Analisis Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA) dalam Menilai Kinerja Keuangan Perusahaan pada PT. Bank Mandiri, Tbk

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
FAKULTAS EKONOMI
MEDAN

SKRIPSI

ANALISIS ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) DAN MARKET VALUE
ADDED (MVA) DALAM MENILAI KINERJA KEUANGAN
PERUSAHAAN PADA PT. BANK MANDIRI, TBK

OLEH :

NAMA

: SRI HARTINI

NIM

: 060503158

DEPARTEMEN

: AKUNTANSI

Guna Memenuhi Salah Satu Syarat
Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi
2010

Universitas Sumatera Utara

PERNYATAAN
Dengan ini Saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul :
“Analisis Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA)
dalam Menilai Kinerja Keuangan Perusahaan pada PT. Bank Mandiri, Tbk”
Skripsi ini adalah benar hasil karya saya sendiri dan judul yang dimaksud belum
pernah dimuat, dipublikasikan atau diteliti oleh mahasiswa lain dalam konteks
penulisan skripsi level program S-1 Reguler Departemen Akuntansi Fakultas
Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
Semua sumber data dan informasi yang diperoleh telah dinyatakan dengan jelas,
benar dan apa adanya. Apabila dikemudian harii pernyataan ini tidak benar saya
bersedia menerima sanksi yang ditetapkan oleh Universitas.

Medan, Maret 2010
Yang membuat pernyataan

Sri Hartini
NIM : 060503158

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan kasih dan
karunia-Nya, serta memberikan kesehatan, kemampuan dan kelapangan berpikir
kepada penulis sehingga mampu menyelesaikan skripsi yang berjudul “Analisis
Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA) dalam
Menilai Kinerja Keuangan Perusahaan pada PT. Bank Mandiri, Tbk”.
Adapun selama proses penyusunan skripsi ini penulis banyak memperoleh
bimbingan, motivasi, semangat, nasehat serta bantuan lain baik secara moril
maupun materil dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan
terima kasih sebesar-besarnya kepada :
1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec., selaku Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara.
2.

Bapak Drs. Hasan Sakti Siregar, M.Si. Ak., selaku Ketua Departemen
Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

3. Ibu Dra. Mutia Ismail, MM. Ak., selaku Sekretaris Departemen Akuntansi
Fakultas Ekonomi USU sekaligus Dosen Pembimbing yang telah banyak
membantu dan membimbing penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
4. Ibu Dra. Nurzaimah MM. Ak., selaku Dosen Pembanding I sekaligus sebagai
Dosen Wali yang telah banyak memberikan saran dan masukan kepada
penulis untuk penyempurnaan skripsi ini.
5. Bapak Drs. Wahidin Yasin, M.Si. Ak., selaku Dosen Pembanding II yang
telah banyak memberi saran dan masukan kepada penulis sehingga skripsi ini
bisa menjadi lebih baik.
6. Seluruh staf pengajar dan pegawai FE-USU terutama Departemen Akuntansi
SI yang telah banyak membantu penulis selama proses perkuliahan.
7. Orang tua tercinta, Ayahanda Bahrum dan Ibunda Marwiyah, terima kasih
untuk semua cinta dan kasihnya kepada penulis selama ini.
8. Saudaraku tersayang yang senantiasa memberikan motivasi kepada penulis,
Kakanda Siti Maisyarah, Spd., Irdaniah, Amd., Imanuddin, Amd., serta adikku
Aulia Afif.

Universitas Sumatera Utara

9. Saudaraku di Gang Aman No. 2, Kakanda Mahasari, S.Kep., Unnie, Rahmi,
Desi, dan Ayung, terima kasih untuk semua semangat dan bantuannya selama
ini.
10. Sahabatku terkasih, Mhd Ali Akbar Zebua, S.Com, Hendra Afrizal dan July
Rahayu, serta semua pihak yang turut membantu dan senantiasa menjadi
penyemangat bagi penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
Sebagai manusia yang senantiasa memiliki kekurangan, penulis menyadari
bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu penulis mengharapkan
segala bentuk kritikan dan saran yang membangun bagi kesempurnaan skripsi ini.
Akhir kata penulis mengharapkan semoga skripsi ini dapat bermanfaat
bagi semua pihak.

Medan, Maret 2010
Penulis

Sri Hartini
NIM. 060503158

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja keuangan PT. Bank
Mandiri, Tbk dengan menggunakan alat ukur EVA dan MVA. Besarnya variabel
EVA tergantung oleh nilai NOPAT dan Chapital Charge, sedangkan variabel
MVA dipengaruhi oleh nilai nominal dan nilai pasar saham serta jumlah saham
yang beredar selama satu tahun. Konsep ini membuktikan bahwa perusahaan
dengan laba yang tinggi belum tentu mampu memberikan kesejahteraan yang
tinggi bagi pemegang sahamnya.
Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dengan cara
teknik dokumentasi selama periode 2006-2008. Jenis penelitian ini adalah
deskriptif dengan teknik analisis kuantitatif dan merupakan replikasi dari
penelitian sebelumnya.
Berdasarkan hasil penelitian, PT. Bank Mandiri, Tbk berhasil mencapai
nilai EVA positif pada tahun 2006 dan 2008, yang berarti perusahaan berhasil
menciptakan nilai tambah bagi para pemegang sahamnya, sedangkan pada tahun
2007 nilai EVA PT. Bank Mandiri, Tbk menunjukkan hasil negatif. Hal ini
mengindikasikan perusahaan gagal menciptakan nilai tambah bagi pemegang
sahamnya. Untuk variabel MVA, PT. Bank Mandiri, Tbk selama tahun 2006-2008
berhasil mencapai nilai positif. Dari Hasil penelitian ini dapat disimpulakan
bahwa EVA lebih bermanfaat daripada MVA dalam hal mengevaluasikinerja
manajerial, karena MVA hanya mencerminkan kinerja perusahaan selama
hidupnya dan hanya digunakan untuk megevaluasi kinerja top manajemen,
sedangkan EVA mampu menunjukkan nilai tambah yang terjadi pada tahun
tertentu dan dapat diterapkan pada tingkat divisi atau unit dari perusahaan
sehingga kinerja keuangan perusahaan dapat diketahui dengan pasti.
Kata Kunci : Kinerja Keuangan, EVA, MVA

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT

The purpose of this research was to know the financial performance of PT.
Bank Mandiri, Tbk by using Economic Value Added (EVA) and Market Value
Added (MVA). The amount of variables EVA depending on the value of Net
Operating After Tax (NOPAT) and Charge Chapital, whereas MVA variables
influenced by the nominal value and the value of the stock market and the number
of shares outstanding during the year. This concept proves that companies with
high profits may not be able to provide high welfare for its shareholders.
The data used are secondary data obtained by way of documentation
technique during the period 2006-2008. Kind of research is descriptive with
quantitative analysis techniques and is a replication of previous research.
Based on research results, PT. Bank Mandiri, Tbk achieved a positive
EVA in 2006 and 2008, which means that the company managed to create value
added for its shareholders, while in 2007 the value of EVA PT. Bank Mandiri,
Tbk showed negative results. This indicates the company fail to create value
added for its shareholders. For MVA variables, PT. Bank Mandiri, Tbk in 20062008 succeeded in achieving a positive value. Results from this research can be
concluded that EVA is more useful than MVA in evaluating managerial
performance because MVA reflects only the company's performance during his
life and be used only for the performance of top management, while EVA can
show the value added that occurs in a given year and can be applied at the level
division or unit of the company so the company's financial performance may be
known with certainty.
Keywords: Financial Performance, EVA, MVA

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI
PERNYATAAN ........................................................................................................... i
KATA PENGANTAR ................................................................................................. ii
ABSTRAK.................................................................................................................. iv
ABSTRACK ................................................................................................................ v
DAFTAR ISI .............................................................................................................. vi
DAFTAR TABEL ...................................................................................................... ix
DAFTAR GAMBAR ................................................................................................... x
DAFTAR LAMPIRAN .............................................................................................. xi

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ................................................................... 1
B. Perumusan dan Batasan Masalah ...................................................... 5
C. Tujuan Penelitian ............................................................................. 6
D. Manfaat Penelitian ........................................................................... 6

BAB I

TINJAUAN PUSTAKA
A. Laporan Keuangan ..................................................................... 7
1. Tujuan Laporan Keuangan ......................................................... 8
2. Manfaat Laporan Keuangan ....................................................... 9

B. Kinerja Keuangan Perusahaan ........................................................ 10
1. Tujuan dan Manfaat Pengukuran Kinerja.................................... 11
C. Economic Value Added (EVA) ....................................................... 12

Universitas Sumatera Utara

1. Pengertian EVA ............................................................................. 12
2. Elemen-elemen EVA ..................................................................... 15
3. Keunggulan dan Kelemahan EVA .................................................. 26
D. Market Value Added (MVA) .......................................................... 29
E. Tinjauan Penelitian Terdahulu .............................................................. 31
F. Kerangka Konseptual...................................................................... 33

BAB III

METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian .............................................................................. 34
B. Jenis Data ...................................................................................... 34
C. Teknik Pengumpulan Data ............................................................. 35
D. Teknik Analisis Data ...................................................................... 35
1. Menghitung NOPAT ...................................................................... 35
2. Menghitung Modal......................................................................... 37
3. Menghitung Biaya Modal............................................................... 38
4. Menghitung WACC ....................................................................... 39
5. Menghitung Capital Charge ........................................................... 40
6. Menghitung EVA ........................................................................... 41
7. Menghitung MVA .......................................................................... 42
E. Jadwal dan Lokasi Penelitian ......................................................... 42

Universitas Sumatera Utara

BAB IV

HASIL PENELITIAN
A. Data Penelitian..................................................................................... 43
1.

Sejarah Singkat Perusahaan ............................................................ 43

2.

Konsolidasi dan Integrasi ............................................................... 45

3.

Visi dan Misi Perusahaan ............................................................... 47

4.

Struktur Organisasi PT. Bank Mandiri, Tbk ................................... 48

5.

Kondisi Umum PT. Bank Mandiri, Tbk .......................................... 50

B. Perhitungan EVA PT. Bank Mandiri, Tbk ............................................ 52
1.

Menghitung NOPAT ...................................................................... 52

2.

Menghitung Invested Capital ......................................................... 54

3.

Menghitung Biaya Modal............................................................... 55

4.

Menghitung WACC ....................................................................... 59

5.

Menghitung Capital Charge ........................................................... 62

6.

Menghitung EVA ........................................................................... 64

C. Perhitungan MVA................................................................................ 65
1.Menghitung Nilai Nominal Per Lembar saham.................................. 65
2.Menghitung MVA............................................................................. 66
D. Analisis Hasil Penelitian ...................................................................... 67
1.Penilaian Kinerja Keuangan dengan EVA ......................................... 67
2.Penilaian Kinerja Keuangan dengan MVA ........................................ 69
3. Perbandingan Nilai EVA, MVA dan Harga Saham .......................... 69

Universitas Sumatera Utara

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan.......................................................................................... 74
B. Saran ................................................................................................... 75

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................ 79
LAMPIRAN

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1

Halaman
NOPAT Financing Approach ........................................................... 36

Tabel 3.2

NOPAT Operating Approach ........................................................... 37

Tabel 4.1

Data Keuangan PT. Bank Mandiri, Tbk .......................................... 50

Tabel 4.2

Perhitungan NOPAT Operating Approach ..................................... 53

Tabel 4.3

Perhitungan Invested Capital ........................................................... 55

Tabel 4.4

Perhitungan Cost of Debt ................................................................. 56

Tabel 4.5

Perhitungan Cost of Equity .............................................................. 58

Tabel 4.6

Perhitungan Weight Average Cost of Capital.................................. 61

Tabel 4.7

Perhitungan Capital Charge ............................................................. 63

Tabel 4.8

Perhitungan Economic Value Added (EVA).................................... 64

Tabel 4.9

Perhitungan Nilai Nominal per Lembar Saham .............................. 65

Tabel 4.10

Perhitungan Market value Added (MVA) ....................................... 66

Tabel 4.11

Perbandingan Nilai EVA, MVA, dan Harga Saham ....................... 71

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1

Halaman
Kerangka Konseptual.................................................................... 33

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Lampiran 1

Tingkat Suku Bungan Bank Indonesia Tahun 2006-2008 ............... 81

Lampiran 2

Tingkat pengembalian Pasar (Rm) Tahun 2006-2008 ..................... 82

Lampiran 3 Tingkat Pengembalian Saham (Ri) Tahun 2006-2008 ...................... 83
Lampiran 4 Beta Saham PT. Bank Mandiri, Tbk Tahun 2006-2008.................... 84
Lampiran 5 Laporan Laba Rugi PT. Bank Mandiri, Tbk 2006-2008 .................. 87
Lampiran 6 Neraca PT. Bank Mandiri, Tbk 2006-2008 ....................................... 91

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja keuangan PT. Bank
Mandiri, Tbk dengan menggunakan alat ukur EVA dan MVA. Besarnya variabel
EVA tergantung oleh nilai NOPAT dan Chapital Charge, sedangkan variabel
MVA dipengaruhi oleh nilai nominal dan nilai pasar saham serta jumlah saham
yang beredar selama satu tahun. Konsep ini membuktikan bahwa perusahaan
dengan laba yang tinggi belum tentu mampu memberikan kesejahteraan yang
tinggi bagi pemegang sahamnya.
Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dengan cara
teknik dokumentasi selama periode 2006-2008. Jenis penelitian ini adalah
deskriptif dengan teknik analisis kuantitatif dan merupakan replikasi dari
penelitian sebelumnya.
Berdasarkan hasil penelitian, PT. Bank Mandiri, Tbk berhasil mencapai
nilai EVA positif pada tahun 2006 dan 2008, yang berarti perusahaan berhasil
menciptakan nilai tambah bagi para pemegang sahamnya, sedangkan pada tahun
2007 nilai EVA PT. Bank Mandiri, Tbk menunjukkan hasil negatif. Hal ini
mengindikasikan perusahaan gagal menciptakan nilai tambah bagi pemegang
sahamnya. Untuk variabel MVA, PT. Bank Mandiri, Tbk selama tahun 2006-2008
berhasil mencapai nilai positif. Dari Hasil penelitian ini dapat disimpulakan
bahwa EVA lebih bermanfaat daripada MVA dalam hal mengevaluasikinerja
manajerial, karena MVA hanya mencerminkan kinerja perusahaan selama
hidupnya dan hanya digunakan untuk megevaluasi kinerja top manajemen,
sedangkan EVA mampu menunjukkan nilai tambah yang terjadi pada tahun
tertentu dan dapat diterapkan pada tingkat divisi atau unit dari perusahaan
sehingga kinerja keuangan perusahaan dapat diketahui dengan pasti.
Kata Kunci : Kinerja Keuangan, EVA, MVA

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT

The purpose of this research was to know the financial performance of PT.
Bank Mandiri, Tbk by using Economic Value Added (EVA) and Market Value
Added (MVA). The amount of variables EVA depending on the value of Net
Operating After Tax (NOPAT) and Charge Chapital, whereas MVA variables
influenced by the nominal value and the value of the stock market and the number
of shares outstanding during the year. This concept proves that companies with
high profits may not be able to provide high welfare for its shareholders.
The data used are secondary data obtained by way of documentation
technique during the period 2006-2008. Kind of research is descriptive with
quantitative analysis techniques and is a replication of previous research.
Based on research results, PT. Bank Mandiri, Tbk achieved a positive
EVA in 2006 and 2008, which means that the company managed to create value
added for its shareholders, while in 2007 the value of EVA PT. Bank Mandiri,
Tbk showed negative results. This indicates the company fail to create value
added for its shareholders. For MVA variables, PT. Bank Mandiri, Tbk in 20062008 succeeded in achieving a positive value. Results from this research can be
concluded that EVA is more useful than MVA in evaluating managerial
performance because MVA reflects only the company's performance during his
life and be used only for the performance of top management, while EVA can
show the value added that occurs in a given year and can be applied at the level
division or unit of the company so the company's financial performance may be
known with certainty.
Keywords: Financial Performance, EVA, MVA

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pada dasarnya tujuan utama didirikannya perusahaan selaku entitas bisnis
yang mengelola sumber-sumber ekonomi untuk menyediakan barang dan jasa
bagi masyarakat adalah mendapatkan keuntungan yang digunakan untuk
kelangsungan usahanya. Modal merupakan salah satu faktor yang dominan dalam
kelangsungan usaha perusahaan, dan modal disetor oleh investor dalam hal ini
para pemegang saham. Untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam
mengelola modal yang disetor oleh para investor dalam rangka kemajuan
perusahaan, perlu adanya pengukuran terhadap kinerja perusahaan. Berbagai
aspek perlu dipertimbangkan dalam pemgukuran kinerja ini, terutama harapan
dari pihak-pihak yang menginvestasikan dananya.
Menurut Warsono (2003:24), “ada lima macam alat ukur atau metode
yang bisa digunakan untuk mengukur kinerja keuangan suatu perusahaan, yaitu
Analisis Rasio Keuangan, Analisis Rasio Keuangan yang Dimodifikasi, Analisis
Value Added, Analisis CAMEL, dan Analisis Balance Score Card (BSC)”.
Manajemen dapat memilih metode yang paling sesuai untuk diterapkan di
perusahaannya. Kelima metode ini mempunyai kelebihan dan kekurangan
masing-masing.
Selama

ini,

pengukuran

kinerja

keuangan

jarang

menggunakan

perhitungan nilai tambah terhadap biaya modal yang ditanamkan. Pengukuran
kinerja keuangan umumnya dilakukan dengan menganalisa laporan keuangan

Universitas Sumatera Utara

seperti rasio profitabilitas. Pengukuran yang hanya dilakukan dengan menganalisa
laporan keuangan memiliki kelemahan utama yaitu mengabaikan adanya biaya
modal sehingga sulit untuk mengetahui apakah perusahaan telah menciptakan
nilai atau tidak. Padahal secara normatif, tujuan keputusan keuangan adalah untuk
memaksimumkan nilai perusahaan. Semakin tinggi nilai perusahaan yang
diciptakan, maka semakin besar kemakmuran yang akan diterima oleh pemilik
perusahaan.
Memaksimumkan nilai perusahaan tidak identik dengan memaksimumkan
laba, apabila laba tersebut diartikan sebagai laba akuntansi. Sebaliknya
memaksimumkan nilai perusahaan akan identik dengan memaksimumkan laba
dalam pengertian ekonomi. Hal ini disebabkan karena laba ekonomi diartikan
sebagai jumlah kekayaan yang bisa dikonsumsikan tanpa mengurangi modal
pemilik perusahaan (Suad Husnan dan Enny Pudjiastuti, 1998).
Untuk mengatasi kelemahan tersebut telah dikembangkan konsep baru
yaitu EVA (Economic Value Added) dan MVA (Market Value Added). EVA dan
MVA merupakan indikator tentang adanya penciptaan nilai dari suatu investasi.
EVA dan MVA dianggap paling memiliki korelasi dengan perubahan dan
penciptaan nilai saham di perusahaan.
Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA)
dipatenkan oleh Stewart & Company, sebuah perusahaan konsultan manajemen
keuangan terkemuka yang berkantor pusat di kota New York, Amerika Serikat.
EVA dan MVA adalah pengukuran dengan memperhatikan secara tepat semua
faktor – faktor yang berhubungan dengan penciptaan nilai (value). Konsep

Universitas Sumatera Utara

Economic Value Added adalah pengukuran kinerja keuangan perusahaan yang
harus mempertimbangkan harapan para penyandang dana secara adil dengan
mempertimbangkan biaya modal rata-rata tertimbang (Weighted Average Cost of
Capital, WACC) dimana EVA mengukur nilai tambah (value creation ) yang
dihasilkan suatu perusahaan dengan cara mengurangi biaya modal (cost of capital)
yang timbul sebagai akibat investasi yang dilakukan.
Konsep Market Value Added sendiri menggambarkan pencapaian prestasi
sejak perusahaan tersebut berdiri. MVA merupakan ukuran kumulatif kinerja
keuangan yang menunjukkan seberapa besar nilai tambah terhadap modal yang
ditanamkan investor selama perusahaan berdiri, atau secara jelas MVA
merupakan selisih antara nilai pasar ekuitas ( market value of equity ) dan nilai
buku ekuitas (book value of equity), seperti yang didefinisikan oleh Stewart
(1991).
EVA dan MVA yang

positif

menandakan

perusahaan

berhasil

menciptakan nilai bagi pasar dan pemilik modal karena perusahaan dapat
menghasilkan tingkat pengembalian yang melebihi tingkat biaya modalnya, hal ini
sejalan dengan tujuan perusahaan yaitu memaksimalkan nilai perusahaan.
Sebaliknya, EVA dan MVA yang negatif menunjukkan nilai perusahaan yang
menurun karena tingkat pengembalian lebih rendah dari biaya modal.
Perusahaan yang akan diteliti oleh penulis adalah PT. Bank Mandiri, Tbk.
PT.Bank Mandiri, Tbk yang berdiri pada tanggal 2 Oktober 1998 merupakan
salah satu bank hasil dari program restrukturisasi perbankan yang dilakukan oleh
pemerintah yakni berupa produk hasil konsolidasi dari bank-bank yang

Universitas Sumatera Utara

mengalami likuidasi pada krisis ekonomi pada tahun 1997. Bank-bank tersebut
diantaranya Bank Ekspor Impor Indonesia (Exim), Bank Bumi Daya (BBD), Bank
Dagang Negara (BDN) dan Bank Pembangunan Indonesia (Bappindo). Peneliti
tertarik dengan perusahaan perbankan ini dikarenakan banyaknya penghargaan
yang diperoleh perusahaan ini beberapa tahun terakhir ini seperti The Asian
Banker Achievement 2006, Bank BUMN terefisien 2007, The Best Managed
Company, The Best IT System pada tahun 2007 dan masih banyak lagi
penghargaan yang diperoleh perusahaan tersebut sampai pada akhir tahun 2008
perusahaan ini mendapatkan penghargaan sebagai “Perusahaan Terpercaya 2008
nilai 89,86 dengan predikat sangat terpercaya”.
Untuk itu, penulis ingin mengetahui apakah berbagai penghargaan yang
diterima sehingga mengindikasikan terjadinya kenaikan laba pada PT. Bank
Mandiri, Tbk ini juga diimbangi oleh kenaikan EVA dan MVA yang berarti
menunjukkan kesejahteraan perusahaan tersebut. Peningkatan EVA dan MVA ini
nantinya akan menggambarkan apakah laba yang dihasilkan telah sesuai dengan
harapan penyandang dana atau pemegang saham.
Berdasarkan uraian tersebut, diketahui bahwa perusahaan yang berlaba
secara akuntansi belum tentu akan berlaba secara ekonomis atau memiliki EVA
dan MVA yang positif. Untuk itu penulis tertarik untuk membahas konsep EVA
dan MVA ini lebih lanjut dalam sebuah skripsi “Analisis Economic Value Added
(EVA) dan Market Value Added (MVA) dalam Menilai Kinerja Keuangan
Perusahaan pada PT. Bank Mandiri, Tbk”.

Universitas Sumatera Utara

B. Perumusan dan Batasan Masalah
1. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang diuraikan di atas maka penulis
merumuskan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana kinerja keuangan PT. Bank Mandiri, Tbk selama tahun
2006, 2007, dan 2008 jika diukur dengan pendekatan Economic
Value Added (EVA).
2. Bagaimana kinerja keuangan PT. Bank Mandiri, Tbk selama tahun
2006, 2007, dan 2008 jika diukur dengan pendekatan Market Value
Added (MVA).

2. Batasan Masalah
Berdasarkan perumusan masalah, penulis membatasi masalah sebagai
berikut:
a. Metode analisis yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan
perusahaan pada PT. Bank Mandiri, Tbk adalah metode Economic
Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA).
b. Data yang digunakan berdasarkan laporan keuangan PT. Bank
Mandiri, Tbk pada tahun 2006, 2007, 2008

Universitas Sumatera Utara

C. Tujuan Penelitian
Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja keuangan PT. Bank Mandiri, Tbk
dengan pendekatan Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added
(MVA).

D. Manfaat Penelitian
1. Bagi Penulis, penelitian ini dapat menambah pengetahuan tentang ilmu
ekonomi, terutama di bidang analisis kinerja keuangan perusahaan
melalui pendekatan Economic Value Added (EVA) dan Market Value
Added (MVA) serta bagaimana penggunaannya.
2. Bagi Perusahaan, dengan adanya penelitian ini akan membantu
perusahaan untuk

memahami

bagaimana

mengevaluasi

kinerja

keuangannya sehingga dapat bermanfaat bagi kemajuan perusahaan.
3. Bagi Pihak Lain, penelitian ini dapat memberikan masukan dan dapat
dijadikan sebagai bahan perbandingan dan referensi bagi penelitian
sejenis.

Universitas Sumatera Utara

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Laporan Keuangan
Laporan keuangan bagi suatu perusahaan merupakan hasil akhir dari
pekerjaan bagian pembukuan. Selanjutnya laporan keuangan tersebut untuk
menentukan atau menilai posisi keuangan perusahaan tersebut, dimana dengan
hasil analisis tersebut pihak-pihak yang berkepentingan dapat mengambil
keputusan. Dengan demikian untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan
diperlukan adanya laporan keuangan dari perusahaan bersangkutan.
Pengertian laporan keuangan menurut IAI (2007:1)
Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan
yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan
perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dengan berbagai cara
misalnya sebagai arus kas, atau laporan arus dana), catatan dan laporan
lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan
keuangan. Disamping itu juga termasuk skedul dan informasi tambahan
yang berkaitan dengan laporan tersebut, misalnya informasi keuangan
segmen industri dan geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan
harga.
Menurut Munawir (2002:2) menyatakan bahwa “ Laporan keuangan
adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk
berkomunikasi antara data keuangan atau aktuvitas suatu perusahaan dengan
pihak-pihak yang berkepentingan dengan data atau aktivitas perusahaan tersebut.”
Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses akuntansi atau suatu proses
pengumpulan dan pengolahan data keuangan yang dilaksanakan oleh suatu
perusahaan. Dalam proses ini diidentifikasikan berbagai transaksi atau peristiwa

Universitas Sumatera Utara

yang merupakan aktivitas ekonomi perusahaan yang dilakukan melalui
pengukuran, pencatatan, penggolongan dan pengikhtisaran sedemikian rupa
sehingga hanya informasi yang relevan dan saling berhubungan satu dengan yang
lainnya mampu memberikan gambaran secara layak tentang keadaan keuangan
perusahaan.
1. Tujuan Laporan Keuangan
Menurut Mamduh (2004:79) tujuan laporan keuangan adalah sebagai
berikut:
a. Menyajikan informasi sebagai dasar untuk pengambilan keputusan.
b. Memberikan informasi yang bermanfaat untuk pemakai eksternal
untuk memperkirakan jumlah, waktu, dan ketidakpastian (yang berarti
risiko) penerimaan kas yang berkaitan.
c. Memberikan informasi yang bermanfaar untuk membantu pihak
eksternal untuk memperkirakan jumlah, waktu dan ketidakpastian
aliran kas masuk bersih perusahaan.
d. Memberikan informasi mengenai sumber daya ekonomi perusahaan
dan klaim-klaim atas sumber daya tersebut yang meliputi utang dan
modal saham.
e. Memberikan informasi mengenai prestasi perusahaan selama periode
tertentu untuk membantu pihak eksternal menentukan harapannya
(expectation) mengenai prestasi perusahaan pada masa-masa
mendatang atau dengan kata lain memberikan informasi mengenai
pendapatan dan komponen-komponennya.
f. Memberikan informasi mengenai aliran kas perusahaan, bagaimana
perusahaan menerima kas dan mengeluarkan kas, mengenai pinjaman
dan pelunasan pinjaman, mengenai transaksi permodalan termasuk
dividen yang dibayarkan dan mengenai faktor-faktor lain yang bisa
mempengaruhi likuiditas perusahaan.

Universitas Sumatera Utara

2. Manfaat Laporan Keuangan
Manfaat laporan keuangan berdasarkan pihak penggunanya dapat dibagi
dua yaitu:
a. Manfaat internal dari hasil interprestasi laporan keuangan dapat berupa
tingkat kesehatan keuangan perusahaan untuk pemilik perusahaan,
kondisi kesehatan keuangan perusahaan dibandingkan perusahaan
pesaing, efektivitas manajemen dalam pengoperasian dan lain
sebagainya. Tingkat kesehatan keuangan perusahaan dapat diketahui
melalui analisis atau interpretasi terhadap laporan keuangan. Dari hasil
analisis tersebut dapat diketahui potensi-potensi dan kelemahankelemahan yang dimiliki perusahaan sehingga pihak-pihak internal
yang berkepentingan dengan perusahaan dapat mempergunakannya
sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan.
b. Manfaat eksternal dari hasil interpretasi laporan keuangan misalnya
bagi investor, untuk membantu pengambilan keputusan untuk
menanamkan atau menarik modalnya pada perusahaan, sedangkan bagi
kreditur untuk membantu dalam pengambilan keputusan dalam hal
pemberian pinjaman pada perusahaan.

Universitas Sumatera Utara

B. Kinerja Keuangan Perusahaan
Kinerja keuangan perusahaan adalah sampai sejauh mana prestasi
peningkatan posisi kesehatan atau performance dari nilai perusahaan yang diukur
melalui laporan keuangan baik melalui neraca, laporan laba rugi maupun laporan
keuangan lain yang dibutuhkan oleh pihak-pihak tertentu.
Kinerja perlu diukur dan dievaluasi untuk menentukan sejauh mana
keberhasilan dalam mencapai tujuan tertentu. Dua aspek yang sering digunakan
dalam menilai kinerja adalah efisiensi dan efektivitas. Efisiensi menggambarkan
hubungan antara input dan output, sedangkan efektivitas mencerminkan hubungan
output pada suatu tujuan tertentu.
Pengukuran kinerja merupakan kunci penting dalam infrastruktur
organisasi. Istilah tersebut mencakup suatu set kebijakan organisasional, sistem
dan praktek yang mengkoordinasi tindakan serta transfer informasi untuk
mendukung seluruh siklus manajemen. Manajemen menggunakan sistem
pengukuran sebagai mekanisme untuk mengimplementasikan strategi.
Pengukuran kinerja keuangan perusahaan bergantung pada sudut pandang
yang diambil dan tujuan analisis. Untuk itu, manajemen perusahaan perlu
menyesuaikan kondisi perusahaan dengan alat ukur penilaian kinerja serta tujuan
dari pengukuran kinerja keuangan perusahaan itu sendiri.. Adapun tujuan umum
penilaian kinerja perusahaan adalah untuk mengevaluasi perubahan-perubahan
atas sumber daya yang dimiliki perusahaan. Selain itu, adapun kriteria yang
digunakan perusahaan dalam menilai kinerja sebaiknya dipahami dan disepakati
dengan baik oleh seluruh anggota organisasi yang terlibat.

Universitas Sumatera Utara

1. Tujuan dan Manfaat Pengukuran Kinerja
Secara umum, tujuan suatu perusahaan dalam mengadakan pengukuran
kinerja adalah sebagai berikut:
a. Menentukan kontribusi masing-masing divisi atau perusahaan secara
keseluruhan atau atas kontribusi masing-masing subdivisi dari suatu divisi
(evaluasi ekonomi atau evaluasi segmen).
b.

Memberikan daftar untuk mengevaluasi kualitas kerja masing-masing
manajer divisi (evaluasi manajerial).

c.

Memotivasi para manajer divisi supaya konsisten mengoperasikan
divisinya sehingga sesuai dengan tujuan pokok perusahaan (evaluasi
operasi).

Penilaian kinerja pada suatu organisasi sebaiknya menjadi syarat mutlak
bagi penempatan sumber daya ketika akan melaksanakan kegiatan baru,
memperhitungkan pendapatan dan biaya serta investasi suatu proyek.

Menurut Mulyadi (2001:415), penilaian kinerja dimanfaatkan oleh
manajemen untuk:
a. Mengelola organisasi secara efektif dan efisien melalui memotivasi
karyawan secara maksimal.
b. Membantu pengambilan keputusan yang berhubungan dengan
karyawan seperti promosi, transfer, dan pemberhentian.
c. Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan karyawan
serta untuk menyediakan kriteria seleksi dan evaluasi program
pelatihan karyawan.

Universitas Sumatera Utara

d. Menyediakan umpan balik bagi karyawan bagaimana atasan menilai
kinerja mereka.
e. Menyediakan suatu dasar bagi distribusi penghargaan.

C. Economic Value Added (EVA)
1. Pengertian EVA
Menurut

Stewart

III

(1991:118),

pencetus

EVA

pertama

kali,

mendefenisikan EVA sebagai berikut:
EVA is a residual income measure that substract the cost of capital from
the operating profits generated in the business. It’s measure to account
properly for all of the ways in which corporate value may be added or
lost. EVA will increase if operating profit can be made to grow without
tying up any more capital, if new capital is diverted or liquidated from
business activities that do not cover their cost of capital.
Menurut Rudianto (2006:340), “EVA adalah suatu sistem manajemen
keuangan untuk mengukur laba ekonomi dalam suatu perusahaan yang
menyatakan bahwa kesejahteraan hanya dapat tercapai jika perusahaan mampu
memenuhi semua biaya operasi (operating cost) dan biaya modal (cost of capital).
Hansen (2005:829) menyatakan bahwa “nilai tambah ekonomi (EVA) merupakan
laba operasi setelah pajak dikurang total biaya modal”.
Menurut Young (2001:95), “laba ekonomis adalah laba yang diperoleh
dari suatu tindakan ekonomis bertentangan dengan perspektif akuntansi yang
mensyaratkan perusahaan dapat menetapkan tidak hanya biaya operasi tetapi juga
biaya modal”. Perbedaan utama EVA dengan pengukuran laba konvensional yaitu
terletak pada biaya modalnya, dimana pada laba konvensional biaya modal tidak
diperhitungkan.

Universitas Sumatera Utara

Berdasarkan definisi-definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa EVA
merupakan keuntungan operasional setelah pajak dikurangi dengan biaya modal
atau dengan kata lain EVA merupakan pengukuran pendapatan sisa (residual
income) yang mengurangi biaya modal terhadap laba operasi. EVA ditentukan
oleh dua hal yaitu laba bersih setelah pajak dan tingkat biaya modal. Laba operasi
setelah pajak menggambarkan hasil penciptaan value dalam perusahaan,
sedangkan biaya modal dapat diartikan sebagai pengorbanan yang dikeluarkan
dalam penciptaan value tersebut.
EVA memiliki kaitan dengan penciptaan nilai perusahaan, dan nilai
perusahaan sekarang mencerminkan total penciptaan nilai selama umur
perusahaan tersebut. (Young, O’Byrne, 2001:32) menyatakan “nilai perusahaan
dapat dinyatakan sebagai penjumlahan dari total modal yang diinvestasikan
ditambah dengan nilai sekarang dari total EVA perusahaan di masa yang akan
datang”.
Semakin tinggi EVA berarti semakin tinggi kinerja perusahaan dan
menggambarkan penciptaan nilai pemegang saham (value creation), semuanya ini
akan tercermin dalam harga saham perusahaan. Sebaliknya perusahaan yang
memiliki EVA negatif atau rendah menunjukkan kinerja perusahaan yang rendah
daripada total modal yang diinvestasikan sehingga terjadi penurunan nilai
pemegang saham (value destruction), dan berakibat pada penurunan harga saham
perusahaan.
Dari penjelasan sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa EVA
merupakan suatu alat ukur atas keuntungan sebenarnya dari hasil operasi

Universitas Sumatera Utara

perusahaan dengan memperhitungkan tingkat return yang dikehendaki dan biayabiaya modal baik dari pinjaman maupun ekuitas pemegang saham yang dihitung
secara tertimbang. Selain itu, EVA juga merupakan alat komunikasi yang efektif
bagi penciptaan nilai perusahaan yang berkaitan dengan pengimplementasian nilai
investasi di pasar modal
2.

Elemen-elemen EVA
Elemen-elemen EVA terdiri dari:

a. Net Operting Profit After Tax
Peak (2001:6) menjelaskan NOPAT sebagai Net Operating Income (NOI),
“NOI is the amount of money generated exclusively from operation.” Peak
menjelaskan bahwa Net Operating Income adalah jumlah uang yang khusus atau
hanya dihasilkan dari operasi utama perusahaan, tanpa ada tambahan lainnya yang
sifatnya tidak rutin seperti penjualan asset.
Dari defenisi di atas, dapat disimpulkan bahwa laba bersih dari operasi
setelah pajak tetapi belum membiayai biaya-biaya (costs) dan memasukkan
pembukuan yang bukan tunai. Dengan demikian, NOPAT adalah jumlah laba
yang tersedia untuk memberikan pengembalian (return) tunai kepada penyedia
dana untuk modal perusahaan.
b. Invested Capital
Dilihat

dari

segi

investasi,

jumlah

modal

yang

ditanamkan

mengindikasikan besarnya nilai yang ditanam oleh investor di dalam perusahaan
melalui pembelian surat berharga yang diterbitkan oleh perusahaan emiten.

Universitas Sumatera Utara

Semakin besar jumlah yang diinvestasikan maka semakin besar pula tingkat
pengembalian yang diharapkan oleh investor.
Menurut

Sartono (2001:101), “Invested capital

merupakan

hasil

reorganisasi neraca untuk melihat besarnya capital yang diinvestasikan dalam
perusahaan oleh kreditor dan pemodal”. Dilihat dari segi investor, jumlah modal
yang ditanamkan mengindikasikan besarnya nilai yang ditanam oleh investor di
dalam perusahaan melalui pembelian surat berharga yang diterbitkan oleh
perusahaan emiten. Semakin besar jumlah yang diinvestasikan, semakin besar
pula tingkat pengembalian yang diharapkan oleh investor.
c. Biaya Modal (Cost of Capital)
Konsep cost of capital dimaksudkan untuk dapat menentukan besarnya
biaya rill dari penggunaan modal dari masing-masing sumber dana untuk
kemudian menentukan biaya modal rata-rata (average cost of capital) dari
keseluruhan dana yang digunakan di dalam perusahaan yang merupakan tingkat
biaya penggunaan madal perusahaan.
Pengertian cost of capital menurut Young (2001:148) menjelaskan biaya
modal sebagai berikut:
1. Biaya modal berdasarkan pengembalian yang diharapkan, bukan pada
pengembalian historis.
2. Biaya

modal

adalah

biaya

kesempatan

yang

mencerminkan

pengembalian yang diharapkan investor dari investasi lain dengan
risiko yang serupa.

Universitas Sumatera Utara

Jenis-jenis biaya modal diantaranya adalah sebagai berikut:


Cost of Debt (Kd)

Biaya penggunaan utang (cost of debt) adalah tingkat bunga yang harus
dikeluarkan oleh perusahaan bila mendapatkan dana dengan melakukan pinjaman
dari pihak lain. Untuk menghitung besarnya biaya penggunaan utang (Kd)
persamaan yang digunakan adalah sebagai berikut :
Kd = Kb (1 – T)
Keterangan :
Kb

: biaya utang sebelum pajak

T

: tingkat pajak

Kd

: biaya bunga setelah pajak
Cara lain yang digunakan adalah, jika perusahaan mengeluarkan obligasi

sebagai pembiayaannya maka untuk menghitung cost of debt dengan melihat yield
to maturity (tingkat keuntungan yang diperoleh selama obligasi dipegang sampai
jatuh tempo) dan obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan atau apabila obligasi
perusahaan memiliki rating maka kita dapat memakai perkiraan tingkat suku
bunga yang diberikan oleh perusahaan lain dengan rating yang sejenis.


Cost of Equity (Ke)

Penambahan modal saham perusahaan dapat berasal dari dua sumber yaitu
internal maupun eksternal. Pembiayaan melalui kedua cara tersebut memiliki
tingkat biaya yang merupakan biaya dari saham biasa. Tingkat biaya ekuitas
adalah tingkat pengembalian yang sama dengan tingkat penembalian terbaik dari

Universitas Sumatera Utara

investasi yang mungkin dilakukan. Tingkat biaya ekuitas merupakan biaya dari
internal ekuitas yang harus ditanggung oleh perusahaan.
Cost of equity lebih abstrak karena ia bukan merupakan cash to cash yield
yang mudah diamati atau pada tingkat yang paling sederhana. Young dan
O’Byrne (2001:161) memberikan gambaran bahwa karena investasi ekuitas
adalah

lebih

beresiko

bagi

seorang

investor

dibandingkan

bila

ia

meminjamkannya kepada perusahaan yang sama maka biaya ekuitas sepatutnya
mencakup suatu premi resiko di atas yang dibayarkan kepada pemberi
pinjamannya.
Opsi yang tersisa adalah tinggal mencoba menarik kesimpulan mengenai
seberapa besar yang dituntut investor dengan mengamati perilaku pasar modal. Ini
memerlukan suatu model dari bagaimana suatu aktiva beresiko seperti saham
dalam perusahaan bisnis, dihargai oleh pasar modal. Model yang paling populer
untuk tujuan ini disebut model penetapan harga aktiva modal / Capital Asset
Pricing Model (CAPM).
CAPM dikembangkan secara independen oleh Profesor William Sharpe
dari Universitas Stanford dan John Lintner dari Universitas Havard dengan
mengacu terhadap teori keuangan sebelumnya oleh James Tobin dan Harry
Markowitz.
CAPM bergantung kepada tiga hal yaitu tingkat pengembalian tanpa
resiko atau risk free rate (Rf), premi resiko pasar atau Market Risk Premium
(MRP) dan faktor resiko berupa koefisien beta (β). MRP sendiri adalah selisih

Universitas Sumatera Utara

antara tingkat pengembalian pasar saham (Rm) dengan tingkat pengembalian
tanpa resiko.
Koefisien beta (β) merupakan ukuran tingkat resiko sistematis suatu
sekuritas dibandingkan dengan pasar. Beta pasar dinyatakan dengan angka 1,
sekuritas yang memiliki resiko tinggi memiliki beta (β) lebih besar dari 1 (β>1),
sedangkan sekuritas dengan resiko yang lebih rendah, memiliki beta lebih kecil
dari 1 (β 0 atau EVA bernilai positif.
Pada posisi ini berarti manajemen perusahaan telah berhasil menciptakan
nilai tambah ekonomis bagi perusahaan.
2) Nilai EVA = 0
Pada posisi ini berarti manajemen perusahaan berada pada titik impas.
Perusahaan tidak mengalami kemunduran tetapi juga tidak mengalami
kemajuan secara ekonomi.
3) Nilai EVA < 0 atau EVA bernilai negatif.
Pada posisi ini berarti tidak terjadi proses pertambahan nilai ekonomis
bagi perusahaan. Dalam arti laba yang dihasilkan tidak memenuhi harapan
para kreditor dan pemegang saham (investor).

Universitas Sumatera Utara

3. Keunggulan dan Kelemahan EVA
1. Keunggulam EVA
Beberapa alasan mengapa Economic Value Added lebih tepat digunakan
adalah :
1) Konsep ini dapat berdiri sendiri tanpa perlu dibandingkan dengan
perusahaan sejenis ataupun membuat suatu analisis kecenderungan
dengan tahun sebelumnya.
2) Konsep ini menyajikan ukuran ya

Dokumen yang terkait

Pengaruh Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA) terhadap Return Saham pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia

5 84 90

Pengaruh Economic Value Added ( EVA), Market Value Added (MVA) Dan Rasio Profitabilitas Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Tambang Yang Terdaftar Di BEI

4 65 80

PENGARUH ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) TERHADAP MARKET VALUE ADDED (MVA) PADA PERUSAHAAN YANG MELAKUKAN INITIAL PUBLIC OFFERING (IPO) DI BURSA EFEK INDONESIA

2 79 15

Pengaruh Economic Value Added (EVA) terhadap Market Value Added (MVA) pada perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia

0 34 88

Analisis Pengaruh Economic Value Added (EVA) Terhadap Market Value Added (MVA) Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Dasar Dan Kimia Yang Terdaftar Di Bei Tahun 2011 - 2012

0 73 84

Analisis Economic Value Added (EVA) Dalam Menilai Kinerja Keuangan Perusahaan Pada PT. Indosat, Tbk

6 60 100

Analisis Economic Value Added (EVA) dalam Menilai Kinerja Keuangan Perusahaan pada PT. Unilever Indonesia, Tbk.

15 102 104

Analisis Pengaruh Economic Value Added (EVA) terhadap Market Value Added (MVA) pada Perusahaan Perbankan di Bursa Efek Indonesia

5 97 94

Pengukuran Kinerja Perusahaan Menggunakan Model Economic Value added (eva) di pt. Bank sumut

0 68 139

Pengaruh Economic Value Added (EVA), Market Value Added (MVA), Profitabilitas, dan Kebijakan Dividen terhadap Harga Saham pada Perusahaan Property dan Real Estate di Bursa Efek Indonesia 2012-2014

6 87 92