Kerangka Pemikiran PENDEKATAN TEORITIS

berpartisipasi dalam suatu kegiatan, antara lain usia, jenis pekerjaan, tingkat pendidikan,tingkat pendapatan dan jumlah tanggungan keluarga. Usia berhubungan dengan tingkat partisipasi masyarakat karena semakin tinggi usia, semakin tinggi rasa kepemilikan masyarakat terhadap perbaikan jalan tersebut. Jenis pekerjaan berhubungan dengan tingkat partisipasi masyarakat karena jalan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat dalam aktivitas pekerjaan mereka. Tingkat pendidikan berhubungan dengan tingkat partisipasi masyarakat karena semakin tinggi tingkat pendidikan masyarakat, maka semakin tinggi penerimaan masyarakat terhadap hal-hal yang baru. Tingkat pendapatan berhubungan dengan tingkat partisipasi masyarakat, karena semakin tinggi pendapatan masyarakat maka akan memiliki partisipasi yang tinggi. Jumlah tanggungan keluarga berhubungan dengan tingkat partisipasi masyarakat karena semakin banyak beban keluarga, maka waktu untuk berpartisipasi akan semakin berkurang. Faktor eksternal merupakan hubungan yang terjalin antara pihak pengelola proyek dengan sasaran, antara lain kepemimpinan desa, intensitas sosialisasi kegiatan, dan keaktifan tim pendamping kegiatan. Kepemimpinan desa berhubungan dengan tingkat partisipasi masyarakat karena semakin tinggi dukungan terhadap kegiatan yang ditunjukkan dengan keaktifan pemimpinan desa dalam mengajak masyarakat untuk berpartisipasi, maka masyarakat akan semakin terdorong untuk mengikuti kegiatan. Intensitas sosialisasi berhubungan dengan tingkat partisipasi masyarakat karena semakin sering sosialisasi yang dilakukan, maka masyarakat akan semakin memahami tujuan kegiatan dan semakin aktif berpartisipasi dalam kegiatan perbaikan prasarana jalan tersebut. Keaktifan tim pendamping kegiatan berhubungan dengan tingkat partisipasi masyarakat karena semakin aktif tim pendamping kegiatan mendampingi masyarakat, maka semakin tinggi partisipasi masyarakat dalam perbaikan prasarana jalan tersebut. Kerangka Penelitian ini ditunjukkan pada Gambar 1. Gambar 1. Kerangka Pemikiran Penelitian Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Masyarakat dalam Kegiatan Perbaikan Prasarana Jalan PNPM Mandiri Perdesaan

2.3 Hipotesis Penelitian

Penyusunan hipotesis bertujuan untuk memudahkan peneliti menjawab permasalahan dan mencapai tujuan dari penelitian yang telah dirumuskan, khususnya mengenai faktor-faktor internal yang mempengaruhi tingkat partisipasi PNPM Mandiri Perdesaan Perbaikan Prasarana Jalan Partisipasi - Pengambilan Keputusan - Pelaksanaan - Menikmati hasil - Evaluasi Berhubungan Faktor Eksternal 1. Kepemimpinan Desa 2. Intensitas Sosialisasi Kegiatan 3. Keaktifan Tim Pendamping Kegiatan Faktor Internal 1. Usia 2. Jenis Pekerjaan 3. Tingkat pendidikan 4. Tingkat pendapatan 5. Jumlah tanggungan keluarga masyarakat. Berdasarkan kerangka pemikiran di atas dapat disusun hipotesis uji sebagai berikut: 1. Usia berhubungan dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan perbaikan prasarana jalan PNPM Mandiri Perdesaan. 2. Jenis pekerjaan berhubungan dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan perbaikan prasarana jalan PNPM Mandiri Perdesaan. 3. Tingkat pendidikan berhubungan dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan perbaikan prasarana jalan PNPM Mandiri Perdesaan. 4. Tingkat pendapatan berhubungan dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan perbaikan prasarana jalan PNPM Mandiri Perdesaan. 5. Jumlah tanggungan keluarga berhubungan dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan perbaikan prasarana jalan PNPM Mandiri Perdesaan. 6. Intensitas sosialisasi kegiatan berhubungan dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan perbaikan prasarana jalan PNPM Mandiri Perdesaan 7. Kepemimpinan desa berhubungan dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan perbaikan prasarana jalan PNPM Mandiri Perdesaan. 8. Keaktifan tim pendamping kegiatan berhubungan dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan perbaikan prasarana jalan PNPM Mandiri Perdesaan

2.4 Definisi Operasional

1. Usia adalah jumlah tahun umur responden hingga saat penelitian ini dilaksanakan. 2. Jenis pekerjaan adalah kegiatan yang langsung memperoleh penghasilan berupa uang. Jenis pekerjaan dikategorikan dalam dua hal, yaitu: a. Pekerjaan dalam bidang pertanian, yaitu pekerjaan di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan. b. Pekerjaan dalam bidang non-pertanian, yaitu pekerjaan di sektor pendidikan, pemerintahan, jasa dan perdagangan.

Dokumen yang terkait

PENGARUH TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP PELAKSANAAN PEMBANGUNAN MELALUI PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PERDESAAN (PNPM-MP) DI KECAMATAN LAGUBOTI TOBA SAMOSIR

0 65 7

Pengaruh Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MP) Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Di Desa Kampung Bilah Kecamatan Bilah Hilir Kabupaten Labuhan Batu

0 57 124

Efektifitas Pelaksanaan Program Pinjaman Bergulir (PNPM Mandiri Perkotaan) di Kelurahan Karang Berombak Kecamatan Medan Barat Kota Medan

0 27 245

Pengaruh Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) mandiri Pedesaan terhadap Pembangunan Desa di desa Suka Damai.

12 108 132

Sosialisasi Pemanfaatan Fasilitas Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan (Study Deskriptif di Desa Purbadolok, Kecamatan Doloksanggul, Kabupaten Humbanghasundutan)

4 63 111

Partisipasi Masyarakat dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Nasional (PNPM) Mandiri Perdesaan (Studi Deskriftif di Kelurahan Aek Simotung, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara)

0 62 148

Partisipasi Masyarakat Dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP)Di Kecamatan Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara

4 84 264

Partisipasi Masyarakat Dalam Perencanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MP) (Studi Kasus di Desa Sitio II Kecamatan Lintong Nihuta Kabupaten Humbang Hasundutan)

0 46 125

Implementasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan di Desa Dolok Hataran Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun

0 55 76

PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PERDESAAN (PNPM-MP) DAN PARTISIPASI MASYARAKAT Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) dan Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Desa (Studi Kasus di Desa Sooka, Kecamatan

0 0 16