Strategi komunikasi politik dalam perolehan suara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada pemilu legislatif 2009 di Kabupaten Tegald

STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK DALAM
PEROLEHAN SUARA PARTAI PERSATUAN
PEMBANGUNAN (PPP) PADA PEMILU LEGISLATIF
2009 DI KABUPATEN TEGAL
Skripsi
Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Untuk Memenuhi
Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Komunikasi (S.Kom.I)

Oleh:

Mochammad Rifqi Ridho
107051002550

JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM
FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2011 M/1432 H

STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK DALAM
PEROLEHAN SUARA PARTAI PERSATUAN
PEMBANGUNAN (PPP) PADA PEMILU LBGISLATIF
2OO9 DI KABUPATEN TBGAL
Skripsi
Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Untuk Memenuhi
Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Komunikasi (S.Kom.I)

Oleh:

Mochammad Rifqi Ridho
107051002550

Dosen Pembimbing:

Gun Gun Herva,ntg. M.Si

NIP: 19760812200501 1 005
JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM

FAKULTAS ILMU DAKWAH DAI\ ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA

20ltM/1432H:

r

LEMBAR PENGESAHAN
Skripsi yang berjudul 6'strategi Komunikasi Politik dalam Perolehan Suara

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada pemilu Legislatif 2009 di
Kabupaten Tegal" ini telah diujikan dalam sidang munaqosyah Fakultas Ilmu
Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tanggal 27

Mei 2011. Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh
gelar sarjana Program Strata I (sl) pada program Studi Komunikasi dan
Penyiaran Islam.
Jakarta, 1 Juni 2011

Sidang Munaqosyah
Ketua

Sekretaris

.AL

DrslJumrffiil-Jvt.Si

NrP. 19630515 t99203 1 006

NIP. 19710816

Anggota
Penguji I

Penguji

199703 1 001

Pembimbing

Q-ft-.
Gun Gun Heryanto. M.Si
NIP. 19760812 200501

1 005

LEMBAR PERNYATAAN

Assalamualaikum, Wr.Wb
Saya yang bertanda tangan di bawah ini adalah penyusun skripsi dengan
judul “Strategi Komuniasi Politik dalam Perolehan Suara Partai Persatuan
Pembangunan (PPP) pada Pemilu Legislatif 2009 di Kabupaten Tegal” dengan
ini menyatakan bahwa:
1. Skripsi ini adalah benar-benar murni hasil karya asli peneliti, tanpa adanya
duplikasi hasil karya orang lain.
2. Adapun apabia peneliti mengutip tulisan dan karya ilmiah orang lain,
peneliti telah mencantumkannya dalam bentuk refrensi, baik footnote
ataupun daftar pustaka.
3. Apabila dikemudian hari terjadi hal-hal yang merugikan orang lain, atau
terbukti peneliti menduplikasi karya orang lain, peneliti siap menerima
konsekuensinya dan sanksi akademis yang berlaku di Universitas Islam
Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Demikian lembar pernyataan ini dibuat, diharapkan dapat dipergunakan
dengan semestinya. Terima kasih.
Wassalamualaikum, Wr. Wb
Tanggerang Selatan, 29 Maret 2011
Peneliti,

Mochammad Rifqi Ridho
NIM: 107051002550

MOCHAMMAD RIFQI RIDHO
107051002550
Strategi
Komunikasi
Politik
dalam
Perolehan
Suara
Partai
PersatuanPembangunan (PPP) pada Pemilu Legislatif 2009 di Kabupaten
Tegal
ABSTRAK
PPP adalah salah satu partai tua yang sudah memiliki penggalaman yang
matang dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, utamanya dalam menghiasi
panggung politik tanah air dengan segala suka dan dukanya. Namun pada zaman
reformasi perolehan suara PPP di Kabupaten Tegal terus menurun, hingga Pemilu
2009. Tentunya ada masalah yang terjadi, sehingga terjadi penurunan pada
perolehan suara PPP Kabupaten Tegal.
Dalam penelitian ini peneliti membuat perumusan masalah sebagai
berikut; Bagaimana strategi komunikasi politik yang digunakan oleh PPP
Kabupaten Tegal pada Pemilu 2009? Apa saja kelebihan dan kelemahan strategi
komunikasi politik yang digunakan oleh PPP Kabupaten Tegal pada Pemilu
legislatif 2009? Apa penyebab turunnya perolehan suara PPP Kabupaten Tegal
pada Pemilu legislatif tahun 2009?
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif. Tipe
penelitian ini menggunakan tipe deskriptif interpretatif analisis, yang bertujuan
untuk menjelaskan fenomena dengan sedalam-dalamnya melalui pengumpulan
data. Teknik pengumpulan data melalui teknik observasi, wawancara mendalam
dan dokumentasi.
Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori performa
komunikatif, performa adalah metafora yang menggambarkan proses simbolik
pemahaman akan perilaku manusia dalam sebuah organisasi, performa organisasi
seringkali memiliki unsur teatrikal, di mana baik supervisior maupun karyawan
(kader partai dalam hal ini) memilih untuk mengambil peranan atau bagian
tertentu dalam organisasi mereka.
Dalam menghadapi Pemilu Legislatif 2009 PPP Kabupaten Tegal
melakukan beberapa strategi komunikasi politik, strategi komunikasi politik yang
digunakan PPP Kabpaten Tegal dalam mempengaruhi konstituen pada Pemilu
legislatif 2009, diantaranya: Melakukan audiensi dengan Ikatan Pemuda Pemudi
Nahdlatul Ulama (IPPNU), lomba nyanyi bareng PETIGA dan motor wisata. Di
samping melakukan kegiatan-kegiatan tersebut PPP Kabupaten Tegal
menggunakan beberapa saluran komunikasi politik seperti saluran komunikasi
politik struktur tradisional, saluran komunikasi politik input dan saluran
komunikasi politik melalui media massa
Sedangkan kelemahan strategi komunikasi Politik PPP Kabupaten Tegal
adalah terlalu mengandalkan tokoh, keterbatasan dana pencalonan caleg yang
bukan berasal dari daerah sendiri. Untuk kelebihannya adalah seluruh pengurus
DPC PPP Kabupaten Tegal bekerja secara maksimal dalam mengimplementasikan
strategi-strategi yang disusun LP2L PPP Kabupaten Tegal.
Penyebab penurunan perolehan suara PPP Kabupaten Tegal pada Pemilu
legislatif 2009: Munculnya partai-partai baru yang mengatasnamakan ormas
Islam, berubahnya orientasi masyarakat (pemilih), berubahnya aturan pemilu dari
nomor urut caleg menjadi suara terbanyak, berubahnya aturan pemilu dari nomor
urut caleg menjadi suara terbanyak, lemahnya SDM PPP Kabupaten Tegal.

i

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah peneliti haturkan kehadirat Allah SWT. Tuhan
Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, tanpa inayah-Nya tak mungkin
peneliti bisa mencapai pendidikan sampai S1.
Shalawat serta salam semoga tetap teriring keharibaan junjungan Nabi
besar Muhammad SAW, para keluarganya, sahabat-sahabatnya dan para
pengikutnya ampai akhir zaman.
Atas doa dan usaha, akhirnya peneliti dapat menyelesaikan salah satu
tugas penting yang mempertaruhkan segenap keilmuan yang peneliti pelajari
selama menuntut ilmu di Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, walaupun
sangat jauh dari kesempurnaan.
Dengan kerendahan hati, peneliti tentu sadar bahwa skripsi ini tidak
mungkin dapat terlaksana dengan baik tanpa adanya bantuan dari pihak-pihak
yang terlibat di dalamnya. Oleh karena itu, pada kesempatan ini peneliti ingin
menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak DR. H. Arif Subhan, MA, sebagai Dekan Fakultas Ilmu dakwah
dan Ilmu Komunikasi, Bapak Drs. Wahidin Saputra, MA, sebagai
Pembantu Dekan Bid. Akademik, Bapak Drs. H. Mahmud Jalal, MA,
sebagai Pembantu Dekan Bid. Administrasi Umum dan Keuangan, dan
Bapak Drs. Study Rizal, LK, MA, sebagai Pembatu Dekan Bid.
Kemahasiswaan.
2. Bapak Drs. Jumroni, M.Si, sebagai Ketua Jurusan Komunikasi
Penyiaran Islam, dan Ibu Umi Musyarafah, MA, sebagai Sekretaris
Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam.
3. Bpk Gun Gun Heryanto, M.Si, sebagai Dosen Pembimbing dalam
penulisan skripsi ini, yang telah membimbing peneliti dengan penuh
kesabaran dan ketelatenan sehingga peneliti dapat menyelesaikan
skripsi ini.
4. Segenap dosen Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi yang
telah memberikan ilmu dan mendidik peneliti dengan penuh kesabaran.

ii

5. Bapak Ahmad Tubagus Fahmi, SH sebagai Ketua DPC PPP
Kabupaten Tegal, Bapak Masdar Hilmi, SPd sebagai anggota Lajnah
Pemenangan Pemilu Legislatif (LP2L) PPP Kabupaten Tegal dan para
kader-kader PPP yang telah bersedia diwawancara dalam rangka
mengumpulkan data untuk penyusunan skripsi ini.
6. Teristimewa kepada Abah H. Saefulloh dan ummi Hj. Chusnul
Chotimah yang telah membesarkan dengan kasih sayang, mendidik,
dan yang selalu memberikan do’a. Kalian adalah teladan dan harta
yang paling berharga bagi peneliti. Semoga kalian selalu dalam
perlindungan, kasih sayang, dan keridhoan Allah SWT, amin.
7. Istriku tercinta Umi Nur Atiyah, S.Sos.I yang selalu menjadi motivator
bagi peneliti, sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini.
8. Teman-teman mahasiswa KPI B angkatan 2007, khususnya untuk
Ahmad Khumaedi, Syarif Fadillah, Indra Dita Puspito, S.Sos.I, Ahmad
Mursyidi, Wahyudi, Ilham Berlian dan semuanya yang telah samasama berbagi ilmu, berdiskusi, bercanda dan saling berbagi rasa.

Tanggerang Selatan, 29 Maret 2011

Mochammad Rifqi Ridho
NIM: 107051002550

iii

DAFTAR ISI
ABSTRAK………………………………………………………….............................i
KATA PENGANTAR…………………………………......………...........................ii
DAFTAR ISI……………………………………………………………………...…iv
DAFTAR GRAFIK...................................................................................................vi
DAFTAR TABEL......................................................................................................vii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah………………………………………………………….1
B. Pembatasan dan Perumusan Masalah ……………………………………………8
1. Pembatasan Masalah………………………………………….……………….8
2. Perumusan Masalah…………………………………………………………...8
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian…………………………………………………..9
1. Tujuan Penelitian ……………………………………………………………..9
2. Manfaat Penelitian …………………………………………………………....9
D. Metodologi Penelitian………………………………………………..………..…10
1. Metode Penelitian………………………………………………………..….10
2. Tempat dan Waktu Penelitian ………………………………………...........10
3. Subjek dan Objek Penelitian………………………………………………..11
4. Teknik Pengumpulan Data………………………………………….............11
5. Teknik Analisis Data …………………………………………………….....12
E. Tinjauan Pustaka………………………………………………..……..…........…13
F. Sistematika Penulisan………………………………………………………...….15
BAB II KAJIAN TEORITIS
A. Teori Performa Komunikatif.................................................................................17
B. Konseptualisasi Strategi Komunikasi………………………………....................19
C. Konseptualisasi Komunikasi Politik………………………………………...…...24
iv

D. Konseptualisasi Partai Politik………………………………………………........32
E. Konseptualisai Pemilu……………………………………………………......….38
BAB III GAMBARAN UMUM DPC PPP KABUPATEN TEGAL
A. Sejarah dan Pembentukan DPC PPP Kabupaten Tegal…………………......…...44
B. Visi dan Misi DPC PPP Kabupaten Tegal……………………………………….45
C. Program Perjuangan DPC PPP Kabupaten Tegal………………......……………47
D. Struktur Kepengurusan DPC PPP Kabupaten Tegal …………....………………50
E. Lajnah Pemenangan Pemilu Legislatif..................................................................51
F. Kabupaten Tegal pada Pemilu Legislatif 2009......................................................52
BAB IV ANALISIS dan HASIL TEMUAN
A. Strategi Komunikasi Politik PPP Kabupaten Tegal Pada Pemilu Legislatif
2009…………………………...............................……………............................55
B. Kelemahan dan Kelebihan Strategi Komunikasi Politik PPP Kabupaten Tegal
Pada Pemilu Legislatif 2009…………………………………........................…..62
C. Penyebab Penurunan Perolehan Suara PPP Kabupaten Tegal pada Pemilu
Legislatif 2009.......................................................................................................65
D. Performa Komunikatif PPP Kabupaten Tegal ……………........………………..72
BAB V SIMPULAN dan SARAN
A. Kesimpulan………...……………………………………………………………78
B. Saran…………………………………………………………………………......81
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………….....82
LAMPIRAN

v

DAFTAR GRAFIK
1. Grafik 1 Prosentase Perolehan Suara PPP Pada Pemilu Legislatif 1999-2009 di
Tingkat Nasional......................................................................................................6
2. Grafik 2 Prosentase Perolehan Suara PPP Pada Pemilu Legislatif 1999-2009 di
Kabupaten Tegal......................................................................................................7

vi

DAFTAR TABEL
1. Tabel 1 Susunan dan Personalia Pengurus Harian Dewan Pimpinan Cabang
Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Tegal Masa Bhakti 20102015.................................................................................................................50
2. Tabel 2 Susunan dan Personalia Pimpinan Majelis Pertimbangan Dewan
Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Tegal Masa
Bhakti 2010-2015............................................................................................51
3. Tabel 3 Susunan dan Personalia Pimpinan Majelis Pakar Dewan Pimpinan
Cabang Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Tegal Masa Bhakti 20102015.................................................................................................................51
4. Tabel 4 Nama-Nama Anggota LP2L PPP Kabupaten Tegal...........................52
5. Tabel 5 Hasil Perolehan Suara Partai-Partai Peserta Pemilu Legislatif 2009 Di
Kabupaten Tegal..............................................................................................53
6. Tabel 6 Nama-Nama Ulama’ dan Tokoh Masyarakat Dapil 1.......................59
7. Tabel 7 Nama-Nama Ulama’ dan Tokoh Masyarakat Dapil2........................59
8. Tabel 8 Nama-Nama Ulama’ dan Tokoh Masyarakat Dapil 3.......................59
9. Tabel 9 Nama-Nama Ulama’ dan Tokoh Masyarakat Dapil 4.......................60
10. Tabel 10 Nama-Nama Ulama’ dan Tokoh Masyarakat Dapil 5.....................60
11. Tabel 11 Nama-Nama Ulama’ dan Tokoh Masyarakat Dapil 6.....................60
12. Tabel 12 Majelis Taklim dan Pondol Pesantren Saluran Komunikasi Politik
PPP Kabupaten Tegal......................................................................................61
13. Tabel 13 Tingkat Pendidikan Pengurus DPC PPP Kabupaten Tegal..............71
14. Tabel 14 Kegiatan-Kegiatan PPP Kabupaten Tegal Yang Berkaitan dengan
Performa Ritual................................................................................................73
15. Tabel 15 Kegiatan-Kegiatan PPP Kabupaten Tegal yang Berkaitan dengan
Performa Sosial................................................................................................74
16. Tabel 16 Kegiatan-Kegiatan PPP Kabupaten Tegal yang Berkaitan dengan
Performa Politis...............................................................................................76

vii

17. Tabel 17 Kegiatan-Kegiatan PPP Kabupaten Tegal yang berkaitan dengan
Performa Enkulturasi.......................................................................................76

viii

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pada tanggal 9 April tahun 2009 yang lalu terjadi peristiwa penting bagi
bangsa Indonesia untuk menentukan masa depannya lima tahun ke depan.
Peristiwa tersebut biasa disebut dengan Pemilu, yang bertujuan untuk memilih
para calon wakil rakyat di tingkat pusat maupun daerah.
Pemilu yang dilakukan secara rutin lima tahun sekali ini ditandai dengan
banyak munculnya partai poltik. Partai politik dengan ideologi, visi, dan misi
berlomba-lomba untuk tampil di depan publik untuk merebut hati para
konstituennya. Atas dasar tujuan ini partai politik harus memiliki strategi
komunikasi politik guna membentuk pencitraan positif partai agar dapat bersaing
dengan partai-partai lain.
Strategi dalam menghadapi Pemilu legislatif merupakan perencanaan yang
cermat yang disusun dan dilaksanakan oleh tim kampanye yang memiliki tujuan
mencapai kemenangan atas sasaran yang ditentukan dalam Pemilu. Sasaran
merupakan apa yang ingin dicapai oleh tim kampanye dalam hal ini adalah target
dukungan pemilihan yang diwujudkan dalam pemberian suara kepada partai
politik tersebut. Ruang lingkup pembahasan strategi tak sebatas pada tatanan
konsep atau rencana, namun yang terpenting adalah bagaimana tim kampanye
tersebut mengimplementasikannya di lapangan.
Dalam teorinya komunikasi adalah merupakan aktivitas dasar dari seluruh
interaksi antarmanusia karena tanpa komunikasi interaksi antarmanusia baik

1

2

secara perorangan, kelompok maupun organisasi tidak mungkin terjadi
komunikasi memainkan peran penting dalam kehidupan manusia dan hampir
setiap saat manusia bertindak dan belajar dengan dan melalui komunikasi
termasuk dalam aktivitas politik, komunikasi memainkan peran yang dominan,
salah satunya hubungan antarmanusia dalam rangka mencapai saling pengertian
(mutual understanding).1
Pentingnya komunikasi dalam aktivitas politik tidak bisa dimungkiri,
begitu juga halnya dalam suatu partai politik. Setiap komunikasi politik yang
dilakukan selalu mencakup pesan politik, komunikator politik, media atau saluran
politik, dan efek yang muncul di tengah khalayak akibat terjadinya proses
komunikasi politik.
Tentu saja, komunikasi politik bukanlah sebuah proses yang sederhana,
karena kerja sistem politik amat ditentukan oleh adanya suatu masukan (input)
dari lingkungan, dan setelah melalui proses tertentu membentuk sejumlah output.
Selanjutnya output ini diberikan kembali kepada lingkungan, sebagai umpan
balik.2
Penting diperhatikan bahwa tanpa komunikasi politik yang efektif, maka
aktifitas politik akan kehilangan bentuk. Untuk itu sumber pesan, misalnya
seorang pemimpin dituntut untuk menyampaikan pesan yang jelas kepada para
pendukungnya dan masyarakat luas. Di samping itu, calon yang bersangkutan pun
harus tahu saluran atau sarana penyampaian informasi yang tepat.3

1

Gun Gun Heryanto, Komunikasi Politik di Era Industry Citra,( Jakarta: Lasswell
Visitama, 2010), h. 3.
2
Ibid, h.13.
3
Rafael Raga Maran, Pengantar Sosiologi Politik, Suatu Pemikiran dan Penerapan,
(Jakarta: Rineka Cipta, 2001) h. 163.

3

Partai politik merupakan sarana bagi warga negara untuk turut serta atau
berpartisipasi dalam proses pengelolaan negara. Di Indonesia partai politik telah
merupakan bagian dari kehidupan politik selama kurang lebih seratus tahun. Di
Eropa Barat, terutama di Inggris, partai politik telah muncul jauh sebelumnya
sebagai sarana pertisipasi bagi beberapa kelompok masyarakat, yang kemudian
meluas menjadi pertisipasi seluruh masyarakat dewasa.4
Pembentukan partai politik berdasarkan atas prinsip-prinsip demokrasi,
yakni pemerintah yang dipimpin oleh mayoritas melalui pemilihan umum. Untuk
menciptakan pemerintahan yang mayoritas, diperlukan partai–partai yang dapat
digunakan sebagai kendaraan politik untuk ikut dalam pemilihan umum. Melalui
partai rakyat berhak menentukan siapa yang akan menjadi wakil mereka serta
siapa akan menjadi pemimpin yang akan menentukan kebijakan umum (public
policy).5
Melalui partai politik masyarakat dapat menyalurkan kehendak dan
aspirasinya, serta menjadikan wadah untuk bisa berhubungan dengan lembagalembaga internasional guna mendapatkan dukungan atas perjuangan mereka.6
Partai politik muncul di Indonesia berawal dari sebuah Maklumat
Pemerintah pada tanggal 3 Nopember 1945 tentang hak hidup partai-partai politik
di Indonesia. Maka berdirilah beberapa partai politik bak jamur di musim hujan,
yang jumlahnya lebih dari seratus partai politik.7

4

Miriam Budiardjo, Dasar-Dasar Ilmu Politik, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama,
2008), h. 442.
5
Hafied Cangara, Komunikasi Politik: Konsep, Teori, dan Strategi, (Jakarta, Rajawali
Pers, 2009), h. 207
6
Ibid. h. 208.
7
Tubagus Fahmi, Pasang Surut Partai Persatuan Pembangunan , (Tegal: DPC PPP Kab
Tegal, 2006), h. 3.

4

Sedangkan pada pemerintahan Orde Baru Pemilu pertama dilaksanakan
pada tanggal 3 Juli 1971, Pemilu tersebut diikuti oleh Sembilan partai politik
antara lain; Nahdhatul Ulama (NU), Partai Muslimin Indonesia (PARMUSI),
Partai Islam Perti, Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII), Partai Katolik, Partai
Nasional Indonesia (PNI), Partai Murba, Ikatan Pendukung Indonesia (IPKI),
Parkindo dan satu Golongan Karya. Pada waktu itu kepentingan golongan bagi
partai politik menjadi prioritas. Kepentingan golongan lebih utama dari pada
kepentingan bersama, sehingga kepentingan nasional menjadi terabaikan. Dan hal
ini mengancam persatuan, kesatuan bangsa dan mengganggu stabilitas nasional.
Maka munculah gagasan untuk menyederhanakan organisasi kekuatan sosial
politik kepada jumlah yang lebih kecil dikenal dengan istilah fusi.8
Sudah menjadi kenyataan bahwa secara historis PPP didirikan sebagai fusi
dari empat partai politik Islam, diantaranya Partai Nahdlatul Ulama, Partai
Muslimin Indonesia, Partai Sarikat Islam, dan Partai Islam Perti pada tanggal 30
Dzulqaidah 1392 H bertepatan tanggal 5 Januari 1973 M, yang bersepakat
menggabungkan aktivitas politiknya ke dalam satu partai bernama Partai
Persatuan Pembangunan (PPP), dengan tekad membina masyarakat yang beriman
dan bertakwa kepada Allah SWT9, maka dapat dikatakan PPP telah berusia cukup
panjang dan memiliki penggalaman yang matang dalam sejarah perjuangan
bangsa Indonesia, utamanya dalam menghiasi panggung politik tanah air dengan
segala suka dan dukanya.
Sampai kini, kesepakatan fusi ini masih selalu diingat dan ini merupakan
modal dasar bagi PPP Kabupaten Tegal dalam mewujudkan cita-cita dan
8
9

Ibid, h. 15.
Ibid, h. 17.

5

perjuangannya. Cita-cita dan perjuangan PPP Kabupaten Tegal sendiri adalah
merupakan mata rantai pengembangan cita-cita perjuangan partai, yang
dirumuskan pada saat tercapainya fusi tersebut.
Di Kabupaten Tegal banyak berdiri partai yang berbasis massa Islam,
meskipun demikian PPP tetap berjuang keras dalam merebut simpati umat Islam,
ini dilihat dari upaya-upaya yang dilakukan oleh PPP Kabupaten Tegal yang
selalu berpihak dan perhatian kepada kepentingan umat Islam di Kabupaten Tegal.
Inilah yang membuat keberadaan PPP Kabupaten Tegal masih tetap terjaga.
Namun perolehan suara PPP mulai terjadi penurunan pada Pemilu
legislatif 1999, Pada Pemilu 1999 PPP meraih 11.329.905 suara (10,71%) dengan
perolehan 58 kursi (12,55%) dari 462 kursi yang diperebutkan. Pada Pemilu 2004
PPP meraih 9.248.764 suara (8,14%) dengan perolehan 58 kursi (10,54%) dari
550 kursi yang diperebutkan, dan Pada Pemilu 2009 memperoleh suara 5.533.214
(5,3%) dengan jumlah 39 kursi (7%) dari 560 kursi yang diperebutkan.10
Penurunan perolehan suara terus terjadi hingga Pemilu 2009 yang lalu, Penurunan
perolehan suara ini terjadi di tingkat nasional maupun tingkat daerah.

10

Redaksi Harian Pelita, “Perolehan Suara PPP Yang Terus Merosot”, diakses pada

tanggal 31 Desember 2010 pukul 14.00 dari http://www.harianpelita.com.

6

Berikut grafik penurunan perolehan suara PPP pada Pemilu legislatif
1999-2009 di tingkat nasional.
GRAFIK I
PENURUNAN PEROLEHAN SUARA PPP PADA PEMILU LEGISLATIF
1999-2009 DI TINGKAT NASIONAL

12.0%
11.0%
10.0%
9.0%
8.0%
7.0%
6.0%
5.0%
4.0%
3.0%
2.0%
1.0%
0.0%

10.71%
8.14%

5.3%

1999
2004

2009

Sumber: http://www.harianpelita.com

Penurunan perolehan suara ini terjadi di tingkat nasional maupun tingkat
daerah, di Kabupaten Tegal penurunan perolehan suara terjadi dari Pemilu
legislatif 1999 hingga Pemilu 2009. Pada Pemilu legislatif tahun 1999 perolehan
suara PPP Kabupaten Tegal 65.734 (9,4%), pada Pemilu legislatif 2004 perolehan
suara untuk PPP Kabupaten Tegal sebesar 53.889 suara (7,74%), dan pada Pemilu
2009 perolehan suara PPP Kabupaten Tegal turun menjadi 31.288 suara (5,2%).11

11

Laporan Pertanggung Jawaban Pengurus Harian DPC PPP Kabupaten Tegal Masa
Bakti 2005-2010, (Tegal, 2010) h. 17.

7

Berikut grafik penurunan perolehan suara PPP Kabupaten Tegal pada
Pemilu 1999-2009.

GRAFIK II
PENURUNAN PEROLEHAN SUARA PPP KABUPATEN TEGAL PADA
PEMILU LEGISLATIF 1999-2009
9.4%
10.0%

9.0%
8.0%
7.0%
6.0%
5.0%
4.0%
3.0%
2.0%
1.0%
0.0%

7.74%

5,2%
1999
2004

2009

Sumber: Laporan Pertanggung Jawaban
Pengurus Harian DPC PPP Kabupaten Tegal
Masa Bakti 2005-2010

Tentunya ada masalah yang terjadi, sehingga terjadi penurunan pada
perolehan suara PPP Kabupaten Tegal. Masalah inilah yang membuat peneliti
tertarik untuk melakukan penelitian. Peneliti ingin mengetahui kelemahankelemahan apa saja dari strategi komunikasi politik yang digunakan PPP
Kabupaten Tegal sehingga terjadi penurunan perolehan suara pada Pemilu 2009.
Berdasarkan uraian latar belakang di atas penulis merasa tertarik untuk
mengadakan penelitian dengan judul

“Strategi Komunikasi Politik dalam

Perolehan Suara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada Pemilu
Legislatif 2009 di Kabupaten Tegal”

8

B. Batasan dan Rumusan Masalah
1. Batasan Masalah
Untuk menghindari terlalu luas dan melebarnya pembahasan, maka dalam
penelitian ini dibuat satu batasan. Ruang lingkup dibatasi hanya pada strategi
komunikasi politik yang digunakan oleh PPP Kabupaten Tegal pada Pemilu
legislatif 2009. Sedangkan fokus penelitian ini adalah pada masalah-masalah yang
terjadi pada strategi komunikasi politik yang digunakan oleh PPP Kabupaten
Tegal pada Pemilu legislatif 2009 dilihat dari mengidentifikasi kelebihan dan
kelemahan strategi komunikasi politik yang digunakan PPP Kabupaten Tegal
pada Pemilu legislatif 2009 dan penyebab turunnya perolehan suara PPP
Kabupaten Tegal pada Pemilu legislatif 2009.
2. Rumusan Masalah
Berkenaan dengan uraian di atas yang menunjukkan bahwa penurunan
perolehan suara Partai Persatuan Pembangunan, dengan ini peneliti merumuskan
masalah dalam penelitian ini, yaitu:
a. Bagaimana strategi komunikasi politik yang digunakan oleh PPP
Kabupaten Tegal pada Pemilu legislatif 2009?
b. Apa saja kelebihan dan kelemahan strategi komunikasi politik yang
digunakan oleh PPP Kabupaten Tegal pada Pemilu legislatif 2009?
c.

Apa penyebab turunnya perolehan suara PPP Kabupaten Tegal pada
Pemilu legislatif 2009?

9

C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Berdasarkan dengan pokok permasalahan di atas, maka tujuan penelitian
ini bisa dirumuskan sebagai berikut:
a. Untuk mengetahui strategi komunikasi politik PPP Kabupaten Tegal
pada Pemilu legislatif 2009.
b. Untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan strategi komunikasi
politik yang digunakan oleh PPP Kabupaten Tegal pada Pemilu
legislatif 2009.
c. Untuk mengetahui penyebab turunnya perolehan suara PPP Kabupaten
Tegal pada Pemilu legislatif 2009.
2. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian adalah:
a. Manfaat Akademis
Penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan kajian Ilmu
Komunikasi

terutama

kajian

Komunikasi

Politik.

Bagi

Jurusan/Fakultas Komunikasi diharapkan dapat membantu pengayaan
kasus dalam pengajaran komunikasi politik.
b. Manfaat Praktis
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi bagi penelitian
serupa di masa mendatang. Selain juga memberi masukan bagi para
penggiat atau aktor politik dalam suatu partai atau organisasi yang
menggunakan strategi-strategi dalam pencapaian sesuatu, dan dapat
menjadi bahan evaluasi bagi PPP Kabupaten Tegal.

10

D. Metodologi Penelitian
1. Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif
dengan format desain deskriptif. Metode deskriptif adalah pencarian fakta dengan
interpretasi yang tepat. Metode ini mempelajari masalah-masalah dalam
masyarakat, serta tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi
tertentu, termasuk tentang hubungan serta pengaruh dari suatu fenomena.12
Berdasarkan metode penelitian tersebut di atas peneliti berharap
mendapatkan data penelitian yang bersifat deskriptif interpretatif sehingga peneliti
dapat menganalisis dan menelaah lebih dekat, mendalam, mengakar dan
menyeluruh, untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai strategi
komunikasi politik PPP Kabupaten Tegal pada Pemilu legislatif 2009, dan
penyebab turunnya perolehan suara PPP Kabupaten Tegal pada Pemilu legislatif
2009.
2. Tempat dan Waktu Penelitian
Tempat Penelitian dilakukan di kantor Dewan Pimpinan Cabang Partai
Persatuan Pembanguan yang berlokasi di Jl. Pancasila Desa Grogol Kecamatan
Dukuhturi Kabupaten Tegal 52192. Peneliti memilih lokasi tersebut karena di
tempat tersebut peneliti dapat memperoleh data, dan peneliti mewawancarai Ketua
DPC PPP Kabupaten Tegal dan Ketua Lajnah Pemenangan Pemilu.
Sedangkan waktu penelitian dimulai dari bulan Februari 2011 sampai
April 2011.

12

Moh Nazir, Metode Penelitian, (Bogor: Ghalia Indonesia, 2005), H. 55.

11

3. Subjek dan Objek Penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah DPC PPP Kabupaten Tegal, dan yang
menjadi objek dalam penelitian ini adalah strategi komunikasi politik yang
digunakan oleh PPP Kabupaten Tegal pada Pemilu legislatif 2009.
4. Teknik Pengumpulan Data
a. Wawancara Mendalam
Wawancara mendalam adalah suatu cara mengumpulkan data atau
informasi dengan cara langsung bertatap muka dengan informan agar
mendapatkan data lengkap dan mendalam13 yaitu tentang strategi komunikasi
politik PPP di Kabupaten Tegal pada Pemilu 2009, dalam hal ini peneliti
mewawancarai Bapak Tubagus Fahmi, SH. sebagai Ketua DPC PPP Kabupaten
Tegal, Bapak Masdar Helmi, SPd. Sebagai Ketua Lajnah Pemenangan Pemilu
Legislatif PPP Kabupaten Tegal dan tiga orang kader PPP Kabupaten Tegal.
Peniliti mewawancarai beberapa responden tersebut karena menurut peneliti
mereka dapat memberikan informasi ataupun data yang dibutuhkan oleh peneliti.
b.

Dokumentasi
Dalam hal ini peneliti mengumpulkan data-data yang diperoleh dari buku-

buku arsip partai berupa Laporan Pertanggung Jawaban DPC PPP Kabupaten
Tegal Masa Bakti 2005-2010 dan Rancangan Materi Musyawarah Cabang VI
DPC PPP Kabupaten Tegal serta foto-foto yang berkaitan dengan penelitian, dan
hasil rekaman dengan nara sumber.

13

100.

Rachmat Kriyantoro, Teknik Praktis Riset Komunikasi, (Jakarta: Kencana, 2009), h.

12

5. Teknik Analisis Data
Peneliti menggunakan langkah-langkah seperti yang dikemukakan oleh Tesch
yang dikutip oleh Craswell, langkah-langkah tersebut akan peneliti uraikan
sebagai berikut:
a.

Memahami catatan secara keseluruhan dengan teliti.

b.

Memilih satu dokumen yang paling menarik, yang singkat,
mempelajari dokumen tersebut dan memikirkan makna pokoknya.

c.

Membuat daftar seluruh topik, mengelompokkan topik-topik yang
sejenis, selanjutnya peneliti memasukkan topik-topik tersebut ke
dalam kolom-kolom topik penting, topik unik dan sisanya.

d.

Menyingkat topik-topik tersebut dalam menjadi kode dan menulis
kode tersebut. Skema awal ini untuk melihat apakah muncul kategori
dan kode baru.

e.

Mencari kata yang paling deskriptif untuk topik-topik tersebut, lalu
mengubah topik tersebut ke dalam kategori-kategori.

f.

Membuat keputusan akhir tentang singkatan setiap kategori dan
mengurutkan kode-kode tersebut menurut abjad.

g.

Mengumpulkan materi data setiap kategori dalam satu tempat dan
melakukan analisis awal.

h.

Yang terakhir jika perlu, peneliti akan mengkodekan kembali data
yang sudah ada.14

Peneliti

menggunakan

analisis

deskriptif

interpretatif,

peneliti

menginterpretasi data untuk memperoleh arti dan makna yang lebih mendalam
dan luas terhadap hasil penelitian yang sedang dilakukan. Pembahasan hasil

14

John W. Creswell, Research Design Qualitative & Quantitative Approach, (Jakarta:
KIK Press, 2003), h. 148-149.

13

penelitian dilakukan dengan cara meninjau hasil penelitian secara kritis dengan
teori yang relevan dan informasi akurat yang diperoleh dari lapangan.15
Selanjutnya peneliti menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa,
menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari,
dan membuat kesimpulan sehingga mudah difahami oleh diri sendiri maupun
orang lain.16
E. Tinjauan Pustaka
Setelah peneliti melihat dan mencari judul skripsi yang ada di perpustakan
utama Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan perpustakaan
Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, peneliti menemukan ada beberapa
skripsi yang membahas tentang komunikasi politik dan PPP.
Namun yang diteliti mahasiswa sebelumnya berbeda dengan isi atau
konten permasalahan yang peneliti teliti. Oleh karena itu, untuk menghindari dari
hal-hal yang tidak diinginkan seperti menjiplak karya orang lain, maka peneliti
mempertegas perbedaan antara masing-masing judul masalah yang dibahas pada
skripsi sebelumnya dengan judul masalah yang akan diteliti. Skripsi sebelumnya
yang membahas tentang komunikasi politik dan PPP akan peneliti uraikan sebagai
berikut:
1. Skripsi yang pertama dengan judul Strategi Komunikasi dalam Pembentukan
Opini Publik Partai Persatuan Pembangunan pada Pemilu legislatif 2009
oleh Yuswita Lailah berisikan tentang strategi DPP PPP dalam pembentukan
opini publik pada Pemilu legislatif 2009 dan program pembangunan citra PPP

15

Lexy J. Moeong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosda Karya,
2009), h. 151.
16
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung: Alfabeta,
2010), h. 244.

14

pada Pemilu legislatif 2009. Persamaan dengan permasalahan yang peneliti
teliti adalah pada kajian ilmunya yaitu komunikasi politik dan subjek
penelitiannya yaitu PPP, sedangkan perbedaannya adalah pada objek
penelitiannya, jika Yuswita meneliti strategi komunikasi dalam pembentukan
opini maka penulis meneliti tentang strategi komunikasi politik dalam
perolehan suara.
2. Skripsi dengan judul Dakwah Politik Partai Persatuan Pembangunan oleh
Sa’roni Mubarok. Berisikan tentang program perjuangan PPP di bidang
keagamaan, bidang politik, bidang ekonomi, bidang hukum dan hak asasi
manusia, bidang sosial-kemasyarakatan dan kebudayaan, bidang kesejahteraan
masyarakat, dan bidang hubungan internasional. Pada skripsi ini juga
berisikan aplikasi dakwah Islam PPP dalam hal legislasi. Persamaannya
dengan masalah yang akan peneliti teliti ada pada subjek penelitiannya yaitu
PPP, sedangkan perbedaannya ada pada masalah yang diteliti. Jika Sa’roni
Mubarok meneliti tentang aplikasi dakwah PPP, sedangkan peneliti meneliti
tentang strategi komunikasi politik PPP.
3. Skripsi yang ketiga dengan judul Komunikasi Politik Dewan Pimpinan
Cabang Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Bogor dalam Pilkada
Bupati 2009 oleh Teedy Khumaedi berisikan tentang pesan politik DPC PPP
Kabupaten Bogor, komunikator DPC PPP Kabupaten Bogor dalam Pilkada
bupati Bogor, dan saluran politik yang digunakan oleh DPC PPP Kabupaten
Bogor pada Pilkada Kabupaten Bogor. Persamaannya terletak pada kajian
ilmu yaitu komunikasi politik dan subjek penelitiannya yaitu PPP, sedangkan
perbedaannya yaitu lokasi penelitian dan permasalahannya. Teedy Khumaedi

15

meneliti PPP daerah Kabupaten Bogor dan permasalahan pada Pilkada,
sedangkan peneliti meneliti komunikasi politik PPP Kabupaten Tegal pada
Pemilu legislatif.
Melihat dari skripsi sebelumnya yang peneliti uraikan di atas, ada
beberapa perbedaan dari masalah yang akan diteliti. Dalam penulisan skripsi yang
peneliti buat adalah bagaimana strategi komunikasi politik dalam perolehan suara
PPP Kabupaten Tegal pada Pemilu legislatif 2009. Dibandingkan dengan skripsi
mahasiswa sebelumnya, hal yang ditonjolkan pada penulisan skripsi ini adalah
strategi komunikasi politik dalam perolehan suara PPP.
F. Sistematika Penulisan
Untuk mengetahui gambaran yang jelas tentang hal-hal yang diuraikan
dalam penulisan ini, maka peneliti membagi sistematika penyusunan kedalam
lima bab dibagi dalam sub dengan perincian sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN meliputi : latarbelakang masalah, pembatasan dan
perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, metodologi penelitian,
tinjauan pustaka, dan sistematika penulisan.
BAB II KAJIAN TEORITIS memuat : teori performa komunikatif,
konseptualisasi

strategi

komunikasi,

konseptualisasi

komunikasi

politik,

konseptualisasi partai politik, dan konseptualisasi Pemilu.
BAB III GAMBARAN UMUM PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN
KABUPATEN TEGAL meliputi : sejarah dan pembentukan DPC PPP
Kabupaten Tegal, visi dan misi DPC PPP Kabupaten Tegal, prinsip perjuangan
DPC PPP Kabupaten Tegal, Struktur kepengurusan DPC PPP Kabupaten Tegal
dan Lajnah Pemenangan Pemilu Legislatif (LP2L) PPP Kabupaten Tegal.

16

BAB IV TEMUAN DAN ANALISIS meliputi : strategi komunikasi politik PPP
Kabupaten Tegal pada Pemilu 2009, Penyebab turunnya perolehan suara PPP
Kabupaten Tegal pada Pemilu 2009, dan performa komunikatif PPP Kabupaten
Tegal.
BAB V PENUTUP meliputi : kesimpulan dan saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

BAB II
KAJIAN TEORITIS
A. Teori Performa Komunikatif
Pacanowsky dan O’Donell Trujillo, menyatakan bahwa anggota organisasi
melakukan peforma komunikasi tertentu yang berakibat pada munculnya budaya
organisasi yang unik. Pacanowsky dan O’Donell Trujillo meyakini bahwa
performa komunikatif sangat penting bagi budaya suatu organisasi.1
Organisasi dalam hal ini adalah organisasi politik atau yang dikenal
sebagai partai politik. Partai politik yang akan dibahas adalah Partai Persatuan
Pembangunan. Bagaimana partai ini membentuk sebuah performa komunikatif di
antara para kader, konstituennya dan masayarakat secara luas, terutama dalam
rangka menghadapi Pemilu legislatif 2009.
Performa adalah metafora yang menggambarkan proses simbolik
pemahaman akan perilaku manusia dalam sebuah organisasi, performa organisasi
seringkali memiliki unsur teatrikal, di mana baik supervisior maupun karyawan
(kader partai dalam hal ini) memilih untuk mengambil peranan atau bagian
tertentu dalam organisasi mereka.2
Performa komunikatif dibedakan menjadi performa ritual, performa hasrat,
performa sosial, performa politis, dan performa enkulturasi.3 Di bawah ini akan

1

Richard West & Lynn H. Turner, Pengantar Teori Komunikasi Analisis dan Aplikasi
(Jakarta: Salemba Humanika, 2008), h. 325.
2
Ibid, h. 325.
3
Ibid, h. 325.

17

18

dijelaskan lebih lanjut mengenai empat performa komunikatif yang dilakukan oleh
PPP Kabupaten Tegal tersebut:
1. Performa Ritual
Performa ritual merupakan semua performa komunikasi yang terjadi
secara teratur dan berulang. Ritual terdiri atas empat jenis, yakni personal, tugas,
sosial, dan organisasi. Ritual personal merupakan rutinitas yang dilakukan di
tempat kerja setiap hari. Ritual tugas adalah perilaku rutin yang dikaitkan dengan
pekerjaan seseorang. Ritual sosial adalah rutinitas verbal nonverbal yang biasanya
mempertimbangkan interaksi dengan orang lain. Ritual organisasi merupakan
rutinitas yang berkaitan dengan organisasi secara keseluruhan.
2. Performa Sosial
Performa sosial merupakan perpanjangan sikap santun dan kesopanan
untuk mendorong kerja sama diantara anggota organisasi. Sikap ini juga
merupakan

cerminan

perilaku

organisasi

yang

ditunjukkan

untuk

mendemonstrasikan kerja sama dan kesopanan dengan orang lain. Kebanyakan
organisasi menginginkan untuk mempertahankan perilaku yang professional,
bahkan dimasa yang sulit, dan performa sosial membantu tercapainya hal ini.
Organisasi dalam konteks ini adalah prganisasi partai politik, performa
sosial berupa kesantunan dan kesopanan yang ditunjukkan oleh Partai Persatuan
Pembangunan untuk kerjasama diantara para kader dan konstituennya.
3. Performa Politis
Ketika budaya organisasi mengkomunikasikan performa politis, budaya ini
sedang menjalankan kekuasaan atau kontrol. Performa politis merupakan perilaku
organisasi yang mendemonstrasikan kekuasaan atau kontrol. Karena kebanyakan

19

organisasi bersifat hierarkis, harus ada seseorang dengan kekuasaan untuk
mencapai segala sesuatu dan memiliki cukup kontrol untuk mempertahankan
dasar-dasar yang ada.
Ketika

organisasi

terlibat

dalam

performa

politis,

mereka

mengkomunikasikan keinginan untuk mempengaruhi orang lain. Hal ini bukanlah
selalu merupakan hal yang buruk. Performa politis budaya pada anggota
organisasi berpusat pada pengakuan akan kompetisi sebagai anggota organisasi
dan untuk komitmen mereka terhadap organisasinya.
4. Performa Enkulurasi
Performa enkulturasi merujuk pada bagaimana anggota mendapatkan
pengetahuan dan keahlian untuk dapat menjadi anggota organisasi yang mampu
berkonkontribusi. Performa ini mendemonstrasikan kompetisi seorang angota
dalam sebuah organisasi.
Dalam performa ini, Partai Pesatuan Pembangunan memberikan
pengetahuan dan keahlian kepada kader-kadernya dalam rangka meningkatkan
komunikasi politik dan bagaimana menjadi politisi yang dapat mencapai jabatan
publik serta mensosialisasikan program-program partai kepada konstituennya.4
B. Konseptualisasi Strategi Komunikasi
1. Pengertian Strategi
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan bahwa strategi adalah
ilmu dan seni menggunakan semua sumber daya bangsa-bangsa untuk

4

Ibid, h. 325-327.

20

melaksanakan kebijakan tertentu di perang dan damai, atau rencana yang cermat
mngenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus.5
Menurut Lawrence R. Jauch dan William F. Gluek strategi adalah sarana
yang digunakan untuk tujuan akhir (sasaran). Tetapi strategi bukanlah sekedar
suatu rencana. Strategi ialah rencana yang disatukan: strategi mengikat semua
bagian perusahaan menjadi satu. Strategi itu menyeluruh: strategi meliputi semua
aspek penting perusahaan. Strategi itu terpadu: semua bagian rencana serasi satu
sama lain dan bersesuaian.6
Menurut Onong Uchjana Effendy, mengatakan bahwa strategi pada
hakikatnya adalah perencanaan dan manajemen untuk menapai tujuan, namun
untuk mencapai tujuan tersebut, strategi tidak berfungsi sebagai peta jalan yang
memberikan arah saja melainkan harus mampu menunjukkan bagaimana taktik
operasionalnya7
2. Tahapan-Tahapan Strategi
Dalam proses penerapan strategi menggunakan beberapa tahapan diantaranya:
a. Perumusan Strategi
Langkah awal yang perlu dilakukan dalam menyusun strategi yaitu
dengan cara merumuskan strategi, atau menyusun langkah awal. Sudah
termasuk didalamnya untuk pengembangan tujuan, mengenai peluang dan
ancaman eksternal, menetapkan kelemahan dan kelebihan secara internal,
5

Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional RI, Kamus Besar Bahasa Indonesia,
(Jakarta: Balai Pustaka, 2005), h. 1902.
6
Lawrence R. Jauch, William F. Gluek, Manajemen Strategis dan Kebijakan
Perusahaan, (Jakarta: Penerbit Erlangga) h. 12.
7
Onong Uchjana Effendy, “Ilmu Komunikasi, Teori dan Praktek”, (Bandung: Remaja
Rosdakarya, 2007), h.32.

21

menetapkan suatu objektivitas, menghasilkan strategi alternatif, dan
memilih strategi untuk dilaksanakan. Dalam perumusan strategi juga
ditentukan suatu sikap untuk memutuskan suatu keputusan dalam proses
kegiatan.
b. Implementasi Strategi
Setelah kita merumuskan dan memilih strategi yang telah
ditetapkan, maka langkah berikutnya adalah melaksanakan strategi yang
ditetapkan tersebut. Dalam tahap pelaksanaan strategi yang telah dipilih
sangat membutuhkan komitmen dan kerjasama dari seluruh unit, tingkat
dan anggota organisasi. Tanpa adanya komitmen dan kerja sama dalam
pelaksanaan strategi, maka proses formulasi dan analisis strategi hanya
akan menjadi impian yang sangat jauh dari kenyataan. Implementasi
strategi bertumpu pada alokasi dan pengorganisasian sumber daya yang
ditampakkan melalui penetapan struktur organisasi dan mekanisme
kepemimpinan yang dijalankan bersama budaya perusahaan dan
organisasi.
c.

Evaluasi Strategi
Tahap akhir dari strategi adalah evaluasi implementasi strategi.
Evaluasi strategi diperlukan karena keberhasilan yang telah dicapai dapat
diukur kembali untuk menetapkan tujuan berikutnya. Evaluasi menjadi
tolak ukur untuk strategi yang akan dilaksanakan kembali oleh suatu
organisasi dan evaluasi sangat diperlukan untuk memastikan sasaran yang

22

dinyatakan telah dicapai. Ada tiga macam mendasar untuk mengevaluasi
strategi, yakni:
1) Meninjau faktor-faktor eksternal dan internal yang menjadi dasar strategi.
Adanya perubahan yang ada akan menjadi satu hambatan dalam
pencapaian tujuan, begitu pula dengan faktor internal yang diantaranya
strategi tidak efektif atau hasil implemenatsi yang buruk dapat berakibat
buruk pula bagi hasil yang akan dicapai.
2) Mengukur prestasi (membandingkan hasil yang akan diharapkan dengan
kenyataan). Prosesnya dapat dilakukan dengan menyelidiki penyimpangan
dari rencana, mengevaluasi prestasi individual dan menyimak kemajuan
yang dibuat kearah pencapaian sasaran yang dinyatakan. Kriteria untuk
mengevaluasi strategi harus dapat diukur dan mudah dibuktikan, kriteria
yang

meramalkan

hasil

lebih

penting

daripada

kriteria

yang

mengungkapkan apa yang terjadi.
3) Mengambil tindakan korektif untuk memastikan bahwa prestasi sesuai
dengan rencana. Dalam hal ini tidak harus berarti bahwa strategi yang ada
ditinggalkan atau harus merumuskan strategi yang baru. Tindakan korektif
diperuntukan bila tindakan atau hasil tidak sesuai dengan yang
dibayangkan semula atau pencapaian yang diharapkan.8

8

Fred R. David, Manajemen Strategi Konsep, (Jakarta: Prehalindo, 2002), h. 3.

23

3. Pengertian Strategi Komunikasi
Strategi komunikasi merupakan perpaduan perencanaan komunikasi
(communication planning) dengan manajemen komunikasi (communication
management) untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Strategi komunikasi
ini harus mampu menunjukkan bagaimana operasionalnya secara praktis harus
dilakukan, dalam arti kata bahwa pendekatannya bisa berbeda-beda tergantung
pada suatu kondisi dan situasi.9
Strategi komunikasi perlu disusun secara luwes, sehingga taktik
operasional komunikasi dapat segera disesuaikan dengan faktor-faktor yang
berpengaruh. Untuk mencapai tujuan komunikasi secara efektif, seorang strategis
komunikasi perlu memahami sifat-sifat komunikasi dan pesan, guna dapat
menentukan jenis media yang akan diambil dan teknik komunikasi yang akan
ditetapkan.10
a. Fungsi Strategi Komunikasi
Fungsi strategi komunikasi di bagi menjadi dua yaitu:
1) Tujuan sentral dalam strategi komunikasi; strategi pada hakikatnya adalah
perencanaan dan manajement untuk mencapai suatu tujuan. Akan tetapi,
untuk mencapai tujuan tersebut, strategi tidak berfungsi sebagai peta jalan
yang hanya menunjukkan arah saja, melainkan harus mampu menunjukkan
bagaimana takik oprasionalnnya.

Effendy, “Ilmu Komunikasi, Teori dan Praktek”, h. 10.
Onong Uchjana Effendy, “Dinamika Komunikasi”, (Bandung: Remaja Rosdakarya,
2004), h. 33.
9

10

24

2) Korelasi antar komponen dalam strategi komunikasi; dalam rangka
menyusun strategi komunikasi diperlukan suatu pemikiran dengan
memperhitungkan faktor-faktor pendukung dan faktor-faktor penghambat.
Akan lebih baik apabila dalam strategi itu diperhatikan komponenkomponen komunikasi dan faktor-faktor pendukung dan penghambat
pada setiap komponen tersebut.11
C. Konseptualisasi Komunikasi Politik
1. Pengertian Komunikasi Politik
Komunikasi

politik

mempunyai

peranan

yang

penting

dalam

menyampaikan pesan-pesan politik kepada khalayak luas, karena merupakan tolak
ukur keberhasilan bagi para politisi atau institusi politik. Sebelum kita mengetahui
lebih jauh, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu definisi komunikasi dan
politik itu sendiri.
Komunikasi menurut bahasa atau etimologi dalam “Ensiklopedi Umum”
diartikan dengan “Perhubungan”, sedangkan yang terdapat dalam buku
komunikasi berasal dari perkataan latin, yaitu:
a. Communicare, yang berpartisipasi ataupun memberitahukan.
b. Communis, yang berarti milik bersama ataupun berlaku dimana-mana
c. Communis Opinion, yang berarti pendapat umum ataupun pendapat
mayoritas.
d. Communico, yang berarti membuat sama.

11

Effendy, “Ilmu Komunikasi, Teori dan Praktek”), h. 32 & 35.

25

e. Demikian juga Communication berasal dari kata latin Communicatio
yang juga bersumber dari kata Communis yang berarti sama. Sama
disini maksudnya sama makna.12
Definisi komunikasi menurut istilah banyak dikemukakan oleh sarjanasarjana yang menekuni Ilmu Komunikasi seperti yang dikutip oleh Roudhonah,
antara lain:
a. Menurut Carl I. Hovland, mengatakan bahwa komunikasi adalah
Proses di mana seseorang (komunikator) menyampaikan perangsangperangsang (biasanya lambang-lambang dalam bentuk kata-kata) untuk
merubah tingkah laku orang-orang lain (komunikan).
b. Menurut Wiliam Albiq, mengatakan bahwa komunikasi adalah proses
pengoprasian lambing-lambang yang berarti di antara individuindividu.
c. Menurut Harold D. Lasweel, mengatakan bahwa komunikasi pada
dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan “siapa”,
“mengatakan apa”, “dengan saluran apa”, “kepada siapa” dan “dengan
akibat atau hasil apa”.13
Sementara politik diambil dari kata politics, dalam bahasa Inggris , adalah
sinonim dari kata politik atau ilmu politik dalam bahasa Indonesia. Bahasa Yunani
pun mengenal beberapa istilah yang terkait dengan kata politik, seperti politicos

12
13

Roudhonah, Ilmu Komunikasi, (Jakarta: UIN Jakarta press, 2007), h. 19.
Ibid, h. 20.

26

(menyangkut warga negara), polites (seorang warga negara), polis (kota,negara),
dan politeia (kewargaan).14
Sementara pengertian politik secara terminologi telah banyak para ahli
yang mendefinisikan apa itu politik. Mengacu pada pendapat Deliar Noer yang di
kutip oleh Gun Gun Heryanto, politik merupakan aktivitas atau sikap yang
berhubungan dengan kekuasaan dan yang bermaksud untuk mempengaruhi
dengan jalan mengubah atau mempertahankan suatu bentuk susunan masyarakat.15
Menurut Budiarjo yang dikutip oleh Cangara, politik adalah kegiatan yang
dilakukan suatu negara yang menyangkut proses menentukan tujuan dan
melaksanakan tuj

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

98 2947 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

36 752 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

33 650 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 422 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

24 578 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

49 969 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

49 881 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

14 536 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 792 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

33 955 23