Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penerbitan Obligasi Pemerintah Di Indonesia

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PENERBITAN OBLIGASI PEMERINTAH DI INDONESIA

TESIS

Oleh:

AHMADI SARIP
097018015 / EP

SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PENERBITAN OBLIGASI PEMERINTAH DI INDONESIA

TESIS

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Magister Sains
dalam Program Studi Ekonomi Pembangunan pada Sekolah Pascasarjana
Universitas Sumatera Utara

Oleh
AHMADI SARIP
097018015 / EP

SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

Judul Tesis

:

ANALISIS

FAKTOR-FAKTOR

MEMPENGARUHI

PENERBITAN

YANG
OBLIGASI

PEMERINTAH DI INDONESIA
Nama Mahasiswa : Ahmadi Sarip
: 097018015
Nomor Pokok
: Ekonomi Pembangunan
Program Studi

Menyetujui:
Komisi Pembimbing

(Prof. Dr. Lic. Rer. Reg. Sirojuzilam, S.E)
Ketua

Ketua Program Studi

(Drs. Rujiman, M.A)
Anggota

Direktur,

(Prof. Dr. Sya’ad Afifuddin, S.E., M.Ec) (Prof. Dr. Ir. A.Rahim Matondang, MSIE)

Tanggal lulus : 23 September 2011

Universitas Sumatera Utara

Telah diuji pada
Tanggal : 23 September 2011

PANITIA PENGUJI TESIS
Ketua

: Prof. Dr. Lic. Rer. Reg. Sirojuzilam, S.E

Anggota

: 1. Drs. Rujiman, M.A
2. Prof. Dr. Sya’ad Afifuddin, S.E., M.Ec
3. Dr. Jonni Manurung, MS
4. Wahyu Ario Pratomo, SE., M.Ec

Universitas Sumatera Utara

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan Tesis yang berjudul :

“Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penerbitan Obligasi Pemerintah Di
Indonesia”

Adalah benar hasil kerja saya sendiri dan belum dipublikasikan oleh siapapun
sebelumnya. Sumber-sumber data dan informasi yang digunakan telah dinyatakan
secara benar dan jelas.

Medan,

September 2011

Yang membuat pernyataan

(Ahmadi Sarip)

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang
mempengaruhi penerbitan obligasi pemerintah di Indonesia. Variabel yang digunakan
dalam penelitian ini yaitu penerimaan negara tahun sebelumnya, pengeluaran
pemerintah, pinjaman luar negeri pemerintah dan suku bunga SBI. Data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah data time series dari triwulan pertama 2003
sampai dengan triwulan ke-empat 2009. Data diolah dengan menggunakan program
E-views 5.1 dengan menggunakan model ekonometrika yaitu Ordinary Least Square.
Hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai R-square sebesar 0.972, yang berarti
variabel independen mampu menjelaskan variabel dependen sebesar 97.2%,
sedangkan sisanya 2.8% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak disertakan dalam
model estimasi. F-statistik lebih besar dari F-tabel (202,4315 >4,26), menunjukkan
bahwa variabel penerimaan negara tahun sebelumnya, pengeluaran pemerintah,
pinjaman luar negeri pemerintah dan suku bunga SBI secara bersama-sama mampu
mempengaruhi penerbitan obligasi pemerintah Indonesia, signifikan pada α= 1%.
Pengeluaran pemerintah mempunyai pengaruh yang positif terhadap
penerbitan obligasi pemerintah, sedangkan penerimaan negara tahun sebelumnya,
pinjaman luar negeri pemerintah dan suku bunga SBI mempunyai pengaruh yang
negatif terhadap penerbitan obligasi pemerintah Indonesia. Semua variabel bebas
signifikan secara statistik dan sesuai hipotesis.
Kata kunci: Penerbitan Obligasi Pemerintah, Penerimaan Negara tahun sebelumnya,
Pengeluaran Pemerintah, Pinjaman Luar Negeri Pemerintah, Suku
bunga SBI.

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT

The aim of research is to analyze the factors which influence the issuances of
the government bonds in Indonesia. The variables employed in this research are state
revenues in previous year, government expenditure, official foreign borrowing and
certificate of Bank Indonesia (SBI) rates. Data used for this research is time series
data from first quarter 2003 till forth quarter 2009. The data is processed with
program E-views 5.1 by using econometric model that is ordinary least square.
The estimation showed R-square is 0.972, it means that the independent
variables are able to explain the dependent variable as much as 97.2%, while the
rest 2.8% are explained by variables are not included in estimation model. F-statistic
is bigger than F-table (202,4315>4,26), it means that state of revenues in previous
year, government expenditure, official foreign borrowing and certificate of Bank
Indonesia (SBI) rates, together affected on issuances of government bonds in
Indonesia significanty at α= 1%.
The government expenditure have positively influence on issuances of
government bond. State revenues in previous year, official foreign borrowing and SBI
rates have negatively influence on issuances of government bond. All the independent
variables are significant in statistic estimation and according to hypothesis.
Keywords: Issuances of the government bonds, State revenue in previous year,
government expenditure, Official foreign borrowing, SBI rates.

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan Taufik dan Hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis
yang berjudul “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penerbitan Obligasi
Pemerintah di Indonesia”. Tak lupa pula shalawat dan salam tercurah kepada Nabi
Besar Muhammad SAW yang telah membawa risalah kepada seluruh umat manusia.
Dalam penyelesaian tesis ini, penulis senantiasa mendapat bantuan baik
berupa moril maupun materil terutama dari Ayahanda Panusunan Harahap dan
Ibunda Tiraiya Siregar, serta saudara-saudaraku: Kak Armadani Harahap, Am.Keb.,
Abang Ahmad Parulian Harahap, SH., Kak Masdalipa Harahap, S.Pd., dan Adikku
Surya Rahmat Harahap yang selalu memberikan dukungan, semangat dan do’a.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang tulus kepada :
1.

Bapak Prof. Dr. dr. Syahril Pasaribu, DTM&H, M.Sc (CTM), SpA(K)., selaku
Rektor Universitas Sumatera Utara.

2.

Bapak Prof. Dr. Ir. A. Rahim Matondang, MSIE., selaku Direktur Sekolah
Pascasarjana Universitas Sumatera Utara.

3.

Bapak Prof. Dr. Sya’ad Afifuddin, S.E., M.Ec., selaku Ketua Program Studi
Ekonomi Pembangunan Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara.

4.

Bapak Prof. Dr. Lic. Rer. Reg. Sirojuzilam, S.E., selaku Ketua Pembimbing yang
telah banyak membantu dalam mengarahkan, membimbing dan memberikan
saran kepada penulis dalam penulisan tesis ini.

Universitas Sumatera Utara

5.

Bapak Drs. Rujiman, M.A., selaku Pembimbing yang telah banyak membantu
dalam mengarahkan, membimbing dan memberikan saran kepada penulis dalam
penulisan tesis ini.

6.

Bapak Prof. Dr. Sya’ad Afifuddin, S.E., M.Ec., Dr. Jonni Manurung, MS.,
Wahyu Ario Pratomo, S.E., M.Ec., selaku dosen Pembanding yang telah banyak
memberikan saran dan masukan atas penyempurnaan tesis ini.

7.

Bapak dan Ibu dosen Program Studi Magister Ekonomi Pembangunan Sekolah
Pascasarjana Universitas Sumatera Utara.

8.

Bapak dan Ibu Staf Administrasi Program Studi Magister Ekonomi
Pembangunan Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara.
Semoga Allah SWT memberikan balasan yang lebih baik atas segala bantuan

yang diberikan dan tesis ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Amin.

Medan, September 2011
Penulis,

( Ahmadi Sarip )

Universitas Sumatera Utara

RIWAYAT HIDUP

Nama

: Ahmadi Sarip

Agama

: Islam

Tempat/Tanggal Lahir

: Napahalas /19 Juni 1988

Jenis Kelamin

: Laki-laki

Warga Negara

: Indonesia

Alamat

: Jl. Jamin Ginting, No. 24 Medan

E-mail

: ahmadisarip@yahoo.co.id

Status Perkawinan

: Belum Menikah

Nama Orang Tua
Ayah

: Panusunan Harahap

Ibu

: Tiraiya Siregar

Pendidikan
2009 – 2011

: S2 Magister Ekonomi Pembangunan Sekolah Pasca
Sarjana Universitas Sumatera Utara

2006 – 2009

: S1 Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara

2003 – 2006

: SMA Negeri 2 Padangsidimpuan

2000 – 2003

: SMP Negeri 1 Gunung Tua

1994 – 2000

: SD Negeri No. 147586 Napahalas

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

Halaman
ABSTRAK ............................................................................................................... i
ABSTRACT.............................................................................................................. ii
KATA PENGANTAR ........................................................................................... iii
RIWAYAT HIDUP..................................................................................................v
DAFTAR ISI.......................................................................................................... vi
DAFTAR TABEL....................................................................................................x
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................. xi
DAFTAR LAMPIRAN......................................................................................... xii
DAFTAR SINGKATAN ..................................................................................... xiii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang………………...……………..…………………................1
1.2 Perumusan Masalah ....................................................................................8
1.3 Tujuan Penelitian ........................................................................................9
1.4 Manfaat Penelitian ......................................................................................9

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Uraian Teoritis
2.1.1 Obligasi ...................................................................................................10
2.1.2 Peringkat Obligasi ...................................................................................12
2.1.3 Obligasi Pemerintah Indonesia ...............................................................13
2.1.4 Mekanisme Penerbitan Surat Utang Negara ...........................................17

Universitas Sumatera Utara

2.2 Penerimaan Negara
2.2.1 Penerimaan Perpajakan ..........................................................................18
2.2.2 Penerimaan Negara Bukan Pajak ...........................................................21
2.2.3 Hibah ......................................................................................................21
2.2.4 Pengaruh Penerimaan Negara Tahun sebelumnya Terhadap
Penerbitan Obligasi Pemerintah ............................................................22
2.3 Pengeluaran Pemerintah
2.3.1 Pengeluaran Rutin .................................................................................22
2.3.2 Pengeluaran Pembangunan ....................................................................24
2.3.3 Klasifikasi Pengeluaran Pemerintah ..................................................... 25
2.3.4 Teori Pengeluaran Pemerintah ...............................................................27
2.3.5 Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Terhadap Penerbitan Obligasi
Pemerintah .............................................................................................31
2.4 Pinjaman Luar Negeri Pemerintah
2.4.1 Karakteristik Pinjaman Luar Negeri .....................................................33
2.4.2 Prinsip Dasar Penerimaan Pinjaman Luar Negeri Pemerintah .............36
2.4.3 Peranan Pinjaman Luar Negeri Dalam APBN......................................37
2.4.4 Pengaruh Pinjaman Luar Negeri Pemerintah Terhadap
Penerbitan Obligasi Pemerintah ...........................................................38
2.5 Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI)
2.5.1 Pengertian Suku Bunga.........................................................................39
2.5.2 Pengertian dan Sejarah Penerbitan SBI ................................................40
2.5.3 Pihak yang Berhak Memiliki SBI .........................................................41
2.5.4 Pengaruh Suku Bunga SBI Terhadap Penerbitan
Obligasi Pemerintah ............................................................................42
2.6 Penelitian Sebelumnya ....................................................................................42
2.7 Kerangka Konseptual Penelitian .....................................................................45
2.8 Hipotesis..........................................................................................................46

Universitas Sumatera Utara

BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Ruang Lingkup Penelitian...............................................................................47
3.2 Jenis dan Sumber Data ....................................................................................47
3.3 Metode dan Teknik Pengumpulan Data..........................................................48
3.4 Pengolahan Data..............................................................................................48
3.5 Model Analisis Data........................................................................................48
3.6 Test of Goodness of Fit (Uji Kesesuaian) ...................................................... 49
a. Koefisien Determinasi (R2) ........................................................................ 49
b. Uji t-statistik................................................................................................49
c. Uji F-statistik...............................................................................................50
3.7 Uji Asumsi Klasik ...........................................................................................50
3.7.1 Multikolinearitas ...................................................................................51
3.7.2 Autokorelasi ......................................................................................... 51
3.7.3 Normalitas............................................................................................ 52
3.8 Definisi Operasional........................................................................................53

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum Variabel-Variabel Penelitian .............................................54
4.1.1 Perkembangan Keuangan Pemerintah ..................................................54
4.1.2 Perkembangan Penerbitan Obligasi Pemerintah ...................................57
4.1.3 Perkembangan Penerimaan Negara ......................................................61
4.1.4 Perkembangan Pengeluaran Pemerintah...............................................65
4.1.5 Perkembangan Pinjaman Luar Negeri Pemerintah ...............................68
4.1.6 Perkembangan suku bunga SBI ............................................................71
4.2 Uji Statistik Hasil Model Estimasi..................................................................74
4.2.1 Uji Kesesuaian ......................................................................................75
4.2.2 Uji Asumsi Klasik .................................................................................80
4.2.2.1 Multikolinearitas ................................................................................80
4.2.2.2 Autokorelasi .......................................................................................81

Universitas Sumatera Utara

4.2.2.3 Normalitas..........................................................................................81

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan ..............................................................................................82
5.2 Saran.........................................................................................................83

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................85

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

Tabel

Judul

Halaman

1.1 Penerimaan Pemerintah...............................................................................2
1.2 Penerbitan Obligasi Pemerintah..................................................................4
1.3 Pinjaman Luar Negeri Pemerintah ..............................................................5
1.4 Pengeluaran Pemerintah..............................................................................6
1.5 Suku bunga SBI ..........................................................................................7
4.1 Perkembangan Penerbitan Obligasi Pemerintah .......................................58
4.2 Perkembangan Pendapatan Negara dan Hibah .........................................62
4.3 Perkembangan Pengeluaran Negara..........................................................66
4.4 Perkembangan Pinjaman Luar Negeri Pemerintah ...................................69
4.5 Perkembangan suku bunga SBI ................................................................71
4.6 Hasil Estimasi Model Penelitian ...............................................................74
4.7 Nilai Koefisien Determinasi (R2 ) .............................................................80
4.8 Hasil Uji LM-Test .....................................................................................81

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR

Gambar

Judul

Halaman

2.1 Kurva Perkembangan Pengeluaran Pemerintah ........................................30
2.2 Proses Pembelian SBI ...............................................................................41
2.3 Kerangka Konseptual ................................................................................45
4.1 Perkembangan Penerbitan Obligasi Pemerintah .......................................61
4.2 Perkembangan Pendapatan Negara dan Hibah .........................................65
4.3 Perkembangan Pengeluaran Negara..........................................................68
4.4 Perkembangan Pinjaman Luar Negeri Pemerintah ...................................70
4.5 Perkembangan suku bunga SBI ................................................................73

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran

Judul

Halaman

1 Hasil Estimasi OLS ......................................................................................88
2 Hasil Estimasi Uji Multikolinearitas............................................................89
3 Hasil Estimasi Uji Autokorelasi dengan LM Test .......................................91
4 Hasil Estimasi Uji Normalitas dengan Jarque – Berra Test .........................92

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR SINGKATAN

APBN
BI
BLBI
BPS
GE
LTBI
OLS
PDB
POP
PN
PLNP
RDG
SBI
SEKI
SUN

: Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
: Bank Indonesia
: Bantuan Likuiditas Bank Indonesia
: Badan Pusat Statistik
: Government Expenditure
: Laporan Tahunan Bank Indonesia
: Ordinary Least Square
: Produk Domestik Bruto
: Penerbitan Obligasi Pemerintah
: Penerimaan Negara
: Pinjaman Luar Negeri Pemerintah
: Rapat Dewan Gubernur
: Sertifikat Bank Indonesia
: Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia
: Surat Utang Negara

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang
mempengaruhi penerbitan obligasi pemerintah di Indonesia. Variabel yang digunakan
dalam penelitian ini yaitu penerimaan negara tahun sebelumnya, pengeluaran
pemerintah, pinjaman luar negeri pemerintah dan suku bunga SBI. Data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah data time series dari triwulan pertama 2003
sampai dengan triwulan ke-empat 2009. Data diolah dengan menggunakan program
E-views 5.1 dengan menggunakan model ekonometrika yaitu Ordinary Least Square.
Hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai R-square sebesar 0.972, yang berarti
variabel independen mampu menjelaskan variabel dependen sebesar 97.2%,
sedangkan sisanya 2.8% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak disertakan dalam
model estimasi. F-statistik lebih besar dari F-tabel (202,4315 >4,26), menunjukkan
bahwa variabel penerimaan negara tahun sebelumnya, pengeluaran pemerintah,
pinjaman luar negeri pemerintah dan suku bunga SBI secara bersama-sama mampu
mempengaruhi penerbitan obligasi pemerintah Indonesia, signifikan pada α= 1%.
Pengeluaran pemerintah mempunyai pengaruh yang positif terhadap
penerbitan obligasi pemerintah, sedangkan penerimaan negara tahun sebelumnya,
pinjaman luar negeri pemerintah dan suku bunga SBI mempunyai pengaruh yang
negatif terhadap penerbitan obligasi pemerintah Indonesia. Semua variabel bebas
signifikan secara statistik dan sesuai hipotesis.
Kata kunci: Penerbitan Obligasi Pemerintah, Penerimaan Negara tahun sebelumnya,
Pengeluaran Pemerintah, Pinjaman Luar Negeri Pemerintah, Suku
bunga SBI.

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT

The aim of research is to analyze the factors which influence the issuances of
the government bonds in Indonesia. The variables employed in this research are state
revenues in previous year, government expenditure, official foreign borrowing and
certificate of Bank Indonesia (SBI) rates. Data used for this research is time series
data from first quarter 2003 till forth quarter 2009. The data is processed with
program E-views 5.1 by using econometric model that is ordinary least square.
The estimation showed R-square is 0.972, it means that the independent
variables are able to explain the dependent variable as much as 97.2%, while the
rest 2.8% are explained by variables are not included in estimation model. F-statistic
is bigger than F-table (202,4315>4,26), it means that state of revenues in previous
year, government expenditure, official foreign borrowing and certificate of Bank
Indonesia (SBI) rates, together affected on issuances of government bonds in
Indonesia significanty at α= 1%.
The government expenditure have positively influence on issuances of
government bond. State revenues in previous year, official foreign borrowing and SBI
rates have negatively influence on issuances of government bond. All the independent
variables are significant in statistic estimation and according to hypothesis.
Keywords: Issuances of the government bonds, State revenue in previous year,
government expenditure, Official foreign borrowing, SBI rates.

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Krisis ekonomi tahun 1997 di Indonesia telah mengakibatkan perekonomian
mengalami krisis yang berkepanjangan. Krisis ekonomi tersebut membuat pemerintah
Indonesia terbelit utang yang berat untuk membiayai perekonomian. Bersamaan
dengan itu muncul masalah kewajiban pembayaran cicilan hutang luar negeri dan
bunganya yang mengakibatkan merosotnya sumber-sumber ekonomi Indonesia, yang
seharusnya dapat dialokasikan untuk pembiayaan pembangunan.
Pemerintah sebagai pembuat anggaran negara, baik penerimaan maupun
pengeluarannya tersusun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Dalam penyusunannya sebelum krisis menggunakan anggaran berimbang. Artinya,
penerimaan negara harus sama dengan pengeluaran walaupun dalam kenyataannya
tidak pernah ada karena dalam pembiayaan pembangunan nasional pemerintah juga
mengandalkan pinjaman luar negeri. Pascakrisis, pemerintah menggunakan
penyusunan anggaran yang tidak berimbang sehingga dalam penyusunannya bisa
terjadi surplus atau defisit APBN.
Di dalam perhitungan defisit atau surplus Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara perlu diperhatikan kategori penerimaan dan pengeluaran negara. Pada
dasarnya yang dimaksud dengan penerimaan negara adalah pajak-pajak dan berbagai
pungutan yang dipungut pemerintah dari perekonomian dalam negeri, yang

Universitas Sumatera Utara

menyebabkan kontraksi dalam perekonomian. Di lain sisi, yang dimaksud dengan
pengeluaran negara adalah semua pengeluaran untuk operasi pemerintah dan
pembiayaan berbagai proyek di sektor negara ataupun badan usaha milik negara. Dari
perhitungan penerimaan dan pengeluaran negara tersebut akan diperoleh besarnya
surplus atau defisit APBN. Pada umumnya surplus tersebut dapat dipergunakan
sebagai cadangan atau untuk membayar hutang pemerintah (Hanni,2006).
Tabel 1.1. Penerimaan Pemerintah dari tahun 2005 sampai tahun 2009
(triliun rupiah)
Triwulan

Tahun 2005

Tahun 2006

Tahun 2007

Tahun 2008

Tahun 2009

I

115,229

149,435

170,243

204,913

214,323

II

120,984

159,664

172,429

217,469

221,148

III

126,738

169,893

174,615

230,026

215,175

IV

132,493

180,123

176,801

242,582

242,316

Sumber: Bank Indonesia (2005-2009)

Dari tabel 1.1 diatas terlihat bahwa penerimaan Pemerintah dari tahun ke
tahun cenderung mengalami kenaikan. Namun pada triwulan I bulan Maret 2007
penerimaan Pemerintah sebesar Rp.170,243 triliun. Penerimaan Pemerintah ini
mengalami penurunan dibanding dengan triwulan IV bulan Desember 2006 yang
sudah mencapai Rp.180,123 triliun. Penerimaan Pemerintah pada triwulan I bulan
Maret 2009 juga mengalami penurunan dibanding dengan

triwulan IV bulan

Universitas Sumatera Utara

Desember 2008 yaitu dari Rp.242,582 triliun turun menjadi Rp.214,323 triliun. Pada
triwulan II bulan Juni 2009, penerimaan pemerintah ini sempat mengalami
peningkatan akan tetapi pada triwulan III bulan September 2009 turun lagi. Akan
tetapi kondisi ini berangsur-angsur pulih sehingga pada triwulan IV bulan Desember
2009, penerimaan Pemerintah berjumlah Rp.242,316 triliun.
Pascakrisis, pemerintah mengeluarkan obligasi untuk membiayai defisit
dalam APBN. Penerbitan obligasi ini dimulai untuk memenuhi kebutuhan
rekapitalisasi perbankan sebagai akibat dari krisis. Kemudian penerbitan obligasi
dilanjutkan untuk menutupi defisit secara umum dan tidak terbatas pada pembiayaan
perbankan.
Obligasi yang diterbitkan pemerintah selama triwulan I pada bulan Maret
2005 yaitu sebesar Rp.10,43 triliun. Pada triwulan II bulan Juni 2005 obligasi yang
diterbitkan pemerintah mengalami kenaikan menjadi Rp.11,37 triliun. Sedangkan
pada triwulan III bulan September 2005 penerbitan obligasi ini terus mengalami
kenaikan menjadi Rp.12,31 triliun. Dan pada triwulan IV bulan Desember obligasi
yang diterbitkan pemerintah sebesar Rp.13,25 triliun. Untuk lebih jelasnya, obligasi
yang diterbitkan Pemerintah Indonesia selama tahun 2005-2009 dapat dilihat pada
tabel dibawah ini:

Universitas Sumatera Utara

Tabel 1.2. Penerbitan Obligasi Pemerintah dari tahun 2005 sampai tahun 2009
(triliun rupiah)
Triwulan

Tahun 2005

Tahun 2006

Tahun 2007

Tahun 2008

Tahun 2009

I

10,43

13,98

23,98

30,68

28,93

II

11,37

14,83

27,47

31,27

38,02

III

12,31

15,69

30,96

31,85

32,17

IV

13,25

16,54

34,45

32,44

32,94

Sumber: Bank Indonesia (2005-2009)

Pada triwulan I bulan Maret 2008, obligasi yang diterbitkan pemerintah
sebesar Rp.30,68 triliun. Penerbitan Obligasi ini mengalami penurunan dibanding
dengan triwulan IV bulan Desember 2007 yang berjumlah Rp.34,45 triliun. Dan pada
triwulan I bulan Maret 2009 obligasi yang diterbitkan pemerintah mengalami
penurunan yang cukup signifikan, yaitu dari Rp.32,44 triliun menjadi Rp.28,93
triliun. Sedangkan obligasi terendah yang diterbitkan oleh pemerintah terjadi pada
triwulan I bulan Maret 2005 yaitu sebesar Rp.10,43 triliun. Penerbitan obligasi
tertinggi terjadi pada triwulan II bulan Juni 2009 yaitu sebesar Rp.38,02 triliun.
Dalam hal jika terjadi defisit, maka defisit tersebut dapat dibiayai dengan
pinjaman luar negeri atau pinjaman dalam negeri. Pinjaman dalam negeri dapat
dalam bentuk pinjaman perbankan atau non-perbankan yang mencakup penerbitan
obligasi pemerintah dan pengalihan aset-aset negara menjadi milik swasta

Universitas Sumatera Utara

(privatisasi). Dengan demikian perlu ditegaskan bahwa penerbitan obligasi
pemerintah merupakan bagian dari pembiayaan defisit dalam negeri non-perbankan.
Hal yang paling penting diperhatikan dalam penerbitan obligasi adalah menjaga agar
hutang luar negeri atau hutang dalam negeri masih dalam batas-batas kemampuan
negara (sustainable). Adapun jumlah pinjaman luar negeri Pemerintah Indonesia
selama tahun 2005 sampai dengan tahun 2009 adalah sebagai berikut:
Tabel 1.3. Pinjaman Luar Negeri Pemerintah dari tahun 2005 sampai tahun 2009
(triliun rupiah)
Triwulan

Tahun 2005

Tahun 2006

Tahun 2007

Tahun 2008

Tahun 2009

I

195,03

180,63

181,63

207,98

210,46

II

196,02

174,18

185,09

215,95

223,84

III

197,36

167,72

190,18

223,93

246,25

IV

198,52

161,26

194,45

231,09

241,18

Sumber: Bank Indonesia (2005-2009)

Dalam jangka pendek pinjaman luar negeri sangat membantu pemerintah
Indonesia dalam upaya menutup defisit anggaran pendapatan dan belanja negara,
akibat pembiayaan pengeluaran rutin dan pengeluaran pembangunan yang cukup
besar. Sehingga laju pertumbuhan ekonomi dapat dipacu sesuai dengan target yang
telah ditetapkan sebelumnya.

Universitas Sumatera Utara

Pada tabel 1.4 dibawah ini terlihat bahwa pengeluaran pemerintah cenderung
mengalami kenaikan. Hal ini disebabkan karena banyaknya pengeluaran yang harus
dilakukan oleh pemerintah. Pengeluaran-pengeluaran tersebut dibagi kedalam tiga
pos utama yaitu: pengeluaran pemerintah untuk pembelian barang dan jasa,
pengeluaran pemerintah untuk gaji pegawai serta pengeluaran pemerintah untuk
pembayaran transfer.
Tabel 1.4. Pengeluaran Pemerintah dari tahun 2005 sampai tahun 2009
(triliun rupiah)
Triwulan

Tahun 2005

Tahun 2006

Tahun 2007

Tahun 2008

Tahun 2009

I

119,645

156,992

183,099

204,082

223,627

II

124,785

168,847

186,428

210,477

246,865

III

129,925

180,702

189,758

216,873

247,877

IV

135,065

192,557

193,088

223,268

256,319

Sumber: Bank Indonesia (2005-2009)

Penerbitan obligasi jangka pendek dengan masa jatuh tempo kurang dari satu
tahun dapat menggantikan SBI untuk kebijaksanaan moneter. Selama ini
kebijaksanaan moneter BI mengandalkan SBI yang biayanya cukup besar. Namun
dana SBI ini tidak dapat dipergunakan untuk mendorong kegiatan ekonomi dan SBI
tidak diperdagangkan dalam pasar sekunder (Arief,2004).

Universitas Sumatera Utara

Tabel 1.5. Suku bunga SBI dari tahun 2005 sampai tahun 2009
(persen)
Triwulan

Tahun 2005

Tahun 2006

Tahun 2007

Tahun 2008

Tahun 2009

I

11,50

12,75

9,00

8,00

7,75

II

8,25

12,50

8,50

8,50

7,00

III

10,00

11,25

8,25

9,25

6,50

IV

12,75

9,75

8,00

9,25

6,50

Sumber: www.bi.go.id

Suku bunga SBI pada triwulan IV bulan Desember 2005 yaitu sebesar
12,75%. Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia memutuskan untuk
mempertahankan arah kebijakan moneter ketat yang merupakan cerminan komitmen
BI dalam mengendalikan tekanan inflasi yang masih relatif tinggi. Terkait dengan itu,
Bank Indonesia memutuskan untuk menetapkan suku bunga SBI sebesar 12,75 %.
Sedangkan suku bunga SBI terendah adalah sebesar 6,50% pada tahun 2009. Dewan
Gubernur Bank Indonesia memandang bahwa pelonggaran kebijakan moneter
tersebut melalui penurunan suku bunga SBI menjadi 6,50% cukup kondusif bagi
proses pemulihan perekonomian dan intermediasi perbankan. Suku bunga SBI
sebesar 6,50% tersebut juga dipandang konsisten dengan pencapaian sasaran inflasi
pada tahun 2010.

Universitas Sumatera Utara

Berdasarkan uraian diatas, maka menurut penulis hal ini merupakan suatu
fenomena sehingga penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul
“Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penerbitan Obligasi Pemerintah
di Indonesia”.

1.2

Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka permasalahan

yang akan dikaji dan dibahas dalam penelitian ini adalah :
1. Bagaimana pengaruh penerimaan negara tahun sebelumnya terhadap
penerbitan obligasi Pemerintah di Indonesia?
2. Bagaimana pengaruh pengeluaran Pemerintah terhadap penerbitan obligasi
Pemerintah di Indonesia?
3. Bagaimana pengaruh pinjaman luar negeri Pemerintah terhadap penerbitan
obligasi Pemerintah di Indonesia?
4. Bagaimana pengaruh Suku bunga Bank Indonesia (SBI) terhadap penerbitan
obligasi Pemerintah di Indonesia?

Universitas Sumatera Utara

1.3

Tujuan Penelitian
Sesuai dengan perumusan masalah yang telah dikemukakan, maka tujuan dari

penelitian ini adalah :
1. Untuk menganalisis pengaruh penerimaan negara tahun sebelumnya terhadap
penerbitan obligasi Pemerintah di Indonesia. 
2. Untuk menganalisis pengaruh pengeluaran Pemerintah terhadap penerbitan
obligasi Pemerintah di Indonesia. 
3. Untuk menganalisis pengaruh pinjaman luar negeri Pemerintah terhadap
penerbitan obligasi Pemerintah di Indonesia. 
4. Untuk menganalisis pengaruh Suku bunga Bank Indonesia (SBI) terhadap
penerbitan obligasi Pemerintah di Indonesia. 
 

1.4 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah :
1. Sebagai tambahan wawasan ilmiah dan ilmu pengetahuan penulis tentang
faktor-faktor yang mempengaruhi penerbitan obligasi pemerintah di
Indonesia.
2. Sebagai bahan masukan bagi pemerintah untuk menetapkan kebijakankebijakan penganggaran.
3. Sebagai bahan  referensi bagi peneliti lainnya yang berminat dengan
pembahasan penerbitan obligasi pemerintah.

Universitas Sumatera Utara

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Uraian Teoritis
2.1.1 Obligasi
Secara umum, obligasi merupakan surat pengakuan utang jangka menengah
dan jangka panjang yang diterbitkan oleh pihak penerbit (pemerintah maupun swasta)
dengan memberi imbalan berupa bunga (kupon) secara periodik dan melunasi pokok
utang pada waktu yang telah ditentukan kepada pihak pembeli obligasi tersebut. Jadi
surat obligasi adalah selembar kertas yang menyatakan bahwa pemilik kertas tersebut
memberikan pinjaman kepada pihak yang menerbitkan obligasi (Tandelilin,2001).
Obligasi (bond) adalah sertifikat utang yang menjelaskan kewajibankewajiban dari emiten (penerbit obligasi) kepada pemegang obligasi (Mankiw,2003).
Obligasi merupakan sekuritas utang dengan pendapatan tetap karena menjanjikan
pendapatan yang tetap atau pendapatan yang telah ditentukan sebelumnya dengan
menggunakan rumus tertentu. Sekuritas utang merupakan pernyataan hak/klaim atas
sejumlah pendapatan rutin pada suatu waktu tertentu. Kalau seseorang memiliki
obligasi, maka secara periodik akan mendapatkan penghasilan yaitu berupa kupon
obligasi (yield) yang dibayarkan dengan jumlah tetap pada waktu yang telah
ditetapkan misalnya setiap 3 bulan, 6 bulan maupun setahun sekali.

Universitas Sumatera Utara

Istilah-istilah

penting

dalam

sekuritas

utang

obligasi

antara

lain

(Tandelilin,2001):
1. Face value atau nilai pari, menunjukkan besarnya nilai obligasi yang
dikeluarkan.
2. Kupon atau bunga, merupakan pendapatan (yield) yang diperoleh pemegang
obligasi yang periode waktu pembayarannya berbeda-beda.
3. Jatuh tempo, merupakan tanggal ditetapkannya emiten obligasi harus
membayar kembali uang yang telah dikeluarkan investor pada saat membeli
obligasi. Jumlah uang yang harus dibayar yaitu besarnya nilai pari beserta
bunga (kupon) yang telah ditetapkan. Biasanya tanggal jatuh tempo tertera
pada sertifikat obligasi.
4. Nilai intrinsik, merupakan nilai teoritis dari suatu obligasi yang diperoleh dari
hasil estimasi nilai saat ini (present value) dari semua aliran kas obligasi di
masa yang akan datang.

P

Ct
Po

t
(1  i) n
t 1 (1  i)
n

dimana:
P = Harga pasar obligasi
Po = Harga nominal /face value
Ct = Nilai rupiah coupon rate setiap periode
i

= Yield obligasi atau tingkat keuntungan yang dipandang relevan

n = Maturity /jatuh tempo dari obligasi.

Universitas Sumatera Utara

2.1.2 Peringkat Obligasi
Pada tahun 1909 John Moody memperkenalkan peringkat obligasi. Peringkat
obligasi mencakup penilaian atas risiko obligasi yang mungkin timbul kemudian.
Peringkat obligasi dipengaruhi oleh (Rahardjo,2003):
1. Proporsi modal terhadap hutang
2. Tingkat profitabilitas perusahaan atau pihak yang menerbitkan obligasi
3. Tingkat kepastian dalam menghasilkan pendapatan
4. Besar kecilnya perusahaan atau pihak yang menerbitkan obligasi
5. Jumlah pinjaman subordinasi yang dikeluarkan perusahaan atau pihak yang
menerbitkan obligasi.

Peringkat obligasi menurut Moody’s standard and poor’s :
 AAA merupakan ranking tertinggi dari standard and poor’s dan
menunjukkan kemampuan yang sangat kuat dalam membayar pokok dan
bunga.
 AA

merupakan obligasi yang dikualifikasikan sebagai obligasi berkualitas

tinggi, dengan perbedaan kecil dari AAA.
 A

merupakan obligasi yang memiliki kemampuan kuat untuk membayar

pokok dan bunga walaupun lebih rentan terhadap efek merugi dari perubahan
situasi dan kondisi perekonomian.
 BBB

merupakan obligasi yang dianggap memiliki kemampuan yang

mencukupi untuk membayar pokok dan bunga walaupun menunjukkan

Universitas Sumatera Utara

parameter perlindungan yang memadai, namun kondisi perekonomian yang
merugi atau perubahan keadaan biasanya dapat melemahkan kemampuan
membayar pokok dan bunga obligasi.
 BB

merupakan obligasi yang dianggap mampu membayar pokok dan

bunga obligasi, walaupun parameter perlindungan yang cukup memadai.
 B

merupakan obligasi yang dianggap mampu membayar pokok dan

bunga obligasi, namun kemampuannya sangat spekulatif dan rentan terhadap
perubahan kondisi perekonomian.
 CCC, CC, C, D merupakan obligasi yang secara berturut-turut semakin rapuh
kemampuannya untuk membayar pokok dan bunga obligasi, bahkan ada
potensi untuk tidak membayar bunga atau bahkan pembayaran bunga maupun
pokok mengalami kemacetan.
2.1.3 Obligasi Pemerintah Indonesia
Obligasi pemerintah sering disebut dengan Surat Utang Negara (SUN). Surat
utang negara menurut Undang-Undang Nomor 24 tahun 2004 merupakan surat
berharga yang merupakan surat pengakuan hutang dalam mata uang rupiah dan valuta
asing yang dijamin pembayaran bunga dan pokoknya oleh negara Republik Indonesia
sesuai dengan masa berlakunya atau masa jatuh tempo.
Tujuan penerbitan surat utang negara adalah :
1. Membiayai defisit APBN
2. Menutup kekurangan kas negara dalam jangka pendek
3. Mengelola portofolio utang negara.

Universitas Sumatera Utara

Menurut denominasi mata uangnya, obligasi negara yang diterbitkan
pemerintah dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok (Rahardjo,2003):
1. Obligasi Negara Berdenominasi Rupiah
Obligasi negara denominasi rupiah dapat dibedakan atas tiga jenis, yaitu :
a. Obligasi berbunga tetap (Fixed Rate bonds-FR)
Obligasi jenis ini memiliki tingkat kupon yang ditetapkan pada saat
penerbitan dan dibayarkan secara periodik setiap 6 (enam) bulan. Obligasi jenis FR
dapat diperdagangkan dan dipindahtangankan kepemilikannya di pasar sekunder.
b. Obligasi berbunga mengambang (Variable Rate bonds – VR)
Obligasi berbunga mengambang memiliki tingkat kupon yang ditetapkan
secara periodik berdasarkan referensi tertentu. Dalam hal ini referensi yang
digunakan ialah tingkat bunga SBI (Sertifikat Bank Indonesia) berjangka 3 bulan.
Kupon dibayarkan secara periodik setiap 3 (tiga) bulan. Obligasi jenis VR dapat
diperdagangkan dan dipindahtangankan kepemilikannya di pasar sekunder.
c. Obligasi lindung nilai (Hedge Bonds – HB)
Obligasi lindung nilai (HB) diterbitkan untuk menutup Net Open Position
(NOP) beberapa bank, saat bank-bank tersebut dalam proses rekapitalisasi perbankan.
Secara umum NOP ialah suatu ukuran yang membandingkan antara aktiva valas
dengan kewajiban valas perbankan. Semakin besar selisih antara aktiva valas dengan
kewajiban valas, akan menyebabkan semakin meningkatnya NOP sehingga semakin
besar pula risiko valas yang dihadapi bank yang bersangkutan. Bank Indonesia
menetapkan aturan besarnya NOP yang harus dipatuhi oleh perbankan. Pokok

Universitas Sumatera Utara

obligasi jenis hedge bonds diterbitkan dalam denominasi Rupiah dengan
memperhatikan NOP bank rekap pada saat pelaksanaan rekapitalisasi. Pada saat jatuh
tempo pembayaran baik pokok maupun kupon, nilai nominalnya akan disesuaikan
terlebih dahulu terhadap nilai tukar Rp/USD yang berlaku. Apabila nilai tukar Rupiah
terhadap USD pada saat jatuh tempo pembayaran melemah dibanding nilai tukar pada
saat penerbitan, maka nilai nominal HB setelah indeksasi akan meningkat sehingga
meningkatkan jumlah pembayaran pokok dan bunga yang jatuh tempo dan
sebaliknya. Tingkat kupon HB ditetapkan secara periodik berdasarkan referensi
tertentu yaitu SIBOR + margin 2%. Kupon dibayarkan secara periodik setiap 3 (tiga)
bulan sekali. Obligasi jenis HB ini tidak dapat diperdagangkan.
d. Surat Utang kepada BI (SU)
Dalam rangka program penjaminan perbankan dan BLBI (Bantuan Likuiditas
Bank Indonesia) pada tahun 1998 dan 1999 Pemerintah menerbitkan empat seri SU,
yaitu SU-001, SU-002, SU-003 dan SU-004. SU-001 dan SU-003 merupakan SU
yang diterbitkan dalam rangka BLBI yang dikucurkan oleh Bank Indonesia saat krisis
moneter tahun 1998/1999. SU-002 merupakan penyertaan modal negara pada Bank
Ekspor Impor Indonesia. Sementara SU-004 merupakan surat utang yang diterbitkan
dalam rangka program penjaminan Pemerintah. Sesuai dengan terms & conditions
awalnya, Obligasi jenis ini memiliki tingkat bunga tetap sebesar 3% yang
diperhitungkan atas pokok yang diindeks berdasarkan inflasi. Kupon dibayarkan
secara periodik setiap 6 (enam) bulan sekali. Sementara pokok utang diamortisasi
(dicicil) setiap enam bulan sekali secara proporsional atas dasar pokok yang telah

Universitas Sumatera Utara

diindeks. Pembayaran cicilan pokok dilakukan bersamaan dengan pembayaran bunga
dan dimulai setelah masa tenggang (grace period) berakhir.
e. SRBI (Special Rate Bank Indonesia)
SRBI, yang lengkapnya SRBI-01/MK/2003 adalah surat utang yang
diterbitkan oleh Pemerintah pada tanggal 7 Agustus 2003 sebagai pengganti SU-001
dan SU- 003, dalam rangka penyelesaian bantuan likuiditas BI. Pelunasan SRBI akan
bersumber dari surplus Bank Indonesia yang menjadi bagian Pemerintah dan akan
dilakukan apabila rasio modal terhadap kewajiban moneter BI telah mencapai diatas
10%. Dalam hal rasio modal terhadap kewajiban moneter Bank Indonesia kurang dari
3%, maka Pemerintah akan membayar charge kepada Bank Indonesia sebesar
kekurangan dana yang diperlukan untuk mencapai rasio modal tersebut.

2. Obligasi Negara Berdenominasi Mata Uang Asing
Pada tanggal 10 Maret 2004, Pemerintah menerbitkan ON berdenominasi
USD (Dollar Amerika) yang selanjutnya disebut RI0014, dengan nominal penerbitan
sebesar USD1.000.000.000,00. Obligasi ini jatuh tempo pada tanggal 10 Maret 2014
dengan tingkat kupon tetap sebesar 6,75% setahun, yang dibayar secara periodik dua
kali

setahun

(semiannual).

Obligasi

RI0014

dapat

diperdagangkan

dan

dipindahtangankan kepemilikannya di pasar sekunder.

Universitas Sumatera Utara

2.1.4 Mekanisme Penerbitan Surat Utang Negara
Pada dasarnya SUN dapat diterbitkan dengan dua cara yaitu melalui lelang
atau tanpa lelang (Rahardjo,2003).
Penerbitan yang dilakukan melalui lelang memiliki beberapa metode yaitu:
1. Lelang dengan metode harga beragam (multiple price)
2. Lelang dengan metode harga seragam (uniform price)

Pada lelang dengan metode harga beragam, pemenang lelang membayar
kepada Pemerintah sesuai harga penawarannya masing-masing. Sementara untuk
lelang dengan metode harga seragam, seluruh pemenang lelang membayar pada harga
yang sama, yang dapat ditetapkan atas dasar harga terendah dari penawaran yang
dimenangkan.
Untuk penerbitan tanpa lelang, metode yang dipakai Pemerintah ialah:
a)

Bookbuilding, ialah proses pengumpulan dan pemutakhiran data pemesanan

pembelian pada volume dan harga tertentu oleh investor, atas surat utang yang
ditawarkan. Proses pemesanan ini berlangsung selama periode tertentu (masa
penawaran) dimana dalam masa tersebut pemesan/investor dapat mengubah baik
volume maupun harga surat utang yang akan dibeli, sesuai dengan perkembangan
terakhir. Setelah masa penawaran berakhir, Pemerintah beserta agen penjual akan
menentukan harga akhir yang optimal dan melakukan penjatahan/alokasi perolehan
atas surat utang yang ditawarkan.

Universitas Sumatera Utara

b) Private placement, yaitu Pemerintah melakukan penempatan langsung kepada
investor tertentu sesuai kesepakatan. Terbitnya SUN pada saat rekapitalisasi
perbankan dahulu dan penerbitan obligasi Negara baru pengganti HB yang jatuh
tempo merupakan contoh penerbitan SUN tanpa lelang dengan metode private
placement.

2.2 Penerimaan Negara / Penerimaan Pemerintah
Penerimaan Pemerintah terdiri dari penerimaan dalam negeri Pemerintah,
penerimaan luar negeri Pemerintah dan hibah.
Penerimaan dalam negeri Pemerintah terdiri atas (Dumairy,1997):
2.2.1 Penerimaan Perpajakan
Penerimaan perpajakan dapat dikelompokkan atas beberapa jenis, yaitu :
a. Pajak Penghasilan (PPh)
Pemungutan pajak penghasilan didasarkan pada Undang-Undang Nomor 10
tahun 1994 tentang pajak penghasilan. Pajak penghasilan merupakan biaya atau tarif
yang ditetapkan sesuai dengan besarnya penghasilan seseorang.
b. Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang
Mewah (PPnBM)
PPN merupakan tarif yang dikenakan atas nilai tambah barang dan jasa,
sedangkan PPnBM merupakan pajak yang dikenakan terhadap barang-barang mewah
atau barang-barang yang diimpor dari luar negeri.

Universitas Sumatera Utara

c. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
Pajak bumi dan bangunan merupakan pungutan yang dikenakan atas tanah
dan bangunan yang didirikan di atasnya. Hasil pungutan tersebut, 90 persen
dikembalikan kepada daerah setempat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah (APBD) tingkat I 16,2 persen, dan APBD tingkat II 64,8 persen. Sisanya 9
persen digunakan untuk upah atau biaya pungut, sedangkan 10 persen lagi digunakan
untuk Pemerintah pusat. Sejak tahun 1994 dana yang ke Pemerintah pusat
dialokasikan kembali kepada daerah dengan perincian 65 persen dibagikan secara
merata kepada daerah tingkat II, sisanya 35 persen dialokasikan sebagai insentif
kepada daerah tingkat II yang realisasi penerimaan PBB tahun anggaran sebelumnya
berhasil mencapai atau melampaui penerimaan yang telah ditetapkan.
d. Bea perolehan Hak atas tanah dan bangunan (BPHTB)
BPHTB merupakan jenis penerimaan pajak yang dikenakan atas nilai
perolehan hak atas tanah dan atau bangunan yang meliputi pemindahan hak dan
pemberian hak baru. Pemungutan pajak ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 21
tahun 1997 tentang BPHTB.
e. Pajak lainnya
Pajak lainnya terdiri dari bea meterai dan cukai. Bea meterai merupakan tarif
yang dikenakan atas dokumen-dokumen terutang dan tidak terutang. Ketentuan
mengenai bea meterai tercantum dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor
182/KMK.04/1995 tanggal satu mei 1995. Cukai merupakan pungutan atas barang

Universitas Sumatera Utara

kena cukai yang digunakan sebagai bahan baku atau bahan penolong dalam
pembuatan barang hasil akhir.
f. Cukai
Kebijaksanaan pemungutan cukai tidak semata-mata dilaksanakan untuk
mengisi kas negara (fungsi budgeter), tetapi juga bertujuan sebagai alat pengatur
dalam rangka perlindungan bagi masyarakat. Pengawasan dan penerapan sanksi
untuk menjamin ditaatinya ketentuan tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor
11 tahun 1995 tentang cukai. Dasar perhitungan besarnya tarif cukai tergantung
kepada jumlah barang kena cukai, tarif dan harga dasar. Tetapi dalam kasus tertentu
dikenankan

pembebasan

cukai

terhadap

keperluan

tertentu

seperti

untuk

pengembangan ilmu pengetahuan, pencegahan pencemaran lingkungan, serta
pengembalian cukai apabila barang itu diekspor.
g. Bea masuk
Bea masuk merupakan tarif yang dikenakan atas barang-barang yang diimpor
dari luar negeri. Selain sebagai penerimaan negara, bea masuk juga bertujuan untuk
memproteksi produksi dalam negeri.
h. Tarif eksport
Tarif atau pajak ekspor merupakan tarif atas beberapa komoditi yang akan
diekspor, seperti yang tertera dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 241 tahun
1998 tentang penetapan besarnya tarif dan tatacara pembayaran dan penyetoran pajak
ekspor atas beberapa komoditi tertentu.

Universitas Sumatera Utara

2.2.2 Penerimaan Negara Bukan Pajak
Penerimaan negara bukan pajak (PNBP), menurut Undang-Undang Nomor 20
pasal 1 ayat 1 tahun 1997 merupakan seluruh penerimaan Pemerintah pusat yang
tidak berasal dari penerimaan perpajakan.
PNBP dalam UU No. 20 Tahun 1997 meliputi :
a. Penerimaan yang bersumber dari pengelolaan dana Pemerintah
b. Penerimaan dari pemanfaatan sumber daya alam
c. Penerimaan dari hasil-hasil pengelolaan kekayaan Negara yang dipisahkan
d. Penerimaan dari kegiatan pelayanan yang dilaksanakan Pemerintah
e. Penerimaan berdasarkan putusan pengadilan dan yang berasal dari
pengenaan denda administrasi
f. Penerimaan berupa hibah yang merupakan hak Pemerintah; dan
g. Penerimaan lainnya yang diatur dalam Undang-undang tersendiri.
2.2.3 Hibah
Hibah adalah setiap penerimaan negara baik dalam bentuk devisa dan atau
non devisa yang dirupiahkan maupun dalam bentuk barang dan atau dalam bentuk
jasa termasuk tenaga ahli dan pelatihan yang diperoleh dari pemberi hibah luar negeri
yang tidak perlu dibayar kembali (Arief,2004).

Universitas Sumatera Utara

2.2.4 Pengaruh Penerimaan Negara Tahun Sebelumnya Terhadap Penerbitan
Obligasi Pemerintah
Penerimaan Pemerintah baik dari dalam maupun luar negeri sangat penting
bagi keberhasilan proses pembangunan nasional. Hal ini disebabkan penerimaan
Pemerintah terutama dari dalam negeri yaitu dari pajak dan non-pajak maupun migas
dan nonmigas adalah untuk menutup pengeluaran rutin Pemerintah. Dan kalau ada
sisanya dijadikan sebagai tabungan pemerintah setelah ditambah dengan pinjaman
luar negeri yang dimanfaatkan untuk mendanai pembangunan. Apabila penerimaan
pemerintah ini cukup besar untuk membiayai pembangunan dan pengeluaran rutin,
maka obligasi ataupun surat utang negara yang diterbitkan akan berkurang
(Dumairy,1997). Dari pernyataan ini dapat ditarik kesimpulan bahwa pengaruh
penerimaan negara tahun sebelumnnya terhadap penerbitan obligasi pemerintah
adalah negatif.

2.3 Pengeluaran Pemerintah
Pengeluaran Pemerintah adalah sejumlah anggaran yang dikeluarkan oleh
Pemerintah Indonesia, baik dalam bentuk pengeluaran rutin dan pengeluaran untuk
pembiayaan pembangunan dalam satu tahun (Djunasien dan Hidayat,1999).
2.3.1 Pengeluaran Rutin
Pengeluaran

rutin

merupakan

pengeluaran

yang

digunakan

untuk

pemeliharaan dan penyelenggaraan Pemerintah yang meliputi belanja pegawai,
belanja barang, pembayaran bunga dan cicilan utang, subsidi dan pengeluaran rutin

Universitas Sumatera Utara

lainnya. Melalui pengeluaran rutin, Pemerintah dapat menjalankan misinya dalam
rangka menjaga kelancaran peny

Dokumen yang terkait

Dokumen baru