Kritik Terhadap Teori Sosiologi Postmodern

25 menyebut post modern sebagai upaya mencari pluralisme gaya arsitekture setelah ratusan terkukung satu gaya. Postmodernisme lahir di St. Louis, Missouri, 15 Juli 1972, pukul 3:32 sore. Ketika pertama kali didirikan, proyek rumah Pruitt-Igoe di St. Louis di anggap sebagai lambang arsitektur modern. Yang lebih penting, ia berdiri sebagai gambaran modernisme, yang menggunakan teknologi untuk menciptakan masyarakat utopia demi kesejahteraan manusia. Tetapi para penghuninya menghancurkan bangunan itu dengan sengaja. Pemerintah mencurahkan banyak dana untuk merenovasi bangunan tsb. Akhirnya, setelah menghabiskan jutaan dollar, pemerintah menyerah.Pada sore hari di bulan Juli 1972, bangunan itu diledakkan dengan dinamit. Menurut Charles Jencks, yang dianggap sebagai arsitek postmodern yang paling berpengaruh, peristiwa peledakan ini menandai kematian modernisme dan menandakan kelahiran postmodernisme.

2.6 Kritik Terhadap Teori Sosiologi Postmodern

Suara kritis terhadap teori sosiologi postmodern salah satunya dikemukakan oleh Mark poster, Poster mencatat bahwa setidaknya terdapat limakelemahan teori sosiologi postmodern Keller, 1994. Pertama, para pemikir teori social postmodern seringkali tidak mampu menjelaskan dengan gamblang pengertian istilah-istilah kunci yag ada dalam karya-karya mereka. Hal ini menimbulkan kekaburan pada gagasan-gagasan orisinal yang dikemukakan pemikir postmodern. Kedua, Poster memandang gaya menulis para pemikir teori sosiologi postmodern, misalnya Baudrilland, aneh dan ganjil karena seringkali tidak di barengi dengan argumentassi yang sistematik dan logis. Kelemahan ini, dengan sendirinya menjadikan pemikiran-pemikiran sosiologi postmodern Universitas Sumatera Utara 26 kehilangan dasar argumentasi yang rasional. Ketiga, para pemikir teroti postmodern, tanpa disadarinya, telah terjatuh ke dalam sikap mentotalisasikan ide- ide pemikirannya, dan menolak untuk mengubah atau membatasi pemikirannya. Keempat, para pemikir teori sosiologi postmodern terkesan terlalu menafikan kenyataan bahwa terdapat keuntungan-keuntungan dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Televise dan mediia massa dan internet dalam tampilannya yang positif juga memberikan manfaat seperti misalnya mempercepat penyebaran informasi tentang pendidikan, HAM Dan lingkungan, menyampaikan berita peristiwa-peristiwa aktual yang tengah terjadi dan lebih membuka pemahaman akan sifat pluralism dan humanism kebudayaan dewasa ini. Kelima, sikap fatalis dan nihilis yang secara sadar banyak dipilih oleh pemikir social postmodernmenjadikan pemikiran-pemikiran mereka jauh lebih dari nilai – nilai moral dan agama. Sementara itu Pauline M. rosenau, seorang pengamat teori social kontemporer Amerika melihat terdapat 7 kontradiksi dalam pemikran postmodernisme: a. Posisi anti-teori dari para pemikir postmodermisme sebenarnya justru merupakan sebuah pendirian toritis. b. Sementara postmodernisme menekankan pada hal-hal yang bersifat irasional, akal pemikiran tetap di gunakan untuk memperluas pandangannya. c. Sikap teori postmodernuntuk berfokus pada hal-hal yang terpinggirkandalam dirinya sendiri sebenarnya merupakanpenekaran evaluatifatas hal-hal yang diserangnya. Universitas Sumatera Utara 27 d. Postmodernisme menekankan inter-tekstualitas namun seringkali memperlakukan teks secara tertutup. e. Dengan menolak criteria modernism untuk menilai sebuah teori , para pemikir postmodernisme tidak dapat menyatakan bahwa tidak ada criteria yang absah untuk digunakan sebagai criteria penilaian. f. Postmodernisme mengkritik inkonsestensi modernism, namun menolak untuk norma konsistensi itu sendiri. g. Para pemikir postmodern berkontradiksi di dalam dirinya sendiri dengan menyampaikan klaim-klaim kebenaran dalam tulisan-tulisan mereka sendiri. Sementara itu Jurgen Habermas, Seorang Filsuf kontemporer Jerman, juga memberikan kritikan terhadap pandangan postmodernisme. Dalam bukunya Modernity, an incomplete project, habermas mengtakan bahwa proyek modernitas yang di mulai sejak abad ke-19 demi membangun ilmu yang objektif, hukum dan dan moralitas universal, serta seni yang otonom belum selesai. Para pemikir postmodern, menurut Habermas, terlalu tidak sabar untuk menuntaskan proyek modernitas yang seharusnyabisa mereka selesaikan.Dalam perdebatannya dengan beberapa pemikir postmodern, terutama Baudrilland dan Lyotard, habermas tetap berpendirian bahwa postmodernisme masih bisa dibenahi, yakni dengan prinsip consensus dan komunikasi partisipasif. Akhirnya, Christoper Norris, Seorang pemikir social America, dalam sebuah bukunya What‟s Wrong with Postmodernism: Critical Theory and the ends of Philosopy 1990, Menyatakan bahwa saat ini kita telah sampai pada suatu titik dimana teori akan berbalik pada arah melawan dirinya sendiri.menghasilkan Universitas Sumatera Utara 28 sebentuk sikap epistemologis skeptic dan ekstrim yang menghancurkan segala sesuatu, filsafat,politik,kritik,dan teori –pada tingkatan dimana nilai-nilai consensus menjadi sesuatu yang paling tidak menarik untuk di bicarakan; inilah sikap postmodernisme. Beberapa kritik tajam terhadap postmodernisme diatas patut menjadi catatan untuk memahami teori social postmodern secara lebih jernih dan koheren.Setidaknya, diperlukan sikap kritis, reflektif dan objektif dalam memandang realitas social dan budaya kontemporer dewasa ini.diperlukan landasan nilai moral dan agama dalam menyikapi realitas social dan kebudayaan yang begitu cepat berubah dewasa ini. Tanpa landasan nilai moral dan agama, maka pembacaan dan penyikapan realitas social dan kebudayaan dewasa ini, hanya akan sampai pada sikap nihilism, fatalism, dan keputusasaan yang justru tidak menyelasaikan persoalan.

2.7 Kaitan Postmodernisme dan Feminisme