Audit Thermal Lingkungan Kerja Operator Peeler Untuk Meningkatkan Produktivitas Di PT. Mahakarya Inti Buana

AUDIT THERMAL LINGKUNGAN KERJA OPERATOR PEELER
UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS
DI PT.MAHAKARYA INTI BUANA

TESIS

Oleh

WILLY TAMBUNAN
NIM. 087025015

F A K U L T A S
T E K N I K
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
M E D A N
2011

Universitas Sumatera Utara

AUDIT THERMAL LINGKUNGAN KERJA OPERATOR PEELER
UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS
DI PT.MAHAKARYA INTI BUANA

TESIS

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk Memperoleh
Gelar Magister Teknik Dalam Program Studi Teknik Industri
Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara

Oleh
WILLY TAMBUNAN
NIM. 087025015

F A K U L T A S
T E K N I K
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
M E D A N
2011

Universitas Sumatera Utara

: AUDIT
THERMAL
LINGKUNGAN
KERJA
OPERATOR PEELER UNTUK MENINGKATKAN
PRODUKTIVITAS DI PT.MAHAKARYA INTI BUANA
Nama Mahasiswa : Willy Tambunan
Nomor Pokok
: 087025015
Program Studi
: Teknik Industri
Judul Tesis

Menyetujui
Komisi Pembimbing

(Prof. Dr. Ir. A. Rahim Matondang, MSIE)
Ketua

Ketua Program Studi

(Prof. Dr. Ir. Sukaria Sinulingga, M.Eng)

(Dr. Eng. Ir. Listiani Nurul Huda, MT)
Anggota

Dekan

(Prof. Dr. Ir. Bustami Syam, MSME)

Tanggal Lulus : 26 Agustus 2011

Universitas Sumatera Utara

Telah diuji pada
Tanggal
: 26 Agustus 2011

PANITIA PENGUJI TESIS
Ketua

:

Prof. Dr. Ir. A. Rahim Matondang, MSIE

Anggota

:

1.

Dr. Eng. Ir. Listiani Nurul Huda, MT

2.

Prof. Dr. Ir. Sukaria Sinulingga, M.Eng

3.

Ir. Mangara M. Tambunan, MSc

4.

Ir. Rosnani Ginting, MT

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Temperatur yang tinggi dalam ruangan kerja bisa ditimbulkan oleh kondisi
ruangan, mesin-mesin ataupun alat yang mengeluarkan panas serta panas yang
bersumber dari sinar matahari yang memanasi atap pabrik yang kemudian
menimbulkan radiasi kedalam ruangan kerja produksi. Lingkungan kerja yang panas
ini terjadi pada salah satu pabrik pembuatan sarung tangan karet yaitu PT.Mahakarya
Inti Buana, dimana temperatur pada ruangan produksi antara 30 0 C s/d 36 0 C
sehingga perusahaan mengalami kondisi tingginnya turn over karyawan . Nilai ISBB
yang diperoleh pada lantai produksi adalah 28oC s/ d s/d 29 0 C dan dalam kondidi ini
beban kerja operator dikategorikan beban kerja sedang. atau persentase waktu kerja
pekerja di lantai produksi adalah 75% bekerja dan 25% istirahat. Nilai Heat Stress
Index (HSI) yang diperoleh pekerja di lantai produksi sebesar 97 % dan ini berarti
bahwa lingkungan kerja sudah mengganggu kesehatan operator, untuk itu perlu
adanya perbaikan sehingga diharapkan produktiviyas dapat tercapai.
Kata Kunci : Indeks Suhu Bola Basah (ISBB), Heat Stress, Keseimbangan Panas

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT
High temperatures in the workspace could be caused by the condition of the
room, machines or devices that emit heat and the heat that comes from the sun heats
the roof of the factory, which led to the production of radiation into the workspace.
Hot work environment that occurs in one of the factories that manufacture latex
gloves PT.Mahakarya Inti Buana, which at room temperature between 30 0 C - 36 0
C so that the company has a condition turn over of employees. ISBB value obtained
on the production floor is 28 0 C - 29 0 C and in this kondidi operator workload is
categorized workload. or the percentage of working time of workers on the
production floor is 75% work and 25% rest. Value Heat Stress Index (HSI) obtained
by workers on the production floor of 97% and this means that the work environment
was the health service, for that there is need for improvement so hopefully
produktivity can be achieved.
Keywords: Wet bulb Globe Temperature Indek (WBGT), Heat Stress, Heat Balance

Universitas Sumatera Utara

RIWAYAT HIDUP

Willy Tambunan, dilahirkan di P.Brandan Kabupaten Langkat pada tanggal 2
Maret 1983. Anak kelima dari lima bersaudara, anak dari St.Sahala Tambunan dan
Koriani Br.Simanjuntak, dan saat ini beralamat di Perumahan Insan cita Griya Blok
CC No.18 Pasar 2 ( Dua ) Setia Budi, Tanjung Sari, Medan
Penulis menyelesaikan pendidikan SLTA Pada Tahun 2001 di SLTA Negeri 1
P.Brandan dan pada tahun yang sama melanjutkan pendidikan Strata 1 di Institut
Teknologi Medan (ITM) Jurusan Teknik Industri, dan pada tahun 2006
menyelesaikan Studi Strata 1 dengan Indeks Prestasi Akademik 3, 31. Selama
menempuh pendidikan Strata 1 penulis aktif dalam Organisasi kemahasiswaan dan
Organisasi Kepemudaan. Penulis juga merupakan salah satu penerima beasiswa
Yayasan Beasiswa Oikumene (YBO) Pada tahun 2004 s/d 2006 dan sudah mengikuti
Pelatihan Kepemimpinan Transformasional Tingkat Dasar dan Tingkat Lanjut di
Yayasan Bina Dharma ( YBD ) Salatiga, Jawa Tengah pada tahun 2005 & 2006.
Pada Tahun 2006 Penulis bekerja di PT. Indokarya Tri Utama, dan Pada
Tahun 2008 Penulis melanjutkan Pendidikan Strata 2 di Program Studi Teknik
Industri Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara. Pada Tahun 2011 penulis
menyelesaikan Pendidikan Strata 2 dengan Judul Tesis Audit Thermal Lingkungan
Kerja Operator Untuk Meningkatkan Produktivitas di PT.Mahakarya Inti Buana.
Medan, Agustus 2011

Willy Tambunan

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
kasih dan anugerah yang diberikanNya kepada penulis, sehingga penulis dapat
menyelesaikan tesis ini sampai dengan selesai. Tesis ini disusun sebagai salah satu
persyaratan untuk menyelesaikan Program Studi S2 Teknik Industri Fakultas Teknik
Universitas Sumatera Utara.
Dalam penulisan tesis ini, penulis banyak mendapat dukungan moril dan
usulan perbaikan dari berbagai pihak, untuk itu pada kesempatan ini penulis ingin
menyampaikan ucapan terimkasih kepada :
1. Dekan Fakultas Teknik USU, Bapak Prof. DR. Ir. Bustami Syam, MSME.
2. Ketua Program Studi Magister Teknik Industri USU, Bapak Prof. DR. Ir. Sukaria
Sinulingga, M.Eng , sekaligus sebagai

Pembanding, dan Sekretaris Program

Studi Ibu Ir. Rosnani Ginting, M.T, juga sekaligus sebagai Pembanding yang
telah memberikan motivasi kepada penulis untuk menyelesaikan tesis ini.
3. Bapak Prof. DR. Ir. A. Rahim Matondang, MSi, sebagai Komisi Ketua Dosen
Pembimbing yang telah meluangkan waktu untuk memberikan dukungan dan
perbaikan pada penyusunan tesis ini.
4. DR. Eng. Ir. Listiani Nurul Huda, MT, sebagai anggota Dosen Pembimbing yang
telah begitu banyak memberikan bantuan, masukan dan arahan serta meluangkan
waktu untuk selesainya penulisan tesis ini.

Universitas Sumatera Utara

5. Bapak Ir. Mangara Tambunan, MSc, sebagai Komisi Pembanding yang telah
memberikan masukan kepada penulis.
6. Seluruh staf dosen yang mengajar di Program Pasca Sarjana Teknik Industri
Fakultas Teknik USU Medan.
7. Seluruh teman-teman angkatan 2008 Pasca Sarjana Teknik Industri (USU),
terkhusus komisaris kelas angkatan 2008 yaitu saudara Sutrisno, ST yang telah
banyak membantu kelengkapan administrasi dan koordinasi jadwal perkuliahan.
8. Seluruh teman-teman penerima Beasiswa Yayasan Beasiswa Oikumene (YBO)
terkhusus Bapak Yohanes Tomasoa Selaku Ketua Yayasan Beasiswa Oikumene
dan Bapak Sumurung Lumban Toruan Selaku Sekretaris Yayasan Beasiswa
Oikumene Yang telah Banyak memberikan Motivasi dan Doa selama penulis
menempuh pendidikan Strata 2
9. Teristimewa rasa hormat dan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada
Ayahanda St. Sahala Tambunan dan Ibunda Koriani Br Simanjuntak, yang telah
membantu penulis dalam materi dan doa.
Penulis menyadari bahwa isi tesis ini masih banyak kekurangan dan masih
jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan masukan
yang konstruktif sehingga bermanfaat bagi pembaca.

Medan

Agustus 2011
Penulis,

Willy Tambunan

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN
ABSTRAK ...................................................................................................

i

ABSTRACT .................................................................................................

ii

RIWAYAT HIDUP .....................................................................................

iii

KATA PENGANTAR.................................................................................

iv

DAFTAR ISI................................................................................................

vi

DAFTAR TABEL .......................................................................................

ix

DAFTAR GAMBAR...................................................................................

xi

DAFTAR LAMPIRAN ...............................................................................

xii

BAB I

PENDAHULUAN......................................................................

1

1.1. Latar Belakang .....................................................................

1

1.2. Identifikasi dan Perumusan Masalah ...................................

3

1.3. Tujuan Penelitian .................................................................

4

1.4. Keutamaan Penelitian ..........................................................

5

1.5. Batasan Masalah dan Asumsi ..............................................

6

1.6. Sistematika Penulisan Tugas Akhir .....................................

6

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN..................................

9

2.1. Sejarah Umum Perusahaan .................................................

9

2.2. Lokasi Perusahaan...............................................................

9

2.3. Struktur Organisasi .............................................................

9

2.4. Uraian Tugas dan Wewenang .............................................

11

2.5. Tenaga Kerja .......................................................................

16

2.6. Jam Kerja ............................................................................

17

2.7. Struktur Organisasi .............................................................

18

2.8. Sistem Pengupahan .............................................................

19

2.9. Fasilitas Perusahaan ............................................................

19

2.10.Standard Mutu Bahan Produk .............................................

19

BAB II

Universitas Sumatera Utara

BAB III

BAB IV

2.11.Bahan yang Digunakan .......................................................

20

2.12.Uraian Proses Produksi .......................................................

24

2.13. Mesin dan Peralatan ...........................................................

37

2.13.1. Mesin Produksi .......................................................

37

2.13.2. Peralatan Pendukung Produksi................................

41

2.13.3. Utilitas .....................................................................

46

2.13.4. Waste Treatment .....................................................

47

LANDASAN TEORI.................................................................

48

3.1. Pengertian Audit ..................................................................

48

3.2. Lingkungan Termal Manusia ...............................................

50

3.2.1. Suhu Radiasi ...........................................................

51

3.2.2. Suhu Udara (t) .........................................................

52

3.2.3. Kecepatan Udara (v) ...............................................

52

3.2.4. Kelembaban (RH) ...................................................

53

3.3. Keseimbangan Panas............................................................

53

3.4. Keseimbangan Panas Dalam Tubuh Manusia......................

57

3.4.1. Metabolisme Tubuh Manusia (Metabolic Rate) .....

57

3.4.2. Luas Permukaan Tubuh (Body Surface Area).........

58

3.4.3. Perpindahan Panas dari Tubuh ke Kulit..................

59

3.4.4. A Simple Clothing Model .......................................

59

3.5. Parameter Tekanan Panas ....................................................

62

3.6. Pengendalian Lingkungan Kerja Panas................................

64

3.7. Pengaruh Fisiologis akibat Tekanan Panas ..........................

66

3.8. Tekanan Darah .....................................................................

68

3.8.1. Definisi Tekanan Darah ..........................................

68

3.8.2. Faktor-faktor yang mempengaruhi tekanan darah ..

69

METODOLOGI PENELITIAN ..............................................

75

4.1. Objek dan Waktu Penelitian ...............................................

75

4.2. Sifat Penelitian ....................................................................

75

4.3. Lay Out Lantai Produksi .....................................................

75

4.4. Subjek Penelitian.................................................................

80

Universitas Sumatera Utara

BAB V

4.5. Kerangka Konseptual ..........................................................

80

4.6. Penentuan Variabel Penelitian ............................................

81

4.7. Metode Pengumpulan Data .................................................

82

4.8. Metode Pengolahan dan Analisis ........................................

83

4.9. Instrumentasi .......................................................................

87

PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA ...................

92

5.1. Data Personal ........................................................................

92

5.2. Data Suhu Tubuh, Denyut Nadi dan Tekanan Darah............

92

5.3. Perhitungan Kebutuhan Energi Pekerja ................................

94

5.4. Pengaruh Umur, Berat Badan dan Tinggi Badan..................

95

5.5. Kondisi Termal .....................................................................

95

5.6. Pengaruh Ketinggian Terhadap Suhu Ruangan ....................

108

5.7. Kelembaban ..........................................................................

109

5.8. Pengaruh Kelembaban Terhadap Suhu Ruangan..................

111

5.9. Kecepatan Angin...................................................................

112

5.10.Pengaruh Kecepatan Angin Terhadap Suhu .........................

114

5.11.Perhitungan Web Bulb Globe Temperature (Indeks Suhu Basah
dan Bola) ...............................................................................
116
BAB VI

5.12. Perhitungan Keseimbangan Termal .....................................

119

ANALISA DAN PEMBAHASAN............................................

127

6.1. Analisa ..................................................................................

127

6.1.1. Pengaruh Lintasan dan Ketinggian Terhadap Suhu ..

127

6.1.2. Pengaruh Jam Kerja Terhadap Suhu di Setiap Lintasan 128
6.1.3. Pengaruh Kecepatan Angin Terhadap Suhu .............

129

6.1.4. Pengaruh Kelembaban Terhadap Suhu .....................

129

6.1.5. Analisis Fisiologis Pekerja........................................

130

6.1.6. Analisa Hubungan Antara Suhu Tubuh Dengan
Tekanan Darah ..........................................................
132
6.1.7. Analisa Indeks Suhu Bola Basah (ISBB)..................

133

6.1.8. Analisis Keseimbangan panas dan Heat Stress Index

134

6.2. Pembahasan...........................................................................

135

Universitas Sumatera Utara

6.2.1. Pembahasan Ventilasi Ruang Produksi.....................

135

6.2.2. Pembahasan Ventilasi Ruang Produksi.....................

135

6.2.3. Pembahasan Heat Stress Indeks ................................

141

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN ...................................................

148

7.1. Kesimpulan ...........................................................................

148

7.2. Saran......................................................................................

150

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL
Tabel

Keterangan

Halaman

3.1.

Aktivitas dan Kecepatan Metabolisme...............................................

58

3.2.

Nilai Insulasi Panas (I clu ) untuk setiap Jenis Pakaian ........................

60

3.2.

Nilai Insulasi Panas (I clu ) untuk setiap jenis pakaian (lanjutan) .........

61

3.3.

Bilangan Serap ....................................................................................

61

3.4.

Nilai Ambang Batas (NAB) IklimKerja ISBB Yang Diperkenankan

63

3.5.

Nilai Tekanan Darah Normal ..............................................................

69

5.1.

Data Personal Operator Lantai Produksi.............................................

92

5.2.

Data Suhu Tubuh, Denyut Nadi dan Tekanan Darah Operator .........

93

5.3.

Perhitungan Kebutuhan Energi ...........................................................

94

5.4.

Data Umur, Berat Badan dan Tinggi Badan Terhadap Denyut Nadi
Pekerja Sesudah Bekerja .....................................................................

95

5.5.

Data Gradien Temperature di Lintasan 1 Shift 1, Shift 2 dan Shitf 3.

96

5.6.

Data Gradien Temperature di Lintasan 2 Shift 1, Shift 2 dan Shitf 3.

97

5.7.

Data Gradien Temperature di Lintasan 3 Shift 1, Shift 2 dan Shitf 3.

98

5.8.

Data Gradien Temperature di Lintasan 4 Shift 1, Shift 2 dan Shitf 3.

99

5.9.

Data Gradien Temperature di Lintasan 5 Shift 1, Shift 2 dan Shitf 3.

100

5.10.

Data Gradien Temperature di Lintasan 6 Shift 1, Shift 2 dan Shitf 3.

101

5.11.

Data Gradien Temperature di Lintasan 7 Shift 1, Shift 2 dan Shitf 3.

102

5.12.

Data Gradien Temperature di Lintasan 8 Shift 1, Shift 2 dan Shitf 3.

103

5.13.

Data Pengukuran Suhu Rata-rata pada Gradien Ketinggian (0C) .......

102

5.14.

Pengaruh Ketinggian Terhadap Suhu pada Setiap Lantai Produksi....

108

5.15.

Data Kelembaban pada Kedelapan Lintasan produksi Shift 1............

109

5.16.

Data Kelembaban pada Kedelapan Lintasan produksi Shift 2............

109

5.17.

Data Kelembaban pada Kedelapan Lintasan produksi Shift 3............

109

5.18.

Pengaruh Kelembaban Terhadap Suhu pada setiap Lantai Produksi..

112

5.19.

Data Kecepatan Angin pada Kelima Lantai Produksi Shift 1.............

112

5.20.

Data Kecepatan Angin pada Kelima Lantai Produksi Shift 2.............

113

Universitas Sumatera Utara

5.21.

Data Kecepatan Angin pada Kelima Lantai Produksi Shift 3.............

113

5.22.

Data suhu rata-rata setiap lantai ..........................................................

115

5.23.

Pengaruh Kecepatan Angin Terhadap Suhu pada Setiap lantai Produksi

115

5.24.

Indeks Suhu Basah dan Bola (ISBB) pada Shift 1..............................

117

5.25.

Indeks Suhu Basah dan Bola (ISBB) pada Shift 2..............................

118

5.26.

Indeks Suhu Basah dan Bola (ISBB) pada Shift 3..............................

119

5.27.

Komponen-Komponen Keseimbangan Termal...................................

125

5.28.

Rekapitulasi hasil Perhitungan Keseimbangan Panas.........................

126

6.1.

Nilai ISBB dari Kedelapan Lintasan Produksi....................................

133

6.2.

Nilai Ambang Batas Iklim Kerja ISBB yang diperkenankan .............

133

6.3.

Nilai Heat Stress Indeks ......................................................................

134

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR
Gambar
2.1.
2.2.
3.1.
3.2.
3.3.
3.4.
4.1.
4.2.
4.3.
4.4.
4.5.
4.6.
4.7.
4.8.
5.1.
5.2.
5.3.
5.4.
5.5.
5.6.
5.7.
5.8.
5.9.
5.10.
5.11.
5.12.
5.13.
5.14.
5.15.

Keterangan

Halaman

Struktur Organisasi PT. Mahakarya Inti Buana ...................................
18
Blok Diagram Pembuatan Sarung Tangan Karet (Gloves) ..................
36
Pertukaran panas tubuh ke lingkungan ...............................................
50
Thermal Comfort.................................................................................
51
Keseimbangan Panas Antara panas Yang dihasilkan Dengan Panas
yang Dikeluarkan ................................................................................
54
Model Perpindahan panas Sederhana dengan Insulasi Pakaian..........
59
Kerangka Konseptual ..........................................................................
80
Prosedur Pengumpulan Data ...............................................................
83
Blok Diagram Metodologi Penelitian .................................................
85
Blok Diagram Pengolahan Data..........................................................
86
Thermohygrometer..............................................................................
87
Black Globe Thermometer..................................................................
88
Termometer Telinga............................................................................
90
Kuesioner Penelitian Lingkungan Termal ..........................................
91
Gradien Temperature di Lintasan 1 Shift 1, Shift 2 dan Shitf 3 .........
104
Gradien Temperature di Lintasan 2 Shift 1, Shift 2 dan Shitf 3 .........
104
Gradien Temperature di Lintasan 3 Shift 1, Shift 2 dan Shitf 3 .........
105
Gradien Temperature di Lintasan 4 Shift 1, Shift 2 dan Shitf 3 .........
105
Gradien Temperature di Lintasan 5 Shift 1, Shift 2 dan Shitf 3 .........
106
Gradien Temperature di Lintasan 6 Shift 1, Shift 2 dan Shitf 3 .........
106
Gradien Temperature di Lintasan 7 Shift 1, Shift 2 dan Shitf 3 .........
107
Gradien Temperature di Lintasan 8 Shift 1, Shift 2 dan Shitf 3 .........
107
Kelembaban pada Kedelapan Lantai Produksi Shift 1........................
110
Kelembaban pada Kedelapan Lantai Produksi Shift 2........................
110
Kelembaban pada Kedelapan Lantai Produksi Shift 3........................
111
Kecepatan Angin pada Kelima Lantai Produksi Shift 1 .....................
113
Kecepatan Angin pada Kelima Lantai Produksi Shift 2 .....................
114
Kecepatan Angin pada Kelima Lantai Produksi Shift 3 .....................
114
Indeks Suhu Bola Basah pada Kedelapan Lintasan ............................
117

Universitas Sumatera Utara

5.16.
5.17.
6.1.

Indeks Suhu Bola Basah pada Kedelapan Lintasan ............................
Indeks Suhu Bola Basah pada Kedelapan Lintasan ............................
Keterkaitan Analisis yang dilakukan ..................................................

118
119
127

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran

Keterangan

Halaman

1.

:

Perhitungan Validitas Sensasi Termal Sebelum Bekerja .....

152

2

:

Uji Validitas Kuesioner.........................................................

154

3

:

Perhitungan Varians Pertanyaan 1 sebelum bekerja di
lantai1....................................................................................

155

4

:

Hasil Perhitungan Varians Tiap Pertanyaan .........................

159

5

:

Hasil Uji Reliabilitas Item Pertanyaan sebelum dan sesudah
bekerja ...................................................................................

161

Uji Kecukupan data Untuk Gradien Ketinggian ...................

171

6

:

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Temperatur yang tinggi dalam ruangan kerja bisa ditimbulkan oleh kondisi
ruangan, mesin-mesin ataupun alat yang mengeluarkan panas serta panas yang
bersumber dari sinar matahari yang memanasi atap pabrik yang kemudian
menimbulkan radiasi kedalam ruangan kerja produksi. Lingkungan kerja yang panas
ini terjadi pada salah satu pabrik pembuatan sarung tangan karet yaitu PT.Mahakarya
Inti Buana, dimana temperatur pada ruangan produksi antara 30 0 C s/d 36 0 C
sehingga perusahaan mengalami kondisi tingginnya turn over karyawan . Nilai ISBB
yang diperoleh pada lantai produksi adalah 28oC s/ d s/d 29 0 C dan dalam kondidi ini
beban kerja operator dikategorikan beban kerja sedang. atau persentase waktu kerja
pekerja di lantai produksi adalah 75% bekerja dan 25% istirahat. Nilai Heat Stress
Index (HSI) yang diperoleh pekerja di lantai produksi sebesar 97 % dan ini berarti
bahwa lingkungan kerja sudah mengganggu kesehatan operator, untuk itu perlu
adanya perbaikan sehingga diharapkan produktiviyas dapat tercapai.
Kata Kunci : Indeks Suhu Bola Basah (ISBB), Heat Stress, Keseimbangan Panas

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT
High temperatures in the workspace could be caused by the condition of the
room, machines or devices that emit heat and the heat that comes from the sun heats
the roof of the factory, which led to the production of radiation into the workspace.
Hot work environment that occurs in one of the factories that manufacture latex
gloves PT.Mahakarya Inti Buana, which at room temperature between 30 0 C - 36 0
C so that the company has a condition turn over of employees. ISBB value obtained
on the production floor is 28 0 C - 29 0 C and in this kondidi operator workload is
categorized workload. or the percentage of working time of workers on the
production floor is 75% work and 25% rest. Value Heat Stress Index (HSI) obtained
by workers on the production floor of 97% and this means that the work environment
was the health service, for that there is need for improvement so hopefully
produktivity can be achieved.
Keywords: Wet bulb Globe Temperature Indek (WBGT), Heat Stress, Heat Balance

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada disekitar pekerja dan yang
dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang dibebankan,
misalnya lingkungan fisik, fisiologis, kimia, biologis, dan sosial ekonomi.
Lingkungan kerja yang tidak nyaman seperti temperatur yang melebihi nilai ambang
batas (NAB) dan sirkulasi udara yang tidak nyaman. Temperatur yang melebihi nilai
ambang batas (NAB) mengakibatkan panas yang dapat mempengaruhi performansi
kerja dan juga kesehatan tubuh pekerja. Berdasarkan hasil penelitian Sarwono (1995)
menyebutkan bahwa temperature ruang kerja yang terlampau panas akan
mengakibatkan cepat timbulnya kelelahan tubuh dan dalam bekerja cenderung
membuat banyak kesalahan sehingga bisa menurunkan prestasi kerja. Temperatur
dalam ruangan kerja sangat mempengaruhi produktivitas dan kesehatan kerja
(Sudrajat dkk,1998). Temperatur yang tinggi dalam ruangan kerja bisa ditimbulkan
oleh kondisi ruangan, mesin-mesin ataupun alat yang mengeluarkan panas serta panas
yang bersumber dari sinar matahari yang memanasi atap pabrik yang kemudian
menimbulkan radiasi kedalam ruangan kerja produksi.
Produktivitas pekerja sangat dipengaruhi oleh cuaca kerja dalam lingkungan
yang nyaman. Lingkungan kerja yang panas dapat menyebabkan beban tambahan

Universitas Sumatera Utara

pada sirkulasi darah. Pada waktu melakukan pekerjaan fisik yang berat di lingkungan
panas, maka darah akan mendapat beban tambahan karena harus membawa oksigen
kebagian otot yang sedang bekerja. Di samping itu harus membawa panas dari dalam
tubuh ke permukaan kulit. Hal demikian juga merupakan beban tambahan bagi
jantung yang harus memompa darah lebih banyak lagi. Akibat dari pekerjaan ini,
maka frekuensi denyut nadipun akan lebih banyak lagi atau meningkat (Santoso,
1985:2).
Lingkungan kerja yang panas ini terjadi pada salah satu pabrik pembuatan
sarung tangan karet yaitu PT.Mahakarya Inti Buana, dimana temperatur pada ruangan
produksi antara 30 0 C s/d 36 0 C yang dalam proses produksinya terdapat panas yang
timbul akibat proses pembuatan sarung tangan karet dan panas yang dihasilkan dari
radiasi sinar matahari melalui atap pabrik menambah beban panas ruangan kerja.
Pekerja di bagian produksi menarik sarung tangan karet dari cetakannya dan
meletakkannya sesuai dengan ukuran dan kualitas sarung tangan karet tersebut. Pada
cetakan sarung tangan karet ini pun juga terdapat panas yang disebabkan oleh proses
pengeringan pada oven dimana operator yang belum mahir dalam melakukan
pekerjaannya akan mengalami cedera pada jari-jari tangan berupa melepuhnya kulit
jari-jari tangan atas dan bahkan bisa menimbulkan infeksi. Hal ini mengakibatkan
turn-over karyawan yang tinggi yaitu berkisar 30 sampai dengan 40 orang/bulan.
Akibat proses penghantaran panas yang terjadi di lantai-lantai produksi ini,
terjadi ketidakseimbangan panas di lingkungan kerja produksi. Hal ini terlihat dari
terganggunya sistem thermoregulatory tubuh pekerja, yang pada umumnya pekerja

Universitas Sumatera Utara

laki-laki yang berada di lantai pertama dan kedua bagian produksi lebih menyenangi
bekerja dalam kondisi bagian atas tubuh terbuka (tidak mengenakan baju), sehingga
efek panas langsung ke kulit. Adapun panas yang langsung ke kulit dapat
menyebabkan terjadinya stroke pada pekerja. Karena terganggunya sistem
thermoregulatory pekerja ini juga terlihat pada pekerja yang mengalami kehilangan
panas ( heat loss ) tubuh pekerja akibat lingkungan panas yang besar. Oleh karena
itu, suatu regulasi pengaturan distribusi panas yang baik di lantai-lantai produksi
perusahaan sangat diperlukan untuk diteliti agar persentase jumlah produk cacat dapat
dikurangi, dan

frekwensi operator mengambil waktu untuk minum maupun

beristirahat secara bergantian dengan operator yang lain dapat ditentukan dengan
lebih baik sehingga produktivitas kerja diharapkan dapat meningkat.
Dari uraian tersebut diatas maka kondisi lingkungan kerja mempengaruhi
performa kerja yang berakibat menurunnya produktivitas kerja di bagian produksi
pembuatan sarung tangan karet.

1.2. Identifikasi dan Perumusan Masalah
Permasalahan yang ditemukan pada lantai produksi di PT.Mahakarya Inti
Buana dapat diidentifikasi sebagai berikut:
1. Suhu lingkungan kerja yang belum nyaman, dimana hal ini dapat mempengaruhi
aktivitas pekerja yang akhirnya dapat menurunkan produktivitas kerja
2. Terdapat proses pengeringan pada pengolahan sarung tangan karet yang dapat
menghantarkan panas, yang dapat meningkatkan Suhu Ruangan di

lantai

produksi.

Universitas Sumatera Utara

3. Sirkulasi udara yang tidak baik dilihat dari ketidakcukupan ventilator yang
digunakan.
4. Ditemukannya pekerja yang merasa tidak nyaman dengan membuka baju, jika hal
ini berlangsung terus maka si pekerja dapat mengalami gangguan kesehatan dan
menurunkan produktivitas.
5. Pakaian yang digunakan pekerja tidak mampu memberikan kenyamanan dalam
bekerja, terlihat dari ditemukannya pekerja yang membuka baju karena
kepanasan.
Dari identifikasi masalah diatas dapat dirumuskan permasalahan yang terjadi
di perusahaan adalah kondisi suhu

lingkungan kerja yang berada diatas Nilai

Ambang Batas (NAB), sehingga menyebabkan terjadinya penurunan produktivitas
pekerja.

1.3. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah:
1. Mendapatkan suatu metode mengurangi panas yang terjadi di ruang produksi
tetapi tidak mengurangi kualitas dari sarung tangan karet
2. Mengetahui kondisi termal lingkungan kerja seperti suhu (T), kecepatan udara
(V) dan kelembaban (RH) pada setiap lantai di bagian produksi
3. Mengetahui heat stress index pekerja yang berada pada setiap ruangan di
lantai produksi.

Universitas Sumatera Utara

4. Mengidentifikasi dan mengurangi kemungkinan munculnya cedera pada
operator selama bekerja.
5. Menentukan ambang batas kenyamanan bekerja melalui penentuan waktu
kerja dan waktu istirahat.
6. Melakukan perbaikan terhadap kondisi lingkungan kerja termal yang tidak
baik bagi kesehatan pekerja.

1.4. Keutamaan Penelitian
Keutamaan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Bagi Perusahaan
a. Memberi masukan kepada pihak perusahaan upaya apa yang dapat dilakukan
dalam mengatasi heat stress di tempat kerja untuk menjaga kesehatan pekerja.
b. Sebagai pedoman bagi pekerja yang bekerja di lingkungan panas untuk
mengantisipasi terjadinya pengaruh paparan panas di tempat kerja.
2. Bagi Institusi
Sebagai bahan referensi untuk penelitian selanjutnya dalam mencari solusi
pengendalian paparan panas pada proses pembuatan Sarung Tangan Karet.
3. Bagi Mahasiswa
a.

Menerapkan teori ergonomi dan perencanaan, perancangan dan pembakuan
sistem kerja dalam permasalahan yang sebenarnya terjadi di perusahaan.

b.

Mendapatkan peluang untuk dapat memecahkan dan mencari solusi
permasalahan-permasalahan di perusahaan dari sudut pandang akademis.

Universitas Sumatera Utara

1.5. Batasan Masalah dan Asumsi
Penelitian dilakukan dalam batasan-batasan tertentu, antara lain :
1. Penelitian hanya dilakukan pada ruangan Produksi PT. Mahakarya Inti Buana
2. Pengukuran termal yang dilakukan hanya di dalam ruangan
3. Cedera yang diakibatkan dalam proses produksi tidak dianalisa
Asumsi-asumsi yang digunakan dalam penelitian ini antara lain:
1.

Kondisi psikologis pekerja di lantai produksi dianggap tidak mempengaruhi hasil
pengukuran.

2.

Pekerja memiliki tingkat metabolisme tubuh yang relatif sama.

3.

Metode kerja dan layout pabrik tidak berubah saat penelitian dilakukan.

1.6. Sistematika Penulisan Tugas Akhir
Sistematika yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini adalah sebagai
berikut :
JUDUL
LEMBAR PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
UCAPAN TERIMA KASIH
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR LAMPIRAN
RINGKASAN

Universitas Sumatera Utara

BAB I

PENDAHULUAN
Pada bab ini berisi permasalahan kondisi termal yang ada di PT.
Mahakarya Inti Buana khususnya di lantai produksi, juga terdapat
identifikasi dan perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat
penelitian, batasan masalah dan asumsi yang digunakan dalam penelitian.

BAB II

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
Bab ini menjelaskan tentang sejarah, manajemen dan organisasi juga
ruang lingkup PT. Mahakarya Inti Buana yang bergerak di bidang
industri Sarung Tangan Karet

BAB III

LANDASAN TEORI
Dalam bab ini diuraikan teori-teori tentang kondisi lingkungan termal,
faktor yang mempengaruhi tekanan panas, keseimbangan panas dan
kesehatan pekerja.

BAB IV

METODOLOGI PENELITIAN
Pada bab ini memuat desain penelitian dan metodologi yang digunakan
dalam menentukan keseimbangan panas untuk kesehatan pekerja.
Menggambarkan prosedur penelitian yang akan dilakukan, asumsi,
pembatasan, kondisi dan keseluruhan persiapan yang akan dilakukan
dalam pengamatan juga alat dan bahan yang digunakan selama meneliti.

Universitas Sumatera Utara

BAB V

PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
Bab ini memuat data hasil dari pengamatan dan pengukuran yang
dilakukan berupa pengumpulan data primer dan sekunder di perusahaan,
serta data yang diperoleh diolah secara empiris dan grafis.

BAB VI

ANALISIS PEMECAHAN MASALAH
Bab ini memuat analisis dan pembahasan hasil dari pengolahan data
dengan cara non statistik dan membandingkan hasil pengolahan data
dengan standard yang ditetapkan oleh ASHRAE dan NAB. Pengolahan
secara statistik juga dilakukan untuk beberapa analisa grafis. Analisis
yang dilakukan digunakan untuk mengkaji perbaikan lingkungan termal
yang baru untuk kesehatan pekerja.

BAB VII

KESIMPULAN DAN SARAN
Kajian-kajian yang telah dilakukan pada bab terdahulu akan disimpulkan
secara statistik dan non statistik , dan saran-saran untuk penelitian ke
depan mengenai kajian keseimbangan panas untuk kesehatan pekerja
akan diuraikan.

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

Universitas Sumatera Utara

BAB II
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

2.1. Sejarah Umum Perusahaan
PT. Mahakarya Inti Buana (MIB) Medan merupakan perusahaan Penanaman
Modal Dalam Negeri (PMDN) yang bergerak dalam bidang produksi sarung tangan
karet (Gloves).
Berdasarkan adanya kebutuhan konsumen dan permintaan pasar, maka PT.
Mahakarya Inti Buana Medan ini didirikan tepatnya pada hari Rabu tanggal 10 April
2002.
PT. Mahakarya Inti Buana (MIB) Medan ini didirikan berdasarkan Akte
Nomor 5 (Notaris Susan Widjaya, SH) di Medan dan mulai beroperasi sejak awal
tahun 2003.

2.2. Lokasi Perusahaan
Lokasi PT. Mahakarya Inti Buana (MIB) berada di Kabupaten Deliserdang,
tepatnya di Desa Dalu 10A, Dusun I Tanjung Morawa.

2.3. Struktur Organisasi
Pengorganisasian merupakan suatu proses untuk merancang struktur struktur
formal, mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas atau pekerjaan diantara
para anggota organisasi agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien.

Universitas Sumatera Utara

Struktur organisasi dapat diartikan sebagai susunan dan hubunganhubungan antar komponen bagian-bagian dan posisi-posisi dalam suatu perusahaan.
Dimana struktur organisasi ini merupakan kesatuan kerangka organisasi yang
diterapkan untuk proses manajerial, sistem dan pola tingkah laku yang muncul dan
terjadi didalam praktek penyelenggaraan organisasi dan manajemen.
Suatu struktur organisasi merinci pembagian aktifitas kerja dan menunjukkan
bagaimana berbagai tingkatan aktifitas berkaitan satu sama lain. Baik tidaknya
struktur organisasi perusahaan akan mempengaruhi pelaksanaan tugas dan fungsi
setiap anggota dalam perusahaan tersebut.
Dengan demikian penyusunan struktur organisasi sangat penting guna
membantu dalam pengaturan dan pengarahan usaha-usaha organisasi sehingga
memudahkan koordinasi dan konsistensi dengan tujuan-tujuan organisasi.
Setiap organisasi umumnya menggunakan struktur yang berbeda-beda satu
dengan yang lainnya sesuai dengan kebutuhan dan tujuan organisasi tersebut. Untuk
menjalankan roda organisasi, PT. Mahakarya Inti Buana Medan membuat struktur
yang merupakan landasan kerja bagi seluruh karyawan yang ada di dalam
perusahaan. Adapun struktur organisasi yang dimiliki dan digunakan berupa struktur
organisasi garis dan staf, seperti gambar 2.1.
Dalam struktur organisasi dapat terlihat dimana masing-masing bawahan
wajib melaksanakan instruksi dan bertanggungjawab langsung kepada pimpinan atau
atasannya satu tingkat diatasnya sesuai dengan instruksi yang diterima. Dan setiap
bawahan mendapat perintah dan bertanggungjawab hanya terhadap satu orang atasan.

Universitas Sumatera Utara

Seorang pimpinan bagian hanya berhak dan mempunyai wewenang untuk
memerintah bawahan yang berada dalam lingkungan bagian yang dipimpinnya.
Sedangkan staf membantu dan memberikan saran-saran kepada manajer ataupun
kepala bagian.

2.4. Uraian Tugas dan Wewenang
1. Managing Director
Bertanggungjawab untuk memimpin perusahaan dan memastikan visi perusahaan
dapat dijalankan.
2. Manufacturing Manager
Bertanggungjawab untuk memimpin jalannya proses di bagian produksi pada
umumnya. Manufacturing Manager membawahi beberapa Departemen yaitu
Department

Produksi,

Department

Process

Engineering,

Department

Engineering, Department IPQC, Department Compounding dan Department
Former Assembly (Service Team).
3. QA/RA Manager
Bertanggungjawab untuk memastikan kualitas (menjamin kualitas) glove yang
akan dikirim.
4. Supply Chain Manager (Marketing Manager)
Bertanggungjawab untuk memasarkan produk yang dihasilkan oleh perusahaan.

Universitas Sumatera Utara

5. Supply Chain Assistant Manager
Bertanggungjawab untuk membantu Supply Chain Manager dalam memasarkan /
mencari dan mendapatkan pelanggan.
6. Information Technology Manager
Bertanggungjawab untuk pengumpulan dan pengolahan data untuk dilaporkan
kepada manajemen serta bertanggungjawab untuk melakukan jaringan komputer
disemua departemen.
7. Production Manager
Bertanggungjawab untuk memimpin departemen produksi dan menangani proses
produksi berjalan sesuai dengan permintaan manajemen. Mengorganisir
perencanaan secara menyeluruh, melaksanakan dan mengontrol kegiatan
operasional departemen produksi dengan tujuan untuk mencapai tujuan produksi
dan kebijakan operasional untuk memperkecil keluhan pelanggan.
8. Logistic Manager
Bertanggungjawab untuk memimpin beberapa departemen seperti HRD,
Planning, Packing. Juga bertanggungjawab untuk mengurus shipping, jadwal
pengiriman container serta mengurus keberangkatan kapal yang akan mengangkut
glove yang ada dalam container ke negara tujuan.
9. Account Manager
Bertanggungjawab untuk menangani masalah keuangan dan mengurus semua
barang-barang yang akan dibeli yang diperlukan perusahaan.

Universitas Sumatera Utara

10. Process Engineer
Bertanggungjawab untuk melakukan trial-trial dalam penggunaan chemical,
formula-formula baru dan yang lainnya serta melaporkan hasilnya kepada
manajemen.
11. Chief Engineer
Bertanggungjawab untuk memimpin departemen engineering, membuat program
pemeliharaan/perawatan yang tepat serta mengontrol pelaksanaannya. Melakukan
control terhadap material, spare part dan cost maintenance. Mengkordinir
karyawan dan memberi motivasi untuk kemajuan maintenance. Melakukan
improvement pada suatu mesin agar beroperasi secara optimal dan tepat guna.
Melakukan koordinasi pada unit terkait sejalan dengan program maintenance/
perbaikan.
12. IPQC Assistant Manager
Bertanggungjawab untuk mengawasi kegiatan sehari-hari yang dibantu leader
dalam mencapai target sesuai dengan kualitas yang diharapkan. Juga memastikan
bahwa QSR standard dilaksanakansetiap saat. Mengecek defect yang ada pada
glove. Melatih pada inspector IPQC tentang SOP dan QSR Standard.
13. Compounding Assistant Manager
Bertanggungjawab dalam pengembangan proses implementasi di bagian
compounding dalam kualitas, volume dan biaya dengan memperhatikan standard
QSR. Memastikan adanya efisiensi kerja di area Compounding dengan
melaksanakan

pelatihan,

motivasi

dan

komunikasi

yang

membangun.

Universitas Sumatera Utara

Bertanggungjawab untuk memeriksa dan mengambil tindakan yang diperlukan
jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam proses compounding dan juga
untuk produk yang dihasilkan.
14. Production Executive
Bertanggungjawab untuk masalah hasil kerja shift yang dipimpin secara
keseluruhan dalam mencapai target shift dalam hal kualitas, volume dan biaya
produksi tanpa mengorbankan Quality Standard Regulation (QSR) yang
diinginkan.
15. Off Line Wash Executive
Bertanggungjawab untuk memastikan kinerja setiap shift termasuk aktifitas dan
memberi instruksi kepada Supervisor, Leader dan Operation Chlorination untuk
mendapatkan target yang mengacu kepada kualitas, jumlah dan cost.
16. Chemist Assistant
Memonitor dan bertanggungjawab untuk tugas-tugas/pekerjaan laboratory
personal dan memastikan semua pengecekan dan analisa diselesaikan dan
didokumentasikan dengan baik. Mengevaluasi dan memperbaiki metode dan
prosedur yang digunakan untuk pemeliharaan mutu.
17. HR Executive
Secara umum bertanggungjawab dalam masalah administrasi ketenagakerjaan
yang meliputi : penerimaan karyawan baru, pelaksanaan disiplin kerja
perhitungan gaji, overtime, allowance dan cuti bersama dengan kepala
departemen melakukan pelatihan bagi karyawan. Memastikan/mengawasi quality

Universitas Sumatera Utara

sistem telah diterapkan atau dilaksanakan pada training program. Memastikan
terlaksananya kebersihan lingkungan pabrik.
18. Planner Executive
Melakukan planning dalam proses produksi sesuai dengan order yang dating serta
melakukan schedule penggantian former (pencetak glove) sesuai dengan urutanurutan waktu shipping/pengiriman glove ke Negara penerima (pelanggan).
19. Packing Executive
Pelaksanaan menyeluruh perencanaan dan penerapan sistem, kualitas kerja,
kebersihan, kerapian lokasi packing/inspection dan output packing/inspection.
Pengawasan terhadap personil packing department sesuai dengan target packing
dalam hal kualitas, volume kerja dan biaya pemeliharaan. Bekerja sama dengan
Marketing, Planner untuk mencapai target shipment. Bekerja sama dengan
Manajer Produksi dalam hal quality dan quantity gloves yang diproduksi sesuai
dengan orderan.
20. Purchasing Executive
Melakukan pembelian-pembelian barang yang diperlukan perusahaan atau yang
digunakan oleh setiap departemen dan memastikan barang diminta sesuai dengan
spesifikasi yang diminta.
21. Former Assembly Supervisor (Service Team Supervisor)
Bertanggungjawab untuk merakit former yang akan digunakan dimesin produksi
dan mengkoordinir semua anggota Former Assembly untuk melakukan
penggantian former di line produksi saat diperlukan sesuai dengan orderan yang

Universitas Sumatera Utara

ada yang bekerja sama dengan Manager Produksi atau Production Executive
masing-masing shift.
22. Store Supervisor
Bertanggungjawab untuk memimpin Department Store untuk melakukan tugastugas sesuai dengan Job Description masing-masing. Bertanggungjawab untuk
barang-barang yang masuk dan barang-barang keluar. Bertanggungjawab untuk
keberadaan dan keamanan semua barang-barang yang disimpan dalam gudang
sebelum barang-barang tersebut diserahkan ke bagian/departemen yang lain.
Memastikan semua peralatan yang digunakan untuk proses muat (loading) finish
produk dalam keadaan baik, siap digunakan. Memastikan terlaksananya system
FIFO (First In First Out) yaitu pertama masuk, pertama keluar. Memastikan
semua container dalam keadaan tertutup dan terkunci setelah selesai proses muat
material apapun.

2.5. Tenaga Kerja
Dalam melakukan kegiatan sehari-hari, perusahaan menetapkan tenaga kerja
dengan status yang berbeda yang digolongkan atas tingkat pendidikan dan masa kerja
karyawan. Tenaga kerja tersebut terdiri atas :
1. Pegawai Staf




Manager
Asisten Manager

Universitas Sumatera Utara

2. Pegawai Bulanan






Kepala Departemen
Asisten Kepala Departemen
Staf Departemen

3. Buruh Pabrik




Buruh Tetap
Buruh Harian

2.6. Jam Kerja
Waktu kerja di perusahaan terbagi atas kelompok tenaga kerja yaitu : Tenaga
Kerja langsung, yaitu tenaga kerja yang bekerja dengan 3 shift dengan jam kerja :






Shift I

: Pukul 07.00 - 15.00 Wib

Shift II

: Pukul 15.00 - 23.00 Wib

Shift III

: Pukul 23.00 - 07.00 Wib

Universitas Sumatera Utara

2.7. Struktur Organisasi

MANAGING DIRECTOR

MANUFACTURING
MANAGER
Supply Chain
Manager

Supply Chain
Asst. Manager

QA / RA
MANAGER
LOGISTIC
MANAGER

IT
Manager

PRODUCTION
MANAGER
Process
Engineer

Chief
Engineering

ACCOUNT
MANAGER

QA Asst
Manager

IPQC
Compounding
Asst. Manager Asst. Manager

Universitas Sumatera Utara

Production
Executive

Off Line Wash
Executive

Chemist
Asst

HR.
Executive

Former Assembly
Supervisor

Gambar 2.1. Struktur Organisasi PT. Mahakarya Inti Buana

Planner
Executive

Packing
Executive

Purcha sing
Exe cutive

Store
Supervisor

2.8. Sistem Pengupahan
PT. Mahakarya Inti Buana dalam memberikan upah kerja kepada karyawan
dan staf selalu mengikuti peraturan perundangan yang berlaku sesuai ketetapan upah
sektoral kabupaten yang ditetapkan oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Deliserdang.

2.9. Fasilitas Perusahaan
Setiap karyawan dan staf perusahaan dalam menjalankan tugas dan
tanggungjawabnya termotivasi dengan adanya fasilitas yang dapat dinikmati antara
lain ;










Kantin
Bus Karyawan
Musholla
Perumahan Karyawan
Jamsostek

2.10. Standard Mutu Bahan/Produk
Standard mutu bahan yang digunakan pada proses produksi PT. Mahakarya
Inti Buana adalah harus sesuai dengan standard yang telah ditentukan oleh pihak
perusahaan yaitu, dalam compounding 1000 kg terdiri dari lateks, sulfur, Zinkoxide,
ZDDC, ZDBC anti oktisidan, anti foam, titanium, pultamol. Artinya bahwa dalam kg
campuran harus terdapat 0,6% camputa bahan padat dan 40% bahan cair jika hal ini
tidak terpenuhi maka kemungkinan mutu produk kurang baik. Apabila dalam

Universitas Sumatera Utara

campuran baha padat sesuai standard maka dilakukan Blending sehingga campuran
dapat digunakan lagi.
Untuk standard mutu produk PT. Mahakarya Inti Buana sudah mendapat
sertifikat mutu yaitu, 9001:2000. Untuk dapat mempertahankan mutu produk
perusahaan tidak lepas sari pengontrolan pada setiap proses produksi yang terjadi
dalam perusahaan.

2.11. Bahan yang digunakan
Bahan yang digunakan terdiri dari bahan baku, bahan penolong dan bahan
tambahan.
a. Bahan baku
Bahan baku adalah semua bahan yang langsung digunakan sebagai bahan
utama serta mempunyai komposisi besar. Bahan baku yang digunakan untuk
mamproduksi gloves pada PT. Mahakarya Inti Buana adalah sebagai berikut :
1. Lateks
Lateks adalah getah karet mentah dengan kadar 60% DRC, yang diperoleh dari
PTP III Pah Batu Gunung Para, PT. Adei Plantation Riau, PT. Merdec Riau dan
PT. Bakrie Sumatra Plantation Tbk. Bahan Baku tersebut diangkut dengan mobil
tangki. Kemudian setelah samapai di perusahaan, lateks disimpan di dalam tangki
penyimpanan (Latex Storage Tank). Pemindahan lateks dari mobil tangki ke
Latex Storage Tank menggunakan alay penyedot Latex Transfer Pump.

Universitas Sumatera Utara

2. Chemical Dispertion
Chemical Dispertion merupakan campuran bahan-bahan kimia yang diperlukan
untuk proses latex compounding. Chemical Dispertion terdiri dari bahan-bahan
seperti Sulfur, ZincOxide (ZO), ZDBC, ZDEC, Ralox LC, Titanium Dioxide
(TiO 2 ), Vultamol. Suplai bahan-bahan kimia diperoleh dengan impor dari
Chemquest Sdn.Bhd dan PT. Rhodes Medan.
3. Wetting Agent
Zat kimia yang digunakan sebagai Wetting Agent adalah Teric 320. Zat kimia ini
berfungsi untuk mengurangi kekentalan pada campuran lateks.
4. Stabilizer
Stabilizer berguna untuk menjaga kestabilan campuran lateks dan chemical
dispertion. Bahan-bahan kimia yang digunakan sebagai Stabilizer adalah KOH
dan Pottasium Lauric.
5. Anti Foam
Anti foam berguna untuk mengurangi buih pada saat pencampuran lateks dengan
bahan-bahan kimia. Zat kimia yang dipakai adalah Bevoloid.
6. Air
Air digunakan sebagai pelarut campuran lateks, chemicall dispertion, wetting
agent, stabilizer, dan anti foam dalam compounding process. Spesifikasi air yang
digunakan pada proses produksi adalah maksimum berkadar besi (Fe) 0,01 ppm
dan pH netral.

Universitas Sumatera Utara

b. Bahan Penolong
Bahan penolong adalah bahan yang digunakan sebagai penolong pada produk
agar produksi dapat berjalan dengan baik dimana bahan tersebut ditambahkan pada
proses pembuatan produk.
Adapun bahan penolong yang digunakan dalam pembuatan gloves yaitu :
1. Larutan Acid
Larutan ini merupakan larutan asam yang berfungsi sebagai pembunuh kuman
yang menempel pada cetakan glove (former). Larutan asam yang dipakai adalah
Nitric Acid (HNO 3 ) dengan kadar Ph 0,51 pada tangki acid larutan ini diganti
setiap hari.
2. Larutan Alkaline
Larutan alkaline merupakan larutan basa yang berfungsi untuk menetralisir kadar
asam. Larutan basa yang dipakai adalah Kalium Hidroxide (KOH) dengan kadar
pH 9-13. Pada tangki alkaline larutan ini diganti dua kali sehari.
3. Larutan Coaqulant
Larutan Coaqulant merupakan campuran dari beberapa bahan kimia seperti
Calcium Carbonate (CaCO 3 ) dan Calcium Nitrate [Ca(NO 3 ) 2 ] yang berfungsi
agar campuran lateks dapat menempel dan menyatu pada cetakan former, Teric
320 berfungsi agar permukaan gloves licin, dan air sebagai media pencampur.

Dokumen yang terkait

Dokumen baru

Audit Thermal Lingkungan Kerja Operator Peeler Untuk Meningkatkan Produktivitas Di PT. Mahakarya Inti Buana