minat belajar siswa terhadap mata pelajaran pendidikan agama islam di SMA darul ulum

MINAT BELAJAR SISWA TERHADAP MATA PELAJARAN PAI DI SMK DARUL
ULUM PARUNG DEPOK
Skripsi
Diajukan untuk memenuhi Persyaratan Memperoleh
Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S. Pd. I)

Oleh:
MARIA SAPRIYANTI
NIM : 207011000480

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2014 M

ABSTRAK

Amiruddin Maulana (NIM : 207011000799). “Hubungan Minat Baca
dengan Prestasi Pendidikan Agama Islam (PAI) siswa SMP Negeri 9 Kota
Tangerang Selatan”.
Tujuan dari pembahasan penelitian ini untuk mengetahui tingkat minat baca,
tingkat prestasi belajar pendidikan agama Islam serta mengetahui hubungan minat
baca dengan prestasi belajar pendidikan agama Islam . Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional yaitu penelitian yang
menggambarkan keadaan sebenarnya dan fenomena objek yang diteliti, yaitu
dengan membandingkan kedua variabel penelitian antara X (minat baca) sama Y
(prestasi belajar).
Dalam penelitian ini penulis mengambil populasi SMPN 9 Kota Tangerang
Selatan siswa/i kelas II yang berjumlah 80 siswa/i, dari siswa yang berjumlah 304
siswa/i SMP Negeri 9 Kota Tangerang Selatan Tahun Ajaran 2010/2011. Alasan
penulis dalam menentukan populasi hanya pada kelas II dikarenakan kelas II ini
tempat penulis praktik mengajar (PPKT), dan data tentang minat diungkapkan
melelui penelitian skala minat baca dalam bentuk angket skala, minat baca terdiri
25 item dengan tingkat reliabilitas dan validitas cukup.
Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan
antara minat baca dengan prestasi belajar pendidikan agama Islam. Artinya,
semakin tinggi minat baca siswa semakin tinggi pula prestasi belajar PAI siswa/i.

i

KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmannirrahim.
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, atas segala limpahan
karunia dan nikmat-Nya yang sangat besar. Sholawat teriring salam penulis
curahkan kepada penghulu umat baginda Nabi Besar Muhammad SAW, yang
telah merubah umatnya dari zaman kebodohan, hingga zaman Ilmu pengetahuan
seperti sekarang ini.
Penulis sepenuhnya menyadari bahwa skripsi ini jauh dari katagori sempurna,
sekalipun penulis telah berusaha melakukan yang terbaik, namun pasti masih ada
kekurangannya dan kelemahan baik dari segi isi, atau teknik penyusun. Dengan
demikian, penulis membuka diri untuk menerima masukan dan kritik yang
konstruktif demi perbaikan skripsi dan dari penulis sendiri sebagai bahan evaluasi
dan intropeksi diri sekarang dan dimasa yang akan datang.
Berkat keridhoan Allah swt semata akhirnya penyusun ini dapat diselsaikan.
Serta tak lupa penulis menyampaikan ungkapan terima kasih kepada:
1.

Bapak Prof. DR. H. Rif’at Sauqi Nawawi, MA. Dekan

Fakultas Ilmu

Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah
Jakarta.
2.

Bapak Bahrissalim M. Ag. Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN)
Syarif Hidayatullah Jakarta.

3.

Bapak Drs. Sapiuddin Shidiq, M. Ag. Sekretaris Jurusan Pendidikan
Agama Islam, sekaligus Dosen penasehat akademik Fakultas Ilmu Tarbiyah
dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

4.

Bapak Muhammad Zuhdi, Ph.D. Pembimbing penulisan skripsi yang telah
siap dan sabar membimbing penulis sehingga terselsaikan skripsi ini.

5.

Ibu Dra. Hj. Siti Nurhayati, M. Pd. Kepala Sekolah SMPN 9 Kota
Tangerang Selatan berserta dewan guru yang bersedia menerima dan
membantu penulis dalam melakukan penelitian dan penyelsaian skripsi ini.
ii

6.

Kedua Orang Tuaku (Ayahanda H. Muit dan Al-marhumah Ibunda Hj.
Fatimah/ No’ang) dengan segala kasih sayang, dan tanggung jawab rela
berkorban jiwa raga demi kesuksesan putra-putrinya. Pagi sampai sore tak
henti-hentinya

berjuang untuk mendapatkan

rezeki

(nafkah) demi

keberlangsungan pendidikan putra-putrinya. Disambung waktu malamnya
dengan

senantiasa

mengalunkan

do’a-do’a

kasih

sayang.

Yang

mengajarkanku untuk hidup mandiri dan mengingatkanku untuk selalu
berbuat baik. Dan untuk kaka kandungku, abang-abangku, dan empoempoku, terutama abangku Sholahuddin Al-Ayubi, S. Sos.I yang selalu
memberikan dukungan, semangat dan keceriaan. Serta memotivasiku
selama menjalankan pendidikan dasar hingga kuliah di UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta. Serta keluarga besar yang tak dapat penulis sebutkan
satu persatu namun tak mengurangi rasa terima kasihku untuk segala
kebaikan-kebaikannya.
7.

Teman - teman kosan (Bng Satibi, Zainuddin, Moh. Yazim, Abu Bakar,
Joko Susilo, Hasbi, Jandri, Didi, Heri, Qiwil). Dan orang spesial (Siti Nur
Komariah) mereka semua yang telah memotivasi, membantu, menemani dan
memberikan semangat dalam menyelesaikan skripsi ini.

8.

Rekan - rekan seperjuangan Fakultas Tarbiyah jurusan Pendidikan Agama
Islam, khususnya kelas B angkatan 2007 yang telah memberikan motivasi
kepada penulis khususnya, H. Fahrurozi dan Miftahurrahman (Iip) yang
sudah mengajari penulis statistik, sehingga terselsaikan skripsi ini. Dan
semua pihak yang tidak bisa disebutkan namanya satu persatu.
Penulis mengucapkan terimakasih. Semoga kebaikan mereka diridhoi Allah

SWT dan mendapatkan pahala dari-nya. Dan penulis juga berharap semoga
skripsi ini dapat digunakan dengan sebaik-baiknya serta memiliki banyak
manfaat, khususnya bagi penulis dan umumnya bagi para pembaca yang budiman.
Jakarta, 06 Februari 2012
Penulis

Amiruddin Maulana
iii

DAFTAR ISI

LEMBAR PERYATAAN .......................................................................................

i

ABSTRAKSI.............................................................................................................

ii

KATA PENGANTAR..............................................................................................

iii

DAFTAR ISI.............................................................................................................

v

DAFTAR TABEL ....................................................................................................

viii

DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................................

x

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ........................................................................................

1

B. Identifikasi Masalah ................................................................................

6

C. Pembatasan dan Perumusan Masalah......................................................

6

D. Tujuan dan Manfaat Penelitian ...............................................................

7

BAB II KAJIAN TEORI
A. Pengertian Minat Baca
1. Minat Baca.....................................................................................

9

2. Pengertian Membaca .....................................................................

12

3. Pengertian minat baca....................................................................

14

4. Indikator minat baca. .....................................................................

15

B. Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam
1. Pengertian Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam...................

16

2. Pendidikan agama Islam ...............................................................

17

3. Faktor – faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar ...................

18

4. Indikator prestasi belajar Pendidikan Agama Islam ......................

21

C. Kerangka Berfikir Dan Hipotesis............................................................

23

iv

BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Desain Penelitian.....................................................................................

26

B. Tempat dan Waktu Penelitian .................................................................

26

C. Variabel Penelitian .................................................................................

27

D. Populasi dan Sampel ...............................................................................

28

E. Teknik Pengumpulan Data ......................................................................

28

F. Instrument Penelitian ..............................................................................

29

G. Teknik Pengolahan dan Analisis Data ....................................................

32

BAB IV HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Umum SMP Negeri 9 Kota Tangsel
1. Sejarah, Visi, Misi dan Strategi SMPN 9 Kota Tangsel ...................

34

2. Struktur Organisasi Sekolah dan Perpustakaan SMPN 9 Kota
Tangsel .............................................................................................

36

3. Kurikulum
a. Kegiatan Belajar ............................................................................

37

b. Waktu Belajar ...............................................................................

38

c. Ekstrakurikuler ..............................................................................

38

4. Perpustakaan
a. Koleksi ...........................................................................................

39

b. Peraturan, larangan, dan Sanksi Perpustakaan ..............................

40

c. Pengadaan bahan pustaka ..............................................................

42

d. Sistem dan layanan pembaca .........................................................

43

B. Data hasil penelitian
1. Uji Validitas........................................................................................

43

2. Pengujian Reliabilitas .........................................................................

48

3. Deskripsi Data ....................................................................................

52

C. Hipotesis..................................................................................................

61

v

BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan..............................................................................................

67

B. Saran........................................................................................................

68

DAFTAR PUSTAKA ...............................................................................................

69

LAMPIRAN ............................................................................................................

72

vi

DAFTAR TABEL

Tabel

Halaman

1

Korelasi Hubungan Antara Variabel .................................................... 27

2

Kisi-Kisi Instrument Minat Baca Siswa............................................... 29

3

Struktur Organisasi Sekolah................................................................. 36

4

Struktur Perpustakaan .......................................................................... 37

5

Jumlah siswa dalam 3 (tiga) tahun terakhir.......................................... 38

6

Koleksi perpustakaan SMP Negeri 9 Kota Tangerang Selatan............ 39

7

Peraturan Pengunjung .......................................................................... 40

8

Larangan Pengunjung........................................................................... 41

9

Sanksi Pelanggar Pengunjung .............................................................. 42

10 Data Hasil Penelitian ............................................................................ 44
11 Validitas Instrumen .............................................................................. 45
12 Data Hasil Penelitian ............................................................................ 48
13 Reliabilitas Instrumen .......................................................................... 50
14 Saya memiliki keinginan untuk membaca ketika
waktu senggang .................................................................................... 52
15 Buku-buku agama merupakan bacaan yang bernilai positif ................ 52
16 Materi pelajaran agama Islam yang sudah saya pelajari,
apakah saya baca kembali dirumah ...................................................... 53
17 Saya bersemangat mambaca buku pelajaran agama
Islam dan merasakan kepuasan setelah membaca................................ 54
18 Saya sangat berminat membaca buku-buku agama Islam.................... 54
19 Minat membaca buku-buku Agama Islam perlu di tingkatkan ............ 55
20 Setelah saya membaca apakah mendapat tambahan
pengetahuan dan informasi.................................................................. 56
vii

21 Setujukah saya, bahwa dengan rajin membaca dapat mewujudkan
cita-cita saya ......................................................................................... 56
22 Saya membaca kurang dari 2 buku dalam sehari ................................. 57
23 Dalam sebulan saya membeli 3-4 buku bacaan keagamaan ............... 57
24 Guru saya sering mengajarkan untuk membaca buku
agama Islam ......................................................................................... 58
25 Apakah orang tua saya memberikan buku pelajaran
agama Islam untuk saya ....................................................................... 59
26 Apakah saya membaca pelajaran hanya ketika diperintah
oleh Orang Tua atau Guru ................................................................... 59
27 Menurut saya, membaca buku pendidikan agama Islam
membuang-buang waktu saja ............................................................... 60
28 Setiap ada kesempatan, saya meluangkan waktu untuk
membaca buku-buku agama................................................................. 61
29 Keadaan Guru SMP Negeri 9 Kota Tang Selatan ................................ 72
30 Karyawan SMP Negeri 9 Kota Tang Selatan ....................................... 74
31 Data Jumlah Ruang SMP Negeri 9 Kota Tangerang Selatan ............... 75
32 Data Fasilitas Perpustakaan SMP Negeri 9 Kota Tangerang Selatan...76
33 Data mentah dari pengumpulan angket responden……………………

viii

DAFTAR LAMPIRAN

Keadaan Guru SMP Negeri 9 Kota Tangerang Selatan .. ..........................................73
Keadaan Tata Usaha dan Karyawan SMP Negeri 9 Kota Tangerang Selatan ...........75
Sarana dan Prasarana SMP Negeri 9 Kota Tangerang Selatan ..................................76
Fasilitas Perpustakaan SMP Negeri 9 Kota Tangerang Selatan.................................77
Pedoman Wawancara dan Hasil Wawancara Guru Agama Islam .............................78
Pedoman Wawancara dan Hasil Wawancara Kepala Perpustakaan ..........................79
Pedoman wawancara siswa dan hasil wawancara siswa. ..........................................80
Angket Penelitian ............................................................ ..........................................83
Pengajuan Proposal Judul Skripsi ................................... ..........................................86
Bimbingan Skripsi........................................................... ..........................................87
Permohonan Izin Penelitian ............................................ ..........................................88
Surat Keterangan Dari Sekolah....................................... ..........................................89

ix

BAB I
PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Masalah
Setiap bentuk kegiatan baik yang dilakukan oleh manusia pada dasarnya

mengkhendaki perubahan kearah perkembangan dan kemajuan yang lebih baik,
semua itu sejalan dengan naluri manusia itu sendiri yang tidak pernah merasa puas
atas hasil usaha yang diperolehnya. Manusia akan berusaha semaksimal mungkin
untuk meningkatkan usahannya kearah yang lebih baik, tentunya dalam hal ini
salah satunya adalah belajar dengan belajar dan berusaha dengan sungguhsungguh, sehingga dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Kesemuanya itu tidak
lepas dari kemampuan dan potensi manusia itu sendiri dalam menguasai suatu
bidang keilmuan.
Dalam peraturan Pemerintah nomor 02, tentang pendidikan dasar dijelaskan:
“Pendidikan Dasar adalah Pendidikan sembilan tahun, terdiri atas pendidikan

1

2

enam tahun di Sekolah Dasar dan program pendidikan tiga tahun di Sekolah
Menengah Pertama”.1
Pendidikan Dasar diselenggarakan untuk mengembangkan sikap dan
kemampuan serta memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar yang
diperlukan untuk hidup dalam masyarakat serta mempersiapakan peserta didik
yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti pendidikan menengah.2
Pendidikan dasar yang diselenggarakan pada tingkat dasar menengah
memberikan dasar membaca, menghitung, menulis yang kemudian dikembangkan
pada tingkat yang lebih tinggi. Perkembangan keterampilan berbahasa siswa
berturut-turut, mulai dari keterampilan mendengar informasi, aktif berbicara,
membaca, menulis dan mengarang sebuah cerita, pada umumnya hal itu diawali
dari pendidikan dasar, yang kemudian berkembang pada jenjang yang lebih tinggi,
keluarga, dan masyarakat tempat berada. Keterampilan membaca bukan berarti
keterampilan untuk melafalkan huruf – huruf saja, akan tetapi lebih merupakan
suatu keterampilan untuk memperoleh informasi dan menagkap isi serta
memahami makna dari suatu bacaan.
Sistem Pendidikan Nasional harus dapat memberikan Pendidikan Dasar bagi
setiap warga Negara Republik Indonesia, agar masing – masing memperoleh
sekurang-kurangnya pengetahuan dan kemampuan dasar,

yang meliputi

kemampuan membaca, menulis dan berhitung serta menggunakan bahasa
Indonesia, yang diperlukan oleh setiap warga untuk dapat berpeserta dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Allah SWT memerintahkan untuk membaca kepada hamba-hambanya yang
tersurat dalam wahyu pertama yang di turunkan oleh Allah SWT kepada Nabi
Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril yaitu al- Qur’an Surat al-Alaq ayat 1 - 5
yang berbunyi:

1

Departemen Agama RI, Himpunan Perundang – Undangan Bidang Pendidikan Keagamaan,(
Badung : Departemen Agama RI, 1994) hal. 82
2
Undang – Undang RI No 2 Tahun 1989, Undang-Undang Tentang Sistem Pendidikan
Nasional dan Peraturan Pelaksanaannya, (Jakarta : Sinar Grafika, 1991), cet ke-1, h.7

3

              
        
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia telah
menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang
Maha pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia
mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” ( Al - Alaq : 1- 5 ).3
Mahmud Yunus menjelaskan tentang ayat ini menganjurkan kepada kita,
Supaya tiap-tiap orang, baik putra ataupun putri, mesti pandai membaca dan
menulis. Oleh sebab itu di negeri-negeri berkemajuan telah diadakan suatu
peraturan, yaitu memaksa ibu bapak buat memasukan anak-anaknya kesekolah,
sekurang-kurangnya kesekolah rendah, supaya umum orang pandai membaca dan
menulis.4
Menurut Raghib As-Sirjani, “Dalam sebuah riwayat, ketika Perang Badar
orang musyrik yang ingin menubus dirinya agar mengajar cara membaca dan
menulis 10 orang muslim”5.
Dengan hal ini, keinginan untuk belajar membaca dan menulis semakin
meningkat di kalangan kaum muslimin, sehingga bertambah banyaklah mereka
yang pandai menulis dan membaca.
Minat merupakan landasan yang sangat tinggi bagi seseorang dalam
melakukan kegiatan dengan baik. Sebagai suatu aspek kejiwaan, minat bukan saja
dapat mewarnai prilaku seseorang, tetepi dapat mendorong orang untuk
melakukan sesuatu, sehingga ia melakukan dirinya untuk terikat pada suatu
kegiatan. Demikian pula dengan minat membaca. Kegemaran membaca
merupakan perwujudan minat seseorang.
Minat akan hilang apabila tidak dipergunakan. Minat pada anak tidak tumbuh
secara otomatis, tapi harus ditimbulkan oleh pendukung pendukunganya. Pada

3

Al-Qur’an dan Terjemahnya, Departemen Agama, Bandung: PT. Syaamil Cipta Media,
2004, h. 597
4
Mahmud Yunus, Tafsir Qur’an Karim, (Jakarta: P.T. Hidakarya Agung, 1993), h. 911
5
Raghib As - Sirjani, Spiritual Reading Hidup Lebih Bermakna Dengan Membaca, (Solo:
Aqwam, 2007), h.20

4

awalnya minat akan berubah –ubah dari obyek yang satu ke obyek yang lain.
Namun makin bertambah usia anak makin stabil minatnya. Minat memegang
peranan penting dalam kehidupan individu, minat selalu dipengaruhi oleh kondisi
fisik, mental, emosi dan lingkungan sosialnya.
Minat dipengaruhi oleh perkembangan fisik, mental, kesiapan belajar,
pengalanam budaya serta bobot emosi. Minat merupakan salah satu faktor
pendorong individu dalam mencapai tujuan.
Sebagaimana juga minat membaca anak tidak dapat berkembang dengan baik
apabila tidak didukung oleh faktor psikis, fisik maupun lingkungan. Oleh karena
itu selayaknya minat baca anak sudah ditumbuhkan sejak dini, dengan cara
membiasakan membaca pada anak. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan
suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu diluar diri. Semakin kuat atau
dekat hubungan tersebut, semakin besar minat.
Membaca adalah sebuah jendela yang membuat seseorang bisa menelaah dan
mengetahui segala sesuatu yang dimiliki orang lain dengan cara yang sangat
mudah dan simpel. Disisi lain, membaca merupakan salah satu profesi dan
keahlian yang bisa diperoleh guna merealisasikan dan mengaktualisasikan
keberhasilan, kesuksesan, dan kesenangan bagi setiap individu manusia di
sepanjang hidupnya. Hal ini bisa dilihat bahwa membaca merupakan bagian
pelengkapan bagi kehidupan kita, baik dari segi kepribadian maupun dari sisi
amal perbuatan. Intinya membaca adalah kunci setiap pintu ilmu dan
pengetahuan.
Al-Qur’an berarti bacaan atau yang dibaca, karena keberadaannya itu antara
lain untuk dibaca dalam arti yang seluas-luasnya, termasuk dipelajari, dihayati dan
diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sejalan dengan hal-hal tersebut diatas, dalam era informasi saat ini, suatu
informasi bukan hanya sebagai suatu hal yang amat penting, tetapi merupakan
suatu kebutuhan, karena adanya informasi, wawasan seseorang akan bertambah
dan salah satu caranya adalah dengan membaca.
Buku adalah salah satu sumber informasi, semakin disadari pentingnya buku
dalam menunjang proses pendidikan, kebutuhan akan buku-buku yang memadai

5

semakin terasa. Pada masyarakat modern, kecerdasan kemajuan dapat diukur
dengan banyaknya buku dan bacaan lain yang dibaca dan dihasilkan. Di tengah
pesatnya perkembangan teknologi elektronik di bidang komunikasi dengan
berbagai produknya, keberadaan buku masih diakui sebagai sarana dan sumber
informasi yang efektif dan efesien. Penulis ingin meneliti bagaimana pihak
perpustakaan sekolah lebih dapat berperan menjangkau sasaran yang masal dalam
merangsang dan meningkatkan minat baca dikalangan pelajar khususnya selama
ini dirasakan rendah, kurangnya buku-buku agama didalam perpustakaan, lebih
banyak membaca buku umum di banding buku agama Islam, dan melihat kurang
memperdulikan masalah prestasi belajar.
Istilah Prestasi sudah biasa diucapkan oleh hampir setiap pemerintah
pendidikan dan orang tua murid. Tetapi dibalik ungkapan tersebut, kadang kala
makna atau hendaknya belum dipahami secara baik. Masalah menyangkut ukuran
prestasi belajar dan faktor apa saja yang menunjang serta yang menghambat
prestasi belajar siswa itu. Semuanya belum secara tuntas teruraikan dan
mendapatkan jawaban yang tepat. Oleh karena itu masalah prestasi belajar
menarik dilatih untuk mendapatkan jawaban yang memadai.
Maka dari itu penting adanya minat pada seseorang dalam menjalankan
sesuatu tanpa adanya paksaan, dengan adanya minat pula seseorang pengajar atau
pendidik dapat mudah memberikan penjelasan pada waktu proses belajar
mengajar disekolah dan dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa di sekolah.
Oleh karena itu minat belajar khususnya minat baca terhadap pendidikan agama
disekolah harus dikembangkan. Pada kenyataan minat baca siswa/i SMP Negeri 9
Kota Tangerang Selatan khususnya minat baca buku-buku agama sangat kurang.
Dengan melihat uraian tersebut, penulis tertarik untuk membahas masalah dengan
judul “HUBUNGAN MINAT BACA DENGAN PRESTASI PENDIDIKAN
AGAMA ISLAM (PAI) DI SEKOLAH SMP
TANGERANG SELATAN”.

NEGERI

9 KOTA

6

B. Identifikasi Masalah
Kajian mengenai hubungan minat baca dengan prestasi PAI di sekolah SMP
Negeri 9 Kota Tangerang Selatan. Tentulah menampilkan tinjauan dan pembahsan
mengenai unsur - unsurnya dari berbagai aspek, judul di atas dapat diidentifikasi
atas berbagai permasalahan yang ada, yaitu:
1. Kurang adanya kemauan dan keinginan siswa dalam hal membaca.
2. Masih kurang buku-buku agama Islam.
3. Lebih banyak membaca buku-buku umum dibanding buku agama.
4. Banyak siswa yang tidak memperdulikan masalah prestasi.
C. Pembatasan dan Perumusan Masalah
1. Pembatasan masalah
Untuk memudahkan penelitian ini, maka permasalahnnya dibatasi sebagai
berikut:
a. Minat membaca buku, yaitu buku mata pelajaran agama Islam yang
dimiliki siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran yang
mencakup buku panduan atau buku pegangan dan buku popular.
b. Prestasi belajar mencakup tiga ranah kongnitif, ranah afektif, dan
ranah psikomotor. Prestasi belajar yang diambil hanya ranah kongnitif
dari bidang studi Pendidikan Agama Islam, pada SMPN 9 Kota
Tangerang Selatan semester II Tahun Ajaran 2010/2011.
2.

Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah ”apakah terdapat hubungan

antara minat baca dengan prestasi PAI di SMP Negeri 9 Kota Tangerang Selatan,
pada bidang studi Pendidikan Agama Islam dan bagaimana hubungannya” ?

7

D. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Dengan melihat pokok permasalahan diatas, maka tujuan yang ingin
diperoleh penulis dari penyusunan skripsi ini adalah:
a. Untuk mendapatkan gambaran mengenai minat siswa dalam membaca
buku agama Islam di SMP Negeri 9 Kota Tangerang Selatan.
b. Untuk mendapatkan gambaran mengenai prestasi belajar PAI siswa baik
dari aspek kongnitifnya saja.
c. Untuk menjelaskan korelasi atau hubungan antara minat membaca buku
pendidikan agama Islam dengan prestasi pembelajaran PAI.
2.

Manfaat Penelitian
Mengenai manfaat penulis, ada beberapa hal yang penulis inginkan dari

penulisan skripsi ini, yaitu :
a. Manfaat bagi siswa/i dengan penelitian ini, jadi siswa mengetahui terdapat
kontribusi antara minat baca dengan prestasi belajar agama Islam.
b. Diharapkan bisa menjadi masukan bagi guru bidang studi pendidikan
agama Islam dalam meningkatkan prestasi belajar.
c. Diharapkan dapat berguna untuk menambah khasanah ilmu pengetahuan
bagi penulis sebagai calon guru pada khususnya guna menumbuhkan
minat membaca buku pendidikan agama Islam.
d. Diharapkan dapat memberikan info bagi kepala sekolah dalam
menempatkan seorang guru yang sesuai dengan keahlian dibidangnya.

BAB II
KAJIAN TEORI

A. Pengetian Minat Baca
1. Minat Baca
Doyles

Fryer,

sebagaimana

dikutip

oleh

Wayan

Nurkanca,

mendefinisikan minat atau interst adalah “gejala psikis yang berkaitan dengan
obyek atau aktivitas yang menstimulir perasaan senang pada individu”. Jaersild
dan Taseh yang dikutip oleh Wayan Nurkaca juga, menekankan bahwa “minat
atau interst menyangkut aktivitas-aktivitas yang dipilih secara bebas
individu. Walaupun interst di definisikan

oleh

secara berbeda-beda tetapi dalam

definisi-definisi tersebut, maka senantiasa erat hubungannya dengan perasaan
individu, objek, aktivitas dan situasi”.1
Minat adalah “kecenderungan yang menetap, subyek merasa tertarik pada
bidang atau hal tertentu dan merasa senang berkecimpung dalam bidang

1

Wayan Nurkanca, Evaluasi Pendidikan, (Surabaya: PT. Usaha Nasional, 1986), hal. 229

8

9

tertentu”.2 Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Minat adalah kecenderungan
hati yang tinggi terhadap sesuatu, gairah, dan keinginan.3
Menurut Slameto, “Minat adalah suatu rasa lebih suka dari rasa keterkaitan
pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya
adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu dari
luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar pula
minatnya”.4
Sedangkan menurut istilah, yang dimaksud “minat menurut psikologi adalah
suatu kecenderungan untuk selalu memperhatikan dan mengingat sesuatu secara
terus menerus. Minat ini erat kaitannya dengan perasaan senang, karena itu dapat
dikatakan minat itu terjadi karena sikap senang kepada sesuatu. Orang yang
berminat kepada sesuatu berarti sikapnya senang kepada sesuatu itu”.5
Minat pada dasarnya dapat diartikan sebagai suatu kecenderungan untuk
memberikan perhatian dan bertindak terhadap orang, aktivitas atau situasi yang
menjadi obyek dari minat tersebut dengen disertai perasaan senang. Dalam
batasan tersebut terkadang situsi pengertian bahwa di dalam minat ada pemusatan
perhatian

subjek,

ada

usaha

(untuk:

=

mendekati/mengetahui/memiliki/

berhubungan) dari subjek yang dilakukan dengan perasaan senang, ada daya
penarik dari obyek.6 Minat merupakan kekuatan yang mendorong seseorang
dalam memberi perhatian terhadap sesuatu kegiatan tertentu, sehingga adanya
keinginan untuk berbuat atau melakukan sesuatu sesuai dengan keinginannya.
Suatu minat dapat diekspresikan melalui suatu peryataan yang menunjukan
bahwa siswa lebih menyukai suatu hal dari pada hal lainnya, dapat pula
dimanifestasikan melelui partisipasi dalam suatu aktivitas. Siswa yang memiliki

2

W.S Winkel, Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar, (Jakarta: Gramedia,1983), hal. 30
Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa, edisi ke-4. Dep. Pendidikan Nasional (Jakarta:
PT. Gramedia Pustaka Uatama, 2008)
4
Slameto, Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinnya, (Jakarta: Rineka Cipta,
2003), hal. 180
5
Alisuf Sabri, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 1996), Cet. ke-2, hal:84
6
Abdul Rahman Shaleh, Psikologi Suatu Pengantar Dalam Perspektif Islam, (Jakarta:
Kencana 2004), Cet ke-2, hal. 262-263
3

10

minat terhadap subyek tertentu cenderung untuk memberikan perhatian yang
lebih besar terhadap subyek tersebut.
“Minat adalah kecendrungan hati yang tinggi terhadap sesuatu, gairah, dan
keinginan”.7 Sedangkan Minat menurut Muhibbin Syah, mengartikan Minat
adalah kecenderungan dan gairahan yang tinggi atau keinginan yang besar
terhadap sesuatu.8 Minat merupakan sumber motivasi yang mendorong orang
untuk melakukan apa yamg mereka inginkan bila mereka bebas memilih.
Minat dapat ditimbulkan sebagai akibat dari berbagai pengalaman seseorang.
“Hal-hal yang mendasari minat dapat digolongkan menjadi tiga faktor yaitu: (1)
faktor dorongan dari dalam yaitu faktor yang berhubungan erat dengan dorongan
fisik. (2) faktor motif sosial merupakan faktor yang dapat membangkitkan minat
untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi memenuhi kebutuhan sosial,
dan (3) faktor emosional yaitu perasaan yang hubungannya dengan minat terhadap
obyek tertentu”.9
Minat akan hilang apabila tidak dipergunakan. Minat pada anak tidak tumbuh
secara otomatis, tapi harus ditimbulkan oleh pendukung pendukunganya. Pada
awalnya minat akan berubah – ubah dari obyek yang satu ke obyek yang lain.
Namun makin bertambah usia anak makin stabil minatnya. Minat memegang
peranan penting dalam kehidupan individu, minat selalu dipengaruhi oleh kondisi
fisik, mental, emosi dan lingkungan sosialnya.
Minat dipengaruhi oleh perkembangan fisik, mental, kesiapan belajar,
pengenalan budaya serta bobot emosi. Minat merupakan salah satu faktor
pendorong individu dalam mencapai tujuan.
Sebagaimana juga minat membaca anak tidak dapat berkembang dengan baik
apabila tidak didukung oleh faktor psikis, fisik maupun lingkungan. Oleh karena
itu selayaknya minat baca anak sudah ditumbuhkan sejak dini, dengan cara
7

Pusat Perbukuan Depdikbud, Laporan Lokarya Pengembangan Minat dan Kegemaran
Membaca Siswa: Buku 3.- cet. 1.- Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1997.
8

Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan Suatu Pendekatan Yang Baru, (Bandung: Remaja
Rosdakarya1995), h. 136
9
Abdul Rahman Shaleh, Psikologi Suatu Pengantar Dalam Perspektif Islam, (Jakarta:
Kencana 2004), Cet ke-2, hal. 264

11

membiasakan membaca pada anak. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan
suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu diluar diri. Semakin kuat atau
dekat hubungan tersebut, semakin besar minat.
Dari uraian –uraian di atas penulis menyimpulkan bahwa minat adalah suatu
yang mengarah pada rasa suka atau keinginan akan suatu obyek atau pada suatu
hal, dan keinginan untuk mencapai atau mempelajari obyek atau suatu hal tersebut
karena obyek atau suatu hal yang dipelajarinya tersebut sesuai dengan
kebutuhannya dan memuaskan keinginan jiwanya sehingga dapat mempengaruhi
apa yang ada dalam dirinya sendiri, pengetahuan atau keterampilannya, serta
membawa kemajuan pada dirinya yang akan membuat dia dapat mencapai ара
yang menjadi tujuannya selama ini. Karena kecintaannya pada suatu hal tersebut,
akan membuat dia terus mencari dan menggali semua hal atau ilmu yang dapat
menambah wawasannya, pengalamannya, dan juga memuaskan hatinya.

2. Pengertian Membaca
Thomas Carlyle, sebagaimana dikutip oleh A. Widyamartaya, mendefinisikan
“membaca adalah segala sesuatu yang telah dilakukan, dipikirkan, dicapai, atau
dihayati oleh umat manusia tersimpan dalam halaman-halaman buku seperti
dalam pelestarian yang magis”.10
Sedangkan membaca di dalam buku yang berjudul petunjuk pengembangan
minat dan kegemaran membaca siswa, “membaca adalah suatu kegiatan
penerjemah syimbol atau huruf kedalam kata dan kalimat yang memiliki makna
bagi seseorang”.11 “Membaca adalah salah satu cara terbaik untuk mengisi otak
dan jiwa. Seseorang yang banyak membaca akan lebih luas pengetahuannya dari
pada orang yang lebih sedikit membaca”. Intelektual seseorang tidak akan tumbuh
sempurna tanpa membaca bahan bacaan sehat yang cukup.
Membaca memiliki peran penting dalam proses perkembangan manusia dan
dapat dikatakan bahwa semua proses belajar didasarkan pada kemampuan
10

A. Widyamartaya, Seni Membaca Untuk Studi, (Yogyakarta: Kanisuius, 1999), cet. 1. h. 137
Pusat Perbukuan Depdikbud, Petunjuk pengembangan minat dan kegemaran membaca
siswa, Buku 1.- cet. ke-1. (Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1997).
11

12

membaca. Maka makin baik kemampuan membaca yang dimilki seseorang akan
mempengaruhi pola pikir dan informasi yang diterima oleh orang tersebut.12
“Membaca ialah keterampilan yang sangat kompleks, dan seperti semua
keterampilan lain. Membaca dapat ditingkatkan ketetapan dan kecepatannya
dengan latihan”.13 Sedangkan menurut Niknik M. Kuntarto, “Membaca adalah
suatu keterampilan dalam menemukan sesuatu yang kita cari dalam bacaan.
Tujuannya ialah menangkap bahasa yang ditulis dengan tepat dan teratur”.14
Soedarso, sebagaimana dikutip oleh Mulyono Abdurahman, mengemukakan
bahwa “membaca merupakan aktivitas kompleks yang memerlukan sejumlah
besar tindakan terpisah-pisah, mencakup penggunaan pengertian, khayalan,
pengamatan, dan ingatan. Manusia tidak mungkin dapat membaca tanpa
menggerakan mata dan menggunakan pikiran”. 15
Hanry Guntur Tarigan, mengatakan Membaca adalah kunci ke gudang ilmu,
ilmu yang tersimpan dalam buku harus digali dan dicari melalui kegiatan
membaca. Keterampilan membaca menetukan hasil penggalian ilmu itu. Karena
itu dapat dikatakan keteramapilan membaca sangat diperlukan dalam dunia
modern.16
Melalui aktivitas membaca, seseorang dapat mengenal suatu objek, ide
prosdur konsep, definisi nama, pristiwa, rumus, teori, atau kesimpulan. Bahkan
lebih dari itu, melalui aktifitas membaca seseorang dapat mencapai kemampuan
kongnitif yang lebih tinggi, seperti menjelaskan, menganalisis, hingga
mengevaluasi suatu objek atau kejadian tertentu.

12

Athaillah Baderi, “ Pola Dan Strategi Pengembangan Minat Baca”, Pusat Pengembangan
Perpustakaan Dan Kajian Minat Baca Perpustakaan Nasional RI 2003), hal. 1-2
13
Rita L. Atkinson dan Richard C.Atkinson. Pengantar Psikologi, Edisi Ke-8, Jilid 1.
(Penerbit Ertangga Jakarta 2003), hal.228
14
Niknik M. Kuntarto, Cermat Dalam Berbahsa Teliti Dalam Berfikir, (Jakarta: Mitra Wacana
Media,2010), cet.8 . h. 221
15
Mulyono Abdurarahman, Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar, (Penerbit, Diknas dan
Rineka Cipta) h.200
16
Hanry Guntur Tarigan, Teknik Pengajaran Keterampilan Berbahasa, ( Bandung Angkasa,
1979), hal: 135

13

Tujuan membaca, tujuan utama membaca adalah untuk mencari serta
memperoleh informasi, mencakup isi, memahami makna bacaan.17
Keuntungan yang diperoleh dari membaca antara lain : (1) memperoleh
pengetahuan baru yang dicari, (2) memperoleh wawasan baru, (3) memperoleh
keterampilan baru, (4) merasakan kenikmatan karena indahnya suatu bacaan
dalam melukiskan suatu kehidupan, (5) dan mengembangkan keterampilan
memecahkan masalah18.
Membaca merupakan alat utama untuk mempelajari berbagai ilmu dan
teknologi serta berbagai informasi lainnya yang berguna bagi kehidupan. Betapa
pentingnya pengaruh dan peranan orang tua dalam menumbuhkan dan
mengembangkan minat dan kebiasaan membaca. Orang tua menjadi contoh bukan
hanya bagi kehidupan keluarga dan masyarakat umumnya, tetapi juga dalam
membaca. Membaca menjadi kebiasaan pribadi dan keluarga.

1. Pengertian Minat Baca
Dari uraian-uraian di atas penulis menyimpulkan

pengertian minat baca

adalah kecenderungan hati dan jiwa terhadap suatu yang dapat dibaca baik dalam
bentuk buku-buku, majalah, surat kabar, artikel dan sumber-sumber bacaan
lainnya, yang dianggap penting dan berguna, sehingga sesuatu itu diperlukan,
diperhatikan, dan diingat terus menerus yang kemudian diikuti dengan perasaan
senang.
Pengertian minat baca memang bisa berbeda - beda pendapat antara ahli yang
satu dengan yang lain karena perbedaan sudut pandang dan penekanan makna
sesuai dengan konteksnya. Disini diambil pengertian minat baca di dalam buku
Pusat Perbukuan Depdikbud, Laporan Lokarya Pengembangan Minat dan

17

Hanry Guntur Tarigan, Membaca Sebagai Suatu Ketrampilan Berbahasa, ( Bandung
Angkasa, 1979), cet, ke-1 hal: 9
18
Anita Lie, Memudahkan Anak Belajar, (Jakarta: Kompas, 2008), h. 146

14

Kegemaran Membaca Siswa, dikemukakan “Minat Baca adalah keinginan kuat
disertai usaha-usaha seseorang untuk membaca”.19

2.

Indikator Minat Baca
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, “indikator adalah alat pemantau

(sesuatu) yang dapat memberikan petunjuk atau keterangan.20 Kaitannya dengan
minat maka indikator adalah sebagai alat pemantau yang dapat memberikan
petunjuk ke arah minat”.
Burs dan Lowe, sebagaimana dikutip oleh Dwi Sunar Prasetyono, tentang
indikator - indikator minat membaca pada seseorang yaitu: (1) Kebutuhan
terhadap bacaan, (2) Tindakan untuk mencari bacaan, (3) Rasa senang terhadap
bacaan, (4) Ketertarikan terhadap bacaan, (5) Keinginan untuk selalu membaca,
dan (6) Tindak lanjut (menindaklanjuti dari apa yang dibaca).21
Menurut Kurt Franz/ Bernhard Meler, ada beberapa indikator yang
menunjukkan minat siswa dalam membaca. Siswa yang memiliki minat baca
tinggi terhadap membaca, dapat diketahui dari perasaan senang, pemusatan
perhatian, persaan tertarik, banyak bahan bacaan yang dibaca, lamanya waktu.22
a) Perasaan senang
Seorang siswa yang berminat membaca buku agama, maka ia harus senang
terhadap buku agama tersebut, yaitu dengan senang hati mempelajari dan
membaca ilmu yang berhubungan dengan hal tersebut, dan tidak ada
sedikitpun perasaan terpaksa.

19

Pusat Perbukuan Depdikbud, Petunjuk pengembangan minat dan kegemaran membaca
siswa, Buku 1.- cet. 1.- (Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1997).
20
Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan Dan Pengembangan Bahsa, Kamus Umum Bahsa
Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1976), Cet. 10 h. 320
21
Dwi Sunar Prasetyono, Rahasia Mengajarkan Gemar Membaca Pada Anak Sejak Dini,
(Jogjakarta: Think, 2008), h. 59
22
Kurt franz/Bernhard Meler, Membina Minat Baca Anak, (Bandung: Remadja Karya, 1986),
h. 8

15

b) Pemusatan perhatian
Adanya perhatian juga menjadi salah satu indikator minat. Perhatian
merupakan konsentrasi atau aktivitas jiwa kita yang sungguh- sungguh
terhadap pengamatan. Dalam hal ini, perhatian yang diberikan oleh siswa
yang berminat terhadap membaca dapat diukur melalui prestasi siswa,
perhatian dan sikap yang diberikan ketika membaca berlangsung,
keaktifan dalam belajar di kelas dan lain-lain.
c) Perasaan tertarik
Makna minat adalah tenaga penggerak yang terpercaya

bagi proses

belajar.23 Orang yang memiliki minat yang kuat dalam dirinya akan
terdapat kecenderungan yang kuat untuk tertarik kepada sumber-sumber
bacaan dalam hal ini buku paket, dan buku-buku serta literatur penunjang
lainnya.
d) Banyaknya buku atau bahan bacaan yang dibaca
Seseorang dapat dikatakan memiliki minat yang besar dalam membaca
dapat dilihat dari banyaknya buku yang dibaca dalam seharinya atau
perminggunya.
e) Lamanya waktu membaca
Seseorang dapat juga dikatakan memiliki minat yang besar dalam
membaca dapat dilihat dari lamanya siswa tersebut membaca buku paket,
dan buku-buku serta literatur penunjang lainnya.
Seseorang dapat dikatakan memiliki ciri-ciri minat baca tinggi, sedang dan
rendah, dapat dilihat dari banyaknya indikator-indikator minat baca yang sudah
diuraikan diatas.

B. Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam
1.

Pengertian Prestasi Belajar РАI
Menurut Syaiful Bahri Djamarah, “Prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan

yang telah dikerjakan, diciptakan, yang menyenangkan hati yang diperoleh
23

Muhibbin Syah, Psikologi Belajar, (Jakarta. Logos, 1999), cet.1. h. 25

16

dengan keuletan kerja, baik secara individu maupun kelompok dalam kegiatan
bidang tertentu”. 24
Prestasi Belajar adalah sebuah kalimat yang terdiri dari dua kata, yakni
"Prestasi" dan "Belajar" adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan,
diciptakan, baik secara individu maupun kelompok.
“Belajar adalah suatu proses di mana suatu tingkah laku ditimbulkan atau
diperbaiki melalui serentetan reaksi atas situasi (atau rangsangan) yang
terjadi”.25 Sedangkan menurut Abd. Rahman Abror, “Belajar adalah perbuatan
yang dilakukan secara terus menerus sepanjang hayat manusia dan sekaligus
merupakan suatu keharusan bagi setiap manusia untuk melakukannya demi
meningkatkannya bobot dan kualitas hidupnya”.26
Menurut Muhibbin Syah, “Prestasi belajar merupakan hasil akhir yang
dicapai oleh seseorang siswa setelah ia melakukan kegiatan belajar tertentu,
atau setelah ia menerima pelajaran dari seorang guru pada suatu saat”.27 Senada
dengan diungkapkan diatas yang dikemukakan oleh Saiful Bahri, “prestasi
belajar adalah hasil yang diperoleh berupa kesan-kesan yang mengakibatkan
perubahan dalam diri individu sebagai hasil dari aktivitas belajar”.28
Prestasi belajar merupakan hal yang bersifat tetap dalam sejarah manusia
karena sepanjang kehidupannya manusia selalu mengejar prestasi menurut
bidang dan kemampuan masing-masing. Prestasi belajar memberikan kepuasan
tertentu pula pada manusia, khususnya pada manusia yang sedang menuntut
ilmu di sekolah.
Dengan melihat pengertian prestasi dan belajar di atas, maka penulis dapat
menyimpulkan bahwa prestasi belajar adalah suatu proses aktivitas belajar
yang dapat membawa perubahan tingkah laku pada diri siswa tersebut, yang
24

Syaiful Bahri Djamarah, Prestasi Belajar Siswa Dan Kompetensi Guru………. h. 45
Sarlito W. Sawono, Pengantar Umum Psikologi, (Jakarta: PT. Bulan Bintang, 2003), cet ke9 h. 47
26
Abd. Rachman Abror, Psikologi Pendidikan, (Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya, 1993), cet.
4. h. 65
27
Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru, (Bandung: Remaja
Rosdakarya, 2004), cet. ke-9, h. 90
28
Syaiful Bahri Djamarah, Prestasi Belajar Siswa……. h. 46
25

17

meliputi aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap, kemudian aspek-aspek
tersebut di evaluasikan dan di aktualisasikan dalam bentuk angka atau skor
yang dapat dilihat dalam daftar nilai raport.
2.

Pendidikan Agama Islam
a. Pengertian Pendidikan Agama Islam
Istilah pendidikan ini bermula dari bahasa yunani yaitu “pedagogis” yang
berarti bimbingan yang diberikan kepada anak, istilah ini kemudian
diterjemahkan kedalam bahasa inggris dengan “education” yang berarti
pengembangan atau bimbingan, sedangkan dalam bahasa arab sering
diterjemahkan dengan “tarbiyah”.29
Sedangkan secara terminology “pendidikan diartikan sebagai bimbingan
atau pertolongan yang diberikan dengan sengaja terhadap anak didik oleh
orang dewasa agar menjadi dewasa”.30
Dari berbagai definisi pendidikan di atas, baik secara etimologi maupun
terminology, dapat penulis simpulkan bahwa pendidikan adalah proses yang
terdiri dari usaha-usaha yang dilakukan orang dewasa terhadap peserta didik,
baik berupa bimbingan, pengarahan, pembinaan ataupun latihan. Tujuan yang
ingin dicapai dalam proses tersebut adalah membawa peserta didik kearah
terbentuknya keperibadian yang utama, baik jasmani maupun rohani bagi
perjalanan hidupnya dewasa yang akan datang.
Sedangkan definisi pendidikan agama Islam itu sendiri dikemukakan
oleh beberapa para ahli diantaranya:
Menurut H. M. Arifin, “pendidikan Islam adalah sistem pendidikan yang
dapat memberikan kemampuan seseorang untuk memimpin kehidupannya
sesuai dengan cita-cita Islam, karena nilai-nilai Islam telah menjiwai dan
mewarnai corak keperibadiannya”.31 Peryataan senada dikemukakan oleh
Zakiah Darajat, bahwa “pendidikan agama Islam ialah usaha berupa
29

Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Kalam Mulia, 1994). h. 1
Ibid. h.1
31
M. Arifin, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Buni Aksara, 1994), cet.3. h. 10
30

18

bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar kelak setelah selesai
pendidikannya dapat memahami dan mengamalkan ajaran agama Islam serta
menjadikannya sebagai pandangan hidup (way of life)”.32
Berdasarkan yang dikemukakan di atas dapat penulis simpulkan, bahwa
pendidikan agama Islam adalah pendidikan dengan melalui ajaran agama
Islam yaitu berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar nantinya
setelah

selesai

dari

pendidikan

ia

dapat

memahami,

menghayati,

mengamalkan ajaran –ajaran agama Islam yang telah diyakininya secara
menyeluruh, serta menjadikan ajaran agama Islam itu sebagai suatu
pandangan hidupnya demi keselamatan dan kesejahteraan hidup di dunia dan
di akhirat kelak.
Jadi, penulis menyimpulkan Prestasi Pendidikan Agama Islam adalah
nilai mata pelajaran pendidikan agama Islam yang dilihat atau diperoleh dari
nilai raport.
3.

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
Prestasi belajar yang dicapai seorang individu merupakan hasil interaksi

antara berbagai faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar pada diri
seseorang atau individu, menurut Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono terdiri dari
atas dua bagian, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.33
a. Faktor Internal (yang berasal dari dalam diri siswa)
Faktor Internal adalah faktor yang ada dalam diri individu yang sedang
belajar mencakup faktor fisiologis dan psikologis.
1.

Faktor Jasmani (Fisiologis)
Menurut H. Aminuddin Rasyad, yang termasuk faktor fisiologis adalah

“faktor kesehatan dan cacat tubuh”. Fisik yang sehat akan mempengaruhi jaringan
tubuh, karena di dalam fisik yang sehat akan meningkatkan minat belajar, keadaan
cacat seperti tuli, buta, dapat mempengaruhi proses belajar, dan mempengaruhi
kemampuan belajarnya, seperti tidak bisa menangkap pelajaran dengan baik.
32

Zakiah Darajat, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara,2008), cet.7. h. 86
Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono, Psikologi Belajar, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1991),
cet.1. h. 130
33

19

Dengan demikian, faktor kesehatan dan cacat tubuh dapat mempengaruhi prestasi
belajar seseorang.
2.

Faktor Psikologis
Banyak faktor psikologis yang dapat mempengaruhi kuantitas dan kualitas

perolehan pembelajaran siswa. Namun, diatara faktor - faktor rohaniah siswa yang
pada umumnya dipandang lebih esensial itu adalah sebagai berikut.
a) Tingkatan kecerdasan atau intelegensi siswa
Intelegensi pada umumnya dapat diartikan sebagai kemampuan psiko fisik untuk mereaksi rangsangan atau menyesuaikan diri dengan
lingkungan dengan cara yang tepat. Jadi, intelegensi sebenarnya bukan
persoalan otak saja, melainkan juga kualitas organ-organ tubuh lainnya.
Akan tetapi, memang harus diakui bahwa peran otak dalam hubungan
dengan intelegensi manusia lebih menonjol dari pada peran organ-organ
tubuh lainnya, lantaran otak merupakan “menara pengontrol” hampir
seluruh aktifitas manusia.
b) Sikap Siswa
Sikap merupakan gejala internal yang berdimensi afektif berupa
kecenderungan untuk mereaksi dan merespon dengan cara yang relatif
tetap terhadap objek barang dan sebagainya baik secara positif maupun
negatif. Sikap siswa yang positif terhadap mata pelajaran maka akan
mengikuti proses belajar dengan baik. Sebaliknya, sikap negatif siswa
terhadap mata pelajaran dapat menimbulkan kesulitan belajar siswa
tersebut. Oleh karenanya sikap siswa terhadap suatu mata pelajaran akan
mempengaruhi prestasinya dalam mata pelajaran tersebut.
c) Bakat Siswa
Secara umum, bakat adalah kemampuan potensial yang dimiliki seseorang
untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan datang. Dengan
demikian, sebetulnya setiap orang yang mempunyai bakat dalam arti
berpotensi untuk mencapai prestasi sampai ke tingkat tertentu sesuai
dengan kapasitas masing-masing. Jadi, secara global bakat mirip dengan
intelegensi. Itulah sebabnya seorang anak yang berintelegensi sangat

20

cerdas (superior) atau cerdas luarbiasa (very superior) disebut juga sebagai
gifted, yakni anak berbakat intelektual.
d) Minat Siswa
Secara sederhana minat (interest) menurut Dalyono, sebagaimana dikutip
oleh Muhibbin Syah, berarti mencapai atau memperoleh benda atau tujuan
yang diminati itu. Timbulnya minat belajar disebabkan berbagai hal, antara
lain karena keinginan yang kuat untuk menaikan martabat atau
memperoleh pekerjaan yang baik serta ingin hidup senang dan bahagia.
Minat belaj

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

91 2518 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

34 649 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 557 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 356 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

23 482 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 814 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

37 724 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

11 452 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

18 656 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 803 23