Hasil Wawancara Peranan Dinas Pasar Terhadap Pelayanan Publik dalam Penataan Pasar Tradisional di Deli Tua Kabupaten Deli Serdang

87 Gambar 5.3 Pasar Tradisional Gambar di atas merupakan pedagang yang berjualan di pasar tradisional sebelum di relokasi ke pasar baru. Para pedagang pasar tradisional Deli Tua sedang melakukan kegiatan aktivitas jual beli di pasar. Gambar 5.4 Kemacetan Deli Tua Gambar 5.5 PKL yang Berdagang Pada gambar 5.4 dan gambar 5.5 di atas dapat dilihat bagaimana kondisi pasar tradisional Deli Tua yang pada akhirnya mengalami penyempitan jalan sehingga sering terjadi kemacetan Jalan lalu lintas. Hal ini disebabkan karena para PKL berlomba-lomba menempati badan pasar. Pasar tradisional di Deli Tua kelihatan semrawut seperti pasar tumpah. Permasalahan ini menjadi faktor utama kemacetan Jalan lalu lintas yang sangat meresahkan masyarakat apabila melewati kawasan pasar Deli Tua.

5.6 Hasil Wawancara

Pengolahan data dalam penelitian berikutnya adalah wawancara. Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data secara langsung di lapangan melalui informan kunci, informan utama dan informan tambahan untuk memperkuat data secara kredibel. Wawancara ini dapat menjawab suatu Universitas Sumatera Utara 88 permasalahan yang ada di Pasar Tradisional Deli Tua. Adapun permasalahan yang terjadi mengenai penolakan pedagang pada saat direlokasi ke pasar lama adalah mengenai “penghasilan” para pedagang. Menurut Fitri seorang pedagang tradisional di Pasar Deli Tua, mengatakan bahwa : “Penghasilan kami dulu disana Rp 200 ribu sampai Rp 500 ribu per hari karena di pasar lama pembeli hanya tahu berbelanja sehingga di pasar tradisional baru pembeli malas datang kesana, terus disana jauh dan tempatnya pun sangat kecil hanya berukuran 2 x 2,5 meter dan tidak memiliki pentilasinya”. Pedagang Deli Tua merasa kecewa atas sikap Pemkab Deli Serdang yang merelokasi pasar tradisional Deli Tua. Mereka berupaya untuk mempertahankan lokasi pasar tradisional Deli Tua dan tidak mau direlokasi ke pasar tradisional baru sebelum penggusuran dilakukan. Ketua Himpunan Pedagang Pasar Deli Tua HPPD, Sabar Bangun, mengatakan : “Siap memperjuangkan hak mereka hingga titik darah penghabisan, jadi untuk itu hendaknya Dinas PD Pasar Pemkab Deli Serdang jangan menjual para pedagang untuk kepentingan mereka”. Wacana dari Bapak Sabar Bangun kemudian didukung oleh Terang Bangun, yang menyatakan bahwa : “Kami menginginkan renovasi pasar bukan relokasi tempat yang tidak sebanding dan jauh dari layak”. Para pedagang lama di Pasar Deli Tua tidak setuju dengan relokasi ke pasar baru, mereka mengharapkan Pemkab Deli Serdang untuk mempertimbangkan penggusuran. Menurut pendapat T. Tarigan, salah seorang pemilik kios pasar lama, mengatakan bahwa : “Sebelum relokasi Pemkab Deli Serdang tidak ada melakukan sosialisasi. Bahkan ratusan pedagang yang dinyatakan siap untuk berjualan di Pasar Universitas Sumatera Utara 89 Deli Tua yang baru bukanlah pedagang yang berjualan di Pasar Deli Tua” Penggusuran ini dilakukan secara paksa, yang diungkapkan oleh Balasen Tarigan yang mengatakan bahwa : “Saat direlokasi April lalu kami terkejut, sama sekali tidak ada sosialisasi. Kami ini manusia atau anjing kalau direlokasi ke pasar yang baru sulit pembeli masuk ke dalam”. Pedagang sangat kuatir dengan keadaan ekonomi mereka yang akan berkurang. Mereka hanya ingin direnovasi bukan direlokasi. Pada saat kejadian penggusuran Pasar Deli Tua banyak penolakan dari pedagang sehingga Pemkab Kabupaten Deli Serdang mengkerahkan Polri, TNI dan Satpol PP untuk mengamankan pedagang yang berontak atau tidak mau direlokasi. Salah satu pedagang pasar Deli Tua bernama Pungkas Tarigan, mengatakan bahwa : “Ukuran kios di tempat yang baru kecil, lokasi Pasar Deli Tua yang baru ini tidak strategis juga jauh dari keramaian, dikelilingi bangunan ruko yang megah sehingga dapat menyebabkan sepi pengunjung. Belum lagi 500 meter harus masuk ke dalam, kalau sudah seperti ini apa layak disitu berjualan. Gak terima aku direlokasi. Seharusnya bangunan kami harus diganti rugi. Pasar baru terlalu kecil ukurannya, sampai hari ini kami terus menunggu Pemkab Deli Serdang memberi kejelasannya”. Ungkapan dari pendapat pedagang di atas dapat disimpulkan bahwa pedagang menolak direlokasi ke pasar baru dan mengharapkan renovasi di pasar tradisional sebelumnya. Berbagai upaya dan cara yang mereka lakukan untuk mengharapkan pengertian Pemerintah Kabupaten Deli Serdang untuk tidak digusur. Mereka hanya ingin direnovasi bukan direlokasi. Menurut mereka tempat pasar baru terlalu kecil ukurannya, tidak strategis dan jauh dari pengunjung. Meskipun demikian relokasi tersebut terus dilaksanakan. Dalam penataan pasar tradisional ini pemerintah berharap akan lebih baik lagi untuk kesejahteraan Universitas Sumatera Utara 90 pedagang dan pembeli. Memberikan pelayanan yang terbaik dalam bentuk sarana dan prasarana yang telah disediakan oleh Pemkab Kabupaten Deli Serdang untuk kepentingan bersama serta meminimalisir permasalahan yang terjadi di pasar Deli Tua. Berbeda dengan pendapat Kabid Penindakan Satpol PP Deli Serdang, Suryadi yang mengatakan bahwa : “Ulah para pedagang membuat jalan macet, biasalah penertiban untuk pedagang kaki lima yang nakal. Mereka juga sudah disediakan lokasi baru. Sebab, sasarannya pedagang yang berjualan di badan jalan. Trotoar maupun di atas parit. Mereka jelas mengganggu ketertiban umum. Dalam penertiban yang kami lakukan, masyarakat pasti banyak yang senang, sebaliknya para pedagang ada yang kesal dan mengumpat”. Lokasi pasar lama kini sudah menjadi rata dengan tanah. Lokasi tersebut tidak hanya dibiarkan begitu saja melainkan akan digunakan sebagai taman kota. Menurut Lokot Ismail, Seksi Pengelolaan Pasar mengatakan bahwa : “Penertiban dilakukan karena di sekitar lokasi itu akan dibangun taman kota. Penertiban rencananya akan ada pembangun taman kota untuk memperindah pasar Deli Tua, sekaligus mengantisipasi para pedagang yang selalu menggunakan trotoar sebagai tempat jualan mereka. Bangunan taman akan dibuat tinggi agar tidak dapat ditempati para pedagang untuk berjualan. Akan kami tananami berbagai jenis tanaman bunga”. Dalam penataan pasar ini ada yang pro dan kontra. Pandangan setiap orang berbeda-beda mengenai penataan pasar Deli Tua. Apabila dilihat dari sisi positif, permasalahan yang ada di pasar Deli Tua membuat para pengguna jalan lintas merasa nyaman karena tidak ada kemacetan, para pembeli merasa nyaman, aman dan pasar tertata dengan rapi. Sedangkan sebagian pedagang tidak merasa aman, nyaman dan sebaliknya mereka tidak menginginkan relokasi ini terjadi. Seperti salah satu seorang pembeli yang melihat pandangan dari sisi positif dan negatif Universitas Sumatera Utara 91 dari penataan Pasar Tradisional Modern Deli Old Town, bernama Tri Surya Tarigan 26, mengatakan bahwa : “Menurut saya dari sisi positif dibangunnya pasar tradisional Deli Tua Jalan Pamah, tempatnya lebih teratur, tidak becek seperti pasar yang lama, tidak macet dan angkutan umum untuk menuju pasar tersebut sudah terjangkau. Dari sisi negatif, menurut saya pasar tersebut jauh dari jalan umum dan beberapa kebutuhan pokok belum lengkap karena pedagang masih belum banyak menempati tempat berjualan”. Salah satu bentuk pelayanan Dinas Pasar dalam penataan pasar Deli Tua adalah kenyamanan, keamanan dan ketertiban. Menurut pendapat Mini br Sitepu salah satu pembeli 52, mengatakan : “Kalau menurut saya, pelayanan pemerintah dalam penataan pasar tradisional yang baru sudah baik, bagus dan tertata dengan rapih karena para pedagang berjualan sesuai jenis dagangannya sehingga saya yang berbelanja disini tidak perlu bersusah payah mencari kebutuhan pokok atau jenis barang yang ingin saya beli”. Pernyataan di atas merupakan pendapat informan mengenai permasalahan sebelum direlokasi dan sesudah direlokasi. Para pedagang pada awalnya tidak menyetujui hal ini, akan tetapi suatu kebijakan harus dilaksanakan sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan. Kebijakan pemerintah ini merupakan kebaikan bersama untuk semua orang meskipun adanya perubahan yang terjadi dan penolakan.

5.7 Indikator Penataan atau Pengelolaan Pasar yang Berhasil dalam