Analisis Penggunaan Peluang Modal Sosial Dalam Pemeliharaan Prasarana Jalan (Studi Deskriptif di Desa Pertambatan Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai)

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
DEPARTEMEN SOSIOLOGI
ANALISIS PENGGUNAAN PELUANG MODAL SOSIAL DALAM PEMELIHARAAN PRASARANA JALAN
(Studi Deskriptif di Desa Pertambatan Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai)
SKRIPSI
Diajukan Oleh: Viana Rofinita Saragih
060901043
Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana
Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara
Medan 2011
Universitas Sumatera Utara

Abstrak
Modal sosial dapat dicirikan dalam bentuk kerelaan individu untuk mengutamakan keputusan komunitas yang menghasilkan kinerja yang mengandung nilai sosial. Kebersamaan, kemampuan berempati, toleransi, semangat kerjasama merupakan modal sosial yang sangat melekat dalam kehidupan bermasyarakat.
Jalan merupakan salah satu prasarana yang memiliki fungsi yang sangat penting dalam masyarakat terkait dalam upaya transportasi dan dan mobilitas warga. Prasarana jalan dekat terkait dengan masalah sosial ekonomi baik antar satu daerha maupun hubungan antar daerah. Mengingat fungsinya yang begitu penting pemeliharaan jalan hendaknya lebih dimaksimalkan guna menjaga kinerha jalan yang tetap pada porsinya. Terkait dalam hal ini modal sosial yang meliputi elemen jaringan sosial, kepercayaan dan pranata sosial dituntut untuk mampu menjalankan fungsinya dalam menangani berbagai masalah di masyarakat. Namun dalam kenyataanya modal sosial masih hanya konsep yang berlaku dalam interaksi bermasyarakat dan tidak digunakan dalam upaya pembangunan di masyarakat.
Dalam penelitian ini peneliti meneliti bagaimana penggunaan modal sosial dalam upaya pemeliharaan jalan di desa Pertambatan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Penelitian ini dilakukan terhadap 10 orang informan. Adapun informan tersebut 2 berasal dari pemerintah, 2 berasal dari pengusaha, 2 dari tokoh masyarakat, 3 berasal dari masyarakat desa Pertambatan dan 1 berasal dari luar desa Pertambatan.
Adapun konsep utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah modal sosial yang mengutamakan elemen jaringan sosial, kepercayaan dan pranata sosial. Sehubungan dengan penggunaan modal sosial dalam upaya pemeliharaan jalan di desa Pertambatan ini modal sosial berupa sikap kerjasama, toleransi, kepercayaan belum dapat digunakan sesuai dengan hakekat modal sosial yang sesungguhnya yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan yang ada di masyarakat.
i
Universitas Sumatera Utara

Kata Pengantar
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, ibarat pepatah yang menyatakan “tiada gading yang tak retak”. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari saudara pembaca demi perbaikan skripsi ini.
Atas bimbingan dan bantuan yang diterima penulis dari berbagai pihak selama penulisan skripsi ini hingga selesai, serta selama perkuliahan di Universitas Sumatera Utara Medan, maka dengan hati yang tulus penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Syahril Pasaribu, selaku Rektor Universitas Sumatera Utara Medan.
2. Bapak Prof. Dr. Badaruddin, M.si, selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara Medan.
3. Ibu Dra. Lina Sudarwati, M.si, selaku Ketua Jurusan Departemen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara Medan.
4. Ibu Dra. Ria Manurung, M.si selaku Dosen Pembimbing 5. Bapak/ibu dosen serta staf dan Pegawai Universitas Sumatera Utara Mean 6. Segenap perangkat pemerintahan kabupaten Serdang Bedagai.
Terimakasih untuk kesediaannya memberikan informasi yang berkaitan dengan permasalahan penelitian ini.
ii
Universitas Sumatera Utara

7. Segenap masyarakat desa Pertambatan kecamatan Dolok Masihul kabupaten Serdang Bedagai terima kasih atas kesediaannya memberikan informasi bagi penelti dalam menjawab permasalahan dalam penelitian ini.
8. Ayahanda S. Saragih dan Ibunda S. Purba yang sangat saya cintai yang telah banyak berkorban demi selesainya studi saya dan menjadi motivasi terbesar untuk saya dapat menyelesaikan skripsi ini.
9. Adik-adik saya Friska Saragih, Wulany Dajawak, Yuli Sani Saragih, Satria Fahrezi dan Bayu Davian Saragih yang selalu memberi dukungan dan menjadi salah satu motivasi bagi saya dan juga tante Elfidawaty dan keluarga yang selama ini juga banyak membantu dalam studi saya.
10. Ibu Drg. Ateta. MARS dan keluarga yang telah banyak mendukung saya dalam materi maupun moril saya haturkan terimakasih sebanyakbanyaknya.
11. Kawan-kawan di Departemen Sosiologi stambuk 2006. 12. Adik-adik di Departemen Sosiologi stambuk 2007-2010. Tetap semangat! 13. Kakak-kakak di Departemen sosiologi. Terimaksi untuk dukungan dan
semangatnya. 14. Sahabat-sahabat terbaik, Ani Laia, Nurchandani, Sumarni. Terima kasih
banyak untuk dukungan kalian selama ini yang selalu ada di saat suka dan duka. 15. Segenap keluarga besar Saragih Dajawak di huta Sidiamdiam Kecamatan Silou Kahean kabupaten Simalungun. Terima kasih untuk dukungan dan semangat yang saya terima selama ini.
iii
Universitas Sumatera Utara

16. Segenap keluarga besar Purba Tambak di huta Nagori Dolok Kecamatan Silou Kahean kabupaten Simalungun. Terimakasih untuk dukungan dan semangat yang saya terima selama ini.
Medan, Maret 2011 Penulis
Viana Rofinita Saragih
iv
Universitas Sumatera Utara

Daftar Isi
Abstrak ............................................................................................................. i Kata Pengantar ................................................................................................. ii Daftar Isi............................................................................................................v Daftar Tabel ................................................................................................... viii Daftar Lampiran................................................................................................ix Daftar Gamba................................................................................................... rx BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang .................................................................................1 1.2 Perumusan maslah............................................................................5 1.3 Tujuan Penelitian .............................................................................5 1.4 Manfaat Penelitian ...........................................................................5 1.5 Defenisi Konsep. ..............................................................................6 BAB II. KAJIAN PUSTAKA ...........................................................................10 BAB III. METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian.............................................................................17 3.2 Lokasi Penelitian ..........................................................................17 3.3 Unit Analisis dan Informan Penelitian ...........................................17 3.4 Teknik Pengumpulan Data ............................................................18 3.5 Interpretasi Data ...........................................................................19 3.6 Jadwal Kegiatan Penelitian ..........................................................20 3.7 Keterbatasan Penelitian.................................................................20
v
Universitas Sumatera Utara

BAB IV. INTERPRETASI DATA....................................................................21 4.1 Setting Daerah Lokasi...................................................................22 4.2 Gambaran Sosial Masyarakat dan Dinamika Sosial........................26 4.3 Fungsi Jalan desa Pertambatan Bagi Masyarakat, Perusahaan dan Masyarakat Kecamatan Silou Kahean............................................29 4.4 Kondisi Kerusakan Jalan Desa Pertambatan ..................................33 4.5 Profil Informan.............................................................................34 4.6 Gambaran Peluang Modal Sosial Masyarakat ................................39 4.6.1 Gambaran Jaringan Sosial ....................................................40 4.6.1.1 Gambaran Partisipasi dalam Masyarakat .......................40 4.6.1.2 Gambaran Hubungan Timbal Balik antar Masyarakat, Pemerintah dan Pengusaha..............................................46 4.6.1.3 Gambaran Solidaritas dalam Masyarakat ........................50 4.6.1.4 Gambaran Kerjasama dalam Masyarakat ........................52 4.6.1.5 Gambaran Adanya Kesamaan (Equity) dalam Masyarakat...................................................................55 4.6.2 Gambaran bentuk Kepercayaan dalam Masyarakat.................58 4.6.2.1 Gambaran Adanya Transparansi dalam Hubungan Bermasyarakat ..............................................................60 4.6.2.2 Egaliter atau Sifat Amanah ...........................................62 4.6.3 Gambaran Bentuk Pranata atau Institusi Lokal .......................64 4.7 Pandangan Informan tentang Pemeliharaan Jalan...........................69 4.8 Analisis Penggunaan Peluang Modal Sosial dan Tahapan Pemeliharaan Jalan .......................................................................72
vi
Universitas Sumatera Utara

4.8.1 Partisipasi dalam Pemeliharaan Jalan....................................73 4.8.2 Hubungan Timbal Bali kantar Stakeholder dalam Pemeliharaan
Jalan ....................................................................................78 4.8.3 Bentuk Kerjasama dalam Pemeliharaan Jalan........................79 4.8.4 Transparansi Dana dalam Pemeliharaan jalan........................81 4.8.4 Peranan Pranata Lokal dalam Pemeliharaan Prasarana
Jalan ....................................................................................84 BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN............................................................86 DAFTAR PUSTAKA
vii
Universitas Sumatera Utara

Daftar Tabel Jadwal Kegiatan Penelitian ...............................................................................20
viii
Universitas Sumatera Utara

Daftar Lampiran
Kuesioner......................................................................................................LI-1 Transkrip Wawancara dengan Pengusaha Surat Bantuan Bina Lingkungan PT. PN III Kebun Silau Dunia Surat Permohonan Pengerasan Jalan desa Pertambatan kepada PT. PN III Kebun Silau Dunia Surat Permohonan Bantuan Alat Berat kepada PT. PN III Kebun Silau Dunia dalam Perbaikan Jalan di Desa Pertambatan Surat Permohonan Perbaikan Jalan Desa Pertambatan kepada PT. PN III Kebun Silau Dunia Bukti Pengeluaran PT. PN III untuk Bantuan Perbaikan Jalan di Desa Pertambatan Daftar Pengeluaran Bahan dan Alat Berat Untuk Bantuan dalam Perbaikan Jalan di Desa Pertambatan Surat izin Penelitian Surat Pemberian ixin Penelitian Lembar Bimbingan Skripsi
ix
Universitas Sumatera Utara

Daftar Gambar Gambar Kerusakan Jalan yang Tergenang Air .............................................. GI -1 Gambar Kantor PT. PN III Kebun Silau Dunia .............................................. GI-2 Gambar Bangunan Mesjid di Desa Pertambatan ............................................ GI-2 Gambar Sekolah MTS di Desa Pertambatan .................................................. GI-2 Gambar Pertanian di Sekitar Perumahan Penduduk Pertambatan.................... GI-2 Gambar Peneliti Bersama Informan dan Penduduk ........................................ GI-2 Gambar Warga yang Mengambil Jalan Lintas untuk Menghindari Jalan yang Rusak ..................................................................... GI-3 Gambar Lahan Perkebunan PT. Socfin Indonesia .......................................... GI-3 Gambar Perkebunan Karet PT. PN III Silau Dunia ........................................ GI-3 Gambar Perkebunan Kelapa Sawit PT. PN III Silau Dunia............................. GI-4
x
Universitas Sumatera Utara

Daftar Lampiran Transkrip Wawancara dengan Pemerintah......................................................LI-1 Transkrip Wawancara dengan Pengusaha .......................................................LI-8 Surat Bantuan Bina Lingkungan PT. PN III Kebun Silau Dunia Surat Permohonan Pengerasan Jalan desa Pertambatan kepada PT. PN III Kebun Silau Dunia Surat Permohonan Bantuan Alat Berat kepada PT. PN III Kebun Silau Dunia dalam Perbaikan Jalan di Desa Pertambatan Surat Permohonan Perbaikan Jalan Desa Pertambatan kepada PT. PN III Kebun Silau Dunia Bukti Pengeluaran PT. PN III untuk Bantuan Perbaikan Jalan di Desa Pertambatan Daftar Pengeluaran Bahan dan Alat Berat Untuk Bantuan dalam Perbaikan Jalan di Desa Pertambatan
xi
Universitas Sumatera Utara

Daftar Gambar Gambar Kerusakan Jalan yang Tergenang Air ...................................................... Gambar Kantor PT. PN III Kebun Silau Dunia ..................................................... Gambar Bangunan Mesjid di Desa Pertambatan ................................................... Gambar Sekolah MTS di Desa Pertambatan ......................................................... Gambar Pertanian di Sekitar Perumahan Penduduk Pertambatan........................... Gambar Peneliti Bersama Informan dan Penduduk ............................................... Gambar Warga yang Mengambil Jalan Lintas untuk Menghindari
Jalan yang Rusak.................................................................................... Gambar Lahan Perkebunan PT. Socfin Indonesia ................................................. Gambar Perkebunan Karet PT. PN III Silau Dunia ............................................... Gambar Perkebunan Kelapa Sawit PT. PN III Silau Dunia....................................
xii
Universitas Sumatera Utara

Abstrak
Modal sosial dapat dicirikan dalam bentuk kerelaan individu untuk mengutamakan keputusan komunitas yang menghasilkan kinerja yang mengandung nilai sosial. Kebersamaan, kemampuan berempati, toleransi, semangat kerjasama merupakan modal sosial yang sangat melekat dalam kehidupan bermasyarakat.
Jalan merupakan salah satu prasarana yang memiliki fungsi yang sangat penting dalam masyarakat terkait dalam upaya transportasi dan dan mobilitas warga. Prasarana jalan dekat terkait dengan masalah sosial ekonomi baik antar satu daerha maupun hubungan antar daerah. Mengingat fungsinya yang begitu penting pemeliharaan jalan hendaknya lebih dimaksimalkan guna menjaga kinerha jalan yang tetap pada porsinya. Terkait dalam hal ini modal sosial yang meliputi elemen jaringan sosial, kepercayaan dan pranata sosial dituntut untuk mampu menjalankan fungsinya dalam menangani berbagai masalah di masyarakat. Namun dalam kenyataanya modal sosial masih hanya konsep yang berlaku dalam interaksi bermasyarakat dan tidak digunakan dalam upaya pembangunan di masyarakat.
Dalam penelitian ini peneliti meneliti bagaimana penggunaan modal sosial dalam upaya pemeliharaan jalan di desa Pertambatan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Penelitian ini dilakukan terhadap 10 orang informan. Adapun informan tersebut 2 berasal dari pemerintah, 2 berasal dari pengusaha, 2 dari tokoh masyarakat, 3 berasal dari masyarakat desa Pertambatan dan 1 berasal dari luar desa Pertambatan.
Adapun konsep utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah modal sosial yang mengutamakan elemen jaringan sosial, kepercayaan dan pranata sosial. Sehubungan dengan penggunaan modal sosial dalam upaya pemeliharaan jalan di desa Pertambatan ini modal sosial berupa sikap kerjasama, toleransi, kepercayaan belum dapat digunakan sesuai dengan hakekat modal sosial yang sesungguhnya yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan yang ada di masyarakat.
i
Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Dalam kehidupan manusia yang berkelompok sebagai wujud nyata
manusia sebagai mahluk sosial memunculkan sebuah kekuatan bersama yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan bersama yang sering disebut dengan istilah modal sosial. Modal sosial adalah sumber daya yang dapat dipandang sebagai investasi untuk mendapatkan sumber daya baru. Seperti di ketahui bahwa sesuatu yang disebut sumber daya adalah sesuatu yang dapat dipergunakan untuk dikonsumsi, disimpan, dan diinvestasikan. Modal sosial merupakan kekuatan yang mampu membangun civil community yang dapat meningkatkan partisipatif, dengan demikian basis-basis modal sosial adalah trust, ideologi, institusi, dan religi. Modal sosial dapat dicirikan dalam bentuk kerelaan individu untuk mengutamakan keputusan komunitas yang menghasilkan kinerja yang mengandung nilai sosial. Kebersamaan, kemampuan berempati, toleransi, semangat kerjasama merupakan modal sosial yang sangat melekat dalam kehidupan bermasyarakat. Modal manusia sebagai sumber daya manusia jadi manusia secara individu dan sebagai masyarat harus membangun jaringan atau akses baik secara lokal maupun inter lokal. Jaringan (networking) ditentukan oleh kepatuhan akan norma dan saling percaya, jika kepatuhan terhadap norma dan saling percaya yang tinggi, maka jaringan bisa di bangun di manapun baik lokal maupun intenasional. Jaringan yang dibangun khususnya di daerah baik pada lembaga pemerintah, legislatif, LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), organisasi
1
Universitas Sumatera Utara

keagamaan, organisasi pemuda dimaksudkan untuk memberikan wawasan tentang dinamika lingkungan disekitar dan menambah wawasan berpikir bagi pengambil keputusan yang suatu organisasi. Membangun jaringan merupakan hal yang penting dalam proses perencanaan pembangunan dimana para stakeholder yaitu pemerintah, pihak swasta, masyarakat dan stakeholder lainnya secara intensif melakukan koordinasi perencanaan untuk memperoleh suatu kesepakatan atas kebutuhan masyarakat di daerahnya.
Jalan sebagai bagian sistem transportasi nasional mempunyai peranan penting terutama dalam mendukung ekonomi, sosial budaya, lingkungan, politik, serta pertahanan dan keamanan. Dari aspek ekonomi, jalan sebagai modal sosial masyarakat merupakan katalisator diantara proses produksi, pasar, dan konsumen akhir. Dari aspek sosial budaya, keberadaan jalan membuka cakrawala masyarakat yang dapat menjadi wahana perubahan sosial, membangun toleransi, dan mencairkan sekat budaya. Dari aspek lingkungan, keberadaan jalan diperlukan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Dari aspek politik, keberadaan jalan menghubungkan dan mengikat antar daerah, sedangkan dari aspek pertahanan dan keamanan, keberadaan jalan memberikan akses dan mobilitas dalam penyelenggaraan sistem pertahanan dan keamanan.
Dalam Undang-undang RI No. 38 Tahun 2004 Tentang Jalan menyebutkan jalan sebagai salah satu prasarana transportasi yang merupakan urat nadi kehidupan masyarakat mempunyai peranan penting dalam usaha pengembangan kehidupa n berbangsa dan bernegara. Dalam rangka tersebut, jalan mempunyai peranan untuk mewujudkan sasaran pembangunan seperti pemerataan
2
Universitas Sumatera Utara

pembangunan, dan hasil-hasilnya, dan pertumbuhan ekonomi, dan perwujudan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Jalan menjadi prasarana untuk transportasi dan memperlancar komunikasi antar wilayah untuk menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya. Dalam Undang-undang No.38 Tahun 2004 tentang jalan dikatakan bahwa jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah, diatas permukaan tanah, dibawah permukaan tanah dan/air serta diatas permukaan air kecuali jalan kereta api jalan lori dan jalan kabel. Jalan mempunyai peran yang sangat strategis, dalam bidang sosial, ekonomi, budaya. Hal ini dapat dilihat dari besar tuntutan agar jalan yang dilewati memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi pengendara. Melihat begitu besarnya fungsi jalan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara maka selayaknya keberadaan jalan menjadi perhatian semua kalangan masyarakat maupun pemerintah baik dalam proses pembangunan maupun pemeliharaan jalan. Kegiatan pemeliharaan jalan adalah seluruh pekerjaan yang ditujukan kepada upaya agar jalan dapat memberikan pelayanan sesuai dengan yang direncanakan.
Yang termasuk kedalam jenis pemeliharaan jalan adalah: 1. Pekerjaan pemeliharaan rutin yakni pekerjaan yang dilaksanakan secara terus menerus (sepanjang tahun) untuk mengatasi kerusakan jalan yang bersifat minor dan memerlukan pelayanan segera, seperti penambalan lubang, penutupan retakretak, pembersihan saluran air. Mencakup di dalamnya pemeliharaan rutin dan berkala.
3
Universitas Sumatera Utara

2. Pekerjaan perkuatan struktur perkerasan, yakni pekerjaan yang apabila pekerjaan pemeliharaan berkala terlambat dilaksanakan sehingga kerusakan jalan yang terjadi telah mempengaruhi pondasi. Melalui pekerjaan ini kinerja jalan dikembalikan keadaan seperti kondisi awal saat jalan itu dibangun.
Berdasarkan pemaparan diatas saya melihat sesuatu yang menarik di desa Pertambatan Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai. Dimana di sepanjang wilayah desa tersebut menuju Wilayah Tapal Batas Kecamatan Silou Kahean Kabupaten Simalungun terdapat sebuah jalan umum yang mengalami kerusakan parah. Jalan rusak tersebut belum mendapat proses pemeliharaan yang maksimal. Desa pertambatan ini merupakan desa pembatas antara kecamatan Dolok Masihul kabupaten Serdang Bedagai dengan kecamatan Silou Kahean kabupaten Simalungun. Desa Pertambatan memiliki potensi penduduk yang cukup besar yaitu 2.738 orang. Desa Pertambatan ini merupakan desa yang dikelilingi perusahaan perkebunan yaitu PT. Socfin Indonesia Bangun Bandar dan PT. PN III (Persero) Kebun Silau Dunia.
Jalan yang rusak di desa tersebut merupakan jalan yang dipakai untuk lintas umum antar daerah yaitu antar desa Pertambatan kecamatan Silou Kahean kabupaten Simalungun dengan kecamatan Silou kahean kabupaten Simalungun. Seluruh pihak yang memanfaatkan jalan tersebut terkait dalam upaya pengakutan umum maupun distribusi hasil pertanian dan perkebunan. Bagi masyarakat desa Pertambatan jalan tersebut memiliki fungsi pengakutan barang dan jasa. Bagi masyarakat kecamatan Silou Kahean jalan tersebut sebagai fungsi distribusi barang, distribusi jasa maupun hasil pertanian dan perkebunan. Menurut
4
Universitas Sumatera Utara

pandangan masyarakat desa Pertambatan sendiri jalan umum di desa mereka memiliki lebih banyak fungsi terhadap masyarakat kecamatan Silou Kahean dalam distribusi barang, jasa maupun hasil pertanian. Selain sebagai jalan lintas untuk fungsi distribusi bagi dua wilayah yang berbeda jalan tersebut jalan juga dimanfaatkan oleh beberapa perusahaan perkebuan seperti PT. Socfindo Bangun Bandar dan PT. PN III (Persero) Kebun Silau Dunia yang ada di desa tersebut untuk pengakutan hasil perkebunan.
Berdasarkan pengamatan peneliti sebenarnya ada peluang modal sosial yang dapat digunakan untuk memperbaiki jalan rusak tersebut. Hal ini dapat tergambar dari pola interaksi masyarakat yang masih kuat mencerminkan adanya potensi modal sosial di masyarakat. Namun peluang modal sosial yang ada tidak digunakan dalam upaya pemeliharan jalan rusak tersebut.
1.2 Perumusan Masalah Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan di latar belakang masalah
tersebut yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah 1.Bagaimana pandangan informan tentang pemeliharaan jalan? 2.Bagaimana penggunaan peluang modal sosial untuk pemeliharaan jalan di desa
Pertambatan Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai?
1.3 Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana
peluang modal sosial digunakan untuk pemeliharaan jalan di desa Pertambatan Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai, apakah ada hambatan
5
Universitas Sumatera Utara

terhadap pemeliharaan jalan dan bagaimana stakeholder memandang peluang modal sosial dalam pemeliharaan jalan. 1.4 Manfaat Penelitian Beberapa manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:

1.4.1 Manfaat Teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan menjadi sebuah hasil kajian ilmiah yang

akurat, sehingga dapat memberi sumbangan pemikiran bagi kalangan akademis

dalam bidang pendidikan khususnya instansi pemerintah Serdang Bedagai dalam

melihat perkembangan penduduknya dan bagi masyarakat pada umumnya.

1.4.2 Manfaat Praktis

Yang menjadi manfaat praktis dari penelitian ini adalah untuk menambah

referensi dari pada hasil penelitian dan dapat juga dijadikan sebagai bahan

rujuakan bagi peneliti berikutnya yang ingin mengetahui lebih dalam lagi terkait

dengan penelitian sebelumnya.

1.5 Defenisi Konsep

1.5.1 Stakeholder

Stakeholder diartikan setiap individu ataupun kelompok masyarakat yang

memiliki kepentingan, keterlibatan, perhatian dan jasa di dalam sebuah

proyek/program dan mereka dapat menentukan keberhasilan dan kegagalan

proyek

tersebut

("http://one.indoskripsi.com/node/7994"

_http://one.indoskripsi.com/node/7994_, diakses tanggal 14 oktober 2009 pukul

15.43).

6
Universitas Sumatera Utara

1.5.2 Modal Sosial Modal sosial merupakan kekuatan yang mampu membangun civil
community yang dapat meningkatkan pembangunan partisipatif, dengan demikian basis modal sosial adalah trust, idiologi dan religi. Modal sosial dapat dicirikan dalam bentuk kerelaan individu untuk mengutamakan keputusan komunitas, Dampak dari kerelaan ini akan menumbuhkan interaksi kumulatif yang menghasilkan kinerja yang mengandung nilai sosial. Adapun yang menjadi elemen pokok dari modal sosial ini adalah jaringan sosial, kepercayaan dan pranata yang mencakup nilai dan norma. 1.5.3 Pemeliharaan Jalan
Kegiatan pemeliharaan jalan adalah seluruh pekerjaan yang ditujukan kepada upaya agar jalan dapat memberikan pelayanan sesuai dengan yang direncanakan. Yang termasuk kedalam jenis pemeliharaan jalan adalah:
1. Pekerjaan pemeliharaan rutin yakni pekerjaan yang dilaksanakan secara terus menerus (sepanjang tahun) untuk mengatasi kerusakan jalan yang bersifat minor dan memerlukan pelayanan segera, seperti penambalan lubang, penutupan retak-retak, pembersihan saluran dan sebagainya. Mencakup di dalamnya pemeliharaan rutin dan berkala. Pemliharaan rutin dan berkala ini akan sangat mempengaruhi tingkat kemampuan layan jalan yang dikaitkan dengan umur rencana jalan.
2. Pekerjaan perkuatan struktur perkerasan, yakni pekerjaan yang apabila pekerjaan pemeliharaan berkala terlambat dilaksanakan sehingga kerusakan jalan yang terjadi telah mempengaruhi pondasi. Melalui
7
Universitas Sumatera Utara

pekerjaan ini kinerja jalan dikembalikan keadaan seperti kondisi awal saat jalan itu dibangun. 1.5.4 Jaringan Sosial Jaringan sosial merupakan hubungan-hubungan yang tercipta antar banyak individu dalam suatu kelompok ataupun antar suatu kelompok dengan kelompok lainnya. Hubungan-hubungan yang terjadi bisa dalam bentuk formal maupun informal. Hubungan sosial adalah cerminan dari kerjasama dan koordinasi antara warga yang didasari oleh ikatan sosial yang aktif dan bersifat resiprokal atau hubungan saling timbal balik (Ibrahim, 2002: 67). 1.5.5 Pranata Sosial Pranata sosial menurut Koentjaraningrat adalah suatu sistem tata kelakuan dan hubungan yang berpusat pada aktifitas-aktifitas untuk memenuhi komplekskompleks kebutuhan khusus dalam kehidupan bermasyarakat (Soerdjono, 2002:196). Pranata muncul disebabkan adanya keperluan dan kebutuhan manusia yang tidak dapat dipenuhi sendiri, maka muncullah lembaga-lambaga masyarakat dengan norma masing-masing. 1.5.6 Reciprocity atau Hubungan Timbal Balik Modal sosial senantiasa diwarnai oleh kecenderungan saling tukar kebaikan antar individu dalam kelompok atau antar kelompok atau antar kelompok itu sendiri. Pola pertukaran ini bukanlah suatu yang dilakukan secara resiprosikal seketika seperti dalam proses jual beli, melainkan suatu kombinasi jangka pendek dan jangka panjang dalam nuansa altruism (semangat untuk membantu dan mementingkan kepentingan orang lain). Seseorang atau banyak
8
Universitas Sumatera Utara

orang dari suatu kelompok memiliki semangatmembantu yang lain tanpa mengharapkan imbalan seketika (Abimanyu, 2004:1). 1.5.7 Trust atau Kepercayaan
Trust atau kepercayaan adalah suatu bentuk keinginan untuk mengambil resiko dalam hubungan-hubungan sosialnya yang didasari oleh perasaan yakin bahwa yang lain akan melakukan sesuatu seperti yang diharapkan dan akan senantiasa bertindak dalam suatu pola tindakan yang saling mendukung, paling tidak yang lain tidak akan bertindak merugikan dirinya dan kelompoknya. Trust adalah sikap saling mempercayai di masyarakat yang memungkinkan masyarakat tersebut saling bersatu dengan yang lain dan memberikan kontribusi pada peningkatan modal sosial (Hartati, 2005:1). 1.5.8 Solidaritas
Solidaritas kesediaan untuk secara sukarela ikut menanggung suatu konsekuensi sebagai wujud adanya rasa kebersamaan dalam menghadapi suatu masalah.
9
Universitas Sumatera Utara

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Konsep modal sosial menawarkan betapa pentingnya suatu hubungan.

Dengan membangun hubungan satu sama lain dan memeliharanya agar terjalin

terus, setiap individu dapat bekerjasama untuk memperoleh hal-hal yang tercapai

sebelumnya serta meminimalisasi kesulitan yang besar.

Putnam (1993) mendefenisikan modal sosial sebagai suatu nilai mutual

atau trust (kepercayaan) antara anggota masyarakat dan masyarakat terhadap

pimpinannnya. Modal sosial didefenisikan institusi sosial yang melibatkan

jaringan, norma kepercayaan sosial, yang mendorong sebuah kolaborasi sosial

untuk

kepentingan

bersama

dikutip

dari

(http://masroed.wordpress.com/2010/05/26/_pengaruh-dan-wujud-

pengembangan-modal-sosial-untuk-menciptakan-sistem-politik-yang-dinamis/),

diakses tanggal 28 agustus 2010 pukul 20.55 WIB. Sedangkan Pierre Bourdie (

dalam Hasbullah 2006: 11) menegaskan modal sosial sebagai suatu yang

berhubungan satu dengan yang lain, baik ekonomi, budaya, maupun bentuk-

bentuk social capital ( modal sosial) berupa institusi lokal maupun kekayaaan

sumber daya alam lainnya. Pendapatnya menegaskan tentang modal sosial

mengacu pada keuntungan dan kesempatan yng didapatkan seseorang di dalam

masyarakat melalui keanggotaannya dalam entitas sosial tertentu.

Menurut Francis Fukuyama (2002:37) social capital adalah kapabilitas

yang muncul dari kepercayaan umum di dalam sebuah masyarakat atau bagian

tertentu dari dirinya. Ia bisa dilembagakan dalam kelompok sosial yang paling

10
Universitas Sumatera Utara

kecil dan paling mendasar, demikian juga kelompok-kelompok lain yang ada diantaranya. Fukuyama mendefenisikan trust adalah sikap saling mempercayai dalam masyarakat yang memungkinkan masyarakat tersebut saling bersatu dengan yang lain dan memberiakan kontribusi pada peningkatan modal sosial.
Beberapa nilai dan unsur yang merupakan nilai dan ruh modal sosial antara lain sikap yang partisipasi, sikap saling memperhatikan, saling memberi dan menerima, saling percaya mempercayai, dan diperkuat oleh nilai-nilai dan norma yang mendukungnya. Untuk dapat melihat dan mengidentifikasi potensi modal sosial yang ada dalam suatu masyarakat atau komunitas maka terlebih dahulu harus diketahui elemen-elemen dari modal sosial.
Lubis (dalam Badaruddin, 2005:31) menjelaskan bahwa modal sosial adalah sumber daya yang berintikan elemen-elemen pokok mencakup: 1. Saling percaya (trust), yang meliputi adanya kejujuran (honesty), kewajaran (fairness), sikap egaliter (egoliterianisme), toleransi (tolerance) dan kemurahan hati (generosity). 2. Jaringan sosial (social networks), yang meliputi partisipasi (participation), pertukaran timbal balik (reciprocity), solidaritas (solidarity), kerjasama (cooperation) dan keadilan (equity). 3. Pranata ( institution), yang meliputi nilai-nilai yang dimiliki bersama (shared value), norma-norma dan sanksi (norms and sanction) dan aturan-aturan (rules).
Sementara itu Rusdi Syahra (dalam Kristina, 2003) menyatakan bahwa modal sosial dapat dilihat dan diukur dari: 1. Kepercayaan atau sifat amanah (trust) adalah kecenderungan untuk menepati sesuatu yang telah dikatakan baik secara lisan maupun tulisan. Adanya sifat
11
Universitas Sumatera Utara

kepercayaan ini merupakan landasan utama bagi kesediaan seseorang untuk menyerahkan sesuatu kepada orang lain, dengan keyakinan bahwa yang bersangkut an akan menepati janji atau memenuhi kewajiban. 2. Solidaritas, kesediaan untuk secara sukarela ikut menanggung suatu konsekuensi sebagai wujud adanya rasa kebersamaan dalam menghadapi suatu masalah. 3. Toleransi, kesediaan untuk memberikan konsekuensi atau kelonggaran baik dalam bentuk materi maupun non materi sepanjang tidak berkenaan dengan halhal yang bersifat prinsipil.
Trust (Fukuyama, 2002: 36) adalah pengharapan yang muncul dalam sebuah komunitas yang berperilaku normal, jujur dan kooperatif, berdasarakan norma-norma yang dimiliki bersama demi kepentingan anggota yang lain dari komunitas itu. Kepercayaan adalah unsur penting dalam modal sosial yang merupakan perekat bagi langgengnya hubungan dalam kelompok masyarakat. Dengan menjaga suatu kepercayaan, orang-orang dapat bekerjasama secara efektif.
Menurut Hasbullah, dalam (Ibrahim 2002:67-68) pada kelompok sosial yang biasanya terbentuk secara tradisional atas dasar kesamaan garis keturunan, pengalaman-pengalaman sosial turun temurun, dan kesamaan kepercayaan pada dimensi ketuhanan cenderung memiliki kohesifitas yang tinggi, tetapi rentang jaringan maupun trust yang terbangun sangat sempit. Sebaliknya pada kelompok yang dibangun atas dasar kesamaan orientasi dan tujuan dengan ciri pengelolaan organisasi yang lebih modern akan memiliki tingkat partisipasi anggota yang lebih baik dan memiliki rentang jaringan yang luas. Jaringan sosial merupakan
12
Universitas Sumatera Utara

hubungan-hubungan yang tercipta antar banyak individu dalam suatu kelompok ataupun antar suatu kelompok dengan kelompok lainnya. Hubungan sosial adalah cerminan dari kerjasama dan koordinasi antara warga yang didasari oleh ikatan sosial yang aktif dan bersifat resiprosikal.
Keterkaitan jaringan dan kelompok merupakan aspek vital dari modal sosial. Jaringan sosial terjadi berkat adanya keterkaitan antar individu dalam komunitas. Keterkaitan terwujud di dalam beragam tipe kelompok yang pada tingkat lokal maupun tingkat yang lebih tinggi lagi. Jaringan hubungan sosial biasanya diwarnai oleh suatu tipologi khas sejalan dengan karakteristik dan orientasi kelompok.
Pranata adalah suatu sistem norma khusus sistem-sistem aturan yang menata suatu rangkaian tindakan berpola mantap guna memenuhi suatu keperluan khusus dari manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Diciptakannya pranata selain untuk mengatur agar kebutuhan hidup manusia dapat terpenuhi secara memadai, juga sekaligus untuk mengatur agar kehidupan sosial warga masyarakat berjalan dengan tertib dan lancar sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku. Kaidah-kaidah tersebut bisa berupa aturan-aturan formal yang tertulis dan bisa juga berupa aturan-aturan informal yang disepakati bersama. Norma-norma akan berperan dalam mengontrol bentuk-bentuk hubungan antar individu. Norma yang tercipta diharapkan dipatuhi dan diikuti oleh individu pada suatu entitas sosial tertentu.
Pranata menunjuk pada adanya unsur-unsur yang mengatur perilaku warga masyarakat atau individu ( Soekanto, 2002:197). Aturan-aturan atau norma-norma yang dirumuskan tersebut bertujuan agar hubungan antar individu terlaksana
13
Universitas Sumatera Utara

sesuai dengan apa yang diinginkan. Sebagai salah satu elemen inti yang tidak bisa dilepaskan dari konsepsi modal sosial, pranata merupakan pendorong bagi terciptanya hubungan kerjasama yang saling menguntungkan, baik dibidang sosial, budaya bahkan ekonomi. Beberapa upaya dalam membanguan modal sosial dalam masyarakat adalah: 1. Struktur sosial dibangun melalui organisasi baik formal maupun non-formal. Organisasi disusun karena diperlukan adanya pembagian tugas dan wewenang untuk para anggotanya. Tidak harus semua mengatur yang lain, sebab bila hal itu terjadi akan mengakibatkan pada kerancuan peran dan fungsi masing-masing anggota. Bentuk yang paling tepat dari struktur sosial ini sangat ditentukan oleh karakteristik anggota dan tujuan yang dicapai. 2. Jaringan sosial terbentuk karena adanya interaksi diantara pemangku kepentingan (stakeholder). Dalam jaringan ini terjadi interaksi antar anggota dan antar kelompok. Interaksi antar anggota terjadi manakala adanya keinginan untuk saling membutuhkan antara satu dengan lainnya di dalam kelompok tersebut. Kesamaan tempat usaha, kesamaan bentuk usaha, kesamaan asal daerah, dan kesamaan–kesamaan lain dapat memperat jaringan sosial ini. Dengan jaringan sosial yang mantap akan menghasilkan suatu nilai tambah yang berbentuk suatu nilai tawar (bargaining power). Jaringan komunikasi dan informasi akan dibutuhkan dalam jaringan sosial ini. 3. Norma sosial dibangun karena apa yang dilakukan dalam kelompok masyarakat perlu diatur. Tidak ada yang menang dan tidak ada yang dirugikan. Semua merasakan adanya rasa keadilan. Rasa keadilan ini akan dicapai apabila norma yang dibangun diataati bersama. Norma ini akan menjadi tumbuh dengan baik,
14
Universitas Sumatera Utara

bila setiap anggotanya menghormati dan menjalankan secara konsekuen.

Perangkat penegak norma sosial sebagai kontrol sosial juga perlu diperhatikan.

Karena itu sanksi juga bisa diberikan bila ada pelanggaran.

4. Membangun kepercayaan ini membutuhkan konsistensi usaha, ketepatan janji,

dan pemahaman akan hak dan kewajiban sebagai bagian dari masyarakat.

Menurut Lesser modal sosial ini sangat penting bagi komunitas karena (1)

memberikan kemudahan dalam mengakses informasi bagi angota komunitas; (2)

menjadi media power sharing atau pembagian kekuasaan dalam

komunitas;(3)mengembangkan solidaritas;(4) memungkinkan mobilisasi sumber

daya komunitas;(5) memungkinkan pencapaian bersama; dan (6) membentuk

perilaku kebersamaam dan berorganisasi komunitas.

Pembangunan merupakan suatu proses terencana dilakukan oleh golongan

tertetu dengan tujuan tertentu seperti meningkankan kesejahteraan, menciptakan

perdamaian. Ciri yang paling mendasar dalam pembangunan yakni direncanakan

dan adanya campur tangan dari pihak tertentu. Dalam negara pihak yang

merancang konsep, melaksanakan, intervensi terhadap pembangunan yakni

pemerintah

dengan

objek

pembangunan

masyarakat(ttp:/halimsani.wordpress.com/2010/05/26/kapital-sosial-dalam-

pembangunan masyarakat/), diakses tanggal 16 desember 2010 pukul 09.37 WIB.

Masyarakat seharusnya dilibatkan langsung dalam proses pembangunan, dimana

masyarakat memiliki potensi dan kemampuan dalam mengembangkan kualitas

hidupnya.

Francis Fukuyama (1999) dengan meyakinkan berargumentasi bahwa

modal sosial memegang peranan yang sangat penting dalam memfungsikan dan

15
Universitas Sumatera Utara

memperkuat kehidupan masyarakat modern. Modal sosial sangat penting bagi pembangunan manusia, pembangunan ekonomi, sosial, politik, dan stabilitas demokrasi. Konsep Modal sosial memberikan penekanan pada kebersamaan masyarakat untuk mencapai tujuan memperbaiki kualitas kehidupan dan senantiasa melakukan perubahan dan penyesuaian secara terus menerus. Dalam proses perubahan dan upaya untuk mencapai tujuan, masyarakat senantiasa terikat pada nilai-nilai dan norma yang dipedomani sebagai acuan bersikap, bertindak dan bertingkah laku serta berhubungan dengan pihak lain. Beberapa acuan nilai dan unsur yang merupakan ruh modal sosial antara lain sikap yang partisipatif (participative), hubungan timbal balik (resiprosity), saling percaya (trust), dan diperkuat oleh nilai-nilai dan norma (norms) serta membangun jaringan (networking) serta penciptaan kreasi dan ide-ide baru dikutip dari("http:// alexa.ngeblo gs.com/2009/12 /04/modal-sosial-bermasyarakat/),diakses_ tanggal 27 Januari 2010 pukul. 15.58 WIB.
16
Universitas Sumatera Utara

BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Analisa deskriptif berusaha menggambarkan model hubungan antara berbagai variabel dengan memberikan penafsiran ilmiah dan analisis yang logis atas hubungan antar faktor sedangkan pendekatan kualitatif dapat diartikan sebagai pendekatan yang menghasilkan data, tulisan dan tingkah laku yang didapat dari apa yang dapat diamati (Nawawi, 1994:203). Berkenaan dengan penelitian ini sebagai studi deskriptif maka penelitian ini menjelaskan dan menggambarkan bagaimana penggunaan peluang modal sosial dalam upaya pemeliharaan prasarana jalan. 3.2 Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian ini dilakukan di kecamatan Dolok Masihul, kabupaten Serdang Bedagai. Melihat kondisi prasarana jalan di desa ini yang mengalami kerusakan namun belum mendapat penanganan yang maksimal. Mengingat juga bahwa lokasi desa Pertambatan ini berdekatan dengan daerah asal peneliti sehingga dapat memberi kemudahan dalam proses pengumpulan data di lapangan. 3.3 Unit Analisis dan Informan 3.3.1 Unit Analisis adalah satuan tertentu yang diperhitungkan sebagai subjek penelitian (Arikunto, 2002 : 121). Yang menjadi unit analisis atau objek kajian dalam penelitian ini adalah para stakeholder yaitu orang-orang yang memanfaatkan ruas jalan desa Pertambatan yaitu para pengusaha, tokoh
17
Universitas Sumatera Utara

masyarakat, pemerintah, masyarakat dan masyarakat yang berasal dari luar desa Pertambatan yang dianggap dapat menjawab permasalahan dari penelitian ini. Informan terdiri dari informan kunci dan informan biasa. 3.3.2 Informan
Adapun yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah pihak-pihak yang ikut memanfaatkan prasarana jalan umum yang ada di desa Pertambatan yaitu Masyarakat desa Pertambatan, Masyarakat kecamatan Silou Kahean, Pengusaha (Perusahaan Perkebunan), dan Pemerintah. Penentuan informan dilakukan dengan memperhatikan potensi informan untuk dapat menjawab permasalahan yang ada dalam penelitian ini. Informan dibagi atas informan kunci dan informan biasa. 3.3.2.1 Informan Kunci
Adapun yang menjadi informan kunci dalam penelitian ini adalah: 1. Pemerintah 2 orang, 1 orang dari pemerintah desa, 1 orang dari pemerintah kecamatan. 2. Pengusaha 3 orang yaitu 1 orang dari PT. PN III (Persero) Kebun Silau Dunia, dan 1 orang dari PT. Socfin Indonesia Bangun Bandar 3. Tokoh masyarakat 2 orang 3.3.2.2 Informan Biasa Adapun yang menjadi informan biasa dalam penelitian ini adalah: 1. Masyarakat biasa 3 orang yang terdiri dari 2 orang laki-laki dan 1 orang perempuan 2. Masyarakat dari kecamatan Silau Kahean 1 orang
18
Universitas Sumatera Utara

3.4 Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data yang dilakukan dibagi
menjadi dua cara yaitu: 3.4.1 Data Primer Dalam mendapatkan data primer dalam menjawab masalah dalam
penelitian ini dilakukan dengan mengadakan studi lapangan yaitu melalui : 3.4.1.1 Wawancara mendalam dalam penelitian ini dilakukan wawancara mendalam (in-depth interview) dengan cara mengumpulkan data atau informasi secara langsung bertatap muka dengan informan, dengan maksud mendapatkan gambaran lengkap tentang topik yang diteliti. Wawancara dilakukan secara berulang-ulang untuk mendapatkan informasi yang akurat dengan menggunakan bantuan alat perekam dan pedoman wawancara. 3.4.1.2 Observasi Observasi atau pengamatan yaitu pengumpulan data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian. Dalam penelitian ini data penelitian diperoleh dengan pengamatan langsung terhadap berbagai gejala yang tampak pada penelitian.
3.4.2 Data Sekunder Data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber kedua atau sumber
sekunder (Bungin, 2001 : 128). Data ini diperoleh dari buku-buku referensi jurnal, internet, dokumen, dan artikel yang dianggap relevan dengan masalah yang diteliti.
19
Universitas Sumatera Utara

3.5 Interpretasi Data Interpretasi data merupakan upaya untuk memperoleh arti dan makna yang
lebih mendalam dan luas terhadap hasil penelitian yang dilakukan. Pembahasan hasil penelitian dilakukan dengan cara meninjau hasil penelitian secara kritis dengan teori yang relevan dan informasi akurat yang diperoleh dari lapangan. Data-data yang diperoleh dari lapangan diatur, diurutkan, dikelompokkan kedalam kategori, pola, atau uraian tertentu. Disini peneliti mengelompokkan data-data yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan sebagainya yang dipelajari dan ditelaah secara seksama agar diperoleh hasil atau kesimpulan yang baik (Moleong, J Lexy 2006:151). Data-data yang diperoleh dari lapangan diatur, diurutkan, dikelompokkan kedalam kategori, pola, atau uraian tertentu. 3. 6 Jadwal Kegiatan

No Kegiatan

Bulan Ke 123456789

1. Pra Observasi



2 ACC Judul



3 Penyusunan Proposal

√√

Penelitian

4 Seminar Proposal Penelitian



5 Revisi Proposal Penelitian



6 Penelitian ke Lapangan



7 Pengumpulan dan Analisis



Data

8 Bimbingan

√√√

9 Penulisan Laporan Akhir

√√

10 Sidang Meja Hijau



20
Universitas Sumatera Utara

3.8 Keterbatasan Penelitian Peneliti dalam melakuakan penelitian ini mengalami banyak kendala yang
menjadi keterbatasan penelitian. Adapun yang menjadi keterbatasan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Keterbatasan dalam kemampuan dalam pengalaman yang dimiliki oleh peneliti untuk melakukan kegiatan penelitian ilmiah.
2. Keterbatasan dalam mendapatkan teori dalam pemahaman analisis data. Pemilihan teori yang cocok dan analisis yang agak rumit sehingga membutuhkan kesabaran dan ketelitian dalam menyelesaikannya.
3. Keterbatasan untuk memperoleh data tentang kewilayahn berupa luas penduduk dan sejarah desa yang tidak ada dalam catatan administrasi desa Pertambatan sehingga data tentang sejarah dan luas wilayah tersebut tidak dapat dicantumkan oleh peneliti dalam hasil penelitian ini.
4. Kesulitan dalam menentukan waktu untuk dapat melakukan wawancara terhadap informan mengingat bahwa variasi informan berasal dari berbagai pihak mulai dari pemerintah, masyarakat dan pengusaha.
21
Universitas Sumatera Utara

BAB IV INTERPRETASI DATA
4.1 Setting Daerah Lokasi Desa Pertambatan adalah sebuah desa yang terletak di kecamatan Dolok
Masihul kabupaten Serdang Begadai. desa Pertambatan ini merupakan desa yang dikelilingi oleh daerah perkebunan kelapa sawit dan karet maka tidak mengherankan, begitu memasuki desa ini yang pertama sekali yang dapat dilihat adalah hamparan kebun kelapa sawit dan karet. Perkebunan tersebut sangat dekat dengan perumahan penduduk bahkan pembatas yang memisahkan antar dusun di desa ini adalah perkebunan kelapa sawit dan karet. Desa Pertambatan ini sebelah Timur berbatasan dengan PT. Socfin Indonesia Bangun Bandar, sebelah barat berbatasan dengan Sungai Belutu, sebelah utara berbatasan dengan PT. Socfin Indonesia Bangun Bandar dan sebelah selatan Berbatasan dengan Kecamatan Silou Kahean kabupaten Simalungun
Desa Pertambatan memiliki enam dusun, yaitu: Pertambatan, Bandar Pamah, Silau Bandar, Batu Hobot, Bandar Bayu, dan Huta Melayu. Setiap dusun dikepalai oleh satu orang kepala dusun.Jarak antar dusun cukup jauh. Jarak antara dusun Pertambatan dengan dusun Silau Bandar cukup jauh bahkan letak dusun Silau Bandar dan dusun Batu Hobot lebih berdekatan dengan daerah kecamatan Silou Kahean, sementara jarak antara dusun Pertambatan dengan Bandar Pamah sangat dekat. Antar dusun di desa Pertambatan ini dipisahkan oleh daerah perkebunan dan posisinya berlapis dengan pembatas kebun kelapa sawit dan karet.
22
Universitas Sumatera Utara

Bagi penduduk yang memiliki lahan pertanian sendiri di desa ini lahan pertanian tersebut berada di samping ataupun dibelakang rumah yang ditanami dengan tanaman yang bisa dimanfaatkan seperti sayuran ataupun bahan bumbubumbu dapur seperti lengkuas, serei, kunyit maupun jahe serta ubi, jagung, kacang-kacangan ataupun sayuran untuk konsumsi sendiriz. Namun lahan pertanian ini tidak luas.
Adapun dua perkebunan besar yang mengelilingi desa Pertambatan ini adalah PT. Socfin Indonesia Bangun Bandar dan PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Kebun Silau Dunia. Selain itu di desa ini juga terdapat sebuah tambang galian pasir milik persero dan dikelola oleh pemerintah desa Pertambatan.
Penduduk desa Pertambatan adalah 2.738 orang. Sebagian besar pendudukn ya bermata pencaharian sebagi buruh tani maupun buruh perkebunan. Kondisi perumahan penduduk cukup beragam, ada perumahan yang telah permanen namun masih ada perumahan penduduk yg terbuat dari papan kayu ataupun bambu.
Daerah desa Pertambatan yang dikelilingi oleh perkebunan menyebabkan penduduk setempat hanya memiliki sedikit lahan untuk pertanian. Oleh karena itu sebagian besar penduduk desa Pertambatan bermata pencaharian sebagai buruh dan untuk sampingan warga berinisiatif untuk melakukan usaha ternak lembu dengan memanfaatkan rumput-rumput yang tumbuh disekitar area perkebunan yang mengelilingi desa mereka. Seperti yang dikatakan informan U (Lk, 40 tahun), yaitu:
“kami buat ternak lembu..sampingan lah dek..hampir semua orang disini ada ternak lembunya”
23
Universitas Sumatera Utara

Perangkat pemerintah desa Pertambatan juga mengakui bahwa sebagian
besar penduduknya memang bekerja sebagai buruh dan untuk sampingan
dilakukan usaha ternak lembu. Hal ini seperti yang dikatakan informan M.N (Lk,
40 tahun), yaitu:
“sekitar 70 persen warga kami bekerja sebagai buruh kebun dan sebagianya ada juga yang petani..mereka b

Dokumen yang terkait

Dokumen baru