Definisi Kebudayaan Definisi Suku Sasak

33 atau yang terjadi dan esensial, bernilai atau memiliki makna. Dalam dokumenter terkandung unsur faktual dan niali. Intinya, biarpun banyak catatan, foto atau materi lain yang berisi rekaman peristiwa dan kejadian yang nyata, namun tidak semua hal itu memiliki nilai dokumenter. Hanya suatu materi yang sungguh bermakna bagi suatu lingkungan yang boleh disebut bernilai dokumenter. Wibowo ,1997:145.

3.1.3 Definisi Kebudayaan

Definisi kebudayaan yang dimaksud dalam perancangan ini merupakan wujud ideal yang bersifat abstrak dan tak dapat diraba yang ada di dalam pikiran manusia yang dapat berupa gagasan, ide, norma, keyakinan dan lain sebagainya. Dalam setiap kebudayaan terdapat unsur-unsur yang juga dimiliki oleh berbagai kebudayaan lain. Koentjaraningrat menyebutnya sebagai unsur-unsur kebudayaan yang universal yang meliputi: sistem religi dan upacara keagamaan, sistem dan organisasi kemasyarakatan, sistem pengetahuan, bahasa, kesenian, sistem mata pencaharian hidup, dan sistem teknlogi dan peralatan. Tiap-tiap unsur kebudayaan universal tersebut menjelma kedalam tiga wujud kebudayaan, yaitu: 1. Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia. 2. Wujud kebudayaan sebagai sebuah kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai- nilai, norma-norma, peraturan dan sebagainya. 3. Wujud kebudayaan sebagai kompleks aktivitas serta tindakan berpola dan manusia di dalam suatu masyarakat.

3.1.4 Definisi Suku Sasak

Sasak yang dimaksud dalam perancangan ini adalah suku bangsa asli yang merupakan penduduk asal pulau Lombok, di propinsi Nusa Tenggara Barat. Orang Sasak tersebar di tiga kabupaten yaitu kabupaten Lombok Barat Mataram, Lombok Tengah Praya, dan Lombok Timur Selong. Orang Sasak kebanyakan bermukim di sekitar gunung. Selain bermukim di sekitar pegunungan, orang Sasak juga banyak mendiami daerah pantai, hal ini dikarenakan sebagian besar penduduk bermata pencaharian di bidang pertanian dan nelayan. Letak tempat orang Sasak yang berada di sekitar pegunungan dan daerah pesisir sangat berpengaruh dalam berbagai hal diantaranya mata 34 pencaharian, pola perkampungan, bahasa dan lain sebagainya Badan Pusat Statistik Mataram, 2001:8. Disamping bertani dan nelayan mereka juga merawat hewan ternak, hal ini dilakukan untuk menambah penghasilan dan pengetahuan mereka. Mata pencaharian lain yang dilakukan orang-orang Sasak adalah usaha kerajinan tangan berupa anyaman barang- barang dari rotan, ukir-ukiran dan usaha tenun lain yang dijual hingga keluar pulau Lombok Melatoa, 1995:65

3.1.5 Definisi Program “Explore Indonesia”