Elemen Pesantren Pesantren Dan Permasalahan Santri 1. Pengertian Pesantren

2. Elemen Pesantren

Pesantren sebagai lembaga pendidikan, memiliki elemen yang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya. Adapun elemen dari Pesantren tersebut meliputi kiyai, santri, Pondok, masjid dan pengajaran kitab-kitab klasik atau sering disebut kitab kuning. 14 M. Arifin mengklasifikasikan perangkat Pesantren meliputi pelaku Pesantren seperti Kiyai, santri. Perangkat keras Pesantren meliputi asrama, Pondok, Masjid dan sebagainya. Dan perangkat lunak lainnya seperti tujuan, kurikulum, metode pengajaran, evaluasi dan alat-alat penunjang pendidikan lainnya. 15 Adapun mengenai elemen Pesantren yang disebutkan diatas, akan dibicarakan sebagai berikut : a. Kiayi Kiayi atau pengasuh Pondok Pesantren merupakan elemen yang sangat esensial bagi suatu pesantren. Rata-rata Pesantren di Jawa dan Madura menjadi sosok yang sangat berpengaruh, kharismatik, dan berwibawa, sehingga amat disegani oleh masyarakat dilingkungan Pesantren. Disamping itu, Kiayi Pondok Pesantren biasanya juga sekaligus sebagai pendiri dari pesantren yang bersangkutan. Oleh karena itu sangat relevan jika dalam perkembangannya, Kiayi menjadi sosok yang sangat berperan penting bagi Pesantren. 14 Amin Haedari, Abdullah Hanif dkk. Masa depan Pessantren. Dalam tantangan modernitas dan tantangan kompleksitas global.Jakarta: IRD PRESS.2004 Cet. Ke-1 15 M. Arifin, Kapita Selekta Pendidikan Islam dan Umum Jakarta: Bina Aksara, 1995 Cet.ke-3, hal.257 Menurut Zamakhsyari Dhofier, dalam bukunya yang berjudul tentang Tradisi Pesantren: Study Tentang Pandangan Hidup Kiyai, perkataan kiyai dalam bahasa Jawa dipakai untuk tiga jenis gelar yang berbeda. Pertama sebagai gelar kehormatan bagi barang-barang yang dianggap saktidan kramat. Misalnya Kiyai Garuda Kencana dipakai untuk sebutan Kereta Emas yang ada di Kraton Yogyakarta. Kedua sebagai gelar kehormatan bagi orang-orang tua pada umumnya. Ketiga, sebagai gelar yang diberikan oleh masyarakat kepada seorang ahli agamaIslam yang memiliki atau menjadi Pemimpin Pesantren.dalam hal ini pengertian ketiga disebut sebagai acuan bagi pengertian kiayi yakni sebagai apresiasi masyarakat kepada seorang Pimpinan Pesantren 16 . b. Pondok Sesuai dengan pengertian Pondok Pesantren yang telah dikemukakan di awal. Pondok bisa didefinisikan sebagai asrama atau tempat tinggal para santri, sarana yang berada di sekitar komplek Pesantren, seperti rumah kiayai, tempat pengajian, dan ruang bagi keiatan agama lain yang dipergunakan oleh pihak Pesantren. Pondok kemudian menjadi sebuah ciri khas bagi Pesantren yang membedakannya dengan sistem pendidikan lainnya. Pondok menjadi rumah bagi santri, untuk kalangan Pesantren tradisional, pondok atau bale asrama tidak hanya berfungsi 16 Zamakhsyarai Dhofier, Tradisi Pesantren, Studi tentang Pandangan kiyai, cet. Ke-1 Jakarta: LP3ES, 1994, hal.18 sebagai tempat untuk tidur bagi santri namun juga digunakan sebagai tempat memasak dan mengaji sesam santri. Berbeda dengan Pesantren modern yang menggunakan Pondok hanya untuk tempat tidur, karena kegiatan makan diberikan fasilitas kantin. c. Masjid Masjid pada masa nabi menjadi pusat kegiatan agama, maka dalm hal ini Pesantren yang diasuh oleh kiayai yang menurut sistem yang dilakukan Nabi menjadikan masjid sebagai tempat pusat kegiatan, beberapa kegiatan kajian agama seperti pengajian, sehubungan dengan itu pula umat Islam dimanapuh berada selalu menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan mereka khususnya yang berkaitan dengan agama misalnya untuk perkumpulan, kajian, musyawarah dan lainnya. d. Santri Santri adalah siswa dari sebuah Pondok Pesantren, seperti telah dibahas diawal pembahasan. Pada umumnya santri terbagi ke dalam dua kategori. Pertama , santri mukim, yaitu murid-murid yang berasal dari daerah yang jauh dari Pesantren dan menetap di Pesantren. Tradisi bagi santri yang telah lama atu lebih senior, biasanya memikul tanggung jawab mengajar santri junior tentang kitab menengah dan dasar, tentunya setelah ditunjuk oleh pihak pengurus bahkan Kiayi yang bersangkutan.kedua, santri kalong, yaitu para santri yang berasal dari desa sekitar Pesantren. Mereka tidak menetap di Pesantren mereka berada dipesantren hanya bila ada tugas pesantren atau kegiatan pesantren saja. Apabila sebuah Pondok Pesantren memiliki santri mukim lebih banyak, maka Pesantren tersebut dikategorikan Pesantren besar. 17 e. Pengajaran Kitab Kuning Pesantren sebagai lembaga pendidkan Islam tradisional, telah mengajarkan kitab-kitab klasik, khususnya kitab-kitab karangan madzhab Syafi’iyah. Pengajaran kitab-kitab kuning berbahasa arab tanpa syakal stau sering disebut kitab Gundul.kitab kuning ini satu- satunya metode yang secara formal diajarkan dalam komunitas Pesantren di Indonesia.

3. Bentuk-bentuk Pesantren