Identifikasi Jenis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah serta Potensinya terhadap Pengembangan Wilayah Provinsi Sumatera Utara

IDENTIFIKASI JENIS PAJAK DAERAH DAN
RETRIBUSI DAERAH SERTA POTENSINYA
TERHADAP PENGEMBANGAN WILAYAH
PROVINSI SUMATERA UTARA

TESIS

Oleh
TAUFAN
087003062/PWD

E

K O L A

S

H

S

N

A

PA

C

ASARJA

SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

IDENTIFIKASI JENIS PAJAK DAERAH DAN
RETRIBUSI DAERAH SERTA POTENSINYA
TERHADAP PENGEMBANGAN WILAYAH
PROVINSI SUMATERA UTARA

TESIS

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Magister Sains
dalam Program Studi Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan
pada Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara

Oleh
TAUFAN
087003062/PWD

SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

Judul Tesis

: IDENTIFIKASI JENIS PAJAK DAERAH DAN
RETRIBUSI
DAERAH
SERTA
POTENSINYA
TERHADAP
PENGEMBANGAN
WILAYAH
PROVINSI SUMATERA UTARA

Nama Mahasiswa

: Taufan

Nomor Pokok

: 087003062

Program Studi

: Perencanaan Pembangungan Wilayah dan Pedesaan

Menyetujui
Komisi Pemimbing,

(Prof. Bachtiar Hassan Miraza)
Ketua

(Wahyu Ario Pratomo, SE., M.Ec)
Anggota

(Kasyful Mahalli, SE., M.Si)
Anggota

Ketua Program Studi,

Direktur,

(Prof. Dr. Lic.rer.reg. Sirojuzilam, SE)

(Prof. Dr. Ir.A. Rahim Matondang, MSIE)

Tanggal lulus : 18 April 2011

Universitas Sumatera Utara

Telah diuji pada
Tanggal: 18 April 2011

PANITIA PENGUJI TESIS
Ketua

: Prof. Bachtiar Hassan Miraza

Anggota : 1. Kasyful Mahalli, SE., M.Si
2. Wahyu Ario Pratomo, SE., M.Ec
3. Prof. Erlina, SE., M.Si., PhD.Ak
4. Irsyad Lubis, SE., M.Sos.Sc., PhD

Universitas Sumatera Utara

IDENTIFIKASI JENIS PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH
SERTA POTENSINYA TERHADAP PENGEMBANGAN WILAYAH
PROVINSI SUMATERA UTARA

ABSTRAK

Taufan, dengan judul penelitian “Identifikasi Jenis Pajak Daerah dan
Retribusi Daerah Serta Potensinya terhadap Pengembangan Wilayah Provinsi
Sumatera Utara” dengan komisi pembimbing Bapak Prof. Bachtiar Hassan Miraza
(Ketua), Bapak Kasyful Mahalli, SE., M.Si (Anggota) dan Bapak Wahyu Ario
Pratomo, SE., M.Ec (Anggota).
Otonomi daerah memberikan peluang kepada setiap daerah untuk
menentukan nasibnya sendiri tetapi tetap dalam kerangka Negara Kesatuan Republik
Indonesia. Kemakmuran dan kesejahteraan suatu daerah dapat dilihat dari tingkat
pendapatannya, dan untuk mengetahui pendapatan suatu daerah sangat penting
diketahui faktor-faktor yang mempengaruhinya, sehingga masalah yang dihadapi
dapat teratasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis pajak daerah dan
retribusi daerah ke dalam klasifikasi prima, potensial, berkembang dan sulit
dikembangkan serta menganalisis pengaruh jenis pajak daerah dan retribusi daerah
dalam hal pertumbuhan dan kontribusinya terhadap total pendapatan daerah,
anggaran pembangunan dan produk domestik regional bruto. Data yang digunakan
berupa data sekunder di Provinsi Sumatera Utara dengan periode penelitian tahun
2000 – 2010.
Alat analisis yang digunakan adalah analisis pertumbuhan, analisis
kontribusi, analisis overlay dengan matrik dan analisis regresi. Analisis pertumbuhan
dan kontribusi digunakan untuk mengetahui pertumbuhan dan kontribusi jenis pajak
daerah dan retribusi daerah terhadap total pendapatan daerah dan anggaran
pembangunan. Analisis overlay dengan matrik digunakan untuk mengidentifikasi
jenis pajak daerah dan retribusi daerah yang diklasifikasikan prima, potensial,
berkembang dan sulit dikembangkan. Analisis regresi digunakan untuk mengetahui
pengaruh pajak daerah dan retribusi daerah terhadap Produk Domestik Regional
Bruto (PDRB).
Hasil penelitian ini menunjukkan pertumbuhan dan kontribusi jenis pajak
daerah dan retribusi daerah mengalami fluktuasi. Identifikasi terhadap jenis pajak
daerah memiliki klasifikasi prima: pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBB-KB),
potensial: pajak kendaraan bermotor (PKB) dan pajak bea balik nama kendaraan
bermotor (BBN-KB), berkembang: pajak bea balik nama kendaraan di atas air (BBNKDA), sulit dikembangkan: pajak kendaraan di atas air (PKDA) dan pajak
pemanfaatan air permukaan umum/air bawah tanah (APU/ABT). Untuk retribusi

Universitas Sumatera Utara

daerah terklasifikasi potensial: retribusi jasa umum, berkembang: retribusi perijinan
tertentu, sulit dikembangkan: retribusi jasa usaha. Pajak daerah dan retribusi daerah
berpengaruh terhadap anggaran pembangunan hal ini terlihat dari pertumbuhan
anggaran pembangunan dan kontribusi pajak daerah dan retribusi daerah yang selalu
meningkat setiap tahunnya. Hasil pengujian F statistik menunjukkan secara
keseluruhan variabel bebas yang ada dalam persamaan dapat mempengaruhi PDRB
pada tingkat kepercayaan 95%. Pengujian t statistik, variabel bebas yang berpengaruh
nyata dan signifikan terhadap PDRB adalah pajak daerah, sedangkan retribusi daerah
tidak berpengaruh nyata.
Kata kunci: Pajak Daerah, Total Pendapatan Daerah, Anggaran Pembangunan Dan
Produk Domestik Regional Bruto.

Universitas Sumatera Utara

IDENTIFICATION OF TYPES OF LOCAL TAXES AND LEVIES AND THE
POTENCY FOR NORTH SUMATRA REGIONAL DEVELOPMENT

ABSTRACT

Taufan, with the title of the research "Identification of Types of Local Taxes
and Levies and the Potency for North Sumatra Regional Development" with
supervising commission Prof. Bachtiar Miraza Hassan, Mr Kasyful Mahalli, SE., M.
Si and Mr. Wahyu Ario Pratomo, SE., M. Ec.
Regional autonomy provides the opportunity for each region to determine
their own destiny but still within the framework of the Unitary Republic of Indonesia.
Prosperity and welfare of a region can be seen from the level of income, and to know
the income of a region is very important to know the factors that influence it, so that
the problems encountered can be resolved.
This research aims to identify the types of regional taxes and levies to the
classification of primary, potential, developing and difficult to develop and analyze
the effect of local taxes and levies in terms of growth and contribution to total
revenues, budget development and gross regional domestic product. The data used
are secondary data in North Sumatra Province with a study period of 2000 to 2010.
Analytical tool used is the analysis of growth, contribution analysis, overlay
analysis with matrix and regression analysis. Analysis of growth and contributions
are used to determine the growth and contribution of local taxes and levies to total
revenue and development budget. Overlaid with a matrix analysis is used to identify
the types of regional taxes and levies are classified as prime, potentially, developing
and difficult to develop. Regression analysis is used to determine the effect of local
taxes and levies to the Gross Regional Domestic Product (GDP).
The results of this research show the growth and contribution of local taxes
and levies has fluctuated. Identification of types of local taxes has a prime
classification: vehicle fuel tax (PBB-KB), potential: vehicle tax (PKB) and import tax
vehicle ownership (BBN-KB), developing: import tax vehicles on the water (BBNKDA), difficult to develop: vehicle tax on the water (PKDA) and surface water
utilization tax/groundwater (APU/ABT). For classified potential levies: general
services charges, developing: certain licensing fees, difficult to develop: charges for
services. Regional taxes and levies affect the development budget it is seen from the
growth of the construction budget and the contribution of regional taxes and levies
are always increasing every year. Test results of F-test statistic of the independent
variables in the equation may affect the GDP at 95% confidence level. T test
statistics, the independent variables that affect real and significant impact on GDP is
local taxes, while levies no real effect.

Universitas Sumatera Utara

Keywords:

Regional Taxes, Total Revenues, Budget Development And Gross
Regional Domestic Product.

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wata’ala atas
segala limpahan Rahmat dan Karunia-Nya, sehingga penulis dapat menuangkan hasil
penelitian dalam tesis yang berjudul “Identifikasi Jenis Pajak Daerah dan Retribusi
Daerah serta Potensinya terhadap Pengembangan Wilayah Provinsi Sumatera Utara”.
Tesis ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister
Sains dalam Program Studi Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan pada
Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara.
Penyusunan dan penyelesaian tesis ini berkat bimbingan, bantuan dan
dorongan dari berbagai pihak. Penulis menyampaikan rasa terima kasih secara khusus
kepada Ibu dan Ayah tercinta yang selalu memberikan doa dan restunya, dukungan
moril dan spiritual serta harapan dan kasih sayangnya kepada penulis, kepada Bapak
Prof. Bachtiar Hassan Miraza, Bapak Kasyful Mahalli, SE., M.Si dan Bapak Wahyu
Ario Pratomo, SE., M.Ec atas bimbingan dan arahannya dalam penyelesaian tesis ini.
Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada:
1.

Bapak Prof. Dr. Ir. A. Rahim Matondang, MSIE, selaku Direktur Sekolah
Pascasarjana Universitas Sumatera Utara.

2.

Bapak Prof. Dr. Lic.rer.reg. Sirojuzilam, SE, selaku Ketua Program Studi
Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan Sekolah Pascasarjana
Universitas Sumatera Utara.

3.

Ibu Prof. Erlina, SE., M.Si., PhD., Ak, Bapak Irsyad Lubis, SE., M.Sos.Sc., PhD
dan Bapak Drs. Rujiman, MA, selaku Dosen Pembanding yang telah
memberikan kritikan dan saran demi kesempurnaan tesis ini.

4.

Rekan-rekan mahasiswa dan alumni serta seluruh Civitas Akademika PPS-USU
yang telah banyak membantu proses administrasi dan kelancaran akademik.

Universitas Sumatera Utara

Penulis menyadari bahwa karya ini jauh dari kesempurnaan, untuk itu
penulis selalu mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pihak pembaca
yang arif guna perbaikan selanjutnya di masa yang akan datang.
Akhir kata semoga segala kebaikan dan bantuan yang diberikan kepada
penulis mendapat balasan dari Allah Subhanahu Wata’ala dan semoga tesis ini
bermanfaat bagi kita semua.

Medan, 13 April 2011
Penulis,

Taufan

Universitas Sumatera Utara

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka
Belitung pada tanggal 13 September 1985, dari pasangan H. Soenardi, JS (Bapak) dan
Hj. Karyantini (Ibu).
Menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar pada SD Negeri 5 tahun 1997,
Sekolah Menengah Pertama pada SMP Negeri 2 tahun 2000, Sekolah Menengah Atas
pada SMA Negeri 1 tahun 2003 masing-masing di Kota Pangkalpinang dan lulus
Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) tahun 2007 dan pada tahun
2011 menyelesaikan pendidikan Magister (S2) pada Program Studi Perencanaan
Pembangunan Wilayah dan Pedesaan (PWD) Sekolah Pascasarjana Universitas
Sumatera Utara.
Pekerjaan yang ditekuni diawali dari Pegawai Negeri Sipil pada Sekretariat
Jenderal Kementerian Dalam Negeri ketika mengikuti pendidikan di STPDN dari
tahun 2004 sampai dengan tahun 2007. Setelah lulus dari STPDN ditempatkan di
Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sampai dengan
tahun 2008. Tahun 2008 sampai dengan sekarang penulis bertugas pada Biro
Otonomi Daerah dan Kerjasama Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Utara.

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

Halaman
ABSTRAK ..........................................................................................................

i

ABSTRACT .........................................................................................................

iii

KATA PENGANTAR ........................................................................................

iv

RIWAYAT HIDUP ............................................................................................

vi

DAFTAR ISI .......................................................................................................

vii

DAFTAR TABEL ..............................................................................................

ix

DAFTAR GAMBAR ..........................................................................................

xi

DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................................

xii

BAB I

PENDAHULUAN ..............................................................................

1

1.1. Latar Belakang Masalah .............................................................

1

1.2. Rumusan Masalah ......................................................................

9

1.3. Tujuan Penelitian .......................................................................

9

1.4. Manfaat Penelitian .....................................................................

10

TINJAUAN PUSTAKA ....................................................................

11

2.1. Pengembangan Wilayah .............................................................

11

2.2. Desentralisasi Fiskal ...................................................................

11

2.3. Pendapatan Asli Daerah .............................................................

13

2.4. Pajak Daerah ..............................................................................

14

2.5. Retribusi Daerah .........................................................................

17

2.6. Produk Domestik Regional Bruto ..............................................

18

2.7. Penelitian Terdahulu ..................................................................

19

2.8. Kerangka Pikir Penelitian ..........................................................

20

2.9. Hipotesis .....................................................................................

21

BAB III METODE PENELITIAN .................................................................

22

3.1. Ruang Lingkup Penelitian ..........................................................

22

3.2. Jenis dan Sumber Data ...............................................................

22

BAB II

Universitas Sumatera Utara

3.3. Teknik Analisis Data ..................................................................

22

3.3.1. Analisis Pertumbuhan ......................................................

23

3.3.2. Analisis Tingkat Kontribusi .............................................

23

3.3.3. Analisis Klasifikasi Jenis Pajak Daerah dan Retribusi
Daerah (Overlay) ..............................................................

23

3.3.4. Analisis Regresi ................................................................

26

3.4. Definisi Operasional ..................................................................

28

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.................................

29

4.1. Gambaran Umum Provinsi Sumatera Utara ...............................

29

4.1.1. Sejarah Provinsi Sumatera Utara ....................................

29

4.1.2. Kondisi Geografis ..........................................................

33

4.1.3. Kondisi Demografis .......................................................

34

4.1.4. Kondisi Ekonomi ............................................................

37

4.1.5. Visi Provinsi Sumatera Utara .........................................

42

4.1.6. Misi Provinsi Sumatera Utara ........................................

43

4.2. Hasil Penelitian dan Pembahasan ..............................................

45

4.2.1. Pertumbuhan dan Kontribusi Jenis PAD ........................

45

4.2.2. Realisasi Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Bagian
Laba BUMD dan Lain-lain PAD yang Sah ....................

47

4.2.3. PDRB Provinsi Sumatera Utara .....................................

49

4.2.4. Pertumbuhan dan Kontribusi Jenis Pajak Daerah ..........

50

4.2.5. Pertumbuhan dan Kontribusi Jenis Retribusi Daerah ....

52

4.2.6. Identifikasi Jenis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ...

54

4.2.7. Pengujian Hipotesis ........................................................

56

4.2.8. Analisis Pengaruh Pajak Daerah dan Retribusi Daerah
terhadap PDRB ...............................................................

62

4.2.9. Pajak Daerah ..................................................................

65

4.2.10. Retribusi Daerah .............................................................

66

4.2.11. Potensi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah terhadap
Pengembangan Wilayah Provinsi Sumatera Utara .........

66

Universitas Sumatera Utara

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN ..........................................................

72

5.1. Kesimpulan ................................................................................

72

5.2. Saran ...........................................................................................

73

DAFTAR PUSTAKA .........................................................................................

74

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

Nomor
1.1
1.2
1.3
1.4
4.1
4.2
4.3
4.4
4.5
4.6

4.7
4.8
4.9
4.10
4.11

Judul

Halaman

Pendapatan Asli Daerah Provinsi Sumatera Utara Tahun 2000 – 2010
(dalam juta rupiah) ...................................................................................

5

Target dan Realisasi Pendapatan Pajak Daerah Provinsi Sumatera
Utara Tahun 2000 – 2010 (dalam juta rupiah) .........................................

6

Target dan Realisasi Pendapatan Retribusi Daerah Provinsi Sumatera
Utara Tahun 2000 – 2010 (dalam juta rupiah) .........................................

7

PDRB Provinsi Sumatera Utara Tahun 2000 – 2010 (dalam juta
rupiah) ......................................................................................................

8

Jumlah Penduduk Sumatera Utara Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis
Kelamin Tahun 2010 ................................................................................

35

Jumlah, Kepadatan dan Distribusi Penduduk Sumatera Utara Menurut
Kabupaten/Kota Tahun 2010 ...................................................................

37

PDRB Kabupaten/Kota di Sumatera Utara Tahun 2007 - 2009 (dalam
milyar rupiah) ...........................................................................................

39

Pertumbuhan Jenis PAD Provinsi Sumatera Utara Tahun 2001 - 2010
(dalam %) .................................................................................................

46

Kontribusi Jenis PAD terhadap Total PAD Provinsi Sumatera Utara
Tahun 2000 – 2010 (dalam %) .................................................................

47

Realisasi Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Bagian Laba BUMD dan
Lain-lain PAD Provinsi Sumatera Utara Tahun 2000 – 2010 (dalam
juta rupiah) ...............................................................................................

49

PDRB Provinsi Sumatera Utara Tahun 2000 – 2010 (dalam juta
rupiah) .......................................................................................................

50

Pertumbuhan Jenis Pajak Daerah Provinsi Sumatera Utara Tahun 2004
– 2010 (dalam %) .....................................................................................

51

Kontribusi Jenis Pajak Daerah terhadap Total Pajak Daerah Provinsi
Sumatera Utara Tahun 2004 – 2010 (dalam %) .......................................

52

Pertumbuhan Jenis Retribusi Daerah Provinsi Sumatera Utara Tahun
2004 – 2010 (dalam %) ............................................................................

53

Kontribusi Jenis Retribusi Daerah terhadap Total Retribusi Daerah
Provinsi Sumatera Utara Tahun 2004 – 2010 (dalam %) .........................

54

Universitas Sumatera Utara

4.12

Klasifikasi Jenis Pajak Daerah Provinsi Sumatera Utara Tahun 2004 –
2010 ..........................................................................................................

55

Klasifikasi Jenis Retribusi Daerah Provinsi Sumatera Utara Tahun
2004 – 2010 ..............................................................................................

56

4.14

Hasil Pengujian Autokorelasi ...................................................................

61

4.15

Nilai Toleransi dan VIF ............................................................................

62

4.16

Hasil Analisis Statistik antara Pajak Daerah dan Retribusi Daerah
terhadap PDRB Harga Konstan ................................................................

63

Jumlah Pajak dan Retribusi Daerah Provinsi Sumatera Utara Tahun
2000-2010 (dalam juta rupiah)..................................................................

68

Pertumbuhan dan Kontribusi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah
terhadap Anggaran Pembangunan Provinsi Sumatera Utara Tahun
2000 – 2010 .............................................................................................

69

4.13

4.17
4.18

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR

Nomor

Judul

Halaman

2.1

Model Leviathan ......................................................................................

16

2.2

Kerangka Pikir Penelitian .........................................................................

21

4.1

Hasil Pengujian Normalitas ......................................................................

58

4.2

Hasil Pengujian Heteroskedastisitas .........................................................

60

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR LAMPIRAN

Nomor
1.

2.

3.

Judul

Halaman

Hasil Analisis Uji Statistik Pengaruh Pajak Daerah dan Retribusi
Daerah terhadap PDRB …………………………………………….

75

Perhitungan Analisis Overlay untuk Jenis Pajak Daerah di Provinsi
Sumatera Utara .................................................................................

83

Perhitungan Analisis Overlay untuk Jenis Retribusi Daerah
di Provinsi Sumatera Utara ..............................................................

84

Universitas Sumatera Utara

IDENTIFIKASI JENIS PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH
SERTA POTENSINYA TERHADAP PENGEMBANGAN WILAYAH
PROVINSI SUMATERA UTARA

ABSTRAK

Taufan, dengan judul penelitian “Identifikasi Jenis Pajak Daerah dan
Retribusi Daerah Serta Potensinya terhadap Pengembangan Wilayah Provinsi
Sumatera Utara” dengan komisi pembimbing Bapak Prof. Bachtiar Hassan Miraza
(Ketua), Bapak Kasyful Mahalli, SE., M.Si (Anggota) dan Bapak Wahyu Ario
Pratomo, SE., M.Ec (Anggota).
Otonomi daerah memberikan peluang kepada setiap daerah untuk
menentukan nasibnya sendiri tetapi tetap dalam kerangka Negara Kesatuan Republik
Indonesia. Kemakmuran dan kesejahteraan suatu daerah dapat dilihat dari tingkat
pendapatannya, dan untuk mengetahui pendapatan suatu daerah sangat penting
diketahui faktor-faktor yang mempengaruhinya, sehingga masalah yang dihadapi
dapat teratasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis pajak daerah dan
retribusi daerah ke dalam klasifikasi prima, potensial, berkembang dan sulit
dikembangkan serta menganalisis pengaruh jenis pajak daerah dan retribusi daerah
dalam hal pertumbuhan dan kontribusinya terhadap total pendapatan daerah,
anggaran pembangunan dan produk domestik regional bruto. Data yang digunakan
berupa data sekunder di Provinsi Sumatera Utara dengan periode penelitian tahun
2000 – 2010.
Alat analisis yang digunakan adalah analisis pertumbuhan, analisis
kontribusi, analisis overlay dengan matrik dan analisis regresi. Analisis pertumbuhan
dan kontribusi digunakan untuk mengetahui pertumbuhan dan kontribusi jenis pajak
daerah dan retribusi daerah terhadap total pendapatan daerah dan anggaran
pembangunan. Analisis overlay dengan matrik digunakan untuk mengidentifikasi
jenis pajak daerah dan retribusi daerah yang diklasifikasikan prima, potensial,
berkembang dan sulit dikembangkan. Analisis regresi digunakan untuk mengetahui
pengaruh pajak daerah dan retribusi daerah terhadap Produk Domestik Regional
Bruto (PDRB).
Hasil penelitian ini menunjukkan pertumbuhan dan kontribusi jenis pajak
daerah dan retribusi daerah mengalami fluktuasi. Identifikasi terhadap jenis pajak
daerah memiliki klasifikasi prima: pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBB-KB),
potensial: pajak kendaraan bermotor (PKB) dan pajak bea balik nama kendaraan
bermotor (BBN-KB), berkembang: pajak bea balik nama kendaraan di atas air (BBNKDA), sulit dikembangkan: pajak kendaraan di atas air (PKDA) dan pajak
pemanfaatan air permukaan umum/air bawah tanah (APU/ABT). Untuk retribusi

Universitas Sumatera Utara

daerah terklasifikasi potensial: retribusi jasa umum, berkembang: retribusi perijinan
tertentu, sulit dikembangkan: retribusi jasa usaha. Pajak daerah dan retribusi daerah
berpengaruh terhadap anggaran pembangunan hal ini terlihat dari pertumbuhan
anggaran pembangunan dan kontribusi pajak daerah dan retribusi daerah yang selalu
meningkat setiap tahunnya. Hasil pengujian F statistik menunjukkan secara
keseluruhan variabel bebas yang ada dalam persamaan dapat mempengaruhi PDRB
pada tingkat kepercayaan 95%. Pengujian t statistik, variabel bebas yang berpengaruh
nyata dan signifikan terhadap PDRB adalah pajak daerah, sedangkan retribusi daerah
tidak berpengaruh nyata.
Kata kunci: Pajak Daerah, Total Pendapatan Daerah, Anggaran Pembangunan Dan
Produk Domestik Regional Bruto.

Universitas Sumatera Utara

IDENTIFICATION OF TYPES OF LOCAL TAXES AND LEVIES AND THE
POTENCY FOR NORTH SUMATRA REGIONAL DEVELOPMENT

ABSTRACT

Taufan, with the title of the research "Identification of Types of Local Taxes
and Levies and the Potency for North Sumatra Regional Development" with
supervising commission Prof. Bachtiar Miraza Hassan, Mr Kasyful Mahalli, SE., M.
Si and Mr. Wahyu Ario Pratomo, SE., M. Ec.
Regional autonomy provides the opportunity for each region to determine
their own destiny but still within the framework of the Unitary Republic of Indonesia.
Prosperity and welfare of a region can be seen from the level of income, and to know
the income of a region is very important to know the factors that influence it, so that
the problems encountered can be resolved.
This research aims to identify the types of regional taxes and levies to the
classification of primary, potential, developing and difficult to develop and analyze
the effect of local taxes and levies in terms of growth and contribution to total
revenues, budget development and gross regional domestic product. The data used
are secondary data in North Sumatra Province with a study period of 2000 to 2010.
Analytical tool used is the analysis of growth, contribution analysis, overlay
analysis with matrix and regression analysis. Analysis of growth and contributions
are used to determine the growth and contribution of local taxes and levies to total
revenue and development budget. Overlaid with a matrix analysis is used to identify
the types of regional taxes and levies are classified as prime, potentially, developing
and difficult to develop. Regression analysis is used to determine the effect of local
taxes and levies to the Gross Regional Domestic Product (GDP).
The results of this research show the growth and contribution of local taxes
and levies has fluctuated. Identification of types of local taxes has a prime
classification: vehicle fuel tax (PBB-KB), potential: vehicle tax (PKB) and import tax
vehicle ownership (BBN-KB), developing: import tax vehicles on the water (BBNKDA), difficult to develop: vehicle tax on the water (PKDA) and surface water
utilization tax/groundwater (APU/ABT). For classified potential levies: general
services charges, developing: certain licensing fees, difficult to develop: charges for
services. Regional taxes and levies affect the development budget it is seen from the
growth of the construction budget and the contribution of regional taxes and levies
are always increasing every year. Test results of F-test statistic of the independent
variables in the equation may affect the GDP at 95% confidence level. T test
statistics, the independent variables that affect real and significant impact on GDP is
local taxes, while levies no real effect.

Universitas Sumatera Utara

Keywords:

Regional Taxes, Total Revenues, Budget Development And Gross
Regional Domestic Product.

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang Masalah
Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 1, antara lain menyatakan Indonesia adalah

negara kesatuan, dan kemudian dibangun pula berbagai daerah otonom melalui Pasal
18 Undang-Undang Dasar 1945. Hal ini menyebabkan terdapatnya kebijakan dan
implementasi sesuai dengan kondisi riil masyarakat bersangkutan. Pembentukan
daerah otonom melalui desentralisasi pada hakikatnya adalah menciptakan efisiensi
dan inovasi dalam pemerintahan. Dalam rangka desentralisasi itulah maka daerahdaerah diberi otonomi, yaitu kewenangan yang luas, nyata dan bertanggung jawab
untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri.
Dalam pelaksanaannya, banyak tantangan yang dihadapi sesuai dengan
perubahan zaman dan tuntutan masyarakat. Perubahan tersebut dijawab oleh
pemerintah pusat dengan mengeluarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004
tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang
Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
Berlakunya produk hukum mengenai pemerintahan daerah tersebut
membawa angin segar dalam pelaksanaan desentralisasi. Konsekuensinya pemerintah
daerah harus dapat mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. Pelaksanaan
tugas tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan karena salah satunya perlu
kemampuan ekonomi yaitu; pertama adalah tentang bagaimana pemerintah daerah

Universitas Sumatera Utara

dapat

menghasilkan

finansial

untuk

menjalankan

organisasi

termasuk

memberdayakan masyarakat, kedua bagaimana pemerintah daerah melihat fungsinya
mengembangkan kemampuan ekonomi daerah (Nugroho, 2000: 109).
Dari uraian yang disampaikan di atas bahwa salah satu ciri utama kemampuan
suatu daerah adalah terletak pada kemampuan keuangan daerah artinya daerah
otonom harus memiliki kewenangan dan kemampuan untuk menggali sumber-sumber
keuangan daerah tersebut. Menurut Kaho (1997: 124) untuk menjalankan fungsi
pemerintahan faktor keuangan suatu hal yang sangat penting karena hampir tidak ada
kegiatan pemerintahan yang tidak membutuhkan biaya. Pemerintah daerah tidak saja
menggali sumber-sumber keuangan akan tetapi juga sanggup mengelola dan
menggunakan secara value for money dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan
daerah, sehingga ketergantungan kepada pemerintah pusat harus seminimal mungkin
dapat ditekan. Dengan dikuranginya ketergantungan kepada pemerintah pusat maka
pendapatan asli daerah (PAD) menjadi sumber keuangan terbesar. Kegiatan ini
hendaknya didukung juga oleh kebijakan perimbangan keuangan antara pemerintah
pusat dan pemerintah daerah sebagai prasyarat dalam sistem pemerintahan negara
(Koswara, 2000: 50).
Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan
antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, menyebutkan bahwa sumbersumber penerimaan daerah dalam pelaksanaan desentralisasi terdiri atas pendapatan
daerah dan pembiayaan. Pendapatan daerah bersumber dari:

Universitas Sumatera Utara

a. Pendapatan asli daerah;
b. Dana perimbangan; dan
c. Lain-lain pendapatan.
Sedangkan pembiayaan berasal dari:
a. Sisa lebih perhitungan anggaran daerah;
b. Penerimaan pinjaman daerah;
c. Dana cadangan daerah; dan
d. Hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan.
PAD adalah pendapatan yang diperoleh daerah yang dipungut berdasarkan
peraturan daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan, yang bersumber dari:
a. Pajak daerah;
b. Retribusi daerah;
c. Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan; dan
d. Lain-lain PAD yang sah.
PAD diharapkan dapat menjadi penyangga dalam penyelenggaraan kegiatan
pemerintah daerah. Dengan semakin banyak kebutuhan daerah dapat dibiayai oleh
PAD maka semakin tinggi pula tingkat kualitas otonomi daerah, juga semakin
mandiri dalam bidang keuangan daerahnya (Syamsi, 1987: 213).
Menggali PAD tidak berarti menetapkan tarif yang tinggi dari objek pajak
yang ada ataupun memperbanyak jenis kutipan dari objek yang sama. Dengan dana
yang tersedia, pemerintah daerah harus mampu memacu pertumbuhan ekonomi

Universitas Sumatera Utara

wilayah sehingga objek pajak menjadi bertambah. Kalau objek pajak bertambah,
walaupun dengan menggunakan tarif yang wajar, pendapatan dari pajak daerah akan
terus meningkat. Ini berarti pemerintah daerah harus jeli dalam menetapkan visi, misi,
strategi, dan prioritas dalam perencanaan pembangunan wilayah (Tarigan, 2004).
Komponen PAD yang mempunyai peranan penting terhadap kontribusi
penerimaan adalah pajak daerah dan retribusi daerah. Pemerintah daerah hendaknya
mempunyai pengetahuan dan dapat mengidentifikasikan tentang sumber-sumber
pendapatan asli daerah yang potensial terutama dari pajak daerah dan retribusi
daerah. Dengan tidak memperhatikan dan mengelola pajak daerah dan retribusi
daerah yang potensial maka pengelolaan tidak akan efektif, efisien dan ekonomis.
Pada akhirnya akan merugikan masyarakat dan pemerintah daerah sebagai pemungut
karena pajak daerah dan retribusi daerah tidak mengenai sasaran sehingga realisasi
terhadap penerimaan daerah tidak optimal.
Demikian pula halnya dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang
terus berupaya meningkatkan PAD dengan berbagai cara seperti efisiensi biaya
pemungutan dan penyempurnaan mekanisme pengelolaan keuangan daerah.
Perkembangan realisasi PAD Provinsi Sumatera Utara selama sebelas tahun terakhir
dapat dilihat dari tabel berikut ini:

Universitas Sumatera Utara

Tabel 1.1. Pendapatan Asli Daerah Provinsi Sumatera Utara Tahun 2000 – 2010
(dalam juta rupiah)
No

Tahun

1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

2
2000
2001
2002
2003
2004
2005
2006
2007
2008
2009
2010

Pajak Daerah

3
236.257,73
388.017,71
584.089,88
861.971,36
1.081.371,91
1.301.137,84
1.366.445,06
1.542.346,24
2.002.004,57
1.834.682,28
2.271.474,93

Sumber PAD
Retribusi
Bagian Laba
Daerah
BUMD

Lain-lain
PAD

Total PAD

4
9.792,04
15.448,30
7.127,40
16.928,48
23.762,35
18.852,33
11.714,73
13.252,92
29.444,51
29.456,74
35.811,31

6
7.010,89
16.051,68
21.523,52
26.973,32
33.916,31
33.304,36
33.694,60
78.558,59
77.788,27
78.464,89
90.671,69

7
256.886,66
424.145,50
617.795,99
911.753,91
1.146.107,46
1.361.818,03
1.502.145,59
1.708.296,30
2.198.910,62
2.033.121,96
2.564.278,07

5
3.826,00
4.627,81
5.055,19
5.880,75
7.056,89
8.523,50
90.291,20
74.138,55
89.673,27
90.518,05
166.320,14

Sumber: Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sumatera Utara
Dari Tabel 1.1 di atas dapat dilihat bahwa selama periode 11 tahun anggaran
Provinsi Sumatera Utara tren realisasi penerimaan PAD cenderung meningkat.
Namun untuk mengetahui sejauhmana peningkatan itu, perlu dibuat pengkajian
mengenai penerimaan PAD dari jenis-jenis pajak daerah dan retribusi daerah yang
ada di Provinsi Sumatera Utara.
PAD dari jenis pajak daerah dan retribusi daerah perlu diukur dengan baik dan
akurat agar potensi yang sebenarnya dapat dikelola dan dikumpulkan secara
maksimal. Penentuan potensi selama ini di Provinsi Sumatera Utara menurut
informasi dari Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sumatera Utara dengan perkiraan
yang berpedoman terhadap target pencapaian tahun anggaran sebelumnya. Padahal
potensi pajak daerah dan retribusi daerah secara riil tidak pernah dihitung dengan

Universitas Sumatera Utara

objektif, alasannya terlalu sulit menghitungnya karena membutuhkan data pendukung
yang banyak, sedangkan banyak data yang tidak tersedia pada dinas-dinas terkait. Hal
tersebut dapat dilihat berdasarkan tabel berikut ini:
Tabel 1.2. Target dan Realisasi Pendapatan Pajak Daerah Provinsi Sumatera
Utara Tahun 2000 – 2010 (dalam juta rupiah)
No

Tahun

1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

2
2000
2001
2002
2003
2004
2005
2006
2007
2008
2009
2010

Pajak Daerah
Target
Realisasi
3
4
116.232,28
236.257,73
364.495,88
388.017,71
531.088,69
584.089,88
754.498,15
861.971,36
948.217,97
1.081.371,91
1.236.950,00
1.301.137,84
1.318.250,00
1.366.445,06
1.458.400,00
1.542.346,24
1.967.610,95
2.002.004,57
1.946.447,00
1.834.682,29
2.204.109,23
2.271.474,93

Persentase
5
203,26
106,45
109,98
114,24
114,04
105,19
103,66
105,76
101,75
94,26
103,06

Sumber: Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sumatera Utara

Berdasarkan Tabel 1.2 di atas dapat dilihat bahwa dalam menentukan target
penerimaan dari pajak daerah menggunakan perkiraan/proyeksi. Perkiraan target
tersebut tidak melihat potensi sebenarnya yang ada pada masyarakat karena setiap
tahunnya antara realisasi dan target terjadi selisih perkiraan yang berbeda dimana
terkadang realisasi melampaui target dan terkadang sebaliknya.
Selanjutnya untuk pendapatan dari retribusi daerah dapat dilihat pada tabel
berikut ini:

Universitas Sumatera Utara

Tabel 1.3. Target dan Realisasi Pendapatan Retribusi Daerah Provinsi
Sumatera Utara Tahun 2000 – 2010 (dalam juta rupiah)
No

Tahun

1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

2
2000
2001
2002
2003
2004
2005
2006
2007
2008
2009
2010

Retribusi Daerah
Target
Realisasi
3
4
12.889,47
9.792,04
15.997,09
15.448,30
8.427,87
7.127,40
19.958,75
16.928,48
21.195,43
23.762,35
16.420,75
18.852,33
10.394,01
11.714,73
12.179,35
13.252,92
21.174,11
29.444,51
25.562,58
29.456,74
52.100,61
35.811,31

Prosentase
5
75,91
96,57
84,57
84,82
112,11
114,81
112,71
108,81
139,06
115,23
68,73

Sumber: Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sumatera Utara

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa pajak dan retribusi daerah di
Provinsi Sumatera Utara belum dikelola dengan baik. Masalah yang sering muncul
adalah rendahnya kemampuan pemerintah daerah untuk menghasilkan prediksi
penerimaan daerah yang akurat, sehingga belum dapat dipungut secara optimal.
Sehubungan kurang diperhatikannya penerimaan pajak daerah dan retribusi
daerah yang potensial maka realisasi penerimaan PAD belum optimal sehingga
penyelenggaraan otonomi daerah belum mendapat dukungan yang optimal juga dari
sumber keuangan daerah. Dengan dana yang diperoleh dari PAD tersebut pemerintah
daerah diharapkan mampu mengembangkan wilayahnya masing-masing.
Pengembangan wilayah dan otonomi daerah merupakan satu proposisi yang
simetrik. Ini berarti pengembangan wilayah merupakan pendekatan terhadap
pembangunan

daerah

dengan

konotasi

pembangunan

terpadu

yang

akan

Universitas Sumatera Utara

meningkatkan penerimaan daerah untuk mendukung otonomi daerah. Sebaliknya dari
sudut otonomi daerah, pengembangan wilayah dituntut mengembangkan sumbersumber yang spesifik daerah (Mubyarto dan Budiyanto, 1997).
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi merupakan salah satu sasaran yang hendak
dicapai dalam pelaksanaan pembangunan. Hal ini ditunjukkan oleh adanya kenaikkan
PDRB dari tahun ke tahun. PDRB merupakan salah satu indikator ekonomi makro
yang dapat memberikan petunjuk sejauh mana perkembangan ekonomi dan struktur
ekonomi suatu daerah. Rata-rata PDRB Provinsi Sumatera Utara dari tahun 20002010 berdasarkan harga berlaku sebesar Rp 151.587.077,02 juta yang didominasi tiga
sektor, yaitu pertanian, industri pengolahan, serta perdagangan, hotel dan restoran.
Tabel 1.4. PDRB Provinsi Sumatera Utara Tahun 2000–2010 (dalam juta
rupiah)
No

Tahun

1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

2
2000
2001
2002
2003
2004
2005
2006
2007
2008
2009
2010

PDRB Harga
Berlaku
3
69.154.112,38
79.331.335,14
89.670.147,52
103.401.370,46
118.100.511,82
139.618.313,64
160.376.799,09
181.819.737,32
213.931.696,78
236.353.615,83
275.700.207,28

%
Pertumbuhan
4
-14,72
13,03
15,31
14,22
18,22
14,87
13,37
17,66
10,48
16,65

PDRB Harga
Konstan
5
69.154.112,38
71.908.359,19
75.189.140,89
78.805.608,56
83.328.948,58
87.897.791,21
93.347.404,39
99.792.273,27
106.172.360,10
111.559.224,81
118.640.902,74

%
Pertumbuhan
6
-3,98
4,56
4,81
5,74
5,48
6,20
6,90
6,39
5,07
6,35

Sumber: BPS Provinsi Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara

Dari uraian di atas diperoleh suatu gambaran bahwa potensi pajak daerah
dan retribusi daerah bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara belum diketahui,
terutama jenis pajak daerah dan retribusi daerah apa saja yang menjadi pendapatan
yang potensial bagi PAD. Jenis pajak daerah dan retribusi daerah yang potensial
apabila diketahui dan ditingkatkan pengelolaan sesuai dengan potensinya akan
memberikan tambahan PAD, akan tetapi sebaliknya apabila tidak diketahui
potensinya akan membuat kerugian karena potensinya tidak dimanfaatkan secara
maksimal sehingga penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul
“Identifikasi Jenis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah serta Potensinya
terhadap Pengembangan Wilayah Provinsi Sumatera Utara”.
1.2.

Rumusan Masalah
Sehubungan dengan fenomena di atas perlu dibuat rumusan masalah dengan

baik. Oleh karena itu perumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
a. Jenis pajak daerah dan retribusi daerah apa saja yang memiliki kualifikasi
potensial untuk dikembangkan dalam rangka peningkatan PAD?
b. Bagaimana pengaruh pajak daerah dan retribusi daerah terhadap Produk
Domestik Regional Bruto Provinsi Sumatera Utara?
c. Bagaimana pengaruh pajak daerah dan retribusi daerah terhadap pengembangan
wilayah Provinsi Sumatera Utara?

Universitas Sumatera Utara

1.3.

Tujuan Penelitian
Berdasarkan permasalahan di atas, tujuan dilakukannya penelitian ini adalah:

a. Mengidentifikasi jenis pajak daerah dan retribusi daerah apa saja yang memiliki
kualifikasi potensial untuk dikembangkan dalam rangka peningkatan PAD;
b. Menganalisis pengaruh pajak daerah dan retribusi daerah terhadap Produk
Domestik Regional Bruto Provinsi Sumatera Utara.
c. Menganalisis

pengaruh

pajak

daerah

dan

retribusi

daerah

terhadap

pengembangan wilayah Provinsi Sumatera Utara.
1.4.

Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan akan memberikan manfaat sebagai berikut:

a. Sebagai bahan informasi awal tentang jenis pajak daerah dan retribusi daerah
yang memiliki kualifikasi potensial, selanjutnya dapat dijadikan bahan acuan
kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara;
b. Sumbangan pemikiran bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam rangka
meningkatkan penerimaan PAD;
c. Sebagai landasan atau bahan informasi untuk penelitian selanjutnya.

Universitas Sumatera Utara

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.

Pengembangan Wilayah
Menurut

Sirojuzilam

(2005)

pengembangan

wilayah

pada

dasarnya

merupakan peningkatan nilai manfaat wilayah bagi masyarakat suatu wilayah
tertentu, mampu menampung lebih banyak penghuni, dengan tingkat kesejahteraan
masyarakat yang rata-rata membaik, disamping menunjukkan lebih banyak
sarana/prasarana, barang atau jasa yang tersedia dan kegiatan usaha-usaha masyarakat
yang meningkat, baik dalam arti jenis, intensitas, pelayanan maupun kualitasnya.
Menurut Budiharsono (2005) pengembangan wilayah setidak-tidaknya perlu
ditopang oleh 6 pilar/aspek, yaitu (1) aspek biogeofisik; (2) aspek ekonomi; (3) aspek
sosial budaya; (4) aspek kelembagaan; (5) aspek lokasi dan (6) aspek lingkungan.
Analisa pengembangan wilayah yang dilakukan dalam penelitian ini dilihat dari
aspek ekonominya. Di dalam aspek ekonomi ini terdapat PAD. Kemudian peneliti
akan melihat pengaruh PAD terhadap pertumbuhan ekonomi dikaitkan dengan
pengembangan wilayah Provinsi Sumatera Utara.
2.2.

Desentralisasi Fiskal
Menurut Devas, dkk (1998: 352–353) ada dua konsep dasar desentralisasi

yaitu desentralisasi politis dan desentralisasi manajemen, desentralisasi politis yaitu
transfer wewenang dan tanggung jawab kepada pemerintah daerah. Hal ini dilakukan
karena memandang bahwa pemerintah daerah lebih dekat kepada warga negara,

Universitas Sumatera Utara

sehingga mampu membuat keputusan yang mencerminkan kebutuhan dan prioritas,
sedangkan yang dimaksud desentralisasi manajemen yaitu praktek pendelegasian
wewenang dan tanggung jawab dari pusat-pusat biaya kepada manajer unit.
Saragih (1996: 37–38) mengatakan bahwa pembangunan daerah merupakan
bagian integral dan merupakan penjabaran pembangunan nasional. Dalam rangka
pencapaian sasaran pembangunan nasional dengan potensi, aspirasi dan permasalahan
pembangunan di berbagai daerah sesuai program pembangunan daerah yang
dicanangkan. Keseluruhan program pembangunan daerah tersebut dijabarkan di
dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sesuai dengan kemampuan
keuangan negara. Di samping itu kunci sukses dalam pencapaian sasaran
pembangunan daerah secara efektif dan efisien. Konsentrasi pemerintah dalam
meningkatkan pembangunan daerah adalah sejalan dengan semangat otonomi daerah
dan pelaksanaan desentralisasi.
Keterbatasan dana pusat bagi pembangunan daerah dan dalam rangka
penggalian potensi daerah memerlukan strategi pengelolaan dan pengembangan
sumber-sumber keuangan dalam meningkatkan PAD setiap daerah. Strategi
pengelolaan dan pengembangan sumber-sumber keuangan daerah bagi peningkatan
PAD adalah; pertama, strategi yang berkaitan dengan manajemen pajak/retribusi
daerah; kedua, strategi ekstensifikasi sumber penerimaan daerah; ketiga, strategi
dalam rangka peningkatan efisiensi institusi.

Universitas Sumatera Utara

2.3.

Pendapatan Asli Daerah
Undang Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Pasal

157, menyatakan bahwa sumber pendapatan daerah terdiri atas:
a. Pendapatan asli daerah yang selanjutnya disebut PAD, yaitu:
1) hasil pajak daerah;
2) hasil retribusi daerah;
3) hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan; dan
4) lain-lain PAD yang sah;
b. Dana perimbangan; dan
c. Lain-lain pendapatan daerah yang sah.
Mardiasmo dan Makhfatih (2000: 8) menguraikan bahwa:
“Potensi penerimaan daerah adalah kekuatan yang ada di suatu daerah
untuk menghasilkan sejumlah penerimaan tertentu. Untuk melihat potensi
sumber penerimaan daerah dibutuhkan pengetahuan tentang perkembangan
beberapa variabel-variabel yang dapat dikendalikan dan yang tidak dapat
dikendalikan yang dapat mempengaruhi kekuatan sumber-sumber penerimaan
daerah”.
Widayat (1994: 32) menguraikan beberapa cara untuk meningkatkan PAD
melalui peningkatan penerimaan semua sumber PAD agar mendekati atau bahkan
sama dengan penerimaan potensialnya. Selanjutnya dikatakan bahwa secara umum
ada dua cara untuk mengupayakan peningkatan PAD sehingga maksimal yaitu
dengan cara intensifikasi dan ekstensifikasi. Lebih lanjut diuraikan bahwa salah satu
wujud nyata dari kegiatan intensifikasi ini untuk retribusi yaitu menghitung potensi
seakurat mungkin, maka target penerimaan bisa mendekati potensinya. Cara
ekstensifikasi dilakukan dengan mengadakan penggalian sumber-sumber objek
retribusi atau pajak ataupun dengan menjaring wajib pajak baru.

Universitas Sumatera Utara

2.4.

Pajak Daerah
Undang Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi

Daerah, Pasal 1 Ketentuan Umum butir 10, menyatakan bahwa pajak daerah, yang
selanjutnya disebut pajak, adalah kontribusi wajib kepada daerah yang terutang oleh
orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang,
dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan
daerah bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Adapun jenis pajak menurut pasal 2 Undang Undang Nomor 28 Tahun 2009
tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, antara lain:
a. Jenis pajak provinsi terdiri atas:
1) Pajak Kendaraan Bermotor;
2) Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor;
3) Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor;
4) Pajak Air Permukaan; dan
5) Pajak Rokok.
b. Jenis pajak kabupaten/kota terdiri atas:
1) Pajak Hotel;
2) Pajak Restoran;
3) Pajak Hiburan;
4) Pajak Reklame;
5) Pajak Penerangan Jalan;
6) Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan;
7) Pajak Parkir;
8) Pajak Air Tanah;
9) Pajak Sarang Burung Walet;
10)Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan; dan
11)Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan.
Para ahli perpajakan memberikan pengertian atau definisi berbeda-beda
mengenai pajak, namun demikian mempunyai arti dan tujuan yang sama. Munawir
(1998: 5) mengutip pendapat Jayadiningrat memberi definisi pajak sebagai suatu

Universitas Sumatera Utara

kewajiban menyerahkan sebagian dari pada kekayaan kepada negara disebabkan
suatu keadaan, kejadian dan perbuatan yang memberikan kedudukan tertentu, tetapi
bukan sebagai hukuman menurut peraturan-peraturan yang ditetapkan pemerintah
serta dapat dipaksakan akan tetapi tidak ada jasa balik dari negara secara langsung
untuk memelihara kesejahteraan umum.
Mangkoesoebroto (1993: 181) menyatakan pajak adalah suatu pungutan hak
prerogatif

pemerintah,

pungutan

tersebut

didasarkan

pada

undang-undang,

pungutannya dapat dipaksakan kepada subjek pajak di mana tidak dapat balas jasa
secara langsung terhadap penggunanya.
Pajak di samping sebagai sumber penerimaan negara yang utama (budgetair)
juga mempunyai fungsi lain seperti alat untuk mengatur dan mengawasi kegiatankegiatan swasta dalam perekonomian (regulair). Pajak sebagai alat anggaran juga
dipergunakan sebagai alat mengumpulkan dana guna membiayai kegiatan-kegiatan
pemerintah terutama kegiatan rutin (Suparmoko, 2000: 96). Oleh sebab itu kedua
fungsi pajak di atas harus dijalankan secara seimbang karena apabila pengaturannya
tidak dilaksanakan secara seimbang sangat berpengaruh terhadap kegiatan
perekonomian.
Pengenaaan pajak dapat menimbulkan eksternalitas yang dapat merugikan
kepentingan umum, sehingga perlu adanya pengaturan untuk menjamin kelangsungan
sumber daya dalam jangka panjang. Sehubungan dengan itu maka keputusan untuk
mengenakan pajak terhadap suatu objek hendaknya dilakukan secara hati-hati dan
bijaksana untuk menghindari terjadunya disinsentif bagi perekonomian.

Universitas Sumatera Utara

Penggalian sumber-sumber keuangan daerah yang berasal dari pajak daerah
ditentukan oleh 2 (dua) hal, yaitu: dasar pengenaan pajak dan tarif pajak. Model
Leviathan mengatakan bahwa pengenaan tarif pajak yang lebih tinggi secara teoritis
tidak selalu menghasilkan total penerimaan yang maksimal. Kondisi ini tergantung
pada respons wajib pajak, permintaan dan penawaran barang yang dikenakan tarif
pajak lebih tinggi untuk mencapai total penerimaan yang maksimal. Model Leviathan
ini memberikan pelajaran kepada kita bahwa peningkatan penerimaan pajak daerah
tidak harus dicapai dengan mengenakan tarif pajak yang terlalu tinggi, tetapi dengan
pengenaan tarif pajak yang lebih rendah dikombinasikan dengan struktur pajak yang
meminimalkan penghindaran pajak dan resp