Analisis pengaruh kesadaran dan kepatuhan wajib pajak terhadap kinerja kantor pelayanan pajak (KPP) dengan pelayanan wajib pajak sebagai variabel intervening di kpp medan timur

ANALISIS PENGARUH KESADARAN DAN KEPATUHAN WAJIB
PAJAK TERHADAP KINERJA KANTOR PELAYANAN PAJAK
(KPP) DENGAN PELAYANAN WAJIB PAJAK SEBAGAI
VARIABEL INTERVENING DI KPP MEDAN TIMUR

TESIS

Oleh
PANDAPOTAN RITONGA
097017036/Akt

SEKOLAH PASCA SARJANA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

ANALISIS PENGARUH KESADARAN DAN KEPATUHAN WAJIB
PAJAK TERHADAP KINERJA KANTOR PELAYANAN PAJAK
(KPP) DENGAN PELAYANAN WAJIB PAJAK SEBAGAI
VARIABEL INTERVENING DI KPP MEDAN TIMUR

TESIS

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Magister Sains
dalam Program Studi Magister Akuntansi pada Sekolah Pascasarjana
Universitas Sumatera Utara

Oleh
PANDAPOTAN RITONGA
097017036/Akt

SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

Judul Tesis

:

ANALISIS
PENGARUH
KESADARAN
DAN
KEPATUHAN
WAJIB
PAJAK
TERHADAP
KINERJA KANTOR PELAYANAN PAJAK (KPP)
DENGAN PELAYANAN WAJIB PAJAK SEBAGAI
VARIABEL INTERVENING DI KPP MEDAN
TIMUR

Nama Mahasiswa

:

Pandapotan Ritonga

Nomor Pokok

:

097017036

Program Studi

:

Magister Akuntansi

Menyetujui
Komisi Pembimbing

(Dr. Jonni Manurung)
Ketua

Ketua Program Studi,

(Drs. Syamsul Bahri TRB, MM, Ak)
Anggota

Direktur,

(Prof. Dr. Ade Fatma Lubis, MAFIS, MBA, CPA) (Prof. Dr. Ir. A. Rahim Matondang, MSIE)
Tanggal Lulus : 08 Agustus 2011

Universitas Sumatera Utara

Telah diuji pada
Tanggal : 08 Agustus 2011

PANITIA PENGUJI TESIS
Ketua

: Dr. Jonni Manurung

Anggota

: 1. Drs. Syamsul Bahri, MM, Ak
2. Prof. Dr. Ade Fatma Lubis, MAFIS, MBA, CPA
3. Drs. Idhar Yahya, MBA, Ak
4. Dra. Tapi Anda Sari Lubis, M.Si, Ak

Universitas Sumatera Utara

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa yang berjudul:
ANALISIS PENGARUH KESADARAN DAN KEPATUHAN WAJIB PAJAK
TERHADAP KINERJA KANTOR PELAYANAN PAJAK (KPP) DENGAN
PELAYANAN

WAJIB PAJAK SEBAGAI VARIABEL INTERVENING DI

KPP MEDAN TIMUR
Adalah benar hasil kerja saya sendiri dan belum dipublikasikan oleh siapapun
sebelumnya. Sumber-sumber data dan informasi yang digunakan telah dinyatakan
secara benar dan jelas.

Medan, Agustus 2011
Yang membuat pernyataan

Pandapotan Ritonga

Universitas Sumatera Utara

ANALISIS PENGARUH KESADARAN DAN KEPATUHAN WAJIB PAJAK
TERHADAP KINERJA KANTOR PELAYANAN PAJAK (KPP) DENGAN
PELAYANAN WAJIB PAJAK SEBAGAI VARIABEL
INTERVENING DI KPP MEDAN TIMUR

ABSTRAK
Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk memperoleh bukti empiris dan
menganalisis Kesadaran, Kepatuhan terhadap kinerja KPP dengan Pelayanan sebagai
variable interveningnya di Kantor Pelayanan Pajak Medan Timur.
Populasi penelitian adalah Wajib Pajak Badan di Kantor Pelayanan Pajak
Medan Timur yang berjumlah 6.854 Wajib Pajak Badan di tiga Kecamatan yaitu
Kecamatan Medan Perjuangan, Kecamatan Medan Timur dan Kecamatan Medan
Tembung, dengan jumlah sample sebanyak 99 Wajib Pajak Badan. Pengujian
hipotesis dilakukan dengan analisis Structural Equastin Modelling ( SEM).
Hasil penelitian menunjukkan, kesadaran Wajib Pajak Badan yang diukur dari
persepsi Wajib Pajak, pengetahuan perpajakan, kodisi keuangan Wajib Pajak
berpengaruh signifikan terhadap pelayanan Wajib Pajak. Kepatuhan Wajib Pajak
yang di ukur dengan : tingkat tarif, struktur sanksi, terdeteksi oleh hukum, moralitas
penyeludupan, persepsi dan sikap, besarnya denda, sikap terhadap pemerintah,
penegak hukum, sistem perpajakan berpengaruh signifikan terhadap kinerja KPP
Medan Timur. Pelayanan Wajib Pajak yang di ukur dengan : tangible, reliabilitas,
responsivitas, kompetensi, tata krama, kredibilitas, keamanan, akses, komunikasi,
perhatian pada pelanggan berpengaruh signifikan terhadap kinerja Kantor Pelayanan
Pajak.
Kata kunci : Kesadaran, kepatuhan dan pelayanan Wajib Pajak, Kinerja KPP,.

Universitas Sumatera Utara

THE ANALYSIS OF TAXES OBLIGATION INFLUENCE, AWARENESS AND
OBIDIENCE TO THE KPP’S PERFORMANCE WITH TAXES SERVICES AS
THE INTERVENING VARIABLE IN KPP MEDAN TIMUR

ABSTRACT
The purpose of this study is done to obtain empirical evidence and analyze
Awareness, the Compliance stowards the performance of Kantor Pelayanan Pajak
with the ministry as an intervening variable in the Kantor Pelayanan Pajak Medan
Timur.
The study population is Taxpayers Tax Office Agency in the East Medan, it is
around 6854 taxpayers in the three District which is Struggle Medan District, Eastern
District of Medan and Medan District Tembung, the sample sized by 99 taxpayers
Agency. Hypothesis testing is done by analysis Equastin Structural Modelling (SEM).
The results showed, the Taxpayer Body awareness as measured from the
taxpayer's perception, knowledge of taxation, finance Events Taxpayer significantly
effected on taxpayer service.Taxpayer compliance is measured by: the level of tariffs,
the structure of sanctions, is detected by the law, morality smuggling, perceptions and
attitudes, the fine, the attitude towards the government, law enforcement, the tax
system significantly influence the performance of Kantor Pelayanan Pajak Medan
Timur. Taxpayer services are measured by: tangible, reliability, responsiveness,
competence, manners, credibility, security, access, communication, attention towards
the customer significantly effected on the performance of Kantor Pelayanan Pajak.

Key words: Awareness, Compliance and Taxpayer Services, Kantor Pelayan Pajak
performance,.

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, karena hanya dengan
rahmat, hidayah, karunia dan anugrah yang diberikan-Nya sehingga penulis dapat
menyelesaikan tesis ini yang berjudul “analisis pengaruh kesadaran dan kepatuhan
wajib pajak terhadap kinerja kantor pelayanan pajak (KPP) dengan pelayanan wajib
pajak sebagai variabel intervening di kpp medan timur”. Untuk memenuhi salah satu
persyaratan mendapat gelar Magister Sains, pada Program Magister Akuntansi
Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara.
Dalam menyelesaikan tesis ini tentu saja penulis banyak menemui kesulitan,
kendala, dan hambatan. Akan tetapi berkat bantuan bimbingan, petunjuk dan
masukan dari berbagai pihak lainnya penulis dapat menyelesaikannya. Untuk itu
dengan segala kerendahan hati, tulus dan ikhlas penulis mengucapkan terima kasih
yang sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak Prof. Dr. dr. Syahril Pasaribu, DTM&H, MSc, (CTM), Sp.A.(K),
selaku Rektor Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Prof. Dr. Ir. A. Rahim Matondang, MSIE, selaku Direktur Sekolah
Pascasarjana Universitas Sumatera Utara,
3. Ibu Prof. Dr. Ade Fatma Lubis, MBA, MAFIS, CPA., selaku Ketua Program
Studi Akuntansi Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara, sekaligus
sebagai Dosen Pembanding yang telah banyak memberikan saran dan kritik
yang konstruktif dalam penyempurnaan tesis ini.
4. Ibu Dra. Tapi Anda Sari Lubis, M.Si, Ak selaku Sekretaris Program Studi
Akuntansi Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara, sekaligus
sebagai Dosen Pembanding yang telah banyak memberikan saran dan kritik
yang konstruktif dalam penyempurnaan tesis ini.

Universitas Sumatera Utara

5. Bapak Dr. Jonni Manurung, MS

selaku Dosen Pembimbing yang telah

banyak memberikan saran dan kritik yang konstruktif dalam membimbing
penulis sejak awal hingga selesainya tesis ini
6. Bapak Drs. Syamsul Bahri TRB, MM,Ak selaku Dosen Pembimbing yang
telah banyak memberikan saran dan kritik yang konstruktif dalam
membimbing penulis sejak awal hingga selesainya tesis ini.
7. Bapak Drs. Idhar Yahya, MBA, Ak selaku Dosen Pembanding yang telah
banyak memberikan saran dan kritik yang konstruktif dalam penyempurnaan
tesis ini.
8. Teristimewa buat Ibunda Rosmia Manik, Istri tercinta Dra. Tuti Anggreani
serta Putraku tercinta (Ilham Ramadhan Ritonga, Sarah Khairun Nisa Ritonga,
Gusti Nazuwa Raihana Ritonga) untuk semua pengertian dan kasih sayangnya
sehingga penulis dapat menyelesaikan studi pada Sekolah Pascasarjana
Universitas Sumatera Utara.
9. Rekan-rekan Bagian Administrasi di Sekolah Pascasarjana Universitas
Sumatera Utara, terima kasih buat kebaikannya, bantuannya, serta
perhatiannya selama penulis menyelesaikan Pendidikan Magister di Sekolah
Pascasarjana Universitas Sumatera Utara.
10. Rekan-rekan mahasiswa Angkatan XVII khususnya Adhi Surya Hrp, Aris,
Dian, Fatjri Siregar, Listiorini, serta rekan mahasiswa lainnya yang tidak
mungkin penulis sebut namanya satu persatu terima kasih buat bantuannya,
perhatiannya dan kebersamaannya sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis
ini.
Penulis menyadari bahwa tesis ini masih jauh dari sempurna baik dari segi
penyajian maupun maupun dari segi penyusunannya. Untuk itu penulis sangat
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca guna
penyempurnaan tesis ini pada masa yang akan datang.

Universitas Sumatera Utara

Akhir kata penulis mengucapkan semoga tesis ini bermanfaat bagi para
pembaca, khususnya bagi rekan mahasiswa dan mahasiswi.

Medan,

Agustus 2011

Pandapotan Ritonga

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

ABSTRAK
ABSTRACT

………………………………………………………………..

i

……………………………………………………………..

ii

KATA PENGANTAR

……………………………………………………

iii

……………………………………………………………

iv

DAFTAR TABEL

……………………………………………………….

vii

DAFTAR GAMBAR

………………………………………………………

viii

…………………………………………………

ix

1.1 Latar Belakang Masalah …………………………………….

1

1.2 Rumusan Masalah

…………………………………………

3

1.3 Tujuan Penelitian

…………………………………………..

4

1.4 Manfaat Penelitian

…………………………………………

4

DAFTAR ISI

DAFTAR LAMPIRAN
BAB I PENDAHULUAN

1.5 Originalitas Penelitian

……………………………………..

5

…………………………………………….

6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Landasan Teori

2.1.1 Pengertian Dasar Pajak
2.1.2 Fungsi Pajak

………………………………

6

………………………..………………

7

2.1.3 Asas- asas Pemungutan Pajak

………………….…….

7

2.2 Kesadaran Wajib Pajak

……………………………………

8

2.3 Pelayanan Wajib Pajak

……………………………………..

11

Universitas Sumatera Utara

2.4 Kepatuhan Wajib pajak
2.5 Pengertian Kinerja

……………………………………

17

…………………………………………

20

2.6 Tinjauan Penelitian Terdahulu

…………………………….

21

BAB III KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS
3.1 Kerangka Konsep

………………………………………..

23

3.2 Hipotesis Penelitian

……………………………………….

24

……………………………………………

26

………………………………………….

26

………………………………………

26

4.4 Metode Pengumpulan Data …………………………………

27

4.5 Defenisi Operasional

29

BAB IV METODE PENELITIAN
4.1 Jenis Penelitian
4.2 Lokasi Penelitian
4.3 Populasi dan Sampel

…………………………………….

4.5.1 Defenisi Operasional

………………………………

29

……………………………………..

32

4.7 Metode Analisa Data ………………………………………..

33

4.6 Instrumen Penelitian

4.7.1 Uji Validitas

……………………………..……..

33

4.7.2 Uji Reabilitas

………………………………………

33

4.7.4 Uji Normalitas

……………………………………..

34

4.8 Analisis Structural Equation Modelling (SEM) …………….

36

Universitas Sumatera Utara

BAB V

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.1 Hasil Penelitian

……………………………………………

41

5.1.1 Analisis Statistik Deskriptif …………………………

41

5.1.1.1 Uji Validitas

…………………………………..

41

5.1.1.2 Uji Reabilitas

…………………………………

43

5.1.1.3 Uji Normalitas

…………………………………

43

5.1.1.4 Uji Multikolinieritas

………………………………

44

5.1.2 Analisis Confirmatory

…………………………..

45

5.1.3 Structural Equastion Modelling ……………………..

52

5.2 Pembahasan Hasil Penelitian …………………………………

55

5.3 Perbandingan dengan peneliti sebelumnya

………………..

57

6.1 Kesimpulan …………………………………………………

59

6.2 Keterbatasan

………………………………………………

60

……………………………………………………..

50

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

6.3 Saran

DAFTAR PUSTAKA
RIWAYAT HIDUP

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1

Review Penelitian Terdahulu

…………………………….

21

Tabel 4.1

Sampel Penelitian

…………………………………

27

Tabel 4.2

Defenisi Operasional Variabel ………………………………..

31

Tabel 5.1

Indikator yang memenuhi syarat validitas

………………..

41

Tabel 5.2

Reliability Statisties …………………………………………

43

Tabel 5.3

Assessment of normality (Group number I)

43

……………….

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1 Kerangka Konseptual

…………………………………….

22

Gambar 5.1 Model Pengukuran Faktor Kesadaran WP……………………`

46

Gambar 5.2 Model Pengukuran Faktor Kepatuhan WP

………………..

47

……………..

49

…………………….

52

Gambar 5.5 Structural Equastion Modelling ( standardized estimasi) ……

53

Gambar 5.3 Model Pengukuran Pelayanan Wajib Pajak
Gambar 5.4 Model pengukuran faktor Kinerja KPP

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1

Angket

…………………………………………………..

65

Lampiran 2

Rekapitulasi skor jawaban reponden Wajib Pajak …………

68

Lampiran 3

Amos a.m.w

71

Lampiran 3a

Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak

……………………………………………..
………….…………

79

Universitas Sumatera Utara

ANALISIS PENGARUH KESADARAN DAN KEPATUHAN WAJIB PAJAK
TERHADAP KINERJA KANTOR PELAYANAN PAJAK (KPP) DENGAN
PELAYANAN WAJIB PAJAK SEBAGAI VARIABEL
INTERVENING DI KPP MEDAN TIMUR

ABSTRAK
Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk memperoleh bukti empiris dan
menganalisis Kesadaran, Kepatuhan terhadap kinerja KPP dengan Pelayanan sebagai
variable interveningnya di Kantor Pelayanan Pajak Medan Timur.
Populasi penelitian adalah Wajib Pajak Badan di Kantor Pelayanan Pajak
Medan Timur yang berjumlah 6.854 Wajib Pajak Badan di tiga Kecamatan yaitu
Kecamatan Medan Perjuangan, Kecamatan Medan Timur dan Kecamatan Medan
Tembung, dengan jumlah sample sebanyak 99 Wajib Pajak Badan. Pengujian
hipotesis dilakukan dengan analisis Structural Equastin Modelling ( SEM).
Hasil penelitian menunjukkan, kesadaran Wajib Pajak Badan yang diukur dari
persepsi Wajib Pajak, pengetahuan perpajakan, kodisi keuangan Wajib Pajak
berpengaruh signifikan terhadap pelayanan Wajib Pajak. Kepatuhan Wajib Pajak
yang di ukur dengan : tingkat tarif, struktur sanksi, terdeteksi oleh hukum, moralitas
penyeludupan, persepsi dan sikap, besarnya denda, sikap terhadap pemerintah,
penegak hukum, sistem perpajakan berpengaruh signifikan terhadap kinerja KPP
Medan Timur. Pelayanan Wajib Pajak yang di ukur dengan : tangible, reliabilitas,
responsivitas, kompetensi, tata krama, kredibilitas, keamanan, akses, komunikasi,
perhatian pada pelanggan berpengaruh signifikan terhadap kinerja Kantor Pelayanan
Pajak.
Kata kunci : Kesadaran, kepatuhan dan pelayanan Wajib Pajak, Kinerja KPP,.

Universitas Sumatera Utara

THE ANALYSIS OF TAXES OBLIGATION INFLUENCE, AWARENESS AND
OBIDIENCE TO THE KPP’S PERFORMANCE WITH TAXES SERVICES AS
THE INTERVENING VARIABLE IN KPP MEDAN TIMUR

ABSTRACT
The purpose of this study is done to obtain empirical evidence and analyze
Awareness, the Compliance stowards the performance of Kantor Pelayanan Pajak
with the ministry as an intervening variable in the Kantor Pelayanan Pajak Medan
Timur.
The study population is Taxpayers Tax Office Agency in the East Medan, it is
around 6854 taxpayers in the three District which is Struggle Medan District, Eastern
District of Medan and Medan District Tembung, the sample sized by 99 taxpayers
Agency. Hypothesis testing is done by analysis Equastin Structural Modelling (SEM).
The results showed, the Taxpayer Body awareness as measured from the
taxpayer's perception, knowledge of taxation, finance Events Taxpayer significantly
effected on taxpayer service.Taxpayer compliance is measured by: the level of tariffs,
the structure of sanctions, is detected by the law, morality smuggling, perceptions and
attitudes, the fine, the attitude towards the government, law enforcement, the tax
system significantly influence the performance of Kantor Pelayanan Pajak Medan
Timur. Taxpayer services are measured by: tangible, reliability, responsiveness,
competence, manners, credibility, security, access, communication, attention towards
the customer significantly effected on the performance of Kantor Pelayanan Pajak.

Key words: Awareness, Compliance and Taxpayer Services, Kantor Pelayan Pajak
performance,.

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang Masalah
Sumber pembiayaan pembangunan internal terutama berasal dan penerimaan

migas dan non migas. Misi utama Direktorat Jenderal Pajak adalah misi fiskal yaitu
menghimpun penerimaan pajak berdasarkan Undang Undang Perpajakan yang
mampu menunjang kemandirian pembiayaan pemerintah dan dilaksanakan secara
efektif dan efisien. Fungsi penerimaan adalah fungsi utama pajak. Pajak ditarik
terutama untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran pemerintah dalam rangka
menyediakan barang dan jasa publik. Saat ini sekitar 70% APBN Indonesia dibiayai
oleh pajak. Dua jenis pajak penyumbang penerimaan terbesar adalah Pajak
Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Dengan demikian, dua jenis
pajak ini lebih memiliki fungsi penerimaan (budgetair) ketimbang fungsi mengatur.
Target penerimaan Negara dari dalam Negeri dan hibah sebesar 1.086,4 triliun
rupiah (RAPBN 2010), dirasa belum mencerminkan adanya target pertumbuhan
ekonomi sebesar 6,3 %. Masih adakah optimisme bahwa penerimaan Negara dari
sektor pajak dan bukan pajak mampu menutupi rencana pengeluaran masing- masing
lembaga Negara dan masyarakat di tahun 2011.( Arles 2010)
Penerimaan pajak yang ditarget sebesar 839,5 triliun atau mencapai 77 % dari
total pendapatan Negara dan hibah masih belum digdaya untuk menutupi
pembelanjaan APBN. Walau dibantu dengan penerimaan Negara bukan pajak

Universitas Sumatera Utara

(PNBP) sebesar Rp 243,1 triliun yang mencapai 22% dari pendapatan Negara dan
hibah tetap saja pembelanjaan defisit masih menganga.
Sungguh ironi jumlah wajib pajak yang terdaftar 6,854 Wajib Pajak Badan
dengan rasio kepatuhan SPT tahunan Wajib Pajak Badan sebesar 27,30 % sedangkan
sisanya sebesar 72,70 % (laporan rasio kepatuhan SPT tahunan PPh tahun 2010).
Kinerja Kantor Pelayanan Pajak diperkirakan semakin tinggi atau rendah hal ini
dipengaruhi oleh kesadaran wajib pajak yang diukur dengan persepsi, tingkat
pengetahuan dan kondisi keuangan, kepatuhan wajib pajak yang diukur dengan
Tingkat tarif, Struktur sanksi, Terdeteksi oleh hukum, Moralitas penyeludupan,
Persepsi dan sikap, Besarnya denda, Sikap terhadap pemerintah dan Sistem
perpajakan, dan pelayanan wajib pajak yang di ukur dengan Tangible, Reliabelitas,
Responsivitas, Kompetensi, Tata krama, Kredibilitas, Keamanan, Akses, Komunikasi
dan Perhatian pada pelanggan .
Peraturan perundang-undangan perpajakan saat ini menganut sistem self
assesment yang menggantikan sistem official assesment yang diterapkan secara
bersamaan dengan sistem witholding. Dibanding sistem sebelumnya, sistem self
assesment ini mengubah paradigma pajak selama ini sehingga pembayaran pajak
tidak lagi dipandang sebagai beban melainkan sebuah tugas kenegaraan. Masyarakat
diberi kepercayaan dan tanggung jawab penuh untuk menghitung sekaligus
menentukan sendiri utang pajaknya. Sehingga peran serta dan kesadaran masyarakat
sangat dibutuhkan, karena petugas pajak lebih banyak berada dalam tatanan
pembinaan dan pengarahan.

Universitas Sumatera Utara

Berdasarkan fenomena sebagaimana yang telah diuraikan sebelumnya, penulis
termotivasi untuk melakukan penelitian dengan topik: ”Analisis pengaruh Kesadaran
wajib pajak, dan Kepatuhan wajib pajak terhadap Kinerja KKP dengan Pelayanan
sebagai variabel intervening di KPP Medan Timur”.

1.2.

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan sebelumnya, maka

rumusan masalah dalam penelitian ini, adalah:
1.

Apakah ada pengaruh yang signifikan kesadaran wajib pajak Badan yang
diukur dengan persepsi, tingkat pengetahuan dan kondisi keuangan terhadap
pelayanan Wajib Pajak ?

2.

Apakah ada pengaruh yang signifikan kepatuhan wajib pajak Badan yang
diukur dengan Tingkat tarif, Struktur sanksi, Terdeteksi oleh hukum, Moralitas
penyeludupan, Persepsi dan sikap, Besarnya denda, Sikap terhadap pemerintah
dan Sistem perpajakan terhadap pelayanan Wajib Pajak ?

3.

Apakah ada pengaruh Pelayanan Wajib Pajak Badan yang di ukur dengan
Tangible, Reliabelitas, Responsivitas, Kompetensi, Tata krama, Kredibilitas,
Keamanan, Akses, Komunikasi dan Perhatian pada pelanggan terhadap Kinerja
KPP Medan Timur ?

4.

Apakah ada pengaruh kesadaran dan kepatuhan Wajib Pajak Badan terhadap
pelayanan Wajib Pajak sebagai variabel intervening ?.

Universitas Sumatera Utara

5.

Apakah ada pengaruh kepatuhan Wajib Pajak Badan dan pelayanan Wajib
Pajak Badan secara silmultan terhadap Kinerja KPP Medan Timur ?.

1.3.

Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah
1. untuk menganalisa pengaruh kesadaran, dan kepatuhan wajib pajak secara
simultan dan parsial terhadap Kinerja KPP Medan Timur.
2. untuk menganalisis pengaruh kesadaran, dan kepatuhan wajib pajak secara
langsung terhadap kinerja KPP dengan pelayanan sebagai variabel
intervening di KPP Medan Timur.

1.4.

Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah :
1.

Sebagai bahan masukan bagi KPP Medan Timur tentang pengaruh
kesadaran, dan kepatuhan wajib pajak terhadap kinerja KPP dengan
pelayanan sebagai variabel intervening di KPP Medan Timur

2.

Bagi peneliti dapat meningkatkan kompetensi keilmuan dan menambah
wawasan di bidang perpajakan

3.

Sebagai bahan referensi bagi peneliti berikutnya tentang pengaruh
kesadaran, dan kesadaran wajib pajak terhadap kinerja KPP dengan
pelayanan sebagai variabel intervening.

Universitas Sumatera Utara

1.5.

Originalitas Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian relasional yang akan menguji hubungan

kesadaran, pelayanan, dan kepatuhan wajib pajak dengan kinerja KPP Medan Timur,
dan merupakan replikasi dari penelitian yang dilakukan oleh Suryadi (2006).
Perbedaan penelitian ini, dengan yang dilakukan oleh Suryadi objek penelitian di
wilayah Jawa Timur tahun 2006 dengan data sekunder sedangkan variabel yang
petelitian ini menggunakan data primer dan objek penelitian di Kantar Pelayanan
Pajak Medan Timur serta periode waktu penelitian tahun 2010.

Universitas Sumatera Utara

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Landasan Teori
2.1.1 Pengertian Dasar Pajak
Pengertian pajak menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun
2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan Pasal 1 ayat 1 adalah :
Kontribusi kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat
memaksa berdasarkan undang-undang dengan tidak mendapatkan imbalan secara
langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran
rakyat.
Berdasarkan defenisi tersebut, maka ada 4 unsur yang melekat pada pengertian
perpajakan yaitu :
a)

paja
k

dipungut

berdasarkan

undang-undang

yang

sifatnya

dapat

dipaksakan
b)

dala
m pembayaran pajak tidak dapat ditunjukkan adanya kontraprestasi
secara langsung oleh pemerintah

c)

paja
k dipungut oleh pemerintah pusat/daerah

Universitas Sumatera Utara

d)

paja
k

digunakan

untuk

pembiayaan

pengeluaran

negara

bagi

kemakmuran rakyat.

Mengingat pajak merupakan pungutan wajib oleh negara kepada warga negara
dan orang asing, maka ketidak patuhan Wajib Pajak membawa konsekuensi dapat
diambilnya tindak pemaksaan (enforcement) sesuai dengan ketentuan berlaku.
2.1.2 Fungsi Pajak
Pajak mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan
bernegara, khususnya di dalam pelaksanaan pembangunan karena pajak
merupakan sumber pendapatan negara

untuk membiayai semua pengeluaran

termasuk pengeluaran pembangunan. Dengan demikian maka pajak memiliki
beberapa fungsi, menurut Waluyo ( 2005) yaitu:
1.

Fungsi anggaran (budgetair)
Sebagai sumber pendapatan negara, pajak berfungsi untuk membiayai
pengeluaran-pengeluaran negara dan pembiayaan pembangunan.

2.

Fungsi mengatur (regulerend)
Pajak digunakan untuk mengatur pertumbuhan ekonomi dan mencapai
tujuan-tujuan tertentu.

2.1.3 Asas- asas Pemungutan Pajak

Universitas Sumatera Utara

Pertimbangan yang dilakukan dalam pemungutan pajak pada prinsipnya harus
memperhatikan keadilan dan keabsahan dalam pelaksanaannya. Untuk memenuhi
tuntutan keadilan dan keabsahan tersebut perlu diperhatikan asas-asas pemungutan
pajak yang dikemukakan oleh Waluyo (2005) yaitu :
1) Asas

Equality,

yaitu

pemungutan

pajak

yang

dilakukan

terhadap

semua subjek pajak harus sesuai dengan batas kemampuan masingmasing, sehingga dalam asas equality untuk setiap orang yang mempunyai
kondisi yang sama harus dikenakan pajak yang sama pula (tidak ada
diskriminasi).
Asas Certainty, yaitu menekankan pentingnya

2)

kepastian mengenai pemungutan pajak yaitu kepastian mengenai hukum
yang mengaturnya, kepastian mengenai subjek pajak dan kepastian
mengenai tata cara pemungutannya.
3)

Asas Convenience of Payment, yaitu menekankan
pentingnya saat dan waktu yang tepat dalam memenuhi kewajiban
perpajakannya yaitu pada saat Wajib Pajak menerima penghasilan yang sudah
memenuhi syarat objektifnya.

4) Asas Economy, yaitu secara ekonomi bahwa biaya pemungutan dan biaya
pemenuhan kewajiban pajak bagi Wajib Pajak diharapkan seminimum
mungkin, demikian pula beban yang dipikul Wajib Pajak..
2.2 Kesadaran Wajib Pajak

Universitas Sumatera Utara

Kesadaran adalah perilaku atau sikap terhadap suatu objek yang
melibatkan anggapan dan perasaan serta kecenderungan untuk bertindak sesuai
objek tersebut. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Kesadaran Wajib Pajak
dalam membayar pajak merupakan perilaku Wajib Pajak berupa pandangan atau
perasaan yang melibatkan pengetahuan, keyakinan dan penalaran disertai
kecenderungan untuk bertindak sesuai stimulus yang yang diberikan oleh sistem dan
ketentuan pajak tersebut.
Dari beberapa literatur dan hasil penelitian didapatkan beberapa faktor internal
yang dominan membentuk perilaku kesadaran Wajib Pajak untuk patuh yaitu :
1.

Persepsi Wajib Pajak
Kesadaran Wajib Pajak untuk memenuhi kewajiban pajaknya

akan semakin meningkat jika dalam masyarakat muncul persepsi positif
terhadap pajak. Torgler (2008) menyatakan bahwa kesadaran pembayar
pajak untuk patuh membayar pajak terkait dengan persepsi yang meliputi
paradigma akan fungsi pajak bagi pembiayaan pembangunan, kegunaan
pajak dalam penyediaan barang publik,

juga

keadilan (fairness)

dan

kepastian hukum dalam pemenuhan kewajiban perpajakan. Ketersediaan
barang publik adalah masalah kepercayaan Wajib Pajak pada pemanfaatan
pajak yang dibayar. Apabila Wajib Pajak merasa bahwa pajak yang dibayar
tidak dapat dikelola dengan baik oleh Pemerintah, sehingga Wajib Pajak
merasa tidak memperoleh manfaat yang nyata dari pajak yang dibayarnya,

Universitas Sumatera Utara

maka Wajib Pajak akan cenderung tidak patuh.
2.

Tingkat pengetahuan terhadap ketentuan perpajakan yang berlaku.
Tingkat pengetahuan dan pemahaman pembayar pajak terhadap ketentuan

perpajakan yang berlaku berpengaruh pada perilaku kesadaran pembayar
pajak. Wajib Pajak yang tidak memahami peraturan perpajakan secara jelas
cenderung akan menjadi Wajib Pajak yang tidak taat, dan sebaliknya
semakin paham Wajib Pajak terhadap peraturan perpajakan, maka semakin
paham pula Wajib Pajak terhadap sanksi yang akan diterima bila melalaikan
kewajiban perpajakannya. Penelitian yang dilakukan oleh Prasetyo (2006)
memberikan hasil bahwa pemahaman Wajib Pajak terhadap peraturan
perpajakan berpengaruh signifikan terhadap kesadaran Wajib Pajak dalam
melaporkan pajaknya.
3.

Kondisi keuangan Wajib Pajak
Kondisi keuangan merupakan faktor ekonomi yang berpengaruh pada

kepatuhan

pajak.

Kondisi

keuangan

adalah

kemampuan

keuangan

perusahaan yang tercermin dari tingkat profitabilitas (profitability) dan arus
kas (cash flow). Profitabilitas perusahaan (firm profitability) merupakan salah
satu faktor yang mempengaruhi kesadaran untuk mematuhi peraturan
perpajakan. Perusahaan yang mempunyai profitabilitas yang tinggi cenderung
melaporkan pajaknya dengan jujur dari pada perusahaan yang mempunyai
profitabilitas rendah. Perusahaan dengan

profitabilitas

rendah

pada

Universitas Sumatera Utara

umumnya

mengalami

kesulitan

keuangan (financial difficulty) dan

cenderung melakukan ketidakpatuhan pajak. Demikian juga halnya dengan
kondisi arus kas dengan likuiditasnya.

2.3 Pelayanan Wajib Pajak
Studi Singh (2005) juga menunjukkan bahwa semakin Wajib Pajak merasa puas
dengan pelayanan yang diberikan oleh pemerintah, Wajib Pajak akan merasa
berkewajiban untuk patuh terhadap hukum, termasuk hukum perpajakan. Hal ini
mengisyaratkan bahwa kepuasan terhadap pelayanan pajak dapat menentukan kadar
kepatuhan Wajib Pajak.
Pelayanan memiliki karakteristik tertentu yang membedakan dengan produk
barang. Zemke (dalam Collins and McLaughlinm 1996) mengidentifikasi beberapa
karakteristik pelayanan sebagai berikut:
1.

Konsumen memiliki kenangan. Pengalaman atau memori tersebut tidak
bisa dijual atau diberikan kepada orang lain.

2.

Tujuan penyelenggaraan pelayanan adalah keunikan. Setiap konsumen
dan setiap kontak adalah spesial.

3.

Suatu pelayanan terjadi saat tertentu, yang tidak dapat disimpan atau
dikirimkan contohnya.

4.

Konsumen merupakan rekanan yang terlibat dalam proses produksi.

Universitas Sumatera Utara

5.

Konsumen melakukan kontrol kualitas dengan cara membandingkan
harapannya dengan pengalamannya.

6.

Jika terjadi kesalahan, satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk
memperbaiki adalah dengan meminta maaf.

7.

Moral karyawan berperan sangat menentukan.

Macaulay and Cook (1997) mengatakan bahwa pelayanan merupakan citra
organisasi. Pelayanan yang memuaskan terdiri atas tiga komponen, dan semuanya
mencerminkan citra organisasi. Adapun ketiga komponen itu adalah: (a) kualitas
produk dan layanan yang dihasilkan, (b) cara karyawan memberikan layanan,
dan (c) hubungan pribadi yang terbentuk melalui layanan tersebut.
Pelayanan dapat dikategorikan dalam tiga bentuk, yakni: layanan dengan
lisan, layanan melalui tulisan, dan layanan dengan perbuatan (Moenir, 2000).
Layanan dengan lisan dilakukan oleh petugas-petugas di bidang hubungan
masyarakat (humas), bidang layanan informasi dan bidang-bidang lain yang
tugasnya

memberikan

penjelasan

atau

keterangan

kepada

siapapun

yang

memerlukan. Supaya layanan lisan berhasil sesuai dengan yang diharapkan, ada
syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh pelaku layanan, yaitu:
1) Memahami benar masalah-masalah yang termasuk dalam bidang
tugasnya;

2) Mampu memberikan penjelasan apa yang perlu dengan lancar, singkat

Universitas Sumatera Utara

tetapi cukup jelas sehingga memuaskan bagi mereka yang ingin
memperoleh kejelasan mengenai sesuatu;

3) Bertingkah laku sopan dan ramah-tamah;

4) Meski dalam keadaan sepi tidak ngobrol dan bercanda dengan teman,
karena menimbulkan kesan tidak disiplin dan melalaikan tugas;

5) Tidak melayani orang-orang yang ingin sekadar “ngobrol” dengan cara
yang sopan.
Ada beberapa jenis pelayanan yang dewasa ini cukup populer, di antaranya
adalah:
a.

Pelayanan Sepenuh Hati
Pelayanan sepenuh hati adalah pelayanan yang berasal dari dalam

sanubari, yakni tempat bersemayamnya emosi-emosi, watak, keyakinankeyakinan, nilai-nilai, sudut pandang dan perasaan-perasaan (Patton, dalam
Boediono, 1999). Pelayanan sepenuh hati dilakukan berdasarkan pada
pertimbangan-pertimbangan logis (pikiran) dan sentimentalitas (perasaan).
Untuk itu, dalam pelayanan sepenuh hati, menurut (Patton dalam Boediono,
1999) diperlukan:
1.

Memahami perasaan-perasaan diri sendiri tentang siapa sebenarnya ia
dan apa yang kita sumbangkan pada kehidupan profesional dan

Universitas Sumatera Utara

pribadi.
2.

Memahami kekuatan batin kita, seperti: kepercayaan diri, harga diri,
dan pematangan emosional.

3.

Mempelajari selling-point emosional produksi kita untuk menambah
kredibilitas dan daya tarik pada presentasi layanan.

4.

Menitikberatkan pada kebutuhan pada konsumen dan perasaan
mereka

terhadap

produk

dan

duta-duta

perusahaan,

serta

membangun hubungan dan sikap saling menghargai dengan
konsumen.
5.

Menyesuaikan diri dengan produk, sehingga produksi itu tidak lain
merupakan ungkapan diri kita sendiri, bukan sebaliknya

6.

Menemukan kesenangan dan kegembiraan dalam peran kita sebagai
duta-duta perusahaan, produksi atau pelayanan.

b.

Pelayanan Publik
Pelayanan publik adalah pelayanan yang dilakukan oleh birokrasi

pemerintah atau lembaga lain yang tidak termasuk badan usaha swasta, yang
tidak berorientasi pada laba (profit). Menurut Boediono (1999) pelayanan
umum harus dilaksanakan dalam suatu rangkaian kegiatan terpadu yang
bersifat: sederhana, terbuka, lancar, tepat, lengkap, wajar dan terjangkau. Salah
satu bentuk pelayanan publik adalah pelayanan perpajakan terhadap Wajib
Pajak. Menurut Zeithaml, Berry dan Parasuraman dalam Erief (2007)

Universitas Sumatera Utara

mengemukakan hasil penelitian bahwa ada sepuluh kriteria atau dimensi
(variable) yang dapat digunakan untuk menilai kualitas pelayanan, yaitu Ten
Dimensions of SERVQUAL,:
1. Fasilitas fisik (tangible) yang dirasakan yaitu bukti fisik dari jasa bisa
berupa fasilitas fisik, peralatan yang digunakan, representasi fisik,
meliputi:
a.

kenyamanan ruangan ( udara sejuk, tempat duduk)

b.

ketersediaan fasilitas penunjang (komputer , formulir dan lain-lain)

c.

ketersediaan tempat parkir

d.

penampilan pegawai

e.

kebersihan toilet

2. Reliabilitas (reliability) keandalan mencakup dua hal pokok, yaitu
konsistensi kerja (performance) dan

kemampuan

untuk

dipercaya

(dependability). Hal ini berarti pemberian pelayanan secara tepat sejak
awal dan sesuai jadwal yang disepakati, yang meliputi :
a.

ketepatan dalam memenuhi janji yang diberikan

b.

keandalan proses pelayanan

3. Responsivitas (responsiveness) ketanggapan yaitu kemauan atau
kemauan atau kesiapan para karyawan untuk memberikan jasa yang

Universitas Sumatera Utara

dibutuhkan pelanggan, meliputi hal-hal berikut :
a. ketanggapan petugas dalam menangani masalah
b. ketersediaan petugas menjawab pertanyaan konsumen
c. ketersediaan petugas keamanan (satpam) membantu konsumen
4. Kompetensi (competency) kemampuan artinya setiap orang dalam
suatu

perusahaan

memiliki

keterampilan

dan

pengetahuan

yang

dibutuhkan agar dapat memberikan jasa tertentu, meliputi hal-hal
berikut :
a. pengetahuan pegawai tentang informasi
b. keterampilan petugas dalm melayani
c. kecepatan pelayanan
d. keakuratan data/informasi
3. Tata krama (courtesy) kesopanan meliputi sikap sopan santun,
respek, perhatian dan keramahan yang dimiliki para pegawai, yang
meliputi hal-hal sebagai berikut :
a. keramahan dan sopan santun pegawai dalam melayani konsumen.
b. keramahan petugas keamanan
c. kesopanan penampilan pegawai dalam berpakaian
6.

Kredibilitas (credibility) yaitu sifat jujur dan dapat dipercaya.

Universitas Sumatera Utara

Kredibilitas mencakup nama instansi, reputasi, dan interaksi dengan
pelanggan.
7.

Keamanan (security) yaitu aman dari bahaya, resiko atau ketidak pastian

8.

Akses (access), yaitu kemudahan untuk dihubungi dan ditemui. Hal
ini berarti lokasi mudah dijangkau, waktu menunggu yang tidak terlalu
lama, kemudahan untuk berkomunikasi dan kemudahan menemui
pegawai.

9.

Komunikasi (communication) memberikan informasi kepada pelanggan
dalam bahasa yang dapat dimengerti, dan selalu mendengarkan saran
dan keluhan pelanggan, yang meliputi :
a.

informasi yang cepat dan tepat

b. adanya komunikasi dua arah
10. Perhatian pada pelanggan (understanding the customer), yaitu usaha untuk
memahami kebutuhan yang meliputi hal-hal sebagai berikut :
a. kemampuan pegawai dalam memberikan saran dan pendapat
dengan kondisi pelanggan
b. pemahaman terhadap kebutuhan pelanggan
c. perhatian terhadap pelanggan utama

2.4 Kepatuhan Wajib Pajak

Universitas Sumatera Utara

Menurut Milgram ( dalam Nasucham 2004) kepatuhan terkait dengan ketaatan
pada otoritas aturan-aturan. Dalam pengertian yang lebih rinci, Hasseldine ( dalam
Nasucha, 2004) mengemukakan bahwa kepatuhan adalah melaporkan semua harta
kekayaan Wajib Pajak yang tercatat pada waktu yang ditentukan dan pengembalian
laporan pertenggungjawaban pajak yang akurat, sesuai dengan kode pemasukanm
peraturan dan penerapan keputusan pengadilan pada waktu dilakukan pencatatan.
Menurut Safri Nurmantu (2003), kepatuhan perpajakan didefinisikan sebagai “
suatu keadaan dimana Wajib Pajak memenuhi semua kewajiban perpajakan dan
melaksanakan hak perpajakannya. Terdapat dua macam kepatuhan menurut Safri
Nurmantu, yakni: kepatuhan formal dan kepatuhan material. Kepatuhan formal
adalah suatu keadaan dimana Wajib Pajak memenuhi kewajiban perpajakan secara
formal sesuai dengan ketentuan dalam undang-undang perpajakan. Misalnya
ketentuan batas waktu penyampaian Surat Pemberitahuan Pajak Penghasilan (SPT
PPh) Tahunan tanggal 31 Maret. Apabila Wajib Pajak telah melaporkan SPT PPh
Tahunan sebelum atau pada tanggal 31 Maret maka Wajib Pajak telah memenuhi.
Dalam konteks Self Assessment System yang dianut Indonesia, kepatuhan
yang

diharapkan

adalah

kepatuhan

yang

bersifat

sukarela (voluntary

compliance) dan bukan kepatuhan yang dipaksakan (compulsary compliance).
Kepatuhan yang diminta oleh Pemerintah terhadap Wajib Pajak dalam sistem
Self Assessment, tentu saja bukan kepatuhan yang tanpa pengawasan, sebab sangat
riskan dan terjadi pada pengalaman di banyak Negara bahwa tidak semua Wajib

Universitas Sumatera Utara

Pajak patuh, mereka dengan berbagai cara berusaha meminimalkan bahkan
menghindarkan pajak, baik melalui tax avoidance, yaitu memanfaatkan celah-celah
peraturan perpajakan karena tidak diatur atau memiliki banyak penafsiran yang
berbeda, maupun melalui tindak pidana perpajakan yaitu penyelundupan pajak (tax
evasion).
Dalam hal ini Brooks (1990) menyatakan terdapat tiga pendekatan yang lazim
digunakan untuk menganalisis kepatuhan pajak yaitu :
1. Pendekatan Ekonomi.
Menurut

pendekatan

manifestasi

perilaku

berdasarkan

evaluasi

ekonomi

manusia
antara

kepatuhan

rasional

manfaat

perpajakan

merupakan

membuat

keputusan

yang

dan

biaya.

Faktor-faktor

yang

menentukan kepatuhan dalam pendekatan ini adalah tingkat tarif, struktur sanksi, dan
kemungkinan terdeteksi oleh hukum
2. Pendekatan Psikologis
Pendekatan ini menyatakan perilaku kepatuhan pajak dipengaruhi oleh
faktor-faktor

cara

pandang

seseorang

mengenai

moralitas

penyeludupan

pajak yang berkaitan dengan ide dan nilai-nilai yang dimilikinya, persepsi
dan

sikap

terhadap

dan

lain-lain,

probablitas

perubahan

kemungkinan

kebiasaan, kerangka

terdeteksi,
subjektif

besarnya
atas

denda

keputusan

pajak.

Universitas Sumatera Utara

3. Pendekatan Sosiologis
Pendekatan ini melihat sebab-sebab penyimpangan perilaku seseorang
melalui kerangka sistem sosialnya. Menurut para ahli sosiologi, dorongan
atau tekanan masyarakat akan membentuk perilaku yang sama efektifnya
dengan sistem reward and punishment yang dibuat oleh Pemerintah. Oleh
karena itu menurut pendekatan ini faktor-faktor yang mempengaruhi tax
avoidance dan tax evasion adalah sikap terhadap pemerintah, pandangan
mengenai
keadilan

penegakan
dan

sistem

hukum

oleh

perpajakan,

pemerintah,
kontak

dengan

pandangan
kantor

mengenai
pajak

dan

karakteristik demografi.

2.5 Pengertian Kinerja
Menurut Rivai dan Fawzi (2005) kinerja adalah merupakan suatu fungsi
dari motivasi dan kemampuan. Untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan,
seseorang harus memiliki derajat kesediaan dan tingkat kemampuan tertentu.
Kesediaan dan keterampilan seseorang tidaklah cukup efektif untuk mengerjakan
sesuatu tanpa pemahaman yang jelas tentang apa yang akan dikerjakan dan
bagaimana mengerjakannya. Furtwengler (2000), mengatakan bahwa kinerja
dapat diukur melalui empat aspek kinerja yaitu : aspek kecepatan, aspek kualitas,
aspek layanan, dan aspek nilai. (Jewell & Marc : 1998) mengatakan bahwa penilaian
kinerja adalah proses yang digunakan organisasi untuk menilai sejauh mana

Universitas Sumatera Utara

anggotanya telah melakukan pekerjaannya dengan memuaskan. Penilaian kinerja dapat
saja dilakukan terhadap kinerja perorangan dan sekelompok orang yang bekerja secara
terorganisir.
Donnelly, Gibson and Ivancevich dalam Veithzal Rivai (2005) kinerja
induvidu pada dasarnya dipengaruhi oleh faktor-faktor : (a) harapan mengenai
imbalan; (b) dorongan; (c) kemampuan; kebutuhan dan sifat; (d) persepsi
terhadap tugas; (e) imbalan internal dan eksternal; (f) persepsi terhadap tingkat
imbalan dan kepuasan kerja. Dengan demikian, kinerja pada dasarnya
ditentukan oleh tiga hal, yaitu: (1) kemampuan, (2) keinginan dan (3)
lingkungan. Oleh karena itu, agar mempunyai kinerja yang baik, seseorang
harus mempunyai kenginan yang tinggi untuk mengerjakan serta mengetahui
pekerjaannya.
Menurut Ruky (2004), pengukuran kinerja dapat dilakukan dengan menilai
tingkat pencapaian target, inisiatif, loyalitas dan kerjasama dalam kelompok,
disiplin dan kepatuhan, kesadaran atau pengembangan diri dan peningkatan
pengetahuan. Kriteria umum yang digunakan untuk mengukur kinerja seseorang
dapat dilihat dari segi : kualitas, kuantitas, waktu yang digunakan, jaminan, jabatan,
absensi, dan keselamatan dalam menjalankan tugas (Rao dalam Muchsin, 2003).
Kriteria-kriteria ini biasanya telah ditetapkan oleh perusahaan dan akan
berkembang sesuai perkembangan kegiatan perusahaan.

2.6. Tinjauan Penelitian Terdahulu

Universitas Sumatera Utara

Penelitian ini merupaka replikasi dari penelitian yang dilakukan oleh Suryadi
( 2006 ) kesadaran Wajib Pajak yang diukur dari persepsi Wajib Pajak, pengetahuan
perpajakan, karakteristik Wajib Pajak dan penyuluhan perpajakan "tidak
berpengaruh signifikan " terhadap kinerja penerimaan pajak. Pelayanan perpajakan
yang diukur dari ketentuan perpajakan, kualitas SDM dan sistem informasi
perpajakan "tidak berpengaruh signifikan " terhadap kinerja penerimaan pajak.
Kepatuhan Wajib Pajak yang diukur dari pemeriksaan pajak, penegakan hukum dan
kompensasi pajak "berpengaruh signifikan " terhadap kinerja penerimaan pajak.

Universitas Sumatera Utara

Tabel 2.1
Review Peneliti Terdahulu
No
1

Nama
Peneliti
Suryadi
(2006)

Judul Peneliti
Model
Hubungan
Kausal
Kesadaran,
Pelayanan, Kepatuhan
Wajib
Pajak
dan
Pengaruhnya
Terhadap
Kinerja
Penerimaan Pajak

Variabel
Peneliti

Hasil Penelitian

Kasadaran,
Pelayanan,
kepathuan
Wajib Pajak,

Hasil penelitian menunjukkan,
kesadaran Wajib Pajak yang
diukur dan persepsi Wajib
Pajak, pengetahuan perpajakan,
karakteristik Wajib Pajak dan
penyuluhan perpajakan "tidak
berpengaruh signifikan

Hasil
penelitian
menyimpulkan
bahwa
persepsi masyarakat yang
positif dapat mempengaruhi
perilaku Wajib Pajak dalam
membayar pajak sehingga
secara
siginifikan
akan
berpengaruh pada kinerja
Badan Perpajakan Nasional
Swedia.
Wajib Pajak seringkali tidak
memberikan pelaporan
mengenai pendapatan
bersihnya

2

Maria
Karanta,
(2000)
et. al

Mengkaji persepsi Persepsi
masyarakat
Masyarakat
terhadap
kinerja
Badan Perpajakan
Nasional Swedia

3

Roades
(1979)

aspek pentingnya
kesadaran dan
kepatuhan Wajib
Pajak dalam
melaporkan
pendapatan bersih

Kesadaran
dan
kepatuhan
Wajib Pajak

Universitas Sumatera Utara

BAB III
KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS
3.1. Karangka Konsep

Gambar 3.1 Kerangka Konseptual
Dari gambaran kerangka konseptual 3.1, dapat diuraikan bahwa konstruk
endogen simbol eta ( ) kinerja KPP diperkirakan semakin tinggi atau rendah
dipengaruhi oleh beberapa konstruk eksogen simbol ksi ( ) kesadaran wajib pajak ,
kepatuhan wajib pajak, dan pelayanan wajib pajak sebagai variabel inetrpening
dengan uraian sebagai berikut :

Universitas Sumatera Utara

a.

Semakin tinggi Kesadaran Wajib Pajak maka semakin tinggi Kinerja KPP
Medan Timur

b.

Semakin tinggi Kepatuhan Wajib Pajak maka semakin tinggi Kinerja KPP
Medan Timur.

c. Semakin tinggi Kesadaran Wajib Pajak, dan Kepatuhan Wajib Pajak maka
semakin tinggi Kinerja KPP melalui Pelayanan.

3.2. Hipotesis Penelitian
Hipotesis merupakan penjelasan sementara tentang prilaku, penomena atau
keadaan tertentu yang telah terjadi atau akan terjadi (Erlina dan Mulyani, 2007).
Hipotesis 1
H1: ‘Kesadaran Wajib Pajak Badan yang di ukur dengan Persepsi, Tingkat
pengetahuan dan Kondisi keuangan mempengaruhi pelayanan Wajib
Pajak”.
Hipotesis 2
H1 : “Kepatuhan Wajib Pajak Badan yang di ukur dengan Tingkat tarif, Struktur
sanksi, Terdeteksi oleh hukum, Moralitas penyeludupan, Persepsi dan
sikap, Besarnya denda, Sikap terhadap pemerintah dan Sistem perpajakan
mempengaruhi pelayanan Wajib Pajak”.

Universitas Sumatera Utara

Hipotesis 3
H1: “Pelayanan Wajib Pajak Badan yang di ukur dengan Tangible, Reliabelitas,
Responsivitas, Kompetensi, Tata krama, Kredibilitas, Keamanan, Akses,
Komunikasi dan Perhatian pada pelanggan mempengaruhi Kinerja KPP”.
Hipotesis 4
H1 : “Kesadaran dan kepatuhan Wajib Pajak Badan mempengaruhi terhadap
pelayanan sebagai variabel intervening”.
Hipotesis 5
H1: “Kepatuhan Wajib Pajak Badan dan pelayanan mempengaruhi secara
silmultan terhadap Kinerja KPP”.

Universitas Sumatera Utara

BAB IV
METODE PENELITIAN
4.1. Jenis Penelitian
Penelitian ini menekankan pada upaya memberikan bukti empiris dan
mendiskripsikan atau memberikan gambaran yang jelas tentang kesadaran, dan
kepatuhan wajib pajak terhadap kinerja Kantor Pelayanan Pajak dengan pelayanan
sebagai variabel intervening di KPP Medan Timur., maka sumber data utama yang
dipergunakan adalah data primer. Sumber data primer merupakan sumber data yang
dihimpun langsung dari responden dengan menggunakan instrumen daftar pertanyaan
atau pernyataan (kuesioner).

4.2. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian yaitu di 3 (tiga) kecamatan wilayah KPP Medan Timur.
Penelitian telah dilakukan pada bulan Mei dan berakhir pada bulan Juli tahun
2011.

4.3. Populasi dan Sampel
Berdasarkan data dari KPP Medan Timur dikethaui bahwa jumlah wajib pajak
adalah 67.001 per 31 desember 2009. Dari keseluruhan wajib pajak yang akan
menjadi populasi ini adalah wajib pajak badan berjumlah 6.854 Wajib Pajak Badan.

Universitas Sumatera Utara

Untuk menentukan sampel dalam penelitian ini digunakan rumus Slovin
sebagai berikut yaitu :

Dimana :
n = sampel
N = populasi
e = tingkat kesalahan
maka :

, dibulatkan menjadi 99
Tabel 4.1 Sampel Penelitian
No

Uraian

Wajib Pajak Badan

1

Rasio Kepatuhan SPT WP Badan

27

2

Rasio Tidak Patuh SPT WP Badan

72

Jumlah

99

Sumber : KPP Pratama Medan Timur
Merujuk pada hasil perhitungan ketentuan tersebut, maka jumlah sampel dalam
penelitian ini ditetapkan sebanyak 99 wajib pajak yang diambil dengan teknik

Universitas Sumatera Utara

probability Sampling yaitu teknik sampling (teknik pengambilan sampel) yang
memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih
menjadi anggota sampel (Sugiyono, 2005). Sedangkan jenis Probability Sampling
yang digunakan adalah Proportionate Stratified Random Sampling karena populasi
mempunyai anggota/unsur yang homogen dan berstrata secara proporsional
4.4. Metode Pengumpulan Data
Sumber data merupakan faktor penting untuk mempertimbangkan penentuan
metode pengumpulan data. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer. Data
primer merupakan sumber data penelitian yang diperoleh secara langsung dari
sumber asli. Data kesadaran wajib pajak dan Kepatuhan wajib pajak (variabel
eksogen) terhadap kinerja KPP (variabel endogen) dengan pelayanan wajib pajak
(variabel intervening), dari responden digunakan instrumen penelitian berupa
kuesioner dalam bentuk jawaban tertutup. Pilihan jawaban kuesioner menggunakan
skala likert pengukuran interval dengan lima pilihan jawaban yaitu, Sangat Setuju
(SS), Setuju (S), Kurang Setuju (KS), Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju
(STS). Kuesioner dirancang berdasarkan indikator yang terdapat pada setiap
variabel penelitian. Sebelum kuesioner diserahkan kepada responden terlebih dahulu
dilakukan uji coba instrumen. Kuesioner akan diuji coba kepada responden
bukan sampel tetapi memiliki karakteristik yang sama. Uji coba instrumen akan
dilakukan di KPP Medan Barat yang berada di Kota Medan dengan perkiraan waktu
pengisian kuesioner kurang lebih 30 menit. Tujuan pengujian instrumen penelitian

Universitas Sumatera Utara

untuk mengetahui tingkat validitas dan reliabilitas kuesioner sebelum dilakukan
pengumpulan data.
Kuesioner yang sudah diuji coba akan dibagikan langsung oleh peneliti ke
Wajib pajak badan yang menjadi sampel penelitian dan diberi waktu tenggang
selama satu minggu. Setelah satu minggu kuesioner tersebut diambil kembali oleh
peneliti, jika dalam waktu satu minggu tersebut kuesioner tersebut belum
diserahkan, maka kuesioner dikategorikan tidak kembali.

4.5. Defenisi Operasional dan Metode Pengukuran Variabel
4.5.1. Defenisi Operasional
1.

Kinerja KPP (Y)
Kinerja KPP adalah proses yang digunakan organisasi untuk menilai sejauh mana

anggotanya telah m

Dokumen yang terkait

Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Melalui E-Filing di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Binjai

2 104 66

Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Menghitung Dan Melunasi Pajak Penghasilan Pasal 25 / 29 Sesuai Sistem Self Assessment Di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Timur

1 107 57

Pengaruh Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemeriksaan Pajak Terhadap Penerimaan PPh Pasal 25/29 Wajib Pajak Badan Pada KPP Pratama Medan Polonia

8 154 65

Analisis Data Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Badan Dalam Melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Polonia

3 68 66

Analisis Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak Baru Atas Keputusan Menteri Keuangan No. 84/KMK.03/2002 Pada KPP Pratama Medan Belawan

1 55 84

Evaluasi Kepatuhan Wajib Pajak dan Penerimaan Pajak Sebelum dan Sesudah Uji Coba Penataan Tugas dan Fungsi Account Representative di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Timur

2 35 88

Analisis Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak Dilihat Dari Penerimaan Tunggakan Pajak Oleh Seksi Penagihan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Lubuk Pakam Tahun 2011-2014

0 29 58

Dampak Penggunaan Drop Box Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak dan Peranannya Dalam Upaya Peningkatan Penerimaan Pajak Di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Barat

1 37 70

Pelaksanaan Penyuluhan Dalam Upaya Meningkatkan Kepatuhan Wajib Pajak Di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Lubuk Pakam

1 36 55

Pengaruh kesadaran wajib pajak dan pelayanan fiskus terhadap kinerja penerimaan pajak dengan kepatuhan wajib pajak sebagai variabel intervening (studi pada wajib pajak di Jakarta Selatan)

0 4 119