Gaya Hidup Remaja Perempuan Posmo Teori Nurture Teori Nature Definisi Konsep

30

2.9 Gaya Hidup Remaja Perempuan Posmo

Paradigma kehidupan dalam sebagian masyarakat modern telah beralih kepada postmodernisme.Di zaman modern, semenjak era revolusi industri di abad ke-15, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mewujudkan kehidupan yang mapan dan nyaman dalam banyak segi.Namun masih adanyaberbagai permasalahan dan ketidakpuasan terhadap kondisi zaman modern membuat gerakan postmodernisme berkembang sejak abad ke-20.Gaya hidup post-modern adalah berkembangnya sifat hedonism, materialism, dan konsumerisme, yaitu sikap selalu mencari kepuasan diri sendiri, menilai segala sesuatu dari segi kepemilikan materi, serta kepuasan yang muncul bisa sudah memiliki barang –barang bajkan yang tidak diperlukan sekalipun.

2.10 Gender

Istilah Gender digunakan untuk menjelaskan perbedaan peran perempuan dan laki-laki yang bersifat bawaan sebagai ciptaan Tuhan. Gender adalah pembedaan peran, kedudukan, tanggung jawab, dan pembagian kerja antara laki- laki dan perempuan yang ditetapkan oleh masyarakat berdasarkan sifat perempuan dan laki-laki yang dianggap pantas menurut norma, adat istiadat, kepercayaan atau kebiasaan masyarakat. Gender tidak sama dengan kodrat. Kodrat adalah sesuatu yang ditetapkan oleh Tuhan YME, sehingga manusia tidak mampu untuk merubah atau menolak.Sementara itu, kodrat bersifat universal, misalnya melahirkan, menstruasi dan menyusui adalah kodrat bagi perempuan, sementara mempunyai sperma adalah kodrat bagi laki-laki. Universitas Sumatera Utara 31 Ketidakadilan gender merupakan kondisi tidak adil akibat dari sistem dan struktur sosial, sehingga perempuan maupun laki-laki menjadi korban dari pada sistem tersebut. Laki-laki dan perempuan berbeda hanya karena kodrat antara laki- laki dan perempuan berbeda. Keadilan gender akan dapat terjadi jika tercipta suatu kondisi di mana porsi dan siklus sosial perempuan dan laki-laki setara, serasi, seimbang dan harmonis. Ketidakadilan gender merupakan kondisi tidak adil akibat dari sistem dan struktur sosial, sehingga perempuan maupun laki-laki menjadi korban dari pada sistem tersebut. Laki-laki dan perempuan berbeda hanya karena kodrat antara laki-laki dan perempuan berbeda. Keadilan gender akan dapat terjadi jika tercipta suatu kondisi di mana porsi dan siklus sosial perempuan dan laki-laki setara, serasi, seimbang dan harmonis. Pengertian seks atau jenis kelamin merupakan pensyifatan atau pembagian dua jenis kelamin manusia yang ditentukan secara biologis yang melekat pada jenis kelamin tertentu Faikh, 1997. Seks atau jenis kelamin secara permanen tidak berubah dan merupakan ketentuan biologis atau sering dikatakan sebagai ketentuan Tuhan atau kodrat. Berbeda dengan seks, gender merupakan suatu sifat yang melekat pada kaum laki- laki mapun perempuan yang dibentuk, disosialisasikan, diperkuat, bahkan dikonstribusikan secara sosial atau kultur, melalui ajaran keagamaan maupun Negara. Konsep gender menyangkut semua hal yang dapat dipertukarkan antara sifta perempuan dan laki-laki, yang bisa berubah baik dari waktu ke waktu, dari suatu tempat ke tempat lainnya, maupun dari suatu kelas ke kelas lainnya. Universitas Sumatera Utara 32

2.10.1 Gender dalam Perspektif Sosiologis

Gender adalah suatu konsep cultural yang berupaya membuat pembedaan distinction dalam hal peran, prilaku, mentalitas, dan karakteristik emosional antara laki-laki dan perempuan yang berkembang dalam masyarakat Women’s Studies Encyclopedia. Membahas permasalahan gender berarti membahas permasalahan perempuan dan laki-laki dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pembahasan mengenai gender, termasuk kesetaraan dan keadilan gender dikenal adanya dua aliran atau teori, yaitu teori nurture dan teori nature.

2.11 Teori Nurture

Menurut teori nurture, adanya perbedaan perempuan dan laki-laki adalah hasil konstruksi sosial budara sehingga menghasilkan peran dan tugas yang berbeda.Perbedaan itu membuat perempuan selalu tertinggal dan terabaikan peran dan kontribusinya dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

2.12 Teori Nature

Menurut teori nature, adanya pembedaan laki-laki dan perempuan adalah kodrat, sehingga harus diterima.Perbedaan biologis itu memberikan indikasi dan implikasi bahwa diantara kedua jenis kelamin tersebut memiliki peran dan tugas yang berbeda.Ada peran dan tugas yang dapat dipertukarkan, tetapi ada yang tidak bisa karena memang berbeda secara kodrat alamiah. Dalam proses perkembangannya, disadari bahwa ada beberapa kelemahan konsep nurture yang dirasa tidak menciptakan kedamaian dan keharmonisan dalam kehidupan Universitas Sumatera Utara 33 berkeluarga maupun bermasyarakat, yaitu terjadi ketidak adilan gender, maka beralih ke teori nature.

2.13 Definisi Konsep

Dalam sebuah penelitian ilmiah, definisi konsep sangat diperlukan untuk mempermudah dan memfokuskan penelitian. Konsep adalah definisi abstrak mengenai gejala atau realita suatu pengertian yang nantinya akan menjelaskan suatu gejala Moleong, 1997 Disamping mempermudah dan memfokuskan penelitian konsep juga berfungki sebagai panduan bagi peneliti untuk menindak lanjuti penelitian tersebut serta menghindari timbulnya kekacauan akibat kesalahan penafsiran dalam penelitian. Adapun konsep yang digunakan sesuai dengan konteks penelitian ini antara lain:

1. Remaja

Remaja dalam penelitian ini adalah remaja yang memiliki kecendrungan untuk bekerja di usia muda. Remaja dalam penelitian ini juga memiliki keinginan untuk mencari jati diri dan mendapatkan pengakuan dari keluarga serta lingkungan setinggi-tingginya.

2. Hedonisme

Hedonisme adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi adalah tujuan utama hidup. Bagi para penganut paham ini, bersenang-senang, pesta pora dan pelesiran merupakan tujuan utama hidup entah itu menyenangkan bagi orang lain atau tidak. Universitas Sumatera Utara 34

3. Materialisme

Materialisme adalah paham dalam filsafat yang menyatakan bahwa hal yang dapat dikatakan benar-benar ada adalah materi.Pada dasarnya semua hal terdiri atas materi dan semua fenomena adalah hasil interaksi material.Materi adalah satu-satunya substansi.

4. Konsumerisme

Konsumerisme adalah paham atau ideology yang menjadikan seorang atau kelompok melakukan proses konsumsi atau pemakaian barang-barang hasil produksi secara berlebihan atau tidak sepantasnya secara sadar dan berkelanjutan. Universitas Sumatera Utara 1

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Pada era postmodern saat ini, bekerja bagi kaum perempuan bukan hal yang sulit lagi untuk ditemukan termasuk pada usia remaja. Hampir di seluruh daerah terlebih di kota-kota besar termasuk di Kota Medan, dunia kerja tidak dapat dipisahkan oleh perempuan.Bahkan di perusahaan-perusahaan besar sekalipun, perempuan merupakan bagian dari tenaga pekerja disana. Pada beberapa jenis pekerjaan seperti sekretaris, bidan, perawat dan lain sebagainyasebagian besar hanya diisi oleh kaum perempuan saja.Seakan beberapa jenis pekerjaan tersebut hanya layak dilakukan oleh seorang perempuan. Perempuan pada zaman dahulu hanya bekerja pada sektor domestik, namun seiiring perkembangan zaman, perempuan sudah banyak yang memilih bekerja di sektor publik. Terlebih pada era emansipasi perempuan saat ini banyak perempuan yang menuntut kesetaraan gender termasuk dalam lingkup dunia pekerjaan. Isu partisipasi kerja perempuan cukup mewarnai pada proses industrialisasi dewasa ini. Tidak hanya perempuan dewasa, remaja perempuan juga sangat banyak menyebar di beberapa sektor publik pada Postmodern saat ini. Era Postmodern menurut Rosenau 1992 merupakan kritik atas masyarakat modern dan kegagalannya memenuhi janji-janji.Juga cenderung mengkritik segala sesuatu yang diasosiasikan dengan modernitas yaitu pada akumulasi pengalaman peradaban Barat berupa industrialisasi, urbanisasi, kemajuan teknologi, negara bangsa, kehidupan dalam alur cepat. Namun mereka Universitas Sumatera Utara