Konseptualisasi Komunikasi Politik KAJIAN TEORITIS

menyangkut warga negara, polites seorang warga negara, polis kota,negara, dan politeia kewargaan. 14 Sementara pengertian politik secara terminologi telah banyak para ahli yang mendefinisikan apa itu politik. Mengacu pada pendapat Deliar Noer yang di kutip oleh Gun Gun Heryanto, politik merupakan aktivitas atau sikap yang berhubungan dengan kekuasaan dan yang bermaksud untuk mempengaruhi dengan jalan mengubah atau mempertahankan suatu bentuk susunan masyarakat. 15 Menurut Budiarjo yang dikutip oleh Cangara, politik adalah kegiatan yang dilakukan suatu negara yang menyangkut proses menentukan tujuan dan melaksanakan tujuan tersebut. 16 Lalu, apa yang dimaksud komunikasi politik? Bertolak dari konsep komunikasi dan konsep politik yang telah diuraikan pada bagian awal, upaya untuk mendekati apa yang dimaksud komunikasi politik, pengertian komunikasi politik dapat dirumuskan sebagai suatu proses pengoperan lambang-lambang atau simbol-simbol komunikasi yang berisi pesan-pesan politik dari seseorang atau kelompok kepada orang lain dengan tujuan untuk membuka wawasan atau cara berpikir, serta mempengaruhi sikap dan tingkah laku khalayak yang menjadi target politik. 17 Sedangkan menurut Maswadi Rauf yang dikutip oleh Gun Gun heryanto, komunikasi politik sebagai kegiatan politik merupakan proses penyampaian 14 Asep Saeful Muhtadi, Komunikasi Politik Indonesia : Dinamika Islam Politik Pasca- Orde Baru, Bandung: 2008, Remaja Rosda Karya, h. 28-29. 15 Gun Gun Heryanto, Komunikasi Politik di Era Industry Citra, Jakarta: Lasswell Visitama, 2010, h. 5. 16 Hafied Cangara, Komunikasi Politik: Konsep, Teori, dan Strategi, Jakarta, Rajawali Pers, 2009, h. 28 17 Ibid, h. 35. pesan-pesan bercirikan politik oleh aktor-aktor politik kepada pihak lain. Kegiatan ini adalah salah satu dari kegiatan sosial yang dijalankan seehari-hari oleh warga masyarakat termasuk oleh elit politik. 18

2. Unsur-Unsur Komunikasi Politik

Proses komunikasi politik sama dengan proses komunikasi pada umumnya komunikasi tatap muka dan komunikasi bermedia komunikasi politik sebagai body of knowledge juga terdiri atas berbagai unsur, yakni: a. Komunikator Politik Komunikasi politik tidak hanya menyangkut partai politik, melainkan juga lembaga pemerintahan legislatif, dan eksekutif. Dengan demikian, sumber atau komunikator politik adalah mereka-mereka yang dapat memberi informasi tentang hal-hal yang mengandung makna atau bobot politik misalnya presiden, menteri, anggota DPR, MPR, KPU, gubernur, bupatiwalikota, politisi, fungsionaris partai politik, fungsionaris LSM, dan kelompok-kelompok penekan dalam masyarakat yang bisa mempengaruhi jalannya pemerintahan. b. Pesan Politik Pesan politik ialah pernyataan yang disampaikan, baik secara tertulis maupun tidak tertulis, baik secara verbal maupun non verbal. Tersembunyi maupun terang-terangan, baik yang disadari maupun tidak disadari yang isinya mengandung bobot politik. Misalnya pidato poitik, 18 Gun Gun Heryanto, Komunikasi Politik di Era Industry Citra, h. 5. undang-undang kepartaian, undang-undang Pemilu, pernyataan poltik, artikel atau isi bukubrosur dan berita surat kabar, radio, televisi dan internet yang berisi ulasan politik dan pemerintahan, spanduk atau baliho, iklan politik, propaganda, makna logo, warna baju atau bendera dan semacamnya. c. Saluran atau Media Politik Saluran atau media politik ialah alat atau sarana yang digunakan oleh para komunikator dalam menyampaikan pesan-pesan politiknya. Misalnya media cetak, yaitu surat kabar, tabloid, majalah. Media elektronik, misalnya film, radio, televisi, komputer, internet. Media format kecil, misalnya, leaflet, brosur, selebaran, stiker, bulletin. Media luar ruang outdoor media, misalnya baliho, spandu, reklame, bendera, jumbai, pin, logo, topi, rompi, kaos oblong, kalender, blok note, dan segala sesuatunya yang biasa digunakan untuk membangun citra image building. d. Sasaran atau Target Politik Sasaran adalah anggota masyarakat yang diharapkan dapat member dukungan dalam bentuk pemberian suara kepada partai atau kandidat dalam pemilihan umum. Mereka adalah pengusaha, pegawai negeri, buruh, perempuan, ibu rumah tangga, pedagang kaki lima, mahasiswa, petani, yang berhak memilih maupun pelajar dan siswa yang akan memilih setelah cukup usia. e. Pengaruh atau Efek Komunikasi Politik Efek komunikasi poltik yang diharapkan adalah terciptanya pemahaman terhadap sistem pemerintahan dan partai-partai politik, di mana nuansanya akan bermuara pada pemberian suara dalam pemilihan umum. Pemberian suara sangat menentukan terpilih tidaknya seorang kandidat untuk posisi mulai tingkat presiden dan wakil presiden, anggota DPRMPR, gubernur, dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, walikota dan wakil walikota sampai tingkat DPRD. 19

3. Tipologi Komunikator Politik

a. Politisi 1 Politikus sebagai wakil : yakni komunikator politik yang menjadi perwakilan artikulasi kepentingan politik dari individu ataupun kelompok. 2 Politikus sebagai ideolog : yakni komunikator politik yang menjadi kader ideologi representasi nilai-nilai normatif yang diusung oleh individu atau kelompok politik. Biasanya berdasarkan sebuah proses kaderisasi. 20 19 Cangara, Komunikasi Politik: Konsep, Teori, dan Strategi, h. 37-39. 20 Gun Gun Heryanto, Hand Out Perkuliahan Mata Kuliah Komunikasi Politik, Materi-4 h.1. b. Profesional 1 Jurnalis : komunikator yang secara profesional dan melembaga turut mempublikasikan isu, opini publik, dan fakta politik yang dapat diakses oleh masyarakat luas. 2 Promotor : komunikator yang secara professional bekerja mempromosikan seorang kandidat atau sebuah partai politik tertentu dalam pemenangan kompetisi politik misalnya saat Pemilu. 21 c. Aktivis 1 Juru Bicara: komunikator politik yang mewakili kelompok- kelompok di masyarakat dalam hal menyuarakan tuntutan, desakan, dan masukan kepada suprastruktur politik. 2 Pemuka Pendapat : komunikator politik dari tokoh masyarakat, figur yang memiliki pengaruh di lingkungan masyarakat. 22

4. Saluran-Saluran Komunikasi Politik

a. Struktur face-to-face informal 1 Bersifat bebas tidak terikat oleh struktur formal. 2 Tidak semua orang memiliki akses. 3 Yang memiliki akses ke saluran ini biasanya memiliki informasi lebih banyak. 4 Sangat dipengaruhi struktur informal di mana dia bergabung. b. Struktur Sosial Tradisional 21 Ibid, h. 1. 22 Ibid, h. 1. Saluran komunikasi di mana arus komunikasi ditentukan oleh posisi sosial pihak yang berkomunikasi khalayak maupun sumber. Artinya, pada lapis mana yang bersangkutan berkedudukan dan memiliki akses di susunan sosial masyarakat tersebut. c. Struktur Masukan Input Struktur masukan adalah struktur yang memungkinkan terbentuknya input bagi sistem politik. d. Struktur Keluaran Output Struktur output politik adalah legislatif dan birokrasi. Dengan kata lain, adalah struktur formal pemerintahan. Memungkinkan penyampaian pesan secara cepat dan mudah karena mereka berada dalam jajaran birokrasi. e. Media Massa Media memiliki efek politik dalam suatu kelangsungan sistem politik. Paling tidak kekuatan media ini bersumber pada tiga hal: 1 Struktural : bersumber dari kemampuannya menyediakan khalayak bagi para politisi. 2 Psikologis : akar psikologis bersumber pada hubungan kepercayaan dan keyakinan yang diperolh oleh organisais media dari khalayak 3 Normatif : bersumber pada prinsip-prinsip demokrasi mengenai kebebasan menyatakan pendapat. 23 23 Ibid, h. 5-7.

D. Konseptualisasi Partai Politik

1. Definisi Partai politik

Partai politik merupakan sarana bagi warga negara untuk turut serta atau berpartisipasi dalam proses pengelolaan negara. Dewasa ini partai politik sudah sangat akrab di lingkungan kita. Sebagai lembaga politik, partai bukan sesuatu yang dengan sendirinya ada. Kelahirannya mempunyai sejarah cukup panjang, meskipun juga belum cukup tua. Biasa dikatakan partai politik merupakan organisasi yang baru dalam kehidupan manusia, jauh lebih muda dibandingkan dengan organisasi negara. Dan ia baru ada di negara modern. 24 Mengenai pengertian partai politik cukup banyak sarjana telah mengemukakan pendapatnya antara lain sebagai berikut: Menurt Carr yang dikutip oleh Hafied Cangara, “political party is an organization that attemps to achieve and maintain control of government” partai politik adalah suatu organisasi yang berusaha untuk mencapai dan memelihara pengawasan terhadap pemerintah. 25 Sementara itu, pengertian partai politik menurut Undang-Undang No. 31 Tahun 2002 Republik Indonesia dinyatakan bahwa “partai politik adalah organisasi politik yang dibentuk oleh sekelompok warga negara Republik Indonesia secara sukarela atas dasar persamaan kehendak dan cita-cita untuk memperjuangkan kepentingan anggota, masyarakat, bangsa, dan negara melalui pemilihan umum.” 26 24 Miriam Budiardjo, Dasar-Dasar Ilmu Politik, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2008, h. 397. 25 Cangara, Komunikasi Politik: Konsep, Teori, dan Strategi, h. 208. 26 Ibid, h. 209. Menurut Carl Friendrich yang dikutip oleh Ramlan Surbakti dalam bukunya, memberi batasan partai politik sebagai kelompok manusia yang terorganisasi secara stabil dengan tujuan untuk merebut atau mempertahankan kekuasaan dalam pemerintahan bagi pemimin materiil dan idiil kepada para anggotanya. Sementara itu soultau menjelaskan partai politik sebagai yang sedikit banyak terorganisasikan, yang bertindak sebagai suatu kesatuan politik, dan yang memanaatkan kekuasaannya untuk kebijakan umum yang mereka buat. 27

2. Fungsi Partai Politik

Fungsi utama partai politik adalah mencari dan mempertahanan kekuasaan guna mewujudkan program-program yang disusun berdasarkan ideologi tertentu. 28 Namun, partai politik juga melaksanakan sejumlah fungsi lain. Fungsi lain tersebut adalah: a. Sosialisasi Politik Yang dimaksud sosialisasi politik ialah proses pembentukan sikap dan orientasi politik para anggota masyarakat. Melalui proses sosialisai politik inilah para anggota masyarakat memperoleh sikap dan orientasi terhadap kehidupan politik yang berlangsung dalam masyarakat. b. Rekrutmen Politik Rekrutmen politik ialah seleksi dan pemilihan atau seleksi dan pengangkatan seseorang atau sekelompok orang untuk melaksanakan sejumlah peranan dalam sistem politik pada umumnya dan pemerintahan pada khususnya. Fungsi ini sangat besar porsinya manakala partai politik 27 Ramlan Surbakti, Memahami Ilmu Politik, Jakarta: Grasindo, 2010, h. 148. 28 Ibid, h. 149. itu merupakan partai tunggal seperti dalam sistem politik totaliter, atau manakala partai ini merupakan partai mayoritas dalam badan perwakilan rakyat sehingga berwenang membentuk pemerintahan dalam sistem politik demokrasi. c. Partisipasi Politik Partisipai politik ialah kegiatan warga negara biasa dalam mempengaruhi proses pembuatan dan pelaksanaan kebikjasanaan umum dan dalam ikut menentukan pemimpin pemerintahan. Kegiatan yang dimaksud, antara lain, mengajukan tuntutan, membayar pajak, melaksanakan keputusan, mengajukan kritik dan koreksi atas pelaksanaan suatu kebijakan umum, dan mendukung atau menetang calon pemimpin tertentu, mengajukan alternatif pemimpin dan memiih wakil rakyat dalam pemilihan umum. d. Pemadu Kepentingan Untuk memadukan berbagai kepentingan yang berbeda bahkan bertentangan, maka partai politik dibentuk. Kegiatan menampung, menganalisis dan memadukan berbagai bagai kepentingan yang berbeda bahkan bertentangan menjadi berbagai alternatif kebijakan umum, kemudian diperjuangkan dalam proses pembuatan dan pelaksanaan keputusan politik. Itulah yang dimaksud dengan fungsi pemaduan kepentingan. e. Komunikator Politik Partai politik berfungsi sebagai komunikator politik yang tidak hanya menyampaikan segala keputusan dan penjelasan pemerintah kepada

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

97 2755 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

36 711 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 600 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 395 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

23 535 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

45 909 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

44 818 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

13 501 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 744 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

30 895 23