Karakteristik Penderita Epilepsi Rawat Inap di RSUP Haji Adam Malik Medan Tahun 2011-2013

KARAKTERISTIK PENDERITA EPILEPSI RAWAT INAP DI RSUP HAJI ADAM MALIK MEDAN TAHUN 2011-2013 SKRIPSI
Oleh:
EFRIDA SIRAIT NIM. 101000028
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2014
Universitas Sumatera Utara

KARAKTERISTIK PENDERITA EPILEPSI RAWAT INAP DI RSUP HAJI ADAM MALIK MEDAN TAHUN 2011-2013
SKRIPSI
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar
Sarjana Kesehatan Masyarakat
Oleh:
EFRIDA SIRAIT NIM. 101000028
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2014
Universitas Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

Epilepsi merupakan gangguan kronik otak yang menunjukkan gejala serangan

berulang. Epilepsi banyak terjadi di seluruh dunia, 80% diantaranya berada di negara- negara

berkembang. Laporan WHO tahun 2006 insidens epilepsi di Eropa dan Amerika Utara 25-53

per 100.000. Berdasarkan data Perhimpunan Dokter Spesialis Syaraf (PERDOSSI) tahun

2012 penderita epilepsi aktif mencapai 1,8 juta dari seluruh penduduk. Penelitian ini

bertujuan untuk mengetahui karakteristik penderita epilepsi yang dirawat inap di Rumah

Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan tahun 2011-2013

Penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain case series dilanjutkan dengan analisis

statistik. Lokasi penelitian di RSUP Haji Adam Malik Medan selama

Juli – Agustus

2014. Populasi berjumlah 126 orang dengan sampel adalah seluruh penderita epilepsi rawat

inap ( total sampling).

Penderita epilepsi dengan proporsi tertinggi pada kelompok umur 0-11 tahun (47,6%),

jenis kelamin laki-laki (52,5%), agama Islam (62,7%), pendidikan tidak tamat SD (43,6%),

pekerjaan lain-lain (77,8%), status tidak kawin (84,9%), tempat tinggal luar Medan (61,9%),

tidak ada riwayat keluarga (92,9%), tidak ada trauma kepala (68,3%), klasifikasi serangan

epilepsi umum primer (79,4%), frekuensi serangan 1-3x/hari (65,9%), tidak ada aura

(53,2%), lama rawatan rata-rata 6 hari, dan keadaan sewaktu pulang adalah pulang berobat

jalan (73,0%). Berdasarkan hasil analisis statistik ada perbedaan yang bermakna antara umur

berdasarkan klasifikasi serangan (p=0,029) dan pekerjaan berdasarkan klasifikasi serangan

(p= 0,006). Tidak ada perbedaan yang bermakna antara jenis kelamin berdasarkan

klasifikasi serangan (p= 0,136), dan pendidikan berdasarkan klasifikasi serangan (p=0,136).

Analisis statistik frekuensi serangan berdasarkan klasifikasi epilepsi dan klasifikasi serangan

berdasarkan keadaan sewaktu pulang tidak dapat diuji.

Disarankan kepada pihak RSUP Haji Adam Malik Medan melengkapi pencatatan pada

kartu status seperti suku dan faktor pencetus. Penyimpanan kartu status diperhatikan, karena

16,7% kartu status tidak ditemukan. Penderita epilepsi diharapkan patuh minum obat sesuai

anjuran dokter dan menjaga pola makan dan hidup sehat. Masyarakat supaya memperhatikan

kondisi kesehatan khususnya anak-anak.

Kata kunci : Epilepsi, Karakteristik Penderita

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT
Epilepsy is a chronic brain disorder that recurrent seizure. In the world epilepsy have 80%, have alot of in developing countries. Based on the World Health Organization (WHO) report in 2006, the incidence of epilepsy in Europe and North America ranges from 24- 53 per 100.000 per year. Based on data the Association of Physician Spesialist Nerve (PERDOSSI) patient with active epilepsy in 2012 reached 1,8 million of the total population.This research done to know the chracteristic epilepsy patient who are taken treatment in Haji Adam Malik General Hospital Medan in 2011-2013.
Descriptive study with case series followed by statistical analysis. Located in RSUP Haji Adam Malik Medan for Juli-Agustus 2014. The population are 126 and sample are all patient epilepsy who are hospitalized ( total sampling)
Epilepsy patient with the highest proportion in the age group 0-11 years (47,6%), male gender (52,5%), Islam (62,7%), not attending school (43,6%), other work ( 77,8%), unmarried status (84,9%), outside Medan (61,9%), family tie ( 92,9%), no head trauma (68,3%), classification of primary generalized seizure (79,4%), seizure frequency 13x/days (65,9%), no aura (53,2%), long treatments that take about 6 days and condition that come back for treatment (73,0%). From the result of statistical analysis there were significant differences between age and classification of seizure ( p=0,029), and employment and classification of seizure (p=0,006). There is no significant difference between sex with the classification of seizure ( p= 0,136), and education with classification of seizure (p=0,136). Statistical analysis seizure frequency with classification of seizure and classification of attacks while returning state can not be tested.
Recommended to the Haji Adam Malik General Hospital Medan to complete the recording on the card status such as etnic group, and precipating factors. Saving the card status well, because 16,7% of the card unknown. People with epilepsy are expected to obey take medicine as directed by doctor and keep a healthy diet an personal higiene. To communities should be care healtiness, specially children.
Keywords : Epilepsy, Patient Characteristic
Universitas Sumatera Utara

IDENTITAS DIRI Nama Tempat Tanggal Lahir Agama Anak Ke AlamatRumah

DAFTAR RIWAYAT HIDUP
: Efrida Sirait : Porsea,09 Oktober 1992 : Kristen Protestan : 3 dari 6 bersaudara : Komp.Tanah Lapang Porsea

RIWAYAT PENDIDIKAN

1998 – 2004

: SD Negeri No.173633 Porsea

2004 – 2007

: SMP Swasta Bonapasogit Sejahtera

2007 – 2010

: SMA Negeri 1 Siantar Narumonda

2010 – 2014

: Fakultas Kesehatan Masyarakat USU

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan kasihNya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi dengan judul,”Karakteristik Penderita Epilepsi Rawat Inap Di RSUP Haji Adam Malik Medan Tahun 2011-2013” yang merupakan salah satu syarat untuk dapat meraih gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat di Universitas Sumatera Utara. Dalam penulisan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, baik secara moril maupun materil. Untuk itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada: 1. Bapak Dr.Drs. Surya Utama,MS selaku Dekan Fakultas Kesehatan
Masyarakat Universitas Sumatera Utara. 2. Ibu drh. Rasmaliah,M.Kes selaku Ketua Departemen Epidemilogi FKM
USU. 3. Ibu dr. Rahayu Lubis,M.Kes,PhD selaku Dosen Pembimbing I yang telah
meluangkan waktu dan pikirannya dalam memberikan bimbingan dan saran kepada penulis sehingga skripsi ini dapat diselesaikan. 4. Ibu drh.Hiswani, Mkes selaku Dosen Pembimbing II yang telah meluangkan waktu dan pikirannya dalam memberikan bimbingan dan saran kepada penulis sehingga skripsi ini dapat diselesaikan. 5. Bapak Prof. dr. Sori Muda Sarumpaet,MPH selaku Dosen Penguji I yang telah memberikan saran dan masukan dalam penyelesaian skripsi ini. 6. Bapak Drs. Jemadi,Mkes selaku Dosen Penguji II yang telah memberikan saran dan masukan dalam penyelesaian skripsi ini.
Universitas Sumatera Utara

7. Bapak Drs.Eddy Syahrial,Mkes selaku Dosen Pembimbing Akademik.

8. Ibu Ratna yang banyak membantu dalam proses administrasi.

9. Direktur Rumah Sakit Haji Adam Malik Medan dan seluruh pegawai

bagian Litbang, Diklit dan Rekam Medis yang telah banyak membantu

penulis dalam menyelesaikan penelitian.

10. Orangtuaku tercinta T.Sirait dan N. Situmorang yang telah memberikan

motivasi serta dukungan doa kepada penulis dan juga kepada abang, kakak

dan adikku, Erwin Sirait, Jesika O Sirait, Efrina Sirait, Herman Sirait,

Paskaria Sirait, atas semangat yang diberikan kepada penulis dalam

menyelesaikan skripsi ini.

11. Kelompok kecilku Teleiakhara ( Kak May,Ria,Riska,Ros,Mentari), adik-

adik kelompok Exaudi ( Jestrina, Echa, Frista, Novita, Hana, Duma, Gratia)

juga Soli Deo Gloria ( Elida, Anna,Rosnani, Ronni,Noni, Mai Debora

Dedek), terimakasih untuk semangat dan dukungan doanya.

12. Sahabat terkasih YAMAT, rekan- rekan koordinasi UKM POMK FKM

USU Periode 2013 – 2014 , Komkeuper (Tresa,Natali,Carl), dan Tim

Seleksi

POMK

FKM

Periode

2013-2014

(Kak

Ira,Erika,Elinsa,Tresa,Fidrin,Olivia dan Jenayar) .

13. Teman seperjuangan di peminatan epiderwomen 2010 yang telah membantu

penulis dalam penyelesaian skripsi ini, teman LKP Puskesmas Sentosa Baru

( Fidrin, Lestari,Fransiska,Elinsa), serta teman- teman stambuk 2010 terima

kasih atas dukungan, doa, semangat, dan kebersamaan selama ini.

Universitas Sumatera Utara

14. Kepada kakak, abang dan sahat terbaik, kak Netty Sibarani, kak Mery Sibarani, abang Caprin S, Dian Sitinjak dan Sepriyanti Barus yang selalu mendukung dalam setiap hal.
15. Serta semua pihak yang telah berjasa, yang tidak bisa disebutkan satu persatu atas bantuannya dalam penyelesaian skripsi ini.
Penulis menyadari masih terdapat kesalahan dan kekurangan dalam penulisan skripsi ini. Untuk itu, penulis mengharapkan saran dan kritikan yang bersifat membangun agar kedepannya bisa menjadi lebih baik. Akhirnya dengan segala kerendahan hati penulis mengharapkan semoga skripsi ini dapat memberikan sumbangan pikiran yang berguna bagi fakultas, pengembangan ilmu dan masyarakat.
Medan, Oktober 2014
Efrida Sirait
Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI
Halaman Pengesahan ........................................................................................... i Abstrak .................................................................................................................. ii Riwayat Hidup...................................................................................................... iv Kata Pengantar..................................................................................................... v Daftar Isi ............................................................................................................... viii Daftar Tabel.......................................................................................................... xi Daftar Gambar ..................................................................................................... xiii
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ............................................................................................... 1 1.2 Rumusan Masalah ........................................................................................... 3 1.3 Tujuan Penelitian ............................................................................................ 3 1.3.1 Tujuan Umum ..................................................................................... 3 1.3.2 Tujuan Khusus .................................................................................... 4 1.4 Manfaat Penelitian .......................................................................................... 5
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Anatomi dan Fisiologi Otak.......................................................................... 6 2.1.1 Anatomi Otak ...................................................................................... 6 2.1.2 Fisiologi Otak ...................................................................................... 7 2.2 Epilepsi .......................................................................................................... 8 2.3 Klasifikasi Serangan Epilepsi ........................................................................ 9 2.3.1 Epilepsi Umum Primer........................................................................... 9 2.3.2 Epilepsi Parsial .......................................................................................11 2.3.3 Epilepsi Tak Tergolongkan ....................................................................13 2.4 Penyebab Epilepsi ..........................................................................................14 2.5 Pencetus Epilepsi ...........................................................................................16
Universitas Sumatera Utara

2.6 Diagnosis Epilepsi .........................................................................................18 2.6.1 Diagnosis Epilepsi..................................................................................18 2.6.2 Diagnosis Banding .................................................................................18
2.7 Epidemiologi..................................................................................................19 2.7.1 Distribusi dan Frekuensi.........................................................................19 2.7.2 Faktor Risiko ..........................................................................................21
2.8 Pencegahan Epilepsi ......................................................................................23 2.8.1 Pencegahan Primordial...........................................................................23 2.8.2 pencegahan Primer .................................................................................24 2.8.3 Pencegahan Sekunder.............................................................................24 2.8.4 Pencegahan Tersier ................................................................................25
2.9 Kerangka Konsep...........................................................................................26
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian...............................................................................................27 3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian.....................................................................27 3.2.1 Lokasi Penelitian ....................................................................................27 3.2.2 Waktu Penelitian ....................................................................................27 3.3 Populasi dan Sampel ......................................................................................27 3.3.1 Populasi ..................................................................................................27 3.3.2 Sampel ....................................................................................................27 3.4 Metode Pengumpulan Data............................................................................28 3.5 Teknik Analisa Data ......................................................................................28 3.6 Defenisi Operasional......................................................................................28
BAB 4 HASIL PENELTIAN 4.1. Deskripsi Lokasi Penelitian......................................................................32 4.1.1. Gambaran Umum RSUP Haji Adam Malik Medan .........................32 4.1.2. Visi dan Misi RSUP Haji Adam Malik Medan ................................32 4.1.3. Tugas Pokok dan Fungsi RSUP Haji Adam Malik Medan ..............33
Universitas Sumatera Utara

4.1.4. Fasilitas RSUP Haji Adam Malik Medan ........................................34 4.1.5. Tenaga Kerja di RSUP Haji Adam Malik Medan ............................34 4.2. Deskriptif..................................................................................................35 4.2.1. Sosiodemografi.................................................................................35 4.2.2. Riwayat Keluarga .............................................................................37 4.2.3. Riwayat Trauma ...............................................................................37 4.2.4. Klasifikasi Serangan .........................................................................38 4.2.5. Frekuensi Serangan ..........................................................................38 4.2.6. Aura ..................................................................................................39 4.2.7. Lama Rawatan Rata – Rata ..............................................................39 4.2.8. Keadaan Sewaktu Pulang .................................................................40 4.3. Analisa Statistik ............................................................................................41 4.3.1. Umur Berdasarkan Klasifikasi Serangan Epilepsi ................................41 4.3.2. Jenis Kelamin Berdasarkan Klasifikasi Serangan Epilepsi...................42 4.3.3. Pendidikan Berdasarkan Klasifikasi Serangan Epilepsi........................42 4.3.4. Pekerjaan Berdasarkan Klasifikasi Serangan Epilepsi..........................43 4.3.5. Frekuensi Serangan Berdasarkan Klasifikasi Serangan Epilepsi ..........44 4.3.6. Klasifikasi Serangan Epilepsi Berdasarkan Keadaan Sewaktu
Pulang ..................................................................................................45
BAB 5 PEMBAHASAN 5.1. Distribusi Penderita Epilepsi....................................................................46 5.1.1. Sosiodemografi.................................................................................46 5.1.2. Riwayat Keluarga .............................................................................54 5.1.3. Riwayat Trauma Kepala ...................................................................55 5.1.4. Klasifikasi Serangan Epilepsi...........................................................56 5.1.5. Frekuensi Serangan .........................................................................58 5.1.6. Aura ..................................................................................................59 5.1.7. Lama Rawatan Rata- Rata ................................................................60 5.1.8. Keadaan Sewaktu Pulang .................................................................60
Universitas Sumatera Utara

5.2. Analisa Statistik........................................................................................62 5.2.1. Umur Berdasarkan Klasifikasi Serangan Epilepsi............................62 5.2.2. Jenis Kelamin Berdasarkan Klasifikasi Serangan Epilepsi ..............63 5.2.3. Pendidikan Berdasarkan Klasifikasi Serangan Epilepsi...................65 5.2.4. Pekerjaan Berdasarkan Klasifikasi Serangan Epilepsi .....................66 5.2.5. Frekuensi Berdasarkan Klasifikasi Serangan Epilepsi .....................67 5.2.6. Klasifikasi Serangan Epilepsi Berdasarkan Keadaan Sewaktu Pulang...............................................................................................69
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan ...................................................................................................71 6.2. Saran .............................................................................................................72
DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN
Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL
Tabel 4.1. Distribusi Tenaga Kerja di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan ............................................................................................................. 35
Tabel 4.2 Distribusi Proporsi Penderita Epilepsi Berdasarkan Sosiodemografi yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011-2013 ........................................................................................... 36
Tabel 4.3. Distribusi Proporsi Penderita Epilepsi Berdasarkan Riwayat Keluarga yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011-2013 ............................................................................... 38
Tabel 4.4. Distribusi Proporsi Penderita Epilepsi Berdasarkan Riwayat Trauma yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011-2013 ........................................................................................... 38
Tabel 4.5. Distribusi Proporsi Penderita Epilepsi Berdasarkan Klasifikasi Serangan Epilepsi yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011-2013..................................................................... 39
Tabel 4.6 Distribusi Proporsi Penderita Epilepsi Berdasarkan Frekuensi Serangan yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011-2013 ............................................................................... 39
Tabel 4.7. Distribusi Proporsi Penderita Epilepsi Berdasarkan Aura yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 20112013 ................................................................................................................ 40
Universitas Sumatera Utara

Tabel 4.8. Lama Rawatan Rata- Rata Penderita Epilepsi yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011 – 2013 .... 40
Tabel 4.9. Distribusi Proporsi Penderita Epilepsi Berdasarkan Keadaan Sewaktu Pulang yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011-2013 ............................................................................... 41
Tabel 4.10. Distribusi Proporsi Umur Penderita Epilepsi Berdasarkan Klasifikasi Serangan Epilepsi yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011-2013 .......................................................... 42
Tabel 4.11. Distribusi Proporsi Jenis Kelamin Penderita Epilepsi Berdasarkan Klasifikasi Serangan Epilepsi yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011-2013 ........................................ 43
Tabel 4.12. Distribusi Proporsi Pendidikan Penderita Epilepsi Berdasarkan Klasifikasi Serangan Epilepsi yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011-2013 .......................................................... 44
Tabel 4.13. Distribusi Proporsi Pekerjaan Penderita Epilepsi Berdasarkan Klasifikasi Serangan Epilepsi yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011-2013 .......................................................... 44
Tabel 4.14. Distribusi Proporsi Frekuensi Serangan Berdasarkan Klasifikasi Serangan Epilepsi yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011-2013..................................................................... 45
Tabel 4.15. Distribusi Proporsi Klasifikasi Serangan Epilepsi Berdasarkan Keadaan Sewaktu Pulang yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011-2013 .......................................................... 46
Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. Anatomi Otak......................................................................................... 7

Gambar 2.2. Gambar Otak Penderita Epilepsi............................................................ 9

Gambar 5.1.

Diagram Pie Proporsi Penderita Epilepsi Berdasarkan Umur yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011-2013 ................................................................................... 46

Gambar 5.2.

Diagram Pie Proporsi Penderita Epilepsi Berdasarkan Jenis Kelamin yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011-2013....................................................................... 47

Gambar 5.3.

Diagram Pie Proporsi Penderita Epilepsi Berdasarkan Agama yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011-2013 ................................................................................... 49

Gambar 5.4.

Diagram Pie Proporsi Penderita Epilepsi Berdasarkan Pendidikan yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011-2013....................................................................... 50

Gambar 5.5.

Diagram Pie Proporsi Penderita Epilepsi Berdasarkan Pekerjaan yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011-2013....................................................................... 51

Gambar 5.6.

Diagram Pie Proporsi Penderita Epilepsi Berdasarkan Status Perkawinan yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011-2013 ................................................. 52

Universitas Sumatera Utara

Gambar 5.7.

Diagram Pie Proporsi Penderita Epilepsi Berdasarkan Tempat Tinggal yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011-2013 ............................................................ 53

Gambar 5.8.

Diagram Pie Proporsi Penderita Epilepsi Berdasarkan Riwayat Keluarga yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011-2013 ................................................. 54

Gambar 5.9.

Diagram Pie Proporsi Penderita Epilepsi Berdasarkan Riwayat Trauma Kepala yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011-2013.......................................... 55

Gambar 5.10.

Diagram Pie Proporsi Penderita Epilepsi Berdasarkan Klasifikasi Serangan Epilepsi yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011-2013.......................................... 57

Gambar 5.11.

Diagram Pie Proporsi Penderita Epilepsi Berdasarkan Frekuensi Serangan yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011-2013 ................................................. 58

Gambar 5.12.

Diagram Pie Proporsi Penderita Epilepsi Berdasarkan Aura yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011-2013 ................................................................................... 59

Gambar 5.13.

Diagram Pie Proporsi Penderita Epilepsi Berdasarkan Keadaan Sewaktu Pulang yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011-2013.......................................... 61

Universitas Sumatera Utara

Gambar 5.14.

Diagram Bar Proporsi Umur Penderita Epilepsi Berdasarkan Klasifikasi Serangan yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011-2013 ................................ 62

Gambar 5.15.

Diagram Bar Proporsi Jenis Kelamin Penderita Epilepsi Berdasarkan Klasifikasi Serangan yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011-2013 ................................ 64

Gambar 5.16.

Diagram Bar Proporsi Pendidikan Penderita Epilepsi Berdasarkan Klasifikasi Serangan yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011-2013 ................................ 65

Gambar 5.17.

Diagram Bar Proporsi Pekerjaan Penderita Epilepsi Berdasarkan Klasifikasi Serangan yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011-2013 ................................ 66

Gambar 5.18.

Diagram Bar Proporsi Frekuensi Serangan Penderita Epilepsi Berdasarkan Klasifikasi Serangan yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011-2013........... 68

Gambar 5.19.

Diagram Bar Proporsi Klasifikasi Serangan Penderita Epilepsi Berdasarkan Keadaan Sewaktu Pulang yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2011-2013........... 69

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

Epilepsi merupakan gangguan kronik otak yang menunjukkan gejala serangan

berulang. Epilepsi banyak terjadi di seluruh dunia, 80% diantaranya berada di negara- negara

berkembang. Laporan WHO tahun 2006 insidens epilepsi di Eropa dan Amerika Utara 25-53

per 100.000. Berdasarkan data Perhimpunan Dokter Spesialis Syaraf (PERDOSSI) tahun

2012 penderita epilepsi aktif mencapai 1,8 juta dari seluruh penduduk. Penelitian ini

bertujuan untuk mengetahui karakteristik penderita epilepsi yang dirawat inap di Rumah

Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan tahun 2011-2013

Penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain case series dilanjutkan dengan analisis

statistik. Lokasi penelitian di RSUP Haji Adam Malik Medan selama

Juli – Agustus

2014. Populasi berjumlah 126 orang dengan sampel adalah seluruh penderita epilepsi rawat

inap ( total sampling).

Penderita epilepsi dengan proporsi tertinggi pada kelompok umur 0-11 tahun (47,6%),

jenis kelamin laki-laki (52,5%), agama Islam (62,7%), pendidikan tidak tamat SD (43,6%),

pekerjaan lain-lain (77,8%), status tidak kawin (84,9%), tempat tinggal luar Medan (61,9%),

tidak ada riwayat keluarga (92,9%), tidak ada trauma kepala (68,3%), klasifikasi serangan

epilepsi umum primer (79,4%), frekuensi serangan 1-3x/hari (65,9%), tidak ada aura

(53,2%), lama rawatan rata-rata 6 hari, dan keadaan sewaktu pulang adalah pulang berobat

jalan (73,0%). Berdasarkan hasil analisis statistik ada perbedaan yang bermakna antara umur

berdasarkan klasifikasi serangan (p=0,029) dan pekerjaan berdasarkan klasifikasi serangan

(p= 0,006). Tidak ada perbedaan yang bermakna antara jenis kelamin berdasarkan

klasifikasi serangan (p= 0,136), dan pendidikan berdasarkan klasifikasi serangan (p=0,136).

Analisis statistik frekuensi serangan berdasarkan klasifikasi epilepsi dan klasifikasi serangan

berdasarkan keadaan sewaktu pulang tidak dapat diuji.

Disarankan kepada pihak RSUP Haji Adam Malik Medan melengkapi pencatatan pada

kartu status seperti suku dan faktor pencetus. Penyimpanan kartu status diperhatikan, karena

16,7% kartu status tidak ditemukan. Penderita epilepsi diharapkan patuh minum obat sesuai

anjuran dokter dan menjaga pola makan dan hidup sehat. Masyarakat supaya memperhatikan

kondisi kesehatan khususnya anak-anak.

Kata kunci : Epilepsi, Karakteristik Penderita

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT
Epilepsy is a chronic brain disorder that recurrent seizure. In the world epilepsy have 80%, have alot of in developing countries. Based on the World Health Organization (WHO) report in 2006, the incidence of epilepsy in Europe and North America ranges from 24- 53 per 100.000 per year. Based on data the Association of Physician Spesialist Nerve (PERDOSSI) patient with active epilepsy in 2012 reached 1,8 million of the total population.This research done to know the chracteristic epilepsy patient who are taken treatment in Haji Adam Malik General Hospital Medan in 2011-2013.
Descriptive study with case series followed by statistical analysis. Located in RSUP Haji Adam Malik Medan for Juli-Agustus 2014. The population are 126 and sample are all patient epilepsy who are hospitalized ( total sampling)
Epilepsy patient with the highest proportion in the age group 0-11 years (47,6%), male gender (52,5%), Islam (62,7%), not attending school (43,6%), other work ( 77,8%), unmarried status (84,9%), outside Medan (61,9%), family tie ( 92,9%), no head trauma (68,3%), classification of primary generalized seizure (79,4%), seizure frequency 13x/days (65,9%), no aura (53,2%), long treatments that take about 6 days and condition that come back for treatment (73,0%). From the result of statistical analysis there were significant differences between age and classification of seizure ( p=0,029), and employment and classification of seizure (p=0,006). There is no significant difference between sex with the classification of seizure ( p= 0,136), and education with classification of seizure (p=0,136). Statistical analysis seizure frequency with classification of seizure and classification of attacks while returning state can not be tested.
Recommended to the Haji Adam Malik General Hospital Medan to complete the recording on the card status such as etnic group, and precipating factors. Saving the card status well, because 16,7% of the card unknown. People with epilepsy are expected to obey take medicine as directed by doctor and keep a healthy diet an personal higiene. To communities should be care healtiness, specially children.
Keywords : Epilepsy, Patient Characteristic
Universitas Sumatera Utara

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Kesehatan menurut Undang-Undang Kesehatan Republik Indonesia No.32 Tahun 2009 adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Untuk mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya bagi masyarakat, maka diselenggarakan upaya kesehatan yang terpadu dan menyeluruh dalam bentuk upaya kesehatan perseorangan dan upaya kesehatan masyarakat.1 Penyakit Tidak Menular (PTM) semakin hari meningkat karena meningkatnya frekuensi kejadiannya pada masyarakat. Perubahan pola struktur masyarakat agraris ke masyarakat industri banyak memberi andil terhadap perubahan pola fertilitas, gaya hidup, dan sosial ekonomi yang pada akhirnya dapat memicu peningkatan penyakit tidak menular (PTM).2 Penyakit Tidak Menular merupakan masalah kesehatan yang penting karena morbiditas dan mortalitas penyakit tidak menular meningkat dan menjadi beban dalam pelayanan kesehatan, sehingga menjadi tantangan yang harus dihadapi dalam pembangunan bidang kesehatan di Indonesia. 3 Gangguan syaraf merupakan salah satu dari penyakit tidak menular dan bisa dialami oleh semua kelompok umur. Beberapa penyakit yang sering terjadi pada masyarakat oleh karena gangguan syaraf seperti dementia, epilepsi, sakit kepala, infeksi syaraf, gangguan syaraf yang berhubungan dengan kurang gizi,
Universitas Sumatera Utara

Parkinson’s, stroke, cedera kepala, dan cedera perinatal. Jika `ada gangguan fungsi otak, maka setiap orang dapat mengalami kejang.4
Pada penyakit epilepsi ada stigma dari masyarakat yang dianggap sebagai kutukan. Epilepsi membawa stigma yang besar, karena adanya salah pengertian pada masyarakat dan adanya mitos.4
Secara klinis epilepsi merupakan gangguan paroksimal di mana cetusan neuron korteks serebri mengakibatkan serangan penurunan kesadaran, perubahan fungsi motorik atau sensorik, perilaku atau emosional yang intermitten dan stereotipik.5
Epilepsi banyak terjadi di seluruh dunia, 80% diantaranya berada di negaranegara berkembang. Meskipun penderitanya bisa diobati, tetapi terdapat 75% dari orang-orang yang menderita epilepsi menerima pengobatan yang tidak tepat.6 Sebagian besar epilepsi pada anak adalah epilepsi fokal, yang mencakup sekitar 60% dari seluruh sindrom epilepsi pada anak.7
Rata-rata kejadian epilepsi setiap tahun di Amerika Serikat diperkirakan 48 per 100.000 orang. Insidens epilepsi lebih tinggi pada anak-anak.8 Berdasarkan laporan WHO pada tahun 2006 insidens epilepsi di Eropa dan Amerika Utara antara 25-53 per 100.000 setiap tahun.4 Insidens epilepsi di Inggris Raya pada tahun 2010 sekitar 51 per 100.000 setiap tahun.6 Menurut WHO pada tahun 2012 di negara maju kasus baru epilepsi per tahun antara 40-70 per 100.000, sementara di negara berkembang diperkirakan mencapai 114 per 100.000.9
Universitas Sumatera Utara

Data dari Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) tahun 2012 penderita epilepsi aktif mencapai 1,8 juta dari seluruh penduduk, sedangkan perkiraan penderita epilepsi baru yaitu 250.000 orang.10
Data rekam medik tahun 2008 - 2010 di RSAB Harapan Kita Jakarta , diperoleh 192 pasien epilepsi yang datang berobat.11 Berdasarkan laporan bulanan dinas kesehatan Sumatera Selatan, penderita epilepsi pada bulan April tahun 2012 berjumlah 86 orang, dimana penderita epilepsi lebih banyak diderita pada kelompok umur 20-44 tahun.12 Hasil penelitian dari Nauli Handayani di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2001- 2002 penderita epilepsi berjumlah 173 orang.13 Penderita kejang demam yang dirawat inap di RSU Pirngadi Medan pada tahun 2010 dilaporkan sebanyak 155 orang. 14
Berdasarkan survei awal yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan, jumlah penderita epilepsi yang dirawat inap tahun 2011 2013 sebanyak 126 orang. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka perlu dilakukan penelitian tentang karakteristik penderita epilepsi yang dirawat inap di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2011-2013. 1.2. Perumusan Masalah
Belum diketahuinya karakteristik penderita epilepsi yang dirawat inap di Rumah Sakit Pusat Haji Adam Malik Medan pada tahun 2011-2013. 1.3. Tujuan Penelitian 1.3.1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui karakteristik penderita epilepsi yang dirawat inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan tahun 2011-2013.
Universitas Sumatera Utara

1.3.2.Tujuan Khusus a. Untuk mengetahui distribusi proporsi penderita epilepsi berdasarkan sosio demografi meliputi umur, jenis kelamin, suku, agama, pekerjaan, status perkawinan, dan tempat tinggal. b. Untuk mengetahui distribusi proporsi penderita epilepsi berdasarkan riwayat keluarga. c. Untuk mengetahui distribusi proporsi penderita epilepsi berdasarkan riwayat trauma kepala. d. Untuk mengetahui distribusi proporsi penderita epilepsi berdasarkan klasifikasi serangan epilepsi yang diderita. e. Untuk mengetahui distribusi proporsi penderita epilepsi berdasarkan frekuensi serangan. f. Untuk mengetahui distribusi proporsi penderita epilepsi berdasarkan ada tidaknya aura. g. Untuk mengetahui distribusi proporsi penderita epilepsi berdasarkan lama rawatan rata-rata. h. Untuk mengetahui distribusi proporsi penderita epilepsi berdasarkan keadaan sewaktu pulang. i. Untuk mengetahui distribusi proporsi umur berdasarkan klasifikasi serangan epilepsi. j. Untuk mengatahui distribusi proporsi jenis kelamin berdasarkan klasifikasi serangan epilepsi.
Universitas Sumatera Utara

k. Untuk mengetahui distribusi proporsi pendidikan berdasarkan klasifikasi serangan epilepsi.
l. Untuk mengetahui distribusi proporsi pekerjaan berdasarkan klasifikasi serangan epilepsi.
m. Untuk mengetahui distribusi proporsi frekuensi serangan berdasarkan klasifikasi serangan epilepsi.
n. Untuk mengetahui distribusi proporsi klasifikasi serangan epilepsi berdasarkan keadaan sewaktu pulang.
1.4. Manfaat Penelitian 1. Sebagai informasi dan bahan masukan bagi pihak Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan mengenai epilepsi sehingga dapat meningkatkan penanggulangan dan pengobatan penderita. 2. Sebagai sarana meningkatkan pengetahuan dan wawasan penulis dalam menerapkan ilmu yang diperoleh selama pendidikan di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM USU) dan sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM). 3. Sebagai bahan informasi bagi peneliti lain untuk melakukan penelitian yang berhubungan dengan epilepsi.
Universitas Sumatera Utara

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Anatomi dan Fisiologi Otak 2.1.1. Anatomi Otak
Otak terletak dalam rongga kranium (tengkorak), terdiri atas semua bagian Sistem Saraf Pusat (SSP) diatas korda spinalis. Secara anatomis terdiri dari cerebrum (otak besar), cerebellum (otak kecil), brainstem ( batang otak) dan limbic system (sistem limbik).15,16
Cerebrum merupakan bagian terbesar dan teratas dari otak yang terdiri dari dua bagian, yaitu hemisfer kiri dan hemisfer kanan. Otak besar terdiri atas corteks (permukaan otak), ganglia basalis, dan sistem limbik. Kedua hemisfer kiri dan kanan dihubungkan oleh serabut padat yang disebut dengan corpus calosum. Setiap hemisfer dibagi atas 4 lobus, yaitu lobus frontalis (daerah dahi), lobus oksipitialis (terletak paling belakang), lobus parietalis dan lobus temporalis.15,17
Cerebellum berada pada bagian bawah dan belakang tengkorak dan melekat pada otak tengah. Hipotalamus mempunyai beberapa pusat (nuklei) dan Thalamus suatu struktur kompleks tempat integrasi sinyal sensori dan memancarkannya ke struktur otak diatasnya, terutama ke korteks serebri.16
Brainsteam (batang otak) terletak diujung atas korda spinalis, berhubungan banyak dengan korda spinalis. Batang otak terdiri atas diensefalon ( bagian batang otak paling atas terdapat diantara cerebellum dengan mesencephalon, mesencephalon (otak tengah), pons varoli ( terletak di depan cerebellum diantara otak tengah dan medulla oblongata), dan medulla oblongata (bagian dari batang
Universitas Sumatera Utara

otak yang paling bawah yang menghubungkan pons varoli dengan medula spinalis.16,18
Sistem limbik terletak di bagian tengah otak yang bekerja dalam kaitan ekspresi perilaku instinktif, emosi dan hasrat-hasrat dan merupakan bagian otak yang paling sensitif terhadap serangan.17
Gambar 2.1.Anatomi Otak Normal 2.1.2. Fisiologi Otak
Otak memiliki kurang lebih 15 miliar neuron yang membangun substansia alba dan substansia grisea. Otak merupakan organ yang sangat kompleks dan sensitife. Fungsinya sebagai pengendali dan pengatur seluruh aktivitas, seperti : gerakan motorik, sensasi, berpikir, dan emosi. Sel-sel otak bekerja bersama- sama dan berkomunikasi melalui signal-signal listrik. Kadang- kadang dapat terjadi cetusan listrik yang berlebihan dan tidak teratur dari sekelompok sel yang menghasilkan serangan.19
Darah merupakan sarana transportasi oksigen, nutrisi, dan bahan-bahan lain yang sangat diperlukan untuk mempertahankan fungsi penting jaringan otak dan
Universitas Sumatera Utara

mengangkat sisa metabolit. Kehilangan kesadaran terjadi bila aliran darah ke otak berhenti 10 detik atau kurang. Kerusakan jaringan otak yang permanen terjadi bila aliran darah ke otak berhenti dalam waktu 5 menit.18,20 2.2. Epilepsi
Epilepsi menurut World Health Organization (WHO) merupakan gangguan kronik otak yang menunjukkan gejala berupa serangan yang berulang - ulang yang terjadi akibat adanya ketidaknormalan kerja sementara, sebagian, dan seluruh jaringan otak karena cetusan listrik pada neuron (sel syaraf).9
Epilepsi dikenal sebagai salah satu penyakit tertua di dunia (2000 tahun SM) dan menempati urutan kedua dari penyakit syaraf setelah gangguan peredaran darah otak.20 Epilepsi ditandai dengan perubahan mendadak dan selintas dalam fungsi otak, biasanya dengan gejala motorik, sensorik, otonom atau psikis. Keadaan ini sering disertai dengan perubahan dalam kesadaran.21
Aura adalah perasaan- perasaan yang dialami penderita epilepsi yang tidak biasanya dialami sebelum terjadinya serangan atau kejang. Dalam pemeriksaan, adanya aura perlu diketahui secara sistematik. Bentuk- bentuk aura yang dapat terjadi adalah seperti : sensasi aneh di dalam perut, dada atau kepala, perasaan kesemutan, halusinasi atau ilusi, vertigo, kesulitan untuk menemukan kata-kata, de javu, serta perasaan takut atau cemas yang luar biasa.19
Kedaduratan serangan epilepsi merupakan beratnya serangan yang terjadi pada penderita. Tingkat kedaduratan serangan epilepsi terdiri dari serangan pertama, serangan akut berulang, breakthrough seizure, dan status epileptikus.19
Universitas Sumatera Utara

Status Epileptikus (SE) adalah suatu kondisi/keadaan spesifik oleh karena adanya serangan epilepsi yang sering, berulang, berkelanjutan, dan berkepanjangan.22 Keadaan status epileptikus dapat menimbulkan ancaman kerusakan sel-sel neuron yang meluas dan permanen sampai terjadi kematian akibat hipoksia jaringan otak , hipertensi, dan peningkatan tekanan intrakranial. Kematian bisa terjadi karena serangan yang sering dan berulang berkisar 3-25% yang telah dilaporkan.23
Kematian mendadak yang tak terduga pada epilepsi atau sudden unexpected death in epilepsy (SUDEP) menjadi masalah yang serius. Diperkirakan SUDEP terjadi pasca kejang pertama, aritma jantung yang tidak baik, dan serangan pernafasan yang terganggu akibat kejang.24
Gambar 2.2. Gambar Otak Penderita Epilepsi
Universitas Sumatera Utara

2.3. Klasifikasi Serangan Epilepsi19 2.3.1. Serangan Epilepsi Umum Primer
Serangan epilepsi umum primer adalah kejang yang sejak awal seluruh otak terlibat secara bersamaan. Serangan muncul karena hilangnya kesadaran, kemudian diikuti gejala lainnya yang bervariasi. Jenis-jenis serangan epilepsi umum dibedakan oleh ada atau tidak adanya aktivitas motorik yang khas.19 a. Absence(Petit Mal)
Pada serangan petit mal, penderita mungkin mempunyai serangan minor atau abortif tanpa disertai dengan gerakan jatuh atau konvulsi pada tubuh. Serangan kekososongan yang klasik ditandai dengan ekspresi bengong mendadak (kekosongan singkat) dan terhentinya aktivitas motorik, kadang-kadang disertai hilangnya tonus otot. Kondisi ini umumnya dimulai pada masa kanak-kanak (onset puncak pada usia 4-8 tahun, lebih sering pada anak perempuan).25 Serangan ini hanya berlangsung 2-10 detik.26 Serangan ini bisa menghilang waktu remaja atau berganti dengan serangan tonik-klonik. 23,26
Serangan absence sering dihubungkan dengan keadaan umum, serangan tonic-klonik, tetapi pasien biasanya tidak mempunyai masalah kelainan syaraf dan mempunyai respon yang baik pada pengobatan yang spesifik dengan anticonvulsant.27
Universitas Sumatera Utara

b. Serangan Tonik-Klonik (Grand Mal) Istilah serangan tonik - klonik mengacu pada beberapa jenis gerakan tubuh,
yang secara tiba-tiba kejang. Tonik merupakan anggota badan dan klonik, merupakan mengacu pada sentakan yang berirama.28
Suatu aura dapat menandai terjadinya serangan yang segera akan datang. Aura biasanya khas bagi penderita per individu dan dapat terdiri dari rasa mual atau baal, dan suatu kilatan dari daya ingat. Penderita mungkin menjerit dan sering mengalami cedera tubuh. Tahap klonik menyusul dengan ditandai gerakan konvulsi, dan ritmik pada tubuh.26 Serangan ini yang paling sering dijumpai pada umur diatas balita. Kejang tonik ini berlangsung kurang lebih 1-2 menit.29 c. Serangan Mioklonik
Pada serangan mioklinik ditandai oleh kontraksi otot-otot tubuh secara cepat, mendadak, sinkron dan bilateral atau kadang-kadang hanya mengenal kelompok otot tertentu.20 Serangan terjadi sekali atau berulang-ulang dan muncul saat penderita jatuh tertidur.29 Penderita sendiri melaporkan bahwa mereka tidak menyadari adanya serangan tersebut dan mereka hanya menemukan bahwa dirinya berada dalam posisi yang tidak biasa.21
Patologis dari serangan mioklinik pada umumnya sering dilihat dari gangguan metabolisme, penyakit degeneratif central nervous system (CNS) atau cedera di kepala. Serangan mioklinik biasanya berdampingan dengan gangguan serangan umum dan penderitanya adalah remaja.22 Serangan ini juga dapat terjadi pada anak-anak dengan epileptik enchepalophati, contohnya Lennox-Gastaut syndrom.24
Universitas Sumatera Utara

d. Serangan Atonik Pada epilepsi atonik ditandai dengan kehilangan tonus otot secara
mendadak. 20 Pada keadaan ini otot-otot seluruh tubuh mendadak melemas sehingga penderita terjatuh. Hal ini sangat berbahaya karena memiliki resiko besar mengalami cedera kepala karena jatuhnya penderita. Kesadaran tetap dapat baik atau menurun sebentar.22 Biasanya muncul pada umur 2-5 tahun, serangan berlangsung selama 10-60 detik.19 e. Serangan Tonik
Serangan tonik ditandai dengan adanya kekakuan bilateral secara mendadak pada tubuh, lengan, dan tungkai. Serangan berlangsung kurang dari 20 detik, kemudian muncul lebih sering pada saat penderita tidur. Dijumpai terutama pada anak berusia muda, biasanya berhubungan dengan gangguan metabolik atau defisit neurologis.19 2.3.2. Serangan Parsial
Serangan epilepsi parsial merupakan serangan yang berasal dari daerah tertentu dalam otak.20 a. Serangan Epilepsi Parsial Sederhana
Serangan epilepsi parsial sederhana timbul karena adanya suatu muatan yang lepas dari area motorik korteks serebri secara unilateral. Serangan ini bersifat kejang ritmis (klonis) pada salah satu anggota tubuh, yang kemudian dapat menjalar ke seluruh tubuh.20
Jenis ini tidak disertai gangguan atau penurunan kesadaran. Selama serangan berlangsung, penderita tetap sadar dan mampu untuk menjawab
Universitas Sumatera Utara

pertanyaan ataupun melaksanakan perintah dan kemudian penderita akan mengingat selama serangan berlangsung.13 Manifestasi klinis biasanya berhubungan dengan area otak tertentu yang terlibat, yaitu manifestasi motorik, sensorik, otonomik dan psikis. Serangan berlangsung sekitar 30 detik atau kurang.19 b. Serangan Epilepsi Parsial Kompleks (Lobus Temporalis, Psikomotor)
Serangan epilepsi parsial kompleks terjadi karena adanya gangguan kesadaran dan gejala psikis atau adanya gangguan fungsi luhur, contohnya seperti: de-javu, ilusi, halusinasi, otomatisme (mengunyah-unyah, menelan, gerakangerakan tertentu,), dan jamais-vu (tidak kenal dengan peristiwa yang pernah dialami).25,26 Berlangsung selama 1-3 menit. Sekitar 50% penderita terlebih dahulu mengalami aura. Aura yang paling sering muncul adalah rasa takut, perasaan mual, perasaan aneh atau baal, gangguan visual dan kedutan pada wajah atau jari-jari.30
Epilepsi kompleks parsial timbul dari lobus temporal sekitar 60%, sekitar 30% dari lobus frontal dan sekitar 10% dari daerah kortikal lainnya.24 c. Serangan Epilepsi Umum Sekunder
Serangan epilepsi umum sekunder merupakan serangan parsial yang berkembang menjadi serangan umum. Serangan umum sekunder terjadi melalui beberapa tahapan refleksi dari penyebaran cetusan ke berbagai area otak yang berbeda, seperti serangan parsial berlanjut menjadi serangan parsial kompleks dan kemudian berkembang menjadi serangan umum sekunder ( tonik-klonik).19,29
Universitas Sumatera Utara

2.3.3. Epilepsi Tak Tergolongkan Tidak semua jenis kejang dapat diklasifikasikan seperti epilepsi parsial dan
epilepsi umum. Epilepsi tak tergolongkan khususnya terjadi pada masa neonatus dan bayi.27 2.4. Penyebab Epilepsi20,24 a. Idiopatik (Penyebab tidak diketahui)
Epilepsi idiopatik seringkali menunjukkan predisposisi genetik.28 Penyebabnya tidak diketahui meliputi ±50% dari penderita epilepsi anak, biasanya pada usia lebih dari 3 tahun.20 b. Simtomatik (Penyebab diketahui) b.1 Kelainan Kongenital
Kelainan kongenital dapat terjadi karena kromosom ab-normal, radiasi, obat-obat teratogenik, infeksi intrapartum oleh toksoplasma, cytomegalovirus, rubela dan treponema. Biasanya terjadi pada kelompok usis 0-6 bulan.6 b.2. Infeksi
Risiko akibat serangan epilepsi bervariasi sesuai dengan tipe infeksi yang terjadi pada sistem saraf pusat, seperti meningitis, ensefalitis, dan terjadinya abses serta infeksi lainnya.6
Epilepsi dapat terjadi karena adanya infeksi virus, bakteri, parasit dan abses otak yang frekuensinya sampai 32%. Sering terjadi pada kelompok anak-anak sampa

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

119 3984 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1057 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 945 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 632 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 790 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1348 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

66 1253 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 825 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 1111 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1350 23