Gambaran Produk Proses Produksi

4.2. Aspek Produksi

4.2.1. Gambaran Produk

Dalam kegiatan usahanya Divisi Noodle, PT ISM, Tbk memproduksi jenis mie instan dengan merk dagang Indomie, Supermie, Sarimi, Sakura, Pop Mie, Mie Telor Cap 3 Ayam dan beberapa merk khusus untuk kegiatan tertentu dan ekspor.

4.2.2. Proses Produksi

Proses pembuatan mie instan terdiri dari delapan tahap, yaitu mixing pencampuran, pressing pengepresan, slitting pembentukan untaian, steaming pengukusan, cutting and folder pemotongan dan pencetakan, frying penggorengan, cooling pendinginan dan packing pengemasan. Proses yang terjadi pada setiap tahap adalah : 1. Mixing atau Pencampuran Proses awal dalam pembuatan mie instan adalah pencampuran atau proses mixing. Proses mixing adalah proses pencampuran dan pengadukan material-material yang terdiri dari meterial tepung dan air alkali campuran antara air dan beberapa ingredient yang ditentukan sehingga diperoleh adonan yang merata atau homogen. Mutu adonan yang baik adalah yang tidak lembek dan tidak perau atau dengan kata lain memiliki kadar air sebesar 32 sampai dengan 34. Proses pencampuran ini berlangsung kurang lebih selama 15 menit dengan suhu 35° C 2. Pressing atau Pengepresan Setelah adonan menjadi homogen, campuran tersebut masuk ke dalam mesin pengepres adonan. Di dalam mesin pengepres, adonan melalui beberapa roll press. Adonan akan mengalami peregangan pada saat dipress dan terjadi relaksasi pada saat keluar dari roll press. Hal ini terjadi beberapa kali pada saat melalui roll press sehingga terbentuk lembaran yang lembut, homogen, elastik dan tidak terputus dengan ketebalan tertentu. Tebal lembaran yang dihasilkan bergantung dengan jenis mesin yang digunakan. Rataan tebal lembaran yang dihasilkan adalah 1,12-1,18 mm. 3. Slitting atau Pembentukan Untaian Pembentukan untaian adalah suatu proses pemotongan lembaran adonan menjadi untaian mie dan kemudian siap dibentuk gelombang mie. Jumlah untaian mie yang dihasilkan dapat diatur sesuai dengan jenis mie yang sedang diproduksi. Selanjutnya untaian mie tersebut dilewatkan ke dalam suatu laluan berbentuk segi empat yang disebut waving net, sehingga terbentuk gelombang mie yang merata dan terbagi dalam beberapa jalur. 4. Steaming atau Pengukusan Proses selanjutnya adalah proses pengukusan untaian mie yang keluar dari slitter secara kontinu dengan menggunakan steam box atau mesin yang memiliki tekanan uap cukup tinggi dengan suhu tertentu. Proses pengukusan akan berlangsung selama dua menit dangan suhu pemanasan ± 65°C. Tujuan proses pengukusan adalah memasak mie mentah menjadi mie dengan sifat fisik padat. Dalam proses steaming ini akan terjadi proses gelatinisasi pati dan koagulasi gluten, yang menyebabkan gelombang mie bersifat tetap dan memiliki tekstur lembut, lunak, elastis dan terlindungi dari penyerapan minyak yang terlalu banyak pada proses penggorengan atau frying. 5. Cutting and Folder atau Pemotongan dan Pencetakan Pemotongan dan pencetakan adalah suatu proses memotong lajur mie pada ukuran tertentu dan melipat menjadi dua bagian sama panjang, kemudian mendistribusikannya ke mangkok penggorengan. Mie dipotong dengan menggunakan alat berupa pisau yang berputar. 6. Frying atau Penggorengan Proses penggorengan adalah suatu proses merapikan mie di dalam mangkok pengorengan, kemudian merendamnya di dalam media penghantar panas. Dalam hal ini minyak olein atau minyak goreng pada suhu tertentu dalam waktu tertentu. Tujuan dari proses penggorengan adalah untuk mengurangi kadar air dalam mie dan pemantapan pati tergelatinisasi. Kadar air setelah penggorengan adalah 4 sehingga mie menjadi matang, kaku dan awet. 7. Cooling atau Pendinginan Proses pendinginan adalah proses pengangkutan mie panas setelah proses penggorengan ke dalam ruangan pendingin mie. Ruangan pendingin mie adalah ruangan atau lorong yang terdiri dari sejumlah kipas untuk menghembuskan udara segar ke mie- mie yang dilewatkan dalam ruangan tersebut. Tujuan proses pendinginan adalah untuk mendinginkan mie panas yang keluar dari proses penggorengan hingga diperoleh suhu ± 30°C sebelum dikemas dengan etiket. Dengan diperolehnya suhu mie yang rendah sebelum dikemas maka mie akan lebih awet untuk disimpan dalam etiket selama beberapa waktu dan menghindari penguapan air yang kemudian menempel pada permukaan bagian dalam etiket yang dapat menyebabkan timbulnya jamur. Lamanya proses pendinginan adalah kurang lebih dua menit. 8. Packing atau Pengemasan Proses yang terakhir dalam produksi mie adalah pengemasan atau packing. Pengemasan mie adalah proses penyatuan dan pembungkusan mie, bumbu, minyak bumbu dan solid ingredient lainya dengan menggunakan etiket sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Tujuan dari proses pengemasan adalah untuk melindungi mie dari kemungkinan-kemungkinan tercemar atau rusak sehingga mie tidak mengalami penurunan mutu ketika sampai kepada konsumen. Setelah dikemas, selanjutnya mie tersebut akan dimasukkan ke dalam karton. Setelah mie dimasukkan ke dalam karton seluruhnya, karton akan direkatkan dan kemudian menuju gudang untuk disalurkan. Secara Sistematis alur proses produksi mie instan dapat dilihat pada Tabel 3 dan Gambar 8. Tabel 3. Bagan aliran proses pembuatan mie instan Tahapan Proses Produksi Simbol Deskripsi Pencampuran tepung dan air alkali Mixing Pembuatan adonan mie instan Masuk ke mesin press Adonan melewati beberapa roll press Pembuatan adonan menjadi lembaran Pressing Pemeriksaan ketebalan lembaran Lembaran mie melewati mesin sliting dan waving net Pembentukan untaian dan gelombang mie Sliting Pemeriksaan jumlah untaian mie Untaian mie melewati steam box Steaming Proses pengukusan untaian mie Untaian mie masuk ke mesin cutting Cutting and folder Proses pemotongan dan pelipatan untaian mie Lanjutan Tabel 3 Tahapan Proses Produksi Simbol Deskripsi Mie masuk ke mangkok penggorengan Pemeriksaan dan merapikan posisi mie pada mangkok penggorengan Frying Proses penggorengan mie Masuk ke lorong pendinginan Cooling Proses pendinginan mie Masuk ke area packing Pemeriksaan mie instan bentuk dan warna Proses pengemasan mie dengan etiket Pemeriksaan hasil pengemasan dan pemberian kode Proses pengemasan mie dengan karton Pemeriksaan hasil pengemasan dan pemberian kode Packing Penyimpanan mie instan dalam gudang Keterangan : = Operasi, = Transportasi, = Inspeksi = Penundaan atau delay, = Penyimpanan Gambar 8. Diagram alir produksi mie instan

4.3. Sistem Persediaan Bahan Baku Divisi Noodle, PT ISM, Tbk