Tinjauan Yuridis Terhadap Perjanjian Kerja Antara Petugas Administrasi (Pekerja Kontrak) Dengan PT. Bank rakyat indonesia tbk. Kantor Cabang Tebing Tinggi

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERJANJIAN KERJA ANTARA PETUGAS ADMINISTRASI (PEKERJA KONTRAK) DENGAN PT. BANK RAKYAT INDONESIA TBK. KANTOR
CABANG TEBING TINGGI
SKRIPSI Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-tugas dan Memenuhi
Syarat-syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana
OLEH :
NAMA : JESICA WESIA HUTABARAT NIM : 060200319
Departemen Hukum Keperdataan Program Kekhususan Perdata BW
FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN 2010
Universitas Sumatera Utara

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERJANJIAN KERJA ANTARA PETUGAS ADMINISTRASI (PEKERJA KONTRAK) DENGAN PT. BANK RAKYAT INDONESIA TBK. KANTOR
CABANG TEBING TINGGI
SKRIPSI
Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-tugas dan Memenuhi Syarat-syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana
OLEH :
NAMA : JESICA WESIA HUTABARAT NIM : 060200319
Departemen Hukum Keperdataan Program Kekhususan Perdata BW
Disetujui Oleh:
Ketua Departemen Hukum Keperdataan Program Kekhususan Perdata BW

Prof. Dr. Tan Kamello, S.H.,M.S. (NIP. 196 204 211 988 031 004)

Dosen Pembimbing I,

Dosen Pemimbing II,

Prof. Dr. Tan Kamello, S.H.,M.S. (NIP. 196 204 211 988 031 004)

Yefrizawati, S.H.,M.Hum (NIP. 197 512 102 002 122 001)

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN 2010

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR
Segala puji, syukur dan hormat Penulis ucapkan pada Tuhan Yesus Kristus atas penyertaan-Nya selama menjalani perkuliahan, hingga dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik.
Skripsi ini berjudul “TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERJANJIAN KERJA ANTARA PETUGAS ADMINISTRASI (PEKERJA KONTRAK) DENGAN PT. BANK RAKYAT INDONESIA TBK. KANTOR CABANG TEBING TINGGI” yang diangkat oleh Penulis karena keingintahuan Penulis akan bagaimana pelaksanaan dan bentuk perjanjian kerja antara Petugas Administrasi dengan PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. Kantor Cabang Tebing Tinggi yang dalam hal ini Penulis melakukan riset pada BRI Cabang Tebing Tinggi. Selain itu, penulisan skripsi ini juga bertujuan memenuhi syarat untuk mencapai gelar Sarjana Hukum di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara .
Pada kesempatan ini, Penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang telah banyak membantu, memberi dukungan kepada Penulis hingga skripsi ini dapat selesai dengan baik. Maka untuk semua itu Penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Prof. Dr. Runtung Sitepu, SH. M.Hum., selaku Dekan Fakultas Hukum
Universitas Sumatera Utara, 2. Bapak Prof. Dr. Suhaidi, SH. MH., selaku Pembantu Dekan I Fakultas Hukum
Universitas Sumatera Utara, Bapak Syafruddin Hasibuan, SH., MH., DFM., sebagai Pembantu Dekan II Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, dan
Universitas Sumatera Utara

Bapak Muhammad Husni, SH., MH., selaku Pembantu Dekan III Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, 3. Bapak Prof. Dr. Tan Kamello, SH., MS. Selaku Guru Besar, Ketua Departemen Hukum Keperdataan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, dan juga selaku Dosen Pembimbing I, yang telah banyak memberikan bimbingan, arahan dan masukan serta nasehat kepada Penulis hingga skripsi ini dapat selesai dengan baik. 4. Ibu Yefrizawati, SH.,M.Hum, selaku Dosen Pembimbing II, yang telah sabar dan banyak memberikan bimbingan, bantuan, arahan dan masukan serta nasehat kepada penulis dalam penyelesaian skripsi ini. (Maaf ya Bu, klo saya sering datang terlambat klo mau bimbingan….hehehe….). 5. Ibu Dr. Utary Maharany Lubis, SH., M.Hum, selaku Dosen Pembimbing Akademik Penulis, yang telah mengarahkan Penulis dalam menjalankan akademi di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara. Buat Ibu Rafiqoh Lubis, SH., M.Hum., makasih ya Bu, dah jadi dosen yang baik dan mau mendengarkan keluhan penulis selama kuliah di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara. Terima kasih atas nasehat dan trik-triknya (sangat bermanfaat…). 6. PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. Kantor Cabang Tebing Tinggi, yang telah memberikan izin kepada Penulis untuk melaksanakan riset serta memperoleh data yang diperlukan dalam menyelesaikan skripsi ini. 7. Terima kasih yang teramat besar penulis ucapkan kepada kedua orangtua Penulis, Welzink Hutabarat, SE. dan Sondang Sihombing, S.Pd. yang selalu memberikan cinta, kasih sayang, dukungan dan perhatian serta doa yang teramat tulus, yang menjadikannya sebagai kekuatan bagi Penulis dalam
Universitas Sumatera Utara

menyelesaikan skripsi ini. Buat Bapak, terima kasih karena sedikit banyak telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini (makasih buat wawancaranya, sebagai wakil pekerja BRI Tebing Tinggi merangkap Dosen Pembimbing III, hehehe…). Buat mama, makasih udah nyiapin makanan, jus, susu, (puding,,hehehe) klo lagi ngerjain skripsi. Buat Kakak dan adik Penulis, k’ Indah, K’ Iye (disini aja manggil kaka nya, haha), Arigato dan Andrea, makasih ya buat dukungan semangatnya (mari kita berikan yang terbaik buat bapak dan mama). Bou Lina, makasih ya buat doa dan dukungannya. Westvillage Family is the best. Love you.. 8. Buat NanaPhanieRannie (ga terpisahkan,hahaha) sahabat-sahabat Penulis, terima kasih buat dukungan dan semangatnya (makasih udah menghibur ku ketika stress tingkat tinggi..hahaha). Semoga persahabatan kita tetap terjalin hingga kapan pun. Buat Grup B angkatan 06’ PRM n K_Family, makasih atas kegilaan-kegilaanya dan menjadi teman kampus yang tidak akan terlupakan. Terutama buat Pauline ”my DJ” (temen seperjuangan abis), Yenny ”Westafel”, Vanni, April n Sarah (temen dari semester 1 sampai abis). My new bro Ferdy FHS (The Prince of Atjeh, kapan kita nonton sebelum ujian lagi??), Otniel OHT (Bang kenta..), Jani (choko), ”Babe” Rizky, Mamad ”maFud”, topel, Aulia ”Emon”, Icut “Agam”(bro juga ini..), Boboy...(smuanya: Ayokkk Karaokeee)... Buat Hendry (makasih dah bantui buatin outline), Rico (makasih dah bantuan pemilihan judul), Nixon 08 (makasih buat semangatnya ya de..). Buat semua angkatan 06 Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara. SEMANGAT. Buat Pegawai Perpustakaan (makasih ya bang, kak, udah mau direpotin..hehehe). K’ Una, K’Lisa, Bg’ Dian, B’ Harun, makasih ya buat
Universitas Sumatera Utara

semua bantuannya. Dan Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang tidak dapat Penulis sebutkan satu persatu.
Akhir kata, penulis mengharapkan agar kelak skripsi ini dapat memberi sumbangan ilmu pengetahuan bagi kita semua.
Medan, Maret 2010 Penulis, Jesica Wesia Hutabarat
Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ............................................................................................. Daftar Isi ...................................................................................................... Abstrak ........................................................................................................

i v viii

BAB I. PENDAHULUAN ............................................................................ 1 A. Latar Belakang........................................................................................ 1 B. Perumusan Masalah ................................................................................ 6 C. Tujuan dan Manfaat Penulisan ................................................................ 6 D. Keaslian Penulisan .................................................................................. 7 E. Tinjauan Kepustakaan ............................................................................. 8 F. Metode Penelitian ................................................................................... 13 G. Sistematika Penulisan.............................................................................. 16

BAB II. TINJAUAN UMUM MENGENAI PERJANJIAN KERJA.............. 18 A. Perjanjian Pada Umumnya ...................................................................... 18
1. Pengertian Perjanjian......................................................................... 18 2. Syarat Sahnya Perjanjian ................................................................... 20 3. Hak dan Kewajiban Para Pihak dalam Perjanjian............................... 28 4. Asas-Asas Hukum Perjanjian ............................................................ 30 5. Jenis-Jenis Perjanjian ........................................................................ 43 6. Berakhirnya Perjanjian ...................................................................... 46 B. Perjanjian Kerja Pada Umumnya............................................................. 47 1. Pengertian Perjanjian Kerja .............................................................. 47

Universitas Sumatera Utara

2. Unsur-Unsur Dalam Perjanjian Kerja................................................ 51 3. Hak dan Kewajiban Para Pihak Dalam Perjanjian Kerja.................... 60 4. Jenis-Jenis Perjanjian Kerja .............................................................. 66
a. Perjanjian Kerja Waktu Tertentu................................................ 67 b. Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu...................................... 74 5. Berakhirnya Perjanjian Kerja............................................................. 74
BAB III. SEKILAS MENGENAI PT. BANK RAKYAT INDONESIA TBK. 83 A. Sejarah Singkat PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk..................................... 83 B. Visi dan Misi PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. ....................................... 85 C. Hubungan Perusahaan (PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk.) dengan Insan
Bank (Pekerja PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk.) ..................................... 86 D. Struktur Organisasi Kantor Cabang PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk...... 88 E. Prosedur Penerimaan Petugas Administrasi PT. Bank Rakyat
Indonesia Tbk. ......................................................................................... 92 F. Hak dan Kewajiaban Pekerja dan PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk.......... 95
BAB IV. PELAKSANAAN PERJANJIAN KERJA ANTARA PETUGAS ADMINISTRASI DENGAN PT. BANK RAKYAT INDONESIA TBK. 100
A. Pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu Antara Petugas Administrasi Dengan PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. ........................... 101
B. Berakhirnya Kesepakatan Kerja Antara Petugas Administrasi dengan PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. ............................................................. 106
C. Perbandingan Ketentuan Perjanjian Kerja yang Ditetapkan Oleh PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. dengan Ketentuan Perjanjian Kerja yang diatur dalam KUHPerdata dan Undang-undang Nomor 13 Tahun
Universitas Sumatera Utara

2003 Tentang Ketenagakerjaan ............................................................... 110 BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN........................................................ 120
A. Kesimpulan ....................................................................................... 120 B. Saran................................................................................................. 121 Daftar Pustaka Lampiran
Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Sesuai dengan kodrat alam, manusia sejak lahir hingga meninggal dunia hidup bersama-sama dengan manusia lain. Apabila dalam pergaulan hidup terjadi peristiwa di mana seorang berjanji kepada orang lain atau di mana dua orang berjanji untuk melaksanakan sesuatu hal, maka timbullah suatu perjanjian. Demikian juga dalam bidang pekerjaan, orang melakukan perjanjian kerja sehingga menimbulkan perikatan. Untuk memperoleh suatu kepastian hukum atau berupa penegasan mengenai hak dan kewajiban karyawan/tenaga kerja maupun pengusaha/majikan dalam hubungan kerja, pada umumnya para pihak membuat suatu perjanjian kerja.
Dalam rangka pemenuhan formasi jabatan fungsi administrasi di unit kerja seluruh wilayah Indonesia, maka dilakukan penerimaan pekerja BRI. Pemenuhan formasi jabatan Petugas Administrasi dari sumber ekstren dilakukan melalui penerimaan pekerja kontrak. Perjanjian kerja ini merupakan jenis perjanjian kerja untuk waktu tertentu (PKWT).
Dalam penulisan skripsi ini penulis melakukan penelitian di PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. Kantor Cabang Tebing Tinggi. Jenis penelitian yang penulis gunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah jenis penelitian yang bersifat deskriptif. Dalam penelitian, metode pendekatan yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris. Data yang digunakan dalam penelitian ini didapat melalui: 1. Penelitian kepustakaan (Library research), dengan melakukan pengkajian terhadap bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, bahan hukum tersier; 2. Penelitian lapangan (Field research) yaitu metode pengumpulan data dengan cara terjun langsung ke dalam obyek penelitian. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan data primer. Dalam pengumpulan data lapangan ini penulis menggunakan metode wawancara. Bertitik tolak pada norma hukum positif. Analisa data yang digunakan adalah analisa data kualitatif, yaitu data yang terbentuk atas suatu penilaian atau ukuran secara tidak langsung dengan kata lain yaitu kesimpulan yang dituangkan dalam bentuk pernyataan dan tulisan.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh, serta dari hasil pembahasan diatas, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. Perjanjian kerja antara Petugas Administrasi dengan BRI adalah perjanjian kerja waktu tertentu. Perjanjian kerja antara BRI dengan pekerja ini berlaku untuk jangka waktu 12 (dua belas) bulan atau 1 (satu) tahun. Jangka waktu perjanjian kerja ini dapat diperpanjang 1 (satu) kali dengan jangka waktu perpanjangan tidak lebih dari 12 (dua belas) bulan berdasarkan kesepakatan bersama dengan memenuhi ketentuan-ketentuan yang diberlakukan BRI. Perjanjian kerja antara para pihak berakhir apabila: Jangka waktu perjanjian kerja atau perpanjangan perjanjian kerja berakhir; Pekerja meninggal dunia; Pekerja dinilai tidak cakap atau tidak mampu atau pekerja secara langsung maupun tidak langsung melanggar atau tidak memenuhi ketentuan sebagaimana yang telah ditetapkan dalam perjanjian kerja dan peraturan bagi pekerja yang ditetapkan oleh Perusahaan; Disepakati oleh para pihak; Diakhiri oleh para pihak. Secara garis besar ketentuan mengenai perjanjian kerja yang diberlakukan BRI dibuat berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku di Indonesia yaitu KUHPerdata dan UU Nomor 13 Tahun
Universitas Sumatera Utara

2003. Akan tetapi dalam menentukan kebijakan dalam perusahaan, ada peraturanperaturan khusus yang dibuat oleh BRI. Kebijakan tersebut di antaranya berdasarkan Surat Keputusan Bersama Komisaris dan Direksi No. B.03KOM/BRI/06/03 dan S.36-DIR/SDM/06/03 tanggal 3 Juni 2003 beserta perubahannya Tentang Kode Etik BRI, di mana setiap pekerja harus mentaati isi dari surat keputusan ini.
Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Sesuai dengan kodrat alam, manusia sejak lahir hingga meninggal dunia hidup bersama-sama dengan manusia lain. Apabila dalam pergaulan hidup terjadi peristiwa di mana seorang berjanji kepada orang lain atau di mana dua orang berjanji untuk melaksanakan sesuatu hal, maka timbullah suatu perjanjian. Demikian juga dalam bidang pekerjaan, orang melakukan perjanjian kerja sehingga menimbulkan perikatan. Untuk memperoleh suatu kepastian hukum atau berupa penegasan mengenai hak dan kewajiban karyawan/tenaga kerja maupun pengusaha/majikan dalam hubungan kerja, pada umumnya para pihak membuat suatu perjanjian kerja.
Dalam rangka pemenuhan formasi jabatan fungsi administrasi di unit kerja seluruh wilayah Indonesia, maka dilakukan penerimaan pekerja BRI. Pemenuhan formasi jabatan Petugas Administrasi dari sumber ekstren dilakukan melalui penerimaan pekerja kontrak. Perjanjian kerja ini merupakan jenis perjanjian kerja untuk waktu tertentu (PKWT).
Dalam penulisan skripsi ini penulis melakukan penelitian di PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. Kantor Cabang Tebing Tinggi. Jenis penelitian yang penulis gunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah jenis penelitian yang bersifat deskriptif. Dalam penelitian, metode pendekatan yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris. Data yang digunakan dalam penelitian ini didapat melalui: 1. Penelitian kepustakaan (Library research), dengan melakukan pengkajian terhadap bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, bahan hukum tersier; 2. Penelitian lapangan (Field research) yaitu metode pengumpulan data dengan cara terjun langsung ke dalam obyek penelitian. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan data primer. Dalam pengumpulan data lapangan ini penulis menggunakan metode wawancara. Bertitik tolak pada norma hukum positif. Analisa data yang digunakan adalah analisa data kualitatif, yaitu data yang terbentuk atas suatu penilaian atau ukuran secara tidak langsung dengan kata lain yaitu kesimpulan yang dituangkan dalam bentuk pernyataan dan tulisan.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh, serta dari hasil pembahasan diatas, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. Perjanjian kerja antara Petugas Administrasi dengan BRI adalah perjanjian kerja waktu tertentu. Perjanjian kerja antara BRI dengan pekerja ini berlaku untuk jangka waktu 12 (dua belas) bulan atau 1 (satu) tahun. Jangka waktu perjanjian kerja ini dapat diperpanjang 1 (satu) kali dengan jangka waktu perpanjangan tidak lebih dari 12 (dua belas) bulan berdasarkan kesepakatan bersama dengan memenuhi ketentuan-ketentuan yang diberlakukan BRI. Perjanjian kerja antara para pihak berakhir apabila: Jangka waktu perjanjian kerja atau perpanjangan perjanjian kerja berakhir; Pekerja meninggal dunia; Pekerja dinilai tidak cakap atau tidak mampu atau pekerja secara langsung maupun tidak langsung melanggar atau tidak memenuhi ketentuan sebagaimana yang telah ditetapkan dalam perjanjian kerja dan peraturan bagi pekerja yang ditetapkan oleh Perusahaan; Disepakati oleh para pihak; Diakhiri oleh para pihak. Secara garis besar ketentuan mengenai perjanjian kerja yang diberlakukan BRI dibuat berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku di Indonesia yaitu KUHPerdata dan UU Nomor 13 Tahun
Universitas Sumatera Utara

2003. Akan tetapi dalam menentukan kebijakan dalam perusahaan, ada peraturanperaturan khusus yang dibuat oleh BRI. Kebijakan tersebut di antaranya berdasarkan Surat Keputusan Bersama Komisaris dan Direksi No. B.03KOM/BRI/06/03 dan S.36-DIR/SDM/06/03 tanggal 3 Juni 2003 beserta perubahannya Tentang Kode Etik BRI, di mana setiap pekerja harus mentaati isi dari surat keputusan ini.
Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Sesuai dengan kodrat alam, manusia sejak lahir hingga meninggal dunia
hidup bersama-sama dengan manusia lain. Atau dengan kata lain manusia tidak dapat hidup menyendiri, terpisah dari kelompok manusia lainnya. Manusia sebagai mahluk individu bisa saja mempunyai sifat untuk hidup menyendiri tetapi manusia sebagai mahluk sosial tidak dapat hidup menyendiri. Manusia harus hidup bermasyarakat, sebab ia lahir, hidup berkembang, dan meninggal dunia di dalam masyarakat. Dalam hidup bermasyarakat yang penting adalah sesama manusia melakukan kerja sama yang positif sehingga kerja sama itu secara konkrit dapat membawa keuntungan yang besar artinya bagi kehidupan anggota masyarakat tersebut. Kerja sama secara positif adalah dalam upaya mengejar kehidupan yang layak sebagai manusia. Masing-masing mereka tidak boleh menggangu, tetapi harus saling membantu. Sebagai individu, manusia tidak dapat hidup untuk mencapai segala sesuatu yang diinginkannya dengan mudah tanpa bantuan orang lain atau harus ada kontak di antara individu dengan individu lainnya agar dapat memenuhi kebutuhan mereka.
Apabila dalam pergaulan hidup terjadi peristiwa di mana seorang berjanji kepada orang lain atau di mana dua orang berjanji untuk melaksanakan sesuatu hal, maka timbullah suatu perjanjian. Dalam bentuknya, perjanjian itu berupa suatu rangkaian perkataan yang mengandung janji-janji atau kesanggupan yang diucapkan atau ditulis. Dari perjanjian tertulis tersebut timbullah semua hubungan hukum antara dua orang atau lebih yang lazim disebut dengan perikatan.
Universitas Sumatera Utara

Sebagaimana yang dikemukakan oleh R. Subekti :
”Hukum perjanjian memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada
masyarakat untuk mengadakan perjanjian yang berisi apa saja, asalkan tidak melanggar ketertiban umum dan kesusilaan.1”
Mereka diperbolehkan mengatur sendiri kepentingan mereka dalam
perjanjian yang mereka adakan. Guna mewujudkan suatu perjanjian yang telah
disepakati bersama, para pihak yang terikat dalam perjanjian harus melaksanakan
isi perjanjian sebagaimana mestinya. Dengan dilaksanakannya prestasi dalam
perjanjian maka apa yang diharapkan sebagai maksud dan tujuan diadakannya
perjanjian akan tercipta dengan baik tanpa ada pihak yang dirugikan yang dapat
menuntut atas kerugian yang dideritanya.
Demikian juga dalam bidang pekerjaan, orang melakukan perjanjian kerja
sehingga menimbulkan perikatan. Setiap hubungan kerja yang tercipta, baik
formal maupun informal, pada dasarnya selalu didahului dengan adanya
perjanjian kerja. Untuk pekerjaan informal, perjanjian kerja antara pemberi
pekerjaan dengan penerima pekerjaan biasanya dilakukan secara lisan sedangkan
pekerjaan-pekerjaan yang formal, seperti di pabrik atau perusahaan, perjanjian
kerja pada umumnya dibuat secara tertulis. Pada dasarnya baik tertulis maupun
tidak, perjanjian kerja tersebut sama-sama mempunyai kekuatan yang mengikat
kedua belah pihak.
”Demikian pula dalam perjanjian kerja, seorang buruh mengadakan perjanjian kerja dengan perusahaan atau majikan dengan mengikatkan dirinya dalam perjanjian itu dengan maksud untuk memperoleh haknya itu harus memberikan sesuatu kepada majikannya berupa pengarahan jasajasanya sebagaimana kewajiban yang harus dipenuhi dan tidak boleh dilalaikan. 2”
1 R. Subekti, Hukum Perjanjian Cetakan keduabelas, PT. Intermasa, Jakarta, 1987, hlm. 9 (Selanjutnya disebut dengan R. Subekti 1). 2 G. Kartas Poetra,dkk., Pokok-Pokok Hukum Perburuhan, Armico, Bandung, 1985, hlm. 73
Universitas Sumatera Utara

Namun di dalam perjanjian kerja, kedudukan para pihak sering tidak seimbang. Kedudukan yang tidak seimbang ternyata membawa konsekuensi. Pada perjanjian untuk waktu tertentu, kedudukan majikan dan karyawan tidak pernah seimbang. Ada kalanya majikan lebih kuat daripada karyawan sehingga karyawan berada dalam kategori golongan lemah. Sebaliknya apabila karyawan mempunyai dedikasi dan profesionalisme dalam bidangnya maka akan lebih kuat dibanding majikan dalam hal pengupahan.
Pembangunan bidang ketenagakerjaan sebagai bagian dari upaya pembagian sumber daya manusia merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan pembangunan nasional. Sebagai pengamalan Pancasila dan pelaksanaan Undang-Undang Dasar 1945, pembangunan bidang ketenagakerjaan diarahkan pada peningkatan harkat, martabat dan kemampuan manusia serta kepercayaan pada diri sendiri dalam rangka mewujudkan masyarakat adil dan makmur baik materil maupun spiritual.
Hukum seyogianya memberikan keadilan, karena keadilan itulah tujuan dari hukum. Jadi, sudah semestinya bila hukum yang mengatur mengenai perjanjian kerja memberikan rasa keadilan bagi para pihak. Untuk memperoleh suatu kepastian hukum atau berupa penegasan mengenai hak dan kewajiban karyawan/tenaga kerja maupun pengusaha/majikan dalam hubungan kerja, pada umumnya para pihak membuat suatu perjanjian kerja.
Hubungan kerja antara buruh dan majikan diatur dalam Buku III Bab 7 a KUHPerdata, akan tetapi ketentuan-ketentuan yang terdapat di dalamnya masih kurang. Dengan dikeluarkannya Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan (selanjutnya disebut UU Nomor 13 Tahun 2003), maka terciptalah salah satu solusi dalam dalam perlindungan buruh maupun majikan
Universitas Sumatera Utara

tentang hak dan kewajian masing-masing pihak. UU Nomor 13 Tahun 2003 sangat berarti dalam mengatur hak dan kewajiban, baik para tenaga kerja maupun para pengusaha dalam melaksanakan suatu mekanisme proses produksi. Tidak kalah pentingnya adalah perlindungan tenaga kerja yang bertujuan agar bisa menjamin hak-hak dasar pekerja dan menjamin kesempatan serta perlakuan tanpa diskriminasi. Hal ini merupakan esensi dari disusunnya UU Nomor 13 Tahun 2003 yaitu mewujudkan kesejaterahan para pekerja/buruh yang akan berimbas terhadap kemajuan dunia usaha Indonesia.
PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. dalam usahanya tidak terlepas dari kerjasama dengan perusahan lain atau pihak lain yang mendukung kelancaran dan kemajuan usahanya. Dalam usaha tersebut timbul suatu perjanjian-perjanjian demi kemajuan dan perkembangan perusahaan. Di samping itu PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. juga memperkerjakan karyawan dengan jumlah yang sangat banyak. Perikatan antara PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. dengan pekerja timbul dengan dibuatnya perjanjian kerja. Dengan kondisi jumlah pekerja PT. Bank Rakyat Indonesia yang sangat banyak, kecil kemungkinan PT. Bank Rakyat Indonesia dapat membuat kesepakatan mengenai isi perjanjian kerja secara personal dengan setiap pekerja. Oleh karena itu PT. Bank Rakyat Indonesia menggunakan kontrak baku (standart contract) dalam mengadakan perjanjian kerja dengan pekerja. Masing-masing pihak yaitu perusahaan dan para pekerja mempunyai hak dan kewajiban tertentu yang telah ditetapkan dalam perjanjian kerja.
Salah satu formasi jabatan yang terdapat di PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. adalah Formasi Jabatan Fungsi Administrasi. Pemenuhan Formasi Jabatan Fungsi Administrasi ini tidak dapat dilakukan melalui outsourching, namun harus
Universitas Sumatera Utara

dipenuhi oleh pegawai kontrak maupun pegawai tetap PT. Bank Rakyat Indonesia. Untuk pekerja kontrak bentuk pelaksanaan perjanjian kerjanya adalah perjanjian kerja waktu tertentu. Pelaksanaan perjanjian kerja antara Petugas Administrasi dengan PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. adalah perjanjian kerja waktu tertentu.
Sehubungan dengan uraian diatas maka penulis merasa tertarik untuk lebih mengetahui secara nyata dan lebih mendalam dan membahas permasalahan ini dalam satu tulisan karya ilmiah dengan judul ”Tinjauan Yuridis Terhadap Perjanjian Kerja Antara Petugas Administrasi (Pekerja kontrak) Dengan PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. Kantor Cabang Tebing Tinggi”.
B. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang permasalahan yang dipaparkan di atas, maka
pokok permasalahan dalam penulisan skripsi ini dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. Bagaimanakah pelaksanaan perjanjian kerja antara Petugas Administrasi
(pekerja kontrak) dengan PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk.? 2. Apakah setelah jangka waktu perjanjian kerja berakhir hubungan kerja antara
Petugas Administrasi (pekerja kontrak) dengan PT. Bank Rakyat Indonesia masih dapat dilanjutkan? 3. Bagaimanakah ketentuan-ketentuan perjanjian kerja yang diberlakukan PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. bila dibandingkan dengan ketentuan perjanjian kerja yang terdapat dalam KUHPerdata dan UU Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan?
Universitas Sumatera Utara

C. Tujuan dan Manfaat Penulisan Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk memberikan suatu gambaran
mengenai perjanjian kerja yang diberlakukan oleh perusahan terhadap Petugas Administrasi khususnya dalam hal ini PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk., di antaranya : 1. Untuk mengetahui secara jelas mengenai pelaksanaan perjanjian kerja yang
diberlakukan PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. dengan Petugas Administrasi (pekerja kontrak); 2. Untuk mengetahui apakah perjanjian kerja antara Petugas Administrasi (pekerja kontrak) dengan PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. masih dapat dilanjutkan setelah jangka waktu telah berakhir; 3. Untuk dapat membandingkan ketentuan mengenai perjanjian kerja yang diberlakukan PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. dengan ketentuan yang terdapat dalam KUHPerdata dan UU Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.
Adapun manfaat penulisan skripsi ini antara lain : 1. Secara akademis, penulisan skripsi ini bermanfaat untuk melengkapi dan
memenuhi syarat-syarat guna memperoleh gelar Sarjana Hukum. Selain itu, penulisan skripsi ini juga bermanfaat untuk memperkaya dan memperdalam ilmu pengetahuan dalam bidang hukum, khususnya mengenai perjanjian kerja. 2. Secara praktis, penulisan skripsi ini bermanfaat dalam memberikan pemahaman dan juga kepastian hukum dalam pembuatan perjanjian kerja diantara para pihak, yaitu dengan mengkaji bentuk perjanjian kerja dan juga aspek hukum dari peraturan perundang-undangan tentang perjanjian kerja tersebut.
Universitas Sumatera Utara

D. Keaslian Penulisan Dari hasil analisa dan inventarisasi judul skripsi di Perpustakaan Fakultas
Hukum Universitas Sumatera Utara, maka skripsi yang berjudul ”Tinjauan Yuridis Terhadap Perjanjian Kerja Antara Petugas Administrasi (Pekerja Kontrak) Dengan PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. Kantor Cabang Tebing Tinggi” belum pernah diangkat sebagai judul skripsi sebelumnya. Skripsi ini merupakan hasil karya yang ditulis secara objektif, ilmiah, serta melalui pemikiran referensi dari buku-buku dan sumber lainnya yang dapat memberikan informasi yang akurat. Oleh karena itu, skripsi ini dianggap asli.
E. Tinjauan Kepustakaan 1. Perjanjian
Kata “Perjanjian” merupakan kata yang bentuk dasarnya “janji”. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia janji adalah perkataan yang menyatakan kesediaan dan kesanggupan untuk berbuat. Jadi perjanjiaan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia :
”Perjanjian adalah persetujuan (tertulis atau lisan) yang dibuat oleh dua pihak atau lebih, masing-masing berjanji akan menaati apa yang tersebut dalam persetujuan itu.3” Secara yuridis, pengertian perjanjian diatur dalam Pasal 1313 KUHPerdata, yang berbunyi : “Perjanjian adalah suatu perbuatan yang mana satu orang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu orang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu atau lebih lainnya.”
3 Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua, Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua, Balai Pustaka, Jakarta, 1991, hlm. 401
Universitas Sumatera Utara

Menanggapi defenisi yang dinyatakan dalam Pasal 1313 KUHPerdata tersebut, para sarjana memberikan defenisi mengenai perjanjian dari sudut pandangnya masing-masing.
2. Pekerja UU Nomor 13 Tahun 2003 Pasal 1 angka 4 memberikan pengertian
Pekerja/buruh adalah setiap orang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk apapun. Pengertian ini agak umum, namun maknanya lebih luas karena karena dapat mencakup semua orang yang bekerja pada siapa saja, baik perorangan, persekutuan, badan hukum, atau badan lainnya dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk apapun. Penegasan imbalan dalam bentuk apapun ini perlu karena upah selama ini diidentikkan dengan uang, padahal ada pula buruh/pekerja yang menerima imbalan dalam bentuk barang.
Untuk kepentingan santunan jaminan kecelakaan kerja, dalam perlindungan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) berdasarkan Undangundang Nomor 3 Tahun 1992 Tentang Jamsostek, pengertian ”pekerja” diperluas maksudnya menjadi : a) Magang dan murid yang bekerja pada perusahaan baik yang menerima upah
maupun tidak; b) Mereka yang memborong pekerjaan kecuali jika yang memborong adalah
perusahaan; c) Narapidana yang dipekerjakan di perusahaan.
Dalam penulisan skripsi ini pekerja adalah tenaga kerja yang bekerja dan menerima upah di dalam hubungan kerja dengan PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk., yaitu pekerja tetap, pekerja dalam masa percobaan, trainee, pekerja kontrak,
Universitas Sumatera Utara

dan pekerja honorer. Atau dengan kata lain selain Komisaris dan Direksi Perusahaan PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk.
Pekerja kontrak adalah tenaga kerja yang terikat hubungan kerja dengan perusahaan untuk jangka waktu tertentu dan pekerjaan tertentu dengan menerima upah berdasarkan perjanjian kerja. 3. Perjanjian kerja
Perjanjian kerja adalah perjanjian yang dibuat secara tertulis antara pekerja dengan perusahaan yang mengatur mengenai syarat-syarat kerja, hak dan kewajiban para pihak.
Dalam KUHPerdata tidak ada istilah perjanjian kerja, akan tetapi menurut pengertian Undang-undang Nomor 21 Tahun 1954 Tentang Perjanjian Perburuhan, perjanjian perburuhan itu dilakukan antara majikan dengan serikat buruh, sedangkan perjanjian kerja dilakukan antara buruh secara perseorangan dengan majikan/perusahaan. 4. Perusahaan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia : ”Perusahaan adalah kegiatan yang diselenggarakan dengan peralatan atau dengan cara teratur dengan tujuan mencari keuntungan dengan menghasilkan sesuatu, mengolah sesuatu, atau membuat barang-barang, berdagang, memberikan jasa, dan sebagainya.4” Perusahaan juga diartikan sebagai organisasi berbadan hukum yang mengadakan transaksi atau usaha. Sedangkan pengertian perusahaan menurut UU Nomor 13 Tahun 2003 yang diatur dalam Pasal 1 angka 6 adalah:

4 Ibid, hlm. 1112

Universitas Sumatera Utara

a) Setiap bentuk usaha yang berbadan hukum atau tidak, milik orang perseorangan, milik persekutuan, atau milik badan hukum, baik milik swasta maupun milik negara yang mempekerjakan pekerja/buruh dengan membayar upah atau imbalan dalam bentuk lain;
b) Usaha-usaha sosial dan usaha-usaha lain yang mempunyai pengurus dan mempekerjakan orang lain dengan membayar upah atau imbalan dalam bentuk lain.
Dalam penulisan skripsi ini, perusahaan adalah PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk., sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah RI Nomor 21 Tanggal 29 April 1992 Tentang Penyesuaian Bentuk Hukum Bank Rakyat Indonesia Menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) dan Anggaran Dasar PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. yang seluruh perubahannya dimuat dalam Akta Nomor 7 Tanggal 4 September 1998, yang dibuat dihadapan Imas Fatimah, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta berikut perubahannya berturut-turut dengan Akta Nomor 25 Tanggal 25 Juli 2001 yang dibuat dihadapan Fatiah Helmi, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia Nomor 31 Tanggal 16 April 2002, Tambahan Berita Negara Republik Indonesia Nomor 3714 dan Akta Nomor 26 Tanggal 25 Juli 2001 yang telah dibuat dihadapan Notaris yang sama, telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia Nomor 33 Tanggal 23 April 2002, Tambahan Berita Negara Republik Indonesia Nomor 282. 5. Petugas Administrasi PT. Bank Rakyat Indonesia
Adalah pekerja BRI yang unit kerjanya adalah di Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu, Kantor Wilayah, dan Kantor Pusat pada Divisi Treasury, Divisi Bisnis Internasional, Divisi Sentra Operasi, Divisi Jaringan Kerja Bisnis Ritel, dan Divisi Akuntansi Manajemen Keuangan.
Universitas Sumatera Utara

a. Pada Kantor Cabang dan Kantor Cabang Pembantu Petugas Administrasi memegang jabatan sebagai Petugas Devisa dan Petugas Supervisor Administrasi Kredit yang menangani kredit komersial.
b. Pada Kantor Wilayah Petugas Administrasi memegang jabatan sebagai Petugas Supervisor Administrasi Kredit yang menangani kredit komersial.
c. Pada Kantor Pusat, sesuai dengan divisi masing-masing. 1) Pada Divisi Treasury, Petugas Administrasi memegang jabatan sebagai Pelaksana Seksi Likuiditas Bagian Manajemen Likuiditas; Pelaksana Seksi DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) bagian investment dan DPLK; Pelaksana Seksi Funding Administration dan Seksi Settlement (persetujuan) bagian Custodian Service; dan Pelaksana Bagian ALCO (Asset and Liability Committee) Supporting Group. 2) Pada Divisi Bisnis Internasional, Petugas Administrasi memegang jabatan sebagai Pelaksana Bagian Pembinaan Kantor Cabang Trade Finance; dan Pelaksana Seksi SWIFT (Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication) dan Kontrol Dokumen Bagian Hubungan Luar Negeri. 3) Pada Divisi Sentra Operasi, Petugas Administrasi memegang jabatan sebagai Pelaksana Seksi Pergeseran Kas Bagian Sentra Operasi Kas. 4) Pada Divisi Akuntansi Manajemen dan Keuangan, Petugas Administrasi memegang jabatan sebagai Pelaksana Seksi Pembukuan dan Laporan Bagian Layanan Keuangan Kantor Pusat yang menangani penyelesaian nota antar kantor serta penatakerjaan/pelaporan SID WEB BI (Sistem Informasi Debitur Website Bank Indonesia) dan WEB BRI (Website Bank Rakyat Indonesia).
Universitas Sumatera Utara

6. Kantor cabang Kantor cabang adalah Kantor Cabang BRI yang melaksanakan fungsi
menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak, yang bertanggung jawab kepada kantor wilayah yang bersangkutan dengan alamat tempat usaha yang jelas di mana kantor cabang tersebut melakukan usahanya.
F. Metode Penelitian Dalam penulisan skripsi ini penulis melakukan penelitian di PT. Bank
Rakyat Indonesia Tbk. Kantor Cabang Tebing Tinggi. Jenis penelitian yang penulis gunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah
jenis penelitian yang bersifat deskriptif, karena dalam penelitian ini bermaksud untuk mendeskripsikan atau menggambarkan dan memaparkan mengenai penerapan perjanjian kerja untuk waktu tertentu. Penelitian deskriptif yakni penelitian yang tata kerjanya memberikan data seteliti mungkin tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan aktivitas manusia, sifat-sifat, karya manusia, keadaan, dan gejala-gejala lainnya.5
Dalam penelitian, metode pendekatan yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris.
Metode yuridis normatif merupakan penelitian hukum yang mengkaji hukum tertulis dari berbagai aspek, yaitu aspek teori, sejarah, filosofi, perbandingan, struktur dan komposisi, lingkup dan materi, konsistensi, penjelasan umum dan pasal demi pasal, formalitas dan kekuatan mengikat suatu UU, serta
5 Soerjono Soekanto, Pengantar Penelitian Hukum, UI Press, Jakarta, 1984, hlm. 10 Universitas Sumatera Utara

bahasa hukum yang digunakan, tetapi tidak mengkaji aspek terapan atau implementasinya.
Sedangkan metode yuridis empiris merupakan penelitian yang mengungkapkan hukum yang hidup (living law) dalam masyarakat melalui perbuatan yang dilakukan oleh masyarakat yang meliputi penelitian terhadap identifikasi hukum dan penelitian terhadap efektifitas hukum.
Data yang digunakan dalam penelitian ini didapat melalui: 1. Penelitian kepustakaan (Library research)
Penelitian kepustakaan yaitu suatu metode pengumpulan dengan cara membaca atau mempelajari atau merangkai buku-buku peraturan perundangundangan dan sumber kepustakaan lainnya yang berhubungan dengan obyek penelitian. Penelitian kepustakaan dilakukan untuk mendapatkan data sekunder, dengan melakukan pengkajian terhadap: a) Bahan hukum primer, merupakan data yang mempunyai kekuatan hukum
yang mengikat. Misalnya Undang-Undang Dasar 1945, Pancasila, Traktat, Yurisprudensi, adat dan kebiasaan. b) Bahan hukum sekunder, merupakan bahan-bahan yang erat hubungannya dengan bahan hukum primer dan dapat membantu serta menganalisis. Misalnya RUU, jurnal hukum, buku-buku para sarjana, hasil penelitian, makalah hukum, dan sebagainya. c) Bahan hukum tersier yaitu bahan-bahan yang memberikan informasi tentang bahan hukum primer dan sekunder. Misalnya, koran, majalah, kliping, dan sebagainya. 2. Penelitian lapangan (Field research)
Universitas Sumatera Utara

Penelitian lapangan yaitu metode pengumpulan data dengan cara terjun langsung ke dalam obyek penelitian. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan data primer. Penelitian ini dilakukan pada PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk Kantor Cabang Tebing Tinggi. Dalam pengumpulan data lapangan ini penulis menggunakan metode wawancara. Wawancara dilakukan dengan Bapak W. Hutabarat pekerja pada bagian SDM. Wawancara dilakukan secara intensif dan mendalam guna memperoleh data primer terhadap masalah yang diteliti.
Dalam penyusunan skripsi ini, penulis bertitik tolak pada norma hukum positif. Caranya dengan mengolah data mentah yang diperoleh lalu mengkualifikasikannya, kemudian dilakukan proses editing data, lalu membahasnya berdasarkan penafsiran yang dilakukan dengan cara mendiskusikan data yang diperoleh dengan hukum positif dengan masalah yang dikaji dan atau diteliti untuk kemudian ditarik kesimpulan akhir secara deduktif.
Analisa data yang digunakan adalah analisa data kualitatif, yaitu data yang terbentuk atas suatu penilaian atau ukuran secara tidak langsung dengan kata lain yaitu kesimpulan yang dituangkan dalam bentuk pernyataan dan tulisan.
G. Sistematika Penulisan Sistematika penulisan skripsi ini terdiri dari lima bab. Penulisan skripsi ini
dibuat secara terperinci dan sistematis agar memberikan kemudahan bagi pembaca dalam memahami makna dan memperoleh manfaatnya. Keseluruhan sistematika ini merupakan satu kesatuan yang sangat berhubungan antara satu dengan yang lain.
Universitas Sumatera Utara

Bab I merupakan bab pendahuluan yang membahas mengenai latar belakang permasalahan, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penulisan, keaslian penulisan, tinjauan pustaka, metode penulisan, dan sistematika penulisan.
Bab II merupakan bab yang membahas tinjauan umum mengenai perjanjian yang terdiri dari beberapa sub bab. Yang pertama adalah perjanjian pada umumnya, yang meliputi pengertian perjanjian, syarat sahnya perjanjian, hak dan kewajiban para pihak dalam perjanjian, asas-asas hukum perjanjian, jenisjenis perjanjian, dan berakhirnya perjanjian. Yang kedua adalah perjanjian kerja pada umumnya, yang meliputi pengertian perjanjian kerja, unsur-unsur dalam perjanjian kerja, hak dan kewajiban para pihak dalam perjanjian kerja, jenis-jenis perjanjian kerja, dan berakhirnya perjanjian kerja.
Bab III merupakan bab yang membahas sekilas mengenai PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. dengan menguraikan sejarah singkat PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk., visi dan misi PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk., hubungan perusahaan dengan insan bank, struktur organisasi Kantor Cabang PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk., prosedur penerimaan Petugas Administrasi PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. serta hak dan kewajiban pekerja dan PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk.
Bab IV merupakan bab yang membahas mengenai pelaksanaan perjanjian kerja antara Petugas Administrasi dengan PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk., yang menguraikan pelaksanaan perjanjian kerja waktu tertentu antara Petugas Administrasi dengan PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk., berakhirnya kesepakatan kerja antara Petugas Administrasi dengan PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk., perbandingan ketentuan perjanjian kerja yang ditetapkan Oleh PT. Bank Rakyat
Universitas Sumatera Utara

Indonesia Tbk. dengan ketentuan perjanjian yang diatur dalam KUHPerdata dan UU Nomor 13 Tahun 2003.
Bab V merupakan bab kesimpulan dan saran mengenai pembahasan permasalahan yang dibahas.
Universitas Sumatera Utara

BAB II
TINJAUAN UMUM MENGENAI PERJANJIAN KERJA
A. Perjanjian Pada Umumnya
1. Pengertian Perjanjian
Pengertian perjanjian dapat ditemui dalam Buku III Bab II Pasal 1313
KUHPerdata yang berbunyi ”Suatu perjanjian adalah suatu perbuatan hukum
dengan mana satu orang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu orang lain
atau lebih”. Ketentuan pasal ini menurut Abdul Kadir Muhammad sebenarnya
banyak mengandung kelemahan yang dapat diuraikan sebagai berikut:
a. Hanya menyangkut sepihak saja Hal ini dapat dilihat dari kalimat ”satu orang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu orang atau lebih lainnya”. Kata mengikatkan diri bersifat satu pihak saja, tidak dari kedua belah pihak. Seharusnya perumusannya adalah saling mengikatkan diri sehingga ada konsensus di antara para pihak.
b. Kata ”perbuatan” juga mencakup tanpa konsensus Dalam pengertian ”perbuatan” termasuk juga tindakan melaksanakan tugas tanpa kuasa (zaakwarneming). Tindakan melawan hukum (onrechtmatige daad) yang tidak mengandung suatu konsensus seharusnya dipakai kata persetujuan.
c. Pengertian perjanjian terlalu luas Pengertian perjanjian dalam pasal tersebut adalah terlalu luas karena mencakup juga perlangsungan perkawinan, janji kawin, yang diatur dalam lapangan hukum keluarga. Padahal yang dimaksud adalah hubungan antara debitur dan kreditur dalam lapangan harta kekayaan saja. Perjanjian yang bersifat kebendaan, bukan perjanjian yang bersifat personal.
d. Tanpa menyebut tujuan Dalam perumusan pasal tersebut di atas tidak disebutkan tujuan mengadakan perjanjian, sehingga para pihak tidak jelas mengikatkan diri untuk apa.6
Berdasarkan alasan yang dikemukan di atas maka perlu dirumuskan
kembali apa yang dimaksud dengan perjanjian itu. Beberapa Sarjana Hukum yang
memberikan defenisi mengenai perjanjian adalah sebagai berikut:
6 Abdul Kadir Muhammad, Hukum Perikatan, Citra Adhitya Bhakti, Bandung, 1990, hlm. 78 (Selanjutnya disebut Abdul Kadir Muhammad 1).
Universitas Sumatera Utara

R. Setiawan menyatakan bahwa: ”Perjanjian adalah suatu perbuatan hukum, di mana satu orang atau lebih mengikatkan dirinya atau saling mengikatkan dirinya terhadap satu orang atau lebih.7” Defenisi perjanjian menurut R. Subekti: ”Suatu perjanjian adalah suatu peristiwa di mana seseorang berjanji kepada seorang lain atau di mana dua orang itu saling berjanji untuk melaksanakan sesuatu hal.8” Sedangkan M. Yahya Harahap menyatakan bahwa: ”Perjanjian atau verbintenisen mengandung pengertian suatu hubungan hukum kekayaan atau harta kekayaan antara dua orang atau lebih yang memberi kekuatan hak pada satu pihak untuk memperoleh potensi dan sekaligus kewajiban pada pihak lain untuk menunaikan prestasi.9” Dari beberapa defenisi di atas penulis lebih memilih pendapat yang dikemukakan oleh R. Subekti, yaitu adalah suatu peristiwa di mana seseorang berjanji kepada seorang lain atau di mana dua orang itu saling berjanji untuk melaksanakan sesuatu hal. Dari uraian di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa perjanjian adalah kesepakatan antara dua orang atau lebih dalam lapangan hukum kebendaan untuk saling mengikatkan diri dengan cara memberi dan menerima sesuatu. 2. Syarat Sahnya Perjanjian Di dalam Pasal 1320 KUHPerdata, dinyatakan ada 4 syarat yang harus dipenuhi agar suatu perjanjian dinyatakan sah, yaitu:
7 R. Setiawan, Pokok-Pokok Hukum Perikatan, Bina Cipta, Bandung, 1987, hlm. 49 8 R. Subekti 1, Op.Cit., hlm. 1 9 M.Yahya Harahap, Segi-segi Hukum Perjanjian, Alumni, Bandung, 1992, hlm. 9
Universitas Sumatera Utara

a) Sepakat mereka yang mengikatkan dirinya b) Kecakapan untuk membuat suatu perjanjian c) Suatu hal tertentu d) Suatu sebab yang halal
Dua syarat yang pertama, dinamakan syarat-yarat subjektif, karena mengenai orang-orangnya atau subjeknya yang mengadakan perjanjian, sedangkan dua syarat yang terakhir dinamakan syarat-syarat objektif karena mengenai perjanjiannya sendiri atau objek dari perbuatan hukum yang dilakukan itu.10 Untuk lebih jelasnya, akan diuraikan syarat syarat sahnya perjanjian itu satu persatu. ad. a Sepakat mereka yang mengikatkan dirinya
Sepakat para pihak di dalam suatu perjanjian adalah unsur esensial dari hukum perjanjian yaitu asas konsensualitas yang ditentukan adanya perjanjian (rasion d’etre het bestaanwaarde)
Menurut R. Subekti, yang dimaksud dengan sepakat adalah kedua subjek yang mengadakan perjanjian itu harus bersepakat, setuju atau seia-sekata mengenai hal-hal yang pokok dari perjanjian yang diadakan itu. Apa yang dikehendaki oleh pihak yang satu, juga dikehendaki oleh pihak lain. Mereka menghendaki sesuatu yang sama secara timbal balik.11
Jadi, sepakat itu adalah kemauan atau kesesuaian kehendak oleh kedua belah pihak sehingga seia-sekata atau setuju mengenai hal-hal pokok dari perikatan yang mereka adakan. Pernyataan ini merupakan kehendak bersama berdasarkan kebebasan para pihak, namun demikian ada 3 faktor yang

10 R. Subekti 1, Op.Cit, hlm. 17 11 Ibid.

Universitas Sumatera Utara

menyebabkan sepakat tidak sah sebagaimana yang disebutkan dalam Pasal 1321 KUHPerdata, yaitu: 1) Khilaf, kekeliruan atau salah pengertian (dwaling) 2) Paksaan (dwang) 3) Penipuan (bedrog)
Kekelirun ini mencakup hakekat barang atau benda yang menjadi pokok objek perjanjian (error in substantia) dan kekelirunan mengenai orangnya (error in persona).
Pasal 1322 KUHPerdata menjelaskan bahwa kekhilafan mengenai hakikat barang yang menjadi pokok persetujuan mengakibatkan batalnya suatu persetujuan tetapi kekhilafan mengenai diri orangnya dengan siapa seseorang bermaksud membuat suatu persetujuan itu telah dibuat terutama kesepakatan mengingat diri orang tersebut. Misalnya X membuat perjanjian dengan Y, karena X menganggap Y adalah penyanyi yang punya nama sama dengan Y. Dan Y sendiri menyadari kekeliruan anggapan X. Dalam hal ini X kemudian dapat memintakan pembatalan perjanjian.
Mengenai paksaan, Mariam Darus Badrulzaman menyatakan bahwa: “ Yang dimaksud dengan paksaan bukan paksaan dalam arti absolut, sebab dalam hal yang demikian itu perjanjian sama sekali tidak terjadi. Yang dimaksud dengan paksaan adalah kekerasan jasmani atau ancaman (akan membuka rahasia) dengan sesuatu yang diperbolehkan hukum yang menimbulkan ketakutan kepada seseorang sehingga ia membuat perjanjian.12” Sedangkan menurut R. Subekti, paksaan yang dimaksud adalah paksaan rohani atau paksaan jiwa (psysicis), jadi bukan paksaan badan (fisik).13
12 Mariam Darus Badrulzaman, KUHPerdata Buku III Hukum Perikatan Dengan Penjelasan, Alumni, Bandung, 1983, hlm.101 (Selanjutnya disebut Mariam Darus Badrulzaman 1) 13 R. Subekti 1, Op. Cit, hlm. 23
Universitas Sumatera Utara

Mengenai paksaan ini (dwang), terjadi apabila pihak yang dipaksakan itu
tidak punya pilihan lain selain menyetujui persetujuan itu. Dan paksaan itu
mungkin saja dilakukan oleh pihak ketiga.
Tetapi tidak demikian halnya dengan penipuan. Penipuan hanya dilakukan
oleh pihak lawan. Wiryono Prodjodikoro, mengatakan bahwa satu macam
pembohongan saja tidak cukup untuk adanya penipuan ini, melainkan harus
serangkaian pembohongan yang di dalamnya hubungan satu dengan yang lainnya merupakan suatu tipu muslihat.14
Menurut Pasal 1328 KUHPerdata, penipuan merupakan segala tipu
muslihat ataupun memperdayakan yang terang dan nyata sehingga pihak yang lain
tidak akan membuat perikatan seandainya tidak dilakukan tipu muslihat tersebut.
Penipuan ini tidak dipersangkakan tetapi harus dibuktikan.
Dalam penipuan itu pihak yang menipu berti

Dokumen yang terkait

Tinjauan Yuridis Perjanjian Pemborongan Pekerjaan Pengadaan Jenis Ikan Nilai Ekonomi Tinggi Antara Dinas Pertanian Kota Tebing Tinggi Dengan CV. Avansa

0 51 113

Tinjauan Yuridis Terhadap Penyelesaian Kredit Macet Atas Kejadian Meninggalnya Debitur (Studi pada PT. Bank Panin,Tbk Cabang Pembantu Tebing Tinggi

1 100 90

“Tinjauan Yuridis Perjanjian Pemborongan Pekerjaan antara PT. Bank Central Asia, Tbk dengan PT. Dana Purna Investama (Studi Penelitian pada PT. Bank Central Asia, Tbk Kanwil V Medan)

4 73 109

Tinjauan Yuridis Pengawasan Bank Indonesia Terhadap Pemberian Likuiditas Pada Bank Umum (Studi Kasus PT. Bank Century, Tbk)

0 69 135

Tinjauan Yuridis Terhadap Perjanjian Kerja Antara Petugas Administrasi (Pekerja Kontrak) Dengan PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. Kantor Cabang Tebing Tinggi

1 17 129

Tinjauan Yuridis Terhadap Perjanjian Kerja Antara Petugas Administrasi (Pekerja Kontrak) Dengan PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. Kantor Cabang Tebing Tinggi

0 0 11

Tinjauan Yuridis Terhadap Perjanjian Kerja Antara Petugas Administrasi (Pekerja Kontrak) Dengan PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. Kantor Cabang Tebing Tinggi

0 0 1

Tinjauan Yuridis Terhadap Perjanjian Kerja Antara Petugas Administrasi (Pekerja Kontrak) Dengan PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. Kantor Cabang Tebing Tinggi

0 0 16

Tinjauan Yuridis Terhadap Perjanjian Kerja Antara Petugas Administrasi (Pekerja Kontrak) Dengan PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. Kantor Cabang Tebing Tinggi

0 0 61

Tinjauan Yuridis Terhadap Perjanjian Kerja Antara Petugas Administrasi (Pekerja Kontrak) Dengan PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. Kantor Cabang Tebing Tinggi

0 0 2