Disposisi Implementasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan (studi kasus : Pinjaman Bergulir di Kelurahan Bantan Kecamatan Tembung)

melakukan kegiatan program seperti dana dan sarana prasarana. Kantor LKM Sari Bantan berada pada kantor kelurahan. Semua informasi mengenai pinjaman bergulir dipusatkan di kantor kelurahan ini. Dana operasional pelaksanaan program berasal dari keuntungan yang diperoleh dari pinjaman masyarakat. Hal terkait disampaikan oleh koordinator LKM , bapak Misman yang mengatakan: “Kantor LKM berada di kantor kelurahan yang digunakan untuk membagikan informasi - informasi kepada masyarakat, di depan ada papan pengumuman, disitu biasanya kita tempelkan pengumuman – pengumuman, disini juga kita adakan rembug warga.” Dan mengenai dana operasional anggota UPK menyampaikan : wawancara pada tanggal 18 Juni 2013 “untuk dana operasional yang kita pake itu berasal dari laba yang kita dapat dari pinjaman masyarakat. Kan itu ada aturnya. Ya memang sangat sedikit dana operasional yang kita dapat, bunga satu setengah persen dari pinjamanan masyarakat, kita kadang terkendala di biaya operasional ” Berdasarkan observasi peneliti, terdapat fasilitas – fasilitas yang digunakan untuk mendukung berjalanya program pinjaman bergulir ini, seperti kantor LKM yang digunakan sebagai pusat informasi bagi warga Kelurahan Bantan yang berkaitan dengan pinjaman bergulir PNPM MP. Selain itu, untuk mendukung kegiatan juga diperlukan dana operasional yang berasal dari laba atas pinjaman KSM. Kekurangan biaya operasional juga mempengaruhi pelaksanaan program ini. wawancara pada tanggal 18 Juni 2013

c. Disposisi

Salah satu faktor yang mempengaruhi efektifitas implementasi kebijakan adalah sikap implementor. Jika implemetor setuju dengan bagian-bagian isi dari kebijakan maka mereka akan melaksanakan dengan senang hati tetapi jika pandangan mereka berbeda dengan pembuat kebijakan maka proses implementasi akan mengalami banyak masalah.Ada tiga bentuk sikaprespon implementor terhadap kebijakan ; kesadaran pelaksana, petunjukarahan pelaksana untuk merespon program kearah penerimaan atau penolakan, dan intensitas dari Universitas Sumatera Utara respon tersebut. Masyarakat Kelurahan Bantan yang merupakan objek dan juga sebagai pelaksana program sangat antusias dengan adanya program ini, seperti yang disamapaikan oleh seorang peminjam yang mengatakan : “Ibu sangat bersyukur dengan adanya program pinjaman, saya gak bingung lagi mencari pinjaman buat modal usaha yang selama ini sulit didapat. Awal pinjaman saya minta lima ratus ribu, pinjaman seterusnya dua juta. Ya sangat membantu lah.” wawancara pada tanggal 24 Juni 2013 Senada dengan yang disampaikan oleh koordinator LKM yang menyampaikan: “kita sebagai LKM merasa program ini sangat membantu, khususnya masyarakat yang selama ini sangat kesulitan mendapatkan pinjaman dari bank. Kita berusaha agar melalui program ini, kesejahteraan masyarakat bisa terangkat. wawancara pada tanggal 24 Juni 2013 Berdasarkan observasi diatas, masyarakat sebagai objek dan juga sebagai pelaksana program, sangat antusias dan memahami arti pentingnya program yang sedang dijalankan. Dan hal ini sangat berpengaruh terhadap berhasil tidaknya program pinjaman bergulir itu sendiri. Birokrasi merupakan salah satu badan yang paling sering atau dominan menjadi pelaksana kebijakan. Apabila para pelaksana kebijakan telah mengetahui apa yang dilakukan dan mempunyai cukup keinginan serta sumber-sumber untuk melakukannya, tetapi dalam pelaksanaanya masih terhambat oleh struktur-struktur organisasi maka tujuan dari kebijakan tidak akan tercapai. Menurut Edward

d. Struktur Birokrasi

Dokumen yang terkait

Dampak Program Dana Bergulir PNPM Mandiri Perkotaan Terhadap Kesejahteraan Masyarakat di Kecamatan Medan Kota

0 95 100

Efektivitas Pelaksanaan Pinjaman Dana Bergulir Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan di Kelurahan Karang Berombak Kecamatan Medan Barat

9 74 97

Efektifitas Pelaksanaan Program Pinjaman Bergulir (PNPM Mandiri Perkotaan) di Kelurahan Karang Berombak Kecamatan Medan Barat Kota Medan

0 27 245

Pengaruh Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat –Program Penanggulangan Kemiskinan Di Perkotaan (PNPM-P2KP) Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat Di Kelurahan Sidikalang Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi

1 51 128

Partisipasi Masyarakat dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Nasional (PNPM) Mandiri Perdesaan (Studi Deskriftif di Kelurahan Aek Simotung, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara)

0 62 148

Partisipasi Masyarakat Dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP)Di Kecamatan Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara

4 84 264

Partisipasi Masyarakat Dalam Perencanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MP) (Studi Kasus di Desa Sitio II Kecamatan Lintong Nihuta Kabupaten Humbang Hasundutan)

0 46 125

Implementasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan di Desa Dolok Hataran Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun

0 55 76

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kebijakan Publik - Implementasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan (studi kasus : Pinjaman Bergulir di Kelurahan Bantan Kecamatan Tembung)

0 0 32

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Implementasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan (studi kasus : Pinjaman Bergulir di Kelurahan Bantan Kecamatan Tembung)

0 0 8