Alat bantu penangkapan Deskripsi Unit Penangkapan Pancing Tonda

yang lainnya. Kapal tersebut dilengkapi dengan ruang kemudi, ruang masak, ruang mesin, dan ruang istirahat. Yang membedakan antar kapal pancing tonda tersebut yaitu terdapat beberapa kapal yang ruang kemudi dan ruang masaknya merupakan ruang tertutup sedangkan kapal yang lainnya tidak memiliki ruang tertutup untuk ruang kemudi dan ruang masaknya. Gambar 18 memperlihatkan posisi masing-masing ruangan tersebut di atas kapal. Keterangan: 1. Tempat pengoperasian pancing tonda 2. Ruang kemudi 3. Ruang masak 4. Ruang mesin 5. Palkah 6. Tempat menyimpan pancing tonda 7. Ruang istirahat Gambar 18 Ilustrasi posisi ruangan di atas kapal pancing tonda di Kabupaten Lombok Timur

5.1.3 Alat bantu penangkapan

Alat bantu penangkapan yang digunakan oleh nelayan pancing tonda di Kabupaten Lombok Timur yaitu rumpon, seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Satu unit rumpon tersebut umumnya digunakan oleh 3 – 6 kelompok nelayan atau 3 – 6 unit penangkapan pancing tonda. Rumpon digunakan oleh nelayan sebagai alat untuk mengumpulkan ikan, dimana dengan adanya keberadaan rumpon tersebut maka nelayan memiliki daerah penangkapan ikan yang tetap sehingga nelayan tidak perlu berburu ikan. Dengan kata lain, posisi rumpon merupakan daerah penangkapan ikan bagi nelayan pancing tonda di Kabupaten Lombok Timur. 1 2 3 4 5 5 5 6 7 1 2 3 4 5 5 5 6 Rumpon milik nelayan pancing tonda di Kabupaten Lombok Timur berada pada Wilayah Pengelolaan Perairan WPP 573 dikarenakan ikan yang menjadi target penangkapan yaitu ikan cakalang dominan berada pada sekitar WPP 573 tersebut. Perlu diinformasikan bahwa wilayah perairan yang termasuk ke dalam WPP 573 yaitu perairan Samudera Hindia sebelah selatan Jawa hingga sebelah selatan Nusa Tenggara, Laut Sawu dan Laut Timor bagian barat. Adapun wilayah perairan pada WPP 573 yang merupakan posisi rumpon yang menjadi daerah penangkapan ikan nelayan pancing tonda di Kabupaten Lombok Timur yaitu perairan selatan Nusa Tenggara. Adapun jarak antara PPP Labuhan Lombok dengan posisi rumpon tersebut yaitu antara 30 – 170 mil. Informasi lain yang diperoleh mengenai posisi rumpon milik nelayan pancing tonda di PPP Labuhan Lombok yaitu rumpon tersebut dipasang maksimal 12 mil dari daratan terdekat. Rumpon yang digunakan oleh nelayan pancing tonda di Kabupaten Lombok Timur terdiri dari pelampung, tali, daun kelapa, dan pemberat. Pelampung pada rumpon terdiri dari sterofoam yang berukuran kira-kira 2,5 meter x 1 meter; bambu yang diikatkan pada keempat sisi panjang sterofoam; serta ban bekas mobil yang dipasang pada kesemua bagian sterofoam. Tali pada rumpon digunakan sebagai tempat mengikatkan daun kelapa dan pemberat. Tali tersebut dipasang pada keempat sisi sterofoam dan masing-masing tali dilengkapi dengan daun kelapa dan pemberat. Tali yang digunakan tersebut memiliki panjang antara 1000 – 3000 meter, bergantung pada dalamnya perairan tempat rumpon dipasang. Pemberat yang digunakan pada rumpon tersebut terbuat dari beton yang memiliki berat 50 kg, sehingga total pemberat yang digunakan pada rumpon tersebut yaitu 200 kg. Daun kelapa yang merupakan bagian penting pada rumpon dipasang sekitar 5 meter ke bawah dari sterofoam. Gambar 19 menunjukkan bentuk pelampung pada rumpon milik nelayan pancing tonda di Kabupaten Lombok Timur dan Gambar 20 menunjukkan ilustrasi dari rumpon tersebut pada saat dipasang diperairan. Gambar 19 Bentuk pelampung pada rumpon milik nelayan pancing tonda di Kabupaten Lombok Timur Gambar 20 Ilustrasi rumpon milik nelayan pancing tonda di Kabupaten Lombok Timur saat dipasang diperairan

5.1.4 Nelayan


Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

84 2141 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 552 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

30 481 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

12 309 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

22 425 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

36 676 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 582 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

11 380 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

16 560 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

27 680 23