Strategi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dalam Mengembangkan Daerah Tujuan Wisata di Kabupaten Karo (Studi Pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo)

STRATEGI DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA DALAM MENGEMBANGKAN DAERAH TUJUAN WISATA DI KABUPATEN KARO
(Studi pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo) Disusun Oleh :
LAURA SILVINA RAHMAN BR BARUS 100903102
DEPARTEMEN ILMU ADMINISTRASI NEGARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2014
Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK Strategi Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Dalam Mengembangkan Daerah Tujuan
Wisata Di Kabupaten Karo (Studi Pada Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Karo)

Nama

: Laura Silvina Rahman Br Barus

NIM

: 100903102

Fakultas

: Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Departemen

: Ilmu Administrasi Negara

Dosen Pembimbing : Drs. Robinson Sembiring, M.Si

Kepariwisataan Kabupaten Karo sudah cukup dikenal masyarakat Indonesia bahkan masyarakat mancanegara. Kabupaten Karo memiliki banyak obyek wisata yang dapat dikunjungi seperti wisata alam, agrowisata, wisata seni dan budaya, dan wisata peninggalan sejarah dan lain sebagainya. Objek wisata Taman Mejuah-juah, Bukit Gundaling, dan Desa Budaya Lingga ini belum sepenuhnya berkembang karena rendahnya tingkat promosi dan keterbatasan dana dalam pembangunan untuk pengembangannya.
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan strategi dan mengidentifikasi lingkungan internal (kekuatan dan kelemahan) dan lingkungan eksternal (peluang dan ancaman) yang terjadi dalam strategi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dalam mengembangkan daerah tujuan wisata di Kabupaten Karo.
Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah objek wisata Taman Mejuahjuah, Bukit Gundaling, dan Desa Budaya Lingga.
Dari penelitian yang dilakukan ini diperoleh kesimpulan bahwa kesiapan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk melaksanakan strategi dan program pengembangannya masih kurang, baik dari segi SDM, Finansial, dan komitmen pegawai untuk menjaga kelestariaan, mempertunjukkan atraksi wisata dan kebudayaan, dan kebersihan setiap objek wisata setiap waktu serta ada beberapa hambatan dalam pengembangan objek wisata Taman Mejuah-juah, Bukit Gundaling, dan Desa Budaya Lingga.

Kata kunci: Strategi, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Pengembangan Pariwisata.

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan ridho dan rahmatnya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul ‘Strategi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dalam Mengembangkan Daerah Tujuan Wisata Di Kabupaten Karo’. Penulis juga mengucapkan banyak terimakasih dan khusus teristimewa kepada Mamak (Sri Murtinah br Tarigan) dengan penuh kasih sayang dalam mengasuh, mendidik, membimbing dan memberikan dukungan baik moril maupun materil serta yang selalu mendoakan penulis sampai saat ini. Untuk adikku sayang Lauri Stevani Rahman Br Barus yang selalu memberikan semangat sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Maka dari itu penulis juga ingin mengucapkan banyak terimakasih yang tidak terhingga kepada orang-orang ynag telah membantu penulis secara langsung maupun tidak langsung kepada yang terhormat : 1. Bapak Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sumatera Utara Bapak Prof. Dr. Badaruddin, M.Si. 2. Bapak Drs. M. Husni Thamrin Nasution, M.Si selaku Ketua Departemen Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara. 3. Ibu Dra. Elita Dewi, M.SP selaku Sekretaris Departemen Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara. 4. Bapak Drs. Robinson Sembiring, M.Si selaku Dosen Pembimbing yang telah sabar membimbing dan mengarahkan penulis dalam proses penyelesaian skripsi ini. Terimakasih banyak ya Pak  5. Bapak Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo Bapak Dinasti Sitepu, S.Sos yang telah memberikan ijin penulis melakukan penelitian skripsi. 6. Bapak Drs. Kariono, M.Si sebagai dosen Penguji. 7. Bapak Drs. M. Husni Thamrin, M.Si sebagai Ketua Penguji.
8. Ibu Dra. Elita Dewi, M.SP selaku dosen wali yang telah memberikan saran mengenai judul skripsi ini kepada penulis dan yang telah memberikan banyak ilmu kepada penulis selama masa perkuliahan.
9. Kepada dosen-dosen Ilmu Administrasi Negara FISIP USU yang telah memberikan begitu banyak ilmu kepada penulis selama masa perkuliahan.
Universitas Sumatera Utara

10. Kepada semua pegawai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo yang telah senang hati membantu dan memberikan informasi dan data-data yang menyangkut penelitian skripsi ini 
11. Kepada masyarakat sekitar objek wisata Taman Mejuah-juah, Bukit Gundaling, dan Desa Budaya Lingga serta beberapa pengunjung wisata yang telah membantu ketika penulis melakukan penelitian dan meluangkan waktu pada saat wawancara dan memberikan berbagai informasi yang menyangkut penelitian skripsi ini.
12. Untuk kak Dian Br Siregar dan Mega yang telah membantu penulis dalam urusan administratif selama perkuliahan.
13. Teristimewa kepada seluruh keluarga besar Barus mergana yang telah memberikan dukungan dan kasih sayang kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini 
14. Teristimewa kepada seluruh keluarga besar Sembiring mergana yang telah memberikan dukungan dan kasih sayang kepada penulis selama penelitian skripsi dan dalam menyelesaikan skripsi 
15. Terimakasih banyak khususnya buat Joppy Sinulingga dan Olber Sembiring yang membantu dan mendukung penulis selama penelitian 
16. Teristimewa dan khususnya buat Dian Roy Nugraha Sembiring yang telah memberikan dukungan dan motivasi serta semangat kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Makasih banyak dan sukses buat skripsinya juga ya 
17. Terimakasih banyak buat kawan baikku Erika Agus Sapita ,sukses juga skripsinya ya kha
18. Buat teman-teman khususnya Ceki United : Joppy Sinulingga, Olber Sembiring, Ibran Tampubolon, Jeremia Sinaga, ‘Fitri Puspita Tanjung, Devi Sahrani, Adek Handayani’(sukses skripsinya juga ya Jung, depot dan godek), Hafni Rahmanita, Nurul Elvandari(makasih banyak ya dek yun atas dukungannya), Hanna Maria Lubis, dan Morina Sinaga makasih banyak ya teman-teman dalam memberikan motivasi dan semangat kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi ini# salam Ceki United 
19. Buat teman-teman Administrasi Negara 2010 makasih ya atas dukungan dan memberikan semangat kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini khususnya buat Siti Harum Munthe, Isti Meiry, Melan, Ratih Paramitha, Agustiana Padang, Geny, Friska Capah,
Universitas Sumatera Utara

Sarah, Rafi Yusuf, Indra Fahmi,Dedy, Dion dan semuanya kawan-kawan AN 2010 sukses buat kita semuanya  20. Buat kak Lina Susanti Duha makasih banyak atas informasi dan ilmu ya kakak  21. Buat anak kos 448 A makasih ya atas dukungan dan semangatnya yang diberikan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini khususnya buat kak Icut, kak Sauma, kak Juwita, Sally, Jannah dan Sri dan kawan-kawan anak lantai 3 dan lantai 2  Penulis menyadari bahwa dalam skripsi ini mempunyai banyak kekurangan, baik dari segi isi maupun dari segi bahasa yang digunakan. Oleh karena itu, dengan kerendahan hati penulis mengharapkan kritik dan saran ynag membangun demi kesempurnaan skripsi ini. Akhir kata, penulis berharap skripsi ini memberikan manfaat dan berguna bagi semua pembaca serta dapat menyadarkan kita bahwa strategi yang terencana dan implementasinya berjalan dengan baik merupakan tahapan yang sangat penting dalam menyukseskan suatu program.
Medan, April 2014 Penulis
Laura Silvina Rahman Br Barus
Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI ABTRAK ............................................................................................... i KATA PENGANTAR ......................................................................... ii DAFTAR ISI ......................................................................................... v DAFTAR TABEL................................................................................. ix DAFTAR GAMBAR ............................................................................. x BAB I PENDAHULUAN ...................................................................... 1
1.1 Latar Belakang Masalah ......................................................... 1 1.2 Perumusan Masalah ................................................................ 5 1.3 Tujuan Penelitian .................................................................... 5 1.4 Manfaat Penelitian .................................................................. 5 1.5 Kerangka Teori ....................................................................... 6
1.5.1 Manajemen Strategis .............................................................. 6 1.5.1.1 Pengertian Manajemen Strategis ..................................... 6 1.5.1.2 Strategi ..............................................................................12 1.5.1.3 Ciri-Ciri dan Manfaat Strategi ............................................14 1.5.1.4 Strategi Pengembangan Daerah Tujuan Pariwisata .......... 17
1.5.2 Organisasi dan Manajemen Sumber Daya Manusia .............. 22 1.5.2.1 Pengertian Organisasi ....................................................... 22 1.5.2.2 Organisasi Pengelolaan Destinasi ..................................... 25 1.5.2.3 Manajemen Sumber Daya Manusia .................................. 28 1.5.2.4 Pengembangan SDM Pariwisata....................................... 29
1.5.3 Analisis SWOT ...................................................................... 32 1.5.4 Pariwisata .............................................................................. 36
1.5.4.1 Pengertian Pariwisata........................................................ 36 1.5.4.2 Jenis-Jenis Parwisata......................................................... 38 1.6 Definisi Konsep ...................................................................... 41 1.7 Definisi Operasional ................................................................ 42 1.8 Sistematika Penulisan ............................................................. 43
Universitas Sumatera Utara

BAB II METODE PENELITIAN....................................................... 45 2.1 Bentuk Penelitian ................................................................... 45 2.2 Lokasi Penelitian .................................................................... 45 2.3 Informasi Penelitian ......................................................... .. 46 2.4 Teknik Pengumpulan Data ..................................................... 47 2.5 Teknik Analisis Data .............................................................. 47
BAB III DESKRIPSI LOKASI......................................................... 49 3.1 Gambaran Umum Kondisi Daerah Kabupaten Karo ................... 49 3.1.1 Kondisi Geografis dan Batas Administrasi ............................ 49 3.2 Gambaran Umum Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Karo 50 3.2.1 Visi Dan Misi ........................................................................ 50 3.2.2 Struktur Organisasi................................................................ 51 3.2.3 Susunan Kepegawaian Penugasan ......................................... 54 3.2.4 Tugas dan Fungsi ................................................................... 54 3.3 Gambaran Umum Objek Wisata.................................................. 59 3.3.1 Gambaran Umum Objek Wisata Desa Budaya Lingga.......... 59 3.3.2 Gambaran Umum Objek Wisata Bukit Gundaling ................ 69 3.3.3. Gambaran Umum Objek Wisata Taman Mejuah-Juah ......... 70
BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA .............................. 72 4.1 Lingkungan Internal Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo 73 4.1.1 Sumber Daya Manusia ........................................................... 73
Universitas Sumatera Utara

4.2.1 Sarana Dan Prasarana............................................................. 77 4.1.2.1 Sarana................................................................................ 77 4.1.2.1.1 Sarana Objek Wisata Taman Mejuah-Juah.................... 78 4.1.2.1.2 Sarana Objek Wisata Bukit Gundaling .......................... 82 4.1.2.1.3 Sarana Objek Wisata Desa Budaya Lingga ................... 83 4.1.2.2 Prasarana ........................................................................... 83 4.1.2.2.1 Prasarana Objek Wisata Taman Mejuah-Juah ............... 84 4.1.2.2.2 Prasarana Objek Wisata Bukit Gundaling ..................... 85 4.1.2.2.3 Prasarana Objek Wisata Desa Budaya Lingga............... 86
4.1.3 Kebersihan Lokasi.................................................................. 89 4.2 Lingkungan Eksternal.................................................................. 92
4.2.1 Faktor Politik.......................................................................... 93 4.2.2 Faktor Ekonomi...................................................................... 94 4.2.3 Faktor Sosial Budaya ............................................................. 95 4.3 Analisis Swot............................................................................... 96 4.3.1 Faktor Internal ........................................................................ 96
4.3.1.1 Kekuatan Objek Wisata Taman Mejuah-Juah .................. 97 4.3.1.2 Kelemahan Objek Wisata Taman Mejuah-Juah ............... 98 4.3.1.3 Kekuatan Objek Wisata Bukit Gundaling......................... 98 4.3.1.4 Kelemahan Objek Wisata Bukit Gundaling...................... 99 4.3.1.5 Kekuatan Objek Wisata Desa Budaya Lingga.................. 99
Universitas Sumatera Utara

4.3.1.6 Kelemahan Objek Wisata Desa Budaya Lingga.............. 100 4.3.2 Faktor Eksternal .................................................................... 101
4.3.2.1 Peluang Objek Wisata Taman Mejuah-Juah.................... 101 4.3.2.2 Ancaman Objek Wisata Taman Mejuah-Juah ................. 101 4.3.2.3 Peluang Objek Wisata Bukit Gundaling .......................... 102 4.3.2.4 Ancaman Objek Wisata Bukit Gundaling........................ 103 4.3.2.5 Peluang Objek Wisata Desa Budaya Lingga ................... 103 4.3.2.6 Ancaman Objek Wisata Desa Budaya Lingga................. 103 4.4 Matriks Swot dan Identifikasi Isu............................................... 104 4.5 Strategi Dan Program Pengembangan Objek Wisata Taman Mejuah-Juah, Bukit
Gundaling, dan Desa Budaya Lingga...................................... 108 BAB V PENUTUP............................................................................. 120
5.1 Kesimpulan ................................................................................. 120 5.2 Saran ........................................................................................... 121 DAFTAR PUSTAKA ....................................................................... xii
                 
Universitas Sumatera Utara

  DAFTAR TABEL Tabel 1.1 Objek Wisata di Kabupaten Karo ........................................................... 1 Tabel 1.2 Pengelompokan SDM Pariwisata Berdasarkan Penggolongan Institusi. 30 Tabel 1.3 Matriks SWOT........................................................................................ 33 Tabel 1.4 Unsur dan Variabel Dalam Analisis SWOT Pariwisata ......................... 35 Tabel 4.1 Klasifikasi SDM Menurut Persentase Jenis Kelamin ............................. 74 Tabel 4.2 Klasifikasi SDM Menurut Persentase Usia ............................................ 75 Tabel 4.3 Klasifikasi SDM Menurut Persentase Tingkat Pendidikan .................... 76 Tabel 4.4 Matriks SWOT Pengembangan Objek Wisata Taman Mejuah-juah..... 105 Tabel 4.5 Matriks SWOT Pengembangan Objek Wisata Bukit Gundaling........... 106 Tabel 4.6 Matriks SWOT Pengembangan Objek Wisata Desa Budaya Lingga.... 107
 
       
Universitas Sumatera Utara

  DAFTAR GAMBAR Gambar 1.1 Organisasi Manajemen Destinasi (DMO)........................................... 27 Gambar 2.1 Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo .............. 45 Gambar 3.1 Struktur Organisasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo.......................................................................................................53 Gambar 3.2 Jambur Desa Budaya Lingga .............................................................. 62 Gambar 3.3 Sapo Ganjang ...................................................................................... 63 Gambar 3.4 Geriten................................................................................................. 64 Gambar 3.5 Museum Lingga .................................................................................. 66 Gambar 3.6 Rumah Adat Gerga ............................................................................. 67 Gambar 3.7 Rumah Adat Belang Ayo .................................................................... 68 Gambar 3.8 Bukit Gundaling.................................................................................. 70 Gambar 3.9 Taman Mejuah-juah ............................................................................ 71 Gambar 4.1 Gapura dan Tiketing............................................................................ 79 Gambar 4.2 Panggung Hiburan............................................................................... 79 Gambar 4.3 Gedung Kesenian ................................................................................ 80 Gambar 4.4 Wahana Permainan Anak-Anak.......................................................... 81 Gambar 4.5 Patung Ciri Khas Budaya Karo dan Sapo Angin ................................ 82 Gambar 4.6 Gapura Desa Budaya Lingga .............................................................. 83 Gambar 4.7 Pusat Informasi Wisata ....................................................................... 86
Universitas Sumatera Utara

Gambar 4.8 Kamar Mandi Umum Bertaraf Internasional di Objek Wisata Taman Mejuah-juah 87
Gambar 4.9 Kamar Mandi Umum Bertaraf Internasional di Objek Wisata Desa Budaya Lingga .............................................................................................................. 88
Gambar 4.10 Tempat Parkir di Objek Wisata Taman Mejuah-juah ....................... 91
Gambar 4.11 Tempat Parkir di Objek Wisata Bukit Gundaling............................. 92
                                         
Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK Strategi Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Dalam Mengembangkan Daerah Tujuan
Wisata Di Kabupaten Karo (Studi Pada Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Karo)

Nama

: Laura Silvina Rahman Br Barus

NIM

: 100903102

Fakultas

: Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Departemen

: Ilmu Administrasi Negara

Dosen Pembimbing : Drs. Robinson Sembiring, M.Si

Kepariwisataan Kabupaten Karo sudah cukup dikenal masyarakat Indonesia bahkan masyarakat mancanegara. Kabupaten Karo memiliki banyak obyek wisata yang dapat dikunjungi seperti wisata alam, agrowisata, wisata seni dan budaya, dan wisata peninggalan sejarah dan lain sebagainya. Objek wisata Taman Mejuah-juah, Bukit Gundaling, dan Desa Budaya Lingga ini belum sepenuhnya berkembang karena rendahnya tingkat promosi dan keterbatasan dana dalam pembangunan untuk pengembangannya.
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan strategi dan mengidentifikasi lingkungan internal (kekuatan dan kelemahan) dan lingkungan eksternal (peluang dan ancaman) yang terjadi dalam strategi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dalam mengembangkan daerah tujuan wisata di Kabupaten Karo.
Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah objek wisata Taman Mejuahjuah, Bukit Gundaling, dan Desa Budaya Lingga.
Dari penelitian yang dilakukan ini diperoleh kesimpulan bahwa kesiapan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk melaksanakan strategi dan program pengembangannya masih kurang, baik dari segi SDM, Finansial, dan komitmen pegawai untuk menjaga kelestariaan, mempertunjukkan atraksi wisata dan kebudayaan, dan kebersihan setiap objek wisata setiap waktu serta ada beberapa hambatan dalam pengembangan objek wisata Taman Mejuah-juah, Bukit Gundaling, dan Desa Budaya Lingga.

Kata kunci: Strategi, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Pengembangan Pariwisata.

Universitas Sumatera Utara

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kabupaten Karo merupakan salah satu daerah tujuan wisata utama di Provinsi Sumatera

Utara yang memiliki potensi tidak kalah menarik dengan daerah tujuan wisata lainnya di

Indonesia. Kepariwisataan Kabupaten Karo sudah cukup dikenal masyarakat Indonesia bahkan

masyarakat mancanegara. Kabupaten Karo memiliki banyak obyek wisata yang dapat dikunjungi

seperti wisata alam, agrowisata, wisata seni dan budaya, dan wisata peninggalan sejarah dan lain

sebagainya.

Adapun obyek wisata dan daya tarik wisata yang ada di Kabupaten Karo dapat dilihat

pada Tabel 1.1 dibawah ini :

Tabel 1.1

Obyek wisata di Kabupaten Karo

No Obyek Wisata Jenis Wisata Lokasi

Kecamatan

1. Air terjun

Rekreasi,

Merek

Sipiso-piso Panorama

dan

Keindahan

Alam.

2. Gunung Sipiso Panorama Merek

-piso

Alam

dan Olahraga

Terjun

Payung/Para

Layang.

3. Tongging

Rekreasi dan Merek

Keindahan

Alam.

4. Desa Budaya Desa Budaya Merek

Dokan

dan

Penelitian.

5. Situs

Peninggalan Barusjahe

Desa

Jarak

(km)

Pengambaten 35

Situnggaling 34

Tongging

40

Dokan

23

Sukanalu

23

Universitas Sumatera Utara

Puntungan

sejarah.

Meriam Putri

Hijau

6. Situs Rumah Peninggalan Tigapanah Seberaya

Putri Hijau. sejarah.

7. Lau Biang

Olahraga

Tiga

Perbesi

Arung Jeram Binanga

8. Gua Liang

Keunikan dan Kuta Buluh Lau Buluh

Dahar

Keindahan

Alam, serta

Penelitian.

9. Uruk Tuhan Panorama Simpang Berekah

dan Empat

Keindahan

Alam.

10. Gunung

Keindahan Simpang Lau Kawar

Sinabung

Alam,

Empat

Olahraga dan

Penelitian.

11. Danau Lau

Rekreasi,

Naman

Lau Kawar

Kawar

Penelitian Teran

dan

Keindahan

Alam.

12. Desa Budaya Desa Budaya Simpang Lingga

Lingga

dan

Empat

Penelitian.

13. Deleng Kutu Panorama Berastagi Gurusinga

dan

Keindahan

Alam

14. Bukit

Panorama Berastagi Gundaling

Gundaling

dan

Keindahan

Alam, dan

Kuda

Tunggang.

15. Taman Mejuah Rekreasi dan Berastagi Berastagi

-juah Berastagi Kuda

Tunggang.

16. Pasar Buah Rekreasi dan Berastagi Berastagi

Tradisional wisata

Berastagi

Belanja.

17. Pesta Bunga Festival Seni Berastagi Berastagi

dan Buah dan Budaya.

Berastagi

11 50 40 25 27 27
15 5 2
0 0 0

Universitas Sumatera Utara

18. Desa Peceren Desa Budaya Berastagi Peceren

dan

Penelitian.

19. Taman Hutan Rekreasi dan Dolat

Tongkoh

Raya Bukit Penelitian. Rakyat

Barisan

20. Gunung

Olahraga, Berastagi Semangat

Sibayak

Keindahan

Gunung

Alam dan

Penelitian.

21. Raja Berneh Pemandian Merdeka Semangat

Air Panas

Gunung

Alam

22. Lau Debuk- Pemandian Berastagi Doulu

debuk

Air Panas

Alam

23. Air terjun

Keindahan Berastagi Doulu

Sikulikap

dan

Panorama

Alam.

24. Panorama

Panorama Berastagi Doulu

Penatapan

dan

Doulu

Keindahan

Alam.

Sumber : Booklet Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo

1 5 10
13 10 11
12

Melihat banyaknya potensi obyek wisata yang ada, begitu juga dengan kesenian dan

kebudayaan masyarakat Karo, maka sangat wajarlah sektor pariwisata ini ditetapkan sebagai

andalan dalam mengembangkan daerah tujuan wisata di Kabupaten Karo. Apabila semua potensi

obyek wisata di atas dikembangkan secara baik dan berkesinambungan serta adanya komitmen

yang kuat dari Pemerintah Kabupaten Karo dan khususnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

Kabupaten Karo akan dapat memberikan manfaat yang besar bagi pemerintah daerah dan

masyarakat di daerah tersebut.

Salah satu contoh obyek wisata Kabupaten Karo yang menjadi suatu pusat perhatian atau

yang memiliki banyak masalah bagi pengembanganya yaitu ‘Taman Mejuah-Juah’. Taman ini

berlokasi di kota Berastagi dengan luas sekitar 6 Ha. Tempat ini ditumbuhi oleh tanaman dan

Universitas Sumatera Utara

bunga-bungaan yang indah. Tempat ini biasanya dipergunakan sebagai tempat rekreasi dan menampilkan berbagai acara seperti acara keagamaan, acara pesta bunga dan buah, atraksi dan kesenian budaya dan pertunjukan konser band. Namun dalam kenyataannya objek wisata Taman Mejuah-juah ini belum sepenuhnya berkembang karena rendahnya tingkat promosi dan keterbatasan dana dalam pembangunan untuk pengembangannya. Permasalahan di atas pada dasarnya masih dapat diatasi apabila dilakukan usaha pengembangan yang terencana oleh semua instansi yang terkait khususnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo.
Menyadari akan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Karo melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dalam memasuki era otonomi dan globalisasi berupaya membenahi kepariwisataan Karo dari segala aspek dengan tujuan meraih tempat sebagai Daerah Tujuan Wisata Utama, sehingga sektor kepariwisataan menjadi sumber atau pemasok dana strategis dalam menunjang pembangunan daerah. Agar potensi kepariwisataan dapat berkembang dan dapat dijadikan sebagai produk andalan yang layak dijual di pasar global, harus melakukan strategi yang mendukung perkembangan daerah tujuan wisata tersebut khususnya “Taman Mejuah-juah”.
Berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik untuk mencari atau melihat isu-isu strategi yang perlu dilakukan dalam upaya pengembangan sektor pariwisata Kabupaten Karo. Hal ini yang membuat penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “Strategi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dalam Mengembangkan Daerah Tujuan Wisata di Kabupaten Karo”.
Universitas Sumatera Utara

1.2 Perumusan Permasalahan Berdasarkan dari latar belakang yang dikemukakan diatas, maka penulis menentukan
perumusan masalah sebagai berikut : “Bagaimana strategi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dalam mengembangkan objek wisata Taman Mejuah-juah, Bukit Gundaling, dan Desa Budaya Lingga di Kabupataen Karo ?”.
1.3 Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk menggambarkan strategi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dalam mengembangkan daerah tujuan wisata Kabupaten Karo.
2. Untuk mengidentifikasi lingkungan internal (kekuatan dan kelemahan) dan lingkungan eksternal (peluang dan ancaman) yang terjadi dalam strategi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dalam mengembangkan daerah tujuan wisata Kabupaten Karo.
1.4 Manfaat Penelitian Adapun manfaat penelitian yang hendak dicapai adalah :
1. Secara subjektif, penelitian ini merupakan usaha untuk meningkatkan kemampuan berpikir melalui penulisan karya ilmiah berdasarkan kajian-kajian teori dan aplikasi yang diperoleh dari Ilmu Administrasi Negara.
2. Secara praktis, khususnya aparatur pemerintah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo, penelitian ini bermanfaat sebagai bahan masukan/sumbangan pemikiran dalam mengelola sektor pariwisata untuk mengembangkan daerah tujuan wisata di Kabupaten Karo.
Universitas Sumatera Utara

3. Secara akademis, sebagai referensi bagi kepustakaan jurusan Ilmu Administrasi Negara.
1.5 Kerangka Teori Sebagai titik tolak atau landasan berfikir dalam menyoroti atau memecahkan masalah
perlu adanya pedoman teoritis yang dapat membantu. Landasan teori perlu ditegakkan agar penelitian mempunyai dasar yang kokoh dan bukan sekedar perbuatan coba – coba landasan teoritis. Menurut Hoy dan Miskel, teori adalah seperangkat konsep, asumsi dan generelisasi yang dapat digunakan untuk mengungkapkan dan menjelaskan perilaku dalam berbagai organisasi1.
Kerangka teori adalah bagian dari penelitian, tempat penelitian, tempat peneliti memberikan penjelasan tentang hal–hal yang berhubungan dengan variabel pokok, sub variabel atau pokok masalah yang ada dalam penelitian2. Untuk dapat menerangkan dan menjelaskan tentang strategi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dalam mengembangkan daerah tujuan wisata di Kabupaten Karo, maka penulis menggunakan kerangka teori sebagai berikut :
1.5.1 Manajemen Strategis 1.5.1.1 Pengertian Manajemen Strategi Manajemen Strategis berasal dari dua kata yakni manajemen dan strategi. Manajemen strategi merupakan sebuah ilmu yang pada akhir abad ke-20 menjadi sangat terkenal dan populer. Kesuksesan organisasi tidak terlepas dari kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan berbagai tuntutan perubahan. Perubahan yang terjadi akibat perkembangan zaman berimplikasi kepada munculnya kebutuhan untuk menyusun strategi yang tidak hanya berdasarkan pada perhitungan sederhana, kebijakan-kebijakan yang telah mapan, bahkan terhadap aturan-aturan                                                       
1 Sugiyono. 2005. Metode Penelitian Administrasi Negara. Bandung: Alfabeta, hal 25. 2 Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rhineka Cipta, hal 92.
Universitas Sumatera Utara

yang telah dibuat. Kajian manajemen strategi dalam konteks organisasi menjadi kebutuhan yang sangat penting. Bahkan organisasi mapan yang telah lama menjadi ikon dan memimpin para kompetitornya selama berpuluh tahun pun dapat secara cepat tertinggal akibat mengabaikan manajemen strategis. Pengabaian terhadap manajemen strategis dapat menyebabkan organisasi gagal dalam beradaptasi terhadap dinamika lingkungan, gagal mengantisipasi perkembangan jaman apalagi menciptakan perubahan.
Manajemen strategis menjadi bidang ilmu yang berkembang dengan cepat, muncul sebagai respon atas meningkatnya pergolakan lingkungan dan akibat semakin kompleksnya dinamika lingkungan organisasi. Bidang ilmu ini melihat pengelolaan organisasi secara menyeluruh dan berusaha menjawab tantangan perubahan lingkungan. Ciri khusus manajemen strategis adalah penekanan pada pengambilan keputusan strategis, keputusan strategis berhubungan dengan masa yang akan datang dalam jangka panjang untuk organisasi secara keseluruhan.
Manajemen strategis adalah suatu cara pengelolaan organisasi atau program yang dilakukan dengan memperhatikan lingkungan eksternal dan lingkungan internal dari organisasi atau program tersebut. Dalam manajemen strategis terdapat dua bagian yang saling berhubungan yaitu perencanaan strategis dan pelaksanaan pengelolaaan dari hasil perencanaan strategi tersebut3. Sedangkan menurut David dan Thomas, manajemen strategi adalah serangkaian keputusan dan tindakan manajerial yang menentukan kinerja organisasi dalam jangka panjang. Manajemen strategi meliputi pengamatan lingkungan, perumusan strategi (perencanaan strategi atau perencanaan jangka panjang), implementasi strategi, evaluasi dan pengendalian. Manajemen
                                                      
3 Triton PB. 2007. Manajemen Strategis. Yogyakarta: ANDI, hal 35.  
Universitas Sumatera Utara

strategi menekankan pada pengamatan dan evaluasi peluang dan ancaman lingkungan dengan melihat kekuatan dan kelemahan organisasi4.
a. Pengamatan Lingkungan Pengamatan lingkungan dilihat dari dua aspek yaitu analisis eksternal dan analisis
internal. Lingkungan eksternal terdiri dari variabel-variabel (peluang dan ancaman) yang berada diluar organisasi dan tidak secara khusus ada dalam pengendalian jangka pendek dari manjemen puncak. Variabel-variabel tersebut membentuk keadaan dalam organisasi dimana organisasi ini hidup. Lingkungan eksternal memiliki dua bagian yaitu lingkungan kerja dan lingkungan sosial. Lingkungan kerja terdiri dari elemen-elemen atau kelompok secara langsung berpengaruh atau dipengaruhi oleh operasi-operasi utama organisasi. Beberapa elemen tersebut adalah pemegang saham, pemerintah, pemasok, komunitas lokal, pesaing, pelanggan, kreditur, serikat buruh, kelompok kepentingan khusus, dan asosiasi perdagangan.
Sedangkan lingkungan sosial terdiri dari kekuatan umum, kekuatan ini tidak berhubungan langsung dengan aktivitas-aktivitas jangka pendek organisasi tetapi dapat dan sering mempengaruhi keputusan-keputusan jangka panjang. Lingkungan internal terdiri dari variabelvariabel (kekuatan dan kelemahan) yang ada di dalam organisasi tetapi biasanya tidak dalam pengendalian jangka pendek dari manajemen puncak. Variabel-variabel tersebut membentuk suasana dimana pekerjaan dilakukan. Variabel-variabel itu meliputi struktur, budaya, dan sumber daya organisasi. Struktur adalah bagaimana cara organisasi mengoperasikan suatu kegiatan yang berhubungan dengan komunikasi, wewenang, dan arus kerja. Budaya adalah pola keyakinan, pengharapan, dan nilai-nilai yang dibagikan oleh anggota organisasi. Sumber daya adalah asset yang merupakan bahan baku bagi produksi barang dan jasa organisasi. Aset itu meliputi keahlian                                                       
4 David, Hunger J dan Wheelen Thomas L. 2003. Manajemen Strategis. Yogyakarta: ANDI, hal 4. 
Universitas Sumatera Utara

orang, kemampuan, bakat manajerial seperti asset keuangan dan fasilitas organisasi dalam wilayah fungsional.
b. Perumusan Strategi Perumusan strategi adalah pengembangan rencana jangka panjang untuk manajemen
efektif dari kesempatan dan ancaman lingkungan, dilihat dari kekuatan dan kelemahan organisasi. Dalam mempermudah analisis isu lingkungan internal dan eksternal organisasi diperlukan analisis SWOT. Analisis SWOT adalah analisis yang memberikan gambaran mengenai kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang berpengaruh dalam organisasi. Dengan melakukan analisis ini akan memperoleh gambaran kearah mana organisasi akan dibawa dan hal-hal apa yang menjadi langkah-langkah untuk mencapai tujuan organisasi tersebut. Perumusan strategi meliputi visi dan misi organisasi, tujuan-tujuan yang ingin dicapai, pengembangan strategi dan penetapan pedoman kebijakan.
c. Implementasi Strategi Implementasi strategi adalah sebuah proses penerapan dari perumusan strategi ke objek
yang sebenarnya dilapangan. Implementasi strategi merupakan hal yang sangat penting dari sebuah strategi karena sebaik apapun organisasi merumuskan sebuah strategi yang akan dilaksanakan tetapi saat pelaksanaannya tidak dilakukan dengan baik pula maka perumusan strategi hanya sebuah rumusan strategi semata.
Universitas Sumatera Utara

d. Evaluasi dan Pengendalian Evaluasi dan pengendalian adalah proses penilaian akan efektivitas strategi yang telah
diterapka terhadap hasil yang diperoleh, apakah sesuai dengan apa yang diharapkan atau tidak. Apabila dari hasil evaluasi menunjukkan bahwa perumusan strategi dan implementasi strategi serta hasil yang diperoleh merupakan sebuah tujuan yang ingin dicapai telah sesuai maka strategi yang telah dirumuskan akan dilanjutkan. Namun, jika dalam hasil evaluasi dari kegiatan organisasi tidak menunjukkan hasil yang baik sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh organisasi maka organisasi akan meninjau kembali letak kesalahan dari strategi tersebut, apakah rumusan strategi yang bermasalah atau justru pada tahap implementasi yang salah. Data yang diperoleh dari hasil evaluasi tersebut akan digunakan sebagai analisis situasi program di masa mendatang.
Tiga jenis pengendalian yaitu : 1. Pengendalian strategis berhubungan dengan arah strategis dasar organisasi di dalam
hubunganya dengan lingkungan perusahaan. Pengendalian strategis memfokuskan pada organisasi sebagai satu keseluruhan dan menekankan pada pengukuran jangka panjang (satu tahun atau lebih). 2. Pengendalian taktis, sebaliknya berhubungan terutama dengan pelaksanaan perencanaan strategis. Pengendalian taktis menekankan pada implementasi berbagai program dan menggunakan pengukuran jangka menengah (dari enam bulan sampai setahun). 3. Pengendalian operasional berhubungan dengan berbagai aktivitas jangka pendek (hari ini sampai enam bulan ke depan) dan memfokuskan pada apa yang dapat dilakukan pada saat ini untuk dapat mencapai kesuksesan, baik dalam waktu dekat maupun dalam jangka panjang.
Universitas Sumatera Utara

Manajemen strategi dalam organisasi akan berkembang melalui empat tahap yang berurutan yaitu 5:
 Tahap 1. Perencanaan keuangan dasar : mencari pengendalian operasional yang lebih baik melalui pemenuhan anggaran.
 Tahap 2. Perencanaan berbasis peramalan : mencari perencanaan yang lebih efektif untuk pertumbuhan dengan mencoba meramalkan masa yang akan datang, melebihi dari tahun berikutnya.
 Tahap 3. Perencanaan berorentasi keluar (perencanaan strategi) : mencari cara untuk meningkatkan respon terhadap pasar dan persaingan dengan mencoba berpikir secara strategi.
 Tahap 4. Manajemen strategi : mencari cara untuk mengelola semua sumber daya guna mengembangkan keunggulan kompetitif dan membantu menciptakan kesuksesan di masa yang akan datang. Dengan demikian, manajemen strategi ini menitik beratkan pada kegiatan untuk
memantau dan mengevaluasi peluang dan kendala lingkungan , di samping memahami kekuatan dan kelemahan organisasi. Kegiatan pengamatan lingkungan, perumusan, implementasi dan evaluasi strategi merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan karena antara satu dengan yang lainnya memiliki keterkaitan yang kuat untuk mewujudkan tujuan organisasi.
1.5.1.2 Strategi Strategi adalah sebuah kosa kata yang pada mulanya berasal dari bahasa Yunani, yaitu ‘strategos’ yang berarti militer dan ‘ag’ yang artinya memimpin. Berdasarkan pemaknaan ini,                                                       
5 David, Hunger J dan Wheelen Thomas L. 2003. Manajemen Strategis. Yogyakarta: ANDI. 
Universitas Sumatera Utara

maka kata strategi pada awalnya bukan kosa kata disiplin ilmu manajemen, namun lebih dekat dengan bidang kemiliteran. Strategi adalah sekumpulan pilihan kritis untuk perencanaan dan penerapan serangkaian rencana tindakan dan alokasi sumber daya yang penting dalam mencapai tujuan dasar dan sasaran, dengan memperhatikan keunggulan kompetitif, komperatif dan sinergis yang ideal berkelanjutan sebagai arah, cakupan dan perspektif jangka panjang keseluruhan yang ideal dari individu atau organisasi6.
Secara khusus, strategi adalah penempaan misi organisasi, penetapan sasaran organisasi dengan mengingat kekuatan eksternal dan internal, perumusan kebijakan dan strategi tertentu untuk mencapai sasaran dan memastikan implementasinya secara tepat, sehingga tujuan dan sasaran utama organisasi akan tercapai. Berdasarkan defenisi di atas maka strategi organisasi adalah suatu kebijakan dasar organisasi dalam upaya pencapaian tujuan organisasi. Peranan yang dimainkan oleh strategi tersebut adalah sebagai penentu arah yang harus ditempuh oleh organisasi yang bersangkutan7. Selain itu strategi juga dapat disoroti sekurang-kurangnya dari dua perspektif yang berbeda yaitu :
1. Mengenai apa yang hendak dilakukan organisasi, disini strategi didefenisikan sebagai program yang luas untuk menentukan dan mencapai tujuan organisasi dan melaksanakan misi organisasi. Karena program mengacu pada peranan yang aktif, sadar dan rasional yang dimainkan oleh manajer dalam merumuskan strategi organisasi.
2. Mengenai masalah apa sesungguhnya yang dilakukan oleh sebuah organisasi, maksudnya bahwa strategi merupakan tanggapan organisasi yang dilakukan terhadap lingkungannya sepanjang waktu.
                                                       6 Triton PB. 2007. Manajemen Strategis. Yogyakarta: ANDI, hal 23.
  7 George A. Steiner dan John B. Miner. 1997. Kebijakan dan Strategi Manajemen. Jakarta: Erlangga, hal 18.
Universitas Sumatera Utara

Tahapan dalam penyusunan strategi terdiri dari enam tahapan yaitu 8: 1. Seleksi yang mendasar dan kritis terhadap permasalahan 2. Menetapkan tujuan dasar dan sasaran strategis 3. Menyusun perencanaan tindakan (action plan) 4. Menyusun rencana penyumberdayaan 5. Mempertimbangkan keunggulan 6. Mempertimbangkan keberlanjutan
Dengan memahami tahapan umum yang ada dalam penyusunan strategi, maka akan lebih mudah di dalam melakukan strategi itu sendiri.
1.5.1.3 Ciri-ciri dan Manfaat Strategi Hasil akhir dari strategi adalah sebuah rencana yang diberlakukan oleh pimpinan
sebuah organisasi yang mengacu kepada arah perjalanan sebuah organisasi dimasa yang akan datang. Sebuah strategi yang telah dirumuskan akan mengalami perubahan ketika sebuah organisasi akan mengalami perubahan lingkungan yang ada. Menurut Pardede ciri-ciri organisasi antara lain 9:
1. Mempengaruhi setiap tingkat manajemen. Keputusan dari rangkaian kegiatan strategi akan mempengaruhi setiap tingkat manajemen strategi mulai dari manajemen tertinggi hingga manajemen terendah dari organisasi.
                                                       8 Triton PB. 2007. Manajemen Strategis. Yogyakarta: ANDI.
  9 Pardede, Pontas M. 2011. Manajemen Strategik dan Kebijakan Perusahaan. Jakarta: Mitra Wacana Media.  
Universitas Sumatera Utara

Namun pemberlakuan dari strategi tersebut menjadi tanggungjawab seorang manajemen strategi tertinggi. 2. Menimbulkan pengaruh dalam jangka panjang. Pembuatan putusan-putusan strategi dapat dibuat dalam waktu yang lebih singkat, namun keputusan yang dibuat dalam waktu singkat tersebut akan berpengaruh terhadap jangka panjang dari aktivitas sebuah organisasi. 3. Berwawasan masa depan. Putusan strategi dimaksudkan untuk pedoman pelaksanaan kegiatan dimasa yang akan datang oleh karenanya putusan strategi didasari oleh sebuah analisis yang menyangkut masa yang akan datang seperti peluang, ancaman, kekuatan dan kelemahan dari organisasi. 4. Mempengaruhi seluruh bagian dari organisasi. Bagian dari organisasi merupakan sebuah sistem yang saling berhubungan antara satu dengan yang lain. maka ketika putusan-putusan strategi mempengaruhi satu bidang maka secara otomatis akan mempengaruhi bidang lainnya. Tentu besar kecilnya berpengaruh tergantung kepada seberapa besar tingkat keterikatan atau ketergantungan satu bidang dengan bidang lainnya. 5. Berwawasan terbuka. Setiap kegiatan yang terjadi dalam sebuah organisasi tentu saja selalu dipengaruhi oleh berbagai hal yang terdapat diluar organisasi. Oleh karenanya keputusan strategi itu harus berwawasan terbuka karena dapat mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungan luar organisasi. 6. Memberikan kerangka pengambilan putusan pada manajemen tingkat yang lebih rendah.
Universitas Sumatera Utara

Manajer tertinggi merupakan orang yang paling bertanggungjawab dalam berjalannya sebuah organisasi. Namun tidak jarang terjadi dalam pengambilan keputusan sehari-hari manajer tingkat yang lebih rendah harus membuat berbagai keputusan dalam kegiatannya. Oleh sebab itu, putusan strategi menjadi sebuah landasan kerangka berpikir dari manajer tingkat yang lebih rendah untuk mengambil sebuah keputusan sehingga tidak bertentangan dengan manajer tertinggi dan arah tujuan organisasi. 7. Membutuhkan sumber daya. Sebuah keputusan strategi akan memerlukan penambahan sumber daya yang relevan untuk mendukung dan menjalankan strategi tersebut.
Manfaat Strategi Sebuah strategi dibuat dalam sebuah organisasi tentu saja memiliki manfaat untuk
organisasi tersebut, baik itu menyangkut tentang bagaimana organisasi dapat berjalan, dapat berkembang menunjukkan pertumbuhan kearah yang positif, mampu bertahan bahkan mampu untuk menjadi sebuah sektor organisasi yang unggul dibandingkan organisasi lainnya. Oleh karena itu, Digantoro memberikan beberapa manfaat dari strategi di antaranya yaitu 10:
1. Sebagai sarana untuk mengkomunikasikan tujuan organisasi dan menentukan jalan yang mana yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan.
2. Untuk meningkatkan keuntungan organisasi walaupun kenaikan keuntungan organisasi bukan secara otomatis dengan menerapkan strategi.
3. Membantu mengidentifikasi, memprioritaskan dan mengeksploitasi peluang. 4. Menyiapkan pandangan terhadap manajemen problem.                                                       
10 Pardede, Pontas M. 2011. Manajemen Strategik dan Kebijakan Perusahaan. Jakarta: Mitra Wacana Media.  
Universitas Sumatera Utara

5. Menggambarkan framework untuk meningkatkan koordinasi dan kontrol terhadap aktivitas.
6. Meminimumkan pengaruh dan perubahan. 7. Memungkinkan keputusan utama untuk mendukung tujuan yang ditetapkan. 8. Memungkinkan alokasi waktu dan sumber daya yang efektif. 9. Membantu perilaku yang lebih terintegrasi.
1.5.1.4 Strategi Pengembangan Daerah Tujuan Pariwisata Dalam rangka mengembangkan sebuah destinasi pariwisata, seorang perencana harus memperhatikan dua lingkup pengembangan yang saling melengkapi, yaitu lingkup pengembangan spasial dan tingkatan pengembangan dari destinasi tersebut. Lingkup pengembangan spasial maksudnya adalah keharusan seorang perencana pengembangan destinasi untuk memahami dan memperhatikan latar belakang kontekstual atau lingkungan makro dari destinasi yang akan dikembangkan. Perhatian pada lingkungan makro tersebut sangat penting, hal ini disebabkan keseluruhan strategi pengembangan sebuah destinasi pada intinya tidak boleh terlepas dari kesesuaiannya dengan konfigurasi lingkungan makronya. Strategi pengembangan keseluruhan komponen destinasi seperti : thema dari daya tarik utama, pengembangan amenitas dan akomodasi, pengembangan fasilitas umum dan fasilitas pariwisata sampai dengan pengembangan masyarakat setempat sebagai tuan rumah harus sesuai dengan konteks lingkungan makronya. Suatu destinasi yang terletak pada wilayah pertanian atau perkebunan akan membutuhkan pengembangan : thema daya tarik wisata berbasis pada pertanian, pengembangan akomodasi yang bercirikan masyarakat pedesaan serta pengembangan
Universitas Sumatera Utara

masyarakat yang berbasis nilai budaya pertanian yang tentu saja sangat berbeda dengan strategi pengembangan destinasi yang berbasis lingkungan makro perindustian di perkotaan.
Sedangkan yang dimaksud dengan keharusan seorang perencana pengembangan destinasi pariwisata dalam memperhatikan strategi tingkatan pengembangan destinasi adalah suatu cara pandang atau perspective perencanaan pengembangan destinasi yang harus berpandangan secara holistic dan menyeluruh, mulai dari tingkatan strategi perencanaan makro dalam dimensi kerangka waktu jangka panjang yang akan memberikan arah, prinsip dan panduan-panduan pengembangan jangka panjang, kemudian ke lingkup perencanaan jangka menengah yang menetapkan misi-tujuan dan sasaran pengembangan destinasi dan pemosisian destinasi beserta program-program pengembangan dalam kerangka waktu menengah, sampai dengan lingkup perencanaan tingkat operasional yang meliputi: program – program aksi jangka pendek, termasuk business plan dan pengendaliannya yang harus dilakukan oleh organisasi atau lembaga yang diberi kewenangan untuk mengelola destinasi.
Menurut ‘Plog dan Pintana’ mendasarkan pada pola perilaku pilihan kunjungan wisatawan ke suatu destinasi wisata ada beberapa tipologi wisatawan sebagai berikut 11:
1. Allocentris yaitu kelompok wisatawan yang hanya ingin mengunjungi tempat-tempat yang belum diketahui, kunjungannya bersifat pertualangan, dan mau memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh masyarakat setempat.
2. Psycocentris yaitu kelompok wisatawan yang hanya ingin mengunjungi daerah tujuan wisata yang sudah mempunyai fasilitas dengan standar yang sama dengan di negaranya.
                                                      
11 Sunaryo, Drs.Bambang.M.Sc.MS. 2012. Kebijakan Pembangunan Destinasi Pariwisata :Konsep dan Aplikasinya di Indonesia. Jakarta: Gava Media, hal 17.
 
Universitas Sumatera Utara

3. Mid-centris yaitu kelompok wisatawan yang terletak diantara kedua tipologi perilaku Allocentris dan Psycocentris. Dalam proses pembangunan kepariwisataan, khususnya dalam perencanaan
pengembangan destinasi wisata, pemahaman mengenai tipologi wisatawan mendasarkan kepada perilaku pilihannya terhadap produk pariwisata yang akan dibeli dan jenis destinasi yang akan dikunjungi seperti telah diuraikan diatas, menjadi sangat perlu untuk dicermati dan khususnya sebagai bahan masukan informasi dan basis data yang sangat penting dalam rangka merencanakan produk kepariwisataan , sehingga produk wisata yang dihasilkan akan menjadi mudah untuk dipasarkan.
Utamanya pada sub system produk kepariwisataan, berbagai komponen yang sangat penting untuk diperhatikan dalam pengembangan destinasi pariwisata adalah sebagai berikut :
1. Atraksi dan Daya Tarik Wisata Atraksi dan daya tarik wisata dibagi atas 3 jenis sebagai berikut :  Daya tarik wisata alam adalah daya tarik wisata yang dikembangkan berbasis pada anugrah keindahan dan keunikan yang telah tersedia di alam seperti pantai, laut, danau, gunung, sungai, air terjun dan sebagainya.  Daya tarik wisata budaya adalah daya tarik yang yang dikembangkan berbasis pada hasil karya dan hasil cipta manusia, baik yang berupa peninggalan budaya maupun yang nilai budaya yang masih hidup dalam kehidupan di suatu masyarakat, seperti : upacara/ritual, adat-istiadat, seni pertunjukan , seni kriya, seni sastra, maupun seni rupa dan keunikan kehhidupan sehari-hari yang dimiliki oleh suatu masyarakat.  Daya tarik minat khusus adalah daya tarik wisata yang dikembangkan berbasis pada aktivitas untuk pemenuhan keinginan wisatawan secara spesifik, seperti :
Universitas Sumatera Utara

pengamatan satwa tertentu, memancing, berbelanja, kesehatan dan

Dokumen yang terkait

Pengaruh Kepribadian Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo

17 130 106

Implementasi Strategi Pengembangan Sektor Pariwisata Kabupaten Toba Samosir (Studi pada Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toba Samosir)

7 111 105

Strategi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dalam Mengembangkan Daerah Tujuan Wisata di Kabupaten Karo (Studi Pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo)

8 143 135

Strategi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dalam meningkatkan Pendapataan Asli Daerah Kabupaten Karo ( Studi kasus pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo)

49 261 153

Analisis Komunikasi Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemko Binjai

4 71 99

Peran Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Dalam Mempromosikan Pariwisata Di Kabupaten Tapanuli Tengah

9 82 64

Konsep Komunikasi Pembentukan Positioning Daerah Tujuan Wisata Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2009 (Studi di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB)

0 6 2

AKTIFITAS PUBLIC RELATIONS DALAM MEMPROMOSIKAN POTENSI PARIWISATA (Studi Pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Raja Ampat)

1 7 50

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Strategi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dalam Mengembangkan Daerah Tujuan Wisata di Kabupaten Karo (Studi Pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo)

1 1 41

Strategi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dalam Mengembangkan Daerah Tujuan Wisata di Kabupaten Karo (Studi Pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo)

0 0 12

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

76 1887 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 496 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 438 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

9 263 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 381 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 579 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

25 508 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

10 322 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 499 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 590 23