Pengaruh Struktur Organisasi Terhadap Produktivitas Kerja Pegawai (Studi pada Badan Kepegawaian Negara Kantor Regional VI Medan)

PENGARUH STRUKTUR ORGANISASI TERHADAP
PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI
(Studi pada Badan Kepegawaian Negara Kantor Regional VI Medan)
SKRIPSI
Diajukan Guna Memenuhi Salah Satu Syarat
Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Disusun oleh:

Lenta N. Pangaribuan
070903056

DEPARTEMEN ILMU ADAMINISTRASI NEGARA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAKSI

PENGARUH STRUKTUR ORGANISASI TERHADAP
PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI
(Studi pada Badan Kepegawaian Negara Kantor Regional VI Medan)
Nama
NIM
Departemen
Fakultas
Dosen Pembimbing

: Lenta N. Pangaribuan
: 07090356
: Ilmu Administrasi Negara
: Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
: Drs. Robinson Sembiring, M.Si

Produktivitas kerja pegawai adalah pegukuran hasil kerja yang diperoleh
pegawai selama ia bekerja dengan menggunakan disiplin kerja yang dimilikinya
sehingga tujuan organisasi dapat tercapai. Untuk mencapai produktivitas kerja
pegawai yang maksimal, maka struktur organisasi merupakan variabel penting sebab
konsep struktur organisasi mengacu pada cara yang bagaimana departemen atau unit
diatur di dalam suatu sistem, menggambarkan keterkaitan antara bagian- bagian, dan
cara pengaturan posisi di dalam organisasi.
Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah Seberapa Besar
Pengaruh Struktur Organisasi terhadap Produktivitas Kerja Pegawai di Badan
Kepegawaian Negara Kantor Regional VI Medan Sumatera Utara. Tujuan penelitian
ini adalah untuk mengetahui struktur organisasi pada BKN Kanreg VI Medan, untuk
mengetahui produktivitas kerja pegawai di BKN Kanreg VI Medan, dan untuk
mengetahui pengaruh dari Struktur Organisasi terhadap Produktivitas Kerja Pegawai.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif
dengan menggunakan teknik analisa Korelasi Product Moment, Uji Signifikan, dan
Koefisien Determinan. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai di BKN Kanreg VI
Medan yaitu 130 orang dan yang menjadi sampel adalah 46 orang yaitu 35% dari
jumlah populasi. Dan untuk teknik pengumpulan data dilakukan melalui keuseioner
dan observasi.
Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa struktur organisasi di BKN
Kanreg VI Medan baik didasarkan pada indikator koordinasi, spesialisasi kerja, dan
rentang pengawasan. Kondisi produktivitas kerja berdasarkan indikator disiplin,
kemampuan, ketepatan penugasan, dan juga satuan kerja yang dihasilkan cenderung
baik. Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara struktur organisasi
terhadap produktivitas kerja pegawai. Dan pengaruhnya berada pada kategori “baik”
terbukti dari hasil perhitungan Koefisien Korelasi Product Moment sebesar 0,66 yang
nilainya lebih besar dari r tabel sebesar 0,291 untuk n=46, pada taraf signifikan 5%.
Dengan demikian t-hitung > t-tabel (3,691 > 2,000) dan berarti bahwa koefisien
korelasi signifikan dan hipotesa penelitian dapat diterima. Selanjutnya dengan
perhitungan koefisien determinan diperoleh hasil sebesar 43,56% yang berarti bahwa
tingginya produktivitas kerja pegawai pad BKN Kanreg VI Medan dipengaruhi oleh
struktur organisasi sebesar 43,56% sedangkan selebihnya sebesar 56,44% dipengaruhi
oleh faktor-faktor di luar cakupan penelitian.

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR
Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam
kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan
ajaib; ajaib apa yang Kau buat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. (Mazmur
139: 13 – 14). Sembah serta syukur penulis panjatkan kehadirat Yesus Kristus untuk
segala penyertaan, bentukan, dan penguatan yang dianugerahkan-Nya sehingga
penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini sebagai salah satu syarat dalam
memperoleh gelar Sarjana Sosial (S.Sos) dalam Ilmu Administrasi Negara Fakultas
Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara. Judul skripsi ini adalah
“Pengaruh Struktur Organisasi terhadap Produktivitas Kerja Pegawai (Studi pada
Badan Kepegawaian Negara Kantor Regional VI Medan)”.
Dan terima kasih penulis sampaikan kepada setiap pihak yang memberikan
bantuan serta bimbingan dalam pengerjaan skripsi ini. Oleh karena itu, pada
kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:
1. Orang tua saya Bapak B. Pangaribuan dan Ibunda L. Panjaitan untuk setiap
motivasi dan dukungan, serta dana yang tetap diberikan. Terima kasih untuk
setiap berkat dan kasih Bapak dan Ibu yang membuatku tetap kuat, semoga
Bapak dan Ibu diberikan umur yang panjang untuk melihat setiap hasil dari
jerih lelah yang dikerjakan selama ini. Dan juga Abang/ Kakak/ Adekku yang
memberikan dukungan dan mengingatkanku akan tujuan hidupku.
2. Bapak Drs. Robinson Sembiring M.Si selaku Dosen Pembimbing yang telah
memberikan tenaga, waktu, pikiran serta pemahaman dalam mengarahkan
penulis dengan sabar hingga selesainya penulisan skripsi ini.

Universitas Sumatera Utara

3. Bapak Drs. H.M. Husni Thamrin Nasution, M.Si selaku Ketua Departemen
Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universita
Sumatera Utara.
4. Bapak Prof. Dr. Badaruddin, M.Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
Poltik Universitas Sumatera Utara.
5. Kepada seluruh Dosen dan Staf pengajar pada Departemen Ilmu administrasi
Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara
yang telah memberikan pengajaran, ilmu dan pengetahuan kepada saya.
Kepada Kak Mega dan Kak Dian yang membantu saya dalam pengurusan
segala Administrasi.
6. Kepada Kepala Bagian Umum Dra. Ida Widayani, Kepala Sub Bagian
Kepegawaian Yasrul Hafli Pasaribu, S.Sos, Kak Dewi, Pak Simanjorang yang
tetap mengarahkan saya selama penelitian di BKN Kanreg VI dan seluruh
pegawai BKN yang dengan senang hati membantu saya, dan juga anak-anak
PKL yang menemani saya selama penelitian. Sehingga saya merasa nyaman
selama penelitian berlangsung.
7. Kepada erma, yang selama 4 tahun menemani saya baik dalam suka maupun
duka, dan yang tetap setia mendengarkan setiap keluh kesahku. Trimakasih
buat persahabatan kita, engkau yang selalu mengajarkanku untuk tetap terbuka
dan menyadari masih ada orang yang setia mendengarkanku dan mengasihiku..
8. Kepada PKK dan satu KTBku WWJD & Advokatif (K’Frida, B’Roy, K’Decy,
B’Abed, Erma, Lora, Roma) terimaksih untuk setiap kasih kalian dan
dukungan doa untuk saya semakin bertumbuh dalam Tuhan dan KTB B2B
(Vina, Jesi, dan Eva) terimaksih telah menerima kami dalam keluarga B2B,

Universitas Sumatera Utara

semoga kita nantinya menjadi alumni yang berkualitas dan berdampak di
dalam pengerjaan visi pribadi kita. Sukses ya dalam magangnya..
9. Kepada Adek KK ku Deo Gratias (Bernad, Sabam, Lona dan Atika) untuk
setiap dukungan doa dan kebersamaan yang kita jalin, semoga kalian menjadi
orang-orang yang tetap berintegritas.
10. Kepada TPP’ 10 dan TPP’11 (K’ ncy, B’ Aroz, K’ Hana, K’ Butet, Dony,
Dodi, Erma, Raskel, Senty, Meri, Tiara, Siska, Mian, Mercy, Rina, Damai,
Arnold, Rebeka dan satu bagianku Sarah) dan juga Komponen Pelayanan
UKM KMK USU UP PEMA FISIP yang tetap menjadi keluarga bagi saya.
Terimakasih buat Tiara yang selalu menyemangati saya, menguatkanku di saat
ku jatuh bahkan bersedia mendengarkan setiap keluhan saya dalam pengerjaan
skripsi ini. Dan untuk setiap waktumu dalam mengantar saya ke tempat
penelitian saya. Dan juga Robetmi, yang selalu setia menyemangati saya..
smangat ya dalam kuliahnya..
11. Terimakasih buat teman-teman magangku di Mata Pao (Wilfried, Marya,
There, Erma, Dedi, Paul, Adrey, Sanggita) aku sangat menikmati kalian di saat
kita bersama dulu.
12. Buat teman-temanku dari Ilmu Administrasi Negara stambuk’07 untuk setiap
kebersamaan kita, dan tidak terasa kita akan berpisah dari kampus kita tercinta.
13. Buat teman-teman satu kosku Bapak dan Ibu Kos yang setia berdoa buat saya,
Niko dan Hanna yang kadang buat kesal dan juga tertawa, Rista, Lina, Tia
yang selalu bisa untuk saya berbagi. Buat Lia tetap semangat ya dalam
mengerjakan skripsinya, pasti bisa.

Universitas Sumatera Utara

14. Buat semua pihak yang terlibat dalam penulisan skripsi ini, namun tidak
disebutkan, terima kasih banyak.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih terdapat
kekurangan dan kesalahan, dengan tangan terbuka penulis menerima saran dan
kritik yang membangun untuk perbaikan dan kesempurnaan skripsi ini. Akhir kata
penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada setiap pihak yang
terlibat dalam pengerjaan skripsi ini.

Medan, Agustus 2011
Penulis

Lenta N. Pangaribuan

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................................. i
DAFTAR ISI .......................................................................................................................... v
DAFTAR TABEL.................................................................................................................. ix
ABSTRAKSI .......................................................................................................................... x
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................................... 1
I.1. Latar Belakang ................................................................................................................... 1
I.2. Perumusan Masalah ........................................................................................................... 5
I.3. Tujuan Penelitian ............................................................................................................... 6
I.4. Manfaat Penelitian ............................................................................................................. 7
I.5. Kerangka Teori .................................................................................................................. 8
I.5.1 Struktur Organisasi ................................................................................................... 8
I.5.1.1 Pengertian Organisasi .................................................................................... 8
I.5.1.2 Pengertian Struktur Organisasi ...................................................................... 9
I.5.1.3 Prinsip- Prinsip Struktur Organisasi ............................................................. 13
I.5.1.5 Bentuk Struktur Organisasi .......................................................................... 14
I.5.2 Produktivitas Kerja ................................................................................................. 19

Universitas Sumatera Utara

I.5.2.1 Pengertian Produktivitas Kerja .................................................................... 19
I.5.2.2 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas ........................................ 21
I.5.3 Hubungan Struktur Organisasi dengan Produktivitas Kerja ..................................... 27
I.6. Hipotesis .......................................................................................................................... 30
I.7. Defenisi Konsep ............................................................................................................... 30
I.8. Defenisi Operasional ........................................................................................................ 31
I.9. Sistematika Penulisan....................................................................................................... 32
BAB II METODE PENELITIAN ........................................................................................ 33
II.1. Bentuk Penelitian ............................................................................................................ 33
II.2. Lokasi Penelitian ............................................................................................................ 34
II.3 Populasi dan Sampel ........................................................................................................ 34
II.3.1 Populasi ........................................................................................................... 34
II.3.2 Sampel ............................................................................................................. 34
II.4 Teknik Pengumpulan Data ............................................................................................... 35
II.5. Teknik Penentuan Skor ................................................................................................... 36
II.6. Teknik Analisis Data ...................................................................................................... 37
BAB III DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN ................................................................... 40
III.1. Sejarah BKN KANREG VI MEDAN ............................................................................ 40

Universitas Sumatera Utara

III.2 Visi dan Misi .................................................................................................................. 41
III.2.1 Visi ............................................................................................................... 41
III.2.2 Misi .............................................................................................................. 41
III.3 Fungsi dan Tugas Pokok BKN ........................................................................................ 42
III.3.1 Fungsi ........................................................................................................... 42
III.3.2 Tugas Pokok ................................................................................................. 43
III.4 Struktur Organisasi ......................................................................................................... 43
III.5 Tugas Pokok dan Fungsi setiap Bagian ........................................................................... 45
BAB IV PENYAJIAN DATA .............................................................................................. 50
IV.1 Identitas Responden ....................................................................................................... 50
IV.2 Variabel X (Struktur Organisasi) .................................................................................... 54
IV.3 Variabel Y (Produktivitas Kerja) .................................................................................... 69
BAB V ANALISA DATA ..................................................................................................... 79
V.1 Struktur Organisasi .......................................................................................................... 79
V.2 Produktivitas Kerja .......................................................................................................... 81
V.3 Koefisien Korelasi Product Moment ................................................................................ 81
V.4 Interpretasi Korelasi ........................................................................................................ 86
V.5 Uji Signifikan .................................................................................................................. 87

Universitas Sumatera Utara

V.6 Koefisien Determinan ...................................................................................................... 89
BAB VI PENUTUP .............................................................................................................. 90
VI.1 Kesimpulan .................................................................................................................... 91
VI.2 Saran .............................................................................................................................. 92
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL
Tabel 1

Menentukan Jawaban Responden Melalui Teknik Pennentuan Skor...........................

Tabel 2

Pedoman Untuk Memberikan Interpretasi Koefisien Korelasi ......................................

Tabel 3

Distribusi Pegawai Berdasarkan Jabatan Struktural Organisasi Badan
Kepegawian Negara Kantor Regional VI .....................................................................

Tabel 4

Data Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ................................................................

Tabel 5

Data Responden Berdasarkan Usia

Tabel 6

Data Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan ........................................................

Tabel 7

Data Responden Berdasarkan Golongan/Pangkat ..........................................................

Tabel 8

Data Responden Berdasarkan Masa Kerja .....................................................................

Tabel 9

Distribusi Jawaban Responden Tentang Koordinasi Antar Bagian yang
Berbeda .......................................................................................................................

Tabel 10 Distribusi Jawaban Responden Tentang Kerjasama Antar Bagian yang
Berbeda .......................................................................................................................
Tabel11

Distribusi Jawaban Responden Tentang Keseluruhan Aktivitas Dari
Bagian/Unit Organisasi ................................................................................................

Tabel 12 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Pembagian Kerja ...........................................
Tabel 13 Distribusi Jawaban Responden Tentang Pembagian Tugas atau Beban Kerja ................
Tabel 14 Distribusi Jawaban Responden Tentang Pembagian Kerja di BKN Medan ....................

Universitas Sumatera Utara

Tabel 15 Distribusi Jawaban Responden Tentang Pekerjaan yang Dilakukan...............................
Tabel 16 Distribusi Jawaban Responden Tentang Deskripsi Pekerjaan ........................................
Tabel 17 Distribusi Jawaban Responden Pemahaman Secara Spesifik Tentang
pekerjaan .....................................................................................................................
Tabel 18 Distribusi Jawaban Responden Tentang Hierarki Jabatan di BKN .................................
Tabel 19

Distribusi Jawaban Responden Tentang Koordinasi dengan Atasan
Sebelum Memulai Pekerjaan ........................................................................................

Tabel 20 Distribusi Jawaban Responden Tentang Jumlah Bawahan ............................................
Tabel 21 Distribusi Jawaban Responden Tentang Kemaksimalan dalam Mengawasi ...................
Tabel 22 Distribusi Jawaban Responden Tentang Jumlah Atasan Langsung ................................
Tabel 23 Distribusi Jawaban Responden Tentang Pengawasan Yang Dilakukan Oleh
Atasan..........................................................................................................................
Tabel 24 Distribusi Jawaban Responden Tentang Pengkomunikasian Setiap
Kebijakan yang Diambil Menyangkut Pekerjaan ..........................................................
Tabel 25 Distribusi Jawaban Responden Tentang Kepatuhan Terhadap Peraturan .......................
Tabel 26 Distribusi Jawaban Responden Tentang Datang dan Pulang Tepat Waktu
Dalam Bekerja .............................................................................................................
Tabel 27 Distribusi Jawaban Responden Tentang Mangkir dalam Bekerja ...................................
Tabel 28 Distribusi Jawaban Responden Tentang Pencapaian Hasil yang Diharapkan ................

Universitas Sumatera Utara

Tabel 29

Distribusi Jawaban Responden Tentang Kemampuan dalam Mengerjakan
Pekerjaan .....................................................................................................................

Tabel 30

Distribusi Jawaban Responden Tentang Pekerjaan Yang Diselesaikan
Tanpa Bantuan Orang Lain ..........................................................................................

Tabel 31 Distribusi Jawaban Responden Tentang Kemampuan yang dimiliki untuk
menyelesaikan pekerjaan .............................................................................................
Tabel 32 Distribusi Jawaban Responden Tentang Memahami Pekerjaan......................................
Tabel 33 Distribusi Jawaban Responden Tentang Kemampuan dalam Menyelesaikan
Persoalan dalam Pekerjaan ...........................................................................................
Tabel 34 Distribusi Jawaban Responden Tentang Ide dalam Bekerja ..........................................
Tabel 35

Distribusi Jawaban Responden Tentang Memperbaiki Hasil Kerja secara
Kuantitas Maupun Kualitas .........................................................................................

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAKSI

PENGARUH STRUKTUR ORGANISASI TERHADAP
PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI
(Studi pada Badan Kepegawaian Negara Kantor Regional VI Medan)
Nama
NIM
Departemen
Fakultas
Dosen Pembimbing

: Lenta N. Pangaribuan
: 07090356
: Ilmu Administrasi Negara
: Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
: Drs. Robinson Sembiring, M.Si

Produktivitas kerja pegawai adalah pegukuran hasil kerja yang diperoleh
pegawai selama ia bekerja dengan menggunakan disiplin kerja yang dimilikinya
sehingga tujuan organisasi dapat tercapai. Untuk mencapai produktivitas kerja
pegawai yang maksimal, maka struktur organisasi merupakan variabel penting sebab
konsep struktur organisasi mengacu pada cara yang bagaimana departemen atau unit
diatur di dalam suatu sistem, menggambarkan keterkaitan antara bagian- bagian, dan
cara pengaturan posisi di dalam organisasi.
Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah Seberapa Besar
Pengaruh Struktur Organisasi terhadap Produktivitas Kerja Pegawai di Badan
Kepegawaian Negara Kantor Regional VI Medan Sumatera Utara. Tujuan penelitian
ini adalah untuk mengetahui struktur organisasi pada BKN Kanreg VI Medan, untuk
mengetahui produktivitas kerja pegawai di BKN Kanreg VI Medan, dan untuk
mengetahui pengaruh dari Struktur Organisasi terhadap Produktivitas Kerja Pegawai.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif
dengan menggunakan teknik analisa Korelasi Product Moment, Uji Signifikan, dan
Koefisien Determinan. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai di BKN Kanreg VI
Medan yaitu 130 orang dan yang menjadi sampel adalah 46 orang yaitu 35% dari
jumlah populasi. Dan untuk teknik pengumpulan data dilakukan melalui keuseioner
dan observasi.
Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa struktur organisasi di BKN
Kanreg VI Medan baik didasarkan pada indikator koordinasi, spesialisasi kerja, dan
rentang pengawasan. Kondisi produktivitas kerja berdasarkan indikator disiplin,
kemampuan, ketepatan penugasan, dan juga satuan kerja yang dihasilkan cenderung
baik. Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara struktur organisasi
terhadap produktivitas kerja pegawai. Dan pengaruhnya berada pada kategori “baik”
terbukti dari hasil perhitungan Koefisien Korelasi Product Moment sebesar 0,66 yang
nilainya lebih besar dari r tabel sebesar 0,291 untuk n=46, pada taraf signifikan 5%.
Dengan demikian t-hitung > t-tabel (3,691 > 2,000) dan berarti bahwa koefisien
korelasi signifikan dan hipotesa penelitian dapat diterima. Selanjutnya dengan
perhitungan koefisien determinan diperoleh hasil sebesar 43,56% yang berarti bahwa
tingginya produktivitas kerja pegawai pad BKN Kanreg VI Medan dipengaruhi oleh
struktur organisasi sebesar 43,56% sedangkan selebihnya sebesar 56,44% dipengaruhi
oleh faktor-faktor di luar cakupan penelitian.

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang Masalah
Organisasi pemerintah dibentuk untuk mencapai tujuan bersama, yaitu:
melindungi kepentingan masyarakat, melayani kebutuhan masyarakat, dan pada
akhirnya tujuan yang paling utama adalah mewujudkan kesejahteraan dan keadilan
bagi masyarakat. Agar dapat mencapai tujuan organisasi pemerintah tersebut, maka
organisasi pemerintah perlu dikelola dengan efektif. 1 Organisasi publik dikatakan
efektif apabila dalam realita pelaksanaannya birokrasi dapat berfungsi melayani sesuai
dengan kebutuhan msyarakat (client), artinya tidak ada hambatan (sekat) yang terjadi
dalam pelayanan tersebut, cepat dan tepat dalam memberikan pelayanan, serta mampu
memecahkan fenomena yang menonjol akibat adanya perubahan sosial (faktor
eksternal) yang sangat cepat dan dari faktor internal. 2
Agar organisasi dapat menjadi instrumen yang efektif dalam mewujudkan
tujuan bersama, berbagai macam teori tentang organisasi disampaikan oleh para ahli.
Salah satunya yang dikemukakan oleh Max Weber

“Tipe Ideal Birokrasi”.

Organisasi yang efektif adalah organisasi yang memiliki struktur ideal dengan ciriciri: adanya pembagian kerja, adanya hierarki kewenangan

yang

jelas, adanya

prosedur seleksi formal, adanya peraturan yang rinci¸ dan adanya hubungan kerja
yang bersifat impersonal. 3
Karena sebenarnya organisasi publik bukanlah suatu sistem yang statis.
Organisasi akan terus mengalami perubahan karena unsur-unsur yang membentuk
1

Mifftah Thoha. Birokrasi Pemerintah Indonesia di Era Reformasi. 2008. Jakarta: Kencana, Hal, 36
Hessel Nogi S. Tangkilisan. Manajemen Publik. 2005. Jakarta: Grasindo hal 65
3
Mifftah Thoha. Birokrasi Pemerintah Indonesia di Era Reformasi. 2008. Jakarta: Kencana, Hal, 36

2

Universitas Sumatera Utara

organisasi tersebut juga ikut mengalami perubahan. Dalam konteks organisasi publik,
perubahan eksternal yang saat ini direspon adalah tuntutan akan demokratisasi,
transparansi, dan akuntabilitas pemerintah dalam penyelenggaraan pelayanan publik.
Untuk merespons tuntutan tersebut maka organisasi pemerintah harus melakukan
reformasi internal yang menyangkut: penyesuaian visi dan misi, menyesuaikan
struktur, dan kapasitas SDM. Sesuai dengan prinsip penataan organisasi, setelah visi
dan misi dirumuskan tugas berikutnya adalah membagi berbagai tugas untuk dapat
mencapai visi dan misi tersebut dalam unit-unit organisasi yang sudah ada (Dinas,
Badan, dan Kantor) sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (TUPOKSI) unit-unit
organisasi tersebut.
Dalam pembagian tugas untuk mewujudkan visi dan misi ini dapat diikuti tiga
prinsip, yaitu: Pertama, berbagai tugas harus terdistribusi habis ke dalam unit-unit
organisasi yang sudah ada (Dinas, Badan, dan Kantor); Kedua, untuk keperluan
efisiensi beberapa unit organisasi yang sudah ada dapat digabungkan (merger);
Ketiga, membentuk unit-unit baru apabila ada tugas-tugas baru yang harus dilakukan
sebagai upaya memenuhi tuntutan masyarakat yang tidak mungkin dilakukan oleh
unit-unit yang sudah ada 4.
Demikian juga dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebagai salah satu
badan yang tidak hanya berfungsi mendata PNS secara administratif, tetapi juga
mengembangkan kompetensi PNS secara lebih memadai untuk mendukung tugastugas pembangunan, penyelenggaraan pemerintah, dan pelayanan publik. Dimana
Keberadaan BKN diperkuat semenjak UU No. 43 Tahun 1999 tentang Pokok-Pokok
Kepegawaian ditetapkan menggantikan UU No. 8 Tahun 1974 yang mengatur hal
4

Miftah Thoha. Birokrasi Pemerintah Indonesia di Era Reformasi.2008.Jakarta: Kencana. Hal, 37-38

Universitas Sumatera Utara

yang sama. Di dalam Pasal 34 (1) UU No. 43 Tahun 1999 secara eksplisit dijelaskan
bahwa untuk menjamin kelancaran penyelenggaraan kebijakan manajemen PNS, maka
dibentuklah Badan Kepegawaian Negara. Lebih lanjut dalam ayat (2) dijelaskan
bahwa badan ini bertugas menyelenggarakan manjemen PNS yang mencakup
perencaaan, pengembangan kualitas sumber daya PNS dan administrasi kepegawaian,
pengawasan dan pengendalian, penyelenggaraan dan pemeliharaan informasi
kepegawaian, mendukung perumusan kebijakan kesejahteraan PNS, seta memberikan
bimbingan teknis kepada unit organisasi yang menangani kepegawaian pada instansi
pemerintah pusat dan daerah. 5
Dan pada saat ini, Kanreg VI BKN Medan mempunyai beban lebih kurang 400
ribu pegawai untuk dilayani. Dengan terlayaninya pegawai secara baik, pegawai
tersebut dapat dengan tenang lebih fokus terhadap pekerjaannya. Untuk mewujudkan
hal tersebut, sangat tergantung pada kinerja Kanreg VI BKN Medan. Karena sebagai
instansi yang bertanggungjawab terhadap kepegawaian, harus melahirkan karya-karya
nyata sesuai dengan kapasitas Kanreg VI Medan.
Untuk mewujudkan harapan tersebut, harus dimulai dengan adanya sinergitas
konstruktif antara BKN serta BKD/BKPP. Untuk itu, Kanreg VI BKN Medan segera
menyelesaikan program-program BKN agar visi dan misi BKN dapat terlaksana,
untuk mengukur keberhasilan dalam melaksanakan tupoksinya, sedikitnya berkaitan
dengan 5 (lima) kategori penilaian mampu melaksanakan. Pertama, mampu
melaksanakan visi, misi, tugas pokok, fungsi dan kewenangannya dengan sebaikbaiknya. Kedua, senantiasa mampu meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan
publik. Ketiga, mampu meningkatkan efisisensi dan efektivitas pengelolaan dana,
5

Miftah Thoha. Manajemen Kegewaian Sipil di Indonesia. 2005. Jakarta: Kencana hal 14

Universitas Sumatera Utara

peralatan dan kelengkapan kerja serta berbagai daya lainnya. Keempat, berhasil
membangun budaya malu dan bersih, sehingga tercegah tindak KKN di lingkungan
kerja. Kelima, mampu mengembangkan budaya kompetitif pada era global yang keras
dan penuh persaingan, seperti kreativitas, produktivitas tinggi dan profesionalisme
yang matang, disertai peningkatan daya saing individual. 6
Dan untuk mencapai tujuan tersebut, BKN harus mampu mengatasi
permasalahan sekarang yang rata-rata dihadapi oleh birokrasi pemerintah seperti
kelembagaan birokrasi pemerintah yang besar dan didukung oleh sumber daya
aparatur yang kurang professional; mekanisme kerja yang sentralistik masih mewarnai
kinerja birokrasi pemerintah; kontrol terhadap birokrasi pemerintah masih dilakukan
oleh pemerintah, untuk pemerintah, dan dari pemerintah; patronklien (KKN) dalam
birokrasi pemerintah merupakan halangan terhadap upaya mewujudkan meriokrasi
dalam birokrasi; tidak jelas dan bahkan cenderung tidak ada “sense of accountability”
baik secara kelembagaan maupun individual; jabatan birokrasi yang hanya
menampung jabatan struktural dan pengisiannya sering kali tidak berdasarkan
kompetensi yang dibutuhkan; penataan sumber daya aparatur tidak disesuaikan
dengan kebuutuhan dan penataan kelembagaan birokrasi. 7
Karena jelas hal ini akan mempengaruhi produktivitas kerja pegawai
sebagai faktor penting yang memerlukan pendayagunaan secara efektif. Karena
pegawai memiliki posisi sangat strategis dalam organisasi, artinya unsur manusia
memegang peranan penting dalam melakukan aktivitas karena efektivitas
organisasi ditentukan oleh pencapaian tujuan organisasi. Untuk mencapai

6
7

www.(bkn.go.id)
Miftah Thoha. Manajemen Kegewaian Sipil di Indonesia. 2005. Jakarta: Kencana hal 3-4

Universitas Sumatera Utara

produktivitas kerja pegawai yang maksimal, maka struktur organisasi merupakan
variabel penting sebab konsep struktur organisasi mengacu pada cara yang
bagaimana departemen atau unit diatur di dalam suatu sistem, menggambarkan
keterkaitan antara bagian- bagian, dan cara pengaturan posisi di dalam organisasi.
Untuk itu struktur organisasi mutlak harus dibuat dan diinformasikan secara
jelas kepada semua pegawai, karena dengan struktur organisasi inilah dapat diketahui
garis wewenang/tanggung jawab, membantu menjelaskan arti dan status dari
bermacam- macam unit organisasi serta memperbaiki hubungan yang ada.
Berdasarkan uraian di atas, maka penulis tertarik dalam melakukan penelitian tentang:
“PENGARUH STRUKTUR ORGANISASI TERHADAP PRODUKTIVITAS
KERJA PEGAWAI DI BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA PROVINSI
SUMATERA UTARA ”.

I.2 Perumusan Masalah
Perumusan masalah sangat penting agar diketahui arah jalannya suatu
penelitian dan untuk lebih memudahkan penelitian nantinya. Hal ini senada dengan
pendapat agar penelitian dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya maka penulis
merumuskan masalahnya sehingga jelas dari mana harus memulai, kemana harus pergi
dan dengan apa” 8
Berangkat dari uraian di atas maka penulis dalam melakukan penelitian ini
merumuskan masalah sebagai berikut:“Seberapa Besar Pengaruh Struktur Organisasi

8

Arikunto, Suharsimi. 2001. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta hal,
17

Universitas Sumatera Utara

terhadap Produktivitas Kerja Pegawai di Badan Kepegawaian Negara Kantor Regional
VI Medan?”

I.3 Tujuan Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui struktur organisasi pada Badan Kepegawaian Negara
Kantor Regional VI Medan
2. Untuk mengetahui produktivitas kerja pegawai pada Badan Kepegawaian
Negara Kantor Regional VI Medan
3. Untuk mengetahui pengaruh struktur organisasi terhadap produktivitas kerja
pegawai pada Badan Kepegawaian Negara Kantor Regional VI Medan.

I.4 Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah :
1.

Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi kalangan mahasiswa Ilmu
Administrasi umumnya dan Ilmu Administrasi Negara khususnya.

2.

Penelitian ini juga diharapakan dapat memberikan kontribusi bagi Fakultas
Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dalam menambah kajian maupun sebagai
referensi bagi mahasiswa yang tertarik terhadap penelitian ini.

3.

Untuk penulis, penelitian ini merupakaan wahana dalam mengembangkan
pengetahuan dan wawasan dalam meningkatkan kemapuan berfikir melalui
karya ilmiah. Selain itu juga untuk mencoba menetapkan berbagai teori yang
didapat di bangku perkuliahan.

Universitas Sumatera Utara

4.

Secara praktis diharapkan berguna bagi Badan Kepegawaian Negara Kantor
Regional VI Medan dalam meningkatkan produktivitas kerja pegawai.

I.5 Kerangka Teori
Sebagai titik tolak atau landasan befikir dalam menyoroti atau
memecahkan permasalahan perlu adanya pedoman teoritis yang dapat membantu.
Untuk itu perlu disusun kerangka teori yang memmuat pokok-pokok pikiran yang
menggambarkan dari sudut mana masalah tersebut disoroti. Selanjutnya teori
merupakan serangkaian asumsi, konsep, konstruksi, defenisi, dan proposisi untuk
menerangkan suatu fenomena sosial secara sistematis dengan cara merumuskan
hubungan antar konsep. 9 Oleh karena itu, untuk memudahkan penelitian
diperlukan pedoman berpikir yaitu kerangka teori. Dalam penelitian ini yang
menjadi kerangka teorinya adalah:

I.5.1 Struktur Organisasi
I.5.1.1 Pengertian Organisasi
Stephen P. Robbins mendefenisikan organisasi sebagai suatu kesatuan
(entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar dengan sebuah batasan yang
relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus
untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan. Oleh karena itu
organisasi adalah suatu unit yang terdiri dari orang atau kelompok orang
berinteraksi satu sama lain.
9

Singarimbun. Masri dan Sofian Effendy. 1995. Metode Penelitian Survey. Jakarta: LP3ES hal, 37

Universitas Sumatera Utara

Menurut John Pfiffner & S. Owen Lane organisasi adalah proses
penggabungan pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh orang-orang, atau
kelompok-kelompok dengan kekuasaan yang diperlukan untuk pelaksanaan itu,
sehingga kewajiban yang dilaksanakan demikian itu memberikan saluran-saluran
yang terbaik bagi penyelenggaraan usaha yang efisien, teratur, positif dan
dikoordinasikan 10. Lebih lanjut Cushway dan Lodge menyatakan bahwa setiap
organisasi bersifat dinamis dan akan dipengaruhi sedikit banyak oleh perubahanperubahan yang terjadi di lingkungan luar. Umpama, perubahan ekonomi akan
mempengaruhi kinerja bisnis dan perubahan di dalam perundang-undangan akan
mempunyai dampak pada cara organisasi melakukan kegiatannya.
Oleh karena itu setiap organisasi baik publik maupun swasta selalu
memperhatikan dan menyesuaikan organisasinya dengan perubahan-perubahan
lingkungan. Analisis terhadap organisasi menurut Cushway harus dilakukan secara
menyeluruh dengan memperhatikan berbagai macam unsur baik unsur struktur,
proses/ mekanisme maupun orang-orang yang terlibat di dalamnya. Artinya,
perhatian jangan hanya dipusatkan pada struktur organisasi saja, akan tetapi juga
pada kepentingan orang-orang yang ada di dalam organisasi. Struktur yang baik
tidak akan meningkatkakn efisiensi dan efektivitas jika para pegawainya tidak
dimotivasi. Demikian juga para pegawai yang memiliki motivasi tinggi tidak akan
memberi hasil yang baik jika mereka kecewa terhadap struktur, sistem atau
manajemen organisasinya 11.

10

Supardi & Syaiful Anwar. Dasar-dasar Perilaku Organisasi. 2002. Jogjakarta: UII Press Jogjakarta hal,

4
11

Bambang Istianto. Manajemen Pmerintahan dalam Perspektif Pelayanan Publik. 2009. Jakarta:
Mitra Wacana Media hal 64-65

Universitas Sumatera Utara

Gitosudarmo mendefinisikan organisasi adalah suatu sistem yang terdiri
dari pola aktivitas kerjasama yang dilakukan secara teratur dan berulang- ulang
oleh sekelompok orang untuk mencapai suatu tujuan 12. Prof.Dr.Mr.S.Pradjudi
Atmosudiro menyatakan bahwa organisasi adalah struktur tata pembagian kerja
dan struktur hubungan kerja atau sekelompok orang memegang posisi yang
bekerja sama tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu13.
G.R Terry menyatakan bahwa organisasi berasal dari perkataan
“organisme” yaitu struktur dengan bagian- bagian yang demikian diintegrasi
hubungan mereka satu sama lain dipengaruhi oleh hubungan mereka dengan
keseluruhan. Jadi organisasi terdiri dari dua bagian pokok yaitu bagian-bagian dan
hubungan-hubungan. 14

I.5.1.2 Pengertian Struktur Organisasi
Struktur Organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian
yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan
operasional untuk mencapai tujuan. Struktur Organisasi menggambarkan dengan jelas
pemisahan kegiatan pekerjaan antara yang satu dengan yang lain dan bagaimana
hubungan aktivitas dan fungsi dibatasi. Dalam struktur organisasi yang baik harus
menjelaskan hubungan wewenang. Untuk itu ada empat elemen yang dalam struktur
organisasi harus ada

yaitu : a) Adanya spesialisasi kegiatan kerja, b) Adanya

12

Ardana, Komang dkk. 2008. Perilaku Keorganisasian. Denpasar: Graha Ilmu. Hal,1
Hasibuan, Malayu S.P. 2005. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: CV. Haji Masagung.
Hal,121
14
Supardi dan Syaiful Anwar. 2002. Dasar-dasar Perilaku Organisasi. Hal, 4
13

Universitas Sumatera Utara

standardisasi kegiatan kerja, c) Adanya koordinasi kegiatan kerja, d) Besaran seluruh
organisasi 15.
Sedangkan menurut Indra Iman struktur organisasi merupakan sebuah sistem
hubungan yang ada antara para pemegang (anggota) organisasi. Secara umum,
struktur organisasi mengambil bentuk hierarki dari mana wewenang dan tanggung
jawab dibedakan sepanjang dimensi vertikal seperti departemen, divisi sepanjang
dimensi horizontal setiap derajat yang berbeda dari setiap wewenang setiap dimensi
horizontal dibedakan menurut spesialisasi dan mana para karyawan dikelompokkan ke
dalam unit organisasi berasarkan keahlian dan spesialisasi yang sama 16.
Menurut Robbins dan Coulter (2004)) struktur organisasi adalah kerangka
kerja formal suatu organisasi dengan kerangka mana tugas-tugas dan pekerjaan
dibagi-bagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan. Terdapat enam unsur kunci yang
harus dimiliki dalam merancang struktur organisasi yaitu spesialisasi pekerjaan,
departementalisasi, rantai komando, rentang kendali, sentralisasi dan desentralisasi,
serta formalisasi 17
Elemen dari terbentuknya sebuah struktur organisasi salah satunya adalah
pembagian kerja. Dalam hal ini perencanaan berbagai kegiatan atau pekerjaan
untuk pencapaian tujuan tentunya telah ditentukan. Keseluruhan pekerjaan dan
kegiatan

yang

mempermudah

telah direncanakan tentunya
bagaimana

perlu

disederhanakan guna

mengimplementasikannya.

Upaya

untuk

menyederhanakan dari keseluruhan kegiatan dan pekerjaan yang mungkin saja
bersifat kompleks menjadi lebih sederhana dan spesifik dimana setiap orang akan
15

http://organisasi.org/pengertian-struktur-organisasi-serta-empat-elemen-di-dalamnyailmu-pengetahuan-ekonomi-manajemen

16

Indra Iman & Siswandi. Aplikasi Manajemen Perusahaan Analisis Kasus dan Pemecahannya. 2007.
Jakarta: Mitra Wacana Media, hal 53
17
Stephen P. Robbins. Perilaku Organisasi. 2006. Indeks hal, 585

Universitas Sumatera Utara

ditempatkan dan ditugaskan untuk setiap kegiatan yang sederhana dan spesifik.
Pembagian kerja dapat dihubungkan dengan satuan organisasi dan dapat
dihubungkan dengan pejabat. Saat ini penggunaan pembagian kerja lebih banyak
digunakan karena pada dasarnya yang dibagi-bagi adalah pekerjaannya, bukan
orang-orangnya. Pembagian kerja dapat diartikan dua macam: 18
1. Pembagian kerja adalah rincian serta pengelompokan aktivitas-aktivitas yang
semacam atau erat hubungannya satu sama lain untuk dilakukan oleh satuan
organisasi tertentu. Misalnya Sekretariat Jendral, Biro Perencanaan, Biro
Kepegawaian, Biro Keuangan, Inspektorat Daerah, Badan, Balai yang semua ini
mempunyai rincian aktivitas.
2. Pembagian kerja adalah rincian serta pengelompokan tugas-tugas yang semacam
atau erat hubungannya satu sama lain untuk dilakukan oleh seorang pejabat
tertentu. Misalnya Sekretariat, Bendahara, Kepala Seksi, Ketua Panitia, Juru
Bayar, Direktur, Menteri, Presiden yang semua ini memiliki rincian tugas.
Jadi diharapkan dengan pembagian kerja adalah terdapatnya keseimbangan
antara tugas yang dibebankan, tanggung jawab dan kekuasaan, sehingga luas dan berat
tanggung jawab yang dibebankan akan sesuai dengan luas dan berat tugasnya.
Pentingnya pembagian kerja karena, pertama orang yang berbeda dalam pembawaan,
kemampuan serta kecakapan dan mencapai ketangkasan yang besar dengan
spesialisasi; kedua orang yang sama tidak dapat berada di dua tempat pada saat yang
sama. Ketiga karena seorang tidak dapat mengerjakan dua hal pada saat yang sama,
Keempat karena bidang pengetahuan dan keahlian begitu luas sehingga seseorang

18

Sutarto. Dasar-Dasar Organisasi.1995. Yogyakarta : Gadjah Mada university Press, hal 104

Universitas Sumatera Utara

dalam rentangan hidupnya tidak mungkin dapat mengetahui lebih banyak daripada
sebagian sangat kecil daripadanya.
Tetapi pekerjaan bukanlah satu-satunya ciri organisasi. Organisasi terdiri dari
departemen, divisi, unit, atau salah satu dari sejumlah istilah lain yang menyatakan
kelompok pekerjaan. Dan tidak diragukan lagi bahwa perguruan tinggi atau fakultas
terdiri dari sejumlah jurusan. Masing-masing jurusan ini terdiri dari orang-orang yang
melaksanakan pekerjaan yang berbeda-beda, yang bergabung untuk mendapatkan
hasil lebih besar daripada apa yang dapat mereka capai melalui usaha salah satu
jurusan saja. Namun untuk mengkoordiir dari setiap pencapaian tujuan tersebut
diperlukan cara untuk mengendalikan perilaku individu. Jumlah

individu dalam

sebuah kelompok adalah jumlah individu jumlah individu yang harus dikelola, yang
dinyatakan sebagai rentang pengawasan. 19 Dan dalam struktur organisasi harus
terlihat jelas rentang pengawasan. Yaitu jumlah bawahan yang dapat diawasi secara
efektif oleh seorang atasan. Dalam konsep rentang pengawasan tersirat kebutuhan
akan koordinasi berbagai kegiatan bawahan oleh atasan. Ia menekankan hubungan
atasan-bawahan yang memungkinkan integrasi kegiatan yang sistematis 20.
Yaitu beberapa orang setepat-tepatnya harus berada di bawah kekuasaan
pimpinan sehingga pimpinan mampu untuk mengadakan pengawasan terhadap
pelaksanaan perintah-perintahnya.

Georgy Terry dalam bukunya “Prinsiple of

Management” mengatakan, bilamana jumlah bawahan yang dikendalikan seorang
atasan ini dapat memimpin dengan efektif, tapi bila mana bawahan itu terlalu sedikit,
dapat pula meyebabkan pekerjaan tidak selesai atau waktu tidak dapat digunakan
secara efektif.
19
20

Donnelly, Gibson Ivancevich. Organisasi jilid 2. 1994. Jakarta: Erlangga, hal 7
Kast, Fremont E. Organisasi dan Manajemen edisi keempat. 1995. Jakarta: Bumi Aksara, hal 333

Universitas Sumatera Utara

1.5.1.3 Prinsip- Prinsip Struktur Organisasi 21
A. Pembagian Kerja dan Spesialisasi. Spesialisai dapat dipandang dua macam sudut,
yaitu: Pertama, dengan jalan membagi sesuatu pekerjaaan dalam bagian yang
kecil. Kedua, dengan memusatkan usaha-usaha individual pada aktivitas-aktivitas
yang memanfaatkan bakatnya semaksimum mungkin.
B. Garis-garis Otoritas yang Jelas. Aktivitas-aktivitas perusahaan harus dibagi dalam
segmen-segmen yang digariskan dengan jelas, sehingga masing-masing
ditempatkan dalam hubungan yang berimbang satu sama lain.
C. Penetapan Tanggung jawab secara Jelas.Setiap orang harus mengerti dengan baik
tugas-tugas untuk apa ia bertanggung jawab.
D. Otoritas yang sesuai dengan tanggung jawab. Penetapan tanggung jwawab harus
diikuti dengan otoritas yang cukup untuk melaksanakannya. Otoritas untuk
membuat keputusan harus diberikan hingga bidang di mana problem timbul dan
dimana keputusan-keputusan akan diterapkan.
E. Kesatuan penugasan
Fungsi-fungsi yang serupa sebaiknya berhubungan erat di dalam struktur
yang ada. Fungsi-fungsi yang berhubungan dengan masig-masing posisi yang
harus konsisten dan harus adanya syarat-syarat yang cukup sama dengan skill.
F. Rentang pengawasan
Terdapat adanya pembatasan terhadap jumlah bawahan yang dapat
disupervisi oleh seorang atasan.
G. Komunikasi

21

Winardi, Manajemen Perilaku Organisasi. 2004. Bandung: Kencana hal., 189-190

Universitas Sumatera Utara

Semua unit dan individu-individu di dalam organisasi yang bersangkutan
yang tangung jawab mereka mengharuskan adanya kontak dengan pihak lain
harus dapat melaksanakannya tanpa pembatasan-pembatasan dari struktur formal.
H. Komite-komite
Suatus sistem komite yang dibentuk dengan baik dapat merupakan alat
administrasi yang berharga.

1.5.1.4 Bentuk Struktur Organisasi
Berdasarkan tipe-tipe dan wewenang, maka bentuk struktur organisasi dapat
dibedakan sebagai berikut:
a) Organisasi Lini (Lini Organization)
b) Organisasi Lini dan Staff (Line and Staff Organization)
c) Organisasi Fungsional (Functional Organization)
d) Organisasi Lini, Staff dan Fungsional (Line, Staff, and Functional
Organization)
e) Organisasi Komite (Committee Organization)

a) Struktur Organisasi Lini (Lini Organization)
Dalam organisasi lini pendelegasian wewenang dilakukan secara vertical
melalui garis terpendek dari seorang atasan kepada bawahannya. Pelaporan
tanggung jawab dari bawahan kepada atasannya juga dilakukan melalui garis
vertical yang terpendek. Perintah-perintah hanya diberikan seorang atasana saja
dan pelaporan tanggung jawab kepada atasan yang bersangkutan. Organisasi lini

Universitas Sumatera Utara

pada pokoknya adalah suatu bentuk organisasi yang didalamnya terdapat garis
wewenang yang menghubungkan langsung secara vertikal antara atasan dengan
bawahan.
Adapun ciri-ciri organisasi lini:
1. Organisasinya relative kecil dan masih sederhana
2. Hubungan antara atasan dengan bawahan masih bersifat langsung melalui garis
wewenang terpendek
3. Pucuk pimpinan biasanya pemilik perusahaan
4. Jumlah karyawan relative sedikit dan saling mengenal
5. Tingkat spesialisasinya belum begitu tinggi dan alat-alatnya tidak begitu
beraneka macam.
6. Pucuk pimpinan merupakan satu-satunya sumber kekuasaan, keputusan, dan
kebijaksanaan organisasi.
7. Masing-masing kepala unit mempunyai wewenang dan tanggung jawab penuh
atas segala bidang pekerjaan yang ada dalam unitnya, artinya disamping
pekerjaan pokoknya, ia masih berkuasa dan bertanggung jawab pula dalam
tugas- tugas tambahan, seperti urusan kepegawaian, keuangan, administrasi, dan
lain sebagainya.

b) Struktur Organisasi Lini dan Staff (Line and Staff Organization)
Organisasi ini pada dasarnya merupakan kombinasi antara dari organisassi lini
dan organisai fungsional. Pelimpahan wewenang berlangsung secara vertikal dari
pucuk pimpinan kepda pimpinan di bawahnya. Pucuk pimpinan tetap sepenuhnya
berhak menentukan keputusan, kebijakan, dan merealisasikan tujuan perusahaan

Universitas Sumatera Utara

dan dalam hal ini pimpinan dibantu oleh staff. Tugas para staff hanya untuk
memberikan bantuan, pemikiran saran-saran, data, informasi sebagai bahan
pertimbangan dalam menetapkan keputusan dan kebijaksanaan. Tipe organisasi
lini dan staff ini biasaya digunakan untuk organsiasi besar, daerah kerjanya luas,
dan pekerjaannya banyak.
Ciri-ciri struktur organanisasi Lini dan Staff
1. Pucuk pimpinannya hanya satu orang dan dibantu oleh para staff.
2. Terdapat dua kelompok wewenang, yaitu wewenang lini dan wewenang staff
3. Kesatuan perintah dipertahankan, setiap atasan mempunyai bawahan tertentu
dan setiap bawahan mempunyai seorang atasan langsung.
4. Organisasinya besar, karyawannya banyak, dan pekerjaannya bersifat kompleks.
5. Hubungan antara atasan dan bawahannya tidak bersifat langsung.
6. Pimpinan dan karyawan tidak semuanya saling mengenal.
7. Spesialisasi yang beraneka ragam diperlukan dan digunakan secara optimal.

c) Organisasi Fungsional (Functional Organization)
Organisasi ini disusun atas dasar fungsi yang harus dilaksanakan. Dalam hal
ini pembagian tugas didasarkan pula oleh fungsi yang harus dilakukannya.
Organisasi fungsional ini pada umumnya dipergunakan bagi perusahaanperusahaan yang mana pembagian tugas dapat dibedakan secara tegas, misalnya
bidang pemasaran, bidang produksi, bidang keuangan, bidang administrasi, dan
sebagainya. Meskipun sebenarnya bidang tersebut sebenarnya saling kait mengait
akan tetapi masing-masing bidang memiliki tugas yang berbeda antara satu dengan

Universitas Sumatera Utara

yang lain. Oleh karena itulah maka organisasi itu disusun berdasarkan atas
organisasi fungsional.
Ciri-ciri Organisasi Fungsional:
1. Pembidangan tugas secara jelas dan tegas dapat dibedakan.
2. Bawahan akan menerima perintah dari beberapa orang atasan.
3. Penempatan pejabat berdasarkan spesialisasinya.
4. Koordinasi menyeluruh biasanya hanya diperlukan pada tingkat atas.
5. Terdapat dua kelompok wewenang, yaitu wewenang lini dan wewenang fungsi.

d) Struktur Organisasi Lini, Staf, dan Fungsional (Line, Staff, and Functional
Organization)
Organisasi tipe ini merupakan kombinasi dari organisasi lini, lini dan st