

‫ا ﻪ ﺑﺄ ْﻜ ا ْ ﺎآ‬
Artinya : Bukanlah Allah Hakim seadil-adilnya.

ْ‫أ‬

11

h) Ketegasan
Sebagai supervisor kepala sekolah dituntut berani dan tegas dalam
memberikan sanksi terhadap guru, apabila kepala sekolah tidak tegas dapat
membuat guru acuh terhadap disiplin kerja bahkan guru menganggap
bahwa peraturan itu tidak ada. Untuk mengantisipasi hal tersebut, sikap
tegas kepala sekolah mutlak diperlukan, sehingga indisipliner guru dapat
dihilangkan.
i) Hubungan kemanusiaan
10
11

Al-Qur’an dan terjemahnya . h. 128
Al-Qur’an dan terjemahnya . h. 1076

13

Hubungan

antara

sesama

manusia

tetap

dijaga

untuk

menggambarkan pimpinan berinteraksi dengan bawahannya. Hubungan
harmonis antara kepala sekolah dengan guru dapat menciptakan disiplin,
jika hubungan kemanusiaan tercipta maka lingkungan kerja yang nyaman
dan harmonis tentunya akan tercipta dengan baik. Keadaan ini dapat
memotivasi disiplin guru terhadap sekolah ditempat guru berkiprah.
Dari beberapa faktor di atas dapat disimpulkan bahwa setiap guru
harus melaksanakan hal-hal tersebut, sebagai acuan untuk meningkatkan
kualitas pendidikan lembaga tersebut.
5. Kode Etik Guru
Istilah kode etik berasal dari dua suku kata, yakni “kode” dan
“etik”. Etik berasal dari bahasa yunani yaitu “ethos” berarti watak, dapat
atau cara hidup dengan kata lain etik adalah cara berbuat yang menjadi
watak, karena persetujuan dari kelompok manusia. Dan etik biasanya
dipakai untuk pengkajian system nilai-nilai yang disebut “kode” sehingga
terjemahlah apa yang disebut “kode etik”. Atau secara harfiyah kode etik
berarti sumber etik. Etika berarti tata susila atau hal-hal yang berhubungan
dengan kesusilaan dalam mengerjakan suatu pekerjaan. Jadi kode etik guru
diartikan sebagai “aturan tata susila keguruan”. Menurut Westby Gibson,
kode etik (guru) dikatakan sebagai suatu stemen formal yang merupakan
norma (aturan tata susila) dalam mengatur tingkah laku guru.
Karena itu, guru sebagai tenaga professional perlu memiliki “kode
etik” sebagai pedoman yang mengatur pekerjaan guru selama pengabdian
kode etik guru ini merupakan ketentuan mengikat semua sikap dalam
perbuatan guru, jika guru telah melakukan perbuatan asusila dan amoral
berarti guru telah melanggar kode etik tersebut. Sebab kode etik guru ini
sebagai salah satu ciri yang ada pada profesi guru itu sendiri.
Bicara mengenai “kode etik guru di Indonesia” berarti kita
membicarakan guru di Negara kita. Berikut dikemukakan kode etik guru
PGRI XIII pada tanggal 21-25 tahun 1973 di Jakarta, yaitu:

14

1. Guru berbakti membimbing anak didik seutuhnya untuk membentuk
manusia pembangunan yang benar-Pancasila.
2. Guru memiliki kejujuran professional dalam menerapkan kurikulum
sesuai kebutuhan anak didik masing-masing.
3. Guru mengadakan komunikasi, terutama dalam memperolah informasi
tentang anak didik. Tetapi menghindarkan diri dari segala bentuk
penyalahgunaan.
4. Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara
hubungan dengan orang tua anak didik sebaik baiknya bagian
kepentingan anak didik.
5. Guru memelihara hubungan baik dengan masyarakat disekitar
sekolahnya maupun masyarakat yang lebih luas untuk kepentingan
pendidikan.
6. Guru berusaha bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan
mutu profesinya.
7. Guru menciptakan dan memelihara hubungan antar sesama guru, baik
berdasarkan lingkungan kerja maupun hubungan keseluruhan.
8. Guru secara hukum bersama-sama memelihara, membina, dan
meningkatkan mutu organisasi guru profesional.
9. Guru melaksanakan ketentuan yang merupakan kebijaksanaan
pemerintah dalam bidang pendidikan.12
Kode etik ini merupakan sesuatu yang harus dilaksanakan sebagai
barometer dari semua sikap dan perbuatan guru dalam berbagai segi
kehidupan baik dalam keluarga sekolah maupun masyarakat. Dari kode
etik inilah maka seorang guru harus mempunyai 4 kompetensi dasar yaitu:

1. Kompetensi Kepribadian
Kompetensi kepribadian merupakan kemampuan personal
yang mencerminkan kepribadian yang mantap, dewasa, arif, dan
berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia.
12

Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, ( Jakarta: Kalan Mulia 2006), h. 67

15

2. Kompetensi Pedagogik
Kompetensi
berkenaan

dengan

pedagogik
pemahaman

merupakan
peserta

kemampuan

didik

dan

yang

pengelola

pembelajaran yang mendidik dan dialogis.
3. Kompetensi Profesional
Kompetensi

profesional

merupakan

kemampuan

yang

berkenaan dengan penguasaan materi pembelajaran bidang studi
secara luas dan mendalam yang mencakup penguasaan substansi isi
materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan
yang menaungi materi kurikulum tersebut.
4. Kompetensi Sosial
Kompetensi sosial berkenaan dengan kemampuan pendidik
sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul
secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga
kependidikan, orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.13

B. Prestasi Belajar
1. Pengertian Prestasi Belajar
Prestasi belajar terdiri dari dua suku kata yaitu prestasi dan belajar.
Untuk memudahkan dalam memahaminya, maka akan diuraikan secara
satu persatu apa itu prestasi dan apa itu belajar.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang dimaksud prestasi
yaitu “hasil yang telah dicapai dan yang telah dilakukan atau
dikerjakan”.14 Ada juga yang mengartikan dengan “hasil kerja yang
keadaannya sangat kompleks”.
Dengan demikian prestasi adalah hasil usaha yang telah dilakukan
seseorang setelah melakukan suatu pekerjaan atau perbuatan.menurut M.
Alisyuf Sabri belajar adalah “proses perubahan tingkah laku sebagai akibat
13

14

http://apri76.wordpress.com

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta:
Balai Pustaka, 1988), Cet ke-1, h.896

16

pengalaman atau latihan”. Perubahan tingkah laku yang ditimbulkan oleh
belajar dapat berupa perilaku yang baik (positif) atau perilaku buruk
(negatif).15
Ramayulis

menguraikan

bahwa

“belajar

semata-mata

mengumpulkan atau menghafal kanfakta-fakta yang tersaji dalam bentuk
informasi /materi pelajaran”.16
Moh Uzer Usman mengartikan bahwa “belajar sebagai suatu
proses perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi
antar individu dengan lingkungannya”.17
Sutratinah Tirtonegoro berpendapat bahwa prestasi belajar adalah
“penilaian hasil usaha kegiatan belajar yang dinyatakan dalam bentuk
simbol, angka, huruf maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil
yang sudah dicapai oleh setiap anak dalam proses tersebut.18
2. Cara mengetahui prestasi belajar siswa
Aktifitas belajar siswa perlu diadakan evaluasi. Hal ini penting
karena dengan evaluasi dapat diketahui apakah tujuan belajar yang telah
ditetapkan dapat tercapai atau tidak. Sebagaimana dijelaskan dalam
Muhibbin Syah bahwa “evaluasi adalah penilaian terhadap tingkat
keberhasilan siswa mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam sebuah
program”.19
Jadi evaluasi sangatlah penting dan diperlukan untuk menentukan
prestasi belajar siswa, karena dengan cara itulah dapat dikatakan tinggi
rendahnya prestasi belajar siswa, atau baik-buruk prestasi belajarnya.
Adapun ragam evaluasi yang dapat dilakukan untuk mengetahui
prestasi belajar siswa adalah sebagai berikut:
15

M Alisuf Sabri, Psikologi Pendidikan Berdasarkan Kurikulum Nasional, (Jakarta:
Pedoman Ilmu Jaya, 1996), Cet ke-2, h.55
16
Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam,(Jakarta PT: Kalam Mulia,2006), h. 89
17
Moh Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional, (Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 2005),
Cet ke-17, h.5
18
Sutratinah Tirtonegoro, Anak Supernormal dan Program Pendidikannya, (Jakarta: PT
Bina Aksara, tt), h.43
19
Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru, (Bandung: PT
Remaja Rosdakarya, 2002) Cet ke-7, h. 141

17

a. Pre-Test yaitu “Evaluasi yang dilakukan guru secara rutin pada setiap
akan memulai penyajian materi baru. Tujuannya adalah untuk
mengidentifikasi taraf pengetahuan siswa mengenai bahan yang akan
disajikan”.20
b. Pos-Test yaitu “Evaluasi yang dilakukan guru pada setiap akhir
penyajian materi. Tujuannya yaitu untuk mengetahui taraf siswa
terhadap materi yang telah disajikan”. 21
c. Evaluasi Formatif yaitu “Evaluasi hasil belajar jangka pendek, yaitu
evaluasi hasil belajar pada akhir setiap satuan pelajaran, tujuannya
untuk memberikan umpan balik (feed back) kepada guru sebagai dasar
untuk memperbaiki proses belajar mengajar.22
d. Evaluasi Sumatif yaitu “evaluasi belajar yang dilakukan pada waktu
berakhirnya suatu program pembelajaran atau kegiatan belajar
mengajar, tujuannya adalah untuk mengetahui hasil akhir yang dapat
dicapai oleh siswa, yakni penguasaan pengetahuan sekaligus
menggambarkan keberhasilan proses belajar mengajar.23
e. Evaluasi Diagnostik yaitu “Evaluasi yang digunakan untuk mengetahui
kelemahan-kelemahan siswa sehingga dapat diberikan perlakuan yang
tepat”.24 Tujuannya adalah untuk membantu pemecahan kesulitan yang
dialami anak didik waktu mengikuti kegiatan belajar mengajar pada
suatu bidang studi atau keseluruhan program pengajaran”.25
3. Indikator prestasi belajar
Indikasi prestasi belajar adalah hasil belajar yang meliputi segenap
ranah psikologi yang berubah akibat pengalaman dan proses belajar siswa.

20

Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru... Cet ke-7, h. 143
Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru... Cet ke-7, h.145
22
Zuhairini , Metodik Khusus Pendidikan Agama Islam, (Jakarta: Kalam Mulia, 2002),

21

h.34
23

Oemar Hamalik, Kurikulum dan Pembelajaran, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 1999), Cet
ke-2, h. 170
24
Suharsini Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta: Reneka
cipta,1998), Cet.ke-11.h.145
25
Abu Ahmadi dan Widodo Supriono, Psikologi Belajar, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 1991),
cet ke-1, h. 192

18

Ranah psikologis itu berupa ranah cipta (kognitif), ranah rasa (afektif) dan
ranah karsa (psikomotor).
Indikator prestasi belajar siswa menurut Muhibbin Syah adalah
sebagai berikut:
a. Ranah

cipta (kognitif)

membandingkan,

diantaranya siswa dapat

mernghubungkan,

menyebutkan,

menunjukan,
menjelaskan,

mendefinisikan dan memberikan contoh.
b. Ranah Rasa (afektif) diantaranya dapat menunjukan sikap menerima,
menolak, mengakui dan menyakiti, dan menjelmakan dalam pribadi
dan perilaku sehari-hari.
c. Ranah Karsa (psikomotor) diantaranya siswa dapat mengkoordinasikan
gerak mata, tangan, kaki dan anggota tubuh lainnya, mengucapkan,
membuat mimic dan gerakan jasmani.26
4. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar
Menurut M. Dalyono, faktor yang mempengaruhi prestasi belajar
adalah sebagai berikut:
a. Faktor Internal (yang berasal dari dalam diri), yaitu:
1) Kesehatan (jasmani dan rohani)
2) Intelegensi dan bakat
3) Minat dan motifasi belajar
4) Cara belajar seperti teknik-teknik belajar, waktu belajar, tempat
dan fasilitas belajar.
b. Faktor eksternal (yang berasal dari luar diri), yaitu:
1) Keluarga (pendidikan orang tua, perhatian dan bimbingan orang
tua, situasi dalam rumah, peralatan, media belajar di rumah)
2) Sekolah (kualitas guru, kedisiplinan guru dalam mengajar, metode
mengajar guru, kurikulum, fasilitas / perlengkapan sekolah, jumlah
murid perkelas dan pelaksanaan tata tertib di sekolah)
3) Masyarakat (pergaulan dan tingkat pendidikan)
26

Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru, (Bandung: PT
Remaja Rosdakarya,2002), Cet ke-7, h.150-152.

19

4) Lingkungan sekitar (keadaan rumah, lalu lintas dan iklim)27
Dengan demikian hasil belajar siswa itu sangat dipengaruhi oleh
kedua faktor diatas, baik yang berasal dari dalam diri siswa maupun
berasal dari luar diri siswa. Kedua faktor tersebut akan saling berinteraksi,
sehingga secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi
prestasi bela

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

91 2522 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

34 649 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 557 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 356 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

23 482 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 816 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

37 724 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

11 452 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

18 656 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 804 23