Minimisasi Kecelakaan Akibat Kerja dengan Pendekatan Fault Tree Analysis (FTA) untuk Meningkatkan Produktivitas Kerja pada PT. Morawa Electric Transbuana

MINIMISASI KECELAKAAN AKIBAT KERJA DENGAN PENDEKATAN FAULT TREE ANALYSIS (FTA) UNTUK
MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA PADA PT. MORAWA ELECTRIC TRANSBUANA TUGAS SARJANA Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Besar dari Syarat-syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik
Oleh ROTUA PANJAITAN
NIM. 060403083
DEPARTEMEN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011
Universitas Sumatera Utara

MINIMISASI KECELAKAAN AKIBAT KERJA DENGAN PENDEKATAN FAULT TREE ANALYSIS (FTA) UNTUK
MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA PADA PT. MORAWA ELECTRIC TRANSBUANA
TUGAS SARJANA Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Besar dari Syarat-syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik

Oleh : ROTUA PANJAITAN
NIM. 060403083

Disetujui oleh:

Dosen Pembimbing I

Dosen Pembimbing II

Ir. Parsaoran Parapat, M.Si

Ir. Dini Wahyuni, MT

DEPARTEMEN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas segala berkat dan anugerahNya yang telah memberikan kesehatan, kekuatan dan semangat kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan laporan tugas sarjana dengan baik.
Laporan tugas sarjana merupakan salah satu syarat akademis yang harus dipenuhi oleh setiap mahasiswa dalam menyelesaikan studinya di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara. laporan tugas sarjana ini merupakan laporan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis dengan judul “Minimisasi Kecelakaan Akibat Kerja dengan Pendekatan Fault Tree Analysis (FTA) untuk Meningkatkan Produktivitas Kerja pada PT. Morawa Electric Transbuana”.
Penulis menyadari bahwa masih terdapat kekurangan dalam pengerjaan Laporan Tugas Sarjana ini. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca untuk menyempurnakan laporan ini dan semoga laporan tugas sarjana ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan bagi pengembangan ilmu pengetahuan di masa mendatang.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA, MEDAN Juli 2011

PENULIS.

Universitas Sumatera Utara

UCAPAN TERIMA KASIH
Dalam menyelesaikan Laporan Tugas Sarjana ini, penulis banyak mendapat bimbingan dan motivasi dari berbagai pihak, baik berupa materiil, spiritual, informasi, administrasi dan lain sebagainya. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Ibu Ir. Khawarita Siregar, MT selaku Ketua Departemen Teknik Industri,
Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara dan Bapak Ir. Ukurta Tarigan, MT selaku Sekretaris Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara. 2. Bapak Ir. Mangara Tambunan, M.Sc dan Ibu Ir. Rosnani Ginting, MT selaku koordinator Tugas Akhir Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara. 3. Bapak Ir. A. Jabbar M. Rambe, M.Eng. selaku Ketua Bidang Ergonomi dan Dasar Perancangan Sistem Kerja yang telah memberikan dukungan dan arahan dalam pengajuan judul Tugas Sarjana. 4. Bapak Ir. Parsaoran Parapat, M.Si selaku dosen pembimbing I yang telah meluangkan waktu dan pemikirannya dalam memberikan arahan dan nasehat untuk penulis dalam menyelesaikan laporan tugas sarjana. 5. Ibu Ir. Dini Wahyuni, MT selaku dosen pembimbing II yang telah meluangkan waktu dan pemikirannya dalam memberikan arahan dan nasehat untuk penulis dalam menyelesaikan laporan tugas sarjana.
Universitas Sumatera Utara

6. Seluruh Pegawai Departemen Teknik Industri dan Fakultas (Kak Dina, Bang Mijo, Bang Ridho, Kak Ani, Bang Nur, Bang Bowo) yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan administrasi selama pengerjaan laporan ini.
7. Bapak Francis Rajagukguk selaku Kepala Bagian Produksi yang telah membantu memberikan informasi dan data kepada penulis dalam melaksanakan penelitian Tugas Akhir pada PT. Morawa Electric Transbuana.
8. Kepada Bapak B. Panjaitan dan Ibu L. Br Siburian selaku orangtua dan kepada Sinta, Patar dan Sudung selaku saudara dari penulis yang menjadi sumber semangat dan inspirasi bagi penulis dan juga yang selalu memberikan dukungan dalam bentuk doa dan materi selama mengerjakan penelitian Tugas Akhir.
9. Sahabat-sahabat yang terkasih yang selalu memberikan dukungan doa, perhatian dan semangat selama mengerjakan Tugas Akhir ini (Natalin Siregar, Rini Sipahutar, Eva Marpaung, D’Clara Purba, Sisca Panjaitan, Jeni Aritonang dan Hendro Manurung)
10. Teman-teman stambuk 2006 yang telah mendukung dalam memberikan motivasi dan doa kepada penulis.
11. Seluruh teman-teman sepelayanan di PD/PA Filipi yang selalu memberikan semangat untuk tetap berjuang mengerjakan Tugas Akhir dan dukungan doa untuk tetap berpengharapan hanya kepada Yesus Kristus.
12. Teman-teman kost Wisma Kasih, khususnya yang sama-sama sedang berjuang mengerjakan Tugas Akhir (Rini, Wenny, Inta, dan Rina) yang menjadi motivator bagi penulis dam menyelesaikan Tugas Akhir.
Universitas Sumatera Utara

13. Adik-adik kelompokku (Irekha Parapat, Nova Simanjuntak dan Citra Ambarita) yang selalu mendukung dalam doa dan semangat bagi penulis.
14. Seluruh pihak yang tidak dapat dituliskan satu per satu yang telah memberikan dukungan, bantuan, dan inspirasi yang sangat berharga selama penulis menyeslesaikan Tugas Akhir.
Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

BAB

HALAMAN

LEMBAR JUDUL ............................................................................. i

LEMBAR PENGESAHAN................................................................ ii

KATA PENGANTAR........................................................................ iii

UCAPAN TERIMA KASIH ............................................................. iv

DAFTAR ISI ...................................................................................... v

DAFTAR TABEL ............................................................................. xi

DAFTAR GAMBAR ......................................................................... xiii

DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................... xv

ABSTRAK ......................................................................................... xvi

I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah .......................................................... I-1 1.2. Rumusan Masalah.................................................................... I-3 1.3. Tujuan Penelitian...................................................................... I-3 1.4. Manfaat Penelitian ................................................................... I-4 1.5. Batasan dan Asumsi Penelitian ................................................ I-4 1.6. Sistematika Penulisan Tugas Akhir .......................................... I-5

II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan ..................................................................

II-1

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI (LANJUTAN)

BAB

HALAMAN

2.2. Ruang Lingkup Bidang Usaha ................................................. II-2

2.3. Organisasi dan Manajemen ...................................................... II-2

2.3.1. Struktur Organisasi PT. Morawa Electric

Transbuana................................................................... II-3

2.3.2. Uraian Tugas dan Tanggung Jawab .............................. II-3

2.3.3. Tenaga Kerja dan Jam Kerja Perusahaan ...................... II-3

2.3.3.1. Tenaga Kerja .................................................. II-5

2.3.3.2. Jam Kerja........................................................ II-5

2.3.4. Sistem Pengupahan dan Fasilitas yang Digunakan........ II-7

2.4. Proses Produksi ...................................................................... II-8

2.4.1. Bahan ................................................................... II-8

2.4.1.1. Bahan Baku.................................................. II-8

2.4.1.2. Bahan Tambahan.......................................... II-10

2.4.1.3. Bahan Penolong ........................................... II-12

2.4.2. Jumlah dan Spesifikasi Produk ..................................... II-13

2.4.3. Uraian Proses Produksi................................................. II-14

2.5. Mesin dan Peralatan................................................................. II-25

2.5.1. Mesin…...….................................................................. II-25

2.5.2. Peralatan ...................................................................... II-28

2.6. Tata Letak Pabrik..................................................................... II-30

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI (LANJUTAN)

BAB

HALAMAN

III LANDASAN TEORI

3.1. Pengertian dan Tujuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja ....... III-1

3.1.1. Pengertian Keselamatan Kerja ...................................... III-1

3.1.2. Tujuan Keselamatan Kerja ........................................... III-2

3.1.3. Pengertian Kesehatan Kerja.......................................... III-2

3.1.4. Tujuan Kesehatan Kerja ............................................... III-3

3.2. Program Keselamatan Kerja..................................................... III-4

3.2.1. Sifat Pentingnya Program Keselamatan Kerja

Menurut Hammer ......................................................... III-4

3.2.2. Unsur Keselamatan Kerja ............................................. III-5

3.3. Unsur-Unsur yang Mendukung Program Keselamatan Kerja ... III-10

3.4. Faktor Manusia dalam Kesehatan dan Keselamatan Kerja….… III-12

3.5. Pengertian Kecelakaan Kerja dan Macam Kecelakaan Kerja.... III-14

3.6. Sebab-sebab Kecelakaan dan Pencegahan Kecelakaan Kerja.... III-15

3.7. Pencegahan-Pencegahan Kecelakaan Kerja…………………… III-16

3.8. Pengukuran Hasil Usaha Keselamatan Kerja............................ III-19

3.9. Hubungan antara Produktivitas dengan Keselamatan

dan Kesehatan Kerja ................................................................ III-23

3.10. Fault Tree Analysis (FTA)…………………………………… III-26

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI (LANJUTAN)

BAB

HALAMAN

IV METODOLOGI PENELITIAN

4.1. Jenis Penelitian ........................................................................ IV-1

4.2. Lokasi dan Waktu Penelitian.................................................... IV-1

4.3. Kerangka Konseptual............................................................... IV-2

4.4. Objek Penelitian ...................................................................... IV-3

4.5. Variabel Penelitian .................................................................. IV-3

4.6. Pelaksanaan Penelitian............................................................. IV-3

4.7. Pengumpulan Data................................................................. .. IV-5

4.8. Pengolahan Data . ……………………………………………. IV-6

4.9. Analisis Pemecahan Masalah ................................................... IV-7

4.10. Kesimpulan dan Saran ............................................................. IV-7

V PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 5.1. Data Umum Perusahaan .......................................................... V-1 5.1.1. Jumlah Tenaga Kerja.................................................... V-1 5.1.2. Jam Kerja Karyawan ...................................................... V-1 5.1.3. Usaha Pencegahan Kecelakaan Kerja pada PT. Morawa Electric Transbuana ................................... V-2 5.2. Data Khusus Perusahaan.......................................................... V-5 5.2.1. Jumlah Kecelakaan Kerja ............................................ V-5

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI (LANJUTAN)

BAB

HALAMAN

5.2.2. Total Jam Kerja Karyawan ........................................... V-6

5.2.3. Jumlah Jam Kerja yang Hilang ..................................... V-6

5.2.4. Jumlah Karyawan yang Mengalami Kecelakaan

pada Tahun 2007-2010 ................................................. V-7

5.2.5. Jenis-Jenis Kecelakaan Kerja........................................ V-7

5.3. Pengukuran Tingkat Frekuensi Kecelakaan (F) ........................ V-10

5.4. Pengukuran Tingkat Severity atau Keparahan Kecelakaan (S)... V-12

5.5. Pengukuran Nilai T-Selamat .................................................... V-15

5.6. Pengukuran Produktivitas ........................................................ V-18

5.7. Kondisi Lingkungan dan Aktivitas Kerja pada Stasiun Kerja

PT. Morawa Electric Transbuana............................................. V-22

5.8. Analisis Kecelakaan Kerja dengan Fault Tree Analysis (FTA).. V-30

VI ANALISIS PEMECAHAN MASALAH 6.1. Penyebab Kecelakaan Kerja dan Pemecahan Masalah............. VI-1 6.2. Perbaikan Usaha Pencegahan Kecelakaan Kerja pada PT. Morawa Electric Transbuana............................................ VI-6

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI (LANJUTAN)

BAB

HALAMAN

VII KESIMPULAN DAN SARAN

7.1. Kesimpulan ............................................................................. VII-1

7.2. Saran……........................................................................... …. VII-7

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

TABEL

HALAMAN

2.1. Perincian Jumlah Tenaga Kerja......................................................... II-6

2.2. Jam Kerja PT. Morawa Electric Transbuana ..................................... II-7

2.3. Spesifikasi Produk Transformator Satu Fasa ..................................... II-13

2.4. Spesifikasi Produk Transformator Tiga Fasa ..................................... II-13

2.5. Daftar Mesin Produksi PT. Morawa Electric Transbuana ................. II-27

3.1. Simbol dan Keterangan Fault Tree Analysis (FTA)........................... III-29

5.1. Jam Kerja PT. Morawa Electric Transbuana ..................................... V-2

5.2. Rekapitulasi Jumlah Kecelakaan Kerja pada Tahun 2007-2010......... V-5

5.3. Rekapitulasi Total Jam Kerja Karyawan pada Tahun 2007-2010....... V-6

5.4. Rekapitulasi Jumlah Jam Kerja yang Hilang pada Tahun 2007-2010. V-6

5.5. Rekapitulasi Jumlah Karyawan yang Mengalami Kecelakaan pada

Tahun 2007-2010.............................................................................. V-7

5.6. Jenis-jenis Kecelakaan Kerja pada Tahun 2007-2010 ........................ V-8

5.7. Jumlah Jam Kerja Karyawan (N) pada Tahun 2007-2010.................. V-10

5.8. Rekapitulasi Tingkat Frekuensi Kecelakaan Kerja pada

Tahun 2007-2010.............................................................................. V-12

5.9. Rekapitulasi Tingkat Severity atau Keparahan Kecelakaan Kerja pada

Tahun 2007-2010.............................................................................. V-15

5.10. Data Pengukuran Nilai T-Selamat pada Tahun 2007-2010 ................ V-16

5.11. Rekapitulasi Nilai T-Selamat pada Tahun 2007-2010........................ V-18

5.12. Rekapitulasi Nilai Produktivitas pada Tahun 2007-2010 ................... V-20

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL (LANJUTAN)

TABEL

HALAMAN

5.13. Akar Penyebab Masalah Kecelakaan Kerja ....................................... V-40

5.14. Penyebab Potensi Kemungkinan Terjadinya Kecelakaan pada

Operator ........................................................................................... V-49

6.1. Penyebab Kecelakaan Kerja dan Pemecahan Masalah.......................... VI-1

6.2. Penyebab Potensi Kemungkinan Kecelakaan Kecelakaan Kerja

dan Pemecahan Masalah ...................................................................... VI-4

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR

GAMBAR

HALAMAN

2.1. Struktur Organisasi PT. Morawa Electric Transbuana ....................... II-4

2.2. Blok Diagram Proses Pembuatan Transformator ............................... II-26

3.1. Contoh Kasus Fault Tree Analysis .................................................... III-30

4.1. Kerangka Konseptual Penelitian ....................................................... IV-2

4.2. Flow Chart Prosedur Penelitian ........................................................ IV-7

4.3. Blok Diagram Pengolahan Data ........................................................ IV-8

5.1. Tingkat Frekuensi Kecelakaan Kerja (F) .............................................. V-12

5.2. Tingkat Severity Kecelakaan Kerja (S)................................................. V-15

5.3. Tingkat Produktivitas pada PT. Morawa Electric Transbuana .............. V-21

5.4. Layout Stasiun Kerja Packing .............................................................. V-23

5.5. Layout Stasiun Kerja Bengkel .............................................................. V-25

5.6. Layout Stasiun Kerja Penggulungan Core ............................................ V-26

5.7. Layout Stasiun Kerja Pengisian Minyak ............................................... V-27

5.8. Layout Stasiun Kerja Penggulungan Kumparan.................................... V-28

5.9. Layout Stasiun Kerja Gudang Bahan Baku........................................... V-30

5.10. Fault Tree Analysis Kecelakaan pada Saat Pembuatan Box .................. V-31

5.11. Fault Tree Analysis Kecelakaan pada Saat Pengelasan......................... V-32

5.12. Fault Tree Analysis Kecelakaan pada Saat Penggerindaan ................... V-33

5.13. Fault Tree Analysis Kecelakaan pada Saat Perbaikan Mesin ................ V-34

5.14. Fault Tree Analysis Kecelakaan pada Saat Pengeboran ........................ V-35

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR (LANJUTAN)

GAMBAR

HALAMAN

5.15. Fault Tree Analysis Kecelakaan pada Saat Penggulungan Core ........... V-36

5.16. Fault Tree Analysis Kecelakaan pada Saat Pengisian Minyak .............. V-37

5.17. Fault Tree Analysis Kecelakaan pada Saat Penggulungan Kumparan... V-38

5.18. Fault Tree Analysis Kecelakaan pada Saat Pemindahan Plat Besi ........ V-39

5.19. Fault Tree Analysis Kaki Terluka Terpijak Benda Tajam .................... V-46

5.20. Fault Tree Analysis Terjadinya Gangguan Telinga Karena Kebisingan V-47

5.21. Fault Tree Analysis Terjatuh atau Terpeleset ....................................... V-48

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN

HALAMAN

1. Uraian Tugas dan Tanggung Jawab........................................................ L-1

2. Rekapitulasi Kecelakaan yang Terjadi pada PT. Morawa Electric

Transbuana pada Tahun 2007-2010........................................................ L-11

3. Surat Permohonan Tugas Akhir ............................................................. L-15

4. Surat Penjajakan .................................................................................... L-17

5. Surat Balasan ......................................................................................... L-18

6. SK Tugas Akhir ..................................................................................... L-19

7. Lembar Asistensi ................................................................................... L-20

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
PT. Morawa Electric Transbuana merupakan sebuah perusahaan swasta nasional yang berlokasi di wilayah Sumatera Utara yang bergerak dalam pembuatan transformator. Proses produksi pembuatan transformator terdiri dari beberapa tahap dan dikerjakan pada beberapa stasiun kerja dengan berbagai jenis mesin. Pada saat mengoperasikan mesin, tidak jarang pekerja mengalami kecelakaan misalnya mata mengalami iritasi karena percikan cahaya mesin las atau kotoran dari mesin gerinda. Data kecelakaan kerja yang pernah terjadi di PT. Morawa Electric Transbuana mulai tahun 2007-2010 adalah 25 kecelakaan. Oleh karena itu, dengan melihat kondisi kecelakaan yang pernah terjadi dan juga melihat kondisi lingkungan kerja karyawan maka perlu dilakukan analisis untuk mengidentifikasi penyebab kecelakaan dan memberikan solusi sebagai langkah antisipasi terjadinya kecelakaan yang sama maupun kecelakaan yang lain.
Analisis yang digunakan adalah dengan menggunakan Fault Tree Analysis (FTA) atau analisis pohon kegagalan di mana akan dapat diketahui penyebabpenyebab dan juga kombinasi penyebab terjadinya kecelakaan. Langkah-langkah dari FTA adalah menentukan top problem pada permasalahan kesehatan dan keselamatan kerja di PT. Morawa Electric Transbuana, membuat diagram FTA, dan memberikan hasil analisis FTA.
Dalam penelitian ini dilakukan pengukuran terhadap hasil usaha keselamatan kerja yaitu tingkat frekuensi kecelakaan, tingkat keparahan (severity), nilai T-selamat dan tingkat produktivitas dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2010. Kecelakaan yang terjadi pada tahun 2007-2010 adalah 8, 4, 7 dan 6 kali kecelakaan. Dengan tingkat frekuensi kecelakaan dari tahun 2007-2010 adalah 63,66 kali; 31,77 kali; 55,66 kali dan 44,72 kali. Tingkat keparahan kecelakaan yang terjadi pada tahun 2007-2010 adalah 381,97 hari; 135 hari; 262,38 hari dan 238,49 hari. Dengan Nilai T Selamat tahun 2008 diketahui -1418, pada tahun 2009 sebesar 1503,12 dan tahun 2010 sebesar -537,13. Semakin menurunnya frekuensi kecelakaan dan tingkat keparahan kecelakaan dari tahun ke tahun maka produktivitas akan meningkat. Analisis FTA dalam penelitian ini menghasilkan solusi perbaikan usaha pencegahan kecelakaan kerja pada PT. Morawa Electric Transbuana.
Kata Kunci : Fault Tree Analysis (FTA), Produktivitas.
Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
PT. Morawa Electric Transbuana merupakan sebuah perusahaan swasta nasional yang berlokasi di wilayah Sumatera Utara yang bergerak dalam pembuatan transformator. Proses produksi pembuatan transformator terdiri dari beberapa tahap dan dikerjakan pada beberapa stasiun kerja dengan berbagai jenis mesin. Pada saat mengoperasikan mesin, tidak jarang pekerja mengalami kecelakaan misalnya mata mengalami iritasi karena percikan cahaya mesin las atau kotoran dari mesin gerinda. Data kecelakaan kerja yang pernah terjadi di PT. Morawa Electric Transbuana mulai tahun 2007-2010 adalah 25 kecelakaan. Oleh karena itu, dengan melihat kondisi kecelakaan yang pernah terjadi dan juga melihat kondisi lingkungan kerja karyawan maka perlu dilakukan analisis untuk mengidentifikasi penyebab kecelakaan dan memberikan solusi sebagai langkah antisipasi terjadinya kecelakaan yang sama maupun kecelakaan yang lain.
Analisis yang digunakan adalah dengan menggunakan Fault Tree Analysis (FTA) atau analisis pohon kegagalan di mana akan dapat diketahui penyebabpenyebab dan juga kombinasi penyebab terjadinya kecelakaan. Langkah-langkah dari FTA adalah menentukan top problem pada permasalahan kesehatan dan keselamatan kerja di PT. Morawa Electric Transbuana, membuat diagram FTA, dan memberikan hasil analisis FTA.
Dalam penelitian ini dilakukan pengukuran terhadap hasil usaha keselamatan kerja yaitu tingkat frekuensi kecelakaan, tingkat keparahan (severity), nilai T-selamat dan tingkat produktivitas dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2010. Kecelakaan yang terjadi pada tahun 2007-2010 adalah 8, 4, 7 dan 6 kali kecelakaan. Dengan tingkat frekuensi kecelakaan dari tahun 2007-2010 adalah 63,66 kali; 31,77 kali; 55,66 kali dan 44,72 kali. Tingkat keparahan kecelakaan yang terjadi pada tahun 2007-2010 adalah 381,97 hari; 135 hari; 262,38 hari dan 238,49 hari. Dengan Nilai T Selamat tahun 2008 diketahui -1418, pada tahun 2009 sebesar 1503,12 dan tahun 2010 sebesar -537,13. Semakin menurunnya frekuensi kecelakaan dan tingkat keparahan kecelakaan dari tahun ke tahun maka produktivitas akan meningkat. Analisis FTA dalam penelitian ini menghasilkan solusi perbaikan usaha pencegahan kecelakaan kerja pada PT. Morawa Electric Transbuana.
Kata Kunci : Fault Tree Analysis (FTA), Produktivitas.
Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah Setiap perusahaan memiliki serangkaian proses dalam menghasilkan
produk, baik berupa jasa maupun barang. Pada perusahaan manufaktur, manusia memegang peranan yang sangat penting selain faktor mesin dan bahan baku dalam menjalankan dan mengendalikan proses produksi. Oleh karena itu, peranan manusia sebagai karyawan atau operator perlu diperhatikan. Usaha yang dapat dilakukan untuk dapat mempertahankan kondisi yang baik dari karyawan atau operator salah satunya adalah menjaga kesehatan dan keselamatan kerja karyawan pada saat melakukan proses produksi.
Beberapa perusahaan sudah menerapkan program-program kesehatan dan keselamatan kerja dengan tujuan memelihara kondisi fisik karyawan. Namun kenyataan di lapangan masih banyak terjadi kecelakaan kerja pada karyawan ketika melakukan proses produksi. Oleh karena itu untuk menjaga agar kondisi fisik karyawan tetap baik dan terjaga selama melakukan proses produksi serta menjaga agar proses produksi tetap berjalan secara aman, lancar dan efisien maka perlu adanya peningkatan usaha pencegahan kecelakaan kerja.
PT. Morawa Electric Transbuana merupakan perusahaan swasta nasional yang berlokasi di wilayah Sumatera Utara yang bergerak dalam pembuatan transformator. Perusahaan ini merupakan satu-satunya perusahaan pembuat transformator distribusi tegangan tinggi yang berada di luar pulau Jawa dengan
Universitas Sumatera Utara

jenis produksi satu fasa dan tiga fasa. Proses produksi pembuatan transformator terdiri dari beberapa tahap dan dikerjakan pada beberapa stasiun kerja, misalnya pada stasiun kerja bengkel yaitu tempat pembuatan rangka luar atau pembungkus komponen inti dari transformator banyak menggunakan peralatan dan mesinmesin yang dikendalikan oleh tenaga manusia, misalnya mesin las untuk proses penyambungan pada saat pembuatan tangki atau rangka trafo dan koneksi kumparan, mesin gerinda untuk mengerinda plat dan juga mesin core slitting untuk memotong silicon steel sesuai dengan ukuran produk yang akan dibuat. Dan pada saat mengoperasikan mesin-mesin tersebut tidak jarang pekerja mengalami kecelakaan kerja seperti tangan yang terluka karena terkena mata pisau atau mata mengalami iritasi karena percikan cahaya mesin las atau kotoran dari mesin gerinda dan lain sebagainya. Penyebab kecelakaan kerja tidak hanya karena kondisi lingkungan kerja atau bahkan manajemen perusahaan yang kurang dalam memperhatikan kondisi fisik karyawan, namun penyebab kecelakaan juga terjadi karena kesalahan dari karyawan atau pekerja yang kurang memperhatikan kesehatan dan keselamatan dirinya sendiri pada saat melakukan proses produksi.
Kondisi fisik karyawan yang tidak baik atau mengalami kecelakaan kerja akan berpengaruh pada tingkat produktivitas kerja karyawan sehingga mengakibatkan kerugian bukan hanya pada diri pribadi karyawan tetapi juga bagi perusahaan itu sendiri. Besar kecilnya kerugian yang diderita tergantung dari besar kecilnya tingkat kekerapan (frekuensi) dan keparahan (severity) kecelakaan yang terjadi. Dengan demikian kecelakaan akibat kerja akan sangat berpengaruh terhadap kegiatan proses produksi dan kelangsungan hidup perusahaan, atau
Universitas Sumatera Utara

dengan kata lain kecelakaan kerja yang terjadi pada pekerja merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja. Semakin kecil kecelakaan yang terjadi, maka semakin kecil pula hari kerja yang hilang dan mengakibatkan semakin tingginya tingkat produktivitas. Oleh karena itu sangat penting untuk menjaga kesehatan dan keselamatan kerja karyawan pada saat bekerja agar produktivitas kerja karyawan tetap baik dan terjaga.
1.2. Rumusan Masalah Permasalahan dalam penelitian ini adalah masih terjadinya kecelakaan
kerja pada karyawan saat melakukan proses produksi yang mengakibatkan menurunnya produktivitas kerja dan bertambahnya jumlah jam kerja yang hilang, sehingga perlu diketahui penyebab dasar atau akar penyebab (root cause) terjadinya kecelakaan kerja tersebut.
1.3. Tujuan Penelitian Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Menghitung tingkat frekuensi kecelakaan kerja, tingkat severity atau keparahan kecelakaan kerja, nilai T-Selamat (Nts) dan produktivitas.
2. Mengidentifikasi akar penyebab kecelakaan dengan cara membangun model Fault Tree Analysis (FTA) berdasarkan data kecelakaan kerja.
3. Memberi usulan perbaikan usaha pencegahan kecelakaan kerja pada PT. Morawa Electric Transbuana berdasarkan analisis yang diperoleh.
Universitas Sumatera Utara

1.4. Manfaat Penelitian Adapun manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah sebagai
berikut: a. Mahasiswa dapat menambah pengalaman dan kemampuan dalam
mengidentifikasi, memecahkan dan menganalisis masalah yang terjadi di perusahaan khususnya masalah kesehatan dan keselamatan kerja. b. Memberikan gambaran dan masukan bagi perusahaan mengenai penyebabpenyebab terjadinya kecelakaan kerja yang mengakibatkan terjadinya penurunan produktivitas kerja karyawan disertai dengan solusi dari permasalahan yang terjadi pada perusahaan sehingga dapat dijadikan acuan atau pertimbangan untuk perbaikan yang akan dilakukan oleh perusahaan. c. Menambah jumlah dan memperbaharui hasil karya mahasiswa yang dapat menjadi literatur dan referensi penelitian di Departemen Teknik Industri.
1.5. Batasan dan Asumsi Penelitian Adapun batasan dan yang digunakan dalam penelitian adalah sebagai
berikut: 1 Data kecelakaan kerja yang diambil adalah data kecelakaan kerja empat
tahun terakhir yaitu mulai dari tahun 2007-2010. 2 Pemecahan masalah tidak membahas perubahan biaya akibat dari penerapan
Fault Tree Analysis (FTA).
Universitas Sumatera Utara

Adapun yang menjadi asumsi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Pekerja dianggap sudah mengetahui semua peraturan mengenai keselamatan
dan kesehatan kerja yang berlaku di perusahaan. 2. Pekerja dianggap sudah memahami pekerjaan dan terampil melakukan
pekerjaan pada bidangnya masing-masing. 3. Sistem produksi berjalan normal dan tidak ada gangguan yang
mempengaruhi proses produksi. 4. Tidak ada penambahan jenis produk baru selama penelitian berlangsung. 5. Hari kerja karyawan selama satu bulan adalah 25 hari.
1.6. Sistematika Penulisan Tugas Akhir Sistematika penyusunan bab yang digunakan dalam penulisan tugas akhir
adalah sebagai berikut : Bab I Pendahuluan, memuat mengenai latar belakang masalah, rumusan
masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, batasan dan asumsi penelitian, serta sistematika penulisan tugas akhir.
Bab II Gambaran Umum Perusahaan, bab ini menjelaskan secara ringkas mengenai sejarah perusahaan, ruang lingkup bidang usaha, organisasi dan manajemen, mesin dan peralatan yang digunakan serta uraian proses produksi yang terjadi pada perusahaan tersebut.
Bab III Landasan Teori, berisi teori-teori yang berhubungan dengan permasalahan yang diteliti dan yang digunakan dalam analisis pemecahan masalah yaitu kesehatan dan keselamatan kerja, tingkat frekuensi kecelakaan kerja, tingkat
Universitas Sumatera Utara

keparahan kecelakaan (severity), nilai T-Selamat, produktivitas dan Fault Tree Analysis (FTA).
Bab IV Metodologi Penelitian, memuat mengenai jenis penelitian, lokasi dan waktu penelitian, kerangka konseptual dan tahapan-tahapan penelitian mulai dari persiapan, pengumpulan dan pengolahan data hingga penyusunan laporan tugas akhir.
Bab V Pengumpulan dan Pengolahan Data, berisi data-data kecelakaan kerja yang pernah terjadi pada perusahaan, usaha pencegahan kecelakaan yang telah terlaksana pada perusahaan, potensi kemungkinan terjadinya kecelakaan yang kemudian dianalisis dengan menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA) dan data jumlah karyawan yang mengalami kecelakaan, jumlah jam kerja yang hilang, total jam kerja karyawan dan jumlah kecelakaan kerja dalam suatu periode tertentu yang kemudian digunakan untuk menentukan tingkat frekuensi kecelakaan, tingkat kekerapan kecelakaan (severity), nilai T-Selamat, dan produktivitas.
Bab VI Analisis Pemecahan Masalah, berisi analisis terhadap kecelakaan kerja yang pernah terjadi dan potensi kemungkinan terjadinya kecelakaan pada perusahaan dan membahas solusi perbaikan usaha pencegahan kecelakaan kerja pada karyawan.
Bab VII Kesimpulan dan Saran, berisi kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian dan saran-saran yang diberikan kepada pihak perusahaan sebagai pertimbangan dan diharapkan dapat membantu perusahaan dalam menanggulangi masalah kecelakaan kerja.
Universitas Sumatera Utara

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
2.1. Sejarah Perusahaan Pada zaman sekarang ini energi listrik sudah menjadi kebutuhan pokok
bagi masyarakat. Hal ini disebabkan karena peralatan yang mendukung untuk kehidupan sehari-hari atau bahkan untuk melakukan proses produksi pada perusahaan banyak menggunakan energi listrik. Oleh karena itu, menyadari pentingnya kebutuhan energi listrik yang memadai bagi perusahaan-perusahaan yang memerlukan dan pihak-pihak lain, melahirkan perusahaan penghasil transformator di Indonesia. Jika kebutuhan transformator di Indonesia disuplai dari luar negeri akan memperbesar anggaran belanja. Kesempatan ini melahirkan sebuah perusahaan transformator tegangan tinggi yaitu PT. Morawa Electric Transbuana yang berlokasi di Jalan Raya Medan Tanjung Morawa Km 20,5 Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara. Perusahaan ini memiliki kantor yang bertempat di Jalan Perniagaan Baru No. 48 D Medan dan di Jalan Agung Permai X No. 25 Blok C-12 Sunter Agung Jakarta.
PT. Morawa Electric Transbuana merupakan perusahaan swasta nasional yang berkedudukan di wilayah Sumatera Utara dan bergerak dalam bidang usaha pembuatan transformator. Perusahaan ini berdiri berdasarkan akte notaris Rachmat Santoso, SH dengan akte No. 67 tanggal 19 Oktober 1978, di Medan dan beroperasi resmi berdasarkan Surat Persetujuan tetap Penanaman Modal dalam
Universitas Sumatera Utara

Negeri (PMDN), Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) Nomor Koordinasi Penanaman Modal Nomor: 72/T/INDUSTRI/1983, November 1983.
Perusahaan ini merupakan satu-satunya pembuat transformator distribusi tegangan tinggi yang berada di luar pulau Jawa, dengan jenis produksi transfomator satu fasa dan tiga fasa. Transformator yang diproduksi oleh PT. Morawa Electric Transbuana dipasarkan kepada PT. PLN (Perusahaan Listrik
Negara) sebagai pasar utama konsumen dalam negeri ± 90% sedangkan ± 10%
untuk perusahaan swasta lainnya yang berada di dalam dan luar negeri.
2.2. Ruang Lingkup Bidang Usaha Produk yang dihasilkan oleh PT. Morawa Electric Transbuana berupa
transformator jenis satu fasa dan tiga fasa. Produksi perusahaan terutama ditujukan untuk memenuhi permintaan Perusahaan Listrik Negara (PLN). Di samping itu, juga didistribusikan kepada perusahaan-perusahaan swasta antara lain PT. Caltex Pacific Indonesia, PT. SOCI, PT. Aribawana, dan perusahaan lainnya, serta didistribusikan kepada rumah sakit dan pusat perbelanjaan yang ada di dalam negeri. Transformator yang dihasilkan juga diekspor ke Malaysia dan Singapura.
2.3. Organisasi dan Manajemen Berikut ini akan diuraikan secara rinci mengenai organisasi, uraian tugas
dan tanggung jawab dari masing-masing bagian dalam struktur organisasi, tenaga kerja dan jam kerja pada perusahaan.
Universitas Sumatera Utara

2.3.1. Struktur Organisasi PT. Morawa Electric Transbuana Struktur organisasi yang digunakan PT. Morawa Electric Transbuana
berbentuk lini dan fungsional. Struktur organisasi bentuk lini dapat dilihat dengan adanya pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab dari pimpinan tertinggi kepada unit-unit organisasi yang berada di bawahnya dalam bidang pekerjaan tertentu secara langsung, serta pemberian wewenang dan tanggung jawab yang bergerak vertikal ke bawah dengan pendelegasian yang tegas melalui jenjang hirarki yang ada. Struktur organisasi fungsional dapat dilihat dengan adanya pemisahan/pembagian tugas, pendelegasian wewenang serta pembatasan tanggung jawab yang tegas pada setiap fungsi yaitu produksi, personalia, dan pemasaran. Hal ini dibuat sesuai dengan kebutuhan serta kelancaran dan kemajuan organisasi dalam mencapai tujuan perusahaan. Struktur organisasi PT. Morawa Electric Transbuana dapat dilihat pada Gambar 2.1.
2.3.2. Uraian Tugas dan Tanggung Jawab Uraian tugas dan tanggung jawab pada masing-masing bagian di PT.
Morawa Electric Transbuana dapat dilihat pada Lampiran 1.
2.3.3. Tenaga Kerja dan Jam Kerja Perusahaan Untuk menjalankan proses produksi pada perusahaan dibutuhkan tenaga
kerja sesuai dengan kapasitas yanag dibutuhkan oleh perusahaan. Berikut akan diuraikan secara rinci mengenai jumlah tenaga kerja pada masing-masing bagian pada perusahaan dan juga jumlah jam kerja yang berlaku pada perusahaan.
Universitas Sumatera Utara

Presiden Direktur

Direktur Pemasaran

Kepala

Direktur Keuangan ADM

Pabrik

Kepala Pemasaran

Kepala Design

Kepala Bengkel

Kepala Proses Kepala Produksi Akhir

Kepala Kepala Kepala QAS Pengujian Gudang

Kepala Keuangan

Kepala Kepala Personalia Pembelian

Karyawan seksi lokal

Karyawan seksi ekspor

Karyawan seksi design

Karyawan seksi bengkel

Karyawan seksi finishing

Karyawan seksi produksi

Karyawan seksi
perawatan

Karyawan seksi
pengujian

Karyawan seksi gudang

Karyawan seksi
administrasi

Karyawan seksi keamanan

Sumber : PT Morawa Electric Transbuana

Gambar 2.1. Struktur Organisasi PT. Morawa Electric Transbuana

Universitas Sumatera Utara

2.3.3.1. Tenaga Kerja PT. Morawa Electric Transbuana, dalam merekrut tenaga kerjanya
berprinsip pada kesesuaian kualitas dan kuantitas tenaga kerja dengan kebutuhan perusahaan. Setelah proses perekrutan, dilakukan proses seleksi, penempatan, orientasi, dan melakukan pelatihan (training) kepada calon tenaga kerja yang baru. Hal ini bertujuan untuk menjamin tersedianya tenaga kerja yang terampil dan terdidik. Penempatan jabatan terhadap seorang karyawan dilakukan oleh pihak manajemen perusahaan. Tenaga kerja dibagi atas dua golongan, yaitu golongan tenaga kerja tidak langsung dan tenaga kerja langsung. Perincian jumlah tenaga kerja yang ada di PT. Morawa Electric Transbuana dapat dilihat pada Tabel 2.1.
2.3.3.2. Jam Kerja Hari kerja di PT. Morawa Electric Transbuana berjumlah enam hari dalam
seminggu (Senin sampai Sabtu). Apabila perusahaan memiliki order yang banyak, maka di hari Minggu khusus bagian produksi bekerja untuk menyelesaikan pesanan tersebut. Karyawan yang memiliki jam kerja melebihi jam kerja yang telah ditentukan diperhitungkan sebagai jam lembur. Pembagian jam kerja pada PT. Morawa Electric Transbuana dapat dilihat pada Tabel 2.2.
Universitas Sumatera Utara

Tabel 2.1. Perincian Jumlah Tenaga Kerja

No Jabatan
1 Presiden Direktur 2 Direktur Pemasaran 3 Direktur Keuangan/ADM 4 Kepala Pabrik 5 Kepala Bagian Pemasaran 6 Kepala Bagian Desain 7 Kepala Bagian Produksi 8 Kepala Bagian Bengkel 9 Kepala Bagian Proses Akhir 10 Kepala Bagian Gudang 11 Kepala Bagian Pengujian 12 Kepala Bagian QAS (Quality Assurance) 13 Kepala Bagian Keuangan 14 Kepala Bagian Personalia 15 Kepala Bagian Pembelian 16 Karyawan Seksi Desain 17 Karyawan Seksi Perawatan 18 Karyawan Seksi Bengkel 19 Karyawan Seksi Pengujian Material 20 Karyawan Seksi Produksi Inti 21 Karyawan Seksi Pemanggangan Inti 22 Karyawan Seksi Pengujian Inti 23 Karyawan Seksi Pembuatan Kertas Isolasi 24 Karyawan Seksi Penggulungan Kumparan 25 Karyawan Seksi Perakitan/Koneksi Kumparan 26 Karyawan Seksi Pengeringan Trafo 27 Karyawan Seksi Finishing 28 Karyawan Seksi Gudang 29 Karyawan Seksi Lokal 30 Karyawan Seksi Ekspor 31 Karyawan Seksi Administrasi 32 Karyawan Seksi Keamanan
Total Sumber: PT. Morawa Electric Transbuana

Jumlah (orang)
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 16 3 4 1 2 2 7 6 1 6 1 1 1 4 8 80

Universitas Sumatera Utara

Tabel 2.2. Jam Kerja PT. Morawa Electric Transbuana

Hari

Jam Kerja

Keterangan

08.30 - 12.00

Kerja

Senin-Kamis 12.00 - 13.00

Istirahat

13.00 - 16.30

Kerja

08.30 - 12.00

Kerja

Jumat

12.00 - 13.30

Istirahat

13.30 - 16.30

Kerja

08.30 - 12.00

Kerja

Sabtu

12.00 - 13.00

Istirahat

13.00 - 15.00

Kerja

Sumber: PT. Morawa Electric Transbuana

2.3.4. Sistem Pengupahan dan Fasilitas yang Digunakan Pembayaran upah karyawan oleh PT. Morawa Electric Transbuana
dilakukan setiap awal bulan dengan besar upah ditentukan berdasarkan jabatan, keahlian, kecakapan, pendidikan, dan prestasi kerja karyawan yang bersangkutan. Adapun komponen upah di PT. Morawa Electric Transbuana adalah sebagai berikut: a. Gaji Pokok b. Upah Lembur c. Tunjangan kesehatan dan keluarga d. Insentif kerajinan e. Tunjangan hari raya f. Bonus tahunan

Universitas Sumatera Utara

2.4. Proses Produksi Berikut ini yang akan dibahas adalah mengenai bahan yang digunakan pada
proses produksi, jumlah dan spesifikasi produk, uraian proses produksi, mesin dan peralatan yang digunakan dan tata letak pabrik. 2.4.1. Bahan
Berikut ini akan diuraikan secara rinci mengenai bahan baku, bahan penolong dan bahan tambahan yang digunakan perusahaan untuk melakuakan proses produksi pembuatan transformator. 2.4.1.1. Bahan Baku
Bahan baku merupakan semua bahan yang langsung digunakan sebagai bahan dasar serta memiliki komposisi terbesar dalam pembuatan produk dimana sifat dan bentuknya akan mengalami perubahan. Bahan baku yang digunakan dalam memproduksi transformator adalah: 1. Plat Silicon Steel
Silicon steel digunakan untuk pembuatan inti transformator. Jenis silicon steel yang digunakan adalah Grain Oriented Core HHB atau Z8H produksi Nippon Steel Jepang dan jenis RG8H produksi Kawasaki Steel Jepang. Silicon steel berbentuk lembaran plat yang tergulung berlapis-lapis. 2. Kawat Tembaga (Cooper Wire) Kawat tembaga yang digunakan terdiri dari dua jenis, yaitu: a. Enameled Copper Wire, kawat berbentuk silinder untuk gulungan primer
dengan diameter 1,60 mm.
Universitas Sumatera Utara

b. Rectangular Copper Wire, kawat berbentuk persegi untuk gulungan sekunder dengan ukuran 3,2 x 8 mm.
3. Kertas Isolasi Kertas isolasi digunakan untuk gulungan primer dan koneksi antara kumparan-kumparan ke tap changer pada sisi primernya. Kertas ini juga berfungsi sebagai pengaman dalam mengisolasi antara kawat-kawat, dari kawat ke tangki dan kawat ke inti. Kertas ini berasal dari Jepang dalam bentuk gulungan besar untuk ukuran 0,13-0,50 mm, sedangkan untuk ukuran 0,80– 1,60 mm dikemas dalam peti.
4. Minyak Minyak yang digunakan adalah jenis Dilla B juga minyak Esso Volta 80 buatan Amerika Serikat. Minyak ini berfungsi sebagai cairan pendingin agar transformator dapat berfungsi dengan stabil, terutama pada saat berbeban besar atau terkena sambaran petir.
5. High and Low Voltage Bushing High and Low Voltage Bushing merupakan bahan yang digunakan untuk tempat mengikat kabel jaringan distribusi listrik dan menghubungkannya ke dalam rangkaian transformator. Bahan ini diimport dari Cina.
6. Tap Changer Tap Changer berfungsi sebagai switch otomatis yang berfungsi apabila transformator mendapat beban lebih terutama saat terkena sambaran petir, dan apabila suhu transformator tinggi.
Universitas Sumatera Utara

7. Earth Terminal Earth Terminal merupakan instrumen listrik yang dihubungkan langsung dengan kawat yang ditanamkan di dalam tanah.
8. Thermometer Thermometer merupakan alat yang ditambahkan dalam transformator yang digunakan untuk mengukur suhu transformator.
9. Pressure Terminal Pressure Terminal berfungsi sebagai penghubung transmisi.
10. Kertas OD Kertas OD ini berguna untuk memberi celah/jarak antara kumparan sekunder dengan primer sehingga nantinya minyak dapat masuk pada celah tersebut sehingga panas yang timbul akibat adanya rugi-rugi tembaga (Cu) dapat diatasi.
11. Besi plat, besi siku, besi UNP, besi plat strip, dan roda besi hasil produksi dalam negeri, yang digunakan dalam pembuatan casing transformator.
2.4.1.2. Bahan Tambahan Selain menggunakan bahan baku juga digunakan bahan-bahan lain sebagai
bahan pelengkap dalam memudahkan proses dan meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan, yang disebut dengan bahan tambahan. Bahan tambahan yang ditambahkan pada produk sehingga menghasilkan suatu produk akhir yang siap dipasarkan dapat berupa aksesoris atau kemasan. Bahan tambahan yang digunakan dalam pembuatan transformator adalah:
Universitas Sumatera Utara

1. Cotton band Merupakan bahan yang digunakan untuk mengikat kumparan pada inti agar tidak lepas.
2. Plat Merek Plat merek “Morawa” digunakan untuk menyatakan pabrik yang memproduksikan transformator.
3. Name plate Name plate mencantumkan spesifikasi transformator yang ditempatkan pada tangki trafo.
4. Lem Lem digunakan sebagai perekat kertas isolasi pada lilitan kumparan. Jenis lem yang digunakan adalah lem chack.
5. Kawat Las Kawat las digunakan untuk mengelas tangki trafo dengan kumparan primer dan kumparan sekunder.
6. Baut dan Mur Baut dan mur digunakan untuk menghubungkan trafo ke tangki, menutup pressure terminal, menghubungkan oil gauge yang masuk ke dalam tangki, dan memasang tutup tangki trafo.
7. Hand Hold Hand Hold berfungsi sebagai pegangan dalam mempermudah pemindahan transformator dan terdiri dari dua pasang pegangan.
Universitas Sumatera Utara

8. Cat Cat digunakan dalam proses pengecatan tangki transformator.
9. Stop kran sebagai tempat pembuangan minyak.
2.4.1.3. Bahan Penolong Bahan penolong yaitu bahan yang ikut dalam proses tetapi tidak nampak
dalam produk akhir. Bahan penolong yang digunakan dalam menghasilkan produk transformator ini adalah: 1. Gas Nitrogen (N2)
Gas ini digunakan dalam proses pemanggangan inti dan juga dalam proses pengujian kebocoran tangki transformator. Fungsi gas nitrogen pada saat proses pemanggangan inti adalah: a. Untuk menghilangkan reaksi oksidasi antara oksigen dan inti, sehingga
tidak terjadi pekaratan inti. b. Membantu agar temperatur panas di dalam tungku pemanggangan merata. 2. HCL dan Soda Ash HCL dan Soda Ash digunakan untuk membersihkan tangki dari karat. 3. Kayu Meranti Kayu meranti digunakan untuk menyangga lilitan kumparan trafo agar kedudukannya tetap. 4. Pasir kuarsa Pasir digunakan untuk menutupi pinggiran panggangan agar gas nitrogen yang dialirkan tidak keluar dari tungku pemanggangan tersebut.
Universitas Sumatera Utara

5. Mal Besi Mal besi digunakan sebagai mal untuk menggulung kumparan Silicon Steel pada saat pembuatan inti trafo. Mal besi ini juga digunakan pada saat pemanggangan inti agar kumparan Silicon Steel dari inti trafo tidak lepas saat dipanggang.

2.4.2. Jumlah dan Spesifikasi Produk PT. Morawa Electric Transbuana memproduksi dua jenis transformator
inti (core type) yaitu transformator satu fasa dan tiga fasa. Untuk spesifikasi produk transformator satu fasa dapat dilihat pada Tabel 2.3., sedangkan spesifikasi produk transformator tiga fasa dapat dilihat pada Tabel 2.4.
Tabel 2.3. Spesifikasi Produk Transformator Satu Fasa

Uraian

Daya Pengenal

kVA 5

Jumlah Fasa

-1

Frekuensi Pengenal Hz 50

Tegangan Primer

kV 20

Tegangan Sekunder kV 231/462

Arus Beban Nol

% 2,4

Sumber: PT. Morawa Electric Transbuana

Spesifikasi Transformator 10 15 25 111 50 50 50 20 20 20
231/462 231/462 231/462 2,3 2 1,6

50 1 50 20 231/462 1,4

Tabel 2.4. Spesifikasi Produk Transformator Tiga Fasa

Uraian Daya Pengenal

Spesifikasi Transformator kVA 25 50 100 150 200 250 315 400 500 630 800 1000 1250 1600

Jumlah Fasa

- 33 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3

Frekuensi Pengenal Hz 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50

Tegangan Primer Tegangan Sekunder

kV 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 kV 0,4 0,4 0,4 0,4 0,4 0,4 0,4 0,4 0,4 0,4 0,4 0,4 0,4 0,4

Arus Beban Nol

% 2,3 2,3 2,3 2,1 2 1,9 1,9 1,8 2 2 2 2 2 2

Sumber: PT. Morawa Electric Transbuana

Universitas Sumatera Utara

2.4.3. Uraian Proses Produksi Urutan proses pembuatan transformator pada PT. Morawa Electric
Transbuana adalah sebagai berikut: 1. Proses Pemotongan Silikon (Silicon Steel Cutting)
Inti transformator terbuat dari Silicon Steel yang berfungsi untuk memperbesar fluksi magnet yang timbul bila pada kumparan transformator mengalir arus listrik. Ciri-ciri inti transformator yang baik adalah memiliki rugi-rugi arus pusar yang kecil. Proses pemotongan inti transformator dilakukan setelah lembaran silikon dalam bentuk gulungan diletakkan pada penyangga mesin peletakan, kemudian mesin dijalankan secara perlahan-lahan dengan cara mengatur putarannya melalui panel sehingga plat inti dapat ditarik ke meja pemotongan yang telah diatur jarak pisau-pisaunya sesuai dengan keperluan yang diinginkan. Penyetelan jarak pisau-pisau ini diatur sedemikian rupa sehingga tidak ada plat inti yang terbuang. Selanjutnya mesin dijalankan dan plat yang telah dipotong diletakkan di tempat penyusunan plat. Proses pemotongan inti harus dilakukan dengan cermat agar tidak terjadi pengelupasan fosfor yang melapisi inti. 2. Penggulungan Inti Trafo (Core Winding) Untuk menggulung lembaran-lembaran silicon steel yang telah dipotong maka dibuat jendela-jendela yang terbuat dari mal besi dengan ukuran tertentu. Pada transformator model lama, cara menyusun inti ini adalah dengan cara staching (inti susun) yaitu menyusun lembaran inti satu per satu keping. Untuk jenis transformator dengan daya tertentu, dapat digunakan dengan cara
Universitas Sumatera Utara

penggulungan wound core (inti gulung) dimana dapat diterapkan untuk transformator dengan daya nominal kecil. Wound core memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan cara staching yaitu: a. rugi-rugi inti kecil untuk rapat fluksi yang sama, berarti terjadi
penghematan dalam penggunaan inti transformator. b. Arus penguatan (exciting current) adalah sangat kecil, karena kecilnya
celah udara (air gap) c. Tingkat kebisingan (noise level) rendah d. Waktu yang dibutuhkan untuk proses ini lebih cepa

Dokumen yang terkait

Dokumen baru